SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150324] Tugas 3 Investigasi Insiden (Kelas Pagi A1)

34 Comments

Kepada mahasiswa D4K3 Uniba Semester II Kelas Pagi A1

Video diatas adalah rekaman suatu peristiwa kecelakaan kerja berjudul Construction Worker Falls From Platform After Demolishing. Dari video tersebut, Anda diminta untuk:

  1. Menceritakan kronologis kejadian.
  2. Melakukan analisis alat dan peralatan.
  3. Melakukan analisis lingkungan kerja.
  4. Menentukan faktor penyebab langsung.
  5. Menentukan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
  6. Membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.

Kerjakan tugas Anda dengan mengetik analisis tersebut pada kotak dibagian bawah yang terdapat tulisan “Leave a Reply”. Batas akhir posting adalah hari Minggu 29 Maret 2015 pukul 22:00 wita. Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dipostingkan dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.

Hasil analisis tidak boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain. Bila terdapat analisis yang sama persis, maka posting tersebut akan dicoret.

Jangan lupa tuliskan nama Anda, NIM/NPM, semester, dan kelas pada bagian diakhir. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

TIDAK ada tugas susulan atau perbaikan nilai (remedial) untuk tugas ini. Harap diperhatikan dengan baik. Terimakasih.

Advertisements

34 thoughts on “[150324] Tugas 3 Investigasi Insiden (Kelas Pagi A1)

  1. Tugas #3

    ■Kronologi:
    1. Pekerja berdiri pada pijakan beton
    2. Pekerja melakukan pengeboran pada platfarm
    3. Pekerja berpindah pijakan pada platfarm
    4. Pekerja terjatuh disebabkan pijakan yang tidak kokoh

    ■Analisa alat dan pralatan:
    1. Alat yang di gunakan kurang lenkap
    2. Tidak adanya pralatan pendukung untuk pekerjaan di tenpat ketinggian

    ■Analisa lingkungan kerja:
    1. Bejerja di tempat ketinggian
    2. Kondisi kerja yang mempunya resiko kecelakaan

    ■Faktor penyebab langsung:
    1. Kondisi pijakan yang salah
    2. Tidak menggunakan APD
    3. Kelalaian pekerja
    4. Tidak menggunakan harnes

    ■Faktor yang memberi kontribusi:
    1. Tidak menjalankan SOP & JSA dengan tepat
    2. Keahlian yang dimiliki pekerja jurang
    3. Tidak adanya pengawasan

    ■Rekomendasi agar tidak terulang kembali:
    1. Para pekerja harus dilengkapi dengan APD
    2. Pada pekerjaan di tempat ketinggian harus menggunakan safety harnes
    3. Melaksanakan SOP & JSA dengan tepat

    Nama: Dhanar Ardhyaksa
    NPM: 14.11.106.701501.1319

  2. TUGAS #3

    ***Kronologis kejadian***

    -pekerja tersebut sedang melakukan proses penghancuran atau renovasi gedung
    -dengan langkah ragu, pekerja tersebut mencoba mencari posisi yang lebih nyaman
    -posisi membungkuk dan sebuah alat bor ditangannya dengan tingkat getaran cukup tinggi berhasil menghancurkan sedikit demi sedikit bangunan tersebut
    -namun, sangat minimnya upaya safety pekerja membuat lantai dinding yang ia pijak runtuh dan pekerja tersebut jatuh dengan keadaan tanpa Alat Pelindung Diri

    ***Analisis peralatan kerja***

    -Kemampuan alat bor perlu diperhatikan
    -Kabel mengganggu ruang gerak
    -Kekuatan bor tidak disesuaikan dengan objek yang sedang dalam proses pengerjaan
    -Getaran pada bor yang terlalu lama membuat pekerja sulit untuk mengontrol fisik korban
    -Kebisingan yang mengganggu konsentrasi dan pengarahan

    ***Analisis lingkungan kerja***

    -Ruang gerak terbatas
    -Tidak ada pijakan yang kokoh
    -Hanya satu batang kayu untuk memijakkan kaki korban
    -Tidak terlihat adanya scaffolding

    ***Faktor penyebab langsung***

    -Getaran kuat pada mesin bor
    -Berat badan korban menyebabkan lantai dinding tidak kuat menahan beban korban
    -Ruang terbatas masih menjadi faktor penyebab langsung
    -Posisi tubuh korban tidak nyaman
    -Unsafe condition
    -Unsafe action
    -Tidak terpasangnya safeguard pada area pekerjaan tersebut
    -Ceroboh
    -Meninggalkan prosedur kerja
    -Meremehkan rambu-rambu dilokasi kerja

    ***Faktor yang berkontribusi dalam kecelakan***

    -Human Error
    -Faktor fisika seperti Getaran dan kebisingan
    -Nilai ambang batas terhadap getaran dan kebisingan tidak diperhatikan
    -Faktor kimia seperti Debu
    -Faktor psikologis

    ***Rekomendasi supaya kecelakaan tidak terulang kembali***

    -Pengawasan
    -Standarisasi resmi
    -Penelitian meliputi ciri dari bahan-bahan , ruang , APD
    -Pendidikan dan pelatihan
    -Membuat JSA
    -Wajib APD
    -Jika belum ada rambu-rambu , maka pasanglah rambu diarea kerja
    -bekerja dengan bantuan Scaffolding
    -Sanksi tegas bagi setiap pekerja yang lalai, melanggar, bekerja tanpa disuruh dan tanpa perelngkapan keselamatan

    Nama : Sihwindu adi nugroho
    Kelas : A1 Semester 2 (Dua)
    Fakultas : D4_K3
    NPM : 14.11.106.701501.1317

  3. Nama : Elis Pujowati
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPm : 14.11.106.701501.1336

    Tugas 3 :

    1). Kronologi kejadian :

    ” Construction Worker Falls From Platform After Demolishing ”

    ” Disuatu tempat kerja proyek bangunan terdapat pekerja Konstruksi Bangunan Yang Terjun Bebas dari Ketinggian setelah Menghancurkan Sisa Puing lantai disebuah bagunan. Akibatnya pekerja yang melakukan pengeboran Pastinya mengalami cidera Fisik, Cacat , gangguan Mental dan bisa jadi berakibat fatal yaitu Kematian. Kesaah terbesar dari pekerja tersebut yaitu kurangnya memakai APD seperti : Descender ( tali safety ) saat berada diketinggian / bekerja di ketinggian. Kesalahan terbesar dari pihak perusahaannya yaitu Kurangnya pengawasan dari Supervisor saat melakukan pekerjaan, kurangnya mematuhi prosedur SOP dari perusahaannya, dan Kurangnya Breafing saat sebelum melakukan pekerjaan “.

    2). Melakukan Analisis alat dan Peralatan :

    – Alat yang digunakan Pengeboran / Mesin Bor

    3). Melakukan Analisis Lingkungan Kerja :

    – Kurangnya Fasilitas untuk pinjakan kaki saat melakukan pengeboran diketinggian

    4). Menentukan Faktor Penyebab Langsung :

    – Lokasi tempat kerja yang kurang Kondusif
    – Pekerja yang kurang berhati- hati dalam melakukan pekerjaannya
    – kurangnya memperhatikan peraturan saat bekerja pada ketinggian.

    5). Menentukan Faktor Yang Memberikan Kontribusi Atas Kecelakaan :

    – Faktor lingkungan yang tidak aman dan kondusi lokasi kerja yang terbatas untuk bergerak
    – Tidak adanya tangga manual untuk pekerja saat melakukan pengeboran
    – Kurangnya komunikasi dengan rekan kerja lainnya
    – Tidak memiliki Lisensi
    -Kurangnya Breafing
    – Kurangnya JSA
    – Tidak adanya pengawasan oleh Supervesior
    _ Kurangnya Peralatan yang dipakai atau APD pada saat bekerja diketinggian

    6). Rekomendasi :

    – Buatlah susunan Scafhoolding atau tangga manual , dan pastikan susunan aman untuk Pinjakan kaki
    – Memasang APD ( tali safety untuk ketinggian )
    – Melakukan Breafing setiap sebelum melakukan pekerjaan, Memberitahu kepada seluruh pekerja area mana saja yang menjadi potensi bahaya paling tinggi dan resiko cideranya paling tinggi
    – Pastikan Supervisor mengawasi pekerja pada semua pekerja yang mempunyai resiko cidera tinggi
    – Dan pastikan semua pekerja mempelajari SOP di Perusahaan tersebut itu yang paling penting dalam melakukan pekerjaan agar tidak terulang kembali kecelakaan ini yang ke 2 kalinya.

    Nama : Elis Pujowati
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPm : 14.11.106.701501.1336

  4. NAMA : NINDITA HARUMINTI
    NPM : 14.11.106.701501.1542
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2 (DUA)

    1. Kronologi kejadian :
    seorang pekerja ditugaskan untuk meruntuhkan lantai/dak, ia memulai dengan mengebor lantai/dak tersebut. Pekerja tersebut berpijak disebatang kayu yang kecil, dan pekerja terus saja mengebor lantai/dak tanpa memperdulikan area sekitar. Pada saat lantai/dak hampir runtuh pekerja memijakkan kakinya ke lantai/dak tanpa menggunakan alat safety yang memadai akhirnya, lantai/dak yang ia pijak runtuh dan pekerja tersebut pun ikut jatuh.

    2. Melakukan analisis alat dan pekerjaan :
    – Tidak memakai APD
    – Tidak menggunakan Body harness
    – Kurang lebarnya pijakan kayu (kayu sempit/kecil)

    3. Melakukan analisis lingkungan kerja :
    – Ruangan kerja yang sempit
    – Kurangnya pencahayaan

    4. Faktor penyebab langsung :
    – Tindakan pekerja yang ceroboh
    – Tidak menggunakan body harness

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan :
    – Kurang handalnya pekerja tersebut
    – Tidak adanya trainning untuk pekerja dalam bidang ini
    – Pekerja kurang berpengalaman
    – Pekerja tidak bekerja dibidangnya

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali :
    – Sebelum bekerja diadakannya briefing terlebih dahulu mengenai keselamatan, situasi, dan kondisi lingkungan kerja
    – Dilakukannya training untuk pekerja yang bekerja dibidang ini, agar memiliki sertifikasi yang berkompeten dibidang K3
    – Ditambahnya fasilitas keselamatan kerja, seperti : body harness, helm, dan scaffolding

  5. NAMA : WULAN RAMANDASARI
    NPM : 14.11.106.701501.1366
    SEMESTER : 2
    KELAS : A1

    1. Kronologis Kejadian
    Seorang pekerja pada sebuah konstruksi sedang meruntuhkan sebuah dak pembatas dua lantai disebuah gedung bertingkat. Pekerja tersebut menggunakan sebuah mesin bor untuk memisahkan dak tersebut dari dinding tempat dak tersebut bertumpu. Tanpa diduga dak tersebut runtuh ketika sang pekerja berada tepat diatasnya dan sang pekerja pun ikut terjatuh bersama runtuhan dak. Kejadian ini berlangsung cukup cepat, diduga sang pekerja tidak memperhitungkan bobot tubuhnya yang berpijak pada dak tersebut. Dak yang hanya bertumpu pada beberapa cm bagiannya yang menempel di dinding itu pun tidak mampu menahan beban hingga akhirnya runtuk bersama dengan pekerja yang berada di atasnya.
    2. Analisis Alat dan Peralatan
    Alat yang digunakan tidak memadai, dapat dilihat bahwa pekerja hanya mengandalkan sebuah papan dengan lebar kurang dari satu meter sebagai pijakan. Sementara pekerja melakukan pekerjaannya tanpa menggunakan harness maupun helm sebagai APD bagi si pekerja.
    3. Analisis Lingkungan Kerja
    Pekerjaan dilakukan ditempat dengan ruang gerak yang terbatas bagi sang pekerja. Pekerja hanya dapat berpijak pada sebuah papan yang tidak lebar yang berada tepat diatas dak yang akan diruntuhkan. Hal ini mendorong pekerja untuk memijakkan kakinya diatas dak guna mempermudah pekerjaannya, sehingga ketika dak tersebut runtuh sang pekerja pun kehilangan keseimbangan dan ikut terjatuh bersama runtuhan dak.
    4. Penyebab Langsung
    • Pekerja tidak menggunakan APD.
    • Ruang gerak pekerja terbatas.
    • Tidak ada control dari pengawas konstruksi.
    • Dak tidak mampu menahan bobot pekerja.

