SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150331] Tugas 4 Investigasi Insiden (Kelas A1, B1 & B2)

97 Comments

Kepada mahasiswa D4K3 Uniba Semester II Kelas A1, B1 dan B2

Video diatas adalah rekaman suatu peristiwa kecelakaan kerja. Dari video tersebut tentukanlah:

  1. Kronologis kejadian.
  2. Analisis alat dan peralatan.
  3. Analisis lingkungan kerja.
  4. Faktor penyebab langsung.
  5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
  6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.

Kerjakan tugas Anda dengan mengetik analisis tersebut pada kotak dibagian bawah yang terdapat tulisan “Leave a Reply”. Batas akhir posting adalah:

  • Hari/tanggal:   Minggu / 5 April 2015
  • Pukul:               22:00 wita

Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dipostingkan dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.

Hasil analisis tidak boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain. Bila terdapat analisis yang sama persis, maka posting tersebut akan dicoret.

Jangan lupa tuliskan nama Anda, NIM/NPM, semester, dan kelas. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

TIDAK ada tugas susulan atau perbaikan nilai (remedial) untuk tugas ini. Harap diperhatikan dengan baik. Terimakasih.

Advertisements

97 thoughts on “[150331] Tugas 4 Investigasi Insiden (Kelas A1, B1 & B2)

  1. 1. Kronologi kerjadian :
    Beberapa petugas di suatu proyek ditugaskan untuk memindahkan setumpuk barang dengan menggunakan crane ke atas gedung. Pada awalnya pekerjaan itu berjalan dengan mulus, barang – barang dapat di angkat keatas. Akan tetapi, ketika akan mendekati atas gedung yang dituju tiba – tiba tali putus dikarenakan kelebihan beban. Barang – barang pun jatuh menimpa mobil yang berada disekitar area proyek, para pekerja dan orang yang berjalan disekitar area kaget dengan jatuhnya barang – barang yang diangkut oleh salah satu pekerja.

    2. Analisis alat dan pekerjaan :
    -Tali yang digunakan tidak sesuai dengan berat muatan beban yang diangkut.
    – Sebelum melaksanakan pekerjaan, pekerja harus memastikan alat yang akan digunakan dalam keadaan layak pakai.

    3. Analisis lingkungan kerja :
    – Mensterilkan area lingkungan pekerjaan dari faktor eksternal, seperti : orang luar (bukan pekerja) dilarang melintas diarea proyek, mobil – mobil jangan parkir diarea proyek.
    – Mengkoordinasikan para pekerja untuk tidak mendekati area pekerjaan tanpa menggunakan alat safety.

    4. Faktor penyebab langsung :
    – Tali crane tidak mampu mengangkut beban sesuai dengan kapasitas bebannya.
    – Tidak adanya pengawasan.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan :
    – Pekerjaan yang lalai dalam memprediksi beban yang akan diangkut.
    – Pekerja kurang berhati – hati.
    – Kurangnya pengarahan sebelum melakukan pekerjaan.

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali :
    – Diadakannya safety briefing sebelum melakukan pekerjaan untuk meminimalkan adanya resiko kecelakaan kerja.
    – Sebelum melaksanakan pekerjaan para pekerja menganalisis berat beban yang dapat diangkut oleh tali crane.
    – Mengkoordinasikan tugas dan pekerjaan masing – masing setiap pekerja, agar pekerjaan dapat berjalan sesuai prosedur.

    NAMA : NINDITA HARUMINTI
    NPM : 14.11.106.701501.1542
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2 (DUA)

  2. Nama : Spti Lolo P
    NPM : 14.11.106.701501.1377

    TUGAS 4

    KRONOLOGIS KEJADIAN
    Seorang pekerja sedang melakukan pekerjaan memindahkan barang dari bawah gedung ke atas gedung dengan menggunakan alat CRANE, saat mesin CRANE itu bekerja mulanya tidak ada masalah namun, seiringnya alat itu berjalan tiba-tiba semua barang-barang muatan terlepas dari pengait CRANE kemudian terjatuh dan menimpa sebuah mobil. Mobil tersebut rusak parah begitupun dengan barang muatan yang terjatuh.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    Alat yang di gunakan adalah sebuah Mobil CRANE, kemungkinan alat tersbut sudah tidak layak pakai tetapi tetap saja di gunakan untuk mengangkut barang, Kemungkinan juga muatan terlalu berat dan tidak memenuhi kapasitasnya sehingga membuat pengait barang terlepas dari pengait CRANE.

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    – Kebisingan
    – Paparan radiasi
    – Paparan suhu panas atau dingin

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Kemampuan fisik dan psikologis tidak layak
    – Jam kerja yang berlebihan
    – Kurangnya kemampuan
    – Kurangnya keahlian menjalankan mesin CRANE tersebut
    – Stres fisik dan psikologis
    – Kurangnya motivasi dalam bekerja

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    – Mengoperasikan alat tanpa otorisasi
    – Mengoperasikan peralatan pada kcepatan yang tidak layak
    – Menggunakan alat yang tidak memenuhi standar K3
    – Penempatan muatan yang tidak layak
    – Muatan yang berlebihan
    – Pengangkatan yang tidak layak
    – Tidak mengikuti prosedur

    REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    Perusahaan meningkatkan kualitas sumber daya manusia tentang perlunya keselamatan dan kesehatan kerja dengan cara memberikan penyuluhan terhadap karyawan. Untuk departemen engineering sebaiknya lebih mengintensifkan pengawasan terhadap aktivitas teknis pada mesin, sehingga jika menemukan tanda-tanda kerusakan pada mesin dapat segera di lakukan perbaikan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

  3. Tugas #4

    ***Kronologis kejadian***

    – Perth , Rabu/25/6/2014 pukul 09.00 waktu setempat setelah karyawan selesai dalam tahap renovasi ruangan kantor , tinggal saatnya memindahkan berkas-berkas untuk dikembalikan keruangan yang seharusnya
    – Agar tidak memakan waktu lama dan lebih efisien maka pihak perusahaan memutuskan untuk menyewa crane
    – Setelah negoisasi sepakat maka perusahaan “KezelCrane” bersedia bekerja untuk perusahaan buku “MudengBook”
    – 5 hari setelah Deal , akhirnya crane ,  fullset perlatan dan tenaga kerja ahli datang menuju lokasi tepatnya Hari Senin 30/6/2014 pukul 08.30 waktu setempat
    – Setelah briefing 15 menit para pekerja siap melakukan pekerjaannya yang pertama , kedua sampai ke 7.
    – Namun , ketika pengangkatan terakhir yang bermuatan cukup besar Crane pun mengalami kegagalan untuk memindahkan barang-barang tersebut.
    – Dalam hitungan detik setelah pengangkatan , pengait antara barang yang diangkat dengan hook mengalami fail connection
    – Barang yang cukup besar dan penuh dengan rak besi berisi berkas-berkas penting pun jatuh dari ketinggian 7 meter
    – Jatuh dari ketinggian 7 meter dengan beban lebih dari setengah kwintal , menyebabkan mobil yang tepat berada dibawah posisi jatuh barang tersebut , hancur berantakan
    – Satu pekerja yang diketahui bernama Jonathan subur jati asmoro kabur karena merasa dirinya mengetahui keruskan pada hook crane dan bahwa hal ini memang akan terjadi tanpa memberi tahu rekan kerjanya

    ***Analisis Alat dan Peralatan***

    – Sertifikat kelayakan penggunaan peralatan pada Crane
    -Kapan crane di beli agar tahu berapa usia crane tersebut
    – Harus dipastikan label kapasitas beban angkat agar sesuai dengan barang yang akan diangkat
    – Meneliti kekuatan penuh dari Crane tersebut
    – Memperhatikan batas waktu maksimal penggunaan Crane (bila ada)
    – Pengukuran dan pembenahan segala sesuatu yang berpengaruh dalam pergerakan crane seperti misalnya Machinery Arm , Working Arm, Slewing Unit , Kawat Baja , Hook , Trolley , Gearbox , dan Frame keseluruhan bila perlu

    ***Analisis Lingkungan Kerja***

    – survey lokasi yang akan dijadikan area untuk pengerjaan Crane
    – Tata letak mobil yang parkir harusnya diperhatikan
    – Barikade Blocking area aktifitas Crane itu perlu untuk membatasi para karyawan untuk tidak melintasi lokasi TKP
    – Membuat tempat parkir sementara radius 20 meter dari titik lokasi kerja
    – Pemasangan Standing poster bahwa dilarang melintasi atau parkir diarea berbahaya/lokasi operasi crane
    -Terdapat safety sign yang tercantum bahasa yang mudah dimengerti bagi siapapun yang beraada dilokasi
    – Petugas security bertugas untuk mengawasi jika ada yang melebihi batas aman dari radius yang ditentukan
    – pengecekan kondisi jalan/aspal ada lubang atau kemungkinan bergelombang supaya Crane tersebut dalam kondisi baik
    -Area kerja harus bebas dari segala bentuk resiko

    ***Faktor Penyebab Langsung***

    -Mengangkat berlebihan diluar batas kemampuan alat kerja Crane
    -Bagian batas akhir dari tali baja penghubung crane dengan barang yang ditarik kurang safe
    -Hook sudah berkurang diameternya seperti yang sudah saya analisis tentang peralatan kerja
    -Ada beberapa tali pengait yang rontok kawatnya akibat terlalu sering dipakai
    -Perputaran poros pada crane yang berkarat dan aus mengakibatkan crane kurang stabil dan itu salah satu penyebab Hook dengan Pengait tidak terhubung secara baik dan aman
    -Penempatan berkas/barang kurang baik sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan

    ***Faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan***

    – Merasa semua akan berjalan aman sesuai prosedur
    – Hook yang sudah aus dipaksa untuk menjadi tumpuan barang yang terbilang cukup berat
    – Para pekerja terlalu mengedepankan kecepatan dalam bekerja tanpa memperhatikan dampak jika terjadi sesuatu yang sama sekali diinginkan
    – Bekerja , sedangkan dikanan dan dikiri terdapat mobil yang sedang parkir tentu mengganggu konsentrasi
    – Adanya hewan seperti anjing dilokasi  juga berkontribusi terhadap pengoprasian Crane
    – Cahaya matahari yang “silau” membuat pekerja kurang fokus

    ***Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang lagi***

    -Membuat SOP
    -Membuat JSA
    -Bekerja sesuai kemampuan Crane
    -Pemilihan suku cadang yang tepat
    -Pengujian terhadap alat kerja seperti Crane beberapa hari sebelum waktu yang ditentukan
    -Sebelum pengangkatan pertama , lakukan pengecekan inti kekuatan didalam Crane
    -Jangan ragu untuk mengajukan kepada bagian administrasi soal kelayakan sparepart alat kerja seperti Crane
    -Katakan belum siap kepada client jika memang Crane yang akan digunakan belum mendapatkan serifikat layak beroperasi

    Nama : Sihwindu adi nugroho
    NPM : 14.11.106.701501.1317
    Kelas : A1
    Semester : 2 (Dua)
    Fakultas : D-4 / K3
    Mata Kuliah : Investigasi Insiden

  4. NAMA : Yoko Andi Prasetyo
    NPM : 14.11.106.701501.1435
    KELAS: A1

    SEMESTER : 2

    1.KRONOLOGIS KEJADIAN

    Pada hari kamis, tanggal 10 Otober 2014 kondisi salah satu kantor disibukkan oleh pemindahan barang yang akan digunakan di kantor,di sekitar kantor terdapat mobil-mobil yang di parkirkan.
    Pekerja yang berjumlah 5 memindahkan barang, 2 pekerja dan 1 supervisor berada di atas gedung , 1 pekerja sebagai operator dan 1 sebagai pekerja yang menyusun d bagian bawah, barang tersebut terdiri dari Kabel,Rak penyimpan dokumen dan peralatan kantor lainnya, untuk memudahkan pemindahan ke gedung paling atas maka digunakan Truck Crane.
    Barang-barang tersebut di susun sedemikian rapi dan siap diangkut, operator mulai mengoperasikan Crane tersebut, barang pun mulai terangkup secara perlahan, dalam proses pengangkutan ternyata pengait yang menyambungkan tali dan pengait terlepas, sehingga barang-barang jatuh, salah satu mobil yang tepat berada di sekitar kantor terkena jatuhan barang tersebut.
    Mobil mengalami kerusakan dikarenakan barang tersebut menghantam begitu kerasnya, operator Crane berlari menjauhi sekitar kantor, dan supervisor tertegun seakan tidak mempercayai hal tersebut bisa terjadi.

    2.ANALISIS ALAT DAN PERALATAN

    -Tali dan Pengait yang tidak aman dan berisiko terlepas ketika digunakan
    -Seharusnya Crane mendapat perawatan secara berkala sehingga alat yang sudah tidak layak dapat diganti dengan alat yang baru dan lebih memenuhi prosedur
    -Crane tidak di tes terlebih dahulu, apakah masih mampu untuk di operasikan
    -Pengait yang mendapat beban tidak mampu menahan tali yang terkait dengan barang yang akan dipindahkan ke atas gedung

    3.ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    -Kondisi sekitar tempat bekerja yang tidak steril dari aktivitas orang lain, sehingga menimbulkan kerugian materil dan dapat menimbulkan korban
    -Kondisi tempat yang kurang efisien untuk melakukan pemindahan barang dari bahu jalan ke atas gedung menggunakan Truck Crane
    -Suhu yang sudah pada titik maksimal, sehingga pekerja akan mengalami dehidrasi

    4.FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    -Pengait yang digunakan tidak sesuai dengan prosedur keamanan, sehingga saat digunakan tidak mampu menahan beban yang di angkut
    -Beban yang diangkut sudah melebihi kapasitas dan kemampuan Crane sehingga akan tidak stabil jika di angkut
    -Pekerja tidak memastikan bahwa lingkungan steril dari aktivitas dan kendaraan
    -Pekerja salah saat menyusun barang yang akan di angkut,karena susunannya melebihi batas maksimal

    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    -Tempat bekerja yang tidak aman dan berada di area aktivitas orang lain
    -Kurangnya ketelitian pekerja saat melakukan penyusunan,pemindahan,dan pemilihan alat
    -Kurangnya training bagi pekerja, pekerja harus mempunyai pengetahuan tentang Crane dan cara pengoperasian sesuai dengan prosedur
    -Tidak adanya alat penanda bila kawasan sudah tidak memungkinkan untuk di lalui oleh pejalan kaki dan kendaraan yang di parkir
    -Sistem-sistem manajemen k3 yang kurang diterapkan,seperti (Briefing,pembuatan JSA dan tersedianya fasilitas k3)

    6.REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    -Pekerja di training agar berkompeten dalam bidang k3 dan bidang pekerjaannya,mempunyai lisensi dan skill yang baik
    -Sebelum bekerja harus membuat Checklist bahaya yang akan dihadapi saat bekerja
    -Memasang Warning Tape sesuai dengan kondisi bahaya yang ada
    -Perusahaan menyediakan fasilitas yang berkaitan dengan k3
    -Pekerja dapat memastikan alat yang digunakan sesuai dengan prosedur

    NAMA : Yoko Andi Prasetyo
    NPM : 14.11.106.701501.1435
    KELAS: A1
    SEMESTER : 2

  5. 1.Kronologis kejadian
    Saya telah menonton video tersebut , dan kronologis yang akan saya buat adalah sebagai berikut :
    Saat itu sabtu siang pukul 13.13, tepat di depan kantor REMAN , Jln Mt.Haryono, Balikpapan, Kalimantan timur. Tepatnya pada tanggal 14 februari 2015, Sedang ada proyek pengangkutan barang elektronik menuju gedung di lantai atas menggunakan Crane. Pak Bambang (40) yang bekerja sebagai sopir Crane , pak Toto (35) sebagai reager crane, sedangkan di lantai atas ,pak yaman (30) dan pak kunto (33) sebagai pengawas, pak aji (28) sebagai pemilik barang. Pada saat itu para pekerja memindahkan barang elektronik yang bermuatan melebihi kapasitas pengangkutan. Toto seorang reager bertugas mengikat dan mengecek barang yang akan di angkut. Ia mengikat barang tersebut menggunakan belt crane dengan kekuatan belt yang hanya bisa mengangkat muatan sekitar 200kg, sedangkan muatan yang akan diangkat beratnya sekitar 500kg. sudah jelas bahwa barang yang akan di angkut overload atau kelebihan beban. Dan akibatnya belt tidak kuat menahan beban yang overload tadi, mengakibatkan belt terlepas dan barang jatuh menimpa mobil yang sedang di parkir di depan kantor tersebut. Seketika bambang sopir crane tersebut lari ketakutan karena dirinya merasa bersalah atas kejadian tersebut. Pak Aji pun sebagai pemilik barang marah marah karena barangnya hancur dan menyebabkan kerugian baginya.
    2. Analisis alat dan peralatan
    – truk crane yang di gunakan berjenis Hilarious Crane , yang berfungsi untuk memindahkan atau mengangkut barang pada ketinggian dan berat beban tertentu. Crane ini harus diperiksa kelayakan pakainya sebelum digunakan
    – belt pengangkut digunakan untuk mengikat barang yang dikaitkan ke pengait crane , belt ini harus sesuai dengan beban muatan yang akan diangkat. Dan belt ini harus di periksa kelayakannya untuk digunakan.
    – papan kayu sebagai alas barang juga harus diperiksa apakah kuat dan cukup untuk mengangkut beban yang akan di taruh diatasnya.
    3. Analisis Lingkungan Kerja
    – pekerjaan yang dilakukan di tengah jalan tanpa menggunakan warning tape.
    – lingkungan kerja yang ramai dengan banyaknya kendaraan parkir .
    – lingkungan kerja yang masih ada orang orang yang lalu lalang di lokasi kejadian
    4. Faktor penyebab langsung
    – beban angkut yang overload , yang mengakibatkan belt putus dan terlepas.
    – kelalaian dan kecerobohan reager crane yang membiarkan beban overload tadi tetap diangkut
    – tidak dipasangnya warning tape sekitar area kejadian atau lokasi pekerjaan tersebut.
    – tidak adanya clear area atau pengamanan area pekerjaan karena banyaknya mobil parkir di area pekerjaan tersebut
    5. Faktor penyebab kontribusi
    – kurangnya pelatihan bagi reager crane yang membiarkan beban overload
    – kurangnya pelatihan dan keahlian sopir crane saat mengendalikan crane tersebut. Karena terlihat barang goyang dan miring saat diangkut.
    – kurangnya komunikasi dengan pengawas crane yang mengakibatkan sopir crane tidak mendengar suara teriakan pengawas crane yang memberi arahan ke sopir crane tersebut.
    – tidak adanya sosialisasi dengan daerah setempat yang mengakibatkan banyaknya kendaraan parkir dan orang orang masih lalu lalang di sekitar lokasi pekerjaan.
    6.rekomendasi
    Rekomendasi saya agar kejadian tersebut tidak terulang kembali sebagai berikut
    – lakukan breafing sebelum pekerjaan agar pekerja memahami Standar Operasional Prosedur pekerjaan tersebut sehingga pekerja paham apa yang akan diangkut, layak kah alat yang digunakan dan barang tidak melebihi beban angkut yang seharusnya.
    -sebelum melakukan pekerjaan yang melibatkan lingkungan dan daerah setempat , usahakan untuk bersosialisasi dengan warga setempat agar pekerjaan saat di lokasi aman dan terkendali.
    – pasanglah warning tape di sekitar lokasi kejadian agar aman dari lalu lalang kendaraan dan warga
    – berikan pelatihan tentang tata cara menggunakan crane kepada sopir crane dan reager crane agar mereka tidak lalai dalam melakukan pekerjaannya.
    – berilah sopir crane Handy Talkie (HT) agar lebih mudah berkomunikasi dengan pengawas pekerjaan.
    – cek kembali kelayakan Belt yang akan dikaitkan ke pengait crane
    – cek kembali beban berat yang seharusnya bisa diangkut oleh Belt
    NAMA : Jamal Al Hadad
    NPM : 14.11.106.701501.1299
    SEMESTER : 2 (dua)
    KELAS : A1

  6. 1. KRONOLOGIS KEJADIAN
    Pada tanggal 30 Maret 2015, tepatnya pada pukul 15.00 WITA, seorang pekerja sedang melakukan pekerjaannya sebagai seorang Rigger dalam proses pengangkatan beban atau material dengan menggunakan Truck Crane. Setelah Rigger tersebut selesai memasang beban, seorang Crane Operator mulai mengoperasikan Crane tersebut dan memulai pengangkatan beban atau material ke atas gedung. Di atas gedung terlihat ada 3 orang yang salah satunya adalah seorang Signal Man yang bertugas memberi aba-aba kepada Crane Operator. Tetapi Crane Operator tersebut terlalu cepat dalam mengoperasikan Crane. Sehingga, pada saat beban diangkat, beban tersebut mulai bergoyang-goyang tak seimbang. Akhirnya, beban tersebut terlepas dari alat pengaitnya dan jatuh menimpa sebuah mobil sedan yang berada tepat di bawahnya. Dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi ada seorang Kakek yang berada sangat dekat dengan mobil sedan tersebut. Kakek tersebut hanya terdiam kaget saat melihat mobil di dekatnya hancur tertimpa beban yang sangat berat. Crane Operator yang ditugaskan dalam pekerjaan ini pun sangat kaget. Ia pun memutuskan untuk melarikan diri dengan penuh ketidak tanggung jawaban.

