SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150316] Tugas 2 Investigasi Insiden (Kelas Pagi A1)

55 Comments

i30

Kepada D4K3 UNIBA Semester II Kelas Pagi A1

Berdasarkan studi kasus sesuai Tugas #1 Inversitasi Insiden (Kelas Pagi A1) masing-masing sebelumnya, Anda diminta untuk membuat analisis:

  1. Kronologis kejadian kecelakaan.
  2. Analisis faktor penyebab langsung, (Direct cause factors), dan
  3. Analisis faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors).

Kerjakan tugas Anda dengan mengetik didalam kotak yang terdapat tulisan “Leave a Reply”. Posting tugas Anda tersebut dengan Copy-Paste Tugas #1 masing-masing, kemudian tambahkan analisis Anda dibagian bawah posting tersebut.

Batas akhir posting adalah hari Minggu 22 Maret 2015 pukul 22:00 wita. Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dipostingkan dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.

Tuliskan nama Anda, NIM/NPM, Semester, dan Kelas diakhir artikel. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu. Sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

TIDAK ada tugas susulan atau perbaikan nilai (remedial) untuk tugas ini. Harap diperhatikan dengan baik. Terimakasih.

Advertisements

55 thoughts on “[150316] Tugas 2 Investigasi Insiden (Kelas Pagi A1)

  1. Nama : Jamal Al Hadad
    NPM : 14.11.106.701501.1299
    Semester II Kelas A1
    MK : investigasi insiden

    Tugas 1
    Merdeka.com – China telah menghentikan pekerjaan di lebih dari 200 pabrik di provinsi timur negeri Tirai Bambu itu untuk pemeriksaan keamanan sebagai bagian dari tinjauan nasional menyusul insiden ledakan fatal di sebuah pabrik suku cadang mobil, yang menewaskan 75 orang, kata pejabat dan media pemerintah China.
    Para pejabat telah diperintahkan untuk menutup semua pabrik aluminium dan magnesium, serta pabrik lain yang menghasilkan debu logam, atas masalah keamanan, kata pemerintah di Provinsi Jiangsu dalam sebuah pernyataan pada kemarin malam waktu setempat. Sekitar 214 pabrik di Kota Suzhou dan 54 pabrik di Kota Kunshan telah ditutup dan tidak akan dibuka kembali sampai mereka memperoleh persetujuan pemerintah.
    Tidak jelas berapa lama waktu yang akan ditetapkan.
    Provinsi seperti Shaanxi, Tianjin dan Sichuan, serta wilayah administratif khusus Guangxi, juga telah meningkatkan pemeriksaan keamanan. Tindakan keras itu muncul setelah ledakan di pabrik Kunshan Zhongrong Metal Products Co Ltd pada Sabtu pekan lalu, kecelakaan industri terburuk di China dalam setahun terakhir.
    Media pemerintah melaporkan temuan awal peneliti menunjukkan Kunshan Zhongrong memikul tanggung jawab penuh atas ledakan di Jiangsu, yang juga melukai 185 orang lainnya ketika api dinyalakan di ruang yang penuh debu logam.
    Dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan dari Shanghai, pabrik Kunshan Zhongrong melakukan pekerjaan pemolesan roda bagi produsen pembuat mobil, termasuk General Motors Co.
    “Pabrik-pabrik yang ditangguhkan ditemukan mempunyai risiko keamanan yang sama dari polusi debu,” kata kantor berita resmi China Xinhua kemarin, mengutip pemerintah di Suzhou, yang meliputi kota satelit Kunshan.
    Xinhua tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang pabrik atau apa yang mereka hasilkan. Provinsi seperti Jiangsu dan Zhejiang dikenal sebagai pembuat campuran roda, di mana Jiangsu menjadi rumah bagi empat dari sepuluh eksportir top China, menurut Asosiasi Otomotif.
    Banyak pembuat campuran roda di Jiangsu memiliki praktek-praktek keselamatan yang buruk, kata pejabat dari koran China Securities Journal.
    Awal pekan ini, Presiden China Xi Jinping menuntut penyelidikan penuh ke dalam apa yang terjadi di Kunshan Zhongrong dan mereka yang bertanggung jawab harus dihukum.
    Dewan Negara Komisi Keselamatan Kerja China memerintahkan inspeksi nasional dan kampanye keselamatan yang ditargetkan kepada pabrik-pabrik yang memproses aluminium, magnesium, batubara, kayu, kertas, tembakau, kapas dan plastik, kata Xinhua.
    Xinhua juga mengatakan pemerintah akan menyusun peraturan yang komprehensif untuk pengendalian debu di pabrik-pabrik.
    Polisi membawa setidaknya dua wakil Kunshan Zhongrong ke tahanan awal pekan ini, Xinhua melaporkan.

    Sumber pustaka:
    http://iorg.merdeka.com/piala-dunia/china-tutup-268-pabrik-usai-insiden-ledakan-fatal.html
    ==================================================================

    Tugas 2

    Kronologi :
    sebuah ledakan keras terjadi di pabrik pembuatan pelek di Kunshan Zhongrong Metal Products Co Ltd, China. Dalam kejadian tersebut, 69 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 180 lainnya mengalami luka-luka. Para korban mayoritas merupakan pekerja pembuatan pelek. Ledakan terjadi ketika api dinyalakan di ruang yang penuh debu logam. Debu yang menumpuk dan logam halus belum dibersihkan tepat pada waktunya, sehingga memicu terbakarnya partikel. Ledakan yang keras itu bahkan disebutkan terdengar hingga radius 2 km. Ledakan tersebut begitu keras hingga menghancurkan jendela-jendela yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi ledakan. , menurut Asosiasi Otomotif. Banyak pembuat campuran roda di Jiangsu memiliki praktek-praktek keselamatan yang buruk, kata pejabat dari koran China Securities Journal.

    Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Bangunan yang tidak sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan
    – Bengkel atau pabrik itu dipenuhi oleh terlalu banyak saluran perakitan pemrosesan
    – Ada kekurangan alat pengangkut debu di lokasi tersebut
    – Terdapat alat listrik di bawah standard di lokasi pabrik
    – Langkah keselamatan kerja belum sepenuhnya dilaksanakan.

    Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – Kurangnya sikap keselamatan kerja untuk karyawan pabriknya
    – Suasana dan ruangan kerja yg tidak kondusif
    – Stresss

  2. Nama : Yulianti Indarti
    Kelas : A1 ( semester II )
    Mk : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1438

    PEKERJA KONTRAKTOR TAMBANG FREEPORT TEWAS TERJEPIT TRUK

    Jakarta -Kementerian ESDM melaporkan peristiwa kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja kontraktor di tambang PT Freeport Indonesia, Papua.

    “Saya dapat laporan dari manajemen Freeport ada satu pekerja yang tewas. Kita sudah kirimkan inspektur tambang untuk selidiki kejadian ini,” jelas Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2015).

    Sukhyar mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan dari inspektur tambang. Namun berdasarkan laporan awal yang didapatkan oleh Sukhyar, pekerja tersebut tewas di bengkel yang lokasinya di pertambangan Freeport, Papua.

    Karena itu, ujar Sukhyar, Kementerian ESDM belum bisa memastikan apakah akan memberikan sanksi atau tidak kepada Freeport terkait insiden tersebut. Namun keselamatan kerja harus menjadi perhatian serius Freeport, terkait perpanjangan kontrak yang diminta oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini.

    “Pemerintah saat ini meminta Freeport serius dalam aspek keselamatan, baik itu untuk pekerja, dan orang yang datang ke sana,” cetus Sukhyar.

    Informasi terpisah dari Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba, Bambang Susigit, kecelakaan di tambang Freeport terjadi pada 24 Januari 2015 pukul 13.30 WIT.

    “Korban atas nama Suwardi Ilyas, berstatus karyawan divisi mill PT Panca Duta Karya Abadi (kontraktor). Lokasi dekat power plant (pembangkit listrik),” jelas Bambang.

    Menurut penjelasan Bambang, ada truk bernomor 730178 yang mundur dan menjepit korban. Lokasi insiden di bengkel.

    “Akibatnya korban cidera serius pada dada kanan dan patah tulang. Korban meninggal 25 Januari 2015 pukul 07.50 WIT di RS Tembagapura,” kata Bambang.
    (dnl/hen)

    Sumber Pustaka :

    http://finance.detik.com/read/2015/01/26/174657/2814455/1034/1-pekerja-kontraktor-tambang-freeport-tewas-terjepit-truk

    =================================================================
    TUGAS 2 :

    ANALISIS : PEKERJA KONTRAKTOR TAMBANG FREEPORT TEWAS TERJEPIT TRUK.

    Jakarta -PT Freeport Indonesia sedang menanti keputusan pemerintah terkait kelanjutan kontraknya di Papua. Pasalnya, Freeport siap tambah investasi US$ 17,5 miliar, tapi kontraknya berakhir pada 2021.
    “Freeport saat ini sedang menunggu kepastian dari pemerintah (Perpanjangan kontrak). Anda semua tahu, berdasarkan aturan perpanjangan hanya bisa diajukan dua tahun sebelum kontranya habis atau baru bisa diajukan di 2019,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan No 18, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2015).
    Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Pemeritah Nomor 77 Tahun 2015, tentang Perubahan ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara, perpanjangan kontrak tambang baru bisa dilakukan paling cepat dua tahun sebelum kontrak berakhir.
    Sudirman mengatakan, sementara Freeport akan menginvestasikan pengembangan tambah bawah tanah (underground) senilai US$ 15,2 miliar, dan pembangun pabrik smelter sebesar US$ 2,3 miliar.
    “Mereka butuh kepastian,” ujarnya.
    Ia mengungkapkan, salah satu cara pemerintah agar dapat memberikan kepastian kepada Freeport alias memberikan keputusan perpanjangan kontrak sebelum 2019, adalah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
    “Mungkin ada jalan lain, misalnya menggunakan rezim IUPK, khusus karena mereka bekas dari kontrak karya. Sehingga Freeport bisa melanjutkan usahanya dan ada kepastian,” katanya.
    Sudirman mengakui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan dukungannya kepada penyelesaian kontrak Freeport. Terutama ada peluang untuk melakukan amandemen kontrak, sehingga pemerintah dalam mengambil manfaat yang sebesar-besarnya demi kepentingan negara dan pemda.
    “Apalagi Freeport sudah melaksanakan 11 dari 17 tuntutan Pemda Papua, mulai dari penyimpanan uang di Bank Papua, putra-putri Papua bisa menduduki posisi penting dan tinggi di Freeport, dan CSR diperbesar,” katanya.
    “Yang masih sedang dibahas dengan Freeport, terkait penyempitan wilayah kerja, pembangunan smelter, penerimaan negara, local content, dan perpanjangan kelanjutan usaha. Tapi sebagian sudah disepakati,” tutupnya.
    (rrd/ang)

    • Sdri Yulianti Indarti,
      Apa yang menjadi faktor penyebab langsung dan faktor penyebab tak langsung dari kasus tersebut? Ulasan anda belum menganalisis faktor-faktor tersebut.

  3. Nama : Elis Pujowati
    NPM : 14.11.106.701501.1336
    Semester : II Kelas A1
    MK : Investigasi Insiden

    PABRIK PETASAN DI CHINA MELEDAK, 12 ORANG TEWAS

    BEIJING – Sebuah pabrik yang memproduksi petasan serta kembang api di China dilaporkan meledak. Peristiwa ini menelan 12 korban jiwa.

    Kejadian itu tepatnya terjadi di Nanyang Export Fireworks Factory yang terletak di Kota Liling di Provinsi Hunan. Selain menelan korban jiwa, terdapat pula 33 korban luka.

    Dari keterangan Pemerintah Kota Liling, jumlah korban luka mengalami perubahan. Sebelumnya, Pemerintah Kota Liling mengklaim korban luka berjumlah 38 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan korban luka ternyata hanya 33 orang.

    Untuk saat ini Pemerintah China masih belum bisa memastikan apa penyebab dari ledakan ini. Namun, mereka memastikan pabrik tersebut memiliki perizinan dan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan otoritas setempat. Demikian dilansir dari Associated Press, Selasa (23/9/2014)

    Negeri Tirai Bambu merupakan negara produsen kembang api dan petasan terbesar di dunia. Benda itu banyak digunakan dalam menyambut Tahun Baru Imlek.

    Sementara itu, China juga dikenal sebagai Negara yang kecelakaan di tempat kerja sangat sering terjadi. Hal ini dikarenakan standar keamanan yang ditetapkan Pemerintah China baik pusat maupun daerah sangatlah rendah.

    Sumber Pustaka :

    http://news.okezone.com/read/2014/09/23/413/1043026/pabrik-petasan-di-china-meledak-12-orang-tewas

    =================================================================

    TUGAS 2 :

    MENGANALISIS : KEJADIAN PABRIK PETASAN DICHINA MELEDAK, 12 ORANG TEWAS.
    Dua belas orang dikonfirmasi tewas dan dua lainnya hilang setelah sebuah ledakan di sebuah pabrik kembang api di China tengah Provinsi Hunan pada hari Senin, kata pihak berwenang setempat, Selasa
    Ledakan itu terjadi sekitar pukul 15:00 Senin di Nanyang Ekspor Fireworks Pabrik di Baofeng Desa Liling City Provinsi Hunan ketika kejadian 47 pekerja berada di tempat, kata markas pertolongan.
    Ledakan itu menewaskan 12 pekerja, dua lainnya hilang dan juga melukai 33 orang, termasuk tiga orang yang lewat. Tiga pekerja terluka.
    Empat terluka parah telah dipindahkan ke rumah sakit yang lebih baik di Kota Zhuzhou. Dua puluh enam tetap dirawat di rumah sakit di Liling dan tiga luka ringan telah kembali ke rumah.
    Sumber: english.sina.com

    • Sdri Elis Pujowati,
      Apa yang menjadi faktor penyebab langsung dan faktor penyebab tak langsung kasus tersebut? Ulasan anda belum menganalisis faktor-faktor tersebut.

  4. Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1
    MK : Investigasi insiden
    Tugas 1
    1.402 Buruh Alami Kecelakaan Kerja
    Angka kecelakaan kerja di wilayah Ibukota Provinsi Banten sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, sejak Januari-Agustus 2013, jumlah kecelakaan kerja tercatat mencapai 1.402 kali. Dari jumlah itu korban meninggal tercatat 16 orang.
    Sementara tahun sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi 2.491 kali. Dalam setiap kecelakaan kerja itu, buruh mengalami luka mulai ringan, hingga berat dan tewas. ”Di antara 1.402 orang yang mengalami kecelakaan, 16 orang tewas. Yakni satu orang sakit, satu orang terjepit mesin, dan 14 orang kecelakaan lalu lintas,” terang Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Disnakertrans abupaten Serang Sugi Hardono.
    Dia juga membeberkan, dari kasus kecelakaan selama 2013 itu sebanyak 1.386 orang mengalami luka-luka mulai ringan hingga berat. Dari banyaknya kecelakaan kerja ini, terang Sugi lagi, paling banyak terjadi di wilayah kawasan industri di Serang bagian timur. Selanjutnya di wilayah industri di bagian Serang utara atau kawasan industri yang berdekatan dengan Kota Cilegon..
    Menurut pejabat yang akrab disapa Sugi ini, buruh yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan kerja terjadi karena terjepit mesin lift atau pesawat alat angkat (forklip), terkena perkakas kerja, tersengat listrik, terkena bahan kimia, atau terkena bahan mudah terbakar atau benda panas serta kecelakaan kerja saat pulang kerja atau berangkat dan saat mengantarkan barang milik perusahaan.
    Dia juga mencatat, pelaporan kerja kepada instansinya memang sangat tinggi. Bayangkan, dalam satu hari terjadi 6-7 kali laporan kecelakaan kerja yang dialami buruh. ”Penyebab kecelakaan kerja itu ada dua yaitu karena kondisi kerja yang tidak baik atau karena kesalahan manusia (human error). Tapi prinsipnya setiap kecelakaan kerja itu menjadi tanggung jawab pemberi kerja,” katanya.
    Sugi menambahkan, untuk meminimalisasi jumlah kecelakaan kerja pihaknya melakukan fungsi-fungsi pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Serang sesuai dengan aturan-aturan yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehataan kerja. Misalnya, kata Sugi lagi, jika ditemukan ada alat-alat yang berpotensi terjadi kecelakaan kerja, pihaknya akan meminta ke perusahaan untuk merekayasanya agar tidak berbahaya.
    ”Kita juga minta agar perusahaan memberikan pelatihan kepada karyawannya tentang cara menjalankan alat atau mesin, sehingga sehat dan aman bagi karyawannya,” katanya.
    Sementara itu, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPKEP-KSPI) Kabupaten Serang, Argo Priyo Sujadmiko menilai banyak perusahaan di wilayah Kabupaten Serang yang melakukan pengabaian keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
    Selain standar keselamatan, juga tanggung jawab perusahaan terhadap kecelakaan kerja minim. ”Kasus pengabaian keselamatan kerja sudah bukan rahasia umum lagi. Bahkan tak sedikit karyawan yang mengalami kecelakaan kerja hanya diobati. Padahal mestinya juga mendapatkan hak santunan,” katanya, kemarin (25/8).
    Dia juga menilai momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dicanangkan pemerintah setahun sekali selama ini hanya seremoni belaka. Lantaran, kata dia juga, momentum itu tidak banyak membuat kesadaran tanggung jawab perusahaan meningkat. ”Pemerintah harus melihat gejala ini. Terutama di daerah-daerah,” tandasnya.
    Di bagian lain, Kepala Disnakertrans Banten, Erick Syehabuddin saat dimintai tanggapannya mengaku sudah melakukan koordinasi rutin perihal ketenakerjaan termasuk hak dan tanggung jawab perusahaan berkaitan dengan K3. ”Itu hak buruh saat mengalami kecelakaan kerja. Saya kira pihak perusahaan tahu aturan hukum ketenaga kerjaan,” terangnya singkat.
    http://www.jpnn.com/read/2013/08/26/187760/1.402-Buruh-Alami-Kecelakaan-Kerja-

    ===========================================================================
    Tugas 2
    KRONOLOGI :
    Angka kecelakaan kerja di wilayah Ibukota Provinsi Banten sangat tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, sejak Januari-Agustus 2013, jumlah kecelakaan kerja tercatat mencapai 1.402 kali. Dari jumlah itu korban meninggal tercatat 16 orang.Sementara tahun sebelumnya, kecelakaan kerja terjadi 2.491 kali. Dalam setiap kecelakaan kerja itu, buruh mengalami luka mulai ringan, hingga berat dan tewas. ”Di antara 1.402 orang yang mengalami kecelakaan, 16 orang tewas. Yakni satu orang sakit, satu orang terjepit mesin, dan 14 orang kecelakaan lalu lintas,kecelakaan selama 2013 sebanyak 1.386 orang mengalami luka-luka mulai ringan hingga berat. Dari banyaknya kecelakaan kerja ini, buruh yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan kerja terjadi karena terjepit mesin lift atau pesawat alat angkat (forklip), terkena perkakas kerja, tersengat listrik, terkena bahan kimia, atau terkena bahan mudah terbakar atau benda panas serta kecelakaan kerja saat pulang kerja atau berangkat dan saat mengantarkan barang milik perusahaan. Dalam satu hari terjadi 6-7 kali laporan kecelakaan kerja yang dialami buruh. Penyebab kecelakaan kerja itu ada dua yaitu karena kondisi kerja yang tidak baik atau karena kesalahan manusia (human error). Tapi prinsipnya setiap kecelakaan kerja itu menjadi tanggung jawab pemberi kerja.
    Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Alat yang tidak sesuai dengan standar keselamatan kerja
    – Banyaknya bahan kimia dan bahan mudah trbakar
    – APD yang tidak memadai untuk karyawannya
    – Bangunan yang tidak sesuai dengan standar keselamtan kerja
    Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – Human error (kesalahan manusia)
    – Kondisi kerja yang tidak baik
    – Kurang focus pada karyawan
    Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1
    MK : Investigasi insiden

    • Sdr Agung Nugraha,
      Tugas yang anda kerjakan tidak konsisten. Pada Tugas 1 Anda mengulas artikel tentang “Kecelakaan Kerja di PT Semen Indonesia Tewaskan Satu Pekerja”, namun pada tugas 2 malah yang tercantum adalah “1.402 Buruh Alami Kecelakaan Kerja”. Perbaiki kembali analisis anda sesuai posting Tugas 1 sebelumnya.

  5. Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angelita
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

    JATUH KE TANGKI AIR PEKERJA DI PEMBANGKIT NUKLIR JEPANG TEWAS

    Tokyo – Seorang pekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di Jepang tewas. Pekerja ini jatuh ke dalam tangki penampungan air setinggi 10 meter, ketika sedang memeriksanya.

    Kecelakaan kerja berujung kematian ini merupakan insiden kedua yang terjadi di Fukushima dalam kurun waktu kurang dari setahun. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (20/1/2015).

    Pekerja yang tidak disebut namanya ini bekerja untuk perusahaan konstruksi Hazama Ando Corp. Dalam insiden yang terjadi Senin (19/1), pekerja ini tengah menginspeksi tangki penampungan air di kompleks tersebut.

    Saat itu, tangki tengah dalam keadaan kosong. Si pekerja ini terjatuh ke dalam tangki setinggi 10 meter. Dia dilarikan ke rumah sakit, sebelum akhirnya meninggal dunia pada keesokan harinya, atau Selasa (20/1) ini.

    “Kami sangat menyesal atas kematian pekerja tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarganya. Kami berjanji untuk melakukan langkah-langkah demi mencegah tragedi serupa tidak terjadi lagi,” ucap head manager pembangkit listrik Fukushima, Akira Ono dalam pernyataannya.

    Jumlah kecelakaan kerja di pembangkit listrik Fukushima yang mengalami kerusakan setelah gempa dan tsunami besar tahun 2011 lalu mengalami peningkatan hingga 55 kasus untuk tahun lalu. Hal ini terjadi seiring meningkatnya upaya pembersihan dan penambahan jumlah pekerja oleh pihak operator, Tokyo Electric Power Co.

    Pada Maret lalu, seorang pekerja tewas setelah tertimbun tanah saat menggali selokan di kompleks Fukushima.

    Pekan lalu, inspektur ketenagakerjaan setempat memperingatkan Tokyo Electric soal hal tersebut. Mereka meminta operator untuk menangani masalah tersebut dengan segera.