    5. Faktor yang Memberikan Kontribusi atas Kecelakaan
    • Kurangnya pengetahuan pekerja tentang bagaimana bekerja di ketinggian dengan aman.
    • Keahlian yang kurang dari pekerja.
    • Pekerja melakukan pekerjaannya tidak sesuai dengan SOP dan JSA.
    • SOP dan JSA tidak memadai.

    6. Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
    Setelah melakukan analisis mengenai kejadian tersebut, saya dapat memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah terulangnya kembali kecelakaan tersebut, diantaranya:
    1) Pekerja menggunakan APD saat melakukan pekerjaannya.
    2) Pengawas lebih memperhatikan pekerja saat melakukan pekerjaannya.
    3) Pekerja mendapatkan pelatihan mengenai keselamatan kerja sebelum dapat melakukan pekerjaannya.
    4) Pastikan bahwa pekerjaan dilakukan oleh pekerja yang ahli di bidangnya.
    5) Lakukan revisi pada SOP dan JSA yang sudah ada.

  6. NAMA : Nur Muhammad Rachman Azhari
    KELAS : A1
    NPM : 14.11.106.701501.1321
    SEMESTER : 2
    Tugas 3

    1. Kronologis Kecelakaan
    Pekerja melakukan pengerjaan demolishing di sebuah gedung bertingkat. Pekerja tersebut sedang memotong besi/bagian penyambung antara yang telihat sebagai bagian terakhir dari lantai beton dengan dindingnya. Disaat pekerja tersebut sedang melakukan pengerjaan,sang pekerja terjatuh bersamaan dengan lantai yang sedang dipotongnya.

    2. Alat dan Peralatan
    Pekerja menggunakan yang sepertinya Small Sized Jackhammer untuk melakukan pengerjaan demolishing. Pekerja sepertinya terlihat tidak mengenakan helm pengaman meskipun ia mengenakan safety boot.

    3. Analisis Lingkungan Kerja
    Lingkungan kerja yang telihat dapat dikategorikan sebagai pekerjaan di ketinggian,terlihat dari tempat pekerjaan terdapat di ketinggian 1 ruangan/lantai.

    4.Faktor Penyebab Langsung
    Pekerja tidak menggunakan working platform yang sesuai standar,maupun keadaan seperti scaffolding. Pekerja memakan platform buatan yang hanya terdiri atas 1 batang kayu yang di taruh di tambatkan pada lubang yang dibuat di seberang dinding. Disaat lantai yang sedang dikerjakan akan selesai dipotong,pekerja dengan ceroboh menumpukan kaki kanannya di lantai yang sedang di potongnya. Sepertinya pekerja itu lupa akan adanya gaya gravitasi yang ditambah dengan beban tubuhnya,alhasil diapun terjatuh dengan lantai yang sedang dipotongnya yang tujuan utamanya memang untuk dijatuhkan(hanya lantainya di rencana awalnya).

    5.Faktor Pemberi Kontribusi
    Kurangnya kesadaran pentingnya keselamatan kerja,terlebih diri sendiri.

    6.Rekomendasi untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
    Ditinjau dari lokasi dan keadaan pengerjaan,pemasangan Scaffolding mungkin memang kurang dapat di terapkan, platform sederhana untuk pengerjaan yang singkat seperti itu mungkin memang lebih efisien tetapi pekerja juga tidak boleh mengabaikan ogika dasar dan prinsip keamanan dan keselamatan. Seharusnya pekerja memasang 2 buah kayu sebagai pijakan, agar pekerja tersebut memiliki pijakan yang pas untuk kedua kakinya. Posisikan kayu kedua 15-20cm disebelah kayu kedua, sehingga pekerja dapat memotong lantai dengan pijakan yang tepat. Akan lebih baik lagi jika perkerja memakai Body Harness yang talinya ditambatkan di tiang/struktur kokoh diatasnya untuk antisipasi kedua kayu pijakan tersebut patah/lepas.

  7. TUGAS #3 INVESTIGASI INSIDEN

    1. KRONOLOGIS KEJADIAN

    Berdasarkan tayangan video diatas, mula-mula seorang pekerja konstruksi yang tanpa menggunakan helm kerja sedang melakukan penghancuran ( demolishing ) sebuah platform dengan menggunakan mesin bobok sambil berdiri diatas sebuah kayu penyangga kecil yang tepat diletakkan diatas platform yang akan dihancurkan sebagai satu-satunya langkah pengamanan. Sambil melakukan penghancuran pangkal penyangga platform agar nantinya jatuh dan hancur, salah satu kaki pekerja menginjak platform demi meraih sisi pangkal penyangga yang sulit dijangkau oleh mesin bobok. Karena sudah tidak kuat lagi menahan beban massa pekerja tersebut, platform ini pun jatuh bersamaan dengan pekerja kontruksi yang kehilangan keseimbangan.

    2.ANALISIS ALAT DAN PERALATAN

    alat dan peralatan yang digunakan pekerja konstruksi tersebut yang digunakan hanyalah dua, mesin bobok yang berfungsi sebagai penghancur beton atau material dengan tekstur keras lainnya dan sebuah papan kayu panjang dan kecil sebagai penyangga beban pekerja. Yang menjadi perhatian dalam hal ini adalah penggunaan papan kayu tersebut sangat berbahaya jika hanya dijadikan satu-satunya langkah keamanan pekerja tersebut mengingat tipikal pekerjaan seperti ini butuh ruang gerak aman yang lebih dalam bekerja serta keleluasaan kerja, kedua, mesin bobok yang pendek membuat pekerja harus bekerja langsung ditengah-tengah platform padahal mesin bobok tersedia dalam ukuran yang panjang yang mungkin pekerjaan demolishing dapat dilakukan dari pinggir saja tepat di posisi kameramen pada video diatas ,dan juga pekerja konstruksi tersebut tidak memakai helm kerja dan baju kerja konstruksi yang dimana termasuk kategori alat proteksi diri serta merupakan hirarki kontrol bahaya paling terakhir.

    3.ANALISIS LINGKUNGAN KERJA

    untuk sisi lingkungan kerja, yang cukup memberikan konstribusi terhadap insiden ini adalah kondisi tempat kerja yang berdebu sehingga memungkinkan pekerja terganggu penglihatannya yang pada akhirnya tidak fokus dalam melihat detail hasil kerja apakah platform ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipijak atau tidak . Memang, di dalam sebuah lingkungan kerja seperti ini debu yang berterbangan pasti muncul akibat aktivitas mesin-mesin yang menghasilkan serpihan-serpihan kecil dari tembok, jalan dll yang dihancurkan sehingga hal ini tidak dapat dihindari. Harusnya terdapat prosedur kelengkapan APD saat bekerja terutama kacamata kerja.

    4.FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG ( DIRECT CAUSES )

    faktor-faktor langsung yang menyebabkan insiden ini ialah:
    -salah satu kaki pekerja menginjak platform yang sudah lemah pondasinya

    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM KECELAKAAN

    -Papan kayu penyangga yang kecil, sehingga tidak memberikan keleluasaan gerak dalam pekerja
    -mesin bobok yang pendek, akhirnya membuat pekerja harus bekerja langsung di tengah-tengah platform
    -kondisi lingkungan kerja yang berdebu, yang mengganggu penglihatan pekerja
    -asumsi tidak kompetennya pekerja untuk melakukan pekerjaan tersebut direfleksikan dari tayangan video tersebut yang memperlihatkan perilaku pekerja tersebut tidak mencerminkan karakteristik SERTIFIED yaitu ketidaklengkapan pemakaian APD.

    6.REKOMENDASI

    Rekomendasi serta solusi untuk video diatas adalah dengan menerapkan hirarki kontrol bahaya rekaya engineering pada mesin bobok yang sebaiknya diganti dengan ukuran yang panjang sehingga pekerjaan demolishing dapat dilakukan dari pinggir tanpa harus berada langsung bekerja ditengah-tengah platform, akhirnya otomatis papan kayu penyangga tereliminasi karena tidak digunakan lagi. Atau jika solusi tersebut tidak memungkinkan dari sudut pandang biaya mengingat harga mesin bobok relatif mahal sesuai varian ukuran, pekerja dapat memakai tali pengaman yang dapat menahan cukup kuat beban pekerja jika sewaktu-waktu platform jatuh. Kemudian, perihal lingkungan kerja yang berdebu tidak dapat diatasi maka dari itu langkah terakhir hirarki kontrol yaitu berupa pemenuhan kelengkapan APD harus dilakukan terutama penggunaan kacamata kerja sehingga penglihatan pekerja tidak terganggu dan tidak lupa penggunaan APD lainnya seperti helm kerja dan baju safety untuk meminimalisir harm/cidera.

    NAMA : TOMY AUFAR THIRAFI ( TRANSFER )
    NPM : 14.11.106.701501.1628
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2

  8. 1. KRONOLOGIS KEJADIAN
    Dalam proses konstruksi atau pembangunan sebuah bangunan, terdapat seorang pekerja yang sedang bekerja pada ketinggian. Saat itu, pekerja sedang berusaha merobohkan beton/platform yang berada di atas dengan menggunakan bor listrik. Dalam proses pekerjaannya, ia hanya berpijak pada sebuah kayu panjang tetapi kurang lebar dan sangat sempit. Pekerja tersebut juga tidak menggunakan harness walaupun sedang bekerja pada ketinggian. Salah satu kaki pekerja itu menginjak beton dan kaki yang lainnya menginjak kayu. Akibatnya, saat beton roboh, kaki yang berpijak pada kayu tidak dapat menahan berat badan si pekerja. Pekerja itu pun juga jatuh dan menimpa beton tersebut.