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    – Alat berat yang digunakan dalam proses pengangkatan beban atau material tersebut adalah Truck Crane. Truck Crane ini hampir sama dengan Mobile Crane, perbedaannya hanya terdapat pada ukuran dan jumlah Kabin Operatornya. Crane ini sudah terdapat langsung pada Truck sehingga dapat dibawa langsung pada pada lokasi kerja tanpa harus menggunakan kendaraan (trailer). Truck Crane memiliki kaki (pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, ini dimaksudkan agar ketika beroperasi Crane menjadi seimbang. Truck Crane dapat berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan pada jarak yang cukup jauh.
    – Kait Crane. Kait ini biasa terbuat dari baja tuang yang dibuat dengan bentuk menyerupai bentuk mata kail pada alat untuk memancing. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pengankatan/menggantungkan beban yang akan diangkat pada kait.

    3. ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    – Dalam video tersebut, terlihat bahwa di sekitar lingkungan kerja banyak sekali terdapat mobil-mobil yang parkir. Sehingga jika beban terjatuh, sangat berisiko akan menimpa mobil-mobil yang berada di dekatnya.
    – Selain mobil, ada juga orang dan anjing yang berada di lingkungan kerja ini.
    – Lingkungan kerja yang berangin. Sehingga, juga dapat menyebabkan beban menjadi goyang dan tidak seimbang.

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Pada saat mengoperasikan Crane, Operator terlampau cepat. Sehingga, beban menjadi tidak seimbang dan bergoyang-goyang saat diangkat, dan beban akhirnya jatuh.
    – Beban terlalu berat atau melebihi kapasitas kemampuan tali atau kait crane untuk mengangkat beban tersebut.
    – Kurang kuatnya tali yang digunakan antara beban dan kait crane.
    – Tidak adanya warning tape. Seharusnya dalam lingkungan pekerjaan ini, orang atau segala sesuatu yang tidak berkepentingan dilarang mendekati area ini. Karena dikhawatirkan jika beban terjatuh dapat menimpa seseorang/sesuatu.

    5. FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    – Tidak mengikuti pelatihan sesuai dengan pekerjaannya sehingga kurangnya pengetahuan dan kemampuan.
    – Tidak mempunyai keahlian atau keterampilan pada pekerjaan ini.
    – Tidak adanya SOP dan JSA sebagai arahan.
    – Dalam melakukan pekerjaan tidak mengikuti prosedur (SOP atau JSA) yang berlaku dalam perusahaan tersebut.
    – Prosedur yang tidak memadai.
    – Pekerja tidak memiliki license (surat izin) dalam melaksanakan pekerjaannya.
    – Kondisi lingkungan kerja yang tidak kondusif.
    – Kurangnya pengalaman yang dimiliki pekerja.
    – Tidak adanya pengarahan dari atasan sebelum memulai pekerjaan.
    – Tidak adanya pengawasan dari pihak atasan atau yang bertanggung jawab.
    – Pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
    – Kurangnya komunikasi antar pekerja.
    – Tidak adanya safety briefing sebelum memulai pekerjaan.

    6. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    – Sebelum melakukan pekerjaan, sebaiknya mengadakan pengecekkan terhadap alat dan peralatan yang akan digunakan, apakan alat tersebut layak pakai atau tidak. Agar meminimalisir terjadinya kecelakaan.
    – Melakukan perawatan terhadap alat-alat yang digunakan dalam pekerjaan.
    – Mengadakan safety briefing setiap sebelum memulai pekerjaan, agar tidak terjadi kesalahan dalam bekerja.
    – Memperbanyak pengetahuan tentang pekerjaannya.
    – Mengikuti training-training yang diadakan oleh perusahaan maupun di luar perusahaan.
    – Melakukan pekerjaan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh atasan dan sesuai dengan prosedur (SOP atau JSA) yang ada.
    – Berhati-hati dalam setiap mengambil tindakan.
    – Memasang warning tape pada lokasi kerja yang berpotensi bahaya, untuk membatasi orang luar atau apapun yang ingin masuk ke lokasi kerja.

    NAMA : FARDELA NAJLA NISRINA
    NPM : 14.11.106.701501.1316
    SEMESTER : 2
    KELAS : A1

  7. NAMA : FATIMAH
    KELAS : A 1
    NPM : 14.11.106.701501.1419

    Kronologi :
    Crane terjatuh – fifth Avenue, New York
    Selasa, 12 April 2012 pukul 1 siang waktu setempat. Tepatnya di depan gedung Rockefeller Center. Sebuah crane yang ingin mengangkat barang, tiba-tiba terjatuh ke jalan dan menimpa sebuah mobil yang sedang parkir di sisi jalan. Kejadian ini bermula ketika Jack dan teman-teman nya (Carl dan John) ingin mengangkat barang ke atas gedung Rockefeller Center. Tipe crane yang dipakai adalah truck crane. Alat ini termasuk self propelled yang sering disebut carries mounted, dengan teknik crane hidrolik yang mampu mengangkat beban berskala sedang dan dapat berputar 3600. Peristiwa jatuh nya crane secara tiba-tiba ini disebabkan oleh tidak kuat nya sling pengikat pada crane dan cara pengepakan yang tidak sesuai dengan standar. Selain itu tidak ada nya komunikasi antara pengemudi truk crane dengan pekerja yang mengarahkannya menyebabkan adanya miss communication sehingga menyebabkan peristiwa tersebut. Barang yang semula nya diangkat pun kemudian jatuh dan menimpa sebuah mobil yang sedang parkir. Akibat kejadian ini perusahaan dirugikan namun dalam skala kecil. Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun, disayangkan karena di tempat kerja tidak tersedianya garis warning di sekitar tempat proses pengerjaan menyebabkan banyak orang yang berlalu lalang serta seekor anjing yang berada tepat di bawah crane yang sedang beroperasi. Karena kejadian ini pengemudi crane langsung panik dan langsung melarikan diri. Polisi yang mendengar peristiwa ini langsung ke tempat kejadian dan segera turun tangan dalam peristiwa ini.

    Analisis Alat dan peralatan
    Alat yang digunakan dalam proses pekerjaan di dalam video tersebut adalah Truck Crane yang termasuk dalam self propelled, yang mampu mengangkat beban berskala sedang. Dari video tersebut dapat dianalisis penyebab peristiwa tersebut di sebabkan karena :
    1. Buruknya kondisi mesin / crane
    2. Konfigurasi mesin tidak sesuai dengan spesifikasi
    3. Penggunaan / pemasangan outriggers yang tidak tepat
    4. Lantai / tanah pijakan yang lembut / berlumpur
    5. Crane tidak sesuai dengan beban yang akan diangkat (dari segi SWL, jenis dan kapasitas angkat
    6. Pengangkutan dari sisi samping
    7. Pengayunan berulang – ulang
    8. Dampak dari naik – turunnya akselerasi saat pengangkatan dalam waktu yang singkat dan cepat.
    9. Tinggi nya kecepatan angin

    Analisis Lingkungan
    Lingkungan kerja menjadi faktor pendukung menyebab terajdinya peristiwa seperti yang terdapat di video tersebut, antara lain :
    1. Lingkungan kerja yang tidak efisien ( terdapat banyak kendaraan mobil yang sedang parkir)
    2. Cuaca yang terlalu panas menyebabkan pekerja menjadi kurang fokus dalam bekerja
    3. Proses pengerjaan yang berlangsung di tempat yang terlalu banyak gedung bertingkat memperkecil ruang gerak dan keefektifan bekerja
    4. Ruang kerja operator yang tidak bersih sehingga mengganggu konsentrasi operator.

    Faktor Penyebab langsung terjadi nya peristiwa tersebut :
    1. Kurangnya penggunaan simbol peringatan di tempat kerja
    2. Tidak adanya briefing / mapping sebelum bekerja
    3. Kurang nya keahlian pekerja dalam mengendalikan mesin crane
    4. Sikap kelalaian yang dimiliki pekerja
    5. Adanya miss communication antara pekerja
    6. Mesin crane tidak di cek sebelum pemakaian
    7. Kurang kuatnya kaitan pada hook crane saat proses lifting

    Faktor yang berkontribusi menyebabkan peristiwa tersebut :
    1. Kurang nya pemahaman tentang keselamatan / safety pada pekerja
    2. Minimnya training pada pekerja sehingga pekerja kurang terlatih
    3. Tidak adanya SOP penggunaan truck crane
    4. Tidak adanya JSA dalam melaksanakan pekerjaan

    Rekomendasi guna menghindari terulangnya kejadian tersebut, anatara lain :
    1. Adanya pelatihan training tentang penggunaan alat pada pekerja
    2. Adanya training tentang safety pada pekerja
    3. Tersedianya atribut safety di tempat kerja
    4. Melakukan briefing sebelum melakukan pekerjaan
    5. Adanya SOP dan JSA di tempat kerja

  8. #TUGAS 4

    #Kronologi Kejadian
     Menurut video diatas kejadian terjadi pada tanggal 17 februari 2007 sekitar jam 11 siang. Seorang rigger sedang melakukan pekerjaan pengangkutan dengan alat angkut berupa truck crane. Setelah rigger memasang box ke crane, operator crane mengangkat box tersebut. Box tersebut di pindahkan menuju atap bangunan yang berada di sebelah truck crane. Di atas gedung terdapat 3 orang yang salah satunya adalah signal man atau orang yang memberi sinyal kepada operator crane. Pada saat pemindahan berlangsung operator crane memindahkan box dengan cepat yang mengakibatkan box bergoyang. Karena box tersebut ergoyang akhirnya box tersebut terjatuh terlepas dari pengait pada crane dan menimpa sebuah mobil yang berada tepat di bawah box tersebut. Terlihat pada video tersebut operator crane berlari meninggalkan truck untuk menghindar dari tanggung jawabnya. Seorang kakek-kakek yang terdiam karena berada dekat dengan mobil yang tertimpa box tersebut
    #Analisa Alat dan Pralatan
     Alat yang digunakan pada saat pengangkutan box yaitu truck crane. Crane merupakat alat angkut yang dapat berputar 360 derajat. Cara kerja alat ini yaitu dengan mengangkat material yang akan dipindahkan, memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material ditempat yang diinginkan. Truck crane mempunya kaki yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan pada saat pengangkutan. Pada crane terdapat pengait yang berbentuk seperti kail pada alat memancing. Kail tersebut berfungsi untuk mengaitkan material yang akan di angkut pada crena
    #Analisa Lingkungan kerja
     Tempat terbuka dengan luang lingkup yang cukup luas
     Lingkungan kerja yang panas karna pekerjaan yang dilakukan di ruang terbuka
     Kebisingan yang di akibatkan oleh mesin crane
     Kondisi berangin yang membuat box mudah bergoyang karna tertiup angina
    #Faktor Penyebab Langsung
     Operator crane melakukan pemindahan box terlalu cepat yang mengakibatkan box terjatu akibat box yang bergoyang-goyang.
     Terjadinya miss communication dari signal man terhadap operator crane.
     Beban yang di angkut terlalu berat.
     Kecerobohan dan kelalaian pada pekerjaan
    #Faktor yang Memberi Kontribusi Atas Kecelakaan
     Tidak melaksanankan SOP dan JSA dengan tepat
     Kurangnya pelatihan atau keahlian yang di perlukan untuk mengoprasikan crane
     Tidak melakukan briefing sebelum melakukan pekerjaan.
     Tidak adanya pengawasan
     Kondisi lingkungan kerja yang tidak kondusif
     Kurangnya komunikasi antar pekerja
    #Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
     Menjalankan pekerjaan sesuai dengan SOP dan JSA yang telah di tetapkan
     Memberikan pelatihan terhadap karyawan yang memiliki keahlian yang kurang
     Melakukan briefing sebelum melakukan kegiatan kerja
     Mengecek pengait yang di sambung antar box dengan crane tidak mudah telepas

    Nama :Dhanar Ardhyaksa
    NPM :14.11.106.701501.1319
    Semester :II (Dua)
    Kelas :A1

  9. KRONOLOGIS KEJADIAN

    bersumber dari video diatas, kronologi kejadian tersebut bermula pada tanggal 13 september 2007 tengah hari, ketika 4 orang pekerja crane ( pekerja A, pekerja B, pekerja C, dan pekerja D) serta seorang klien sedang berusaha melakukan pemindahan muatan barang menggunakan crane yang dioperasikan pekerja A berupa alat-alat keperluan kantor berupa beberapa roll cable,beberapa unit telepon, serta dua sound system dari jalan raya ke rooftop sebuah gedung kantor yang berlokasi di tengah pusat perbisnisan yang banyak dilalui pejalan kaki. Pekerja lainnya seperti pekerja B juga berada di jalan raya bersama pekerja A yang mengoperasikan crane untuk memastikan keamanan barang muatan saat dipindahkan ke atas rooftop, sedangkan pekerja C, pekerja D, dan klien tadi berada di rooftop untuk memberikan arahan, mengawasi dan menyambut muatan dari atas. namun ditengah-tengah proses pemindahan tiba-tiba tali penahan muatan tadi putus dan spontan jatuh tepat mengenai sebuah mobil sedan yang sedang parkir dibawahnya. akhirnya mobil sedan tersebut hancur tertindas muatan tadi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkiran mencapai ratusan juta rupiah serta menimbulkan kepanikan pada pekerja A selaku operator crane yang keluar lalu berusaha kabur dari peristiwa tersebut, ada juga seorang lelaki tua pejalan kaki yang diam kebingungan setelah melihat peristiwa yang hampir mengenainya karena lelaki tua tersebut berada persis dekat sedan saat peristiwa itu terjadi, dan juga terlihat gelagat frustasi klien yang berada diatas rooftop tadi ketika melihat peristiwa tersebut dibarengi respon pekerja B, C, dan D yang bingung tidak tahu harus melakukan apa.

    ANALISIS PERSONIL KERJA

    Para personil kerja dinilai sudah mematuhi segala regulasi tentang alat pelindung diri terlihat dari apa yang mereka kenakan sudah lengkap dan standar. Namun, etos kerja beberapa dari mereka masih kurang yaitu mengabaikan sisi keselamatan material dengan tidak memastikan ulang apakah tali sudah kuat menahan muatan atau belum dan pemilihan tali kurang tepat sehingga mengantarkan kepada sebuah insiden yaitu lepasnya tali penahan muatan karena tidak kuat yang pada akhirnya muatan jatuh mengenai mobil sedan. Seharusnya pemahaman serta keselematan tentang alat angkut harus mereka kuasai dengan baik sehingga tidak terjadi peristiwa seperti ini.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN

    dari kronologis tadi, analisis terhadap alat dan peralatan yang digunakan dalam proses pemindahan muatan tersebut dari sisi crane sendiri tidak terjadi masalah pada operasinya namun tali yang berfungsi untuk menahan muatan tadi tidak kuat sehingga terlepas dari klem nya dan jumlahnya tali untuk merangkul barang muatan juga sedikit yaitu hanya satu sisi tali, disamping tali yang tidak kuat dan sedikitnya jumlah rangkulan tali, penyusunan beban juga tidak merata sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan distribusi beban yang akhirnya membuat beban berat sebelah. otomatis tegangan antar tali pun berbeda.

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA

    Analisis lingkungan kerja pada peristiwa ini lebih ditekankan pada lokasi pekerjaan itu sendiri karena sekiranya variabel-variabel faktor lingkungan lain kurang berpengaruhi terhadap peristiwa ini seperti cuaca, kecepatan angin, kebisingan dan lain-lain. Yang perlu menjadi catatan pada analisis ini adalah jika tipikal pekerjaan seperti ini dilakukan disekitar lokasi yang ramai dilalui orang maka harus adanya pembersihan lokasi kerja terhadap makhluk hidup ( individu yang tidak bersangkutan, hewan peliharaan/ternak ) dan harta benda ( kendaraan, properti, fasilitas ) agar tidak menimbulkan kerugian fisik, cacat maupun kerugian material tentunya.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG

    faktor penyebab langsung terjadinya peristiwa ini adalah Lepasnya tali penahan muatan yang diangkut menggunakan crane.

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI

    berikut terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peristiwa ini adalah:
    -kurangnya etos kerja para pekerja crane yang tidak memastikan ulang kekuatan tali penahan muatan
    -pemilihan tali yang kurang tepat sehingga tidak cukup kuat menahan beban muatan
    -jumlah tali yang merangkul muatan hanya satu sisi melintang
    -penyusunan beban muatan tidak merata sehingga menyebabkan ketidakseimbangan distribusi beban dan perbedaan tegangan tali.

    REKOMENDASI

    Terdapat beberapa opsi rekomendasi alat dan peralatan yang dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Pertama, crane dapat disubtitusi dengan elevator, sehingga tidak ada pengangkutan beban muatan secara menggantung, dan pastinya dapat menekan resiko kerugian material. Yang kedua, Jika langkah subtitusi tidak memungkinkan dari sisi biaya, pemilihan tali yang tepat dan kuat dapat menjadi rencana selanjutnya. Namun perlu diingat, pemilihan tali pun harus diselaraskan dengan teknik pemasangan tali beban yang baik yaitu dengan menambah jumlah sisi rangkulan tali secara melintang dan membujur, selanjutnya usahakan penyusunan muatan yang merata sehingga keseimbangan distribusi beban terjaga dan tidak terjadi perbedaan tegangan beban pada tali. Ketiga, pengangkutan juga bisa dilakukan secara manual ( melalui tangga yang tersedia pada gedung ). Walaupun upaya ini memakan waktu lama, tapi pengangkutan dengan cara ini efektif untuk benar-benar menghindari peristiwa serupa. Dari semua opsi yang direkomendasikan, perlu tetap melakukan pembersihan lokasi dari makhluk hidup dan harta benda seperti yang sudah dijelaskan pada analisis lingkungan kerja diatas supaya tidak menimbulkan kerugian fisik serta kerugian material lain yang tidak di harapkan. Dan terakhir, pemahaman serta kepedulian keselamatan terhadap alat angkut harus dimiliki dan dikuasai dengan baik oleh para pekerja seperti ini.

