SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150310] Tugas 2 Investigasi Insiden (Kelas Sore B1 & B2)

93 Comments

i17

Kepada D4K3 UNIBA Semester II Kelas Sore B1 dan B2

Berdasarkan studi kasus sesuai Tugas #1 Inversitasi Insiden masing-masing sebelumnya, Anda diminta untuk membuat analisis:

  1. Faktor Penyebab langsung, (Direct cause factors), dan
  2. Faktor Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors).

Posting Tugas #2 Anda dengan cara Copy-Paste Tugas #1 masing-masing, kemudian tambahkan analisis Anda dibagian bawah posting tersebut.

Batas akhir posting adalah hari Minggu 15 Maret 2015 pukul 22:00 wita. Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dipostingkan dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.

Tuliskan nama Anda, NIM/NPM, Semester, dan Kelas diakhir artikel.

Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu. Sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

TIDAK ada tugas susulan atau perbaikan nilai (remedial) untuk tugas ini. Harap diperhatikan dengan baik. Terimakasih.

Advertisements

93 thoughts on “[150310] Tugas 2 Investigasi Insiden (Kelas Sore B1 & B2)

  1. #Tugas1

    BANDUNG

    Seorang pekerja, Agus Iding, 35, tewas seketika setelah terjatuh dari lantai 20 proyek pengerjaan Apartemen Panghegar di Jalan Merdeka, Kota Bandung, kemarin pukul 14.15 WIB. Namun disayangkan, pihak proyek tidak melaporkan ke kepolisian. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban yang bekerja sebagai mekanik leader konstruksi lift saat itu hendak mengecek lift di lantai 20. Saat pintu terbuka, seketika itu korban terdorong dan pintu tertutup otomatis dengan cepat, sedangkan kotak lift berada di lantai dasar.Korban pun langsung terjatuh hingga lantai GF. Salah seorang rekan kerja korban, Leman Nugraha, 20, mengatakan bbahwa korban terdorong sangat cepat. Biasanya lift passenger itu selalu berada di lantai G , ini malah di lantai GF; jadi pas dibuka, kosong,jelas Leman. Saudara korban, Dadang, mengaku mendapat kabar kecelakaan tersebut
    sekitar pukul . WIB.Kalau keluarga dapat kaarya pukul tigaa, kataya keelakaa, ugkap Dadag di Ruah “akit Bugsu, Jala Vetera,
    Kota Bandung, tadi malam. KorbantewaswargaJalanCikuda RT 02/11,Cibiru,Kota Bandung, itu mengalami luka patah kaki dan mengeluarkan darah segar dari bibir, serta beberapa bagian tubuhnya mengalami pembengkakan. Korban langsung dilarikan ke RS Bungsu.Sementara itu,pihak pengembang hotel bungkam ketika ditanya wartawan mengenai keja dia terseut. No oet, saya ggak tahu,ungkap beberapa pekerja dan pihak keamanan. Pihak kepolisian pun baru mengetahuinya sekitar pukul 17.30 dari pihak rumah sakit.
    Tim identifikasi langsung meluncur ke lokasi kejadian,tetapi pihak pengembang terlihat menutupnutupi. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Tuagus Ade Hidayat eearka terkait kejadia terseut.Iya,kita aru tahu sekitar pukul ., ugkap Tuagus ketika dihuugi wartawa. Pihakya pu saat ini memeriksa beberapa orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
    ฀yugi prasetyo . Pekerja Projek Pembangunan Hotel Panghegar Tewas Terjatuh dari Lantai 20 Rabu, 23/03/2011 – 21:11 Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com
    BANDUNG, (PRLM).- Agus Iding (35) tewas setelah terjatuh dari lantai 20 tempat ia bekerja, di projek pembangunan Hotel dan Apartemen Panghegar, Jln. Merdeka, Rabu (23/3) siang. Agus adalah pekerja bangunan di projek tersebut. sebagai mekanik leader konstruksi lift. Meskipun peristiwa terjadi pukul 14.15 WIB, tapi kepolisian baru mengetahui kejadian itu selepas pukul 17.30 WIB. Pasalnya, manajemen hotel tidak memberitahukannya ke kepolisian terdekat dan terkesan menutup-nutupi peristiwa itu. Polisi mendapat informasi dari RS Bungsu di Jln. Bungsu, yang sempat merawat korban. Berdasarkan sejumlah saksi mata yang dimintai keterangan polisi, menuturkan, saat itu korban hendak mengecek lift di lantai 20. Lift baru terpasang pintunya saja. Sementara lift passenger berada di lantai dasar. Saat Agus memencet tombol, pintu lift terbuka dengan cepat. Agus kaget sehingga terdorong ke dalam lift yang belum ada passenger lift-nya. Tubuh Agus melayang dan terhempas dengan keras di lantai GF (ground floor). Leman Nugraha (20), rekan kerja korban, mengatakan, peristiwa itu terjadi sangat cepat. “Biasanya, passenger lift, selalu ada di lantai 20. Tidak tahu kenapa, hari itu kok ada di bawah. Jadi pas pintu terbuka, liftnya tidak ada sehingga korban kaget dan jatuh,” katanya kepada polisi.
    Sementara itu, saudara korban, Dadang, ditemui di RS Bungsu, mengatakan, dia mendapat informasi tersebut sekitar pukul 16.00 WIB. Sementara keluarga lainnya mendapatkan informasi itu pukul 15.00 WIB. Berdasarkan identifikasi rumah sakit dan kepolisian, korban yang merupakan warga Jln. Cikuda, Cibiru Kota Bandung itu, mengalami luka patah kaki, mengeluarkan darah segar dari bibir, dan sejumlah memar dan bengkak di tubuhnya. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat menuturkan, kepolisian baru mengetahui sekitar pukul 17.30 WIB. Polisi pun telah memeriksa sejumlah saksi. Namun kepolisian menyayangkan dengan sikap manajemen hotel yang terkesan berusaha menutup-nutupi peristiwa itu dengan tidak segera melaporkan ke kepolisian. (A-128/das)***
    Jatuh Dari Lantai 20 Apartemen Panghegar, Agus Tewas Seketika Sumber : http://www.bandung.detik.com
    Baban Gandapurnama – detikBandung Bandung – Agus iding (35), tewas seketika setelah jatuh dari lantai 20 proyek pembangunan Grand Royal Panghegar Apartement, sekitar pukul 14.15 WIB, Rabu (23/3/2011). Jenazah pekerja proyek itu langsung dibawa ke RS Bungsu, Jalan Veteran. Sebelum kejadian, Agus dan rekan kerjanya, Leman Nugraha (25), sedang mengecek lift ke lantai 20 bangunan tersebut. Agus ini bekerja sebagai mekanik leader konstruksi lift. “Saat itu pintu lift dalam keadaan tertutup. Almarhum membuka pintu itu menggunakan tangan, dia masuk dan pintu tiba-tiba pintu menutup. Ternyata pas dibuka melompong, enggak ada boks liftnya,” kata Leman ditemui di RS Bungsu. Diketahui, kata dia, boks lift berada di lantai bawah. “Biasanya juga lift passenger itu setiap hari ada di lantai 20. Tapi tadi di bawah,” ujarnya. Leman menambahkan, Agus tewas seketika di lokasi kejadian. Lalu jenazahnya diboyong ke RS Bungsu, “Kondisinya mulut berdarah, tubuh bengkak dan kaki patah,” ungkapnya. Korban merupakan warga Jalan Cikuda, RT 2 RW 11 Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Dia sudah bekerja di proyek Apartemen Panghegar sejak Maret 2010 lalu. Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku diberitahu pihak perusahaan dua jam setelah peristiwa tersebut. “Tadi dikasih tahu jam empat. Kalau kejadiannya enggak tahu. Tapi dibilang jatuh,” ujar Dadang dari pihak keluarga korban saat ditemui di RS Bungsu. Pantauan detikbandung, sejumlah polisi yang diberi tahu oleh RS Bungsu sekitar pukul 17.30 WIB, langsung mengidentifikasi data diri korban. Usai meminta keterangan keluarga korban dan rekan kerja, polisi meninggalkan RS Bungsu sekitar pukul 19.30 WIB. Sementara jasad korban dibawa keluarga sekitar pukul 20.00 WIB. Pihak proyek yang ditemui di lokasi kejasian enggan berkomentar soal kasus ini. Enggak tahu. No comment,” ujar seorang petugas proyek saat wartawan meminta konnfirmasi. Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Tubagus Ade Hidayat membenarkan kejadian tersebut. “Kami masih menyelidikinya. Sejumlah saksi kami minta keterangan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan via ponsel. Sementara itu dihubungi secara terpisah PR Panghegar Restina Setiawan mengaku belum mendapat konfirmasi soal peristiwa itu. “Belum ada konfirmasi apa-apa, saya tadi pulang duluan. Jadi belum bisa ngomong apa-apa. Mungkin besok saya bisa kasih keterangan,” ujarnya.

    #Tugas2

    Analisis Kasus
    Pada kasus kecelakaan ini penulis menggunakan model analisis kasus Teori Domino yang berasal dari Heinrich (1930). Hal ini disebabkan karena kondisi kasus kecelakaan sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Heinrich ini. Dalam Teori Domino Heinrich, kecelakaan terdiri atas lima faktor yang saling berhubungan yaitu, kondisi kerja (environment), kelalaian manusia (person), tindakan tidak aman (hazard), kecelakaan (accident) dan cedera/kematian (injury)

    1. Identitas korban kecelakaan
    Pada kasus ini dapat kita ketahui bahwa korban bernanma Agus Iding. Ia adalah seorang
    Pemimpin Konstruksi Lift
    dari proyek pembangunan Apartemen Panghegar di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Dari artikel tersebut dpat kita kategorikan bahwa korban berkerja pada bidang konstruksi bangunan dan sudah cukup berpengalaman karena ia diposisikan sebagai leader dalam proyek pembangunan lift apartemen ini.

    2.Identifikasi sumber bahaya
    Dalam kasus ini korban melakukan tindakan yang tidak aman yaitu tidak menggunakan body harness/full body harness (Hazard yang berupa unsafe act). Sedangkan Menurut undang-undang keselamatan kerja, bekerja di ketinggian ini memerlukan fix platform atau memakai alat pelindung diri berupa full body harness. Selain itu, bila pekerjaan dilakukan pada tempat yang memiliki ketinggian lebih dari lima meter, diperlukan sebuah ijin khusus, yang mana ijin ini diperlukan untuk menganalisa bahaya apa saja yang mungkin terjadi dan menyiapkan alat pengaman yang cocok untuk meminimalisir resiko yang akan dihadapi bila bekerja pada ketingian tersebut. Working at High atau sering disingkat WaH, memiliki arti dalam bahasa Indonesia adalah bekerja pada ketinggian. Kategori bekerja pada ketinggian adalah melakukan pekerjaan yang memiliki ketinggian sama dengan atau lebih dari 1,8 meter dari permukaan tanah. Kemudian dapat kita ketahui pula bahwa kondisi kerja (environment) pada saat itu mendukung terjadinya kecelakaan. Berdasarkan berita tersebut lift passanger biasanya berada di lantai 20 tempat korban berada, namun entah mengapa pada hari tersebut box liftnya berada di GS (Ground Floor). Dari deskripsi berita yang diberikan dapat kita analisa bahwa korban melakukan kesalahan (fault of person), selain tidak memakai alat pelindung diri, korban tidak berlaku hati-hati terhadap segala kemungkinan yang ada. Disini mungkin ia merasa aman karena seperti biasanya
    box lift
    berada di lantai 20, namun kenyataannya tidak.

    3. Kronologis kecelakaan kerja
    Dalam kasus kecelakaan yang terjadi pada Agus Icing ini merupakan sebuah kasus yang komplikatif. Artinya banyak penyebab yang dpat kita analisis didalamnya dan membentuk sebuah kemungkinan terjadinya kecelakaan yang pada akhirnya menimbulkan kerugian baik secara langsung (direct cost) maupun tidak langsung (Indirect cost ). Pada kasus ini penulis akan menjelaskan kejadian berdasarkan teori yang dikemukaan oleh Heinrich pada tahun 1930 yaitu teori Domino. Teori domino merupakan visualitas yang menggambarkan berbagai peluang dan sumber bahaya yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya kecelakaan. Tahap-tahap kejadian pada kasus ini berdasarkan analisa berita yaitu sebagai berikut.
    1.Environment atau keadaan/kondisi kerja
    . Pada kasus ini digambarkan kondisi kerja yang menimbulkan resiko terjadinya kecelakaan yaitu Working at High
    atau WaH. Korban berada pada ketinggian yang ditaksir lebih dari 40 meter karena berada pada lantai 20 (estimasi 1 lantai = 2 meter). 2.Kemudian pada kartu yang kedua sesuai dengan teori Domino Heinrich terdapat
    Fault of person (kelalaian manusia)
    yang bergerak/jatuh akibat dari kondisi kerja yang memungkinkan (kartu pertama). Pada kasus ini kesalahan yang dilakukan korban adalah tidak berhati-hati pada setiap kondisi lingkungan yang ada, sehingga korban merasa jika dirinya sudah aman. Di sumber berita disebutkan ahwa “aat pitu teruka, seketika itu korban terdorong dan pintu tertutup otomatis dengan cepat, sedangkan kotak lift berada di lantai dasar atau “aat Agus eeet tool, pitu lift teruka dega cepat. Agus kaget sehingga terdorong ke dalam lift yang belum ada passenger lift-
    ya. Disini dapat kita pahami bahwa korban terkejut dengan kondisi lift tidak berisi box-nya sehingga ia terdorong dan jatuh ke lantai dasar. Penulis berpendapat bahwa korban setelah membuka pintu, korban telah bersiap dan segera memasuki box-lift tanpa melihat ada atau tidaknya box-lift tersebut.
    3.Kartu yang ketiga adalah
    Hazard
    . Hazard dalam model Heinrich ini dapat diartikan sebagai
    unsafe condition atau unsafe act . Berdasarkan berita selain kondisi yang tidak aman karena berada pada ketinggian yang berisiko menimbulkan kecelakaan, korban juga tidak menggunakan APD seperti yang telah diatur dalam undang-undang keselamatan kerja, apabila melebihi ketinggian 1,8 meter maka harus menggunakan alat pelindung diri yang berupa
    body harness/full body harness
    4.Dari ketiga sumber bahaya tersebut yang saling berkolerasi dan
    ejatuhka kartu erdasarka urutaya aka tiulah seuah
    Accident (kecelakaan) yang terjadi di Bandung pada tanggal 23 Maret 2011 di Hotel Panghegar pada pukul 14.15 WIB.
    5.Dampak dari semua runtutan kartu di atas berdasarkan model Domino Heinrich menimbulkan sebuah kerugian (injury) dalam hal ini nyawa korban. Kerugian ini dapat berupa biaya kompensasi untuk korban. Selain kerugian langsung tersebut banyak lagi kerugian yang di dapatkan pihak hotel Panghegar yaitu kerugian tidak langsung seperti, kerugian jam kerja, kerugian sosial, serta citra dan kepercayaan pelanggan berkurang. Hal ini lebih berdampak karena korban adalah mekanik leader dalam proyek pembangunan hotel tersebut.

    MAISYAROH
    14.11.106.701501.1304
    D4K3 UNIBA Semester II Kelas Sore B2

    • Sdri. Maisyaroh, menurut analisa Anda jelaskan:
      1. Faktor penyebab langsung, dan
      2. Faktor penyebab tak langsung.
      Cukup 2 faktor itu saja karena anda belum diajarkan sampai dengan teori domino.
      Baca tugas dengan teliti dan cermat agar anda bisa mengerjakan tugas dengan tepat dan sesuai instruksi.

  2. #Tugas2

    TRIBUNNEWS.COM,
    JAKARTA – Kronologi kecelakaan kerja di Gedung Manhattan Square, Jalan TB Simatupang, Kav 1S, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,Selasa (12/2/2013), sempat simpang siur. Kecelakaan itu menewaskan lima orang,dan dua lagi kritis. Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBPHermawan, kecelakaan berawal dari pekerjaan membuat lubang untuk pembuangan air kotor.

    “Ada pengerjaan empat lubang, tiga lubang sudah selesai, tinggal finishing. Saatlubang keempat hendak di-finishing. yakni mencopot kerangka besi dan papan bekas cor untuk dicat, sesuai SOP ada dua pekerja di dalam, dan dua pekerja diatas,” jelas Hermawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/2/2013). Tiba-tiba,lanjutnya, dari dalam lubang, kedua pekerja meminta tolong, sehingga dua pekerjadi atas turun ke lubang untuk menolong dua rekannya. Lantas, dua pekerja yangmenolong juga berteriak minta tolong lagi, karena tidak bisa bernapas, dan kembali dibantu oleh pekerja finishing di lubang lain.”Jadi, total sudah ada enam yang masuk ke lubang. Lalu, yang di dalam mintatolong lagi, dan dibantu oleh satu orang K3 yang ikut bantu. Jadi, ada tujuh orang pingsan,” tutur Hermawan. Setelah itu, baru lah petugas dari PT Waskita turutmembantu menolong menggunakan masker oksigen serta blower, dan berhasilmengevakuasi tiga orang.Petugas dari PT Waskita yang menolong mengaku lemas. Ia digantikan petugaslain dan mengevakuasi empat pekerja lainnya. Hermawan mengungkapkan, yang berhasil dievakuasi ada tujuh orang. Lima orang meninggal dunia, dan dua orang pekerja lainnya kritis. Saat ini, dua pekerja yang kritis sudah siuman dan sadar.”Kami sudah lakukan olah TKP, ambil sampel air, darah, dan udara dari korbandan sampel dibawa oleh Labfor Mabes. Dari hasil otopsi sementara, korbanmeninggal karena lemas kelebihan C02 beracun dari lubang sedalam enam, lebar tiga meter, dan panjang lima meter,” papar Hermawan.

    Menurut Wahyu, berdasarkan hasil pemeriksaan empat orang saksi, Agus, Irfan,Rian dan H. Marmo, sebelum terjadinya insiden, ada dua orang pekerja sedangmembongkar kayu penyanggah septictank.”Mekanismenya dua orang berjaga di atas, sedangkan yang di bawah septictank itu Joko dan Ahmad Syamsudin. Karena lemas, mereka berteriak minta tolong dandibantu M. Saiku. Kemudian M. Saiku Juga minta tolong lalu dibantu Jimjim,”kata Wahyu, Rabu (13/02) di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Wahyumenjelaskan, di basement lantai 2 Tempat Kejadian Perkara (TKP) memangterdapat beberapa lubang penampungan atau septictank yang tertutup. Di lubang lain yang sedang dalam tahap finishing, pekerja bernama Cecep Cahyanamendengar teriakan lalu berupaya membantu keempat rekannya itu. Dibantu pekerja lainnya Agus dan petugas K3 bernama Sunaryo. “Agus menunggu di atas,sementara Sunaryo bersama pekerja lainnya bernama Masudi. Setelah itu, datanglagi dua orang petugas K3 yang turun dengan tabung oksigen dan menolongkorban secara bertahap,” papar Wahyu.Berdasarkan keterangan laboratorium forensik, kata Wahyu, secara detail belum bisa disampaikan penyebab dari kematian korban. Namun dari uji sampelgenangan air, udara dan gas yang diambil di TKP, penyebab kematian korbankarena gas beracun di dalam septictank. Jenis dari gas tersebut sendiri masih belum bisa disampaikan karena sedang dalam proses.”Kelima korban yang tewas dalam insiden itu masing-masing bernama CecepCahyana, Joko, Jimjim, M. Saiku, dan Ahmad Samsudin. Jasad mereka saat inisedang diotopsi dan diambil sampel darah di RSCM. Sedangkan dua korbanselamat yang bernama Masudi dan Sutaryo sudah siuman dari pingsan dan masihdirawat intensif di RS Mintohardjo,” terangnya.Perlu diketahui sebelumnya, Selasa (12/02) sekitar 10.00 WIB, lima orang pekerjatewas dalam kecelakaan kerja di dalam lubang septictank lantai 2 basement proyek pembangunan The Manhattan Square di Jalan TB Simatupang Kav I.SCilandak Timur, Jakarta Selatan.Kelima korban tewas akibat terpelosok ke dalam lubang septicktank sedalamenam meter dengan luas 5X3 meter. Dua rekan korban yang berusaha membantunyaris tewas dan mengalami kondisi kritis. Lima korban tewas dilarikan ke RSMarinir Cilandak, sedangkan dua korban selamat dirawat di RS Mintohardjo.

    ————————-
    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB:

    1. Faktor Penyebab Langsung
    Kegagalan dalammengamankan kondisi kerja dan pekerja itu sendiri serta Kegagalan pekerja dalammenggunakan APD.
    Failure to secure dalam hal ini korban tidak terlindungi daririsiko keterpaparan gas berbahaya.
    Failure to use PPE Properly artinya korban tidak menggunakan APD dengan benar. Dalam berita tidak disebutkan apakah pekerja menggunakan APD berupa alat bantu pernapasan atau tidak, hanyadisebutkan bahwa pihak proyek telah menyedian satu blower untuk setiap lubang.

