SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150303] Tugas 1 Investigasi Insiden (Kelas Sore B1 & B2)

85 Comments

i14

Kepada D4K3 UNIBA Semester II Kelas B1 dan B2

Buatlah artikel tentang suatu insiden/kecelakaan kerja yang telah dipublikasikan oleh suatu media. Tuliskan sumber pustaka / referensinya dan lengkapi dengan nama Anda, Semester, dan Kelas diakhir artikel.

Posting Tugas #1 Anda pada blog ini dengan cara mengklik “Leave a comment” atau “Leave a reply” lalu ketik tugas Anda untuk diposting. Batas akhir posting adalah hari Senin 9 Maret 2015 pukul 22:00 wita. Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk di-posting-kan dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.

Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu. Sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

TIDAK ada tugas susulan atau perbaikan nilai (remedial) untuk tugas ini. Harap diperhatikan dengan baik. Terimakasih.

Advertisements

85 thoughts on “[150303] Tugas 1 Investigasi Insiden (Kelas Sore B1 & B2)

  1. Tujuh Orang Terbakar di Ruang Penyimpanan Batubara

    Sumber: Kompas

    TUBAN, KOMPAS.com — Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung.

    Serbuk halus batubara itu memunculkan letupan dan menimbulkan semacam jilatan api mengenai tubuh mereka. Sudah dilakukan penyiraman air untuk menghentikan panas yang terjadi. Menurut Agung, pekerja sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur dan tidak terjadi kerusakan alat.

    ”Kami masih menunggu hasil penyelidikan tim investigasi setelah insiden terjadi,” tuturnya.

    Kepala Biro Humas PT Semen Indonesia Harry Subagyo menyatakan, PT Semen Indonesia menanggung semua biaya pengobatan enam korban, yakni Sriyono (40), Jaswarni (40), Dawan (30), Drajat Prayogi (28), Kayin, dan Darmuji.

    Perusahaan juga menyantuni keluarga dari korban meninggal, Cipto Joyo (22). Korban dirujuk ke Rumah Sakit Semen Gresik setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Medika Mulia dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Koesma Tuban. Tujuannya agar penanganan lebih intensif.

    Kepolisian Resor Tuban telah melakukan olah tempat kejadian pekara, Rabu (24/7/2013), di ruang penyimpanan batubara (cool bin) kawasan pabrik Tuban IV Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Tuban. Semua bahan masih diselidiki oleh tim laboratorium Forensik.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan, para korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih tergolek di rumah sakit. Kejadian siang hari saat ada pergantian alat.

    ”Belum diketahui penyebab semburan api itu. Namun, ada kemungkinan bahwa ada percikan api di lokasi itu,” kata Wahyu.

    Nama : Bayu Setiawan S
    Semester : 2
    Kelas : B1

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel (bukan bagian depan). Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

    • CILEGON (Pos Kota) – Karyawan CV. Mahakarya, subkontraktor di PT PDSU tewas dalam kecelakaan kerja, Kamis (4/4) petang. Korban Maryadi, 19, warga Desa Batu Kuda, Kec. Mancak, Kab. Serang, diketahui tewas terjepit karet conveyor perusahaan rafinasi di Jalan Raya Anyer, Kec. Ciwandan, Kota Cilegon.

      Diperoleh keterangan, peristiwa naas tersebut berawal saat korban yang selesai membersihkan conveyor pada pabrik gula tersebut. Entah bagaimana kejadiannya, tiba-tiba terseret kemudian terjepit karet conveyor. Diketahui, conveyor pabrik gula itu berada pada ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah.

      “Korban tewas di tempat kejadian dengan luka di bagian dada terkena karet conveyor, dan kepala terbentur sehingga mengeluarkan darah karena terseret karet conveyor, lalu terjepit di antara karet conveyor,” terang Kapolsek Ciwandan, Kompol Pipit Subiyanto dikonfirmasi poskotanews.com, Jum’at (5/4).

      Kompol Pipit belum mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut. Kapolsek mengaku masih memeriksa saksi-saksi serta olah tkp untuk mengetahui penyebabnya. “Kami belum dapat memberikan keterangan terkait kepastian sebab-sebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” tegas Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, AKP Firman Hamid.

      Dikatakan kapolsek, untuk melengkapi proses penyidikan, anggotanya langsung membawa mayat korban ke RSUD Serang untuk otopsi. Namun dari pihak keluarga korban menolak dengan alasan kejadian itu merupakan musibah yang harus diterima dengan ikhlas. “Setelah visum, jenazah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kompol Pipit.

      Sumber : http://poskotanews.com/2013/04/05/karyawan-tewas-kecelakaan-kerja-di-cilegon/

      Nama : Deasy Frinelia Pesik
      Kls/Fak/Smster : B1 / D4K3 / 2
      NPM : 14.11.106.701501.1215

  2. KECELAKAAN TAMBANG (Fatality, 25 Februari 2014)

    Pada hari Senin tanggal 25 Februari 2014 telah terjadi kecelakaan tambang berakibat mati (fatality) atas nama Ramono dan Agus Setiawan (Karyawan PT Pama Persada Nusantara – Kontraktor PT Kideco Jaya Agung) di daerah Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

    Bermula ketika pada pukul 04.15 WITA di Jalan Iljin Km 6, dimana kondisi jalan menurun, Saudara Ramono yang mengoperasikan unit DT 167 melewati speedbump pada jalur kosongan dengan kecepatan lebih dari 60 km/jam. Karena kehilangan kendali, Saudara Ramono masuk jalur yang berlawanan arah, sedangkan pada arah berlawanan terdapat DT 137 yang dioperasikan oleh Saudara Agus Setiawan. Namun karena kecepatan yang cukup tinggi, Saudara Agus Setiawan tidak sempat menghindar, sehingga terjadi benturan yang sangat keras. Akibatnya, unit DT 137 yang dioperasikan Saudara Agus Setiawan rebah ke kiri serta kabin unit DT 137 dan DT 167 mengalami rusak parah dimana posisi Saudara Ramono dan Saudara Agus Setiawan dalam kondisi terjepit kabin yang rusak. Saudara Ramono (operator DT 167) meninggal di lokasi kejadian karena benturan yang mengakibatkan patah tulang leher dan pendarahan, sedangkan Saudara Agus Setiawan (operator DT 137) meninggal dalam perjalanan menuju klinik yang berjarak 6 km dari lokasi kejadian karena pendarahan dan patah tulang leher.

    Penyebab Langsung Kecelakaan

    Kondisi Tidak Aman

    1. Kondisi jalan rusak di bagian pinggir.
    2. Speedbump tidak sesuai standar (mudah dilewati oleh unit).
    3. Tidak ada tanggul media jalan di lokasi kecelakaan.
    4. Pada lokasi kecelakaan, arah sinar lampu unit yang bermuatan menyilaukan operator unit dari
    arah berlawanan

    Tindakan Tidak Aman :

    Saudara Ramono mengemudi dengan kecepatan melebihi batas rambu kecepatan (60 km/jam).

    Pesan Keselamatan :

    Agar senantiasa melakukan identifikasi bahaya dan penilaian (assessment) resiko pada titik-titik tertentu terutama di jalan hauling, dan segera melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang berpotensi bahaya untuk mengendalikan resiko sekecil mungkin dan mencegah terjadinya kecelakaan. Menerapkan sanksi yang tegas bagi operator yang melanggar aturan dan rambu lalu lintas di jalan tambang maupun jalan hauling.

    Sumber pustaka : https://rochmadngeblog.wordpress.com/tag/kecelakaan-tambang/

    Nama : Bayu Pramana Putra
    Fakultas : D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1216
    Semester : Dua
    Kelas : B1

  3. Claudio GB
    B1 D4K3 Semester 2

    Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.

    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).

    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.

    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).

    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.

    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya. (Pew/Nrm

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  4. Merdeka.com – Seorang buruh bangunan Ketut Naya (60) asal Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana Jumat (28/11) pukul 14.30 ditemukan tewas terkapar terbujur kaku. Korban tewas karena tersengat aliran listrik saat dia bekerja.

    Informasi yang didapat, saat kejadian korban duduk-duduk bersandar di tiang bangunan yang sedang dalam tahap pengerjaan. Korban duduk menghadap ke utara sambil merokok. Saat itu korban istirahat sebelum melanjutkan renovasi dan perluasan gudang di lahan kebun seorang warga di Pendem, Jembrana. Namun tiba-tiba korban jatuh dan sempat memanggil saksi Ketut Suniantara (40) rekan kerjanya sesama buruh.

    “Saya tidak tahu Pak Naya kena setrum sehingga saya tarik tangannya, malah saya kesetrum, dan saya berusaha lempar kabel arde dengan ban namun tidak bisa,” jelas Suniantara yang mengaku sempat terpental, Jumat (28/11).

    Dari petugas instalatir listrik yang datang ke TKP, menyebutkan bahwa listrik di gudang lama tersebut 4400 VA. Dan ditemukan ada kabel utama listrik yang mengelupas yang duduki oleh korban.

    Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma ketika dihubungi membenarkan bahwa buruh tersebut tewas di tempat akibat sengat listrik.
    Merdeka.com
    Nama:Reza pahlawan
    Kelas:B1
    Semester 2

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  5. Sumber: Kompas

    TUBAN, KOMPAS.com — Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung.

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel (bukan bagian depan). Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  6. Sumber: Kompas Cetak

    Tenggarong, Kompas – Tiga karyawan tewas saat berada di tangki penampungan cairan milik VICO, perusahaan minyak di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (9/4). Dugaan sementara, ketiga pekerja itu menghirup gas yang membuat mereka pusing dan tak sadarkan diri. Polisi terus mengusut kasus ini sembari menunggu hasil laboratorium.

    Korban tewas adalah Agus (26), Nana (40), dan Suyoko (40). Mereka karyawan PT Halliburton, perusahaan subkontraktor VICO, yang hari itu bertugas mengecek tangki penyimpanan cairan. Di tangki itu tersimpan sisa-sisa pengeboran minyak.

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  7. Sumber: BBC Indonesia

    Tim evakuasi pekerja Freeport berhasil menyelamatkan empat orang dari sekitar 37 orang yang terjebak dalam terowongan bawah tanah yang runtuh di kawasan tambang perusahaan itu di Tembagapura, Papua.

    Freeport Indonesia mengatakan dalam pernyataan terdapat sekitar 40 pekerja di terowongan yang runtuh Selasa (14/05) pagi. Tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri.

    “Empat pekerja lain berhasil dievakuasi pada sekitar pukul 20:00 (WIT). Salah seorang di antaranya dilaporkan stabil dan dirawat di rumah sakit Tembagapura. Dua tengah diperiksa dan yang keempat tengah diperiksa luka-lukanya. Tidak ada korban meninggal dilaporkan sejauh ini,” kata Freeport dalam pernyataan yang dikirimkan ke BBC Indonesia.

    Terowongan tiba-tiba runtuh Selasa (14/05) sekitar pukul 07.30 waktu setempat dan menjebak puluhan pekerja yang sedang menjalani pelatihan di salah satu ruang bawah tanah.

    Sementara itu, Humas Polda Papua, Gede Sumerta Jaya mengatakan evakuasi memakan waktu karena medan yang cukup sulit.

    Nama : Rizky ramadan AS
    Semester : 2
    Kelas : B1

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  8. Merdeka.com – Dua orang buruh bangunan tewas saat mengerjakan proyek bangunan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tewas setelah tertimpa kaca yang sedang dipasang dua rekannya dilantai atas bangunan yang hendak dibangun hotel tersebut.

    Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 17.00 WITA. Dua orang buruh yang meninggal itu diketahui bernama Rahmadi (37) dan Rahman (30), keduanya warga Banjarmasin.

    Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Andriyadi (31) dan Najarudin (40). Keduanya mengalami luka seperti memar di bagian telapak tangan dan punggung belakang.

    Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja itu. Didik mengatakan kedua buruh itu meninggal dunia pada saat dua rekannya menurunkan kaca di proyek yang rencananya akan dibangun hotel dan kaca tersebut terjatuh mengenai mereka.

    “Keterangan dari saksi korban bekerja atas inisiatif sendiri, selain itu juga korban bekerja di luar jam kerja dan tanpa menggunakan perlengkapan pengamanan diri,” kata Didik di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Minggu (1/2). Seperti dikutip Antara.

    Menurut Didik, saat ini Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Tengah, sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan.

    regard’s
    NAMA: DODY RATAMA
    KELAS : B-1
    SEMESTER : II

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  9. Merdeka.com – Tiga pekerja yang sedang beraktivitas pada Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, tewas di dalam lubang galian yang mereka buat sendiri. Mereka tewas setelah mengalami keracunan asap mesin yang mereka hidupkan masuk ke dalam lubang.

    “Kejadian nahas itu terjadi pada Sabtu (22/11) pukul 11.00 WIB. Tiga pria asal Muara Bantan, Kecamatan Renah Pembarap, tewas setelah masuk ke lubang tambang Peti ilegal yang berlokasi di Desa Pulau Raman, Kecamatan Muarasiau, Merangin,” kata Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman, di Jambi, seperti dilansir Antara, Minggu (23/11).

    Ketiga korban tewas adalah Bustami (30), Fajar (20) dan Zulkifli (25). Berdasarkan laporan korban tewas di dalam lubang sehingga harus dievakuasi oleh petugas kepolisian setempat. Kemudian langsung dilakukan identifikasi korban di Tempat kejadian perkara (TKP).

    Sebelumnya di lokasi yang hampir sama di Kabupaten Merangin, juga beberapa waktu lalu dua perempuan tewas di Kecamatan Renah Pembarap, akibat aktivitas Peti. Kejadian bermula saat ketiganya melakukan aktivitas Peti di TKP dengan sistem lubang jarum.

    Saat korban masuk, gas asap bensin dari mesin mereka masuk ke dalam lubang yang bocor sehingga ketiganya kehabisan udara dan meninggal karena keracunan asap mesin itu.

    Sekitar pukul 10.00 WIB, ketiganya baru bisa dievakuasi dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.

    Nama : Daru fadillah
    kelas : B1
    smester : II

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  10. indosiar.com, Bandung – (Jumat : 24/01/2014) Insiden kecelakaan kerja terjadi di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis siang. Dalam insiden ini, seorang pekerja buruh bangunan kritis, sementara satu orang lainnya tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kondisi korban sangat mengenaskan karena terjatuh dari lantai tiga, dengan luka dikepala akibat terbentur trotoar dan tertimpa tiang beton yang roboh.

    Insiden kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan toko mebel, di kawasan jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Dalam insiden ini 2 orang pekerja menjadi korban, yaitu Uloh dan Ate. Uloh mengalami kritis, sementara Ate tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

    Kejadian ini bermula saat kedua korban melakukan pengecoran bersama 10 pekerja lainnya, di lantai tiga. Namun tiba tiba salah satu tiang penyangga roboh, dan menyebabkan kedua pekerja tersebut terjatuh.