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    – Pekerja tersebut hanya mengandalkan sebuah kayu panjang dan sempit sebagai tempat untuk berpijak pada ketinggian
    – Kurang lengkapnya alat yang digunakan untuk bekerja, seperti alat pelindung diri

    3. ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    – Pekerjaan tersebut dilakukan pada ketinggian sehingga sangat berisiko terjatuh
    – Lingkungan kerja yang sempit sehingga tidak memungkinkan pekerja dapat bergerak dengan leluasa
    – Kondisi tempat kerja yang sangat berpotensi timbulnya kecelakaan

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Saat melakukan pekerjaan pada ketinggian, pekerja hanya menggunakan kayu panjang namun sempit sebagai tempat untuk berpijak, sehingga sangat berpotensi jatuhnya pekerja tersebut
    – Pekerja tidak menggunakan harness yang seharusnya digunakan saat melakukan pekerjaan pada ketinggian
    – Cara pekerja yang menginjak kayu hanya dengan menggunakan satu kaki, sedangkan kaki yang lainnya menginjak beton, sehingga saat beton jatuh salah satu kaki yang menginjak kayu tidak mampu menahan berat badan pekerja

    5. FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    – Tidak adanya rasa tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri
    – Tidak mengikuti prosedur (SOP atau JSA) dalam melaksanakan pekerjaan
    – Tidak pernah mengikuti pelatihan (training) sehingga kurangnya pengetahuan terhadap pekerjaan
    – Tidak adanya pengawasan terhadap para pekerja
    – Kurangnya keahlian/keterampilan yang dimiliki pekerja

    6. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    – Seharusnya menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan kondisi kerjanya, misalnya saat bekerja pada ketinggian pekerja harus menggunakan harness
    – Lakukan pekerjaan sesuai dengan perintah dan berdasarkan prosedur (SOP atau JSA) yang ada
    – Biasakan diri untuk selalu berhati-hati dan tidak ceroboh saat melakukan segala kegiatan atau pekerjaan

    NAMA : FARDELA NAJLA NISRINA
    NPM : 14.11.106.701501.1316
    SEMESTER : 2
    KELAS : A1

  9. TUGAS #3 INVESTIGASI INSIDEN
    1. Menceritakan kronologis kejadian
    Setelah saya melihat video rekaman tersebut, saya membuat kronologis sebagi berikut :
    Pada suatu hari, tepatnya Kamis, 9 Oktober 2014 di sebuah tempat konstruksi, terlihat seorang pekerja berjenis kelamin laki – laki bernama Achmad Sinto (35) sedang melakukan sebuah pekerjaan, dengan memakai safety shoes, handgloves dan safety helmet. Di belakang pekerja berdiri seorang pengawas yang sedang merekam si pekerja tersebut dengan alat perekam video. Pekeja sedang melakukan pemotongan sebuah platform yang berada di ketinggian sekitar 5m, platform ini berukuran kira – kira 1,5m x 3m dan melekat pada sebuah dinding. Pada saat pekerja melakukan pemotongan, dia memijakkan kakinya di atas sebilah kayu dengan lebar 10-15cm yang melintang, dengan maksud agar dapat berdiri dengan stabil saat melakukan pekerjaan.
    Pemotongan menggunakan sebuah alat yaitu bor yang berjenis Pistol-grip (corded) Drill. Pekerja mulai memotong dari sisi kanan platform kearah sisi kiri. Pada saat pemotongan telah samapaidi sisi kiri platform, pekerja memijakkan kedua kakinya pada kayu, dengan maksud agar tidak ikut terjatuh saat platform terlepas dari dinding. Pada saat itu bor yang digunakan tersangkut pada dinding dan pekerja mencoba menarik bor tersebut. Dia berusaha menarik bor tersebut dengan memijakkan kaki kanannya di platform tersebut dan akhirnya bot bisa ditarik.
    Pemotongan pun dilanjutkan, tapi pada saat mendekati ujung kiri platform, pekerja malah tetap memijakkan kaki kanannya di atas platform dan kaki kirinya tetap pada kayu. Ketika platform tersebut terlepas dari dinding dan terjatuh, pekerja kehilangan keseimbangan karena kaki kanannya memijak pada platform yang terjatuh tersebut. Pekerja tidak dapat menahan dirinya hanya kaki kiri yang dia pijakkan di kayu dan pekerja pun ikut terjatuh, juga beserta bor yang dia gunakan. Pengawas yang saat itu sedang merekam, langsung kaget melihat kejadian tersebut. Si pengawas pun mengarahkan pandangannya ke arah bawah, untuk melihat keadaan si pekerja.

    2. Melakukan analisis alat dan peralatan
    Dari video rekaman tersebut saya membuat analsis alat dan peralatan yang digunakan pada pekerjaan tersebut, yaitu sebagai berikut :
    – Alat yang digunakan hanya satu, yaitu bor berjenis Pistol-grip (corded) Drill yang menggunakan tenaga listrik. Bor ini menghasilkan bising kontinu (terus – menerus) dengan tingkat kebisingan 80-90 db. Bor ini juga menghasilkan getaran yang cukup kuat. Bor ini ikut terjatuh dan kemungkinan rusak sangat besar.
    – Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety shoes, handgloves dan safety helmet. Yang berfungsi untuk mengurangi dampak cidera ketika terjadi kecelakaan.
    – Sebilah kayu dengan lebar 10-15cm dan panjang sekitar 3-4m yang berfungsi sebagai pijakan si pekerja dengan maksud agar dapat berdiri dengan stabil dan tidak ikut terjatuh saat platform terlepas dari dinding.

    3. Melakukan analisis lingkungan kerja
    Dari video rekaman tersebut saya berasumsi bahwa lingkungan pada pekerjaan tersebut termasuk lingkungan yang sangat tidak aman. Dikatakan tidak aman karena terdapat banyak sekali sumber bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Adapun keadaan – keadaan yang membuat lingkungan pekerjaan tersebut menjadi tidak aman, yaitu sebagai berikut :
    – Luas tempat kerja yang sangat sempit dan tidak nyaman.
    – Udara yang terpolusi oleh debu – debu dari pecahan bebatuan.
    – Pencahayaan yang terlalu terang, sehingga dapat menyilaukan pekerja.
    – Penempatan alat dan alat pendukung yang tidak aman pada saat digunakan.
    – Tidak adanya pita peringatan pada tempat kerja saat pekerjaan berlangsung.

    4. Menentukan faktor penyebab langsung
    Dari video rekaman tersebut saya telah menemukan faktor – faktor penyebab langsung kecelakaan tersebut, yaitu sebagai tesebut :
    – Kondisi tempat kerja yang tidak aman, kayu penyangga yang tidak sesuai dan juga jumlahnya kurang.
    – Kelalaian dan kecerobohan pekerja pada saat melakukan pengeboran.
    – Tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat.
    – Alat Pelindung Diri yang digunakan kurang lengkap. Yaitu safety googles, earplug atau ear muff dan juga body harness.
    – Platform tidak diikat oleh tali pengaman agar saat terlepas, platform tidak langsung terjatuh.
    – Tempat kerja yang terlalu sempit, sehingga ruang gerak si pekerja tidak leluasa/terbatas.

    5. Menentukan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    Dari video rekaman tersebut saya telah menemukan faktor – faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan tersebut, yaitu sebagai berikut :
    – Tidak ada pelatihan tentang pekerjaan yang akan dilakukan.
    – Pekerja tidak kompeten/kurang mampu dalam pekerjaan yang dia lakukan.
    – Pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi yang dipikirkan atau dengan kondisi sebenarnya.
    – Pekerjaan yang berisiko tinggi tapi belum ada upaya pengendaliannya.
    – Kondisi tempat kerja yang sangat tidak kondusif, suhu yang sangat panas.
    – Pekerja tidak tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan pada pekerjaan yang dilakukan di tempat yang tinggi.

    6. Membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    Dari hasil analisa yang saya lakukan, saya membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali, yaitu sebagai berikut :
    – Memberikan pelatihan (training) keterampilan pada karyawan sesuai dengan masing – masing pekerjaan.
    – Memberikan pelatihan (training) tentang SMK3 pada seluruh karyawan tanpa terkecuali.
    – Memberikan pelatihan (training) tentang keselamatan pada pekerjaan di tempat yang tinggi dan juga pada pekerjaan di tempat yang bising.
    – Memberikan pelatihan (training) tentang penggunaan alat dengan aman, baik dan benar.
    – Selalu mengadakan briefing/mapping setiap sebelum memulai suatu pekerjaan dan sesudah melakukan pekerjaan, agar tidak terjadi miss communication atau kesalahan pekerjaan.
    – Memperhatikan kondisi cuaca atau lingkungan sebelum memulai suatu pekerjaan.

    NAMA : GIAN SUPRIYADI
    NIM/NPM : 14.11.106.701501.1352
    SEMESTER : II (DUA)
    KELAS : A1

  10. Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1 /D4-K3
    Smester : 2

    Kronologis kejadian
    Di suatu tempat kerja salah seorang pekerja bangunan sedang melakukan pengeboran pekerja berdiri di atas beton saat melakukan pengeboran pada paltfarm pekerja sangat ceroboh sehingga berpindah pijakan pada paltfarm yang sedang di lakukan pengeboran sehingga pekerja tersebut terjatuh dari ketinggian karna berpijak pada tempat yg tidak kokoh

    Analisa alat dan pralatan
    1. Kerja tidak memenuhi standar keselamatan kerja
    2. Tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja pada tempat ketinggian yg berpotensi menyebabkan kecelakaan

    Analisa lingkungan kerja
    1. Lingkungan kerja yang kurang kondusif
    2. Bekerja pada tempat ketinggian

    Factor penyebab langsung
    1. Tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri)
    2. Bediri pada pijakan yg salah
    3. Kurangnya pengalaman bekerja
    4. Tidak menggunakan harness

    Faktor Yang Memberikan Kontribusi Atas Kecelakaan
    1. Kurangnya pengawasan dari atasan
    2. Tidak adanya pengalaman
    3. Pekerja kurang berhati hati
    4. Tidak menjalan SOP

    Rekomendasi agar tidk terulang kembali
    1. Saat bekerja harus menggunakan APD
    2. Lakukan briefing sebelum memulai pekerjaan agar tidak terjadi kesalahan saat bekerja
    3. Harus adanya atasan mengawasi pekerja pada area dan pekerjaan yang memiliki resiko kecelakan
    4. Bekerja pada tempat ketinggian harus di lengkapi dengan harness

    Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1 /D4-K3
    Smester : 2

  11. NAMA:DESTIAN ADHITAMA
    NPM :14.11.106.701501.1410
    KELAS: A1/D4-K3
    SEMESTER: 2
    MK: INVESTIGASI INSIDEN

    KRONOLOGI:
    -Pekerja sedang melakukan pengeboran platform.
    -Pekerja sedang berdiri di pijakan beton.
    -Pada saat pengeboran pekerja berpindah pijakan,ternyata pijakan tersebut tidak kuat/kokoh,kemudian pekerja terjatuh ke bawah.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN:
    -Alat yang di pakai/gunakan tidak safety,tidak lengkap.
    -Tidak adanya alat untuk melindungi diri.

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA:
    -Tempat kerja yang terlalu berbahaya.
    -Tempat kerja yang penuh dengan debu.
    -Tempat kerja yang terlalu tinggi/bekerja di tempat ketinggian.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG:
    -Tidak menggunakan alat pelindung diri(APD).
    -Tidak hati-hati dalam mengambil tindakan.
    -Tempat kerja yang licin dan berdebu.
    -posisi tubuh yang salah pada saat melakukan pengeboran.

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN:
    -Alat yang digunakan tidak safety.
    -SOP tidak diterapkan dengan baik.
    -JSA tidak dierapkan dengan baik.
    -Kurangnya pengalaman yang di miliki pekerja.

    REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG:
    -Pekerja harus menerapkan/menjalankan SOP dan JSA
    -Pekerja harus menggunakan alat pelindung diri
    -Posisi tubuh tidak boleh salah dalam melakukan pekerjaan.
    -Harus ada pelatihan sebelumnya.
    -Harus ada pengalaman sebelum melakukan pekerjaan.

    NAMA:DESTIAN ADHITAMA
    NPM :14.11.106.701501.1410
    KELAS: A1/D4-K3
    SEMESTER: 2
    MK: INVESTIGASI INSIDEN

  12. #TUGAS 3
    Nama : Marliansyah Gading
    NPM : 14.11.106.701501.1308
    MK : Investigasi Insiden

    1. Kronologis kejadian.
    Terjadi sebuah insiden kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja konstruksi bangunan yang mencoba untuk memotong landasan beton menggunakan mesin bor.
    Kejadian bermula saat pekerja memulai pekerjaan diatas ketinggian sekitar 3 meter dari lantai, saat melakukan pemotongan pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri dengan lengkap seperti helm dan body harness (tali pengaman). Pekerja hanya menggunakan papan kayu panjang sebagai pijakan kaki saat memotong beton tersebut. Ketika beton itu hampir terpotong pekerja merubah posisi kakinya karena sudut pemotongan yang agak sulit (kaki kiri diatas papan kayu dan kaki kanan diatas beton), disaat itulah beton itu seketika ambruk yang menyebabkan pekerja hilang keseimbangan dan akhirnya terjatuh.
    Beruntung runtuhan beton tidak ikut menimpa pekerja tersebut karena beton itu masih tersangkut dengan beton yang lain.

    2. Analisis alat dan peralatan.
    • Alat pelindung diri pekerja yang tidak lengkap.
     Tidak memakai helm.
     Tidak memakai body harness (tali pengaman).
    • Peralatan pekerja yang tidak memadai.
     Menggunakan papan kayu panjang sebagai pijakan kaki.

    3. Analisis lingkungan kerja.
    • Kondisi tempat kerja yang tidak aman/berbahaya.
     Pijakan kaki yang tidak leluasa.
     Partikel debu yang berterbangan dari pengeboran beton.
     Tata ruang kerja yang tidak baik.

    4. Faktor penyebab langsung.
    • Pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja ditempat berbahaya.
    • Tindakan pekerja yang tidak aman/berbahaya.
    • Kondisi tempat kerja yang tidak aman/berbahaya.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    • Kurangnya keterampilan/skill maupun pengetahuan pekerja dalam bekerja.
    • Profesi/keahlian pekerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan tersebut.
    • Kurangnya pengawasan dari orang yang bertanggung jawab.
     Pemimpin tim atau mandor.
     Safety Man.
    • Pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure).
    • Manajemen K3 yang buruk.
    • Kurang pelatihan/training terhadap pekerja.
    • Kondisi pekerja yang kurang sehat.
    • Kurangnya komunikasi antar pekerja.

    6. Rekomendasi.

    Berdasarkan kronologis kejadian serta analisis dari berbagai faktor penyebab kecelakaan yang terjadi saya merekomendasikan beberapa hal yang harus dilakukan agar peristiwa tersebut tidak dapat terulang kembali.
    • Sebelum bekerja selalu lakukan briefing untuk mengetahui pekerjaan apa yang akan dilakukan, mengarahkan, menghindari masalah yg akan terjadi serta mempersolit hubungan sesama perkerja.
    • Persiakan serta cek peralatan yang akan digunakan.
    • Selalu gunakan alat pelindung diri selama bekerja.
    • Lakukan pencekkan serta pastikan lingkungan kerja anda aman sebelum sesaat, maupun setelah bekerja.
    • Untuk pekerja pastikan memiliki surat ijin berkerja yang sesuai.
    • Lakukan pekerjaan sesuai dengan standart yang belalu (SOP).
    • Pengawasan yang extra terhadap pekerjaan yang berisiko tinggi.

  13. NAMA : Yoko Andi Prasetyo
    NPM : 14.11.106.701501.1435
    SEMESTER : 2
    KELAS l A1

    TUGAS #3

    -KRONOLOGIS KEJADIAN
    *Peristiwa bermula saat pekerja kontruksi mendapat perintah untuk menghancurkan beton yang berada di ketinggian sekitar 5 meter,
    *Dalam proses penghancuran beton pekerja menggunakan alat bor penghancur,
    *Lalu pekerja berpijak pada sebuah kayu yang dipasang tepat di bagian yang tidak dihancurkan,
    *Pekerja mulai menghancurkan beton dengan seksama pada bagian sudut-sudutnya,
    *Kemudian secara pasti salah satu kaki pekerja berada di beton yang dihancurkan sudutnya,
    *beton yang sudah dihancurkan kondisinya tidak memungkinkan untuk diberikan beban,sehingga beton ambruk dan terjatuh
    *Pekerja yang tidak menggunakan body harnes pun ikut terjatuh.

    -ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    *Pijakan kaki yang sempit dan tidak mendukung proses penghancuran beton
    *Tidak tersedianya peralatan pendukung untuk pekerjaan di tempat tinggi,antara lain (body harnes,scaffolding,helm,kaca mata dan sepatu)
    *Tidak tersedianya sign yang memberi tanda di tiap area berbahaya

    -ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    *Tempat kerja yang berada di ketinggian
    *Tak tersedianya area untuk pekerja yang aman dalam proses pekerjaannya

    -FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    *Kondisi pijakan kaki yang tidak aman dalam proses pekerjan
    *Pekerja yang tidak teliti saat bekerja di ketinggian
    *Tidak adanya tanda bahwa beton sudah tidak memungkinkan untuk d pijak
    *Tidak adanya alat pengaman untuk pekerja,antara lain (body harnes, scaffolding)
    *Kondisi beton yang tidak memungkinkan untuk di pijak
    *Posisi pekerja yang tidak aman

    -FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    *Tempat bekerja yang tidak aman dan berada di ketinggian
    *Kurangnya ketelitian pekerja
    *Kurangnya training bagi pekerja dan kurangnya alat pelindung diri atau alat keselamatan kerja
    *Tidak adanya alat penanda bila beton sudah tidak memungkinkan untuk di beri beba
    *Sistem-sistem manajemen k3 yang kurang diterapkan,seperti (Briefing,pembuatan JSA dan tersedianya fasilitas k3)

    -REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    *Pekerjaan tinggi sebaiknya menggunakan scaffolding sehingga lebih aman dan efisien
    *Pekerja menggunakan Alat Pelndung Diri
    *Pekerja di training agar berkompeten dalam bidang k3 dan bidang pekerjaannya,mempunyai lisensi dan skill yang baik
    *Perusahaan menerapkan sistem manajemen k3 dalam menganalisa,mengaudit,menginvestigasi
    *Perusahaan menyediakan fasilitas yang berkaitan dengan k3

    Nama : YOKO ANDI PRASETYO
    NPM : 14.11.106.701501.1435
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2

  14. NAMA : FATIMAH
    NPM : 14.11.106.701501.1419
    KELAS : A 1 (SATU)

    1.#kronologi
    Pekerja konstruksi Jatuh Setelah Menghancurkan Platform
    1 Januari 2014 (Rabu). Peristiwa dimulai dari seorang pekerja konstruksi yang bernama Eko ingin merobohkan platform di sebuah gedung proyek yang sedang dikerjakannya. Pada saat itu ia menggunakan bor untuk mengahancurkan platform yang ketinggiannya diatas 2 meter . Karena kurangnya keahlian , ketelitian serta kurangnya fokus dalam bekerja. Eko yang pada saat itu ingin mengebor platform dengan tidak sadar memijakkan kaki pada platform yang sedang di bor oleh nya, akibatnya Eko terjatuh selaras dengan platform yang telah di bor olehnya. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Ardi salah seorang pekerja yang berada di tempat kejadian tersebut, menyatakan bahwa kurang nya pemahaman tentang safety pada pekerja menjadi alasan terjadinya peristiwa tersebut.
    2.#Analisa Alat & Peralatan
    Dari video tersebut dapat di analisa dalam segi aspek peralatan antara lain :
    – Alat yang digunakan oleh pekerja dalam video tersebut yakni Bor dengan jenis Pistol Grip. Bor ini menghasilkan bising kontinu (terus – menerus) dengan tingkat kebisingan 80-90 db.
    – Alat pelindung diri (APD) yang digunakkan pada pekerja yakni safety shoes, hand gloves dan safety helmet yang gunanya melindungi pekerja
    – Sebuah kayu berukuran panjang 3-5 meter dengan lebar 10-25 centimeter yang digunakan sebagai pijakkan kaki pekerja dalam bekerja
    3.#Analisa Lingkungan Kerja
    Dari video tersebut dapat di analisa dalam segi aspek lingkungan kerjja antara lain :
    – Tempat kerja yang tidak kondusif seperti :
    a. Kurangnya pencahaayan dari lampu yang menyebabkan ruangan terlalu gelap
    b. Kurangnya tempat sirkulasi udara yang menyebabkan banyak nya debu dalam ruangan
    c. Tempat proyek kerja yang terlalu kecil sehingga meminimkan penempatan alat
    – Kayu yang digunakan untuk memijakkan kaki terlalu kecil sehingga membatasi ruang gerak dalam bekerja
    4.#Faktor Penyebab Langsung
    Faktor penyebab langsung yang menyebabkan kejadian tersebut, antara lain :
    – Tidak ada APD yang tersedia seperti masker, body harness , dll
    – Tidak ada rambu-rambu peringatan di sekitar tempat kerja
    – Terlalu minim nya dalam penggunaan alat-alat dalam bekerja
    – Tidak adanya briefing sebelum bekerja.
    – Kelalaian pekerja dalam melakukan pekerjaan
    – Kayu yang digunakan sebagai pemijak kaki terlalu sempit dan jumlahnya kurang
    5.#Faktor yang memberikan kontribusi terhadap kejadian
    Faktor yang memberikan kontribusi terjadinya kejadian tersebut antara lain :
    – Kurangnya pemahaman tentang safety pada pekerja
    – Kurangnya keahlian pekerja dalam melakukan proses pekerjaan
    – Tidak adanya SOP (Standard Operation Procedure) di tempat proyek kerja
    – Tidak adanya JSA (Job Safety Analysis) dalam proses bekerja
    – Tidak adanya briefing sebelum melakukan pekerjaan
    6.#Rekomendasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali
    Hal-hal yang harus dilakukan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari, yakni :
    – Diselenggarakannya training K3 bagi para pekerja atau pemilik usaha
    – Diselenggarakannya pelatihan keterampilan bekerja pada pekerja
    – Diselenggarakannya pelatihan penggunaan alat sesuai dengan prosedur
    – Tersedianya atribut-atribut (rambu-rambu) safety di proyek tempat pekerja
    – Tersedianya alat-alat yang digunakkan untuk mendukung proses pekerjaan
    – Tersedianya SOP (Standard Operation procedure) di tempat kerja
    – Tersedianya JSA (Job Safety Analysis) di tempat kerja
    – Dilakukannya briefing sebelum melakukan pekerjaan.