    “Ini bukan hanya masalah meningkatnya jumlah kecelakaan kerja. Ini kasus yang serius, termasuk kematian dan cedera serius yang terus meningkat jadi kami meminta Tokyo Electric untuk meningkatkan pengamanan,” ucap inspektur tenaga kerja setempat, Katsuyoshi Ito yang mengawasi pembangkit Fukushima.

    Ito menambahkan, pihaknya masih menyelidiki kematian terbaru ini.

    SUMBER PUSTAKA :

    http://news.detik.com/read/2015/01/20/110707/2808162/1148/jatuh-ke-tangki-air-pekerja-di-pembangkit-nuklir-jepang-tewas

    =================================================================

    TUGAS 2 :

    MENGANALISIS : JATUH KE TANGKI AIR PEKERJA DI PEMBANGKIT NUKLIR JEPANG TEWAS.
    Empat pekerja di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi, Jepang, akan menggugat Tokyo Electric Power Company (TEPCO) pada Rabu, 3 September 2014, untuk meminta kenaikan gaji. Mereka merasa gaji yang diberikan terlalu kecil bila dibandingkan dengan pekerjaan yang penuh risiko.
    Pekerja ini memperbaiki saluran pipa di tangki air yang bocor akibat tsunami 2011. Mereka harus berhadapan langsung dengan radiasi nuklir yang tersebar di sekitar tangki. Pekerja menuntut TEPCO membayar sekitar US$ 96 ribu (Rp 1,1 miliar) untuk setiap karyawan.
    “Upah kami tidak berubah bahkan setelah TEPCO mengumumkan kenaikan gaji buruh pada November lalu,” kata seorang pekerja, seperti dilaporkan NHK, Senin, 1 September 2014.
    Para karyawan juga meminta TEPCO menjamin kesehatan mereka. Sebab, para karyawan telah terpapar radiasi selama berbulan-bulan.
    Tsuguo Hirota, pengacara yang mewakili penggugat, mengatakan TEPCO bertanggung jawab untuk memastikan pekerja di subkontrak ini diberi upah yang sesuai. “Kami akan menjelaskan bagaimana kondisi pekerja pabrik Daiichi secara terbuka di ruang sidang,” kata Hirota.
    Pejabat di TECPO mengatakan mereka tidak menyadari akan ada gugatan dari pekerja. Namun pejabat itu menjelaskan bahwa TEPCO akan menangani kasus ini dan mendengar permintaan penggugat di pengadilan.
    Para pekerja yang bertugas menghancurkan pembangkit nuklir Jepang yang rusak mengajukan tuntutan kepada operator Tokyo Electric (Tepco) karena gaji yang belum dibayar.
    Nilai keseluruhan dari gaji yang dituntut sebesar 65 juta yen (sekitar Rp7,2 miliar) yang merupakan tambahan tunjangan karena pekerjaan mereka membahayakan.
    Mereka mengklaim ganti rugi untuk memindahkan puing-puing yang terkontaminasi dan berada di seputar pembangkit juga menimbulkan risiko.
    Inilah untuk pertama kalinya Tepco menghadapi tuntutan legal dari pekerja Fukushima menyangkut gaji dan kondisi kerja.
    Tuntutan itu diajukan oleh dua pekerja dan dua mantan staf Fukushima yang berusia antara 30 sampai 60 tahun.
    Perusahaan Jepang itu belum mengeluarkan komentar.
    “Kesehatan saya mungkin akan terkena dampaknya,” kata salah seorang pekerja seperti yang dilaporkan NHK.
    “Saya rasa banyak orang yang tidak dapat berbicara secara langsung terkait masalah ini.”
    Reaktor nuklir Fukushima mengalami kerusakan menyusul gempa dan tsunami Maret 2011.
    Kebocoran akibat bencana itu menyebabkan daerah di seputar tidak layak lagi untuk digunakan.

    • Sdri Thiesska Fiveprilliyane Angelita,
      Apa yang menjadi faktor penyebab langsung dan faktor penyebab tak langsung kasus tersebut?
      Ulasan anda belum menganalisis faktor-faktor tersebut.

  6. #TUGAS 1
    ARTIKEL
    Nama : Marliansyah Gading
    NPM : 14.11.106.701501.1308
    Kelas : A1
    MK : Investigasi Insiden
    BONTANG — Insiden mematikan terjadi saat pembangunan proyek Kaltim 5 di area PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Rabu (12/2) lalu. Seorang pekerja bernama Tukiyo (40), jatuh dari ketinggian 8,18 meter sekira pukul 14.30 Wita.
    Warga perumahan BTN PKT itu sempat kritis sebelum akhirnya tewas di RS PKT sekira pukul 19.05 Wita.
    Informasinya, korban yang tewas itu adalah karyawan PT Panca Duta Prakarsa. Perusahaan itu merupakan subkontraktor PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT)-Toyo Engineering, selaku konsorsium proyek Kaltim 5. PT Panca mengerjakan pembangunan penampungan air laut atau sea water intake (SWI) di Kaltim 5.
    Kejadiannya, saat itu korban bersama 20 pekerja lainnya sedang bekerja di area SWI proyek Kaltim 5. Di sana, mereka sedang memasang pipa scafolding di ketinggian 8,18 meter dari dasar. Nahas, korban pun terlpeleset dan jatuh ke tanah.
    “Korban ini sedang memasang scafolding untuk persiapan pemasangan atap SWI. Saat bekerja, korban sudah menggunakan body harness (tali pengaman). Saat akan berpindah, korban melepas body harness. Saat pindah itulah, korban terpeleset dan jatuh,” kata Humas PKT HM Eduarsyah, kemarin.
    Usai terjatuh itu, korban langsung dilarikan ke RS PKT. Nahas, luka berat yang diderita korban membuatnya tak mampu bertahan. Korban pun dinyatakan tewas. Saat ini, proses penanganan korban dilakukan oleh Polres Bontang.
    “Selanjutnya korban diterbangkan ke Balikpapan dan pagi tadi (kemarin, Red.) diterbangkan lagi ke Jakarta. Jenazah korban dikirim ke tempat tinggalnya di Cilacap. Semuanya (santunan hingga pemberangkatan, Red.) ditanggung IKPT,” kata Eduarsyah.
    Lalu, apakah insiden tersebut mengganggu pembangunan” Eduarsyah menyebutnya tidak. Kata dia, pembangunan akan terus berjalan.
    “Kasusnya kan masih ditangani polisi. Pastinya (pembangunan, Red.) tidak mengganggu. Sebagai informasi, saat ini progres pembangunan proyek Kaltim 5 secara keseluruhan sudah mencapai 92 persen,” ujarnya.
    Terpisah, Kapolres AKBP Heri Sasangka melalui Kasat Reskrim AKP Tasimun mengatakan, untuk saat ini tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa itu sudah dipasang police line (garis polisi). Itu dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan polisi, untuk mengungkap kecelakaan (laka) kerja tersebut.
    “TKP sudah kami police line. Unit Identifikasi juga sudah mengambil beberapa alat bukti serta mengambil gambar TKP. Hingga saat ini (kemarin, Red.) sudah tiga saksi kami periksa terkait kejadian ini. Dua saksi kami periksa siang dan satu saksi kami periksa malam,” kata Tasimun. (gun)
    Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/02/14/216471/Proyek-Kaltim-5-Makan-Korban
    ==============================================================================
    #TUGAS 2
    ANALISIS
    1. Kronologis kejadian kecelakaan.
    Peristiwa kecelakaan terjadi saat pembangunan proyek Kaltim 5 di area PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Rabu (12/2). Seorang pekerja bernama Tukiyo berusia 40 tahun, jatuh dari ketinggian 8,18 meter sekira pukul 14.30 Wita.
    Korban adalah karyawan PT Panca Duta Prakarsa. Perusahaan itu merupakan subkontraktor PT Inti Karya Persada Tehnik (IKPT)-Toyo Engineering, selaku konsorsium proyek Kaltim 5. PT Panca mengerjakan pembangunan penampungan air laut atau sea water intake (SWI) di Kaltim 5.
    Kejadiannya, saat itu korban bersama 20 pekerja lainnya sedang bekerja di area SWI proyek Kaltim 5. Di sana, mereka sedang memasang pipa scafolding di ketinggian 8,18 meter dari dasar.
    Saat bekerja, korban sudah menggunakan body harness (tali pengaman). Saat akan berpindah, korban melepas body harness. Saat pindah itulah, korban terpeleset dan jatuh.
    Usai terjatuh itu, korban langsung dilarikan ke RS PKT. Nahas, luka berat yang diderita korban membuatnya tak mampu bertahan. Korban pun dinyatakan tewas.

    2. Analisis Penyebab Langsung (Direct cause factors)
    • Tindakan pekerja yang tidak aman.
     Pekerja melepaskan body harness (tali pengaman) saat masih bekerja di ketinggian.
    • Kondisi yang tidak aman.
     Kondisi pipa scafolding yang tidak aman menyebabkan pekerja terpeleset dan terjatuh.

    3. Analisis faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors).
    • Kurang fokus saat bekerja.
    • Kondisi pekerja yang tidak sehat.
    • Jam kerja yang berlebih.
    • Kurangnya pengawasan koordinator terhadap pekerja.

  7. Nama : Sihwindu adi nugroho
    NPM : 14.11.106.701501.1317
    Semester II Kelas A1

    Tugas #1 : Investigasi insiden

    Merdeka.com – Ahmad Komari tewas setelah terjatuh dari lantai 29 ke lantai dua proyek bangunan The Grove Rasuna Epicentrum. Pria nahas yang bekerja sebagai tukang kayu itu ternyata seorang anak di bawah umur.
    Dari identitas korban, diketahui Ahmad lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 9 Mei 1996 atau masih berumur 16 tahun. Seperti diketahui, UU Perlindungan Anak melarang mempekerjakan seorang anak (di bawah 18 tahun).
    Kanit Reskrim Polsek Setiabudi, AKP Riftajudin, menyebutkan Ahmad jatuh sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (17/6/12).
    “Korban jatuh dari lantai 29, saat jalan menginjak bordak, (seng plat) baloknya patah,” ujar Riftajudin di lokasi kejadian.
    Saat ini jenazah Ahmad sudah dibawa ke RSCM untuk divisum.

    Sumber pustaka:
    http://m.merdeka.com/peristiwa/pekerja-tewas-di-rasuna-epicentrum-masih-di-bawah-umur.html

    Tugas #2
    ****** Kronologis kejadian dan faktor penyebab secara langsung / tidak langsung******

    Setelah saya mencari diberbagai sumber ternyata tidak mendapatkan secara detail kronologis kejadian waktu itu. Saya akan mencoba menskenario sedikit kronologis.
    Kejadian waktu itu menelan korban “dibawah umur” yg bernama ahmad komari. Ahmad adalah pekerja tukang kayu. Singkat cerita , korban hendak menaiki gedung pembangunan epicentrum , pada saat itu pula korban berjalan diketinggian / lantai 29. Korban berjalan menelusuri bordak/Plat seng yg menurut si korban itu kokoh. Tapi sayangnya , bordak tersebut pun patah dan korban terjatuh dari lantai 29.

    Seharusnya pemerintah memahami setiap pekerja , padahal menurut konstitusi diNegara ini melarang untuk mempekerjakan anak dibawah umur yang pada saat itu korban berumur 16 tahun. Kenapa bisa lolos begitu saja padahal korban menangani proyek besar seperti rasuna epicentrum. Jika ada pendataan pekerja , kenapa pihak perusahaan
    ” meloloskan ” sikorban untuk bekerja. Seperti inilah yang melanggar. Dan saya coba mencari kelanjutan kasus ini ternyata hukum tidak berlanjut. Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, tidak membenarkan jika sebuah perusahaan mempekerjakan anak di bawah umur. Menurutnya hal itu termasuk tindakan kriminal. Arist pun (Komnas perlindungan anak) akan melaporkan ke Kemenakertrans jika polisi tidak bertindak tegas. Kejadian waktu itu terjadi pada tahun 2012 , hingga saat ini saya tidak menemukan kelanjutannya. atau mungkin pihak yang bersangkutan sengaja tidak mempublikasikan.

    Analisis faktor penyebab langsung :
    -tidak mengenakan harness
    -ceroboh (16 tahun)
    -gegabah dalam melangkah
    -kurang diperhatikan oleh pengawas
    -bordak tidak safe
    -kemungkinan tidak ada rambu-rambu
    -cuaca panas (fisik)
    -tanpa lifting
    -scaffolding kurang kokoh/kuat menahan beberapa beban pekerja selain korban

    Analisis faktor penyebab tidak langsung :
    -faktor ekonomi keluarga
    -beban hidup
    -phobia
    -motivasi ingin merubah hidup jadi lebih berkecukupan
    -jam kerja (tidak sesuai dengan umur16)
    -mental belum seirama dengan pekerja lain
    -pihak perusahaan meNomor 1 kan uang tetapi melupakan para pekerja dibawahnya
    -perusahaan tidak peduli konstitusi mengenai tenaga kerja dibawah umur

    Mungkin itu kronologi kejadian yang bisa saya tambahkan dan ada beberapa Direct cause factors dan Indirect cause factors

    Nama : Sihwindu adi nugroho
    NPM : 14.11.106.701501.1317
    Semester II Kelas A1

  8. Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1
    Semester : 2
    MK : Investigasi Insiden

    Tugas 1

    Kecelakaan Kerja di PT Semen Indonesia Tewaskan Satu Pekerja

    Dion Fajar – detikNews
    Tuban – Kecelakaan kerja terjadi di area tambang batu kapur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Desa Karang Lo, Kecamatan Merakurak, Tuban. Seorang operator alat pengebor batu kapur (quarry drill) bernama Vicky Baktia Hermawan (21) tewas.
    Warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu tewas terjepit alat berat ketika sedang bekerja mengganti oli quarry drill.
    “Korban sedang mengganti oli mesin bor, tiba-tiba ada truk di tanjakan tergelincir ke belakang, lalu menghantam tubuh korban,” jelas Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat kepada wartawan, Jumat (20/9/2013).
    “Korban tergencet diantara truk dan alat berat sehingga tewas di lokasi kejadian dengan luka parah pada bagian kepala,” sambungnya saat ditemui detikcom di Mapolres Tuban.
    Truk yang menjadi penyebab utama diketahui sedang dikendarai oleh Salahudin, warga Lasem, Jawa Tengah. Namun belum diketahui secara pasti penyebab bagaimana truk tergelincir sehingga mengakibatkan tewasnya korban.
    “Itu (penyebab tergelincir) yang masih kita dalami. Apakah saat itu posisi truk direm atau sedang diganjal batu,” terang Kasat.
    Pasca kejadian, mayat korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah Rumah Sakit Umum Dokter Koesma Tuban untuk diotopsi. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi.
    Hingga kini polisi masih mendalami penyebab utama kecelakaan kerja tersebut. “Anggota masih di lokasi untuk olah TKP (Tempat Lejadian Perkara),” pungasnya.
    Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Internal dan Media PT SI M. Faiq Niyazi membenarkan adanya kejadian itu. Faiq mengatakan jika korban adalah tenaga outsourcing dari anak perusahaan PT SI yakni PT UTSG.
    “Kasus ini kami tangani dengan baik. Kami menyesalkan adanya peristiwa ini. Kami juga akan beri santunan kepada keluarga korban,” ujar Faiq.

    Sumber pustaka: http://news.detik.com/surabaya/read/2013/09/20/143316/2364767/475/kecelakaan-kerja-di-pt-semen-indonesia-tewaskan-satu-pekerja

    ============================================================================

    Tugas 2

    KRONOLOGI :
    Kecelakaan kerja terjadi di area tambang batu kapur PT Semen Indonesia. Seorang operator alat pengebor batu kapur (quarry drill) bernama Vicky Baktia Hermawan (21) tewas. Warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak itu tewas terjepit alat berat ketika sedang bekerja mengganti oli quarry drill. Korban sedang mengganti oli mesin bor, tiba-tiba ada truk di tanjakan tergelincir ke belakang, lalu menghantam tubuh korban, “Korban tergencet diantara truk dan alat berat sehingga tewas di lokasi kejadian dengan luka parah pada bagian kepala,”Truk yang menjadi penyebab utama diketahui sedang dikendarai oleh Salahudin, warga Lasem, Jawa Tengah. Namun belum diketahui secara pasti penyebab bagaimana truk tergelincir sehingga mengakibatkan tewasnya korban. Pasca kejadian, mayat korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah Rumah Sakit Umum Dokter Koesma Tuban untuk diotopsi.

    Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Letak mesin
    – Pekerja tidak di lengkapi alat pelndung diri
    – Tempat kerja yang licin atau kotor
    – Tidak ada rambu rambu yang di pasang di tempat kerja
    – Peralatan kerja yg telah rusak

    Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – Tidak focus saat bekerja
    – Kurang cepat dalam mengambil keputusan
    – Tidak mengindahkan instruksi
    – Lingkungan kerja yang tidak baik

    Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1
    Semester : 2
    MK : Investigasi Insiden

  9. Tugas #1

    Senin, 23 September 2013 22:15

    Merdeka.com – Seorang pekerja kontrak PT Pertamina RU II tewas dalam kecelakaan kerja di lingkungan kilang minyak Putri Tujuh, Dumai, Riau.
    Informasi dihimpun menyebutkan korban bernama Benget Beda Simanulang (45) bekerja sebagai ahli pengelasan pipa (Welder) di dapur pengolahan minyak kilang Pertamina RU II.
    Benget dilaporkan pada saat itu sedang bekerja las pipa di atas ketinggian 4 meter dengan badan terikat tali penyelamat.
    Namun secara tiba-tiba, pipa menyemburkan air panas bersuhu 140 derajat celsius dan mengenai sekujur tubuh korban yang sedang bekerja dan tidak bisa melepaskan diri karena sedang terikat tali.
    “Pipa yang sedang dilas oleh korban pada saat itu diduga tersumbat. Ketika air panas menyembur, dia tidak bisa mengelak dan akhirnya terkena semburan,” kata Amin seorang warga.
    Istri korban, Boru Sihombing mengatakan, setelah tubuh korban diturunkan dari atas pipa, langsung dilarikan ke RS Pertamina di komplek perumahan karyawan di Kelurahan Bukit Datuk untuk mendapatkan perawatan.
    “Nyawa korban tidak terselamatkan setelah dirujuk ke rumah sakit Santa Maria di Pekanbaru,” kata Boru Sihombing.
    Korban yang meninggalkan 3 orang anak ini mengalami luka bakar parah di sekujur tubuh. Hanya di bagian kepala yang tidak terkena air panas karena saat kejadian sedang mengenakan helm pelindung.
    Benget disemayamkan di rumah duka di Gang Cengkeh, Jalan Kesuma, Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur dan direncanakan akan dimakamkan di pekuburan keluarga Batak di Simpang Murini, Kecamatan Bukit Kapur.
    “Kami sebagai keluarga korban meminta pertanggungjawaban Pertamina karena mengalami kecelakaan kerja di lingkungan perusahaan,” ujar Istri korban.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/pekerja-pertamina-tewas-tersembur-air-panas-saat-las-pipa.html

    =====================================================================

    Tugas #2

    1. Kronologis kejadian kecelakaan
    Awalnya pada pukul 15.50 Jumat (20/9) Banget (45) sedang bekerja las pipa di atas ketinggian 4 meter, di area Chamber 140-V-1A Coker HOC (Heavy Oil Complex) Kilang Pertamina dengan badan terikat tali penyelamat. Saat itu korban sedang melakukan pemotongan plate dinding transfer chute dalam rangka mencari problem kebuntuan coke, tiba-tiba kebuntuannya terlepas dan green coke beserta air jatuh mengenai transfer chute. Akibatnya air keluar menyembur dan mengenai tubuh korban yang berada di sisi transfer chute. Setelah tubuh korban diturunkan dari atas pipa, korban langsung dievakuasi ke Pertamina Hospital Dumai. Kemudian pada pukul 18.00 dirujuk ke Rumah Sakit Santa Maria Pekan Baru dalam kondisi sadar. Korban menjalani perawatan selama dua hari dan dinyatakan meninggal dunia pada puku 09.00 Minggu (22/9) pekan ini.Banget mengalami luka bakar parah di sekujur tubuh. Hanya di bagian kepala yang tidak terkena air panas karena saat kejadian sedang mengenakan helm pelindung.

    2. Analisis faktor penyebab langsung (Direct cause factors)
    a. Kecerobohan/kelalaian pada pekerja
    b. Alat Pelindung Diri (APD) yang kurang lengkap
    c. Tidak ada label (tagging) pada pipa atau alat
    d. Tali pengikat (Body harness) yang rusak atau tidak sesuai kondisi
    e. Tidak mengurus izin kerja berbahaya sebelum memulai pekerjaan
    f. Tidak mematuhi rambu – rambu di tempat kerja

    3. Analisis faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors)
    a. Kurangnya pelatihan penggunaan APD
    b. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian pekerja
    c. Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian di dalamnya
    d. Beban kerja yang berlebihan atau tidak sesuai
    e. Adanya permasalahan pribadi yang mengakibatkan pekerja menjadi stress

    NAMA : GIAN SUPRIYADI
    NPM : 14.11.106.701501.1352
    SEMESTER : 2 (DUA)
    KELAS : A1

  10. Nama : Fardela Najla Nisrina
    NPM : 14.11.106.701501.1316
    Kelas : A1
    Semester : 2
    Mk : Investigasi Insiden

    TUGAS 1

    STUDI KASUS KERACUNAN DEBU TITANIUM DIOKSIDA PADA KARYAWAN PABRIK M&M’S AUSTRALIA

    Kronologis Kejadian
    Peter Quick, seorang karyawan yang bekerja di pabrik M&M’s, Ballarat, Australia terkena gangguan pernapasan yang sangat parah akibat keracunan/terpapar debu titanium dioksida. Titanium dioksida sendiri digunakan oleh pabrik tersebut untuk mencerahkan warna makanan yang mereka produksi. Debu dari titanium dioksida yang ditambahkan ke lapisan akhir M & M’s ini menyebabkan keluhan pernafasan yang sangat parah pada korban. Menurut pengacara korban, akibat insiden ini korban tidak akan pernah dapat bekerja lagi. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan titanium dioksida adalah salah satu dari beberapa warna yang digunakan dalam produk-produknya dan sudah disetujui penggunaannya oleh Standar Makanan Australia-Selandia Baru. Namun perusahaan enggan berkomentar soal kasus Peter Quick. “The company sent me to independent respiratory specialists and they all agreed the high dust levels of titanium dioxide (in the M&M’s finishing section) caused my lung disease,” begitu pernyataan dari Peter Quick.