    2. Faktor Penyebab Tak Langsung
    HSE belum memiliki pengetahuan yang cukup dalam menjalankan tugas dikondisi kerja
    Confined Space. Dalam Keputusan Direktur Jenderal PembinaanPengawasan Ketenagakerjaan No.Kep/113/DJPPK/IX/2006 sudah diatur mengenai siapa saja yang dibolehkan untuk bekerja di ruang terbatas (Confined Space) bahkan ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk bekerja diConfined space. Selain itu dalam berita tersebut disebutkan bahwa ada satuPetugas K3 yang menjadi korban. Ini menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusiakhususnya Petugas K3 tidak mengetahui standar pertolongan pertama dalamsebuah kecelakan. Terkadang petugas K3 di Perusahaan tidak berlatar belakang kompetensi yang sesuai sehingga kompetensi yang didapat hanya saat pelatihanK3 Umum atau K3 spesialisasi yang kurang lebih kurang dari seminggu. Korban yang harusnya bisa ditekan jumlahnya menjadi semakin banyak.

    ——————–
    NOERJIANTO
    14.11.106.701501.1291
    D4K3 UNIBA Semester II Kelas Sore B2

  3. Empat Pekerja di Pabrik Gula Tewas, Tersiram Air Panas

    Cilacap–Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09), tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang di dalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.
    Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada di atas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.
    Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah.
    Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur ke dalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.
    Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup).

    Analisis Kasus
    Jika ditinjau dari faktor penyebab kecelakaan kerja, penyebab dasar kecelakaan kerja adalah human error. Dalam hal ini, kesalahan terletak pada operator kran. Menanggapi kecelakaan yang telah menewaskan empat orang tersebut, seharusnya sang operator kran bersikap lebih hati-hati serta teliti yaitu dengan benar-benar memastikan bahwa tangki gula krsital tersebut telah kosong serta aman dialirkan air ke dalamnya, maka mungkin kecelakaan kerja tersebut tidak akan terjadi. Karyawan saat memasuki tangki seharusnya juga mengenakan alat-alat pelindung diri agar terhindar dari bahaya kecelakaan kerja.
    Kemudian penyebab kecelakaan yang lain adalah kurangnya pengawasan manajemen dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan keamanan pada perusahaan tersebut. Sistem manajemen yang baik seharusnya lebih ketat pengawasannya terhadap alat ini menyadari alat ini memiliki risiko yang besar untuk menghasilkan loss atau kerugian. Beberapa tindakan manajemen yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan kamera-kamera di dalam alat tersebut sehingga operator kran dapat memastikan bahwa di dalam tangki benar-benar tidak ada orang. Kemudian, apabila teknologi yang lebih canggih dapat diterapkan di sana, maka pada tangki tersebut dapat dipasang sebuah alat pendeteksi di mana apabila di dalam tangki masih terdapat orang atau benda asing, maka ada sebuah lampu yang menyala yang mengindikasikan di dalam tangki tersebut terdapat orang atau benda asing.
    Kemudian apabila telah terjadi kecelakaan, seharusnya dilakukan investigasi kecelakaan, inspeksi, pencatatan serta pelaporan kecelakaan kerja. Tujuan dari kegiatan ini tentu untuk meningkatkan manajemen dari kesehatan, keamanan serta keselamatan pada perusahaan tersebut, menentukan tindakan pencegahan yang tepat serta menurunkan faktor risiko pada kecelakaan tersebut. Namun, sayangnya sikap dari pihak perusahaan yang menutup-nutupi kejadian kecelakaan kerja tersebut dapat menghambat berjalannya investigasi tersebut. Perusahaan tidak akan dapat mengambil pelajaran melalui kecelakaan ini. Ini berarti kecelakaan semacam ini masih memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk kembali terjadi, baik pada perusahaan yang sama maupun pada perusahaan sejenisnya.
    Penyebab Umum faktor kecelakaan kerja:
    a. Faktor manusia, diantaranya kurangnya keterampilan atau pengetahuan tentang industri dan kesalahan penempatan tenaga kerja.
    b. Faktor material atau peralatannya, misalnya bahan yang seharusnya dibuat dari besi dibuat dengan bahan lain yang lebih murah sehingga menyebabkan kecelakaan kerja.
    c. Faktor sumber bahaya, meliputi:
    Perbuatan bahaya, misalnya metode kerja yang salah, sikap kerja yang teledor serta tidak memakai alat pelindung diri.
    Kondisi/keadaan bahaya, misalnya lingkungan kerja yang tidak aman serta pekerjaan yang membahayakan.
    d. Faktor lingkungan kerja yang tidak sehat, misalnya kurangnya cahaya, ventilasi, pergantian udara yang tidak lancar dan suasana yang sumpek.

    Dari beberapa faktor tersebut, saya dapat menyederhanakan faktor penyebab kecelakaan kerja menjadi dua yaitu:
    a. Tindak perbuatan manusia yang tidak memenuhi keselamatan (unsafe human act atau human error).
    b. Keadaan lingkungan yang tidak aman.

    • Berita diatas dikutip dari : http://welcome-taufikhidayat.blogspot.com/2014/05/contoh-kasus-kecelakaan-kerja.html Taufik Blogs
    http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html

    —————————————————————————————————-

    Bedasarkan data dari tugas 1, dapat saya temukan faktor penyebab langsung dan tidak langsung dari kasus kecelakaan kerja tersebut.

    Faktor Penyebab Langsung
    1. Operator crane tidak memperhatikan SOP dan karyawan yang menjadi korban tidak memperhatikan rambu – rambu hazard saat memasuki area kerja.
    2. Tidak berfungsinya rambu – rambu hazard seperti “daerah berbahaya”, atau “daerah wajib APD”
    3. Karyawan saat memasuki tangki tidak mengenakan alat-alat pelindung diri sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja.
    4. Kurangnya pengawasan dari pengawas pabrik
    5. Tidak adanya kamera-kamera di dalam alat atau area tersebut sehingga operator crane tidak dapat memastikan bahwa di dalam tangki benar-benar tidak ada orang atau benda apapun.
    6. Pada tangki tersebut tidak terdapat sebuah alat pendeteksi atau indikator sensor yang fungsinya dapat mendeteksi orang atau benda asing, sehingga dapat mengindikasikan di dalam tangki tersebut terdapat orang atau benda asing saat melalukan aktivitas.

    Faktor Penyebab Tidak Langsung
    1. Kurangnya keterampilan atau pengetahuan tentang industri dan kesalahan penempatan tenaga kerja, sehingga menciptakan kondisi tidak aman.
    2. Kurang efektifnya management pabrik dalam menindak lanjuti kasus kecelakaan kerja, sehingga kejadian serupa dapat terjadi kembali.
    3. Faktor lingkungan kerja yang tidak sehat, diantaranya kurangnya pencahayaan sehingga operator crane memiliki jarak pandang terbatas atau kurangnya ventilasi udara sehingga karyawan sulit berkonsentrasi dalam bekerja.

    Nama : Randy Setiawan
    Klas : B1 / Sore
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1227

  4. Rambut terlilit mesin, buruh pabrik mi tewas dengan luka mengerikan
    Selasa, 3 Maret 2015 16:19

    Merdeka.com – Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.
    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.
    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.
    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.
    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.
    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.
    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.
    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.
    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    ————————————————————————————
    Faktor Penyebab Langsung :
    1. Tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) sehingga rambut korban bisa masuk di mesin penggiling.
    2. Tidak adanya pengaman (Safeguard) pada mesin penggiling yang seharusnya di pasang dan bisa mencegah terjadinya insiden tersebut. Tidak adanya safety sign untuk daerah wajib APD pada pabrik tersebut

    Faktor Penyebab Tidak Langsung :
    1. Untuk tempat bekerja yang yang banyak sumber bahayanya seperti di pabrik ini seharusnya pihak dari perusahaan melakukan pengendalian bahaya atau Hierarchy of Control untuk meminimalisir atau mencegah terjadinya insiden tersebut.
    2. Adanya kelalaian dari korban yaitu seharusnya rambutnya di ikat pada saat di tempat kerja

    Nama : Wira Herlambang
    Kelas : B2-D4K3
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1325

  5. Seorang Pekerja Tewas Tergiling Mixer Pabrik Gula
    Oleh Wagino
    Selasa, 25 Nopember 2008 23:09
    CILACAP, (Cimed) – Seorang pekerja yang tengah memperbaiki mixer di pabrik gula rafinasi PT Dharmapala Usaha Sukses di Komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap tewas akibat kecelakaan kerja dengan kondisi mengenaskan, Selasa (25/11) sekitar pukul 16.15 WIB.
    Nama korban diketahui Sarwin (44), warga Jalan Pepaya RT 06/RW 04, Kelurahan Tambakreja, Cilacap Selatan, bekerja sebagai tukang las di PT Risma Putri Mandiri yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan di pabrik tersebut.
    Menurut keterangan rekan korban, Triyoko, kejadian bermula ketika korban tengah berada di lantai II. Namun ketika sedang melakukan pengelasan di dalam mixer, tiba-tiba tanpa sepengetahuan korban mesin dijalankan untuk ujicoba. Mixer berputar akibatnya korban tergiling hidup-hidup.
    “Saya kebetulan berada di lantai atas, saat itu korban sedang ngelas di dalam mixer. Tiba-tiba salah seorang staf pabrik warga negara India menyalakan mesin. Korban sempat minta tolong, tapi saat saya bersama rekan yang lain turun dan mesin dimatikan korban sudah meninggal,” ujar Triyoko kepada wartawan didepan pintu gerbang pabrik saat hendak pulang.
    Usai kejadian, pihak perusahaan langsung menghubungi aparat Polsek Cilacap Selatan dan keluarga korban. Sekitar pukul 16.55 WIB mobil ambulan yang didatangkan dari Rumah Sakit Santa Maria denan nopol R 1979 HB tiba dilokasi kejadian. Selang lima menit kemudian tim identifikasi dari Polres Cilacap datang.
    Setelah berhasil evakuasi, sekitar pukul 17.15 WIB korban dibawa ke RSUD Cilacap di jenazah untuk diotopsi. Sebelum mobil ambulan keluar, dari pantauan CilacapMedia.com, tampak keluar sebuah mobil Toyota Innova warna krem dengan nopol bernomor B 8989 BN yang berisi beberapa staf pabrik tersebut.
    Sejauh ini pihak pabrik dan kontraktor yang memperkejakan korban belum bisa dimintai keterangan.
    Sumber referensi : http://www.cilacapmedia.com/index.php/rubrik/news/600-seorang-pekerja-tewas-tergiling-mixer-pabrik-gula.html

    —————————————————————-

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB :

    Faktor Penyebab langsung :
    1. terjadi akibat human error karena menyalakan mesin untuk sebagai uji coba
    2. tidak menggunakan APD
    3. kurangnya pengawasan dari pihak pabrik
    4. tidak adanya rambu-rambu atau lampu yang akan menandakan ketika mesin menyala

    Faktor penyebab tidak langsung :
    1. kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pengelasan tersebut
    2. tidak adanya SOP dalam manajement pabrik tersebut

    ————————————————

    Nama : Siti Rahmawati
    NPM: 14.11.106.701501.1283
    Kelas : B2-K3
    Semester : II

  6. 4 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
    Mihardi
    Kamis, 5 Maret 2015 − 06:27 WIB
    Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Jagorawi Km 10 arah TMII. (Ilustrasi/Sindonews)
    JAKARTA – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Jagorawi Km 10 arah Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dalam kecelakaan beruntun itu melibatkan empat kendaraan roda empat.
    “Kecelakaan Jagorawi di Cipayung KM 10 arah TMII beruntun empat kendaraan,” tulis akun Twitter @PTJasamarga, Kamis (5/3/2015).
    Kecelakaan itu hingga kini masih ditangani pihak jasa marga dan kepolisian. “Dalam penanganan petugas Jasa Marga,” tulisnya lagi.
    Sedangkan berdasarkan informasi yang dikutip dari akun resmi TMC Polda Metro Jaya, akibat kecelakaan itu arus lalu lintas mengalami kepadatan.
    “Lalin Tol Jagorawi dari Km 13 padat, imbas kecelakaan di Km 10,” tulis @TMCPoldaMetro.
    sumber : http://metro.sindonews.com/read/972230/31/4-mobil-terlibat-kecelakaan-beruntun-di-tol-jagorawi-1425511617
    ————————————
    FAKTOR PENYEBAB
    1. Faktor penyebab langsung :
    – kurangnya berkonsentrasi atau berhati-hati saat berkendara
    – tingginya kecepatan pada saat berkendara
    2. Faktor penyebab tidak langsung :
    – arus lalu lintas menjadi padat
    – Mengakibatkan kerugian berupa material maupun human itu sendiri
    —————————————
    Nama : Nur Indah Lestari
    NPM : 14.11.106.701501.1305
    Kelas : B2-K3
    Semester : II

    • Sdri Nur Indah Lestari,
      Mengapa terdapat perbedaan antara tugas #1 dengan tugas #2? Tugas #1 anda adalah artikel tentang Kecelakaan Kerja di PT Semen Indonesia Tewaskan Satu Pekerja – detikNews, sedangkan analisis anda tentang 4 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi. Perbaiki kembali posting anda!

    • #Tugas2

      CILEGON (Pos Kota) – Karyawan CV. Mahakarya, subkontraktor di PT PDSU tewas dalam kecelakaan kerja, Kamis (4/4) petang. Korban Maryadi, 19, warga Desa Batu Kuda, Kec. Mancak, Kab. Serang, diketahui tewas terjepit karet conveyor perusahaan rafinasi di Jalan Raya Anyer, Kec. Ciwandan, Kota Cilegon.

      Diperoleh keterangan, peristiwa naas tersebut berawal saat korban yang selesai membersihkan conveyor pada pabrik gula tersebut. Entah bagaimana kejadiannya, tiba-tiba terseret kemudian terjepit karet conveyor. Diketahui, conveyor pabrik gula itu berada pada ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah.

      “Korban tewas di tempat kejadian dengan luka di bagian dada terkena karet conveyor, dan kepala terbentur sehingga mengeluarkan darah karena terseret karet conveyor, lalu terjepit di antara karet conveyor,” terang Kapolsek Ciwandan, Kompol Pipit Subiyanto dikonfirmasi poskotanews.com, Jum’at (5/4).

      Kompol Pipit belum mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut. Kapolsek mengaku masih memeriksa saksi-saksi serta olah tkp untuk mengetahui penyebabnya. “Kami belum dapat memberikan keterangan terkait kepastian sebab-sebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” tegas Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, AKP Firman Hamid.

      Dikatakan kapolsek, untuk melengkapi proses penyidikan, anggotanya langsung membawa mayat korban ke RSUD Serang untuk otopsi. Namun dari pihak keluarga korban menolak dengan alasan kejadian itu merupakan musibah yang harus diterima dengan ikhlas. “Setelah visum, jenazah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kompol Pipit.

      Sumber : http://poskotanews.com/2013/04/05/karyawan-tewas-kecelakaan-kerja-di-cilegon/
      _____________________________________________________________________
      _____________________________________________________________________

      FAKTOR LANGSUNG :
      1. Tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri).
      2. Kurangnya pengawasan dari pihak pabrik.

      FAKTOR TIDAK LANGSUNG :
      1. Kurang Pengetahuan dan Keterampilan dari pengguna dalam membersihkan mesin tersebut.
      2. Tidak ada SOP dalam management pabrik.

      Nama : Deasy Frinelia Pesik
      Kls/Fak/Smster : B1 / D4K3 / 2
      NPM : 14.11.106.701501.1215

  7. #TUGAS 1

    Liputan 6, Purwakarta – Seorang buruh asal Desa Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat tewas mengenaskan akibat terjepit mesin pemintal benang di pabrik tempatnya bekerja, Selasa 14 Oktober kemarin. Keluarga pun tak mampu menyembunyikan kesedihan saat jenazah Aisyah (34) tiba di kediamannya.
    Sepetri ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (15/10/2014), Aisyah mengalami luka parah di bagian kepalanya. Dia tewas setelah kepalanya terjepit mesin pemintal benang di pabrik PT Indopanca Centratex Purwakarta, Jawa Barat.
    Meski kejadian nahas yang menimpa Aisyah murni kecelakaan, namun pihak pabrik justru terkesan menutup-nutupinya dari aparat kepolisian. Berdasarkan laporan warga dan keluarga Aisyah, petugas kepolisian baru olah TKP untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
    “Menurut keterangan dari saksi, korban sedang memintal benang kemudian kerudungnya tertarik ke mesin pemintal. Akhirnya dia tertarik hingga kepalanya masuk ke dalam mesin” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Tri Suhartono.
    Jasad korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat dari Polres Purwakarta, Jawa Barat. (Rmn)

    Sumber : http://news.liputan6.com/
    Nama : Yanuar Mas cahyo
    Semester : II
    Kelas / Jurusan : B1 / D4K3
    Tanggal Kejadian : 15 oktober 2014
    —————————————————————————————————-
    #TUGAS 2

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB :

    Faktor Penyebab langsung :

    1. terjadi akibat human error karena kelalaian atau ketidak hati-hatian pekerja
    2. tidak menggunakan APD yang memadai di lingkungan pabrik
    3. kurangnya pengawasan dari perusahaan
    4. tidak adanya rambu-rambu peringatan tentang penggunaan petunjuk mesin yang benar.

    Faktor penyebab tidak langsung :

    1. kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan mesin tersebut
    2. tidak adanya SOP dalam manajement pabrik tersebut

    Nama : Yanuar Mas Cahyo
    NPM : 14.11.106.701501.1223
    Kelas : B1-D4K3
    Semester : II

  8. #tugas2

    Pipa Pabrik Kimia meledak, 3 Karyawan Diamputasi

    Liputan6.com, Cilegon: Tiga pekerja PT Chandra Asri terpaksa diamputasi di bagian lengan. Niklon Sahwa, Suherwan, dan Endang terluka dalam ledakan di gudang workshop PT Mecitech salah satu subkontraktor PT Chandra Asri yang terjadi tiga pekan silam. Ketiga korban masih dirawat di Rumah Sakit Media Krakatau Steel, Cilegon, Banten, hingga Jumat (10/3) ini.
    Menurut Niklon, ledakan terjadi saat dirinya tengah membersihkan pipa ethylene. Saluran sepanjang enam meter dengan diameter enam milimeter itu dibersihkan dengan cara dipanaskan dan ditiup gas nitrogen. Namun karena nitrogen telah habis, mereka memutuskan memakai gas oksigen. Di luar dugaan, pipa tersebut malah meledak.
    Niklon yang sudah bekerja selama 11 tahun di PT Mecitech pun harus merelakan lengan kirinya dipotong hingga sebatas siku. Meski demikian, seperti disampaikan Hubungan Masyarakat PT Chandra Asri Suhat Miarso, ketiga korban akan tetap dipekerjakan di PT Micitech. Adapun kasus kecelakaan kerja itu kini ditangani Kepolisian setempat.
    Kepala Pengawas Ketenagakerjaan Kota Cilegon Tuti Rindawati menduga ledakan di PT Chandra Asri akibat menyalahi prosedur kerja. Tuti mengaku sudah memeriksa dan melayangkan teguran kepada perusahaan pembuat polymer itu.
    Berdasarkan catatan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Cilegon, terdapat 28 perusahaan kimia murni yang berdiri di kawasan industri berat tersebut. Dalam satu tahun terakhir, terjadi 300 hingga 400 kasus kecelakaan yang mengakibatkan sejumlah pekerja luka-luka, menderita cacat fisik, hingga merenggut nyawa.(TOZ/Ariel Maranoes)

    sumber : http://news.liputan6.com/read/119077/pipa-pabrik-kimia-meledak-tiga-karyawan-diamputasi
    —————————————————————————————————————–
    Analisis Faktor Penyebab :

    Faktor Penyebab Langsung :

    1.Penggantian Dari Gas Nitrogen Ke Gas Oksigen Secara Langsung, Secara Ilmiah Jika Gas Nitrogen Bertemu Dengan Angin (Oksigen) Memungkinkan Terjadinya Ledakan Karena Mungkin Saja Masih Terdapat Sisa Gas Nitrogen Di Dalam Tabung.
    2.Pengambilan Keputusan Oleh Petugas Yang Kurang Pemahamannya Tentang Hubungan Nitrogen Dan Oksigen
    3.Kurangnya Kesiapan Petugas Dalam Menyiapkan Bahan Yang Diperlukan, Sehingga Menyebabkan Kehabisan gas Nitrogen

    Faktor Penyebab Tidak Langsung :

    1.Kurangnya Pengawasasan HSE Di Dalam Pabrik Tersebut
    2.Penerapan SOP Yang Kurang Dipahami Dan Dimengerti

    Nama : Muhammad Adnan
    NPM : 14.11.106.701501.1298
    Kelas : B2 (Sore)

  9. Minggu, 16 November 2014 , 19:55:00
    Lumpur “Lapindo” di Balikpapan Paksa Puluhan Warga Mengungsi

    BALIKPAPAN – Semburan gas disertai lumpur saat mengebor sumur, kembali terjadi di kawasan Balikpapan Timur. Kejadian kali ini di RT 30 Manggar Baru, Balikpapan Timur, tepatnya di samping Masjid Al Ikhlas, Sabtu (15/11) pukul 16.00 Wita.
    Semburan lebih besar dibanding kejadian sebelumnya, mencapai ketinggian sekitar 30 meter, di atas kubah Masjid Al Ikhlas. Akibat semburan itu, satu rumah terendam lumpur, 11 rumah di sekitarnya dikosongkan.
    Kemudian sebanyak 11 KK atau 35 orang dievakuasi menggunakan truk TNI ke penampungan sementara di embarkasi Haji Batakan. Semburan lumpur terus terjadi hingga tengah malam tadi. Di sela semburan lumpur hitam, tercium bau menyengat gas.

    Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan H Heru Bambang SE yang turun ke lokasi mengatakan kejadian tersebut termasuk bencana nasional yang harus diwaspadai. Apabila lumpur terus menyembur, lebih banyak lagi warga yang akan diungsikan. Awalnya, Ketua RT 30 Abdulah bersama 7 warga mengebor sumur untuk memenuhi kebutuhan air kelompok tani.

    Pengeboran sumur bantuan dari Bank Indonesia (BI) atas usulan para petani yang mengalami krisis air saat kemarau. Karena belum ada kepastian lahan, maka Ketua RT 30 Abdulah mencoba berkoordinasi dengan pihak Masjid Al Ikhlas di wilayah sekitar untuk membuatkan sumur. Setelah diijinkan oleh pengurus masjid, Sabtu (15/11) pukul 16.00 Wita, Ketua RT Abdulah dibantu tujuh warga mulai melakukan pengeboran.

    Pengeboran sempat berpindah tempat karena pengeboran pertama tidak menemukan sumber air. Nah, pada pengeboran kedua, muncul semburan. Saat itu, di kedalaman antara 60 meter dan 65 meter para pekerja melepaskan enam buah pipa yang sebelumnya ditancapkan.
    “Setelah keenam pipa tadi dicabut tiba-tiba keluar asap berwarna hitam dan menyemburkan pasir bercampur air,” terang Abdulah di lokasi kejadian.

    Abdulah telah menduga semburan asap hitam bercampur pasir tadi adalah gas, bergegas dirinya memerintahkan para pekerja sumur ntuk segera menjauhi lokasi titik semburan, karena khawatir terjadi kebakaran. Kapolsek Balikpapan Timur AKP Belny Warlansyah sempat meminta keterangan tujuh pekerja sumur terutama mengetahui mengapa semburan gas berwarna hitam bercampur air bisa keluar dari lubang pengeboran sumur.

    “Menurut pengakuan mereka awalnya pengeboran sumur di sebelah kanan masjid. Karena pengeboran tidak bisa tembus, akhirnya pengeboran dipindahkan ke depan mesjid sekiranya di kedalaman 65 meter dengan radius getaran 100 meter. Dari dalam tanah menyemburkan lumpur disertai suara gemuruh,” jelas Belny.
    Akibat semburan lumpur membuat satu rumah warga yang terletak di sebelah pusat semburan, terendam lumpur.
    Untungnya warga sudah sempat dievakuasi. Ratusan anggota TNI Kodam VI/Mulawarman diturunkan ke TKP, mereka membuat tanggul agar lumpur tidak meluas.
    Tak lama kemudian teknisi dari Pertamina dan Total tiba di lokasi melakukan identifikasi jenis dan pusat semburan Wawali Balikpapan H Heru Bambang SE meminta jajaran BPBD terus memonitor penanganan semburan gas bercampur lumpur.

    Wawali juga memerintahkan Kabag Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifili untuk segera membuka tenda penampungan di embarkasi haji Batakan Kelurahan Manggar. Wawali mengatakan, semburan gas masuk dalam kategori bencana nasional, untuk status waspada sambil nanti dilihat perkembangannya.

    “Untuk itu saya meminta kepada warga sekitar terus meningkatkan kewaspadaannya dan dapat segera mengungsi di posko yang disiapkan Pemkot Balikpapan,” terang Heru Bambang.
    Selama semburan gas bercampur lumpur belum berhasil dibendung, maka listrik dipadamkan untuk menghindari pemicu ledakan. Warga terdekat dilarang menyalakan api, merokok dan menyalakan HP.

    Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Lodewyk Pusung juga turun ke TKP. Dia mengatakan jajaran anggota TNI terus melakukan penanganan dengan membuat tanggul. Selain itu pengerjaan harus dilakukan secara tekhnik menggunakan excavator, tidak bisa secara manual.

    Semua drainase di pusat semburan dipenuhi lumpur. Agar lumpur tidak mengering dan menyebabkan banjir meluas maka pihak TNI berupaya melakukan penyemprotan dengan mendorong lumpur dalam saluran drainase agar terbuang ke bantaran laut Manggar.

    Kasdam Brigjen Lodewyk Pusung kembali menegaskan, tim ahli gas yang diturunkan Pertamina masih meneliti kandungan gas.
    “Wilayah sekitar harus steril, hanya ada petugas yang bekerja,” tegas Kasdam.(

    Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/11/16/270180/Lumpur-Lapindo-di-Balikpapan-Paksa-Puluhan-Warga-Mengungsi-

    —————————————————————————————————————–

    Faktor Penyebab Langsung :
    1. Pengeboran yang dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya.
    2. Tidak adanya izin kerja sebelum memulai pekerjaan yang memiliki resiko/bahaya tinggi.
    3. Tidak adanya APD yang digunakan pada saat proses bekerja.
    4. Tidak adanya pengawasan dari orang orang yang profesional pada saat pengeboran.

    Faktor Penyebab Tidak Langsung :
    1. Pengeboran tidak dilakukan oleh orang orang yang berkompeten di bidangnya.
    2. Adanya kelalaian dari warga dalam melakukan pengeboran tersebut.

    NAMA : ANDRIAWAN EVENDY
    KELAS : B2-D4K3
    SEMESTER : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1274

  10. #TUGAS 1
    Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.
    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan,  kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).
    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.
    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang claviculadan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).
    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada  Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit  Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.
    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya. (Pew/Nrm)
    Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2166569/kecelakaan-kerja-kembali-renggut-nyawa-pekerja-freeport
    —————————————————————————————————————–
    Analisis Faktor Penyebab.

    1.Faktor Penyebab langsung, (Direct cause factors),

    1.1. Kurangnya Koordinasi, dari kejadian tersebut dapat dilihat hasil dari kurangnya koordinasi atau human error sehingga menimbulkan suatu insident
    1.2. Posisi Yang salah, seharusnya operator tersebut tidak diperkenankan berada di dekat kendaraan yang sedang menyala sehingga tidak menimbulkan korban apabila kendaraan tersebut bergerak ke arah yang tidak terduga

    2.Faktor Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors)

    2.1. Kurangnya Keterampilan, perlu diadakan training bagi seluruh karyawan demi menunjang produktifitas dan mengurangi insident suatu perusahaan
    2.2. Perlunya Rambu, kurangnya rambu dapat menyebabkan karyawan kurang peka terhadap lingkungan sekitar yang seharusnya di larang melintas di pintu gerbang alat berat
    2.3. Tanggung Jawab Pihak Terkait, dalam hal tersebut perlunya pengawasan langsung terhadap karyawan sehingga kejadian tersebut tidak perlu terjadi.

    Nama : Sesarius Deny Nurcahyo
    NPM : 14.11.106.701501.1282
    Semester : II (Dua)
    Kelas : B2/D4-K3

  11. Pekerja Tewas Terlilit Mesin

    REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA — Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa satu orang korban terjadi di pabrik milik PT Indopanca Centratex, Jatiluhur pada Selasa (14/10).
    Korban bernama Aisyah (34 tahun), warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur dan merupakan karyawan dari perusahaan pemintalan benang tersebut.
    Berdasarkan pengakuan rekan kerja korban, Asep (38), korban sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 11 tahun.
    Asep menceritakan bahwa korban ditemukan sudah terlilit dalam mesin pemintal kurang lebih pada pukul enam pagi.

    Asep mengaku korban saat itu mendapat jatah kerja shift malam yang akan berakhir pada pukul tujuh pagi. Menurut Asep, meski dalam satu mesin ada empat orang yang berjaga biasanya mereka berpencar-pencar. Oleh karena itu, rekan kerja lain tidak mengetahui peristiwa tersebut.
    “Mungkin karena korban mengantuk,” kata Asep ketika menjelaskan penyebab kejadian. Setelah rekan-rekan menemukan korban, kata Asep, mereka langsung mematikan mesin.
    Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta, AKP Tri Suhartanto mengaku pihak kepolisian mendapatkan laporan kejadian dari warga sementara pihak perusahaan sendiri tidak melaporkan kejadian tersebut.
    “Dari hasil laporan, anggota langsung menggelar olah TKP tepatnya di lokasi mesin kerja korban,” kata Tri. Ia mengaku saat ini pihak kepolisian masih menghimpun barang bukti kejadian dan meminta keterangan dari rekan kerja korban.

    Maemunah, salah seorang keluarga korban menuntut tanggung jawab dari pihak perusahaan. Ini karena korban meninggalkan seorang anak yang kini berstatus yatim piatu. “Ya, saya harap perusahaan bisa menanggung seluruh kebutuhan ini,” kata Maemunah.
    Maemunah mengaku pihak keluarga mendapat kabar ketika korban sudah dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Kemudian, mereka langsung menyusul namun nyawa korban sudah tak terselamatkan. “Kami menyayangkan sikap perusahaan karena tidak memberi kabar. Keluarga justru mendapat kabar dari teman-teman almarhum,” kata Maemunah.

    Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/10/14/ndfcmf-pekerja-tewas-terlilit-mesin

    —————————————————————————————————————–

    Berdasarkan hasil analisis saya dari tugas 1, saya dapat temukan faktor penyebab tidak langsung dan faktor penyebab langsung.
    A. PENYEBAB TIDAK LANGSUNG (INDIRECT CAUSE FACTORS)

    1. Faktor Pekerjaan
    Misal: Pekerjaan tidak sesuai dengan tenaga kerja. Pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian di dalamnya. Beban kerja yang tidak sesuai, dll.
    2. Faktor Pribadi (Personal)
    Mental/Kepribadian tenaga kerja tidak sesuai dengan perkerjaan. Konflik, stress, keahlian yang tidak sesuai.
    Psikologis juga sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja.
    Contoh Faktor Psikologis yang dapat mempengaruhi konsentrasi:
    a. Masalah-masalah dirumah yang terbawa ke tempat kerja.
    b. Suasana kerja yang tidak kondusif.
    c. Adanya pertengkaran dengan teman satu pekerjaan.

    B. PENYEBAB LANGSUNG (DIRECT CAUSE FACTORS)

    1. Tindakan tidak aman (Unsafe acts) itu perbuatan berbahaya dari manusia yang dalam beberapa hal dapat dilatar belakangi:
    Contoh:
    • Tidak menggunakan APD.
    • Bekerja tanpa perintah, mengabaikan instruksi kerja.
    • Tidak mengikuti prosedur, peraturan, dan keselamatan kerja.

    2. Kondisi tidak aman (Unsafe Condition) itu keadaan yang akan menyebabkan kecelakaan:
    Contoh:
    • Mesin sudah rusak karena kurangnya perawatan dan tidak diganti.
    • Kondisi peralatan sudah tidak layak
    • Bahan
    • Lingkungan tidak dipasang pengaman (SafeGuard) pada bagian mesin yang berputar, tajam ataupun panas.
    • Tempat kerja yang licin, berceceran oli, barang-barang berserakan, dan berdebu.
    • Pencahayaan yang kurang.

    Nama: Rachmat Kurnia
    MPM: 14.11.106.701501.1226
    Kelas: B1
    Semester: 2

    Noted: Maaf pak, untuk tugas satu saya tidak memposting kemarin, jadi hitungannya saya mengerjakan analisa saja. Terimakasih.

  12. Hasruddin hafid
    6 March 2015 at 12:25
    Jakarta
    Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.
    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).
    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.
    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).
    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.
    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya.
    FAKTOR LANGSUNG.

    1. Terjadi karna adanya humen error karna supir truck tidak melihat org yg ada d belakang mobil
    2. Kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan,

    FAKTOR TAK LANGSUNG.

    1 kurangnya keterampilan dalam megendarai mobil truck,
    2 bisa jadi supir truck mengalami tekanan saat bekerja {stress}

    Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2166569/kecelakaan-kerja-kembali-renggut-nyawa-pekerja-freeport
    Nama Hasruddin hafid
    Kelas B1
    Semester 2
    Npm : 14.11.106.701501.1263

  13. Panen di kebun, Komang Supandi malah tewas kejatuhan durian

    Pepatah dapat ketiban durian runtuh tidak selamanya mendapat rejeki, dalam kenyataannya, pepatah tersebut justru berbanding terbalik. Itulah yang menimpa Komang Supandi (28) warga Bebandem, Karangsem, Bali. Supandi tewas tertimpa durian saat sedang panen di kebun miliknya.

    “Sebelum berangkat pagi-pagi ke kebun, dia (korban) sempat pamitan. Katanya mau dipanen salah satu pohon,” terang Ni Luh Artari (46) saudara korban, Rabu (28/1).

    Namun hingga petang tadi korban belum juga kembali. “Biasanya sore sudah datang, kesehariannya mantau kebun durian. Karena sudah mulai siap panen,” ungkapnya.

    Bersama keluarga lainnya, dia datang ke kebun durian dan mendapati saudaranya terkapar bersimbah darah dengan kondisi kepala pecah. “Ada banyak buah durian di tanah, kemungkinan kejatuhan buah durian,” terangnya di hadapan petugas saat dimintai keterangan di rumah duka, Rabu (28/1) Desa Bebandem, Karangasem.

    Informasi awal, saksi I Komang Kasub dan I Ketut Tapa warga desa setempat yang saat itu hendak mencari jejatuhan durian melihat korban sudah dalam kondisi tewas. Mendapat laporan itu keluarga lalu datang ke kebun durian untuk membuktikan kebenaran korban tewas.

    Anggota Polsek Bebandem yang tiba di TKP beberapa saat setelah menerima laporan langsung melakukan olah TKP termasuk memeriksa korban. “Anggota kami menemukan di sebelah korban ada satu buah duren yang sudah matang berukuran besar berisi bekas darah,” kata Kapolsek Bebandem, AKP Gede Juli.

    Katanya, dugaan sementara korban tewas akibat tertimpa buah durian saat sedang akan panen. Pun demikian, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/panen-di-kebun-komang-supandi-malah-tewas-kejatuhan-durian.html

    —————————————————————————————————————–

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB

    DIRECT CAUSE FACTORS :
    1. Korban tidak menggunakan APD dalam hal ini safety helmet
    2. Pengelola tidak memasang alat pengaman pada pohon agar buah tidak langsung jatuh ke tanah

    INDIRECT CAUSE FACTORS :
    1. Tidak adanya warning signs di area perkebunan
    2. Tidak adanya SOP
    3. Kurangnya pengawasan.

    Nama : Aprilianda
    NPM : 14.11.106.701501.1248
    Semester / Kelas : II / B1

  14. Karyawan PT. Freeport Terjebak Longsor Di Lokasi Penambangan

    Jayapura (15/5) — Dua karyawan PT Freeport yang terjebak longsoran di areal Underground QMS Biggosan Mill 74, pada Selasa (14/5) sekitar Pukul 09.00 Wit kemarin, dinyatakan tewas, yakni atas nama Andarias Msen dan Kenny Wanggai. Dimana dari 40 orang karyawan yang tertimbun longsor, enam orang berhasil ditemukan, namun dua orang dinyatakan tewas, sementara empat orang lainnya selamat dan kini sedang dirawat intensif di rumah sakit setempat.
    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, Didi Agus Prihatno kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (15/5) mengatakan, longsor di areal PT Freeport adalah murni kecelakaan kerja akibat fenomena alam. Longsoran terjadi di fasilitas pelatihan pertambangan bawah tanah PT Freeport, tepatnya mill 74. Akibat adanya kejadian itu, ujar Didi, ada laporan resmi dari PT Freeport, yang isinya adalah sekitar 40 pekerja tambang terjebak didalam areal fasilitas pelatihan tambang bawah tanah di mill 74. Dimana sementara ini sedang dilakukan upaya pencarian dan evakuasi. “Dari 40 orang, enam orang sudah terevakuasi, empat orang dinyatakan hidup dan dua orang lainnya meninggal. Saat ini korban selamat sedang dirawat secara intensif di rumah sakit setempat,” ujarnya.
    Dikatakannya, disaat longsoran ini diatasi, kondisi 34 orang karyawan yang masih terjebak di bawah tanah belum diketahui pasti, karena sampai saat ini masih dilakukan pencarian. “Yang paling tahu adalah manajemen Freeport bukan kami, karena ini adalah kecelakaan kerja, maka menjadi domainnya perusahaan.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatan kerja.html#ixzz2UaJ0rL8E
    http://hafizhamuliani.blogspot.com/2012/03/tugas-saya-kasus-kecelakaan-kerja.html
    Berita SINDO Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo), Poltak Sitanggang
    Aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Haris Balubun

    —————————————————————————————————————–

    Analisis Faktor Penyebab.

    A. Faktor penyebab langsung
    1. Tidak melakukan analisa dan riset terlebih dahulu tentang keadaan alam yang ada di daerah tersebut meliputi cuaca dan keadaan dan kontur tanah di tempat sekitar penambangan.
    2. Bagi penambang haruslah mengikuti instruksi-instruksi untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja
    3. Menggunakan APD seperti menggunakan helm,baju safety,sepatu boot,masker,kacamata dan membawa alat komunikasi yang berguna untuk memberi pekerja tahu pekerja yang berada di atas bila terjadi longsoran
    4. Lingkungan di sekitar lokasi tambang sudah dalam keadaan kritis.

    B. Faktor penyebab tidak langsung
    1. Freeport tidak memiliki jalur evakuasi jika terjadi kecelakaan di fasilitas yang jauh berada di perut bumi
    2. Harusnya para pekerja training itu ditempatkan di lokasi yang risiko kecelakaannya lebih rendah,”

    Nama: IRWANTO
    NPM: 14.11.106.701501.1277
    Kelas: B2_D4K3
    Semester: 2

  15. KECELAKAAN TAMBANG (Fatality, 25 Februari 2014)

    Pada hari Senin tanggal 25 Februari 2014 telah terjadi kecelakaan tambang berakibat mati (fatality) atas nama Ramono dan Agus Setiawan (Karyawan PT Pama Persada Nusantara – Kontraktor PT Kideco Jaya Agung) di daerah Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

    Bermula ketika pada pukul 04.15 WITA di Jalan Iljin Km 6, dimana kondisi jalan menurun, Saudara Ramono yang mengoperasikan unit DT 167 melewati speedbump pada jalur kosongan dengan kecepatan lebih dari 60 km/jam. Karena kehilangan kendali, Saudara Ramono masuk jalur yang berlawanan arah, sedangkan pada arah berlawanan terdapat DT 137 yang dioperasikan oleh Saudara Agus Setiawan. Namun karena kecepatan yang cukup tinggi, Saudara Agus Setiawan tidak sempat menghindar, sehingga terjadi benturan yang sangat keras. Akibatnya, unit DT 137 yang dioperasikan Saudara Agus Setiawan rebah ke kiri serta kabin unit DT 137 dan DT 167 mengalami rusak parah dimana posisi Saudara Ramono dan Saudara Agus Setiawan dalam kondisi terjepit kabin yang rusak. Saudara Ramono (operator DT 167) meninggal di lokasi kejadian karena benturan yang mengakibatkan patah tulang leher dan pendarahan, sedangkan Saudara Agus Setiawan (operator DT 137) meninggal dalam perjalanan menuju klinik yang berjarak 6 km dari lokasi kejadian karena pendarahan dan patah tulang leher.

    Sumber pustaka : https://rochmadngeblog.wordpress.com/tag/kecelakaan-tambang/

    —————————————————————————————————————–

    Analisis Faktor Penyebab.

    Faktor penyebab langsung
    Unsafe condition (kondisi tidak aman)
    1. Kondisi jalan rusak dibagian pinggir
    2. Sppedbump tidak sesuai standart
    3. Tidak ada tanggul media jalan dilokasi kejadian
    4. Pada lokasi kecelakaan, arah sinar lampu unit yang bermuatan menyilaukan operator unit dari arah berlawanan

    Unsafe Action (tindakan tidak aman)
    1. Ramono mengemudi dengan kecepatan melebihi batas rambu kecepatan (60 km/jam)
    2. Saudara pramono menyepelekan rambu rambu sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan
    3. Kecerobohan meninggalkan prosedur kerja dari saudara pramono

    Faktor penyebab tidak langsung
    1. Pekerjaan beresiko tinggi tapi tidak ada pengendalian resiko didalamnya
    2. Kurangnya komitmen dari pengendara tentang keselamatan kerja
    3. Kepribadian pekerja yang ugal ugalan tidak sesuai dengan pekerjaan

    —————————————————————————————————————–
    Nama : Bayu Pramana Putra
    Fakultas : D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1216
    Semester : II
    Kelas : B1

  16. Kecelakaan Kerja Crane Ambruk

    TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah crane dilaporkan ambruk di kawasan perkantoran Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Oktober 2014. Insiden ini menyebabkan dua orang terluka dan beberapa unit sepeda motor rusak.
    Kepala Kepolisian Sektor Metro Setiabudi Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan dua karyawan menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit. Salah satunya dilaporkan terluka karena tertimpa reruntuhan. “Korban dirawat di RS MMC,” ujar Audie. Selain itu, sembilan unit sepeda motor tertimpa crane. (Baca:Mesin Crane Jatuh di D.I. Panjaitan, Macet 2 Km)
    Saat ini crane yang ambruk telah dievakuasi. Polisi masih berada di tempat kejadian untuk mencari penyebab jatuhnya crane. Lokasi kecelakaan berada di belakang Kedutaan Besar Australia. “Kami masih cari penyebabnya,” ujarnya. Crane tersebut dilaporkan jatuh sekitar pukul 11.00 WIB.
    Karyawan yang bekerja di sekitar gedung tersebut, Yanti, 25 tahun, mengatakan crane jatuh tepat diparkiran sepeda motor. “Saya tidak lihat, tapi tahu-tahu orang ramai membicarakan crane menimpa motor.”