    NAMA: TOMY AUFAR THIRAFI ( TRANSFER )
    NPM: 14.11.106.701501.1628
    KELAS: A1 PAGI
    SEMESTER: II

  10. Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1 /D4-K3
    Smester : 2

    Kronologi kejadian
    Pada suatu siang tepatnya pada hari Selasa 24 april 2013 di sebuah lokasi kerja tepatnya di sebuah jalan terlihat sedang di lakukan pengangkatan barang dengan menggunakan mobil Derek atau bisa di sebut juga dengan crane terlihat sorang oprator laki laki yang sedang mengawasi kegiatan tersebut, barang yang akan di angkat yaitu berupa peralatan kantor berupa lemari besi, alat komunikasi, dan gumpalan kabel, semua barang tersebut di letakan di atas palet, terlihat barang tersebut tidak di ikat dengan kuat melaikan hanya dengan menggunakan seperti palster yang besar untuk menahan barang tersebut, setelah siap barang tersebut di kaitkan pada crane dan mulai di angkat secara pelahan menuju bangunan bertingkat setelah cukup tinggi barang tersebut terjatuh di karnakan tali penganggah tidak kuat menahan beban yang berlebihan, muatan itu jatuh mengenai mobil yang berada tepat di bawahnya sehingga mobil tersebut hancur beserta muatan barang yang akan di angkat tersebut ,terlihat seorang pria tua yang beridiri tepat di samping mobil yang tertimpa barang muatan tersebut terlihat sangat kaget dengan kejadian tersebut, dan spertinya pemilik barang yang marah karna kejadian tersebut, dan juga terlihat supir dari crane tersebut melarikan diri, kecelakan tersebut menyebabkan kerugian kepada pemilik mobil dan pemilik barang yang akan di pindahkan

    Analisis alat dan peralatan
    1. Alat yang di gunakan yaitu berupa mobil drek atau disebut juga crane untuk mengangkat barang
    2. Palet kayu yang di gunakan untuk alas dari setumpukan barang yang akan di angkat
    3. Tali atau Pengait yang digunakan untuk mengangkat barang

    Analisis lingkungan kerja
    1. Bekerja pada tempat keramaian yang dapat menimbulkan kecelakaan
    2. Udara yang tecemar oleh polusi dan debu sehingga mengganggu pekerja
    3. Terdapat banyak kendaraan yang terpakir yang mengganggu jalannya pekerjaan
    4. Banyak orang yang melewati tempat kerja tersebut
    5. Tidak adanya rambu peringatan tanda bahaya

    Factor penyebab langsung
    1. Kondisi kerja yang kurang kondusif, tidak mempertimbangkan berat barang dengan kekuatan dari tali atau pengait yang di gunakan
    2. Tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah di tentukan sehingga timbulnya kecelakaan
    3. Tindakan pekerja yang tidak aman yang dapat menimbulkan kecelakaan
    4. Kurangnya pengalaman pekerja dalam melakukan pekerjaan

    Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    1. Pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure)
    2. Kurangnya ketrampilan pekerja atau kurangnya pengalaman dalam bidangnya
    3. Kurang pelatihan yang baik dan cukup kepada pekerja
    4. Kurang hati hati dalam mengambil tindakan
    5. kondisi yang di alami pekerja kurang baik

    Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    1. lakukan Briefing sebelum memulai suatu pekerjaan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukaan pekerjaan
    2. Memberikan pelatihan atau training keterampilan pada karyawan sesuai dengan masing masing pekerjaannya
    3. Lakukan pengecekan kembali alat yang di gunakan apakah sudah tidak layak pakai, atau sudah memenuhi satndar sefty
    4. Lakukan pencekkan serta pastikan lingkungan kerja anda aman sebelum memulai pekerjaan
    5. Lakukan pengawasan yang cukup terhadap pekerjaan yang mengandung resiko tinggi

    Nama : Agung Nugraha
    NPM : 14.11.106.701501.1411
    Kelas : A1 /D4-K3
    Smester : 2

  11. NAMA:DESTIAN ADHITAMA
    NPM:14.11.106.701501.1410
    KELAS:A1
    MK:INVESTIGASI INSIDEN.
    SEMESTER: 2

    1.KRONOLOGIS KEJADIAN:
    Pada siang hari tanggal 28 january 2013,terlihat seorang pekerja laki-laki sedang ingin memindahkan barang-barang ke atas gedung dengan menggunakan alat berat crane dan tentu saja juga menggunakan kayu palet sebagai penadah barang.barang-barang yang ingin di pindahkan adalah lemari besi,kotak telepon/alat komunikasi dan gulungan kabel,pada saat barang tersebut dalam perjalanan ke atas,barang tersebut terjatuh ke bawah,karena tali penggait /penyangga tersebut tidak kuat menahan berat bahan yang belebihan.akibatnya barang tersebut berjatuhan ke bawah,sehingga mobil yang berada tepat di bawah barang tersebut hancur parah.terlihat juga seorang operator melarikan diri,mungkin karena takut di salahkan.insiden ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar.

    2.ANALISIS ALAT DAN PERALATAN:
    • 1 buah alat berat crane yang digunakan untuk memindahkan barang.
    • Kayu palet digunakan untuk mengangkut barang.
    • Alat penggait,tali,atau kawat yang di gunakan untuk menarik barang.
    • ADDITIONAL COUNTERWEIGHT: bobot tambahan(opsional) untuk menyeimbangkan beban dan berat crane.

    3.ANALISIS LINGKUNGAN KERJA:
    • Tempat kerja yang masih ramai,masih banyak orang yang berlalu-lalang.
    • Pada saat melakukan pekerjaan,tidak adanya tanda peringatan saat bekerja.
    • Tata ruang kerja yang kurang baik.
    • Rekan kerja yang tidak mengarahkan dengan baik.

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG TERJADINYA KECELAKAAN:
    • Alat penggait,tali atau kawat tidak kuat mengangkat barang.
    • Barang kelebihan barang angkutan.
    • Tidak adanya pengecekan sebelum alat digunakan untuk mengangkut barang.
    • Pekerja yang kurang ahli dalam menggunakan alat.
    • Pekerja yang sangat lalai atau ceroboh dalam melakukan pekerjaan.
    • Kurang memahami medan kerja.

    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN:
    • Kurang menjalankan (SOP)dan(JSA) dengan baik.
    • Kurangnya keahlian saat bekerja.
    • Tidak adanya briefing sebelum melakukan pekerjaan.
    • Kurangnya pengalaman yang dimiliki pekerja.
    • Tidak adanya pengendalian apabila terjadi kecelakaaan.
    • Tidak adanya rasa tanggung jawab terhadap keselamatan orang lain.

    6.rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali:
    • Sebelum mulai bekerja harus dilakukan briefing.
    • Harus dilakukan pengecekan alat berat crane,sebelum melakukan pekerjaan,pastikan alat yang digunakan sudah aman atau siap digunakan.
    • Harus menggunakan (APD)alat pelindung diri.
    • Harus memeperhatikan medan/lokasi tempat kerja.
    • (JSA)dan(SOP) harus dilakukan dengan tepat.
    • Pekerja harus melakukan(TRAINING)sebelum terjun langsung ke lapangan kerja.
    • Harus ada rasa tanggung jawab atas keselamatan diri sendiri atau orang lain.

    NAMA:DESTIAN ADHITAMA
    NPM:14.11.106.701501.1410
    KELAS:A1
    MK:INVESTIGASI INSIDEN.
    SEMESTER: 2

  12. TUGAS #4 INVESTIGASI INSIDEN
    1. Menceritakan kronologis kejadian
    Setelah saya melihat video rekaman tersebut, saya membuat kronologis sebagi berikut :
    Pada hari Kamis, 13 September 2007 pada pukul 10:00 di Jalan Sultan Hasanudin, sebuah perusahaan bernama IT Solution, Inc. ingin memindahkan 10 kotak telepon, 5 roll kabel dan 3 buah lemari besi. Barang – barang tersebut akan diangkat dari permukaan jalan keatas gedung dengan menggunakan crane truck. Crane truck tersebut dikemudikan oleh Mike (33) dan Steve (35). Diatas gedung juga ada 3 orang yang telah menunggu untuk meng-unloading muatan tersebut jika muatan telah sampai. Ketiga orang tersebut yaitu Chris (30), Raymond (28) dan Bob (40). Tak hanya mereka berlima, dilokasi terdapat seekor anjing, seorang pria tua dan banyak orang yang melintas di trotoar pada area tersebut. Di bahu jalan pun terdapat banyak sekali mobil yang tengah parkir. Hal ini dikarenakan lokasi yang tidak diberi Warning Line. Karena lokasi muatan dan gedung bersebrangan, mengharuskan muatan menyebrangi jalan dari sisi kiri ke sisi kanan jalan.
    Steve mulai menyusun barang – barang tersebut diatas sebuah pallet kayu. Kemudian mengikatnya dengan plastik wrapping pada sisinya. Setelah itu, Steve mengikatkan sling, sling diikatkan pada muatan dengan cara melingkarkan sling pada pallet hanya pada dua sisi yang berhadapan. Setelah diikatkan, sling pun dikaitkan pada hook yang berada pada crane. Tanpa adanya aba – aba yang jelas dari Steve, Mike pun langsung mengangkat/menaikkan ketinggian crane yang dikemudikannya. Terlihat muatan tersebut berayun karena tiupan angin yang cukup kencang. Tanpa memperhatikan hal tersebut, di ketinggian kira – kira 2 meter dari permukaan tanah, Mike pun langsung mengarahkan muatan tersebut ke arah gedung yang dituju dengan kecepatan yang cukup tinggi, sambil menaikkan ketinggian muatan dengan maksud agar dapat mencapai ketinggian gedung. Karena tiupan angin yang cukup kencang muatan pun tambah berayun, hal ini dikarenakan sling tidak dilingkarkan hanya pada dua sisi saja, tidak dilingkarkan pada semua sisi.
    Pada jarak kira – kira 5 meter dari gedung, muatan berayun lebih kencang. Saat mengetahui hal tersebut Chris (30), Raymond (28) dan Bob (40) yang berada diatas gedung langsung berteriak untuk memberitahukan bahwa Mike harus berhenti untuk menstabilkan muatan. Karena kerasnya gonggongan anjing, Mike dan Steve tidak mendengar teriakan ketiga orang tersebut dan dia tetap menjalankan crane. Sling pun terlepas dari hook pada crane dan muatan terjatuh dari ketinggian kira – kira 3 meter. Muatan tersebut tepat jatuh di atas sebuah mobil sedan berwarna silver. Semua barang di atas pallet telah hancur total, mobil yang tertimpa juga telah hancur, karena tepat jatuh diatas kap mobil tersebut. Pria tua yang berdiri di belakang mobil dan seorang pejalan kaki terkejut melihat kejadian tersebut. Steve yang juga tak menduga hal tersebut, sempat terdiam lalu mendekati muatan tersebut. Kebalikannya, Mike langsung keluar mobil dan lari menjauh dari lokasi kejadian.
    2. Melakukan analisis alat dan peralatan
    Dari video rekaman tersebut saya membuat analsis alat dan peralatan yang digunakan pada pekerjaan tersebut, yaitu sebagai berikut :
    – Crane Truck. Sesuai standar, terdapat sertifikasi, kondisi pada saat digunakan sangat baik, inspeksi dilakukan secara rutin 1 bulan sekali, kondisi setelah kejadian masih baik, masih dapat digunakan kembali.
    – Pallet. Terbuat dari kayu, tidak sesuai standar, terlalu kecil, kondisi setelah kejadian rusak parah.
    – Sling. Sesuai standar, terdapat sertifikasi, kondisi pada saat digunakan sangat baik, inspeksi dilakukan secara rutin 1 bulan sekali, kondisi setelah kejadian sedikit rusak, tidak dapat digunakan kembali.
    – Plastik Wrap. Tidak sesuai standar, penggunaannya tidak sesusai.
    3. Melakukan analisis lingkungan kerja
    Dari video rekaman tersebut saya berasumsi bahwa lingkungan pada pekerjaan tersebut termasuk lingkungan aman bagi pekerja tetapi tidak aman bagi orang lain. Dikatakan tidak aman bagi orang lain karena terdapat banyak sekali sumber bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Adapun keadaan – keadaan yang membuat lingkungan pekerjaan tersebut menjadi tidak aman, yaitu sebagai berikut :
    – Jarak yang terlalu jauh, antara Crane Truck dengan gedung.
    – Suara yang bising, dalam hal ini suara gonggongan anjing.
    – Keadaan lingkungan yang dapat dilalui oleh banyak orang.
    4. Menentukan faktor penyebab langsung
    Dari video rekaman tersebut saya telah menemukan faktor – faktor penyebab langsung kecelakaan tersebut, yaitu sebagai tesebut :
    – Sling yang jumlahnya tidak memadai/tidak sesuai.
    – Kecerobohan dan kelalain operator Crane Truck pada saat mengangkat muatan
    – Penggunaan sling yang tidak sesuai SOP.
    – Tidak ada perhitungan pengaruh tiupan angin terhadap keadaan muatan saat diangkat.
    – Tidak ada komunikasi yang jelas antara pekerja
    5. Menentukan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    Dari video rekaman tersebut saya telah menemukan faktor – faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan tersebut, yaitu sebagai berikut :
    – Tidak ada pelatihan tentang pekerjaan yang akan dilakukan.
    – Pekerja tidak kompeten/kurang mampu dalam pekerjaan yang dia lakukan.
    – Pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi yang dipikirkan atau dengan kondisi sebenarnya.
    – Pekerjaan yang berisiko tinggi tapi belum ada upaya pengendaliannya.
    – Kondisi tempat kerja yang sangat tidak kondusif, suara bising.
    – Pekerja tidak tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan pada pekerjaan yang dilakukan di tempat yang terbuka/ramai.
    6. Membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    Dari hasil analisa yang saya lakukan, saya membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali, yaitu sebagai berikut :
    – Memberikan pelatihan (training) keterampilan pada karyawan sesuai dengan masing – masing pekerjaan.
    – Memberikan pelatihan (training) tentang keselamatan pada pekerjaan di tempat yang terbuka/tempat umum dan juga pada pekerjaan di tempat yang bising.
    – Memberikan pelatihan (training) tentang penggunaan alat dengan aman, baik dan benar.
    – Selalu mengadakan briefing/mapping setiap sebelum memulai suatu pekerjaan dan sesudah melakukan pekerjaan, agar tidak terjadi miss communication atau kesalahan pekerjaan.
    – Memperhatikan kondisi cuaca atau lingkungan sebelum memulai suatu pekerjaan.
    – Menggunakan Warning Line saat melakukan pekerjaan di tempat terbuka/tempat umum/ tempat ramai.
    – Menetralisir lingkungan tempat kerja sebelum memulai pekerjaan, terutama pekerjaan di tempat terbuka/tempat umum/tempat ramai.

    NAMA : GIAN SUPRIYADI
    NIM/NPM : 14.11.106.701501.1352
    SEMESTER : II (DUA)
    KELAS : A1

  13. 1. Kronologi kejadian.
    Budiman (40) memindahkan barang ke atas gedung dengan menggunakan crane. Di atas gedung sudah ada Sumanto (49) yang menginstruksikan dari atas gedung. Saat barang di angkat nampak seperti biasanya berjalan dengan lancar, crane dapat mengangkat barang ke atas gedung. Namun naas saat hampir mencapai ke atas gedung barang yang di angkat menggunakan crane itu terjatuh lantaran tali/seling terputus karena tidak mampu menahan beban dari barang tersebut. Barang-barang pun terjatuh menimpa mobil yang terdapat di sekitar area tersebut, para pekerja dan orang di sekitar yang melihat kejadian tersebut kaget dengan jatuhnya barang-barang tersebut yang di angkat oleh crane tersebut. Saat kejadaian itu terjadi salah seorang pekerja Abdul (35) melarikan diri.
    2. Melakukan analisis alat dan pekerjaan.
    • Tali/Seling yang digunakan tidak sesuai dgn kapasitas berat muatan.
    • Menyesuaikan kekuatan crane dgn berat muatan yg akan di angkut.
    • Pekerja harus mengecek apakah alat dalam keadan baik atau tidak.

    3. Melakukan analisis lingkungan kerja.
    • Menstrilkan areal pekerjaan dari masyarakat dan pekerjaan agar tidak melintasin barang yg akan di angkat, dan mobil-mobil yang berada di areal pekerjaan.

    4. Faktor Penyebab Langsung.
    • Tali/seling tidak dapat menahan beban yg di berikan.
    • Pengawasan terhadap alat perkerjaan yg kurang di perhatikan.
    • Sembrono dalam menggunakan alat.

    5. Faktor yang memberi kontribusi atas kecelakaan.
    • Pekerja yang tidak tau kisaran berat berang yang akan di angkut.
    • Alat yang tidak memenuhi standrat
    • Kurangnya pengecekan terhadap alat yang akan di gunakan untuk bekerja.

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang lagi.
    • Melakukan pengecekan alat secara berkala.
    • Sebelum melakukan pekerjaan mengangkat barang menggunakan crane sebaiknya cek keadan alat crane dan berat barang yang akan di angkat.
    • Mensterilkan areal pekerjaan agar bila terjadi accident tidak ada korban jiwa dan kerugian materi yg cukup merugikan segala pihak.

    Nama : Ridwan Eko Purnomo
    NPM : 14.11.106.701501.1312
    Semester: DUA(II)
    Kelas : A1-K3

  14. NAMA : WULAN RAMANDASARI
    NPM : 14.11.106.701501.1366
    SEMESTER : 2
    KELAS : A1

    1. Kronologi
    Peristiwa bermula saat dilakukan pemindahan barang oleh beberapa orang pekerja dari sebuah perusahaan penyedia alat angkut pada Jumat, 1 Oktober 2010. Sang pekerja yang bertugas untuk mengikat barang-barang pada crane, Josh Diesel (42), mengatakan bahwa telah memasang tali pengikat dengan benar, namun guncangan dari barang yang terlalu berat mengakibatkan tali tidak mampu menahan beban barang yang akan dipindahkan hingga akhirnya putus. Ketika peristiwa ini terjadi, ia dan beberapa orang rekannya ditugaskan untuk memindahkan barang milik kantor pemasaran real estate 13811 Newark Valley, New York tepatnya dikawasan Jalan Baker 12. Mereka seharusnya memindahkan beberapa barang berupa sejumlah mesin faks, tiga buah lemari dan beberapa gulungan kabel menuju atap gedung 4 lantai itu, namun naas tali terlepas dari pengait crane dan seketika menjatuhkan barang-barang yang akan dipindahkan dan menimpa sebuah mobil milik salah satu karyawan kantor tersebut yang terparkir didepan gedung. Seorang saksi, Steven Walker (82), mengaku terkejut saat menyaksikan hal ini terjadi karena ia berada begitu dekat dengan tempat kejadian dan beruntung barang-barang tersebut tidak menimpa dirinya. Sedangkan sang operator, Mark Johnson (38), sempat panik dan melarikan diri sebelum akhirnya diamankan untuk dimintai pertanggung jawaban baik dari pihak penyewa jasa maupun dari perusahaan tempatnya bekerja.