    Toksikan

    Deksripsi
    Toksikan dalam peristiwa ini adalah Titanium Dioksida dengan nama lain Titania. Rumus Kimia dari Titanium Dioksida adalah TiO2. Titanium dioksida adalah sebuah zat berwarna putih yang banyak digunakan dalam cat dan plastik, sebagai bahan aditif dalam makanan untuk mencerahkan tepung, produk sehari-hari dan dalam bidang konfeksi. Zat ini terdapat banyak di alam seperti di udara perkotaan, sungai, air minum dan dapat dideteksi dalam banyak makanan.

    Disposisi
    Sekitar 3 persen dari dosis oral Titanium yang diserap. Kebanyakan yang diserap akan di-eksresikan kedalam urine. Konsentrasi dalam urin yang normal adalah 10 mikro gram/liter. Perkiraan beban tubuh terhadap titanium adalah 15 mg. Zat ini kebanyakan tinggal di paru-paru, sebagai akibat dari pajanan inhalasi. Titanium yang dihirup cenderung untuk tinggal dalam paru-paru dalam waktu yang lama.

    Toksikologi
    Pekerja yang terkena pajan Titanium dioksida kemungkinan besar bekerja di bidang pack Bing, penggilingan, site cleaning dan maintenance. Pajanan pekerja terhadap Titanium dapat saja sangat berat, dan konsentrasi di dalam udara hingga 50 mg/m3 pernah dilaporkan. Titanium dioksida telah digolongkan sebagai partikulat yang menganggu dengan TLV sebesar 10 mg/m3 dan exposure limit pada NIOSH sebesar 15 mg/m3. Meskipun ambang batasnya besar, namun pernah dilaporkan kejadian fibrosis ringan dari jaringan paru-paru sebagai akibat pajanan inhalasi terhadap pigmen Titanium Dioksida. Selain di paru-paru, titanium diokside juga telah diketahui masuk melalui semua rute ( pernapasan, makanan, dermal dan lapisan sub kutan).

    Tempat dan Waktu
    Kejadian ini terjadi di di pabrik M & M’s, Ballarat, Australia pada 3 Mei 2009.

    Jumlah Korban
    Peter Quick, seorang karyawan pabrik M&M’s adalah korban tunggal dalam insiden ini. Tidak ada korban meninggal pada insiden ini. Namun, akibat insiden ini, Peter Quick menderita sakit paru-paru (lung disease) dan divonis tidak dapat bekerja kembali. Menurut CCOHS (Canadian Centre for Occupational Health and Safety), titanium dioksida dapat memicu terjadinya kanker paru-paru pada manusia setelah sebelumnya terbukti diujicobakan pada hewan percobaan tikus.

    Kerugian
    Kerugian berupa pekerja yang terpajan dan terkena lung disease sehingga divonis tidak dapat bekerja kembali. efek kesehatan yang dialami korban tergolong kepada efek kronis karena Peter Quick telah bekerja di pabrik tersebut selama 20 tahun. Kerugian tersebut dapat pula tergolong kepada kerugian finansial perusahaan. Hal ini selain karena perusahaan harus mencari pekerja pengganti, perusahaan juga harus membayar biaya asuransi korban paparan debu titanium dioksida. Selain itu, image perusahaan sebagai produsen makanan M&M’s dapat jatuh sehingga akan mempengaruhi angka penjualan produk akibat kasus pekerja yang terpapar pewarna yang dipakai pada makanan yang diproduksi oleh M&M’s. Meskipun sebenarnya titanium dioksida berbahaya hanya ketika masih berwujud uap dan tidak berbahaya ketika sudah masuk ke dalam lapisan makanan yang diproduksi M&M’s.

    Pengendalian yang Telah Dilakukan
    Tidak disebutkan pengendalian yang telah dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi bahaya debu titanium dioksida dalam artikel tersebut. Jika dilihat dari kronologis kejadiannya, diketahui bahwa pekerja dapat dengan mudah terkena paparan debu titanium dioksida tersebut.

    Saran
    -Rekayasa tekhnis terhadap lingkungan kerja agar udara yang mengandung TiO2 dapat tersirkulasi dengan baik.
    -Mengurangi dosis yang berbahaya bagi kesehatan menjadi ke tingkat yang lebih aman untuk kesehatan.
    -Training singkat mengenai pemakaian APD untuk mencegah hazard berupa Titanium Dioksida terutama APD yang berupa masker karena kebanyakan pajanan zat ini masuk melalui inhalasi.

    Sumber : http://katigaku.com/2014/05/29/studi-kasus-keracunan-debu-titanium-dioksida-pada-karyawan-pabrik-mms-australia/

    ===========================================================================

    TUGAS 2 (Analisis)

    Kronologis Kejadian Kecelakaan:
    Peter Quick, seorang karyawan yang bekerja di pabrik M&M’s, Ballarat, Australia terkena gangguan pernapasan yang sangat parah akibat keracunan/terpapar debu titanium dioksida, pada tanggal 3 Mei 2009.Titanium dioksida sendiri digunakan oleh pabrik tersebut untuk mencerahkan warna makanan yang mereka produksi. Debu dari titanium dioksida yang ditambahkan ke lapisan akhir M & M’s ini menyebabkan keluhan pernafasan yang sangat parah pada korban. Akibatnya korban terkena sakit paru-paru (lung disease) sehingga divonis tidak dapat bekerja kembali. Dan efeknya terbilang cukup kronis karena korban sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 20 tahun.

    Analisis faktor penyebab langsung (Direct cause factors):
    – Tidak adanya sirkulasi udara yang baik dalam lingkungan kerja, terutama dalam lingkungan yang mengandung zat/uap berbahaya seperti Titanium Dioksida
    – Tidak menggunakan APD (masker) karena kebanyakan zat ini masuk melalui pernafasan

    Analisis faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors):
    – Kurangnya pengetahuan tentang bahaya dan dampaknya jika terhirup Titanium Dioksida
    – Kurangnya konsentrasi dalam melakukan pekerjaan
    – Terlalu menganggap remeh hal yang sebenarnya sangat berbahaya bagi kesehatan
    – Kondisi pekerja yang tidak fit
    – Kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan

  11. Nama:DESTIAN ADHITAMA
    NPM:14.11.106.701501.1410
    KELAS:A1
    SEMESTER:2 (DUA)
    MK:INVESTIGASI INSIDEN
    TUGAS 1
    Kecelakaan Kerja Kembali Renggut Nyawa Pekerja Freeport
    Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa.
    Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).
    Bambang menyebutkan kronologi, kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.
    “Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaan pendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan,” jelas Bambang, di Jakarta, Senin (26/1/2015).
    Setelah sehari mendapat perawatan, korban akhirnya meninggal pada Minggu (25/1/2015) Pukul.07.50 WIT di Rumah Sakit Tembaga Pura. Saat ini penyebab Kecelakaan sedang dalam investigasi oleh dua orang Inspektur Tambang dari Ditjen minerba
    http://bisnis.liputan6.com/read/2166569/kecelakaan-kerja-kembali-renggut-nyawa-pekerja-freeport
    ==================================================================
    Tugas 2
    KRONOLOGI
    Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kembali menimpa pekerja PT Freeport Indonesia di area kerja Enggross Tard dekat power plant C Mill 74. Dalam kecelakaan kendaraan tersebut merenggut satu korban jiwa. Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengungkapkan, kecelakaan pekerja Freeport terjadi pada Sabtu (24/1/2015), Pukul.13.30 Waktu Indonesia bagian Timur (WIT).
    kecelakaan tersebut terjadi saat Truck dengan nomor polisi 730178 mundur dan menjepit korban operator truck Suwardi Ilyas, karyawan Divisi Mill PT Panca Duta Karya Abadi, di antara getman dan pintu bengkel.”Akibatnya Korban Cidera crush injury pada dada kanan dengan patah tulang clavicula dan scavula terlepas dari bahu, fracture iga II, III kanan dengan kecurigaanpendarahan pada paru, hematoma ruas bahu dan dada kanan, patah tulang radius ulna kanan
    Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Tidak berhati-hati dalam mengambil tindakan
    – Tidak di perhatikan langsung oleh pengawas
    – Tidak ada rambu-rambu lalu lintas
    – Cuaca sangat panas
    – Tidak menggunakan perlengkapan safety yang lengkap
    Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – Saat bekerja kondisi tidak sehat
    – Kurang konsentrasi dalam bekerja
    – Kurangnya pengetahuan dan skil
    – Suasana yang tidak kondusif

    • Sdr Destian Adhitama
      Tugas yang anda kerjakan tidak konsisten antara tugas 1 dan tugas 2. Pada tugas 1 anda menulis artikel tentang “KECELAKAAN DI PIPER ALPHA”, namun pada tugas 2 anda malah menulis artikel tentang “Kecelakaan Kerja Kembali Renggut Nyawa Pekerja Freeport”.
      Perbaiki tugas anda kembali sampai batas waktu yang ditentukan.

  12. TUGAS 1

    NAMA: MUHAMMAD FACHRUR ROZY
    NPM :14.11.106.701501.1333
    KELAS: A1
    MK : INVESTIGASI INSIDEN

    Kecelakaan Kerja di KS-Posco, 10 Pekerja Dilarikan ke RSKM
    CILEGON, BCO – Kecelakaan kerja kembali terjadi di area proyek pabrik baja PT Krakatau Posco, Rabu (4/12). Para pekerja yang mengalami laka kerja merupakan tenaga outsourcing dari PT Krakatau Posco Maintenance Service (KPMS). Diketahui tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan kerja kali ini, namun ada sekitar 10 orang pekerja yang menjadi korban dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), sementara tiga pekerja diantaranya mengalami luka serius.
    Sejumlah korban yang mengalami luka ringan saat ini sudah dipulangkan. Diketahui hanya dua orang yang mengalami luka cukup serius yakni Ahmad Rusman (29) yang mengalami patah tulang kaki dan seorang pekerja asing asal Korea Selatan Back Jun (53) yang mengalami patah leher sehingga harus dirujuk ke RS Siloam.
    Menurut sumber, kecelakaan terjadi saat sejumlah korban hendak melakukan pengecekan terhadap pully conveyor dan naik ke atas scaffolding dengan ketinggian 2,5 meter. Namun karena naik dalam waktu yang bersamaan, scaffolding yang menjadi pijakan tidak kuat menahan beban sehingga ada bagian yang patah dan kemudian ambruk.
    Corporate Secretary PT Krakatau Posco Christy F Kaseger membenarkan kejadian laka kerja tersebut. Kepada waratwan ia mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. “Informasi yang kami terima, saat sedang bekerja sejumlah pekerja naik ke atas steger (scaffolding) dengan ketinggian 2,5 meter. Karena yang naik itu jumlahnya banyak dalam waktu bersamaan, salah satu ruas besi steger ada yang patah sehingga ambruk, dan semua pekerja jatuh. Untuk jumlah korban hanya sekitar 10 orang dan mengalami luka ringan,” ungkap Christy dihubungi via telepon genggamnya.
    Christy mengungkapkan, korban laka kerja merupakan pekerja dari perusahaan outsourcing PT Krakatau Posco Maintenance Service (KPMS). “Kecelakaan kerja terjadi pada pekerja dari perusahaan outsourcing, bukan pekerja Krakatau Posco,” tegasnya.
    Christy menegaskan, pihaknya telah menghentikan pekerjaan di lokasi kejadian laka kerja tersebut, dan pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mencari siapa pihak yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut. “Kita investigasi kenapa terjadi seperti itu, kenapa sampai bisa pekerja naik semua dalam waktu bersamaan. Sejak kejadian, pekerjaan di lokasi itu kita hentikan sementara sampai ada kejelasan siapa yang bertanggungjawab atas kecelakaan itu,” jelasnya.
    Pengawas Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon Rachmatullah saat dikonfirmasi, membenarkan terjadinya laka kerja di area proyek Krakatau Posco. “Korbannya beberapa hanya luka ringan, hanya satu orang luka serius dan harus dirujuk ke RS Siloam,” ujarnya.
    Rachmatullah juga memastikan, Disnaker Cilegon akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap laka kerja yang terjadi di area proyek pabrik baja patungan PT Krakatau Steel dengan PT Pohang Steel Iron Company tersebut.
    Berita Cilegon Online (BCO)
    News/Media Website • 11,305 Likes
    • December 4, 2013 •
    Kecelakaan Kerja di KS-Posco, 10 Pekerja Dilarikan ke RSKM
    CILEGON, BCO – Kecelakaan kerja kembali terjadi di area proyek pabrik baja PT Krakatau Posco, Rabu (4/12). Para pekerja yang mengalami laka kerja merupakan tenaga outsourcing dari PT Krakatau Posco Maintenance Service (KPMS). Diketahui tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan kerja kali ini, namun ada sekitar 10 orang pekerja yang menjadi korban dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Krakatau Medika …
    See More
    Share • 37184

    ==========================================================

    TUGAS 2
    KRONOLOGI
    CILEGON, BCO – Kecelakaan kerja kembali terjadi di area proyek pabrik baja PT Krakatau Posco, Rabu (4/12). Para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja merupakan tenaga outsourcing dari PT Krakatau Posco Maintenance Service (KPMS). Diketahui tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan kerja kali ini, namun ada sekitar 10 orang pekerja yang menjadi korban dan dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), sementara tiga pekerja diantaranya mengalami luka serius.
    Menurut sumber, kecelakaan terjadi saat sejumlah korban hendak melakukan pengecekan terhadap pully conveyor dan naik ke atas scaffolding dengan ketinggian 2,5 meter. Namun karena naik dalam waktu yang bersamaan, scaffolding yang menjadi pijakan tidak kuat menahan beban sehingga ada bagian yang patah dan kemudian ambruk.

    ANALYSIS PENYEBAB LANGSUNG
    • Tiindakan pekerja yang tidak aman
    • Keteledoran pekerja
    • Kurangnya komunikasi antar pekerja

    ANALYSIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    • Kurang fokusnya pekerja
    • Stress
    • Kondisi kurang sehat
    • Beban hidup

  13. TUGAS 1

    Bencana Bhopal: Kisah & Penyebab Tragedi Industri Terbesar

    Bencana Bhopal (Bhopal Disaster) adalah kecelakaan industri yang terjadi pada tanggal 3 Desember 1984, di Bhopal, India. Banyak orang menganggap bahwa Bencana Bhopal merupakan kecelakaan industri terburuk dalam sejarah. Klaim ini didukung fakta tingginya angka kematian bersama dengan dampak dahsyat pada lingkungan yang diakibatkannya. Peristiwa di Bhopal juga mendapatkan kritikan internasional mengenai praktik kerja industri di negara-negara berkembang yang berkaitan dengan keamanan, pemeliharaan, dan kesejahteraan pekerja.

    Pada larut malam tanggal 3 Desember 1984, para pekerja di pabrik kimia Union Carbide di Bhopal sedang membilas pipa dengan air bersih. Karena suatu sebab, air memasuki tangki yang terisi dengan gas metil isosianat (MIC), suatu gas yang digunakan dalam produksi pestisida. Air memicu reaksi kimia yang menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tangki, memaksa pekerja membuka tangki agar tidak meledak. Hanya saja, pembukaan tangki mengakibatkan sejumlah besar gas mematikan terlepas ke Bhopal. Hampir segera, sirene peringatan berbunyi, tetapi kemudian berhenti, membuat sebagian besar warga Bhopal tidak menyadari adanya bahaya besar yang mengintai. Volume gas yang dilepaskan saat Tragedi Bhopal tidak diketahui pasti, namun diperkiraan antara 20 hingga 40 ton. Selain MIC, sejumlah gas lain juga dilepaskan termasuk fosgen dan hidrogen sianida.

    Banyak pekerja di pabrik yang langsung tewas saat gas merembes keluar ke Bhopal. Selain itu, banyak warga yang baru terbangun segera terpapar dan merasa seperti tersedak akibat paparan gas beracun. Ketika mencoba melarikan diri, banyak warga malah bergerak ke arah awan gas, membuat kondisi mereka semakin memburuk, dan banyak orang terinjak-injak akibat kepanikan yang terjadi. Diperkirakan 2.000-8.000 orang tewas dalam beberapa hari setelah Bencana Bhopal. Sebagian besar dari mereka merasa tercekik karena menghirup gas, mengalami gejala nyeri pernapasan, sakit mata, dan pembengkakan otak sebelum kematiannya.

    Setelah bencana, sulit untuk melacak berapa banyak orang yang terpengaruh karena banyak mayat segera dikubur sebelum sempat didata. Diperkirakan terdapat tambahan 8.000 orang meninggal karena efek paparan gas berkepanjangan di tahun-tahun setelah Bencana Bhopal, dan hingga 100.000 orang mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti masalah pernafasan kronis, cacat lahir, masalah neurologis, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan kerusakan jantung.

    Pada tahun 1993, Komisi Medis Internasional Bhopal didirikan untuk membantu mengatasi berbagai masalah serta menangani efek pasca bencana yang berkepanjangan. Hasil penyelidikan bencana Bhopal menyatakan bahwa Union Carbide dinilai tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai untuk mencegah bencana seperti itu, dan bahwa kondisi peralatan pabrik yang kurang terawat membuat kecelakaan hampir tak terelakkan. Perusahaan ini dituduh melakukan pemotongan biaya dan kurang memperhatikan keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar. Namun pihak perusahaan membantah dan menyatakan bahwa bencana diakibatkan oleh sabotase. Hanya saja, pihak penyelidik membalas bahwa jika sistem keselamatan berjalan baik, efek bencana tidak akan sebesar itu meskipun terjadi sabotase.

    Union Carbide akhirnya harus membayar ganti rugi besar kepada warga Bhopal dan pemerintah India juga menuntut CEO perusahaan atas tuduhan pembunuhan, meskipun belum pernah dilakukan persidangan untuk tuduhan itu. Daerah bencana terus terkontaminasi, dengan tanah dan air yang beracun sehingga membahayakan jika dikonsumsi. Dow Chemical, yang mengakuisisi Union Carbide pada tahun 2001, menyatakan tidak bertanggung jawab atas masalah yang telah berlangsung di Bhopal.

    SUMBER PUSTAKA : http://www.amazine.co/27052/bencana-bhopal-kisah-penyebab-tragedi-industri-terbesar/
    ======================================================

    Tugas 2

    KRONOLOGI KEJADIAN

    Berdasarkan informasi dari sumber berita, pada tanggal 03 Desember 1984 saat larut malam para pekerja di pabrik kimia Union Carbide di Bhopal, India sedang bertugas membilas pipa dengan air bersih. Karena suatu sebab, air memasuki tangki yang terisi dengan gas metil isosianat (MIC), suatu gas yang digunakan dalam produksi pestisida. Air memicu reaksi kimia yang menyebabkan peningkatan tekanan di dalam tangki, memaksa pekerja membuka tangki agar tidak meledak. Hanya saja, pembukaan tangki mengakibatkan sejumlah besar gas mematikan terlepas ke Bhopal.

    Hampir segera, sirene peringatan berbunyi, tetapi kemudian berhenti, membuat sebagian besar warga Bhopal tidak menyadari adanya bahaya besar yang mengintai. Volume gas yang dilepaskan saat Tragedi Bhopal tidak diketahui pasti, namun diperkiraan antara 20 hingga 40 ton. Selain MIC, sejumlah gas lain juga dilepaskan termasuk fosgen dan hidrogen sianida. Banyak pekerja di pabrik yang langsung tewas saat gas merembes keluar ke Bhopal. Selain itu, banyak warga yang baru terbangun segera terpapar dan merasa seperti tersedak akibat paparan gas beracun. Ketika mencoba melarikan diri, banyak warga malah bergerak ke arah awan gas, membuat kondisi mereka semakin memburuk, dan banyak orang terinjak-injak akibat kepanikan yang terjadi. Diperkirakan 2.000-8.000 orang tewas dalam beberapa hari setelah Bencana Bhopal.

    FORM GAMBARAN PERISTIWA

    Waktu Kejadian : 03 Desember 1984 , larut malam
    Lokasi Kejadian : Pabrik Pestisida Union Carbide India, Bhopal
    Penyebab Kejadian: air bilas pipa yang memasuki tangki yang berisi dengan gas metil isosianat (MIC )
    Akibat Kejadian: 2000-8000 orang tewas ( pekerja dan warga Bhopal )

    ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG ( DIRECT CAUSES )

    -air memasuki tangki yang berisi metil isosianat ( MIC )
    -peningkatan tekanan dalam tangki ketika air memicu reaksi kimia
    -keputusan pekerja membuka tangki agar tidak meledak
    -tangki yang dibuka menyebabkan sejumlah besar gas beracun keluar dan menyebar ke pemukiman
    -perusahaan tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang memadai
    -pekerjaan dilakukan pada Larut Malam yang sekiranya dapat mengindikasikan pekerja mengantuk sehingga lalai. ( kelelahan )
    -respon tanggap darurat pasif berupa sirine berhenti berbunyi yang pada akhirnya membuat warga tidak sadar akan adanya bahaya. sehingga angka kematian yang tinggi tidak terelakkan.
    – kepanikan warga membuat warga lain terinjak-injak
    -banyak warga yang melarikan diri malah bergerak ke arah awan gas

    ANALISIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG ( INDIRECT CAUSES )

    -lokasi pabrik yang kemungkinan dekat dengan pemukiman sehingga korban jiwa yang jatuh lebih banyak
    -gas menyebar disaat waktu tidur, tidak banyak waktu untuk upaya menyelamatkan diri
    -air bilas pipa bisa jadi tertiup oleh hembusan angin sehingga termasuk ke dalam tangki
    -kondisi peralatan pabrik yang kurang terawat

    NAMA : TOMY AUFAR THIRAFI ( TRANSFER )
    NPM : 14.11.106.701501.1628
    KELAS : A1

  14. Nama : Elis Pujowati
    NPM : 14.11.106.701501.1336
    Semester : II Kelas A1
    MK : Investigasi Insiden

    PABRIK PETASAN DI CHINA MELEDAK, 12 ORANG TEWAS

    BEIJING – Sebuah pabrik yang memproduksi petasan serta kembang api di China dilaporkan meledak. Peristiwa ini menelan 12 korban jiwa.

    Kejadian itu tepatnya terjadi di Nanyang Export Fireworks Factory yang terletak di Kota Liling di Provinsi Hunan. Selain menelan korban jiwa, terdapat pula 33 korban luka.

    Dari keterangan Pemerintah Kota Liling, jumlah korban luka mengalami perubahan. Sebelumnya, Pemerintah Kota Liling mengklaim korban luka berjumlah 38 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan korban luka ternyata hanya 33 orang.

