SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150311] Tugas 1 Keselamatan Alat Angkat dan Angkut (Kelas Sore B1 & B2)

238 Comments

i25

Kepada Mahasiswa D4K3 Semester VI Kelas Sore B1 dan B2

Anda diminta untuk membuat artikel tentang kecelakaan kerja yang berhubungan dengan alat angkat (crane). Artikel bisa berasal dari koran, buku, majalah, jurnal, situs internet, berita safety internal perusahaan, dsb.

Posting tugas Anda pada blog ini dengan cara mengklik “Leave a comment” atau “Leave a reply” lalu ketik tugas Anda untuk dipostingkan. Batas akhir posting adalah hari Minggu 15 Maret 2015 pukul 22:00 wita. Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dipostingkan dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.

Artikel tugas tidak boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain. Bila terdapat artikel yang sama, maka artikel tersebut akan dihapus.

Tuliskan sumber pustaka / referensinya dan lengkapi dengan nama Anda, NIM/NPM, Semester, dan Kelas diakhir artikel. Bila sumber pustaka berupa majalah/koran/buku, maka cantumkan tanggal penerbitannya. Bila sumber pustaka berupa website, cantumkan alamat situsnya.

Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

TIDAK ada tugas susulan atau perbaikan nilai (remedial) untuk tugas ini. Harap diperhatikan dengan baik. Terimakasih.

Advertisements

238 thoughts on “[150311] Tugas 1 Keselamatan Alat Angkat dan Angkut (Kelas Sore B1 & B2)

  1. nama : ayu kusumasari
    Kelas : b1 / semester 6
    Npm : 12.11.106.701501.0561

    Kecelakaan kerja tower crane
    Minggu, 13 Januari 2013 23:57 WIB

    Tribunnews/Bahri Kurniawan
    Petugas berhasil mengevakuasi korban tewas di area proyek Apartemen Green Lake View, Ciputat, Minggu(13/1/2013).
    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jalil (45), korban tewas dalam kecelakaan kerja di Apartemen Green Lake View Ciputat, sore tadi, ternyata telah berpengalaman bekerja di bagian operasi tower crane (TC) selama belasan tahun.
    “Memang dia megang TC, sudah biasa dia, sudah ada sekitar 12 tahunan,” ujar Sutaryo saat ditemui di Ruang Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah RSUP Fatmawati, Minggu (13/1/2013).
    Menurut Sutaryo, dirinya pernah diajak kerja oleh korban saat ada pekerjaan pembangunan di Pacifik Place, Sudirman, beberapa waktu lalu. Sutaryo menuturkan, seorang adik korban juga ada yang bekerja di bagian pengoperasian TC di Total.
    “Dia orangnya baik, namanya orang Jawa nggak macam-macam. Suka ajak saudara kerja,” imbuh Sutaryo.
    Jalil, kata Sutaryo, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, satu perempuan (Kelas 2 SMA) dan dua laki-laki (satu masih SD, satu lagi usianya belum satu tahun).
    Jalil merupakan satu dari tiga pekerja yang tewas dalam kecelakaan kerja di proyek pembangunan Apartemen Green Lake View, Ciputat, sore tadi. Selain Jalil, dua korban lainnya bernama Yoto (30) dan Leman (50).
    Diberitakan sebelumnya, tiga pekerja proyek pembangunan apartemen Green Lake View, Ciputat, tewas dalam kecelakaan kerja pada Minggu, (13/1/2013) sore. Sementara itu, satu orang juga disebutkan terluka dalam insiden tersebut.
    Ketiga pekerja yang tewas bernama Jalil (45, ketua tim cheking), Leman (50), dan Yoto (30). Sementara seorang lagi yang terluka bernama Wanto (25).
    Menurut Dani Ramadhan, Ketua RT 002/09, Ciputat, yang tinggal di sebelah lokasi, kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 sore tadi.
    Penyebab kecelakaan adalah tower crane yang patah. Saat kejadian korban sedang bekerja pada mesin tower crane tersebut, ketika bordes bagian belakang melengkung tanpa diduga menimpa korban.

    Sumber : http://m.tribunnews.com/metropolitan/2013/01/13/jalil-sudah-belasan-tahun-kerja-di-bagian-tower-crane

  2. Nama : Irma Wulan Apriliani
    Kelas : B1/ Semester 6
    Npm : 12.11.106.701501.0732

    Kecelakaaan kerja
    _______________________________
    SERANG – Angka kecelakaan kerja di wilayah Ibukota Provinsi Banten sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, sejak Januari-Agustus 2013, jumlah kecelakaan kerja tercatat mencapai 1.402 kali. Dari jumlah itu korban meninggal tercatat 16 orang.

    Sementara tahun sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi 2.491 kali. Dalam setiap kecelakaan kerja itu, buruh mengalami luka mulai ringan, hingga berat dan tewas. ”Di antara 1.402 orang yang mengalami kecelakaan, 16 orang tewas. Yakni satu orang sakit, satu orang terjepit mesin, dan 14 orang kecelakaan lalu lintas,” terang Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Disnakertrans abupaten Serang Sugi Hardono.

    Dia juga membeberkan, dari kasus kecelakaan selama 2013 itu sebanyak 1.386 orang mengalami luka-luka mulai ringan hingga berat. Dari banyaknya kecelakaan kerja ini, terang Sugi lagi, paling banyak terjadi di wilayah kawasan industri di Serang bagian timur. Selanjutnya di wilayah industri di bagian Serang utara atau kawasan industri yang berdekatan dengan Kota Cilegon..

    Menurut pejabat yang akrab disapa Sugi ini, buruh yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan kerja terjadi karena terjepit mesin lift atau pesawat alat angkat (forklip), terkena perkakas kerja, tersengat listrik, terkena bahan kimia, atau terkena bahan mudah terbakar atau benda panas serta kecelakaan kerja saat pulang kerja atau berangkat dan saat mengantarkan barang milik perusahaan.

    Dia juga mencatat, pelaporan kerja kepada instansinya memang sangat tinggi. Bayangkan, dalam satu hari terjadi 6-7 kali laporan kecelakaan kerja yang dialami buruh. ”Penyebab kecelakaan kerja itu ada dua yaitu karena kondisi kerja yang tidak baik atau karena kesalahan manusia (human error). Tapi prinsipnya setiap kecelakaan kerja itu menjadi tanggung jawab pemberi kerja,” katanya.

    Sugi menambahkan, untuk meminimalisasi jumlah kecelakaan kerja pihaknya melakukan fungsi-fungsi pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Serang sesuai dengan aturan-aturan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehataan kerja. Misalnya, kata Sugi lagi, jika ditemukan ada alat-alat yang berpotensi terjadi kecelakaan kerja, pihaknya akan meminta ke perusahaan untuk merekayasanya agar tidak berbahaya.

    ”Kita juga minta agar perusahaan memberikan pelatihan kepada karyawannya tentang cara menjalankan alat atau mesin, sehingga sehat dan aman bagi karyawannya,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPKEP-KSPI) Kabupaten Serang, Argo Priyo Sujadmiko menilai banyak perusahaan di wilayah Kabupaten Serang yang melakukan pengabaian keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

    Selain standar keselamatan, juga tanggung jawab perusahaan terhadap kecelakaan kerja minim. ”Kasus pengabaian keselamatan kerja sudah bukan rahasia umum lagi. Bahkan tak sedikit karyawan yang mengalami kecelakaan kerja hanya diobati. Padahal mestinya juga mendapatkan hak santunan,” katanya, kemarin (25/8).

    Dia juga menilai momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dicanangkan pemerintah setahun sekali selama ini hanya seremoni belaka. Lantaran, kata dia juga, momentum itu tidak banyak membuat kesadaran tanggung jawab perusahaan meningkat. ”Pemerintah harus melihat gejala ini. Terutama di daerah-daerah,” tandasnya.

    Di bagian lain, Kepala Disnakertrans Banten, Erick Syehabuddin saat dimintai tanggapannya mengaku sudah melakukan koordinasi rutin perihal ketenakerjaan termasuk hak dan tanggung jawab perusahaan berkaitan dengan K3. ”Itu hak buruh saat mengalami kecelakaan kerja. Saya kira pihak perusahaan tahu aturan hukum ketenaga kerjaan,” terangnya singkat. (bud)

    Sumber : https://safetypurpose.wordpress.com/

    • Sdri. Irma, Cantumkan alamat sumber pustaka dengan akurat dan jelas. SafetyPurpose.wordpress.com tidak pernah menerbitkan artikel, jadi tdak bisa dijadikan bahan referensi/sumber pustaka.

  3. Nama : Irma Wulan Apriliani
    Kelas : B1/ Semester 6
    Npm : 12.11.106.701501.0732

    Kecelakaaan kerja
    _______________________________
    SERANG – Angka kecelakaan kerja di wilayah Ibukota Provinsi Banten sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, sejak Januari-Agustus 2013, jumlah kecelakaan kerja tercatat mencapai 1.402 kali. Dari jumlah itu korban meninggal tercatat 16 orang.

    Sementara tahun sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi 2.491 kali. Dalam setiap kecelakaan kerja itu, buruh mengalami luka mulai ringan, hingga berat dan tewas. ”Di antara 1.402 orang yang mengalami kecelakaan, 16 orang tewas. Yakni satu orang sakit, satu orang terjepit mesin, dan 14 orang kecelakaan lalu lintas,” terang Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Disnakertrans abupaten Serang Sugi Hardono.

    Dia juga membeberkan, dari kasus kecelakaan selama 2013 itu sebanyak 1.386 orang mengalami luka-luka mulai ringan hingga berat. Dari banyaknya kecelakaan kerja ini, terang Sugi lagi, paling banyak terjadi di wilayah kawasan industri di Serang bagian timur. Selanjutnya di wilayah industri di bagian Serang utara atau kawasan industri yang berdekatan dengan Kota Cilegon..

    Menurut pejabat yang akrab disapa Sugi ini, buruh yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan kerja terjadi karena terjepit mesin lift atau pesawat alat angkat (forklip), terkena perkakas kerja, tersengat listrik, terkena bahan kimia, atau terkena bahan mudah terbakar atau benda panas serta kecelakaan kerja saat pulang kerja atau berangkat dan saat mengantarkan barang milik perusahaan.

    Dia juga mencatat, pelaporan kerja kepada instansinya memang sangat tinggi. Bayangkan, dalam satu hari terjadi 6-7 kali laporan kecelakaan kerja yang dialami buruh. ”Penyebab kecelakaan kerja itu ada dua yaitu karena kondisi kerja yang tidak baik atau karena kesalahan manusia (human error). Tapi prinsipnya setiap kecelakaan kerja itu menjadi tanggung jawab pemberi kerja,” katanya.

    Sugi menambahkan, untuk meminimalisasi jumlah kecelakaan kerja pihaknya melakukan fungsi-fungsi pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Serang sesuai dengan aturan-aturan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehataan kerja. Misalnya, kata Sugi lagi, jika ditemukan ada alat-alat yang berpotensi terjadi kecelakaan kerja, pihaknya akan meminta ke perusahaan untuk merekayasanya agar tidak berbahaya.

    ”Kita juga minta agar perusahaan memberikan pelatihan kepada karyawannya tentang cara menjalankan alat atau mesin, sehingga sehat dan aman bagi karyawannya,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPKEP-KSPI) Kabupaten Serang, Argo Priyo Sujadmiko menilai banyak perusahaan di wilayah Kabupaten Serang yang melakukan pengabaian keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

    Selain standar keselamatan, juga tanggung jawab perusahaan terhadap kecelakaan kerja minim. ”Kasus pengabaian keselamatan kerja sudah bukan rahasia umum lagi. Bahkan tak sedikit karyawan yang mengalami kecelakaan kerja hanya diobati. Padahal mestinya juga mendapatkan hak santunan,” katanya, kemarin (25/8).

    Dia juga menilai momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dicanangkan pemerintah setahun sekali selama ini hanya seremoni belaka. Lantaran, kata dia juga, momentum itu tidak banyak membuat kesadaran tanggung jawab perusahaan meningkat. ”Pemerintah harus melihat gejala ini. Terutama di daerah-daerah,” tandasnya.

    Di bagian lain, Kepala Disnakertrans Banten, Erick Syehabuddin saat dimintai tanggapannya mengaku sudah melakukan koordinasi rutin perihal ketenakerjaan termasuk hak dan tanggung jawab perusahaan berkaitan dengan K3. ”Itu hak buruh saat mengalami kecelakaan kerja. Saya kira pihak perusahaan tahu aturan hukum ketenaga kerjaan,” terangnya singkat. (bud)

    Sumber : http://m.jpnn.com/news.php?id=187760

  4. NAMA : Mustofa Bani Wibowo
    NPM : 12.11.106.701501.0737
    SEMESTER : 6 KELAS : B1

    Kecelakaan Kerja – Crane Ambruk – Kuningan Jakarta |

    Sebuah tiang penyangga crane proyek pembangunan Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan (LKPP), di Jl HR Rasuna Said Komplek Epicentrum Kav 118, Jakarta Selatan roboh dan menimpa gedung televisi swasta nasional ANTV, Rabu (1/10). Akibatnya, dua orang terluka dan sembilan unit motor rusak akibat kejadian ini.
    “Dua orang pekerja menderita luka. Salah satunya tertimpa tiang penyangga crane, lalu ada sembilan sepeda motor juga yang tertimpa ”
    “Kejadiannya sekitar pukul 10.30 tadi. Tiangnya itu sudah merosot menimpa Gedung ANTV dan akhirnya patah ke bawah,” ujar Aswedi, salah satu petugas keamanan proyek, Rabu (1/10).
    Menurut Aswedi, pada saat kejadian memang tidak ada pekerja yang berada di crane. Karena fokus pengerjaan ada di sisi sebelah lainnya. “Kondisinya lagi pada kerja, tapi bukan di dekat tiang yang jatuh. Tapi menimpa motor-motor yang terparkir dan tadi ada dua orang luka karena menghindari besi-besi,” ucapnya.
    Aswedi mengatakan, korban yang belum diketahui namanya tersebut tidak mengalami luka parah. Namun begitu, untuk mengantisipasi kondisi darurat mereka langsung dibawa ke RS MMC. “Langsung dibawa pakai ambulans ke RS MMC. Kayaknya tidak terlalu parah,” terangnya.
    Pantauan beritajakarta.com, terlihat banyak motor yang hancur. Kondisi motor sudah rusak parah, dan masih ada yang berada di bawah besi-besi penyangga besar berwarna merah itu. Kapolsek Setiabudi AKBP Andie Latuheru membenarkan kejadian tersebut. “Dua orang pekerja menderita luka. Salah satunya tertimpa tiang penyangga crane, lalu ada sembilan sepeda motor juga yang tertimpa,” ujarnya.
    Namun begitu, kata Andie, tidak ada korban tewas dalam kecelakaan kerja ini.”Dua korban dirawat inap di RS MMC‎. Identitasnya belum diketahui karena masih dalam penanganan dokter,” tandasnya.

    DAFTAR PUSTAKA Sumber pustaka:
    http://hsecenter-id.com/kecelakaan-kerja-crane-ambruk-kuningan-jakarta/

  5. Nama : Himdad Himyar
    NPM : 12.11.106.701501.0768
    Kelas : B1 (sore) / Semester 6
    MK : Keselamatan Alat Angkat – Angkut

    “Satu Orang Tewas Tertimpa Crane Patah di Kampung Melayu”

    JAKARTA, KOMPAS.com – Musibah kecelakaan kerja terjadi saat pengerjaan proyek turap di Kali Ciliwung di Fly Over Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/9/2013). Tower crane yang berada di lokasi itu tiba-tiba patah dan menimpa pohon. Pohon yang tertimpa tower crane ini kemudian rubuh dan mengenai seorang warga bernama Sugeng (41) yang langsung tewas.

    Seorang pekerja, Adi Suwono (63), mengatakan tidak mengetahui persis mengapa crane tersebut bisa patah dan menimpa korban. Menurutnya, peristiwa berlangsung saat para pekerja tengah fokus menolong seorang pekerja bernama Rohmat Kurniawan (22) yang tengah terjepit di pintu mobil genset yang lokasinya terpisah dengan crane. “Crane posisinya masih ada di tengah kali, mungkin karena arus air mulai kencang, tiba-tiba crane agak terjungkal ke belakang, dan towernya patah nimpa pohon,” kata Adi, kepada wartawan, di Mapolsek Metro Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu sore.

    Nahas, Sugeng yang tengah menonton pengerjaan tersebut tertimpa pohon yang rubuh akibat terkena tower crane itu.

    Saat kejadian terdapat sekitar lima warga lain yang berada di lokasi tetapi mereka dapat menghindari pohon yang tumbang tersebut.

    “Alatnya jatuh kena pohon, pohonnya rubuh kena warga. Yang meninggal satu orang sudah dibawa ke RSCM,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara, Komisaris Suminto.

    Mandor PT Sinar Pancang, Hatami (65), mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab patahnya tower crane tersebut. Namun ia membenarkan tower crane yang ada di lokasi tersebut patah. “Secara teknis kami cuma bisa bilang kalau boom crane mengarah ke atas dan patah. Nah penyebab pastinya kami belum tahu,” ujar Hatami pada kesempatan yang sama.

    Hatami mengatakan belum menemukan adanya unsur kesengajaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.

    Pengerjaan turap tersebut menurutnya merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. “Kami sebenarnya sub kontraktor di bawah PT Jaya Konstruksi. Proyek ini dari Dinas PU DKI,” ujar Hatami.

    Tentang keberadaan korban, Hatami mengatakan pihaknya memang sering melihat korban kerap berada di sekitar lokasi pengerjaan. Tetapi Hatami tidak mengetahui tujuan korban kerap berada di lokasi tersebut. “Korban masih di RSCM dan belum ada keluarga yang datang. Karena itu kami masih menunggu keluarga untuk penanganan selanjutnya,” ujar Hatami.

    Penulis : Robertus Belarminus
    Editor : Egidius Patnistik

    Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/22/2005180/Satu.Orang.Tewas.Tertimpa.Crane.Patah.di.Kampung.Melayu

  6. Nama : Faradilla Khairunnisa
    NPM : 12.11.106.701501.0609
    Semester VI Kelas B1
    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    Merdeka.com – Kecelakaan kerja terjadi di proyek Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam kejadian itu, satu pekerja tewas akibat tertimpa lengan konstruksi tower crane yang jatuh.

    Menurut keterangan saksi di dekat lokasi proyek, Yansen, insiden itu terjadi pukul 10.30 WIB. Menurut dia, saat tower crane itu sedang dibongkar karena sudah selesai digunakan.

    “Enggak tahu kenapa, tahu-tahu konstruksi crane-nya jatuh. Korban ada tiga orang. Satu tewas tertimpa, dua cedera,” kata Yansen kepada awak media di lokasi kejadian, Jakarta, Rabu (1/10).

    Menurut dia, saat kejadian dua operator mesin itu juga melompat guna menyelamatkan diri. Sementara, dua pekerja cedera jatuh terseret lengan crane itu saat mereka sedang mengerjakan dinding. Tetapi, saat pihak kontraktor Waskita Karya di lokasi hendak dikonfirmasi, mereka menolak memberikan keterangan. Mereka juga bungkam saat ditanya ihwal lokasi tempat para pekerja dirawat.

    Dari pantauan, setelah kejadian tidak nampak kegiatan di proyek gedung berlantai 13 model limas itu. Hanya bekas kecelakaan terlihat jelas. Yakni lengan crane yang melintang hingga ke lokasi proyek Gedung Pertamina dan Gedung ANTV. Sebagian steger juga nampak rusak tersapu bagian crane itu. Proses pembongkaran crane pun terhenti.

    Lengan crane itu juga menimpa tembok dan sebagian wilayah parkir Gedung ANTV, persis di sebelahnya. Beruntung saat kejadian, seorang pesuruh yang sedang beristirahat lari menyelamatkan diri menghindari lengan crane itu. Tetapi sayang, sepuluh sepeda motor yang sedang parkir hancur tertimpa lengan seberat kurang lebih 12 ton itu.

    “Untung di belakang lagi sepi. Cuma motor saja pada kena. Katanya mau diganti full,” kata seorang petugas keamanan gedung ANTV yang motornya ikut tertimpa.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kecelakaan-kerja-di-proyek-gedung-lkpp-satu-tewas.html

  7. PERUT TERPUKUL DRILL COLAR

    Tanggal 3 Maret 2010 di sebuah instalasi pemboran lepas pantai telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang Roustabout meninggal dunia. Kecelakaan terjadi ketika sedang mengeluarkan drill colar dari dalam box penyimpanan dengan bantuan alat angkat (crane).

    Kronologi kecelakaan :

    Drill Colar (DC) adalah salah satu rangkaian pipa bor yang dipasang di atas pahat. Gunanya sebagai pemberat, sehingga pemboran lebih mudah untuk menembus lapisan tanah. Biasanya drill colar diletakkan di atas rak pipa atau disimpan dalam sebuah kotak. Pada instalasi pemboran di lepas pantai yang tempatnya serba terbatas, drill colar disimpan di dalam kotak.
    Untuk mengeluarkan drill colar dari dalam kotak tidak mungkin diangkat oleh manusia, karena drill colar sangat berat, sehingga digunakan pesawat angkat.
    Cara mengangkatnya dengan kawat baja (sling) yang diujungnya dipasang pengait. Pengait dicantolkan di kedua ujung pipa (dc), kemudian diangkat dengan pesawat angkat (crane). Pada saat pengangkatan inilah terjadi kecelakaan, dimana posisi sling tidak center dengan pipa, sehingga pipa terayun dan ujungnya menumbur perut seorang Roustabout yang berada di dekatnya.

    Sebab-sebab kecelakaan :

    Posisi sling tidak center dengan drill colar yang diangkat, sehingga bergeser pada titik imbangnya.
    Posisi korban yang tidak tepat, sehingga terbentur oleh drill colar yang terayun.
    Korban kurang paham atas aspek keselamatan kerja pada pengangkatan barang dengan crane.
    Korban tidak paham pada aspek keselamatan kerja karena kurangnya sosialisasi prosedur pengangkatan dengan crane.

    Sumber pustaka: http://mobile.migas.esdm.go.id/?op=Artikel&id=7

    Nama : Ramon Oskandar
    NPM : 12.11.106.701501.0619
    Semester : VI
    Kelas : B2

  8. nama : yunica soybatul aslamiyah
    kelas : b1 / smster 6
    npm : 12.11.106.701501.0561

    Ilustrasi/Antara
    Bisnis.com, JAKARTA — Kecelakaan kerja yang melibatkan alat berat terjadi di sebuah proyek di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan.

    Alat angkut beban berat yang dikenal dengan crane jatuh di sebuah proyek pembangunan perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, hingga menimpa dua orang, Rabu (1/10/2014).

    “Dua korban mengalami luka karena salah satu orang tertimpa,” kata Kepala Polsek Metro Setiabudi Ajun Komisaris Besar Polisi Audie Latuheru saat dihubungi di Jakarta.

    Audie menambahkan, crane ambruk tersebut juga menimpa sembilan unit sepeda motor yang parkir di sekitar lokasi kejadian.

    Audie menyebutkan kedua korban telah dibawa ke Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta Selatan guna mendapatkan perawatan intensif.

    Petugas kepolisian telah mengevakuasi crane yang jatuh dan berupaya melakukan olah tempat kejadian perkara.

    Selanjutnya, polisi akan menyelidiki penyebab alat pengangkut tersebut bisa jatuh dan menimpa dua orang hingga menyebabkan korban terluka.

    sumber : http://m.bisnis.com/jakarta/read/20141001/77/261511/crane-ambruk-di-kuningan-dua-korban-tertimpa

  9. Kecelakaan Kerja – Crane Ambruk – Kuningan Jakarta

    Kecelakaan Kerja – Crane Ambruk – Kuningan Jakarta | Sebuah tiang penyangga crane proyek pembangunan Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan (LKPP), di Jl HR Rasuna Said Komplek Epicentrum Kav 118, Jakarta Selatan roboh dan menimpa gedung televisi swasta nasional ANTV, Rabu (1/10). Akibatnya, dua orang terluka dan sembilan unit motor rusak akibat kejadian ini.

    “Dua orang pekerja menderita luka. Salah satunya tertimpa tiang penyangga crane, lalu ada sembilan sepeda motor juga yang tertimpa ”
    “Kejadiannya sekitar pukul 10.30 tadi. Tiangnya itu sudah merosot menimpa Gedung ANTV dan akhirnya patah ke bawah,” ujar Aswedi, salah satu petugas keamanan proyek, Rabu (1/10).

    Menurut Aswedi, pada saat kejadian memang tidak ada pekerja yang berada di crane. Karena fokus pengerjaan ada di sisi sebelah lainnya. “Kondisinya lagi pada kerja, tapi bukan di dekat tiang yang jatuh. Tapi menimpa motor-motor yang terparkir dan tadi ada dua orang luka karena menghindari besi-besi,” ucapnya.

    Aswedi mengatakan, korban yang belum diketahui namanya tersebut tidak mengalami luka parah. Namun begitu, untuk mengantisipasi kondisi darurat mereka langsung dibawa ke RS MMC. “Langsung dibawa pakai ambulans ke RS MMC. Kayaknya tidak terlalu parah,” terangnya.

    Pantauan beritajakarta.com, terlihat banyak motor yang hancur. Kondisi motor sudah rusak parah, dan masih ada yang berada di bawah besi-besi penyangga besar berwarna merah itu.

    Kapolsek Setiabudi AKBP Andie Latuheru membenarkan kejadian tersebut. “Dua orang pekerja menderita luka. Salah satunya tertimpa tiang penyangga crane, lalu ada sembilan sepeda motor juga yang tertimpa,” ujarnya.

    Namun begitu, kata Andie, tidak ada korban tewas dalam kecelakaan kerja ini.”Dua korban dirawat inap di RS MMC‎. Identitasnya belum diketahui karena masih dalam penanganan dokter,” tandasnya.

    Sumber Pustaka : hse center indonesia
    referensi : crane ambruk
    Nama :SApto Haditya Adam
    NPM : 12.11.106.701501.0668
    Semester : 6
    Kelas :B2
    Hsecenter-id.com 1 october 2014

  10. Nama : Rahmania
    NPM : 12.11.106.701501.0741
    Semester : VI
    Kelas : B1

    Merdeka.com – Kecelakaan kerja terjadi di proyek Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam kejadian itu, satu pekerja tewas akibat tertimpa lengan konstruksi tower crane yang jatuh. Menurut keterangan saksi di dekat lokasi proyek, Yansen, insiden itu terjadi pukul 10.30 WIB. Menurut dia, saat tower crane itu sedang dibongkar karena sudah selesai digunakan. “Enggak tahu kenapa, tahu-tahu konstruksi crane-nya jatuh. Korban ada tiga orang. Satu tewas tertimpa, dua cedera,” kata Yansen kepada awak media di lokasi kejadian, Jakarta, Rabu (1/10). Menurut dia, saat kejadian dua operator mesin itu juga melompat guna menyelamatkan diri. Sementara, dua pekerja cedera jatuh terseret lengan crane itu saat mereka sedang mengerjakan dinding. Tetapi, saat pihak kontraktor Waskita Karya di lokasi hendak dikonfirmasi, mereka menolak memberikan keterangan. Mereka juga bungkam saat ditanya ihwal lokasi tempat para pekerja dirawat. Dari pantauan, setelah kejadian tidak nampak kegiatan di proyek gedung berlantai 13 model limas itu. Hanya bekas kecelakaan terlihat jelas. Yakni lengan crane yang melintang hingga ke lokasi proyek Gedung Pertamina dan Gedung ANTV. Sebagian steger juga nampak rusak tersapu bagian crane itu. Proses pembongkaran crane pun terhenti. Lengan crane itu juga menimpa tembok dan sebagian wilayah parkir Gedung ANTV, persis di sebelahnya. Beruntung saat kejadian, seorang pesuruh yang sedang beristirahat lari menyelamatkan diri menghindari lengan crane itu. Tetapi sayang, sepuluh sepeda motor yang sedang parkir hancur tertimpa lengan seberat kurang lebih 12 ton itu. “Untung di belakang lagi sepi. Cuma motor saja pada kena. Katanya mau diganti full,” kata seorang petugas keamanan gedung ANTV yang motornya ikut tertimpa.
    Sumber Pustaka : http://www.merdeka.com/peristiwa/kecelakaan-kerja-di-proyek-gedung-lkpp-satu-tewas.html

    • Sdri. Rahmania,
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

      • Nama : Rahmania
        NPM : 12.11.106.701501.0741
        Semester : VI
        Kelas : B1

        WNI Anas Tewas Tertimpa Besi 25 Ton di Malaysia
        Crane yang menimpa Anas di Malaysia. (Asia One)

        Liputan6.com, Kuala Lumpur – Kabar duka terkait kematian Warga Negara Indonesia (WNI) datang dari Malaysia. Seorang pria berprofesi sebagai truk sampah dilaporkan tewas akibat tertimpa batang besi crane seberat 25 ton, yang tengah digunakan mengangkat beton di sebuah proyek pusat perbelanjaan di Melaka.

        Dilansir dari Asia One, Kamis (25/9/2014), WNI itu diidentifikasi sebagai Anas Tawi. Pria berusia 55 tahun yang sudah berstatus penduduk tetap di Malaysia.

        Menurut laporan media-media lokal di Kuala Lumpur, Anas tak sempat melarikan diri ketika batang besi crane itu tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarainya. Akibat luka parah pada bagian kepala, ia pun meninggal di tempat.

        Rekan korban yang merupakan kenek truk, Sabari Bidin mengaku tak sempat menolongnya. Karena kejadian tersebut berlangsung begitu cepat.

        “Kecelakaan itu terjadi begitu cepat, saya berada di belakang truk dan batang besi crane itu tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarai Anas,” beber Sabari.

        “Ketika saya menghampiri truk, Anas sudah meninggal dalam posisi terjepit,” ungkap Sabari.

        Anas adalah seorang sopir truk yang telah bekerja di Malaysia selama lebih dari 30 tahun. Ia tinggal di negeri jiran itu bersama istri, serta seorang putri dan tiga putra berusia antara 22 dan 35 tahun.

        Pejabat dari Housing, Local Government and Environment Committee Datuk Ismail Othman mengatakan, proyek itu dihentikan dan akan dilanjutkan setelah review oleh Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Dewan Pembangunan Industri Konstruksi.

        Sementara pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan.

        Dikutip dari Antara News, anak bungsu korban Siti Hidayu Anas mengatakan dia dan ibunya mengetahui kejadian tersebut setelah anak majikan datang ke rumah mereka di Durian Tunggal.

        “Sudah lebih 30 tahun bapak melakukan kerja rutin sama setiap hari. Dia akan ke pusat perbelanjaan itu terlebih dulu untuk mengambil sampah, namun tidak sangka hari ini hari terakhir dia bekerja,” ungkap Siti sedih.

        Pemangku Kepala Polisi Daerah Melaka Tengah Superintendan Razali Bakar menuturkan, kasus tersebut dikategorikan sebagai kematian mendadak.

        “Mayat korban WNI itu sudah dibawa ke rumah sakit Melaka untuk diotopsi,” jelas Razali. (Mut)

        http://news.liputan6.com/read/2110160/anas-tewas-tertimpa-besi-25-ton-di-malaysia

  11. Nama : Eko Januardi
    Kelas : B2 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0605

    Kecelakaan Crane Maut, Polisi Panggil Pimpinan Proyek
    Desy Afrianti, Siti Ruqoyah | Senin, 14 Januari 2013, 18:48 WIB
    VIVAnews – Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki kecelakaan crane maut yang mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia pada Minggu sore, di proyek Apartemen Green Lake View, Tangerang Selatan. Sejauh ini tiga orang saksi sudah diperiksa.
    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan selain saksi yang berada di lokasi kejadian, penyidik akan meminta keterangan dari pimpinan proyek.
    “Hari ini juga akan dipanggil pihak yang bertanggungjawab yakni pimpinan proyek. Dari situ akan kami gali kenapa kecelakaan itu bisa terjadi, bagaimana seharusnya, apa sudah kompeten atau ada kelalaian,” ujar Rikwanto, Senin 14 Januari 2013.
    Menurut Rikwanto insiden ini tidak membuat proyek dihentikan. Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Aswin, menjelaskan saksi yang sudah diperiksa yakni BS sebagai kepala mekanik, H, operator, HH dan AG dari perusahaan kontraktor yang membangun.
    Polsi belum dapat menentukan tersangka dalam kecelakaan ini. Kepolisian masih terus menambah bukti dari lokasi kejadian. Hingga saat ini lokasi kecelakaan masih diperiksa oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
    “Masih dalam penyelidikan. Jika perusahaan kontraktor terbukti melakukan kelalaian sesuai UU Ketenagakerjaan maka dijerat Pasal 359 KUHP,” jelasnya.
    Saksi yang diperiksa oleh kepolisian setelah kecelakaan adalah Agung, karyawan perusahaan kontraktor. Adaoun korban tewas adalah Jalil, 45, Yoto, 30, dan Leman, 50. Setelah dievakuasi ketiga jenazah korban dibawa ke RS Fatmawati Jakarta. Korban luka bernama Wanto, 25 dibawa ke RS Sari Asih, Ciputat, Tangerang Selatan. (ren)
    http://m.news.viva.co.id/news/read/382133-kecelakaan-crane-maut–polisi-panggil-pimpinan-proyek

  12. Nama : Muhammad Ikhsan Arizal
    Kelas : B2/Semester 6
    Npm : 12.11.106.701501.0612

    JAKARTA – Korban crane di proyek Apartemen One Casablanca Residence, Jalan Pal Batu II, Tebet, Jakarta Selatan, tidak dapat bertahan dengan luka parah yang dideritanya.

    Korban yang bernama Ade, meninggal dunia dalam perawatan intensif di RSCM, Selasa 11 November kemarin. Korban mengalami luka parah di bagian kepalanya.

    “Jenazah korban sendiri sudah dibawa oleh pihak keluarga pada malam tadi,” kata salah seorang pegawai RSCM yang enggan menyebutkan namanya kepada Sindonews, Rabu (12/11/2014).

    Tim dokter RSCM belum sempat melakukan visum terhadap korban. Karena pihak keluarga korban bersikukuh membawa jasad korban keluar rumah sakit.

    “Keluarga enggak mau dilakukan visum. Dia mau cepat-cepat bawa korban pulang, katanya mau dikubur secepatnya,” tuturnya.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas di Proyek Apartemen One Residence sedikit berkurang.

    “Sudah di-police line sama polisi. Saya sendiri tidak begitu tahu proyeknya mandek atau masih jalan. Tapi, harusnya sih enggak boleh di jalanin,” ujar Mila, warga sekitar.

    Hingga saat ini, pihak pengelola masih enggan untuk dimintai keterangan terkait putusnya tali seling pengangkut besi yang menyebabkan seorang pekerja tewas itu.

      Sumber pustaka:

    http://metro.sindonews.com/read/923261/31/korban-crane-jatuh-di-proyek-apartemen-one-meninggal-dunia-1415777073

  13. Nama : Eko Januardi
    Kelas : B2 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0605

    Tower Crane patah, lima orang luka berat

    Merdeka.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi. Lima karyawan PT Trimanunggal jatuh dan mengalami luka berat saat sedang bekerja.

    Kejadian itu terjadi saat melakukan pengerjaan Tower Crane (TC) atau penyeimbang rangka setinggi 12 meter pada pukul 16.30 WIB. Mereka hendak membangun Hotel Ambarosa Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Tetapi kerangka alat berat itu tiba-tiba patah.

    Menurut Solihin, saksi mata, kelima korban adalah Dwi Aryanto (32) warga Tanggerang. Dia mengalami luka pada tangan kanannya serta ke 2 jari tangan kanan putus. Kedua, Rahmat (31) luka pada kaki kanan patah serta robek pada bagian kepala.

    Sementara itu Hasan Basri (31) luka pada bagian kaki dan Budi (31) luka di bagian kaki serta Obi selaku konsultan juga mengalami luka.

    Sementara itu pihak Kepolisian Resort Bogor sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP. “Polisi memeriksa para pengelola hotel dan memasang garis polisi,” kata Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino, Senin (10/9).

    Sumber pustaka: http://m.merdeka.com/peristiwa/tower-crane-patah-lima-orang-luka-berat.html

  14. Nama :davit kurniawan
    Npm. :12.11.106.701501.0642
    Kelas. :B2
    Semester :VI

    Crane Apartemen Putus, 1 Pekerja Luka Berat
    JAKARTA – Seorang pekerja proyek pembangunan One Casablanca Residence, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, terluka setelah tertimpa crane pengangkut besi yang putus.
    Warga RT 12/04, Yudi (40) mengatakan, peristiwa terjadi sekira pukul 08.50 WIB. Saat itu, Yudi sedang berada di taman tepat di depan proyek apartemen tersebut.
    “Saya dan teman-teman lihat jangkarnya putus dan crane itu jatuh. Enggak lama kemudian, ada pekerja yang dibawa ke RS karena luka parah,” ujar pria yang sehari-hari mengojek sepeda motor ini kepada Dindonews di depan Proyek Apartemen One Casablanca Residen, Tebet, Selasa (11/11/2014) pagi.
    Sumber: http://metro.sindonews.com/read/922621/31/crane-apartemen-putus-1-pekerja-luka-berat-1415680766

  15. Nama : Faradilla Khairunnisa
    Kelas : B1
    NPM : 12.11.106.701501.0609
    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    Jakarta, Aktual.co —PT Pulau Intan selaku pengelola proyek pembangunan apartemen One Casablanca Residence tertutup untuk memberi informasi mengenai kejadian kecelakaan kerja yang terjadi tadi pagi.
    Padahal ada informasi bahwa dalam kejadian itu seorang pekerja tertimpa besi yang jatuh, di proyek yang beralamat di Jalan Pal Batu 2, RT 12/04, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.
    Bahkan pihak kepolisian dari Polsek Tebet mengaku tak tahu korban dari peristiwa putusnya tali crane yang mengangkat besi itu, dilarikan ke rumah sakit mana.
    “Kami sendiri sulit mencari data faktanya. Sebab, pihak terkait terkesan tertutup memberikan keterangan,” kata Kanit Reskrim Polsek Tebet, Andung Suwito kepada Aktual.co, di Jakarta, Selasa (11/11).
    Andung menuturkan dari informasi yang masuk bahwa putusnya tali seling jangkar pengangkut besi memang menimpa salah seorang pekerja di proyek apartemen setinggi 24 lantai itu.
    “Memang ada korban satu. Tapi, kami sendiri belum mendapatkan indentitas korban dan di RS mananya korban di bawa,” katanya.
    Andung menambahkan, hingga kini, pihaknya masih mengumpulkan fakta-fakta terjadinya peristiwa tersebut hingga memakan satu orang korban luka.
    Sumber : http://www.aktual.co/jakartaraya/pengelola-proyek-one-casablanca-residence-tertutup-soal-kecelakaan-crane

    • Sdri Faradilla Khairunnisa,
      Lagi, harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  16. nama : yunica soybatul aslamiah
    kelas : b1 / semester 6
    npm: 12.11.106.701501.0593

    Tower Crane patah, lima orang luka berat
    Merdeka.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi. Lima karyawan PT Trimanunggal jatuh dan mengalami luka berat saat sedang bekerja.
    Kejadian itu terjadi saat melakukan pengerjaan Tower Crane (TC) atau penyeimbang rangka setinggi 12 meter pada pukul 16.30 WIB. Mereka hendak membangun Hotel Ambarosa Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Tetapi kerangka alat berat itu tiba-tiba patah.
    Menurut Solihin, saksi mata, kelima korban adalah Dwi Aryanto (32) warga Tanggerang. Dia mengalami luka pada tangan kanannya serta ke 2 jari tangan kanan putus. Kedua, Rahmat (31) luka pada kaki kanan patah serta robek pada bagian kepala.
    Sementara itu Hasan Basri (31) luka pada bagian kaki dan Budi (31) luka di bagian kaki serta Obi selaku konsultan juga mengalami luka.
    Sementara itu pihak Kepolisian Resort Bogor sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP. “Polisi memeriksa para pengelola hotel dan memasang garis polisi,” kata Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino, Senin (10/9).

    • Sdri Yunica soybatul aslamiah,
      Harap ganti artikel anda lagi, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.
      Jangan lupa cantumkan sumber pustakanya.

  17. Nama :davit kurniawan
    Npm :12.11.106.701501.0642
    Kls/smster : B2/VI

    Kronologi Crane Timpa Rumah Pejabat Kementerian Koperasi
    JAKARTA – Sebuah crane proyek pembangunan One Casablanca Residence roboh menimpa satu rumah mewah mewah milik H. Prakoso no. 43 dan warung kopi yang terletak bersebelahan dengan proyek tersebut di Jalan Pal Batu Raya, Cabablanca, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.
    Salah seorang saksi mata, Iwan (42) mengatakan, kejadian tersebut berawal saat seorang pekerja sedang mengendalikan crane untuk mengangkat besi cor seberat 20 ton.
    “Di angkat pertama besi cor kira-kira seberat 20 ton pertama tidak terjadi apa-apa, kemudian operatornya bilang tidak apa-apa masih kuat padahal anak buahnya bilang sudah miring cranenya dan akhirnya di angkat yang ketiga. Benar saja tanah langsung ambles dan crane roboh menima rumah dan warung,” tutur Iwan kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (5/6/2014).
    Sementar itu, seorang satpam proyek, Sulaiman (55) menuturkan, pada saat crane roboh ada sekitar 9 orang yang sedang asyik minum kopi di warung tersebut.
    “Saat roboh ada sekitar 9 orang dan langsung saya teriak awas ada yang roboh dan akhirnya mereka berlarian meninggalkan warung itu,” tegasnya.
    Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Aswin menegaskan, tim identifikasi dan labfor masih melakukan pemeriksaan. Sementara, petugas dari polsek tebet juga masih dilokasi untuk melakukan pengamanan lokasi.
    “Beberapa saksi masih diperiksa, termasuk operator crane,” katanya.
    Sumber: http://metro.sindonews.com/read/870643/31/kronologi-crane-timpa-rumah-pejabat-kementerian-koperasi-1401976572

    • Sdr Davit kurniawan,
      Lagi.. Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.
      Baca dengan CERMAT posting dari mahasiswa sebelumnya agar posting anda tidak sejenis dengan mahasiswa yang lain. Sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang!

  18. Jumat, 30 Mei 2014, Pukul 10:45 WITA
    Central Processing Plant (CPP) – SENORO Gas Development Project

    Telah terjadi kecelakaan yang berakibat kematian pada seorang Kepala Mekanik PT X (Subkontraktor PT. Y) akibat kejatuhan penyangga menara Crane 650 Ton. Kecelakaan ini terjadi ketika melakukan pekerjaan perakitan Crane 650 Ton (DEMAG CC-4000) menggunakan Crane 180 Ton (Kobelco) sebagai Crane pendukung yang dioperasikan oleh karyawan PT X.

    Saat itu, korban naik ke atas badan Crane untuk mengarahkan operator crane 180 Ton dan mengamati “wire sling” crane diatas “drum crane” untuk memastikan “wire sling” tidak terlilit dan keluar jalur. Ketika penyangga menara sudah mulai terangkat pada posisi mendekati 90°, “wire sling” (Ukuran 1 ½” x 2 m) yang digunakan untuk mengangkat tiba-tiba terputus sesaat setelah korban menginstruksikan operator crane 180 Ton melakukan “Up Sling”. Penyangga menara crane 650 Ton yang sedang diangkat tersebut rebah dan menimpa korban yang mengakibatkannya meninggal dunia. Kemudian Para pekerja yang berada di lokasi kejadian segera menghubungi paramedic & Ambulance yang datang 5 menit kemudian.

    Faktor kritikal:
    1. Berdiri di atas beban yang diangkat.
    2. Menggunakan wire sling (Ukuran 1 ½” x 2 m) yang rusak.

    Penyebab langsung & Akar penyebab:
    1. Pelanggaran individu.
    2. Prosedur tidak tersedia di lokasi kerja.
    3. Terganggu oleh masalah / perhatian lain.
    4. Keputusan yang tidak tepat / kurangnya penilaian.
    5. Perilaku yang salah tidak ditentang (Membiarkan perilaku yang salah).
    6. Praktek keterampilan yang tidak efektif.
    7. Kurangnya keterampilan & akuntabilitas.
    8. Seleksi / Pengawasan kontraktor yang tidak efektif.
    9. Penilaian resiko yang tidak efektif.
    10. Kontrol spesifik tidak diikuti.
    11. Kurangnya standar / praktek / prosedur untuk tugas tsb.
    12. Komunikasi antar organisasi yang berbeda tidak efektif.

    Sumber : HSE Alert Internal Perusahaan PT. Y.