    2. Alat & Peralatan
    Alat yang digunakan yaitu mobile crane, dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah kondisi tali yang tidak sesuai karena barang yang harus dipindahkan memiliki bobot yang berat dan tidak sesuai dengan kapasitas angkut dari tali hingga akhirnya tali terputus karena tidak sanggup menahan bobot benda ditambah dengan guncangan dari benda yang dipindahkan.

    3. Lingkungan Kerja
    Dari sisi lingkungan kerja, yang menjadi faktor penyebab terjadinya insiden ini adalah kondisi cuaca yang berangin sehingga ketika barang yang akan dipindindahkan terangkat dari tanah akan mulai berguncang karena adanya dorongan dari angin yang berhembus.

    4. Penyebab Langsung
    – Tidak ada kontrol langsung dari pengawas
    – Tali tidak mampu menahan bobot barang yang hendak dipindahkan

    5. Faktor yang Memberikan Kontribusi
    – Pekerja melakukan pekerjaannya tanpa JSA dan SOP
    – JSA dan SOP yang ada tidak memadai
    – Keahlian yang kurang dari pekerja

    6. Rekomendasi
    Setelah melakukan analisis mengenai kejadian tersebut, saya dapat memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah terulangnya kembali kecelakaan tersebut, diantaranya:
    – Pengawas mengawasi secara langsung jalannya pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.
    – Pekerja mendapat pelatihan sesuai bidang pekerjaannya.
    – Pastikan bahwa pekerjaan dilakukan oleh pekerja yang ahli dibidangnya.
    – Lakukan evaluasi terhadap JSA dan SOP yang ada.

  15. Nama : Elis Pujowati
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPm : 14.11.106.701501.1336

    Tugas 4

    1. Konologis Kejadian :

    ” Pada suatu hari Minggu tanggal 29 maret 2015 disebuah jalan disamping gedung perkantoran terlihat beberapa pekerja berjenis kelamin laki-laki sedang melakukan pekerjaan memindahkan barang property kantor kantor. Dan terlihat slah satu pekerja sedang memepersiapkan peralatan dan barang-barang yang akan dipindahkan keatas gedung untuk dimasukkan kedalam kantor tersebut dengan menggunakan alat pengankut ( Crane ). Ketika barang-barang diangkut tiba-tiba tali pengangkut barang tersebut putus dan menimpa sebuah mobil yang terparkir dipinggir jalan hingga remuk dan hancur , dan hampir menimbulkan korban disekitar tempat kejadian tersebut. Dan disela kejadian tersebut terlihat slah satu pekerja operator Crane melarikan diri dari tempat kejadian tersebut. ”

    2. Analisis Alat dan Peralatan :

    Dari video tersebut saya menyimpulkan bahwa alat dan peralatan yang digunakan oleh pekerja tersebut adalah :
    – Hanya sebuah alat pengangkut ( Crane ) yang mempunyai kapasitas beban sekitan 1 ton beratnya.

    3. Analisis Lingkungan Kerja :

    Saya menyimpulkan bahwa lingkungan kerja pada pekerjaan tersebut termasuk lingkungan kerja yang sangat tidak aman
    – Area tersebut adalah area publik, dimana orang lain bebas berada diarea tersebut.
    – tidak adanya tanda atau Warning Sign peringatan bahwa sedang melakukan pekerjaan.

    4. Faktor Penyebab Langsung :

    – Kondisi tempat kerja yang tidak aman dan tidak kondusif
    – Kelalaian atau kecerobohan pekerja pada saat pada saat pengecekan pada barang tetapi tidak mengecek ulang komponen pengangkut
    – tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan proseduryang telah dibuat

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan :

    – Pekerja tidak kompeten atau kurang mampu dalam melakukan pekerjaan tersebut
    – Pekerjaan tidak tahu atau kurangnya pengetahuan bagaimana yang harus dilakukan pada pekerjaan yang dilakukan ditempat publik atau tidak kondusif
    – Pekerjaan yang beresiko tinggi tapi belum ada upaya pengendaliannya
    – Tidak adanya pelatihan tentang pekerjaan yang akan dilakukannya

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali :

    – Memberikan pelatihan ( training ) keterampilan kepada pekerja yang melakukan pekerjaan sesuai bidangnya masing-masing
    – Pastikan segala komponen yang digunakan dalam kondisi baik dan benar
    Pastikan supervesior mengawasi pekerja pada semua pekerjaan yang mempunyai resiko paling besar
    – dan pastikan semua pekerja mempelajari SOP diperusahaan tersebut itu yang paling penting dalam melakukan pekerjaan, agar tidak terulang kembali kecelakaan yang ke 2 kalinya.

    Nama : Elis Pujowati
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPm : 14.11.106.701501.1336

  16. Nama: MUHAMMAD FACHRUR ROZY
    KELAS: A1
    NPM :14.11.106.701501.1333
    SEMESTER: 2

    Kronologis kejadian
    Disuatu jalan raya di salah satu kota terdapat pekerja dari PT PENGANGKATAN BARANG DAN JASA.di lokasi tersebut ada 2 orang pekerja yang berada di bawah gedung dan ada 3 org di atas gedung dan ada seorang kakek yang ada di trotoar jalan tersebut. Siang itu para pekerja ingin memindahkan barang-barang perusahaan yang berupa beberapa gulungan kabel,dan beberapa alat lainya.dimana saat itu sang operator penggerak crane yang bernama albert fernandes tersebut dan operator pengawas crane yang bernama carlos martines sedang bekerja melakukan pengangkatan peralatan perusahaan. awal mula sebelum di lakukan pengangkatan operator pengawas sudah memeriksa kesiapan dari pengait crane dengan pengait peralatan tersebut. Lalu operator crane yang bernama albert fernandes tersebut pun mengangkat dengan perlahan awal mulanya semua berjalan lancar hingga ketinggian 40 meter pengait crane tersebut terlepas dari pengait peralatan tersebut dan akhirnya peralatan tersebut hancur berkeping-keping dan bahkan menghancurkan sebuah mobil dan bahkan nyaris menewaskan warga sekitar yang melihat pekerjaan tersebut. Dan bahkan sang operator pun lari karna kurangnya rasa tanggung jawabnya dalam pekerjaan setelah terjadi kecelakaan kerja tersebut.

    ANALYSIS ALAT DAN PERALATAN
    Satu unit crane merk amerika buatan tahun 2007 kurangnya perawatan terhadap crane tersebut yang membuat potensi kecelakaan semakin besar . kurang diperhatikannya antara suatu berat daya angkatan dengan berat bawaan tidak kuatnya pengait antara crane dan pengait peralatan tersebut kurang memperhatikan alat sesuai dengan SOP ( STANDARD OPERATING PROSEDUR)

    ANALYSIS LINGKUNGAN KERJA
    Kurang sterilnya lokasi pekerjaan tersebut yang bisa saja menyebabkan jatuhnya korban dari kecelakaan tersebut. Terlalu jauhnnya jarak antara gedung dengan crane yang menyebabkan butuh waktunya untuk dapat menurunkan peralatan tersebut . kurangnya rambu-rambu jika ada sebuah potensi bahaya.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    • Kurang fokusnya operator terhadap pengait crane tersebut dengan pengait peralatan tersebut.
    • Kelalaian dan kecerobohan operator crane tersebut dalam melakukan pengangkatan peralatan
    • Tidak adanya pengecekan ulang dari operator pengawas crane tersebut
    • Kurangnya perawatan terhadap crane tersebut

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    • Kurangnya pelatihan terhadap operator crane tersebut
    • Operator kurang kompeten atau kurang memahami alat crane yang dia gerakan
    • Pekerjaann yang beresiko namun belum mempunyai pengendalianya
    • Kurang memperhatikannya operator tersebut terhadap gerakan dari crane tersebut

    REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    • Perlunya pengecekan ulang terhadap kinerja operator tersebut
    • Operator Harus mengikuti SOP (standard operating prosedur)
    • Memperhatikan kesiapan alat alat seperti crane dan pengait crane serta merawat alat alat agar tidak mengalami gangguan saat di gunakan.
    • Pastikan operator mempunyai keahlian dalam menggerakan crane
    • Perlunya pengawas yang teliti dalam melakukan pengecekan

  17. 1. KRONOLOGIS KEJADIAN

    Pada tanggal 11 Mei 2015, pukul 14.30 WITA di luar gedung perkantoran terlihat seorang pekerja laki-laki bernama Aseep RK (26) sedang bekerja, dengan memakai safety helmet, safety shoes, and handgloves. Aseep RK (26) sedang memeriksa barang-barang perkantoran untuk di angkat ke atas gedung memakai sebuah crane.
    Terlihat 3 orang di atas gedung sedang menunggu barang-barang tersebut. Saat crane mulai bergerak dan mengangkat beban di ketinggian 7 meter, tali pengikat terputus dan menimpa sebuah kendaraan mewah. Claudio (87) sangat terkejut dengan kejadian ini karena saat kejadian posisi Claudio (87) hanya berjarak 4 meter dari jatuhnya barang-barang perkantoran yang di angkut oleh sebuah crane.
    Saat kejadian berlangsung Aseep RK (26) melihat Daru (49) melarikan diri. Daru (49) adalah Operator Crane tersebut.
    Untung saja tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, hanya sebuah kendaraan yang rusak berat.

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    – Safety Helmet, Safety Shoes, and Handgloves
    – Sebuah Crane berada di tengah jalan tanpa barikade atau pembatas
    – Komunikasi yang buruk antara pekerja

    3. ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    Dari video diatas saya melihat bahwa lingkungan pada pekerjaan sangat tidak aman. Kenapa saya bilang sangat tidak aman? Karena bisa di lihat banyak sekali sumber berpotensi bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja.
    Dari video diatas bisa dilihat keadaan yang sangat tidak aman yaitu:
    – Penempatan Crane tidak tepat
    – Tidak adanya barikade atau pembatas
    – Orang melintas dengan bebas
    – Komunikasi yang kurang efektif antara pekerja satu dengan yag lain
    – Terlihat seekor anjing sedang menggangu pekerja
    – SOP tidak berjalan

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    Untuk pembahasan disini lebih diperuntukan agar menghindari kesan mengkambing hitamkan dan menjauhkan konsep atau istilah-istilah kesalahan manusia yang lainnya:

    • Tindakan yang tidak aman (Unsafe Action):
    Tindakan yang melanggar/tidak sesuai dengan prosedur/tatacara kerja yang aman dan berpeluang mengakibatkan kecelakaan kerja.
    Tindakan yang tidak aman, antara lain:

    a. Tidak memberi aba-aba
    b. Cara bekerja yang salah
    c. Mengoperasikan dengan cepat
    d. Tidak mengamankan pekerjaan
    e. Posisi kerja yag salah
    f. Bercanda saat bekerja
    g. Terpengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang

    • Kondisi yang tidak aman (unsafe condition):
    a. Kurang alat penutup/pengaman/pemagar
    b. Peralatan rusak
    c. Kurang rambu bahaya
    d. Terlalu panas

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    – Tindakan perbuatan manusia tidak memenuhi keselamatan (unsafe acts)
    – Keadaan lingkungan yag tidak aman (unsafe condition)

    Faktor yang mendasari secara umum terjadinya kecelakaan seperti video diatas, yaitu:

    1. Partisipasi pihak managemen perusahaan dalam pelaksaan keselamatan dan kesehatan kerja.
    2. Faktor manusia dalam hal ini pekerja
    3. Faktor kondisi dan lingkungan kerja

    • Sebab utama
    Ini disebabkan adanya faktor dan persyaratan yang belum dilaksanakan:

    1. Kondisi tidak aman, kondisi yang tidak aman berasal dari:
    a. Mesin, peralatan, badan, dll
    b. Lingkungan
    c. Proses
    d. Sifat pekerjaan
    e. Cara kerja
    2. Perbuatan yang tidak aman, Perbuatan yang berbahaya dari manusia bisa di lihat dari faktor-faktor berikut:
    a. Keterampilan (kurangnya pengetahuan)
    b. Cacat tubuh
    c. Keletihan
    d. Sikap dan tingkah laku yang tidak aman

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.
    Rekomendasi saya agar kecelakaan tidak terulang kembali seperti video diatas, antara lain:

    1. Eliminasi: menghilangkan potensi dan faktor bahaya yang terjadi di lingkungan kerja
    2. Substitusi: Mengganti alat yang bersifat berbahaya dengan alat yang lebih aman atau memiliki resiko bahaya yang kecil.
    3. Engineering: modifikasi alat, memastikan tempat/lingkungan kerja aman dan membuat jaringan komunikasi yang efektif dan baik.
    4. Administrasi: Melakukan MCU pada karyawan, melakukan toolbox dan safety meeting sebelum memulai pekerjaan, melakukan on boarding dan safety induction kepada karyawan, membuat JSEA (Job Safety Enviroment Analysis) serta menjelaskan pada saat bekerja, membuat takes dan hazid, Insurance, dan Audit K3.
    5. Education dan Training: Memberikan pelatihan, pemahaman pada pekerja untuk tidak banyak bercanda saat bekerja dan merubah sifat dalam bekerja, selalu mengingatkan pekerja untuk bekerja dengan hati-hati.
    6. PPE: APD wajib, seperti safety helmet, safety shoes, safety glasses, dan safety vest. APD support adalah APD yang diberikan sesuai kebutuhan saat bekerja.

    Terimakasih.

    Nama: Rachmat Kurnia
    NPM: 14.11.106.701501.1226
    Kelas: B1/Semester 2

  18. TUGAS 4

    1.KRONOLOGI KEJADIAN
    Kronologi kejadiannya kurang lebih seperti ini , pada siang hari 23 Maret 2015 sekitar pukul 11:00 para pekerja kantor SEJAHTERA Balikpapan melakukan pekerjaan di halaman sekitar gedung kantor , para pekerja melakukan pemindahan barang dari halaman gedung kantor ke atap gedung kantor , barang barang yang dipindahkan berupa ( Telpon , beberapa kabel listrik , dan lemari / rak buku ) siang itu ada 5 orang pekerja yang melakukan pemindahan barang tersebut Saifuloh ( 37) sebagai operator mobile crane , Achmad (40) yang memastikan di bawah bahwa barang siap untuk diangkat , dan ada 3 orang pekerja yang berada di atas atap gedung Parmin (41) , Baharudin (42) dan seorang manager kantor Tono (36).Siang itu ahmad bertugas mengecek apakah barang-barang yang mau diangkut ke ataas sudah dapat dipindahkan atau belum.Namun pada saat achmad melakukan pekerjaan nya ada seekor anjing yang melihat kearahnya ntah bermaksud apa , anjing itu milik seorang kakek Daniel (70) , kakek tersebut berada disekitar achmad dan rekannya melakukan pengangkutan barang.Disekitar area tersebut juga banyak terparkir mobil milik karyawan kantor.Sambil melanjutkan pekerjaannya ahcmad melanjutkan pekerjaannya sambil memperhatikan anjing milik si kakek.Pengangkutan barang menggunakan mobile crane dengan model boom trucks.Pada saat pengangkutan barang-barang tersebut di letakkan di pallet yang lebarnya kira-kira 2 meter panjangnya dan 1 meter lebarnya , Lalu tidak adanya pagaran agar barang tidak jatuh saat diangkut , hanya di ikat di satukan dengan menggunakan plastic wrape agar barang tetap rapi saat diangkut dan tidak terjatuh , pengangkutan tersebut menggunakan Tali atau Belt untuk dikaitkan ke Hook. Lalu barang-barang tersebut diangkut ke atas.Lalu operator pun mulai mengoperasikan barang-barang tersebut mulai diangkut ke atas atap.Saat barang tersebut diangkat sudah terlihat sesuatu yang aneh saat diangkat barang yg diangkat mulai mereng karena berat sebelah atau posisinya tidak seimbang , dengan pengaruh angin yg juga cukup kencang tiba tiba saja belt nya terlepas dari hook dan barang-barang tersebut terjatuh dan menimpa salah satu mobil yang terparkir disekitar area pengangkutan barang , mobil sedan warna silver itu tertimpa dan langsung penyok seketika dan barang-barang yang diangkut sebelumnya langsung terhambur di jalan dan hancur. Melihat kejadian tersebut operator crane langsung melarikan diri takut bahwa itu semua kesalahan dari si operator.Lalu achmad langsung mendekati barang-barang yang hancur dan manager kantor dari atas atap mulai marah kepada bawahannya.Dari kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa namum menimbulkan kerugian materi yang sangat besar.
    2.ANALISA ALAT DAN PERALATAN
    a) Crane tidak mengalami kerusakan apapun , masih dapat digunakan kembali , dan perawatan crane dilakukan setiap 3 bulan sekali
    b) Hook tidak mengalami kerusakan karena masih dalam posisi semula , namun hook harus diganti karen sudah mulai tidak dapat digunakan lagi.
    c) Belt tidak mengalami kerusakan , tapi harus dicek kembali apabila ingin digunakan
    d) Pallet mengalami kerusakan dan tidak sesuai dengan standar
    e) Plastic wrape tidak mengalami kerusakan namun salah penggunaan

    3.ANALISA LINGKUNGAN KERJA
    1. Tempat kerja yang panas
    2. Lingkungan kerja yang berdebu
    3. Tidak adanya pita pembatas atau peringatan bahwa sedang ada pekerjaan di area tersebut
    4. Area kerja yang terlalu ramai
    4.MENENTUKAN FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    1. Lalai dalam melakukan pekerjaan
    2. Tidak fokus dengan apa yang dikerjakan
    3. Adanya orang-orang yang tidak berkepentingan beerada disekitar area pekerjaan
    4. Tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap belt yang digunakan
    5. Tidak melakukan pengecekan terhadap hook yang digunakan
    6. Muatan barang yang terlalu berlebihan
    7. Melambungkan boom dengan muatan diatas peralatan dan orang yang berada dibawahnya
    8. Pemberi sinyal atau aba-aba kurang berkompeten
    9. Tidak memastikan barang yang diangkat dalam keadaan stabil
    10. Pallet yang tidak sesuai dengan SOP
    11. Kurangnya komunikasi

    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    a) Tidak adanya pelatihan khusus
    b) Operator yang kurang berkompeten
    c) Lingkungan kerja yang tidak kondusif , terlalu ramai dengan lalu lalang orang

    6.REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    Untuk menghindari kecelakaan tidak terulang lagi maka para pekerja termasuk operator harus di training , berikan apd yang lengkap , jika ada pekerjaan ditempat yang ramai oleh lalu lalang orang maka gunakan pita pembatas agar tidak ada orang yang tidak berkepentingan untuk mendekat ke area kerja , pastikan semua peralatan yang digunakan di cek terlebih dahulu apabila tidak sesuai dengan standar maka harus diganti dan tidak boleh digunakan , dan yang paling penting harus aada komunikasi antara pekerja , dan selalu adakan briefing/mapping sebelum melakukan / memulai suatu pekerjaan.