    Untuk saat ini Pemerintah China masih belum bisa memastikan apa penyebab dari ledakan ini. Namun, mereka memastikan pabrik tersebut memiliki perizinan dan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan otoritas setempat. Demikian dilansir dari Associated Press, Selasa (23/9/2014)

    Negeri Tirai Bambu merupakan negara produsen kembang api dan petasan terbesar di dunia. Benda itu banyak digunakan dalam menyambut Tahun Baru Imlek.

    Sementara itu, China juga dikenal sebagai Negara yang kecelakaan di tempat kerja sangat sering terjadi. Hal ini dikarenakan standar keamanan yang ditetapkan Pemerintah China baik pusat maupun daerah sangatlah rendah.

    Sumber Pustaka :

    http://news.okezone.com/read/2014/09/23/413/1043026/pabrik-petasan-di-china-meledak-12-orang-tewas

    ===============================================================================

    TUGAS 2 :

    1). KRONOLOGIS KEJADIAN : KEJADIAN PABRIK PETASAN DICHINA MELEDAK, 12 ORANG TEWAS.
    Dua belas orang dikonfirmasi tewas dan dua lainnya hilang setelah sebuah ledakan di sebuah pabrik kembang api di China tengah Provinsi Hunan pada hari Senin, kata pihak berwenang setempat, Selasa
    Ledakan itu terjadi sekitar pukul 15:00 Senin di Nanyang Ekspor Fireworks Pabrik di Baofeng Desa Liling City Provinsi Hunan ketika kejadian 47 pekerja berada di tempat, kata markas pertolongan.
    Ledakan itu menewaskan 12 pekerja, dua lainnya hilang dan juga melukai 33 orang, termasuk tiga orang yang lewat. Tiga pekerja terluka.
    Empat terluka parah telah dipindahkan ke rumah sakit yang lebih baik di Kota Zhuzhou. Dua puluh enam tetap dirawat di rumah sakit di Liling dan tiga luka ringan telah kembali ke rumah.
    Sumber: english.sina.com

    2). ANALISIS FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG :
    – Untuk saat ini Pemerintah China masih belum bisa memastikan apa penyebab dari ledakan ini.

    3). ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG :
    – Standar keamanan yang ditetapkan Pemerintah China baik pusat maupum daerah sangatlah rendah.

    Nama : Elis Pujowati
    Kelas : A1 ( semester II )
    NPM : 14.11.106.701501.1336
    MK : Investigasi Insiden

  15. Nama : Fatimah
    kelas : A 1
    NPM : 14.11.106.701501.1419

    Tugas #1 : Investigasi Kecelakaan
    Pekerja Tewas Saat Bersihkan Mesin Gula di Malang
    4 Pekerja lepas di Pabrik Gula Kebon Agung, Malang Jawa Timur, tewas saat membersihkan sisa produksi gula. Diduga, mereka tewas setelah menghirup uap racun zat kimia dari mesin yang sedang dibersihkan.

    “Tiba-tiba adik saya kejang-kejang kemudian jatuh. Saya turun ingin menolong tapi langsung pingsan saat baru turun,” kata Sugianto, seorang pekerja yang juga kakak korban, di kamar mayat Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/12/2013).

    Mereka yang tewas itu, yakni Hariyanto, Pujiono dan Pujianto (kakak adik) serta Armi. Seluruhnya warga RW 5 Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur.

    Sugianto selamat dalam peristiwa itu. Dia menceritakan, peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Sugianto sempat pingsan saat berupaya menolong adiknya yang jatuh pertama kali.

    Sugianto bersama 35 orang kawannya datang dari Kediri sejak 5 hari lalu. Mereka adalah pekerja lepas yang bertugas membersihkan sisa-sisa gula di Palung atau mesin untuk memproduksi gula. “Kami cuma pegawai lepas, membersihkan sisa produksi gula di mesin,” ucap Sugianto.

    Salah seorang pekerja lainnya, Agus Dwi, menuturkan, banyak kawannya yang juga pingsan saat berupaya turun ke bawah untuk menolong. “Satu orang jatuh, yang lain turun ikut menolong dan ikut jatuh. Begitu seterusnya sampai akhirnya 4 orang meninggal dunia,” kata Agus.

    Para pekerja akhirnya dibantu oleh tim SAR Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang untuk mengevakuasi korban. 4 Jenazah dievakuasi dari lokasi kejadian dan kini dibawa ke RSSA Malang. Kepolisian masih menyelidiki peristiwa ini.

    http://news.liputan6.com/read/786720/4-pekerja-tewas-saat-bersihkan-mesin-gula-di-malang

    ====================================================================
    Tugas 2# : Kronologi Kejadian dan Faktor Penyebab Langsung maupun Tak Langsung

    Kronologi :
    4 Pekerja lepas di Pabrik Gula Kebon Agung, Malang Jawa Timur, tewas saat membersihkan sisa produksi gula. Diduga, mereka tewas setelah menghirup uap racun zat kimia dari mesin yang sedang dibersihkan. Mereka yang tewas itu, yakni Hariyanto, Pujiono dan Pujianto (kakak adik) serta Armi. Seluruhnya warga RW 5 Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Salah seorang pekerja, Sugianto yang selamat dalam kejadian tersebut menyatakan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Sugianto sempat pingsan saat berupaya menolong adiknya yang jatuh pertama kali.
    Sugianto bersama 35 orang kawannya datang dari Kediri sejak 5 hari lalu. Mereka adalah pekerja lepas yang bertugas membersihkan sisa-sisa gula di Palung atau mesin untuk memproduksi gula. Salah seorang pekerja lainnya, Agus Dwi, menuturkan, banyak kawannya yang juga pingsan saat berupaya turun ke bawah untuk menolong. Para pekerja akhirnya dibantu oleh tim SAR Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang untuk mengevakuasi korban. 4 Jenazah dievakuasi dari lokasi kejadian dan kini dibawa ke RSSA Malang.

    Analisis faktor penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Alat pelindung diri (APD) yang tidak lengkap
    – Sikap para pekerja yang lalai dalam bekerja (tidak hati-hati)
    – Tidak adanya tanda peringatan di tempat kerja
    – Penggunaan bahan kimia yang tidak memenuhi standar dalam merawat mesin penggiling gula
    – Tidak adanya alat pendeteksi gas beracun

    Analisi faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors)
    – Kurang tingginya komitmen pemilik pabrik dalam penerapan k3 di tempat kerja
    – Pemilik pabrik tidak menyediakan alat pendukung safety yang memadai
    – Tidak adanya SOP ( Standard Operation Procedure ) di tempat kerja

  16. Tugas 1

    Merdeka.com – Lima pekerja tewas dalam insiden robohnya hanggar di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (9/3). Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, kecelakaan pekerja terjadi sekitar pukul 9.28 Wita.

    “Kecelakaan di areal proyek pengerjaan pembangunan hanggar Balai Besar Kalibrasi dilengkapi Apron dan Taxiway, milik Kementerian Perhubungan Dirjen Hubda kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar,” kata Endi dalam pesan tertulis yang diterima merdeka.com.

    Kelima korban yang tewas adalah Iqbal situmorang, Parulian Siagian, Moh Asri (30), Herri iswanto (40) dan Moh Jufri (21).

    Kejadian bermula saat para pekerja sedang memasang dan mengelas rangka atap baja. Tiba-tiba tiang penyangga rangka miring hingga mengakibatkan rangka atap bagian tengah patah, kemudian jatuh dan menimpa beberapa pekerja yang berada di bawah.

    “Saat ini pendataan saksi-saksi, penanggung jawab dan mengambil keterangan. Kegiatan proyek dihentikan untuk sementara dan di-police line,” lanjut Endi.

    Proyek pembangunan hanggar dilakukan oleh PT Lience Romauli Raya dan PT Nur Jaya Nusantara, dengan kuasa KSO Tunggung Napitupulu, sementara untuk project manager lapangan dipimpin oleh Tiku Kombong sebagai penanggung jawab.

    #######################
    Tugas 2
    ▶Kronologi :
    1. peristiwa ini terjadi pukul 09.20 Wita, Senin (9/3).
    2. pekerja memasang gorden rangka atap baja dan pengelasan.
    4. Tiba-tiba 22 tiang beton penyangga rangka terdiri atas 11 kanan dan kiri hingga mengakibatkan rangkaatas bagian tengah patah.
    5. Pekerja kemudian jatuh.
    6. Mereka tertimpa besi dan tembok beton yang ikut ambruk.

    ▶faktor langsung:
    1. Kondisi pondasi yang tidak kokoh
    2. Tidak menggunakan APD
    3. Kelalaian pekerja

    ▶faktor tidak langsung:
    1. Kurangnya pengawasan
    2. Kurangnya keahlian
    3. Tidak melaksanakan SOP dengan tepat
    4. Penyelewengan dana

    Nama :Dhanar Ardhyaksa
    NPM : 14.11.106.701501.1319
    KELAS: A1
    Semester: 2

  17. Nama : Destian Adhitama
    NPM : 14.11.106.701501.1410
    Kelas : A1
    Semester : 2
    MK : Investigasi Insiden

    tugas 1

    KECELAKAAN DI PIPER ALPHA
    Jenis pabrik : industri minyak dan gas lepas pantai, platform dengan berat 20000 metrix tons di laut utara yang memproduksi natural gas, crude oil, dan liquified petroleum gas (Nat Geo source).
    Kapasitas pabrik : 125 barrel per hari
    Lokasi : terletak di Laut Utara sekitar 110 kilometer dari Aberdeen, Skotlandia
    Jenis kecelakaan : ledakan
    Penyebab kecelakaan : kebocoran gas dari pompa yang belum selesai diperbaiki
    Kronologi peristiwa :
    Kejadian di mulai saat jam 6:00 PM, waktu dimana setiap Ijin Kerja harus di close-out atau diperpanjang. Seorang pekerja (engineer) tidak menjalankan komunikasi kepada Supervisor saat ia menutup Ijin Kerjanya, padahal pekerjaan tsb masih belum selesai dan akan dilanjutkan besok harinya. Tanpa ada yang menyadari, sebuah Permit yg lain dikeluarkan untuk pekerjaan lain, dimana pekerjaan tersbut seharusnya dilakukan setelah pekerjaan pertama selesai.
    Pekerjaan kedua tsb menyebabkan gas yang bertekanan bocor.
    Akibatnya:
    Ledakan pertama, dikarenakan pipa gas berukuran 3 kaki yg bertekanan pecah
    Berdasarkan desain dari platform itu sendiri , posisi Control Room sangat dekat dengan lokasi kebakaran dimana CR tsb seharusnya berfungsi sebagai pusat komando apabila terjadi emergency, dan design fire wall proof yang ada ternyata juga tidak mampu bertahan, maka akhirnya CR tsb ditinggalkan /abandonned. Petugas CR hanya berhasil mengirim berita mayday yg diterima oleh rig-rig tetangga yaitu Claymore dan Tartans. Public Announcemnt gagal dilakukan. Hingga pekerja- pekerja tidak ada yg tahu apa yangg terjadi dan tidak menerima instruksi lebih lanjut.
    Singkat kata, Emergency Response Plan gagal dieksekusi.
    Kemudian, deluge-system sebagai sistem proteksi kebakaran tidak berfungsi karena kebetulan sedang dalam kondisi MANUAL akibat ada pekerjaan penyelaman. Dari auto di switch ke manual untuk menghindari si penyelam tersedot oleh system yang memanfaatkan air laut ini.
    Dikarenakan sistem tanggap darurat yg gagal dilaksanakan, sistem boat penyelamatpun tidak sukses dilakukan. Pekerja-pekerja yang tidak mendapat instruksi keadaan darurat tersebut berusaha menyelamatkan diri. Beberapa yang tahu situasi berhasil meninggalkan rig. Beberapa ada yg terpaksa melompat dari atas rig dgn ketinggian +/- 100 kaki (30 meteran). Sayangnya kebanyakan dari mereka terperangkap di ruang tempat tinggalnya /living quarter.
    Kedua rig tetangga yang menerima pesan darurat piper alpha ragu dengan apa yg sedang terjadi karena communication link dari piper alpha terputus. Piper Alpha berada dtengah jaringan pipa distribusi minyak dan gas onshore bersama Claymore dan Tartans rig. Akibat produksi minyak yang tidak distop, terjadi tekanan balik ke Piper Alpha, ibaratnya sudah terbakar malah ditambah bahan bakar yang bertekanan pula.
    Gambar diambil dari sebual safety-vessel raksasa bernama Faros yang mencoba menolong pada saat kebakaran /ledakan pertama. Namun sayangnya, fasilitas sistem pemadaman api gagal berfungsi untuk menyemburkan airnya ke rig. Faros berusaha membentangkan gangway nya ke rig, namun sayangnya pergerakannya sangat lambat, ia butuh waktu 5 menit. Hingga akhirnya terlambat.
    Sementara dari kejauhan Claymore dan Tartans dapat melihat cakrawala yang terang benderang dari lokasi Piper Alpha. Tapi mereka ragu dan tetap tidak bertindak menshut down produksinya.
    Ledakan kedua pun terjadi akibat akumulasi aliran minyak dari rig Tartan dan rig Claymore, yang menghasilkan back pressure ke jaringan pipa minyak dan gas Piper Alpha. Manajer kedua rig tetangga tersebut tidak berani mengambil keputusan menyetop produksi, karena konsekuensi yang sangat amat mahal dari sisi produksi. Ia harus menelepon manajer onshore untuk mengkonfirmasi lebih dahulu. Sang asisten sudah teriak-teriak: “CAN WE JUST SHUT IT DOWN NOW?!!! THERE IS A SECOND EXPLOSION!!!”, akhirnya si manajer dengan terbata-bata: “o okay shut it down….”. Tapi sayang… sudah terlambat. Si platform besar itu akhirnya meleleh akibat panas ribuan derajat Celcius.
    Sumber: http://dwi212.blogspot.com/2014/05/kasus-kecelakaan-kerja.html

    Tugas 2
    KRONOLOGI
    Kejadian di mulai saat jam 6:00 PM, waktu dimana setiap Ijin Kerja harus di close-out atau diperpanjang. Seorang pekerja (engineer) tidak menjalankan komunikasi kepada Supervisor saat ia menutup Ijin Kerjanya, padahal pekerjaan tsb masih belum selesai dan akan dilanjutkan besok harinya. Tanpa ada yang menyadari, sebuah Permit yg lain dikeluarkan untuk pekerjaan lain, dimana pekerjaan tersbut seharusnya dilakukan setelah pekerjaan pertama selesai.
    Pekerjaan kedua tsb menyebabkan gas yang bertekanan bocor.
    Akibatnya:
    Ledakan pertama, dikarenakan pipa gas berukuran 3 kaki yg bertekanan pecah
    Berdasarkan desain dari platform itu sendiri , posisi Control Room sangat dekat dengan lokasi kebakaran dimana CR tsb seharusnya berfungsi sebagai pusat komando apabila terjadi emergency, dan design fire wall proof yang ada ternyata juga tidak mampu bertahan, maka akhirnya CR tsb ditinggalkan /abandonned. Petugas CR hanya berhasil mengirim berita mayday yg diterima oleh rig-rig tetangga yaitu Claymore dan Tartans. Public Announcemnt gagal dilakukan. Hingga pekerja- pekerja tidak ada yg tahu apa yangg terjadi dan tidak menerima instruksi lebih lanjut..

    Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    -kurang berhati-hati dalam mengambil tindakan
    -kurangnya komunikasi yang baik antar pekerja
    -kurangnya pengawasan
    -ceroboh

    Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    -kurangnya konsentrasi dalam bekerja
    -kurangnya pengetahuan dan skil
    -kondisi pekerja kurang fit

  18. Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angelita
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

    JATUH KE TANGKI AIR PEKERJA DI PEMBANGKIT NUKLIR JEPANG TEWAS

    Tokyo – Seorang pekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di Jepang tewas. Pekerja ini jatuh ke dalam tangki penampungan air setinggi 10 meter, ketika sedang memeriksanya.

    Kecelakaan kerja berujung kematian ini merupakan insiden kedua yang terjadi di Fukushima dalam kurun waktu kurang dari setahun. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (20/1/2015).

    Pekerja yang tidak disebut namanya ini bekerja untuk perusahaan konstruksi Hazama Ando Corp. Dalam insiden yang terjadi Senin (19/1), pekerja ini tengah menginspeksi tangki penampungan air di kompleks tersebut.

    Saat itu, tangki tengah dalam keadaan kosong. Si pekerja ini terjatuh ke dalam tangki setinggi 10 meter. Dia dilarikan ke rumah sakit, sebelum akhirnya meninggal dunia pada keesokan harinya, atau Selasa (20/1) ini.

    “Kami sangat menyesal atas kematian pekerja tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarganya. Kami berjanji untuk melakukan langkah-langkah demi mencegah tragedi serupa tidak terjadi lagi,” ucap head manager pembangkit listrik Fukushima, Akira Ono dalam pernyataannya.

    Jumlah kecelakaan kerja di pembangkit listrik Fukushima yang mengalami kerusakan setelah gempa dan tsunami besar tahun 2011 lalu mengalami peningkatan hingga 55 kasus untuk tahun lalu. Hal ini terjadi seiring meningkatnya upaya pembersihan dan penambahan jumlah pekerja oleh pihak operator, Tokyo Electric Power Co.

    Pada Maret lalu, seorang pekerja tewas setelah tertimbun tanah saat menggali selokan di kompleks Fukushima.

    Pekan lalu, inspektur ketenagakerjaan setempat memperingatkan Tokyo Electric soal hal tersebut. Mereka meminta operator untuk menangani masalah tersebut dengan segera.

    “Ini bukan hanya masalah meningkatnya jumlah kecelakaan kerja. Ini kasus yang serius, termasuk kematian dan cedera serius yang terus meningkat jadi kami meminta Tokyo Electric untuk meningkatkan pengamanan,” ucap inspektur tenaga kerja setempat, Katsuyoshi Ito yang mengawasi pembangkit Fukushima.

    Ito menambahkan, pihaknya masih menyelidiki kematian terbaru ini.

    SUMBER PUSTAKA :

    http://news.detik.com/read/2015/01/20/110707/2808162/1148/jatuh-ke-tangki-air-pekerja-di-pembangkit-nuklir-jepang-tewas

    ============================================================================
    Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angelita
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

    1). KRONOLOGI
    Pada hari senin (19 january 2015)
    Seorang pekerja diperusahaan kontruksi Hazama Ando Cord di jepang. Sedang melakukan pekerjaan dipembangkit listrik tenaga nuklir difukushima. Aktifitas yang dilakukan adalah melakukan inspeksi tangki penampungan air di komplek tersebut. Si pekerja sedang memeriksa tangki yang sedang kosong. Ketika si pekrja terjatuh kedalam trangki dengan tingki 10 meter. Melihat si pekerja jatuh, pekerja lainnya langsung menolong dengan mengangkat pekerja tersebut keluar tangki dan si pekerja di larikan kerumah sakit. Pekerja mendapatkan perawatan insetensif saat itu juga namun pekerja tersebut akhirnya meninggal dunia pada hari selasa (20 january 2015) .

    2). ANALISA FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Pekerja tidak dilengkapi dengan safety harner ketika dilakukan pengecekan tangki
    – Pekerja tidak memperhatikan posisis tubuh saat melakukan pemeriksaan tangki
    – Loantruksi dari tangki yang tidak lilengkapi dengan pengaman

    3). ANALISA FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    – Pekerja tidak mematuhi prosedur bekerja diketinggian
    – Kurangnya pengawasan dari pimpinan

    Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angelita
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

  19. Nama : Willy HK Huka
    NPM : 14.11.106.701501.1315
    Kelas : A1
    Semester : 2
    MK : Investigasi Insiden
    Tugas 1
    PERUT TERPUKUL DRILL COLAR
    Tanggal 3 Maret 2010 di sebuah instalasi pemboran lepas pantai telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan seorang Roustabout meninggal dunia. Kecelakaan terjadi ketika sedang mengeluarkan drill colar dari dalam box penyimpanan dengan bantuan alat angkat (crane).
    Kronologi kecelakaan :
    Drill Colar (DC) adalah salah satu rangkaian pipa bor yang dipasang di atas pahat. Gunanya sebagai pemberat, sehingga pemboran lebih mudah untuk menembus lapisan tanah.
    Biasanya drill colar diletakkan di atas rak pipa atau disimpan dalam sebuah kotak.
    Pada instalasi pemboran di lepas pantai yang tempatnya serba terbatas, drill colar disimpan di dalam kotak.
    Untuk mengeluarkan drill colar dari dalam kotak tidak mungkin diangkat oleh manusia, karena drill colar sangat berat, sehingga digunakan pesawat angkat.
    Cara mengangkatnya dengan kawat baja (sling) yang diujungnya dipasang pengait.
    Pengait dicantolkan di kedua ujung pipa (dc), kemudian diangkat dengan pesawat angkat (crane).
    Pada saat pengangkatan inilah terjadi kecelakaan, dimana posisi sling tidak center dengan pipa, sehingga pipa terayun dan ujungnya menumbur perut seorang Roustabout yang berada di dekatnya.
    Sebab-sebab kecelakaan :
    Posisi sling tidak center dengan drill colar yang diangkat, sehingga bergeser pada titik imbangnya.
    Posisi korban yang tidak tepat, sehingga terbentur oleh drill colar yang terayun.
    Korban kurang paham atas aspek keselamatan kerja pada pengangkatan barang dengan crane.
    Korban tidak paham pada aspek keselamatan kerja karena kurangnya sosialisasi prosedur pengangkatan dengan crane.
    Saran-saran :
    Semua pekerja yang terlibat dalam pekerjaan harus diberikan petunjuk keselamatan (safety talk) termasuk bahaya-bahaya yang mungkin terjadi.
    Prosedur kerja dalam hal ini mengangkat barang dengan crane harus disosialisasikan kepada para pekerja yang terlibat.
    Semua pekerja harus dilengkapi dengan Personal Protection Equipment dan dipakai saat bekerja.
    Sumber pustaka:
    http://mobile.migas.esdm.go.id/?op=Artikel&id=7
    ======================================================================
    Tugas 2
    KRONOLOGI
    Drill Colar (DC) adalah salah satu rangkaian pipa bor yang dipasang di atas pahat. Gunanya sebagai pemberat, sehingga pemboran lebih mudah untuk menembus lapisan tanah.
    Biasanya drill colar diletakkan di atas rak pipa atau disimpan dalam sebuah kotak.
    Pada instalasi pemboran di lepas pantai yang tempatnya serba terbatas, drill colar disimpan di dalam kotak.
    Untuk mengeluarkan drill colar dari dalam kotak tidak mungkin diangkat oleh manusia, karena drill colar sangat berat, sehingga digunakan pesawat angkat.
    Cara mengangkatnya dengan kawat baja (sling) yang diujungnya dipasang pengait.
    Pengait dicantolkan di kedua ujung pipa (dc), kemudian diangkat dengan pesawat angkat (crane).
    Pada saat pengangkatan inilah terjadi kecelakaan, dimana posisi sling tidak center dengan pipa, sehingga pipa terayun dan ujungnya menumbur perut seorang Roustabout yang berada di dekatnya.
    Sebab-sebab kecelakaan :
    Posisi sling tidak center dengan drill colar yang diangkat, sehingga bergeser pada titik imbangnya.
    Posisi korban yang tidak tepat, sehingga terbentur oleh drill colar yang terayun.
    Korban kurang paham atas aspek keselamatan kerja pada pengangkatan barang dengan crane.
    Korban tidak paham pada aspek keselamatan kerja karena kurangnya sosialisasi prosedur pengangkatan dengan crane.
    Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Para pekerja kurang berhati-hati
    – Posisi korban yang tidak tepat
    – Pekerja teledor pada saat bekerja

    Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – Kurangnya pemahaman dalam keselamatan kerja
    – Kurangnya sosialisasi dalam keselamatan kerja

  20. Nama : Rivaldo Strive Maringka
    NPM : 14.11.106.701501.1329
    Kelas : A1
    MK : Investigasi Insiden
    Tugas 1
    Kecelakaan Kerja, 1 Pekerja Tewas, 1 Sekarat
    Liputan6.com, Jakarta – Seorang pekerja tewas dan satu lainnya luka parah dalam kecelakaan kerja di sebuah proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan Jalan Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa 6 Mei 2014 petang.
    Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (7/5/2014), peristiwa kecelakaan berawal saat salah satu pekerja bernama Edi Prayitno yang tengah berada di lantai 9, secara tak sengaja menyenggol stegger atau tiang penyangga hingga akhirnya terjatuh.
    Ironisnya tubuh pekerja asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu sebelum mencapai lantai dasar terlebih dahulu menimpa rekan lainnya, Heri, yang tengah bekerja di lantai di bawah lokasi Edi terjatuh. Akibatnya kedua tubuh pekerja bangunan itu pun terjatuh ke lantai dasar.
    Kedua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP)untuk mendapatkan pertolongan. Sayangnya nyawa Edi tidak dapat tertolong. Ia tewas setelah tubuhnya tertembus besi. Sementara korban lainnya hingga kini kondisinya kritis dan masih dirawat di instalasi gawat darurat RSPP.
    Hingga kini kasus kecelakaan kerja ini masih diselidiki dan ditangani Polsek Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
    Sumber pustaka: http://news.liputan6.com/read/2046470/kecelakaan-kerja-1-pekerja-tewas-1-sekarat
    ===============================================================================
    Tugas 2
    KRONOLOGI
    Seorang pekerja tewas dan satu lainnya luka parah dalam kecelakaan kerja di sebuah proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan Jalan Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa 6 Mei 2014 petang.
    Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (7/5/2014), peristiwa kecelakaan berawal saat salah satu pekerja bernama Edi Prayitno yang tengah berada di lantai 9, secara tak sengaja menyenggol stegger atau tiang penyangga hingga akhirnya terjatuh.
    Ironisnya tubuh pekerja asal Bojonegoro, Jawa Timur, itu sebelum mencapai lantai dasar terlebih dahulu menimpa rekan lainnya, Heri, yang tengah bekerja di lantai di bawah lokasi Edi terjatuh. Akibatnya kedua tubuh pekerja bangunan itu pun terjatuh ke lantai dasar.
    Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – Tidak berhati-hati dalam bekerja
    – Tidak di perhatikan oleh pengawas
    – Tidak memakai APD (Body Harness)
    Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – Tidak focus dalam bekerja
    – Kurang tepat dalam mengambil keputusan
    – Kurangnya pengetahuan tentang keselamatan kerja

  21. ==== TUGAS 1 ===
    Terpeleset, Pekerja Proyek Gedung TLT Tewas
    Sabtu, 14 Februari 2015 − 15:12 WIB

    JAKARTA – Seorang pekerja proyek di Gedung Telkom Landmark Tower (TLT), Jalan Gatot Subroto, Mampang, Jakarta Selatan, tewas terjatuh dari lantai 15. Korban Arda (25) mengembuskan napas setelah terjatuh ketika sedang memasang pipa AC.

    Kapolsek Mampang Kompol Bambang Hari Wibowo mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat 13 Februari kemarin sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, Arda sedang memasang pipa AC di lantai 15.

    “Saat hendak beristirahat, tiba-tiba saja korban terpeleset dan terjatuh sampai ke lantai 12. Korban tewas saat berada di IGD RS Jakarta,” kata Bambang, Sabtu (14/2/2015). Berdasar keterangan saksi Hariadi, korban diduga terpeleset dan terjatuh.

    Korban mengalami luka parah di bagian lengan tangannya dan bagian kepalanya. Saat ini, pihaknya masih mendalami penyelidikan terkait kecelakaan kerja tersebut.
    SUMBER : http://metro.sindonews.com/read/964438/31/terpeleset-pekerja-proyek-gedung-tlt-tewas-1423901542

    =====================================================================================
    === TUGAS 2 ===
    Kronologis Kejadian Kecelakaan
    Kronologis kejadian kurang lebih seperti ini ARDA (25) pekerja proyek di Gedung Telkom Landmark Tower (TLT). Sekitar pukul 11.00 WIB arda memasang pip AC yang berada di gedung lantai 15.Saat jam 12.00 WIB waktunya buat para pekerja untuk beristirahat jam makan siang , Arda dan tpara perkerja lain bergegas untuk beristirahat karena terlalu lelah dengan pekerjaan yang dijalani siang ini , saat arda berjalan ingin menuju rest room tiba tiba saja arda terpeleset dan terjatuh dari gedung lantai 15 hingga ke lantai 12
    Seketika melihat kejadian itu pekerja lain menghubungi pihak rumah sakit dan arda di larikan ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit arda langsung mendapat pertolongan tapi disayangkan sebelum mendapatkan perawatan arda meninggal dunia dikarenakan arda mengalami luka parah dibagian lengannya dan kepalanya yang tidak bisa diselamatkan oleh pihak rumah sakit.
    *Analis Faktor Penyebab Langsung
    a. Tidak menggunakan APD yang lengkap
    b. Tidak menggunakan Body Harness
    c. Tidak dipasangnya Safety Sign
    d. Terburu-buru dalam melangkah
    e. Tidak berhati-hati dan memperhatikan jalan yang dilalui
    f. Melamun saat berjalan
    g. Lantai yang licin

    *Analisa Faktor Penyebab Tidak Langsung
    a. Stress (banyak nya beban pikiran)
    b. Masalah ekonomi keluarga
    c. Kelelahan dengan pekerjaan
    d. Beban kerja yang tidak sesuai

    NAMA : VIKA NILIYAWATI
    NPM : 14.11.106.701501.1289
    KELAS : A1 / SEMESTER 2

  22. TUGAS 1
    Buruh Bangunan Tewas Tertimpa Besi
    Kamis, 13 November 2014 − 21:33 WIB

    JAKARTA – Nasib nahas dialami Eko Suprayitno (38) pekerja proyek Tower Resident Saint Morris, Kembangan Utara, Jakarta Barat ini tewas tertimpa material besi.

    Peristiwa itu terjadi sore tadi sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu, Eko yang sedang bekerja sebagai operator alimax tiba-tiba saja tertiban besi pulikabel yang terjatuh dari lantai 25.

    “Korban merupakan operator yang berada di lantai dasar,” kata Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP R. Manurung saat dihubungi, Kamis (13/11/2014).

    Manurung menjelaskan, korban yang bertempat tinggal di Jalan H. Gaim RT 06/02, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan itu mengalami luka parah di bagian kepala.

    “Kami masih memeriksa sejumlah saksi. Apabila ada kelalaian dalam proses pembangunan, kami akan periksa pemiliknya,” ungkapnya.

    Berdasarkan pantauan, aktifitas proyek tetap berjalan meski ada salah satu pekerjanya tewas. Garis dilarang melintas milik kepolisian pun tidak terpampang di pintu masuk proyek atau pun di lokasi tewasnya korban.

    Bahkan petugas jaga yang enggan disebutkan namanya mengatakan jika tidak ada korban tewas akibat kecelakaan kerja di lokasi tersebut.

    “Dari pagi tidak ada kejadian aneh disini,” ujarnya.

    SUMBER : http://metro.sindonews.com/read/923979/31/buruh-bangunan-tewas-tertimpa-besi-1415889187

    =========================================================

    TUGAS 2
    1. Kronologi Kejadian Kecelakaan
    Kejadian terjadi di sebuah proyek Tower Resident Saint Morris, Kembangan Utara, Jakarta Barat. Peristiwa naas itu terjadi kira-kita sekitar pukul 15.00 WIB. Korban merupakan seorang operator di lantai dasar. Saat itu, Eko yang sedang bekerja sebagai operator alimax tiba-tiba saja tertiban besi pulikabel yang terjatuh dari lantai 25. Setelah kejadian itu korban dilarikan kerumah sakit korban mengalami luka parah di bagian kepala. Berita ini masih dalam proses penyelidikan, karena polisi masih memeriksa sejumlah saksi. Bahkan ada petugas jaga mengatakan jika tidak ada korban tewas akibat kecelakaan kerja di lokasi tersebut. Berdasarkan pantauan aktifitas proyek tetap berjalan meski ada salah satu pekerjanya tewas.

    2. Analisa Faktor Penyebab Langsung
    – Alat Pelindung Diri kurang lengkap
    – Sling sudah tidak layak digunakan
    – Kelalaian pekerja

    3. Analisa Faktor Penyebab Tidak Langsung
    – Pekerja mengalami stress
    – Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian di dalamnya
    – Beban kerja yang tidak sesuai
    – Keahlian yang tidak sesuai

    NAMA : SITI ALIYA JUNITA
    NPM : 14.11.106.701501.1430
    KELAS : A1 / SEMESTER 2

  23. ============TUGAS 1===============

    Kabel Lift Putus, 2 Pekerja Tower Alila Tewas
    Jum’at, 26 September 2014 − 13:56 WIB
    JAKARTA – Dua buruh di proyek Tower Alila tewas. Kematian keduanya disebabkan kabel lift proyek yang dinaikinya putus.

    Peristiwa ini terjadi di Tower Alila, SCBD Lot 11, Senayan, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/9/2014) sekitar pukul 09.10 WIB.

    Dua korban tewas ialah Reki Anuri (24) dan Sudadi (48).

    Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nazly Harahap mengatakan, berdasar keterangan saksi Junaedi (36) karyawan PT Arkha Jayanti Persada, sebelum kabel lift terputus Junaedi bersama dua korban mempergunakan lift tersebut menuju lantai 23.

    Sesampainya di lantai 23, Junaedi pun keluar. Namun, tiba-tiba saja kabel lift personnel hoist tersebut putus.

    “Dua korban yang tewas ini masih berada di dalam lift. Lift ini pun ambruk ke lantai bawah dan kedua korban tewas seketika,” kata Nazly kepada wartawan tadi pagi.

    Nazly menuturkan, saksi Junaedi juga menderita luka sobek di bagian bawah mata kaki. Saksi saat ini masih menjalani perawatan di RS Mintohardjo.

    “Kami masih menyelidiki kasus ini guna mengetahui musabab putusnya kabel lift tersebut,” ungkapnya.

    Salah seorang pekerja Anwar menuturkan, saat insiden terjadi dirinya bersama pekerja lainnya sedang berada di pagar untuk mengawasi pekerja lainnya.

    “Saya dengar suara keras, saya pikir ada bahan bangunan jatuh ternyata lift yang jatuh,” katanya saat ditemui dilokasi.

    Saat itu, pekerja lainnya langsung melakukan penyelamatan namun karena kondisi lift yang hancur maka kedua korban tidak terselamatkan.

    “Dua-duanya tergencet dan lukanya juga cukup parah,” tuturnya.
    SUMBER : http://metro.sindonews.com/read/905469/31/kabel-lift-putus-2-pekerja-tower-alila-tewas-1411714591

    ==========TUGAS 2===========

    Kronologi kejadian kecelakaan
    Awalnya Junaedi bersama dua korban mempergunakan lift tersebut menuju lantai 23. Sesampainya di lantai 23, Junaedi pun keluar. Namun, tiba-tiba saja kabel lift personnel hoist tersebut putus. Dua korban yang tewas ini masih berada di dalam lift. Lift ini pun ambruk ke lantai bawah dan kedua korban tewas seketika.
    Junaedi juga menderita luka sobek di bagian bawah mata kaki. Saksi saat ini masih menjalani

    Analisa faktor penyebab langsung dan tidak langsung

    Faktor langsung :
    – Tidak memakai APD
    – Tidak ada pemeriksaan rutin terhadap lift
    Faktor tiidak langsung :
    – Tidak hati hati
    – Pekerjaan tidak sesuai sesuai dengan kondisi sebenarnya,
    – Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian di dalamnya, beban kerja yang tidak sesuai,

    NAMA : SRI RAHMAWATI HAMZAH
    NPM : 14.11.106.701501.1392
    KELAS/SEMESTER : AI / II (dua)

  24. NAMA : Nur Muhammad Rachman Azhari
    KELAS : A1
    NPM : 14.11.106.701501.1321
    SEMESTER : 2

    Tugas 1

    Pada tanggal 29 Mei 2006 ,banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo , adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Semburan lumpur panas selama ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
    Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan. Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pengeboran.
    Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan permukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi.
    Ada yang mengatakan bahwa lumpur Lapindo meluap karena kegiatan PT Lapindo di dekat lokasi itu. Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.[butuh rujukan]
    Pada awalnya sumur tersebut direncanakan hingga kedalaman 8.500 kaki (2.590 meter) untuk mencapai formasi Kujung (batu gamping). Sumur tersebut akan dipasang selubung bor (casing ) yang ukurannya bervariasi sesuai dengan kedalaman untuk mengantisipasi potensi circulation loss (hilangnya lumpur dalam formasi) dan kick (masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur) sebelum pengeboran menembus formasi Kujung.[butuh rujukan]
    Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo “sudah” memasang casing 30 inci pada kedalaman 150 kaki, casing 20 inci pada 1.195 kaki, casing (liner) 16 inci pada 2.385 kaki, dan casing 13 3/8 inci pada 3.580 kaki (Lapindo Press Release ke wartawan, 15 Juni 2006). Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3.580 kaki sampai ke 9.297 kaki, mereka “belum” memasang casing 9 5/8 inci yang rencananya akan dipasang tepat di kedalaman batas antara formasi Kalibeng Bawah dengan formasi Kujung (8.500 kaki).[butuh rujukan]
    Diperkirakan bahwa Lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pengeboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pengeboran mereka di zona Rembang dengan target pengeborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. Selama pemboran, lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat diatasi dengan pompa lumpur Lapindo (Medici).
    Underground Blowout (semburan liar bawah tanah)
    Setelah kedalaman 9.297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai, padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (berlubang-lubang). Akibatnya lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.[butuh rujukan]
    Akibat dari habisnya lumpur Lapindo, maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Sesuai prosedur standar, operasi pengeboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup dan segera dipompakan lumpur pengeboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah telanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inci. Di kedalaman tersebut, diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil dan kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup, maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi dan berhasil. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur, bukan di sumur itu sendiri.[butuh rujukan] Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pengeboran migas di Indonesia setiap tindakan harus seizin BPMIGAS, semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BPMIGAS.[butuh rujukan]
    Dalam AAPG 2008 International Conference and Exhibition dilaksanakan di Cape Town International Conference Center, Afrika Selatan, tanggal 26-29 Oktober 2008, merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh American Association of Petroleum Geologists (AAPG) dihadiri oleh ahli geologi seluruh dunia, menghasilan pendapat ahli: 3 (tiga) ahli dari Indonesia mendukung gempa Bantul 2006 sebagai penyebab, 42 (empat puluh dua) suara ahli menyatakan pengeboran sebagai penyebab, 13 (tiga belas) suara ahli menyatakan kombinasi gempa dan Pengeboran sebagai penyebab, dan 16 (enam belas suara) ahli menyatakan belum bisa mengambil opini. Laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007 juga menemukan kesalahan-kesalahan teknis dalam proses pengeboran
    Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan, banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura, “gunung” lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bledug Kuwu). Fenomena ini sudah terjadi puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100.000 meter kubik per hari, yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil “pengeboran” selebar 30 cm. Dan akibat pendapat awal dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia maupun Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya, menyebabkan dibuat tanggul di atas tanah milik masyarakat, yang karena volumenya besar sehingga tidak mungkin menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena dampak menjadi semakin luas.
    (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo dengan menyuntingan secukupnya)

    Tugas 2

    Kronologis
    Berdasarkan fotocopy dokumen kronologi kejadian semburan lumpur Lapindo yang dibuat Lapindo dan Badan Pengawas Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) tertanggal 12 Juni 2006, semburan lumpur Lapindo terjadi di lokasi sekitar Sumur BJP 1 Sidoarjo sebagai berikut:
    1. Pemboran sumur mulai 8 Maret 2006.
    2. Pemboran aman sampai dengan kedalaman 3.580 feet, casing 13 3/8” diset dan disemen.
    3. Pemboran dilanjutkan sampai dengan kedalaman 9.297 feet, terjadi kehilangan lumpur Sabtu pagi tanggal 27 Mei 2006). Kejadian ini ditanggulangi dengan LCM (lost circulation material).
    4. Selanjutnya direncanakan penyemenan di daerah loss dan pemasangan casing.
    5. Rangkaian pemboran dicabut sampai kedalaman 4.421 feet dimana terjadi well kick pada Minggu tanggal 28 Mei 2006.
    Kejadian well kick tersebut ditangani dengan Kill Mud sampai sumur tersebut mati dan bisa terkendali lagi. Selanjutnya dilakukan dilakukan sirkulasi lumpur untuk membersihkan sumur dari sepih bor.
    6. Rangkaian mata bor direncanakan untuk dicabut sampai ke permukaan tetapi tidak berhasil (terjepit).
    7. Pada Senin pagi tanggal 29 Mei 2006, timbul semburan lumpur alami 150 meter dari lokasi pemboran.
    8. Seminggu kemudian semburan lumpur alami tidak mengalami penurunan intensitas. Kondisi pemboran dinilai tidak aman. Diputuskan menyelamatkan sumur dan peralatan pemboran. Rangkaian pemboran dilepaskan dan dipasang cement plug di bawah mata bor dan di atas pipa.
    9. Drilling rig dan alat pemboran lainnya dikeluarkan dari lokasi dan dikembalikan kepada pemilik.

    Penyebab Langsung
    Dinding sumur tidak dipasang hingga dasar, padahal dalam rencananya dinding akan dipasang hingga dasar tempat melakukan pengeboran. Berdasarkan ilustrasi pemasangan dinding, operator hanya memasang dinding seperempat dari kedalaman pengeboran yang akan dilakukan.
    Dalam program tertulis dinding harus dipasang hingga kedalaman 8.500 ‘feet’ (kaki), namun pada kenyataannya hal tersebut tidak dipenuh, bahkan pengeboran terus dilakukan hingga kedalaman 9,297 ‘feet’. Tidak mematuhi program yang sudah disetujui bersama, dan mengabaikan saran ‘shareholder’ MEDCO untuk memasang dinding hingga kedalaman 8.500 feet sebelum melanjutkan pengeboran, tanpa alasan yang jelas. Akibat dinding tidak dipasang hingga kedalaman 8.500 feet, maka tekanan air dari dalam terus naik ke atas dan mencari celah yang akhirnya menyembur tidak jauh dari sumur pengeboran.

    Penyebab Tidak Langsung
    Semburan lumpur Sidoarjo yang terjadi 8 tahun silam adalah bencana alam. Ia yakin meluapnya lumpur disebabkan gempa berkekuatan 6.3 skala richter yang terjadi 2 hari sebelumnya di Yogyakarta.
    Meskipun jarak kejadian kedua peristiwa itu mencapai 250 kilometer, namun bentuk dan struktur formasi batuan di Sidoarjo memiliki karakteristik lensa yang mengamplifikasi dan memfokuskan gelombang seismik dari tempat gempa. Gejolak energi kemudian mencairkan sumber lumpur dan menumpahkannya ke dalam patahan yang terkoneksi dengan sistem hydrothermal.

  25. Nama : Mikhael Otniel Lao
    Kelas : A1 ( semester II )
    NPM : 14.11.106.701501.1324
    MK : Investigasi Insiden

    Tugas 1#
    TRIBUNNEWS.COM, PANGKEP – Kecelakaan kerja kembali terjadi di pabrik PT Semen Tonasa. Kali ini menimpa warga Kecamatan Tondong Tallasa, Sudarmin (23). Sudarmin adalah petugas kebersihan dan pemeliharaan area pabrik Tonasa IV. Ia harus meregang nyawa saat melaksanakan tugasnya di area hopper ring canal mill 412 Raw Mill Tonasa IV, sekitar pukul 23.30 Wita, Rabu (13/3/2013).
    Saat dikonfirmasi Tribun Timur (Tribunnews.com Network), Kamis (14/3/2013), Kabiro Humas PT Semen Tonasa M Fajar Sidik, membenarkan peristiwa ini. Tewasnya pekerja outsourching dari CV Baharu Utama itu karena mengindahkan Standar Operasional Prosedur (SOP).
    “SOP pekerjaan sudah disampaikan oleh petugas tender mill, namun kemungkinan korban tidak mengindahkan SOP tersebut,” jelasnya.
    Saat ini proses investigasi sedang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep yang dipimpin Kepala Seksi Pengawasan Disnaker Pangkep Ikhsan. Bekerjasama biro K3 PT Semen Tonasa yang dipimpin Kepala Biro K3, Syamsie A Latif.
    “Hari ini, Sekretaris Perusahaan dan Kepala Biro Komunikasi mewakili Manajemen PT Semen Tonasa telah berkunjung ke rumah duka serta memberikan bantuan kepada keluarga almarhum,” tambahnya.