    Nama : Rizki Dwi Nirmalasari
    Kelas : B1 / Semester 6
    Npm : 12.11.106.701501.0583

  19. Nama : Agi Agung Suharsono
    Kelas : B2 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0556

    JAKARTA, KOMPAS.com – Musibah kecelakaan kerja terjadi saat pengerjaan proyek turap di Kali Ciliwung di Fly Over Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/9/2013). Tower crane yang berada di lokasi itu tiba-tiba patah dan menimpa pohon. Pohon yang tertimpa tower crane ini kemudian rubuh dan mengenai seorang warga bernama Sugeng (41) yang langsung tewas.
    Seorang pekerja, Adi Suwono (63), mengatakan tidak mengetahui persis mengapa crane tersebut bisa patah dan menimpa korban. Menurutnya, peristiwa berlangsung saat para pekerja tengah fokus menolong seorang pekerja bernama Rohmat Kurniawan (22) yang tengah terjepit di pintu mobil genset yang lokasinya terpisah dengan crane. “Crane posisinya masih ada di tengah kali, mungkin karena arus air mulai kencang, tiba-tiba crane agak terjungkal ke belakang, dan towernya patah nimpa pohon,” kata Adi, kepada wartawan, di Mapolsek Metro Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu sore.
    Nahas, Sugeng yang tengah menonton pengerjaan tersebut tertimpa pohon yang rubuh akibat terkena tower crane itu.
    Saat kejadian terdapat sekitar lima warga lain yang berada di lokasi tetapi mereka dapat menghindari pohon yang tumbang tersebut.
    “Alatnya jatuh kena pohon, pohonnya rubuh kena warga. Yang meninggal satu orang sudah dibawa ke RSCM,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara, Komisaris Suminto.
    Mandor PT Sinar Pancang, Hatami (65), mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab patahnya tower crane tersebut. Namun ia membenarkan tower crane yang ada di lokasi tersebut patah. “Secara teknis kami cuma bisa bilang kalau boom crane mengarah ke atas dan patah. Nah penyebab pastinya kami belum tahu,” ujar Hatami pada kesempatan yang sama.
    Hatami mengatakan belum menemukan adanya unsur kesengajaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.
    Pengerjaan turap tersebut menurutnya merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. “Kami sebenarnya sub kontraktor di bawah PT Jaya Konstruksi. Proyek ini dari Dinas PU DKI,” ujar Hatami.
    Tentang keberadaan korban, Hatami mengatakan pihaknya memang sering melihat korban kerap berada di sekitar lokasi pengerjaan. Tetapi Hatami tidak mengetahui tujuan korban kerap berada di lokasi tersebut. “Korban masih di RSCM dan belum ada keluarga yang datang. Karena itu kami masih menunggu keluarga untuk penanganan selanjutnya,” ujar Hatami.
    Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/22/2005180/Satu.Orang.Tewas.Tertimpa.Crane.Patah.di.Kampung.Melayu

    • Sdr Agi Agung Suharsono,
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain. Baca artikel yang telah diposting oleh mahasiswa sebelumnya dengan cermat, agar artikel anda tidak serupa dengan artikel tsb.

  20. TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan, seotang pekerja pada proyek Apartemen Green Lake View masih terjebak di atas alat berat tower crane. “Satu korban meninggal masih terjebak di atas,” ujarnya ketika dihubungi Ahad, 13 Januari 2013.
    “Kami belum tahu namanya, masih tanya-tanya dengan yang kenal,” kata dia. Hermawan menyebutkan, polisi telah menghubungi pihak perusahaan terkait dengan peristiwa ini. “Mereka akan bawa alat berat untuk melakukan evakuasi. Sekarang sedang dalam perjalanan.”
    Sebelumnya, pukul 16.00 WIB hari ini di proyek Apartemen Green Lake View di Jalan Dewi Sartika RT 02 RW 09 Ciputat, Tangerang Selatan, terjadi kecelakaan kerja yang sangat fatal. “Saat korban sedang bekerja pada mesin tower crane Bordes, bagian belakang melengkung menimpa korban.”
    Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa itu, yaitu Jalil, 45 tahun, ketua tim checking; Leman, 50 tahun; dan Yoto, 30 tahun. Mereka telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
    Adapun penyebab kecelakaan kerja ini masih diselidiki. “Masih dalam proses penyelidikan.” Hermawan mengatakan pihaknya masih mengumpulkan saksi untuk diperiksa. Sejauh ini, baru satu saksi ditetapkan, yaitu Agung Kurniawan, 27 tahun, pekerja proyek asal Kampung Bojong RT 02 RW 10, Kunciran Indah, Pinang, Tangerang Kota.

    Nama : Adri Ansar
    Kelas/Semester : B2/ VI
    NPM : 12.11.106.701501.0596

    Sumber :http://m.tempo.co/read/news/2013/01/13/064454105/Korban-Tewas-Akibat-Robohnya-Crane-Masih-Terjepit

    • Sdr. Adri Ansar
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain. Baca artikel yang telah diposting oleh mahasiswa sebelumnya dengan cermat, agar artikel anda tidak serupa dengan artikel tsb.

  21. Nama : Agi Agung Suharsono
    Kelas : B2 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0556

    Jakarta – Satu korban tewas kecelakaan kerja di Apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Jalil belum bisa dievakuasi karena terjepit besi crane. Polisi pun menunggu alat berat.
    “Kita masih menunggu alat untuk membantu mengeluarkan korban dari lokasi. Korban tergencet alat berat,” ujar Kapolsek Ciputat, Kompol Alip, di lokasi, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (13/1/2013).
    Karena tergencet besi, jadi evakuasi terhadap korban tewas Jalil tidak bisa dilakukan secara manual. “Harus memakai alat berat, tidak bisa dievakuasi dengan tangan,” imbuh Alip.
    Ketiga korban tewas, imbuh Alip, akan dibawa ke RS Fatmawati. Sementara korban luka, Wanto (25) dirawat di RS Asih.
    Ketika ditanya penyebabnya, Alip mengatakan ada konstruksi yang patah. “Ada salah satu konstruksi yang patah dari besi, yaitu crane yang dipakai alat untuk mengangkat alat berat pembangunan apartemen,” jelas Alip.
    Sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/13/201521/2140826/10/

    • Sdr Agi Agung Suharsono
      Lagi.. Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.
      Baca dengan CERMAT posting dari mahasiswa sebelumnya agar posting anda tidak sejenis dengan mahasiswa yang lain. Sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang!

  22. Koneksi Menara ICT EQ EP SMP Taman Madya Terputus
    ————————————————-
    Harianjogja.com, JOGJA-Akibat terbentur tower crane proyek pembangunan PT.Karya Konstrindo (PT.KK), stik ke-4 hingga ke-7 menara ICT EQ EP milik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Taman Madya Jetis, roboh pada Rabu (2/7/2014).
    Terjadinya hal tersebut mengakibatkan jaringan koneksi pendukung pendidikan dari sekolah yang terletak di Jalan AM.Sangaji ke Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY), terputus. Menara ICT EQ EP adalah sebuah proyek bantuan dari Jepang, yang dibangun untuk menghubungkan sekitar 500 sekolah se-DIY, dalam satu jaringan intranet yang berpusat di Balai TKP Disdikpora DIY. Kerusakan menara ICT EQ EP di SMP Taman Madya Jetis, meliputi, patahnya stik ke-4 hingga ke-7, lepasnya tali sling penahan menara, rusaknya lampu menara, antena radio, dan penangkal petir.
    “Akibat patahnya menara ini, koneksi jaringan pendukung program pendidikan dari SMP Taman Madya Jetis ke BTKP Disdikpora DIY terputus, dan bila menara telah terpasang, koneksi akan diulang dari awal. Kemudian, proses pembelajaran berbasi teknologi informasi di sekolah terganggu, total kerugian, kisaran Rp 20-30 juta,” papar Muhammad Totok Prabowo, tim teknis program ICT EQ EP BTKP Disdikpora DIY, pada Rabu (2/7/2014).
    Ia melanjutkan biasanya pembenahan menara ICT EQ EP membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan masa pengadaan. Sementara bila segala perlengkapan yang rusak telah tersedia, waktu pemasangan ulang hanya memakan waktu 1-2 minggu. Sebab radio tersebut harus dipesan dari Kanada. Pihak BTKP Disdikpora DIY tidak ingin mengambil risiko dengan barang tiruan.
    “Kalau menara ICT rusak, pernah di sekolah lain, sempat tiga kali kejadian. Ketiganya akibat angin kencang, lalu roboh,” jelas Totok, yang mengaku langsung dihubungi pihak penanggungjawab proyek, segera setelah kejadian, sekitar pukul 09.30 WIB.
    “Harusnya pemilik proyek lebih hati-hati, mungkin ada yang salah dengan pengukuran yang telah dilakukan, sehingga menabrak menara ICT EQ EP ini. Dan kami juga menyayangkan, cerobong diesel yang mengarah ke sekolah. Asapnya mengganggu. Tapi setelah kejadian ini tadi, kami dan pihak proyek telah bersepakat. Lewat penandatanganan surat pernyataan, bahwa pihak proyek PT.KK akan bertanggungjawab atas segala kerugian,” terang Mujiyono, kepala sekolah SMP Taman Madya Jetis.
    Mujiyono masih bersyukur, karena dalam kejadian ini tidak ditemukan korban jiwa, dan tidak menghalangi aktivitas penerimaan peserta didik baru di sekolah.
    “Ya, saat itu saya sedang di lapangan. Tapi saya bukan operator. Kami langsung bertanggungjawab, tak akan lama, masalah akan segera beres. Tidak ada masalah yang gimana-gimana, untuk kerusakan yang lain, masih diselidiki. Tapi kami nyatakan, langsung bertanggungjawab ,” ujar mandor penanggung jawab proyek PT.KK, yang tak ingin disebutkan namanya.

    Nama : Adri Ansar
    Kelas/Semester : B2/ VI
    NPM : 12.11.106.701501.0596

    Sumber :
    http://www.soloposfm.com/2014/07/terbentur-tower-crane-koneksi-menara-ict-eq-ep-smp-taman-madya-terputus/

  23. Nama : Agi Agung Suharsono
    Kelas : B2 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0556

    Merdeka.com – Kecelakaan kerja terjadi di proyek Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam kejadian itu, satu pekerja tewas akibat tertimpa lengan konstruksi tower crane yang jatuh.
    Menurut keterangan saksi di dekat lokasi proyek, Yansen, insiden itu terjadi pukul 10.30 WIB. Menurut dia, saat tower crane itu sedang dibongkar karena sudah selesai digunakan.
    “Enggak tahu kenapa, tahu-tahu konstruksi crane-nya jatuh. Korban ada tiga orang. Satu tewas tertimpa, dua cedera,” kata Yansen kepada awak media di lokasi kejadian, Jakarta, Rabu (1/10).
    Menurut dia, saat kejadian dua operator mesin itu juga melompat guna menyelamatkan diri. Sementara, dua pekerja cedera jatuh terseret lengan crane itu saat mereka sedang mengerjakan dinding. Tetapi, saat pihak kontraktor Waskita Karya di lokasi hendak dikonfirmasi, mereka menolak memberikan keterangan. Mereka juga bungkam saat ditanya ihwal lokasi tempat para pekerja dirawat.
    Dari pantauan, setelah kejadian tidak nampak kegiatan di proyek gedung berlantai 13 model limas itu. Hanya bekas kecelakaan terlihat jelas. Yakni lengan crane yang melintang hingga ke lokasi proyek Gedung Pertamina dan Gedung ANTV. Sebagian steger juga nampak rusak tersapu bagian crane itu. Proses pembongkaran crane pun terhenti.
    Lengan crane itu juga menimpa tembok dan sebagian wilayah parkir Gedung ANTV, persis di sebelahnya. Beruntung saat kejadian, seorang pesuruh yang sedang beristirahat lari menyelamatkan diri menghindari lengan crane itu. Tetapi sayang, sepuluh sepeda motor yang sedang parkir hancur tertimpa lengan seberat kurang lebih 12 ton itu.
    “Untung di belakang lagi sepi. Cuma motor saja pada kena. Katanya mau diganti full,” kata seorang petugas keamanan gedung ANTV yang motornya ikut tertimpa
    Sumber : http://iorg.merdeka.com/peristiwa/kecelakaan-kerja-di-proyek-gedung-lkpp-satu-tewas.html

    • Sdr Agi Agung Suharsono
      Lagi..dan lagi…
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.
      Baca dengan CERMAT posting dari mahasiswa sebelumnya agar posting anda tidak sejenis dengan mahasiswa yang lain. Sehingga tidak melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang!

  24. FATALITY SAAT PEMINDAHAN PIPA DI DEKAT JARINGAN LISTRIK

    Pada tanggal 26 Juli 2013 jam 10.00 WIB dilakukan pemindahan Pipa 6 Inchi Double Joint untuk disambungkan menjadi Long Joint dengan Alat Crane. Pekerjaan ini berada di Area RBT 1 dekat (jarak2m) disamping bawah kabel listrik PLN tegangan tinggi 20 kV. Pekerja yang terlibat pada proses pemindahan Pipa sebanyak 6 orang pekerja Subkontraktor :1 Operator Crane CV Sinar Juwita, 1 Rigger PT. IKPT- Adhikarya,1 Helper Crane yakni Sdr. Kuslanto/Korban dari CV. Sinar Juwita,1 Safetyman PTKTE,1 Pipe Foreman dan 1 Pipe Fitter PT. KTE.
    Proses Pemindahan 2 Pipa Double yang pertama berjalan normal/ lancar. Setelah itu (sekitar jam 10.15 WIB) pada saat Swing Crane untuk mengambil Pipa berikutnya, Sling Crane mengayun mengenai kabel listrik dimana saat itu Sdr. Kuslanto sedang berpegangan pada Body Crane, yang mengakibatkan Sdr. Kuslanto (Korban) berteriak keras karena tersengat listrik. Ybs terjatuh di lokasi dengan tidak sadarkan diri dengan luka bakar pada ruas 1, 2, 4 pada jari tangan kanan. Oleh petugas medis yang bertugas dekat lokasi saat kejadian dilakukan pertolongan Resusitasi Jantung Paru (RJP) selama 5 menit, tidak berhasil, lalu korban dibawa ke klinik yang terdekat sekitar 1 km, kembali dilakukan RJP selama 5 menit dan pemberian obat injeksi. Selanjutnya korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Cepu dengan Mobil Ambulans yang berjarak sekitar 25 km. Di IGD korban dipasangi alat monitor dan pertolongan oleh dokter ahli anastesi dibantu dokter jaga dan paramedis. Sekitar 15 menit kemudian pada pukul 11.30 WIB korban dinyatakan meninggal.
    Adapun hasil kesimpulan sementara dari investigasi ialah :
    1. Tidak ada JSA (Job Safety Analysis) pada pekerjaan pemindahan Pipa dengan Crane di bawah Area Bawah Kabel Listrik Tegangan Tinggi (20 kV)
    2. Work Permit tidak detail hanya mencakup pekerjaan Welding , tidak ada Permit proses lifting dengan Crane
    3. Kurangnya kompetensi petugas Safetyman (tidak memberi Pre-caution terhadap sumber hazard Electrical) untuk pekerjaan dengan Crane di Area Kabel Listrik akan adanya bahaya tegangan tinggi.
    4. Tool boox meeting tidak dilakukan (bekerja dengan Crane di area dengan bahaya tegangan tinggi)
    5. Adanya perubahan metoda kerja pemindahan Pipa dengan Crane (padahal sebelum pemindahan dengan Tripod Chain Block).

    Sumber : Intranet – PT. Pertamina (Persero) – VP HSSE
    http://ptmkpwebapp02.pertamina.com/k3ll/detail.asp?id=1552&x1=0&x2=5

    Nama : Hening Setyoningrum
    Kelas : B2 / Semester VI
    NPM : 12.11.106.701501.0573

  25. Nama : Agi Agung Suharsono
    Kelas : B2 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0556

    indosiar.com, Surabaya – Upaya evakuasi korban tewas akibat patahnya crane tower RCTI di Desa Sambi Sari Surabaya, Jawa Timur Kamis (13/09/07) ini terus dilakukan. Evakuasi sulit dilakukan karena jenazah Suwoto yang merupakan salah seorang pekerja pembangunan tower terlilit tali crane diketinggian 80 meter.

    Hingga siang ini tim Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berupaya mengevakuasi mayat Suwoto yang tergantung dan terlilit 3 seling pada menara diketinggian sekitar 80 meter. Sejak pagi tadi evakuasi dilakukan dengan tehnik vertikal rescue, sebab kondisi korban berada ditengah – tengah jaringan pita tower yang relatif sulit dijangkau.

    Dimana mayat korban akan diturunkan secara perlahan – lahan dengan posisi tegak lurus menggunakan sebuah tali vertikal. Sedang untuk mengantisipasi bila tubuh korban terlepas dari ikatan. Tim Basarnas memasang pengaman jaring kapal ikan dibagian bawah tower. Tim Basarnas juga mendatangkan kendaraan PMK Pasar Turi Surabaya yang memiliki tangga pemadam sepanjang 40 meter untuk memudahkan kerja tim evakuasi.

    Seperti yang diketahui sebelumnya, korban Suwoto merupakan satu dari 8 pekerja kontrak di PT Citra Mandiri Adhi Karya Jakarta yang mengerjakan pembuatan tower stasiun pemancar RCTI Surabaya setinggi 275 meter.
    Namun sekitar pukul 9.30 WIB kemarin crane tower patah sehingga korban yang tengah bekerja membangun tower terjatuh dari ketinggian 150 meter, hingga tewas dan tersangkut diketinggian 80 meter.

    Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/upaya-evakuasi-pekerja-tower_64515.html

  26. REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Seorang warga negara Indonesia tewas tertimpa batang besi “crane” atau penderek seberat 25 ton yang tengah digunakan mengangkat beton di sebuah proyek pusat perbelanjaan di Melaka, Malaysia.
    Korban Anas Tawi (55) yang bekerja sebagai pengemudi truk sampah tersebut tidak sempat melarikan diri ketika batang besi alat itu tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarainya, demikian dilaporkan media-media lokal di Kuala Lumpur, Kamis (25/9).
    Korban yang sudah berstatus penduduk tetap di Malaysia itu meninggal di tempat karena cedera parah di kepala.
    Rekan korban yang juga kernet truk Sabari Bidin (45) mengatakan dia tidak sempat berbuat apa-apa karena kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. “Ketika kejadian saya berada di belakang truk dan batang besi ‘crane’ tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarai Anas,” katanya.
    Sementara itu anak bungsu korban Siti Hidayu Anas (22) mengatakan dia dan ibunya mengetahui kejadian tersebut setelah anak majikan datang ke rumah mereka di Durian Tunggal.
    “Sudah lebih 30 tahun bapak melakukan kerja rutin sama setiap hari. Dia akan ke pusat perbelanjaan itu terlebih dulu untuk mengambil sampah, namun tidak sangka hari ini hari terakhir dia bekerja,” katanya.
    Pemangku Kepala Polisi Daerah Melaka Tengah Superintendan Razali Bakar mengatakan kasus tersebut dikategorikan sebagai kematian mendadak. “Mayat korban dibawa ke rumah sakit Melaka untuk diautopsi,” katanya.
    Seorang WNI Tewas Tertimpa Besi di Malaysia

    Nama : Sapto Haditya Adam
    NPM : 12.11.106.701501.0668
    Semester : 6
    Kelas : B2
    http://www.republika.co.id Thursday, 25 September 2014, 09:55 WIB

    • Sdr Sapto Haditya Adam,
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  27. Nama :Davit kurniawan
    Npm :12.11.106.701501.0642
    Kls: B2 smster : VI

    Perbaiki Rampdoor Kapal, Crane Tercebur ke Laut

    MERAK – Tidak kuat mengangkat rampdoor Kapal Widu Karsa Pratama, satu unit crane milik PT Lieco Krida Sakti tercebur ke laut di Pelabuhan Indah Kiat, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Senin (29/7/2013) sekira pukul 14.00 WIB.

    Informasi yang berhasil dihimpun radarbanten.com, crane itu dipakai untuk memperbaiki rampdoor Kapal Widu Karsa Pratama, yang rusak saat insiden dermaga V Pelabuhan Merak ambruk, Sabtu (27/7/2013) lalu.

    Menurut Securty Pelabuhan Indah Kiat Ambron, crane tercebur akibat tidak kuat mengangkat rampdoor kapal. “Kejadianya sekitar jam dua siang tadi,” katanya.

    Beruntung, lanjutnya, seorang operator crane yang langsung loncat menyelamatkan diri hanya mengalami luka ringan di bagian kaki. “Saya lihat operator langsung loncat. Crane-nya kecebur. Opertonya bernama Kusnadi,” ungkap Ambron.

    Diketahui, crane yang tercebur berdaya angkat 50 ton. Sedangkan rampdoor yang diangkat hanya 7 ton. Hingga Senin malam, tim evakuasi masih mengevakuasi crane yang tercebur dengan crane berkapasitas daya angkat 90 ton. (Sefrinal putra)

    http://www.radarbanten.com/read/berita/10/12896/Perbaiki-Rampdoor-Kapal-Crane-Tercebur-ke-Laut.html

  28. Nama : Faradilla Khairunnisa
    Kelas : B1
    NPM : 11.12.106.701501.0609
    MK : Keselamatan Alat Angkut

    Crane Tower RCTI Patah
    Surabaya – Warga sempat berpolemik dengan RCTI soal pendirian tower pemancar televisi bergambar burung Rajawali itu. Namun, Pemkot Surabaya berpendapat soal polemik perizinan tak terkait dengan insiden patahnya tower RCTI. Namun pihak kontraktor maupun pihak RCTI, harus bertanggung jawab penuh terhadap kejadian jatuhnya crane besi di towernya yang ada di jalan Sambisari 3 A, Surabaya.
    Apalagi salah seorang pekerjanya diketahui tewas. “Itu merupakan kecelakaan kerja,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan Pemerintah Kota Surabaya Sutadi kepada detiksurabaya.com, Rabu (12/9/2007).
    Meskipun kecelakaan itu mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kata Sutadi, tetapi hal tersebut tidak ada kaitannya dengan masalah perizinan yang diketahui kasusnya belum selesai hingga sekarang. Alasan yang dikemukakan Sutadi adalah karena itu merupakan kecelakaan kerja dan kecelakaan kerja merupakan masalah teknis yang tidak berhubungan dengan regulasi. “Kalau mekanisme prosedur keselamatan kerja itu kan masalah teknis yang diketahui oleh pihak pekerja,” tandas Sutadi.
    sumber : http://news.detik.com/read/2007/09/12/141917/829001/466/pemkot-kecelakaan-kerja-tak-terkait-dengan-perizinan?nd771104bcj

    • Sdri Faradilla Khairunnisa,
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  29. Nama : Faradilla Khairunnisa
    Kelas : B1
    NPM : 11.12.106.701501.0609
    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    SATU DARI MOBILE CRANE TERBESAR RUNTUH

    Satu dari crane mobile terbesar di Amerika Serikat runtuh di sebuah kilang minyak Houston di Texas, Jumat, menewaskan empat pekerja dan melukai tujuh orang lainnya

    Ini adalah terbaru dari beberapa kecelakaan fatal yang menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan konstruksi crane.

    Crane 30-Say-Tell, mampu mengangkat 450 Ton, jatuh di sebuah kilang di tenggara Houston Lyondell Basell sekitar 02:00 waktu setempat, kata Jim Roecker, wakil presiden perusahaan untuk Purifier.

    Crane itu jatuh di sebuah tenda yang oleh stasiun televisi Houston KTRK-TV dikatakan digunakan untuk makanan pekerja.

    Setelah kejadian itu, crane merah besar berbaring di atas crane kecil kuning terang atas dasar kilang tersebut. Ambulans dan truk pemadam kebakaran berjajar di luar. Korban berada di daerah crane, tapi para pejabat masih tidak yakin apakah mereka berada di crane atau di bawah itu, Roecker menjelaskan.

    Tiga dari yang terluka dirawat dan dirilis di tempat kejadian, kata Houston Fire Department Asisten Kepala Omero Longoria.

    Dua pekerja yang terluka parah dibawa dengan helikopter ke rumah sakit Memorial Hermann-Texas Medical Center dan dua pekerja lain terluka dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
    Roecker menggambarkan crane runtuh sebagai salah satu mobile crane terbesar di AS, pada 91 meter dengan ledakan 122 meter. Konstruksi crane bisa lebih tinggi, tetapi tidak mobile.
    Selain unit kokas, unit distilasi minyak mentah telah ditutup pada kilang untuk perbaikan tujuh-minggu direncanakan. Kilang ini memiliki dua unit kokas dan dua unit mentah.

    Kilang juru bicara David Roznowski menolak untuk membahas tingkat produksi kilang saat ini. Dia mengatakan akan berada di beberapa hari setidaknya sebelum Lyondell dapat menentukan bagaimana runtuhnya crane akan mempengaruhi perbaikan direncanakan.

    Roecker mengatakan crane itu operasi, tapi tidak mengangkat apa-apa.
    “Tentu saja ini terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan masalah ini,” katanya.
    Tenda dihancurkan

    KTRK-TV mewawancarai seorang pria di sebuah rumah sakit Houston yang diidentifikasi sebagai salah satu pekerja terluka.

    “Yang saya lihat adalah tenda makan siang kami hancur,” kata Michael Gabriel stasiun.
    Jatuhnya crane di Houston adalah kilang minyak AS kecelakaan mematikan mentah sejak ledakan 2005 jam kilang raksasa BP Plc di Texas City menewaskan 15 pekerja dan melukai 180 lainnya. Texas City adalah 80 kilometer selatan Houston.

    Setelah penyelidikan dua tahun ledakan BP, federal AS Chemical Safety Board direkomendasikan bahwa penyuling tidak menempatkan para pekerja dalam struktur dekat unit proses tidak mampu menahan ledakan bencana.

    Korban tewas di Houston mengikuti dua runtuh crane baru-baru ini mematikan di New York. Pada bulan Mei, dua orang tewas di Manhattan Upper East Side setelah derek besar jatuh dan merusak sebuah gedung apartemen. Pada bulan Maret, tujuh orang tewas setelah crane hancur sebuah bangunan hunian.
    Roecker menolak untuk mengungkapkan nama-nama mereka yang tewas dan perusahaan tempat mereka bekerja, sambil menunggu pemberitahuan selanjutnya mereka keluarga.
    Crane pemilik Deep Crane & Rigging Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah beberapa rincian tentang kecelakaan itu.

    “Pikiran dan doa-doa dengan karyawan dan orang yang mereka cintai,” kata perusahaan itu.
    Mereka yang tewas dan terluka bekerja untuk kontraktor luar yang terlibat dalam perbaikan satu dari dua unit coking dan salah satu dari dua unit distilasi minyak mentah di kilang tersebut. Pekerjaan dimulai pada awal Juli.

    pandangan udara dari situs tidak segera tersedia kemarin, sebagai udara ruang di sekitar Houston dibatasi karena Presiden George Bush di kota penggalangan dana bagi calon kongres.
    LyondellBasell adalah kimia yang berbasis di Belanda dan perusahaan penyulingan dengan pendapatan tahunan sebesar US $ 45 miliar dan 16.000 karyawan di seluruh dunia.

    Sumber: http://perantaubatam.blogspot.com/2014/06/tentang-klakson-seperti-apa-peraturan.html#ixzz3U8zyUoWU

  30. Nama : ROMADHONI PRASETIO PAMUNGKAS
    NPM : 12.11.106.701501.0586
    Semester : VI Kelas B1
    Mata Kuliah : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    KECELAKAAN : MENARA CRANE ROBOH, SATU ORANG TEWAS

    KOMPAS – Jumat, 25 Mei 2007

    Jakarta, Kompas – Menara Crane setinggi sekitar 30 meter lebih, Kamis (25/5) pukul 14.00 WIB roboh, di depan gedung Mall Ritz Carlton yang sedang dibangun di Kawasan Sudirman Centre Business District (SCBD), Jakarta Selatan.
    Peristiwa ini mengakibatkan kemacetan lalu lintas luar biasa di jalan-jalan kawasan tersebut.
    Seorang pekerja Security Group Artha (SGA), Harno (40), tewas seketika tertimpa menara, sementara dua mobil warna hitam, Mercedes S280 (B 2180 EH), dan Avanza (D 1066 AL) rusak.
    Sejumlah saksi mata mengatakan, ketika menara crane mau dipindahkan, tali baja menara crane tersangkut tali baja kendaraan berat crane KATO. Diduga operator crane KATO tidak menyadari hal itu. Tali baja crane KATO tetap ditarik. Akibatnya, menara crane ikut tertarik, dan roboh.
    Ketika menara milik PT Cahaya Indotama Engineering itu jatuh, Mercedes sedang melintas. Di belakangnya, Avanza, sedang di samping Avanza, sepeda motor bebek yang dikendarai Harno. “Harno saat itu sedang bertugas patroli,” papar Juru bicara SGA, Upa Labuhari, dalam acara jumpa pers di Markas Polda Metro Jaya, kemarin. Harno mengendarai Honda Supra Fit bernomor polisi B 3181 LQ.
    Di dalam Mercedes, duduk di jok depan, Edwin Hutabarat (38) dan Supir Andi Anwar. Di belakang, Nuryani (55) kakak Edwin, dan Maryani Yahya (84). Upa membenarkan, tangan kiri Edwin terluka. Ia dibawa ke Rumah Sakit Medistra.
    Karena kaget, darah tinggi Maryani naik sampai 200 ketika diperiksa di RS Medistra. Meski demikian, keadaan itu tidak berlangsung lama.
    Di dalam Avanza terdapat seorang warga negara Jepang yang luka ringan. Ia sempat dirawat di RS Jakarta.
    Upa menegaskan, Presiden Komisaris Kontraktor Utama PT Acset Indonesia, Ronnie TS Tan, menyatakan bertanggungjawab dan mau menanggung segala kerugian yang diderita korban.
    Musibah terjadi di depan gedung Mall Ritz Carlton berlantai delapan yang sedang dibangun. Rencananya, selain mall, akan dibangun juga apartemen. Mall dan apartemen Ritz Carlton adalah bagian dari Kompleks PT Pacific Place di Kawasan Sudirman Centre Business District (SCBD).
    Robohnya menara crane itu ini menyebabkan kemacetan lalu lintas luar biasa.
    Kepada wartawan, korban Nuryani menjelaskan, siang itu, ketika hendak pulang ke rumah melintasi Gedung Bursa Efek Jakarta, mereka melihat menara crane jatuh. “Ibu saya sempat berteriak histeris. Jika kecepatan mobil berkurang sedikit saja, kami pasti tewas,” tutur Nuryani. (WIN)

    Sumber Pustaka : http://rsugengutomo.blogspot.com/2007/05/kecelakaan-menara-crane-roboh-satu.html

  31. Nama : Hitli Malianor
    Kelas : B2
    NPM : 11.12.106.701501.0574
    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut
    Kecelakaan kerja di proyek Gedung LKPP, satu tewas
    Merdeka.com – Kecelakaan kerja terjadi di proyek Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam kejadian itu, satu pekerja tewas akibat tertimpa lengan konstruksi tower crane yang jatuh.
    Menurut keterangan saksi di dekat lokasi proyek, Yansen, insiden itu terjadi pukul 10.30 WIB. Menurut dia, saat tower crane itu sedang dibongkar karena sudah selesai digunakan.
    “Enggak tahu kenapa, tahu-tahu konstruksi crane-nya jatuh. Korban ada tiga orang. Satu tewas tertimpa, dua cedera,” kata Yansen kepada awak media di lokasi kejadian, Jakarta, Rabu (1/10).
    Menurut dia, saat kejadian dua operator mesin itu juga melompat guna menyelamatkan diri. Sementara, dua pekerja cedera jatuh terseret lengan crane itu saat mereka sedang mengerjakan dinding. Tetapi, saat pihak kontraktor Waskita Karya di lokasi hendak dikonfirmasi, mereka menolak memberikan keterangan. Mereka juga bungkam saat ditanya ihwal lokasi tempat para pekerja dirawat.
    Dari pantauan, setelah kejadian tidak nampak kegiatan di proyek gedung berlantai 13 model limas itu. Hanya bekas kecelakaan terlihat jelas. Yakni lengan crane yang melintang hingga ke lokasi proyek Gedung Pertamina dan Gedung ANTV. Sebagian steger juga nampak rusak tersapu bagian crane itu. Proses pembongkaran crane pun terhenti.
    Lengan crane itu juga menimpa tembok dan sebagian wilayah parkir Gedung ANTV, persis di sebelahnya. Beruntung saat kejadian, seorang pesuruh yang sedang beristirahat lari menyelamatkan diri menghindari lengan crane itu. Tetapi sayang, sepuluh sepeda motor yang sedang parkir hancur tertimpa lengan seberat kurang lebih 12 ton itu.
    “Untung di belakang lagi sepi. Cuma motor saja pada kena. Katanya mau diganti full,” kata seorang petugas keamanan gedung ANTV yang motornya ikut tertimpa.
    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/kecelakaan-kerja-di-proyek-gedung-lkpp-satu-tewas.html

  32. crane 1 ton ambruk,1 tewas dan beberapa mobil hancur
    nama : shendy arita ramadhani
    kelas : b2/semester 6
    npm : 12.11.106.701501.0588
    mata kuliah : keselamatan alat angkat angkut
    Proyek pembangunan gedung Pacific Place di kawasan Sudirman Center Business District (SCBD) menelan korban. Seorang pengendara motor bernama Suharno, 42, tewas seketika setelah tertimpa crane (alat katrol barang)kemarin (24/5) sekitar pukul 14.00. Empat lainnya, termasuk satu warga Jepang, dilarikan ke RS Medistra dan RS Jakarta.
    Dugaan sementara, tiang setinggi 30 meter itu ambruk karena kawat baja penopangnya (sling) putus lantaran tidak kuat menahan beban. Kontraktor proyek PT Ascet Indonusa dan subkontraktor PT Cahaya Indotama Engineering langsung diperiksa di Polda Metro Jaya. Keduanya menyatakan siap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
    Suharno adalah petugas Security Grup Artha (SGA). Saat kejadian, warga Jalan Tegal Parang RT 05/03, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, itu hendak pulang setelah tugas malam. Di saat senggangnya, dia biasa mengojek di kawasan bisnis terpadu itu.
    Sial nasib Suharno. Ketika melintas di belakang gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) itu, tiba-tiba “brukkkk…”, sebuah tiang crane jatuh dari ketinggian sekitar 30 meter. Alat angkut yang beratnya sekitar satu ton dan terbuat dari rangkaian baja itu menghantam tubuhnya.
    Kepala Suharno remuk. Begitu pula tangannya. Paha kanan patah. Sempat menjadi tontonan warga, jenazah lantas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Bukan itu saja, motor jenis bebek Honda Astrea D 3161 LO yang ditumpanginya juga rusak parah.
    Peristiwa itu juga mengakibatkan lima warga lain yang berada dalam dua mobil berbeda juga menjadi korban. Sedan mewah Mercedes Benz B 2180 EN yang di dalamnya terdapat empat penumpang dilaporkan rusak. Empat penumpang yang mengalami luka-luka ringan itu adalah Indra (sopir), pemilik mobil Edwin Hutabarat, 38; kakak Edwin yang bernama Nuryani, 42; dan neneknya yang bernama Maryani Yahya, 84. Keempatnya saat ini dirawat di RS Medistra.
    Korban lainnya adalah seorang warga negara Jepang bernama Mayumi Sunoda. Dia langsung dibawa ke RS Jakarta. Dilaporkan, Sunoda hanya mengalami luka-luka ringan.
    Peristiwa robohnya tower crane memacetkan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Selama tiga jam, hingga pukul 17.00, arus macet total. Apalagi, jatuhnya crane dan evakuasi korban menjadi tontonan warga.
    Berdasar informasi yang dihimpun Indo Pos (Grup Jawa Pos), alat angkut baja itu jatuh akibat putusnya sling penopang tower. Kawat baja tersebut diduga tak kuat menahan beban yang dibawanya. Akibat penopangnya putus, rangkaian baja pun patah. Dari ketinggian 30 meter, rangkaian baja tersebut menghunjam jalan raya.
    Kaget dengan kejadian itu, operator crane yang identitasnya belum disebutkan berusaha melarikan diri. Sejumlah satpam yang melihat langsung mengamankan pria tersebut. Satpam membawa operator itu ke Polda Metro Jaya.
    Supervisor PT Ascet Indonusa selaku kontraktor pembangunan gedung Pacific Place Gatot Siswanto yang dijumpai di sekitar lokasi kejadian membenarkan penyebab jatuhnya crane. “Ya, slingnya putus karena nyangkut di besi-besi, tak kuat menahan beban,” kata Gatot kemarin.
    Sementara itu, Juru Bicara SGA Upa Labuhari mengatakan, korban tewas akan mendapat santunan dari perusahaan, begitu pula mengenai pergantian motor milik rekannya. “Kami juga mengganti semua ongkos pengobatan untuk para korban luka, termasuk bertanggung jawab memperbaiki kendaraan yang ikut rusak,” jelas Upa.
    Saat ditanya apakah kontraktor melanggar aturan dengan mengoperasikan crane di jalan umum pada siang, padahal aturannya hanya boleh di atas pukul 22.00, Upa enggan menjawab. Namun, dia mengatakan, kontraktor atau pengembang gedung PT Ascet Indonusa dan subkontraktornya, PT Cahaya Indotama Engineering, akan bertanggung jawab penuh.
    “Yang jelas, pihak Ascet dan Cahaya, termasuk operator crane, masih dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya,” kata Upa tanpa bersedia menyebutkan nama-nama yang diperiksa polisi.
    sumber : http://www.bluefame.com/topic/35533-crane-1-ton-ambruk-1-tewas-beberapa-mobil-hancur/

  33. Nama: Fahrian Nur
    Kelas: B2 – Semester 6
    NPM: 12.11.106.701501.0608
    Mata Kuliah: Keselamatan alat angkat & angkut
    Warga Indonesia Tewas Tertimpa Besi Crane di Malaysia
    WARTA KOTA, PALMERAH – Seorang warga negara Indonesia tewas tertimpa batang besi “crane” atau penderek seberat 25 ton yang tengah digunakan mengangkat beton di sebuah proyek pusat perbelanjaan di Melaka, Malaysia.
    Korban Anas Tawi (55) yang bekerja sebagai pengemudi truk sampah tersebut tidak sempat melarikan diri ketika batang besi alat itu tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarainya, demikian dilaporkan media-media lokal di Kuala Lumpur, Kamis (25/9/2014).
    Korban yang sudah berstatus penduduk tetap di Malaysia itu meninggal di tempat karena cedera parah di kepala.
    Rekan korban yang juga kernet truk Sabari Bidin (45) mengatakan, dia tidak sempat berbuat apa-apa karena kejadian tersebut berlangsung begitu cepat.
    “Ketika kejadian saya berada di belakang truk dan batang besi ‘crane’ tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarai Anas,” kata Sabari Bidin.
    Sementara itu anak bungsu korban Siti Hidayu Anas (22) mengatakan, dia dan ibunya mengetahui kejadian tersebut setelah anak majikan datang ke rumah mereka di Durian Tunggal.
    “Sudah lebih 30 tahun bapak melakukan kerja rutin sama setiap hari. Dia akan ke pusat perbelanjaan itu terlebih dulu untuk mengambil sampah, namun tidak sangka hari ini hari terakhir dia bekerja,” kata Siti Hidayu.
    Pemangku Kepala Polisi Daerah Melaka Tengah Superintendan Razali Bakar mengatakan, kasus tersebut dikategorikan sebagai kematian mendadak.
    “Mayat korban dibawa ke rumah sakit Melaka untuk diautopsi,” kata Razali Bakar. (Antara)
    Sumber: http://wartakota.tribunnews.com/2014/09/25/warga-indonesia-tewas-tertimpa-besi-crane-di-malaysia

  34. Nama: Fahrian Nur
    Kelas: B2 – Semester 6
    NPM: 12.11.106.701501.0608
    Mata Kuliah: Keselamatan alat angkat & angkut

    Kecelakaan Tewaskan Pekerja,
    Crane Beroperasi Tanpa Sertifikat

    Kota Dumai, Jaya Pos

    Pertanyaan publik tentang komitmen perusahaan untuk patuh dengan ketentuan tentang keselamatan kerja, terkait kecelakaan kerja (lakakerja) yang menimpa seorang Pekerja PT Sinar Inti Sejahtera (SIS) sehingga meninggal dunia, perlahan mulai dapat diberikan penilaian.

    Meskipun sampai saat ini pihak PT Kuala Lumpur Kempong (KLK) dan Sub Kontraktornya (PT SIS-Red), belum dapat dikonfirmasi, namun informasi yang dirangkum di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai, terungkap bahwasanya PT KLK bersama PT SIS, belum melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap crane yang mereka operasikan saat insiden lakakerja.

    Perusahaan itu baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam waktu dekat. Tentu hal ini dapat berakibat fatal jika ditemukan bahwa pesawat angkat dan angkut tersebut tidak sesuai dengan standar uji yang ditentukan.

    “Alat kerja belum sertifikasi, dan perusahaan baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam minggu ini. Karena itu, disnaker menegaskan penghentian pekerjaan sepanjang laporan tidak dile­ng­kapi,” kata M. Fadhly, SH, Kepala Bidang Pengawasan dan Syarat Kerja, Disnakertrans Dumai, kepada Jaya Pos.

    PT KLK termasuk lalai, beber Fadhly, semestinya ketika pelaksanaa pekerjaan, perusahaan menegaskan kepada PT SIS agar Operator crane didampingi oleh seorang kenek pemberi aba-aba yang standby dekat crane, sehingga Operator dapat melakukan kerja dengan baik. Begitu juga dengan sling crane, agar selalu diperiksa ketika crane dioperasikan.

    Ditanya mengenai kronologi kejadian, ia menjawab penyebab lakakerja adalah sling yang mengikat ke beban terlepas sehingga beban yang diangkat posisinya timpang kemudian membanting lalu menghantam kepala korban. Sedangkan mengenai kepesertaan Jamsostek terhadap Nanang (Korban-Red), Fadhly membenarkan bahwa perusahaan mengikutsertakan karyawannya dan terdaftar pada PT Jamsostek di Medan.

    “Kita lakukan upaya pembinaan, jadi sanksi yang diberi adalah tidak beroperasi dulu sampai perusahaan melengkapi laporan,” katanya.

    Sementara itu di kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP)-Polres Dumai, belum banyak informasi yang dapat dihimpun. Pihak KSKP masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, dan telah menetapkan 2 Tersangka yaitu Operator Crane dan Mandor. Selain itu pihaknya juga telah menyita crane dan menahan kedua tersangka.

    Ditanya terkait keterangan ahli serta sertifikat pemeriksaan dan pengujian crane, Kepala KSKP, AKP Suparman menjawab bahwa keterangan ahli belum dibutuhkan, sedangkan mengenai sertifikat crane ada instansi berkompeten yang memeriksanya. “Penyelidikan dan penyidikan sedang dilakukan,” kata Suparman, dan ia juga tidak bersedia menginformasikan kronologi kejadian versi polisi kepada Jaya Pos.

    Berdasarkan Permenaker No 05/ 1985 tentang pesawat angkat dan angkut, Pasal 135 dan Pasal 138 mengamanahkan akan kewajiban adanya pengesahan dari pihak berwenang, serta kewajiban dilakukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu dengan standar uji yang telah ditentukan. Sedangkan mengacu Keputusan Dirjend Perhubungan Laut No. B XXV-456/PP72, pihak yang ditunjuk sebagai pelaksana pemeriksaan dan Pengujian terhadap pesawat angkat dan angkut adalah PT (persero) Biro Klasifikasi Indonesia.

    Sumber: http://harianjayapos.com/detail-4394-kecelakaan-tewaskan-pekerja-crane-beroperasi-tanpa-sertifikat.html

    • NAMA : RIENTYA DERVI A.P
      KELAS : b2 SEMESTER 6
      NPM : 12.11.106.701501.0581
      Kecelakaan Mengerikan..Crane Raksasa di galangan kapal China Ambruk..
      Pagi ni ada menu mengeriikan dari negri China. Pada tanggal 30 Mei 2008 , 2 buah Crane Raksasa milik Hudong Zhonghua, sebuah perusahaan galangan kapal di China, yang yang masing-masing berkekuatan 600 ton yang sedang digunakan untuk mengangkat bottom block dari sebuah kapal Tanker 110000 DWT, salah satu kakinya tiba2 patah gan. Kecelakaan mengerikan ini menyebabkan 3 orang meninggal, 1 luka berat dan satu lagi luka ringan.
      Demikian Makasih agan2 sekalian, keep safety..
      sumber : http://diimaazazza.blogspot.com/2010/09/kecelakaan-mengerikancrane-raksasa-di.html?m=1

      • Sdri Rientya Dervi A. P.
        1. Jangan mengetik artikel dengan me-reply artikel yang sudah diposting oleh mahasiswa yang lain. Yang harus anda lakukan adalah mengetik pada bagian yang terdapat tulisan “Leave a Reply” pada bagian bawah website ini.
        2. Ganti artikel anda, karena artikel yang ditampilkan tidak akurat, dan bersumber dari situs yang belum dapat dipercaya.