    NAMA : VIKA NILIYAWATI
    NPM : 14.11.106.701501.1289
    SEMESTER : II (DUA)
    KELAS : A1

  19. TUGAS 4
    1. KRONOLOGI KEJADIAN
    Siang itu pada hari Rabu, 1 April 2011 sekitar pukul 13.00 di halaman sebuah kantor di Balikpapan para pekerja ingin memindahkan barang-barang kantor seperti lemari besi, telepon, dan beberapa kabel listrik. Semua barang-barang itu akan diangkat ke atas gedung menggunakan crane truck. Ada seserorang yang mengemudikan crane truck tersebut bernama albert (35th) dan john(40th) sebagai yang mengarahkan, dan diatas gedung ada 3 orang yang menunggu atau menyambut datangnya barang salah satunya adalah seorang manager, lalu disekitar lokasi tersebut ada seorang kakek dan seekor anjing. Disekitar lokasi tersebut tidak diberi warning line maka dari itu banyak terdapat mobil yang sedang terparkir dipinggir jalan.
    Setelah john menyusun barang-barang yang diletakkan diatas pallet yang tidak diberi pagaran itu hanya diikat menggunkan plastic wrape, ia lalu mengikatkan belt untuk dikaitan ke hook dan memastikan bahwa barang sudah siap diangkat atau belum. Setelah dirasa siap lalu albert pun langsung menaikkan/mengangkat crane tersebut, karena tiupan angin yang cukup kencang muatan tersebut terlihat berayun-ayun sambil terus menaikkan ketinggian muatan karena semakin tinggi dan angin cukup kencang muatan pun tambah berayun. 3 orang diatas gedung yang melihat langsung berteriak untuk menghentikan menaikkan muatan tapi karena kerasnya suara crane truck dan gonggongan anjing john dan albert tidak mendengar dan terus menaikkan muatan. Sling pun terlepas dan muatan terjatuh dari ketinggian kira-kira 4 meter, muatan tersebut jatuh tepat jatuh diatas sebuah mobil bewarna silver.
    Semua barang-barang hancur, gonggongan anjing berhenti dan terlihat seorang pejalan kaki dan seorang kakek yang diduga pemiilik mobil tersebut terkejut. John pun terkejut dan terdiam sejenak lalu mendekati barang-barang yang telah hancur dan dari atas gedung manager terlihat marah, karena tidak menduga akan hal ini. Berbeda dengan albert, ia yang takut disalahkan langsung keluar dari mobil dan lari terbirit-birit.

    2. MELAKUKAN ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    • Crane truck
    • Hook
    • Pallet
    • Belt
    • Plastic wrape

    3. MELAKUKAN ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    • Tidak ada warning line disekitar lokasi kerja
    • Suara bising yang ditimbulkan oleh crane truck dan gonggongan anjing
    • Angin yang bertiup cukup kencang
    • Sekitar lingkungan tempat kerja yang kurang aman
    • Area kerja yang cukup panas
    • Area kerja yang terlalu ramai dengan mobil yang terparkir

    4. MENEMUKAN FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    • Kecerobohan atau kelalaian operator crane truck
    • Tidak melakukan pengecekan terhadap belt dan hook yang akan digunakan
    • Area yang tidak disterilkan terebih dahulu dari oaring-orang yang melintas atau mobil yang terparkir
    • Muatan barang yang berlebihan
    • Aba-aba yang kurang jelas
    • Pallet yang digunakan tidak sesuai dengan SOP

    5. MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    • Lingkungan tempat kerja yang kurang aman
    • Kurangnya penguasaan pekerja terhadap pekerjaan yang dilakukan
    • Pekerjaan yang berisiko tinggi tetapi belum ada upaya pengendalian
    • Sebelumnya belum mengidentifikasi bahaya di tempat kerja

    6. MEMBUAT REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI
    • Menggunakan warning line disekitar lokasi pekerjaan
    • Menetralisir lingkungan kerja
    • Melakukan training atau pelatihan kepada tenaga kerja
    • Melakukan training atau pelatihan tentang penggunaan alat-alat yang aman dan benar
    • Memperhatikan kondisi cuaca
    • Mengidentifikasi bahaya kerja
    • Melakukan briefing sebelum melakukan pekerjaan
    • Melakukan evaluasi setelah melakkan pekerjaan guna untuk mengetahui dimana letak potensi bahaya

    NAMA : SITI ALIYA JUNITA
    NPM : 14.11.106.701501.1430
    KELAS : A1
    SEMESTER : II

  20. Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angela
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

    Tugas 4

    1. Kronologis Kejadian

    ” Pada hari selasa24 Maret pukul10.00 pagi telah berlangsung kegiatan pemindahan material menggunakan alat angkat berupa crane yang terpasang pada sebuah truk yang di oprasikan oleh seorang operator.Proses pemindahan barang material keatas sebuah bangunan.operator di bantu oleh seorang rigger dalam mengarahkan proses pemindahan material.Ketika proses pengangkatan dan pemindahan material sedang berlangsung tiba-tiba webbing sling putus yang menyebabkan material jatuh dan menimpa sebuah mobil dan mengakibatkan mobil tersebut rusak parah.”

    2. Analisis alat dan peralatan
    -Material yang di angkat tidak di dukung oleh penempatan webbing sling yang seimbang yang mengakibatkan berat dari material tersebut tidak dapat di antisipasi oleh webbing sling
    -Beban yang bisa di antisipasi oleh webbing sling tidak sesuai dengan berat material yang di angkat
    -Material yang di angkat tidak di kemas dengan aman
    -Proses pengikatan webbing sling terhadap material tidak sesuai sehingga dapat menyebabkan material bergesar dan putus pada webbing sling

    3.Analisis lingkungan kerja
    -Lingkungan sekitar tempat proses pengangkatan tidak aman di karenakan masi terdapat aktivitas lalu lalang
    -Tidak ada nya penjagaan di area kerja
    -Tidak adanya garis pembatas

    4.Menentukan faktor penyebab langsung
    -Tali webbing sling yang kapasitasnya angkatnya tidak sesuai dengan material
    -Proses pengikatan webbing sling pada material yang tidak seimbang
    -Pengemesan material yang tidak standart
    -kurangnya koordinasi dan komunikasi antara operator dengan rigger
    -Kurangnya pemeriksaan dan pengetesan sebelum dan saat pengakutan
    -kurangnya analisa terhadap kemungkinan bahaya sebelum proses pengangkatan

    5. Menentukan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    -Prosedur pengangkatan yang tidak aman atau sesuai
    -Kapasitas webbing sling terhadap material yang di angkat
    -Prosedur analisa terhadap bahaya saat proses pekerjaan tidak di lakukan
    -Kemasan material yang tidak standart
    -Komunilasi antara rigger dan operator tidak berjalan dengan baik

    6.Membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    -Pastikan WLL (Working Loade Limit) atau batas beban angkat pada webbing sling melebihi berat material
    -Membuat JSA terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas untuk menganalisa potensi bahaya dan tindakan pencegahannya
    -Area tempat pengangkatan harus di beri tanda sedang berlangsungnya pekerjaan untuk menghindari adanya aktivitas baik itu kendaraan maupun orang lain
    -Material harus dikemas dengan baik dan di lengkapi dengan tempat pengikatan dan pengangkatan agar proses pengamanaan aman
    -Posisi pengikatan webbing sling terhadap material harus seimbang
    -Komunikasi antara operator alat angkat dengan rigger
    -Pastikan kondisi webbing sling dalam keadaan baik dan tidak ada sobek
    -Memeriksaan kelayakan dari alat angkat dan rigger dengan memeriksaan riwayat izin mengoprasikan alat angkat dari negara,pelatihan alat angkat yang sudah di dapatkan dan masa berlaku izin pengoprasian alat angkat

    Nama : Thiesska Fiveprilliyane Angela
    Kelas : A1 ( semester II )
    MK : Investigasi Insiden
    NPM : 14.11.106.701501.1309

  21. NAMA : Nur Muhammad Rachman Azhari
    KELAS : A1
    NPM : 14.11.106.701501.1321

    SEMESTER : 2
    Tugas 4

    1. Kronologis Kejadian

    Di video terebut menunjukan bagaimana jika sebuah pengerjaan pengangkatan barang menggunakan Crane tidak menerapkan standar Operational Procedure yang baik dan benar sehingga menghasilkan kecelakaan kerja. Sebuah kantor memindahkan peralatan kantor baru ke dalam gedung kantor berlantai 5 melalui akses atap gedung dengan menggunakan jasa Crane Team. Ketika Team Crane tersebut (terlihat terdapat 1 orang Operator/Driver dan 1 orang Helper di bawah dan 2 di atas atap ditemani oleh 1 staff kantor) melakukan pengangkatan barang-barang tersebut. Disaat melakukan pengangkatan,barang yang sedang dipindahkan tersebut terjatuh diatas sebuah mobil sedan yang sedang diparkir ± 3 meter di belakang Mobile Crane berkapasitas 25 Ton.

    2. Analisis alat dan peralatan.

    Pengerjaan tersebut menggunakan peralatan dan perlengkapan sebagai berikut.

    A. Mobile Crane 25 Tons (sudah termasuk rantai utama,pasak pengaman/penstabil mobil,Hook,Pulley,Shackle).
    B. Palet kayu sebagai bases barang angkut dengan ukuran 4 x 4
    C. Sling/Rope yang digunaka untuk mengamankan barang yang di angkat.
    D. APD yang dikenakan oleh pekerja penggunaan Mobile Crane.

    3. Analisis lingkungan kerja.

    Kecelakaan tersebut terjadi di siang hari. Terlihat di video tersebut terdapat seekor anjing yang terus menyalak kepada seorang Helper Crane di belakang Crane yang sedang menaikan barang tersebut. Terdapat seorang kakek yang berada di sebelah mobil sedan yang di parkir dibelakang mobil sedan yang tertimpa barang. Seorang pria yang berada di dekat mobil sedan yang diparkir tepat ± 0.5 meter disebelah Crane, didepan mobil sedan yang tertimpa barang angkutan oleh Crane , sedang berjalan menuju kearah mobil tersebut.
    Di lokasi terebut tidak terlihat adanya rambu-rambu bahaya,pembatasan arus lalu lintas,pengarahan pejalan kaki yang melintas,dan usaha-usaha lainnya untuk menjauhkan orang,maupun barang menjauh dari pekerjaan tersebut.

    4. Faktor penyebab langsung
    Tidak diindahkannya Standard Operation Procedure pekerjaan pengangkutan barang ke tempat tinggi menggunakan Mobile Crane.
    Operator tidak memperhatikan di sekitar pengangkatan apabila ada halangan, rintangan-rintangan, semua harus dalam keadaan aman . Tidak di benarkan terdapat orang di bawah atau di sekitar radius pengangkatan.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    Gagalnya dalam system antara di sisi Pulley, Hook, atau perhitungan pernyebaran serta kekuatan dari Sling/Rope yang digunakan sehingga mengakibatkan gagalnya salah satu dari alat tersebut bekerja dengan baik dan memenuhi tugasnya dengan aman dan tepat.
    Tidak diperahatikannya keamaan sekitar dan memindahkan mobil yang terparkir di sekitar lokasi pekerjaan sehingga tertimpanya mobil yang sedang diparkit di belakang Crane oleh barang yang sedang diangkut.

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali. Periksa kelayakan alat angkat, sesuaikan SWL (Safety Weight Load) dengan beban yang akan diangkat, mintalah operator crane menunujukan safety device crane yang ada dan mintalah penjelasan mengenai fungsinya.
    Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan Mobile Crane
    1. Check kondisi alat sebelum di gunakan.
    2. Gunakan PPE/APD Standard.
    3. Dimensi dari peralatan, arah angin secara spesifik, Kekuatan tanah pijakan Crane (Lembut / berair, berlumpur atau tanah keras,serta pastikan anda tahu berat SWL beban yang di angkat.
    4. Crane di rancang untuk mengangkat beban tegak lurus / vertikal dan memindahkan secara horisontal
    5. Jangan menarik / menyeret beban di lantai.
    6. Jangan mengangkat beban melebihi kapasitas SWL yg tertera pd alat Mobile Crane.
    7. Gunakan 2 Mobile Crane apabila mengangkat beban melebihi SWL (hanya bila mendesak).
    8. Radius dari peralatan yang akan diangkat Derajat kemiringan dari peralatan yang akan di angkat, di mana crane tersebut juga bergerak atau berpindah tempat saat proses pengangkatan dengan membawa beban.
    9. Perhatikan di sekitar pengangkatan apabila ada halangan, rintangan rintangan, semua harus dalam keadaan aman
    10. Tidak di benarkan orang di bawah atau di sekitar radius pengangkatan.
    11. Crane hanya boleh di operasikan oleh orang yg sudah di tunjuk, orang yg berwenang, atau yg sudah dapat pelatihan..
    12. Pemberi aba aba di usahakan hanya satu orang dan pemberi posisi aba aba mudah di lihat dan berilah aba aba dengan jelas dan benar ( tanda aba aba yg umum di pakai).
    13. Operator berhak menolak dan menghetikan pengangkatan yg di anggap berbahaya / beresiko tinggi.
    14. Pengangkatan atau pemindahan muatan harus secara halus perlahan dan di usahakan serendah mungkin.
    15. Jangan menggunakan Mobile Crane jika terpasang label berbahaya (Danger Tag).
    16. Menurunkan dan menaikkan beban secara perlahan , jangan menghentak.
    17. Laporkan setiap kejanggalan pada Mobile Crane kepada Supervisor/Maintenance.
    18. Tempat yang akan dijadikan lay down atau tempat penurunan peralatan yang akan di pasang atau di pindahakan telah dalam kondisi aman dan sesuai dengan peralatan tersebut (untuk pemasangan pipa, beam,dll) dipastikan apakah ukurannya telah sesuai dan dapat dilakukan pemasangannya.

    Jika memungkinkan/tersedianya alat sangat dianjurkan menggunakan :

    Boom limit switch : pengaman pada crane untuk mencegah berlebihnya derajat angkat sehingga beam dari crane tersebut menabrak ke body utama dari crane dan dapat berakibat hilangnya ke stabilan saat proses lifting dan beban dapat jatuh atau menabrak pada beam crane itu sendiri (terdiri dari penunjuk derajat / pointer dan angle plate)

    Hook Latch :pengaman pada hook crane yang berguna untuk mengunci beban yang dikaitkan pada hook agar tidak terlepas dari hook itu sendiri.

    Over hoist Limit switch : Pengaman pada crane yang berfungsi untuk menahan ketika terjadi over height pada saat lifting yang dapat berakibat terlepasnya hook dan beban menjadi tidak stabil

  22. Nama : Dia Dela Rachman
    NPM : 14.11.106.701501.1388
    Kelas : A1
    Semester : 2 (Dua)

    >> Kronologis Kejadian <> Analisis Alat dan Peralatan<> Lingkungan Kerja<> Penyebab Langsung<> Penyebab Tidak Langsung<>Rekomendasi Agar Tidak Terjadi Lagi<<
    *Menyingkirkan kendaraan yang ada di sekeliling area tersebut
    *Jangan di perbolehkan operator saat mengangkat beban yang berlebihan
    *Harus menggunakan sisi-sisi kayu agar barang tidak mudah jatuh kesamping,

  23. 1.Kronologi Kejadian
    Sebuah mobil tertimpa barang-barang yang sedang di angkut crane . Kejadian terjadi pada Selasa(25 Maret 2014) siang hari bermula ketika sebuah perusahaan A hendak memindahkan barang menggunakan crane ke atap gedung tersebut. Crane yang saat itu dikemudikan oleh Alex (nama disamarakan) yang berusia sekitar 30 tahun mengangkut barang-barang perusahaan A yang bebannya sangat besar dan dibantu oleh arahan sang pemimpin yang berada di atas gedung perusahaan A. Disekitar gedung perusahaan A terdapat beberapa mobil yang terpakir di pinggir jalan tersebut bahkan ada beberapa orang dan seorang pria yang sedang mengajak bermain anjing miliknya pun ikut menyaksikan pengangkutan barang-barang tersebut. Setelah memastika barang-barang yang diangkut aman oleh seorang pekerja lainnya, akhirnya pengemudi crane mengangkat barang-barang tersebut dengan sang pemimpin terus mengarahkannya dari atas gedung. Awalnya proses pengangkutan berlangsung baik-baik saja dan sang pemimpin terus mengarahkannya, namun sebelum barang yang diangkut samapai ke tujuan tiba-tiba saja pengait crane terputus karena banyaknya beban yang diangkat dan intensitas angin yang cukup kencang saat itu sehingga barang-barang yang diangkut terlepas dan menjatuhi sebuah mobil silver yang terparkir disekitar perusahaan A. Saat kejadian itu hampir saja pria tua yang membawa anjingnya tersebut ikut tertimpa barang-barang yang jatuh namun pria itu sempat mengelak. Saat semua orang terfokus pada pria tua tersebut, tiba-tiba saja Alex keluar dari crane dan melarikan dir secepatnya. Sedangkan sang pemimpin yang berada di atas gedung merasa sangat kecewa dan tampak marah atas pekerjaan Alex.

    2. Analisis alat dan peralatan
    Dalam kejadian tersebut, peralatan yang digunaka adalah crane. Crane merupakan salah satu pesawat pengangkat dan pemindah material yang banyak di gunakan. Crane juga merupakan mesin alat berat (heavy equitment) yang memilki bentuk dan kemampuan angkat yang besar dan mampu berputar hingga 360 derajat dan jangkauan hingga puluhan meter. Cara kerja crane adalah dengan mengangkat material yang akan dipindahkan, memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material ditempat yang diinginkan. Jenis-jenis crane yang sering digunakan yaitu :
    1. Crane Beroda Crawler
    Tipe ini mempunyai bagian atas yang dapat bergerak 3600. dengan roda crawler maka crane tipe ini dapat bergerak didalam lokasi proyek saat melakukan pekerjaannya. Pada saat crane akan digunakan diproyek lain maka crane diangkut dengan menggunakan lowbed trailer. Pengangkutan ini dilakukan dengan membongkar boom menjadi beberapa bagian untuk mempermudah pelaksanaan pengangkutan.
    2. Truck Crane
    Crane jenis ini dapat berpindah tempat dari satu proyek ke proyek lainnya tanpa bantuan dari alat pengangkutan. Akan tetapi bagian dari crane tetap harus dibongkar untuk mempermudah perpindahan. Seperti halnya crawler crane, truck crane ini dapat berputar 360 derajat. untuk menjaga keseinbangan alat, truck crane memiliki kaki. Di dalam pengoperasiannya kaki tersebut harus dipasangkan dan roda diangkat dari tanah sehingga keselamatan pengoperasian dengan boom yang panjang akan terjaga.
    3. Crane untuk Lokasi Terbatas
    Crane tipe ini diletakan di atas dua buah as tempat kedua as ban bergerak secara simultan. Dengan kelebihan ini maka crane jenis ini dapat bergerak dengan leluasa. Alat penggerak crane jenis ini adalah roda yang sangat besar yang dapat meningkatkan kemampuan alat dalam bergerak dilapangan dan dapat bergerak di jalan raya dengan kecepatan maksimum 30 mph. Letak ruang operator crane biasanya pada bagian-bagian deck yang dapat berputar.
    4. Tower Crane
    Tower crane merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertical dan horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Tipe crane ini dibagi berdasarkan cara crane tersebut berdiri yaitu crane yang dapat berdiri bebas (free standing crane), crane diatas rel (rail mounted crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane) dan crane panjat (climbing crane).
    a. Bagian Crane
    Bagian dari crane adalah mast atau tiang utama, jib dan counter jib, counterweight, trolley dan tie ropes. Mast merupakan tiang vertical yang berdiri di atas base atau dasar. Jib merupakan tiang horizontal yang panjangnya ditentukan berdasarkan jangkauan yang diinginkan.
    b. Kriterian pemilihan Tower Crane
    Pemilihan tower crane sebagai alat untuk memindahkan material didasarkan pada kondisi lapangan yang tidak luas, ketinggian yang tidak terjangkau oleh alat lain. Dan tidak dibutuhkanya pergerakan alat. Pemilihan jenis tower crane yang akan dipakai harus mempertimbangkan situasi proyek, bentuk struktur bangunan, kemudahan operasiaonal baik pada saat pemasangan maupun pada saat pembongkaran.
    Sedangkan pemilihan kapasitas tower crane berdasarkan berat, dimensi, dan daya jangkau pada beban terberat, ketinggian maksimum alat, perakitan alat diproyek, berat alat yang harus ditahan oleh strukturnya, ruang yang tersedia untuk alat, luas area yang harus dijangkau alat dan kecepatan alat untuk memindahkan material.
    c. Kapasitas Tower Crane
    Kapsitas tower crane tergantung beberapa faktor. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa jika material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya maka akan terjadi jungkir. Oleh karena itu, berat material yang diangkut sebaiknya sebagai berikut :
    1). Untuk mesin beroda crawler adalah 75% dari kapasitas alat
    2). Untuk mesin beroda ban karet adalah 85% dari kapasitas alat
    3). Untuk mesin yang memilliki kaki adalah 85% dari kapasitas alat
    Faktor luar yang harus diperhatikan dalam menentukan kapasitas alat adalah
    1). Kekuatan angina terhadapa alat
    2). Ayunan beban pada saat dipindahkan
    3). Kecepatan pemindahan material
    4). Pengereman mesin dalam pergerakannya

    3. Analisis lingkungan kerja
    Dalam video tersebut, disekitar perusahaan terdapat banyak mobil yang terpakir dipinggir jalan dan crane berada tepat di tengah-tengah jalanan yang lumayan lebar tersebut. Cuaca saat itu sedang berawan dengan intensitas angin yang cukup kencang kencang juga menjadi faktor pemicu putusnya kaitan crane.