    ========================================================================================
    Tugas 2# : Kronologi Kejadian dan Faktor Penyebab Langsung maupun Tak Langsung

    Kornologi
    Kecelakaan yang terjadi di pabrik Pt Semen Tonasa yang menewaskan 1 ornag korban. kecelakaan yang menewaskan 1 orng korban yang bernama Sudarmin. Sudirman adalah petugas kebersihan dan pemeliharaan area pabrik Tonasa IV. Ia harus meregang nyawa saat bertugas di area hopper ring canal mill 412 Raw Mill Tonasa IV. dikarenakan sang korban tidak mengindahkan SOP yang diberikan oleh pengawas. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 Wita, Rabu (14/3/2013), Kabiro Humas PT Semen Tonasa M Fajar Sidik, membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa kecelakaan di Pabrik Semen Tonasa Saat ini masih dalam proses investigasi, proses investigasi dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep yang dipimpin Kepala Seksi Pengawasan Disnaker Pangkep Ikhsan. Bekerjasama biro K3 PT Semen Tonasa yang dipimpin Kepala Biro K3, Syamsie A Latif.

    Analisis faktor penyebab langsung (Direct cause factors) :
     kemungkinan korban tidak mengindahkan SOP yang di berikan pengawas.
    Analisi faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors)
     Terlalu menganggap remeh Prosedur yang diberikan

    • Sdr Mikhael Otniel Lao
      Berhubung tugas 1 sebelumnya tidak anda posting sesuai waktu yang ditentukan, sehingga hanya tugas 2 yang akan dipertimbangkan untuk penilaian.

  26. Tugas 1
    Nama : Yulianti Indarti
    Kelas : A1 ( semester II )
    Mk : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1438
    PEKERJA KONTRAKTOR TAMBANG FREEPORT TEWAS TERJEPIT TRUK
    Jakarta -Kementerian ESDM melaporkan peristiwa kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja kontraktor di tambang PT Freeport Indonesia, Papua.
    “Saya dapat laporan dari manajemen Freeport ada satu pekerja yang tewas. Kita sudah kirimkan inspektur tambang untuk selidiki kejadian ini,” jelas Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2015).
    Sukhyar mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan dari inspektur tambang. Namun berdasarkan laporan awal yang didapatkan oleh Sukhyar, pekerja tersebut tewas di bengkel yang lokasinya di pertambangan Freeport, Papua.
    Karena itu, ujar Sukhyar, Kementerian ESDM belum bisa memastikan apakah akan memberikan sanksi atau tidak kepada Freeport terkait insiden tersebut. Namun keselamatan kerja harus menjadi perhatian serius Freeport, terkait perpanjangan kontrak yang diminta oleh perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini.
    “Pemerintah saat ini meminta Freeport serius dalam aspek keselamatan, baik itu untuk pekerja, dan orang yang datang ke sana,” cetus Sukhyar.
    Informasi terpisah dari Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba, Bambang Susigit, kecelakaan di tambang Freeport terjadi pada 24 Januari 2015 pukul 13.30 WIT.
    “Korban atas nama Suwardi Ilyas, berstatus karyawan divisi mill PT Panca Duta Karya Abadi (kontraktor). Lokasi dekat power plant (pembangkit listrik),” jelas Bambang.
    Menurut penjelasan Bambang, ada truk bernomor 730178 yang mundur dan menjepit korban. Lokasi insiden di bengkel.
    “Akibatnya korban cidera serius pada dada kanan dan patah tulang. Korban meninggal 25 Januari 2015 pukul 07.50 WIT di RS Tembagapura,” kata Bambang.
    (dnl/hen)
    Sumber Pustaka :
    http://finance.detik.com/read/2015/01/26/174657/2814455/1034/1-pekerja-kontraktor-tambang-freeport-tewas-terjepit-truk
    =================================================================

    TUGAS 2 :

    1. KRONOLOGI PEKERJA KONTRAKTOR TAMBANG FREEPORT TEWAS TERJEPIT TRUK.
    Jakarta -PT Freeport Indonesia sedang menanti keputusan pemerintah terkait kelanjutan kontraknya di Papua. Pasalnya, Freeport siap tambah investasi US$ 17,5 miliar, tapi kontraknya berakhir pada 2021.
    “Freeport saat ini sedang menunggu kepastian dari pemerintah (Perpanjangan kontrak). Anda semua tahu, berdasarkan aturan perpanjangan hanya bisa diajukan dua tahun sebelum kontranya habis atau baru bisa diajukan di 2019,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan No 18, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2015).
    Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Pemeritah Nomor 77 Tahun 2015, tentang Perubahan ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara, perpanjangan kontrak tambang baru bisa dilakukan paling cepat dua tahun sebelum kontrak berakhir.
    Sudirman mengatakan, sementara Freeport akan menginvestasikan pengembangan tambah bawah tanah (underground) senilai US$ 15,2 miliar, dan pembangun pabrik smelter sebesar US$ 2,3 miliar.
    “Mereka butuh kepastian,” ujarnya.
    Ia mengungkapkan, salah satu cara pemerintah agar dapat memberikan kepastian kepada Freeport alias memberikan keputusan perpanjangan kontrak sebelum 2019, adalah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
    “Mungkin ada jalan lain, misalnya menggunakan rezim IUPK, khusus karena mereka bekas dari kontrak karya. Sehingga Freeport bisa melanjutkan usahanya dan ada kepastian,” katanya.
    Sudirman mengakui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan dukungannya kepada penyelesaian kontrak Freeport. Terutama ada peluang untuk melakukan amandemen kontrak, sehingga pemerintah dalam mengambil manfaat yang sebesar-besarnya demi kepentingan negara dan pemda.
    “Apalagi Freeport sudah melaksanakan 11 dari 17 tuntutan Pemda Papua, mulai dari penyimpanan uang di Bank Papua, putra-putri Papua bisa menduduki posisi penting dan tinggi di Freeport, dan CSR diperbesar,” katanya.
    “Yang masih sedang dibahas dengan Freeport, terkait penyempitan wilayah kerja, pembangunan smelter, penerimaan negara, local content, dan perpanjangan kelanjutan usaha. Tapi sebagian sudah disepakati,” tutupnya.
    (rrd/ang)

    2. Analisis Penyebab Langsung (Direct cause factors)

    – kurangnya komunikasi antara sesame pekerja.
    – tidak memperhatikan briveing yang diberikan
    – kurangnya hati-hati

    3. Analisis faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors)
    -Kurang fokus saat bekerja.
    ¬- kurang serius dalam menjalankan SMK3

  27. Nama : Herliana Dinda Kanita
    NPM : 14.11.106.701501.1413
    Semester : 2 (Dua)
    Kelas : A1

    Tugas #1
    Terowongan runtuh, satu karyawan Freeport tewas
    Minggu, 14 September 2014 18:42 WIB

    Pewarta: Evarukdijati
    Jayapura (ANTARA News) – Robby Hermawan, karyawan PT Freeport, Minggu dini hari (14/9) sekitar pukul 00.30 WIT ditemukan dalam keadaan tewas, setelah terowongan yang berlokasi di area tambang runtuh.

    Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo yang dihubungi Antara.Minggu, membenarkan terjadinya insiden tersebut.

    Dikatakannya, kecelakaan kerja di area tambang PT Freeport Indonesia berawal Sabtu (13/9) pukul 04.00 WIT.

    Ketika itu terjadi kecelakaan di area Grasberg bloc CAV (GBC 2) LEVEL 2760 T di jalur terowongan kereta “West Muckby”.

    Kecelakaan kerja itu terjadi pada sebuah alat berat berupa jumbo jack no 117 yang tertimbun runtuhan batu saat memasang alat pengaman terowongan berupa besi screen di langit-langit terowongan.

    Kejadian itu menyebabkan korban Roby Hermawan, dengan no pegawai ID 905543, sebagai operator tertimbun reruntuhan.

    Tim penyelamat PT Freeport, kata Kombes Pudjo, baru berhasil menemukan jasad korban yang tertimbun reruntuhan Minggu dini hari (14/9).

    Korban saat ini masih berada di RS Tembagapura, jelas Kombes Pudjo.

    PT.Freeport merupakan salah satu perusahaan tambang terbesar yaang beroperasi di Papua.

    Editor: Aditia Maruli

    Sumber Pustaka :
    http://www.antaranews.com/berita/453534/terowongan-runtuh-satu-karyawan-freeport-tewas

    _____________________________________________________________________________________

    Tugas #2

    1. Kronologis kejadian kecelakaan.
    Kecelakaan kerja di area tambang PT Freeport Indonesia berawal Sabtu (13/9) pukul 04.00 WIT. Ketika itu terjadi kecelakaan di area Grasberg bloc CAV (GBC 2) LEVEL 2760 T di jalur terowongan kereta “West Muckby”. Kecelakaan kerja itu terjadi pada sebuah alat berat berupa jumbo jack no 117 yang tertimbun runtuhan batu saat memasang alat pengaman terowongan berupa besi screen di langit-langit terowongan. Kejadian itu menyebabkan korban Roby Hermawan, dengan no pegawai ID 905543, sebagai operator tertimbun reruntuhan.

    Berdasarkan sumber lain yang masih terkait dengan kasus ini (http://m.arrahmah.com/news/2014/09/15/tambang-freeport-runtuh-seorang-pekerja-meninggal.html) dijelaskan bahwa Boby merupakan pekerja dari kontraktor PTFI, PT Redpath, dan telah bekerja di area tambang di Papua sejak tahun 2011. Pihak lain yang turut terlibat dalam insiden ini adalah Brad Skinner, seorang operator Jumbo Drill yang bekerja dekat dengan korban saat terjadi reruntuhan batu. Namun sangat disayangkan, Boby saat itu tidak dapat menyelamatkan diri dan tertimbun material yang berjatuhan. Tahun lalu, areal tambang yang digunakan sebagai fasilitas pelatihan Freeport juga runtuh.

    2. Analisis faktor penyebab langsung (Direct cause factors)
    a. Kecerobohan / kelalaian pekerja saat melakukan pemasangan.
    b. Alat pelindung diri yang kurang memadai dan kurang sesuai dengan lokasi pekerjaan
    c. Alat yang digunakan untuk pemasangan alat pengaman kurang memadai
    d. Sirkulasi udara yang pengap di dalam terowongan membuat pekerja kehilang konsentrasi

    3. Analisis faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors)
    a. Keadaan terowongan yang gelap dan sempit menjadi kendala saat menyelamatkan korban
    b. Pekerja yang terlibat dalam pemasangan alat pengaman hanya 2 orang saja
    c. Tidak dilakukan pengecekan terhadap APD dan alat alat yang akan digunakan selama pemasangan
    d. Runtuhnya terowongan juga sempat terjadi pada tahun lalu dan belum ada pengecekan kembali keadaan terowongan setelahnya.
    e. Pekerjaan yang dilakukan beresiko tinggi dan dilakukan oleh seseorang yang mempunyai pengalaman yang kurang lama dalam mengerjakan pekerjaan tersebut
    f. Adanya perbedaan waktu yang cukup lama saat kejadian berlangsung (Sabtu (13/9) pukul 04.00 WIT) dan proses penyelamatan korban (Minggu dini hari (14/9) sekitar pukul 00.30 WIT)
    g. Kurangnya pengawasan dari pihak Freeport

  28. Nama : Septi Lolo P
    Kelas : A1
    NPM : 14.11.106.701501.1377

    TUGAS I
    ARTIKEL

    RAMBUT TERLILIT MESIN, BURUH PABRIK MI TEWAS DENGAN LUKA MENGERIKAN

    Merdeka.com – Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    Untuk mengevakuasi tubuh Elpa, mesin terpaksa dihentikan. Fahri kemudian membuka penggilingan agar kepala korban yang terjepit dapat dilepas.

    “Memang korban tidak menggunakan pengaman kepala, sehingga rambut yang panjang tersangkut kipas,” sebutnya.

    Setelah dilepas dari mesin, jasad Elpa dibawa ke RSU Herna. Keluarganya lalu datang menjemput untuk disemayamkan di rumah mertuanya, Jalan Setia Budi Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, kemudian dimakamkan.

    Suami korban, Suripno (44), mengaku tidak akan menuntut pihak perusahaan. Dia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Saya juga bekerja di PT DSM sebagai mekanik mesin,” ucapnya.

    Saat kecelakaan terjadi, status Elpa masih sebagai buruh harian lepas (BHL). Dia tidak dilindungi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

    Begitu pun, kata Suripno, pihak perusahaan telah beritikad baik. Manajemen telah mengunjungi keluarga untuk mengucapkan belasungkawa dan memberikan santunan.

    Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/rambut-terlilit-mesin-buruh-pabrik-mi-tewas-dengan-luka-mengerikan.html

    TUGAS II
    ANALISIS

    KRONOLOGI:
    Ibu tiga anak, Elpa Susanti (39), tewas di tempatnya bekerja di pabrik di Desa Paya Pasir, Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, Selasa (3/3). Perempuan ini meregang nyawa setelah rambutnya terlilit dan kepalanya tertarik ke dalam mesin.

    Informasi dihimpun, Elpa Susanti merupakan warga Dusun V Desa Paya Pasir, Tebingtinggi, Sergai. Dia hampir setahun bekerja di PT Deli Sari Murni (DSM) yang memproduksi mi jagung dan tepung tapioka. Saat kejadian, Elpa sedang bertugas di dekat mesin pembuat mi jagung.

    “Menurut laporan mekanik mesin, korban tersangkut rambutnya sehingga bagian kepala masuk penggilingan mi sehingga meninggal langsung,” ucap mandor pabrik Hendrik (52) kepada wartawan.

    Mekanik Mesin Fahri Nasution menambahkan, kepala Elpa masuk ke dalam as mesin. Meski rekan kerjanya sempat berusaha membantu, perempuan itu tidak tertolong. Dia meninggal di tempat dengan kondisi luka parah di bagian kepala.

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG:
    1. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan
    2. Karakteristik fisik
    3. karakteristik mental psikologis
    4. Sikap dan tingkah laku kerja yang tidak aman

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG:
    1. Tidak adanya perlindungan terhadap mesin (Machine guarding), menyebabkan timbulnya risiko anggota tubuh dapat masuk ke dalam mesin. Sebaiknya pemberi kerja menutup semua bagian mesin yang dapat menimbulkan resiko tersebut. Pemberi kerja dapat menutupnya dengan bahan akrilik atau bahan lain

    2. Pemberi kerja juga sebaiknya memberikan tombol darurat (emergency button) yang berfungsi untuk menghentikan laju mesin apabila ada kejadian seperti di atas sehingga akibat kecelakaan kerja dapat dikurangi.

    3. Perlu diperiksa juga apakah di perusahaan tersebut sudah ada kewajiban untuk menutup rambut yang tegerai guna memastikan tidak ada bagian tubuh yang menyangkut

    4. Kecelakaan ini juga dapat menjadi masukan kepada pemerintah untuk menyusun regulasi tentang keselamatan alat produksi untuk pekerja Indonesia yang lebih selamat

    • Sdri Septi Lolo P.
      Berhubung tugas 1 sebelumnya tidak anda posting sesuai waktu yang ditentukan, sehingga hanya tugas 2 yang akan dipertimbangkan untuk penilaian.

  29. Nama : Enik Supraptiningsih
    Kelas : A1 ( semester II)
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1406

    Tugas 1 : PASCA-LEDAKAN, AKTIVITAS LAB UI KEMBALI NORMAL

    TERASJAKARTA – Dua hari pasca-terjadinya ledakan saat praktikum mahasiswa angkatan 2013, laboratorium kimia Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) sudah kembali normal. Kegiatan perkuliahan juga sudah berjalan seperti sedia kala.

    Pantauan di lokasi, kampus FFUI terlihat lengang tak ada penjagaan polisi seperti kemarin. Jadwal praktikum mahasiswa juga sudah mulai aktif menggunakan laboratorium tersebut.

    Kepala Kantor Komunikasi UI, Rifelly Dewi Astuti mengatakan, laboratorium tersebut sudah bisa digunakan kembali oleh mahasiswa, setelah ditinjau oleh pihak K3 kampus. Pihaknya kini masih fokus pada penyembuhan 15 korban luka.

    “Sebelum bisa dipakai oleh mahasiswa, tadi pagi ditinjau oleh K3 bahwa sudah dinyatakan layak dipakai untuk aktifitas praktikum mahasiswa,” ujar Rifelly di Kampus UI, Depok, Rabu (17/3/2015).

    Laboratorium kimia kualitatif tersebut kini sudah digunakan sejumlah mahasiswa yang memiliki jadwal praktikum hari ini, Rabu (18/3/2015).

    Pihak UI mengimbau mahasiswa untuk mematuhi segala peraturan dan SOP praktikum. “Mahasiswa rumpun ilmu IPA yang pakai lab untuk berhati-hati dan taati prosedur yang ada,” tandasnya. (tj4)

    Sumber :
    http://www.terasjakarta.com/portal/berita-48690-pascaledakan-aktivitas-lab-ui-kembali-normal.html#.VQqNClIqfsc
    ========================================================

    Tugas 2 : PASCA-LEDAKAN, AKTIVITAS LAB UI KEMBALI NORMAL

    1). Kronologis : PASCA-LEDAKAN, AKTIVITAS LAB UI KEMBALI NORMAL

    Dua hari pasca-terjadinya ledakan saat praktikum mahasiswa angkatan 2013, laboratorium kimia Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) sudah kembali normal. Pantauan di lokasi, kampus FFUI terlihat lengang tak ada penjagaan polisi seperti kemarin. Jadwal praktikum mahasiswa juga sudah mulai aktif menggunakan laboratorium tersebut.Kepala Kantor Komunikasi UI, Rifelly Dewi Astuti mengatakan, laboratorium tersebut sudah bisa digunakan kembali oleh mahasiswa, setelah ditinjau oleh pihak K3 kampus. Pihaknya kini masih fokus pada penyembuhan 15 korban luka.”Sebelum bisa dipakai oleh mahasiswa, tadi pagi ditinjau oleh K3 bahwa sudah dinyatakan layak dipakai untuk aktifitas praktikum mahasiswa,” ujar Rifelly di Kampus UI, Depok, Rabu (17/3/2015).

    Laboratorium kimia kualitatif tersebut kini sudah digunakan sejumlah mahasiswa yang memiliki jadwal praktikum hari ini, Rabu (18/3/2015).

    Pihak UI mengimbau mahasiswa untuk mematuhi segala peraturan dan SOP praktikum. “Mahasiswa rumpun ilmu IPA yang pakai lab untuk berhati-hati dan taati prosedur yang ada,” tandasnya. (tj4).
    Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) mengklaim sudah menjalankan seluruh proses praktikum di laboratorium kimia sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sebelum terjadi ledakan labu destilasi di laboratorium. “Sudah sesuai SOP saat praktek dan mahasiswa sudah dibriefing. Barangkali mahasiswa lupa dan kejadian begitu cepat saat mengetahui suhu sudah naik sampai 100 derajat. Labu destilasi berukuran 500 mili pecah dan pecahannya sudah enggak ada karena berkeping – keping,” kata Humas FFUI Devfanny Aprilia, Selasa (17/3/2015). Empat mahasiswa dari total 15 mahasiswa yang menjadi korban luka mengalami gangguan pada telinganya karena mendengar ledakan yang begitu kencang. Mereka kini harus kontrol ke dokter THT. “Punya gangguan di telinga mendengung, biasa dalam waktu seminggu memang masih adaptasi. Bukan berarti tuli,” paparnya. Devfa menjelaskan saat kejadian pihak keamanan sudah melapor ke Pospol di Gedung Biru keamanan kampus UI. Namun saat itu memang kondisinya fokus dengan pertolongan terhadap korban. “Kami lapor ke Pospol, tetapi tak langsung lapor Polsek Beji karena memang kondisinya bingung ambulans antar korban dan lainnya,” ungkap Devfa. Atas kejadian ini, pihaknya mengevaluasi seluruh kejadian bersama jajaran pimpinan FFUI. Namun pembahasan belum difokuskan untuk mencari kesalahan atau siapa yang akan dikenakan sanksi. “Humas, laboratorium, matkul, responsi, Kepala prodi, semua sudah pak dekan pimpin rapat langsung. Intinya awareness dan K3 mungkin tiap praktikum kacamata juga diperlukan. Ini jadi bahan evaluasi tidak mencari siapa disalahkan. Kami fokus terhadap korban pak Dekan di RS sampai malam menunggu korban selesai dioperasi,” tandasnya.

    2). ANALISA FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    -Sudah sesuai SOP saat praktek dan mahasiswa sudah dibriefing
    – Punya gangguan di telinga mendengung, biasa dalam waktu seminggu memang masih adaptasi. Bukan berarti tuli
    – pihaknya mengevaluasi seluruh kejadian bersama jajaran pimpinan FFUI
    -Intinya awareness dan K3 mungkin tiap praktikum kacamata juga diperlukan

    3). ANALISA FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    -Kurangnya kesadaran dalam mematuhi prosedur yang ada
    -Kurangnya konsentrasi dari Mahasiswa saat melakukan Praktikum

    Nama : Enik Supraptiningsih
    Kelas : A1 ( semester II)
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1406

    • Sdri Enik Supraptiningsih
      Berhubung tugas 1 sebelumnya tidak anda posting sesuai waktu yang ditentukan, sehingga hanya tugas 2 yang akan dipertimbangkan untuk penilaian.

  30. TUGAS 2#
    ANALISIS :

    1. KRONOLOGI :
    Pada hari kecelakaan itu, operator di tingkat atas dari gedung reaktor sedang mencuci keluar reaktor dengan air blaster. Kemudian pekerja harus pergi ke tingkat yang lebih rendah untuk membuka dua katup reaktor yang sedang di bersihkan – bottom valve reaktor dan katup pembuangan yang lebih rendah. Dari kesaksian korban dan bukti-bukti fisik, dari kesimpulan kasus bahwa , pekerja membuat kesalahan setelah turun tangga ke tingkat yang lebih rendah. Dia berbalik untuk cluster yang berbeda dari reaktor dan pergi ke stand sebelahnya dan mulai membersihkan. Ternyata Itu reaktor yang salah.

    Dia membuka katup pembuangan. Tetapi katup bawah reaktor tidak akan terbuka. Untuk mencegah pelepasan disengaja, katup yang dilengkapi dengan interlock pengaman yang mencegah dari pembukaan reaktor bertekanan. mengapa katupdi bawah tidak membuka, lalu pekerja menempelkan selang udara untuk memberikan tekanan yang diperlukan untuk menimpa – prosedur yang dimaksudkan hanya untuk di gunakan dalam keadaan darurat.