  35. Nama : Hitli Malianor
    Kelas : B2
    NPM : 11.12.106.701501.0574

    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    Pekerja Tewas Terjatuh dari Tower Crane

    MEDAN – Seorang pekerja bangunan tewas terjatuh dari tower crane (alat pengangkut barang berat) dari ketinggian gedung yang diperkirakan 24 meter dari tanah. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, sore tadi.

    Korban bernama Suryo Purwanto (40), warga Letda Sujono, Gang Banjar, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung itu pun tewas setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pirngadi Medan, beberapa saat setelah kejadian. Karena kondisi luka yang cukup serius, korban akhirnya meninggal di rumah sakit tersebut.

    Menurut rekan kerja korban Bambang (31), peristiwa tersebut terjadi tidak beberapa lama setelah mereka istirahat dan makan siang. Saat itu, korban yang merupakan mekanik dalam pengerjaan pembangunan gedung tersebut naik ke atas gedung, karena ingin memperbaiki sebuah peralatan motor.

    “Karena motor karo itu di atas, korban mengunakan tower klep untuk naik, dengan menggunakan tangga yang berada di dalam tower klep tersebut. Setelah selesai, korban langsung turun ke bawah. Namun belum sampai di bawah, tiba-tiba korban terpeleset dan langsung terjatuh. Kepalanya membentur batangan besi yang ada di bawah,” cerita Bambang.

    Sedangkan pimpinan proyek Rudi, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa insiden tersebut adalah murni kecelakaan kerja. “Kita telah mengikuti semua prosuder keamanan kerja. Namun kejadian yang menimpa Suryo adalah murni sebuah kecelakaan,” terangnya.

    Pihak Rudi sendiri berjanji akan menanggung semua biaya hingga pemakaman korban, termasuk memberi santunan kepada keluarga korban. Sementara itu, keluarga korban tak dapat menahan haru melihat kondisi Suryo yang sudah tidak bernyawa dengan kepala pecah. Dwi Titi Furnawati (41), kakak korban hanya bisa menangis tersedu-sedu mendapati kematian adiknya tersebut. (hri)

    Sumber : http://ns1.kompas.web.id/read/read/2010/07/01/340/348717/pekerja-tewas-terjatuh-dari-tower-crane

  36. Nama : shendy arita ramadhani
    Kelas : b2
    Nmp : 12.11.106.701501.0588

    Kecelakaan Kerja di PT LSI, 1 Tewas, Tiga Luka Bakar

    Minggu, 19 Mei 2013 KABUPATEN TANGERANG
    BALARAJA, SNOL—Dua kecelakaan kerja terjadi di PT Lautan Steel Indonesia (LSI). Andi Aryana Sofiat (25) tewas tertimpa besi saat tali crane pengangkut besi dan baja jadi putus, Jumat (17/5). Sebelumnya, Kamis (16/5) malam tungku pembakaran di pabrik peleburan baja tersebut meledak dan melukai tiga pekerjanya. Di antaranya Triyanto (35) yang mengalami luka bakar di muka, Maman (29) dan Ade (29) mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuhnya.

    Ketua DPC Konferderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kabupaten Tangerang, Imam Sukarsa mengungkapkan, awalnya sekitar pukul 09.30, Irawan (26) operator crane tengah melakukan pengangkutan baja dan sejumlah produk jadi pabrik. Naas, tali crane tiba-tiba putus dan sejumlah potongan baja dan besi dari ketinggian sekitar 10 meter menimpa Andi Aryan yang berada di bawahnya. “Meski sudah sudah menggunakan helm pengaman, tapi korban tidak bisa diselamatkan,” kata Imam saat dihubungi wartawan, kemarin.

    Setelah dibawa ke RS Mulia Insani untuk diotopsi, korban yang mengontrak di Kampung Bolang RT 9/2, Kecamatan Tigaraksa ini kemudian dibawa ke rumah duka di Malingping, Lebak untuk dikebumikan.

    Pada Kamis malamnya sekitar pukul 21.00 Wib, kata Imam, tungku peleburan besi di PT LSI meledak. Kejadian ini melukai tiga pekerjanya yakni Triyanto Maman dan Ade. “Korban luka bakar ini juga dilarikan ke RS Mulia Insani untuk mendapat perawatan medis,” tukas Imam.

    Atas kejadian ini Imam mengecam pihak perusahaan karena dinilai tidak mampu memenuhi standar Keamanan Keselamatan Kerja (K3). Kecelakaan kerja di pabrik peleburan besi ini, kata Imam sudah yang kesekian kalinya. “Sejak kami bergabung 8 bulan lalu, sudah tiga jiwa melayang. Dan perusahaan tidak memberikan jaminan kesehatan sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek,” papar Imam.

    Imam mengaku sudah membuat laporan atas pelanggaran tersebut ke pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DIsnakertrans) Kabupaten Tangerang. “Hingga saat ini masih dalam proses,” tegasnya.

    Kanit Reskrim Polsek Balaraja Iptu Lilly Ilhana membenarkan adanya buruh yang tewas tertimpa besi saat bekerja di pabrik tersebut. “Pada saat korban di bawah, rantai mengangkut besi tersebut putus dan langsung menimpa korban,” kata Lilly.

    Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Kabupaten Tangerang, Deni Rohdiani mengaku sudah mendapat laporan terkait kecelakaan kerja di PT LSI tersebut. “Saya sudah dapat laporan dan mengirim dua pengawas ke pabrik. Kasus ini masih dalam pemeriksaan kami,” pungkasnya. (aditya/deddy/jarkasih)

    Sumber : http://satelitnews.co.id/?p=14293

  37. Luka Kerja Di Kawasan PT. Semen Indonesia, 5 Korban Luka

    Tuban – Kecelakaan kerja kembali terjadi di pabrik PT Semen Gresik yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Sabtu (16/03/2013).

    Dalam peristiwa itu sebanyak Lima Orang Pekerja PT. Semen Indonesia mengalami luka-luka setelah terjatuh saat melakukan perbaikan seling Crane.

    Lima Orang yang menjadi korban kecelakaan kerja itu masing-masing adalah Dedy (20), pekerja asal Kota Tuban, Sulamtoro (25), asal Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jateng. Keduanya mengalami luka parah saat terjatuh dari ketinggian belasan meter itu.

    “Keduanya mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit PT. Semen Indonesia untuk mendapatkan perawatan medis,” terang AKP Elis, Kapolsek Kerek, Kabupaten Tuban.

    Untuk pekerja lainnya yang juga menjadi korban kecelakaan kerja itu adalah Cipto (25) dan Gito (30), keduanya warga Kota Tuban. Saat ini keduanya di Rawat di Rumah Sakit NU Tuban. Sedangkan satu korban lainnya adalah Yatino (25), yang merupakan pekerja asal Cilacap, Jateng.

    Kapolsek menjelaskan, kejadian kecelakaan kerja yang menimpa lima orang pekerja tersebut berawal saat kelimanya sedang melakukan perbaikan seling untuk alat berat Crane yang sedang mengalami kerusakan yang ada di Pabrik 1 PT. Semen Indonesia, Tuban.

    “Saat itu Kelimanya memperbaiki Seling Crane yang dalam kondisi kendor. Namun tiba-tiba seling kembali berfungsi sehingga langsung mengenai kelima korban itu,” ungkap AKP Elis.

    Selanjutnya, akibat terkena pentalan seling yang semula kendor itu kelimanya langsung terjatuh dari ketinggian belasan meter itu. Atas kejadian itu saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan kerja itu.

    sumber : http://sugarfmradionet.blogspot.com/2013/03/kecelakaan-kerja-di-ptsemen-indonesia.html

    Nama : Gabriella Paradytha Sulu
    Kelas : B2 / Semester VI
    NPM : 12.11.106.701501.0571

  38. Nama: Rizky Trimulyana
    Kelas: B2-semester VI
    NPM: 12.11.106.701501.0624
    Kota Dumai, Jaya Pos
    Pertanyaan publik tentang komitmen perusahaan untuk patuh dengan ketentuan tentang keselamatan kerja, terkait kecelakaan kerja (lakakerja) yang menimpa seorang Pekerja PT Sinar Inti Sejahtera (SIS) sehingga meninggal dunia, perlahan mulai dapat diberikan penilaian.
    Meskipun sampai saat ini pihak PTKuala Lumpur Kempong (KLK) dan Sub Kontraktornya (PT SIS-Red), belum dapat dikonfirmasi, namun informasi yang dirangkum di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai, terungkap bahwasanya PT KLK bersama PT SIS, belum melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap crane yang mereka operasikan saat insiden lakakerja.
    Perusahaan itu baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam waktu dekat. Tentu hal ini dapat berakibat fatal jika ditemukan bahwa pesawat angkat dan angkut tersebut tidak sesuai dengan standar uji yang ditentukan.
    “Alat kerja belum sertifikasi, dan perusahaan baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam minggu ini. Karena itu, disnaker menegaskan penghentian pekerjaan sepanjang laporan tidak dile­ng­kapi,” kata M. Fadhly, SH, Kepala Bidang Pengawasan dan Syarat Kerja, Disnakertrans Dumai, kepada Jaya Pos.
    PT KLK termasuk lalai, beber Fadhly, semestinya ketika pelaksanaa pekerjaan, perusahaan menegaskan kepada PT SIS agar Operator crane didampingi oleh seorang kenek pemberi aba-aba yang standby dekat crane, sehingga Operator dapat melakukan kerja dengan baik. Begitu juga dengan sling crane, agar selalu diperiksa ketika crane dioperasikan.
    Ditanya mengenai kronologi kejadian, ia menjawab penyebab lakakerja adalah sling yang mengikat ke beban terlepas sehingga beban yang diangkat posisinya timpang kemudian membanting lalu menghantam kepala korban. Sedangkan mengenai kepesertaan Jamsostek terhadap Nanang (Korban-Red), Fadhly membenarkan bahwa perusahaan mengikutsertakan karyawannya dan terdaftar pada PT Jamsostek di Medan.
    “Kita lakukan upaya pembinaan, jadi sanksi yang diberi adalah tidak beroperasi dulu sampai perusahaan melengkapi laporan,” katanya.
    Sementara itu di kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP)-Polres Dumai, belum banyak informasi yang dapat dihimpun. Pihak KSKP masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, dan telah menetapkan 2 Tersangka yaitu Operator Crane dan Mandor. Selain itu pihaknya juga telah menyita crane dan menahan kedua tersangka.
    Ditanya terkait keterangan ahli serta sertifikat pemeriksaan dan pengujian crane, Kepala KSKP, AKP Suparman menjawab bahwa keterangan ahli belum dibutuhkan, sedangkan mengenai sertifikat crane ada instansi berkompeten yang memeriksanya. “Penyelidikan dan penyidikan sedang dilakukan,” kata Suparman, dan ia juga tidak bersedia menginformasikan kronologi kejadian versi polisi kepada Jaya Pos.
    Berdasarkan Permenaker No 05/ 1985 tentang pesawat angkat dan angkut, Pasal 135 dan Pasal 138 mengamanahkan akan kewajiban adanya pengesahan dari pihak berwenang, serta kewajiban dilakukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu dengan standar uji yang telah ditentukan. Sedangkan mengacu Keputusan Dirjend Perhubungan Laut No. B XXV-456/PP72, pihak yang ditunjuk sebagai pelaksana pemeriksaan dan Pengujian terhadap pesawat angkat dan angkut adalah PT (persero) Biro Klasifikasi Indonesia.Rön Hs/BN
    Sumber: http://harianjayapos.com/detail-4394-kecelakaan-tewaskan-pekerja-crane-beroperasi-tanpa-sertifikat.html

    • Sdri Rizky Trimulyana,
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  39. Nama : Rizky Trimulyani
    Kelas : B2 / Semester 6
    Npm : 12.11.106.701501.0625

    Crane Ambruk di Stadion Piala Dunia 2014, Tiga Orang Tewas

    HARIANJAMBI.COM, BRAZIL – Setidaknya tiga orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Itaquerao Stadium. Insiden tersebut terjadi setelah sebuah crane ambruk dan menimpa salah satu sisi stadion yang jadi venue pembukaan Piala Dunia 2014 itu.

    Itaquerao Stadium terletak di dalam Corinthians Arena, Sao Paulo, Brasil. Meski Piala Dunia tak sampai setahun lagi digelar, stadion tersebut hingga kini memang masih dalam tahap pengerjaan dan perbaikan beberapa sarana pendukung.

    Belum tuntas proses pengerjaannya, musibah justru datang pada Rabu (27/11/2013) waktu setempat. Sebuah crane ambruk dan menimpa salah satu sisi stadion menyebabkan setidaknya tiga orang tewas.

    Belum ada pernyataan resmi dari pihak Brasil terkait hal ini. Namun pemadam kebakaran setempat dan tim penolong mengkhawatirkan akan ada korban tambahan.

    Beberapa foto yang diambil media lokal menunjukkan kerusakan yang cukup parah pada sisi stadion. Tidak diketahui apakah kejadian ini akan menunda peresmian pembukaan stadion, yang sebelumnya dijadwalkan rampung dibangun bulan depan. Demikian diberitakan AFP.(*)

    Sumber :
    http://harianjambi.com/berita-crane-ambruk-di-stadion-piala-dunia-2014-tiga-orang-tewas.html

  40. NAMA : AKBAR ALI ZULKARNAIN
    KELAS : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0558
    MK : KESELAMATAN ALAT ANGKAT
    SIA Surat Ijin Alat dan SIO Surat Ijin Operator adalah sertifikat kelayakan SMK3
    Pengenalan mengenai sertifikat SIA Surat Ijin Alat merupakan sejenis Sertifikat kelayakan termasuk kriteria penilaian smk3 yang diberikan menyangkut Ijin pemakaian Alat angkat angkut kepada sebuah perusahaan, sedangkan SIO Surat Ijin Operator merupakan sejenis Sertifikat yang diberikan menyangkut Ijin perorangan didalam sebuah perusahaan dalam hal kelayakan mengoperasikan Alat angkat angkut.
    Kelayakan suatu alat ditunjang dengan operator alat yang sesuai adalah salah satu kriteria SMK3 Sistem Manajemen K3 hal ini sangat berkaitan dengan meningkatnya pembangunan melalui jasa konstruksi dan teknologi itu sendiri dinperusahaan kontraktor dan perusahaan perusahaan industri, penggunaan pesawat / alat angkat dan angkut merupakan bagian integral dalam pelaksanaan dan peningkatan proses pelaksanaan produksi di suatu perusahaan.
    Proses pelaksanaan produksi yang dimaksud yaitu proses dalam pembuatan, pemasangan, pemakaian, perawatan pesawat angkat dan angkut yang bertujuan untuk mendapatkan sebuah produk sesuai dengan perencanaan.
    Untuk urusan Sertifikat Alat SIA dan juga Sertifikasi Operator Alat angkat angkut pemerintah telah mengeluarkan PER.09/MEN/VII/2010 jo PER.05/MEN/1985 , perlu adanya perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja setiap tenaga kerja yang melakukan pembuatan, pemasangan, pemakaian, persyaratan pesawat angkat dan angkut.
    Pada umumnya dikatan bahwa Pesawat / Alat Angkat dan Angkut adalah suatu peralatan yang sangat digunakan untuk proses perusahaan industri khususnya dalam melakukan pemindahan barang.
    Pesawat / Alat Angkat dan Angkut merupakan Suatu peralatan teknik yang memiliki tingkat resiko bahaya tinggi, yang bisa memicu terjadinya kecelakaan kerja, bilamana tidak dipelihara, diperhatikan dan ditangani secara baik dan benar.
    SIA Surat Ijin Alat dan SIO Surat Ijin Operator adalah sertifikat kelayakan SMK3
    Perlu diperhatikan agar supaya meminimalkan resiko kecelakaan kerja pada pemakaian pesawat / alat angkat angkut, maka : sebelum pemakaian setiap Pesawat Angkat dan Angkut dan pengaman atau perlengkapannya harus terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan pengujian, serta dioperasikan oleh seorang operator yang berkemampuan dan cukup ketrampilannya, untuk pesawat / alat angkat angkut nya perlu dirawat dengan baik dan teratur.
    Secara terperinci mengenai sertifikat SIA da SIO termasuk kriteria penilaian smk3 harus sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan Permennaker No. PER.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut. (disebutkan : forklift , backhoe , loaders , truck, excavators, cranes …)
    Lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja disingkat Lisensi K3 adalah kartu tanda kewenangan seorang operator untuk mengoperasikan pesawat angkat dan angkut sesuai dengan jenis dan kualifikasinya atau petugas untuk penanganan pesawat angkat dan angkut.
    Secara umum masyarakat lebih mengenalnya dengan SIO yaitu singkatan dari Surat Izin Operator, Sedangkan Surat Izin Alat Berat nya sendiri lebih dikenal dengan SIA.
    SIA Surat Ijin Alat dan SIO Surat Ijin Operator adalah sertifikat kelayakan SMK3
    PerMen 05-1985 mengatur tentang Pesawat Angkat dan Angkut
    …… Per 09 men VII 2010 mengatur tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut ……
    Setiap perusahaan kontraktor jasa konstruksi yang menggunakan / memakai alat angkat angkut baik yang dimiliki sendiri atau memakai pihak ketiga dalam melaksanakan pekerjaan, proses pelaksaaan suatu pekerjaan konstruksi, diwajibkan memiliki sertifikat SIA Surat Ijin alat angkat angkut dan wajib pula dalam penggunaan alat angkat angkut tersebut dilaksanakan oleh operator alat angkat angkut yang memiliki setifikat SIO Surat Ijin Operator alat angkat angkut termasuk kriteria penilaian smk3.
    Persyaratan ini adalah salah satu kriteria yang dilakukan perusahaan kontraktor jasa konstruksi dan diberikan kepada Konsultan SMK3 Sistem manajemen K3 untuk keperluan Audit SMK3 sesuai PP 50 tahun 2012 . SIA Surat Ijin Alat dan SIO Surat Ijin Operator adalah sertifikat kelayakan SMK3
    Sekurang kurangnya , perusahaan kontraktor jasa konstruksi akan menggunakan satu (1) pesawat / alat angkat angkut dalam melaksanakan pekerjaan nya, sebagai contoh pekerjaan persiapan membuka lahan : pada saat pengurugan maka alat yang dipakai adalah salah satunya adalah Dump Truck.
    SIA Surat Ijin Alat dan SIO Surat Ijin Operator adalah sertifikat kelayakan SMK3 sebagai salah satu prasyarat diminta oleh NUSA7 Konsultan Audit SMK3 dalam menjalankan PP 50 tahun 2012.
    Sumber : http://nusa7.com/sia-surat-ijin-alat/

    • Sdr Akbar Ali Zulkarnain,
      Artikel anda tidak relevan dengan topik tugas yang diberikan. Baca dengan teliti dan cermat instruksi yang diberikan.

  41. TERTIMPA CRANE : BURUH TEWAS, TIGA LUKA PARAH
    BALARAJA – Seorang buruh PT Lautan Steel Indonesia (LSI) tewas tertimpa crane, Jumat (17/5). Sementara tiga orang lainnya mengalami luka parah pada kecelakaan kerja berbeda di perusahaan peleburan baja itu.
    Informasi yang dihimpun wartawan jurnal tangerang.com, peristiwa itu terjadi pada Jumat siang. Crane dengan beban seberat delapan ton itu mengalami kerusakan. Rante yg terpasang pada crane putus saat mengangangkat beban berat. Akibatnya besi dan gantungan crane itu terjatuh tepat di atas kepala Andi Aryana (25), yang sedang sibuk bekerja.
    Akibat kejadian itu kepala korban pecah dan tewas dilokasi kejadian dengan luka serius. Kejadian di perusahaan dengan menyebabkan korban tewas ini, bukan yang pertama kalinya. Menurut warga sekitar Kholik, memang sudah beberapa kali buruh di perusahaan yang memproduksi baja ini tewas akibat kecelakaan kerja.
    “Saya sediri heran, meski sudah sering terjadi kecelakaan kerja hingga menyebabkan orang tewas, tapi tidak ada perbaikan dari pihak perusahaan,” ujar Kholik seraya menambahkan, korban tewas langsung dilarikan ke RSU Tangerang.
    Tidak hanya itu, akibat jatuhnya baja dari crane tersebut ke tungku peleburan baja mengakibatkan cairan baja panas tumpah dan menyiram tiga buruh lainnya yang sedang bekerja. Ketiga buruh ini mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk dibUUUUUUerikan pengobatan.
    Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Iptu Lilly Ilhana membenarkan peristiwa kecelakaan kerja di PT LSI tersebut. Guna pengusutan lebih lanjut, kasus tersebut kini sudah dilimpahkan ke Polres Kota Tangerang.
    “Korban tewas kini dievakuasi ke RSU Tangerang. Sementara tiga korban luka bakar dirawat di RS Mulia Insani,” paparnya.
    Sumber : http://jurnaltangerang.com/index.php/en/kab-tangerang2/462-tertimpa-crane-buruh-tewas-tiga-luka-parah.html
    Nama : Annisa Faradilla
    Kelas : B2/ Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0560

    • Sdr Annisa Faradilla,
      Harap ganti artikel anda, karena aktikel sejenis sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  42. Atap Stadion Piala Dunia 2014 Ambruk, Dua Tewas
    Insiden disebabkan crane jatuh menimpa struktur metal atap stadion.
    Jum’at, 29 November 2013 | 21:19 WIB
    VIVAbola – Kecelakaan kerja kembali terjadi dalam renovasi pembangunan stadion Piala Dunia di Sao Paolo, Brasil, Rabu, 27 November 2013. Peristiwa ini menewaskan dua pekerja dan membuat renovasi stadion dihentikan sementara.
    Stadion Itaquerao, Sao Paolo, rencananya menghelat partai pembuka Piala Dunia 2014. Progres renovasi stadion sudah mencapai 94 persen sebelum terjadinya insiden. FIFA memang telah menetapkan batas waktu perampungan pada Desember 2013.
    Dilaporkan dari ESPN, struktur metal bangunan di atap stadion runtuh dan merusak tiang penyangga di sisi timur stadion. Reruntuhan metal tersebut menimpa dan merusak panel LED (layar lebar) stadion.
    Media setempat melaporkan, penyebab utama insiden tersebut karena crane kolaps, kemudian menimpa struktur metal bangunan atap stadion. Petugas Pemadam Kebakaran, Mauro Lopes, mengatakan, dua orang pekerja meregang nyawa karena insiden itu.
    Nama : Arifin Wibisono
    Kelas : B2 / semester 6
    Npm : 12.11.106.701501.0599
    Mata Kuliah: Keselamatan alat angkat & angkut
    Sumber : http://bola.viva.co.id/news/read/462662-video–atap-stadion-piala-dunia-2014-ambruk–dua-tewas

    • Sdr Arifin Wibisono,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  43. Nama : Didis Dzulida Djamardi
    Kelas : B1 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0566
    MK : Keselamatan Alat Angkat – Angkut

    “Polisi Periksa Crane Raksasa – Petugas Proyek Bangunan Bilang Aman”

    Kamis, 12 Februari 2015 20:26 WIB
    Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

    TASIKMALAYA, TRIBUNJABAR.CO.ID – Petugas Polres Tasikmalaya Kota terjun ke lokasi proyek dimana terdapat crane yang belalainya menjulur ke atas Jalan Yudanegara, Kamis (12/2/2015) sore. Di ujung belalai itu terdapat sejumlah balok beton besar yang membuat ngeri pengendara yang melintas.

    Kanit Dikyasa Satlantas, Ipda Iwan Cahyadi, yang datang ke lokasi bersama sejumlah anggotanya, langsung melihat-lihat kondisi crane. Bagian dasar tower crane sudah terpancang kokoh ke tanah dengan lapisan beton. Namun terkait belalai berisi sejumlah balok beton besar, dia tidak mendapatkan penjelasan resmi karena tidak ada petugas yang berwenang.

    Namun menurut sejumlah petugas proyek bangunan tersebut, posisi sejumlah balok beton besar di ujung belalai itu sudah aman. Tidak akan jatuh karena terikat baja sedemikian rupa. Menurut Iwan, pihaknya akan meminta pengelola proyek untuk memberikan keamanan terkait hal tersebut. “Minimal ada penjelasan ke masyarakat kalau memang belalai bermuatan balok beton itu aman walau menjulur ke atas jalan,” ujarnya. (stf)

    Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2015/02/12/polisi-periksa-crane-raksasa-petugas-proyek-bangunan-bilang-aman

  44. Nama : Abdi Wahyu Kresna
    Kelas : B2
    Semester : 6
    Mata Kuliah : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut
    Korban Tower Crane Sudah Di Evakuasi
    Sindonews.com – Dua korban yang nyakut setelah terhempas dalam peristiwa tower crane, milik pengembang apartemen Green Lake View yang ambrol sudah dievakuasi petugas Polsek Ciputat. Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Ciputat, Kompol Alip ketika dihubungi.
    “Barusan kedua korban sudah dievakuasi. Petugas sudah ke atas untuk melakukan evakuasi. Setelah berhasil dievakuasi, kami langsung membawa korban yang diketahui bernama Leman dan Jalil itu ke RS Fatmawati,” ujar Kapolsek Ciputat, Minggu (13/01/2013).
    Seperti diketahui sebelumnya, Leman dan Jalil tersangkut disela-sela besi yang menjadi proyek pembangunan apartemen yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel terjatuh minggu sore.
    Sedangkan Yoto luka pada bagian kepala, setelahnya terhempas ke dasar tanah setelah terjatuh akibat tower crane yang diduga bautnya patah.
    Kapolsek juga mengatakan, karena peristiwa itu memakan tiga korban, pihak Polres Metro Jakarta Seletan telah mengambil alih.
    “Jadi bukan dalam penanganan kami lagi, tetapi Polres Jakarta Selatan. Penyelidikan juga sama oleh Polres Jakarta Selatan,” terang Alip
    http://metro.sindonews.com/read/706797/31/korban-tower-crane-sudah-dievakuasi-1358095992

    • Sdr Abdi Wahyu Kresna,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  45. Nama: Rizky Trimulyana
    Kelas: B2 / semester 6
    NPM: 12.11.106.701501.0624

    Tower Crane (TC) Pembangunan Gedung Baru IT Unram Roboh

    Mataram, Pena Kampus—Robohnya Tower Crane (TC) mengakibatkan empat korban luka parah. Terjadinya kesalahan dalam pembongkaran TC saat menyelesaikan bangunan menjadi penyebab utama. Kejadian di gedung berlantai enam samping Auditorium Abu Bakar Universitas Mataram (Unram) tersebut menimbulkan getaran hebat sesaat sebelum diketahui oleh pihak rektorat.

    Mandor proyek, Suprianto, mengemukakan kronologi kejadian rubuhnya TC; “Penyebab kejadian ini karena penahan atau rem dari alat tersebut tidak kuat. Jadi yang dari atas itu jatuh semua yang empat orang itu. Dan empat orang tersebut mengalami luka parah. Ada yang kepotong tangannya, ada juga yang kepalanya bocor.”

    Sampai berita ini diterbitkan, Selasa (2/12), pukul 16.45 WITA satu orang korban tewas di Ruang Tindakan Bedah dan satu orang sedang dalam perawatan di Ruang Radiologi Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Selanjutnya, pihak PT. Mangku Mega belum menjaminkan pembangunan lanjut gedung Informasi dan Tekonologi (IT) tersebut. (frd)

    Sumber: http://lpmpenakampus.blogspot.com/2014/12/tower-crane-tc-pembangunan-gedung-baru.html?m=1

  46. Kota Dumai, Jaya Pos
    Pertanyaan publik tentang komitmen perusahaan untuk patuh dengan ketentuan tentang keselamatan kerja, terkait kecelakaan kerja (lakakerja) yang menimpa seorang Pekerja PT Sinar Inti Sejahtera (SIS) sehingga meninggal dunia, perlahan mulai dapat diberikan penilaian.
    Meskipun sampai saat ini pihak PTKuala Lumpur Kempong (KLK) dan Sub Kontraktornya (PT SIS-Red), belum dapat dikonfirmasi, namun informasi yang dirangkum di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai, terungkap bahwasanya PT KLK bersama PT SIS, belum melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap crane yang mereka operasikan saat insiden lakakerja.
    Perusahaan itu baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam waktu dekat. Tentu hal ini dapat berakibat fatal jika ditemukan bahwa pesawat angkat dan angkut tersebut tidak sesuai dengan standar uji yang ditentukan.
    “Alat kerja belum sertifikasi, dan perusahaan baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam minggu ini. Karena itu, disnaker menegaskan penghentian pekerjaan sepanjang laporan tidak dile­ng­kapi,” kata M. Fadhly, SH, Kepala Bidang Pengawasan dan Syarat Kerja, Disnakertrans Dumai, kepada Jaya Pos.
    PT KLK termasuk lalai, beber Fadhly, semestinya ketika pelaksanaa pekerjaan, perusahaan menegaskan kepada PT SIS agar Operator crane didampingi oleh seorang kenek pemberi aba-aba yang standby dekat crane, sehingga Operator dapat melakukan kerja dengan baik. Begitu juga dengan sling crane, agar selalu diperiksa ketika crane dioperasikan.
    Ditanya mengenai kronologi kejadian, ia menjawab penyebab lakakerja adalah sling yang mengikat ke beban terlepas sehingga beban yang diangkat posisinya timpang kemudian membanting lalu menghantam kepala korban. Sedangkan mengenai kepesertaan Jamsostek terhadap Nanang (Korban-Red), Fadhly membenarkan bahwa perusahaan mengikutsertakan karyawannya dan terdaftar pada PT Jamsostek di Medan.
    “Kita lakukan upaya pembinaan, jadi sanksi yang diberi adalah tidak beroperasi dulu sampai perusahaan melengkapi laporan,” katanya.
    Sementara itu di kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP)-Polres Dumai, belum banyak informasi yang dapat dihimpun. Pihak KSKP masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, dan telah menetapkan 2 Tersangka yaitu Operator Crane dan Mandor. Selain itu pihaknya juga telah menyita crane dan menahan kedua tersangka.
    Ditanya terkait keterangan ahli serta sertifikat pemeriksaan dan pengujian crane, Kepala KSKP, AKP Suparman menjawab bahwa keterangan ahli belum dibutuhkan, sedangkan mengenai sertifikat crane ada instansi berkompeten yang memeriksanya. “Penyelidikan dan penyidikan sedang dilakukan,” kata Suparman, dan ia juga tidak bersedia menginformasikan kronologi kejadian versi polisi kepada Jaya Pos.
    Berdasarkan Permenaker No 05/ 1985 tentang pesawat angkat dan angkut, Pasal 135 dan Pasal 138 mengamanahkan akan kewajiban adanya pengesahan dari pihak berwenang, serta kewajiban dilakukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu dengan standar uji yang telah ditentukan. Sedangkan mengacu Keputusan Dirjend Perhubungan Laut No. B XXV-456/PP72, pihak yang ditunjuk sebagai pelaksana pemeriksaan dan Pengujian terhadap pesawat angkat dan angkut adalah PT (persero) Biro Klasifikasi Indonesia.
    Nama : Annisa Faradilla
    Kelas : B2/ semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0560
    Sumber : http://harianjayapos.com/detail-4394-kecelakaan-tewaskan-pekerja-crane-beroperasi-tanpa-sertifikat.html

    • Sdri Annisa Faradilla,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  47. Nama : Abdi Wahyu Kresna
    Kelas : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0594
    Mata Kuliah : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    Tower crane roboh menimpa 5 pekerja bangunan

    Sindonews.com – Lima orang pekerja bangunan mengalami luka berat setelah tertimpa tower crane (menara pengangkat beban) saat mengerjakan proyek salah satu hotel di kawasan Tugu Kujang, Bogor Tengah, Kota Bogor.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui tiga dari lima orang yang menjadi korban robohnya tower crane itu dalam kondisi kritis, dan langsung di bawa ke Rumah Sakit (RS) Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor untuk menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

    Ketiga orang itu adalah Bachtiar Syaf (19) warga Jalan Fitara Raya Pancoran Mas RT 01/16 Kecamatan Pancoran Mas Jakarta Selatan ; Asep Suryana (49) warga Jalan Jupiter Tengah, RT 4/3 Buah Batu Bandung; dan Asep Supandi (32) warga Pabuaran Pesantren RT 2/6 Kedung Waringin Tanah Sareal Kota Bogor.

    Sedangkan, dua korban lainnya dilarikan ke RS Salak. Seluruh korban mengalami luka patah tulang, memar, dan luka di kepala.

    “Saat itu saya posisinya di bawah sedang mengangkut pasir. Tiba-tiba dari atas, tembok yang diangkut pakai mesin jatuh menimpa saya,” ujar Asep Supandi yang mengalami memar, dan patah tulang saat ditemui di ruang IGD PMI, Bogor, Senin (10/9/2012).

    Sumber : http://metro.sindonews.com/read/671472/31/tower-crane-roboh-menimpa-5-pekerja-bangunan-1347270566

  48. Nama : M.Zainuddin.S
    NPM : 12.11.106.701501.0613
    Kelas : B1 / Semester 6
    Crane Maut – 3 Pekerja Tewas Tertimpa Crane
    indosiar.com, Tangerang – (Senin, 14.01.2013) Tower crane proyek pembangunan apartemen Green Lake View di Ciputat, Tangerang Selatan memakan korban jiwa. Minggu kemarin, 3 pekerja tewas mengenaskan setelah tertimpa tower yang patah. Evakuasi korban berlangsung lama, karena terjepit bagian crane yang beratnya berton-ton.
    Tower crane di proyek pembangunan apartemen Green Lake View di Ciputat, Tangerang Selatan Minggu sore mendadak menjadi pusat perhatian warga sekitar selama berjam-jam. Pasalnya tower patah dan menimpa 3 pekerja apartemen dibawahnya. Ketiga korban Jalil, Leman dan Yoto, tewas secara mengenaskan. Badan mereka rempuk dan tertimpa badan crane yang beratnya berton-ton.
    Karena faktor cuaca dan kuatir crane yang dalam posisi melengkung ambruk, proses evakuasi korban berlangsung lama sekitar 5 jam. Korban Jalil adalah yang terakhir dievakuasi karena tergantung didekat pondasi crane.
    Menurut saksi mata, saat para pekerja tengah bekerja, tiba-tiba saja crane patah sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan diri. Jasad ketiga korban kemudian dikirim ke Rumah Sakit Fatmawati untuk diotopsi. Sedangkan satu korban selamat yang menderita luka-luka dirawat di Rumah Sakit Sariasih, Ciputat. Aparat Polsek Ciputat tengah menyelidiki penyebab insiden tower maut yang menewaskan 3 pekerjanya. (Mas’ud Ibnu Syamsuri/Sup)
    Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/3-pekerja-tewas-tertimpa-crane_102464.html

    • Sdr M. Zainuddin S,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  49. Nama : M.Zainuddin Suhada
    NPM : 12.11.106.701501.0613
    Kelas : B1 / Semester 6

    Tidak Seimbang, Tiang Crane Memperbaiki Katedral Washington Timpa Pastoran dan Cottage

    WASHINGTON DC (AS) – Sebuah kendaraan alat berat, yang digunakan untuk memperbaiki menara utama Gereja Katedral, tidak seimbang, jatuh dan terguling pada Rabu (07/09/2011) hingga mengakibatkan kerusakan dalam lingkungan gereja paling terkenal di Ibu Kota AS itu.

    Crane yang biasa digunakan dalam proyek konstruksi bangunan tersebut berada di Katedral Nasional Washington untuk memperbaiki menara utama gereja, yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 5,9 SR, yang mengguncang wilayah Virginia, AS, 24 Agustus lalu.

    Juru bicara Katedral mengatakan kepada AFP bahwa tiang crane itu jatuh sekitar pukul 10.55 waktu setempat, dan menimpa dua bangunan yang berdekatan di halaman gereja. Kedua bangunan tersebut adalah pastoran gereja, yang digunakan sebagai kantor Keuskupan, dan Cathedral`s Herb Cottage, toko cinderamata ternama.

    Pejabat Gereja Katedral mengatakan tidak ada korban luka akibat kecelakaan tersebut. Gereja itu juga belum bisa memastikan biaya kerugian akibat kerusakan itu.
    Katedral ternama yang berusia satu abad tersebut digunakan sebagai tempat untuk misa pemakaman dan pelantikan kepresidenan. Gereja yang terletak di pusat kota Washington itu juga menjadi tempat penyelenggaraan ibadah dalam memperingati sejumlah tragedi nasional.

    Pada saat kecelakaan terjadi, perbaikan tahap akhir pada bangunan Katedral yang rusak akibat gempa 23 Agustus sedang berlangsung. Menurut rencana, gereja itu akan menyelenggarakan misa khusus, yang akan dihadiri Presiden Barack Obama, untuk memperingati tragedi serangan 11 September 2011.

    Hingga saat ini masih belum dipastikan apakah misa peringatan tersebut akan diselenggarakan di tempat lain karena kecelakaan itu.

    Sumber : http://gereja.tumblr.com/post/11901287836/tidak-seimbang-tiang-crane-memperbaiki-katedral

  50. nama : yunica soybatul aslamiah
    kelas : b1/semseter 6
    npm : 12.11.106.701501.0593
    Sling Crane Putus Timpa Kuli Angkut, 2 Orang Tewas
    SURABAYA – Dua kuli angkut Pelabuhan Rakyat Kalimas Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, tewas tertimpa sling crane yang putus dini hari tadi.
    Dua orang tewas dalam kondisi mengenaskan, seluruh bagian tubuh mereka hancur tertimpa tali baja tersebut. Evakuasi korban berlangsung lama, selain posisi mereka sulit karena terjepit dan berada di bawah truk, petugas juga harus menunggu bantuan alat berat.
    Para korban, Sukardi (50), warga Kabupaten Lamongan dan Kastono (46), warga Mojokerto, merupakan kuli angkut yang sedang melakukan bongkar muat pupuk dari KM Belitung.
    Hendrikus, saksi mata, Selasa (27/11/2012), menuturkan, dia sempat mendengar suara benturan besi yang keras dan teriakan orang meminta tolong. Saat dilihat, ada dua orang yang sudah tewas. Satu terjepit besi crane dan lainnya tewas terpental di bawah truk.
    Selain dua korban tewas ada seorang kuli angkut lainnya yang mengalami luka patah kaki. Korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat sementara jenazah dua korban tewas dibawa ke RSU Soetomo.
    Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penyelidikan aparat Polres Tanjung Perak. Polisi memeriksa operator crane dan beberapa kuli angkut. Hingga kini belum diketahui penyebab putusnya sling crane tersebut.

    • Sdri Yunica Soybatul Aslamiah,
      Cantumkan sumber pustakanya. Bila sumber pustaka berupa majalah/koran/buku, maka cantumkan tanggal penerbitannya. Bila sumber pustaka berupa website, cantumkan alamat situsnya.

  51. nama : yunica soybatul aslamiah
    kelas : b1/semseter 6
    npm : 12.11.106.701501.0593

    Sling Crane Putus Timpa Kuli Angkut, 2 Orang Tewas
    SURABAYA – Dua kuli angkut Pelabuhan Rakyat Kalimas Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, tewas tertimpa sling crane yang putus dini hari tadi.

    Dua orang tewas dalam kondisi mengenaskan, seluruh bagian tubuh mereka hancur tertimpa tali baja tersebut. Evakuasi korban berlangsung lama, selain posisi mereka sulit karena terjepit dan berada di bawah truk, petugas juga harus menunggu bantuan alat berat.

    Para korban, Sukardi (50), warga Kabupaten Lamongan dan Kastono (46), warga Mojokerto, merupakan kuli angkut yang sedang melakukan bongkar muat pupuk dari KM Belitung.

    Hendrikus, saksi mata, Selasa (27/11/2012), menuturkan, dia sempat mendengar suara benturan besi yang keras dan teriakan orang meminta tolong. Saat dilihat, ada dua orang yang sudah tewas. Satu terjepit besi crane dan lainnya tewas terpental di bawah truk.

    Selain dua korban tewas ada seorang kuli angkut lainnya yang mengalami luka patah kaki. Korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat sementara jenazah dua korban tewas dibawa ke RSU Soetomo.

    Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penyelidikan aparat Polres Tanjung Perak. Polisi memeriksa operator crane dan beberapa kuli angkut. Hingga kini belum diketahui penyebab putusnya sling crane tersebut.

    sumber : http://news.okezone.com/read/2012/11/27/519/723626/sling-crane-putus-timpa-kuli-angkut-2-orang-tewas

  52. NAMA : AKBAR ALI ZULKARNAIN
    KELAS : B2 / SEMESTER 6
    NPM : 12.11.106.701501.0558
    MK : KESELAMATAN ALAT ANGKAT

    ALAT PEMASANG TIANG PANCANG PATAH

    KOTAWARINGIN LAMA – Pile drive atau alat berat pemasang tiang pancang jalan layang Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama mengalami kecelakaan, Senin (22/9) pagi sekitar jam 08.00 WIB. Beruntung patahnya crane tersebut tidak mengenai para pekerja yang baru saja memulai aktivitasnya.

    Pantauan Radar Pangkalan Bun di tempat kejadian, alat berat yang berfungsi untuk menancapkan paku bumi itu rusak parah. Besi crane patah saat membawa tiang beton. Diduga, di samping karena beban yang berat, alat berat yang disebut-sebut milik PT Waskita Karya itu patah lantaran posisinya tidak stabil, sehingga oleng dan roboh ke arah Danau Masoraian.

    Saat alat tersebut patah, tak ada satupun pekerja berada di sekitarnya. Meski demikian, operator alat berat itu terluka karena terkena pecahan kaca alat berat.
    “Tapi tidak apa-apa, hanya luka sedikit saja,” ucap salah seorang pekerja di lokasi kejadian.

    Sementara itu, sejumlah pekerja di sana memilih diam dan seolah berpura-pura tidak tahu persis kejadian tersebut. Saat ditanya mengenai kronologis kejadian dan siapa nama sang oprator, tak satupun pekerja di sana bersedia memberi tahu. Ditengarai, mereka takut memberikan keterangan, sehingga lebih memilih bungkam dan berpura-pura tahu.