    Kondisi kedua korban sangat mengenaskan, karena luka di bagian kepala setelah membentur trotoar jalan, dan tertimpa beton.

    Akibat kejadian tersebut kawasan jalan Braga sempat ditutup selama 2 jam. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan atas insiden kecelakaan kerja tersebut, dan juga memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik toko dan pimpinan proyek bangunan. Sementara itu proyek pembangunan toko mebel berlantai tiga ini dihentikan sementara oleh aparat kepolisian resor kota Besar, Polrestabes, Bandung. (Mohamad Abas/Sup)

    AHMAD MUSTAWAN
    D4 K3
    SEM II
    KELAS B1

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  11. Nama : Muhammad Rendy Januar
    kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)
    refrensi : http://www.antaranews.com/berita/276001/polisi-nyatakan-insiden-di-pkt-kecelakaan-kerja

    Polisi nyatakan insiden di PKT kecelakaan kerja

    Samarinda (ANTARA News) – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyatakan bahwa insiden robohnya tiang penyangga konveyor di areal PT Pupuk Kaltim, Kota Bontang, yang menyebabkan tujuh orang terluka merupakan kecelakaan kerja.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa saksi, kami memastikan insiden tersebut merupakan murni kecelakaan kerja,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi Antonius Wisnu Sutirta, Sabtu.

    Insiden pada Jumat (16/9) siang sekitar pukul 14.35 WITA menyebabkan tujuh orang terluka, diantaranya Amaruddin (55) mengalami luka pelipis kanan dan kiri, Ardiansyah (30) mengalami luka paha kiri, Rinding Allo (30) menderita luka memar pada punggung, Arsyad (57) menderita luka pada tangan kanan serta serta Didi Wahyudin (34) menderita luka pada kaki kanan.

    “Korban saat ini masih mendapat perawatan intensif di Rumah sakit PKT. Hanya lima orang yang menderita luka sementara dua lainnya hanya mengalami shock,” kata Antonius Wisnu Sutirta.

    Namun demikian, polisi masih terus menyelidiki insiden tersebut.

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden robohnya tiang penyangga konveyor itu berlangsung pada proyek pembangunan boiler batu bara di kawasan Tanjung Harapan.

    Sebelum peristiwa terjadi, tujuh pekerja tersebut berada pada tiang konveyor setinggi 39 meter untuk menyambung rangka konveyor.

    Tiba-tiba, tiang konveyor tersebut roboh, menyebabkan ketujuh pekerja ikut terjatuh.

    Beruntung, ketujuh pekerja tersebut menggunakan tali pengaman sehingga mereka sempat tergantung dan terayun, sebelum akhirnya diselamatkan dan segera dilarikan ke rumah sakit PKT untuk mendapatkan pertolongan medis.

    Pembangunan boiler batu bara di Tanjung Harapan tersebut sebagai pendukung pabrik Kaltim V PT PKT dan ditargetkan selesai pada 2012.

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  12. Empat Pekerja di Pabrik Gula Tewas, Tersiram Air Panas

    Cilacap–Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09), tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang di dalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.
    Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada di atas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.
    Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah.
    Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur ke dalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.
    Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup).

    Analisis Kasus
    Jika ditinjau dari faktor penyebab kecelakaan kerja, penyebab dasar kecelakaan kerja adalah human error. Dalam hal ini, kesalahan terletak pada operator kran. Menanggapi kecelakaan yang telah menewaskan empat orang tersebut, seharusnya sang operator kran bersikap lebih hati-hati serta teliti yaitu dengan benar-benar memastikan bahwa tangki gula krsital tersebut telah kosong serta aman dialirkan air ke dalamnya, maka mungkin kecelakaan kerja tersebut tidak akan terjadi. Karyawan saat memasuki tangki seharusnya juga mengenakan alat-alat pelindung diri agar terhindar dari bahaya kecelakaan kerja.
    Kemudian penyebab kecelakaan yang lain adalah kurangnya pengawasan manajemen dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan keamanan pada perusahaan tersebut. Sistem manajemen yang baik seharusnya lebih ketat pengawasannya terhadap alat ini menyadari alat ini memiliki risiko yang besar untuk menghasilkan loss atau kerugian. Beberapa tindakan manajemen yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan kamera-kamera di dalam alat tersebut sehingga operator kran dapat memastikan bahwa di dalam tangki benar-benar tidak ada orang. Kemudian, apabila teknologi yang lebih canggih dapat diterapkan di sana, maka pada tangki tersebut dapat dipasang sebuah alat pendeteksi di mana apabila di dalam tangki masih terdapat orang atau benda asing, maka ada sebuah lampu yang menyala yang mengindikasikan di dalam tangki tersebut terdapat orang atau benda asing.
    Kemudian apabila telah terjadi kecelakaan, seharusnya dilakukan investigasi kecelakaan, inspeksi, pencatatan serta pelaporan kecelakaan kerja. Tujuan dari kegiatan ini tentu untuk meningkatkan manajemen dari kesehatan, keamanan serta keselamatan pada perusahaan tersebut, menentukan tindakan pencegahan yang tepat serta menurunkan faktor risiko pada kecelakaan tersebut. Namun, sayangnya sikap dari pihak perusahaan yang menutup-nutupi kejadian kecelakaan kerja tersebut dapat menghambat berjalannya investigasi tersebut. Perusahaan tidak akan dapat mengambil pelajaran melalui kecelakaan ini. Ini berarti kecelakaan semacam ini masih memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk kembali terjadi, baik pada perusahaan yang sama maupun pada perusahaan sejenisnya.
    Penyebab Umum faktor kecelakaan kerja:
    a. Faktor manusia, diantaranya kurangnya keterampilan atau pengetahuan tentang industri dan kesalahan penempatan tenaga kerja.
    b. Faktor material atau peralatannya, misalnya bahan yang seharusnya dibuat dari besi dibuat dengan bahan lain yang lebih murah sehingga menyebabkan kecelakaan kerja.
    c. Faktor sumber bahaya, meliputi:
    • Perbuatan bahaya, misalnya metode kerja yang salah, sikap kerja yang teledor serta tidak memakai alat pelindung diri.
    • Kondisi/keadaan bahaya, misalnya lingkungan kerja yang tidak aman serta pekerjaan yang membahayakan.
    d. Faktor lingkungan kerja yang tidak sehat, misalnya kurangnya cahaya, ventilasi, pergantian udara yang tidak lancar dan suasana yang sumpek.

    Dari beberapa faktor tersebut, saya dapat menyederhanakan faktor penyebab kecelakaan kerja menjadi dua yaitu:
    a. Tindak perbuatan manusia yang tidak memenuhi keselamatan (unsafe human act atau human error).
    b. Keadaan lingkungan yang tidak aman.

    • Berita diatas dikutip dari : http://welcome-taufikhidayat.blogspot.com/2014/05/contoh-kasus-kecelakaan-kerja.html Taufik Blogs
    http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html

    Nama : Randy Setiawan
    Klas : B1
    Semester : 2

  13. Nama : M. Wahyu. Isnandar
    Kelas : B2
    Semester : 2 ( Dua )
    Referensi : http://bisnis.liputan6.com/read/2166569/kecelakaan-kerja-kembali-renggut-nyawa-pekerja-freeport

    Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.

    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).

    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.

    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).

    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.

    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya. (Pew/Nrm)

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  14. Nama : M Rangga Rakashiwi
    Kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)
    Referensi : http://www.merdeka.com/peristiwa/pekerja-pabrik-tewas-tertimpa-plat-alumunium.html

    Pekerja pabrik tewas tertimpa pelat alumunium

    Merdeka.com – Seorang pemuda tewas secara mengenaskan saat melakukan pekerjaan di PT Incap Altin Utama Jalan Rawa Bali II No 9 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Korban yang bernama Maryato (36), meninggal seketika saat plat alumunium seberat 300 kilogram menimpa dirinya di lokasi kejadian.

    “Korban tewas tertimpa lempengan alumunium yang dikeluarkan dari mobil box saat bekerja,” kata Kasie humas Polsek Jakarta Timur, Iptu Sutrisno, Jumat (29/6).

    Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, kronologi peristiwa itu bermula ketika Maryato hendak menurunkan lempengan alumunium dari mobil Box L 300 untuk bahan produksi pabrik tersebut. Nahas, saat dia membuka pintu belakang mobil seluruh barang yang ada di dalam mobil merosot dan menimpa dirinya. Maryato pun langsung tewas di tempat.

    “Korban mau bongkar muat barang yang ada di mobil, posisi mobil saat itu miring ke belakang. Saat pintu dibuka semua barang pada jatuh dan menimpanya,” terang Sutrisno.

    Marayato tewas dengan luka di bagian kepala. Pihak perusahaan pun belum bisa dimintai keterangan soal kejadian itu.

    “Korban tewas dengan luka di bagian kepala dan tangan kiri patah, sehingga korban meninggal,” ungkapnya.

    Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo untuk dilakukan otopsi.

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  15. Nama : Anugerah Taufiq
    Kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)
    Referensi : http://www.merdeka.com/peristiwa/abk-tb-alken-patriot-tewas-tergencet-kapal.html

    ABK TB Alken Patriot tewas tergencet kapal

    Merdeka.com – Nahas menimpa seorang anak buah kapal (ABK) TB Alken Patriot, Selasa (3/7) siang. ABK yang diketahui bernama Mohbir, asal Desa Leben, Banjaran, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tewas di Dermaga Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

    Tubuh pria 30 tahun itu tergencet di antara dua kapal yang sandar di Dermaga Mirah. Mohbir adalah juru mudi TB Alken Patriot, terang Kasubag Humas Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak, Marzuki.

    Informasi yang diterima pihak Syahbandar, korban terpeleset dan jatuh ke laut saat hendak turun dari kapal TB Alken Patriot. Sialnya lagi, tubuhnya digencet kapal KM Lintas Damai I, yang kebetulan waktu itu posisinya juga berdekatan dengan TB Alken Patriot di kolam Dermaga Mirah.

    Jadi posisi korban tergencet di antara kapal TB Alken Patriot dan KM Lintas Damai I, terang Marzuki lagi.

    Kepala Mohbir mengalami luka parah dan tak lama kemudian dia meninggal dunia. Siang tadi, jenazah korban sempat dievakuasi ke kantor
    Syahbandar. Tadi, di kantor Syahbandar juga ada penyidik dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Dit Polair Polda Jatim untuk melakukan pengecekan terhadap jasad korban,” kata dia.

    Selanjutnya, dari kantor Syahbandar, korban diangkut dengan ambulans menuju Rumah Sakit (RS) Pelabuhan PHC dan kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk dilakukan otopsi.

    Informasinya, saat ini pihak kepolisian Tanjung Perak sedang menindaklanjuti kasus kecelakaan kerja tersebut. Apakah murni kecelakaan atau ada penyebab lain.

    “Untuk kecelakaan di laut, baik pihak Syahbandar maupun kepolisian setempat, berhak turun tangan untuk melakukan penyelidikan,” lanjut Marzuki menerangkan.

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  16. Nama : Cipta Adi Kurnia
    Kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)
    Referensi : http://kotabalikpapan.net/2014/07/20/karyawan-bandara-meregang-nyawa/

    Karyawan Bandara Meregang Nyawa

    BALIKPAPAN–Jangan sekali-sekali bermain saat tengah bekerja apalagi jika pekerjaan yang dilakukan berisiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja. Seperti yang dialami Diyas Rachman (20), pria yang bekerja di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan ini mengalami luka serius bahkan hampir kehilangan nyawanya akibat terjepit pintu garbarata (tangga belalai menuju pintu pesawat, Red).

    Kecelakaan kerja itu terjadi ketika para petugas akan melipat kembali pintu garbarata setelah menaikkan seluruh penumpang pesawat. Menurut Kapolsek Kawasan Bandara Balikpapan, Kompol Nina Ike Herawati, sebelum dilipat kembali, petugas yang sebelumnya berada di dalam garbarata tersebut sudah keluar.

    “Semuanya sudah diingatkan untuk keluar, lantaran pintu akan dilipat. Namun, saat itu korban mengacuhkan peringatan tersebut dan berdiam diri di sisi dinding garbarata. Sehingga, pada saat pintu tertutup, tubuhnya terjepit,” ujar kapolsek.

    Lebih lanjut Kompol Nina mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, disimpulkan jika Diyas yang tercatat sebagai karyawan bagian pasasi lalai dalam bekerja.

    “Kecelakaan kerja ini, dikarenakan kelalaian dia dalam bekerja. Pada waktu proses penutupan garbarata, dia malah asyik bermain Hp tanpa menghiraukan peringatan yang ada. Terlebih lagi, di area tersebut memang tidak boleh menggunakan Hp,” bebernya.

    Akibat kecelakaan tersebut, Diyas mengalami luka serius di bagian kepala. Pantauan Balikpapan Pos di tempat kejadian perkara, Diyas yang mengenakan kemeja putih lengan panjang berdasi terkapar di lantai. Darah segar mengucur dari kepala bagian kanan. Saking banyaknya, darah itu membasahi lantai, seragam putih yang dikenakan Diyas di bagian lengan kanan dan kiri sampai di kedua telapak tangannya, serta bagian perut.

    Polisi yang datang ke lokasi kejadian, yaitu pintu V bandara langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Siloam untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu saat dikonfirmasi, Humas Angkasa Pura I Awaludin mengatakan, pihaknya tengah mengadakan penyelidikan terhadap insiden yang terjadi di garbarata Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. “Petugas kami sedang melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakan kerja ini,” ucap Awaludin melalui telepon selulernya.

    Dijelaskannya, semua peralatan dan sistem kerja operasional garbarata berjalan normal dan tidak ada yang bermasalah. Selain itu petugas operasional juga bekerja sesuai dengan standar operasional (SOP) yang ada serta sudah memiliki sertifikasi dari badan yang berstandar internasional. “Untuk saat ini kami belum berani menyimpulkan terkait insiden ini,” tandasnya.

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  17. Nama : Moh Abdul Rokhim
    Kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)
    Referensi : http://kaltim.tribunnews.com/2011/04/07/kecelakaan-kerja-terjadi-di-kilang-pertamina-balikpapan

    Kecelakaan Kerja Terjadi di Kilang Pertamina Balikpapan

    BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id – Kecelakaan kerja terjadi pada dua karyawan kontraktor PT Pertamina di lingkungan kilang minyak Pertamina RU V di Jl Yos Sudarso, Balikpapan, Kamis (7/4/11).

    Budi (23), seorang pekerja outsourcing PT Pertamina RU V dari PT Padiya meninggal duni, sekitar pukul 10.30 pagi tadi. Setelah terjatuh dari lantai 12 di hall reaktor B unit flatforming PT Pertamina RU V. Sementara satu temannya bernama Raymond (25) hanya mengalami luka memar, karena tersangkut di lantai 10.