    Sumber Berita : http://www.tempo.co/read/news/2014/10/01/214611217/Crane-Ambruk-di-Kuningan-Dua-Orang-Luka

    ============================================================================

    Berdasarkan Informasi Diatas

    Faktor Penyebab Langsung
    1.Operator Crane tidak memperhatikan SOP dengan benar, yg menyebabkan kondisi tidak aman.
    2.Karyawan yg menjadi korban tidak memperhatikan rambu-rambu hazard yg ada.
    3.Beban yg diangkat oleh Crane melebihi batas izin kemampuan (overload).
    4.Pondasi Crane tidak kuat menopang beban.
    5.Umur Crane sudah tua sehingga kekuatan material crane berkurang.
    6.Jadwal operasional Crane yg terlalu dipaksakan.

    Faktor Penyebab Tidak Langsung
    1.Kurangnya pengetahuan & keterampilan Operator Crane, sehingga menyebabkan crane ambruk.
    2.Proyek yg dikebut pengerjaannya sehingga membuat pekerja (operator) Stress.
    3.Faktor lingkungan kerja yg membuat operator crane tidak nyaman, seperti tidak ada ac / kurangnya ventilasi udara.

    Nama : Clhiverro Stevanno Kasonso
    NPM : 14.11.106.701501.1264
    Semester : 2
    Kelas : B1

  17. Kecelakaan Kerja di PT Semen Indonesia Tewaskan Satu Pekerja
    Dion Fajar – detikNews

    Tuban – Kecelakaan kerja terjadi di area tambang batu kapur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Desa Karang Lo, Kecamatan Merakurak, Tuban. Seorang operator alat pengebor batu kapur (quarry drill) bernama Vicky Baktia Hermawan (21) tewas.

    Warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu tewas terjepit alat berat ketika sedang bekerja mengganti oli quarry drill.

    “Korban sedang mengganti oli mesin bor, tiba-tiba ada truk di tanjakan tergelincir ke belakang, lalu menghantam tubuh korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat kepada wartawan, Jumat (20/9/2013).

    “Korban tergencet diantara truk dan alat berat sehingga tewas di lokasi kejadian dengan luka parah pada bagian kepala,” sambungnya saat ditemui detikcom di Mapolres Tuban.

    Truk yang menjadi penyebab utama diketahui sedang dikendarai oleh Salahudin, warga Lasem, Jawa Tengah. Namun belum diketahui secara pasti penyebab bagaimana truk tergelincir sehingga mengakibatkan tewasnya korban.

    “Itu (penyebab tergelincir) yang masih kita dalami. Apakah saat itu posisi truk direm atau sedang diganjal batu,” terang Kasat.

    Pasca kejadian, mayat korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah Rumah Sakit Umum Dokter Koesma Tuban untuk diotopsi. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi.

    Hingga kini polisi masih mendalami penyebab utama kecelakaan kerja tersebut. “Anggota masih di lokasi untuk olah TKP (Tempat Lejadian Perkara),” pungasnya.

    Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Internal dan Media PT SI M. Faiq Niyazi membenarkan adanya kejadian itu. Faiq mengatakan jika korban adalah tenaga outsourcing dari anak perusahaan PT SI yakni PT UTSG.

    “Kasus ini kami tangani dengan baik. Kami menyesalkan adanya peristiwa ini. Kami juga akan beri santunan kepada keluarga korban,” ujar Faiq.

    Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

    (iwd/iwd)
    Sumber : http://news.detik.com/read/2013/09/20/143316/2364767/475/kecelakaan-kerja-di-pt-semen-indonesia-tewaskan-satu-pekerja

    —————————————————————————————————————–

    Faktor penyebab Langsung :
    1. Adanya human error pada saat mengendarai truk
    2. Tidak adanya pemeriksaan terlebih dahulu kepada truk

    Faktor Penyebab tidak langsung :
    1. Kuranngnya memperhatiakan jalur jalan
    2. Kurangnya konsentrasi atau keterampilan dalam berkendara

    Nama : Nur Indah Lestari
    NPM : 14.11.106.701501.1305
    Kelas : B2-K3
    Semester : II

  18. 15 Kecelakaan Lalu Lintas Saat Malam Tahun Baru
    JAN 1202

    BANDUNG – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, meski situasi dan kondisi aman dan terkendali jelang pergantian tahun. Namun ada satu kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu keluarga tewas di Tol Jagorawi. Dan membuatnya prihatin.
    “Kami belum mendapat data rinci nya. Hanya informasinya, di Wisma Tugu, Cisarua, Puncak satu keluarga, ayah, ibu, dan satu anak. Kami prihatin dan turut berduka, 3 orang tewas. Sedan yang mereka tumpangi menabrak truk di Tol Jagorawi KM 30.700 arah Jakarta-Bogor. Jelasnya, nanti kami informasikan kembali,” kata Kapolda yang didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas)Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul usai meninjau pengamanan tahun baru di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (31/12).
    Terpisah, pada perayaan malam tahun baru Sabtu (31/12) di Jawa Barat, Dirlantas Polda Jabar mencatat adanya 15 kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).
    Dari data yang ada, delapan lakalantas tersebut di antaranya terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Garut lima kejadian, dan tiga kejadian di wilayah hukum Kepolisian Resor Purwakarta.
    “Pada perayaan malam tahun baru, terjadi lima kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Polres Garut, dan tiga di Polres Purwakarta. Satu diantaranya meninggal dunia. Yang di tol jagorawi, ternyata ditangani unit PJR Mabes Polri,” kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Bimo Anggoro Seno saat dihubungi lewat telepon, Minggu (1/1).
    Dari 15 kejadian lakalantas tersebut, diketahui ada 19 korban. Dengan perincian, korban meninggal dunia satu orang. Lalu luka berat enam orang, dan luka ringan sebanyak 12 orang.
    Tidak hanya korban luka-luka dan meninggal dunia, namun ada kerugian materi dari lakalantas di dua wilayah tersebut, yaitu sebesar Rp 29.850.000. Pelanggaran yang baru tercatat selama malam tahun baru sekitar 25 pelangaran.
    Sebelumnya, pada perayaan Natal (25/12) lalu, tercatat dua kejadian lakalantas di wilayah hukum Polda Jabar. Dan mengakibatkan tiga korban. Satu korban meninggal dunia, dan, dua orang luka ringan.
    Kerugian materi yang diakibatkan pada lakalantas tersebut Rp 550.000. sementara itu untuk pelanggaran, sebanyak 684 buah. (dic) BANDUNG, TRIBUN — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengungkapkan, meski situasi dan kondisi aman dan terkendali jelang pergantian tahun. Namun ada satu kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan satu keluarga tewas di Tol Jagorawi. Dan membuatnya prihatin.
    “Kami belum mendapat data rinci nya. Hanya informasinya,
    di Wisma Tugu, Cisarua, Puncak satu keluarga, ayah, ibu, dan satu anak. Kami prihatin dan turut berduka, 3 orang tewas. Sedan yang mereka tumpangi menabrak truk di Tol Jagorawi KM 30.700 arah Jakarta-Bogor. Jelasnya, nanti kami informasikan kembali,” kata Kapolda yang didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas)Polda Jabar Komisaris Besar Martinus Sitompul usai meninjau pengamanan tahun baru di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (31/12).
    Terpisah, pada perayaan malam tahun baru Sabtu (31/12) di Jawa Barat, Dirlantas Polda Jabar mencatat adanya 15 kejadian kecalakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).
    Dari data yang ada, delapan lakalantas tersebut diantaranya terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Garut lima kejadian, dan tiga kejadian di wilayah hukum Kepolisian Resor Purwakarta.
    “Pada perayaan malam tahun baru, terjadi lima kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Polres Garut, dan tiga di Polres Purwakarta. Satu diantaranya meninggal dunia. Yang di tol jagorawi, ternyata ditangani unit PJR Mabes Polri,” kata Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Bimo Anggoro Seno saat dihubungi lewat telepon, Minggu (1/1).
    Dari 15 kejadian lakalantas tersebut, diketahui ada 19 korban. Dengan perincian, korban meninggal dunia satu orang. Lalu luka berat enam orang, dan luka ringan sebanyak 12 orang.
    Tidak hanya korban luka-luka dan meninggal dunia, namun ada kerugian materi dari lakalantas di dua wilayah tersebut, yaitu sebesar Rp 29.850.000. Pelanggaran yang baru tercatat selama malam tahun baru sekitar 25 pelangaran.
    Sebelumnya, pada perayaan Natal (25/12) lalu, tercatat dua kejadian lakalantas di wilayah hukum Polda Jabar. Dan mengakibatkan tiga korban. Satu korban meninggal dunia, dan, dua orang luka ringan.
    Kerugian materi yang diakibatkan pada lakalantas tersebut Rp 550.000. sementara itu untuk pelanggaran, sebanyak 684 buah.

    Sumber : http://www.tribunjabar.co.id
    Sumber : http://www.lodaya.web.id/?p=4492

    —————————————————————————————————————–

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB

    Factor penyebab langsung :
    1. Tidak adanya pengawasan atau penertipan lalu lintas oleh pihak kepolisian
    2. Adanya human error yang dimana pada saat berkendara menggunakan kecepatan dari rata-rata

    Faktor penyebab tidak langsung :
    1. Kurangnya penertiban lalu lintas
    2. Arus lalu lintas yang cukup padat dikarenakan tahun baru

    Nama : Aseptiani Tihta
    NPM : 14.11.106.701501.1303
    Kelas : B2-K3
    Semester : II

  19. Rambut terlilit mesin buruh pabrik mi tewas

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik
    .Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno , mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

    —————————————————————————————————————–

    Analisis Faktor Penyebab

    Faktor Penyebab Langsung :
    1. Tidak menggunakan alat pelindung kepala , atau APD yang seharus nya di pakai saat sedang bekerja .
    2. kurang nya pengamanan pada lokasi” pabrik yang harus mewajibkan menggunakan APD .
    3. seharus nya mesin di beri pengamanan yang lebih , contoh nya memberi sensor pada mesin , sehingga mengurangi bahaya saat sedang bekerja .

    Faktor Penyebab Tidak Langsung :
    1.menurut saya pihak pabrik harus memberi sangsi karyawan jika tidak menggunakan APD saat bekerja .
    2. pihak pabrik harus mengopserfasi mesin secara berkala , dan memberi tambahan pengaman pada mesin , sehingga meminimalisir terjadinya insiden.

    Nama : riyan dwi cahya
    Semester : II
    Kelas : B2 /D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1288

  20. ACCIDENT RAMBUT TERSANGKUT DI MESIN

    Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    Sumber :http://www.merdeka.com
    Nama :Candra Dwi Septian

    —————————————————————————————————————–

    Tugas kedua
    Berdasarkan artikel di atas dapat di analisis faktor penyebab langsung & faktor penyebab tidak langsung dari accident tersebut.

    Faktor penyebab langsung
    Unsafe Action/tindakan yang tidak aman dari pekerja yang melakukan pekerjaan di mesin penggilingan dengan membiarkan rambut panjangnya terurai ,dan tidak menggunakan pengaman kepala untuk melindungi kepalanya serta rambutnya.Unsafe Condition/kondisi yang tidak amannya adalah tidak ada PIC pengawas pekerja di pabrik tersebut , tidak adanya SIGN “wajib APD” di area tersebut sehingga membuat para pekerja tidak memahami tentang penggunaan APD.

    Faktor penyebab tidak langsung
    Kurangnya pengetahuan serta keterampilan bekerja yang sesuai dengan prosedur.tidak adanya SOP (Standard Operating Procedur) dalam pekerjaan di area pabrik tersebut,dan tidak adanya sensor pengaman pada mesin tersebut.

    Nama :Candra Dwi Septian
    Kelas :B2
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1275

  21. #TUGAS 1

    BOJONEGORO – Sumur minyak tua W43 di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, yang terbakar pada Selasa (25/11) merupakan sumur peninggalan Belanda yang kini dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan.

    Koperasi itu bekerja sama dengan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu yang menguasai wilayah pertambangan minyak tradisional Kedewan-Malo. Sumur W.43 Kedewan itu di lapangan dikelola kelompok penambang tradisional yang dipimpin Sukarno. Saat itu sedikitnya ada 40 penambang yang terlibat dalam pengeboran minyak mentah di sumur tua tersebut.

    Setelah kejadian kebakaran, kondisi sumur tua itu rusak parah. Asap hitam sisa kebakaran masih menempel di dahan dan pohon sekitar lokasi. Begitu pulapuing-puing sisa kebakaran yang masih berserakan. Untuk sementara, kegiatan pengeboran minyak mentah (lantung) di lokasi sumur itu dihentikan.

    Menurut Legal and Relations PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Yonatha Estya Riyanto, sumur minyak tua yang terbakar itu merupakan sumur lama yang dikelola KUD Sumber Pangan. “Tetapi, apakah sumur itu masih berproduksi atau tidak, saya belum tahu persis,” ujarnya.

    Menurutnya, semua sumur tua di wilayah Kedewan dan Malo dikelola koperasi unit desa. Tetapi, kegiatan pengeboran di lapangan dilakukan sejumlah kelompok penambang minyak tradisional. Sementara itu, produksi minyak mentah dari sumur-sumur minyak tua di Kedewan saat ini totalnya sekitar700barelperhari.

    Produksi minyak mentah itu berasal dari 200 sumur tua yang tersebar di wilayah Kedewan dan Malo. Setiap sumur menghasilkan produksi minyak mentah sekitar 10-30 barel per hari. Sedikitnya ada tiga KUD yang bekerja sama dengan PT Pertamina EP Asset 4 Cepu dalam mengelola sumur minyak tua di Kedewan dan Malo, yaitu KUD Sumber Pangan (SP), KUD Usaha Jaya Bersama (UJB), dan KUD Karya Sejahtera (KS).

    Minyak mentah yang dihasilkan para penambang tradisional itu lalu dibeli Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dan ditampung di Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah. Menurut Kaminto, 38, salah seorang penambang minyak tradisional di Kedewan, kegiatan pengeboran minyak mentah di sumur-sumur minyak tua itu dilakukan secara tradisional dan memakai peralatan sederhana.

    “Setiap sumur tua itu dikelola kelompok yang berjumlah 20-40 orang. Mereka berbagi tugas dalam mengebor dan mengambil lantung (minyak mentah) dari lokasi sumur tua itu,” ujarnya. Sebelumnya sumur minyak tua D02-Kedewan di kawasan Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro mengalami semburan liar (blow out ).

    Sumur minyak tua yang berada di tengah hutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan itu menyemburkan minyak mentah bercampur lumpur, gas, dan air dengan ketinggian hingga 20 meter.

    sumber : http://www.koran-sindo.com/read/929760/151/sumur-minyak-w43-stop-beroperasi-1417068436

    —————————————————————————————————————–

    #TUGAS 2

    Faktor Penyebab Langsung
    1. Kondisi sumur yg sudah tidak layak untuk di gunakan
    2. Hanya memakai perlatan sederhana

    Faktor Penyebab Tidak Langsung
    1. Kurang nya pengawasan dan inpeksi
    2. Kurang trainning terhadapat pekerja

  22. Pekerja pabrik tewas tertimpa pelat almunium

    Merdeka.com – Seorang pemuda tewas secara mengenaskan saat melakukan pekerjaan di PT Incap Altin Utama Jalan Rawa Bali II No 9 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Korban yang bernama Maryato (36), meninggal seketika saat plat alumunium seberat 300 kilogram menimpa dirinya di lokasi kejadian.

    “Korban tewas tertimpa lempengan alumunium yang dikeluarkan dari mobil box saat bekerja,” kata Kasie humas Polsek Jakarta Timur, Iptu Sutrisno, Jumat (29/6).

    Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, kronologi peristiwa itu bermula ketika Maryato hendak menurunkan lempengan alumunium dari mobil Box L 300 untuk bahan produksi pabrik tersebut. Nahas, saat dia membuka pintu belakang mobil seluruh barang yang ada di dalam mobil merosot dan menimpa dirinya. Maryato pun langsung tewas di tempat.

    “Korban mau bongkar muat barang yang ada di mobil, posisi mobil saat itu miring ke belakang. Saat pintu dibuka semua barang pada jatuh dan menimpanya,” terang Sutrisno.

    Marayato tewas dengan luka di bagian kepala. Pihak perusahaan pun belum bisa dimintai keterangan soal kejadian itu.

    “Korban tewas dengan luka di bagian kepala dan tangan kiri patah, sehingga korban meninggal,” ungkapnya.

    Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo untuk dilakukan otopsi

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/pekerja-pabrik-tewas-tertimpa-plat-alumunium.html

    ——————————————————————————————-

    Berikut adalah beberapa faktor penyembab langsung dan tidak langsung dari hasil analisis saya berdasarkan tugas investigasi insiden tugas 1.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG

    1. Kurangnya kesadaran akan penggunaan PPE
    2. Unsafe Action/ tindakan yang kurang aman tidak sesusai dengan prosedure pekerjaan.
    3. Unsafe Condition/ kondisi tidak aman saat penempatan posisi mobil

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG

    1. Kurangnya pengawasan
    2. Kurangnya sistem Administrasi yang berupa SOP
    3. Kurangnya ketrampilan pada stiap pekerja

    Nama : Ariska sanjaya
    NPM : 14.11.106.701501.1239
    Semester : II
    Kelas / Jurusan : B1 / D4K3

  23. Merdeka.com – Seorang buruh bangunan Ketut Naya (60) asal Lingkungan Pendem, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana Jumat (28/11) pukul 14.30 ditemukan tewas terkapar terbujur kaku. Korban tewas karena tersengat aliran listrik saat dia bekerja.
    Informasi yang didapat, saat kejadian korban duduk-duduk bersandar di tiang bangunan yang sedang dalam tahap pengerjaan. Korban duduk menghadap ke utara sambil merokok. Saat itu korban istirahat sebelum melanjutkan renovasi dan perluasan gudang di lahan kebun seorang warga di Pendem, Jembrana. Namun tiba-tiba korban jatuh dan sempat memanggil saksi Ketut Suniantara (40) rekan kerjanya sesama buruh.
    “Saya tidak tahu Pak Naya kena setrum sehingga saya tarik tangannya, malah saya kesetrum, dan saya berusaha lempar kabel arde dengan ban namun tidak bisa,” jelas Suniantara yang mengaku sempat terpental, Jumat (28/11).
    Dari petugas instalatir listrik yang datang ke TKP, menyebutkan bahwa listrik di gudang lama tersebut 4400 VA. Dan ditemukan ada kabel utama listrik yang mengelupas yang duduki oleh korban.
    Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma ketika dihubungi membenarkan bahwa buruh tersebut tewas di tempat akibat sengat listrik.

    Sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/tersengat-listrik-buruh-bangunan-tewas-terkapar.html

    ———————————————————————

    TUGAS KEDUA

    Berdasarkan artikel di atas dapat di analisis faktor penyebab langsung & faktor penyebab tidak langsung dari accident tersebut.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    1. Kabel yang di duduki korban adalah kabel yang terkelupas,karna kabel yang terkelupas terdapat aliran listrik
    2. Pekerja juga kurang perhatian terhadap keselamatan nya karna beristirahat bukan pada tempatnya,
    3. Kurang nya komunikasi terhadap sesama rekan kerja nya

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    1. Tidak ada nya pengamanan dalam bekerja,tidak memperhatikan SOP,kurang nya perhatian terhadap bekerjaan yang di lakukan dan kurang ya housekiping dalam pekerjaan
    2. Pekerja kurang istirahat dalam meakukan pekerjaan

    Nama:Reza Pahlawan
    NPM:14.11.106.701501.1230
    Kelas:B1
    Semester:2

  24. Investigasi Insiden

    Tuban – Kecelakaan kerja terjadi di area tambang batu kapur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Desa Karang Lo, Kecamatan Merakurak, Tuban. Seorang operator alat pengebor batu kapur (quarry drill) bernama Vicky Baktia Hermawan (21) tewas. Warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu tewas terjepit alat berat ketika sedang bekerja mengganti oli quarry drill.

    “Korban sedang mengganti oli mesin bor, tiba-tiba ada truk di tanjakan tergelincir ke belakang, lalu menghantam tubuh korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat kepada wartawan, Jumat (20/9/2013). “Korban tergencet diantara truk dan alat berat sehingga tewas di lokasi kejadian dengan luka parah pada bagian kepala,” sambungnya saat ditemui detikcom di Mapolres Tuban. Truk yang menjadi penyebab utama diketahui sedang dikendarai oleh Salahudin, warga Lasem, Jawa Tengah. Namun belum diketahui secara pasti penyebab bagaimana truk tergelincir sehingga mengakibatkan tewasnya korban.