    Budi, perwakilan PT Waskita Karya yang biasa di lapangan juga tak terlihat di lokasi kejadian. Nomor ponselnya juga tak bisa dihubungi hingga petang kemarin.
    Sementara, H Gusti Yusran, selaku Direktur CV Surya Dekorator, yang juga ambil bagian dalam pelaksanan proyek multiyear itu juga enggan berkomentar banyak. Dia hanya membenarkan kejadian tersebut. “Benar ada kecalakan dialami alat berat yang memasang tiang pancang jembatan. Diduga crane tidak stabil, sehingga mengakibatkan kejadian alat berat itu terguling. Untuk lebih jelasnya hubungi pihak PT Waskita Karya,” ucap H Gusti Yusran. (gza/yit)

    Sumber Berita: http://www.radarsampit.net/berita-alat-pemasang-tiang-pancang-patah-.html#ixzz3UH9k1ofp

  53. Nama : Rientya Dervi A.P
    kelas : B2 Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0581

    Karyawan PT BGMM Meregang Nyawa Tertimpa Crane saat Bekerja

    Laporan Tribunnews Batam,
    Rachta Yahya

    TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN – Kecelakaan kerja yang menewaskan korbannya terjadi di PT Bukit Granit Mining Mandiri (BGMM), Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun, Selasa (20/1/2015) pagi sekitar pukul 11.00 WIB.
    Ronald Gultom (34), operator cracker (mesin pemecah batu, red) tewas usai tertimpa mesin crane saat sedang bekerja. Saking kerasnya benturan, Ronald meregang nyawa langsung di tempat kejadian.
    “Iya, kawan kami. Ini saya lagi melayat ke rumah duka di Seibati. Nama korban Ronald Gultom, usia 34 tahun. Sudah karyawan tetap di sana (PT BGMM, red),” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Karimun Muhamad Fajar, Selasa siang.
    Kejadian naas itu bermula saat operator crane hendak melakukan pekerjaan perbaikan. Namun mendadak crane oleng, korban yang berada di bawah crane tidak menyadari.
    Akibatnya korban tertimpa mesin crane dan mengenai kepalanya hingga mengalami luka cukup parah. Diduga luka serius di kepala itu yang membuat korban meregang nyawa langsung di tempat.
    Korban sempat mendapat pertolongan dengan dibawa ke rumah sakit Bakti Timah di Kecamatan Tebing namun upaya itu berakhir sia-sia karena korban sudah diketahui meninggal dunia langsung di tempat kejadian.
    Korban meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. ia direncanakan dikebumikan tak jauh dari ke diamannya di Seibati, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Karimun.

    sumber : http://batam.tribunnews.com/2015/01/20/karyawan-pt-bgmm-meregang-nyawa-tertimpa-crane-saat-bekerja

  54. Arena Corinthians, merupakan sebuah stadion sepak bola yang terletak di Sao Paulo, Brasil. Stadion ini adalah markas masa depan bagi klub SC Corinthians Paulista. Stadion ini menjadi stadion terbesar kelima di tingkat atas dalam Liga Brasil dan stadion kesebelas terbesar di Brasil, dengan kapasitas tempat duduk 48.234 kursi.
    Stadion ini menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2014, termasuk laga pembuka dalam pertandingan. Karena permintaan, stadion ini menambahkan kapasitas menjadi 65.000 kursi untuk pertandingan pembukaan Piala Dunia, setidaknya 21.160 kursi sementara akan ditambahkan ke stadion selama turnamen.
    Dirancang untuk pertandingan pembukaan Piala Dunia pada 12 Juni 2014 dan tuan rumah 5 pertandingan lainnya, termasuk pertandingan semifinal, pembangunan Arena Corinthians atau Stadion Itaquerao sudah 93 persen pada Oktober 2013 sebelum insiden pada Rabu (26/11/2013).
    Kecelakaan di stadion ini dipicu robohnya sebuah crane yang kemudian menyeret 3 struktur logam stadion. 2 pekerja tewas dalam insiden tersebut. Insiden bermula dari upaya meletakkan struktur seberat 500 ton di atap stadion. Kecelakaan ini kembali memicu perdebatan apakah Brasil akan siap menyediakan stadion untuk Piala Dunia 2014.
    Kapasitas Itaquerao adalah 69.160 penonton, dengan estimasi biaya pembangunan sebelum kecelakaan para Rabu itu sebesar 355 juta dollar AS atau setara Rp 3,9 triliun, menurut perhitungan Sinaenco.
    Nama : Tiyo Prima Abinowo
    Kelas : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0670
    Sumber : http://selebrasi.com/2018/stadion-piala-dunia-2014-arena-corinthians/3/

    • Sdr Tiyo Prima Abinowo,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  55. JAKARTA, Berita HUKUM – Tiga pekerja konstruksi tewas ditempat akibat kecelakaan saat konstruksi besi crane tiba-tiba rubuh dalam pembangunan Apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Jakarta Selatan, Minggu (13/1). Ketiga korban tersebut merupakan karyawan PT Cahaya Indotama Engineering yang beralamat di Kawasan Industri Jababeka Jalan Jababeka V Kawasan Industri Jababeka Wisma Cahaya Bl F/4 Cibitung Bekasi 17520 Jawa Barat.
    Kecelakaan kerja ini terjadi di proyek pembangunan apartemen. Terlihat 1 tower yang sudah mulai berdiri setinggi kurang lebih 30 meter yang menjadi lokasi kecelakaan pekerja malang itu.
    Ketiga korban adalah Jalil (45) kelahiran Purbalinga, Alamat Perum Cikarang, Suyoto (27) asal Kab. kelaten RT/RW: 003/008, dan seorang lagi bernama Leman (42). Ketiganya saat ini sudah di evakuasi ke ruang Instalasi jenazah RS Fatmawati Jakarta Selatan. Setelah proses evakuasi di TKP sejak pukul 17:00 WIB sore hari tadi, Polisi dari Unit Reskrim Jakarta Selatan terlihat sedang mengambil sidik jari ketiga jenazah tersebut.
    Ketiga korban tewas akibat tergencet dan luka benturan benda keras di kepala korban. “Silahkan pak kalau kuat, silahkan melihat ketiga jenazah teman kami,” ujar salah seorang rekan kerja korban kepada pewarta BeritaHUKUM.com.
    “Saat kejadian itu, mereka sedang menaikkan konstruksi Crane agar lebih tinggi, namun tiba-tiba pondasinya kurang kuat kali hingga ambruk,” ujar rekan kerja korban yang tidak mau menyebutkan namanya, dan mengaku sudah 10 tahun bekerja di PT Cahaya Indotama Engineering bersama korban Jalil.
    Ditambahkannya, kalau Jalil dan Leman sudah Lama bekerja, namun korban Suyoto itu baru saja bergabung di PT Cahaya Indotama. Sementara Suroto, abang korban Almarhum Jalil mengatakan kepada pewarta BeritaHUKUM.com bahwa mendapat firasat saat tadi pagi pukul 10:00 WIB, adiknya Jalil sempat menelpon.
    Jalil mengatakan, ”sore hari nanti, korban Jalil berencana singgah ke rumah kakaknya pingin makan tahu, namun ditunggu tidak hadir malah mendapat kabar dari kampung bahwa adik saya kecelakaan kerja yaa Allah,” ujar kakak korban lirih yang mengaku sempat juga pernah bekerja di PT Cahaya Indotama.
    Hingga berita ini diturunkan, ketiga korban masih berada di kamar jenazah RS Fatmawati Jakarta Selatan, dan sedang menunggu keluarga korban lainnya, sementara pihak Polres Metro Jakarta Selatan masih terus menyelidiki peristiwa ini dan belum ada tersangka, karena masih dilakukan penyelidikan, ujar petugas di Ruang Jenazah RS Fatmawati. Sedangkan pihak PT Cahaya Indotama Engineering saat dihubungi melalui sambungan telpon belum dapat dihubungi dan malah tidak diangkat.
    Nama: annisa faradilla
    Kelas: b2/ semester 6
    Npm: 12.11.106.701501.0560
    Sumber: http://m.beritahukum.com/detail_berita.php?judul=Tiga%20Pekerja%20PT%20Cahaya%20Indotama%20Engineering%20Tewas%20Akibat%20Kontruksi%20Crane%20Ambruk

    • Sdri Annisa faradilla,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  56. Nama : Nikie Ramdana
    NPM : 12.11.106.701501.0616
    Kelas : B2
    Semester : 6
    MK : Keselamatan Alat Angkat- Angkut
    Kecelakaan Tewaskan Pekerja, Crane Beroperasi Tanpa Sertifikat.
    Kota Dumai, Jaya Pos
    Pertanyaan publik tentang komitmen perusahaan untuk patuh dengan ketentuan tentang keselamatan kerja, terkait kecelakaan kerja (lakakerja) yang menimpa seorang Pekerja PT Sinar Inti Sejahtera (SIS) sehingga meninggal dunia, perlahan mulai dapat diberikan penilaian.
    Meskipun sampai saat ini pihak PTKuala Lumpur Kempong (KLK) dan Sub Kontraktornya (PT SIS-Red), belum dapat dikonfirmasi, namun informasi yang dirangkum di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Dumai, terungkap bahwasanya PT KLK bersama PT SIS, belum melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap crane yang mereka operasikan saat insiden lakakerja.
    Perusahaan itu baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam waktu dekat. Tentu hal ini dapat berakibat fatal jika ditemukan bahwa pesawat angkat dan angkut tersebut tidak sesuai dengan standar uji yang ditentukan.
    “Alat kerja belum sertifikasi, dan perusahaan baru akan melakukan pemeriksaan dan pengujian dalam minggu ini. Karena itu, disnaker menegaskan penghentian pekerjaan sepanjang laporan tidak dile­ng­kapi,” kata M. Fadhly, SH, Kepala Bidang Pengawasan dan Syarat Kerja, Disnakertrans Dumai, kepada Jaya Pos.
    PT KLK termasuk lalai, beber Fadhly, semestinya ketika pelaksanaa pekerjaan, perusahaan menegaskan kepada PT SIS agar Operator crane didampingi oleh seorang kenek pemberi aba-aba yang standby dekat crane, sehingga Operator dapat melakukan kerja dengan baik. Begitu juga dengan sling crane, agar selalu diperiksa ketika crane dioperasikan.
    Ditanya mengenai kronologi kejadian, ia menjawab penyebab lakakerja adalah sling yang mengikat ke beban terlepas sehingga beban yang diangkat posisinya timpang kemudian membanting lalu menghantam kepala korban. Sedangkan mengenai kepesertaan Jamsostek terhadap Nanang (Korban-Red), Fadhly membenarkan bahwa perusahaan mengikutsertakan karyawannya dan terdaftar pada PT Jamsostek di Medan.
    “Kita lakukan upaya pembinaan, jadi sanksi yang diberi adalah tidak beroperasi dulu sampai perusahaan melengkapi laporan,” katanya.
    Sementara itu di kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP)-Polres Dumai, belum banyak informasi yang dapat dihimpun. Pihak KSKP masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, dan telah menetapkan 2 Tersangka yaitu Operator Crane dan Mandor. Selain itu pihaknya juga telah menyita crane dan menahan kedua tersangka.
    Ditanya terkait keterangan ahli serta sertifikat pemeriksaan dan pengujian crane, Kepala KSKP, AKP Suparman menjawab bahwa keterangan ahli belum dibutuhkan, sedangkan mengenai sertifikat crane ada instansi berkompeten yang memeriksanya. “Penyelidikan dan penyidikan sedang dilakukan,” kata Suparman, dan ia juga tidak bersedia menginformasikan kronologi kejadian versi polisi kepada Jaya Pos.
    Berdasarkan Permenaker No 05/ 1985 tentang pesawat angkat dan angkut, Pasal 135 dan Pasal 138 mengamanahkan akan kewajiban adanya pengesahan dari pihak berwenang, serta kewajiban dilakukan pemeriksaan dan pengujian terlebih dahulu dengan standar uji yang telah ditentukan. Sedangkan mengacu Keputusan Dirjend Perhubungan Laut No. B XXV-456/PP72, pihak yang ditunjuk sebagai pelaksana pemeriksaan dan Pengujian terhadap pesawat angkat dan angkut adalah PT (persero) Biro Klasifikasi Indonesia.
    Sumber data : http://harianjayapos.com/detail-4394-kecelakaan-tewaskan-pekerja-crane-beroperasi-tanpa-sertifikat.html

    • Sdr Nikie Ramdana,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  57. NAMA : AVIN SAFITRI
    NPM : 12.11.106.701501.0719
    KELAS : B2/SEMESTER 6
    MATA KULIAH : KESELAMATAN ALAT ANGKUT DAN ANGKUT
    4 JUNI 2014,
    Pertanyaan muncul setelah kecelakaan fatal Mobile Crane di Sebuah Kilang Minyak Houston di Texas menewaskan empat pekerja dan melukai tujuh orang
    SATU dari crane mobile terbesar di Amerika Serikat runtuh di sebuah kilang minyak Houston di Texas, Jumat, menewaskan empat pekerja dan melukai tujuh orang lainnya
    Ini adalah terbaru dari beberapa kecelakaan fatal yang menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan konstruksi crane.
    Crane 30-Say-Tell, mampu mengangkat 450 Ton, jatuh di sebuah kilang di tenggara Houston Lyondell Basell sekitar 02:00 waktu setempat, kata Jim Roecker, wakil presiden perusahaan untuk Purifier.
    Crane itu jatuh di sebuah tenda yang oleh stasiun televisi Houston KTRK-TV dikatakan digunakan untuk makanan pekerja.
    Setelah kejadian itu, crane merah besar berbaring di atas crane kecil kuning terang atas dasar kilang tersebut. Ambulans dan truk pemadam kebakaran berjajar di luar. Korban berada di daerah crane, tapi para pejabat masih tidak yakin apakah mereka berada di crane atau di bawah itu, Roecker menjelaskan.
    Tiga dari yang terluka dirawat dan dirilis di tempat kejadian, kata Houston Fire Department Asisten Kepala Omero Longoria.
    Dua pekerja yang terluka parah dibawa dengan helikopter ke rumah sakit Memorial Hermann-Texas Medical Center dan dua pekerja lain terluka dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
    Roecker menggambarkan crane runtuh sebagai salah satu mobile crane terbesar di AS, pada 91 meter dengan ledakan 122 meter. Konstruksi crane bisa lebih tinggi, tetapi tidak mobile.
    Selain unit kokas, unit distilasi minyak mentah telah ditutup pada kilang untuk perbaikan tujuh-minggu direncanakan. Kilang ini memiliki dua unit kokas dan dua unit mentah.
    Kilang juru bicara David Roznowski menolak untuk membahas tingkat produksi kilang saat ini. Dia mengatakan akan berada di beberapa hari setidaknya sebelum Lyondell dapat menentukan bagaimana runtuhnya crane akan mempengaruhi perbaikan direncanakan.
    Roecker mengatakan crane itu operasi, tapi tidak mengangkat apa-apa.
    “Tentu saja ini terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan masalah ini,” katanya.
    Tenda dihancurkan
    KTRK-TV mewawancarai seorang pria di sebuah rumah sakit Houston yang diidentifikasi sebagai salah satu pekerja terluka.
    “Yang saya lihat adalah tenda makan siang kami hancur,” kata Michael Gabriel stasiun.
    Jatuhnya crane di Houston adalah kilang minyak AS kecelakaan mematikan mentah sejak ledakan 2005 jam kilang raksasa BP Plc di Texas City menewaskan 15 pekerja dan melukai 180 lainnya. Texas City adalah 80 kilometer selatan Houston.
    Setelah penyelidikan dua tahun ledakan BP, federal AS Chemical Safety Board direkomendasikan bahwa penyuling tidak menempatkan para pekerja dalam struktur dekat unit proses tidak mampu menahan ledakan bencana.
    Korban tewas di Houston mengikuti dua runtuh crane baru-baru ini mematikan di New York. Pada bulan Mei, dua orang tewas di Manhattan Upper East Side setelah derek besar jatuh dan merusak sebuah gedung apartemen. Pada bulan Maret, tujuh orang tewas setelah crane hancur sebuah bangunan hunian.
    Roecker menolak untuk mengungkapkan nama-nama mereka yang tewas dan perusahaan tempat mereka bekerja, sambil menunggu pemberitahuan selanjutnya mereka keluarga.
    Crane pemilik Deep Crane & Rigging Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah beberapa rincian tentang kecelakaan itu.
    “Pikiran dan doa-doa dengan karyawan dan orang yang mereka cintai,” kata perusahaan itu.
    Mereka yang tewas dan terluka bekerja untuk kontraktor luar yang terlibat dalam perbaikan satu dari dua unit coking dan salah satu dari dua unit distilasi minyak mentah di kilang tersebut. Pekerjaan dimulai pada awal Juli.
    pandangan udara dari situs tidak segera tersedia kemarin, sebagai udara ruang di sekitar Houston dibatasi karena Presiden George Bush di kota penggalangan dana bagi calon kongres.
    LyondellBasell adalah kimia yang berbasis di Belanda dan perusahaan penyulingan dengan pendapatan tahunan sebesar US $ 45 miliar dan 16.000 karyawan di seluruh dunia.
    SUMBER: http://perantaubatam.blogspot.com/2014/06/tentang-klakson-seperti-apa-peraturan.html#ixzz3UIQuMeTv

    • Sdri AVIN SAFITRI,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  58. Tower Crane Roboh di China

    Salah satu pekerja bahkan tertimbun ke dalam tanah akibat jatuhnya tower crane ini.

    Senin, 27 Juni 2011 | 10:12 WIB

    VIVAnews – Tower crane setinggi 30 meter roboh di sebuah lokasi konstruksi di Yueyang City, Hunan, China, akhir pekan lalu. Robohnya tower crane ini menimpa enam pekerja.

    Salah satu pekerja bahkan terkubur hingga 15 meter ke dalam tanah. Tidak hanya itu, pekerja yang terkubur itu juga tertimbun pasir dan tanah.

    Petugas penyelamat kemudian masuk ke dalam sumur untuk menyelamatkan pekerja itu. Dengan mengikatkan tali di pinggang, petugas penyelamat masuk ke dalam sumur.

    Petugas berhasil menyelamatkan pekerja yang terjebak di dalam tanah. Setelah berhasil dikeluarkan, pekerja itu kemudian dibawa ke rumah sakit.

    Nama : Arifin Wibisono
    Kelas : B2 / Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0599
    MK : Keselamatan Alat Angkat – Angkut

    Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/news/read/229425-video–tower-crane-roboh-di-china

  59. nama : Annisa Faradilla
    kelas : B2/ Semester 6
    NPM : 12.11.106.701501.0560

    Sumber : http://www.local10.com/news/at-least-one-dead-in-hallandale-beach-crane-accident/26456022

    Seorang pria tewas ketika crane terguling dan jatuh pada dirinya Kamis pagi di kawasan Golden Isles of Hallandale Beach.
    Kecelakaan itu terjadi sekitar 09:45 am Thursday pada 466 Alamanda Drive.
    Manajer Kota Peter Dobens mengatakan korban 27 tahun, kemudian diidentifikasi sebagai Christopher Ricci, bekerja pada sea wall ketika crane jatuh.

    “Ini mulai goyah sedikit, goyah,” kata polisi Hallandale Beach Kapten Sonia Quinones.. “Pada saat itu, ia mulai roboh. Pekerja konstruksi melihat apa yang sedang terjadi dan mereka langsung berlari.”

    Quinones mengatakan, Ricci hancur oleh crane ketika mencoba melarikan diri.
    Seorang tetangga mengatakan kepada Local 10 ia memiliki perasaan yang mengganggu tentang crane ketika sambil berjalan bersama anjingnya Rabu malam.
    “Saya pikir dengan semua hujan dan semua lumpur dan tanah yang lembut hal ini dapat menyebabkan longsor.” kata Geoffrey Siegel. “Aku tidak bisa membayangkan kalau itu tidak akan longsor.”

    Crane juga merusak rumah sebelah, di mana seorang dokter pensiunan tinggal.
    “Dia berada di sisi rumah, jadi jaraknya sekitar 5, 6, 10 meter lebih ke arah rumah, Anda tahu, ada kemungkinan dia bisa saja terkena,” kata Michael Caschette ayahnya.
    Kedua operator crane dan operator boom memberikan persetujuan mereka untuk menjalani tes darah.

    Keselamatan dan Administrasi Hazard sedang menyelidiki.

  60. Nama : Sadia Ramanthasia
    Kelas : B2 / Semester VI
    NPM : 12.11.106.701501.0587
    Kecelakaan Kerja Crane
    Abc7 Eyewitness News/John Garcia and Chuck Goudie
    Jumat, 30 Januari 2015
    CHICAGO (WLS) – Seorang pekerja konstruksi tewas hancur dalam kecelakaan crane di Chicago Gold Coast.
    Para pekerja mengatakan pria berusia 45 tahun berada di ketinggian 60 kaki ketika bagian dari peralatan crane runtuh di dadanya sekitar pukul 03:00 Jumat dekat State dan Elm. Dia terjepit oleh bagian dari crane sampai pekerja mampu membebaskannya. Saksi mengatakan butuh beberapa menit untuk rekan-rekan kerjanya untuk sampai dilokasi kecelakaan.
    “Mereka memiliki situasi yang unik di sana dan mereka merespon sebaik yang mereka bisa, dan secepat yang mereka bisa,” kata Stan Banash, saksi.
    Saksi menyaksikan dari bangunan sekitarnya dan dari bawah ketika kru penyelamat mencoba untuk menolong orang itu. Paramedis menghabiskan beberapa menit menyelamatkan korban sebelum mengangkut dia ke Rumah Sakit Northwestern, di mana ia dinyatakan meninggal.
    “Kami berlatih untuk hal-hal seperti ini sepanjang waktu, kami telah dilatih pada kecelakaan crane sebelumnya. Kami harus meletakkan dia kedalam basket dan kita harus menempatkan dia di salah satu fire apparatus basket kami. Dan kami harus mengamankan basket itu, menurunkan korban dan drop ke tanah. Kami melakukan itu sepanjang waktu, “kata Michael Fox, Chicago Fire Dept.
    Investigators ​​tetap berada di tempat kejadian sampai Jumat malam. Pemeriksa medis belum merilis namanya, tetapi mengatakan korban dari Portage, Ind.
    The ABC7 I-Team mulai melihat ke tempat kecelakaan tepat setelah kecelakaan itu terjadi – termasuk proyek, kontraktor dan operator crane.
    Ini masih awal, dan federal work safety investigators dan keamanan kota akan mulai mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi dan bagaimana. Apa yang dikenal sebagai “Tall Tower” crane konstruksi tempat kerja yang berbahaya, dengan banyak bagian yang bergerak, permasalahan berat pengangkatan dan masalah cuaca.
    Operator crane di 4 East Elm adalah Central Crane, operator besar, yang berbasis di Chicago. Peralatan Central Crane sering terlihat di lokasi konstruksi di sekitar Chicago. Tidak jelas apakah pekerja 45 tahun adalah seorang karyawan dari Central Crane atau kontraktor umum.
    Perusahaan milik keluarga ini didirikan pada tahun 1946, dijual ke pemilik Cleveland pada tahun 1977, dan masih berkantor pusat di Chicago dengan 120 karyawan, dan ratusan lainnya di divisi crane sewa nya yang melayani Midwest.
    Proyek Gold Coast adalah kondominium mewah pertama dibangun selama beberapa tahun ini – 24 lantai dan 35 kondominium. Pemeriksaan awal dari kedua catatan Chicago Departemen Bangunan dan file OSHA federal yang tidak menunjukkan adanya pelanggaran tertunda atau masalah permit pada tempat kerja atau perusahaan derek.
    Pada adegan kecelakaan fatal, kebanyakan akan memperlakukannya seperti kecelakaan pesawat- mengamankan lokasi, melestarikan bukti dan kemudian membagi penyelidikan mereka menjadi beberapa area fokus mulai dari kondisi peralatan, cuaca, dan faktor manusia.
    Kontraktor umum proyek 4 E. Elm, Leopardo Perusahaan Chicago, sebelumnya terlibat dalam kecelakaan konstruksi crane. Pada bulan Oktober 2006, buruh Adan Carriedo telah diminta untuk memuat beton ke crane, yang kemudian mengangkat dua beban dari beton ditumpuk satu di atas yang lain. Ketika beban berada 25 meter ke udara, bahan dari beban jatuh dari derek, memukul Carriedo dan menyebabkan dia mengalami cedera serius termasuk tengkorak retak, patah tulang panggul, luka lambung internal dan jari terputus.
    Pekerja terluka membuat klaim untuk cedera dalam kecelakaan crane menyatakan bahwa lokasi pembangunan, juga di negara, tidak aman, bahwa crane seharusnya melakukan pengangkatan beban side-by-side, yang bertentangan dengan pengangkatan bertumpuk dan leopardo Perusahaan Inc gagal untuk mengawasi pekerjaan yang dilakukan di lokasi.
    Januari lalu, dalam sidang pengadilan di Cook County Circuit Court, hakim diberitahu bahwa klaim Carriedo itu telah diselesaikan sebesar $ 13 juta – nilai terdakwa polis asuransi gabungan – cukup untuk menutupi biaya pengobatan yang sedang berlangsung dan memberikan penghasilan keluarga untuk korban.
    Perusahaan derek yang terlibat dalam kecelakaan tahun 2006 tidak diketahui. Pesan yang ditinggalkan kepada para eksekutif dari perusahaan yang terlibat dalam kecelakaan Jumat lalu tidak segera menjawab.
    Sumber: http://abc7chicago.com/news/construction-worker-killed-in-gold-coast-crane-accident-/498203/

    • Sdri Sadia Ramanthasia,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  61. Nama : Luthfy Supratikno
    Kelas : B1 / Semester 6
    NPM: 12.11.106.701501.0773

    Mesin Crane Jatuh di D.I. Panjaitan, Macet 2 Km

    TEMPO.CO, Jakarta – Sebuah alat berat, crane, terperosok jatuh di sisi Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta Timur, tepatnya di depan Kantor Perum Perumnas, Rabu pagi, 23 April 2014. Akibatnya, setengah ruas Jalan D.I. Panjaitan tertutup crane dan truk kontainer yang akan mengangkutnya.

    Kemacetan pun terjadi dari Cawang menuju Rawamangun, karena kendaraan yang melintas hanya bisa melewati dua ruas jalan. Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Supoyo, mengatakan crane yang telah digunakan untuk proyek pembangunan Gedung Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika), terjatuh saat akan diangkut truk trailer bernomor B-9024-BEH.

    “Kejadiannya jam 03.00, crane mau dibawa dan dinaikkan ke truk tapi terpeleset,” kata Supoyo di lokasi kejadian, Rabu, 23 April 2014.

    Menurut Supoyo, akibat dari terjatuhnya crane ini, terjadi kemacetan sepanjang 2 kilometer. “Biasanya jam segini (10.00) sudah mulai lancar, tapi sampai saat ini masih macet hingga Jalan Mayjen Soetoyo tepatnya di depan Makodam Jaya,” ujarnya.

    Sebanyak 23 anggota polisi dari Satlantas Jakarta Timur pun diturunkan untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kemacetan di sekitar lokasi kejadian. “Di sini ada 8 petugas dan 15 petugas lagi ada di sepanjang jalan sampai Makodam,” kata Supoyo. “Sebentar lagi crane akan dievakuasi, semoga bisa cepat terurai kemacetannya.”

    Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/04/23/214572630/Mesin-Crane-Jatuh-di-DI-Panjaitan-Macet-2-Km

  62. Nama : Nikie Ramdana
    NPM : 12.11.106.701501.0616
    Kelas : B2
    Semester : 6
    MK : Keselamatan Alat Angkat- Angkut
    “Tower Crane Jatuh, 2 Pekerja Tewas”
    2 orang pekerja tewas dan 3 lainnya luka parah tertimpa alat berat dalam proyek pembangunan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.
    Sejumlah pekerja mengevakuasi 2 rekan mereka yang tewas tertimpa tower crane yang patah di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Minimnya peralatan membuat evakuasi korban yang terjepit bagian atas crane berlangsung dramatis.
    Selain menewaskan 2 pekerja, kecelakaan itu juga mengakibatkan 3 pekerja luka berat. Mereka pun harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Korban dibawa dengan menggunakan mobil proyek karena ambulan terlambat dating.
    Sebelumnya para pekerja sedang membangun gedung berlantai lima di areal Auditorium Yusuf Abubakar Universitas Mataram. Tower crane tiba-tiba patah dan menimpa korban. Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan itu.
    Sumber : news.mnctv.com

    • Sdr Nikie Ramdana,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  63. NAMA : CHRISVIAN DIMAS SR
    NPM : 12.11.106.701501.0601
    KELAS : B1 / SEMESTER 6
    Mata Kuliah : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    RANTAI CRANE PUTUS, 12 PEKERJA PROYEK DIPAKUWON SQUARE JATUH

    SURABAYA (suarakawan.com) – Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan showroom di Komplek Pakuwon Square tepatnya di Jl Yososuwoyo AK-1 Blok 3, pada Jum’at (03/08) sekitar pukul 10.30 WIB.
    Kecelakaan kerja ini karena putusnya rantai crane atau gondola yang sedang dinaiki oleh 12 pekerja proyek. Akibatnya 12 pekerja itu mengalami luka – luka.
    Menurut Kompol Wiwik, Kapolsek Wiyung, kronologisnya, pekerja naik crane untuk menuju lantai 3. Saat di ketinggian 8 meter tiba – tiba rantai dari crane tersebut putus. Di dalamnya ada 12 pekerja.
    “Mereka mengerjakan showroom milik Drs Bekti sekaligus kontraktornya,” ucap Mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya ini.
    Wiwik melanjutkan, kesemua korban mengalami luka ringan dan luka berat di bawah ke RS Wiyung Sejahtera sebanyak 2 orang dan 10 orang lainnya dilarikan ke RS Wijaya.
    Dari data yang diperoleh suarakawan.com di RS Wiyung Sejahtera 2 orang yang dirawat yakni bernama Heri (30) dan Nur Zainuri (31) warga Jombang, semuanya mengalami patah tulang berat. dan di RS Wijaya yakni Achmad Mustakim warga Jombang, Sukri (32) warga Lamongan, Yateno (28) warga Mojokerto, Edy Siwanto (32) warga Gresik, Rudi (30) warga Blora, Mardi (29) warga Sumenep, Sukamto (31) warga Sidoarjo, Subianto (29( warga Mojokerto. Sembilan korban tersebut dirawat di RS Wijaya, rata-rata mengalami patah tulang dan luka lecet.
    Dikatakan Kompol Wiwik, pihaknya melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. “Kita akan mendatangkan tenaga ahli untuk menyelidiki insiden ini,” jelasnya.
    Informasinya, crane tersebut baru dipakai 3 hari lalu. Dan sebelumnya untuk naikkan barang ke atas menggunakan kerekan barang atau masih manual. Dan proyek tersebut sudah berjalan 6 bulan.

    http://suarakawan.com/rantai-crane-putus-12-pekerja-proyek-di-pakuwon-square-jatuh/

  64. Nama : Nikie Ramdana
    NPM : 12.11.106.701501.0616
    KELAS : B2
    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut
    Crane Jatuh di Epicentrum Timpa 8 Motor
    JAKARTA – Selain menyebabkan dua orang luka berat, crane tower milik PT Waskita yang jatuh di Jalan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, juga menghancurkan delapan unit sepeda motor.
    “Delapan motor yang hancur milik pekerja dan karyawan,” kata seorang sekuriti Aswedi, kepada Okezone di lokasi, Rabu (1/10/2014).
    Dia juga belum bisa menjelaskan bagaimana crane tersebut bisa jatuh. Namun dia menduga crane tersebut ambruk karena keberatan beban.
    “Crane itu sudah dari kemarin miring, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena crane tersebut bukan punya kita, tetapi punya PT Waskita,”terangnya.
    Pantauan Okezone di lokasi, crane setinggi lebih dari 20 meter tersebut belum dievakuasi karena belum tibanya alat berat. Sejumlah pekerja di lokasi proyek tersebut juga sudah dievakuasi di tempat yang aman.
    http://news.okezone.com/read/2014/10/01/500/1046869/crane-jatuh-di-epicentrum-timpa-8-motor

    • Sdr Nikie Ramdana,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  65. Nama : Rizky Maulidya
    Kelas : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0623
    Mata Kuliah : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut
    Crane Ambruk Timpa Dua Orang
    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Alat angkut beban berat (crane)di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan jatuh menimpa dua orang dan membuat sejumlah kendaraan yang parkir rusak.
    “Dua korban mengalami luka karena tertimpa crane,” kata Kepala Polsek Metro Setiabudi Ajun Komisaris Besar Polisi Audie Latuheru saat dihubungi , Rabu (1/10).
    Audie menyebutkan kedua korban telah dibawa ke Rumah Sakit MMC Kuningan Jakarta Selatan guna mendapatkan perawatan intensif. Crane ambruk tersebut juga menimpa sembilan unit sepeda motor yang parkir di sekitar lokasi kejadian.
    Petugas kepolisian telah mengevakuasi crane, sekaligus berupaya melakukan olah tempat kejadian perkara.
    Selanjutnya, polisi akan menyelidiki penyebab alat pengangkut tersebut bisa jatuh yang menimpa dua orang korban terluka.
    http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/10/01/ncr6u6-crane-ambruk-timpa-dua-orang

    • Sdr Rizky Maulidya,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  66. Truk Crane Terbakar di Dekat Tol JORR
    Sebuah truk crane terbakar di ruas Jalan Tol Lingkar Luar (JORR) TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2012). Jilatan api baru bisa dipadamkan sejam kemudian setelah petugas pemadam beserta dua mobil pemadam kebakaran diturunkan.
    Terbakarnya truk tersebut bermula saat truk yang dikemudikan Purwoko (55) mengeluarkan bau benda yang terbakar. Saat itu, truk sedang melintas di Tol TB Simatupang dari arah Srengseng menuju Cibitung, Bekasi.
    “Teman saya melihat kepulan asap di kabin bawah, dan akhirnya truk saya bawa menepi,” ujar Purwoko.
    Setelah menepikan truk, bersama ketiga rekannya Purwoko langsung turun. Tidak lama kemudian api langsung membesar dan membakar habis truk tersebut.
    Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat, Frans Hodden Silalahi mengatakan, untuk memadamkan api pada truk tersebut, pihaknya menurunkan 3 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Dalam waktu singkat api di truk tersebut sudah dapat dipadamkan. “Sekitar 30 menit sudah dapat kita kuasai. Hanya memang pendinginannya yang agak lama,” jelasnya.
    Akibat kebakaran itu, kondisi truk rusak parah. Kendati demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena sopir dan penumpang truk berhasil menyelamatkan diri. Arus lalu lintas dari arah Bumi Serpong Damai menuju Kampung Rambutan menjadi macet total. [ksr]
    NAMA : Renaldo Mangayun
    NPM : 12.11.106.701501.0621
    KELAS : B2
    SUMBER http://indonesiana.seruu.com/read/2012/07/09/107304/truk-crane-terbakar-di-dekat-tol-jorr

    • Sdr Renaldo Mangayun,
      Harap ganti artikel anda, karena artikel anda bercerita tentang kecelakaan transportasi, dan tidak ada relevansinya dengan kecelakaan pekerjaan pengangkatan dengan melibatkan crane.

  67. Crane Tabrak Pembatas Jalan di Simpang Lubukbaja
    Nama : Tommy Helmawan – Saputra
    Npm : 12.11.106.701501.0629
    Kls : B2
    Keselamatan Alat Angkut
    Sumber : http://batampos.co.id/07-08-2014/crane-tabrak-pembatas-jalan-di-simpang-lubukbaja/
    Kecelakaan kendaraan berat kembali terjadi di simpang Lampuhmerah Lubukbaja dari arah simpang rujak. Sebuah kendaraan berat truk crane Rabu (6/8) siang sekitar pukul 15.00 WIB mengalami gagal rem lalu menabrak pembatas jalan dan mendarat di sisi lawan jalan. Tidak ada korban jiwa namun arus lalulintas sempat macet di lokasi kecelakaan itu.
    Tidak ingin kemacetan berkepanjangan polisi lalulintas dan penanggung jawab kendaraan berat itu langsung mencoba mengevakuasi kendaraan berat itu.
    “Rem blong katanya, makanya tabrak pembatas jalan ini. Untung nggak lurus truk itu sehingga tak tabrak kendaraan lainnya,” ujar salah satu anggota polisi di lokasi kejadian.
    Pria pengendara kendaraan berat itu enggan berkomentar. Dia dan sejumlah rekanya tampak sibuk mengevakuasi truk tersebut.
    Kecelakaan kendaraan berat di lokasi kerap terjadi. Sebulan bisa dua atau tiga kendaraan berat yang mengalami kecelakaan di lokais yang sama. Umumnya penyebab kecelakaan karena rem blong.

    • Sdr Tommy Helmawan-Saputra,
      Harap ganti artikel anda, karena artikel anda bercerita tentang kecelakaan transportasi, dan bukan kecelakaan pekerjaan pengangkatan dengan melibatkan crane.

  68. Nama : Rizky Maulidya
    Kelas : B2
    Npm : 12.11.106.701501.0623
    Mata Kuliah : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut
    Sewa Crane untuk Lamar Kekasih, Pria Ini Malah Celaka
    Metrotvnews.com, Ijsselstein: Cincin pernikahan telah dibeli, momen istimewa telah dipilih dan sebuah alat berat tipe crane telah disewa. Namun prosesi lamaran seorang pria berubah drastis menjadi bencana yang tak terbayangkan siapapun.
    Seperti dikutip Mirror.co.uk, Sabtu (13/12/2014), pria yang namanya tidak disebutkan berusaha melamar sang kekasih lewat cara tak biasa. Ia berniat mengucapkan kata-kata indah sambil memberikan cincin dari luar kaca jendela rumah.
    Namun sebelum sempat bertemu, apalagi memberikan cincin, crane yang dinaiki pria itu bergerak tak stabil dan menghantam rumah sekitar. Operator crane berusaha memperbaiki posisinya, namun justru menghantam bangunan lainnya di kota Ijsselstein, Belanda.
    Warga sekitar serta penghuni rumah dievakuasi. Wali Kota Ijsselstein sempat mendeklarasikan kawasan kompleks perumahan itu tidak aman karena kerangka konstruksinya rapuh.
    Terlepas dari kecelakaan tersebut, pria itu dinyatakan selamat dan diyakini telah berbulan madu bersama pasangannya di Paris, Perancis.
    WIL
    http://internasional.metrotvnews.com/read/2014/12/14/331620/sewa-crane-untuk-lamar-kekasih-pria-ini-malah-celaka

    • Sdr Rizky Maulidya,
      Harap ganti artikel anda, karena artikel anda bukan bercerita tentang kecelakaan pekerjaan pengangkatan dengan melibatkan crane.

  69. Nama : Nikie Ramdana
    Kelas : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0616
    Semester : 6
    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut
    Peristiwa Laka Kerja di Krakatau Posco Sangat Mengkhawatirkan
    CILEGON – Peristiwa kecelakaan kerja (lakakerja) di PT Krakatau Posco sudah masuk taraf mengkhawatirkan. Menurut ‎penyidik Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Rachmatullah bahwa korban tewas akibat laka kerja di PT Krakatau Posco (KP) sudah sering terjadi.
    “Sejak awal pembangunannya, laka kerja di Pt Krakatau Posco sudah sangat sering. Kasus utamanya disebabkan oleh minimnya safety. Misalnya terjatuh dan meninggal, dan kasus-kasus lain; dan untuk kejadian meledaknya steel making plant Senin (15/12), pihak PT KP sangat tertutup pada kami,”ujar Rachmatullah, Minggu (21/12).
    Kendati selama penyelidikan tim Disnakertrans Cilegon dan Banten serta Kemenakertrans, pihak PT Krakatau Posco tidak terbuka, namun Rachmatullah mengaku masih fokus mendalami informasi terkait dengan sertifikasi alat dan juga lisensi operator yang menjadi korban ledakan.
    “Yang pasti kami akan menindaktegas PT KP jika bukti-bukti sudah kami dapatkan,”tandasnya seraya menegaskan pihak perusahaan harus melaksanakan kewajibannya untuk membayarkan hak-hak almarhum Yudha, 19, yang menghembuskan nafas terakhirdi RS Pertamina, Jakarta, Jumat (19/12).
    “Yang pasti, hak-hak normatifnya harus dipenuhi. Karena ini bukan kematian biasa, tapi karena kecelakaan kerja. Kita akan kawal terus hingga hak-hak jamsostek almarhum yang harus dipenuhi perusahaan,” tandasnya.‎
    Sementara berdasarkan data Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon, sejak Januari hingga 5 November 2014 lalu sedikitnya sebanyak 34 pegawai PT KP mengalami laka kerja, termasuk tujuh orang korban meledaknya making plant, Senin (15/12).
    Penyidik Ketenagakerjaan Disnaker Cilegon Rachmatullah menuturkan, selama ini pihaknya hanya mencatat jumlah korban dalam kasus kecelakaan kerja, bukan jumlah peristiwa yang terjadi di pabrik baja patungan itu.
    “Jumlah itu, belum termasuk kasus kecelakaan kerja yang menimpa pegawai sub kontraktor yang terjadi di areal PT Krakatau Posco. Yang terjadi pada sub kontraktornya (PT Krakatau Posco-red) juga banyak. Kami harus memilahnya dulu,” tambahnya. ‎
    Diberitakan sebelumnya, penyelidikan kasus ledakan steel making plant (SMP) di areal PT Krakatau Posco cukup berliku. Pasca aparat kepolisian sempat mendapatkan kesulitan masuk ke areal ledakan, kini police line (garis polisi) di lokasi ledakan hilang.
    Tak diketahui kronologi hilangnya police line tersebut, namun dari peristiwa itu sebanyak tujuh operator crane salah satu vendor PT Krakatau Posco kini tengah berurusan dengan kepolisian.
    Kapolres Cilegon AKBP Defrian Donimando membenarkan hilangnya police line yang di tempat kejadian perkara (TKP) ledakan steel making plant.
    Menurutnya hilangnya garis polisi itu dipandang akan cukup menyulitkan pihaknya dalam melakukan pengusutan terhadap ledakan yang terjadi pada Senin (15/12) lalu di lokasi itu.
    “Diketahui hilangnya ledakan saat malam hari. Saat ini masih diketahui pelakunya. Sebenarnya kita bisa saja tetap bekerja, cuma kalau garis polisi itu hilang, TKP ini kan bisa saja berubah,” ujar Dominando.
    Sementara Coorporate Secretary PT Krakatau Posco, Cristy F Kasenger ‎membantah jika pihaknya menutup diri perihal peristiwa meledaknya steel making plant (SMP).
    Ia mengaku, sejumlah informasi perihal kejadian ledakan sudah maksimal diberikan pihaknua kepada aparat. “Kata siapa tertutup. Kita terbuka kok. Siapapun yang butuh informasi tentang peristiwa ledakan semaksimal mungkin kami berikan,”katanya singkat. (bud)
    http://www.indopos.co.id/2014/12/peristiwa-laka-kerja-di-krakatau-posco-sangat-mengkhawatirkan.html#

    • Sdr Nikie Ramdana,
      Harap ganti artikel anda, karena artikel yang anda posting tidak ada relevansinya dengan kecelakaan kerja pengangkatan dengan melibatkan pesawat angkat (crane).

  70. Crane Patah dan Roboh Di Pembangunan Pabrik PT.Holcim

    Tuban – Dua pekerja PT. Damdekorant, Sub Kontraktor PT Holcim Indonesia di Tuban, Jatim, mengalami luka ringan. Akibat terkena serpihan besi saat Crane milik PT. Bangun Sarana Baja (BSB) itu patah pada swing cranenya, Selasa (21/05/2013) sekitar pukul 16.30 WIB. Di kawasan pembangunan Pabrik Holcim di kawasan Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.
    Kejadian bermula saat para pekerja sedang beraktifitas mengerjakan pembangunan Proyek konstruksi PT. Holcim Indonesia Tuban 2. Kemudian, operator Crane milik PT BSB itu mendengar suara retakan pada crane yang dioperatori tersebut. Selanjutnya, operator crane langsung menghidupkan crane, dengan maksud apabila terjadi sesuatu, besi crane tidak menjatuhi pekerja di bawahnya.
    Tidak berselang lama, setelah crane diarahkan ke sisi lokasi yang aman, besi crane patah hingga patahannya ambruk di lokasi yang aman. Namun, saat besi crane terjatuh, serpihanya ternyata mengenai 2 pekerja yang berada di sekitar lokasi. Dari kejadian tersebut, 2 pekerja mengalami luka ringan dan langsung menjalani perawatan medis dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Mulia Tuban, untuk menjalani penanganan Medis.
    Salah satu pekerja yang tidak mau dimediakan namanya, saat dikonfirmasi mengatakan dirinya mengetahui langsung kejadian itu. Diduga usia Crane yang sudah tidak layak pakai menjadi penyebab patahnya besi Crane. Alasannya, besi crane sudah banyak yang karatan. “Sebelumnya operator sudah mendengar retakan dan suara. Kemudian dipindahkan ke lokasi yang aman. Crane ukuran maksimal muat 150 ton itu, jatuh mengenai Conveyor,” katanya.
    Terpisah, Tuban Projek Communication, PT. Holcim Indonesia, Indriani Siswati saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Adapun untuk penyebab patahnya besi crane, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Karena masih dilakukan proses investigasi.
    “Crane dalam keadaan tidak aktif pengangkutan. Saat itu ada mobil melintas di sekitar jatuhnya crane, diduga 2 korban panik dan keluar mobil. Terus terkena serpihan besi. Hanya luka ringan,” ungkapnya.
    Nama : RENALDO MANGAYUN
    NPM : 12.11.106.701501.0621
    KELAS : B2
    SUMBER : http://sugarfmradionet.blogspot.com/2013/05/crane-patah-dan-roboh-di-pabrik.html

  71. Karyawan PT BGMM Meregang Nyawa Tertimpa Crane saat Bekerja

    TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN – Kecelakaan kerja yang menewaskan korbannya terjadi di PT Bukit Granit Mining Mandiri (BGMM), Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Karimun, Selasa (20/1/2015) pagi sekitar pukul 11.00 WIB.
    Ronald Gultom (34), operator cracker (mesin pemecah batu, red) tewas usai tertimpa mesin crane saat sedang bekerja. Saking kerasnya benturan, Ronald meregang nyawa langsung di tempat kejadian.
    “Iya, kawan kami. Ini saya lagi melayat ke rumah duka di Seibati. Nama korban Ronald Gultom, usia 34 tahun. Sudah karyawan tetap di sana (PT BGMM, red),” ujar Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Karimun Muhamad Fajar, Selasa siang.
    Kejadian naas itu bermula saat operator crane hendak melakukan pekerjaan perbaikan. Namun mendadak crane oleng, korban yang berada di bawah crane tidak menyadari.
    Akibatnya korban tertimpa mesin crane dan mengenai kepalanya hingga mengalami luka cukup parah. Diduga luka serius di kepala itu yang membuat korban meregang nyawa langsung di tempat.
    Korban sempat mendapat pertolongan dengan dibawa ke rumah sakit Bakti Timah di Kecamatan Tebing namun upaya itu berakhir sia-sia karena korban sudah diketahui meninggal dunia langsung di tempat kejadian.
    Korban meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. ia direncanakan dikebumikan tak jauh dari ke diamannya di Seibati, Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Karimun.