    Kapolres Balikpapan AKBP A Rafik menyatakan Raymond dan almarhum Budi langsung dibawa ke RS Pertamina Balikpapan, pasca peristiwa naas tersebut. “Raymond kini sedang dalam perawatan intensif di RS Pertamina, sementara almarhum, setelah dilakukan visum, langsung diserahkan pihak Pertamina ke keluarganya di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan,” ungkap Rafik.

    Dari keterangan sementara, Rafik mengatakan, pagi sebelum kejadian, para pekerja termasuk almarhum dan Raymond mengikuti safety briefing. “Mereka bekerja satu unit. Terdiri dari enam orang dan diawasi oleh satu orang supervisor yang bernama Muslimin. Saat bekerja, almarhum Budi dan Raymond berada di lantai 12. Keduanya sedang membuka baut di pojok reaktor. Saat itu, keduanya terpleset dari border reaktor. Kebetulan, bordernya terlepas. Budi langsung tiba di lantai dasar reaktor, sementara Raymond tersangkut di lantai 10,” tutur Rafik.(*)

    • Sumber pustaka atau referensi harus ditempatkan pada bagian akhir artikel. Bila sumber pustaka berupa cuplikan media cetak (koran, majalah, dsb) cantumkan tanggal kapan berita tersebut dipublikasikan. Bila berupa berita website, cantumkan alamat hyperlink situs berita tersebut.

  18. Kecelakaan Kerja Crane Ambruk

    TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah crane dilaporkan ambruk di kawasan perkantoran Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Oktober 2014. Insiden ini menyebabkan dua orang terluka dan beberapa unit sepeda motor rusak.

    Kepala Kepolisian Sektor Metro Setiabudi Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan dua karyawan menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit. Salah satunya dilaporkan terluka karena tertimpa reruntuhan. “Korban dirawat di RS MMC,” ujar Audie. Selain itu, sembilan unit sepeda motor tertimpa crane. (Baca:Mesin Crane Jatuh di D.I. Panjaitan, Macet 2 Km)

    Saat ini crane yang ambruk telah dievakuasi. Polisi masih berada di tempat kejadian untuk mencari penyebab jatuhnya crane. Lokasi kecelakaan berada di belakang Kedutaan Besar Australia. “Kami masih cari penyebabnya,” ujarnya. Crane tersebut dilaporkan jatuh sekitar pukul 11.00 WIB.

    Karyawan yang bekerja di sekitar gedung tersebut, Yanti, 25 tahun, mengatakan crane jatuh tepat diparkiran sepeda motor. “Saya tidak lihat, tapi tahu-tahu orang ramai membicarakan crane menimpa motor.”

    Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2014/10/01/214611217/Crane-Ambruk-di-Kuningan-Dua-Orang-Luka

    Nama : Clhiverro Stevanno Kasonso
    Semester : 2
    Kelas : B1

  19. Pepatah dapat ketiban durian runtuh tidak selamanya mendapat rejeki, dalam kenyataannya, pepatah tersebut justru berbanding terbalik. Itulah yang menimpa Komang Supandi (28) warga Bebandem, Karangsem, Bali. Supandi tewas tertimpa durian saat sedang panen di kebun miliknya.

    “Sebelum berangkat pagi-pagi ke kebun, dia (korban) sempat pamitan. Katanya mau dipanen salah satu pohon,” terang Ni Luh Artari (46) saudara korban, Rabu (28/1).

    Namun hingga petang tadi korban belum juga kembali. “Biasanya sore sudah datang, kesehariannya mantau kebun durian. Karena sudah mulai siap panen,” ungkapnya.

    Bersama keluarga lainnya, dia datang ke kebun durian dan mendapati saudaranya terkapar bersimbah darah dengan kondisi kepala pecah. “Ada banyak buah durian di tanah, kemungkinan kejatuhan buah durian,” terangnya di hadapan petugas saat dimintai keterangan di rumah duka, Rabu (28/1) Desa Bebandem, Karangasem.

    Informasi awal, saksi I Komang Kasub dan I Ketut Tapa warga desa setempat yang saat itu hendak mencari jejatuhan durian melihat korban sudah dalam kondisi tewas. Mendapat laporan itu keluarga lalu datang ke kebun durian untuk membuktikan kebenaran korban tewas.

    Anggota Polsek Bebandem yang tiba di TKP beberapa saat setelah menerima laporan langsung melakukan olah TKP termasuk memeriksa korban. “Anggota kami menemukan di sebelah korban ada satu buah duren yang sudah matang berukuran besar berisi bekas darah,” kata Kapolsek Bebandem, AKP Gede Juli.

    Katanya, dugaan sementara korban tewas akibat tertimpa buah durian saat sedang akan panen. Pun demikian, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/panen-di-kebun-komang-supandi-malah-tewas-kejatuhan-durian.html
    Nama : Aprilianda
    Semester : II
    Kelas / Jurusan : B1 / D4K3

  20. Kecelakaan Kerja Terjadi di Kilang Pertamina Balikpapan

    Lokasi kecelakaan kerja di kilang Pertamina.
    BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id – Kecelakaan kerja terjadi pada dua karyawan kontraktor PT Pertamina di lingkungan kilang minyak Pertamina RU V di Jl Yos Sudarso, Balikpapan, Kamis (7/4/11).

    Budi (23), seorang pekerja outsourcing PT Pertamina RU V dari PT Padiya meninggal dunia, sekitar pukul 10.30 pagi. Setelah terjatuh dari lantai 12 di hall reaktor B unit flatforming PT Pertamina RU V. Sementara satu temannya bernama Raymond (25) hanya mengalami luka memar, karena tersangkut di lantai 10.

    Kapolres Balikpapan AKBP A Rafik menyatakan Raymond dan almarhum Budi langsung dibawa ke RS Pertamina Balikpapan, pasca peristiwa naas tersebut. “Raymond kini sedang dalam perawatan intensif di RS Pertamina, sementara almarhum, setelah dilakukan visum, langsung diserahkan pihak Pertamina ke keluarganya di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan,” ungkap Rafik.

    Dari keterangan sementara, Rafik mengatakan, pagi sebelum kejadian, para pekerja termasuk almarhum dan Raymond mengikuti safety briefing. “Mereka bekerja satu unit. Terdiri dari enam orang dan diawasi oleh satu orang supervisor yang bernama Muslimin. Saat bekerja, almarhum Budi dan Raymond berada di lantai 12. Keduanya sedang membuka baut di pojok reaktor. Saat itu, keduanya terpleset dari border reaktor. Kebetulan, bordernya terlepas. Budi langsung tiba di lantai dasar reaktor, sementara Raymond tersangkut di lantai 10,” tutur Rafik.(*)

    Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2011/04/07/kecelakaan-kerja-terjadi-di-kilang-pertamina-balikpapan

    Tribun Kaltim .com
    Yosep Agus Frianto Gultom
    B1
    Semester 2

  21. Liputan 6, Purwakarta – Seorang buruh asal Desa Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat tewas mengenaskan akibat terjepit mesin pemintal benang di pabrik tempatnya bekerja, Selasa 14 Oktober kemarin. Keluarga pun tak mampu menyembunyikan kesedihan saat jenazah Aisyah (34) tiba di kediamannya.

    Sepetri ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (15/10/2014), Aisyah mengalami luka parah di bagian kepalanya. Dia tewas setelah kepalanya terjepit mesin pemintal benang di pabrik PT Indopanca Centratex Purwakarta, Jawa Barat.

    Meski kejadian nahas yang menimpa Aisyah murni kecelakaan, namun pihak pabrik justru terkesan menutup-nutupinya dari aparat kepolisian. Berdasarkan laporan warga dan keluarga Aisyah, petugas kepolisian baru olah TKP untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

    “Menurut keterangan dari saksi, korban sedang memintal benang kemudian kerudungnya tertarik ke mesin pemintal. Akhirnya dia tertarik hingga kepalanya masuk ke dalam mesin” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Tri Suhartono.

    Jasad korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat dari Polres Purwakarta, Jawa Barat. (Rmn)

    Sumber : http://news.liputan6.com/
    Nama : Yanuar Mas cahyo
    Semester : II
    Kelas / Jurusan : B1 / D4K3
    Tanggal Kejadian : 15 oktober 2014

  22. Seorang Pekerja Tewas Tergiling Mixer Pabrik Gula
    Oleh Wagino

    Selasa, 25 Nopember 2008 23:09

    CILACAP, (Cimed) – Seorang pekerja yang tengah memperbaiki mixer di pabrik gula rafinasi PT Dharmapala Usaha Sukses di Komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap tewas akibat kecelakaan kerja dengan kondisi mengenaskan, Selasa (25/11) sekitar pukul 16.15 WIB.

    Nama korban diketahui Sarwin (44), warga Jalan Pepaya RT 06/RW 04, Kelurahan Tambakreja, Cilacap Selatan, bekerja sebagai tukang las di PT Risma Putri Mandiri yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan di pabrik tersebut.

    Menurut keterangan rekan korban, Triyoko, kejadian bermula ketika korban tengah berada di lantai II. Namun ketika sedang melakukan pengelasan di dalam mixer, tiba-tiba tanpa sepengetahuan korban mesin dijalankan untuk ujicoba. Mixer berputar akibatnya korban tergiling hidup-hidup.

    “Saya kebetulan berada di lantai atas, saat itu korban sedang ngelas di dalam mixer. Tiba-tiba salah seorang staf pabrik warga negara India menyalakan mesin. Korban sempat minta tolong, tapi saat saya bersama rekan yang lain turun dan mesin dimatikan korban sudah meninggal,” ujar Triyoko kepada wartawan didepan pintu gerbang pabrik saat hendak pulang.

    Usai kejadian, pihak perusahaan langsung menghubungi aparat Polsek Cilacap Selatan dan keluarga korban. Sekitar pukul 16.55 WIB mobil ambulan yang didatangkan dari Rumah Sakit Santa Maria denan nopol R 1979 HB tiba dilokasi kejadian. Selang lima menit kemudian tim identifikasi dari Polres Cilacap datang.

    Setelah berhasil evakuasi, sekitar pukul 17.15 WIB korban dibawa ke RSUD Cilacap di jenazah untuk diotopsi. Sebelum mobil ambulan keluar, dari pantauan CilacapMedia.com, tampak keluar sebuah mobil Toyota Innova warna krem dengan nopol bernomor B 8989 BN yang berisi beberapa staf pabrik tersebut.

    Sejauh ini pihak pabrik dan kontraktor yang memperkejakan korban belum bisa dimintai keterangan.

    sumber pustaka : http://www.cilacapmedia.com/index.php/rubrik/news/600-seorang-pekerja-tewas-tergiling-mixer-pabrik-gula.html

    Nama : Siti Rahmawati
    Semester : II
    Kelas : B2 / D4-K3

  23. Kecelakaan Kerja, Freeport Hentikan Sementara Aktivitas di Tambang Grasberg
    Petugas keamanan mengawasi jalannya para pekerja di areal tambang PT Freeport.
    Petugas keamanan mengawasi jalannya para pekerja di areal tambang PT Freeport. (sumber: AFP)
    Jakarta – Insiden kembali terjadi di wilayah tambang PT Freeport Indonesia. Dilaporkan, empat korban meninggal dunia dan lima korban lainnya masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tembagapura.

    Peristiwa tersebut mengakibatkan aktivitas di tambang terbuka Grasberg dihentikan sementara untuk proses investigasi.

    Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia Daisy Primayanti menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.24 WIT. Insiden itu melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi dan satu unit Haul Truck.

    “Kecelakaan terjadi di jalan tambang terbuka Grasberg. Setelah insiden terjadi, tim tanggap darurat Grasberg Mine Rescue segera diterjunkan untuk memberikan pertolongan dan melakukan proses evakuasi,” kata Daisy dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (27/9).

    Dia melanjutkan, kendaraan ringan jenis Toyota itu berisi delapan orang penumpang dan satu sopir. Sedangkan, Haul Truck dengan nomor HT#220-CAT785 dikendarai oleh satu orang operator.

    Dari sembilan orang yang ada di kendaraan ringan, sebanyak lima pekerja yang selamat dievakuasi ke Rumah Sakit Tembagapura. Namun, empat orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

    “Keselamatan kerja merupakan prioritas utama kami. Untuk itu, aktivitas di tambang terbuka Grasberg saat ini dihentikan sementara untuk kegiatan konsolidasi dan proses investigasi,” ujarnya.

    Freeport Indonesia telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    Pihaknya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

    “Doa kami menyertai almarhum yang telah menjadi bagian Keluarga Besar PTFI dan keluarga yang ditinggalkan,” katanya.

    Insiden sebelumnya terjadi di area West Muck Bay di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada 12 September lalu.

    Ground failure di area West Muck Bay menyebabkan reruntuhan material yang terdiri dari bebatuan dan tanah. Sebagian badan dari alat jumbo drill yang berada di lokasi kejadian juga turut tertimbun material yang berjatuhan.

    Ketika peristiwa terjadi, terdapat dua pekerja yang berada di lokasi itu, yakni operator bernama Brad Skinner, dan operator tambang bernama Boby Hermawan.

    Nama:Reni Anggreini
    Kelas:B2 “Semester 2”
    Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/213181-kecelakaan-kerja-freeport-hentikan-sementara-aktivitas-di-tambang-grasberg.html

  24. Tujuh Orang Terbakar di Ruang Penyimpanan Batubara

    Sumber: Kompas

    TUBAN, KOMPAS.com — Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung.

    Serbuk halus batubara itu memunculkan letupan dan menimbulkan semacam jilatan api mengenai tubuh mereka. Sudah dilakukan penyiraman air untuk menghentikan panas yang terjadi. Menurut Agung, pekerja sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur dan tidak terjadi kerusakan alat.

    ”Kami masih menunggu hasil penyelidikan tim investigasi setelah insiden terjadi,” tuturnya.

    Kepala Biro Humas PT Semen Indonesia Harry Subagyo menyatakan, PT Semen Indonesia menanggung semua biaya pengobatan enam korban, yakni Sriyono (40), Jaswarni (40), Dawan (30), Drajat Prayogi (28), Kayin, dan Darmuji.

    Perusahaan juga menyantuni keluarga dari korban meninggal, Cipto Joyo (22). Korban dirujuk ke Rumah Sakit Semen Gresik setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Medika Mulia dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Koesma Tuban. Tujuannya agar penanganan lebih intensif.

    Kepolisian Resor Tuban telah melakukan olah tempat kejadian pekara, Rabu (24/7/2013), di ruang penyimpanan batubara (cool bin) kawasan pabrik Tuban IV Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Tuban. Semua bahan masih diselidiki oleh tim laboratorium Forensik.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan, para korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih tergolek di rumah sakit. Kejadian siang hari saat ada pergantian alat.