  15. ===TUGAS 3 ==
    1. KRONOLOGIS KEJADIAN
    Kronologis kejadiannya kurang lebih seperti ini pada tanggal 12 januari 2015 , SUPRI (28) adalah seorang pekerja di gedung pabrik produsen kecap.Saat siang hari supri melakukan pekerjaan bor platform yang ada dilantai 2.Supri bekerja sendiri tanpa ditemani oleh pekerja yang lain atau diawasi oleh pengawas.Karena konstruksi gedung yang belum sepenuhnya jadi karena dalam masih proses pengerjaan.Maka pada saat melakukan bor platform supri hanya berdiri di papan kayu panjang yang berada tepat diatas platform yang dibuat seperti jembatan tempat papan kayu itu dibuat supri untuk menopang badannya atau sebagai tempat untuk supri berpijak pada saat melakukan pekerjaan bor platform.Ukuran platform yang supri bor ukurannya kira-kira sekitar 2 meter panjangnya dan lebarnya sekitar 2 meter.Pada awal proses pekerjaan supri hanya berdiri di papan kayu saja sebagai tempat dia berpijak , namun tiba-tiba saja supri meletakkan kakinya yang sebelah kanan tepat diatas polatfrom yang sedang dia bor.Pada awalnya supri meletakkan kaki kanannya di platform tidak terjadi apa-apa , namun tiba-tiba saja pada saat itu juga platform itu terjatuh dan supri yang kaki kanannya berada tepat diatas platform kehilangan keseimbangannya dan terjatuh kelantai 1.Pekerja lain yang melihat kejadian itu langsung melarikan supri kerumah sakit terdekat untuk diberikan pertolongan , akibat kejadian itu supri mengalami cidera kakinya patah dan tangannya serta kepalanya dijahit beberapa jahitan.

    2. ANALISA ALAT DAN PERALATAN
    – Mesin bor kerusakannya tali kabel terputus dan mesin bor rusak karena jatuh ke lantai 1
    – Papan kayu tidak mengalami kerusakan karean tidak terjatuh

    3. ANALISA LINGKUNGAN KERJA
    – Panas
    – Ketinggian
    – Kebisingan
    – Getaran
    – Tempat kerja yang tidak luas
    – Tidak layaknya tempat pijakan kaki
    – Papan kayu yang sempit
    – Tempat kerja yang berdebu

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Tidak menggunakan APD
    – Tidak menggunakan safety harness
    – Tidak adanya pengawasan
    – Tempat kerja yang sempit

    5. FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONSTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    – Tidak tersedianya JSA
    – Kurangnya keahlian dalam bidang pengeboran
    – Tidak adanya pengarahan sebelum melakukan pekerjaan
    – Lalai dalam melakukan pekerjaan
    – Kurang berhati-hati
    – Tempat kerja yang kurang kondusif

    6. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    Agar tidak terjadi kejadian seperti itu lagi maka dari pihak perusahaan atau pihak pemilik gedung melakukan beberapa perubahan kepada perarturan perusahaan untuk pekerja yang sedang pekerja.Bagi pekerja yang pemula dilakukan training sebelum melakukan pekerjaan yang belum sepenuhnya di mengerti atau belum ahli dalam bidangnya.Setiap pekerjaan yang dilakukan di gedung pabrik kecap harus berada dibawah pengawasan , apalagi bagi pekerja yang pemula.Berikan APD lengkap kepada para pekerja dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pekerja melakukan pekerjannya.Berikan Safety Harness kepada pekerja yang melakukan pekerjaannya di tempat tinggi.Berikan tempat pijakan yang sesuai dengan standar .

    NAMA : VIKA NILIYAWATI
    NPM : 14.11.106.701501.1289
    KELAS : A1
    SEMESTER : II (DUA)

  16. =======TUGAS 3=======

    Analisis kronologi kejaadian
    Kejadian terjadi pada hari selasa tanggal 5 januari 2014 pukul 10.00 . Junaidi (35 tahun) sedang melakukan pekerjaan proyek pembangunan pabrik kayu yang berada di Surabaya
    Pekerjaan yang di lakukan junaidi adalah pengeboran platform. Junaidi melakukan pekerjaan pengeboran sendiri . Junaidi melakukan pengeboran platform di lantai 2 gedung .
    Pada saat melakukan pekerjaan pengeboran platform Junaidi hanya berdiri disebatang papan yang lebarnya 15-20 cm dan panjangnya 1-2 meter . Saat melakukan pekerjaan pengeboran tiba-tiba Junaidi lalai . Junaidi meletakkan kaki kanan nya di platform yang ia kerjakan . Tiba-tiba saja platform yang dia kerjakan ambruk dikarenakan posisi platform tersebut tidak kuat dan di tambah berat badan junaidi . dan junaidi terjatuh dari tempat pekerjaan pengeboran platform yang berada di lantai 2 ke lantai dasar. Kemudian junaidi di larikan ke rumah sakit dan ternyata junaidi mengalami patah tulang yang cukup serius di bagian punggung dan kaki nya .

    Analisis alat dan peralatan :
    – Mesin bor
    – Sebatang kayu yang berkuran lebar 15-20 cm dan panjang 1-2 meter

    Analisis lingkungan kerja
    – Bising
    – Getaran
    – Ketinggian
    – Udara yang tercampur oleh debu debu dari material

    Faktor penyebab langsung :
    – Tidak memakai APD
    – Tidak adanya pengawasan
    – Tidak memakai safety harness
    – Pekerja lalai
    – Tidak melalukan pekerjaan sesuai dengan SOP

    Faktor yang memberikaan konstribusi atas kecelakaan :
    – Tidak ada JSA
    – Pekerjaan yang besiko tinggi
    – Pekerja tidak mendapatkan pelatihan sebelum melakukan pekerjaan pengeboran platform

    Rekomendasi agar kecelakan tidak terulang kembali :
    – Melakukan pengecekan tempat kerja dan alat yang akan digunakan dalam pekerjaan
    – Memberikan pelatihan atau training kepada pekerja
    – Selalu memberikan breafing sebelum melakukan pekerjaan
    – Harus memberi APD kepada pekerja
    – Selalu ada pengawas yang mengawasi pekerja selama pekerjaan di lakukan

    NAMA : SRI RAHMAWATI HAMZAH
    NPM : 14.11.106.701501.1392
    KELAS/SEMESTER : AI/ II

  17. TUGAS 3
    1. KRONOLOGI KEJADIAN
    Pada tanggal 20 Maret 2015, sekitar pukul 13.30. Yanto (32tahun) seorang pekerja proyek sedang bertugas melakukan pemotongan platform dengan cara mengebor disebuah gedung tepatnya digeung lantai 2.
    Yanto mengebor sendirian tapi ada pengawas yang mengawasi pekerjaannya, yanto mengebor platform yang berukuran kira-kira sekitar 2×1,5meter platform itu akan dirubukan. Yanto hanya bediri diatas satu papan kayu panjang yang lebarnya kira-kira berukuran 15-25cm yang ditaruh diatas platform guna untuk menahan beban tubuh dan agar dapat berdiri dengan stabil karena tidak mungkin yanto hanya berdiri tepat di platform tersebut maka diberilah papan kayu penyangga tersebut
    Awalnya semua berjalan baik dan lancar sampai pada sisi kiri platform, bor yang digunakan tersangkut disisi kiri platform, yanto berusaha menarik bornya dengan menginjakkan kaki kanannya di platform itu setelah mesin bornya dapat ditarik yanto tetap menginjakkan kaki kanannya di platform itu. Jadilah kaki kiri dipapan kayu dan kaki kanan diplatform. Ketika platform terlepas dari dinding dan akan terjatuh, yanto kehilangan keseimbangan dan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya akhirnya yanto ikut terjatuh bersama mesi bornya ke lantai bawah. Pengawas kaget dan langsung melihat ke arah bawah.

    2. MELAKUKAN ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    • Mesin bor
    • Papan kayu penyangga

    3. MELAKUKAN ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    • Kebisingan yang dibuat oleh mesin bor
    • Pencahayaan yang terlalu terang
    • Ketinggiam
    • Tempat kerja yang berdebupijakan kaki yang kurang lebar
    • Tempat kerja yang sempit

    4. MENENTUKAN FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    • Kecerobohan atau kelalaian pekerja
    • APD yang kurang lengkap
    • Papan kayu penyangga yang kurang lebar sehingga pekerja kurang leluasa
    • Tempat kerja yang sempit

    5. MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    • Kurangnya penguasaan pekerja terhadap pekerjaan
    • Pekerja yang kurang sehat atau kelelahan
    • Pekerjaan yang berisiko tinggi tetapi belum ada upaya pengendalian
    • Tidak mengidentifikasi bahaya ditempat kerja
    • Kondisi tempat kerja yang tidak aman
    • Kurangnya pelatihan terhadap pekerjaan yang akan dilakukan

    6. MEMBUAT REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    Agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang sama caranya adalah dengan pemgambilan tindakan yang tepat terhadap tenaga kerja dan peralatan seperti;
    • Melakukan training atau pelatihan kepada tenaga kerja
    • Melakukan training atau pelatihan keselamatan kerja dan kesehatan kerja
    • Melakukan training atau pelatihan tentang penggunaan alat-alat yang aman dan benar
    • Mengembangkan prosedur kerja
    • Mengidentifikasi bahaya kerja
    • Melakukan briefing sebelum melakukan pekerjaan
    • Melakukan evaluasi setelah melakkan pekerjaan guna untuk mengetahui dimana letak potensi bahaya.

    NAMA : SITI ALIYA JUNITA
    NPM : 14.11.106.701501.1430
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2

  18. NAMA : Jamal Al Hadad
    NPM : 14.11.106.701501.1299
    SEMESTER : 2
    KELAS : A1

    1. Kronologi
    Telah terjadi insiden kecelakaan pada pekerjaan kontruksi di ketinggian yang menyebabkan terjatuhnya seorang pekerja dari ketinggian sekitar 3-4 meter. Yang pertama , Jika dilihat dari video tersebut pekerja tersebut tidak menggunakan APD sesuai dengaan tempat ia bekerja. Seharusnya pekerja tersebut menggunakan HELM dan BODY HARNEST. Karena ia bekerja di ketinggian. Yang kedua, pekerja tersebut hanya menggunakan papan panjang yang sempit dan tidak sesuai dengan lingkungan pekerjaannya. Yang ketiga, dilihat dari cara bekerjanya pekerja tersebut kurang memiliki kemampuan tentang keselamatan kerja karena pada saat pekerja tersebut memotong lantai bangunan , salah satu kaki dari pekerja tersebut menginjak dan bertumpu ke lantai bangunan yang akan di potong. Dan akibatnya saat lantai itu terpotong , pekerja tersebut terjatuh karena tumpuan berat beban di kakinya lebih kepada lantai bangunan tersebut.
    2. Analisis alat dan peralatan
    Alat pelindung diri yang tidak digunakan pekerja :

    – Body harness
    – Helm
    Alat pendukung pekerjaan di ketinggian
    – Penambat atau anchor
    – Carabiner
    – Tali pengaman

    3. Analisis lingkungan kerja
    Tempat bekerja yang kurang nyaman bagi pekerja seperti :
    – Pijakan kaki pekerja yang sangat sempit dan tidak memadai
    – Ruang gerak pekerja yang sangat terbatas
    4. Faktor penyebab langsung
    – Pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri dan alat pendukung di ketinggian
    – Kelalaian pekerja yang memindahkan pijakan kakinya ke lantai bangunan
    – Tidak adanya pengawas atau safety supervisor
    5. Faktor kontribusi penyebab kecelakaan
    – Kurangnya pengalaman pekerja di bidang ahlinya
    – Kurangnya pelatihan atau training keselamatan pada pekerja tersebut
    – Pekerja tidak memahami SOP atau SOP pekerjaan tersebut tidak memadai
    6. Rekomendasi
    Setelah saya menonton dan menginvestigasi insiden dari video tersebut , saya merekomendasikan agar pekerja sebelum ia melakukan pekerjaan apa yang akan dilakukannya , pekerja itu harus mengetahui Standar Operasional Prosedur pekerjaan tersebut dan juga harus benar benar ahli di bidangnya. Dan yang terpenting pekerja harus memiliki pengetahuan tentang keselamatan kerja. Cara mengatasinya dengan memberikan pengarahan SOP pekerjaan sebelum bekerja, memberi pengarahan pekerja tersebut untuk menggunakan APD yang layak dan sesuai dengan tempat ia bekerja. Di video tersebut saya menemukan banyak sekali Alat pelindung diri dan alat pendukung pekerjaan di ketinggian. Seharusnya pekerja tersebut harus memasang anchor atau penambat untuk tali pengaman yang akan di kaitkan dengan carabiner ke harness pekerja tersebut, agar pekerja tersebut merasa aman dan nyaman pada saat bekerja. Untuk tempat pijakan kaki atau ruang gerak pekerja , seharusnya menggunakan skafolding atau bisa juga menggunakan pagar pengamanan pada lokasi tempat bekerja. Dan yang terakhir saran saya agar perusahaan jasa konstruksi mengikut sertakan para pekerja dalam program asuransi tenaga kerja sebagai wujud perhatian dan perlindungan terhadap para tenaga kerja.