    Nama : Tommy Helmawan-Saputra
    Npm : 12.11.106.7010629
    Klz : B2
    Sumber: http://batam.tribunnews.com/2015/01/20/karyawan-pt-bgmm-meregang-nyawa-tertimpa-crane-saat-bekerja

  72. Nama : Nikie Ramdana
    Kelas : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0616
    Semester : 6
    MK : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut
    Lengan crane patah ,pengendara motor tewas
    REPUBLIKA – Jumat, 25 Mei 2007
    JAKARTA — Seorang pengendara motor, Harno (40 tahun), meninggal di tempat akibat tertimpa lengan menara derek alat pengangkut barang (tower crane) ketika melintasi proyek pembangunan gedung Premium Pacific Place, depan gedung BEJ, sekitar pukul 14.30 WIB.
    Menurut Gatot Suswanto, supervisor PT Acset Indonusa –kontraktor proyek tersebut– kejadian naas itu bermula saat tower crane hendak dipindahkan dari lantai delapan ke lantai dasar di sisi luar bangunan. Diduga, satu sisi tower crane tersangkut, sehingga sling (kabel berbahan besi baja) tower crane putus.
    Seketika, lengan crane meluncur dari ketinggian 45 meter. Naasnya, saat bersamaan sedang melintas Harno, pengendara motor, dan dua mobil yang tertimpa patahan lengan crane.
    Menurut Rudi, pekerja proyek bangunan itu, lengan crane patah menjadi dua, sebagian jatuh ke lokasi proyek, dan potongan lainnya jatuh di jalan kawasan Sudirman Center Business District (SCBD). Sebelum roboh, sempat terdengar bunyi berderit akibat baut yang terlepas.
    ”Kalau seperti ini, saya yakin penguncinya tidak pas,” tambah Dedi yang juga pekerja di tempat itu. Dia memperkirakan, ada faktor kesalahan manusia –bisa karena baut lupa dipasang atau diganjal benda lain– sehingga lengan crane patah.
    Sementara, mobil Avanza B-1066-AL warna hitam yang dikemudikan wanita berkewarganegaraan Jepang, Mayumi Sunoda, ringsek bagian belakangnya. Beruntung, Mayumi selamat. Sedangkan empat penumpang mobil Mercy S 280 bernopol B-2180-EH hanya luka ringan. Mereka sempat dibawa ke RS Jakarta dan RS Medistra guna dirawat.
    Sopir Mercy, Andi Yanuar, menuturkan, saat kejadian mobilnya berada di depan Avanza dan Honda Supra B-3161-LO. ”Mobil Mercy hanya kena sling di kaca bagian depan dan belakang. Saya tancap gas secepatnya supaya tidak kena, meski semua penumpang termasuk saya shock,” ujar Andi.
    Juru bicara Security Group Artha Graha (SGA), Upa Labuhari, menegaskan, kontraktor utama, PT Acset Indonusa, bertanggung jawab, termasuk membayar ganti rugi semua kerusakan dan biaya perawatan korban. Selain bekerja sampingan sebagai tukang ojek, Harno adalah satpam yang tergabung di SGA.
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana, menyatakan, indikasi adanya unsur kelalaian sedang diselidiki. Beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan. ”Sesuai prosedur, seharusnya penurunan tower crane dilakukan di atas pukul 22.00 WIB dan ruas jalan ditutup,” katanya. ( zak/c51 )
    Sumber : raharjosugengutomo.blogspot.com

    • Sdr Nikie Ramdana,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  73. Tiang crame patah, mandor anggap kecelakaan kerja
    LENSAINDONESIA.COM: Peristiwa patahnya tiang crane milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang digunakan untuk proyek turap Ciliwung dianggap murni kecelakaan kerja.
    Hatami(68), Mandor dari proyek pengerjaan turap Ciliwung mengatakan, peristiwa yang menewaskan satu orang warga ini merupakan murni kecelakaan yang dipicu karena faktor medan pengerjaan yang mesinnya berada di atas aliran air.
    Baca juga: Mandor Proyek Plasa Tunjungan tewas dengan kepala remuk dan Dinas PU diduga lakukan mark-up anggaran pembangunan jalur busway
    “Mesin itu kan ada di atas air, dan tiba-tiba saja bom crane yang menggantung posisinya berbalik hingga menyebabkan tiang patah karena tekanan bom crane terlalu berat, akhirnya menimpa pohon,” ujar Hatami di Mapolsek Jatinegara, Minggu (22/9/13).
    Hatami menjelaskan, proyek tersebudi kerjakan PT. Sinar Pancang yang merupakan sub kontruksi dari PT. Jaya Kontruksi. “Kalau kondisi mesin setiap hari kita cek dan semua baik, ini murni kecelakaann,” jelasnya.
    Dia akan bertanggung jawab penuh terhadap peristiwa yang terjadi itu. “Kita sudah beritahukan kejadian ini ke perusahaan dan kita akan sepenuhnya bertanggung jawab,” pungkasnya.
    Diberitakan sebelumnya, pengerjaan proyek turap Ciliwung yang baru berjalan sekitar lima bulan berubah menjadi tragedi berdarah bagi warga dan karyawan yang tengah menyaksikan pengerjaan proyek itu.
    Akibat mesin crane milik Dinas PU yang digunakan untuk proyek turap Ciliwung patah dan menimpa pohon, 1 orang meninggal dunia dan 1 karyawan mengalami luka ringan di kaki.@silma
    LENSAINDONESIA.COM: Peristiwa patahnya tiang crane milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang digunakan untuk proyek turap Ciliwung dianggap murni kecelakaan kerja.
    Hatami(68), Mandor dari proyek pengerjaan turap Ciliwung mengatakan, peristiwa yang menewaskan satu orang warga ini merupakan murni kecelakaan yang dipicu karena faktor medan pengerjaan yang mesinnya berada di atas aliran air.
    Baca juga: Mandor Proyek Plasa Tunjungan tewas dengan kepala remuk dan Dinas PU diduga lakukan mark-up anggaran pembangunan jalur busway
    “Mesin itu kan ada di atas air, dan tiba-tiba saja bom crane yang menggantung posisinya berbalik hingga menyebabkan tiang patah karena tekanan bom crane terlalu berat, akhirnya menimpa pohon,” ujar Hatami di Mapolsek Jatinegara, Minggu (22/9/13).
    Hatami menjelaskan, proyek tersebudi kerjakan PT. Sinar Pancang yang merupakan sub kontruksi dari PT. Jaya Kontruksi. “Kalau kondisi mesin setiap hari kita cek dan semua baik, ini murni kecelakaann,” jelasnya.
    Dia akan bertanggung jawab penuh terhadap peristiwa yang terjadi itu. “Kita sudah beritahukan kejadian ini ke perusahaan dan kita akan sepenuhnya bertanggung jawab,” pungkasnya.
    Diberitakan sebelumnya, pengerjaan proyek turap Ciliwung yang baru berjalan sekitar lima bulan berubah menjadi tragedi berdarah bagi warga dan karyawan yang tengah menyaksikan pengerjaan proyek itu.
    Akibat mesin crane milik Dinas PU yang digunakan untuk proyek turap Ciliwung patah dan menimpa pohon, 1 orang meninggal dunia dan 1 karyawan mengalami luka ringan di kaki.@silma
    NAMA : RIZKY MAULIDYA
    NPM: 12.11.106.701501.0623
    KELAS :B2
    SUMBER : http://www.lensaindonesia.com/2013/09/22/tiang-crame-patah-mandor-anggap-kecelakaan-kerja.html

    • Sdr RIZKY MAULIDYA,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  74. Nama: Muhammad Nezam Parwane
    NPM : 12.11.106.701501.0579
    Kelas : B2 Semester 6
    Judul : warga negara Indonesia (WNI) tewas tertimpa batang besi “crane” atau penderek seberat 25 ton
    Merdeka.com – Seorang warga negara Indonesia (WNI) tewas tertimpa batang besi “crane” atau penderek seberat 25 ton yang tengah digunakan mengangkat beton di sebuah proyek pusat perbelanjaan di Melaka, Malaysia.
    Korban Anas Tawi (55) yang bekerja sebagai pengemudi truk sampah tersebut tidak sempat melarikan diri ketika batang besi alat itu tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarainya, demikian dilaporkan media-media lokal di Kuala Lumpur.
    Korban yang sudah berstatus penduduk tetap di Malaysia itu meninggal di tempat karena cedera parah di kepala.
    Rekan korban yang juga kernet truk Sabari Bidin (45) mengatakan dia tidak sempat berbuat apa-apa karena kejadian tersebut berlangsung begitu cepat.
    “Ketika kejadian saya berada di belakang truk dan batang besi ‘crane’ tiba-tiba tumbang dan menimpa truk yang dikendarai Anas,” katanya,seperti dikutip dari Antara (25/09).
    Sementara itu anak bungsu korban Siti Hidayu Anas (22) mengatakan dia dan ibunya mengetahui kejadian tersebut setelah anak majikan datang ke rumah mereka di Durian Tunggal.
    “Sudah lebih 30 tahun bapak melakukan kerja rutin sama setiap hari. Dia akan ke pusat perbelanjaan itu terlebih dulu untuk mengambil sampah, namun tidak sangka hari ini hari terakhir dia bekerja,” katanya.
    Pemangku Kepala Polisi Daerah Melaka Tengah Superintendan Razali Bakar mengatakan kasus tersebut dikategorikan sebagai kematian mendadak. “Mayat korban dibawa ke rumah sakit Melaka untuk diautopsi,” katanya.
    (mdk/mtf)

    • Sdr M. Nezam Parwane,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.
      Dan cantumkan sumber pustakanya!

  75. Crane Pemancang Tiang Fly Over Banjarmasin Ambruk
    DUA pengendara sepeda mo­tor jadi korban akibat am­bruk­nya crane pemancang ti­ang proyek pembangunan jem­batan layang atau fly over di Jalan Ahmad Yani Km 3, Banjarmasin, Kalsel.
    Peristiwa itu terjadi Sabtu (22/2) sore. Tiba-tiba crane se­panjang 17 meter itu patah dan ambruk bersama besi pe­numbuk tiang panjang.
    Crane ambruk saat pekerja kontraktor pembangunan proyek jembatan layang PT Pembangunan Perumahan (PP) sedang bekerja dan arus lalu lintas di A Yani sedang padat.
    Beruntung tak ada korban­ jiwa dalam peristiwa ini, na­mun crane yang ambruk sem­pat menimpa motor penggu­na jalan.
    Korbannya sepasang suami is­tri, Arbain dan Halimatus Sa­’diyah. Meski dilaporkan­ hanya mengalami luka ri­ngan, namun keduanya ha­rus dapat perawatan di Ru­mah Sakit Bayangkara Ban­jarmasin.
    Sedangkan motor korban han­cur tertimpa crane. Pasca kejadian, ruas A Yani ditutup hi­ngga Sabtu (22/2) malam.
    Pihak kontraktor member­sih­kan jalan dengan memoto­ng badan crane yang ambruk agar tidak mengganggu lalu lin­tas.
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalsel, Martinus ma­sih­ menyelidiki penyebab am­bruknya crane ini. Menurut­nya, pihak kontraktor akan ber­tanggungjawab.
    Terpisah, Plt Ketua Apindo Kal­sel, Abdul Salim Fachry me­minta pihak konraktor ber­tanggungjawab atas peris­tiwa ini.
    Pihaknya juga menyoroti ba­nyak proyek infrastruktur di Kalsel yang dikuasai peru­sa­ha­an BUMN.
    Apindo mencatat mayoritas­ proyek skala menengah dan besar justru dimenangkan perusahaan BUMN, sedang­kan pengusaha di daerah hanya kebagian proyek skala ke­cil.
    Padahal di lapangan, peru­sa­haan BUMN seperti Pembangunan Perumahan, Adhi Karya maupun Wika justru mensubkan pekerjaannya, bahkan menyewa peralatan dari pengusaha daerah.
    NAMA : NIKIE RAMDANA
    NPM: 12.11.106.701501.0612 <— INI NPM SIAPA?
    KELAS : B2
    SUMBER : http://borneonews.co.id/berita/2008-crane-pemancang-tiang-fly-over-banjarmasin-ambruk

  76. Nama : Sadia Ramanthasia
    NPM : 12.11.106.701501.0587
    Kelas : B2 / Semester VI

    Departemen Memulai Penyelidikan Setelah Crane 198m Runtuh
    2014-11-04 16:38

    Upington – Departemen transportasi, keselamatan dan penghubung di Northern Cape diatur untuk mengajukan penyelidikan atas runtuhnya crane yang menewaskan dua orang di KHI Solar One pabrik di Upington, menurut laporan.
    Crane 198m yang runtuh pada Senin, menewaskan dua orang dan empat luka berat, SABC dilaporkan.
    Laporan cuaca SA mengatakan bahwa crane runtuh karena angin kencang.
    Departemen transportasi, keamanan dan juru bicara penghubung Johannes Stuurman kepada SABC mengatakan bahwa kecelakaan alam ini tetap menjadi perhatian.
    Juru bicara polisi mengatakan kepada Jaques dari News24 bahwa pekerja perempuan meninggal di tempat kejadian dan seorang pekerja laki-laki meninggal di rumah sakit.
    Dia mengatakan empat terluka tetap dalam kondisi kritis.
    September mengatakan polisi sedang menyelidiki masalah ini.
    KHI Solar One merencanakan, yang masih dalam proses pembangunan dan akan memiliki solar field sebesar 600ha, dimiliki oleh perusahaan Spanyol Abengoa.
    Abengoa Patricia Malo de Molina Meléndez berkata: “Kecelakaan itu terjadi di sekitar 13:30 [Senin]. Hal itu mengakibatkan kematian dua pekerja dan meninggalkan tujuh lainnya luka-luka yang segera dipindahkan ke rumah sakit terdekat. ”
    Dia mengatakan: “Abengoa ingin menyampaikan penyesalan yang tulus untuk hilangnya karyawan, serta dukungan dan solidaritas dengan keluarga mereka.”
    Menurut The New Age kejadian itu bukan yang pertama kalinya di pabrik.
    Sebuah sumber anonim mengatakan kepada surat kabar bahwa telah terjadi banyak kecelakaan di lokasi, yang telah disembunyikan oleh petugas.
    Upaya New Age untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari manajer lokasi tidak menghasilkan apa-apa.
    Seorang seniman memberi tahu seperti apa KHI Solar One setelah selesai. Menara yang dibangun di Upington adalah menara uap komersial pertama yang super panas di dunia.

    Sumber pustaka: http://www.news24.com/SouthAfrica/News/Dept-to-launch-probe-after-198m-crane-collapses-20141104

  77. NAMA : RUSTAM ABIDIN
    KELAS : B1
    NPM : 12.11.106.701501.0626
    Satu Orang Tewas Tertimpa Crane Patah di Kampung Melayu
    JAKARTA, KOMPAS.com – Musibah kecelakaan kerja terjadi saat pengerjaan proyek turap di Kali Ciliwung di Fly Over Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/9/2013). Tower crane yang berada di lokasi itu tiba-tiba patah dan menimpa pohon. Pohon yang tertimpa tower crane ini kemudian rubuh dan mengenai seorang warga bernama Sugeng (41) yang langsung tewas.
    Seorang pekerja, Adi Suwono (63), mengatakan tidak mengetahui persis mengapa crane tersebut bisa patah dan menimpa korban. Menurutnya, peristiwa berlangsung saat para pekerja tengah fokus menolong seorang pekerja bernama Rohmat Kurniawan (22) yang tengah terjepit di pintu mobil genset yang lokasinya terpisah dengan crane. “Crane posisinya masih ada di tengah kali, mungkin karena arus air mulai kencang, tiba-tiba crane agak terjungkal ke belakang, dan towernya patah nimpa pohon,” kata Adi, kepada wartawan, di Mapolsek Metro Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu sore.
    Nahas, Sugeng yang tengah menonton pengerjaan tersebut tertimpa pohon yang rubuh akibat terkena tower crane itu.
    Saat kejadian terdapat sekitar lima warga lain yang berada di lokasi tetapi mereka dapat menghindari pohon yang tumbang tersebut.
    “Alatnya jatuh kena pohon, pohonnya rubuh kena warga. Yang meninggal satu orang sudah dibawa ke RSCM,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara, Komisaris Suminto.
    Mandor PT Sinar Pancang, Hatami (65), mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab patahnya tower crane tersebut. Namun ia membenarkan tower crane yang ada di lokasi tersebut patah. “Secara teknis kami cuma bisa bilang kalau boom crane mengarah ke atas dan patah. Nah penyebab pastinya kami belum tahu,” ujar Hatami pada kesempatan yang sama.
    Hatami mengatakan belum menemukan adanya unsur kesengajaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.
    Pengerjaan turap tersebut menurutnya merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. “Kami sebenarnya sub kontraktor di bawah PT Jaya Konstruksi. Proyek ini dari Dinas PU DKI,” ujar Hatami.
    Tentang keberadaan korban, Hatami mengatakan pihaknya memang sering melihat korban kerap berada di sekitar lokasi pengerjaan. Tetapi Hatami tidak mengetahui tujuan korban kerap berada di lokasi tersebut. “Korban masih di RSCM dan belum ada keluarga yang datang. Karena itu kami masih menunggu keluarga untuk penanganan selanjutnya,” ujar Hatami.
    megapolitan.kompas.com/…/Satu.Orang.Tewas.Tertimpa.Crane

    • Sdr RUSTAM ABIDIN
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  78. NAMA : AVIN SAFITRI
    NPM : 12.11.106.701.501.0719
    KELAS B2 SEMESTER 6
    sabtu, 29 september 2014
    3 KARYAWAN FREEPORT TEWAS
    Merdeka.com – Tiga orang pekerja tambang di PT Freeport Indonesia, dilaporkan tewas dalam kecelakaan kerja di kawasan Gresberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Peristiwa itu terjadi Sabtu pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIT.
    Kecelakaan kerja itu terjadi ketika Haul Truck type 785 dengan nomor 220 melindas mobil yang dipergunakan ‘section utility’ atau pekerja grup pompa dengan nomor lambung 2740, di kawasan Gresberg, Tembagapura.
    “Iya benar, tadi pagi,” kata Humas Freeport, Daisy Primayanti, kepada merdeka.com, Sabtu (27/9).
    Informasi yang dihimpun, selain menewaskan tiga orang, enam pekerja lainnya juga mengalami cidera. Identitas ketiga korban tewas yakni Simon Seba, Luther Patangi dan Nursio.
    Sedangkan korban luka luka yakni Billy Angresu, R Thomas Siloy, Irianto, Andi Andreas, dan seorang lainnya yang belum diketahui identitasnya.
    SUMBER : http://www.merdeka.com/peristiwa/3-karyawan-freeport-tewas-saat-kerja-di-area-tambang.html

    • Sdri Avin Safitri,
      Harap ganti artikel anda, karena artikel yang anda posting tidak ada relevansinya dengan kecelakaan kerja pengangkatan dengan melibatkan pesawat angkat (crane).

  79. NAMA : PUJI UTOMO EDY SANTOSO
    KELAS : BI (semester VI)/DIV-K3
    NPM : 12.11.106.701501.0618

    Kegagalan pengikatan (rigging) menyebabkan Air Handler Unit (AHU) Jatuh Dari Crane dan menghancurkan Truck dibawahnya.

    Lebih dari seminggu yang lalu,Air Handler Unit (AHU) jatuh dari crane di lokasi konstruksi 1200 17th Street NW yang menghancurkan sebuah truk tetapi tidak menimbulkan korban luka.Charlie Bird, Direktur keselamatan konstruksi di area Washington Balfour Beatty, akhir pekan ini mengatakan, “ketika mengangkat Air handler Unit (AHU) ke atap gedung yang sedang dibangun … kegagalan ikatan terjadi dan menyebabkan Air Handler Unit (AHU) jatuh, merusak Air Handler Unit (AHU) dan truk yang berada dibawahnya. ”

    Bird mengatakan ,“tidak ada korban cedera pada kejadian tersebut karena standart operasional Prosedur sudah dilakukan, termasuk penggunaan ‘safety line’ untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di daerah tersebut”.Pada saat itu tidak ada pekerjaan lain yang sedang berlangsung di area tersebut.kendaraan,lalu lintas,dan pejalan kaki dialihkan untuk operasi itu.Yang terlibat dan mengawasi pengangkatan Air Handler Unit (AHU) dan barang-barang lain pada saat itu adalah sebuah kontraktor rigging professional yang berlisensi.Kegagalan pengikatan ini sedang dipelajari oleh laboratorium setempat,Balfour Beatty Konstruksi berkomitmen atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan dan telah memiliki “Safety Record” yang sangat baik. Penyebab kejadian ini akan ditentukan dan tindakan perbaikan akan dilaksanakan untuk mencegah kejadian yang sama terulang.

    Sumber : http://dcist.com/2014/01/ac_unit_falls.php

  80. Nama : Rizky Maulidya
    Kelas : B2
    Npm : 12.11.106.701501.0623
    Mata Kuliah : Keselamatan Alat Angkat dan Angkut

    Bandul Crane Jatuh Melayang Timpa Pekerja Bangunan di SCBD, Dua Tewas

    VIVAnews – Peristiwa nahas menimpa dua pekerja di sebuah proyek gedung bernama Alila yang berada di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 26 September 2014. diketahui keduanya tewas terjatuh dari proyek pembangunan gedung perkantoran setinggi 70 meter.
    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Indra F Siregar mengatakan, kedua pekerja itu terjatuh karena bandul di crane tersebut terlepas dari posisi yang seharusnya.
    “Dari informasi, dua orang meninggal dan sekarang sedang dibawa ke RS AL Mintohardjo, Bendungan Hilir,” ujar Indra kepada VIVAnews saat ditemui di lokasi, Jumat 26 September 2014
    Menurut Indra, polisi akan memeriksa ornamen-ornamen dari bandul bangunan tersebut, karena saat terjatuh, bandul tersebut sampai menyeberang ke Equity Tower SCBD.
    “Kami masih mendalami TKP. Kami selidiki juga messenger voice. Nanti kita lihat lintasannya seperti apa. Ornamen apa yang sampai buat korban terjatuh,” kata Indra.
    Sementara itu, Randi, salah satu saksi mata di tempat kejadian mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.05 WIB.
    “Ada suara keras, karena kaca di Equity sampai pecah, tahunya ada yang terjatuh. Tapi petugas langsung menutupi area tersebut. Jadi tak bisa terlihat orang yang terjatuhnya,” kata Randi

    Sumber pustaka: http://metro.news.viva.co.id/news/read/542221-bandul-crane-jatuh-melayang-timpa-pekerja-bangunan-di-scbd–dua-tewas

  81. Pertanyaan muncul setelah kecelakaan fatal Mobile Crane di Sebuah Kilang Minyak Houston di Texas menewaskan empat pekerja dan melukai tujuh orang
    SATU dari crane mobile terbesar di Amerika Serikat runtuh di sebuah kilang minyak Houston di Texas, Jumat, menewaskan empat pekerja dan melukai tujuh orang lainnya
    Ini adalah terbaru dari beberapa kecelakaan fatal yang menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan konstruksi crane.
    Crane 30-Say-Tell, mampu mengangkat 450 Ton, jatuh di sebuah kilang di tenggara Houston Lyondell Basell sekitar 02:00 waktu setempat, kata Jim Roecker, wakil presiden perusahaan untuk Purifier.
    Crane itu jatuh di sebuah tenda yang oleh stasiun televisi Houston KTRK-TV dikatakan digunakan untuk makanan pekerja.
    Setelah kejadian itu, crane merah besar berbaring di atas crane kecil kuning terang atas dasar kilang tersebut. Ambulans dan truk pemadam kebakaran berjajar di luar. Korban berada di daerah crane, tapi para pejabat masih tidak yakin apakah mereka berada di crane atau di bawah itu, Roecker menjelaskan.
    Tiga dari yang terluka dirawat dan dirilis di tempat kejadian, kata Houston Fire Department Asisten Kepala Omero Longoria.
    Dua pekerja yang terluka parah dibawa dengan helikopter ke rumah sakit Memorial Hermann-Texas Medical Center dan dua pekerja lain terluka dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
    Roecker menggambarkan crane runtuh sebagai salah satu mobile crane terbesar di AS, pada 91 meter dengan ledakan 122 meter. Konstruksi crane bisa lebih tinggi, tetapi tidak mobile.
    Selain unit kokas, unit distilasi minyak mentah telah ditutup pada kilang untuk perbaikan tujuh-minggu direncanakan. Kilang ini memiliki dua unit kokas dan dua unit mentah.
    Kilang juru bicara David Roznowski menolak untuk membahas tingkat produksi kilang saat ini. Dia mengatakan akan berada di beberapa hari setidaknya sebelum Lyondell dapat menentukan bagaimana runtuhnya crane akan mempengaruhi perbaikan direncanakan.
    Roecker mengatakan crane itu operasi, tapi tidak mengangkat apa-apa.
    “Tentu saja ini terlalu dini untuk mengatakan apa yang menyebabkan masalah ini,” katanya.
    Tenda dihancurkan
    KTRK-TV mewawancarai seorang pria di sebuah rumah sakit Houston yang diidentifikasi sebagai salah satu pekerja terluka.
    “Yang saya lihat adalah tenda makan siang kami hancur,” kata Michael Gabriel stasiun.
    Jatuhnya crane di Houston adalah kilang minyak AS kecelakaan mematikan mentah sejak ledakan 2005 jam kilang raksasa BP Plc di Texas City menewaskan 15 pekerja dan melukai 180 lainnya. Texas City adalah 80 kilometer selatan Houston.
    Setelah penyelidikan dua tahun ledakan BP, federal AS Chemical Safety Board direkomendasikan bahwa penyuling tidak menempatkan para pekerja dalam struktur dekat unit proses tidak mampu menahan ledakan bencana.
    Korban tewas di Houston mengikuti dua runtuh crane baru-baru ini mematikan di New York. Pada bulan Mei, dua orang tewas di Manhattan Upper East Side setelah derek besar jatuh dan merusak sebuah gedung apartemen. Pada bulan Maret, tujuh orang tewas setelah crane hancur sebuah bangunan hunian.
    Roecker menolak untuk mengungkapkan nama-nama mereka yang tewas dan perusahaan tempat mereka bekerja, sambil menunggu pemberitahuan selanjutnya mereka keluarga.
    Crane pemilik Deep Crane & Rigging Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah beberapa rincian tentang kecelakaan itu.
    “Pikiran dan doa-doa dengan karyawan dan orang yang mereka cintai,” kata perusahaan itu.
    Mereka yang tewas dan terluka bekerja untuk kontraktor luar yang terlibat dalam perbaikan satu dari dua unit coking dan salah satu dari dua unit distilasi minyak mentah di kilang tersebut. Pekerjaan dimulai pada awal Juli.
    pandangan udara dari situs tidak segera tersedia kemarin, sebagai udara ruang di sekitar Houston dibatasi karena Presiden George Bush di kota penggalangan dana bagi calon kongres.
    LyondellBasell adalah kimia yang berbasis di Belanda dan perusahaan penyulingan dengan pendapatan tahunan sebesar US $ 45 miliar dan 16.000 karyawan di seluruh dunia.
    Nama : Heri Sasmita
    Kelas : B2
    Semster : 6
    NPM : 12.11.106.701501.0652
    sumber: http://perantaubatam.blogspot.com/2014/06/tentang-klakson-seperti-apa-peraturan.html#ixzz3UH2I1ahP

    • Sdr HERI SASMITA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  82. nama : yunica soybatul aslamiah
    kelas : b1/semester 6
    npm : 12.11.106.701501.0593
    Sling Crane Putus Timpa Kuli Angkut, 2 Orang Tewas
    SURABAYA – Dua kuli angkut Pelabuhan Rakyat Kalimas Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, tewas tertimpa sling crane yang putus dini hari tadi.
    Dua orang tewas dalam kondisi mengenaskan, seluruh bagian tubuh mereka hancur tertimpa tali baja tersebut. Evakuasi korban berlangsung lama, selain posisi mereka sulit karena terjepit dan berada di bawah truk, petugas juga harus menunggu bantuan alat berat.
    Para korban, Sukardi (50), warga Kabupaten Lamongan dan Kastono (46), warga Mojokerto, merupakan kuli angkut yang sedang melakukan bongkar muat pupuk dari KM Belitung.
    Hendrikus, saksi mata, Selasa (27/11/2012), menuturkan, dia sempat mendengar suara benturan besi yang keras dan teriakan orang meminta tolong. Saat dilihat, ada dua orang yang sudah tewas. Satu terjepit besi crane dan lainnya tewas terpental di bawah truk.
    Selain dua korban tewas ada seorang kuli angkut lainnya yang mengalami luka patah kaki. Korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat sementara jenazah dua korban tewas dibawa ke RSU Soetomo.
    Kasus kecelakaan kerja ini masih dalam penyelidikan aparat Polres Tanjung Perak. Polisi memeriksa operator crane dan beberapa kuli angkut. Hingga kini belum diketahui penyebab putusnya sling crane tersebut.
    sumber : http://m.okezone.com/read/2012/11/27/519/723626/sling-crane-putus-timpa-kuli-angkut-2-orang-tewas

    • Sdri Yunica Soybatul Aslamiah,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  83. Judul Artikel:
    ‘’Seorang pekerja konstruksi tewas ketika terjadi kecelakaan crane di Gold Coast, Chicago’’
    CHICAGO (WLS), Jumat, 30 Januari, 2015
    Petugas menyatakan bahwa seorang pekerja berumur 45 tahun berada pada jarak 60 feet ketika bagian dari crane mengenai dadanya sekitar pukul 3 hari jumat sore. Bagian crane itu tertancap di dadanya sampai teman sekerjanya berhasil menyelamatkan pekerja tersebut. Saksi mengatakan perlu beberapa waktu sampai teman-teman sekerja korban berhasil menyelamatkan nyawa korban.
    ‘’Situasi yang dihadapi saat itu cukup rumit dan memegangkan dan orang-orang di sekitar tempat kejadian berusaha menyelamatkan korban secepat yang mereka bisa’’, ujar Stan Banash, salah seorang saksi. Para saksi berada di sekeliling gedung sambil memandangi tim penyelamat berusaha menolong korban. Paramedik menghabiskan waktu beberapa menit untuk memindahkan korban dan membawanya ke Rumah Sakit Northwestern, meskipun kemudian dikabarkan bahwa dia telah meninggal dunia. ‘’ Kami selalu melakukan pelatihan untuk hal-hal seperti ini, kami juga sudah melakukan pelatihan untuk penyelamatan kecelakaan crane sebelumnya. Kami hanya perlu memindahkan korban ke dalam keranjang pemadam kebakaran dan kemudian membanya mencapai permukaan tanah. Kami melakukan hal yang demikian setiapa waktu,’’ ujar Michael Fox, dari Departemen Kebakaran Chicago.
    Para investigator tetap berada di tempat kejadian. Para petugas medik pun belum memberikan informasi terkait nama korban. Mereka hanya memastikan bahwa korban berasal dari Portage, Ind. Team 1, ABC7 mulai mencari tahu hal-hal yang berhubungan dengan kecelakaan tersebut sesaat setelah kecelakaan terjadi, termasuk proyek, kontraktor dan operator crane. Berhubung kejadian nya masih baru saja terjadi maka tim penyidik kota berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana hal ini terjadi. Konstruksi crane gedung bertingkat merupakan lingkup pekerjaan yang sangat berbahaya dikarenakan banyaknya bahan dan alat yang bergerak, masalah pemindahan beban berat serta keadaan cuacanya.
    Operator crane merupakan operator dari Central crane Four East Elm yang berbasis di Chicago. Peralatan Central Crane sering terlihat di daerah konstruksi di sekitar Chicago. Tidak jelas, apakah pekerja yang berumur 45 tahun ini merupaka pekerja dari Central Crane atau dari kontaktor umum. Proyek Gold Coast adalah proyek mewah pertama dalam 24 tahun dan dari 35 kondominium yang ada. Pemeriksaan awal dari kedua catatan Departemen Bangunan Chicago dan file Lembaga OSHA, tidak menunjukkan pelanggaran tertunda atau mengizinkan masalah di tempat kerja atau pada perusahaan crane itu sendiri.
    Pada kecelakaan fatal seperti ini, pihak yang berwenang akan menanggulangi kejadian sebagaimana yang mereka lakukan ketika terjadi suatu kecelakaan pesawat udara misalnya dengan membekukan daerah kejadian, menyimpan bukti lalu kemuadian membaginya ke dalam beberapa fokus penyelidikan mulai dari kondisi peralatan lalu faktor cuaca dan kemudian faktor manusia.
    Team 1 menemukan bahwa Kontraktor umum proyek 4E.Elm perusahan Leopardo, Chicago terlibat dalam kecelakaan konstruksi crane sebelumnya.
    Pada bulan Oktober 2006, buruh Adan Carriedo telah diminta untuk memuat bentuk konkrit ke crane. Dia kemudian mengangkat dua beban dari beton ditumpuk satu di atas yang lain. Ketika beban berada 25 meter di udara, beban yang sedang diangkat oleh crane terjatuh dari derek dan kemudian menhujam Carriedo yang menyebabkan dia mengalami cedera serius termasuk tengkorak kepala yang retak, patah tulang panggul, luka lambung internal dan jari yang terputus. Pekerja yang terluka dalam kecelakaan crane menyatakan bahwa lokasi pembangunan itu tidak aman dan bahwa crane harus diangkat atau diangkut dengan cara side-by-side yang saling besilangan satu di atas yang lain. Sedangkan Perusahaan Leopardo Inc. gagal untuk mengawasi pekerjaan yang dilakukan di daerah proyek. Januari lalu, dalam sidang pengadilan di Cook County Circuit Court, hakim diberitahu bahwa klaim Carriedo itu telah diselesaikan sebesar $ 13 juta – nilai terdakwa polis asuransi gabungan – cukup untuk menutupi biaya pengobatan yang sedang berlangsung dan memberikan penghasilan keluarga untuk korban.Perusahaan crane pada dalam kecelakaan di tahun 2006 tidak diketahui. Pesan yang disampaikan melalui baan eksekutif firma yang turut bertanggungjawab dalam kecelakaan pada hari jumat tidak segera menjawab. (Penerjemah Yuliana S.T)
    Nama : Yuliana Shermina Taalendo
    NPM : 12.11.106.701501.0779
    Kelas : B1 (Sore)
    Semester : 6 (enam)
    referensi : http://abc7chicago.com/news/construction-worker-killed-in-gold-coast-crane-accident-/498203/

    • Sdri Yuliana S. Taalendo
      Harap ganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  84. Judul Artikel :
    ” Crane Pemancang Tiang Fly Over Banjarmasin Ambruk”
    DUA pengendara sepeda mo­tor jadi korban akibat am­bruk­nya crane pemancang ti­ang proyek pembangunan jem­batan layang atau fly over di Jalan Ahmad Yani Km 3, Banjarmasin, Kalsel.
    Peristiwa itu terjadi Sabtu (22/2) sore. Tiba-tiba crane se­panjang 17 meter itu patah dan ambruk bersama besi pe­numbuk tiang panjang.
    Crane ambruk saat pekerja kontraktor pembangunan proyek jembatan layang PT Pembangunan Perumahan (PP) sedang bekerja dan arus lalu lintas di A Yani sedang padat.
    Beruntung tak ada korban­ jiwa dalam peristiwa ini, na­mun crane yang ambruk sem­pat menimpa motor penggu­na jalan.
    Korbannya sepasang suami is­tri, Arbain dan Halimatus Sa­’diyah. Meski dilaporkan­ hanya mengalami luka ri­ngan, namun keduanya ha­rus dapat perawatan di Ru­mah Sakit Bayangkara Ban­jarmasin.
    Sedangkan motor korban han­cur tertimpa crane. Pasca kejadian, ruas A Yani ditutup hi­ngga Sabtu (22/2) malam.
    Pihak kontraktor member­sih­kan jalan dengan memoto­ng badan crane yang ambruk agar tidak mengganggu lalu lin­tas.
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalsel, Martinus ma­sih­ menyelidiki penyebab am­bruknya crane ini. Menurut­nya, pihak kontraktor akan ber­tanggungjawab.
    Terpisah, Plt Ketua Apindo Kal­sel, Abdul Salim Fachry me­minta pihak konraktor ber­tanggungjawab atas peris­tiwa ini.
    Pihaknya juga menyoroti ba­nyak proyek infrastruktur di Kalsel yang dikuasai peru­sa­ha­an BUMN.
    Apindo mencatat mayoritas­ proyek skala menengah dan besar justru dimenangkan perusahaan BUMN, sedang­kan pengusaha di daerah hanya kebagian proyek skala ke­cil.
    Padahal di lapangan, peru­sa­haan BUMN seperti Pembangunan Perumahan, Adhi Karya maupun Wika justru mensubkan pekerjaannya, bahkan menyewa peralatan dari pengusaha daerah.
    Sumber : http://borneonews.co.id/berita/2008-crane-pemancang-tiang-fly-over-banjarmasin-ambruk
    Nama : Yuliana Shermina Taalendo
    NPM : 12.11.106.701501.0779
    Kelas : B1
    Semester : 6 (enam)

    • Sdri Yuliana S. Taalendo
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  85. Nama : Dave Manuel
    NIM : 12.11.106.701501.0602
    Kelas : B2
    indosiar.com, Surabaya – Upaya evakuasi korban tewas akibat patahnya crane tower RCTI di Desa Sambi Sari Surabaya, Jawa Timur Kamis (13/09/07) ini terus dilakukan. Evakuasi sulit dilakukan karena jenazah Suwoto yang merupakan salah seorang pekerja pembangunan tower terlilit tali crane diketinggian 80 meter.
    Hingga siang ini tim Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berupaya mengevakuasi mayat Suwoto yang tergantung dan terlilit 3 seling pada menara diketinggian sekitar 80 meter. Sejak pagi tadi evakuasi dilakukan dengan tehnik vertikal rescue, sebab kondisi korban berada ditengah – tengah jaringan pita tower yang relatif sulit dijangkau.
    Dimana mayat korban akan diturunkan secara perlahan – lahan dengan posisi tegak lurus menggunakan sebuah tali vertikal. Sedang untuk mengantisipasi bila tubuh korban terlepas dari ikatan. Tim Basarnas memasang pengaman jaring kapal ikan dibagian bawah tower. Tim Basarnas juga mendatangkan kendaraan PMK Pasar Turi Surabaya yang memiliki tangga pemadam sepanjang 40 meter untuk memudahkan kerja tim evakuasi.
    Seperti yang diketahui sebelumnya, korban Suwoto merupakan satu dari 8 pekerja kontrak di PT Citra Mandiri Adhi Karya Jakarta yang mengerjakan pembuatan tower stasiun pemancar RCTI Surabaya setinggi 275 meter.
    Namun sekitar pukul 9.30 WIB kemarin crane tower patah sehingga korban yang tengah bekerja membangun tower terjatuh dari ketinggian 150 meter, hingga tewas dan tersangkut diketinggian 80 meter. (Tim Liputan/Dv).
    Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/upaya-evakuasi-pekerja-tower_64515.html

    • Sdr DAVE MANUEL
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  86. NAMA : Dave Manuel
    Kelas : B2 smester 6
    NIM : 12.11.106.70501.0602

    NEW YORK – Satu unit tower crane dalam satu proyek pembangunan apartemen di New York, roboh. Akibatnya, empat orang warga tewas seketika dan 10 lainnya mengalami luka-luka.
    Seperti dilansir Associated Press (AP), Minggu (16/3/2008), tower yang menjulang tinggi itu berdiri tegak di satu gedung pencakar langit yang sedang mengalami perbaikan.
    Tower crane tersebut terhempas ke tanah menuju satu blok pada apartemen tersebut. Empat orang dipastikan tewas seketika dan ditemukan diantara puing-puing runtuhan tower tersebut.
    Menara crane yang roboh itu juga menghancurkan sebagian sisi terluar dari apartemen tersebut. Tidak hanya itu, crane juga menghancurkan bangunan lain pada bangunan sebelah timur Manhattan.
    “Empat orang dipastikan tewas dan 10 lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan konstruksi terburuk di kota ini,” ujar Mayor Michael Bloomberg. Petugas berwenang saat ini masih terus mencari para korban yang terperangkap dalam reruntuhan. (ism)
    Sumber : http://m.okezone.com/read/2008/03/16/18/92009/tower-crane-roboh-4-tewas-10-luka

  87. CRANE ROBOH DI MIAMI- 2 ORANG TEWAS DAN 4 ORANG LUKA-LUKA
    Sebuah crane di lokasi proyek kondominium mewah roboh dan menimpa beberapa pekerja proyek. Akibatnya dua orang dinyatakan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.
    “Satu korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal di rumah sakit. Sedangkan empat korban lainnya mengalami luka cukup serius, namun tidak sampai koma,” ujar Delrish Moss, salah seorang polisi setempat, seperti dikutip Associted Press (AP), Rabu (26/3/2008).
    Kecelakaan kerja itu juga mengakibatkan sebuah bangunan kantor kontraktor proyek hancur tertimpa crane. “Crane juga menimpa satu rumah disamping proyek. Bangunan yang pernah digunakan syuting film ‘There’s Something About Mary’,” imbuh seorang petugas pemadam kebakaran, Ignatius Carroll.
    Hingga kini sejumlah aparat kepolisian masih melakukan investigasi di lokasi jatuhnya crane dari gedung bertingkat 40 ini. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan yang merenggut dua pekerja ini.
    Kejadian ini menambah daftar tragedi crane jatuh di Amerika. Sepuluh hari lalu, sebuah crane juga terjatuh dari lantai 20 sebuah gedung di New York. Tujuh orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
    Nama : ORIGENES RATU
    NPM : 12.11.106.701501.0617
    KELAS : B2-SEMESTER 6
    SUMBER : http//m.okezone.com/read/2008/03/26/18/194673/crane-roboh-2tewas-dan-4luka

    • Sdr Origenes Ratu
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena sumber pustaka yang anda cantumkan tidak valid.

      • Crane Roboh, 2 Tewas dan 4 Luka
        Rabu, 26 Maret 2008

        MIAMI – Sebuah crane di lokasi proyek kondominium mewah roboh dan menimpa beberapa pekerja proyek. Akibatnya dua orang dinyatakan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.

        “Satu korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya meninggal di rumah sakit. Sedangkan empat korban lainnya mengalami luka cukup serius, namun tidak sampai koma,” ujar Delrish Moss, salah seorang polisi setempat, seperti dikutip Associted Press (AP), Rabu (26/3/2008).

        Kecelakaan kerja itu juga mengakibatkan sebuah bangunan kantor kontraktor proyek hancur tertimpa crane. “Crane juga menimpa satu rumah disamping proyek. Bangunan yang pernah digunakan syuting film ‘There’s Something About Mary’,” imbuh seorang petugas pemadam kebakaran, Ignatius Carroll.

        Hingga kini sejumlah aparat kepolisian masih melakukan investigasi di lokasi jatuhnya crane dari gedung bertingkat 40 ini. Belum diketahui pasti penyebab kecelakaan yang merenggut dua pekerja ini.
        Kejadian ini menambah daftar tragedi crane jatuh di Amerika. Sepuluh hari lalu, sebuah crane juga terjatuh dari lantai 20 sebuah gedung di New York. Tujuh orang tewas dalam kecelakaan tersebut.