    ”Belum diketahui penyebab semburan api itu. Namun, ada kemungkinan bahwa ada percikan api di lokasi itu,” kata Wahyu.

    sumber Pustaka : http://beritaburuhindonesia.com/2013/07/25/tujuh-orang-terbakar-di-ruang-penyimpanan-batubara/#more-1755

    nama : Muhammad Ismail
    Semester : II
    Kelas : B2

  25. Rambut terlilit mesin buruh pabrik tewas

    Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    sumber pustaka;merdeka.com

    nama mohammad suryanto
    kls ;B1
    semester;2

  26. Pekerja pabrik tewas tertimpa pelat almunium

    Merdeka.com – Seorang pemuda tewas secara mengenaskan saat melakukan pekerjaan di PT Incap Altin Utama Jalan Rawa Bali II No 9 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Korban yang bernama Maryato (36), meninggal seketika saat plat alumunium seberat 300 kilogram menimpa dirinya di lokasi kejadian.

    “Korban tewas tertimpa lempengan alumunium yang dikeluarkan dari mobil box saat bekerja,” kata Kasie humas Polsek Jakarta Timur, Iptu Sutrisno, Jumat (29/6).

    Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, kronologi peristiwa itu bermula ketika Maryato hendak menurunkan lempengan alumunium dari mobil Box L 300 untuk bahan produksi pabrik tersebut. Nahas, saat dia membuka pintu belakang mobil seluruh barang yang ada di dalam mobil merosot dan menimpa dirinya. Maryato pun langsung tewas di tempat.

    “Korban mau bongkar muat barang yang ada di mobil, posisi mobil saat itu miring ke belakang. Saat pintu dibuka semua barang pada jatuh dan menimpanya,” terang Sutrisno.

    Marayato tewas dengan luka di bagian kepala. Pihak perusahaan pun belum bisa dimintai keterangan soal kejadian itu.

    “Korban tewas dengan luka di bagian kepala dan tangan kiri patah, sehingga korban meninggal,” ungkapnya.

    Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo untuk dilakukan otopsi

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/pekerja-pabrik-tewas-tertimpa-plat-alumunium.html

    Nama : Ariska sanjaya
    Semester : II
    Kelas / Jurusan : B1 / D4K3

  27. NAMA : INDRA IHRAM WAHYUDI
    KELAS : B2 / D4K3
    SEMESTER : 2

    Dua pekerja tewas kecelakaan kerja di SCBD

    Jumat, 26 September 2014 13:07 WIB | 5.004 Views
    Pewarta: Taufik Ridwan
    Jakarta (ANTARA News) – Sedikitnya dua pekerja Reki Anuri (24) dan Sudadi (48) tewas akibat kecelakaan kerja proyek pembangunan pusat perkantoran di Gedung Alila SCBD Jakarta Selatan, Jumat, sekitar pukul 09.10 WIB.

    “Berdasarkan informasi dua orang meninggal dunia, sekarang sedang dibawa ke Rumah Sakit AL Mintoharjo Jakarta Pusat,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Indra F Siregar di Jakarta, Jumat.

    Indra menjelaskan kedua korban tewas seketika saat naik lift yang terjatuh dari ketinggian puluhan meter.

    Kepada polisi, seorang saksi yang juga karyawan PT Arkha Jayanti Persada Junaedi mengungkapkan dirinya bersama dua korban naik lift “Personal Hoiz” dari Lantai “GF” menuju Lantai 23.

    Setibanya di Lantai 23 saksi keluar namun mendadak kabel sling lift PH terputus yang mengenai Junaedi hingga luka sobek pada bagian mata kaki.

    Saat itu, korban Reki masih di dalam lift terjatuh sedangkan korban Sudadi terlempar akibat terkena lontaran bantalan beton lift sehingga keduanya terhempas ke bawah.

    Akibatnya, korban Reki mengalami luka tidak simetris pada bagian dada dan lecet pada dahi, sementara Sudadi luka robek pada bahu kiri, bibir, memar pada bagian dada dan perut kanan, serta lecet pada kaki kiri.

    Indra mengungkapkan polisi masih menyelidiki penyebab lift bangunan tersebut terjatuh yang menghempaskan kedua korban meninggal dunia itu.

    Penyidik juga akan meminta keterangan penanggung jawab proyek pembangunan yakni Febry Pradana Putra dan rekan kerja korban Handy Sepuandi.

    Indra mengungkapkan polisi juga akan memeriksa bahan bandul atau beban pemberat lift yang terjatuh itu.
    Editor: Desy Saputra

    Sumber : http://www.antaranews.com/berita/455543/dua-pekerja-tewas-kecelakaan-kerja-di-scbd

  28. Kecelakaan Kerja Konstruksi Bangunan

    Buruh Bangunan Tewas Tertimpa Tembok Kantor yang Direnovasi
    Jakarta – Baidowi, tewas saat bekerja merenovasi bangunan kantor di Jalan Taman Malaka Selatan, Duren Sawit, Jakarta Timur. Tukang bangunan itu tewas tertimpa tembok yang roboh.

    “Korban tertimpa tembok bangunan kantor,” kata Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit AKP Chalid Thayib kepada wartawan, Selasa (4/11/2014).

    Kecelakaan kerja ini baru diketahui saat mandor proyek bernama Supri hendak mengecek bangunan pada pukul 19.00 WIB. Saat itu korban ditemukan terduduk tak bernyawa.

    Akibat terkena robohan tembok, korban mengalami luka di bagian wajah. “Rusuk kanan remuk,” sambung Chalid.

    Menurutnya proyek renovasi kantor milik Mugo Raharjo ini sudah dikerjakan sejak minggu lalu.

    Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/04/232320/2739119/10/buruh-bangunan-tewas-tertimpa-tembok-kantor-yang-direnovasi
    Nama : Ilham Sutrian Kasuma
    Semester : II
    Kelas / Jurusan : B1 / D4K3

  29. Jakarta

    Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.

    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).

    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.

    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).

    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.

    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya.

    Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2166569/kecelakaan-kerja-kembali-renggut-nyawa-pekerja-freeport

    Nama Hasruddin hafid
    Kelas B1
    Semester 2
    Npm : 14.11.106.701501.1217

  30. indosiar.com, Bandung – (Jumat : 24/01/2014) Insiden kecelakaan kerja terjadi di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis siang. Dalam insiden ini, seorang pekerja buruh bangunan kritis, sementara satu orang lainnya tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kondisi korban sangat mengenaskan karena terjatuh dari lantai tiga, dengan luka dikepala akibat terbentur trotoar dan tertimpa tiang beton yang roboh.

    Insiden kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan toko mebel, di kawasan jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Dalam insiden ini 2 orang pekerja menjadi korban, yaitu Uloh dan Ate. Uloh mengalami kritis, sementara Ate tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

    Kejadian ini bermula saat kedua korban melakukan pengecoran bersama 10 pekerja lainnya, di lantai tiga. Namun tiba tiba salah satu tiang penyangga roboh, dan menyebabkan kedua pekerja tersebut terjatuh.

    Kondisi kedua korban sangat mengenaskan, karena luka di bagian kepala setelah membentur trotoar jalan, dan tertimpa beton.

    Akibat kejadian tersebut kawasan jalan Braga sempat ditutup selama 2 jam. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan atas insiden kecelakaan kerja tersebut, dan juga memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik toko dan pimpinan proyek bangunan. Sementara itu proyek pembangunan toko mebel berlantai tiga ini dihentikan sementara oleh aparat kepolisian resor kota Besar, Polrestabes, Bandung. (Mohamad Abas/Sup).

    Nama : Deo Aldi Peranata
    Kelas : B1
    Sumber : http://www.indosiar.com/patroli/tewas-tertimpa-beton_114279.html

    • “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik
      .Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

      Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

      “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

      Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

      Suami korban, Suripno , mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

      Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

      Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

      Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

      Tugas # 1
      Nama : riyan dwi cahya
      Semester : II
      Kelas : B2 /D4K3

  31. Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.

    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan,  kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).

    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.

    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang claviculadan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).

    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada  Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit  Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.

    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya. (Pew/Nrm)

    Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2166569/kecelakaan-kerja-kembali-renggut-nyawa-pekerja-freeport

    Nama : Sesarius Deny Nurcahyo
    Kelas : B2 / D4-K3
    Semester : II (Dua)

  32. Rambut terlilit mesin, buruh pabrik mi tewas dengan luka mengerikan
    Selasa, 3 Maret 2015 16:19

    Merdeka.com – Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

    Nama : Wira Herlambang
    Kelas : B2-D4K3
    Semester : 2

  33. Tuban – Kecelakaan kerja terjadi di area tambang batu kapur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Desa Karang Lo, Kecamatan Merakurak, Tuban. Seorang operator alat pengebor batu kapur (quarry drill) bernama Vicky Baktia Hermawan (21) tewas.

    Warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu tewas terjepit alat berat ketika sedang bekerja mengganti oli quarry drill.

    “Korban sedang mengganti oli mesin bor, tiba-tiba ada truk di tanjakan tergelincir ke belakang, lalu menghantam tubuh korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat kepada wartawan, Jumat (20/9/2013).

    “Korban tergencet diantara truk dan alat berat sehingga tewas di lokasi kejadian dengan luka parah pada bagian kepala,” sambungnya saat ditemui detikcom di Mapolres Tuban.

    Truk yang menjadi penyebab utama diketahui sedang dikendarai oleh Salahudin, warga Lasem, Jawa Tengah. Namun belum diketahui secara pasti penyebab bagaimana truk tergelincir sehingga mengakibatkan tewasnya korban.

    “Itu (penyebab tergelincir) yang masih kita dalami. Apakah saat itu posisi truk direm atau sedang diganjal batu,” terang Kasat.

    Pasca kejadian, mayat korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah Rumah Sakit Umum Dokter Koesma Tuban untuk diotopsi. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi.

    Hingga kini polisi masih mendalami penyebab utama kecelakaan kerja tersebut. “Anggota masih di lokasi untuk olah TKP (Tempat Lejadian Perkara),” pungasnya.

    Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Internal dan Media PT SI M. Faiq Niyazi membenarkan adanya kejadian itu. Faiq mengatakan jika korban adalah tenaga outsourcing dari anak perusahaan PT SI yakni PT UTSG.

    “Kasus ini kami tangani dengan baik. Kami menyesalkan adanya peristiwa ini. Kami juga akan beri santunan kepada keluarga korban.

    Sumber : detik.com

    Nama : Rima Fauziah
    Kelas : B1-semester 2

  34. Minggu, 16 November 2014 , 19:55:00
    Lumpur “Lapindo” di Balikpapan Paksa Puluhan Warga Mengungsi

    BALIKPAPAN – Semburan gas disertai lumpur saat mengebor sumur, kembali terjadi di kawasan Balikpapan Timur. Kejadian kali ini di RT 30 Manggar Baru, Balikpapan Timur, tepatnya di samping Masjid Al Ikhlas, Sabtu (15/11) pukul 16.00 Wita.
    Semburan lebih besar dibanding kejadian sebelumnya, mencapai ketinggian sekitar 30 meter, di atas kubah Masjid Al Ikhlas. Akibat semburan itu, satu rumah terendam lumpur, 11 rumah di sekitarnya dikosongkan.
    Kemudian sebanyak 11 KK atau 35 orang dievakuasi menggunakan truk TNI ke penampungan sementara di embarkasi Haji Batakan. Semburan lumpur terus terjadi hingga tengah malam tadi. Di sela semburan lumpur hitam, tercium bau menyengat gas.

    Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan H Heru Bambang SE yang turun ke lokasi mengatakan kejadian tersebut termasuk bencana nasional yang harus diwaspadai. Apabila lumpur terus menyembur, lebih banyak lagi warga yang akan diungsikan. Awalnya, Ketua RT 30 Abdulah bersama 7 warga mengebor sumur untuk memenuhi kebutuhan air kelompok tani.

    Pengeboran sumur bantuan dari Bank Indonesia (BI) atas usulan para petani yang mengalami krisis air saat kemarau. Karena belum ada kepastian lahan, maka Ketua RT 30 Abdulah mencoba berkoordinasi dengan pihak Masjid Al Ikhlas di wilayah sekitar untuk membuatkan sumur. Setelah diijinkan oleh pengurus masjid, Sabtu (15/11) pukul 16.00 Wita, Ketua RT Abdulah dibantu tujuh warga mulai melakukan pengeboran.

    Pengeboran sempat berpindah tempat karena pengeboran pertama tidak menemukan sumber air. Nah, pada pengeboran kedua, muncul semburan. Saat itu, di kedalaman antara 60 meter dan 65 meter para pekerja melepaskan enam buah pipa yang sebelumnya ditancapkan.
    “Setelah keenam pipa tadi dicabut tiba-tiba keluar asap berwarna hitam dan menyemburkan pasir bercampur air,” terang Abdulah di lokasi kejadian.

    Abdulah telah menduga semburan asap hitam bercampur pasir tadi adalah gas, bergegas dirinya memerintahkan para pekerja sumur ntuk segera menjauhi lokasi titik semburan, karena khawatir terjadi kebakaran. Kapolsek Balikpapan Timur AKP Belny Warlansyah sempat meminta keterangan tujuh pekerja sumur terutama mengetahui mengapa semburan gas berwarna hitam bercampur air bisa keluar dari lubang pengeboran sumur.

    “Menurut pengakuan mereka awalnya pengeboran sumur di sebelah kanan masjid. Karena pengeboran tidak bisa tembus, akhirnya pengeboran dipindahkan ke depan mesjid sekiranya di kedalaman 65 meter dengan radius getaran 100 meter. Dari dalam tanah menyemburkan lumpur disertai suara gemuruh,” jelas Belny.
    Akibat semburan lumpur membuat satu rumah warga yang terletak di sebelah pusat semburan, terendam lumpur.
    Untungnya warga sudah sempat dievakuasi. Ratusan anggota TNI Kodam VI/Mulawarman diturunkan ke TKP, mereka membuat tanggul agar lumpur tidak meluas.
    Tak lama kemudian teknisi dari Pertamina dan Total tiba di lokasi melakukan identifikasi jenis dan pusat semburan Wawali Balikpapan H Heru Bambang SE meminta jajaran BPBD terus memonitor penanganan semburan gas bercampur lumpur.

    Wawali juga memerintahkan Kabag Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifili untuk segera membuka tenda penampungan di embarkasi haji Batakan Kelurahan Manggar. Wawali mengatakan, semburan gas masuk dalam kategori bencana nasional, untuk status waspada sambil nanti dilihat perkembangannya.

    “Untuk itu saya meminta kepada warga sekitar terus meningkatkan kewaspadaannya dan dapat segera mengungsi di posko yang disiapkan Pemkot Balikpapan,” terang Heru Bambang.
    Selama semburan gas bercampur lumpur belum berhasil dibendung, maka listrik dipadamkan untuk menghindari pemicu ledakan. Warga terdekat dilarang menyalakan api, merokok dan menyalakan HP.

    Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Lodewyk Pusung juga turun ke TKP. Dia mengatakan jajaran anggota TNI terus melakukan penanganan dengan membuat tanggul. Selain itu pengerjaan harus dilakukan secara tekhnik menggunakan excavator, tidak bisa secara manual.

    Semua drainase di pusat semburan dipenuhi lumpur. Agar lumpur tidak mengering dan menyebabkan banjir meluas maka pihak TNI berupaya melakukan penyemprotan dengan mendorong lumpur dalam saluran drainase agar terbuang ke bantaran laut Manggar.

    Kasdam Brigjen Lodewyk Pusung kembali menegaskan, tim ahli gas yang diturunkan Pertamina masih meneliti kandungan gas.
    “Wilayah sekitar harus steril, hanya ada petugas yang bekerja,” tegas Kasdam.(

    Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/16/270180/Lumpur-Lapindo-di-Balikpapan-Paksa-Puluhan-Warga-Mengungsi-

    Nama : Andriawan Evendy
    Kelas : B2 – D4K3
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1274

  35. Karyawan PT. Freeport Terjebak Longsor Di Lokasi Penambangan
    Jayapura (15/5) — Dua karyawan PT Freeport yang terjebak longsoran di areal Underground QMS Biggosan Mill 74, pada Selasa (14/5) sekitar Pukul 09.00 Wit kemarin, dinyatakan tewas, yakni atas nama Andarias Msen dan Kenny Wanggai. Dimana dari 40 orang karyawan yang tertimbun longsor, enam orang berhasil ditemukan, namun dua orang dinyatakan tewas, sementara empat orang lainnya selamat dan kini sedang dirawat intensif di rumah sakit setempat.
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, Didi Agus Prihatno kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (15/5) mengatakan, longsor di areal PT Freeport adalah murni kecelakaan kerja akibat fenomena alam. Longsoran terjadi di fasilitas pelatihan pertambangan bawah tanah PT Freeport, tepatnya mill 74. Akibat adanya kejadian itu, ujar Didi, ada laporan resmi dari PT Freeport, yang isinya adalah sekitar 40 pekerja tambang terjebak didalam areal fasilitas pelatihan tambang bawah tanah di mill 74. Dimana sementara ini sedang dilakukan upaya pencarian dan evakuasi. “Dari 40 orang, enam orang sudah terevakuasi, empat orang dinyatakan hidup dan dua orang lainnya meninggal. Saat ini korban selamat sedang dirawat secara intensif di rumah sakit setempat,” ujarnya.
    Dikatakannya, disaat longsoran ini diatasi, kondisi 34 orang karyawan yang masih terjebak di bawah tanah belum diketahui pasti, karena sampai saat ini masih dilakukan pencarian. “Yang paling tahu adalah manajemen Freeport bukan kami, karena ini adalah kecelakaan kerja, maka menjadi domainnya perusahaan.

    Analisa Kasus
    Menurut pendapat saya, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan kerja akibat dari faktor alam karena kecelakaan tersebut terjadi disebabkan adanya longsoran di lokasi penambangan yang menyebabkan 40 orang penambang terjebak di dalam longsoran tersebut. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja tersebut, sebaiknya perusahaan harus melakukan analisa dan riset terlebih dahulu tentang keadaan alam yang ada di daerah tersebut meliputi cuaca dan keadaan dan kontur tanah di tempat sekitar penambangan. Dan bagi penambang haruslah mengikuti instruksi-instruksi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Diantaranya dengan menggunakan helm, baju safety, sepatu boot dan membawa alat komunikasi yang berguna untuk memberi tahu pekerja yang berada di atas bila terjadi longsoran.
    DAFTAR PUSTAKA
    http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatan kerja.html#ixzz2UaJ0rL8E
    http://hafizhamuliani.blogspot.com/2012/03/tugas-saya-kasus-kecelakaan-kerja.html
     Berita SINDO.
    Nama :irwanto
    Semester: 2
    Kelas : B2

  36. Merdeka.com – Nahas nasib Deni (25) warga Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal yang harus kritis lantaran tersengat arus listrik tegangan tinggi saat sedang membangun ruko di Jalan Raya Kutoharjo-Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (28/10).

    Akibat kejadian tersebut, selain korban terpelanting dari atap setinggi kurang lebih 100 meter, korban juga mengalami luka bakar hampir 90 persen yang mengakibatkan kondisinya saat ini kritis. Akibat kejadian tersebut, proses pembangunan ruko yang telah berlangsung selama beberapa minggu ini secara tiba-tiba langsung berhenti.

    Menurut saksi mata yang tidak lain rekan kerja korban, Suwandi, saat kejadian korban hendak membawa adukan semen ke atap guna menambah dinding atap. Namun, saat naik ke atap, tangan korban memegang satu kabel yang tidak bermuatan listrik.

    “Namun saat dia berdiri, kepalanya menyentuh kabel yang bertegangan listrik sehingga korban terpental dan nyangkut di kabel listrik lainya yang teraliri listrik bertegangan tinggi tersebut,” paparnya.

    Usai kejadian, korban kemudian diselamatkan temannya secara bersama-sama untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Suwondo Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

    “Saat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Soewondo Kendal korban dalam kondisi gosong karena mengalami luka bakar hampir 90 persen,” paparnya.

    Kapolsek Kaliwungu AKP Ujang Syamsudin saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. “Diduga korban tidak mengetahui di atas kepalanya melintang kabel listrik bertegangan tinggi. Saat korban berdiri kepalanya menyentuh kabel listrik dan korban gosong,” ucapnya.

    Polisi yang datang ke lokasi usai kejadian langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi mata untuk mengetahui penyebab kejadian. Polisi juga langsung memasang police line (garis polisi) untuk memudahkan proses pemeriksaan dan penyidikan kasus tersebut.

    Saat ini, korban Deni yang dalam kondisi kritis masih mendapatkan proses perawatan secara intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Soewondo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kasus ini sampai saat ini masih dalam proses penyidikan Polres Kendal, Jawa Tengah.

    Sumber berita : merdeka.com
    Nama : Arie Prabowo
    Kelas : B1
    Semester : 2
    Jurusan : D4K3

  37. Dua orang buruh bangunan tewas saat mengerjakan proyek bangunan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tewas setelah tertimpa kaca yang sedang dipasang dua rekannya dilantai atas bangunan yang hendak dibangun hotel tersebut.

    Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 17.00 WITA. Dua orang buruh yang meninggal itu diketahui bernama Rahmadi (37) dan Rahman (30), keduanya warga Banjarmasin.

    Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Andriyadi (31) dan Najarudin (40). Keduanya mengalami luka seperti memar di bagian telapak tangan dan punggung belakang.

    Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja itu. Didik mengatakan kedua buruh itu meninggal dunia pada saat dua rekannya menurunkan kaca di proyek yang rencananya akan dibangun hotel dan kaca tersebut terjatuh mengenai mereka.

    “Keterangan dari saksi korban bekerja atas inisiatif sendiri, selain itu juga korban bekerja di luar jam kerja dan tanpa menggunakan perlengkapan pengamanan diri,” kata Didik di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Minggu (1/2). Seperti dikutip Antara.

    Menurut Didik, saat ini Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Tengah, sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/2-buruh-tewas-tertimpa-kaca-saat-bekerja-di-proyek-pembangunan-hotel.html
    Nama:Siti halimatus soleha
    Kelas:B1 D4K3
    Semester:2

  38. Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan Jalan Pluit Timur 1 Nomor 1, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (22/2) sore. Akibatnya seorang tukang bangunan bernama Andri Ansyah, warga Kampung Cirewed RT.001/RW004 Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten, tewas setelah terpeleset dan jatuh dari ketinggian tujuh meter.

    Kapolsek Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, menceritakan rangkaian kejadian itu. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 15.30 WIB. Saat itu, lanjut dia, Andri sedang bekerja membongkar dan memasang atap bangunan.

    “Korban terpeleset sehingga jatuh dari ketinggian sekitar tujuh Meter dan jatuh dengan bagian kepala membentur lantai semen,” Kata Subiantoro.

    Saat itu mandor proyek, Suparman, menyaksikan kejadian itu. Tetapi, nyawa anak buahnya tidak terselamatkan lantaran mengalami luka dalam di kepala.

    “Korban muntah darah hingga meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Atma Jaya,” ujar Subiantoro.

    Menurut Subiantoro, karena kejadian itu polisi langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa jasad korban. Mereka lantas memeriksa saksi-saksi dan meminta melakukan visum buat memastikan penyebab tewasnya Andri.

    sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/tukang-bangunan-wafat-usai-terjatuh-saat-kerja-proyek-di-pluit.html
    NAMA:Muhammad syamsul hadi
    kelas:B1
    Semester 2

  39. Tim gabungan menemukan empat penambang yang terjebak di dalam lubang tambang emas Gunung Rosa di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar. Keempatnya tewas diduga karena kekurangan oksigen.

    Setelah sempat mengalami kendala untuk masuk ke dalam lubang yang tergenang air dengan kedalaman 40 meter, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, relawan dan penambang, akhirnya menemukan keempat jasad penambang atas nama Paul, Juman, Encep, dan Wadi.

    Kapolsek Campaka AKP Toha menjelaskan, pihaknya bersama tim dan dibantu puluhan penambang akhirnya berhasil mengevakuasi jasad empat penambang yang dilaporkan terjebak sejak dua hari lalu, Selasa (10/2).

    “Tim sempat menggunakan enam pompa untuk menyedot air dari dalam tambang agar dapat memudahkan proses evakuasi. Hingga tengah malam debit air tidak kunjung berkurang, sehingga kami kesulitan untuk masuk ke bagian dalam tambang,” kata Toha kepada wartawan, Kamis (12/2).

    Menjelang dini hari tadi, debit air mulai berkurang, sehingga tim sedikit leluasa melakukan pencarian dan pertama kali menemukan dua orang dalam kondisi mengambang dan dua orang lainnya dalam posisi tertimbun tanah akibat dinding lubang yang roboh.

    Setelah berhasil dievakuasi, keempat jenazah penambang dibawa ke RSUD Cianjur, selanjutnya dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Sukabumi, guna dikebumikan.

    Terpisah, koordinator penambang Iyus Bagolo mengatakan peristiwa yang merenggut nyawa lima orang penambang itu, merupakan pertama kali terjadi akibat tidak berfungsinya pompa penyedot air yang biasa dipakai penambang untuk mengurangi debit air dari dalam lubang.

    Terjebaknya para penambang itu, diketahui setelah satu orang penambang dengan cara menyelam berhasil selamat keluar dari dalam lubang, dan memberitahukan hal tersebut pada kordinator penambang dan selanjutnya ke pihak berwajib.

    Petugas yang mendapat laporan membentuk tim dan pada hari pertama, Selasa (10/2), berhasil menemukan jasad satu penambang yang dilaporkan hilang atas nama Amud.

    sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/4-penambang-emas-yang-terjebak-dalam-gunung-rosa-ditemukan-tewas.html
    NAMA:ANNISA NURHAYAT TSALATSA
    KELAS:B1
    SEMESTER:2

  40. Pepatah dapat ketiban durian runtuh tidak selamanya mendapat rejeki, dalam kenyataannya, pepatah tersebut justru berbanding terbalik. Itulah yang menimpa Komang Supandi (28) warga Bebandem, Karangsem, Bali. Supandi tewas tertimpa durian saat sedang panen di kebun miliknya.

    “Sebelum berangkat pagi-pagi ke kebun, dia (korban) sempat pamitan. Katanya mau dipanen salah satu pohon,” terang Ni Luh Artari (46) saudara korban, Rabu (28/1).

    Namun hingga petang tadi korban belum juga kembali. “Biasanya sore sudah datang, kesehariannya mantau kebun durian. Karena sudah mulai siap panen,” ungkapnya.

    Bersama keluarga lainnya, dia datang ke kebun durian dan mendapati saudaranya terkapar bersimbah darah dengan kondisi kepala pecah. “Ada banyak buah durian di tanah, kemungkinan kejatuhan buah durian,” terangnya di hadapan petugas saat dimintai keterangan di rumah duka, Rabu (28/1) Desa Bebandem, Karangasem.

    Informasi awal, saksi I Komang Kasub dan I Ketut Tapa warga desa setempat yang saat itu hendak mencari jejatuhan durian melihat korban sudah dalam kondisi tewas. Mendapat laporan itu keluarga lalu datang ke kebun durian untuk membuktikan kebenaran korban tewas.

    Anggota Polsek Bebandem yang tiba di TKP beberapa saat setelah menerima laporan langsung melakukan olah TKP termasuk memeriksa korban. “Anggota kami menemukan di sebelah korban ada satu buah duren yang sudah matang berukuran besar berisi bekas darah,” kata Kapolsek Bebandem, AKP Gede Juli.

    Katanya, dugaan sementara korban tewas akibat tertimpa buah durian saat sedang akan panen. Pun demikian, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

    SUMBER:http://www.merdeka.com/peristiwa/panen-di-kebun-komang-supandi-malah-tewas-kejatuhan-durian.html
    NAMA:AHMAD YANDI
    KLAS:B1 D4K3
    SEMESTER:2

  41. Bandung – (Selasa : 18/06/2013) Saeful Rahmat, pekerja bangunan berusia 34 tahun, tewas seketika tertimpa tiang besi pemancang mesin bor air yang tiba-tiba roboh, di kawasan proyek perumahan di daerah Lengkong. Korban mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki.

    Menurut Yogi, kecelakaan kerja ini terjadi saat para buruh tengah mengebor air di proyek rumah mewah. Korban sedang memanjat tiang besi pemancang sepanjang lima meter, untuk memasang mesin bor air. Namun tiang pancang ternyata tidak kuat dan roboh. Korban tertimpa tiang besi dan tewas di tempat kejadian. Yogi selamat, karena sempat meloncat sebelum tiang jatuh.

    Polisi yang melakukan olah TKP menduga, robohnya tiang pancang akibat pondasi atau penyangga tiang, yang tidak kuat menahan beban berat.

    Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, untuk diotopsi. Sementara sejumlah saksi, termasuk pemilik rumah, dan pengawas proyek bangunan, telah dimintai keterangan oleh polisi. (Mohamad Abas/Sup)

    Nikita Claudy Sepnadia Razak
    Kelas : B2
    Semester : 2
    Sumber : indosiar.com
    http://www.indosiar.com/patroli/pekerja-tewas-tertimpa-tiang-besi_107488.html

  42. Tambang batu bara Malaysia meledak, 1 WNI tewas

    Merdeka.com – Ledakan tambang batu bara yang terjadi di Kota Sri Aman, sekitar 130 kilometer dari Kuching, Malaysia, menewaskan tiga orang pekerja termasuk seorang warga negara Indonesia. Selebihnya, 29 pekerja lainnya terluka akibat ledakan tersebut.