    “Itu (penyebab tergelincir) yang masih kita dalami. Apakah saat itu posisi truk direm atau sedang diganjal batu,” terang Kasat. Pasca kejadian, mayat korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah Rumah Sakit Umum Dokter Koesma Tuban untuk diotopsi. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi.

    Hingga kini polisi masih mendalami penyebab utama kecelakaan kerja tersebut. “Anggota masih di lokasi untuk olah TKP (Tempat Lejadian Perkara),” pungasnya. Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Internal dan Media PT SI M. Faiq Niyazi membenarkan adanya kejadian itu. Faiq mengatakan jika korban adalah tenaga outsourcing dari anak perusahaan PT SI yakni PT UTSG. “Kasus ini kami tangani dengan baik. Kami menyesalkan adanya peristiwa ini. Kami juga akan beri santunan kepada keluarga korban.

    Sumber : detik.com
    http://m.search.detik.com/index.php?fa=detik.searchresult&query=Kecelakaan+di+tuban&area-id=news&siteid=

    ———————————————————————-

    #TUGAS 2

    Faktor Penyebab langsung :
    1. terjadi akibat human error karena parkir ditempat yg kurang terjamin keamanannya
    2. tidak menggunakan APD
    3. kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan
    4. Tidak ada penyangga untuk menahan beban truk agar tidak tergelincir.

    Faktor penyebab tidak langsung :
    1. Kelalaian pada supir truk yang mengakibatkan truk tergelincir
    2. Kurangnya pengetahuan tentang SOP

    Nama : Rima Fauziah
    Kelas : B1
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1231

  25. Tugas 1

    TUBAN,

    KOMPAS.com — Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung

    Sumber : http://beritaburuhindonesia.com/tag/kecelakaan-kerja/

    ———————————————————————

    Tugas 2

    penyebab langsung :
    – ledakan tabung las
    – debu halus batu bara yang terpercik api

    penyebab tidak langsung :
    – human error

    Nama : Yuni Sahara Safitri
    Kelas : B1
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1260

    • Sdri Yuni Sahara Safitri,
      Masih banyak yang bisa teridentifikasi sebagai penyebab langsung dan tak langsung. Sedangkan human error bukan penyebab tak langsung. Human error masuk faktor penyebab langsung.

  26. Tugas 1

    Merdeka.com

    Dua orang buruh bangunan tewas saat mengerjakan proyek bangunan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tewas setelah tertimpa kaca yang sedang dipasang dua rekannya dilantai atas bangunan yang hendak dibangun hotel tersebut.

    Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 17.00 WITA. Dua orang buruh yang meninggal itu diketahui bernama Rahmadi (37) dan Rahman (30), keduanya warga Banjarmasin.

    Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Andriyadi (31) dan Najarudin (40). Keduanya mengalami luka seperti memar di bagian telapak tangan dan punggung belakang.

    Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja itu. Didik mengatakan kedua buruh itu meninggal dunia pada saat dua rekannya menurunkan kaca di proyek yang rencananya akan dibangun hotel dan kaca tersebut terjatuh mengenai mereka.

    “Keterangan dari saksi korban bekerja atas inisiatif sendiri, selain itu juga korban bekerja di luar jam kerja dan tanpa menggunakan perlengkapan pengamanan diri,” kata Didik di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Minggu (1/2). Seperti dikutip Antara.

    Menurut Didik, saat ini Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Tengah, sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/2-buruh-tewas-tertimpa-kaca-saat-bekerja-di-proyek-pembangunan-hotel.html

    ———————————————————————

    Tugas 2

    Penyebab Langsung :

    – Unsafe Action yaitu penurunan kaca proyek yang terjatuh mengenai mereka.

    Penyebab Tidak Langsung :

    – Faktor Kelelahan yaitu bekerja di luar jam kerja.

    – Human Error yaitu bekerja tanpa menggunakan perlengkapan pengaman diri dan bekerja atas inisiatif sendiri.

    Regard’s
    Nama : DODY RATAMA
    Kelas : B-1
    Semester : II
    NPM : 14.11.106.701501.1261

    • Sdr DODY RATAMA,
      Analisis anda masih perlu diperbaiki kembali. Bekerja tanpa menggunakan APD dan bekerja atas inisiatif sendiri bukan penyebab tak langsung, faktor tersebut masuk katagori faktor penyebab langsung.

  27. Tim gabungan menemukan empat penambang yang terjebak di dalam lubang tambang emas Gunung Rosa di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jabar. Keempatnya tewas diduga karena kekurangan oksigen.
    Setelah sempat mengalami kendala untuk masuk ke dalam lubang yang tergenang air dengan kedalaman 40 meter, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, relawan dan penambang, akhirnya menemukan keempat jasad penambang atas nama Paul, Juman, Encep, dan Wadi.
    Kapolsek Campaka AKP Toha menjelaskan, pihaknya bersama tim dan dibantu puluhan penambang akhirnya berhasil mengevakuasi jasad empat penambang yang dilaporkan terjebak sejak dua hari lalu, Selasa (10/2).
    “Tim sempat menggunakan enam pompa untuk menyedot air dari dalam tambang agar dapat memudahkan proses evakuasi. Hingga tengah malam debit air tidak kunjung berkurang, sehingga kami kesulitan untuk masuk ke bagian dalam tambang,” kata Toha kepada wartawan, Kamis (12/2).
    Menjelang dini hari tadi, debit air mulai berkurang, sehingga tim sedikit leluasa melakukan pencarian dan pertama kali menemukan dua orang dalam kondisi mengambang dan dua orang lainnya dalam posisi tertimbun tanah akibat dinding lubang yang roboh.
    Setelah berhasil dievakuasi, keempat jenazah penambang dibawa ke RSUD Cianjur, selanjutnya dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Sukabumi, guna dikebumikan.
    Terpisah, koordinator penambang Iyus Bagolo mengatakan peristiwa yang merenggut nyawa lima orang penambang itu, merupakan pertama kali terjadi akibat tidak berfungsinya pompa penyedot air yang biasa dipakai penambang untuk mengurangi debit air dari dalam lubang.
    Terjebaknya para penambang itu, diketahui setelah satu orang penambang dengan cara menyelam berhasil selamat keluar dari dalam lubang, dan memberitahukan hal tersebut pada kordinator penambang dan selanjutnya ke pihak berwajib.
    Petugas yang mendapat laporan membentuk tim dan pada hari pertama, Selasa (10/2), berhasil menemukan jasad satu penambang yang dilaporkan hilang atas nama Amud.

    Sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/4-penambang-emas-yang-terjebak-dalam-gunung-rosa-ditemukan-tewas.html
    ———————————————————————

    TUGAS KEDUA
    Berdasarkan artikel di atas dapat di analisis faktor penyebab langsung & faktor penyebab tidak langsung dari accident tersebut.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    1. Penambang tidak menggunakan APD yang seharusnya di gunakan saat bekerja,
    2. Pekerja juga kurang memperhatikan peralatannya masih berfungsi atau tidak
    3. Kondisi atau tempat yang kurang aman

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    1. Kurangnya pengawasan dari perusahaan atau safety saat melakukan pekerjaan
    2. Tidak adanya sistem SOP(Standar Oprasional Prosedur) sebelum melakukan pekerjaan
    3. Perlu memiliki keterampilan atau keahliaan dalam pekerjaan yang memiliki potensi bahaya yang cukup tinggi

    NAMA: ANNISA NURHAYAT TSALATSA
    NPM: ?????
    KELAS: B1
    SEMESTER:2

  28. Tugas 1

    BALIKPAPAN

    Tribunkaltim.co.id

    Kecelakaan kerja terjadi pada dua karyawan kontraktor PT Pertamina di lingkungan kilang minyak Pertamina RU V di Jl Yos Sudarso, Balikpapan, Kamis (7/4/11).

    Budi (23), seorang pekerja outsourcing PT Pertamina RU V dari PT Padiya meninggal duni, sekitar pukul 10.30 pagi tadi. Setelah terjatuh dari lantai 12 di hall reaktor B unit flatforming PT Pertamina RU V. Sementara satu temannya bernama Raymond (25) hanya mengalami luka memar, karena tersangkut di lantai 10.

    Kapolres Balikpapan AKBP A Rafik menyatakan Raymond dan almarhum Budi langsung dibawa ke RS Pertamina Balikpapan, pasca peristiwa naas tersebut. “Raymond kini sedang dalam perawatan intensif di RS Pertamina, sementara almarhum, setelah dilakukan visum, langsung diserahkan pihak Pertamina ke keluarganya di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan,” ungkap Rafik.

    Dari keterangan sementara, Rafik mengatakan, pagi sebelum kejadian, para pekerja termasuk almarhum dan Raymond mengikuti safety briefing. “Mereka bekerja satu unit. Terdiri dari enam orang dan diawasi oleh satu orang supervisor yang bernama Muslimin. Saat bekerja, almarhum Budi dan Raymond berada di lantai 12. Keduanya sedang membuka baut di pojok reaktor. Saat itu, keduanya terpleset dari border reaktor. Kebetulan, bordernya terlepas. Budi langsung tiba di lantai dasar reaktor, sementara Raymond tersangkut di lantai 10,” tutur Rafik.(*)

    Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2011/04/07/kecelakaan-kerja-terjadi-di-kilang-pertamina-balikpapan

    ========================================================================

    Tugas 2

    Penyebab Langsung :

    – Human error saat bekerja
    – Kegagalan Safety, yaitu terjatuh dari tingkat 12

    Penyebab tidak langsung :

    – Keadaan kerja yang tidak aman yaitu terpeleset saat melepas baut

    Nama : Yosef Agus Frianto Gultom
    Kelas B1
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1217

    • Sdr Yosef Agus Frianto Gultom,
      Analisis anda masih perlu diperbaiki lagi, karena masih banyak yang bisa diidentifikasi sebagai faktor penyebab langsung dan tak langsung. Sedangkan “terpeleset karena keadaan kerja tak aman” bukan menjadi faktor penyebab tidak langsung.

          • Revisi
      • Penyebab Langsung :

        – Human error saat bekerja
        – Kegagalan Safety, yaitu terjatuh dari tingkat 12
        – terpeleset saat melepas baut
        – tidak menggunakan APD yaitu body hardness sedangkan pekerjaan memiliki resiko yang tinggi yaitu terjatuh

        penyebab tidak langsung

        – kurangnya pengawasan dari supervisor
        – kurang memahami SOP pekerjaan ketinggian, sehingga bisa menyebabkan terjatuh
        – Faktor kelelehan dari pekerja
        – stress karena tekanan pekerjaan

        Nama : Yosep Agus Frianto Gultom
        Kelas : B1
        Semester : 2
        NPM : 14.11.106.701501.1217

  • Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan Jalan Pluit Timur 1 Nomor 1, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (22/2) sore. Akibatnya seorang tukang bangunan bernama Andri Ansyah, warga Kampung Cirewed RT.001/RW004 Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten, tewas setelah terpeleset dan jatuh dari ketinggian tujuh meter.
    Kapolsek Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, menceritakan rangkaian kejadian itu. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 15.30 WIB. Saat itu, lanjut dia, Andri sedang bekerja membongkar dan memasang atap bangunan.
    “Korban terpeleset sehingga jatuh dari ketinggian sekitar tujuh Meter dan jatuh dengan bagian kepala membentur lantai semen,” Kata Subiantoro.
    Saat itu mandor proyek, Suparman, menyaksikan kejadian itu. Tetapi, nyawa anak buahnya tidak terselamatkan lantaran mengalami luka dalam di kepala.
    “Korban muntah darah hingga meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Atma Jaya,” ujar Subiantoro.
    Menurut Subiantoro, karena kejadian itu polisi langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa jasad korban. Mereka lantas memeriksa saksi-saksi dan meminta melakukan visum buat memastikan penyebab tewasnya Andri.

    Sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/tukang-bangunan-wafat-usai-terjatuh-saat-kerja-proyek-di-pluit.html

    =====================================================================

    TUGAS II
    FAKTOR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

    Faktor Langsung :
    1. Kurangnya kesadaran pekerja untuk menggunkan PPE saat bekerja

    Faktor tidak langsung :
    1. Kurangnya pengawaan dalam melakukan pekerjaan
    2. Kuragnya kesadaran pekerja tentang SOP

    NAMA: Muhammad Syamsul Hadi
    NPM: ????????
    kelas: B1
    Semester 2

    • Sdr Muhammad Syamsul Hadi,
      Analisis anda masih perlu diperbaiki lagi, karena masih banyak yang bisa diidentifikasi sebagai faktor penyebab langsung dan tak langsung, tidak hanya terbatas pada penggunaan PPE (APD), atau pengawasan, dan atau Standard Operating Procedure (SOP).

    • Jangan lupa selalu cantumkan NPM agar memudahkan penilaian.

  • Sebuah ledakan besar terjadi di PT Krakatau Posco, Kota Cilegon, Banten, Senin (15/12). Akibat ledakan yang terjadi satu per satu pekerja pabrik baja tersebut dilarikan ke UGD Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) dengan kondisi luka bakar yang cukup serius.

    Ledakan yang berasal dari pabrik baja patungan PT Krakatau Steel dengan Pohang Iron and Steel Company (Posco) terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Bunyi ledakan yang disertai dengan kabut asap pekat itu bahkan terlihat jelas dan terdengar keras hingga jarak jauh.

    Setelah terjadinya ledakan, Seorang pekerja laki-laki diangkut menggunakan mobil ambulans bernopol A 7010 V, korban dalam keadaan luka bakar cukup serius dan tak sadarkan diri menuju UGD RSKM kota cilegon.

    Korban mengalami luka bakar serius bahkan pakaian yang dikenakan oleh para korban tampak hangus terbakar. Hingga sore ini UGD RSKM, masih tampak sejumlah pegawai dan ekspatriat PT Krakatau Posco yang bolak balik di ruang UGD.

    Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon Rahmatulloh mendatangi UGD RSKM untuk memantau korban ledakan yang terjadi di pabrik baja kerja sama antara Indonesia dan Korea. “Saya ingin memastikan kondisi korban dulu seperti apa,” ujarnya sambil masuk ke ruang UGD RSKM.

    Sementara itu Sementara Corporate Secretary PT Krakatau Posco (KP) Christiawaty Ferania Kaseger membenarkan kejadian tersebut, dan ledakan terjadi di area Steel Making Plant (SMP), proses pengolahan dari besi cair menjadi baja cair. Peristiwa itu berawal pada saat di areal SMP mesin pabrik tengah beroperasi seperti biasanya, yakni melakukan penuangan besi cair.

    “Kejadian berawal pada saat penuangan besi cair dari ladle ke converter, tempat menaruh besi cair yang akan dituangkan ke converter. Biasanya gak apa-apa,” ungkapnya.
    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/pabrik-pt-ks-posco-di-cilegon-meledak-pekerja-terbakar.html

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB :
    Dalam hal ini pekerja/korban tidak dijelaskan di atas,bahwa terlindungi oleh hazard cairan besi, artinya pekerja/korban pada saat itu tidak menggunakan PPE yang sesuai dengan standar keselamatan/jenis pekerjaannya, Dari segi pengawasan HSE lalai/ceroboh, karena membiarkan pekerja, melakukan pekerjaan tersebut, tanpa menggunakan PPE sesuai dengan standar keselamatan/jenis pekerjaannya. Yang mana pada saat itu pekerja sedang melakukan pekerjaan penuangan besi cair dari ladle ke converter, Pekerja/korban kurang teliti, sehingga Accident pun terjadi (Unsafe Action and Unsafe Condition). Pada dasarnya baju pelindung buat kerja dibuat dari kain dengan serat tahan terhadap barah (inherently flame resistant) atau kain nan diberi lapisan kimia(coating) sinkron dengan keperluan perusahaan. Standard yang harus dipenuhi oleh bahan kain pembentuk sarung tangan, pakaian pelindung diri di antaranya ialah ASTM D3806-1979 (ketahanan terhadap api), ASTM F 903-04 (ketahanan terhadap penetrasi cairan), NFPA 2112 (ketahanan terhadap api), dan ASTM F-1506 (ketahanan terhadap genre listrik). Berkaitan dengan api, dikenal dua macam bahan, yaitu bahan yang tak terbakar selama beberapa waktu ketika terkena barah (setelah jangka waktu eksklusif akan terbakar) atau dikenal dengan istilah flame resistant clothing dan bahan yang bisa memadamkan barah jika terkena percikan barah atau flame retardant clothing . Serta kelengkapan PPE lainya seperti, Safety Helmet, Safety Glasses, Face shield, Respirator, Safety Shoes. Sesuai dengan Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal3.

    1. Faktor Penyebab Langsung
    – Tidak adanya pengawasan dari pihak HSE
    – Tidak melakukan Inspeksi Hazard di area kerja
    – Tidak adanya Implementasi SOP kerja
    – Tidak melakukan Inspeksi peralatan kerja secara continue
    – PPE yang digunakan tidak standar keselamatan
    – Tidak mematuhui rambu-rambu di tempat kerja
    – Unsafe Action dan Unsafe Condition
    2. Penyebab tidak langsung
    – Jam kerja yang terlalu lama (Stress).
    – Pekerja kurang terampil dibidangnya
    – Pekerja tidak ditraining
    – Dari segi faktor lingkungan kerja yang tidak memadai,dan kurangnya pencahayaan di area kerja.

    Nama : Eliyadi
    Kelas : B1
    Semester : II
    NPM : 14.11.106.701501.1225

  • Tugas 1

    TUBAN,

    KOMPAS.com — Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung

    Sumber : http://beritaburuhindonesia.com/tag/kecelakaan-kerja/

    ———————————————————————

    Tugas 2

    penyebab langsung :
    – pekerja tidak menggunakan APD yang dapat menyelamatkan mereka dari luka bakar
    – Pekerja lalai dalam memperhatikan lingkungan sekitar yang aman (safe condition)

    penyebab tidak langsung :
    – kurangnya pengawasan terhadap kualitas tabung las
    – kurangnya maintenance (perawatan) terhadap ruang kerja

    Nama : Yuni Sahara Safitri
    Kelas : B1
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1260

  • Dua orang buruh bangunan tewas saat mengerjakan proyek bangunan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tewas setelah tertimpa kaca yang sedang dipasang dua rekannya dilantai atas bangunan yang hendak dibangun hotel tersebut.
    Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 17.00 WITA. Dua orang buruh yang meninggal itu diketahui bernama Rahmadi (37) dan Rahman (30), keduanya warga Banjarmasin.
    Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Andriyadi (31) dan Najarudin (40). Keduanya mengalami luka seperti memar di bagian telapak tangan dan punggung belakang.
    Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja itu. Didik mengatakan kedua buruh itu meninggal dunia pada saat dua rekannya menurunkan kaca di proyek yang rencananya akan dibangun hotel dan kaca tersebut terjatuh mengenai mereka.
    “Keterangan dari saksi korban bekerja atas inisiatif sendiri, selain itu juga korban bekerja di luar jam kerja dan tanpa menggunakan perlengkapan pengamanan diri,” kata Didik di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Minggu (1/2). Seperti dikutip Antara.
    Menurut Didik, saat ini Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Tengah, sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/2-buruh-tewas-tertimpa-kaca-saat-bekerja-di-proyek-pembangunan-hotel.html

    ===========================================================================================

    TUGAS KEDUA
    Berdasarkan artikel di atas dapat di analisis faktor penyebab langsung & faktor penyebab tidak langsung dari accident tersebut.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    1. Pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri(APD) saat pekerjaan di mulai
    2. Kecelakaan tersebut juga kesalahan dari faktor manusia itu sendiri karena bekerja buka saat jam kerja
    3. Kurang kordinasi terhadap rekan kerja

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    1. Pekerjan melakukan pekerjaan terlalu terburu buru, terlalu memporsir tenaga saat bekerja sehingga bisa mencelakakan teman kerja itu sendiri
    2. Kurang fokus terhadap pekerjaan itu sendiri
    3. Tidak mengikuti peraturan yang sudah di tentukan olah perusahaan itu

    Nama:Siti halimatus soleha
    NPM: ????????????????
    Kelas:B1 D4K3
    Semester:2

  • Tugas 1

    Tuban

    Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung.

    Serbuk halus batubara itu memunculkan letupan dan menimbulkan semacam jilatan api mengenai tubuh mereka. Sudah dilakukan penyiraman air untuk menghentikan panas yang terjadi. Menurut Agung, pekerja sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur dan tidak terjadi kerusakan alat.

    ”Kami masih menunggu hasil penyelidikan tim investigasi setelah insiden terjadi,” tuturnya.

    Kepala Biro Humas PT Semen Indonesia Harry Subagyo menyatakan, PT Semen Indonesia menanggung semua biaya pengobatan enam korban, yakni Sriyono (40), Jaswarni (40), Dawan (30), Drajat Prayogi (28), Kayin, dan Darmuji.

    Perusahaan juga menyantuni keluarga dari korban meninggal, Cipto Joyo (22). Korban dirujuk ke Rumah Sakit Semen Gresik setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Medika Mulia dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Koesma Tuban. Tujuannya agar penanganan lebih intensif.

    Kepolisian Resor Tuban telah melakukan olah tempat kejadian pekara, Rabu (24/7/2013), di ruang penyimpanan batubara (cool bin) kawasan pabrik Tuban IV Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Tuban. Semua bahan masih diselidiki oleh tim laboratorium Forensik.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan, para korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih tergolek di rumah sakit. Kejadian siang hari saat ada pergantian alat.