        Sumber : http://news.okezone.com/read/2008/03/26/18/94673/crane-roboh-2-tewas-dan-4-luka

        Nama : Origenes Ratu
        Kelas : B2 SEMESTER 6
        NPM : 12.11.106.701501.0617

        Note: maaf pak, sumber yang tadi salah, ini saya revisi lagi sumber pustakanya. terima kasih

  88. Nama : Cyntia Arswendi Putri
    NPM : 12.11.106.701501.0722
    Kelas : B1 B2
    Semester: VI (Enam)

    Dua Orang Tewas Tertimpa Crane
    Senin, 30 September 2013 15:33 WIB

    TRIBUNJOGJA.COM, SINGAPURA – Setidaknya dua pria tewas akibat runtuhnya menara crane di situs konstruksi Galeri Seni Singapura, yang berada di Coleman Street, Senin (30/9/2013), pagi.
    Dilaporkan tiga orang lainnya terluka dalam insiden itu, dan dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan medis. Mereka berada dalam kondisi kritis ketika pertama kali ditemukan.
    Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) mengatakan, kedua pekerja yang meninggal, tewas di tempat kejadian. Sementara dua pekerja lainnya yang terluka dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Singapura, dan seorang lainnya ke Rumah Sakit Raffles.
    Seorang saksi mengatakan, kecelakaan itu berawal ketika beton di bagian belakang crane yang berfungsi sebagai penyeimbang jatuh menimpa perancah, sekitar pukul 10.32 waktu setempat. Insinyur yang bertanggung jawab atas konstruksi itu, Kenneth, 40, mengatakan para pekerja yang meninggal dalam kecelakaan tersebut berkewarganegaraan Thailand.
    SCDF menerima laporan kecelakaan itu pada pukul 11.09 waktu setempat. Mereka mengerahkan kesatuan hewan SCDF K-9. (*)

    Sumber pustaka: http://jogja.tribunnews.com/2013/09/30/dua-orang-tewas-tertimpa-crane

  89. NAMA : Zaidan Jauhary
    Kelas : B2 smester 6
    NIM : 12.11.106.70501.0632
    Kecelakaan Crane di Polandia
    8 Februari 2012. Rzeszow, Polandia. Sebuah derek menara dengan Potain Panah klasik di meja jib mengalami kegagalan struktural antara bagian jib # 1 dan 2, mungkin secara eksklusif pada jib bagian # 2. Penyebab kegagalan tidak dicatat. Untungnya tidak ada yang terluka dalam kecelakaan itu. Saya merasa sangat penting untuk dicatat bahwa operator adalah “mabuk” seperti yang tercantum dalam artikel. (Saya menemukan ini lucu seolah-olah mabuk akan normal atau kemungkinan penyebab kecelakaan derek seolah-olah ia sedang mengemudi di salju. Bukan berarti kemungkinan sebagai penyebab, tapi saya kira selang dalam pengadilan telah diketahui kejadian terjadi selama operator mengkonsumsi alkohol .)
    Ini adalah kecelakaan yang menarik. Independen sepenuhnya terhubung masih. Jib bagian # 1 masih tinggi-tinggi. Namun ketika Anda melihat akhir itu, Anda dapat melihat bahwa splices chord telah robek, mungkin pada las-an mereka atau hanya berdekatan dengan mereka. Konstruksi akord adalah potongan besi sudut umumnya besar dilas bersama-sama untuk membentuk anggota persegi. Pada ujungnya, koneksi sambatan, baik itu pria atau wanita, yang dilas pada. Jika las-an pada saat ini tidak melihat karena mereka tidak jelas tercatat sebagai las dalam pandangan sekilas, beban yang kuat duduk di sambatan ini dapat dengan mudah menyebabkan fraktur las-an sambatan chord rendah yang kemudian akan merobek akord atas, seperti yang telah dilakukan, dan kereta akan hilang dari gambar ini sebagai tidak akan hadir untuk menahan itu akan terlihat. Selain itu, perhatikan kabel (tali) tampaknya rusak dekat kegagalan las menunjukkan penempatan troli.
    Tentu saja angin bisa memainkan peran, serta sisi beban. Side memuat kurang mungkin menjadi penyebab ini jauh di atas boom sebagai leverage sangat berkurang dan motor slewing akan memiliki waktu yang sulit menyebabkan kerusakan ini pada radius 10 meter. Angin juga sering disebabkan dengan troli jauh keluar. Lihat kecelakaan Afrika Selatan ini sebagai contoh.
    Saya merasa yakin bahwa ini hanyalah kegagalan struktural. Kami memiliki model yang lebih tua dari crane dan saya akan bertanya, siapa yang melihat derek ini? Ketika mereka memeriksa boom, apakah mereka melihat orang-orang mengelas, terutama di bawah akord? Biasanya jibs ini rata dengan tanah dan cermin akan diperlukan untuk melakukan hal ini. Periksa las-an Anda secara teratur. Saya memiliki jib saya berjalan bulanan minimal. Kami menghabiskan satu jam melalui jib, troli dan tali. Jelas saya melihat bahwa item mudah dicapai setiap hari. Anda juga harus meluangkan waktu untuk melihat lebih setiap las. Anda akan menemukan apa-apa 99 kali, tapi waktu 100 Anda dapat menyelamatkan hidup Anda sendiri.
    Diposkan oleh Gaytor Rasmussen
    Sumber Berita : http://towercraneaccidents.blogspot.com/

    • Sdr Zaidan Jauhary
      Apabila artikel yang anda posting bersumber dari bahasa asing, pastikan telah diterjemahkan dengan baik dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Artikel yang anda postingkan terbaca janggal karena bisa jadi anda menggunakan aplikasi penerjemah sejenis Google Translate, tanpa diedit terlebih dahulu agar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  90. Construction worker killed in crane accident at Edwardsville building site

    ST. LOUIS, Mo (KMOV.com) – Seorang pekerja konstruksi tewas Senin pagi dalam kecelakaan kerja di sebuah bangunan di Edwardsville, Illinois.

    Pemadam Kebakaran Edwardsville mengatakan seorang pekerja konstruksi 31 tahun, diidentifikasi sebagai Justin jokerst, tewas ketika ia hancur di bawah berat boom crane di lokasi tambahan 500.000 kaki persegi ke gudang komersial di Lakeview Perusahaan Drive.

    Peneliti federal dari Keselamatan dan Kesehatan Administrasi dikirim ke tempat kejadian untuk menyelidiki.

    Sumber :
    http://www.kmov.com/news/Construction-worker-killed-in-crane-accident-at-Edwardsville-building-site-288312741.html#ixzz3UL2DF2dT

    Nama : Yuliana S. Taalendo
    NPM: 12.11.106.701501.0779
    Kelas/Smstr: B1/VI

  91. NAMA : Zaidan Jauhary
    Kelas : B2 smester 6
    NIM : 12.11.106.70501.0632

    KARIMUN (karimuntoday.com) – Kepala Satuan Reskrim (Kasat Reskrim) Polres Karimun, AKP Irvan Asido Siagian menetapkan Jilan (39) Operator Crane di PT. Saipem Karimun Yard (SKT) yang terletak di Desa Pangke, Kecamatan Meral warga Negara Malaysia sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Among Anak Dugon (56) pekerja asing di PT. Saipem Karimun Yard (SKT) dengan jabatan kerja sebagai Rigger asal Serawak, Malaysia pada, Jumat (21/3).

    “Berdasarkan dari empat saksi yakni, tiga orangnya rekanan kerja oleh korban kemudian ditetapkan Jilan sebagai tersangka yakni, Jilan dikenakan hukuman tujuh tahun penjara dengan pasal 359 KUHP yang berbunyi, kelalaian menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.”Ujarnya kepada wartawan semalam di Mapolres Karimun.

    Lanjutnya, Tersangka (Jilan) sudah lalai dalam melaksanakan kerjanya sebagai Operator Crane di PT. Saipem Karimun Yard (SKT). Sebab, sebagai operator crane selain harus mendengarkan secara voice juga harus secara visual. “Dalam kejadian maut ini tersangka telah lalai sebab dari dua kaitan kabel pengingkat muatan di alat Crane salah satunya lupa dilepas akibatnya ayunan pipa seberat berkisar 5 sampai 9 ton menghamtan kepala korban dan menyebabkan luka serius lalu korban meninggal dunia juga dilokasi pada pada Kamis (20/3) sekitar pukul 15.00 WIB.”Ungka Kasat.

    Sementara itu Lumbai Anak Dugon (47) adik korban yang juga bekerja di PT. Saipem Karimun Yard (SKT) saat ditemui KARIMUNTODAY.COM, Jumat (23/3) di Mapolres Karimun mengatakan, saya terima kabarnya dari teman kerja, mendengar hal buruk tersebut dengan segera sayapun kelokasi kejadi setibanya dilokasi abang saya dan mengatakan,”Mati Saya”. Usai mengucapkan kata terakhir itu nyawa abang sayapun sudah tiada.”Ucap Lumbai dengan penuh kesedihan.

    Abang saya (korban-red) sudah bekerja di PT. Saipem Karimun Yard (SKT) lebih kurang dua tahun. Menurut keterangan dari sesama rekan kerjany, korban dalam bekerja mengunakan safety lengkap akan tetapi dikarenakan hantaman ayunan pipa yang keras dengan berat bobot mencapai 10 ton akhirnya helem yang dikenakan dikepalanya pecah dan mengakibat pendarahan serius dibagian kepala.”Tuturnya.

    Pada kesempatan ini Lumbai menyebutkan, abang saya yang menjadi korban dalam kecelakaan kerja maut itu sudah menikah dan memiliki tiga orang anak yang telah menikah, kejadian ini sudah diketahui oleh warga, kalau tidak ada halangan, Sabtu (23/3) jenazah akan diberangkatkan ketempat asal Serawak, Malaysia dan akan disemayamkan ditempat disana juga sesuai permintaan keluarga.”Paparnya sambil memegang handpone celuler (HP). (nov.k)

    Sumber : http://karimuntoday.com/peristiwa/item/1630-jilan-operator-crane-pt-saipem,-ditetapkan-sebagai-tersangka.html

  92. Nama : widodo
    Kelas : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0630
    Semester : IV
    Crane Terguling, Pastoran Katedral Hancur
    Rabu, 8 September, 2011 pukul 10:55
    SEBUAH kendaraan alat berat, yang digunakan untuk memperbaiki menara utama Gereja Katedral, terguling pada Rabu (7/9) hingga mengakibatkan kerusakan di sebuah gereja paling terkenal di Ibu Kota Amerika Serikat, Wahington DC.
    Crane yang biasa digunakan dalam proyek konstruksi bangunan tersebut berada di Katedral Nasional Washington untuk memperbaiki menara utama gereja yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 5,9 SR, yang mengguncang wilayah Virginia, AS, 24 Agustus lalu.
    Juru bicara Katedral mengatakan kepada AFP bahwa tiang crane itu jatuh sekitar pukul 10.55 waktu setempat, dan menimpa dua bangunan yang berdekatan di halaman gereja.
    Kedua bangunan tersebut adalah pastoran gereja, yang digunakan sebagai kantor Keuskupan dan Cathedral’s Herb Cottage, toko cinderamata ternama.
    Pejabat Gereja Katedral mengatakan tidak ada korban luka akibat kecelakaan tersebut. Gereja itu juga belum bisa memastikan biaya kerugian akibat kerusakan itu.
    Katedral ternama yang berusia satu abad tersebut digunakan sebagai tempat untuk misa pemakaman dan pelantikan kepresidenan. Gereja yang terletak di pusat kota Washington itu juga menjadi tempat penyelenggaraan ibadah dalam memperingati sejumlah tragedi nasional.
    Pada saat kecelakaan terjadi, perbaikan tahap akhir pada bangunan Katedral yang rusak akibat gempa 23 Agustus sedang berlangsung. Menurut rencana, gereja itu akan menyelenggarakan misa khusus yang akan dihadiri Presiden Barack Obama, untuk memperingati tragedi serangan 11 September 2011.
    Hingga saat ini masih belum dipastikan apakah misa peringatan tersebut akan diselenggarakan di tempat lain karena kecelakaan itu.
    Sumber Pustaka : http://www.sesawi.net/2011/09/08/crane-terguling-pastoran-katedral-hancur/

    • Sdr Widodo,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  93. Nama : Chairunisya Alindiya
    Kelas : B1
    NPM : 12.11.106.701501.0641
    Semester : IV
    Kerja di Unram seorang Tewas
    Rabu, 3 Desember 2014 21:48 WIB
    Dhimas Budi Pratama
    Mataram, (Antara) – Kecelakaan kerja dalam proses pembangunan gedung kuliah bersama di Universitas Mataram menewaskan seorang pekerja dari PT Kreatif Abadi Indonesia.
    Pekerja yang tewas akibat kecelakaan pada Selasa (2/12) itu adalah Tora (32) asal Lamongan, Jawa Timur. Selain Tora, empat korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Ujang (34), Sarifudin (33), Yasto (38), dan Bayu (34).
    Ujang salah seorang korban yang mengalami patah tulang di bagian tangan kanannya, Rabu, menuturkan bahwa rekannya yang tewas dalam kecelakaan tersebut telah dijemput oleh pihak keluarga dan sudah dipulangkan ke kampung halaman pada Selasa (2/12).
    Sedangkan tiga rekan lainnya yakni Sarifudin, Yasto, dan Bayu hingga kini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. “Ketiganya sudah siuman, dan kini masih dirawat,” ujarnya saat ditemui di gedung kuliah bersama (GKB) Unram.
    Menurut keterangan Ujang, kecelakaan kerja itu terjadi di saat sedang membongkar “crane”. Ia menduga ada satu “pen” penguncinya patah mengakibatkan “crane” ambruk.
    “Saya bersama tiga rekan lainnya berada di `crane` dengan ketinggian 12 meter dan satunya lagi di bawah. Kami bertugas untuk membongkarnya karena kontrak kerja sudah habis,” ujarnya.
    Saat kecelakaan itu, kata dia, dua rekannya yang berada di atas terjatuh, salah satunya adalah Tora. Sedangkan dirinya tersangkut besi dengan kondisi tangan kanan sudah patah.
    “Saat itu saya sudah tidak sadarkan diri. Karena kepala saya terkena benturan keras,” kata Ujang.
    Ujang yang dijumpai di lokasi kejadian itu kini sudah dalam keadaan membaik, namun terlihat tangan kanannya terbalut kain putih dan masih terdapat luka memar di bagian kening dan lehernya.
    Sementara itu, Poltak Aritonang, pemborong proyek pembangunan GKB Unram mengatakan bahwa saat kecelakaan itu dirinya tidak berada di tempat. “Saya waktu itu lagi di luar, jadi tidak tahu pasti kronologisnya,” kata Poltak.
    Namun ia membenarkan bahwa kontrak kerja dengan PT Kreatif Abadi Indonesia sudah selesai sejak 25 November 2014 lalu. “Kontraknya sudah selesai, jadi mereka lagi tahap pembongkaran alat,” ujarnya.
    Lebih jauh Poltak menuturkan bahwa pembangunan GKB Unram yang dilakukan sejak 12 Juli 2014 itu sebentar lagi akan selesai, pada 8 Desember 2014 rampung sesuai target. “Kami sebenarnya dalam tahapan `finishing`, minggu depan bangunan ini sudah jadi,” katanya.

    • Sdri Chairunisya Alindiya,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

      • Nama : Chairunisya Alindiya
        Kelas : B1
        NPM : 12.11.106.701501.0641
        Semester : IV
        Pekerja Tewas Terjatuh dari Tower Crane
        Kamis, 1 Juli 2010 – 23:27 wib
        Adela Eka Putra Marza
        Jurnalis
        MEDAN – Seorang pekerja bangunan tewas terjatuh dari tower crane (alat pengangkut barang berat) dari ketinggian gedung yang diperkirakan 24 meter dari tanah. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, sore tadi.
        Korban bernama Suryo Purwanto (40), warga Letda Sujono, Gang Banjar, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung itu pun tewas setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pirngadi Medan, beberapa saat setelah kejadian. Karena kondisi luka yang cukup serius, korban akhirnya meninggal di rumah sakit tersebut.
        Menurut rekan kerja korban Bambang (31), peristiwa tersebut terjadi tidak beberapa lama setelah mereka istirahat dan makan siang. Saat itu, korban yang merupakan mekanik dalam pengerjaan pembangunan gedung tersebut naik ke atas gedung, karena ingin memperbaiki sebuah peralatan motor.
        “Karena motor karo itu di atas, korban mengunakan tower klep untuk naik, dengan menggunakan tangga yang berada di dalam tower klep tersebut. Setelah selesai, korban langsung turun ke bawah. Namun belum sampai di bawah, tiba-tiba korban terpeleset dan langsung terjatuh. Kepalanya membentur batangan besi yang ada di bawah,” cerita Bambang.
        Sedangkan pimpinan proyek Rudi, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa insiden tersebut adalah murni kecelakaan kerja. “Kita telah mengikuti semua prosuder keamanan kerja. Namun kejadian yang menimpa Suryo adalah murni sebuah kecelakaan,” terangnya.
        Pihak Rudi sendiri berjanji akan menanggung semua biaya hingga pemakaman korban, termasuk memberi santunan kepada keluarga korban. Sementara itu, keluarga korban tak dapat menahan haru melihat kondisi Suryo yang sudah tidak bernyawa dengan kepala pecah. Dwi Titi Furnawati (41), kakak korban hanya bisa menangis tersedu-sedu mendapati kematian adiknya tersebut.
        (hri)

      • Sdri Chairunisya Alindiya,
        Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

      • Nama : Chairunisya Alindiya
        Kelas : B1
        NPM : 12.11.106.701501.0641
        Semester : IV
        Kamis, 13 September 2007
        NASIONAL
        Crane Terjatuh, Satu Pekerja Tewas
        SURABAYA- Kecelakaan fatal terjadi di Kota Surabaya, Rabu (12/9), menewaskan Suwoto (42), pekerja pembangunan tower RCTI di Jalan Sambisari, Sambikerep, Kota Surabaya. Mayat korban tewas di tempat kejadian, menggelantung di ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan tanah. Kejadian mengenaskan itu akibat problem teknis crane tower yang dipergunakan untuk membangun tower milik stasiun televisi swasta itu.
        Saat kejadian, crane tower telah mencapai ketinggian sekitar 120 meter. Rencananya, pembangunan tower itu mencapai ketinggian 260 meter.
        Kejadian yang menewaskan warga Manukan Sikatan Gang IV, Kota Surabaya itu bermula saat pembangunan tower mencapai section 13 dan dalam upaya menuju ke section 14, dilakukan upaya menaikkan crane dari section 13 ke 14 yang tingginya 140 meter.
        Saat pemindahan itulah crane lepas dari dudukan dan jatuh. Crane menyangkut di bilah-bilah besi tower dan menyebabkan Suwoto yang berada di kaki crane ikut terjatuh.
        Namun karena korban memakai tali pengaman, posisinya kini tergantung, tak bergerak sama sekali. Tubuh korban terpental dan membentur batangan besi di bangunan tower yang telah berdiri kokoh.
        Selain mengakibatkan satu korban tewas, pembangunan tower itu mengakibatkan Ny Sonya, warga Jalan Sambisari, Sambikerep pingsan setelah mendengar jatuhnya pipa besi ukuran 3 meter dari crane di ketinggian lebih 100 meter. Untuk menurunkan korban dari ketinggian lebih 100 meter itu manajemen RCTI Jatim meminta bantuan Gegana Polda Jatim dan Basarnas Juanda Surabaya. (G14-77)
        sumber : http://suaramerdeka.com/harian/0709/13/nas19.htm

      • Sdri Chairunisya Alindiya,
        Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

      • Nama : Chairunisya Alindiya
        NPM : 12.11.106.701501.0641
        Kelas / Semester : B1 / IV
        Polres Metro Jakarta Timur Periksa Dua Saksi Terkait Tewasnya Sugeng, Pekerja Proyek Turap Kali Ciliwung
        23.9.2013 08:51
        Polda Metro Jaya
        Kabar
        Senin, 23 September 2013 08:16 WIB
        PUSKOMINFO – Salah seorang pekerja proyek turap Kali Ciliwung di Fly Over Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, bernama Sugeng, 41 tahun, tewas setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat tower crane yang patah, Minggu (22/9/2013).
        Tower crane yang berada di lokasi itu tiba-tiba patah dan menimpa pohon. Pohon yang tertimpa tower crane ini kemudian rubuh dan mengenai operator mesin crane itu bernama Sugeng, 41 tahun, yang langsung tewas di lokasi.
        Sugeng merupakan warga Kendung RT 003 / RW 012, Jatipurno, Wonogiri, Jawa Timur.
        “Korban bertugas mengopersikan mesin crane untuk mengangkut sampah Kali Ciliwung. Tiba-tiba air Ciliwung pasang, mesin crane posisi stand by tiba-tiba tergelincir arus air yang deras. Mesin menimpa pohon dan korban tertimpa pohon yang tumbang oleh mesin crane,” kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi, saat dihubungi wartawan, Senin (23/9/2013).
        Menurutnya, setelah tertimpa pohon, korban langsung tewas ditempat kejadian dengan beberapa luka di bagian dada, tangan.
        Untuk kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian juga sudah memeriksa dua orang sanksi yakni Agustoni, 28 tahun yang bertugas selaku operator crane, dan Prianto, 36 tahun.
        “Guna dilakukan verifikasi, mayat dibawa ke RSCM,” pungkasnya.
        PUSKOMINFO BID HUMAS POLDA METRO JAYA
        Sumber : http://www.spdi.eu/polres-metro-jakarta-timur-periksa-dua-saksi-terkait-tewasnya-sugeng-pekerja-proyek-turap-kali-ciliwung/#more-1401693

      • Sdri Chairunisya Alindiya,
        Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

      • Nama : Chairunisya Alindiya
        NPM: 12.11.106.701501.0641
        Kelas/ Sem : B1 / IV

        Sabtu, 07/07/2007 23:26 WIB
        Crane Patah di Gandaria Jaksel Tewaskan Seorang Pekerja
        Iqbal Fadil – detikNews

        Jakarta – Belum lepas dari ingatan kecelakaan crane di SCBD, Sudirman beberapa waktu lalu. Kali ini kejadian serupa terulang lagi. Sebuah crane di proyek pembangunan Gedung Gandaria Main Street Patah dan menewaskan operator crane bernama Ngatno. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (7/7/2007). Tanpa ada tanda-tanda lebih dahulu, salah satu crane dari 3 crane yang dioperasikan di pembangunan apartemen tiba-tiba patah. Kraaak… Brukkk… Bunyi crane setinggi kurang lebih 50 meter itu mengagetkan warga di sekitar Jalan Bungur, Gandaria, Jakarta Selatan. Para pekerja segera berhamburan menyelamatkan diri. “Kejadiannya sekitar pukul 19.30 WIB. Crane patah kemudian jatuh,” jelas Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Priono ketika dikonfirmasi detikcom. “Korban bernama Ngatno. Dia operator crane tersebut. Korban jatuh bersama bagian yang patah,” Imbuh Priono. Ketika diselamatkan, Ngatno masih hidup namun dalam kondisi kritis. Priono mengatakan korban meninggal di rumah sakit. “Dia mengalami luka-luka parah.” Saat ini korban masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

        Sumber : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/07/time/232613/idnews/802301/idkanal/10

  94. NAMA : MUHAMMAD NEZAM PARWANE
    NPM : 12.11.106.701501.0579
    KELAS : B1 SEMESTER 6
    Tuban – Dua pekerja PT. Damdekorant, Sub Kontraktor PT Holcim Indonesia di Tuban, Jatim, mengalami luka ringan. Akibat terkena serpihan besi saat Crane milik PT. Bangun Sarana Baja (BSB) itu patah pada swing cranenya, Selasa (21/05/2013) sekitar pukul 16.30 WIB. Di kawasan pembangunan Pabrik Holcim di kawasan Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.
    Kejadian bermula saat para pekerja sedang beraktifitas mengerjakan pembangunan Proyek konstruksi PT. Holcim Indonesia Tuban 2. Kemudian, operator Crane milik PT BSB itu mendengar suara retakan pada crane yang dioperatori tersebut. Selanjutnya, operator crane langsung menghidupkan crane, dengan maksud apabila terjadi sesuatu, besi crane tidak menjatuhi pekerja di bawahnya.
    Tidak berselang lama, setelah crane diarahkan ke sisi lokasi yang aman, besi crane patah hingga patahannya ambruk di lokasi yang aman. Namun, saat besi crane terjatuh, serpihanya ternyata mengenai 2 pekerja yang berada di sekitar lokasi. Dari kejadian tersebut, 2 pekerja mengalami luka ringan dan langsung menjalani perawatan medis dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Mulia Tuban, untuk menjalani penanganan Medis.
    Salah satu pekerja yang tidak mau dimediakan namanya, saat dikonfirmasi mengatakan dirinya mengetahui langsung kejadian itu. Diduga usia Crane yang sudah tidak layak pakai menjadi penyebab patahnya besi Crane. Alasannya, besi crane sudah banyak yang karatan. “Sebelumnya operator sudah mendengar retakan dan suara. Kemudian dipindahkan ke lokasi yang aman. Crane ukuran maksimal muat 150 ton itu, jatuh mengenai Conveyor,” katanya.
    Terpisah, Tuban Projek Communication, PT. Holcim Indonesia, Indriani Siswati saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Adapun untuk penyebab patahnya besi crane, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Karena masih dilakukan proses investigasi.
    “Crane dalam keadaan tidak aktif pengangkutan. Saat itu ada mobil melintas di sekitar jatuhnya crane, diduga 2 korban panik dan keluar mobil. Terus terkena serpihan besi. Hanya luka ringan,” ungkapnya.
    Diposkan oleh SUGAR FM RadioNet TUBAN di 21.35
    sumber: http://sugarfmradionet.blogspot.com/2013/05/crane-patah-dan-roboh-di-pabrik.html

    • Sdr M. Nezam PW,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  95. Kecelakaan Kerja di PT LSI, 1 Tewas, Tiga Luka Bakar
    Minggu, 19 Mei 2013 KABUPATEN TANGERANG
    BALARAJA, SNOL—Dua kecelakaan kerja terjadi di PT Lautan Steel Indonesia (LSI). Andi Aryana Sofiat (25) tewas tertimpa besi saat tali crane pengangkut besi dan baja jadi putus, Jumat (17/5). Sebelumnya, Kamis (16/5) malam tungku pembakaran di pabrik peleburan baja tersebut meledak dan melukai tiga pekerjanya. Di antaranya Triyanto (35) yang mengalami luka bakar di muka, Maman (29) dan Ade (29) mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuhnya.
    Ketua DPC Konferderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kabupaten Tangerang, Imam Sukarsa mengungkapkan, awalnya sekitar pukul 09.30, Irawan (26) operator crane tengah melakukan pengangkutan baja dan sejumlah produk jadi pabrik. Naas, tali crane tiba-tiba putus dan sejumlah potongan baja dan besi dari ketinggian sekitar 10 meter menimpa Andi Aryan yang berada di bawahnya. “Meski sudah sudah menggunakan helm pengaman, tapi korban tidak bisa diselamatkan,” kata Imam saat dihubungi wartawan, kemarin.
    Setelah dibawa ke RS Mulia Insani untuk diotopsi, korban yang mengontrak di Kampung Bolang RT 9/2, Kecamatan Tigaraksa ini kemudian dibawa ke rumah duka di Malingping, Lebak untuk dikebumikan.
    Pada Kamis malamnya sekitar pukul 21.00 Wib, kata Imam, tungku peleburan besi di PT LSI meledak. Kejadian ini melukai tiga pekerjanya yakni Triyanto Maman dan Ade. “Korban luka bakar ini juga dilarikan ke RS Mulia Insani untuk mendapat perawatan medis,” tukas Imam.
    Atas kejadian ini Imam mengecam pihak perusahaan karena dinilai tidak mampu memenuhi standar Keamanan Keselamatan Kerja (K3). Kecelakaan kerja di pabrik peleburan besi ini, kata Imam sudah yang kesekian kalinya. “Sejak kami bergabung 8 bulan lalu, sudah tiga jiwa melayang. Dan perusahaan tidak memberikan jaminan kesehatan sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek,” papar Imam.
    Imam mengaku sudah membuat laporan atas pelanggaran tersebut ke pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DIsnakertrans) Kabupaten Tangerang. “Hingga saat ini masih dalam proses,” tegasnya.
    Kanit Reskrim Polsek Balaraja Iptu Lilly Ilhana membenarkan adanya buruh yang tewas tertimpa besi saat bekerja di pabrik tersebut. “Pada saat korban di bawah, rantai mengangkut besi tersebut putus dan langsung menimpa korban,” kata Lilly.
    Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Kabupaten Tangerang, Deni Rohdiani mengaku sudah mendapat laporan terkait kecelakaan kerja di PT LSI tersebut. “Saya sudah dapat laporan dan mengirim dua pengawas ke pabrik. Kasus ini masih dalam pemeriksaan kami,” pungkasnya. (aditya/deddy/jarkasih)
    NAMA : HERI SASMITA
    KELAS : B2
    SEMESTER : 6
    NPM : 12.11.106.701501.0652
    Sumber : http://satelitnews.co.id/?p=14293

    • Sdr HERI SASMITA,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  96. Aduh, Dua Buruh di Dumai Tertimpa Plat Besi 6 Ton
    Dumaisatu.com – Dua orang buruh bongkar muat harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, karena terjadi kecelakaan kerja di Pelabuhan indonesia (Pelindo) I Dumai.
    Informasi yang diperoleh ditempat kejadian, alat berat (Cran.red) milik Pelindo Dumai yang berada di Dermaga A, sekitar pukul 11.15 WIB akan mengangkat besi hadem (Plat besi.red) dari kapal MV. Intan Daya 9 dilansir ke angkutan barang jenis Trailer dengan Nomor polisi (Nopol) BM 8402 AN.
    Untuk mempercepat pekerjaan Cran langsung mengangkat 6 besi sekaligus dengan 1 batang beratnya mencapai 1,3 Ton. Diduga karena muatan besi terlalu besar hingga membuat sling cran tidak mampu menopang berat besi tersebut.
    Saat besi tersebut akan diangkat dan belum sampai ke atas mobil trailer tiba-tiba sling cren terlepas dan menimpa dua buruh itu, korban Nawan Saputra (28) dan Heri (36) mengalami luka pada bagian kakinya.
    Kapolres Dumai AKBP Ristiawan Bulkaini SH MSi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja yang terjadi di dermaga A Pelindo Dumai tersebut. “Benar ada kecelakaan kerja, namun tidak menyebabkan korban meninggal dunia namun hanya mengalami luka pada bagian kaki,” katanya. Minggu (09/12).
    Tambahnya, Pihak kita belum dapat laporan resmi dari pihak perusahaan, namun pihak kita telah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa operator cren atas nama Sarimi (62) dan mandor TKBM untuk penyidikan lebih lanjut atas kejadian ini.*
    sumber : http://linkis.com/dumaisatu.com/view/H/FZ5x
    Nama : Catur Kurniawan
    Kelas : B2 – Semester VI
    NPM : 12.11.106.701501.0721

    • Sdr catur kurniawan,
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  97. nama : RUSTAM ABIDIN
    kelas : B1/ SEMESTER 6
    NPM : 12.11.106.701501.0626

    Kabel PLTGU Muara Karang Dihantam Crane

    VIVAnews – Listrik di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya kembali padam. Pemadaman terjadi akibat sebuah crane menghantam kabel di antara Gardu Induk Muara Karang Baru – Muara Karang Lama, Jakarta Utara.

    Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga saat ini wilayah Kebon Sirih, Budi Kemulyaan, Muara Karang, Cengkareng, dan sebagian Tangerang padam.

    Manajer Komunikasi Korporat PT Perusahaan Listrik Negara Bambang Dwiyanto mengatakan, kecelakaan crane itu telah menyebabkan kabel di wilayah itu retas. Akibatnya, pembangkit Muara Karang mati.

    “Perbaikan akan selesai dalam hari ini,” kata dia saat dihubungi VIVAnews, Selasa 3 Agustus 2010. “Dan kami baru bisa menyalakan pembangkit lagi.”

    Dia mengatakan, alat berat yang menghantam kabel PLTGU itu milik kontraktor asal Jepang yang tengah mengerjakan proyek penambahan daya Pembangkit Muara Karang. (umi)

    SUMBER : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/168616-

  98. Nama : Mohamad Humaidi
    Npm : 12.11.106.701501.0775
    Kelas / Semester : B1 / VI
    Kecelakaan : Menara crane roboh, satu orang tewas
    KOMPAS – Jumat, 25 Mei 2007
    jakarta, kompas – Menara Crane setinggi sekitar 30 meter lebih, Kamis (25/5) pukul 14.00, roboh, di depan gedung Mall Ritz Carlton yang sedang dibangun di Kawasan Sudirman Centre Business District (SCBD), Jakarta Selatan.
    Peristiwa ini mengakibatkan kemacetan lalu lintas luar biasa di jalan-jalan kawasan tersebut.
    Seorang pekerja Security Group Artha (SGA), Harno (40), tewas seketika tertimpa menara, sementara dua mobil warna hitam, Mercedes S280, B 2180 EH, dan Avanza D 1066 AL rusak.
    Sejumlah saksi mata mengatakan, ketika menara crane mau dipindahkan, tali baja menara crane tersangkut tali baja kendaraan berat crane KATO. Diduga operator crane KATO tidak menyadari hal itu. Tali baja crane KATO tetap ditarik. Akibatnya, menara crane ikut tertarik, roboh.
    Ketika menara milik PT Cahaya Indotama Engineering itu jatuh, Mercedes sedang melintas. Di belakangnya, Avanza, sedang di samping Avanza, sepeda motor bebek yang dikendarai Harno. “Harno saat itu sedang bertugas patroli,” papar Juru bicara SGA, Upa Labuhari, dalam acara jumpa pers di Markas Polda Metro Jaya, kemarin. Harno mengendarai Honda Supra Fit bernomor polisi B 3181 LQ.
    Di dalam Mercedes, duduk di jok depan, Edwin Hutabarat (38) dan Supir Andi Anwar. Di belakang, Nuryani (55) kakak Edwin, dan Maryani Yahya (84). Upa membenarkan, tangan kiri Edwin terluka. Ia dibawa ke Rumah Sakit Medistra.
    Karena kaget, darah tinggi Maryani naik sampai 200 ketika diperiksa di RS Medistra. Meski demikian, keadaan itu tidak berlangsung lama.
    Di dalam Avanza terdapat seorang warga negara Jepang yang luka ringan. Ia sempat dirawat di RS Jakarta.
    Upa menegaskan, Presiden Komisaris Kontraktor Utama PT Acset Indonesia, Ronnie TS Tan, menyatakan bertanggungjawab dan mau menanggung segala kerugian yang diderita korban.
    Musibah terjadi di depan gedung mall Ritz Carlton berlantai delapan yang sedang dibangun. Rencananya, selain mall, akan dibangun juga apartemen. Mall dan apartemen Ritz Carlton adalah bagian dari Kompleks PT Pacific Place di Kawasan Sudirman Centre Business District (SCBD).
    Robohnya menara crane itu ini menyebabkan kemacetan lalu lintas luar biasa.
    Kepada wartawan, korban Nuryani menjelaskan, siang itu, ketika hendak pulang ke rumah melintasi Gedung Bursa Efek Jakarta, mereka melihat menara crane jatuh. “Ibu saya sempat berteriak histeris. Jika kecepatan mobil berkurang sedikit saja, kami pasti tewas,” tutur Nuryani. (WIN)
    Sumber Berita : http://rsugengutomo.blogspot.com/2007/05/kecelakaan-menara-crane-roboh-satu.html

    • Sdr Mohamad Humaidi
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

    • Nama : Mohamad Humaidi
      Npm : 12.11.106.701501.0775
      kelas / semester : B1 / VI
      Crane Tower Ambruk
      JAKARTA – Crane tower yang biasa digunakan untuk membangun gedung, jatuh di Jalan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.
      Akibatnya dua orang luka berat. Mereka adalah pekerja proyek pembangunan gedung tersebut yaitu Jajang dan Adi. Selain itu, studio lima milik stasiun ANTV juga hancur dibagian belakang akibat tertimpa crane tersebut.
      Aswedi, salah seorang sekuriti, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 12.00 WIB.
      “Kemarin crane memang sudah miring, tiba-tiba jatuh tadi siang, menimpa lahan pertamina dan gedung studio ANTV,” ujarnya kepada Okezone, Rabu (1/10/2014).
      Saat ini, polisi sudah datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan, polisi juga memberikan police line. Sementara dua pekerja luka berat dilarikan ke RS MMC Kuningan. Crane sepanjang 20 meter itu diketahui milik PT Waskita yang tengah membuat gedung setinggi 10 lantai.
      Sumber berita : koran kompas, terbit pada tanggal 02 oktober 2014

      • Sdr Mohamad Humaidi
        Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

      • Kecelakaan Kerja di PT LSI, 1 Tewas, Tiga Luka Bakar
        BALARAJA, SNOL—Dua kecelakaan kerja terjadi di PT Lautan Steel Indonesia (LSI). Andi Aryana Sofiat (25) tewas tertimpa besi saat tali crane pengangkut besi dan baja jadi putus, Jumat (17/5). Sebelumnya, Kamis (16/5) malam tungku pembakaran di pabrik peleburan baja tersebut meledak dan melukai tiga pekerjanya. Di antaranya Triyanto (35) yang mengalami luka bakar di muka, Maman (29) dan Ade (29) mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuhnya.
        Ketua DPC Konferderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kabupaten Tangerang, Imam Sukarsa mengungkapkan, awalnya sekitar pukul 09.30, Irawan (26) operator crane tengah melakukan pengangkutan baja dan sejumlah produk jadi pabrik. Naas, tali crane tiba-tiba putus dan sejumlah potongan baja dan besi dari ketinggian sekitar 10 meter menimpa Andi Aryan yang berada di bawahnya. “Meski sudah sudah menggunakan helm pengaman, tapi korban tidak bisa diselamatkan,” kata Imam saat dihubungi wartawan, kemarin.
        Setelah dibawa ke RS Mulia Insani untuk diotopsi, korban yang mengontrak di Kampung Bolang RT 9/2, Kecamatan Tigaraksa ini kemudian dibawa ke rumah duka di Malingping, Lebak untuk dikebumikan.
        Pada Kamis malamnya sekitar pukul 21.00 Wib, kata Imam, tungku peleburan besi di PT LSI meledak. Kejadian ini melukai tiga pekerjanya yakni Triyanto Maman dan Ade. “Korban luka bakar ini juga dilarikan ke RS Mulia Insani untuk mendapat perawatan medis,” tukas Imam.
        Atas kejadian ini Imam mengecam pihak perusahaan karena dinilai tidak mampu memenuhi standar Keamanan Keselamatan Kerja (K3). Kecelakaan kerja di pabrik peleburan besi ini, kata Imam sudah yang kesekian kalinya. “Sejak kami bergabung 8 bulan lalu, sudah tiga jiwa melayang. Dan perusahaan tidak memberikan jaminan kesehatan sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jamsostek,” papar Imam.
        Imam mengaku sudah membuat laporan atas pelanggaran tersebut ke pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DIsnakertrans) Kabupaten Tangerang. “Hingga saat ini masih dalam proses,” tegasnya.
        Kanit Reskrim Polsek Balaraja Iptu Lilly Ilhana membenarkan adanya buruh yang tewas tertimpa besi saat bekerja di pabrik tersebut. “Pada saat korban di bawah, rantai mengangkut besi tersebut putus dan langsung menimpa korban,” kata Lilly.
        Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Kabupaten Tangerang, Deni Rohdiani mengaku sudah mendapat laporan terkait kecelakaan kerja di PT LSI tersebut. “Saya sudah dapat laporan dan mengirim dua pengawas ke pabrik. Kasus ini masih dalam pemeriksaan kami,” pungkasnya. (aditya/deddy/jarkasih)
        sumber berita : http://satelitnews.co.id
        Nama : Mohamad Humaidi
        Npm : 12.11.106.701501.0775
        kelas/semester : B1/VI

      • Sdr Mohamad Humaidi
        Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

      • Kereta Api tabrak truk crane di Sidoarjo, masinis tewas
        Merdeka.com – Sebuah truk crane di Desa Buduran, Kabupaten Sidoarjo ditabrak kereta api dini hari tadi. Hingga saat ini petugas Kepolisian masih melakukan pemeriksaan di TKP dan belum menetapkan tersangka menyusul terjadinya peristiwa kecelakaan antara kereta api inspeksi dengan truk crane di Buduran tersebut, Kamis (17/7) dini hari.
        Petugas kepolisian mengaku kesulitan mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan antara truk crane dengan kereta api inspeksi di Perlintasan Kereta Api Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur tersebut. Kepala Kepolisian Sektor Buduran Sidoarjo Komisaris Polisi Hendy Kurniawan, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pabrik yang memiliki alat berat untuk membantu proses evakuasi tersebut.
        “Sebelumnya, kami meminta bantuan salah satu perusahaan di Taman Sidoarjo, tetapi hasilnya masih belum dan kami masih menunggu alat lain untuk membantu proses evakuasi ini,” kata Hendy, seperti diberitakan Antara, Kamis (17/7).
        Menurutnya, saat ini korban yang mengalami luka dan meninggal dunia juga sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan intensif.
        “Kami saat ini masih terus berusaha supaya proses evakuasi ini bisa segera diselesaikan dan arus lalu lintas bisa lancar kembali,” ujar Hendy.
        Hendy mengatakan, pihaknya juga masih belum menentukan siapa tersangka pada kejadian ini karena masih berkonsentrasi untuk melakukan evakuasi. “Namun kami tetap memintai keterangan kepada sejumlah orang saksi yang melihat kejadian ini untuk mengetahui kronologi terjadinya kecelakaan,” katanya.
        Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sidoarjo Ajun Komisaris Polisi Tomy Ferdian mengatakan, saat ini pihaknya akan mengalihkan arus lalu lintas yang ada di lokasi tersebut. “Arus untuk sementara kami buat dengan sistem buka tutup dan kami alihkan ke beberapa lokasi yang ada di sekitar supaya tidak terjadi kemacetan,” kata Tomy.
        Sebelumnya, sekitar pukul 00.30 WIB terjadi kecelakaan antara truk crane dengan kereta api inspeksi di perlintasan kereta api Buduran Sidoarjo.
        sumber berita :http://www.merdeka.com/peristiwa/kereta-api-tabrak-truk-crane-di-sidoarjo-masinis-tewas.html
        Nama : Mohamad Humaidi
        Npm : 12.11.106.701501.0775
        kelas/semester : B1/VI

      • Sdr Mohamad Humaidi
        Harap ganti artikel anda, karena artikel anda bercerita tentang kecelakaan transportasi, dan bukan kecelakaan pekerjaan pengangkatan dengan melibatkan crane.

      • Truck Crane Roboh Timpa RSUD Ulin

        BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Sebuah alat berat yang biasa disebut mobile crane atau truck crane, mengalami ambles lalu terbalik saat dioperasikan di area RSUD Ulin Banjarmasin Jalan A Yani kilometer 2, Kamis (19/12/2013) sore sekitar pukul 16.00 Wita.

        Akibatnya, hidrolik dan pengaitnya menimpa atap ruang terdekat hingga menjebol plafon. Runtuhan plafon itu menimpa kepala Noki (30), salah seorang karyawan PT Rekayasa Hijau Indonesia (RHI) Bandung yang sedang mengerjakan proyek rehab rumah sakit terbesar di Kalsel itu. Oleh rekan-rekannya, Noki dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat rumah sakit itu.

        Berdasar penuturan pekerja lainnya, Solihin, saat itu dia dan Noki dari bagian teknisi perakitan, sedang memasang incenerator (tempat membakar limbah medis) milik RSUD Ulin Banjarmasin.

        Tiba-tiba truck crane yang dikendalikan Mursidi goyah karena penyangga hidrolik sisi kiri ambles atau masuk ke tanah. Akibatnya bagian depan truck crane terangkat empat meter.

        Tak hanya itu, hidrolik truck crane yang panjangnya 25 meter tersebut roboh hingga merusak bagian ruang pembakaran limbah yang ada di rumah sakit. Noki yang ada di dalam ruang itu sudah berusaha kabur, namun terlambat. Belakang kepalanya kejatuhan plafon hingga mengeluarkan darah segar.

        Pemilik PT Banjarmasin Bangkit Subkontraktor PT RHI, Sumarsono mengatakan, kapasitas angkat truk crane itu mencapai 55 ton.

        Sedangkan berat alat pembakaran limbah medis hanya dua ton. Jadi secara fisik sangat memungkinkan diangkat truck crane.