  19. Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angela
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

    Tugas 3 :

    ” Construction Worker Falls From Platform After Demolishing ”

    1). Kronologi Kejadian :

    ” Seorang pekerja bangunan melakukan pekerjaan pemotongan bangunan tanpa memperhatikan keselamatan dirinya dan tidak memeperhatikan posisis pijakan kakinya. Ketika seorang pekerja tersebut dengan asiknya melakukan pemotongan bangunan seketika dia terjatuh tanpa membutuhkan waktu yang lama, Pekerja juga tidak dilengkapi dengan APD yang lengkap seperti tali khusus untuk ketinggian dan mungkin tidak memahami maksud apa yang dibicarakan pada saat Breafing dan kurangnya pengawasan dari atasan yang bersangkutan. Pekerja bangunan tersebut terjatuh dengan kerasnya dan kemungkinan mengalami cidera, cacat mental atau kemungkinan besar mengalami kematian. ‘

    2). Menganalisis Alat dan Peralatan :
    – Alat yang digunakan yaitu Alat Bor

    3). Melakukan Analisis lingkungan kerja :
    – kurangkan pijakan kaki diarea pengeboran
    – kurangnya ruang gerak

    4). Menentukan Faktor Penyebab Langsung :
    – Lokasi tempat kerja yang kurang Strategis
    – Pekerja tidak menggunakan APD yang lengkap
    – Pekera tidak memperhatikan prosedur pada saat bekerja diketinggian

    5). Menetukan Faktor Yang Memberikan Kontribusi Atas Kecelakaan :
    – Kurangnya memperhatikan prosedur
    – Kurangnya Breafing
    – Tidak adanya pengawasan dari Supervesior
    – Kurangnya keahlian dalam melakukan pekerjaan diketinggian
    – Pekerja tidak mengikuti training pada pekerjaan di ketinggian

    6). Membuat Rekomendasi :
    – Setiap pekerja diwajibkan memahami prosedur pekerjaan
    – Pekerja harus memiliki keahlian khusus pada setiap pekerjaan yang akan dikerjakan
    – Pekerja harus menggunakan APD yang lengkap dan sesuai dengan apa yang akan dikerjakan
    – Atasan yang terkait wajib mengawasi setiap pada saat melakukan pekerjaan khususnya pekerjaan yang Extrim.

    Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angela
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

  20. Nama: Septi Lolo P
    NPM : 14.11.106.701501.1377
    TUGAS III

    1. MENCERITAKAN KRONOLOGIS KEJADIAN
    Pada vidio di atas di ceritakan kondisi kerja yang menimbulkan resiko terjadinya kecelakaan yaitu Working at High (WaH).
    Pada kasus ini kesalahan yang di lakukan korban adalah tidak berhati-hati pada saat kondisi lingkungan yang ada sehingga korban merasa dirinya sudah aman dan kurangnya pengawasan yang di lakukan oleh mandor bangunan itu sendiri.
    Selain kondisi yang tidak aman karena berada pada ketinggian yang beresiko menimbulkan kecelakan, korban juga tidak menggunakan APD seperti yang telah di atur dalam undang-undang keselamatan kerja.
    Dari sumber bahaya tersebut dan “Menjatuhkan” maka timbulah sebuah kecelakaan seperti yang kita lihat di vidio tersebut.

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    Setelah saya mengamati vidio tersebut tidak ada peralatan yang menyebabkan terjatuhnya pekerja bangunan itu sendiri.

    3. MENG ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    Kecelakaan juga dapat terjadi karena lingkungan tempat kerja. Hal ini dapat terjadi karena lingkungan tempat bekerja tidak aman seperti: kebisingan, pencahayaan yang kurang, banyaknya asap atau debu, dan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan adalah orang atau pekerja itu sendiri.

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Kerusakan alat indera dan stamina pegawai yang tidak stabil
    – Emosi pegawai yang tidak stabil
    – Cara berpikir dan kemampuan persepsi yang lemah
    – Motivasi pekerja yang rendah
    – Sikap pegawai yang ceroboh

    5. MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    Korban melakukan tindakan yang tidak aman yaitu tidak menggunakan Body Harness / Full Body Harness, sementara itu kita ketahui pula bahwa kondisi kerja pada vidio tersebut mendukung terjadinya kecelakaan.

    6. MEMBUAT REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    Bila bekerja di kerangka yang tinggi, harus di pasang balok yang menyilang, disamping untuk menjaga kestabilan selain itu untuk memberikan topangan yang kuat bagi tenaga kerja. Memperbanyak mandor guna untuk mengawasi setiap pekerja yang melakukan pekerjaan. Pemilik usaha tidak seharusnya mengabaikan keselamatan para pekerjanya demi untuk mengejar keuntungan.

  21. nama: muhammad fachrur rozy
    kelas: A1
    NPM:14.11.106.701501.1333
    semester: 2

    KRONOLOGIS KEJADIAN
    pada suatu tempat kerja ada seorang pekerja yang sedang melakukan aktifitasnya dalam bekerja.
    dan di tempat kejadian tersebut ruang dalam melakukan pekerjaan sangat sedikit ruang gerak juga sangat terbatas. di tempat tersebut terdapat seorang pekerja yang sedang melakukan pemotongan salah satu beton tersebut. ketika itu si pekerja pun nampaknya kurang fokus dalam melihat situasi dia begitu asik memotong beton tersebut tanpa memperhatikan pijakan kakinya.
    maka saat si pekerja berhasil memotong beton tersebut tanpa dia sadari dia sedang berdiri di beton yang sedang dia potong dan sepersekian detik beton tersebut roboh bersamaan dengan jatuhnya pekerja tersebut.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    tidak adanya tempat pijakan kaki yang luas dan tidak sempit/tidak adanya alat pelindung diri seperti harness atau semacamnya yang sudah sesuai SOP (standard operating prosedur)

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    ruang kerja yang terbatas untuk bergerak. penempatan tempat untuk berjalan pekerja yg sempit ketika pekerja melakukan pekerjaanya.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    • Lokasi kerja yang sempit tidak adanya pembatas antara betonya yg di potong dengan pekerja tersebut
    • Kurang memperhatikanya si pekerja terhadap pijakanya
    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    • Faktor lingkungan yang kurang aman
    • Tidak adanya peringatan terhadap pekerja yg tidak menggunakan alat yg lengkap
    • Kurangnya pengawasan atasan
    • Factor perilaku yang tidak aman pekerja tidak melihat ke arah pijakan kaki

    REKOMENDASI
    • Pastikan pekerja menggunakan peralatan yg sesuai dengan SOP
    • Buatlah ruang gerak yang luas dan nyaman buat pekerja
    • Dilakukan pengawasan yang baik oleh atasan
    • Beri jarak antara beton dengan pekerja
    • Lakukan briefing sebelum melakukan pekerjaan tersebut

  22. 1. Kronologis Kejadian

    kronologis dari kejadian ini adalah dimana seorang pekerja melakukan konstruksi bangunan yang menggunakan peralatan konstruksi yang menghasilkan getaran berlebih, yang dimana bagian dari bangunan tersebut sangat minim untuk konstruksinya, yang ada di video tersebut tidak terlihat pondasi yang cukup untuk beton yang akan di bor, dan penempatan peralatan serta posisi kerja yang salah, jadi pada saat pekerja melakukan sebuah konstruksi dengan peralatan tanpa dia sadari bahwa beton yang tidak memiliki pondasi itu ketika terkena getaran yang lebih akan jatuh kebawah sesuai tarikan gravitasi sehingga pada saat pekerja mulai menggunakan peralatan tersebut dengan kapasitas getaran yang kuat di tambah beton yang tidak berpondasi dan posisi kerja yang tidak aman maka si pekerja langsung terjatuh kebawah.

    2. analisis alat dan peralatan
    Menurut video diatas saya menganalisis bahwa alat dan peralatan yang di gunakan sebagai berikut:

    1. shoes safety
    2. mesin bor

    hanya saja dalam penggunaan alat dan perlatan masih minim sehingga harusnya ditambahkan :

    1. safety body harness
    2. helmet safety
    3. werpak khusus konstruksi bangunan,
    4. scaffolding,

    agar dalam konstruksi tetap aman dalam pekerjaan tersebut.

    3. analisis lingkungan kerja
    dari yang saya analisa lingkungan diatas banyak faktor yang harus di perhatikan:
    1. system kinerja karyawan
    2. pengarah / mandor yang memperhatikan
    3. kondisi kerja yang buruk
    4. ruang lingkup yang terbatas
    5. pencahayaan
    6. rekan yang tidak mengarahkan dengan baik,
    7. penempatan peralatan yang salah.

    4. menentukan faktor penyebab langsung,

    dari kerjadian di atas faktor penyebab langsung yang terjadi adalah adanya getaran dari bor yang berlebih yang dimana beton menerima beban dari pekerja dan beton tersebut tidak mempunyai pondasi untuk menopang beban, yang kedua faktor manusia di mana pekerja tersebut tidak memperhatikan posisi kerja yang baik, dan tiak meminta pengaman terlebih dahulu, yang ketiga faktor ruang lingkup yang minim.

    5.menentukan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan,
    yang menjadi salah satu faktor penting dalam kontribusi kecelakaan ialah faktor fisika dimana suatu konstruksi tidak bisa menahan beban yang diterima oleh getaran yang dihasilkan mesin bor, dan posisi kerja yang salah dan menambah tekanan gravitasi kebawah atas beton tersebut.

    6. membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali

    agar kecelakaan tidak terulang kembali maka saya merekomendasikan agar dalam penggunan alat dan peralatan haruslah di perhatikan oleh kinerja perusahaan untuk dalam konstruksi bangunan harus menggunakan :

    1. safety body harness
    2. werpak
    3. safety shoes
    4. helmet safety
    5. scaffolding
    6. safety gloves
    7. safety glass

    agar dalam melakukan pekerjaan aman serta harus memperhatikan kinerja pekerja secara personal yaitu :

    1. berpengalaman dalam pekerjaan tersebut
    2. pemahamann menurut skillnya masing masing
    3. kepedulian terhadap k3 dan ruang lingkup lingkungan,
    4. serta system kinerja perusahaan tersebut.