    ”Belum diketahui penyebab semburan api itu. Namun, ada kemungkinan bahwa ada percikan api di lokasi itu,” kata Wahyu.

    Sumber : http://beritaburuhindonesia.com/2013/07/25/tujuh-orang-terbakar-di-ruang-penyimpanan-batubara/#more-1755

    ==========================================================================================

    Tugas 2

    Penyebab langsung :
    – Ledakan tabung las
    -debu batubara halus masuk ke ruangan yang tidak memiliki ventilasi

    Penyebab tidak langsung :
    – Stres dalam bekerja
    – Kelelahan

    Nama : Ade priyatna
    Kelas : B1
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1236

    • Sdr Ade Priyatna,
      Masih banyak yang bisa anda identifikasi menjadi faktor penyebab langsung dan faktor penyebab tak langsung, tidak hanya terbatas pada ledakan tabung las, debu batubara, ruangan yang tidak memiliki ventilasi, stres bekerja, atau kelelahan.

  • Kecelakaan Kerja, Freeport Hentikan Sementara Aktivitas di Tambang Grasberg
    Sabtu, 27 September 2014 | 13:27

    Jakarta – Insiden kembali terjadi di wilayah tambang PT Freeport Indonesia. Dilaporkan, empat korban meninggal dunia dan lima korban lainnya masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tembagapura.
    Peristiwa tersebut mengakibatkan aktivitas di tambang terbuka Grasberg dihentikan sementara untuk proses investigasi.
    Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia Daisy Primayanti menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.24 WIT. Insiden itu melibatkan satu unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi dan satu unit Haul Truck.
    “Kecelakaan terjadi di jalan tambang terbuka Grasberg. Setelah insiden terjadi, tim tanggap darurat Grasberg Mine Rescue segera diterjunkan untuk memberikan pertolongan dan melakukan proses evakuasi,” kata Daisy dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (27/9).
    Dia melanjutkan, kendaraan ringan jenis Toyota itu berisi delapan orang penumpang dan satu sopir. Sedangkan, Haul Truck dengan nomor HT#220-CAT785 dikendarai oleh satu orang operator.
    Dari sembilan orang yang ada di kendaraan ringan, sebanyak lima pekerja yang selamat dievakuasi ke Rumah Sakit Tembagapura. Namun, empat orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
    “Keselamatan kerja merupakan prioritas utama kami. Untuk itu, aktivitas di tambang terbuka Grasberg saat ini dihentikan sementara untuk kegiatan konsolidasi dan proses investigasi,” ujarnya.
    Freeport Indonesia telah melaporkan insiden ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
    Pihaknya juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
    “Doa kami menyertai almarhum yang telah menjadi bagian Keluarga Besar PTFI dan keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
    Insiden sebelumnya terjadi di area West Muck Bay di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada 12 September lalu.
    Ground failure di area West Muck Bay menyebabkan reruntuhan material yang terdiri dari bebatuan dan tanah. Sebagian badan dari alat jumbo drill yang berada di lokasi kejadian juga turut tertimbun material yang berjatuhan.
    Ketika peristiwa terjadi, terdapat dua pekerja yang berada di lokasi itu, yakni operator bernama Brad Skinner, dan operator tambang bernama Boby Hermawan.
    Brad berhasil menyelamatkan diri, Boby meninggal dunia tertimbun material yang berjatuhan.

    Rangga Prakoso/FIR

    Sumber : http://m.beritasatu.com/ekonomi/213181-kecelakaan-kerja-freeport-hentikan-sementara-aktivitas-di-tambang-grasberg.html

    ==========================================================

    Insiden haul truck Dan Mobil toyota

    -Factor penyebab langsung
    1.Human error, pengemudi dari haul Truk dan mobil toyota lalai dalam mengemudikan kendaraan masing-masing
    2.tidak dipasangnya bendera pada mobil toyota sehingga pengemudi haul truck tidak dapat melihat bahwa mobil toyota sedang melintas.

    Faktor penyebab tidak langsung:
    – kurangnya pengawasan dari pihak Grasberg Mine Rescue
    – tidak dipasangnya SIGN bahwa haul truck sedang beroperasi .

    Nama: Reni. Anggreini
    NPM: 14.11.106.701501.1307
    Kelas: B2
    Semester: 2

    • Sdri Reni Anggreini,
      Faktor penyebab langsung dan tak langsung sebenarnya sudah diterbitkan oleh PT Freeport Indonesia secara internal.

      • maksudnya pak? faktor penyebab langsung dan tidak langsung terdapat di artikel atau tugas 2 yang saya posting salah?

      • Akan didiskusikan lebih lanjut saat perkuliahan investigasi insiden pada pertemuan berikutnya.

  • Tugas 1

    Merdeka.com

    Dua orang buruh bangunan tewas saat mengerjakan proyek bangunan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tewas setelah tertimpa kaca yang sedang dipasang dua rekannya dilantai atas bangunan yang hendak dibangun hotel tersebut.

    Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 17.00 WITA. Dua orang buruh yang meninggal itu diketahui bernama Rahmadi (37) dan Rahman (30), keduanya warga Banjarmasin.

    Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Andriyadi (31) dan Najarudin (40). Keduanya mengalami luka seperti memar di bagian telapak tangan dan punggung belakang.

    Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja itu. Didik mengatakan kedua buruh itu meninggal dunia pada saat dua rekannya menurunkan kaca di proyek yang rencananya akan dibangun hotel dan kaca tersebut terjatuh mengenai mereka.

    “Keterangan dari saksi korban bekerja atas inisiatif sendiri, selain itu juga korban bekerja di luar jam kerja dan tanpa menggunakan perlengkapan pengamanan diri,” kata Didik di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Minggu (1/2). Seperti dikutip Antara.

    Menurut Didik, saat ini Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Tengah, sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/2-buruh-tewas-tertimpa-kaca-saat-bekerja-di-proyek-pembangunan-hotel.html

    ———————————————————————

    Tugas 2

    Penyebab Langsung :

    – Kurang memperhatikan kop kaca terpasang pada kaca, apakah sudah benar atau tidak
    _ Pada kaca tersebut terdapat air sehingga menyebabkan kaca terjatuh
    – Tidak ada Inspeksi peralatan kerja
    _ Tidak menggunakan APD , Full body harnes, Safety helmet
    – Unsafe Action and Unsafe Condition.
    – Tidak menjalankan prosedur kerja
    – Miss comunication ke pekerja yang berada dibawahnya
    – Human Error
    – tali pengikat kop kaca kurang kuat

    Penyebab Tidak Langsung :

    – Faktor Kelelahan yaitu bekerja di luar jam kerja.

    – Faktor lingkungan kerja

    Regard’s
    Nama : DODY RATAMA
    Kelas : B-1
    Semester : II
    NPM : 14.11.106.701501.1261

  • Liputan6.com, Purwakarta – Seorang buruh asal Desa Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat tewas mengenaskan akibat terjepit mesin pemintal benang di pabrik tempatnya bekerja, Selasa 14 Oktober kemarin. Keluarga pun tak mampu menyembunyikan kesedihan saat jenazah Aisyah (34) tiba di kediamannya.

    Sepetri ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (15/10/2014), Aisyah mengalami luka parah di bagian kepalanya. Dia tewas setelah kepalanya terjepit mesin pemintal benang di pabrik PT Indopanca Centratex Purwakarta, Jawa Barat.

    Meski kejadian nahas yang menimpa Aisyah murni kecelakaan, namun pihak pabrik justru terkesan menutup-nutupinya dari aparat kepolisian. Berdasarkan laporan warga dan keluarga Aisyah, petugas kepolisian baru olah TKP untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

    “Menurut keterangan dari saksi, korban sedang memintal benang kemudian kerudungnya tertarik ke mesin pemintal. Akhirnya dia tertarik hingga kepalanya masuk ke dalam mesin” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Tri Suhartono.

    Jasad korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat dari Polres Purwakarta, Jawa Barat. Sumber: http://m.liputan6.com/news/read/2119195/buruh-di-purwakarta-tewas-akibat-kepalanya-terjepit-mesin

    Nama: Irfan Rizqoni
    Kelas: B-2
    Semester: 2

    ==========================================================

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB :

    Faktor Penyebab langsung
    1.tidak menggunakan APD. Yang sudah di siapkan
    2. kurangnya pengawasan dari pihak pabrik.

    – Faktor penyebab tidak langsung :
    1. kurangnya pengetahuan dalam bekerja. Sehingga mengakibabtkan insiden yang fatal
    2. tidak tau nya karywan tentang SOP dalam mengoprasikan mesin tersebut

    Nama: Irfan Rizqoni
    Kelas: B-2
    Semester: 2
    NPM: 14.11.106.701501.1287

    • RAMBUT TERLILIT MESIN, BURUH PABRIK MI TEWAS DENGAN LUKA MENGERIKAN

      Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.
      Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.
      “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.
      Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.
      Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.
      “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.
      Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.
      Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
      Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

      Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

      ===================================================

      Faktor penyebab langsung
      1.Tidak adanya perlindungan terhadap mesin,yang menyebabkan anggota tubuh bisa masuk kedalam mesin
      2.tidak menggunakan APD penutup kepala ( helm)
      3.seharusnya terpasang tombol emergency pada mesin
      4.perlu diperiksa juga apakah ada SOP di perusahaan tersebut

      Faktor penyebab tidak langsung
      1.perlu di periksa apakah korban dalam keadaan sehat dalam bekerja
      2.masalah dalam keluarga bisa menjadi faktor kecelakaan
      3.mengantuk bisa juga menjadi faktor sehingga korban tidak berkonsentrasi dalam bekerja

      —–> Point 1 dan 3 Bukan faktor penyebab tidak langsung.

      nama: mohammad suryanto
      npm : 14 11 106 701501 1249
      kls :B1
      semester: 2

  • Polisi nyatakan insiden di PKT kecelakaan kerja
    Samarinda (ANTARA News) – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menyatakan bahwa insiden robohnya tiang penyangga konveyor di areal PT Pupuk Kaltim, Kota Bontang, yang menyebabkan tujuh orang terluka merupakan kecelakaan kerja.
    “Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa saksi, kami memastikan insiden tersebut merupakan murni kecelakaan kerja,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi Antonius Wisnu Sutirta, Sabtu.
    Insiden pada Jumat (16/9) siang sekitar pukul 14.35 WITA menyebabkan tujuh orang terluka, diantaranya Amaruddin (55) mengalami luka pelipis kanan dan kiri, Ardiansyah (30) mengalami luka paha kiri, Rinding Allo (30) menderita luka memar pada punggung, Arsyad (57) menderita luka pada tangan kanan serta serta Didi Wahyudin (34) menderita luka pada kaki kanan.
    “Korban saat ini masih mendapat perawatan intensif di Rumah sakit PKT. Hanya lima orang yang menderita luka sementara dua lainnya hanya mengalami shock,” kata Antonius Wisnu Sutirta.
    Namun demikian, polisi masih terus menyelidiki insiden tersebut.
    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden robohnya tiang penyangga konveyor itu berlangsung pada proyek pembangunan boiler batu bara di kawasan Tanjung Harapan.
    Sebelum peristiwa terjadi, tujuh pekerja tersebut berada pada tiang konveyor setinggi 39 meter untuk menyambung rangka konveyor.
    Tiba-tiba, tiang konveyor tersebut roboh, menyebabkan ketujuh pekerja ikut terjatuh.
    Beruntung, ketujuh pekerja tersebut menggunakan tali pengaman sehingga mereka sempat tergantung dan terayun, sebelum akhirnya diselamatkan dan segera dilarikan ke rumah sakit PKT untuk mendapatkan pertolongan medis.
    Pembangunan boiler batu bara di Tanjung Harapan tersebut sebagai pendukung pabrik Kaltim V PT PKT dan ditargetkan selesai pada 2012.

    refrensi : http://www.antaranews.com/berita/276001/polisi-nyatakan-insiden-di-pkt-kecelakaan-kerja

    ==========================================================

    • Faktor Penyebab langsung, (Direct cause factors) :
    1. tiang konveyor yang tidak layak pakai
    2. kurangnya pengawasan pada saat proses pembangunan

    • Faktor Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors)
    1. peralatan dan standar kerja yang kurang

    Nama : Muhammad Rendy Januar
    kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)
    NPM : 14.11.106.701501.1273

    • Sdr Muhammad Rendy Januar
      Masih banyak yang bisa teridentifikasi menjadi faktor penyebab tak langsung, bukan hanya masalah peralatan dan standar kerja yang kurang saja.

  • Tambang batu bara Malaysia meledak, 1 WNI tewas

    Merdeka.com – Ledakan tambang batu bara yang terjadi di Kota Sri Aman, sekitar 130 kilometer dari Kuching, Malaysia, menewaskan tiga orang pekerja termasuk seorang warga negara Indonesia. Selebihnya, 29 pekerja lainnya terluka akibat ledakan tersebut.

    Kepolisian setempat mengidentifikasi ketiga korban tewas, semuanya pekerja asing. Mereka adalah Pang Chung Hyok (29) asal Korea Utara, Tun Tun Win (36) asal Myanmar, dan Kardianto (38) asal Indonesia
    Kepala Kepolisian Sri Aman, DSP Mat Jusoh Mohamad mengatakan ketiga orang ini meninggal usai adanya kegagalan pada kipas dan mengakibatkan arus pendek yang mengeluarkan percikan api dan membakar gas yang berkumpul di terowongan sehingga terjadi ledakan sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Hal ini dilansir dari surat kabar Malaysia Today, Senin (24/11).

    “Mereka berada di dalam terowongan sepanjang 69 meter ini,” ujarnya.

    Dari korban cedera lainnya, disebutkan sembilan orang asal Indonesia, enam orang Myanmar, lima orang dari China, dua orang Bangladesh, dan tujuh dari Korea Utara.

    Mat Jusoh juga mengatakan 25 orang yang terluka parah sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sarawak sedangkan empat yang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Sri Aman.

    Tambang tersebut sudah beroperasi sekitar delapan tahun. Tercatat ada 119 orang yang bekerja di tambang itu dan kebanyakan adalah orang asing.

    ==========================================================

    TUGAS 2 :

    * FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG ;
    – kegagalan pada kipas dan mengakibatkan arus pendek
    – Kelalaian pada penambang yang mengakibatkan ledakan
    – lingkungan atau tempat yang kurang aman

    * FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG ;
    – Kurangnya pengawasan dari perusahaan atau safety
    – Human eror

    Nama : Adi Gunawan
    Kelas : B2
    Semester : 2
    Jurusan : D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1437

  • ABK TB Alken Patriot tewas tergencet kapal

    Merdeka.com – Nahas menimpa seorang anak buah kapal (ABK) TB Alken Patriot, Selasa (3/7) siang. ABK yang diketahui bernama Mohbir, asal Desa Leben, Banjaran, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tewas di Dermaga Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

    Tubuh pria 30 tahun itu tergencet di antara dua kapal yang sandar di Dermaga Mirah. Mohbir adalah juru mudi TB Alken Patriot, terang Kasubag Humas Syahbandar Kelas Utama Tanjung Perak, Marzuki.

    Informasi yang diterima pihak Syahbandar, korban terpeleset dan jatuh ke laut saat hendak turun dari kapal TB Alken Patriot. Sialnya lagi, tubuhnya digencet kapal KM Lintas Damai I, yang kebetulan waktu itu posisinya juga berdekatan dengan TB Alken Patriot di kolam Dermaga Mirah.

    Jadi posisi korban tergencet di antara kapal TB Alken Patriot dan KM Lintas Damai I, terang Marzuki lagi.

    Kepala Mohbir mengalami luka parah dan tak lama kemudian dia meninggal dunia. Siang tadi, jenazah korban sempat dievakuasi ke kantor
    Syahbandar. Tadi, di kantor Syahbandar juga ada penyidik dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Dit Polair Polda Jatim untuk melakukan pengecekan terhadap jasad korban,” kata dia.

    Selanjutnya, dari kantor Syahbandar, korban diangkut dengan ambulans menuju Rumah Sakit (RS) Pelabuhan PHC dan kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk dilakukan otopsi.

    Informasinya, saat ini pihak kepolisian Tanjung Perak sedang menindaklanjuti kasus kecelakaan kerja tersebut. Apakah murni kecelakaan atau ada penyebab lain.

    “Untuk kecelakaan di laut, baik pihak Syahbandar maupun kepolisian setempat, berhak turun tangan untuk melakukan penyelidikan,” lanjut Marzuki menerangkan.

    Referensi : http://www.merdeka.com/peristiwa/abk-tb-alken-patriot-tewas-tergencet-kapal.html

    ===========================================================

    Penyebab langsung :
    1. tidak adanya pembatas antara penumpang dengan dermaga pelabuhan tanjung perak
    2. kurangnya pengawasan dari pihak syahbandar dan pihak pelabuhan tanjung perak

    penyebab tidak langsung :
    1. ABK tidak berkosentrasi dan fokus sehingga terpeleset saat turun dari TB

    Nama : Anugerah Taufiq
    Kelas : B-2
    Semester : 2 (dua)

  • #Tugas2

    indosiar.com, Bandung – (Selasa : 18/06/2013) Saeful Rahmat, pekerja bangunan berusia 34 tahun, tewas seketika tertimpa tiang besi pemancang mesin bor air yang tiba-tiba roboh, di kawasan proyek perumahan di daerah Lengkong. Korban mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki.

    Menurut Yogi, kecelakaan kerja ini terjadi saat para buruh tengah mengebor air di proyek rumah mewah. Korban sedang memanjat tiang besi pemancang sepanjang lima meter, untuk memasang mesin bor air. Namun tiang pancang ternyata tidak kuat dan roboh. Korban tertimpa tiang besi dan tewas di tempat kejadian. Yogi selamat, karena sempat meloncat sebelum tiang jatuh.

    Polisi yang melakukan olah TKP menduga, robohnya tiang pancang akibat pondasi atau penyangga tiang, yang tidak kuat menahan beban berat.

    Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, untuk diotopsi. Sementara sejumlah saksi, termasuk pemilik rumah, dan pengawas proyek bangunan, telah dimintai keterangan oleh polisi. (Mohamad Abas/Sup)

    http://www.indosiar.com/patroli/pekerja-tewas-tertimpa-tiang-besi_107488.html

    ===========================================================

    Analisa Faktor Penyebab :

    1. Penyebab langsung :
    – Pekerja meninggalkan prosedur kerja.
    – Tidak menggunakan APD.
    – Tidak mematuhi rambu-rambu di tempat kerja.
    – Tidak melaporkan adanya kerusakan pada alat / sudah tak layak pakai.

    2. Penyebab tidak langsung :
    – Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian { hierarcy of control }
    – Beban kerja yang tidak sesuai.
    – Mental / kepribadian tenaga kerja tidak sesuai dengan pekerjaan, konflik, stress dan keahlian tidak sesuai.

    Nama : NIKITA CLAUDY SEPNADIA RAZAK
    NPM : 14.11.106.701501.1278
    Kelas/Semester : B2/ II
     
    Pekerja Tewas Tertimpa Tiang Besi

  • Kematian Dua ABK Diselidiki
    11 Kru Tanker MT Paluh Tabuan Diperiksa

    TRAGIS: Korban tewas masih disimpan di lemari pendingin kamar mayat RSKD Balikpapan.
    ________________________________________
    BALIKPAPAN-Niat pihak kapal tanker MT Paluh Tabuan untuk menyelesaikan kasus kematian dua anak buah kapal (ABK) Septian Dwi Putra (20) dan Yacob Tomaria (54) secara cepat, gagal. Peristiwa maut Selasa (30/12) dini hari sekira pukul 01.00 Wita, justru bergulir ke kepolisian. Saat ini, kecelakaan kerja yang menewaskan 2 ABK sedang dalam penyelidikan polisi Polres Balikpapan.

    Fokus polisi adalah menelesik penyebab kematian Septian Dwi Putra dan Yacop Tomaria. Polisi juga menyelidiki fasilitas keamanan pekerja di kapal tanker PT Paluh Tabuan yang disewa Pertamina untuk mengangkut limbah minyak. “Kami memeriksa 11 kru kapal tanker. Mereka rekan kerja korban mengetahui kejadian naas yang merenggut nyawa kedua kru kapal.

    Bahkan 11 ABK itu membantu mengevakuasi korban saat kritis dari kapal menuju Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB),” ujar Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Damus Asa kepada Balikpapan Pos, Rabu (31/12) kemarin. Dari dugaan sementara, di dalam tangki kapal terdapat sisa gas yang belum dibuang. Pada saat kejadian korban sedang melakukan pembersihan tangki muatan BBM yang awalnya berisi premium untuk diisi solar.

    Dari hasil penyelidikan sementara diketahui para korban setiap harinya bekerja membersihkan tangki kapal MT Paluh Tabuan. “Belum kami ketahui kenapa masih ada sisa gas di dalam tangki sehingga mereka keracunan, sebenarnya yang masuk awalnya ada 3 orang, yang lain ngontrol dari atas, yang satu ikut ke dalam membantu selamatkan korban, tapi dia lemas juga dan dua orang pertama masuk tidak dapat diselamatkan,” paparnya.