        Sumber berita :http://banjarmasin.tribunnews.com/2013/12/20/truck-crane-roboh-timpa-rsud-ulin

        Nama : Mohamad Humaidi
        Npm : 12.11.106.701501.0775
        kelas/semester : B1/VI

  99. NAMA : AVIN SAFITRI
    NPM : 12.11.106.701501.0719
    KELAS : B2 /S6
    Sedang Training, Operator Terjepit crane di jict
    10 Apr 2013 at 17:35 WIB
    Kecelakaan kerja terjadi di Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Heri Iswanto (28), terjepit alat berat saat melakukan training operator di terminal II.
    “Kondisinya remuk. Mau masuk kabin tidak sempat jalan. Satu orang sudah masuk. Tapi saat korban mau masuk, kabin sudah tertutup. Pintu portal juga menutup dan mengenai kakinya,” kata Manager Security JICT, Hubertus Sirait di lokasi, Jakarta Utara, Rabu (10/4/2013).
    Heri tergencet portal saat akan memasuki kabin untuk mengoperasikan crane RTG (Ruber Trands Gentrxy). Akibatnya, pinggul dan paha sebelah kanan mengalami patah tulang.
    Hubertus membenarkan, kecelakaan terjadi pada saat latihan. Ketika korban ingin masuk, pintu kabin portal tertutup otomatis dan langsung menjepit kakinya.
    Kendati begitu, Hubertus enggan merinci kronologi detail kejadian kecelakaan kerja itu. Bahkan sempat terjadi ketegangan anatara petugas keamanan JICT dengan awak media yang hendak mengambil gambar dan saat meminta keterangan. Namun pada akhirnya suasana bisa dikendalilkan.
    Hingga kini belum diketahui mengapa alat itu bisa menutup otomatis dan menjepit korban. Hubertus menegaskan setiap kecelakaan yang terjadi, pasti terdapat human error. “Jika ditanya apa ada humen eror. Tentu setiap kejadian ada humen eror itu,” ketusnya.
    Informasi yang dihimpun di lapangan kecelakaan berawal saat Heri dan rekannya melakukan training mengoperasikan RTG. Mereka naik ke tempat operator di ketinggian 30 meter melewati tangga manual.
    1 Orang pekerja berhasil masuk ke kabin. Namun saat gilihan Heri masuk, pintu kabin tertutup, disertai menutupnya portal berbahan besi itu. Korbanpun tidak bisa menghindar dan tergencet. Pantauan Liputan6.com, saat ini korban Heri sudah dibawa ambulans menuju ke RS Port Medical Centre. (Ism)
    sumber : http://news.liputan6.com/read/558253/sedang-training-operator-terjepit-crane-di-jict

    • Sdri AVIN SAFITRI
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  100. Kecelakaan Kerja di Unram seorang Tewas
    NAMA : HERI SASMITA
    NPM: 12.11.106.701501.0652
    KELAS : B2
    SMST : 6
    Mataram, (Antara) – Kecelakaan kerja dalam proses pembangunan gedung kuliah bersama di Universitas Mataram menewaskan seorang pekerja dari PT Kreatif Abadi Indonesia.
    Pekerja yang tewas akibat kecelakaan pada Selasa (2/12) itu adalah Tora (32) asal Lamongan, Jawa Timur. Selain Tora, empat korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Ujang (34), Sarifudin (33), Yasto (38), dan Bayu (34).
    Ujang salah seorang korban yang mengalami patah tulang di bagian tangan kanannya, Rabu, menuturkan bahwa rekannya yang tewas dalam kecelakaan tersebut telah dijemput oleh pihak keluarga dan sudah dipulangkan ke kampung halaman pada Selasa (2/12).
    Sedangkan tiga rekan lainnya yakni Sarifudin, Yasto, dan Bayu hingga kini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. “Ketiganya sudah siuman, dan kini masih dirawat,” ujarnya saat ditemui di gedung kuliah bersama (GKB) Unram.
    Menurut keterangan Ujang, kecelakaan kerja itu terjadi di saat sedang membongkar “crane”. Ia menduga ada satu “pen” penguncinya patah mengakibatkan “crane” ambruk.
    “Saya bersama tiga rekan lainnya berada di `crane` dengan ketinggian 12 meter dan satunya lagi di bawah. Kami bertugas untuk membongkarnya karena kontrak kerja sudah habis,” ujarnya.
    Saat kecelakaan itu, kata dia, dua rekannya yang berada di atas terjatuh, salah satunya adalah Tora. Sedangkan dirinya tersangkut besi dengan kondisi tangan kanan sudah patah.
    “Saat itu saya sudah tidak sadarkan diri. Karena kepala saya terkena benturan keras,” kata Ujang.
    Ujang yang dijumpai di lokasi kejadian itu kini sudah dalam keadaan membaik, namun terlihat tangan kanannya terbalut kain putih dan masih terdapat luka memar di bagian kening dan lehernya.
    Sementara itu, Poltak Aritonang, pemborong proyek pembangunan GKB Unram mengatakan bahwa saat kecelakaan itu dirinya tidak berada di tempat. “Saya waktu itu lagi di luar, jadi tidak tahu pasti kronologisnya,” kata Poltak.
    Namun ia membenarkan bahwa kontrak kerja dengan PT Kreatif Abadi Indonesia sudah selesai sejak 25 November 2014 lalu. “Kontraknya sudah selesai, jadi mereka lagi tahap pembongkaran alat,” ujarnya.
    Lebih jauh Poltak menuturkan bahwa pembangunan GKB Unram yang dilakukan sejak 12 Juli 2014 itu sebentar lagi akan selesai, pada 8 Desember 2014 rampung sesuai target. “Kami sebenarnya dalam tahapan `finishing`, minggu depan bangunan ini sudah jadi
    SUMBER : http://mataram.antaranews.com/berita/27303/kecelakaan-kerja-di-unram-seorang-tewas

    • Sdr HERI SASMITA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  101. Nama : Rachmalia Mardiani
    Kelas/Smstr : B2 / IV (Enam)
    NPM : 12.11.106.701501.0739

    Boom Patah, Hammerhead Jatuh Menimpa Cabin Peristirahatan Pekerja Pada Hopper Barge

    Pagi hari Kamis pagi tgl. 01 Mei 2003 tepatnya jam 09.20 WITA di wilayah Handil M-2 salah satu site perusahaan sedang diadakan proyek dredging untuk proses pembukaan sumur baru. Malangnya saat proses dredging tersebut sedang berjalan, terjadi insiden yang melibatkan Hopper Barge dan Crane Barge.

    Insiden tersebut menyebabkan boom pada crane patah, yang kemudian mengakibatkan bagian hammerhead pada crane dengan berat kurang lebih mencapai 2 ton jatuh dari ketinggian sekitar 6 meter menimpa cabin peristirahatan pekerja yang ada di hopper barge. Beruntung walaupun cabin tersebut rusak parah, namun beberapa pekerja yang sedang beristirahat di dalamnya hanya menderita shock dan luka ringan.

    Kronologisnya adalah saat itu Operator Crane ( OC ) sedang berusaha memindahkan lumpur yang telah di keruk menggunakan clamshell untuk di taruh di hopper barge. Namun ketika ia melakukan gerakan memutar ( slewing ) untuk menempatkan clamshell tersebut, pergerakannya ternyata melebihi radius yang seharusnya. Ia diberitahu rigger melalui radio untuk memutar arah sedikit. Sehingga ia memutar balik arah pergerakan boom untuk menyesuaikan dengan posisi penempatan yang benar, namun naasnya saat memutar balik arah pergerakannya OC tidak membiarkan beban yang diangkat itu menjadi stabil terlebih dahulu. Dan karena perubahan momentum saat pergantian arah secara mendadak dengan beban seberat itu, maka akhirnya boom mengalami “slip” dan akhirnya patah. Clamshell berhasil masuk ke dalam Hopper barge namun hammerhead langsung jatuh menimpa cabin peristirahatan pekerja di Hopper Barge.

    Operator crane sendiri awalnya sempat tidak sadar kalau boom pada cranenya patah, dikarenakan keterbatasan sudut pandang penglihatan dari dalam kabinnya. Ia baru tersadar ketika Outer Bail yang menjadi penyangga boom pada crane tersebut, juga ikut jatuh menimpa kabin operatornya sendiri. Namun untungnya sang OC tidak mengalami cidera apapun karena cabin tersebut cukup kokoh untuk melindungi dirinya dari timpaan Outer Bail.

    Setelah dilakukan investigasi terhadap seluruh crew yang terlibat dalam kejadian itu, maka di ketahui ada beberapa penyebab mengapa insiden ini bisa terjadi. Penyebab tersebut antara lain :
    1. Operator Crane melakukan pergerakan secara serampangan dikarenakan ingin cepat menyelesaikan pekerjaan.
    2. Operator Crane merasa sudah senior. Padahal pada beberapa pengangkatan sebelumnya telah ditegur oleh Safety Officer ( SO ) yang bertugas disana karena saat pemindahan clamshell beberapa kali sering menabrak dinding dari Hopper Barge . Namun saat diberitahu OC malah tidak menggubris perkataan SO karena menganggap dirinya lebih senior ketimbang SO yang memang masih baru saat itu.
    3. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata Boom pada Crane tersebut memang sudah memiliki beberapa stretch & crack . Dan belum diadakan maintenance berupa pengelasan terhadap boom crane tersebut.
    4. Spesifikasi crane yang digunakan saat proses pekerjaan itu sebenarnya lebih diperuntukkan untuk kegiatan lifting bukannya dredging.

    Dan dari kejadian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwasanya dalam pelaksanaan pekerjaan haruslah disiapkan dengan benar segala sesuatunya. Lakukan inspeksi terhadap segala hal dan peralatan yang terlibat sebelum pengerjaan guna menghindari kejadian-kejadian yang tidak di inginkan. Sesuaikan peralatan yang dipergunakan dengan jenis pekerjaan.

    Serta jangan lupa untuk selalu berhati – hati dan mengedepankan langkah kerja yang safety dalam melakukan pekerjaan apapun. Jangan merasa paling hebat dalam mengerjakan sesuatu sekalipun itu pekerjaan sehari-hari, sehingga menyepelekan suatu hal yang malah nantinya hanya akan membuat kerugian bagi diri sendiri, orang lain, maupun perusahaan.

    SUMBER : INTERNAL PERUSAHAAN

  102. Seorang Buruh Tewas Akibat Laka Kerja

    Martapura, 29/08/2014 – Telah terjadi kecelakaan kerja pada hari Jumat (29/8) sekitar jam 14.00 Wita di jalan Indrasari Kecamatan Martapura Kota, tepatnya di Stadion Demang Lehman Martapura. Korban adalah seorang buruh kerja atas nama Ispendi (33), berasal dari Desa Pupus Kecamatan Lembaran Kabupaten Magetan Jawa Timur.
    Kejadian tersebut disaksikan oleh rekan kerjanya atas nama Sujito (33), pekerjaan Swasta, alamat asal Dusun Kali Gesing Rt. 03 Rw. 03 Desa Karang Mulyo Kecamatan Tegal Sari Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Rudi (20), pekerjaan buruh, alamat Landasan Ulin dan Bonaji alias Aji. Menurut keterangan saksi Bonaji saat ia mengoperasikan Crane pancang dipandu oleh rekan kerjanya/sebagai saksi juga bahwa di sekitar Crane tersebut tidak ada orang, namun setelah alat mulai jalan/manuper para saksi berjalan kedepan untuk mengikat tiang pancang, tiba-tiba melihat rekan kerjanya Ispendi sudah dalam keadaan tertelungkup dan berlumuran darah dengan posisi dibelakang Crane dekat tiang lampu sorot. Kemudian para saksi bersama-sama membawa korban ke RSU. Ratu Zalecha Martapura, namun saat diperjalanan korban atas nama Ispendi meninggal dunia.
    Polsek Martapura Kota setelah menerima laporan atas kejadian tersebut langsung menuju ke lokasi kejadian melakukan olah TKP guna mencari penyebab, apakah kematian Ispendi murni akibat Laka kerja. Dan saat dikonfirmasi oleh Humas Polres Banjar, Kapolsek Martapura Kota AKP Sudirman, SH berdasarkan bukti-bukti temuan di TKP serta keterangan saksi dan saksi ahli membenarkan bahwa kejadian tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia adalah murni akibat kecelakaan kerja dan pihak Polsekpun telah memintakan Visum et Revertum ke RSU. Ratu Zalecha Martapura serta memanggil pimpinan proyek untuk kepentingan pemeriksaan terkait kejadian tersebut. (Humresbjr/aji)
    http://humas-resbanjar.blogspot.com/2014/08/seorang-buruh-tewas-akibat-laka-kerja.html

    crane terlepas satu orang tewas
    Seorang penjalan kaki, Sugeng Widodo, 41 Tahun, dikhabarkan tewas tertimpa pohon yang tumbang akibat kaki mesin crane proyek pembangunan turap Sungai Ciliwung di Kampung Melayu, Jakarta Timur, terlepas dan menimpa pohon besar itu, Minggu siang, 22 September 2013.
    Saksi mata, Kamil Harianto, 39 tahun, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat Rochmat Kurniawan, 22 tahun, pekerja, memindahkan aki mesin crane. Namun, dia malah terjepit mesin crane.
    “Tak lama kemudian, tiang mesin crane patah dan menimpa pohon besar. Ketimpaan tiang, pohon itu roboh,” kata Kamil yang juga pekerja proyek. Pohon yang roboh itu menimpa Sugeng Widodo, warga Mendung RT 03 RW 12, Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
    Rochmat yang patah tulang kaki dilarikan ke pengobatan patah tulang Gulu Singa, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Sedangkan jenazah Sugeng dibawa ke Rumah Sakit Premier Jatinegara. “Pas pohon itu jatuh, ada lima orang lain yang berhasil lari menghindar, tapi satu orang tertimpa batang pohon,” ujar Kamil. (RH)
    sumber : http://www.sayangi.com/megapolitan1/read/6414/crane-terlepas-satu-orang-tewas

    Nama : Catur Kurniawan
    Kelas : B1/Semester VI
    NPM : 12.11.106.701501.0721

  103. Nama : Widodo
    Kelas : B2
    Semester : 6
    NPM : 12.11.106.701501.0630
    Selasa, 4 Mei 2004
    Tower Crane SCBD Jatuh, 3 Pekerja Tewas
    Jakarta — Sebuah tower crane (alat pengangkut barang) yang digunakan untuk membangun gedung apartemen di kawasan niaga terpadu Sudirman, Jakarta Pusat, jatuh, Senin (3/4). Akibatnya, tiga pekerja tewas dan empat lainnya luka-luka.
    Seorang saksi mata bernama Rumadi mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat kejadian, pekerja asal Demak ini menjelaskan, ia sedang berada di bawah dan tiba-tiba ada yang berteriak “awas”.
    Dia pun melihat tower crane meluncur dengan cepat dari lantai 13 menghantam lantai satu SCBD Suite dan merobohkan sebagian pagar pembatas proyek tersebut. Dari informasi yang diperoleh, dua orang yang tewas adalah Dani dan Hub, sedangkan seorang lagi belum diketahui identitasnya. Sementara itu, empat orang yang luka ialah Dani, Legi, Sabili, dan Stefanus.
    Alat pengangkut barang berbentuk huruf T yang biasa digunakan untuk membangun gedung-gedung tinggi itu memang sedang diperbarui ketinggiannya. Mereka sedang meninggikan tiang pancang alat pengangkut itu dari lantai 11 menjadi 13. “Saat itu lagi erection (penyambungan),” kata Wagimin, pekerja yang sedang bekerja di lokasi penyambungan.
    Menurut Wagimin, ada enam orang yang sedang melakukan penyambungan. Selain dia, lima lainnya adalah Syarim, Dani, DA Hok, Subianto, dan Iwan. Semuanya sedang berada di boks untuk melakukan penyambungan tiang pancang tersebut. Baut-baut atau pin penyambungan sudah dilonggarkan. Di dalam alat itu tak ada barang.
    Namun, tiba-tiba besi melintang itu kehilangan keseimbangan. Beban seberat 40 ton di salah satu ujungnya terangkat, yang menyebabkan tiang penyangganya bergoyang-goyang. Lalu, besi itu terungkit dan melorot ke bawah.
    Tiang penyangga horizontal itu goyah karena berat sebelah. Para pekerja kaget. Ada yang berpegangan dan ada yang langsung melompat keluar. “Kami hampir jatuh,” kata Wagimin. Sementara itu, Subianto yang saat itu sedang melakukan penyambungan mengatakan mendengar suara “kretek… kretek”. Dia memperkirakan kemungkinan berasal dari tali kawat penahan. “Ya, mungkin (tali) putus. Kalau nggak putus nggak mungkin jatuh,” katanya.
    Wagimin beserta Subianto dan Iwan selamat dari kecelakaan itu. Dia bersama Subianto menderita luka memar di lengan dan paha karena terhantam besi akibat guncangan tersebut. Yang cukup parah adalah Muhammad Rebo. Dari hidungnya mengalir darah segar, dadanya serasa sesak dan timbul rasa ingin muntah.
    Setelah kejadian mereka diantar ke Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya. Namun, karena tidak ada dokter, mereka dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina. Tiga buruh tewas. Dua di antaranya berasal dari pekerja yang sedang memasang alat tersebut, yaitu DA Hok dan Dani.
    Saat beban itu terombang-ambing mereka melompat. Ketiga mayat itu kini di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Satu mayat lagi belum bisa dipastikan identitasnya. Diperkirakan ketika kejadian berlangsung korban ini tak berada di dalam tower crane.
    Proyek pembangunan apartemen ini telah berjalan lima bulan. Menurut Parmin, pekerja, penyambungan tower crane telah dilakukan satu kali. Penyambungan saat itu berjalan lancar. Rencananya proyek yang dijalankan PT Pembangunan Perumahan itu akan membangun apartemen 32 lantai. Namun, baru sampai lantai ke-13, proyek ini telah menelan tiga nyawa. edy can-tnr
    Sumber Pustaka : http://www.infoanda.com/followlink.php?lh=UAFcAwALVgJc

    • Sdr widodo
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  104. Upaya Evakuasi Pekerja Tower
    indosiar.com, Surabaya – Upaya evakuasi korban tewas akibat patahnya crane tower RCTI di Desa Sambi Sari Surabaya, Jawa Timur Kamis (13/09/07) ini terus dilakukan. Evakuasi sulit dilakukan karena jenazah Suwoto yang merupakan salah seorang pekerja pembangunan tower terlilit tali crane diketinggian 80 meter.
    Hingga siang ini tim Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berupaya mengevakuasi mayat Suwoto yang tergantung dan terlilit 3 seling pada menara diketinggian sekitar 80 meter. Sejak pagi tadi evakuasi dilakukan dengan tehnik vertikal rescue, sebab kondisi korban berada ditengah – tengah jaringan pita tower yang relatif sulit dijangkau.
    Dimana mayat korban akan diturunkan secara perlahan – lahan dengan posisi tegak lurus menggunakan sebuah tali vertikal. Sedang untuk mengantisipasi bila tubuh korban terlepas dari ikatan. Tim Basarnas memasang pengaman jaring kapal ikan dibagian bawah tower. Tim Basarnas juga mendatangkan kendaraan PMK Pasar Turi Surabaya yang memiliki tangga pemadam sepanjang 40 meter untuk memudahkan kerja tim evakuasi.
    Seperti yang diketahui sebelumnya, korban Suwoto merupakan satu dari 8 pekerja kontrak di PT Citra Mandiri Adhi Karya Jakarta yang mengerjakan pembuatan tower stasiun pemancar RCTI Surabaya setinggi 275 meter.
    Namun sekitar pukul 9.30 WIB kemarin crane tower patah sehingga korban yang tengah bekerja membangun tower terjatuh dari ketinggian 150 meter, hingga tewas dan tersangkut diketinggian 80 meter. (Tim Liputan/Dv).
    NAMA : HERI SASMITA
    NPM: 12.11.106.701501.0652
    KELAS : B2
    SEMESTER : 6
    MATA KULIAH : KESELAMATAN ALAT ANGKAT DAN ANGKUT
    Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/upaya-evakuasi-pekerja-tower_64515.html

    • Sdr HERI SASMITA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  105. Nama : Adamas Islami Asri
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0555
    Expensive Crane Collapse di Gillingham, UK – Tahun 2009
    Dua perusahaan Inggris telah didenda total sebesar £ 50.000 setelah terbalik dari mobile crane pada tahun 2009.
    South Coast Derek Sewa Ltd dan pokok kontraktor, JR Pickstock Ltd masing-masing didenda £ 10.000 ditambah 14.917 biaya dan didakwa dengan kegagalan serius dalam komunikasi. Tak ada yang yakin jika pekerjaan itu menyewa derek atau lift kontrak. Dengan demikian tidak tampaknya telah dilakukan setiap perencanaan yang tepat atau pengawasan. Salah satu outriggers belakang crane tenggelam ke dalam tanah menyebabkan crane 80 ton untuk membatalkan.
    Untungnya tidak ada yang terluka, tapi boom crane dikatakan memiliki nyaris beberapa orang dan jalan yang sibuk di samping situs panti jompo di Gillingham, UK.
    HSE investigasi menemukan bahwa tidak ada orang yang kompeten, tidak ada rencana angkat dan informasi penting – termasuk bobot dari kondisi beban dan tanah – tidak dipertimbangkan. Lift tidak aman dengan crane kelebihan beban dan mendirikan di tanah yang buruk. Sebagai hasilnya terbalik, dengan booming 50 meter yang turun di seluruh situs. Dikatakan bahwa crane yang lebih besar seharusnya digunakan dan tikar tanah yang lebih besar diperlukan untuk menyebarkan beban cadik crane, mengingat kondisi tanah yang buruk.
    Pengadilan diberitahu bahwa kontrak tidak memenuhi pedoman industri, yang dengan jelas menyatakan bahwa orang yang kompeten harus ditunjuk untuk merencanakan lift, dengan menyewa perusahaan derek menyediakan orang untuk mengangkat kontrak atau kontraktor untuk menyewa derek lurus. Either way South Coast Derek harus telah memastikan hal ini terjadi ketika memesan derek.
    Sebuah rencana angkat seharusnya dibuat-up oleh orang yang kompeten dan dikomunikasikan kepada mereka yang terlibat dalam pekerjaan. Kontraktor utama juga harus mengambil semua langkah yang wajar untuk memastikan rencana tahap konstruksi risiko yang teridentifikasi untuk kesehatan dan keselamatan dan termasuk langkah-langkah untuk mengatasi risiko.
    HSE inspektur Kathy Gostick mengatakan: “Kejadian ini bisa menyebabkan kematian dan cedera serius dan merupakan akibat langsung dari katalog kegagalan oleh dua perusahaan. Komunikasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam operasi crane dan semua kegiatan konstruksi lainnya sangat penting untuk memastikan mengangkat operasi telah direncanakan dengan baik, terutama yang melibatkan penggunaan mobile crane berat yang bekerja di daerah yang sibuk seperti lokasi konstruksi. Telah itu telah ditetapkan dengan jelas oleh kedua South Coast Derek Sewa dan JR Pickstock yang bertanggung jawab untuk perencanaan lift ketika kontrak menyewa angkat didirikan sangat tidak mungkin bahwa crane akan terbalik menempatkan sejumlah pekerja dan orang-orang di jalan di yang tidak perlu risiko. ”
    Sumber : http://www.craneaccidents.com

    • Sdr Adamas Islami Asri,
      Apabila artikel yang anda posting bersumber dari bahasa asing, pastikan telah diterjemahkan dengan baik dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Artikel yang anda postingkan terbaca janggal karena bisa jadi anda menggunakan aplikasi penerjemah sejenis Google Translate, tanpa diedit terlebih dahulu dengan baik dan benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.

  106. Nama : Jefri Adi Saputra
    NPM : 12.11.106.701501.0770
    Kelas B2
    KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTO
    Crane patah di proyek pembangunan apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika, RT 02 RW 09 Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (13/1/2013) sekitar pukul 16.00 WIB, menyebabkan tiga pekerja tewas dan satu orang terluka.
    JAKARTA, KOMPAS.com – Musibah kecelakaan kerja terjadi saat pengerjaan proyek turap di Kali Ciliwung di Fly Over Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (22/9/2013). Tower crane yang berada di lokasi itu tiba-tiba patah dan menimpa pohon. Pohon yang tertimpa tower crane ini kemudian rubuh dan mengenai seorang warga bernama Sugeng (41) yang langsung tewas.
    Seorang pekerja, Adi Suwono (63), mengatakan tidak mengetahui persis mengapa crane tersebut bisa patah dan menimpa korban. Menurutnya, peristiwa berlangsung saat para pekerja tengah fokus menolong seorang pekerja bernama Rohmat Kurniawan (22) yang tengah terjepit di pintu mobil genset yang lokasinya terpisah dengan crane. “Crane posisinya masih ada di tengah kali, mungkin karena arus air mulai kencang, tiba-tiba crane agak terjungkal ke belakang, dan towernya patah nimpa pohon,” kata Adi, kepada wartawan, di Mapolsek Metro Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu sore.
    Nahas, Sugeng yang tengah menonton pengerjaan tersebut tertimpa pohon yang rubuh akibat terkena tower crane itu.
    Saat kejadian terdapat sekitar lima warga lain yang berada di lokasi tetapi mereka dapat menghindari pohon yang tumbang tersebut.
    “Alatnya jatuh kena pohon, pohonnya rubuh kena warga. Yang meninggal satu orang sudah dibawa ke RSCM,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Jatinegara, Komisaris Suminto.
    Mandor PT Sinar Pancang, Hatami (65), mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab patahnya tower crane tersebut. Namun ia membenarkan tower crane yang ada di lokasi tersebut patah. “Secara teknis kami cuma bisa bilang kalau boom crane mengarah ke atas dan patah. Nah penyebab pastinya kami belum tahu,” ujar Hatami pada kesempatan yang sama.
    Hatami mengatakan belum menemukan adanya unsur kesengajaan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.
    Pengerjaan turap tersebut menurutnya merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. “Kami sebenarnya sub kontraktor di bawah PT Jaya Konstruksi. Proyek ini dari Dinas PU DKI,” ujar Hatami.
    Tentang keberadaan korban, Hatami mengatakan pihaknya memang sering melihat korban kerap berada di sekitar lokasi pengerjaan. Tetapi Hatami tidak mengetahui tujuan korban kerap berada di lokasi tersebut. “Korban masih di RSCM dan belum ada keluarga yang datang. Karena itu kami masih menunggu keluarga untuk penanganan selanjutnya,” ujar Hatami
    Sumber Berita :
    http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/14/1416023-ray–crane-patah–780×390.jpg

    • Sdr JEFRI ADI SAPUTRA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  107. NAMA: ODING GANDA HERNANDA
    KELAS B2
    NPM: 12.11.106.701501.0661
    SEMESTER: 6
    Crane Collapse di Butte des Morts Bridge
    Seorang pekerja konstruksi dari Green Bay tewas dan operator crane luka serius ketika sebuah derek mengangkat 52 ton girder beton ke runtuhnya jembatan Butte des Morts Kamis pagi.
    Ini adalah kematian kedua seorang pekerja konstruksi di proyek perluasan US Highway 41 tahun ini. Joseph R. Bidler, 35, bekerja dalam zona konstruksi saat crane runtuh dan membunuhnya sekitar jam 09:00, Bidler adalah driver untuk Waukesha berbasis Spancrete, di mana ia bekerja selama 11 tahun.
    “Spancrete adalah perusahaan keluarga, dan Joseph adalah bagian dari keluarga kami. Kecelakaan tragis ini menyentuh masing-masing dan setiap orang dari kita, “John Nagy, ketua Spancrete menulis dalam sebuah pernyataan.
    Pihak berwenang tidak akan merilis nama operator crane yang terluka sampai anggota keluarga telah diberitahu. Penyebab kecelakaan
    sedang diselidiki oleh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Administration.
    Ekspansi $ 54.000.000 dari jembatan Butte des Morts adalah bagian terbesar dari proyek rekonstruksi US 41 di Winnebago County. Pekerjaan meliputi pelebaran jembatan 4-8 jalur dan menambahkan jejak pejalan kaki dengan akses nelayan, menurut Wisconsin Departemen Perhubungan.
    Seorang penyidik OSHA tiba di tempat kejadian kecelakaan Kamis pagi, k
    ata Rhonda Burke, wakil direktur urusan publik untuk Departemen Tenaga Kerja AS. Dia mengatakan penyelidikan bisa memakan waktu selama enam bulan.
    “Pada akhirnya mereka mencari setiap pelanggaran keamanan atau kesehatan yang berkontribusi terhadap pekerja mati pada hari ini,” kata Burke.
    Catatan OSHA disediakan oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Spancrete telah dikutip empat kali sejak 2010 untuk pelanggaran yang berkaitan dengan kurangnya perlindungan jatuh dan pelatihan bagi karyawan. Tiga dari pelanggaran dikategorikan sebagai serius dan membawa denda $ 5.500, $ 3.000 dan $ 750.
    Operator derek digunakan oleh Lunda Perusahaan Konstruksi, menurut Departemen Winnebago County Sheriff. Seorang wanita yang menjawab telepon di perusahaan Black River Falls mengarahkan semua pertanyaan kepada DOT negara.
    Lunda Konstruksi telah diperiksa oleh OSHA empat kali dan dikutip untuk pelanggaran serius sekali dan pelanggaran lainnya-dari-serius empat kali sejak tahun 2009. Tak satu pun dari kutipan yang terlibat crane.
    Pelanggaran terbaru melibatkan karyawan perjalanan dari angkat udara ke permukaan bekerja tanpa perlindungan yang memadai jatuh pada bulan April 2012. Perusahaan ini didenda $ 750. Denda terbesar sebesar $ 3.000 dikeluarkan untuk pelanggaran pelatihan pada bulan Oktober 2010.
    US 41 Proyek Group Chief Brian Roper mengatakan kecelakaan Kamis terjadi ketika dua crane beristirahat di tongkang di dalam air itu mengangkat 104.000 pon girder beton dan salah satu crane runtuh.
    Gelagar, diproduksi oleh Spancrete, adalah balok beton panjang yang terletak di atas pilar pendukung jembatan dan berfungsi sebagai lapisan bawah untuk jalur mengemudi. Bidler adalah sopir truk yang disampaikan gelagar, tapi Roper mengatakan ia tidak tahu di mana Bidler terletak ketika derek runtuh.
    Crane yang mengangkat girder keempat mereka untuk hari ke sisi selatan jembatan baru pada saat keruntuhan, kata Roper. Kru konstruksi dijadwalkan untuk mengangkat 12 girder, tetapi semua pekerjaan konstruksi untuk sementara ditangguhkan selama investigasi kecelakaan.
    Juru bicara DOT Kris Schuller mengatakan pekerjaan akan dilanjutkan bila peneliti OSHA menyelesaikan investigasi mereka dan melepaskan adegan.
    “Harapannya adalah untuk mulai menghapus crane yang rusak pada Jumat, menghapus balok yang rusak dan mendapatkan derek baru untuk mengatur balok akhir,” kata Schuller. “Jika semua berjalan lancar, yang bisa dimulai awal minggu depan.”
    Jalur kiri jalan raya ditutup di kedua arah selama sekitar satu jam setelah kecelakaan untuk memungkinkan kendaraan darurat untuk melewati, kata Winnebago County Sheriff Department Kapten Todd Christie. Lalu lintas penundaan berlangsung selama berjam-jam setelah jalur yang dibuka kembali, katanya.
    Ini adalah kecelakaan kedua tahun ini yang melibatkan derek bekerja di US Highway 41 ekspansi dan proyek desain ulang. OSHA memperkirakan 89 orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan crane terkait, menurut sebuah laporan yang menyertai Agustus 2010 usulan revisi standar keselamatan.
    Raymond Ashenbrenner, 58, Black River Falls, tewas April 20 saat bongkar crane di area kerja di selatan Scheuring Jalan di Brown County.
    Ashenbrenner bekerja untuk Lunda Konstruksi, subkontraktor ke Brownsville berbasis Michels Corp pada proyek. OSHA masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu.
    Sumber: http://www.craneaccidents.com/2012/07/report/construction-worker-killed-in-crane-collapse-on-butte-des-morts-bridge/

    • Sdr Oding Ganda Hernanda
      Apabila artikel yang anda posting bersumber dari bahasa asing, pastikan telah diterjemahkan dengan baik dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Artikel yang anda postingkan terbaca janggal karena bisa jadi anda menggunakan aplikasi penerjemah sejenis Google Translate, tanpa diedit terlebih dahulu.

  108. Teknologi/Accidents; 13/12/2013;
    KRONOLOGIS KECELAKAAN CRANE MAUT PROYEK APARTEMEN GREEN LAKE VIEW TANGERANG: 3 Meninggal
    KRONOLOGIS KECELAKAAN CRANE MAUT PROYEK APARTEMEN GREEN LAKE VIEW TANGERANG 2013 Nama Korban Kecelakaan Crane Maut Apartemen.
    1. Tiga orang tewas dalam kecelakaan kerja di proyek Apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu 13 Januari 2013.
    2. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Ajun
    Komisaris Besar Hermawan, menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
    Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, kejadian berawal saat korban sedang bekerja di mesin tower tiba-tiba crane bordes bagian belakang melengkung dan jatuh.”Crane jatuh langsung menimpa korban,” kata dia. Korban meninggal atas nama Jalil 45 tahun (ketua tim cheking), Leman 50 tahun, dan Yoto 30 tahun. Sedangkan korban luka Wanto, 25 tahun.
    3. Petugas malam ini masih berupaya evakuasi korban yang tertimpa crane di proyek Apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu 13 Januari 2013.
    Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan, mengungkapkan bahwa petugas mengalami kesulitan untuk mengevakuasi korban tewas. “Dua korban tewas masih di lokasi belum bisa dievakuasi,” kata Hermawan.Seorang korban tewas berhasil dibawa ke rumah sakit. Petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Kasno, menambahkan satu korban tewas dan satu korban luka sudah dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih.
    4. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian berawal saat korban sedang bekerja di mesin tower, tiba-tiba crane bordes bagian belakang melengkung dan jatuh langsung menimpa korban.
    Saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Pita kuning juga sudah dipasang
    5.di sekitar lokasi kejadian. Insiden ini juga mencuri perhatian warga.
    Pengendara yang melintas melambatkan kendaraannya untuk melihat ke lokasi. Akibatnya, arus lalu lintas sekitar apartemen itu menjadi tersendat.
    6. Jasad Jalil (45) , demikian nama korban itu, langsung dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Korban luka bernama Wanto dirawat di Rumah Sakit Sari Asih. Jalil berhasil dievakuasi pada pukul 20.42 WIB. Jasadnya dibawa dengan menggunakan kantung jenazah berwarna oranye dibantu oleh enam orang petugas.
    7. Menurut saksi yang bernama Agung, saat korban sedang bekerja pada mesin tower crane, bordes bagi belakang melengkung dan menimpa korban. Saat ini dua korban tewas masih berada di lokasi belum dapat dievakuasi.
    8. Adapun korban meninggal atas nama Jalil 45 tahun selaku ketua tim checking, Leman 50 tahun, dan Yoto 30 tahun. Sedangkan korban luka Wanto, 25 tahun.
    9. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan ini terjadi di tower yang berdiri setinggi 30 meter. Sementara blok lain tampak masih berupa pondasi bangunan, penuh dengan besi-besi dan becek
    Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait insiden jatuhnya crane di proyek Apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan.
    “Kami sudah periksa tiga saksi tadi malam, mereka yang mengetahui kejadian. Kami belum sampai memeriksa pemilik,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat.
    10. Menurut Wahyu, penyidik belum menentukan apakah kecelakaan tersebut akibat kelalaian, kesengajaan atau pidana. Polisi, lanjut dia, juga masih mendalami apakah korban sudah menerapkan standar keselamatan kerja atau tidak. “Sambil berjalan kami kumpulkan bukti dan saksi karena ini memang kecelakaan kerja,” kata Wahyu.
    11. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan, mengatakan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kecelakaan terjadi di tower yang berdiri setinggi 30 meter. Adapun korban meninggal berrnama Jalil (45 tahun) selaku ketua tim checking, Leman (50 tahun), dan Yoto (30 tahun). Sedangkan korban luka bernama Wanto (25 tahun)
    12. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan selain saksi yang berada di lokasi kejadian, penyidik akan meminta keterangan dari pimpinan proyek.
    “Hari ini juga akan dipanggil pihak yang bertanggungjawab yakni pimpinan proyek. Dari situ akan kami gali kenapa kecelakaan itu bisa terjadi, bagaimana seharusnya, apa sudah kompeten atau ada kelalaian,” ujar Rikwanto, Senin 14 Januari 2013.
    Menurut Rikwanto insiden ini tidak membuat proyek dihentikan. Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Aswin, menjelaskan saksi yang sudah diperiksa yakni BS sebagai kepala mekanik, H, operator, HH dan AG dari perusahaan kontraktor yang membangun.
    13. Polsi belum dapat menentukan tersangka dalam kecelakaan ini. Kepolisian masih terus menambah bukti dari lokasi kejadian. Hingga saat ini lokasi kecelakaan masih diperiksa oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.
    “Masih dalam penyelidikan. Jika perusahaan kontraktor terbukti melakukan kelalaian sesuai UU Ketenagakerjaan maka dijerat Pasal 359 KUHP,” jelasnya. Saksi yang diperiksa oleh kepolisian setelah kecelakaan adalah Agung, karyawan perusahaan kontraktor. Adaoun korban tewas adalah Jalil, 45, Yoto, 30, dan Leman, 50. Setelah dievakuasi ketiga jenazah korban dibawa ke RS Fatmawati Jakarta. Korban luka bernama Wanto, 25 dibawa ke RS Sari Asih, Ciputat, Tangerang Selatan
    sumber : http://www.mediacenter.or.id/reports/view/451#.VQUug8uBnzU
    Nama : Jefri Adi Saputra
    NPM : 12.11.106.701501.0770

    • Sdr JEFRI ADI SAPUTRA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  109. Nama : Jefri Adi Saputra
    NPM : 12.11.106.701501.0770
    kelas : b2 semester 6
    Kecelakaan Kerja – Crane Ambruk – Kuningan Jakarta
    Kecelakaan Kerja – Crane Ambruk – Kuningan Jakarta | Sebuah tiang penyangga crane proyek pembangunan Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan (LKPP), di Jl HR Rasuna Said Komplek Epicentrum Kav 118, Jakarta Selatan roboh dan menimpa gedung televisi swasta nasional ANTV, Rabu (1/10). Akibatnya, dua orang terluka dan sembilan unit motor rusak akibat kejadian ini.
    “Dua orang pekerja menderita luka. Salah satunya tertimpa tiang penyangga crane, lalu ada sembilan sepeda motor juga yang tertimpa ”
    “Kejadiannya sekitar pukul 10.30 tadi. Tiangnya itu sudah merosot menimpa Gedung ANTV dan akhirnya patah ke bawah,” ujar Aswedi, salah satu petugas keamanan proyek, Rabu (1/10).
    Menurut Aswedi, pada saat kejadian memang tidak ada pekerja yang berada di crane. Karena fokus pengerjaan ada di sisi sebelah lainnya. “Kondisinya lagi pada kerja, tapi bukan di dekat tiang yang jatuh. Tapi menimpa motor-motor yang terparkir dan tadi ada dua orang luka karena menghindari besi-besi,” ucapnya.
    Aswedi mengatakan, korban yang belum diketahui namanya tersebut tidak mengalami luka parah. Namun begitu, untuk mengantisipasi kondisi darurat mereka langsung dibawa ke RS MMC. “Langsung dibawa pakai ambulans ke RS MMC. Kayaknya tidak terlalu parah,” terangnya.
    Pantauan beritajakarta.com, terlihat banyak motor yang hancur. Kondisi motor sudah rusak parah, dan masih ada yang berada di bawah besi-besi penyangga besar berwarna merah itu.
    Kapolsek Setiabudi AKBP Andie Latuheru membenarkan kejadian tersebut. “Dua orang pekerja menderita luka. Salah satunya tertimpa tiang penyangga crane, lalu ada sembilan sepeda motor juga yang tertimpa,” ujarnya.
    Namun begitu, kata Andie, tidak ada korban tewas dalam kecelakaan kerja ini.”Dua korban dirawat inap di RS MMC‎. Identitasnya belum diketahui karena masih dalam penanganan dokter,” tandasnya.
    Via: beritajakarta
    Sumber Berita : http://hsecenter-id.com/kecelakaan-kerja-crane-ambruk-kuningan-jakarta/

    • Sdr JEFRI ADI SAPUTRA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  110. Nama : Adamas Islami Asri
    Kelas : B2
    Semester : 6
    NPM : 12.11.106.701501.0555
    Kecelakaan Crane di depan BEJ 24 Mei
    Kamis, 24 May 2007 pukul 14.00 terjadi kecelakaan di depan gedung BEJ. Crane (alat berat yang mengangkut barang-barang kelantai atas) milik Pacific Place Jakarta, menimpa 2 mobil dan 1 pengendara motor. Crane jatuh dari ketinggian 40-an meter, dengan beban (harusnya dalam skala ton) menimbulkan suara dentuman yang mengejutkan para pekerja di kawasan SCBD.

    ……

    • Sdr Adamas Islami Asri
      Sudah cukup posting sebelumnya tak perlu posting lagi. Yang perlu anda perbaiki adalah penempatan postingnya. Anda menempatkan artikel pada ruang yang semestinya diperuntukkan untuk mahasiwa semester II mata kuliah Investigasi insiden. Tempatkan kembali artikel anda agar berada di ruang Tugas#1 Keselamatan Alat Angkat.

  111. Pada tanggal 14 Juli 1999 sebuah crane berjenis crawler crane sedang mengangkat suatu beban, lebih spesifiknya adalah mengangkat suatu konstruksi atap untuk stadion sepak bola. Dalam proses pengangkatan beban tersebut terlihat kalau crane mengalami kesulitan dalam mengangkat beban apalagi menggerakkanboom- nya. Tidak lama kemudian tiba-tiba crane jatuh ke sisi kiri crane. Kejadian ini mengakibatkan 3 orang pekerja konstruksi meninggal langsung karena tertimpa crane yang ambruk tersebut.

    II.1.2. Kecelakaan Konstruksi Bangunan
    Kejadian yang mencoreng jasa konstruksi di Indonesia kembali terjadi. Lima pekerja tewas dan sembilan lainnya luka parah tertimpa tembok bangunan pabrik kayu lapis yang sedang dibangun di Dukuh Sawur, desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (11/9). Empat korban tewas di tempat kejadian sementara satu lainnya meninggal di RS PKU Muhammadidyah Karanganyar
    Menurut saksi mata, Imam Hartono, pemilik pabrik, sebelum tembok roboh, datang angin kencang dari arah barat. “Kejadian berlangsung tiba-tiba, tidak ada seorang pun tukang bangunan yang menyangka kalau tembok yang sedang dikerjakan itu runtuh setelah dihantam angin yang datang dari arah barat,” ungkapnya. Menurut Sutoyo,46, pekerja yang selamat dari tragedi tersebut menyatakan sebelumnya tidak ada tanda-tanda tembok setinggi lima meter dengan panjang hampir 50 meter yang sedang dikerjakan itu akan roboh. “Tiba-tiba tembok sebelah barat itu ambruk dan menimpa teman-teman yang sedang berada di bawahnya,” ujarnya.

    Sumber berita : https://harisnumanaulia.wordpress.com/2012/04/03/keselamatan-dan-kecelakaan-kerja-pada-proyek-konstruksi/
    Tambahan : Artikel ini saya ambil dari BAB 2 “Studi Kasus” penulis. Terimakasih.

    Nama : Jefri Adi Saputra
    NPM : 12.11.106.701501.0770
    Kelas B2 Semester 6

    • Sdr JEFRI ADI SAPUTRA
      Paragraf yang dicoret adalah paragraf yang tidak ada relevansinya dengan kecelakaan akibat penggunaan pesawat angkat (crane). Sementara paragraf yang tidak dicoret meskipun merupakan kecelakaan Crane, namun tidak disebutkan lokasi kejadiannya secara valid. Harap perbaiki kembali artikel anda.

  112. NAMA : ODING GANDA HERNANDA
    KELAS : B2
    NPM : 12.11.106.701501.0661
    SEMESTER : 6
    Tower Crane patah, lima orang luka berat
    Merdeka.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi. Lima karyawan PT Trimanunggal jatuh dan mengalami luka berat saat sedang bekerja.
    Kejadian itu terjadi saat melakukan pengerjaan Tower Crane (TC) atau penyeimbang rangka setinggi 12 meter pada pukul 16.30 WIB. Mereka hendak membangun Hotel Ambarosa Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Tetapi kerangka alat berat itu tiba-tiba patah.
    Menurut Solihin, saksi mata, kelima korban adalah Dwi Aryanto (32) warga Tanggerang. Dia mengalami luka pada tangan kanannya serta ke 2 jari tangan kanan putus. Kedua, Rahmat (31) luka pada kaki kanan patah serta robek pada bagian kepala.
    Sementara itu Hasan Basri (31) luka pada bagian kaki dan Budi (31) luka di bagian kaki serta Obi selaku konsultan juga mengalami luka.
    Sementara itu pihak Kepolisian Resort Bogor sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP. “Polisi memeriksa para pengelola hotel dan memasang garis polisi,” kata Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino, Senin (10/9).
    Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/tower-crane-patah-lima-orang-luka-berat.html

    • Sdr oding ganda hernanda
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  113. Nama : Adamas Islami Asri
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0555
    Pesawat angkat (crane) tumbang di Gillingham, Inggris
    Dua perusahaan Inggris (South Coast Ltd & JR Pickstock Ltd ) didenda sebesar £ 50.000 setelah terjadi kecelakaan mobile crane pada tahun 2009.
    South Coast Ltd & JR Pickstock Ltd masing-masing didenda £ 10.000 dan didakwa dengan kegagalan serius dalam hal komunikasi. Tidak ada bukti bahwa 2 perusahaan tersebut menyewa crane. Dengan demikian tampaknya tidak dilakukan perencanaan atau pengawasan yang tepat. Salah satu outriggers belakang crane bahkan terbenam ke dalam tanah & menyebabkan crane dengan kapasitas 80 ton untuk membatalkan proses lifting (pengangkatan)
    Untungnya tidak ada pekerja yang terluka, tapi boom crane nyaris mengenai beberapa orang dan lalu lintas jalan yang sibuk di area sekitar Gillingham, UK.
    Hasil investigasi HSE menemukan bahwa tidak ada orang yang kompeten dalam hal ini, tidak ada rencana angkat dan informasi penting – termasuk bobot dari kondisi beban dan kondisi tanah tidak dipertimbangkan. Proses pengangkatan tidak aman dengan crane kelebihan beban ditambah lagi dengan kondisi tanah yang buruk. Dinyatakan bahwa crane yang lebih besar seharusnya digunakan dan plat outrigger yang lebih besar diperlukan untuk menyeimbangkankan beban crane, mengingat kondisi tanah yang buruk.
    Pengadilan menyatakan bahwa kontrak penggunaan Crane tidak memenuhi pedoman industri, yang dengan jelas menyatakan bahwa orang yang kompeten harus ditunjuk untuk merencanakan lifting, Dilain hal South Coast harus telah memastikan hal ini terjadi ketika memesan crane.
    Sebuah rencana pengangkatan seharusnya dibuat oleh orang yang kompeten dan dikomunikasikan kepada mereka yang terlibat dalam pekerjaan. Kontraktor utama juga harus mengambil semua langkah yang wajar untuk memastikan rencana tahap konstruksi yang teridentifikasi terhadap kesehatan dan keselamatan dan juga termasuk langkah-langkah untuk mengatasi risiko.
    HSE inspektur Kathy Gostick mengatakan: “Kejadian ini bisa menyebabkan kematian dan cedera serius dan merupakan akibat langsung dari kegagalan oleh dua perusahaan. Komunikasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam operasi crane dan semua kegiatan konstruksi lainnya sangat penting untuk memastikan mengangkat operasi telah direncanakan dengan baik, terutama yang melibatkan penggunaan mobile crane berat yang bekerja di daerah yang sibuk seperti lokasi konstruksi. Setelah itu akhirnya ditetapkan dengan jelas oleh kedua perusahaan (South Coast Derek Sewa dan JR Pickstock) yang bertanggung jawab untuk perencanaan pengangkatan ketika akan membuat kontrak untuk menyewa alat angkat-angkut sangat tidak mungkin bahwa crane akan terbalik menempatkan sejumlah pekerja dan orang-orang di jalan di yang seharusnya jauh dari resiko.”
    http://www.craneaccidents.com/2012/11/report/expensive-crane-collapse-in-the-uk/

    • Sdr oding ganda hernanda
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  114. Nama : Adamas Islami Asri
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0555
    Pesawat angkat (crane) tumbang di Gillingham, Inggris
    Dua perusahaan Inggris (South Coast Ltd & JR Pickstock Ltd ) didenda sebesar £ 50.000 setelah terjadi kecelakaan mobile crane pada tahun 2009.