    Ketika katup terbuka, vinil klorida yang sangat mudah terbakar segera disemprotkan ke lantai dan uap penuh menyebar kedaerah daerah sekitarnya. Alarm deteksi vinil klorida terdengar di tempat tersebut. Pengawas dan operator berusaha untuk memperlambat rilis dengan menghilangkan tekanan reaktor. Sama seperti supervisor membuat upaya untuk sampai ke tingkat bawah melalui tangga eksternal, uap vinil klorida meledak.
    Saya menyimpulkan bahwa dua pekerja yang tewas telah bekerja di dekat bagian atas reaktor, dan dua orang lainnya yang tewas telah di tingkat bawah. operator kelima meninggal dua minggu kemudian. Pengawas dan dua pekerja lainnya mengalami luka-luka serius.
    operator memiliki waktu untuk mengevakuasi bangunan produksi setelah rilis mulai dan alarm terdengar. Namun, operator tetap di daerah itu dalam upaya sia-sia untuk mengurangi rilis.

    sistem dan prosedur diberlakukan oleh Borden Kimia dan Formosa tidak cukup untuk memperkecil potensi kesalahan manusia. Selain itu, Formosa tidak cukup melatih karyawan untuk segera mengevakuasi dalam kasus rilis untuk bahan kimia berbahaya. padahal evakuasi seperti itu akan menyelamatkan nyawa. ”
    pengamanan tambahan – seperti kunci atau perangkat lain untuk mengamankan sistem interlock – dapat mencegah katup penting terbuka ketika reaktor bertekanan. Penyidik juga mencatat reaktor dikelompokkan ke dalam set yang sama , meningkatkan kemungkinan kesalahan manusia. Namun tidak ada alat pengukur, indikator atau lampu peringatan untuk menginformasikan operator pada tingkat yang lebih rendah dari status operasi reaktor itu. Operator pada tingkat yang lebih rendah, di mana katup yang, tidak membawa radio atau memiliki interkom untuk berkomunikasi dengan operator panel tingkat atas.

    Kedua perusahaan Borden Kimia dan Formosa menyadari potensi konsekuensi parah membuka katup bawah pada reaktor di bawah tekanan.
    1992 Analisis Borden bahaya direkomendasikan pengamanan yang tidak pernah didapati. Kemudian, pada tahun 1999, analisis Borden lain lagi mengidentifikasi konsekuensi potensial yang sama – rilis besar vinil klorida – tetapi ditentukan bahwa interlock keamanan yang ada sudah cukup untuk mencegah kecelakaan serius.
    Pada tahun 2003, operator di pabrik Formosa di Baton Rouge, Louisiana, membuka katup bawah pada reaktor yang salah, melepaskan £ 8.000 dari vinil klorida ke atmosfer. Beberapa perbaikan keselamatan dilakukan di Baton Rouge tetapi perusahaan ditentukan perubahan yang tidak diperlukan di Illiopolis karena kontrol katup yang berbeda.

    Pada bulan Februari 2004, operator di pabrik Illiopolis dilewati bottom interlock katup pengaman, melepaskan sejumlah besar vinil klorida. Setelah kejadian itu, perusahaan menetapkan bahwa kontrol tambahan yang diperlukan pada interlock tersebut. Namun, perusahaan tidak bertindak cukup cepat. Ledakan fatal terjadi hanya dua bulan kemudian.

    2. Faktor penyebab langsung (Direct cause factors)
    –> Kesalahan Manusia (Human Factors)
    –> Kesalahan Pemakaian SOP (Standart operasional Prosedure).
    –> Miss Communication

    3. faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors).
    –> Ruang lingkup Kerja
    –> Sistem Manajemen K3 yang kurang di gunakan
    –> Tidak Ada pengawasan Safety Man
    –> Tidak memakai MSDS (Material Safety Data Sheet).
    –> Pihak Perusahaan Yang kurang sadar Akan system kerja Alat
    –> Tidak memberikan pelatihan yang baik sesuai standart pada karyawan yang akan mengoprasikan alat tersebut.

    NAMA : IRSYAD ZAIN ABIDIN
    KELAS : A1
    NPM : 14.11.106.701501.1368
    SEMESTER : 2

    • Sdr irsyadzain Abidin
      Copy-paste tugas 1 kedalam tugas 2 sesuai petunjuk tugas yang tertulis, kemudian berikan ulasan anda setelahnya. Berhubung tugas 1 sebelumnya tidak anda posting sesuai waktu yang ditentukan, jadi hanya tugas 2 yang dipertimbangkan untuk penilaian.

  31. Nama : Gusti Suryanata Putra
    NPM : 14.11.106.701501.1407
    Kelas : A1
    Semester : 2
    MK : Investigasi Insiden

    #TUGAS 1
    Sindonews.com – Seorang tukang las tewas tersetrum saat sedang menggerinda sebuah tangga. Alat gerinda yang dipegangnya, ternyata bagian kabelnya terkelupas dan tersentuh.

    Peristiwa ini menimpa Mulyoto (30) warga Boyolali, Jawa Tengah, yang sedang menggerinda sebuah tangga besi di tempat kerjanya di Jalan Jiung F Nomor 378, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2013) sekira pukul 11.00 WIB.

    Ragil, teman korban menceritakan sebelum tewas korban bersama dengan tiga belas pekerja lainya sedang melakukan pengelasan.

    Korban tidak manyadari jika salah satu kabel ada yang terbuka. Ketika kaki korban yang tidak menggunakan sandal tersebut menginjak kabel, dia langsung kejang-kejang hingga sekira lima menit dan langsung ambruk.

    “Temen-teman sudah mencoba menolong korban, namun ternyata nyawa korban tidak tertolong,” kata Ragil di lokasi.

    Sementara itu, Kapolsek Kemayoran, Kompol Marupa Sagala menjelaskan, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    “Korban tewas memang karena kelalaian saat bekerja,” kata Sagala.

    Melihat kejadian itu, kata Sagala, rekan-rekan kerja korban langsung mematikan aliran listrik dan melarikan korban ke RS Islam Cempaka Putih. Namun, nyawa ayah satu anak itu tidak bisa tertolong dan meninggal setelah tiba di rumah sakit.

    Selanjutnya jenazah korban dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani otopsi.

    “Kami akan memanggil pemilik konveksi sedang direnovasi dan kontraktor yang memborong proyek tersebut untuk dimintai keterangannya,” tandasnya.

    Sumber : http://metro.sindonews.com/read/780981/31/kabel-terkelupas-tukang-las-tewas-tersetrum-1378723976
    ========================================================================

    #TUGAS 2

    1. Kronologis kejadian kecelakaan
    peristiwa ini menimpa pekerja yang sedang mengerinda tangga besi, mulyoto(30). yang sedang melakukan pekerjaan menggerinda sebuah tangga besi. korban tidak mengetahui jika bagian kabelnya ada yang terkelupas. saat menggerinda korban tidak mengunakan sandal dan tidak sadar telah mengginjak kabel yang bagiannya terkelupas, sehingga membuat korban menjadi kejang-kejang hingga sekira lima menit dan langsung ambruk, teman korban sempat ingin menolong tapi nyawa sudah tidak tertolong lagi.

    2. Penyebab langsung (Direct cause factors) :
    – kabel gerinda yang terkelupas
    – tidak menggukanan APD
    – tindakan pekerja yang tidak aman

    3. Penyebab tidak langsung (Indirect cause factors) :
    – kurang ahli dalam melakukan pekerjaan
    – kurangnya pengawasan
    – kelalaian saat bekerja / tidak focus saat bekerja

    • Sdr Gusti Suryanata Putra
      Berhubung tugas 1 tidak anda posting sesuai waktu yang ditentukan, sehingga hanya tugas 2 yang akan dipertimbangkan untuk penilaian.

  32. TUGAS I
    Klaten Nasib apes menimpa Listiyana Kurniawati (19), seorang buruh disebuah pabrik tekstil di Pedan, Klaten. Ia tewas setelah lehernya tergilas mesin saat bekerja, Senin (12/11).
    Korban yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan suami istri, Sukur (40) dan Listiyorini Hanifah (40), warga Dukuh Ngawonggo, Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Klaten tersebut baru tiga bulan bekerja setelah lulus MAN.
    Kapolsek Pedan, AKP Kamiran mewakili Kapolres Klaten, AKBP Kalingga Rendra Raharja, menolak memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kejadian tersebut. Ia mengaku penanganan sudah diambil alih oleh Polres Klaten. Silahkan tanya ke polres saja sana, katanya singkat.
    Sementara itu informasi di Mapolres Klaten menyebutkan, peristiwa nahas itu bermula ketika korban yang bekerja sebagai operator mesin di sebuah pabrik tekstil di Pedan, Klaten tersebut berangkat bekerja pada sift malam sekitar pulul 23.00 WIB.
    Selang beberapa jam kemudian, atau sekitar pukul 03.00 WIB, korban mematikan mesin karena ingin membetulkan benang yang putus pada mesin tersebut. Namun setelah benang tersambung, korban bergegas untuk menyalakan kembali mesin tenun yang dioperasikanna itu.
    Namun nahas, korban tidak menyadari saat mesin tersebut menyala, ternyata kain kerudung yang dikenakannya masuk ke dalam mesin. Akibatnya, kain kerudungnya ikut tertarik ke dalam mesin dan menjerat leher korban hingga nyawanya tidak tertolong.
    Terpisah, Kabid Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, Giyanta, mengatakan baik terjadi kecelakaan atau tidak, setiap perusahaan harus mengadakan evaluasi terkait keselamatan atau kecelakaan kerja. Tujuannya tak lain agar kecelakaan tidak terjadi dan menimpa para pekerja.
    Perusahaan harus mengevaluasi apa penyebab kecelakaan yang menimpa karyawannya, apakah mesin atau kelalaian. Hal itu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, ujarnya.
    Sumber: http://www.timlo.net/baca/45085/buruh-pabrik-di-klaten-tewas-tergilas-mesin/

    TUGAS II

    1. Kronologis terjadinya kecelakaan.
    Listiyana Kurniawati (19), seorang buruh disebuah pabrik tekstil di Pedan, Klaten. Ia tewas setelah lehernya tergilas mesin saat bekerja, Senin (12/11). Sementara itu informasi di Mapolres Klaten menyebutkan, peristiwa nahas itu bermula ketika korban yang bekerja sebagai operator mesin di sebuah pabrik tekstil di Pedan, Klaten tersebut berangkat bekerja pada sift malam sekitar pulul 23.00 WIB. Selang beberapa jam kemudian, atau sekitar pukul 03.00 WIB, korban mematikan mesin karena ingin membetulkan benang yang putus pada mesin tersebut. Namun setelah benang tersambung, korban bergegas untuk menyalakan kembali mesin tenun yang dioperasikanna itu. Namun nahas, korban tidak menyadari saat mesin tersebut menyala, ternyata kain kerudung yang dikenakannya masuk ke dalam mesin. Akibatnya, kain kerudungnya ikut tertarik ke dalam mesin dan menjerat leher korban hingga nyawanya tidak tertolong.

    2. Analisis faktor penyebab langsung, (Direct cause factors).
    • Tindakan pekerja yang lalai.
    • Perkerjaan yang terlalu malam.
    • Kurangnya kesadaran pekerja memakai APD

    3. Analisis faktor penyebab tidak langsung (Indirect cause factors).
    • Kurangnya pengetahuan tentang Keselamatan kerja.
    • Suasana ruang kerja yang sepi bila malam.
    • Kurangnya pengawasan di lapangan.
    • Kondisi pekerja yang mengantuk.
    • Kondisi pekerja yang lelah.
    • Pekerja di usia produktif berkurang.
    • Beban pikiran.

    Nama : Ridwan Eko Purnomo
    NPM : 14.11.106.701501.1312
    Kelas : A1
    Semester : 2
    Mk : Investigasi Insiden

  33. NAMA: BILLYEAM.P.M.SITORUS
    KELAS : D4K3 /A1
    NIM :14.11.106.701501.1633
    Tujuh orang yang terluka bakar di pabrik Tuban IV Semen Indonesia di Tuban pada Selasa lalu bukan disebabkan ledakan tabung las. Mereka terbakar saat melakukan pemeliharaan rutin di ruang penyimpanan batubara.

    Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto, Rabu (24/7/2013), menuturkan, kemungkinan besar karena debu halus batubara yang tepercik api. Mereka terbakar di ruangan khusus yang banyak jendela dan ventilasinya sehingga memungkinkan debu batubara halus masuk ke ruangan. Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    ”Saat sedang mengelas, debu halusnya tepercik api dan mengenai mereka,” kata Agung.

    Serbuk halus batubara itu memunculkan letupan dan menimbulkan semacam jilatan api mengenai tubuh mereka. Sudah dilakukan penyiraman air untuk menghentikan panas yang terjadi. Menurut Agung, pekerja sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur dan tidak terjadi kerusakan alat.

    ”Kami masih menunggu hasil penyelidikan tim investigasi setelah insiden terjadi,” tuturnya.

    Kepala Biro Humas PT Semen Indonesia Harry Subagyo menyatakan, PT Semen Indonesia menanggung semua biaya pengobatan enam korban, yakni Sriyono (40), Jaswarni (40), Dawan (30), Drajat Prayogi (28), Kayin, dan Darmuji.

    Perusahaan juga menyantuni keluarga dari korban meninggal, Cipto Joyo (22). Korban dirujuk ke Rumah Sakit Semen Gresik setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Medika Mulia dan Rumah Sakit Umum Daerah Dr Koesma Tuban. Tujuannya agar penanganan lebih intensif.

    Kepolisian Resor Tuban telah melakukan olah tempat kejadian pekara, Rabu (24/7/2013), di ruang penyimpanan batubara (cool bin) kawasan pabrik Tuban IV Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Tuban. Semua bahan masih diselidiki oleh tim laboratorium Forensik.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan, para korban juga belum bisa dimintai keterangan karena masih tergolek di rumah sakit. Kejadian siang hari saat ada pergantian alat.

    ”Belum diketahui penyebab semburan api itu. Namun, ada kemungkinan bahwa ada percikan api di lokasi itu,” kata Wahyu.

    Sumber pustaka:

    http://beritaburuhindonesia.com/2013/07/25/tujuh-orang-terbakar-di-ruang-penyimpanan-batubara/#more-1755

    TUGAS 2

    1.KRONOLOGIS
    Awal kejadian tanggal 24/7/2013
    semua berawal dari debu batu bara terpercik oleh api sehingga menimbulkaan api , pegawai terjebak di ruangan yang terdap[at jendela dan ventilasi yang terbuka sehingga banyak nya debu yang terbang masuk ke dalam ruangan khusus tersebut

    2.SEBAB UTAMA
    Diduga dalam maintenance (pemeliharaan) sebelumnya kurang bersih dari debu batubara yang ada di sekitar alat.

    3.SEBAB TIDAK LANGSUNG
    akibat kurang nya kesadaran kebersihan , mengakibatkan banyaknya potensi potensi sumber kebakaran yang tidak di perhatikan

  34. NAMA: ALVIN RATNA NADIA
    NPM: 14.11.106.701501.1376
    SEMESTER: 2
    KELAS: A1

    Tugas 1

    Kecelakaan Kerja, Sepuluh Jari Buruh Pabrik Ini Putus

    ONVSOFF.com – Seorang pekerja di sebuah pabrik kertas di China mengalami kecelakaan mengerikan saat bekerja dengan menggunakan mesin pemotong kertas, kesepuluh jari tangannya terpotong hingga putus pada 28 Desember 2014 lalu.

    Pemuda bernama Wang Jin, 18 tahun, mengalami insiden tersebut saat mengoperasikan mesin pemotong yang kondisinya sudah kurang baik. Rekan-rekan kerjanya yang lain segera membawa Wang Jin beserta kesepuluh jarinya yang putus ke rumah sakit Xiang Ya di Chiangsha, Hunan, China.

    Pada 5 Januari lalu, tim dokter di rumah sakit tersebut melakukan operasi panjang untuk menyambungkan kembali jari-jari yang terpotong tersebut. Membutuhkan waktu selama 13 jam untuk menyelesaikan operasi tersebut. Wang Jin masuk ke ruang operasi pada pukul 1 siang dan selesai pada pukul 2 dini hari.

    “Setiap 0.2mm jari-jari membutuhkan 6 sampai 8 jahitan yang harus dikerjakan di bawah mikroskop,” ucap Mi Gaosong, kepala ahli bedah, seperti dilansir Mirror, 6 Januari 2015.

    Setelah operasi tersebut selesai dengan sukses, dokter mengatakan bahwa jari-jari Wang Jin dapat berfungsi kembali meskipun tidak sebaik sebelum terpotong. Tim dokter menyelamatkan jari-jari yang masih memiliki struktur tulang utama, namun sejumlah jari-jari lainnya terlalu rusak untuk dapat diselamatkan. (jmw-onvsoff)

    Sumber: http://www.onvsoff.com/2015/01/kecelakaan-kerja-sepuluh-jari-buruh-pabrik-ini-putus/

    =======================================
    Tugas 2

    Kronologis
    Saya telah mencari sumber berita yang lebih lengkap tapi saya tidak mendapatkannya. Saya akan mencoba menskenario sedikit kronologis. Pada saat kejadian tanggal 28 Desember 2014 Wang Jin yang berumur 18 tahun sedang bekerja menggunakan mesin yang kondisinya suda kurang baik. Sehingga menyebabkan kesepuluh jemari Wang Jin putus terpotong. Tanggal 5 january 2015 Wang Jin melakukan operasi penyambungan jemari tangannya. Operasi tersebut memakan waktu 13 jam, dari pukul 1 siang hingga 2 dini hari.

    Analisis faktor penyebab langsung :
    – Mesin yang suda tidak layak pakai
    – Kurang berkonsenterasi saat bekerja

    Analisis faktor penyebab tidak langsung :
    – Perusahaan kurang memperhatikan keadaan mesin produksi
    – Faktor kehidupan pribadi pekerja

  35. 15 Pekerja Tewas Akibat Kecelakaan di Tambang Batubara Cina
    Jakarta Sedikitnya 15 orang pekerja tambang tewas di sebuah proyek pertambangan batubara di Cina bagian tengah. Mereka tewas ketika sebuah kendaraan yang mengangkut para pekerja tambang tergelincir dan jatuh ke dalam kubangan. Insiden ini cukup memukul dunia industri pertambangan di negeri Tirai Bambu itu.
    Seperti dikutip dari AFP, Kamis (16/2/2011), peristiwa ini terjadi pada Kamis dini hari waktu setempat. Kendaraan tersebut tergelincir ke dalam sebuah kubangan berbentuk lobang di dekat kota Leiyang, Provinsi Hunan. Hal itu disampaikan oleh pejabat keamanan setempat.
    Selain menyebabkan belasan orang tewas, tiga orang lainnya dinyatakan terluka. Hingga saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan.
    Kecelakaan kerja seperti ini memang sering menimpa sektor industri pertambangan batubara di Cina. Keselamatan para pekerja sering terabaikan. Disebut-sebut, pemilik usaha tersebut hanya mencari keuntungan semata. Sepanjang tahun 2010, lebih kurang 2.433 orang pekerja tewas dalam kecelakaan tambang batubara.
    Sayang, buruh tidak berani melaporkan kurangnya sistem keamanan proyek yang diterapkan para pengusaha tambang. Padahal dampak terburuk, jumlah pekerja tambang yang tewas akibat insiden serupa bukan tidak mungkin terus meningkat jika tidak manajemen keselamatan tidak segera diperbaiki.
    Sumber Detik News
    http://www.ordtraining.com/2012/02/17/15-pekerja-tewas-akibat-kecelakaan-di-tambang-batubara-cina/
    ===============================================
    TUGAS 2
    KRONOLOGI KEJADIAN
    Pada hari kamis tepat nya tanggal 16 februari 2011 perusahaan TAMBANG BATU BARA DI Cina mengalami peristiwa kecelakaan yang menyebabkan 15 pekerja tewas. sebuah kendaraan yang mengangkut para pekerja tambang tergelincir dan jatuh ke dalam kubangan berbentuk lobang di dekat kota Leiyang, Provinsi Hunan. Hal itu disampaikan oleh pejabat keamanan setempat. Selain menyebabkan belasan orang tewas, tiga orang lainnya dinyatakan terluka. Hingga saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan
    Analisa factor penyebab langsung
    1. Kelalaian pekerja
    2. Jalan yang licin
    Analisa factor penyebab tidak langsung
    1. Keselamatan para pekerja sering terabaikan. Disebut-sebut, pemilik usaha tersebut hanya mencari keuntungan semata.
    2. Pekerja tidak mempunyai sim alat berat untuk mengoperasikan alat tersebut.
    3. Ada beban yang membuat pekerja tidak focus dengan pekerjaan nya.

    • Sdri oppie ade lestari
      Mengapa tidak ada konsistensi antara tugas ini dengan tugas sebelumnya? Pada tugas sebelumnya anda memposting tentang “Pertamina EP Padamkan Api di Sumur KLD-11” sedangkan pada tugas ini tertulis artikel tentang “15 Pekerja Tewas Akibat Kecelakaan di Tambang Batubara Cina”.
      Harap perbaiki kembali posting anda beserta analisisnya. Dan jangan lupa selalu mengetikkan Nama, NPM, Semester dan Kelas anda

  36. NAMA : NINDITA HARUMINTI
    NPM : 14.11.106.701501.1542
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2 (DUA)
    #TUGAS 1

    Merdeka.com – Seorang sopir truk tambang batu bara bernama Kardoyo, karyawan PT KTC Coal Mining & Energy yang arealnya di wilayah Desa Lemo I Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah jatuh bersama truknya ke lubang bekas tambang batu bara.

    “Korban yang jatuh ke dalam lubang tambang sekitar 100 meter yang berair dalam beberapa meter itu masih belum ditemukan,” kata Mora, warga Desa Lemo I Kecamatan Teweh Tengah, Senin (3/12).

    Peristiwa kecelakaan kerja yang dialami seorang karyawan PT KTC Coal Mining dan Energy yang merupakan perusahaan kontraktor eksploitasi areal tambang batu bara milik PT Harfa Taruna Mandiri selaku pemegang izin usaha pertambangan (IUP) itu terjadi pada Minggu (2/12) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

    Ketika itu korban yang baru sepekan bekerja di perusahaan tersebut sedang membawa truk mengangkut tanah untuk menutup lubang tambang batu bara yang sudah tidak dipakai lagi.

    Namun tanpa diketahui sebabnya ketika truk korban mundur, tanah di bagian pinggiran lubang amblas hingga menyebabkan truk dan sopirnya jatuh ke lubang tambang yang dalamnya digenangi air.