    Kepolisian setempat mengidentifikasi ketiga korban tewas, semuanya pekerja asing. Mereka adalah Pang Chung Hyok (29) asal Korea Utara, Tun Tun Win (36) asal Myanmar, dan Kardianto (38) asal Indonesia
    Kepala Kepolisian Sri Aman, DSP Mat Jusoh Mohamad mengatakan ketiga orang ini meninggal usai adanya kegagalan pada kipas dan mengakibatkan arus pendek yang mengeluarkan percikan api dan membakar gas yang berkumpul di terowongan sehingga terjadi ledakan sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Hal ini dilansir dari surat kabar Malaysia Today, Senin (24/11).

    “Mereka berada di dalam terowongan sepanjang 69 meter ini,” ujarnya.

    Dari korban cedera lainnya, disebutkan sembilan orang asal Indonesia, enam orang Myanmar, lima orang dari China, dua orang Bangladesh, dan tujuh dari Korea Utara.

    Mat Jusoh juga mengatakan 25 orang yang terluka parah sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sarawak sedangkan empat yang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Sri Aman.

    Tambang tersebut sudah beroperasi sekitar delapan tahun. Tercatat ada 119 orang yang bekerja di tambang itu dan kebanyakan adalah orang asing.

    Sumber berita : merdeka.com
    Nama : Adi Gunawan
    Kelas : B2
    Semester : 2
    Jurusan : D4K3

  43. sumur minyak w43 terbakar

    BOJONEGORO – Sumur minyak tua W43 di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, yang terbakar pada Selasa (25/11) merupakan sumur peninggalan Belanda yang kini dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan.

    Koperasi itu bekerja sama dengan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu yang menguasai wilayah pertambangan minyak tradisional Kedewan-Malo. Sumur W.43 Kedewan itu di lapangan dikelola kelompok penambang tradisional yang dipimpin Sukarno. Saat itu sedikitnya ada 40 penambang yang terlibat dalam pengeboran minyak mentah di sumur tua tersebut.

    Setelah kejadian kebakaran, kondisi sumur tua itu rusak parah. Asap hitam sisa kebakaran masih menempel di dahan dan pohon sekitar lokasi. Begitu pulapuing-puing sisa kebakaran yang masih berserakan. Untuk sementara, kegiatan pengeboran minyak mentah (lantung) di lokasi sumur itu dihentikan.

    Menurut Legal and Relations PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Yonatha Estya Riyanto, sumur minyak tua yang terbakar itu merupakan sumur lama yang dikelola KUD Sumber Pangan. “Tetapi, apakah sumur itu masih berproduksi atau tidak, saya belum tahu persis,” ujarnya.

    Menurutnya, semua sumur tua di wilayah Kedewan dan Malo dikelola koperasi unit desa. Tetapi, kegiatan pengeboran di lapangan dilakukan sejumlah kelompok penambang minyak tradisional. Sementara itu, produksi minyak mentah dari sumur-sumur minyak tua di Kedewan saat ini totalnya sekitar700barelperhari.

    Produksi minyak mentah itu berasal dari 200 sumur tua yang tersebar di wilayah Kedewan dan Malo. Setiap sumur menghasilkan produksi minyak mentah sekitar 10-30 barel per hari. Sedikitnya ada tiga KUD yang bekerja sama dengan PT Pertamina EP Asset 4 Cepu dalam mengelola sumur minyak tua di Kedewan dan Malo, yaitu KUD Sumber Pangan (SP), KUD Usaha Jaya Bersama (UJB), dan KUD Karya Sejahtera (KS).

    Minyak mentah yang dihasilkan para penambang tradisional itu lalu dibeli Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dan ditampung di Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah. Menurut Kaminto, 38, salah seorang penambang minyak tradisional di Kedewan, kegiatan pengeboran minyak mentah di sumur-sumur minyak tua itu dilakukan secara tradisional dan memakai peralatan sederhana.

    “Setiap sumur tua itu dikelola kelompok yang berjumlah 20-40 orang. Mereka berbagi tugas dalam mengebor dan mengambil lantung (minyak mentah) dari lokasi sumur tua it ,” ujarnya. Sebelumnya sumur minyak tua D02-Kedewan di kawasan Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro mengalami semburan liar (blow out ).

    Sumur minyak tua yang berada di tengah hutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan itu menyemburkan minyak mentah bercampur lumpur, gas, dan air dengan ketinggian hingga 20 meter.

    sumber : http://www.koran-sindo.com/read/929760/151/sumur-minyak-w43-stop-beroperasi-1417068436

    nama : ryan ade putra
    kelas : B-2 K3
    semester : 2

  44. Tuban

    Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung.

    Serbuk halus batubara itu memunculkan letupan dan menimbulkan semacam jilatan api mengenai tubuh mereka. Sudah dilakukan penyiraman air untuk menghentikan panas yang terjadi. Menurut Agung, pekerja sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur dan tidak terjadi kerusakan alat.

    ”Kami masih menunggu hasil penyelidikan tim investigasi setelah insiden terjadi,” tuturnya.

    Kepala Biro Humas PT Semen Indonesia Harry Subagyo menyatakan, PT Semen Indonesia menanggung semua biaya pengobatan enam korban, yakni Sriyono (40), Jaswarni (40), Dawan (30), Drajat Prayogi (28), Kayin, dan Darmuji.

    Perusahaan juga menyantuni keluarga dari korban meninggal, Cipto Joyo (22). Korban dirujuk ke Rumah Sakit Semen Gresik setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Medika Mulia dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Koesma Tuban. Tujuannya agar penanganan lebih intensif.

    Kepolisian Resor Tuban telah melakukan olah tempat kejadian pekara, Rabu (24/7/2013), di ruang penyimpanan batubara (cool bin) kawasan pabrik Tuban IV Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Tuban. Semua bahan masih diselidiki oleh tim laboratorium Forensik.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan, para korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih tergolek di rumah sakit. Kejadian siang hari saat ada pergantian alat.

    ”Belum diketahui penyebab semburan api itu. Namun, ada kemungkinan bahwa ada percikan api di lokasi itu,” kata Wahyu.

    Sumber : http://beritaburuhindonesia.com/2013/07/25/tujuh-orang-terbakar-di-ruang-penyimpanan-batubara/#more-1755

    Nama : Ade Priyatna
    Kelas : B1
    Semester : 2

  45. Pipa Pabrik Kimia meledak, 3 Karyawan Diamputasi

    Liputan6.com, Cilegon: Tiga pekerja PT Chandra Asri terpaksa diamputasi di bagian lengan. Niklon Sahwa, Suherwan, dan Endang terluka dalam ledakan di gudang workshop PT Mecitech salah satu subkontraktor PT Chandra Asri yang terjadi tiga pekan silam. Ketiga korban masih dirawat di Rumah Sakit Media Krakatau Steel, Cilegon, Banten, hingga Jumat (10/3) ini.

    Menurut Niklon, ledakan terjadi saat dirinya tengah membersihkan pipa ethylene. Saluran sepanjang enam meter dengan diameter enam milimeter itu dibersihkan dengan cara dipanaskan dan ditiup gas nitrogen. Namun karena nitrogen telah habis, mereka memutuskan memakai gas oksigen. Di luar dugaan, pipa tersebut malah meledak.

    Niklon yang sudah bekerja selama 11 tahun di PT Mecitech pun harus merelakan lengan kirinya dipotong hingga sebatas siku. Meski demikian, seperti disampaikan Hubungan Masyarakat PT Chandra Asri Suhat Miarso, ketiga korban akan tetap dipekerjakan di PT Micitech. Adapun kasus kecelakaan kerja itu kini ditangani Kepolisian setempat.

    Kepala Pengawas Ketenagakerjaan Kota Cilegon Tuti Rindawati menduga ledakan di PT Chandra Asri akibat menyalahi prosedur kerja. Tuti mengaku sudah memeriksa dan melayangkan teguran kepada perusahaan pembuat polymer itu.

    Berdasarkan catatan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Cilegon, terdapat 28 perusahaan kimia murni yang berdiri di kawasan industri berat tersebut. Dalam satu tahun terakhir, terjadi 300 hingga 400 kasus kecelakaan yang mengakibatkan sejumlah pekerja luka-luka, menderita cacat fisik, hingga merenggut nyawa.(TOZ/Ariel Maranoes)

    sumber : http://news.liputan6.com/read/119077/pipa-pabrik-kimia-meledak-tiga-karyawan-diamputasi

    Nama : Muhammad Adnan
    Kelas : B2
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1298

  46. Lagi, Pekerja Konstruksi Tewas Tertimpa Pipa Besi
    Kamis, 7 Maret 2013 | 21:25 WIB

    GORONTALO, KOMPAS.com – Dua kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan hiilangnya nyawa terjadi di dua tempat berbeda di Gorontalo, Kamis (7/3/2013) hari ini.

    Setelah siang tadi kecelakaan kerja terjadi di perusahaan konstruksi jembatan di kabupaten Bone Bolango, pada sore hari warga kembali digegerkan penemuan sesosok jenazah di area proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo.

    Muhammad Sai (31), pria yang diketahui bekerja di kawasan konstruksi Pelabuhan Gorontalo, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, tewas tertimpa pipa besi yang akan digunakan sebagai jangkar dermaga.

    Muhammad ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah. Korban yang mengenakan sweater cokelat, celana pendek abu-abu, topi abu-abu dan berkaca mata ini ditemukan tertelungkup di antara pipa-pipa besi yang bertumpuk di areal konstruksi pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.

    Korban ditemukan mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki. Di samping jenazah, ditemukan sebatang rokok mild utuh yang belum dinyalakan. Penemuan mayat ini kontan menggegerkan warga.

    Meski kecelakaan terjadi pukul 17.00 Wita, polisi baru menerima laporan pukul 18.30 Wita dan langsung melakukan olah tempat kejadian.

    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Gorontalo, Iptu Reny Ayi Heryani, korban tewas saat memotong pipa besi yang berdiameter kurang lebih 50 cm.

    “Pipa sebesar itu katanya untuk pembuatan jangkar. Tanpa disadari pipa itu sudah menimpa korban,” terang Kapolsek.

    Lanjut Kapolsek lagi, korban pertama kali ditemukan oleh Kahfi, 30, sesama karyawan di PT Gaya Bakti Jaya, perusahaan kontraktor pemegang proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.

    Saat ini polisi masih memeriksa pihak penanggungjawab proyek. Sementara itu jenazah korban sedang diautopsi di RS Aloei Saboe Gorontalo.

    Rencananya jenazah korban akan diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Situbondo, Jawa Timur, setelah proses autopsi selesai. Biaya pengiriman jenazah akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.

    Sumber : http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/21252239/Sehari..Dua.Kecelakaan.Kerja.Terjadi.di.Gorontalo

    Nama : Alfian Aly Thaufan
    Kelas : B2-D4K3
    Semester : 2

  47. Seorang pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan mengalami luka bakar usai tersengat aliran listrik dari kabel Sutet saat melakukan pembangunan rumah berlantai dua di daerah pejompongan, Tanah Abang, Jakarta, (12/05). TEMPO/Dasril Roszandi
    Besar Kecil Normal

    TEMPO.CO, Mojokerto – Tiga dari tujuh pekerja CV Andhika Pratama tewas tersetrum atau tersengat aliran listrik saat memasang tiang untuk jaringan kabel telepon di Dusun Genengan, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu, 6 Desember 2014. Sementara itu, empat pekerja lainnya selamat dan mengalami luka bakar di tangan.

    Mereka tersengat listrik diduga akibat tiang yang mereka pasang menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi yang melintang di lokasi pemasangan tiang untuk kabel telepon. Korban meninggal maupun luka dirawat di Rumah Sakit (RS) Gatoel, Kota Mojokerto.

    “Informasi di lapangan, mereka saat mengganti tiang untuk kabel telepon Telkom, tiang oleng dan menimpa kabel listrik tegangan tinggi,” kata Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Kota Ajun Komisaris Besar Wiji Suwartini di RS Gatoel, Sabtu 6 Desember 2014.

    Kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Tim sudah melakukan olah TKP untuk menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dari CV yang mempekerjakan atau tidak,” ujar Wiji.

    Sementara itu, dokter jaga RS Gatoel, Adi Winarno, mengatakan saat dibawa ke rumah sakit, ketiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Yang tiga meninggal dunia dan empat orang yang selamat luka lecet-lecet pada kulitnya seperti habis terbakar. Saat ini sudah kami stabilkan,” ujarnya.

    Ketiga korban yang meninggal antara lain, M Zainur Rokhim, 26 tahun, asal Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk; Sutaji, 52 tahun, asal Desa/Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri; Lutfi Adi, 24 tahun, asal Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

    Sedangkan korban luka-luka antara lain Harsono dan Sumardi asal Desa Katerban, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk serta Samsul Arifin, 26 tahun, dan Fatkhur Rokim, 25 tahun, asal Sidoarjo.

    Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/12/06/058626796/Tiga-Pekerja-Pemasang-Tiang-Telpon-Tewas-Tersetrum

    Nama : Riduan
    kelas : B2
    Semester : 2

  48. ACCIDENT RAMBUT TERSANGKUT DI MESIN
    Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.
    Sumber :http://www.merdeka.com
    Nama :Candra Dwi Septian
    Kelas :B2
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1275

  49. Tujuh Orang Terbakar di Ruang Penyimpanan Batubara

    Sumber: Kompas

    TUBAN, KOMPAS.com — Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung.

    Serbuk halus batubara itu memunculkan letupan dan menimbulkan semacam jilatan api mengenai tubuh mereka. Sudah dilakukan penyiraman air untuk menghentikan panas yang terjadi. Menurut Agung, pekerja sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur dan tidak terjadi kerusakan alat.

    ”Kami masih menunggu hasil penyelidikan tim investigasi setelah insiden terjadi,” tuturnya.

    Kepala Biro Humas PT Semen Indonesia Harry Subagyo menyatakan, PT Semen Indonesia menanggung semua biaya pengobatan enam korban, yakni Sriyono (40), Jaswarni (40), Dawan (30), Drajat Prayogi (28), Kayin, dan Darmuji.

    Perusahaan juga menyantuni keluarga dari korban meninggal, Cipto Joyo (22). Korban dirujuk ke Rumah Sakit Semen Gresik setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Medika Mulia dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Koesma Tuban. Tujuannya agar penanganan lebih intensif.

    Kepolisian Resor Tuban telah melakukan olah tempat kejadian pekara, Rabu (24/7/2013), di ruang penyimpanan batubara (cool bin) kawasan pabrik Tuban IV Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Tuban. Semua bahan masih diselidiki oleh tim laboratorium Forensik.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan, para korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih tergolek di rumah sakit. Kejadian siang hari saat ada pergantian alat.

    ”Belum diketahui penyebab semburan api itu. Namun, ada kemungkinan bahwa ada percikan api di lokasi itu,” kata Wahyu.