    South Coast Ltd & JR Pickstock Ltd masing-masing didenda £ 10.000 dan didakwa dengan kegagalan serius dalam hal komunikasi. Tidak ada bukti bahwa 2 perusahaan tersebut menyewa crane. Dengan demikian tampaknya tidak dilakukan perencanaan atau pengawasan yang tepat. Salah satu outriggers belakang crane bahkan terbenam ke dalam tanah & menyebabkan crane dengan kapasitas 80 ton untuk membatalkan proses lifting (pengangkatan)

    Untungnya tidak ada pekerja yang terluka, tapi boom crane nyaris mengenai beberapa orang dan lalu lintas jalan yang sibuk di area sekitar Gillingham, UK.

    Hasil investigasi HSE menemukan bahwa tidak ada orang yang kompeten dalam hal ini, tidak ada rencana angkat dan informasi penting – termasuk bobot dari kondisi beban dan kondisi tanah tidak dipertimbangkan. Proses pengangkatan tidak aman dengan crane kelebihan beban ditambah lagi dengan kondisi tanah yang buruk. Dinyatakan bahwa crane yang lebih besar seharusnya digunakan dan plat outrigger yang lebih besar diperlukan untuk menyeimbangkankan beban crane, mengingat kondisi tanah yang buruk.

    Pengadilan menyatakan bahwa kontrak penggunaan Crane tidak memenuhi pedoman industri, yang dengan jelas menyatakan bahwa orang yang kompeten harus ditunjuk untuk merencanakan lifting, Dilain hal South Coast harus telah memastikan hal ini terjadi ketika memesan crane.

    Sebuah rencana pengangkatan seharusnya dibuat oleh orang yang kompeten dan dikomunikasikan kepada mereka yang terlibat dalam pekerjaan. Kontraktor utama juga harus mengambil semua langkah yang wajar untuk memastikan rencana tahap konstruksi yang teridentifikasi terhadap kesehatan dan keselamatan dan juga termasuk langkah-langkah untuk mengatasi risiko.

    HSE inspektur Kathy Gostick mengatakan: “Kejadian ini bisa menyebabkan kematian dan cedera serius dan merupakan akibat langsung dari kegagalan oleh dua perusahaan. Komunikasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam operasi crane dan semua kegiatan konstruksi lainnya sangat penting untuk memastikan mengangkat operasi telah direncanakan dengan baik, terutama yang melibatkan penggunaan mobile crane berat yang bekerja di daerah yang sibuk seperti lokasi konstruksi. Setelah itu akhirnya ditetapkan dengan jelas oleh kedua perusahaan (South Coast Derek Sewa dan JR Pickstock) yang bertanggung jawab untuk perencanaan pengangkatan ketika akan membuat kontrak untuk menyewa alat angkat-angkut sangat tidak mungkin bahwa crane akan terbalik menempatkan sejumlah pekerja dan orang-orang di jalan di yang seharusnya jauh dari resiko.”

    http://www.craneaccidents.com/2012/11/report/expensive-crane-collapse-in-the-uk/

  115. NAMA : ODING GANDA HERNANDA
    KELAS : B2
    NPM 12.11.106.701501.0661
    SEMESTER : 6
    Pekerja Tewas Terjatuh dari Tower Crane
    MEDAN – Seorang pekerja bangunan tewas terjatuh dari tower crane (alat pengangkut barang berat) dari ketinggian gedung yang diperkirakan 24 meter dari tanah. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, sore tadi.
    Korban bernama Suryo Purwanto (40), warga Letda Sujono, Gang Banjar, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung itu pun tewas setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pirngadi Medan, beberapa saat setelah kejadian. Karena kondisi luka yang cukup serius, korban akhirnya meninggal di rumah sakit tersebut.
    Menurut rekan kerja korban Bambang (31), peristiwa tersebut terjadi tidak beberapa lama setelah mereka istirahat dan makan siang. Saat itu, korban yang merupakan mekanik dalam pengerjaan pembangunan gedung tersebut naik ke atas gedung, karena ingin memperbaiki sebuah peralatan motor.
    “Karena motor karo itu di atas, korban mengunakan tower klep untuk naik, dengan menggunakan tangga yang berada di dalam tower klep tersebut. Setelah selesai, korban langsung turun ke bawah. Namun belum sampai di bawah, tiba-tiba korban terpeleset dan langsung terjatuh. Kepalanya membentur batangan besi yang ada di bawah,” cerita Bambang.
    Sedangkan pimpinan proyek Rudi, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa insiden tersebut adalah murni kecelakaan kerja. “Kita telah mengikuti semua prosuder keamanan kerja. Namun kejadian yang menimpa Suryo adalah murni sebuah kecelakaan,” terangnya.
    Pihak Rudi sendiri berjanji akan menanggung semua biaya hingga pemakaman korban, termasuk memberi santunan kepada keluarga korban. Sementara itu, keluarga korban tak dapat menahan haru melihat kondisi Suryo yang sudah tidak bernyawa dengan kepala pecah. Dwi Titi Furnawati (41), kakak korban hanya bisa menangis tersedu-sedu mendapati kematian adiknya tersebut.
    Sumber : http://news.okezone.com/read/2010/07/01/340/348717/pekerja-tewas-terjatuh-dari-tower-crane

    • Sdr oding ganda hernanda
      Lagi, Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  116. Tidak Seimbang, Tiang Crane Memperbaiki Katedral Washington Timpa Pastoran dan Cottage
    WASHINGTON DC (AS) – Sebuah kendaraan alat berat, yang digunakan untuk memperbaiki menara utama Gereja Katedral, tidak seimbang, jatuh dan terguling pada Rabu (07/09/2011) hingga mengakibatkan kerusakan dalam lingkungan gereja paling terkenal di Ibu Kota AS itu.
    Crane yang biasa digunakan dalam proyek konstruksi bangunan tersebut berada di Katedral Nasional Washington untuk memperbaiki menara utama gereja, yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 5,9 SR, yang mengguncang wilayah Virginia, AS, 24 Agustus lalu.
    Juru bicara Katedral mengatakan kepada AFP bahwa tiang crane itu jatuh sekitar pukul 10.55 waktu setempat, dan menimpa dua bangunan yang berdekatan di halaman gereja. Kedua bangunan tersebut adalah pastoran gereja, yang digunakan sebagai kantor Keuskupan, dan Cathedral`s Herb Cottage, toko cinderamata ternama.
    Pejabat Gereja Katedral mengatakan tidak ada korban luka akibat kecelakaan tersebut. Gereja itu juga belum bisa memastikan biaya kerugian akibat kerusakan itu.
    Katedral ternama yang berusia satu abad tersebut digunakan sebagai tempat untuk misa pemakaman dan pelantikan kepresidenan. Gereja yang terletak di pusat kota Washington itu juga menjadi tempat penyelenggaraan ibadah dalam memperingati sejumlah tragedi nasional.
    Pada saat kecelakaan terjadi, perbaikan tahap akhir pada bangunan Katedral yang rusak akibat gempa 23 Agustus sedang berlangsung. Menurut rencana, gereja itu akan menyelenggarakan misa khusus, yang akan dihadiri Presiden Barack Obama, untuk memperingati tragedi serangan 11 September 2011.
    Hingga saat ini masih belum dipastikan apakah misa peringatan tersebut akan diselenggarakan di tempat lain karena kecelakaan itu.(ANTARA/AFP)
    dari http://www.kabargereja.tk
    NAMA : HERI SASMITA
    KELAS B2
    SEMESTR 6
    NPM : 12.11.106.701501.0652
    SUMBER : http://gereja.tumblr.com/post/11901287836/tidak-seimbang-tiang-crane-memperbaiki-katedral

    • Sdr HERI SASMITA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  117. Sebuah crane merobohkan sebuah pohon besar sampai ke sebuah garasi kecil di Royal Oak tanpa listrik selama beberapa jam menurut pihak yang berwajib.
    Crane tersebut memotong dan merobohkan bagian pohon maple yang berukuran tinggi lebih dari 100 kaki pada waktu 3:10 p.m di 1200 block second avenue ketika menghantam garasi kecil, kata pemilik rumah Tyler Lynch.
    Saya rasa, itu harus mengambil potongan besar dari pohon tersebut kemudian itu bisa di atasi. Lynch berkata.
    Tidak ada seorangpun di dalam rumah berlantai 2 tersebut atau di garasi ketika kejadian itu terjadi, kata kepala pemadam kebakaran chuck thomas.
    Tidak ada yang cedera/luka tetapi lynch berkata operator crane tersebut harus memanjat keluar dr cabin.
    Kecelakaan tersebut memutuskan aliran listrik dan menyebabkan 950 rumah tanpa listrik.
    Kabel listris bertebaran dimanamana, Mike roberts said. Butuh waktu untuk membereskan area tersebut.
    Thomas berkata, kecelakaan tersebut awalnya terdengar seperti kecelakaan pesawat, jadi saya merasa lega ketika melihat hanya atap garasi saja yang terbalik.
    Untunglah, tidak ada yang cedera , hanya kerusakan garasi tersebut. Thomas berkata.
    Semitrailer tersebut berdiri dalam posisi hampir sama tegak dengan crane yang terbaring di atap garasi yang runtuh tersebut.
    Listrik telah di aktifkan kembali untuk 90 persen costumer pada pukul 6 : 10 p.m roberts berkata.
    Ada banyak orang melihat hal itu dari taman di seberang jalan dan pemadam kebakaran menyebutkan ada lebih dari 2 crane yang membantu untuk mengembalikan semitrailer dan crane ke posisi yang semula.
    Nama: Tiyo Prima Abinowo
    Kelas: B2
    Semester : VI
    Npm: 12.11.106.701501.0670
    Sumber: http://www.craneaccidents.com/2013/08/report/boom-truck-crane-topples-onto-detroit-garage-knocks-out-power-for-950-homes/

    • Sdr Tiyo Prima Abinowo
      Apabila artikel yang anda posting bersumber dari bahasa asing, pastikan telah diterjemahkan dengan baik dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Artikel yang anda postingkan terbaca janggal dan rancu karena bisa jadi anda menggunakan aplikasi penerjemah sejenis Google Translate, tanpa diedit terlebih dahulu. Perbaiki kembali artikel anda agar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  118. Nama : Oding Ganda Hernanda
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0661
    Kecelakaan Kereta Inspeksi vs Truk Crane di Sidoarjo
    Kereta Api inspeksi yang terlibat kecelakaan di Buduran Sidoarjo diduga merupakan Kereta Api Inspeksi yang sempat ditumpangi rombongan pejabat dari PT Kereta Api untuk menggelar inspeksi kesiapan mudik lebaran ke Banyuwangi.
    Bahkan pemilik akun Yhip Yhip via Facebook e100 Suara Surabaya pada siang tadi (16/7/2014) mengabarkan jika Kereta Inspeksi itu juga ditumpangi Bambang Susantono Wakil Menteri Perhubungan saat tiba di Stasiun Kalibaru, Banyuwangi untuk melakukan inspeksi angkutan lebaran.
    Yhip Yhip juga mengirimkan beberapa foto lengkap kedatangan kereta api inspeksi itu di Stasiun Kalibaru. Kereta Api inspeksi sendiri berwarna dominan kuning dan hanya berupa dua gerbong kereta.
    Sayang hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti apakah kereta api yang kecelakaan di Buduran dini hari ini benar-benar kereta yang digunakan Wamenhub atau tidak.
    Yang pasti, sebuah Kereta Api inspeksi saat ini terlibat kecelakaan dengan truk crane di perlintasan Buduran Sidoarjo. Akibat kejadian ini, masinis kereta langsung meninggal di lokasi kejadian. Dua orang lainnya yaitu penumpang kereta dan pengendara motor juga mengalami luka akibat kejadian ini.
    Komisaris Polisi Hendi Kurniawan, Kepala Polsek Buduran memastikan Kereta Api yang terlibat kecelakaan di Buduran merupakan Kereta Api Inspeksi yang sedang melaju dari arah Sidoarjo ke Surabaya.
    “Saat tiba di perlintasan ada truk crane yang mencoba masuk ke perlintasan dan langsung ditabrak kereta,” kata Hendi pada Suara Surabaya, Kamis (17/7/2014).
    Sementara itu, Abi seorang warga yang kebetulan sempat menolong korban mengatakan kejadian ini menjadikan empat orang mengalami luka berat.
    “Kemungkinan tidak ada yang meninggal karena tadi mobil saya juga digunakan untuk membawa korban ke rumah sakit,” kata Abi.
    Abi sendiri mengaku membawa dua korban terluka parah dibagian kaki. Dua korban ini, kata dia, merupakan pengendara sepeda motor yang tergenjet karena berada persis dibelakang truk crane saat kejadian terjadi.
    “Salain mobil saya juga ada sebuah mobil di belakang saya yang juga ikut angkut dua korban. Keduanya berseragam PT KA dan mengalami luka parah. Satunya masih bisa duduk tapi terluka parah,” kata dia.
    Sekadar diketahui pada pukul 00.22 dini hari tadi, sebuah Kereta Api Inspeksi menabrak sebuah truk craine di perlintasan Buduran atau dekat PT Maspion II Sidoarjo. (fik)
    Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Sindoro Semeru atau Kereta Api Inspeksi dengan Truk Crane di perlintasan Buduran Sidoarjo diduga karena palang pintu perlintasan tak tertutup ketika Kereta Api sedang melintas.
    Informasi yang dihimpun suarasurabaya.net di lokasi kejadian menyebutkan jika Kereta Api Inspeksi ini memang tidak masuk dalam jadwal perjalanan kereta api reguler sehingga petugas perlintasan tidak di lokasi saat kereta melintas.
    Akibatnya, sebuah truk crane pun melintasi perlintasan tanpa mengetahui jika pada saat bersamaan sebuah kereta api melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
    Sementara itu akibat kecelakaan yang terjadi pada pukul 00.22 WIB ini, masinis kereta langsung meninggal, sedangkan masinis cadangan terluka parah.
    Selain itu, dua orang pengendara sepeda motor dengan nomor polisi W 6550 XZ mengalami luka parah di bagian kaki karena sempat tergenjet badan truk.
    Sedangkan sopir truk crane dengan nomor polisi B 9387 PD hingga saat ini belum diketahui keberadaanya. “Kemungkinan sopir truk melarikan diri,” kata Komisaris Polisi Hendi Kurniawan, Kepala Polsek Buduran.
    Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/53c714c4925233a2458b4571/kecelakaan-kereta-inspeksi-vs-truk-crane-di-sidoarjo/

    • Sdr oding ganda hernanda
      Harap ganti artikel anda, karena artikel yang anda posting bercerita tentang kecelakaan transportasi, dan bukan kecelakaan pekerjaan pengangkatan dengan melibatkan crane.

  119. NAMA : AVIN SAFITRI
    NPM : 12.11.106.701501.0719
    KELAS : B2
    PEKERJA TASMANIAN TEWAS DALAM KECELAKAAN CRANE
    Operator crane Tasmanian Shane Ransley tewas di Derwent Jalan Raya dekat Hobart pada tanggal 4 Januari .
    ketika crane type 20T Franner yang dikendarainya ternyata menabrak tanggul dan terguling dia langsung meninggal di tempat kejadian .
    seorang rigger yg berumur 49 tahun dan seorang operator crane bekerja menggunakan crane highrig, kembali dari pekerjaannya tepat siang hari saat insiden itu terjadi.
    standar kerja milik tasmania sedang melakukan penyelidikan.
    Shane meninggalkan ibunya yang sudah tua sendirian kini sesama anggotanya di CFMEU mengumpulkan dana untuk memberikan santunan pada orangtuanya.
    SUMBER : http://www.cfmeu.asn.au/ohs/incidents/tas-worker-killed-in-crane-crash

    • Sdr AVIN SAFITRI
      Apabila artikel yang anda posting bersumber dari bahasa asing, pastikan telah diterjemahkan dengan baik dan sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Artikel yang anda postingkan terbaca janggal karena bisa jadi anda menggunakan aplikasi penerjemah sejenis Google Translate, tanpa diedit terlebih dahulu agar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

  120. Nama : Widodo
    Kelas : B2
    Semester : 6
    NPM: 12.11.106.701501.0630
    Tora Tewas, Jatuh dari Ketinggian 12 Meter
    Selain Tora empat rekannya luka parah.
    Suara.com – Kecelakaan kerja dalam proses pembangunan gedung kuliah bersama di Universitas Mataram menewaskan seorang pekerja dari PT Kreatif Abadi Indonesia.
    Pekerja yang tewas akibat kecelakaan pada Selasa (2/12/2014) itu adalah Tora (32) asal Lamongan, Jawa Timur. Selain Tora, empat korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Ujang (34), Sarifudin (33), Yasto (38), dan Bayu (34).
    Ujang salah seorang korban yang mengalami patah tulang di bagian tangan kanannya, Rabu, menuturkan bahwa rekannya yang tewas dalam kecelakaan tersebut telah dijemput oleh pihak keluarga dan sudah dipulangkan ke kampung halaman pada Selasa (2/12).
    Sedangkan tiga rekan lainnya yakni Sarifudin, Yasto, dan Bayu hingga kini masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. “Ketiganya sudah siuman, dan kini masih dirawat,” ujarnya saat ditemui di gedung kuliah bersama (GKB) Unram.
    Menurut keterangan Ujang, kecelakaan kerja itu terjadi di saat sedang membongkar “crane”. Ia menduga ada satu “pen” penguncinya patah mengakibatkan “crane” ambruk.
    “Saya bersama tiga rekan lainnya berada di ‘crane’ dengan ketinggian 12 meter dan satunya lagi di bawah. Kami bertugas untuk membongkarnya karena kontrak kerja sudah habis,” ujarnya.
    Saat kecelakaan itu, kata dia, dua rekannya yang berada di atas terjatuh, salah satunya adalah Tora. Sedangkan dirinya tersangkut besi dengan kondisi tangan kanan sudah patah.
    “Saat itu saya sudah tidak sadarkan diri. Karena kepala saya terkena benturan keras,” kata Ujang.
    Ujang yang dijumpai di lokasi kejadian itu kini sudah dalam keadaan membaik, namun terlihat tangan kanannya terbalut kain putih dan masih terdapat luka memar di bagian kening dan lehernya.
    Sementara itu, Poltak Aritonang, pemborong proyek pembangunan GKB Unram mengatakan bahwa saat kecelakaan itu dirinya tidak berada di tempat. “Saya waktu itu lagi di luar, jadi tidak tahu pasti kronologisnya,” kata Poltak.
    Namun ia membenarkan bahwa kontrak kerja dengan PT Kreatif Abadi Indonesia sudah selesai sejak 25 November 2014 lalu. “Kontraknya sudah selesai, jadi mereka lagi tahap pembongkaran alat,” ujarnya.
    Lebih jauh Poltak menuturkan bahwa pembangunan GKB Unram yang dilakukan sejak 12 Juli 2014 itu sebentar lagi akan selesai, pada 8 Desember 2014 rampung sesuai target. “Kami sebenarnya dalam tahapan ‘finishing’, minggu depan bangunan ini sudah jadi,” katanya.
    Sumber Pustaka : http://www.suara.com/news/2014/12/03/231300/tora-tewas-jatuh-dari-ketinggian-12-meter

    • Sdr widodo
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  121. Alat bongkar muat milik Depo PT Meratus Line terbakar
    LENSAINDONESIA.COM: Kebakaran menimpa alat bongkar muat pemindah peti kemas atau reach stacker, di Depo PT Meratus Line Jl Prapat Kurung Surabaya, Senin (12/1) sekitar pukul 13.30 WIB, sehingga membuat panik Pelabuhan Tanjung Perak.
    Informasi yang diterima Lensa Indonesia terbakarnya fasilitas peralatan pemindah peti kemas dari truk ke areal lapangan penumpukan milik PT Meratus Line itu sangat cepat dan mendadak api langsung membesar. Pihak Meratus Line sempat melakukan pemadaman menggunakan tabung pemadam namun tak berhasil
    Baca juga: Kafe Olympic terbakar, karyawan berhamburan keluar dan Padamkan kebakaran gudang karet, petugas PMK nyaris tewas
    Supervisi Pengamanan Bahaya Kebakaran (PBK) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak, Sunarto mengatakan, setelah 1 jam tim kebakaran berhasil menjinakan si Jago merah setelah mengerahkan empat unit mobil pemadam.
    Menurutnya, tanpa diketahui secara pasti penyebabnya, saat alat tersebut mencoba memindahkan peti kemas tiba-tiba percikan api muncul dan menyebabkan reach stacker buatan China ini terbakar.
    “Penyebab kebakaran mungkin dari arus pendek listrik, dalam kejadian yang mengakibatkan sekitar 50 persen terjadinya kerusakan pada reach stacker buatan China itu. Jumlah kerugian mencapai ratusan juta karena reach staker itu rusak hingga 50 persen lebih,” terangnya.
    Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Belawan yang datang langsung melakukan penyelidikan reach staker yang terbakar milik PT Meratus Line tersebut. Selain meminta beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan, tim penyidik mulai memagari reach stacker yang terbakar di lokasi kejadian dengan police line untuk mencegah pihak tidak berkepentingan mendekati TKP.@rofik
    NAMA : HERI SASMITA
    KELAS : B2
    SEMESTER : 6
    NPM : 12.11.106.701501.0652
    Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2015/01/13/alat-bongkar-muat-milik-depo-pt-meratus-line-terbakar.html

    • Sdr HERI SASMITA
      Harap ganti artikel anda, karena artikel yang anda posting tidak ada relevansinya dengan kecelakaan kerja pengangkatan dengan melibatkan pesawat angkat (crane).

  122. Alat bongkar muat milik Depo PT Meratus Line terbakar
    LENSAINDONESIA.COM: Kebakaran menimpa alat bongkar muat pemindah peti kemas atau reach stacker, di Depo PT Meratus Line Jl Prapat Kurung Surabaya, Senin (12/1) sekitar pukul 13.30 WIB, sehingga membuat panik Pelabuhan Tanjung Perak.
    Informasi yang diterima Lensa Indonesia terbakarnya fasilitas peralatan pemindah peti kemas dari truk ke areal lapangan penumpukan milik PT Meratus Line itu sangat cepat dan mendadak api langsung membesar. Pihak Meratus Line sempat melakukan pemadaman menggunakan tabung pemadam namun tak berhasil
    Baca juga: Kafe Olympic terbakar, karyawan berhamburan keluar dan Padamkan kebakaran gudang karet, petugas PMK nyaris tewas
    Supervisi Pengamanan Bahaya Kebakaran (PBK) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak, Sunarto mengatakan, setelah 1 jam tim kebakaran berhasil menjinakan si Jago merah setelah mengerahkan empat unit mobil pemadam.
    Menurutnya, tanpa diketahui secara pasti penyebabnya, saat alat tersebut mencoba memindahkan peti kemas tiba-tiba percikan api muncul dan menyebabkan reach stacker buatan China ini terbakar.
    “Penyebab kebakaran mungkin dari arus pendek listrik, dalam kejadian yang mengakibatkan sekitar 50 persen terjadinya kerusakan pada reach stacker buatan China itu. Jumlah kerugian mencapai ratusan juta karena reach staker itu rusak hingga 50 persen lebih,” terangnya.
    Petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Belawan yang datang langsung melakukan penyelidikan reach staker yang terbakar milik PT Meratus Line tersebut. Selain meminta beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan, tim penyidik mulai memagari reach stacker yang terbakar di lokasi kejadian dengan police line untuk mencegah pihak tidak berkepentingan mendekati TKP.@rofik
    NAMA : HERI SASMITA
    KELAS : B2
    SEMESTER : 6
    NPM : 12.11.106.701501.0652
    Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2015/01/13/alat-bongkar-muat-milik-depo-pt-meratus-line-terbakar.html

    • Sdr HERI SASMITA
      Harap ganti artikel anda, karena artikel yang anda posting tidak ada relevansinya dengan kecelakaan kerja pengangkatan dengan melibatkan pesawat angkat (crane).

  123. indosiar.com, Surabaya – Upaya evakuasi korban tewas akibat patahnya crane tower RCTI di Desa Sambi Sari Surabaya, Jawa Timur Kamis (13/09/07) ini terus dilakukan. Evakuasi sulit dilakukan karena jenazah Suwoto yang merupakan salah seorang pekerja pembangunan tower terlilit tali crane diketinggian 80 meter.
    Hingga siang ini tim Badan SAR Nasional (Basarnas) masih berupaya mengevakuasi mayat Suwoto yang tergantung dan terlilit 3 seling pada menara diketinggian sekitar 80 meter. Sejak pagi tadi evakuasi dilakukan dengan tehnik vertikal rescue, sebab kondisi korban berada ditengah – tengah jaringan pita tower yang relatif sulit dijangkau.
    Dimana mayat korban akan diturunkan secara perlahan – lahan dengan posisi tegak lurus menggunakan sebuah tali vertikal. Sedang untuk mengantisipasi bila tubuh korban terlepas dari ikatan. Tim Basarnas memasang pengaman jaring kapal ikan dibagian bawah tower. Tim Basarnas juga mendatangkan kendaraan PMK Pasar Turi Surabaya yang memiliki tangga pemadam sepanjang 40 meter untuk memudahkan kerja tim evakuasi.
    Seperti yang diketahui sebelumnya, korban Suwoto merupakan satu dari 8 pekerja kontrak di PT Citra Mandiri Adhi Karya Jakarta yang mengerjakan pembuatan tower stasiun pemancar RCTI Surabaya setinggi 275 meter.
    Namun sekitar pukul 9.30 WIB kemarin crane tower patah sehingga korban yang tengah bekerja membangun tower terjatuh dari ketinggian 150 meter, hingga tewas dan tersangkut diketinggian 80 meter. (Tim Liputan/Dv).
    Sumber : htmlww.indosiar.com/fokwus/upaya-evakuasi-pekerja-tower_64515.
    Nama : jefri adi saputra
    NPM : 12.11.106.70501.0770
    kelas b2 semester 6

    • Sdr JEFRI ADI SAPUTRA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  124. Nama : Oding Ganda Hernanda
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0661
    Crane 1 Ton ambruk, 1 tewas, beberapa mobil hancur
    Proyek pembangunan gedung Pacific Place di kawasan Sudirman Center Business District (SCBD) menelan korban. Seorang pengendara motor bernama Suharno, 42, tewas seketika setelah tertimpa crane (alat katrol barang)kemarin (24/5) sekitar pukul 14.00. Empat lainnya, termasuk satu warga Jepang, dilarikan ke RS Medistra dan RS Jakarta.
    Dugaan sementara, tiang setinggi 30 meter itu ambruk karena kawat baja penopangnya (sling) putus lantaran tidak kuat menahan beban. Kontraktor proyek PT Ascet Indonusa dan subkontraktor PT Cahaya Indotama Engineering langsung diperiksa di Polda Metro Jaya. Keduanya menyatakan siap bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
    Suharno adalah petugas Security Grup Artha (SGA). Saat kejadian, warga Jalan Tegal Parang RT 05/03, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, itu hendak pulang setelah tugas malam. Di saat senggangnya, dia biasa mengojek di kawasan bisnis terpadu itu.
    Sial nasib Suharno. Ketika melintas di belakang gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) itu, tiba-tiba “brukkkk…”, sebuah tiang crane jatuh dari ketinggian sekitar 30 meter. Alat angkut yang beratnya sekitar satu ton dan terbuat dari rangkaian baja itu menghantam tubuhnya.
    Kepala Suharno remuk. Begitu pula tangannya. Paha kanan patah. Sempat menjadi tontonan warga, jenazah lantas dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Bukan itu saja, motor jenis bebek Honda Astrea D 3161 LO yang ditumpanginya juga rusak parah.
    Peristiwa itu juga mengakibatkan lima warga lain yang berada dalam dua mobil berbeda juga menjadi korban. Sedan mewah Mercedes Benz B 2180 EN yang di dalamnya terdapat empat penumpang dilaporkan rusak. Empat penumpang yang mengalami luka-luka ringan itu adalah Indra (sopir), pemilik mobil Edwin Hutabarat, 38; kakak Edwin yang bernama Nuryani, 42; dan neneknya yang bernama Maryani Yahya, 84. Keempatnya saat ini dirawat di RS Medistra.
    Korban lainnya adalah seorang warga negara Jepang bernama Mayumi Sunoda. Dia langsung dibawa ke RS Jakarta. Dilaporkan, Sunoda hanya mengalami luka-luka ringan.
    Peristiwa robohnya tower crane memacetkan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Selama tiga jam, hingga pukul 17.00, arus macet total. Apalagi, jatuhnya crane dan evakuasi korban menjadi tontonan warga.
    Berdasar informasi yang dihimpun Indo Pos (Grup Jawa Pos), alat angkut baja itu jatuh akibat putusnya sling penopang tower. Kawat baja tersebut diduga tak kuat menahan beban yang dibawanya. Akibat penopangnya putus, rangkaian baja pun patah. Dari ketinggian 30 meter, rangkaian baja tersebut menghunjam jalan raya.
    Kaget dengan kejadian itu, operator crane yang identitasnya belum disebutkan berusaha melarikan diri. Sejumlah satpam yang melihat langsung mengamankan pria tersebut. Satpam membawa operator itu ke Polda Metro Jaya.
    Supervisor PT Ascet Indonusa selaku kontraktor pembangunan gedung Pacific Place Gatot Siswanto yang dijumpai di sekitar lokasi kejadian membenarkan penyebab jatuhnya crane. “Ya, slingnya putus karena nyangkut di besi-besi, tak kuat menahan beban,” kata Gatot kemarin.
    Sementara itu, Juru Bicara SGA Upa Labuhari mengatakan, korban tewas akan mendapat santunan dari perusahaan, begitu pula mengenai pergantian motor milik rekannya. “Kami juga mengganti semua ongkos pengobatan untuk para korban luka, termasuk bertanggung jawab memperbaiki kendaraan yang ikut rusak,” jelas Upa.
    Saat ditanya apakah kontraktor melanggar aturan dengan mengoperasikan crane di jalan umum pada siang, padahal aturannya hanya boleh di atas pukul 22.00, Upa enggan menjawab. Namun, dia mengatakan, kontraktor atau pengembang gedung PT Ascet Indonusa dan subkontraktornya, PT Cahaya Indotama Engineering, akan bertanggung jawab penuh.
    “Yang jelas, pihak Ascet dan Cahaya, termasuk operator crane, masih dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya,” kata Upa tanpa bersedia menyebutkan nama-nama yang diperiksa polisi.
    Sumber : http://www.bluefame.com/topic/35533-crane-1-ton-ambruk-1-tewas-beberapa-mobil-hancur/

    • Sdr oding ganda hernanda
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  125. Nama : Widodo
    Kelas : B2
    Semester : 6
    NPM: 12.11.106.701501.0630
    Korban Tewas Feri Sewol 64 Orang
    »senin , 21 April 2014 | 09:03 WIB | Viewed: 8380
    Crane dari kilang lepas pantai, Jumat (18/4/2014), telah berada di lokasi tenggelamnnya kapal feri Sewol di perairan di sekitar pulau resor Jeju, Korea Selatan. Hingga Jumat malam, 28 penumpang kapal dipastikan tewas, 179 selamat, dan 268 orang masih belum ditemukan.
    KOMPAS.com – Data termutakhir sampai dengan Senin (21/4/2014) pagi menunjukkan jumlah korban tewas feri Sewol mencapai 64 orang. Menurut warta Antara, para penyelam terus memasuki bagian dalam kapal yang mengalami kecelakaan hingga terbalik tersebut. Sementara itu, air terus memasuki kapal.
    Catatan otoritas penyelamat Korea Selatan menunjukkan kalau 238 orang masih hilang. Sementara, 174 orang yang selamat.
    Pemerintah Korea Selatan melalui pusat tanggap daruratnya menggelar jumpa pers hari ini untuk memaparkan upaya pertolongan pada Minggu (20/4/2014). Kala itu, penyelam menemukan sepuluh mayat.
    Kapal feri tersebut, Sewol, bertolak dari Kota Pelabuhan Incheon di bagian barat Korea Selatan pada Selasa malam (15/42014) menuju Pulau Pelancongan Jeju. Di antara 476 penumpang dan anggota awak terdapat 325 pelajar sekolah menengah dan 15 guru yang melakukan perjalanan lapangan selama empat hari.

    • Sdr widodo
      Harap ganti artikel anda, karena artikel anda bercerita tentang kecelakaan transportasi, dan bukan kecelakaan pekerjaan pengangkatan dengan melibatkan crane.

  126. Nama : Oding Ganda Hernanda
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0661
    Tower Crane patah, lima orang luka berat
    Merdeka.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi. Lima karyawan PT Trimanunggal jatuh dan mengalami luka berat saat sedang bekerja.
    Kejadian itu terjadi saat melakukan pengerjaan Tower Crane (TC) atau penyeimbang rangka setinggi 12 meter pada pukul 16.30 WIB. Mereka hendak membangun Hotel Ambarosa Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Tetapi kerangka alat berat itu tiba-tiba patah.
    Menurut Solihin, saksi mata, kelima korban adalah Dwi Aryanto (32) warga Tanggerang. Dia mengalami luka pada tangan kanannya serta ke 2 jari tangan kanan putus. Kedua, Rahmat (31) luka pada kaki kanan patah serta robek pada bagian kepala.
    Sementara itu Hasan Basri (31) luka pada bagian kaki dan Budi (31) luka di bagian kaki serta Obi selaku konsultan juga mengalami luka.
    Sementara itu pihak Kepolisian Resort Bogor sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP. “Polisi memeriksa para pengelola hotel dan memasang garis polisi,” kata Kapolsek Bogor Timur Kompol Wasino.
    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/tower-crane-patah-lima-orang-luka-berat.html

    • Sdr oding ganda hernanda
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  127. BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Salah satu alat yang digunakan untuk pembangunan flyover Gatot Subroto di Jalan A Yani Km 4,5 Banjarmasin rubuh, Sabtu (22/2/2014). Kejadian ini membuat warga sekitar dan para pengguna jalan geger.
    Rubuhnya alat berat yang biasa digunakan untuk menancapkan tiang pemancang tersebut tepat di depan kantor pembiayaan Busan Auto Finance (BAF).
    Alat yang rubuh dan mengarah ke kiri itu nyaris saja memakan korban jiwa. Saat rubuh, tiangnya mengenai sepeda motor seorang pengendara.
    Perempuan yang belum diketahui namanya ini selamat, namun sepeda motor Supra bernomor polisi DA 2300 CR mengalami kerusakan.
    Badan motor penyok dan bannya langsung pecah. Akibat insiden ini, kepolisian yang kebetulan sedang berjaga langsung menutup jalan ke arah luar kota.
    NAMA : HERI SASMITA
    NPM : 12.11.106.701501.0652
    KELAS : B2
    Sumber : http://banjarmasin.tribunnews.com/2014/02/22/alat-pemancang-tiang-pembangunan-flyover-gatot-rubuh

    • Sdr HERI SASMITA
      Harap ganti artikel anda dengan artikel lain, karena aktikel sejenis ini sudah diposting terlebih dahulu oleh mahasiswa yang lain.

  128. Nama : Widodo
    Kelas : B2
    Semester : 6
    NPM: 12.11.106.701501.0630
    Terbentur Tower Crane, Koneksi Menara ICT EQ EP SMP Taman Madya Terputus
    Rabu (2/7/2014).
    Harianjogja.com, JOGJA-Akibat terbentur tower crane proyek pembangunan PT.Karya Konstrindo (PT.KK), stik ke-4 hingga ke-7 menara ICT EQ EP milik Sekolah Menengah Pertama (SMP) Taman Madya Jetis, roboh pada Rabu (2/7/2014).
    Terjadinya hal tersebut mengakibatkan jaringan koneksi pendukung pendidikan dari sekolah yang terletak di Jalan AM.Sangaji ke Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Disdikpora DIY), terputus. Menara ICT EQ EP adalah sebuah proyek bantuan dari Jepang, yang dibangun untuk menghubungkan sekitar 500 sekolah se-DIY, dalam satu jaringan intranet yang berpusat di Balai TKP Disdikpora DIY. Kerusakan menara ICT EQ EP di SMP Taman Madya Jetis, meliputi, patahnya stik ke-4 hingga ke-7, lepasnya tali sling penahan menara, rusaknya lampu menara, antena radio, dan penangkal petir.
    Sumber Pustaka :http://www.soloposfm.com/2014/07/terbentur-tower-crane-koneksi-menara-ict-eq-ep-smp-taman-madya-terputus/

  129. Nama : Muhammad nezam
    semester 6
    VIVAnews – Topan super Sandy menghantam wilayah Pantai Timur Amerika Serikat sepanjang Senin waktu setempat. Angin kencang berkekuatan ratusan kilometer per jam dan hujan deras menimbulkan banjir di darat dan gelombang tinggi di laut.
    Di Atlantic City, kekacauan akibat Sandy memporakporandakan beberapa blok wilayah pariwisata di kota tersebut. Diberitakan CNN, angin kencang dan hujan deras terjadi dari North Carolina hingga ke Maine, menyebabkan mati listrik di beberapa wilayah. Tiga juta orang di 11 negara bagian dan District of Columbia terpaksa hidup tanpa listrik.
    Topan yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Amerika Serikat ini memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi. Beberapa kota di Pantai Timur terencam banjir, salah satunya adalah kota Dewey Beach, Delaware, yang ketinggian air bisa mencapai dua meter. Di Boston, beberapa jembatan ditutup karena naiknya volume air sungai.
    Sandy juga memicu gelombang tinggi di laut. Belasan orang terlempar ke laut saat replika kapal Inggris HMS Bounty yang mereka tumpangi dihantam ombak besar di perairan Atlantik. Sebanyak 13 dari 16 orang berhasil menyelamatkan diri, tiga lainnya masih dalam pencarian.
    Angin kencang juga menewaskan seorang pria di Queens, New York. Menurut Frank Dwyer, juru bicara pemadam kebakaran Queens, pria ini tewas tertimpa pohon yang roboh menimpa rumahnya.
    Pohon-pohon yang rubuh dan puing-puing bangunan yang diterbangkan angin telah merusak beberapa gardu pembangkit listrik di New York. Reuters menuliskan, perusahaan listrik Con Edison memprediksi akan melakukan pemutusan listrik terbesar yang pernah mereka lakukan di kota itu. Sekitar 35.000 orang di Manhattan dan Brooklyn akan kena dampaknya.
    Crane Rontok
    Warga di beberapa blok di pusat kota New York terpaksa diungsikan saat alat berat berupa tower crane rontok diterpa angin. Crane baja yang beratnya berton-ton itu menggantung di ketinggian 300 meter dari permukaan tanah. Dikhawatirkan, jika dihantam angin lagi, baja itu bisa jatuh dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah, atau mungkin korban jiwa.
    Crane itu digunakan untuk pembangunan gedung yang akan didaulat sebagai apartemen termewah di kota Big Apple. Gedung bernama One57 itu akan terdiri dari 90 lantai dengan harga satu buah apartemen mencapai US$16,75 juta.
    Walikota New York Michael R. Bloomberg tidak ingin berspekulasi mengenai resiko yang akan terjadi. Tim penyelidik tengah mencari tahu cara aman untuk mengatasi masalah ini. “Karena tim sedang menyelidikinya, tidak berarti besi-besi itu tidak akan jatuh,” kata Bloomberg.
    Di kota ini juga, transportasi bus dan kereta tidak beroperasi. Sekolah diliburkan dan sekitar 400.000 orang di wilayah dataran rendah Manhattan dan beberapa tempat lainnya diperintahkan mengungsi.
    Bursa Efek New York terpaksa ditutup pada Senin dan Selasa. Ini adalah penutupan pertama sejak tahun 1985, saat Badai Gloria menghantam.
    Badan Meteorolgi Amerikat Serikat menurunkan kadar kekuatan Sandy dari tingkat badai ke topan. Walau demikian, Sandy masih masuk dalam kategori berbahaya. Sandy adalah jenis topan langka yang yang terbentuk dari aliran jet arktik yang diselimuti oleh badai tropis. (eh)
    Sumber : http://dunia.news.viva.co.id

    • Sdr nezam pw
      Artikel yang anda posting tidak ada relevansinya dengan kecelakaan kerja pengangkatan dengan melibatkan pesawat angkat (crane).

  130. Nama : Oding Ganda Hernanda
    Kelas : B2
    Semester : VI
    NPM : 12.11.106.701501.0661
    Kecelakaan Kerja Di PT.Semen Indonesia Tuban, 5 Pekerja Jatuh Terpental.
    Tuban – Kecelakaan kerja kembali terjadi dikawasan PT. Semen Indonesia. Kali ini 5 Pekerja PT. Berdikari menjadi korbanya, Sabtu (16/03/2013) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban bekerja di Perusahaan Sub Kontraktor PT. Swadaya Graha. Sebagai Operator dan Teknisi crane dikawasan Pabrik Tuban I & II.
    Kejadian bermula saat, korban sedang membenahi crane yang tidak berfungsi normal. Usai dibenahi dan kembali berfungsi normal, para pekerja nampaknya tidak siap. Hal ini membuat Dedy. L (20). Warga Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban Jempol Kirinya terjepit hingga pecah. Karena saat kejadian sedang membenahi bagian Mesin.
    Sedangkan Sulamtoro (25). Warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Mengalami luka patah terbuka pada lengan kirinya. Diduga akibat terjatuh dari atas crane. Karena tidak siap saat crane berfungsi, sehingga bergerak hingga jatuh. Kedua korban langsung mendapat perawatan intensif di RS. Milik PT. Semen Indonesia, di Kabupaten Gresik.
    Sedangkan untuk 3 korban lainnya mengalami luka ringan. Yakni Cipto (25) dan Gito (30). Keduanya warga Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban. Mereka mengalai luka pada kedua kaki dan lengannya. Diduga terkena Seling crane. Dan mendapatkan perawatan medis di RS. NU Tuban.
    Sedangkan untuk 1 korban lain Yatino (25). Warga Kabupaten Cilacap. Mengalami luka ringan pada tangan kanannya. Sehingga hanya dilakukan rawat jalan medis.
    Kapolsek Kerek, AKP Elis Suendahyani, membenarkan adanya laka kerja ini. Peristiwa berawal ketika Seling crane rusak. Dan setelah dibenahi justru membawa korban. Dan semua korban sudah mendapatkan perawatan medis.
    “5 korbannya, 2 luka berat dan harus dibawa ke Rumah Sakit milik PT. Semen Indonesi. Sedangkan 3 lainnya luka ringan. Dan sudah rawat jalan. Lokasi langsung kita Police Line, untuk penyelidikan,” jelasnya.
    Terpisah, Kasi Hubungan Internal Dan Media Luar Jakarta, PT Semen Indonesia, Faiq Niyazi. Saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan sejak Jum’at (08/03/2013) sudah putus kontrak kerja. Untuk Pembangunan dan Sewa Alat Berat. Dan pihaknya memastikan, PT. Swadaya Graha akan bertanggung jawab membantu pengobatan korban. ” Saya sangat menyayangkan kejadian itu, sebenarnya tidak perlu terjadi. Namun pihak Perusahaan akan tetap bertanggung jawab,” tegasnya.
    Sumber : http://sugarfmradionet.blogspot.com/2013/03/kecelakaan-kerja-di-ptsemen-indonesia.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s