    4. Faktor penyebab langsung
    Faktor penyebab langsungnya ialah beban yang berlebihan saat akan diangkut sehingga pengait crane tidak cukup bertahan lama saat mengangkat beban tersebut.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    Faktor yang memberikan konstribusi atas kecelakaan tersebut meliputi :
    – Angin yang cukup kencang membuat barang yang diangkut bergerak-gerak lebih dan itu menambah peluang putusnya pengait pada craine.
    – Kurangnya keterampilan sang pengemudi dalam mengemudikan crane
    – Sang pengemudi crane kurang fokus dan kurang konsentrasi
    – Rasa cemas yang datang ketika melihat benda yang akan diangkut sebanyak itu
    – Perhitungan jumlah beban yang diangkut terlalu banyak
    – Belum adanya pengecekan ulang pada Crane sebelum digunakan
    – Alat pelindung diri yang kurang pada sang pemimpin, apabila saat itu crane tersebut berhasil membawa barang-barang tersebut hingga ketempat tujuan namun tiba-tiba saja terlaps juga maka hal itu akan berakibat fatal pada orang yang tidak menggunakan APD
    – Tidak adanya pengeawasan langsung terhadap proses pengemudian crane tersebut
    – Waktu pengangkutan barang yang salah, seharusnya ketika malam hari agar mengurangi jumlah korban atau material
    – Kurangnya penjagaan lingkungan sekitar, seharusnya ada pihak yang menjaga lingkungan sekitar untuk memberikan jarak aman kepada orang-orang sekitarnya

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    Setelah menganalisis faktor langsung dan tidak langsung, berikut adalah beberapa rekomendasi agar kecelakan serupa tidak terulang lagi di masa depan, yaitu :
    – Pastikan jumlah beban yang diangkut sesuai dengan standar dan tidak berlebihan
    – Memberikan training kepada pekerja sebelum mengemudikan crane
    – Menanamkan rasa tanggung jawab kepada pekerja agar berani dalam menerima konsekuensi
    – Sebelum pekerjaan dimulai, perlu di lakukan safety talk dan melakukan rapat singkat agar semua pekerjaan punya arahan
    – Periksa terlebih dahulu kelayakan crane sebelum digunaka, periksa juga kapan crane atau peralatan lain yang digunakan di produksi untuk mengukur umur alat tersebut dan masa penggunaannya
    – Gunakan Alat Pelindung Diri yang sesuai dengan pekerjaan dan memastikan bahwa APD tersebut masih layak pakai
    – Mengatur jam dan keadaan tempat sebelum proses pengangkutan dimulai
    – Memastikan bahwa orang-orang sekitar yang ingin melihat proses pengangkutan berada pada jarak aman.

    NAMA : HERLIANA DINDA KANITA
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2 (DUA)
    NPM :14.11.106.701501.1413

  24. TUGAS 4

    1. Menceritakan kronologis kejadian
    Pada hari selasa tanggal 12 januari 2012 karyawan perusahaan baru di daerah Balikpapan sedang melakulan pekerjaan .Perusahaan tersebut bernama PT SURYA SEGARA . Karyawan perusahaan tersebut sedang melakukan pekerjaan pemindahan barang dari halaman gedung menuju ke atap gedung . Barang tersebut yaitu 5 lemari brangkas , 15 telpon , dan 7 roll kabel . Pemindahan barang-barang tersebut menggunakan Crane Truck / Mobil Crane . Ferry (32 tahun) sebagai operator mobil crane , Susilo (37 tahun) yang bertugas untuk mengecek barang-barang yang dimuat di mobil crane tersebut.
    Di atas gedung ada Kurniawan (29 tahun) Ronal (35 tahun) dan Fendi (23tahun) adalah keryawan yang betugas meng-uploading/menunggu barang apabila telah sampai di atas gedung. Ada seorang kakek tua yang bernama Danu (80 tahun) yang sedang berjalan bersama anjing peliharaannya dan seorang karyawan yang sedang berjalan kaki menuju ke kantor tempat ia bekerja . Di halaman gedung tersebut juga terdapat mobil-mobil karyawan yang sedang terparkir.
    Pengangkutan barang dari bawah gedung menuju ke atas gedung di letakkan di pallet yang berukuran panjang 3 meter dan lebar 2 meter . kemudian di ikat dengan belt .
    Tanpa adanya arahan yang jelas , Fery langsung mengoperasikan mobil crane yang ia kemudinya . Saat di angkat Nampak sekali terlihat barang tersebut mereng dan di tambah hembusan angin membuat barang yang di angkat tergoyang dan halhasil belt terlepas dari hook. Barang-barang yang di angkat tersebut jatuh dan menimpa mobil yang sedang terparkir di bawahnya. Mobil itu mengalami rusak parah .
    Melihat kejadian tersebut seluruh karyawan terkejut dan Ferry sebagai operator yang mengoperasikan mobil Crane melarikan diri . Kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa tapi di perkirakan kerugian ratusan juta rupiah .

    2. Analisa alat dan peralatan
    – Crane truck / mobil crane . Sesuai standar , kondisi saat baik saat di gunakan .
    – Pallet . Tidak memenuhi standar . Seharusnya di pinggir pallet di beri pembatas atau pagar
    – Belt . Sangat bagus saat di gunakan .
    – Hook . Tidak ada kerusakan pada saat digunakan.

    3. Analisa lingkungan kerja
    – Bising . Berasal dari suara mobil crane dan suara anjing yang menggonggong
    – Lingkungan/tempat yang terdapat mobil terpakir dan pejalan kaki yang sedang berlalu lalang .

    4. Factor penyebab langsung
    – Operator lalai saat mengoperasikan mobil crane
    – Tidak adanya komunikasi
    – Pallet yang di gunakan tidak sesuai dengan SOP
    – Barang yang di muat terlalu banyak /berlebihan

    5. Factor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    – Tidak adanya pelatihan / training
    – Kondisi lingkungan yang bising
    – Pekerja tidak kompeten/tidak mahir dalam melakukan pekerjaan nya

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    – Memberikan pelatihan/training kepada pekerja
    – Melakukan pengecekan alat yang akan digunakan
    – Melakukan breafing sebelum melakukan pekerjaan
    – Melakukan pengecekan lingkungan kerja/tempat kerja
    – Harus ada komunikasi yang jelas antar pekerja

    NAMA : SRI RAHMAWATI HAMZAH
    KELAS/SMESTER: AI / II
    NPM : 14.11.106.701501.1392

  25. 1. Kronologis Kejadian
    Dari hasil pantauan kejadian dapat dilihat bahwa telah terjadi kecelakaan kerja yang di sebabkan karena peralatan kerja itu tidak memadai dan manusianya sendiri. Oleh Karena itu pekerja tersebut seharusnyalebih konsentrasi lagi dalam melakukan pekerjaan dan teliti dalam memasang sling belt meskipun ada gangguan dari binatang. Mungkin binatang itu yang ditakuti, selain itu pula di karenakan beban yang diangkut terlalu berat dengan mengangkut yang kecil pergeseran sudut yang kemiringan dari arah itu sendiri yang menyebabkan beban bergerak saat di arahkan memanjang beban itu bergeser. Maka beban itu terjatuh.

    2. Analisis alat & peralatan
    Untuk alat dan perlatan mengangkut barang menggunakan mobil crane dengan tenaga hidrolit dan juga safety dari pekerja itu sendiri sudah sesuai karena sudah memakai, helm safety, shoes safety, sarung tangan dan waerpack kerja yang akan tetapi masih ada yang kurang tali untuk menggunakan muatan crane tersebut. Supaya lebih mudah untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

    3. Analisis lingkungan kerja
    Lingkungan kerja tersebut masih banyak hal-hal yang harus di perhatikan antara lain :
    – Ketenagaan dalam melakukan aktifitas kerja
    – Konsentrasi yang tinggi
    – Gangguan dari binatang
    – Patner kerja yang kurang membantu
    – Penempatan mobil crane yang kurang benar
    – Kurangnya pengawasan dan pengecekan

    4. Faktor penyebab langsung
    Karena adanya dari binatang sehingga pekerja tersebut mengalami kurangnya konsentrasi, kewaspadaan dan pengecekan dimana apabila crane tersebut mulai mengangkat beban akan bergerak serta kurangnya alat dan peralatan pendukung.

    5. Faktor konstribusi
    Faktor utama yang menjadikan kecelakaan tersebut yaitu kurangnya makimal pekerjan dimana apabila crane mulai mengangkut beban secara otomatis beban yang di angkut tersebuat akan bergerak. Sampai tujuan maka, apabila media angkut ( landasan papan untuk barang ) tidak sesuai dengan kapasitas barang itu sendiri serta dalam pemasangan sling belt tidak benar maka dapat di pastikan beban tersebut akan jatuh.

    6. Rekomendasi
    – Perlu adanya perhitungan yang matang dalam melakukan suatu pekerja
    – Adanya ketenagaan dalam melaksanakan setiap pekerjaan
    – Koordinasi anatara sesame pekerja
    – Melaksanakan pengecekan dengan benar
    – Menggunakan alat dan peralatan yang sesuai dengan pekerjaan
    – Pendukung yang memadai

    Nama: Enik supraptiningsih
    NPM: 14.11.106.701501.1406
    Semester: 2 ( dua )
    Kelas: A1

  26. Kronologi Kejadian

    Pada pagi hari tepatnya jam 09.00 pagi, para pekerja sedang mengangkat barang menggunakan crane. Setelah barang tersebut diangkat ke atas, tanpa disengaja crane tersebut jatuh tepat dibawah mobil. Dan mobil pun hancur dan barang barang yang diangkat itu pun juga jatuh. Dan ada seorang kakek dan seorang karyawan tepat berada disekeliling mobil itu. dan operator yang menjalankan crane tersebut, lari secepatnya dari kejadian itu. Mungkin karena operator tersebut takut disalahkan dan operator tersebut tidak mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Dan si kakek dan karyawan kantor itu tidak mengalami cedera akibat jatuhnya crane tersebut.

    Analisis Alat dan Peralatan
    • Alat pelindung kerja (APD) yang digunakan pekerja
    • 1 buah alat berat crane yang mungkin kurang dirawat
    • Alat pengait kawat atau alat pengait besi

    Analisis lingkungan kerja
    • Pekerjaan tersebut dilakukan di jalanan kota
    • Tidak adanya rambu-rambu pada kejadian tersebut

    Faktor penyebab langsung
    • Tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat
    • Kecerobohan operator kerja sehingga crane tersebut bisa jatuh
    • Pekerja yang tidak ahli dalam menggunakan alat tersebut
    • Kurangnya memahami pekerjaan di lingkungan kerja tersebut

    Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    • Kurangnya pelatihan dalam menjalankan alat berat
    • Operator pekerja tidak kompeten dalam melaksanakan tugasnya
    • Tidak adanya safety talk dan briefing pada saat pekerjaan belum dilaksanakan
    • Operator tidak berkonsentrasi pada saat menjalankan alat berat
    • Kurangnya perhatian dan komunikasi antara para pekerja

    Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    • Upayakan pelatihan pada pekerja tentang keselamatan kerja
    • Pada saat pekerjaan belum dilaksanakan, lakukanlah brifing agar tidak terjadi kesalahan kesalahan yang tidak diinginkan
    • Memberikan pelatihan tentang menjalankan alat berat yang benar sesuai dengan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja
    • Pada saat bekerja saling memberikan perhatian dan komunikasi antara para pekerja , agar pekerjaan terlaksana dengan baik dan benar

    Nama : Willy HK Huka
    NPM : 14.11.106.701501.1315
    Kelas : A1
    Semester : II (DUA)

  27. NAMA : ALVIN RATNA NADIA
    NPM : 14.11.106.701501.1376
    KELAS : A1
    SEMESTER : 2

    1. Kronologis kejadian :
    Ada beberapa pekerja yang sedang melakukan pemindahan barang-barang dari bawah keatas gedung. Pekerja tersebut menggunakan alat bantu (crane) untuk mengangkat barang-barang tersebut. Ada 1 orang yang mengoperasikan crane. Ada 1 orang yang mengawasi naiknya barang saat diangkat. Dan beberapa orang yang menunggu barang diatas gedung. Karna kelalaian perkerja yang mengoperasikan crane tersebut mengakibatkan barang-barang yang diangkat jatuh dan mengenai mobil yang diparkirkan diarea sekitar.

    2. Analisis alat dan pekerjaan :
    Alat bantu crane yang digunakan sudah tepat. Tetapi pekerja yang menggunakan kurang memahami cara mengunakan crane.

    3. Analisis lingkungan kerja :
    Area bekerja yang berada ditempat yang ramai

    4. Faktor penyebab langsung :
    a. Tali penghubung antara crane dan barang yang diangkut kurang kuat
    b. Kelalaian/kecerobohan pekerja memilih tali yang digunakan

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan :
    a. Kurang pemahaman alat
    b. Tidak ada pelatihan pekerjaan yang akan dilakukan
    c. Kurang/tidak adanya briefing sebelum bekerja

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali :
    a. Melakukan briefing sebelum bekerja
    b. Memberikan pelatihan tentang alat dan keselamatan
    c. Melakukan observasi area bekerja dan memastikan agar area tersebut tidak ada orang yang berlalu lalang ataupun kendaraan yang berada disekitar area bekerja

  28. kronologis kejadian:
    *Pada tanggal 28 Februari 2013 ada kecelakaan kerja yaitu pekerjaan pengangkutan barang atau pemindahan barang yang menggunakan sebuah mobil kreen tetapi tali tersebut terlepas dan menjatuhkan barang barang tersebut dan menimpa sebuah mobil yang parkir di bawahnya.
    Awal mula terjadinya seorang operator yang bernama Jamal(30) dan pengawasnya yang bernama Akbar(35).awal nya seorang pengawas memberikan intruksi kepada operator tersebut untuk tidak menaikn barang tersebut tetapi operator langsung saja menaikan barang itu dan barang tersebut terlepas dari ikatan nya dan terjatuh menimpa mobil yang sedang parkir dan hampir menimpa seorang kakek yang bernama Ahmad (55) yang sedang berdiri dan melintas di daerah tersebut.
    Setelah tali tersebut lepas dan memjatuhkan barang dan merusak mobil operator tersebut tidak bertanggung jawab dan lari meninggalkan pekerjaan nya,untung saja tidak ada korban jiwa saat kecelakaan itu terjadi.Tetapi kerugianlah yang sangat besar yang mereka tanggung jawabkan

    Analisa alat peralatan:
    *Mobil pengangkut barang tersebut saat pengikatan kurang kencang pada barang tersebut sehingga barang tersebut terlepas dan terjatuh.
    *Kondisi barang juga tidak seimbang mungkin terlalu banyak barang yang di angkut ke atas dan posis pengikatan yang kurang benar

    Analisi Lingkungan:
    *Seharusnya sebelum melakukan pengangkutan barang di sekitarnya di jauhkan dari jangkauan orang lain yang mau melintas dan di beri tanda larangan agar tidak di lewati orang
    *Terlalu banyak mobil parkir di area tersebut sehingga bisa menghambat pekerjaan

    Penyebab Langsung:
    *Pekerja tidak ada memasang garis polisline atau tanda larangan supaya tidak ada orang yang melintas.
    *posisi pengikatan pada barang tersebut yang tidak balance atau tidak seimbang.
    *Operator yang terlalu buru pada saat barang tersebut masih di cek oleh si pengawas.
    *Barang yang terlalu banyak sehingga barang tersebut tidak bisa seimbang.

    Kontribusi atas kecelakaan:
    *Tidak adanya komunikasi antara operator dan pengawas yang pada saat itu pengawas masih mengecek barang tersebut.
    *Operator yang belum berpengalaman sehingga terburu buru saat mengangkatnya dan harus di berikan pelatihan atau trainning.
    *Harus dilakukan pengecekan pada tali tersebut karna pada tali memiliki massa penggunaannya.
    *Operator yang tidak mengikuti Standar Oprasional Prosedur (SOP).

    Rekomendasi:
    *Seharusnya sebelum di lakukan nya pengangkatan barang pekerja harus mengondisikan area di sekitar nya supaya tidak ada orang yang melintas dan seharusnya tidak boleh ada mobil parkir di area tersebut kemudian di beri tanda larangan.
    Operator harus berkomunikasi dengan pengawas yang sedang mengecek barang tersebut jangan sampai operator bekerja dengan semau nya sendiri.
    Tali pengikat pada barang harus di ikat dengan benar agar barang tersebut tidak tidak goyang atau miring saat di lakukannya pengangkutan.

    Nama:Reza pahlawan
    NPM:14.11.106.701501.1230
    Kelas:B1
    Semester:2

  29. 1.Kronologis Kejadian
    > Pada siang hari tepatnya pada tanggal 1 januari 2014 sekitar pukul 13.00 sebbuah perusahaan mengalami insiden kecelakaan pada saat bekerja, seorang operator yang bernama bapak Ucup (35 tahun) dan pengawas yang bernama bapak Encep (40 tahun) sedang melakukan pekerjaaan mengangkut barang menggunakan mobil kren atau alat angkut. Barang-barang tersebut terlalu banyak dan tidak seimbang, ketika sedikit demi sedikit barang-barang itu terangkatt tali pengangkut barang-barang itu mulai goyang dan tali terlepas dari kaitan nya. Barang-barang itu langsung jatuh dan menimpa sebuah mobil yang sedang parkir. Seketika operator tersebut langsung lari ketakutan, memang tidak ada korban jiwa tetapi mengalami kerugian yang cukup besar.