    Kepolisian juga melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari 3 orang lainnya. Kemudian mengamankan sejumlah barang bukti, misalnya alat-alat yang dipergunakan korban seperti safety, pakaian, dan sejumlah bentuk SOP yang ada di kapal. “Saat ini kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit, untuk pemanggilan saksi ahli jika dibutuhkan nantinya akan kita datangkan,” pungkasnya.

    Dua ABK tanker bernama MT Paluh Tabuan ditemukan tewas di dalam tangki minyak jenis premium. Tubuh kedua korban dalam keadaan melepuh seperti bekas terbakar, diduga tewas karena keracunan gas dan terkena bahan kimia yang ada di dalam tangki kapal. Korban tewas yakni Septian Dwi Putra dan Yacob Tomoria. Sedangkan dua korban kritis Herman (34) dan Erwil Syawal (41).

    Kejadian naas diperkirakan berlangsung Selasa (30/12) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, dan para korban masuk di RSPB sekitar pukul 02.30 Wita. Peristwa bermula saat kapal tanker dari Makassar, Sulawesi Selatan menuju Balikpapan telah berada di perairan teluk Balikpapan.

    Saat itu keempat ABK kapal hendak membersihkan tangki minyak bekas berisi premium, tidak diketahui pasti keempat korban ini masuk ke dalam tangki menggunakan peralatan sesuai standar keselamatan atau tidak.(pri)

    Sumber : http://www.balikpapanpos.co.id

    =====================================================

    Faktor penyebab langsung
    1. Tidak adanya inspeksi sisa gas dalam tabung
    2. Tidak memakai APD dengan benar dan lengkap
    3. Tidak adanya pengawasan dari pihak safety dan atasan langsung

    Faktor penyebab tidak langsung
    1. Tidak adanya pengecekan/standar pemeriksaan sebelum melakukan pembersihan
    2. Tidak adanya p3k yang sesuai dengan pekerjaan

    Nama : Ahmad Syaiful Anwar
    Kelas : B2
    Semester : 4
    NPM :13.11.106.701501.0850

  • Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.
    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).
    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.
    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).
    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.
    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya. (Pew/Nrm)

    Referensi : http://bisnis.liputan6.com/read/2166569/kecelakaan-kerja-kembali-renggut-nyawa-pekerja-freeport

    ===================================================

    Faktor penyebab langsung :
    1. kondisi tempat kerja berupa tanjakan mengakibatkan truck mundur menjepit korban
    2. kelalaian korban menarik rem tangan pada truck

    Faktor penyebab tidak langsung :
    1. kurangnya pengawasan dan perhatian pada tempat kerja
    2. penegakan untuk mematuhi sop kurang

    Nama : M. Wahyu. Isnandar
    NPM : 14.11.106.701501.1271
    Semester : 2 ( Dua )
    Kelas : B2

    • Sdr wahyu isnandar
      Masih banyak lagi faktor yang bisa diidentifikasi menjadi faktor penyebab langsung dan tak langsung atas kasus diatas.

  • Tugas #2
    Claudio G B
    NPM 14.11.106.701501.1444
    Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.

    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).

    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.

    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).

    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba.

    “Inspektur tambang sudah berangkat, dari hari Minggu, (25/1/2015,” pungkasnya. (Pew/Nrm)

    ===========================================================

    Direct Cause factors /Kondisi Tidak Aman :
    1. Kecerobohan pekerja baik korban maupun operator truck
    2. Penerapan Standard Operational Procedure yang kurang tepat
    3. Tidak ada aba-aba atau arahan (Rambu)
    4. Tidak menggunakan Alat pelindung Diri
    5. Tidak ada job safety analysis sebelum memulai pekerjaan

    Indirect Cause Factors/Faktor pekerjaan dan factor pribadi:
    1. Operator tidak memiliki keahlian dalam pengoperasian alat
    2. Fisik yang tidak prima
    3. Pekerjaan yang mengandung resiko tinggi tanpa ada pengendalian
    4. Pekerjaan tidak sesuai keahlian pekerja

    Claudio G B
    NPM 14.11.106.701501.1444

  • Dua pekerja tewas kecelakaan kerja di SCBD
    Jumat, 26 September 2014 13:07 WIB
    Pewarta: Taufik Ridwan
    Jakarta (ANTARA News) – Sedikitnya dua pekerja Reki Anuri (24) dan Sudadi (48) tewas akibat kecelakaan kerja proyek pembangunan pusat perkantoran di Gedung Alila SCBD Jakarta Selatan, Jumat, sekitar pukul 09.10 WIB.
    “Berdasarkan informasi dua orang meninggal dunia, sekarang sedang dibawa ke Rumah Sakit AL Mintoharjo Jakarta Pusat,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Indra F Siregar di Jakarta, Jumat.
    Indra menjelaskan kedua korban tewas seketika saat naik lift yang terjatuh dari ketinggian puluhan meter.
    Kepada polisi, seorang saksi yang juga karyawan PT Arkha Jayanti Persada Junaedi mengungkapkan dirinya bersama dua korban naik lift “Personal Hoiz” dari Lantai “GF” menuju Lantai 23.
    Setibanya di Lantai 23 saksi keluar namun mendadak kabel sling lift PH terputus yang mengenai Junaedi hingga luka sobek pada bagian mata kaki.
    Saat itu, korban Reki masih di dalam lift terjatuh sedangkan korban Sudadi terlempar akibat terkena lontaran bantalan beton lift sehingga keduanya terhempas ke bawah.
    Akibatnya, korban Reki mengalami luka tidak simetris pada bagian dada dan lecet pada dahi, sementara Sudadi luka robek pada bahu kiri, bibir, memar pada bagian dada dan perut kanan, serta lecet pada kaki kiri.
    Indra mengungkapkan polisi masih menyelidiki penyebab lift bangunan tersebut terjatuh yang menghempaskan kedua korban meninggal dunia itu.
    Penyidik juga akan meminta keterangan penanggung jawab proyek pembangunan yakni Febry Pradana Putra dan rekan kerja korban Handy Sepuandi.
    Indra mengungkapkan polisi juga akan memeriksa bahan bandul atau beban pemberat lift yang terjatuh itu.
    Editor: Desy Saputra
    Sumber : http://www.antaranews.com/berita/455543/dua-pekerja-tewas-kecelakaan-kerja-di-scbd

    ==========================================================

    #TUGAS 2
    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG :
    1. Kondisi lift yang tidak aman hal itu dapat dilihat dari kabel sling lift PH yang terputus dan terjatuhnya bahan bandul atau pemberat lift
    2. kurangnya pengawasan dari penanggung jawab proyek pembangunan

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG :
    1. Korban kurang terampil dalam menanggapi situasi darurat sehingga tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri

    NAMA : INDRA IHRAM WAHYUDI
    KELAS : B2 / D4K3
    SEMESTER : 2
    NIM : 14.11.106.701501.1266

  • TUGAS #1
    Buruh Bangunan Tewas Tertimpa Tembok Kantor yang Direnovasi
    Jakarta – Baidowi, tewas saat bekerja merenovasi bangunan kantor di Jalan Taman Malaka Selatan, Duren Sawit, Jakarta Timur. Tukang bangunan itu tewas tertimpa tembok yang roboh.
    “Korban tertimpa tembok bangunan kantor,” kata Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit AKP Chalid Thayib kepada wartawan, Selasa (4/11/2014).
    Kecelakaan kerja ini baru diketahui saat mandor proyek bernama Supri hendak mengecek bangunan pada pukul 19.00 WIB. Saat itu korban ditemukan terduduk tak bernyawa.

    Akibat terkena robohan tembok, korban mengalami luka di bagian wajah. “Rusuk kanan remuk,” sambung Chalid.

    Menurutnya proyek renovasi kantor milik Mugo Raharjo ini sudah dikerjakan sejak minggu lalu.( Edward Febriyatri Kusuma – detikNews)

    ===================================================================

    TUGAS #2
    Faktor Penyebab Langsung :
    – Tidak ada seorang petugas HSE yang menginspeksi potensi bahaya di lokasi kerja dan tidak adanya pengawasan dari mandor kepada pekerja yang apabila terjadi kecelakaan pekerja dapat langsung ditolong, sehingga menciptakan kondisi tidak aman.
    – Kecerobohan mandor meninggalkan pekerja dan pekerja bekerja tanpa perintah yang pekerja bekerja dengan perilaku tidak aman.

    Faktor Penyebab Tidak Langsung :
    – Pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya yang membuat pekerjaan berisiko tinggi namun tidak ada upaya pengendalian bahaya.
    – Kemungkinan pekerja dalam kondisi stress atau sedang dalam masalah yang membuat pekerja tidak konsentrasi pada pekerjaan dan area sekitar pekerjaan.

    Sumber : http://news.detik.com/read/2014/11/04/232320/2739119/10/buruh-bangunan-tewas-tertimpa-tembok-kantor-yang-direnovasi
    Nama : Ilham Sutrian Kasuma
    NIM : 14.11.106.701501.1234
    Smster : II
    Kelas : BI, D4-K3

  • Merdeka.com – Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    SUMBER : http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

    TUGAS #2

    • PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
     Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian dan pemahaman tentang pentingnya penggunaan alat perlindungan diri saat bekerja.
     Pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi dan tempat bekerja yang terlalu berdekatan dengan mesin penggilingan mi.
     Kurangnya pengawasan terhadap buruh harian lepas(BHL) di perusahaan tersebut.
     Takdir dan nasib yang kurang beruntung.

    • PENYEBAB LANGSUNG

     Tindakan tidak aman yang dilakukan korban tanpa mengenakan alat perlindungan kepala (APD)
     Korban tidak mengikuti prosedur dan peraturan keselamatan kerja.
     Kondisi yang tidak aman korban dengan rambut panjang tanpa di ikat atau tidak mengenakan APD berada di dekat mesin penggilingan mi.
     Tidak adanya pengaman pada mesin penggilingan mi tersebut sehingga rabut korban tersangkut pada kipas,mesin kurang layak pake karna kipas nya tanpa pengaman.

    NAMA : BAGUS NURWANTO
    KELAS : B1/D4-K3
    SEMESTER : II
    NPM : 14.11.106.701501.1258

  • Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan Jalan Pluit Timur 1 Nomor 1, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (22/2) sore. Akibatnya seorang tukang bangunan bernama Andri Ansyah, warga Kampung Cirewed RT.001/RW004 Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten, tewas setelah terpeleset dan jatuh dari ketinggian tujuh meter.
    Kapolsek Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, menceritakan rangkaian kejadian itu. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 15.30 WIB. Saat itu, lanjut dia, Andri sedang bekerja membongkar dan memasang atap bangunan.
    “Korban terpeleset sehingga jatuh dari ketinggian sekitar tujuh Meter dan jatuh dengan bagian kepala membentur lantai semen,” Kata Subiantoro.
    Saat itu mandor proyek, Suparman, menyaksikan kejadian itu. Tetapi, nyawa anak buahnya tidak terselamatkan lantaran mengalami luka dalam di kepala.
    “Korban muntah darah hingga meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Atma Jaya,” ujar Subiantoro.
    Menurut Subiantoro, karena kejadian itu polisi langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa jasad korban. Mereka lantas memeriksa saksi-saksi dan meminta melakukan visum buat memastikan penyebab tewasnya Andri.
    sumber:http://www.merdeka.com/peristiwa/tukang-bangunan-wafat-usai-terjatuh-saat-kerja-proyek-di-pluit.html

    TUGAS II
    FAKTOR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

    Faktor Langsung :
    Pekerja tidak menggunakan body harnes pada saat melakukan pekerjaan di ketinggian
    Terjadi kelalaian pada pekrja pada saat melakukan pekrjaan
    Kurangnya kesadaran pekerja untuk menggunakan APD legkap pada saat melakukan pekerjaan
    Terjadinya unsafe action sehingga pekerja mengalami accident

    Faktor tidak langsung :
    Kurangnya pengawaan pada saat melakukan pekerjaan
    Tidak tersedianya pengaman yang di sediakan oleh perusahan seperti scafolding untuk meminimalisir bahaya dan resiko terjatuh pada saat melakukan pekerjaan di ketinggan
    Perlu keterampilan pada saat melakukan pekerjaan yng beresiko tinggi
    Kuragnya kesadaran pekerja dan mandor tentang SOP pada saat bekerja di ketinggian

    NAMA : Muhammad Syamsul Hadi
    KELAS : B1
    SEMESTER : 2
    NPM : 14.11.106.70I501.1235

  • Tugas #2

    Rambut terlilit mesin, buruh pabrik mi tewas dengan luka mengerikan

    Merdeka.com – Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

    -Penyebab Langsung / Direct Causes :
    1. Pekerja tidak menggunakan APD
    2. Di mesin mie tidak terdapat pengaman, yang mencegah terjadinya kecelakaan kerja
    3. Tidak adanya ruangan khusus mesin, agar pekerja tidak bisa sembarangan masuk

    -Penyebab tidak langsung / Indirect Causes :
    1. Tidak adanya HSE atau saffety officer di pabrik
    2. Korban tidak mengikat rambutnya saat bekerja
    3. Tidak adanya SOP di pabrik tersebut

    Nama : Wahyu Rahmadani
    Kelas / Semester : B2 / 2
    NPM : 14.11.106.701501.1313

  • Pepatah dapat ketiban durian runtuh tidak selamanya mendapat rejeki, dalam kenyataannya, pepatah tersebut justru berbanding terbalik. Itulah yang menimpa Komang Supandi (28) warga Bebandem, Karangsem, Bali. Supandi tewas tertimpa durian saat sedang panen di kebun miliknya.
    “Sebelum berangkat pagi-pagi ke kebun, dia (korban) sempat pamitan. Katanya mau dipanen salah satu pohon,” terang Ni Luh Artari (46) saudara korban, Rabu (28/1).
    Namun hingga petang tadi korban belum juga kembali. “Biasanya sore sudah datang, kesehariannya mantau kebun durian. Karena sudah mulai siap panen,” ungkapnya.
    Bersama keluarga lainnya, dia datang ke kebun durian dan mendapati saudaranya terkapar bersimbah darah dengan kondisi kepala pecah. “Ada banyak buah durian di tanah, kemungkinan kejatuhan buah durian,” terangnya di hadapan petugas saat dimintai keterangan di rumah duka, Rabu (28/1) Desa Bebandem, Karangasem.
    Informasi awal, saksi I Komang Kasub dan I Ketut Tapa warga desa setempat yang saat itu hendak mencari jejatuhan durian melihat korban sudah dalam kondisi tewas. Mendapat laporan itu keluarga lalu datang ke kebun durian untuk membuktikan kebenaran korban tewas.
    Anggota Polsek Bebandem yang tiba di TKP beberapa saat setelah menerima laporan langsung melakukan olah TKP termasuk memeriksa korban. “Anggota kami menemukan di sebelah korban ada satu buah duren yang sudah matang berukuran besar berisi bekas darah,” kata Kapolsek Bebandem, AKP Gede Juli.
    Katanya, dugaan sementara korban tewas akibat tertimpa buah durian saat sedang akan panen. Pun demikian, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

    SUMBER:http://www.merdeka.com/peristiwa/panen-di-kebun-komang-supandi-malah-tewas-kejatuhan-durian.html

    ===================================================

    TUGAS 2
    Dartikel di atas terdapat faktor langsung dan tidak langsung yang menyebabkan accident.
    FAKTOR LANGSUNG :
    1. Kurang waspada pekerja pada saat melakukan pekerjaan
    2. Pekerja tidak menggunakan helem atau APD pada saat bekerja
    3. Unsafe condition atau tempat bekerja yang tidak aman

    FAKTOR TIDAK LANGSUNG :
    1. Tidak adanya pengawasan dalam melakuan pekerjaan
    2. Tidak adanya SOP pada saat melakukan pekerjaan
    3. Pengelola perkebunan tidak memasang tanda peringatan di area perkebunan

    NAMA:AHMAD YANDI
    KLAS:B1 D4K3
    SEMESTER:2
    NPM : 14.11.106.701501.1229

  • Nama : Adamas Islami Asri
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0555

    *Terimakasih koreksinya Pak, artikelnya sudah saya perbaiki

    *) Koreksi dari Dosen

    Expensive Crane Collapse di Gillingham, Inggris
    Pesawat angkat (crane) tumbang di Gillingham, Inggris

    Dua perusahaan Inggris (South Coast Derek Sewa Ltd & JR Pickstock Ltd ) didenda total sebesar £ 50.000 setelah terjadi kecelakaan mobile crane pada tahun 2009.

    South Coast Derek Sewa Ltd dan pokok kontraktor utama JR Pickstock Ltd masing-masing didenda £ 10.000 dan didakwa dengan kegagalan serius dalam hal komunikasi. Tidak ada yang bukti bahwa kedua 2 perusahaan tersebut melakukan kontrak sewa-menyewa derek Crane. atau lift kontrak. Dengan demikian tampaknya tidak dilakukan perencanaan atau pengawasan yang tepat. Salah satu outriggers yang berada dibelakang crane bahkan terbenam tenggelam ke dalam tanah & menyebabkan crane dengan kapasitas 80 ton gagal dalam untuk membatalkan proses pengangkatan (lifting) (pengangkatan)

    Untungnya tidak ada pekerja yang terluka, tapi boom crane nyaris mengenai beberapa orang dan lalu lintas jalan yang sibuk di area sekitar Gillingham, UK.

    Hasil investigasi HSE menemukan bahwa tidak ada orang yang kompeten dalam hal ini, tidak ada rencana angkat dan informasi penting – termasuk bobot dari kondisi beban dan kondisi tanah tidak dipertimbangkan. Proses pengangkatan tidak aman dengan crane kelebihan beban ditambah lagi dengan kondisi tanah yang buruk. Dinyatakan bahwa crane yang lebih besar seharusnya digunakan dan plat outrigger yang lebih besar diperlukan untuk menyeimbangkankan beban crane, mengingat kondisi tanah yang buruk.

    Pengadilan menyatakan bahwa kontrak penggunaan Crane tidak memenuhi pedoman industri, yang dengan jelas menyatakan bahwa orang yang kompeten harus ditunjuk untuk merencanakan proses pengangkatan (lifting), dilain hal Either way South Coast Derek harus telah memastikan hal ini terjadi ketika memesan alat angkat crane derek.

    Sebuah rencana pengangkatan seharusnya dibuat oleh orang yang kompeten dan dikomunikasikan kepada mereka yang terlibat dalam pekerjaan. Kontraktor utama juga harus mengambil semua langkah yang wajar untuk memastikan risiko rencana tahap konstruksi risiko yang teridentifikasi terhadap untuk kesehatan dan keselamatan dan juga termasuk langkah-langkah untuk mengatasi risikonya.

    HSE inspektur Kathy Gostick mengatakan: “Kejadian ini bisa menyebabkan kematian dan cedera serius dan merupakan akibat langsung dari katalog kegagalan oleh dua perusahaan. Komunikasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam operasi crane dan semua kegiatan konstruksi lainnya sangat penting untuk memastikan operasi pengangkatan telah direncanakan dengan baik, terutama yang melibatkan penggunaan mobile crane berat yang bekerja di daerah yang sibuk seperti lokasi konstruksi. Setelah itu akhirnya ditetapkan dengan jelas oleh kedua perusahaan (South Coast Derek Sewa dan JR Pickstock) yang bertanggung jawab untuk perencanaan pengangkatan lift ketika akan membuat kontrak untuk sewa-menyewa alat angkat-angkut sangat tidak mungkin bahwa crane akan terbalik menempatkan sejumlah pekerja dan orang-orang di jalan di yang seharusnya jauh dari resiko.”

    Sumber : http://www.craneaccidents.com/2012/11/report/expensive-crane-collapse-in-the-uk/

    • Sdr Adamas Islami Asri,
      Jadilah mahasiswa yang benar, salah satunya dengan belajar bahasa Indonesia lagi dengan baik.

    • Sdr Adamas Islami Asri,
      Anda salah posting. Ruang ini diperuntukkan mahasiswa semester II untuk mata kuliah Investigasi Insiden, harap perbaiki kembali posting anda.