    Nama : Rohmad MiftahulHUda
    kelas : B2
    semester : 2

    Sumber : http://beritaburuhindonesia.com/2013/07/25/tujuh-orang-terbakar-di-ruang-penyimpanan-batubara/#more-1755

  50. Merdeka.com – Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

    Nama : riyan dwi cahya
    Kelas :B2
    Semester : II

  51. Terpeleset, Karyawan Pabrik Kayu di Banjar Tergilas Mesin Rotari

    Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
    Seorang karyawan pabrik kayu PT. Berkat Karunia tadi malam sekitar pukul 20.45 WIB., mengalami kecelakaan tergilas mesin rotary spindles (alat pengupas kayu), Sabtu, (07/03/2015).
    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dibagian antara paha dan perut. Dan korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Banjar.
    Korban kecelakaan kerja itu adalah, Nanang Suhara (35), warga Lingkungan Bojong, RT 10/3, Kelurahan Situbatu, Kec. Banjar, Kota Banjar.
    Berdasar keterangan yang berhasil dihimpun HR online, kejadian berawal ketika korban tengah mengoperasikan mesin rotari, dan hendak mengambil potongan kulit kayu diatas mesin dengan naik keatas bagian mesin. Korban terpeleset, dan jatuh kedalam mesin hingga tertarik putaran mesin.
    Kuswanto (37), salah satu rekan kerja korban, mengatakan, korban diduga terpeleset dan jatuh kedalam mesin. “Saat kejadian, saya spontanitas mematikan mesin, dan berusaha mengeluarkan badan korban yang sebagian sudah tergilas,” ungkapnya kepada HR online.
    Panit 2 Reskrim Polsek Banjar, Aiptu Mamat Abidin, mengatakan, pihaknya kini masih menyelidiki kasus kecelakaan kerja tersebut.
    “Masih kami selidiki, apakah ada kelalaian atau murni kecelakaan,” ucapnya. (Hermanto/R1/HR-Online)

    Sumber: http://www.harapanrakyat.com/2015/03/terpeleset-karyawan-pabrik-kayu-di-banjar-tergilas-mesin-rotari/
    Nama : Basuki rahmat
    Kelas : B2/D4-K3
    Semester : II ( Dua )

  52. Metrotvnews.com, Sukoharjo : Seorang pekerja bangunan mengalami luka gosong cukup serius akibat terkena sengatan listrik tegangan tinggi, Rabu (21/1/2015). Tak hanya luka bakar, Muhamad Arifin, 30, juga mengalami luka serius akibat terjatuh dari ketinggian.

    “Saat ini korban masih mendapatkan pengawasan yang intensif di RS dr Oen Solo Baru. korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya dan terjatuh dari atas bangunan rumah,” kata Kapolsek Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, AKP Apin Sunu, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (22/1/2015).

    Saat kejadian, warga Dukuh Deresan, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, itu berada di atas bangunan rumah milik Salman, warga Temulus, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Dia sedang memperbaiki rumah. Tanpa disadari, tongkat kayu yang dipegangnya menyentuh kabel listrik melintang di atas bangunan.

    Kemudian, terjadi ledakan dan mengakibatkan tubuh korban terpental dan jatuh ke lantai rumah. Melihat kejdian ini, seluruh pekerja langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Dr Oen Solo Baru. Saat itu kondisi korban cukup parah dengan luka melepuh di sejumlah bagian tubuh.

    Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/2015/01/22/348577/pekerja-bangunan-tersengat-listrik-dan-jatuh-dari-ketinggian

    Nama : Novan Eka Saputra
    Kelas : B2
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1301

  53. 15 Kecelakaan Lalu Lintas Saat Malam Tahun Baru

    BANDUNG – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan,meski situasi dan kondisi aman dan terkendali jelang pergantian tahun. Namun ada satu kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu keluarga tewas di Tol Jagorawi. Dan membuatnya prihatin.
    “Kami belum mendapat data rinci nya. Hanya informasinya, di Wisma Tugu, Cisarua, Puncak satu keluarga, ayah, ibu, dan satu anak. Kami prihatin dan turut berduka, 3 orang tewas. Sedan yang mereka tumpangi menabrak truk di Tol Jagorawi KM 30.700 arah Jakarta-Bogor. Jelasnya, nanti kami informasikan kembali,” kata Kapolda yang didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas)Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul usai meninjau pengamanan tahun baru di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (31/12).
    Terpisah, pada perayaan malam tahun baru Sabtu (31/12) di Jawa Barat, Dirlantas Polda Jabar mencatat adanya 15 kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).
    Dari data yang ada, delapan lakalantas tersebut di antaranya terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Garut lima kejadian, dan tiga kejadian di wilayah hukum Kepolisian Resor Purwakarta.
    “Pada perayaan malam tahun baru, terjadi lima kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Polres Garut, dan tiga di Polres Purwakarta. Satu diantaranya meninggal dunia. Yang di tol jagorawi, ternyata ditangani unit PJR Mabes Polri,” kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Bimo Anggoro Seno saat dihubungi lewat telepon, Minggu (1/1).
    Dari 15 kejadian lakalantas tersebut, diketahui ada 19 korban. Dengan perincian, korban meninggal dunia satu orang. Lalu luka berat enam orang, dan luka ringan sebanyak 12 orang.
    Tidak hanya korban luka-luka dan meninggal dunia, namun ada kerugian materi dari lakalantas di dua wilayah tersebut, yaitu sebesar Rp 29.850.000. Pelanggaran yang baru tercatat.

    Sebelum ny, pada perayaan Natal (25/12) lalu, tercatat dua kejadian lakalantas di wilayah hukum Polda Jabar. Dan mengakibatkan tiga korban. Satu korban meninggal dunia, dan, dua orang luka ringan.
    Kerugian materi yang diakibatkan pada lakalantas tersebut Rp 550.000. sementara itu untuk pelanggaran, sebanyak 684 buah

    Sumber : http://www.tribunjabar.co.id

    Nama: Aseptiani Tihta
    Kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)

  54. Empat Pekerja di Pabrik Gula Tewas, Tersiram Air Panas
    Cilacap–Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09), tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang di dalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.
    Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada di atas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.
    Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah.
    Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur ke dalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.
    Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup).

    https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&ei=n2v9VJisM4OXuQSr5oGAAQ&url=http://dwi212.blogspot.com/2014/05/kasus-kecelakaan-kerja.html%3Fm%3D1&ved=0CEcQFjAM&usg=AFQjCNEkZBccvBwcHL3XPIFNdwFmqjjLOw&sig2=2NE8vezA8kGoEX6OmjIRnA

    Nama: Dylan Yosua. W
    Kelas: B2
    Semester: 2
    NPM: 14.11.106.701501.1314

  55. Kematian Dua ABK Diselidiki
    11 Kru Tanker MT Paluh Tabuan Diperiksa

    TRAGIS: Korban tewas masih disimpan di lemari pendingin kamar mayat RSKD Balikpapan.
    ________________________________________
    BALIKPAPAN-Niat pihak kapal tanker MT Paluh Tabuan untuk menyelesaikan kasus kematian dua anak buah kapal (ABK) Septian Dwi Putra (20) dan Yacob Tomaria (54) secara cepat, gagal. Peristiwa maut Selasa (30/12) dini hari sekira pukul 01.00 Wita, justru bergulir ke kepolisian. Saat ini, kecelakaan kerja yang menewaskan 2 ABK sedang dalam penyelidikan polisi Polres Balikpapan.

    Fokus polisi adalah menelesik penyebab kematian Septian Dwi Putra dan Yacop Tomaria. Polisi juga menyelidiki fasilitas keamanan pekerja di kapal tanker PT Paluh Tabuan yang disewa Pertamina untuk mengangkut limbah minyak. “Kami memeriksa 11 kru kapal tanker. Mereka rekan kerja korban mengetahui kejadian naas yang merenggut nyawa kedua kru kapal.

    Bahkan 11 ABK itu membantu mengevakuasi korban saat kritis dari kapal menuju Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB),” ujar Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Damus Asa kepada Balikpapan Pos, Rabu (31/12) kemarin. Dari dugaan sementara, di dalam tangki kapal terdapat sisa gas yang belum dibuang. Pada saat kejadian korban sedang melakukan pembersihan tangki muatan BBM yang awalnya berisi premium untuk diisi solar.

    Dari hasil penyelidikan sementara diketahui para korban setiap harinya bekerja membersihkan tangki kapal MT Paluh Tabuan. “Belum kami ketahui kenapa masih ada sisa gas di dalam tangki sehingga mereka keracunan, sebenarnya yang masuk awalnya ada 3 orang, yang lain ngontrol dari atas, yang satu ikut ke dalam membantu selamatkan korban, tapi dia lemas juga dan dua orang pertama masuk tidak dapat diselamatkan,” paparnya.

    Kepolisian juga melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari 3 orang lainnya. Kemudian mengamankan sejumlah barang bukti, misalnya alat-alat yang dipergunakan korban seperti safety, pakaian, dan sejumlah bentuk SOP yang ada di kapal. “Saat ini kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit, untuk pemanggilan saksi ahli jika dibutuhkan nantinya akan kita datangkan,” pungkasnya.

    Dua ABK tanker bernama MT Paluh Tabuan ditemukan tewas di dalam tangki minyak jenis premium. Tubuh kedua korban dalam keadaan melepuh seperti bekas terbakar, diduga tewas karena keracunan gas dan terkena bahan kimia yang ada di dalam tangki kapal. Korban tewas yakni Septian Dwi Putra dan Yacob Tomoria. Sedangkan dua korban kritis Herman (34) dan Erwil Syawal (41).

    Kejadian naas diperkirakan berlangsung Selasa (30/12) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, dan para korban masuk di RSPB sekitar pukul 02.30 Wita. Peristwa bermula saat kapal tanker dari Makassar, Sulawesi Selatan menuju Balikpapan telah berada di perairan teluk Balikpapan.

    Saat itu keempat ABK kapal hendak membersihkan tangki minyak bekas berisi premium, tidak diketahui pasti keempat korban ini masuk ke dalam tangki menggunakan peralatan sesuai standar keselamatan atau tidak.(pri)

    Nama : Ahmad syaiful Anwar
    Kelas : B2
    Semester : 4

  56. Liputan6.com, Purwakarta – Seorang buruh asal Desa Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat tewas mengenaskan akibat terjepit mesin pemintal benang di pabrik tempatnya bekerja, Selasa 14 Oktober kemarin. Keluarga pun tak mampu menyembunyikan kesedihan saat jenazah Aisyah (34) tiba di kediamannya.

    Sepetri ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (15/10/2014), Aisyah mengalami luka parah di bagian kepalanya. Dia tewas setelah kepalanya terjepit mesin pemintal benang di pabrik PT Indopanca Centratex Purwakarta, Jawa Barat.

    Meski kejadian nahas yang menimpa Aisyah murni kecelakaan, namun pihak pabrik justru terkesan menutup-nutupinya dari aparat kepolisian. Berdasarkan laporan warga dan keluarga Aisyah, petugas kepolisian baru olah TKP untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

    “Menurut keterangan dari saksi, korban sedang memintal benang kemudian kerudungnya tertarik ke mesin pemintal. Akhirnya dia tertarik hingga kepalanya masuk ke dalam mesin” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Tri Suhartono.

    Jasad korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat dari Polres Purwakarta, Jawa Barat. Sumber: http://m.liputan6.com/news/read/2119195/buruh-di-purwakarta-tewas-akibat-kepalanya-terjepit-mesin

    Nama: Irfan Rizqoni
    Kelas: B-2
    Semester: 2

  57. Sebuah kecelakaan ambruknya tiang listrik yang menimpa seorang pria di California, akhirnya berbuntut kerusakan pada lensa matanya (katarak). Yang aneh, katarak yang menimpa pria tersebut bentuknya menyerupai bintang.

    Seperti dikutip laman Businessinsider, Jumat (24/1/2014) seorang profesor ahli Optalmologi dari Universitas California, San Diego, Amerika Serikat dr. Bobby Korn yang merawat pasien tersebut mengatakan bahwa saat kecelakaan, pria ini dialiri 14.000 volt listrik sehingga saraf optik yang menghubungkan bagian belakang mata ke otak mengalami kerusakan.

    “Saraf optik itu mirip dengan kawat yang mengalirkan listrik. Tegangan arus yang ekstrim membuat kerusakan pada saraf optiknya,” kata Korn.

    Yang jadi masalah, setelah empat minggu perawatan di rumah sakit, lensa mata pasien itu membentuk gelembung atau vakuola di luar lensa. Hal ini membuat pasien tersebut mengalami katarak berbentuk bintang.

    “Pria itu akhirnya menjalani operasi untuk menghilangkan katarak dan dipasangi implan lensa baru. Sekarang ini pandangannya sedikit membaik tapi masih terbatas,” jelas Korn.

    Korn menjelaskan bahwa mata itu seperti kamera. Jika lensa rusak, maka dapat diganti dengan yang baru, tetapi jika saraf optik dan retinanya rusak, maka Anda akan tidak akan pernah mendapatkan gambar yang bagus.

    Kasus pria ini dilaporkan dalam edisi 23 Januari dari New England Journal of Medicine.

    Sumber : http://m.liputan6.com/health/read/808786/tertimpa-tiang-listrik-pria-ini-alami-katarak-berbentuk-bintang

    Nama : Pajar Harianto
    Kelas : B2
    Semester : 2

  58. Kecelakaan Kerja di PT Semen Indonesia Tewaskan Satu Pekerja
    Dion Fajar – detikNews

    Tuban – Kecelakaan kerja terjadi di area tambang batu kapur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Desa Karang Lo, Kecamatan Merakurak, Tuban. Seorang operator alat pengebor batu kapur (quarry drill) bernama Vicky Baktia Hermawan (21) tewas.

    Warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu tewas terjepit alat berat ketika sedang bekerja mengganti oli quarry drill.

    “Korban sedang mengganti oli mesin bor, tiba-tiba ada truk di tanjakan tergelincir ke belakang, lalu menghantam tubuh korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat kepada wartawan, Jumat (20/9/2013).

    “Korban tergencet diantara truk dan alat berat sehingga tewas di lokasi kejadian dengan luka parah pada bagian kepala,” sambungnya saat ditemui detikcom di Mapolres Tuban.

    Truk yang menjadi penyebab utama diketahui sedang dikendarai oleh Salahudin, warga Lasem, Jawa Tengah. Namun belum diketahui secara pasti penyebab bagaimana truk tergelincir sehingga mengakibatkan tewasnya korban.

    “Itu (penyebab tergelincir) yang masih kita dalami. Apakah saat itu posisi truk direm atau sedang diganjal batu,” terang Kasat.

    Pasca kejadian, mayat korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah Rumah Sakit Umum Dokter Koesma Tuban untuk diotopsi. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi.

    Hingga kini polisi masih mendalami penyebab utama kecelakaan kerja tersebut. “Anggota masih di lokasi untuk olah TKP (Tempat Lejadian Perkara),” pungasnya.

    Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Internal dan Media PT SI M. Faiq Niyazi membenarkan adanya kejadian itu. Faiq mengatakan jika korban adalah tenaga outsourcing dari anak perusahaan PT SI yakni PT UTSG.

    “Kasus ini kami tangani dengan baik. Kami menyesalkan adanya peristiwa ini. Kami juga akan beri santunan kepada keluarga korban,” ujar Faiq.
    (iwd/iwd)

    sumber :http://news.detik.com/surabaya/read/2013/09/20/143316/2364767/475/kecelakaan-kerja-di-pt-semen-indonesia-tewaskan-satu-pekerja

    nama : nur indah lestari
    Kelas : B2
    Semester : II

  59. Sebuah ledakan besar terjadi di PT Krakatau Posco, Kota Cilegon, Banten, Senin (15/12). Akibat ledakan yang terjadi satu per satu pekerja pabrik baja tersebut dilarikan ke UGD Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) dengan kondisi luka bakar yang cukup serius.

    Ledakan yang berasal dari pabrik baja patungan PT Krakatau Steel dengan Pohang Iron and Steel Company (Posco) terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Bunyi ledakan yang disertai dengan kabut asap pekat itu bahkan terlihat jelas dan terdengar keras hingga jarak jauh.

    Setelah terjadinya ledakan, Seorang pekerja laki-laki diangkut menggunakan mobil ambulans bernopol A 7010 V, korban dalam keadaan luka bakar cukup serius dan tak sadarkan diri menuju UGD RSKM kota cilegon.

    Korban mengalami luka bakar serius bahkan pakaian yang dikenakan oleh para korban tampak hangus terbakar. Hingga sore ini UGD RSKM, masih tampak sejumlah pegawai dan ekspatriat PT Krakatau Posco yang bolak balik di ruang UGD.

    Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon Rahmatulloh mendatangi UGD RSKM untuk memantau korban ledakan yang terjadi di pabrik baja kerja sama antara Indonesia dan Korea. “Saya ingin memastikan kondisi korban dulu seperti apa,” ujarnya sambil masuk ke ruang UGD RSKM.

    Sementara itu Sementara Corporate Secretary PT Krakatau Posco (KP) Christiawaty Ferania Kaseger membenarkan kejadian tersebut, dan ledakan terjadi di area Steel Making Plant (SMP), proses pengolahan dari besi cair menjadi baja cair. Peristiwa itu berawal pada saat di areal SMP mesin pabrik tengah beroperasi seperti biasanya, yakni melakukan penuangan besi cair.

    “Kejadian berawal pada saat penuangan besi cair dari ladle ke converter, tempat menaruh besi cair yang akan dituangkan ke converter. Biasanya gak apa-apa,” ungkapnya.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/pabrik-pt-ks-posco-di-cilegon-meledak-pekerja-terbakar.html

    Nama : Eliyadi
    Kelas : B1
    Semester : II
    Npm : 14.11.106.701501.1225

  60. Rambut terlilit mesin, buruh pabrik mi tewas dengan luka mengerikan

    Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

    Nama : Wahyu Rahmadani
    Kelas : B2
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1313

  61. Kecelakaan kerja terjadi di Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Heri Iswanto (28), terjepit alat berat saat melakukan training operator di terminal II.

    “Kondisinya remuk. Mau masuk kabin tidak sempat jalan. Satu orang sudah masuk. Tapi saat korban mau masuk, kabin sudah tertutup. Pintu portal juga menutup dan mengenai kakinya,” kata Manager Security JICT, Hubertus Sirait di lokasi, Jakarta Utara, Rabu (10/4/2013).

    Heri tergencet portal saat akan memasuki kabin untuk mengoperasikan crane RTG (Ruber Trands Gentrxy). Akibatnya, pinggul dan paha sebelah kanan mengalami patah tulang.

    Hubertus membenarkan, kecelakaan terjadi pada saat latihan. Ketika korban ingin masuk, pintu kabin portal tertutup otomatis dan langsung menjepit kakinya.

    Kendati begitu, Hubertus enggan merinci kronologi detail kejadian kecelakaan kerja itu. Bahkan sempat terjadi ketegangan anatara petugas keamanan JICT dengan awak media yang hendak mengambil gambar dan saat meminta keterangan. Namun pada akhirnya suasana bisa dikendalilkan.

    Hingga kini belum diketahui mengapa alat itu bisa menutup otomatis dan menjepit korban. Hubertus menegaskan setiap kecelakaan yang terjadi, pasti terdapat human error. “Jika ditanya apa ada humen eror. Tentu setiap kejadian ada humen eror itu,” ketusnya.

    Informasi yang dihimpun di lapangan kecelakaan berawal saat Heri dan rekannya melakukan training mengoperasikan RTG. Mereka naik ke tempat operator di ketinggian 30 meter melewati tangga manual.

    1 Orang pekerja berhasil masuk ke kabin. Namun saat gilihan Heri masuk, pintu kabin tertutup, disertai menutupnya portal berbahan besi itu. Korbanpun tidak bisa menghindar dan tergencet. Pantauan Liputan6.com, saat ini korban Heri sudah dibawa ambulans menuju ke RS Port Medical Centre. (Ism)

    Sedang Training, Operator Terjepit Crane di JICT
    Nama : Sapto Haditya Adam
    NPM : 12.11.106.701501.0668
    Semester : 6
    Kelas : B2
    http://news.liputan6.com/read/558253/sedang-training-operator-terjepit-crane-di-jict
    By Moch Harun Syah

    on 10 Apr 2013 at 17:35 WIB

  62. Karyawan Bandara Meregang Nyawa
    BALIKPAPAN–Jangan sekali-sekali bermain saat tengah bekerja apalagi jika pekerjaan yang dilakukan berisiko tinggi terjadinya kecelakaan kerja. Seperti yang dialami Diyas Rachman (20), pria yang bekerja di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan ini mengalami luka serius bahkan hampir kehilangan nyawanya akibat terjepit pintu garbarata (tangga belalai menuju pintu pesawat, Red).
    Kecelakaan kerja itu terjadi ketika para petugas akan melipat kembali pintu garbarata setelah menaikkan seluruh penumpang pesawat. Menurut Kapolsek Kawasan Bandara Balikpapan, Kompol Nina Ike Herawati, sebelum dilipat kembali, petugas yang sebelumnya berada di dalam garbarata tersebut sudah keluar.
    “Semuanya sudah diingatkan untuk keluar, lantaran pintu akan dilipat. Namun, saat itu korban mengacuhkan peringatan tersebut dan berdiam diri di sisi dinding garbarata. Sehingga, pada saat pintu tertutup, tubuhnya terjepit,” ujar kapolsek.
    Lebih lanjut Kompol Nina mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, disimpulkan jika Diyas yang tercatat sebagai karyawan bagian pasasi lalai dalam bekerja.
    “Kecelakaan kerja ini, dikarenakan kelalaian dia dalam bekerja. Pada waktu proses penutupan garbarata, dia malah asyik bermain Hp tanpa menghiraukan peringatan yang ada. Terlebih lagi, di area tersebut memang tidak boleh menggunakan Hp,” bebernya.
    Akibat kecelakaan tersebut, Diyas mengalami luka serius di bagian kepala. Pantauan Balikpapan Pos di tempat kejadian perkara, Diyas yang mengenakan kemeja putih lengan panjang berdasi terkapar di lantai. Darah segar mengucur dari kepala bagian kanan. Saking banyaknya, darah itu membasahi lantai, seragam putih yang dikenakan Diyas di bagian lengan kanan dan kiri sampai di kedua telapak tangannya, serta bagian perut.
    Polisi yang datang ke lokasi kejadian, yaitu pintu V bandara langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Siloam untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu saat dikonfirmasi, Humas Angkasa Pura I Awaludin mengatakan, pihaknya tengah mengadakan penyelidikan terhadap insiden yang terjadi di garbarata Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. “Petugas kami sedang melakukan penyelidikan terkait kasus kecelakan kerja ini,” ucap Awaludin melalui telepon selulernya.
    Dijelaskannya, semua peralatan dan sistem kerja operasional garbarata berjalan normal dan tidak ada yang bermasalah. Selain itu petugas operasional juga bekerja sesuai dengan standar operasional (SOP) yang ada serta sudah memiliki sertifikasi dari badan yang berstandar internasional. “Untuk saat ini kami belum berani menyimpulkan terkait insiden ini,” tandasnya.

    Referensi : http://kotabalikpapan.net/2014/07/20/karyawan-bandara-meregang-nyawa/

    =========================================================
    Faktor penyebab langsung :
    1. korban mengacuhkan peringatan pekerja lain dan berdiam diri di sisi dinding garbarata. Sehingga, pada saat pintu tertutup, tubuhnya terjepit.
    2. korban tidak mematuhi peraturan yang dibuat oleh pihak perusahaan

    Faktor penyebab tidak langsung :
    1. kepribadian korban yang kurang baik

    Nama : Cipta Adi Kurnia
    Kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)
    NPM : 14.11.106.701501.1272

    • Sdr Cipta Adi Kurnia,
      Masih banyak faktor yang bisa teridentifikasi menjadi penyebab tak langsung kasus diatas, bukan hanya masalah kepribadian korban.

  63. Lagi, Pekerja Konstruksi Tewas Tertimpa Pipa Besi
    Kamis, 7 Maret 2013 | 21:25 WIB
    GORONTALO, KOMPAS.com – Dua kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan hiilangnya nyawa terjadi di dua tempat berbeda di Gorontalo, Kamis (7/3/2013) hari ini.
    Setelah siang tadi kecelakaan kerja terjadi di perusahaan konstruksi jembatan di kabupaten Bone Bolango, pada sore hari warga kembali digegerkan penemuan sesosok jenazah di area proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo.
    Muhammad Sai (31), pria yang diketahui bekerja di kawasan konstruksi Pelabuhan Gorontalo, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, tewas tertimpa pipa besi yang akan digunakan sebagai jangkar dermaga.
    Muhammad ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah. Korban yang mengenakan sweater cokelat, celana pendek abu-abu, topi abu-abu dan berkaca mata ini ditemukan tertelungkup di antara pipa-pipa besi yang bertumpuk di areal konstruksi pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Korban ditemukan mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki. Di samping jenazah, ditemukan sebatang rokok mild utuh yang belum dinyalakan. Penemuan mayat ini kontan menggegerkan warga.
    Meski kecelakaan terjadi pukul 17.00 Wita, polisi baru menerima laporan pukul 18.30 Wita dan langsung melakukan olah tempat kejadian.
    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Gorontalo, Iptu Reny Ayi Heryani, korban tewas saat memotong pipa besi yang berdiameter kurang lebih 50 cm.
    “Pipa sebesar itu katanya untuk pembuatan jangkar. Tanpa disadari pipa itu sudah menimpa korban,” terang Kapolsek.
    Lanjut Kapolsek lagi, korban pertama kali ditemukan oleh Kahfi, 30, sesama karyawan di PT Gaya Bakti Jaya, perusahaan kontraktor pemegang proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Saat ini polisi masih memeriksa pihak penanggungjawab proyek. Sementara itu jenazah korban sedang diautopsi di RS Aloei Saboe Gorontalo.
    Rencananya jenazah korban akan diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Situbondo, Jawa Timur, setelah proses autopsi selesai. Biaya pengiriman jenazah akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.

    Sumber : http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/21252239/Sehari..Dua.Kecelakaan.Kerja.Terjadi.di.Gorontalo

    =============================================================

    Faktor penyebab langsung :
    1. tidak terpasangnya pengaman pada pipa besi sehingga pada saat pekerja memotong pipa besi itu jatuh mengenai pekerja tersebut
    2.kurangnya pengawasan disekitar area kerja

    Faktor penyebab tidak langsung :
    1. pekerja tidak memiliki kompetensi dibidang pekerjaannya
    2. pekerja tersebut kurang fokus dibuktikan dengan ditemukannya sebatang rokok mild disamping mayat tersebut

    Nama : Alfian Aly Thaufan
    Kelas : B2-D4K3
    Semester : 2
    NPM :14.11.106.701501.1300

  64. indosiar.com, Bandung – (Jumat : 24/01/2014) Insiden kecelakaan kerja terjadi di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis siang. Dalam insiden ini, seorang pekerja buruh bangunan kritis, sementara satu orang lainnya tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kondisi korban sangat mengenaskan karena terjatuh dari lantai tiga, dengan luka dikepala akibat terbentur trotoar dan tertimpa tiang beton yang roboh.
    Insiden kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan toko mebel, di kawasan jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Dalam insiden ini 2 orang pekerja menjadi korban, yaitu Uloh dan Ate. Uloh mengalami kritis, sementara Ate tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
    Kejadian ini bermula saat kedua korban melakukan pengecoran bersama 10 pekerja lainnya, di lantai tiga. Namun tiba tiba salah satu tiang penyangga roboh, dan menyebabkan kedua pekerja tersebut terjatuh.
    Kondisi kedua korban sangat mengenaskan, karena luka di bagian kepala setelah membentur trotoar jalan, dan tertimpa beton.
    Akibat kejadian tersebut kawasan jalan Braga sempat ditutup selama 2 jam. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan atas insiden kecelakaan kerja tersebut, dan juga memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik toko dan pimpinan proyek bangunan. Sementara itu proyek pembangunan toko mebel berlantai tiga ini dihentikan sementara oleh aparat kepolisian resor kota Besar, Polrestabes, Bandung. (Mohamad Abas/Sup)

    ============================================================

    Analisis Investigasi insiden berdasarkan Penyebab nya

    A.Faktor Penyebab Kecelakaan Secara Langsung
    1.Robonya tiang penyangga beton sehingga membuat pekerja jatuh
    2.Ketinggian Tempat kerja
    3.Pekerja tidak menggunakan APD

    B.Faktor tidak langsung
    1.Kurang nya pengawasan dari mandor kerja
    2.Para pekerja kurang teliti dalam melakukan pekerjaan,sehingga membuat kualitas beton kurang
    kokoh,dan akhirnya terjatuh

    3.Tidak adannya alat keselamatan atau pelindung khusus pekerja Untuk melakukan pekerjaan di atas ketinggian
    4.Tidak adanya SOP dalam melakukkan pekerjaan

    Sumber
    indosiar.com
    http://www.indosiar.com/patroli/tewas-tertimpa-beton_114279.html

    AHMAD MUSTAWAN
    D4 – K3
    B1
    14.11.106.701501.1253

  65. terima kasih sudah membagikan, Saya sangat antusias apa yang di ulas dalam artikel ini. saya merasakan yang begitu besar setela membaca beberapa artikel di blog ini. Terima Kasih

  66. Thanks for ones marvelous posting! I certainly enjoyed reading
    it, you are a great author. I will be sure to bookmark your blog and definitely will come back later on. I want to encourage
    that you continue your great job, have a nice day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s