    Nama : IRSYAD ZAIN ABIDIN
    NPM : 14.11.106.701501.1368
    Semester II Kelas A1
    MK : investigasi insiden

  23. KRONOLOGI
    Awal mula pekerja sedang melakukan pengeboran pada platform. Disaat pekerja tersebut terlalu asik dengan pekerjaannya, tanpa disadari pekerja tersebut salah dalam berpijak. Pekerja tersebut berpijakan pada beton yang dia bor. Akhirnya setelah pekerja tersebut berhasil memotong , tanpa dia sadari dia salah dalam berpijak, dan beton tersebut akhirnya roboh. Dan akhirnya pekerja tersebut mengalami kecelakaan kerja.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    • Tidak menggunakan helmet
    • Tidak memakai body harness
    • Tidak menggunakan alat pelindung diri

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    Lingkungan kerja yang kurang kondusif, dan bekerja di tempat ketinggian tanpa alat pelindung diri.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    • Posisi kaki salah dalam berpijak
    • Tidak safety dalam bekerja / tidak menggunakan APD
    • Ceroboh dalam bekerja

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    • Tidak berpengalaman dalam bekerja
    • SOP tidak dijalankan sesuai dengan prosedur
    • Tidak dilakukan pengawasan dalam bekerja

    REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG
    • Para pekerja harus menggunakan APD
    • Posisikan badan dengan benar
    • Pekerja harus focus dalam melakukan pekerjaannya
    • Terapkan kesadaran safety diri sendiri sebelum memulai pekerjaannya

    Nama : Willy HK Huka
    NPM : 14.11.106.701501.1315
    Semester : 2
    Kelas : A1

  24. 1. Kronologi kejadian
    Kecelakaan terjadi bermula ketika seorang pekeraja sedang memotong beton dengan bor dengan tujuan menghancurkan beton tersebut. Beton yang berada sekitar ±2 meter dari ketinggian dan pekerja hanya berpijak pada sebuah kayu diatas beton tersebut yang mempunyai lebar hanya 20 cm dengan panjang 1,5 meter yang terbentang diantara dinding 1 dengan dinding yang lain. Pekerja yang saat itu berpijak diatas kayu tersebut mengalami kesulitan saat memotong beton yang berada di bawah kayu tersebut merubah posisinya dengan meletakan salah satu kakinya berada di atas beton yang dipotong. Karena beton yang sedang dibor hampir selesai dan ditambah beban kaki pekerja, tiba tiba beton terpotong dan jatuh namun disaat yang bersamaan pekerja ikut terjatuh karena salah satu kakinya saat itu masih menginjak beton tersebut.

    2. Analisis alat dan peralatan.
    Peralatan yang digunakan untuk memotong beton tersebut adalah bor, sedangkan APD yang digunakan adalah sepatu safety dan sarung tangan. Namun pekerja tidak menggunakan helm dan hanya menggunakan topi. Untuk pijakan kaki, pekerja menggunaka sebuah kayu dengan panjan 1,5 meter dengan lebar 20cm.

    3. Analisis lingkungan kerja
    Lingkungan saat itu berada di sudut ruangan, di tempat yang memiliki ketinggian yang cukup tinggi dan berada diruangan yang cukup sempit. Selain itu penerangan yang kurang memadai dan juga ruangan sekitarnya berantakan dan ada batu batu diatas beton tersebut yang menjadi salah satu alasan mengapa beton susah di potong karena terhalang batu-batu tersebut.

    4. Faktor penyebab langsung
    – Pekerja salah memijakan kakinya, yang seharusnya kedua kakinya berpijak pada kayu tetapi malah meletakkan salah satu kakinya di atas beton yang akan dipotong.
    – APD yang kurang memadai pekerja

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    – Posisi kayu sebagai tempat berpijak kurang tepat yang seharusnya lebih ke kanan untuk memudahkan pemotongan beton yang berada di bawah kayu tersebut
    – Kurangnya keterampilan pekerja dalam bidang tersebut
    – Kurangnya konsentrasi pekerja
    – Kabel bor yang mengganggu proses pemotongan
    – Kurangnya pengawasan terhadap pekerjaan tersebut

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    – Dengan menambahkan lebar ukuran kayu atau memindahkan posisi kayu lebih ke kanan dan menambah kayu yang lain dari sisi horizontal agar mengamankan sang pekerja
    – Lebih berhati-hati lagi ketika melangkahkan kaki dalam pekerjaan seperti itu
    – Memberikan pengawasan lebih terhadap pekerjaan yang seperti itu
    – Menyesuaikan pekerjaan dengan SOP dan JSA yang berlaku

    NAMA : HERLIANA DINDA KANITA
    NPM : 14.11.106.701501.1413
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2 (DUA)

  25. 1. Kronologi Kejadian
    Saat seorang pekerja melakukan pekerjaan meruntuhkan platfrom, pekerja memulai perkerjaan mengebor platfrom dgn berpijak pada papan kayu kecil yang di tumpu pada dinding yg telah di lubangi sebelumnya. Saat proses peruntuhan platfrom tersebut pekerja menginjak platfrom yang akan runtuh tersebut. Namun naas tak lama kemudian platfrom tersebut roboh dan pekerja ikut terjatuh bersama platfrom yg dikerjakan tersebut.

    2. Analisis Alat dan Peralatan
    • APD yang kurang lengkap (tidak memakai body harness)
    • Papan Kayu yang sangat kecil untuk berpijak
    • Bor yang terlalu besar dan berat

    3. Analisis Lingkungan Kerja
    • Tempat kerja yang kurang terang
    • Tempat kerja yang begitu sempit

    4. Faktor Penyebab Langsung
    • Tindakan pekerja yang lalai
    • Tindakan pekerja yang ceroboh
    • Tidak memakai peralatan kerja secara lengkap

    5. Faktor yang Memberikan Kontribusi atas Kecelakaan
    • Kurangnya pengawasan
    • Pekerja yang tidak ahli di bidang ini
    • Kurangnya Trainning Keselamatan Kerja
    • Pekerja yang tidak berpenggalaman dalam melakukan pekerjaan

    6. Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
    • Melakukan Trainning tentang Keselamatan Kerja
    • Menambah APD yg kurang lengkap
    • Melakukan Briefing sebelum melakukan perkerjaan setiap hari
    • Mengawasi pekerja saat bekerja
    • Menyeleksi pekerja ahli di bidang ini

    Nama : Ridwan Eko Purnomo
    Kelas : A1-K3
    NPM : 14.11.106.701501.1312
    Semester : II (DUA)

  26. 1. Kronologis kejadian
    Pekerja berdiri di sebuah papan untuk melakukan pengeboran pada platfarm dan memindahkan pijakan kakinya ke atas beton sambil melakukan pengboran, pekerja tersebut terjatuh karena pada saat pengboran beton yang menjadi pijakan tersebut roboh

    2. Analisis alat dan peralatan
    – Alat pelindung diri(APD) tidak lengkap
    – alat yang di gunakan saat bekerja di ketinggian kurang memadai

    3. Analisis lingkungan kerja
    – Pinjakan kaki yang sempit
    – Beresiko terjatuh
    – Bekerja di ketingggian

    4. Faktor penyebab langsung
    – Tidak menggunakan alat pelindung diri(APD)
    – Tidak fokus / kelalaian saat bekerja
    – Pijakan kaki yang salah

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    – Tidak menjalankan prosedur SOP dan JSA dengan benar
    – Tidak di training sebelum melakukan pekerjaan
    – Keahlian pekerja yang kurang

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    – Melaksanakan SOP dan JSA dengan benar
    – Menggunakan APD yang di lakukan saat bekerja di ketinggian

    NAMA : Gusti Suryanata Putra
    NPM : 14.11.106.701501.1407
    KELAS : A1
    SEMESTER : II

  27. NAMA : OPPIE ADE LESTARI
    NPM : 14.11.106.7015.01.1379
    SEMESTER II KELAS A1
    MK : INVESTIGASI INSIDEN

    1. KRONOLIS KEJADIAN
     Ada seorang pekerja sedang berada di atas ketinggian sedang memegang alat Bor,pekerja ini sedang melakukan pengeboran di suatu bangunan dan pekerja ini tidak memakai body harness sewaktu dia sedang mengebor bangunan tersebut pekerja ini tidak sadar bahwa kaki kanan nya sedang berada di atas bangunan yang sedang di BOr.tidak beberapa lama bangunan yang sedang dib or itu roboh dan pekerja ini ikut terjatuh bersama bangunan tadi.

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
     Alat yang di gunakan adalah alat bor.
    3. Analisis lingkungan kerja
     Lingkungan kerja kurang luas,menyusahkan pekerja untuk bergerak.
     Lingkungan kerja yang begitu berbahaya.
     Tidak ada nya pengawas di sekitar area kerja.

    4.Factor penyebab langsung.
     Pekerja sangat teledor dalam melakukan tugas nya.
     Pekerja tidak menggunakan APD yang lengkap
     Pekerja kurang handal dalam mengerjakan pekerjan ini.

    5.Menentukan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
     Perusahaan harus menyiapkan APD yang lengkap untuk pekerja.
     Perusahaan harus membuat JSEA untuk pekerja
     Perusahaan harus mepunyai SOP
     Sebelum melakukan pekerjaan harus di adakan breafing

    6 .Membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.

    Perusahan tersebut harus melengkapi semua fasilitas yang mengenai keselamatan pekerja.petugas perusahaan harus mengecek keadaan lingkungan kerja .petugas juga harus mengecek semua alat alat yang ada di perusahaan tersebut masih layak pakai atau tidak.pemimpin harus mengajak breafing pekerja sebelum memulai pekerjaan,agar tidak ada lagi pekerja yang celaka.

  28. TUGAS INVESTIGASI INSIDEN # 3
    NAMA : BILLYEAM.P.M.SITORUS
    NIM : 14.11.106.701501.1633
    SEMESTER : 2(DUA)
    KELAS : D4-K3 A1

    JUDUL TUGAS : Construction Worker Falls From Platform After Demolishing

    1. Kronologis :
    Setelah mengamati tayangan video maka kejadian itu bermula dari adanya bangunan yang terdiri dari lantai dasar dan lantai atas. di keempat sisinya atau dindingnya dari bahan batako tinggi bangunan ± dari lantai dasar, begitu juga pada lantai atas.
    Pada lantai dasar di atasnnya terdapat dak dari bahan besi , di cor dengan campuran semen.
    Dak tadi sebagian sudah di runtuhkan, dan ± ¾ lagi belum diruntuhkan.
    Disini pekerja sudah menyiapkan papan sanggahan untuk tempat injakan kaki.
    Pekerja mulai menggunakan mesin bor untuk membor dak beton di sebelah utara, sebab disisi dak lainnya sudah terpisah dari dinding.
    Pada saat si pekerja membor kaki sebelah kiri di tumpukan pada papan penyanggah , tetapi kaki sebelah kanan menginjak Dak . kalau dilihat tumpuan kaki kanan dan badan pekerja lebih dominan berat diatas Dak yang di bor.
    Sehingga pada saat dak dibor habis dan terpisah dari dinding utara tadi tanpa disadari dak itupun runtuh bersama pekerja tadi,sebab si pekerja lupa mengangkat tumpuan kaki kanannya di atas papan penyangga yang sudah di siapkannya,dalam hal ini si pekerja lalai dalam tugas.