      • Tugas 1
        Hirup Gas, 3 Pekerja Tewas
        Sumber: Kompas Cetak
        Tenggarong, Kompas – Tiga karyawan tewas saat berada di tangki penampungan cairan milik VICO, perusahaan minyak di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (9/4). Dugaan sementara, ketiga pekerja itu menghirup gas yang membuat mereka pusing dan tak sadarkan diri. Polisi terus mengusut kasus ini sembari menunggu hasil laboratorium.
        Korban tewas adalah Agus (26), Nana (40), dan Suyoko (40). Mereka karyawan PT Halliburton, perusahaan subkontraktor VICO, yang hari itu bertugas mengecek tangki penyimpanan cairan. Di tangki itu tersimpan sisa-sisa pengeboran minyak.
        Kejadian bermula saat Agus hendak mengecek tangki berukuran 4 meter x 3 meter dan sedalam dua meter. Tangki berisi cairan setinggi sekitar 50 sentimeter. Karena alat pengukurnya jatuh, Agus masuk ke tangki, tetapi langsung tak sadarkan diri dan tercebur ke tangki. Nana dan Suyoko bergegas menolong dengan masuk lagi ke tangki. Keduanya lantas tak sadarkan diri.
        Tiga karyawan lain yang kebetulan melihat ketiganya mencoba mengevakuasi, tetapi langsung pingsan sehingga dilarikan ke rumah sakit. Hingga Minggu sore, ketiga karyawan yang pingsan masih dirawat, tetapi kondisinya mulai membaik.
        ”Kami masih menggali informasi dari saksi dan VICO. Belum bisa dipastikan jenis gas itu, semua masih diselidiki, termasuk sampel cairan di tangki telah dikirim ke laboratorium,” kata Kapolres Kutai Kartanegara Ajun Komisaris Besar Fajar Abdillah.
        Divisi Eksternal VICO Satria belum banyak berkomentar tentang ini. Ia hanya menyebut pihaknya telah menerapkan standar keamanan ketat. ”Mohon bersabar, nanti penjelasan resmi dari kami segera kami sampaikan kepada wartawan,” ujarnya.
        Kamis lalu, Budi (23), tewas terjatuh dari ketinggian 20-an meter di salah satu kilang minyak Pertamina di Balikpapan. (PRA)
        Sumber : http://beritaburuhindonesia.com/2011/04/11/hirup-gas-3-pekerja-tewas/#more-361
        Tugas 2
        Berikut analisa investigasi insiden mengenai karyawan tewas akibat menghirup GAS.
        Faktor tidak langsung:
        • Alat pelindung atau pembatas tidak layak
        • Tidak menggunakan PPE dengan benar atau PPE tidak layak
        • Alat-alat, peralatan/ bahan yang rusak
        • Keterbatasan gerak atau tempat, ruang kerja yang sempit atau terbatas
        • System alat peringatan yang kurang atau tidak cukup
        Faktor langsung:
        • Gagal member peringatan atau mengamankan
        • Membuat alat pengaman tidak berfungsi
        • Menggunakan peralatan yang rusak
        • Gagal menggunakan PPE dengan benar
        • Pemuatan yang tidak layak atau penempatan atau pengangkatan
        Nama: Salma Sari
        Semester : 2/B1/D4K3
        NPM: 14.11.106.701501.1252

      • Sdr salma sari
        Waktu anda sudah habis.

  • Mohon maaf, terimakasih untuk koreksi & sarannya
    jadi apakah tugas saya diterima atau perlu posting artikel baru lagi Pak ?

    • Anda salah posting. Harusnya posting di Tugas #1 Keselamatan Alat Angkat (Semester VI), bukan posting di Tugas #2 Insiden Investigasi (Semester II). Perbaiki kembali posting anda.

  • Tambang batu bara Malaysia meledak, 1 WNI tewas

    Merdeka.com – Ledakan tambang batu bara yang terjadi di Kota Sri Aman, sekitar 130 kilometer dari Kuching, Malaysia, menewaskan tiga orang pekerja termasuk seorang warga negara Indonesia. Selebihnya, 29 pekerja lainnya terluka akibat ledakan tersebut.

    Kepolisian setempat mengidentifikasi ketiga korban tewas, semuanya pekerja asing. Mereka adalah Pang Chung Hyok (29) asal Korea Utara, Tun Tun Win (36) asal Myanmar, dan Kardianto (38) asal Indonesia
    Kepala Kepolisian Sri Aman, DSP Mat Jusoh Mohamad mengatakan ketiga orang ini meninggal usai adanya kegagalan pada kipas dan mengakibatkan arus pendek yang mengeluarkan percikan api dan membakar gas yang berkumpul di terowongan sehingga terjadi ledakan sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Hal ini dilansir dari surat kabar Malaysia Today, Senin (24/11).

    “Mereka berada di dalam terowongan sepanjang 69 meter ini,” ujarnya.

    Dari korban cedera lainnya, disebutkan sembilan orang asal Indonesia, enam orang Myanmar, lima orang dari China, dua orang Bangladesh, dan tujuh dari Korea Utara.

    Mat Jusoh juga mengatakan 25 orang yang terluka parah sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sarawak sedangkan empat yang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Sri Aman.

    Tambang tersebut sudah beroperasi sekitar delapan tahun. Tercatat ada 119 orang yang bekerja di tambang itu dan kebanyakan adalah orang asing.

    ==========================================================

    TUGAS 2 :

    * FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG ;
    – kegagalan pada kipas dan mengakibatkan arus pendek
    – Kelalaian pada penambang yang mengakibatkan ledakan
    – lingkungan atau tempat yang kurang aman
    – Human eror

    * FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG ;
    – Kurangnya pengawasan dari perusahaan atau pihak safety

    Nama : Adi Gunawan
    Kelas : B2
    Semester : 2
    Jurusan : D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1437

  • Liputan6.com, Bogor – Kecelakaan maut yang melibatkan 2 truk dan 2 unit mobil lainnya terjadi di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat para Rabu 11 maret malam.
    Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Kamis (12/3/2015), kecelakaan terjadi diawali truk bermuatan besi beton dari atas arah Puncak menuju Bogor, yang mengalami rem blong. Akibatnya truk yang menabrak toko di pinggir jalan terbakar.
    2 Orang tewas dan 7 luka-luka dilarikan ke RS Paru Dr M Gunawan Partowidigdo. Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan mengenai kronologis terjadinya kecelakaan. Pengemudi truk maut itu sendiri kabur.
    Akibat truk yang terbakar dan muatan yang tumpah ke jalan, lalu lintas kedua arah di kawasan Puncak sempat terhenti total. (Dan/Yus)
    Nama : Rizky ramadan andi sayuti
    Kelas : B1
    Npm : 14.11.106.701501.1255

    • Sdr Rizky ramadan andi sayuti
      Mengapa artikel anda pada tugas #2 berbeda dengan tugas #1 sebelumnya? Pada tugas #1 anda memposting artikel tentang Tim evakuasi pekerja Freeport, namun pada tugas #2 malah berbeda yakni tentang Kecelakaan melibatkan 2 truk di Bogor?
      Perbaiki kembali tugas #2 anda beserta analisis tentang faktor penyebab langsung dan tidak langsungnya.

  • #TUGAS I
    Tukang bangunan wafat usai terjatuh saat kerja proyek di Pluit
    Reporter : Dharmawan Sutanto | Minggu, 22 Februari 2015 19:56

    Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

    Merdeka.com – Sebuah kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan Jalan Pluit Timur 1 Nomor 1, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Minggu (22/2) sore.
    Akibatnya seorang tukang bangunan bernama Andri Ansyah, warga Kampung Cirewed RT.001/RW004 Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten, tewas setelah terpeleset dan jatuh dari ketinggian tujuh meter.

    Kapolsek Penjaringan, AKBP Kus Subiantoro, menceritakan rangkaian kejadian itu. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 15.30 WIB. Saat itu, lanjut dia, Andri sedang bekerja membongkar dan memasang atap bangunan.

    “Korban terpeleset sehingga jatuh dari ketinggian sekitar tujuh Meter dan jatuh dengan bagian kepala membentur lantai semen,” Kata Subiantoro.

    Saat itu mandor proyek, Suparman, menyaksikan kejadian itu. Tetapi, nyawa anak buahnya tidak terselamatkan lantaran mengalami luka dalam di kepala.

    “Korban muntah darah hingga meninggal dunia selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Atma Jaya,” ujar Subiantoro.

    Menurut Subiantoro, karena kejadian itu polisi langsung menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa jasad korban. Mereka lantas memeriksa saksi-saksi dan meminta melakukan visum buat memastikan penyebab tewasnya Andri.

    #TUGAS II
    *FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Tidak memakai perlengkapan seperti : body harnes , sepatu & helm
    – Terjadi kelalaian dan tidak melihat situasi di sekitar pada saat di atas
    – Tidak memikirkan keselamatan saat bekerja dalam ketinggian 7 meter
    – Human Error

    *FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    – Kurang pengawasan
    – Kurang melihat situasi berada di atas ketinggian

    nama : wandy setiawan putra
    kelas : D4K3 BI
    semester : II
    NPM : 14.11.106.701501.1220

    • Sdr Wandy Setiawan Putra
      Anda tidak mengerjakan tugas #1 sebelumnya, jadi dalam tugas ini hanya tugas #2 saja yang dinilai, sedangkan tugas #1 tidak ada nilainya.

  • 2 Buruh tewas tertimpa kaca saat bekerja di proyek pembangunan hotel
    Reporter : Muhamad Agil Aliansyah | Minggu, 1 Februari 2015 23:59

    Merdeka.com – Dua orang buruh bangunan tewas saat mengerjakan proyek bangunan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Keduanya tewas setelah tertimpa kaca yang sedang dipasang dua rekannya dilantai atas bangunan yang hendak dibangun hotel tersebut.

    Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (31/1) sekitar pukul 17.00 WITA. Dua orang buruh yang meninggal itu diketahui bernama Rahmadi (37) dan Rahman (30), keduanya warga Banjarmasin.

    Sementara korban yang mengalami luka-luka bernama Andriyadi (31) dan Najarudin (40). Keduanya mengalami luka seperti memar di bagian telapak tangan dan punggung belakang.

    Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Didik Subiyakto membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja itu. Didik mengatakan kedua buruh itu meninggal dunia pada saat dua rekannya menurunkan kaca di proyek yang rencananya akan dibangun hotel dan kaca tersebut terjatuh mengenai mereka.

    “Keterangan dari saksi korban bekerja atas inisiatif sendiri, selain itu juga korban bekerja di luar jam kerja dan tanpa menggunakan perlengkapan pengamanan diri,” kata Didik di Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Minggu (1/2). Seperti dikutip Antara.

    Menurut Didik, saat ini Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Tengah, sedang melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut dan beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan.

    # TUGAS II:

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG :
    • Tidak adanya SOP untuk melakukan pekerjaan tersebut
    • Human eror
    • Tidak adanya APD (Alat Pelindung Diri)
    • Bekerja diluar jam kerja
    • Kelalaian pekerja yang tidak memikirkan keselamatan disekitarnya

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG :
    • Kurangnya pengawasan dari pihak proyek
    • Tidak adanya komunikasi pekerja proyek dengan perusahaan

    Nama : Ferdy Suhanda S.M.
    Kelas : D4K3 B1
    Semester : II
    NPM : 14.11.106.701501.1221

    • Sdr Ferdy Suhanda S.M.
      Karena anda tidak mengerjakan tugas #1 dan hanya mengerjakan tugas #2, maka hanya tugas #2 yang ada nilainya, sementara tugas #1 tidak ada nilai.

  • Terpeleset, Karyawan Pabrik Kayu di Banjar Tergilas Mesin Rotari
    Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
    Seorang karyawan pabrik kayu PT. Berkat Karunia tadi malam sekitar pukul 20.45 WIB., mengalami kecelakaan tergilas mesin rotary spindles (alat pengupas kayu), Sabtu, (07/03/2015).
    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dibagian antara paha dan perut. Dan korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Banjar.
    Korban kecelakaan kerja itu adalah, Nanang Suhara (35), warga Lingkungan Bojong, RT 10/3, Kelurahan Situbatu, Kec. Banjar, Kota Banjar.
    Berdasar keterangan yang berhasil dihimpun HR online, kejadian berawal ketika korban tengah mengoperasikan mesin rotari, dan hendak mengambil potongan kulit kayu diatas mesin dengan naik keatas bagian mesin. Korban terpeleset, dan jatuh kedalam mesin hingga tertarik putaran mesin.
    Kuswanto (37), salah satu rekan kerja korban, mengatakan, korban diduga terpeleset dan jatuh kedalam mesin. “Saat kejadian, saya spontanitas mematikan mesin, dan berusaha mengeluarkan badan korban yang sebagian sudah tergilas,” ungkapnya kepada HR online.
    Panit 2 Reskrim Polsek Banjar, Aiptu Mamat Abidin, mengatakan, pihaknya kini masih menyelidiki kasus kecelakaan kerja tersebut.
    “Masih kami selidiki, apakah ada kelalaian atau murni kecelakaan,” ucapnya. (Hermanto/R1/HR-Online)
    Sumber: http://www.harapanrakyat.com/2015/03/terpeleset-karyawan-pabrik-kayu-di-banjar-tergilas-mesin-rotari/

    =========================================================

    analisis:
    1.Faktor Penyebab langsung

    a)Kondisi lantai yang licin
    b)Human error
    c)Berada di atas mesin yang tanpa APD

    2.Faktor Penyebab tidak langsung

    a)Kurang memperhatikan SOP
    b)Kurangnya keterampilan bekerja karyawan
    c)Kurangnya sign peringatan bahaya
    d)Kurangnya pengawasan dari atasan

    Nama : Basuki rahmat
    Kelas : B2/D4-K3
    Semester : II ( Dua )

    • Sdr Basuki Rahmat
      Jangan lupa cantumkan NPM anda agar memudahkan koreksi. Untuk faktor Human Error, harus dijelaskan lebih detail apa yang dimaksud dengan human error tersebut.

  • ————————————————————
    Pekerja pabrik tewas tertimpa pelat alumunium
    Merdeka.com – Seorang pemuda tewas secara mengenaskan saat melakukan pekerjaan di PT Incap Altin Utama Jalan Rawa Bali II No 9 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Korban yang bernama Maryato (36), meninggal seketika saat plat alumunium seberat 300 kilogram menimpa dirinya di lokasi kejadian.
    “Korban tewas tertimpa lempengan alumunium yang dikeluarkan dari mobil box saat bekerja,” kata Kasie humas Polsek Jakarta Timur, Iptu Sutrisno, Jumat (29/6).
    Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, kronologi peristiwa itu bermula ketika Maryato hendak menurunkan lempengan alumunium dari mobil Box L 300 untuk bahan produksi pabrik tersebut. Nahas, saat dia membuka pintu belakang mobil seluruh barang yang ada di dalam mobil merosot dan menimpa dirinya. Maryato pun langsung tewas di tempat.
    “Korban mau bongkar muat barang yang ada di mobil, posisi mobil saat itu miring ke belakang. Saat pintu dibuka semua barang pada jatuh dan menimpanya,” terang Sutrisno.
    Marayato tewas dengan luka di bagian kepala. Pihak perusahaan pun belum bisa dimintai keterangan soal kejadian itu.
    “Korban tewas dengan luka di bagian kepala dan tangan kiri patah, sehingga korban meninggal,” ungkapnya.
    Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo untuk dilakukan otopsi.

    Referensi : http://www.merdeka.com/peristiwa/pekerja-pabrik-tewas-tertimpa-plat-alumunium.html

    ===========================================================

    Tugas #2

    1. Faktor Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Tidak memakai perlengkapan seperti, body harnes dan helm
    – Terjadi kelalaian
    – Tidak memperhatikan posisi mobil box yg cenderung lebih berat kebelakang
    – Tidak ada kesigapan dalam melakukan pekerjaan
    – Tidak berhati-hati ketika membuka pintu belakang mobil box tersebut

    2. Faktor Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – Kurangnya pengawasan dari pihak pekerja
    – Tidak adanya komunikasi antara pengawas dengan pekerja yg membuka pintu mobil box

    Nama : M Rangga Rakashiwi
    NIM : 14.11.106.701501.1279
    Semester : 2 (dua)
    Kelas : B2
    Jurusan : D4K3

  • Tugas I
    Rabu, 04 Maret 2015 , 16:25:00
    Ngeri…Rambut Tersangkut Kipas, Perempuan Ini Tewas
    TEBINGTINGGI – Elpa Susanti, 39, meninggal ditempatnya bekerja, PT Deli Sari Murni (DSM) yang berlokasi di Desa Paya Pasir Dusun V Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, Selasa (3/3) sekira pukul 08.00 WIB. Perempuan naas ini meninggal ditempat akibat rambut tersangkut dikipas mesin pembuat mie.
    Informasi dihimpun, saat itu, Elpa sedang bekerja di bagian pencetakan mie jagung. Ia tidak menggunakan penutup kelapa seperti helm atau topi, sarung tangan, dan sepatu boat.
    Saat membersihkan mesin yang sedang berputar menggunakan pelumas, rambut korban tersangkut, hingga kepala ibu tiga anakini ikut masuk ke dalam mesin. Tak ayal, kepalanya terjepit as mesin, mengakibatkan kepala korban bagian belakang terkelupas dan wajahnya luka-luka.
    Pekerja lain yang melihat kejadian itu langsung melakukan penyelamatan. Tetapi nyawa korban tidak dapat ditolong dan ia tewas di lokasi kejadiaan.
    Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Umum Herna. Selanjutnya, pihak keluarga menjemput jenazah korban untuk dimakamkan.
    Saat berita ini diturunkan, jenazah korban masih disemayamkan di rumah mertuanya di Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi.
    Mandor Pabrik, Hendrik, 52, membenarkan seorang pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. ”Rambutnya tersangkut mesin penggilingan mie,” katanya.
    Elpa Susanti warga Dusun V Desa Paya Pasir Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai telah bekerja selama hampir satu tahun, dan berstatus sebagai Buruh Harian Lepas (BHL).
    sumber Pos Metro Medan
    Tugas II.
    Berikut analisa hasil investigasi Tewasnya karyawan akibat rambut tersangkut oleh mesin kipas pembuat mie.
    Faktor Langsung: Pengetahuan yang tidak cukup (factor mausia/basic cause/sebab dasar
    · kurangnya pengalaman
    · orietasi yang tidak cukup
    · training pemula yang tidak cukup
    · training penyegaran yang kurang
    · kesalahpahaman
    · kurang kesadaran terhadap situasi/keadaan
    Faktor tidak langsung:
    -Kurang pengawasan/kepemimpinan (factor-faktor pekerjaan atau pengawasan)
    · system pelaporan yang tidak jelas/konflik
    · pengawasan/pertanggung jawaban yang tidak jelas/konflik
    · pendelegasian/wewenang yang tidak tepat/tidak cukup
    · pemberian kebijakan prosedur pratek/petunjuk kerja yang tidak layak
    · pemberian target/standar kerjayang konflik
    · monitoring yang tidak cukup
    -Pengelolaan proyek & rekayasa (engineering) yang tidak layak
    · keliru penafsiran tentang paparan kerugian
    · kurang pertimbangan terhadap factor manusia atau ergonomik
    · standar, spesifikasi / criteria perencanaan yang tidak cukup
    · penafsiran yang tidak tepat dari ketetapan/ kemudahan kerja
    · kontol yang tidak benar.
    sekian penjelasan dari saya sekian dan terima kasih
    Nama: Salma Sari
    Semester : 2/B1/D4K3
    NPM: 14.11.106.701501.1252

    • Sdr salma sari
      Mengapa tugas #1 anda berbeda dengan tugas #2? Pada tugas #1 anda memposting artikel tentang Tiga karyawan tewas saat berada di tangki penampungan cairan milik VICO, perusahaan minyak di Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sedangkan analisis anda pada tugas #2 adalah Rambut Tersangkut Kipas, Perempuan Ini Tewas?
      Perbaiki kembali analisis anda sesuai dengan posting pada tugas #1 sebelumnya.

  • TUGAS #2
    indosiar.com, Bandung – (Jumat : 24/01/2014) Insiden kecelakaan kerja terjadi di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis siang. Dalam insiden ini, seorang pekerja buruh bangunan kritis, sementara satu orang lainnya tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kondisi korban sangat mengenaskan karena terjatuh dari lantai tiga, dengan luka dikepala akibat terbentur trotoar dan tertimpa tiang beton yang roboh.
    Insiden kecelakaan kerja terjadi di proyek bangunan toko mebel, di kawasan jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Dalam insiden ini 2 orang pekerja menjadi korban, yaitu Uloh dan Ate. Uloh mengalami kritis, sementara Ate tewas saat dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
    Kejadian ini bermula saat kedua korban melakukan pengecoran bersama 10 pekerja lainnya, di lantai tiga. Namun tiba tiba salah satu tiang penyangga roboh, dan menyebabkan kedua pekerja tersebut terjatuh.
    Kondisi kedua korban sangat mengenaskan, karena luka di bagian kepala setelah membentur trotoar jalan, dan tertimpa beton.
    Akibat kejadian tersebut kawasan jalan Braga sempat ditutup selama 2 jam. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan atas insiden kecelakaan kerja tersebut, dan juga memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik toko dan pimpinan proyek bangunan. Sementara itu proyek pembangunan toko mebel berlantai tiga ini dihentikan sementara oleh aparat kepolisian resor kota Besar, Polrestabes, Bandung. (Mohamad Abas/Sup).
    Sumber : http://www.indosiar.com/patroli/tewas-tertimpa-beton_114279.html
    Faktor Langsung :
    Kurangnya keterampilan pekerja
    Pekerja tidak memakai alat pelindung atau APD
    Keadaan tempat kerja yang kurang aman
    Faktor tidak langsung :
    kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan terhadap pekerja
    keadaan alat yang kurang memadai
    Tidak tersedianya pengaman yang di sediakan oleh perusahan seperti scafolding untuk meminimalisir bahaya dan resiko terjatuh pada saat melakukan pekerjaan di ketinggian
    Perlu keterampilan pada saat melakukan pekerjaan yng beresiko tinggi
    Kurangnya kesadaran pekerja dan mandor tentang SOP pada saat bekerja di ketinggian
    Nama : Deo Aldi Peranata
    Kelas : B1
    NPM : 14.705.1241

    • Sdr. Deo Aldi Peranata
      Berhubung tugas ini tidak anda posting sampai batas waktu yang telah ditentukan, maka untuk tugas ini tidak ada penilaian. Nilai anda untuk tugas ini = 0

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s