    2. Analisis alat dan peralatan
    > Mobil pengangkut tersebut antara tali dan pengaitnya tidak kencang, sehingga ketika barang mulai naik keatas tali terlepas dari pengaitnya, barang juga tidak seimbang karena salah satu sisinya terlalu banyak barangnya, posisi tali yang kurang tepat juga dapat mempengaruhi barang-barang tersebut tidak seimbang dan jatuh.

    3. Analisis lingkungan
    > Sebelum melakukan pekerjaan harus di pastikan lingkungan tersebut aman, tidak ada sesuatu yang dapat menghambat pekerjaan dan mengalami kerusakan pada benda, dan di pasangkan tanda pemberitahuan kalau di area tersebut sedang ada pekerjaan.

    4. Penyebab langsung
    > Posisi tali yang kurang seimbang
    > Tidak adanya tanda pemberitahuan
    > Barang yang terlau banyak

    5. Kontribusi atas kecelakaan
    > Komunikasi yang kurang antara operator dan pengawas
    > Tidak ada pengecekan alat
    > Tidak mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur)

    6. Rekomendasi
    Seharusnya pengawas terlebih dahulu mengecek keadaan tali dan barang-barang tersebut, dan operator seharusnya tidak terlalu terburu-buru untuk mengangkat barang. Seharusnya di pastikan dulu area tersebut aman untuk melakukan pekerjaan, di pasang terlebih dahulu tanda pemberitahuan, agar tidak aa orang maupun kendaraan yang melintas.

    Nama : Siti Halimatus Soleha
    NPM : 14.11.106.701501.1244
    Kelas : B1
    Semester : 2

  30. 1. Kronologis Kejadian
    Seorang operator yang bernama Arif (32) dan Safety Officer yang bernama Vian (36) sedang melakukan pekerjaan pada tanggal 14 Februari 2014 tepatnya sore hari pukul 16.00, dan terjadi insiden kecelakaan pada saat melakukan pekerjaan pengangkatan barang atau pemindahan barang dengan menggunakan mobil kren atau alat angkut. Namun pada saat pengangkatan barang dilakukan tali yang digunakan untuk mengangkat beban barang tersebut terputus dan barang terjatuh tepat mengenai mobil diarea tersebut.
    Awalnya pada saat melakukan pekerjaan dia belum selesai melakukan pengecekkan barang angkutan tersebut tapi operator sudah menaikkan barang tersebut terdahulu. Pada saat barang telah dinaikkan keadaan barang tersebut goyang karena keberatan muatan yang berlebihan akhirnya tali pengikatnya tidak seimbang dan akhirnya tali terputus dan barang terjatuh tepat mengenai mobil yang parkir diarea tersebut, “ujar Vian selaku safety officer”.
    Akhirnya barang angkutan dan mobil itu sama-sama hancur. Didekat hancurnya barang dan mobil tersebut ada pejalan kaki seorang laki-laki parubaya (50) terkejut dan hanya terdiam melihat kejadian tersebut. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja kerugian material yang besar pastinya dialami perusahaan tersebut. Arif selaku operator pekerja tersebut melarikan diri dan tidak bertanggung jawab setelah kejadian insiden itu terjadi.

    2. Analisis Alat dan Peralatan
    – Barang yang diangkut melebihi muatan sehingga tali tidak kuat menahan beban tersebut
    – Tali yang diikat kuran kencang menyebabkan tali terlepas atau terputus
    – Posisi pengikatan tali pada muatan kurang benar sehingga mengakibatkan keadaan tali dan barang tidak seimbang dan bergoyang

    3. Analisis Lingkungan
    Seharusnya perusahaan melakukan pengecekkan (observasi) area kerja terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan , dilihat aman tidaknya, ada atau tidaknya pejalan kaki ataupun kendaraan yang berada disekitar area tersebut. Selain itu seharusnya dipasang garis pemberitahuan (warning) agar tidak ada orang lain yang mendekati area kerja.

    4. Penyebab Langsung
    – Barang muatan terlalu banyak
    – Tali pengikat kurang kuat dan pemasangan tali tidak seimbang
    – Operator yang kurang hati-hati dan terlalu teburu-buru
    – Tidak dipasang garis pemberitahu (warning) diarea tersebut

    5. Kontribusi Atsa Kecelakaan
    – Kurangnya komunikasi antara operator dan safety officer
    – Kurangnya memahami SOP (Standar Operasional Prosedur)
    – Tidak ada pengecekkan (observasi) pada area kerja

    6. Rekomendasi
    Seharusnya perusahaan melakukan observasi area kerja. Dan juga operator seharusnya tidak terburu-buru untuk mengangkat barang tersebut, agar safety officer bisa lebih mengecek tali dan barang angkutan tersebut sudah seimbang dan aman lalu kemudian diangkat perlahan-lahan setelah pengecekkan selesai. Diarea tersebut seharusnya diberi garis pemberitahu (warning) agar tidak ada kendaraan ataupun orang lain mendekati area kerja tersebut.

    Nama : Annisa Nurhayat Tsalatsa
    Kelas : B1
    Semester : II
    NPM : 14.11.106.701501.1245

  31. TUGAS 4

    NAMA : OPPIIE ADE LESTARI
    NPM : 14.11.106.7015.01.1379
    SEMESTER II KELAS A1
    MK: INVESTIGASI INSIDEN

    KRONOLOGIS KEJADIAN
    Pada siang hari tepat nya di depan kantor/perusahaan ada beberapa pekerja sedang melakukan pekerjaan memindahkan barang berupa alat kantor,pemindahan barang tersebut di bantu dengan mobile crane.ketika mobile crane sedang beroprasi mengangkat alat kantor tersebut tidak berapa lama tali pengikat crane tersebut putus pada saat di ketinggian dan jatuh menghancurkan satu unit mobi dan nyaris melukai korban di daerah sekitar kantor.terlihat seorang operator yang mengoperasikan crane tersebut lari meninggalkan area kecelakaan tersebut.
    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    Mobil crane
    Tali crane tidak di cek oleh operator sebelum di operasikan,dan operator tidak menghitung berapa berat beban yang mampu di angkat oleh crane tersebut.

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    Lokasi tempat kerja tidak di lengkapi dengan garis pembatas karena sedang melakukan pekerjaan angkat
    Tidak adanya orang yang brtanggung jawab untuk mengamankan area sekitar
    Kepengawasan yang kurang / kurangnya supervisi

    MENENTUKAN FAKTOR LANGSUNG
    Tidak ada nya warning sein di daerah pekerjaan tersebut.
    Kondisi tempat kerja yang terdapat warga berlalu lalang
    Kelalaian/kecerobohan pekerja pada saat melakukan pengecekan pada barang dan webbing sling.

    KONSTRIBUSI KECELAKAAN
    Tidak adanya briefing sebelum melakukan pekerjaan dan sosialisasi bahaya dan resiko dari suatu pekerjaan (jsa)
    Tidak ada nya pelatihan tentang pekerjaan alat pengangkut barang.
    Pekerja kurang mampu dalam mengopereasikan alat tersebut.
    Tidak ada nya SOP.
    REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG.
    Perlunya penyeterilan lokasi kerja dari orang-orang yang tidak berkepentingan dalam proses pekerjaan,benda-benda yang sekiranya menghambat dalam proses angkat dan angkut .
    Penggunaan alat-alat dalam pekerjaan mempunyai kapasitas lebih dari benda yang akan di pindahkan.
    Jarak crane dan bangunan sebaiknya lebih dekat agar lebih efisien dalam proses angkat dan angkut.

  32. #TUGAS 4

    1. kronologis Kejadian

    Setelah saya melihat video rekaman tersebut , saya membuat kronologis sebagai berikut :

    Pada suatu pagi hari yang cerah tepatnya pada tanggal 13 September 2007 PUKUL 09:00 WITA , saya melihat ada 6 orang di kawasan gedung tersebut tempat pengoperasian alat angkut barang menggunakan mobil crane / Derek , yaitu 1 pengemudi crane , 1 orang pengarah/safety man , 3 orang yang berada di atas gedung , dan 1 orang kakek yang membawa seekor anjing . pada saat itu petugas crane / Derek sedang menaikkan barang ke atas gedung memakai tali crane / Derek. Di dekat mobil crane / Derek tersebut terdapat seorang kakek yang sedang bersama anjing nya melihat pengoperasian alat angkut barang , tepat nya di daerah Valencia , Spanyol . Barang tersebut sedang di naikkan oleh pengemudi crane tersebut dan di arahkan oleh si petugas pengarah / safety man yang ada di tempat tersebut.

    Saat sedang dinaikkan tiba-tiba tali yang mengangkut barang tersebut lepas dan mengenai mobil yang berada di bawahnya , dan otomatis mobil itu menjadi hancur , dan driver yang mengemudikan alat crane / deker tersebut melarikan diri dan menewaskan seekor anjing milik kakek tersebut , si pengemudi crane / Derek tersebut melarikan diri dari tanggung jawabnya kemungkinan karena mengalami ketakutan atau depresi akibat dari accident tersebut. Hingga saat ini penyebab kejadian yaitu tali crane / Derek yang putus tiba-tiba di karenakan factor kelalaian, dan menewaskan seekor anjing milik kakek tersebut.

    2. Analisis alat dan peralatan

     Kemampuan tali crane / Derek alat angkut barang yang perlu di perhatikan kembali.
     Kekuatan tali crane / Derek tidak di sesuaikan dengan objek yang sedang di operasikan pengerjaannya.
     Alat crane / Derek yang di gunakan tidak memadai , dapat di lihat bahwa pengemudi alat crane / Derek tersebut tidak mengecek terlebih dahulu tali crane yang akan di operaskerikannya.

    3. Melakukan analisis lingkungan kerja

    Dari video rekaman tersebut saya berpendapat bahwa lingkungan kerja pada pekerjaan tersebut tidak aman , dikatakan tidak aman karena terdapat sumber bahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan , adapun yang membuat lingkungan kerja tidak aman , yaitu :

     Penempatan proyek kerja yang tidak terlalu luas sehingga mobil crane / Derek dan alat pendukung tidak leluasa dalam bekerja
     Tidak adanya komunikasi antara driver yang mengemudikan alat crane tersebut , pengarah / safety man , 3 orang yang ada di gedung dan seorang kakek yang berada di area tersebut sehingga menimbulkan accident.
     Tidak adanya tanda peringatan pada tempat kerja saat berlangsungnya pekerjaan.

    4. Menentukan factor penyebab langsung ( direct cause )

    Dari video tersebut , saya telah menemukan factor factor penyebab langsung dari kecelakaan tersebut , yaitu :

     Kondisi lingkungan yang tidak aman , seharusnya penempatan mobil alat pengangkut atau crane di jauhkan dari mobil yang di parkir di area tersebut atau sebaliknya.
     Kelalaian dan kecerobohan antara pengemudi crane atau alat angkut barang dengan petugas pengarah atau safety man yang kurang nya dalam melakukan sebuah komunikasi saat melakukan pengoperasian.
     Pengemudi alat angkut barang atau crane yang kurang teliti dalam mengecek sebelum melakukan pengoperasian

    5. Factor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan

    Dari video tersebut , saya menemukan factor – factor yang memberikan kontribusi langsung atas kecelakaan tersebut , yaitu :

     Kurang nya keterampilan pengemudi alat crane dalam mengoperasikan mobil Derek / crane tersebut.
     Kurang nya komunikasi dari pengawas pengarah yang bertanggung jawab seperti safety man dan superintendent atau supervisor
     Pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan SOP ( Standart Operation Procedur )
     Memungkinkannya kondisi pekerja atau pengemudi crane tersebut yang kurang sehat , sehingga tidak focus dalam melakukan pekerjaannya.

    6. Membuat rekomendasi supaya kejadian tersebut tidak terulang lagi.

    Dari hasil yang saya lakukan , saya membuat rekomendasi yaitu :

     Cek terlebih dahulu semua peralatan sebelum melakukan pengoperasian alat tersebut.
     Lakukan pekerjaan yang sesuai dengan SOP ( Standart Operation Procedur ) .
     Perlunya pengawasan Extra terhadap pekerja yang melakukan pekerjaan yang beresiko tinggi.
     Perusahaan harus menerapkan system manajemen K3 dalam menganalisis , mengaudit , dan menginvestigasi.
     Tersedianya atribut – atribut atau tanda peringatan safety di proyek tempat bekerja.
     Melakukan training atau pelatihan tentang penggunaan alat-alat atau barang dengan aman dan benar.
     Mengidentifikasi bahaya yang akan terjadi pada sebelum , sesaat , setelah melakukan pekerjaan.

    NAMA : YANUAR MAS CAHYO
    NPM : 14.11.106.701501.1223
    KELAS : B1
    FAKULTAS : D4-K3

  33. Kronolagis Kejadian
    Mula – mula terdapat lima orang pekerja yang sedang melakukan pekerjaan pengangkatan barang mengunakan pesawat angkat yaitu sebuah mobile crane. Barang direncanakan akan diangkat dari pinggir jalan ke atas sebuah gedung yang berada di seberang jalan. Pekerja tersebut terbagi menjadi dua regu. Regu pertama adalah operator crane dan rigger/juru ikat beban yang berada di pinggir jalan. Sedangkan signalman dan dua pekerja lainnya berada diatas gedung. Diantara gedung dan crane terdapat beberapa mobil yang sedang parkir dan ada pula seorang kakek dan juga seekor anjing. Anjing yang berada di sekitar area pengangkatan selalu mengongong ke arah riger/juru ikat beban. Seorang pria juga melihat berlangsungnya pengangkatan. Operator crane tidak menyadari hazard yang ada saat dia melakukan pekerjaan lifting melintasi mobil yang parker dibawahnya. Saat pengangkatan sedang berlangsung tiba – tiba tali pengikat yang digunakan untuk mengikat synthetic webbing sling yang menghubungkan synthetic webbing sling dan hook crane putus dan barang yang diangkatpun jatuh menimpa sebuah mobil yang sedang terparkir. Barang yang diangkat terhambur di sekitar area pengangkatan. Dan mobil yang terparkir dibawah area pengangkatan mengalami kerusakan. Melihat kejadian itu operator crane berusaha melarikan diri karena ketakutan. Rigger/Juru ikat bebanpun kaget saat melihat kejadian tersebut dan berusaha memanggil operator crane yang melarikan diri. Signalman yang ada di atas gedung marah melihat kejadian itu.

    Analisis Alat dan Peralatan
    1. Dari video tersebut terlihat bahwa teknik pengikatan synthetic webbing sling yang digunakan dalam pengangkatan salah. Didalam video diatas terlihat bahwa synthetic webbing sling diikat lagi dengan synthetic webbing sling lainnya setelah itu synthetic webbing sling diikat dengan tali untuk menghubungkannya dengan hook. Seharusnya seorang rigger (juru ikat beban) dapat menghitung berapa berat beban yang diangkat dan sling apa yang harus digunakan saat pengangkatan. Seharusnya dalam pekerjaan seperti ini yang di gunakan adalah wire sling dan mengunakan basket.
    2. Didalam video itu juga terlihat kalau pengangkatan menggunakan pallet yang terbuat dari kayu. Padahal pallet seperti itu biasanya digunakan untuk pengangkatan menggunakan forklift. Sedangkan untuk pengangkatan menggunakan crane lebih dianjurkan menggunakan basket yang dilengkapi padeyes dan pengangkatan menggunakan wire slings. Selain itu barang yang diangkat harus disusun sesuai dengan jenisnya dan tidak boleh melebihi dari luas pallet atau basket.
    3. Didalam video itu terlihat bahwa tidak menggunakan tagline yang berfungsi untuk menyeimbangkan beban dan menahan ayunan dari beban karena kecepatan angin. Itu juga karena tidak ada tagline point.

    Analisis Lingkungan Kerja
    1. Lokasi kejadian sangat berbahaya karena ada seorang pria yang berada di bawah beban dan ada juga pria lain yang melintas. Seharusnya saat pengangkatan berlangsung tidak boleh ada benda, peralatan, dan orang di bawah beban.
    2. Lokasi kejadian sangat padat karena banyak mobil yang terparkir di sekitar area pengangkatan dan ada satu mobil yang berada tepat di bawah beban.
    3. Tidak di pasangnya barrier saat pengangkatan sedang berlangsung. Ini sebenarnya sangat penting untuk mengisolasi bahaya pengangkatan.
    4. Masih ada orang yang tidak berkepentingan berada di sekitar area pengangkatan dan melintas tanpa memperdulikan adanya kegiatan pengangkatan.
    5. Pekerja yang berada diatas gedung berdiri di pinggiran gedung yang tinggi dan menimbulkan potensi terjatuh.
    6. Kurang adanya rambu – rambu hazard disekitar area kerja terutama diarea rawan bahaya seperti didekat area pengangkatan.

    Faktor Penyebab Langsung
    Dari video diatas terlihat beberapa faktor penyebab langsung kecelakaan, yaitu:
    1. Kecelakaan ini di sebabkan karena human error, dalam kasus ini ada beberapa human error yang dilakukan oleh pekerja :
    a. Rigger (juru ikat beban) tidak menyusun barang yang diangkat dengan benar sehingga barang yang diangkat tidak berada di Center of Gravity barang tersebut. Seharusnya seorang rigger (juru ikat beban) harus mengetahui dimana posisi center of gravity dari beban yang diangkat. Selain itu crane operator juga harus mengetahui hal ini.
    b. Rigger (juru ikat beban) tidak memasang tali tagline yang berfungsi untuk mengontrol beban yang diangkat agar tidak mengayun.
    c. Rigger (juru ikat beban) penggunakan pallet kayu dalam pengangkatan barang ini dan tidak menggunakan basket yang dilengkapi padeyes dan tagline point. Ini mengakibatkan benda tidak seimbang. Pallet seharusnya di gunakan untuk pengangkatan menggunakan forklift bukan menggunakan crane
    d. Rigger (juru ikat beban) tidak menghitung dengan benar berat beban yang diangkat dan berapa kecepatan angin di lokasi pengangkatan pada saat kejadian.
    e. Signalman tidak memberikan instruksi pengangkatan dengan jelas.
    f. Rigger (juru ikat beban) mengikat synthetic webbing sling dengan cara yang salah. Didalam video diatas terlihat bahwa synthetic webbing sling diikat lagi dengan synthetic web slings lainnya setelah itu synthetic webbing sling diikat dengan tali untuk menghubungkannya dengan hook. Seharusnya seorang rigger (juru ikat beban) dapat menghitung berapa berat beban yang diangkat dan sling apa yang harus digunakan saat pengangkatan.
    2. Beban yang diangkat tidak di pisahkan sesuai jenis barangnya, padahal seharusnya saat mengangkat barang harus diangkat sesuai jenis, berat, dan ukurannya. Jangan mencampur benda yang ukurannya berbeda dan juga memiliki berat yang berbeda tidak boleh digabung dalam satu pallet karena akan mengubah center of gravity dan akan menyusahkan rigger (juru ikat beban) untuk menentukan center of gravity.
    3. Mobil yang diparkir di area pengangkatan (dilintasi oleh beban). Ini mengakibatkan bertambahnya kerugian. Karena selain kerugian material dari barang yang rusak karena terjatuh perusahaan juga harus menanggung kerusakan dari mobil yang tertimpa benda yang diangkat.