    2. Analisis Alat dan Peralatan
    – Alat yang di gunakan pekerja
    – Si pekerja hanya menggunakan satu papan penyanggah sebagai pijakan kaki pada saat
    membor dan kelihatan sempit seharusnya mengenakan dua papan supaya lebih lebar
    dan leluasa pada saat diinjak
    – Si pekerja hanya memakai sepatu boot (foot safety) supaya tidak terluka
    – Alat yang digunakan dalam membor sudah tepat , yaitu dapat menggunakan mesin bor

    3. Analisis lingkungan kerja
    – Proyek di kerjakan tidak menjamin keselamatan pekerja karena kontraktor tidak
    melengkapi alat dan peralatan bekerja yang aman
    – Kontraktor harus memikirkan keselamatan pada pekerja karena proyek yang di
    tayangkan pada video pekerja mengerjakan pekerjaan di ketinggian

    4. Faktor penyebab langsung
    – Papan penyangga untuk pijakan si pekerja terlalu sempit
    – Tidak memperhitungkan posisi kedua kaki supaya menginjak papan penyanggah
    – Ceroboh dalam membor dak beton
    – Tidak memakai alat dan peralatan safety yang lengkap

    5. Factor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    – Lengah dalam bekerja
    – Tidak terampi dan tidak professional dalam bekerja
    – Mengantuk pada saat bekerja
    – Tidak focus karena kelaparan
    – Kesehatan tidak fit
    – Mabuk
    – Ada masalah dalam rumah tangga

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    1. pekerja harus memakai body harness,helmet protection,safety eye ware,sarung
    tangan
    2. pekerja harus membuat scaffolding terlebih dahulu
    3. Lingkungan harus memadai
    4. Dalam pekerja kesehatan harus di utamakan
    5. Pekerja mengutamakan keselamatan dalam bekerja
    6. Bahan dan peralatan dalam melakukan kegiatan proyek harus lengkap

  29. NAMA : ALVIN RATNA NADIA
    NPM : 14.11.106.701501.1376
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2

    1. Kronologi kejadian :
    pekerja sedang berdiri diatas balkon yang akan ia hancurkan. karna kurangnya kewaspadaan pekerja tersebut dan akibatnya ia terjatuh bersama balkon tersebut.

    2. analisis alat dan pekerjaan :
    alat yang digunakan untuk menghancurkan balkon sudah benar tetapi APD yang ia gunakan masih kurang. seharusnya ia memakai harness yang akan mengikat dirinya bila ia terjatuh.

    3. analisis lingkungan kerja :
    tempat berpijak kaki yang sangat sempit sehingga membuat kurang leluasa saat bekerja.

    4. faktor penyebab langsung :
    – kurangnya pengawasan
    – tidak memakai APD
    – tidak mengetahui medan kerja

    5. faktor yang memberikan kontribusi atas kecelekaan :
    – kurangnya pengetahuan untuk bekerja
    – kurang ahli dalam bidang pekerjaan
    – tidak ada standarisasi keamanan

    6. rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali :
    seharusnya pekerja menggunakan tangga ataupun harness dan bila menggunakan tangga memulai pekerjaan dari sebelah kanan lalu pasangkan tidak ada orang yang berlalu lalang dibawah balkon

  30. Tugas 3

    1. KRONOLOGIS KEJADIAN
    Dalam video tersebut telah ada pekerjaan pembangunan yg menyebabkan terjadinya kecelakaan dikarenakan peralatan pekerjaan yang kurang memadai dan pekerja melakukan pekerjaannya tidak hati hati, di video tersebut pekerja meginjak batu beton yang sedang dikerjakaannya dan batu beton yang dikerjakaannya tidak ada tumpuan dan langsung jatuh kebawah ditambah dengan beban pekerja yg menginjak batu beton tersebut hingga jatuh.

    2. MENG ANALISIS ALAT PEKERJAAN
    – Alat bor yang digunakan sebenarnya tidak ada yang salah
    – papan yang digunakan tumpuan pekerja hanya satu sehingga untuk terjadinya kecelakaan sangat besar
    – tangga yang ada dilokasi kerja tidak diperlukan sehingga menyebabkan keterbatasan ruang dalam bekerja

    3. MENG ANILISIS LINGKUNGAN KERJA
    Lingkungan kerja tersebut sangatlah berbahaya jumlah peralatan yg kurang memadai dan keterbatasan ruang dalam pekerjaan itu.

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Human error
    – Pekerja tidak fokus dalam melakukan pekerjaannya
    – Alat yang sangat minim

    5. MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI KECELAKAAN
    – pekerja tidak mempunyai keahlian dan pengetahuan tentang pekerjaan tersebut.

    6. REKOMENDASI
    – Pekerja yang mempunyai skill dan keahlian yang terbukti oleh sertifikat
    – Pekerja harus memiliki peralatan yang lengkap
    – Pekerja harus menggunakan body hardness

    NAMA : TOMMY MUSLIM R
    KELAS/SEMESTER : A1/II
    NPM : 14.11.106.701501,1404

  31. Nama : Yulianti Indarti
    Npm : 14.11.106.701501.1438
    Semester /kelas : Dua (2) A1

    1. Kronologi
    Seorang pekerja bangunan terjatuh saat penggeboran pada dinding beton, pada saat pengeboran pekerja tersebut tidak memperhitungkankekuatan pada dinding beton yang akandibor. Kurangkan area untik bergerak.

    2. Melakukan analisis alat dan peralatan
    -Alat tidak memadai
    -Tidak memakai safety
    -Alat bantu kurang memadai
    -Tidak ada pondasi untukberpijak.

    3. Melakukan analisis lingkungan kerja
    -kurangnya strategis

    4. Menentukan faktor penyebab langsung
    -Kurangnya konsentrasi
    -Kurangnya safety yang memadai
    -Tidak mendengar safety briving yang diberikan

    5. Menetukan faktor yang memberikan konstribusi atas kecelakaan
    -Tidak adanya jsa
    -Kurangnya memperhatiakan sop
    -Tidak ada pengawan supervesior
    -Kurangnya Briving briefing

    6. Membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terrulang kembali
    -Selalu mengunakan safety
    -Selalu menuruti smk3
    -Selalu mentaati prosedur pada bangunan tersebut
    -Mengikuti briving yang diberikan

  32. NAMA:RIVALDO STRIVE MARINGKA
    NPM :14.11.106.701501.1329
    KELAS: A1/D4-K3
    SEMESTER: 2

    KRONOLOGI:
    Di suatu lokasi kerja salah seorang pekerja bangunan sedang melakukan pengeboran pada platform pekerja tersebut salah berpijak pada tempat yang sedang di lakukan pengeboran sehingga pekerja tersebut mengalami kecelakaan kerja

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN:
    -Tidak adanya alat yang melindungi tubuh perja
    -Tidak menggunakan body harnes

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA:
    -Tempat kerja yang tidak nyaman
    -bekerja pada tempat yang tinggi yang menimbulkan resiko kecelakaan

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG:
    -Tidak menggunakan alat pelndung diri
    -tidak menggunakan harnes
    -pekerja tidak berhati hati

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN:
    -tidak berhati hati dalam mengambil keputusan
    -tidak menjalakan sop dengan benar
    -kurang memiliki keahlian bekerja

    REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG:
    -Pekerja harus menjalakan sop dengan tepat
    -pekerja di lengkapi alat pelindung diri
    -lakukan pengawasaan saat melakukan pekerjaan yang menimbulkan resiko kecelakaan

    NAMA:RIVALDO STRIVE MARINGKA
    NPM :14.11.106.701501.1329
    KELAS: A1/D4-K3
    SEMESTER: 2
    MK: INVESTIGASI INSIDEN

  33. 1.pekerja melakukan pengeboran cor dengan tidak memperhatikan tumpuan dari pekerja sehingga ketika cor jatuh pekerja juga ikut terjatuh
    2.tumpuan hanya sebuah papan yang tidak bisa menjangkau semua bagian cor
    3.lingkungan sangat berpotensi bahaya karena alat yang kurang memadai hanya sebuah papan sebagai tumpuan pekerja
    4.peralatan yang dibutuhkan kurang memadai dan kesembronoan pekerja
    5.kurangnya peralatan yang memadai dan kesalahan dari pekerja
    6.mempertimbangkan resiko yang akan terjadi dan membawa peralatan yang benar benar dibutuhkan

    Nama: enos faiza novaldy
    Kelas: A1
    Npm: 14.11.106.701501.1233

  34. Construction worker falls from plat from after demolishing :

    1. Menceritakan kronologis kejadian.
    2. melakukan analisis alat dan peralatan.
    3. melakukan analisis lingkungan kerja.
    4. Menentukan faktor penyebab langsung.
    5. Menentukan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    6. Membuat rekomendasiagar kecelakaan tidak terulang kembali.

    Jabannya :
    1. Kronologis dari kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kelalaian di lingkungan kerja yang disebabkan karena kurang adanya kewaspadaan dan ketelitian sebelum dan saat melakukan aktifitas pekerjaan. Seharusnya seorang pekerja tersebut tidak melangkahkan kaki kanannya ke bagian beton yang di robohkan. Mungkin karena mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaannya sehingga pekerja tersebut lalai dan kemudian melangkahkan kaki kanannya kemudian terjadilah kecelakaan tersebut.

    2. Untuk analisis alat dan peralatan, seharusnya pekerja tersebut memasang dua buah papan tumpuan yang sejajar dengan jarak yang disesuaikan kemudian ditengahnya diberi papan seperti huruf “H” dimana diberi 3-4 papan untuk mempermudah gerakan dalam bekerja.

    3. Untuk analisis lingkungan kerja, dapat kita liat bahwa pekerjaan tersebut dilakukan ditempat tinggi atau ketinggian dan ruang kerja yang sempit. Seharusnya seorang pekerja dapat berpikir sebelum memulai pekerjaan untuk memakai alat standart keselamatan seperti safety belt.

    4. Mengenai faktor penyebab langsung dapat disimpulkan antara lain :
    – Kelalaian (Terjadi karena kesalahan pekerja).
    – Keamanan ( Terjadi karena kurang siapnya peralatan pendukung dalam pekerjaan).
    – Keselamatan (Tidak memakai alat safety).

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan yaitu :
    – Tidak adanya briefing sebelum melakukan pekerjaan.
    – Kurangnya pengawasan.
    – Minimnya standart keselamatan.
    – Peralatan yang kurang mendukung dalam pekerjaan.

    6. Untuk rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang adalah :
    – Sebelum melakukan pekerjaan harus diadakan briefing.
    – Setiap pekerjaan yang dilaksanakan harus dilakukan pengawasan.
    – Harus adanya standarisasi keselamatan sesuai dengan tempat yang dikerjakan dan macam pekerjaan.
    – Harus adanya peralatan pendukung yang lebih, guna tercapainya pekerjaan yang dikerjakan.

    Nama : Enik Supraptiningsih
    NPM : 14.11.106.701501.1406
    Semester : 2 (Dua)
    Kelas : A1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s