    “Upaya penyelamatan secara tradisional sudah dilakukan namun belum membuahkan hasil, korban belum ditemukan,” katanya dikutip antara.

    Kapolres Barito Utara AKBP Bermen Sianturi mengakui telah terjadi kecelakaan kerja dengan korban seorang karyawan perusahaan tambang batu bara yang jatuh bersama truknya ke dalam bekas lubang tambang.

    “Hari ini kami telah menurunkan tim untuk melakukan pencarian korban dan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut,” kata Kapolres.

    =============================================================

    #TUGAS 2

    KRONOLOGI KEJADIAN

    Kardoyo salah seorang karyawan PT KTC coal mining & Energy, mengalami kecelakaan jatuh bersama truk yang dikendarai ke lubang bekas tambang yg sudah tidak digunakan.
    Kecelakaan kerja yang dialami karyawan tersebut terjadi pada Minggu, 2 Desember lalu di Desa Elmo I Kecamatan Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah pada pukul 13.00 WIB. Menurut keterangan yang didapat, karyawan tersebut baru sepekan bekerja diperusahaan tersebut. Memang belum ada keterangan pasti mengenai peristiwa ini, namun dugaan awal kecelakaan tersebut berawal dari Kardoyo yang sedang bekerja mengangkut tanah untuk menutup lubang – lubang yang tidak digunakan lagi.
    Nahas, tanpa diketahui sebabnya ketika truk mundur, tanah dibagian pinggiran lubang pun jg amblas, sehingga ia pun jatuh ke dalam lubang yg di genangi air setinggi beberapa meter.

    ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG ( DIRECT CAUSES )

    – Sikap sopir yang kurang waspada terhadap situasi disekitar lokasi kejadian
    – Kurang cepatnya layanan bantuan dan sarana yang digunakan kurang memadai (hanya menggunakan alat-alat tradisional)

    ANALISIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG ( INDIRECT CAUSES )

    – Tidak ada rambu peringatan tentang bekas galian lubang
    – Kurangnya tingkat fokus pekerja / kelalaian dalam bekerja

  37. NAma : Dia Dela Rachman
    Kelas : A1 ( semester 2 )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM :14.11.106.701501.1388

    Tugas 1 : EMPAT PEKERJA DIPABRIK GULA TEWAS, TERSIRAM AIR PANAS

    indosiar.com, Cilacap – Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09) kemarin, tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang didalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.

    Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada diatas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.

    Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah.

    Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur kedalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.

    Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup)

    Sumber :
    http://www.indosiar.com/patroli/empat-pekerja-di-pabrik-gula-tewas-tersiram-air-panas_81465.html

    ========================================================

    Tugas 2 :

    1). Konologi kejadiannya :

    Cilacap–Empat pekerja cleaning servis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/07/09), tewas setelah tersiram air panas didalam tangki. Satu pekerja lainnya selamat namun mengalami luka parah. Diduga kecelakaan ini akibat operator kran tidak tahu masih ada orang di dalam tangki. Pihak perusahaan terkesan menutup-nutupi insiden ini.
    Peristiwa tragis di pabrik gula Rafinasi PT Darma Pala Usaha Sukses yang ada di komplek Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada di atas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.
    Para korban yang tewas semuanya warga Cilacap yakni Feri Kisbianto, Jumono, Puji Sutrisno dan Kasito. Sedangkan pekerja yang bernama Adi Purwanto berhasil menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah.
    Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur ke dalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.
    Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi terkait kecelakaan kerja tersebut, karena semua pimpinan di Pabrik PT Darma Pala Usaha Sukses berusaha menghindar saat ditemui wartawan. Sementara polisi juga belum mau memberikan keterangan atas musibah tersebut. (Nanang Anna Nur/Sup)

    2). Analisa Faktor Penyebab Langsungnya :

    – Human Error
    – kesalahan terletak pada operator kran
    – seharusnya sang operator kran bersikap lebih hati-hati serta telit
    – Karyawan saat memasuki tangki seharusnya juga mengenakan alat-alat pelindung diri agar terhindar dari bahaya kecelakaan kerja.

    3). Analisa Faktor Penyebab Tidak Langsung :

    – kurangnya pengawasan manajemen dalam bidang kesehatan, keselamatan, dan keamanan pada perusahaan tersebut
    – Sistem manajemen yang baik seharusnya lebih ketat pengawasannya terhadap alat ini menyadari alat ini memiliki risiko yang besar untuk menghasilkan loss atau kerugian
    – tindakan manajemen yang bisa dilakukan adalah dengan meletakkan kamera-kamera di dalam alat tersebut sehingga operator kran dapat memastikan bahwa di dalam tangki benar-benar tidak ada orang
    – apabila teknologi yang lebih canggih dapat diterapkan di sana
    – Kurangnya sebuah lampu yang menyala yang mengindikasikan di dalam tangki tersebut terdapat orang atau benda asing.

    NAma : Dia Dela Rachman
    Kelas : A1 ( semester 2 )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM :14.11.106.701501.1388

    • Sdri Dia Dela Rachman
      Berhubung tugas 1 tidak anda posting pada waktu yang telah ditentukan, sehingga hanya tugas 2 yang akan dipertimbangkan untuk penilaian.

  38. Tugas 1, Artikel
    Kecelakaan Kerja di Tambang Terbuka Grasberg FREEPORT, 4 Meninggal Dunia
    Pada hari sabtu pagi 27 September 2014 terjadi kecelakaan kerja di salah satu tambang emas terbesar dunia tambang emas PT Freeport Papua, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika. Saat itu terdapat 9 orang yang berada di dalam keadaan ringan (LV), 4 korban diantara meninggal di tempat dan 5 orang lainnya terluka, kesemuanya langsung dievakusi ke Rumah Sakit Tembagapura. Aktivitas di Tambang Terbuka Grasberg saat ini dihentikan sementara demi keselamatan kerja guna untuk proses kegiatan konsolidasi dan investigasi.
    Daisy Primayanti sebagai VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, mengatakan bahwa telah terjadi kecelakaan tambang yang melibatkan sebuah unit kendaraan ringan untuk kegiatan operasi jenis Toyota LWB (LV 2740) yang berisi delapan orang penumpang dan seorang pengendara, dengan satu unit Haul Truck (Truk Tambang CAT 785 nomor lambung 220) yang dikendarai seorang operator di lokasi Tambang Terbuka Grasberg PT Freeport Indonesia (PTFI). Kecelakaan tambang ini terjadi pukul 07.24 WIT ini. Tim Tanggap Darurat Grasberg Mine Rescue langsung diterjunkan segera guna memberikan pertolongan dan melakukan proses evakuasi.
    Adapun data korban yang tewas dalam kecelakaan tambang saat itu adalah Nursio asal Jawa, Simon Seba asal Toraja, Richardo Tomasila asal Ambon, dan Luther Patanggi asal Toraja. Sedangkan yang kondisinya kritis adalah Komarudin Poleng asal Sulawesi Selatan dan Andreas Rahenwin asal Key. Sementara itu, yang selamat tanpa luka atas nama Thomas Pieter Siloy asal Ambon, Billy Angresu asal Manokwari, dan Irianto asal Jawa.
    Jenazah Richardo Tomasila dan Nursiyo akan diterbangkan dari Timika ke kampung halaman masing-masing dan dua jenasah lainnya, Luther Patanggi dan Simon Seba saat ini masih disemayamkan di rumah masing-masing di Timika. Menurut Daisy Primayanti, kedua jenasah rencananya akan diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan di kampung halamannya hari Senin.
    Daisy menjelaskan bahwa insiden kecelakaan tambang ini telah Freeport laporkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dan keluarga besar PT Freeport Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Doa kami semua menyertai Almarhum yang telah menjadi bagian Keluarga Besar PTFI dan keluarga yang ditinggalkan,”.
    (sumber : detik, vivenews, kompas)
    SUMBER : http://tambangindonesia.com/kecelakaan-kerja-di-tambang-emas-terbesar-terbuka-grasberg-freeport-4-meninggal-dunia/

    ==============================================================================

    Tugas 2, Analisis

    1. Kronologi Kejadian
    Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.22WIT, 27 September 2014. Kendaraan operasi bermuatan sembilan orang, yaitu satu pengemudi dan delapan penumpang hendak menuju tambang quari atau tambang batu. Pekerja merupakan pegawai perawatan fasilitas pompa. Kejadian terjadi cukup cepat. Saat itu kendaran tengah berada di persimpangan jalan dan berhenti sesuai standar keamanan.Mobil operasional itu mendahulukan kendaraan besar saat berpapasan. Sebab, sesuai aturan, kendaraan besar diberi jalan terlebih dahulu. Namun, kendaraan besar itu hendak memutar arah dan melebar sehingga secara langsung melindas kendaraan operasional yang tengah berhenti. Kendaraan harusnya berbelok lebih lebar. Tapi entah kenapa belok lebih sempit sehingga ban depan truk melindas mobil kecil. Pengemudi kendaraan besar itu lalu menghentikan laju.

    2. Penyebab langsung (direct cause factors):
    • Pengemudi truk lalai dalam mengemudikan kendaraan.
    • Pengemudi SUV tidak menjaga jarak kendaraannya.
    • Pengemudi truk tidak memperhatikan kondisi disekitarnya saat menjalankan kendaraan.
    • Pengemudi yang tidak kompeten dalam menjalankan kendaraannya.
    • Pengemudi menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

    3. Penyebab tidak langsung (indirect causde factors):
    • Kondisi jalan kurang memadai sehingga truk melebar ketika akan memutar arah.
    • Rambu disekitar tempat kejadian tidak lengkap.
    • Pengemudi bekerja dalam kondisi mengantuk.
    • Kurangnya pengawasan oleh koordinator terhadap pekerja.

    NAMA : WULAN RAMANDASARI
    NPM : 14.11.106.701501.1366
    SEMESTER : 2
    KELAS : A1

  39. NAMA : OPPIE ADE LESTARI
    NPM: 14.11.106.7015.01.1379
    SEMESTER II KELAS A1
    MK: INVESTIGASI INSIDEN
    Pertamina EP Padamkan Api di Sumur KLD-11
    Editor: teguh
    Rabu, 11 Maret 2015
    SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
    Rantau – Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Pertamina EP Field Rantau berhasil memadamkan semburan api yang sempat membakar Rig di Sumur KLD-11 di Dusun Sei Buluh, Desa P. Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
    Tim yang mendapatkan info segera bergerak ke lokasi tempat terjadinya kebakaran pada hari senin tanggal 09 Maret 2015 pukul 21.30 WIB. Mereka langsung merangsek di lokasi KLD – 11 RIG H35 UY 6 PDSI saat tengah melaksanakan kegiatan service sumur KLD – 11.
    “Pekerjaan yang dilakukan saat itu tengah penggantian tubing 3,5 inch, dan terdapat semburan dari sumur dengan ketinggian sekitar 20 meter yang disertai dengan percikan api sehingga menyebabkan timbulnya api,” jelas Muhammad Baron, Public Relation Manager PT Pertamina EP dalam siaran pers yang diterima Suarabanyuurip.com, Rabu (11/3/2015).
    Menurut Baron, sesaat ketika mendapatkan kabar terjadi kebakaran, Tim Penanggulangan Keadaan Darurat Field Rantau segera melakukan penanganan, dan memadamkan api. Sekitar pukul 23.30 WIB api berhasil dipadamkan.
    Akibat dari kejadian kebakaran tersebut 1 orang crew rig mengalami luka di kaki, karena melompat seketika saat kejadian, dan 2 orang crew rig mengalami luka bakar. Saat ini tengah dalam penanganan tim medis.
    “Saat ini kami tengah melakukan investigasi terkait kejadian tersebut, apa penyebab dan berapa besar kerugian yang diderita oleh perusahaan sebagai dampak dari peristiwa itu. Untuk tidak menimbulkan terhentinya operasi, rig tersebut akan segera diganti dengan yang sejenis ”, pungkas Baron. (rien)

    http://www.petrominer.co.id/berita-pertamina-ep-padamkan-api-di-sumur-kld11-.html

    ===================================
    TUGAS 2
    NAMA : OPPIE ADE LESTARI
    NPM :14.11.106.7015.01.1379
    SEMESTER II KELAS A1
    MK : INVESTIGASI INSIDEN

    KRONOLOGIS KEJADIAN
    Rantau – Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Pertamina EP Field Rantau berhasil memadamkan semburan api yang sempat membakar Rig di Sumur KLD-11 yang berada di Dusun Sei Buluh, Desa P. Kampai, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Tim yang mendapatkan info segera bergerak ke lokasi tempat terjadinya kebakaran pada hari senin tanggal 09 Maret 2015 pukul 21.30 WIB di lokasi KLD – 11 RIG H35 UY 6 PDSI saat tengah melaksanakan kegiatan service sumur KLD – 11.
    “Pekerjaan yang dilakukan saat itu tengah penggantian tubing 3,5 inch, dan terdapat semburan dari sumur dengan ketinggian sekitar 20 meter yang disertai dengan percikan api sehingga menyebabkan timbulnya api,” jelas Muhammad Baron Public Relation Manager PT Pertamina EP.
    Sementara itu, akibat dari kejadian kebakaran tersebut 1 orang Crew Rig mengalami luka di kaki karena korban melompat seketika saat kejadian, dan 2 orang crew rig mengalami luka bakar dan saat ini tengah dalam penanganan tim medis

    Penyebab langsung .
    Ada percikan api di daerah sumur.
    Daerah sumur tidak di lengkapi ada nya alat sensor Api.

    Penyebab tidak langsung.

    Kurang nya pengawasan di tempat kerja
    Pekerja yang lalai.
    pengawas tidak mengecek sumur sebelum Drilling.

  40. Nama : Yoko Andi Prasetyo
    Kelas : A1
    NPM : 14.11.106.701501.1435
    Semester : 2
    MK : INVESTIGASI INSIDEN


    TUGAS#1

    Merdeka.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi di areal PT Inti Benua Perkasatama (IBP) Dumai. Sebelumnya, salah seorang karyawan CV Inerse, yang merupakan subkontraktor PT IBP, Mursid (35), menjadi korban, Kamis (29/5). Kali ini, dua orang pekerja PT Mitra Pratama Mandiri (MPM), juga subkontraktor PT IBP, mengalami nasib yang sama.

    Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada merdeka.com, Jumat (6/6), menyebutkan, Laporan peristiwa nahas yang terjadi pada Kamis (5/6) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, diterima Polres Dumai pada hari itu juga sekitar pukul 15.45 WIB.

    “Korbannya ada dua orang yang bekerja sebagai buruh harian dari PT MPM, yang ditempatkan di PT IBP, yaitu Silo Apri Siregar (24), warga Jalan Hasanudin Gang Makmur Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan Dumai, dan Parsaoran Simamora (24), warga Jalan TGuar Indah 10 Nomor 61 Blok IX Medan,” jelas Guntur.

    Syahnan (43), yang bekerja di Bagian Material PT MPM membuat laporan, sesuai Laporan Polisi model B Nomor : Lp/34/VI/2014/Riau/Res Dmi/Sek SS, tanggal 5 Juni 2014, dijelaskan kalau dirinya mendapat informasi melalui dari saksi Johanes Saragih melalui sambungan telepon.

    “Dalam informasi tersebut disampaikan bahwa tangki silo, yang menjadi tempat penyimpanan buah inti sawit telah roboh dan menimpa dua orang pekerja PT MPM yang sedang istirahat dan tertidur, usai bekerja menyambung pipa. Akibatnya, kedua korban tersebut meninggal dunia,” terang Guntur.

    Mendapat laporan tersebut, polisi langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan langsung melakukan upaya evakuasi. “Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Sejumlah saksi juga dimintai keterangannya, antara lain Alfin Sumanto (22) dan Parsaroan (24). Keduanya pekerja PT MPM,” pungkas Guntur.

    SUMBER PUSTAKA : http://www.merdeka.com/peristiwa/kecelakaan-kerja-di-pt-ibp-dumai-dua-orang-tewas.html


    TUGAS#2
    ANALISIS Kecelakaan Kerja
    -Kronologi kejadian
    Dua orang pekerja PT MPM sedang beristirahat dan tertidur, usai menyambung pipa, para Pekerja tersebut saat beristirahat berada tidak jauh dengan tangki silo, yang menjadi tempat penyimpanan buah inti sawit, tangki tersebut roboh dan menimpa dua orang pekerja.

    -Penyebab langsung
    *human eror,karena pekerja seharusnya tidak berada dalam area tangki dan alat berbahaya lainnya, beristirahat sebaiknya di ruangan khusus yang kondisinya lebih memungkinkan
    *tangki tidak diberikan alat pengaman, sehingga tangki tidak stabil bila mendapat tekanan

    -Penyebab tidak langsung
    *kurangnya pengawasan kepada pekerja yang sedang beristirahat dan bekerja
    *tidak adanya alat-alat pengaman untuk mesin dan perlengkapan perusahaan
    *kurangnya rambu-rambu atau sign yang memperjelas bahwa di area tersebut tidak memungkinkan dan berbahaya


    Nama : Yoko Andi Prasetyo
    Kelas : A1
    NPM : 14.11.106.701501.1435
    Semester : 2
    MK : INVESTIGASI INSIDEN

  41. TUGAS 1
    Buruh di Purwakarta Tewas Akibat Kepalanya Terjepit Mesin

    Seorang buruh asal Desa Kembangkuning, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat tewas mengenaskan akibat terjepit mesin pemintal benang di pabrik tempatnya bekerja, Selasa 14 Oktober kemarin. Keluarga pun tak mampu menyembunyikan kesedihan saat jenazah Aisyah tiba di kediamannya.

    Rabu(15/10/2014), Aisyah mengalami luka parah di bagian kepalanya. Dia tewas setelah kepalanya terjepit mesin pemintal benang di pabrik PT Indopanca Centratex Purwakarta, Jawa Barat.

    Meski kejadian nahas yang menimpa Aisyah murni kecelakaan, namun pihak pabrik justru terkesan menutup-nutupinya dari aparat kepolisian. Berdasarkan laporan warga dan keluarga Aisyah, petugas kepolisian baru olah TKP untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

    “Menurut keterangan dari saksi, korban sedang memintal benang kemudian kerudungnya tertarik ke mesin pemintal. Akhirnya dia tertarik hingga kepalanya masuk ke dalam mesin” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Tri Suhartono.

    Jasad korban langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Sementara kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat dari Polres Purwakarta, Jawa Barat.


    TUGAS 2
    KRONOLOGIS KEJADIAN
    “Menurut keterangan dari saksi, korban sedang memintal benang kemudian kerudungnya tertarik ke mesin pemintal. Akhirnya dia tertarik hingga kepalanya masuk ke dalam mesin” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Tri Suhartono.

    PENYEBAB LANGSUNG
    -human error
    -pekerja tidak teliti dan fokus dalam pekerjaannya

    PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    -Pekerja menggunakan aksesoris yang berlebihan seperti kerudung yang kepanjangan itu menyebabkan kesulitan dalam melakukan pekerjaannya apalagi didepan mesin pemintal yang bisa menyebabkan terjadinya accident.


    NAMA : TOMMY MUSLIM R
    KELAS/SEMESTER : A1/II
    NPM : 14.11.106.701501.1404

    • Sdr Tommy Muslim
      Berhubung tugas 1 tidak anda posting sampai batas waktu yang telah ditentukan, maka hanya tugas 2 ini yang akan dipertimbangkan untuk penilaian, sedangkan nilai tugas 1 = 0.

  42. Pekerja Tewas Terjatuh,Pengelola Plaza Blok M

    Pengelola Gedung Plaza Blok M di Jakarta Selatan, Setio Widodo, membenarkan adanya kecelakaan yang menewaskan seorang petugas kebersihan, Muhammad Anwar (35). Anwar yang diduga akibat human error itu tewas terjatuh saat membersihkan tiang lift, Selasa (24/12/2013).
    TUGAS 1
    “Kecelakaan itu akibat kelalaian dan mestinya nggak harus terjadi, kita sudah urusi semua. Sudah beres dan sudah dimakamkan di TPU di Pasar Minggu, sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Manager Humas Plaza Blok M Setio Widodo di kantornya, Jakarta, Selasa (24/12/2013).

    Setio menuturkan kejadian tersebut berawal saat Anwar sedang membersihkan tiang lift bersama 2 pekerja lainnya, Hasyim Asyari (32) dan Juminta Arbi (43) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat di lantai bawah, pemberat lift tiba-tiba menyenggol kepala Anwar. Korban pun terjatuh ke lantai dasar dan kepalanya terbentur pipa.

    “Dia pakai safety berupa sabuk pengaman. Tapi kalau pakai helm saya belum tahu,” tutur dia.

    Setio menambahkan seharusnya para pekerja harus berhenti bekerja membersihkan pipa lift di Upper Ground sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, lift tersebut telah beroperasi tanpa disadari para pekerja yang sedang bekerja.

    “Mungkin karena masih terlalu asyik berbincang. Padahal lift yang sebelah sudah harus jalan, akhirnya terjadilah kecelakaan tersebut,” ujar dia.

    Ia menambahkan lift itu eroperasi di 08.30 WIB dan korban sedang membersihkan pipa di sebelahnya.

    “Sebenarnya kalau membersihkan di daerah yang sepatutnya dibersihin, nggak apa-apa. Namun dia menyeberang ke lift yang saat itu harus berjalan. Akhirnya kesenggol pemberat atau bandul yang ada di atas lift,” imbuh Setio.

    Menurutnya, seharusnya pekerja nahas tersebut tidak boleh menyeberang ke daerah yang nggak mereka bersihkan.

    “Kepala korban terantuk pemberat dan korban jatuh dari Upper Ground ke Lower Ground,di lift kaca yang biasa digunakan pengunjung mal,” tandas Setio. (Adi)

    -=====================================================================

    TUGAS 2

    KRONOLOGIS KEJADIAN
    Kecelakaan itu akibat kelalaian dari pekerja itu sendiri karna human error dan tidak mengetahui kalau lift tersebut beroperasi mengakibatkan pipa yang berada didekat anwar goyang dan mebentur kepalanya hingga anwar jatuh hingga lantai lower ground.

    PENYEBAB LANGSUNG
    -human error
    -pekerja tidak menggunakan helm
    -pekerja tidak fokus

    PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    Lift beroperasi saat dikerjakan oleh pekerja tersebut tanpa diketahui oleh korban.

    NAMA : ENOS FAIZA NOVALDY
    SEMESTER : 2 / A1
    NPM : 14.11.701501.1233

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s