    Faktor yang Memberikan Kontribusi atas Kecelakaan
    Dari video diatas terlihat beberapa faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan, yaitu:
    1. Kurangnya pengawasan, dalam arti pekerjaaan yang dilakukan tanpa prosedur atau SOP yang seharusnya.
    2. Pekerja tidak kompeten, dalam arti saat melakukan pekerjaan pengangkatan rigger (juru ikat beban) tidak mengetahui cara pengikatan yang benar. Karena terlihat bahwa rigger (juru ikat beban) mengunakan synthetic webbing sling diikat lagi dengan synthetic web slings lainnya setelah itu synthetic webbing sling diikat dengan tali untuk menghubungkannya dengan hook.
    3. Tidak melakukan inspeksi, dalam arti rigger (juru ikat beban) tidak melakukan inspeksi sebelum melakukan pengangkatan.
    4. Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian di dalamnya ini adalah faktor dimana awareness pekerja terhadap keselamatan sangat rendah atau mungkin kurangnya pelatihan dari perusahaan untuk pekerja dalam hal safety awereness.

    Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
    Dari faktor penyebab langsung dan faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan yang telah saya tuliskan diatas maka ada beberapa rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali sesuai dengan hirarki of control, yaitu:
    1. Subtitusi
    a. Mengganti Pallet, dalam arti saat pengangkatan menggunakan crane dan menganggkat barang seperti ini harus menggunakan basket yang berdinding dan juga dilengkapi dengan padeyes.
    b. Mengganti Sling, dalam arti jika pallet telah diganti dengan basket maka sling yang digunakan juga harus diganti. Sling yang sesuai dengan pengangkatan menggunakan basket adalah wire sling.

    2. Isolasi
    a. Memasang barrier, dalam arti sebelum melakukan pekerjaan pengangkatan disekitar area pengangkatan harus dipasang barier agar tidak ada orang dan kendaraan yang melintas di bawah beban.
    b. Sterilkan area pengangkatan dari orang, mobil dan asset berharga, dalam arti sebelum dan saat pengangkatan dilaksanakan tidak boleh ada orang yang melintas diarea pengangkatan dan juga tidak boleh ada tidak boleh ada mobil yang terparkir di area pengangkatan selain itu juga jika memungkinkan asset yang berharga juga harus dipindahkan.

    3. Administrasi Kontrol
    a. Merevisi Standard Operation Prosedur (SOP) tentang pengangkatan tentang pekerjaan pengangkatan yang kurang tepat, karena setelah dilakukan investigasi pasti terdapat suatu tata cara yang salah atau kurang benar.
    b. Mewajibkan pekerja membuat Job Safety Analisis (JSA) dan Job Risk Assessmet (JRA) sebelum melakukan pekerjaan pengangkatan. Karena hal ini dapat membuat pekerja mengetahui bahaya yang ada di area kerja.
    c. Memasang tanda bahaya di sekitar area pengangkatan. Karena tanda bahaya ini berguna untuk memberi tahu kepada orang yang berada di sekitar agar tidak melintasi area tersebut.
    4. Training
    a. Memberikan pelatihan rigging & slinging dan juga pelatihan crane operator kepada pekerja. Hal ini berguna untuk menambah pengetahuan pekerja tentang teknik mengikat beban dan juga teknik pengangkatan yang benar dan sesuai dengan standard.
    b. Memberikan pelatihan safety awereness kepada pekerja. Hal ini berguna untuk menambah kepedulian pekerja terhadap safety saat bekerja.
    c. Melakukan breafing sebelum melakukan pekerjaan, ini hal yang selalu dianggap sepele oleh pekerja yang merasa sudah berpengalaman di pekerjaannya dan menganggap tidak perlu dilakukan. Pada kenyataannya hal ini sangat berguna untuk mengingatkan pekerja tentang bahaya yang ada disekitar area kerja dan juga mengingatkan kembali tentang resiko yang akan timbul karena pekerjaan tersebut.

    Nama : Yudi Franata
    NPM : 14.11.106.701501.1243
    Kelas : B1/Sore
    Semester : II

  34. 1. Kronologis kejadian

    Dari cuplikan video di atas saya dapat menyimpulkan, kesalahan sistem penempatan material yang kurang memenuhi aspek keselamatan, serta pemasangan Tag Line yang kurang maksimal, tidak ada inspeksi berkala dari pihak Safety Officer/an/inspector terhadap tag line. Yang menyebabkan tag line putus dari Hook Crane, sehingga menimbulkan Insident.

    2. Analisis alat dan peralatan

    Alat angkut yang digunakan adalah tipe Mobile Crane (Truck Crane) dengan menggunakan peralatan Tag line untuk mengangkat material. Jika tag line di inspeksi secara berkala oleh Safety Officer/man/inspector kemungkinan terjadinya incident akan kecil.

    3. Analisis lingkungan kerja

    Unsafe condition yang tidak safe untuk melakukan pekerjaan lifting, karena area lokasi pekerjaan tidak steril, masih ada kendaraan yang parkir dan orang melintas.

    4. Faktor penyebab langsung

    • Tidak dilakukan briefing
    • HE (Human eror) operator crane tetap lifting, padahal posisi material tidak beraturan
    • Rigger kurang cermat dalam pemasangan tag line, yang tidak memperhatikan tag line yang digunakan, apakah layak pakai atau tidak.
    • Kondisi lingkungan kerja yang tidak kondusif (akses jalan raya digunakan sebagai area lifting.
    • Tag line yang tak layak pakai
    • Penempatan material yang tidak safe

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan

    • Operator crane, rigger, signalman, safety officer kurang memperhatikan sisi keselamatan
    • Tidak mengikuti SOP pada saat pekerjaan berlangsung
    • Tag line yang tidak layak pakai
    • Penyusunan material tidak safe
    • Arah angin yang tidak diperhatikan, sehingga susunan material pada saat lifting goyang, dan memberikan dorongan beban ke material
    • Berat material tidak dipertimbangkan dengan kapasitas tag line
    • Miss komunikasi safety officer terhadap operator crane, rigger, signalman
    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali

    • Melakukan pre lift meeting safety officer/man/inspector sebelum dilakukan eksekusi lapangan, dengan operator crane, rigger,signalman, supervisior , dan pihak yang terkait dilapangan.
    • Membuat penilaian risk assessment sebelum melakukan pekerjaaan, mulai dari lingkungan kerja, sampai selesainya pekerjaan dilapangan.
    • Operator crane, rigger, signalman debriefing
    • Implementasikan SOP
    • inspeksi berkala mulai dari, sling baja, crane hook,tag line, wire rope clips, dan perhatikan berat beban material dengan kapasitas crane, sling baja, dan tag line.
    • Seorang operator crane harus memiliki SIO untuk mengoperasikan crane

    Nama : Eliyadi
    NPM : 14.11.106.701501.1225
    Kelas : B1

  35. Kronologi kejadian :

    Pada suatu hari saat hari jum’at tanggal 3 april 2015, doddy sebagai direktur perusahaan pt semangat bersama, mendapatkan pekerjaan perbaikan gedung yang berada di jl ahmad yani. aldy sebagai mandor dan udin sebagai operator crane sedang melakukan pekerjaan, mereka sedang menggunakan crane 10 ton, aldy sebagai mandor pekerjaan, kurang memperhatikan sling crane apakah telah terikat dengan benar, atau tidak, slingnya yang di gunakan benar atau tidak. Doddy yang telah menunggu di atas gedung, menunggu barang yang akan di angkat oleh crane yang di operasikan oleh udin tersebut. Saat pengangkatan, tiba – barang yang di angkat oleh crane tersebut, jatuh dan menimpa sebuah mobil milik yanuar, yanuar yang bingung, tidak mengetahui penyebab insiden tersebut, hanya bisa terdiam melihat mobilnya rusak. Aldi kaget melihat kejadian tersebut, udin sebagai operator crane, bingung dan akhirnya melarikan diri, doddy sebagai pemenang tender terlihat sangat marah atas kejadian tersebut.

    Analisis alat dan peralatan :

    Dari video tersebut, terdapat alat dan peralatan yang berhubungan langsung oleh insiden tersebut, yaitu crane terbuat dari baja, tidak di ketahui kapan tahun pembuatan, tidak diketahui inspeksi crane kapan dilakukan.

    Analisis lingkungan kerja :

    Dari video tersebut, dapat diketahui bahwa tempat kerja sangat luas, berada di pinggir jalan, terlihat juga di video tersebut lingkungan kerja sangat panas, dan pencahayaan sangat baik, yaitu langsung dari matahari

    Faktor penyebab langsung :

    Dari video tersebut, ada beberapa faktor penyebab langsung yang dapat saya ambil dari kejadian tersebut yaitu:

    – Udin sebagai operator crane kurang fokus saat bekerja, sehingga mengakibatkan barang tersebut terjatuh

    Faktor yang memberikan kontribusi :

    Dari video tersebut ada beberapa faktor yang memberikan kontribusi atas kejadian tersebut, yaitu :

    1. Aldi sebagai pengawas, kurang memahami bagaimana cara mengikat sling crane dengan benar, dan sling apa yang pantas untuk mengangkat beban tersebut
    2. Mesin crane kurang di inspeksi apakah crane masih layak pakai / dapat mengangkat beban tersebut, atau tidak
    3. Udin kurang memahami sop pekerjaan menggunakan crane
    4. Udin kurang diberikan pelatihan cara menggunakan crane

    Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali :

    Dari video tersebut, ada beberapa rekomendasi yang saya berikan agar insiden tersebut tidak terulang kembali, yaitu :

    1. Menggunakan alat sensor di bagian pengait crane, agar saat pengangkatan, beban melebihi kapasitas, dapat diketahui.
    2. Alat crane tersebut diisolasi saat bekerjaa, agar saat terjadi insiden tersebut, tidak ada kerusakan asset (mobil) seperti yang terjadi di dalam video tersebut
    3. Udin sebagai operator harus di berikan serifikasi keselamatan alat dan angkut agar mengetahui cara menggunakan crane dengan benar, dan aldy sebagai pengawas diberikan pelatihan pengawasan keselamatan alat dan angkut dan pemasangan sling crane dengan baik dan benar, agar kejadian insiden tersebut tidak terulang kembali

  36. #Tugas4
    Menceritakan awal mula kejadian Kecelakaan Kerja Tersebut:
    1.Kronologis Kejadian
    Rabu , 1 maret 2015 – 07:56 wita

    Jakarta – Pada pagi hati tepatnya pada pukul : 07:56 wita , terjadi kejadian insiden kecelekaan kerja yang di sebabkan oleh operator Derek yang lalai dalam melakukan pekerjaannya.
    Awal mula kejadian
    Saya melihat ada beberapa orang yang berada di kawasan jalanan tempat para petugas Derek yaitu 1 operator crane , 1 orang petugas safety man, 1 orang kakek yang membawa seekor anjing, 1 orang pejalan kaki yang melintasi area tersebut , 1 orang yang mempunyai mobil dan 3 orang lainnya yang berada di atas gedung.
    Pada saat itu pengemudi crane mengendalikan alat tersebut untuk di angkut ke atas gedung yang di arahkan oleh petugas safety man yang berada di kawasan tersebut.
    Pada saat alat di angkut dengan ketinggian sekitar 6 hingga 7 meter. Tiba-tiba tali yang mengangkut barang tersebut lepas dan mengenai mobil yang berada di area itu, dengan berdurasi 45 detik kejadian tersebut. yang merugikan hancurnya 1 mobil dan menewaskan seekor anjing.
    Dan tiba-tiba pengemudi crone melarikan diri dari tanggung jawabnya karena mungkin mengalami depresi atas akibat dari accident itu.

    2. Analisis alat dan peralatan
     Alat pengangkut barang tersebut tidak kuat.
     Keseimbangan tali Derek perlu di perhatikan atau di cek.
     Tali pengangkutnya di perbanyak atau di perkuat lagi sebelum di angkat barang tersebut.

    3. Analisis lingkungan kerja
     Posisi proyek kerja tersebut tidak menunjukkan standart operation procedur.
     Kurangnya komunikasi antar pekerja yang satu dengan yang lain.
     Kurangnya pengawasan terhadap para pekerja.

    4. Menentukan factor penyebab langsung ( direct cause)
     Tali Derek tidak berfungsi dengan baik.
     Tidak cermat dan teliti operator dalam memindahkan sebuah barang.
     Orang-orang yang di sekitar area kerja tidak menggunakan APD yang lengkap .

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan yaitu :
     Pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan standart operation procedur (SOP).
     Kurangnya pengawasan yang di arahkan oleh safety man dan superintendent atau supervisor.
     Kurangnya pengetahuan pengemudi crane tentang alat Derek.

    6. Membuat rekomendasi supaya kejadian tersebut tidak terulang lagi
     Sebelum melakukan aktifitas kerja sebaiknya di cek dulu alat yang akan di gunakan.
     Lakukan pekerjaan yang sesuai dengan standart operasion procedur (SOP).
     Sediakan atribut atau tanda peringatan safety di proyek tempat bekerja.
     Sebelum menjalankan mesin Derek harus training terlebih dahulu tentang penggunaan alat-alat atau barang dengan aman.
     Perusahaan harus menerapkan system manajemen k3 dalam menganalisis , mengaudit , dan menginvestigasi.
     Dan mengidentifikasi bahaya yang akan terjadi dalam aktifitas kerja.

    NAMA : ARIE PRABOWO
    KELAS : B1
    NPM : 14.11.106.701501.1224
    FAKULTAS : D4K3
    SEMESTER : 2

  37. A. KRONOLOGI KEJADIAN

    Pada tanggal 29/02/2015 jam 13.30 lokasi tempat jalan MARRIAM pemilik perusahaan PT.MAJU MUNDUR memiliki sebuah borongan kerjaan untuk perbaikan kantor yang bertindak sebagai supervisor bahrudin ( 39 ) operator crane bernama samuel ( 23 ). Samuel diberikan perintah untuk mengangkat barang namun bahrudin sebagai supervisor kurang mengawasi apakah sling tersebut telah terikat dengan baik dan sling tersebut cocok apa tidak untuk mengangkat barang. Akhirnya samuel mengangkat barang tersebut tanpa mengetahui terdapat mobil yang parkir tepat dibawah barang yang diangkat. Akibat dari kelalaian bahrudin sebagai supervisor barang itu terjatuh tepat berada diatas mobil milik imran ( 40 ) kejadian itu mengakibatkan kerusakan mobil dan sebagian aset perusahaan rusak. Samuel yang panik dan ketakutan lari meninggalkan pekerjaan begitu saja bahrudin sangat kaget melihat kejadian tersebut dede suhendar sangat marah melihat kejadian tersebut terhadap operator dan pengawas.

    B. ANALYSIS ALAT DAN PERALATAN

    Dari video tersebut dapat disimpulkan analysa alat dan peralatan yang berhubungan langsung dengan kejadian insiden tersebut ialah crane. Crane tersebut terbuat dari baja divideo tersebut tidak saya temukan kapan crane tersebut di inspeksi terus saya juga tidak mendapatkan kapan tahun perakitan dan pembuatan dari crane tersebut.

    C. ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN

    Dari video diatas faktor lingkungan kerja sangat luas karena berada dipinggir jalan. Terdapat sebuah mobil diarea tempat mereka bekerja pencahayaan sangat baik karena langsung diberikan cahaya oleh matahari

    D. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG

    Human error yaitu pekerja kurang fokus dalam bekerja

    E. FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI

    – Operator kurang mengetahui SOP dan JSA saat bekerja
    – Pengawas kurang mengawasi pekerja saat melakukan pekerjaan tersebut
    – Operator kurang mengerti dalam menjalankan crane
    – Perusahaan kurang memberikan system K3 dalam kerjaan tersebut

    F.REKOMENDASI AGAR KEJADIAN TERSEBUT TIDAK TERULANG KEMBALI

    Dalam video tersebut dapat saya berikan rekomenadasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali yaitu :

    – Sebelum bekerja harus diberikan safety breefing sebelum bekerja agar mengetahui JSA dan SOP yang sudah dibuat
    – Harus memberikan pengawasan ekstra terhadap pekerjaan tersebut
    – Operator crane harus diberikan pelatihan bagaiman cara menggunakan crane yang baik dan benar
    – Memberikan system K3 dalam pekerjaan tersebut

    Nama : Ade Priyatna
    Kelas : B1
    Semester : 2
    Npm : 14.11.106.701501.1236

  38. Kronologi kejadian

    pada suatu hari tepatnya pada tanggal 03 april 2015 perusahaan PT.CEMPAKA EMAS atas nama direktur yang bernama JUNAIDI SALEH(35thn) sedang melakukan pekerjaan perbaikan gedung kantor mereka. Operator dengan nama IBRAHIM dan pengawas dgn nama SILVESTER LABOK(28thn) sedang melakukan pekerjaan dengan menggunakan crane. IBRAHIM di instruksikan untuk mengangkat barang dengan menggunakan crane ke atas gedung yang baru mereka bangun. SILVESTER LABOK sebagai pengawas kurang mengawasi barang tersebut apakah sudah terikat sling dengan baik dan benar. Saat pengankatan IBRAHIM tergesah gesah mengangkat barang tersebut sehingga barang tersebut goyang dan akhirnya terjatuh menimpa mobil milik BERTUS(40thn). IBRAHIM yang merasa bingung dan ketakutan,kabur meninggalkan pekerjaannya SILVESTER LABOK merasa kaget dan bersala terhadap kejadian tersebut, JUNAIDI SALEH sebagai pemilik perusahaan merasa sangat marah melihat kejadian tersebut,

    Analisis alat dan peralatan

    dari vidio tersebut terdapat alat dan peralatan yang berhubungan langsung terhadap kejadian tersebut yaitu, crane 10 ton. Crane tersebut terbuat dari baja, tidak diketahui kapan crane tersebut brapa tahun sekali di insfeksi, tidak diketahui tahun pembuatan crane tersebut dan tahun prakitanya.

    Analisis faktor lingkungan
    Dari vidio tersebut dapat di ketahui lingkungan kerja sangat luas karena pekerjaan tersebut berada dipinggir jalan perkantoran tersebut, suhu di tempat kerja sangat panas, pencahayaan cukup karna disinari langsung oleh sinar matahari.

    Faktor penyebab langsung :

    – IBRAHIM kurang fokus saat bekerja

    Faktor yg memberikan kontribusi :

    Dari vidio tersebut diketahui bahwa ada beberapa faktor yang memberikan kontribusi terhadap insiden tersebut, Yaitu :

    1. IBRAHIM kurang memahami cara menggunakan crane yang baik dan benar
    2. SILVESTER kurang mengawasi apakah sling pada crane apakah telah terpasang dengan baik dan benar sehingga insiden tersebut terjadi.
    3. Crane kurang di insfeksi apakah crane tersebut kuat mengangkat beban yg di berikan di dalam vidio tersebut.
    4. Angin yang sangat kencang, terlihat barang yang di angkat tersebut goyang saat di angkat

    Rekomendasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali :

    Berdasarkan video tersebut konsentrasi dan pengawasan sangatlah penting dalam pekerjaaan tersebut. Untuk itu ada beberapa rekomendasi yang saya berikan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, yaitu:

    1 saat crane tersebut bekerja tidak boleh satu bendapun berada di sekitar crane tersebut( hierarchy of control no 4)
    2 Pekerjaan menggunakan crane harus di berikan J.S.A dan S.O.P ( hierarchy of control no 5)
    3 IBRAHIM sebagai oprator harus di berikan platihan cara menggunakan pesawat angkat dan angkut yang aman, silvester sebagai pengawas harus di berikan platihan cara mengikat sling crane yang aman.(hierachy of control no 6)
    4 Saat bekerja harus memperhatikan kondisi cuaca

    Nama : Hasruddin Hafid
    NPM : 14 11 106 701501 1263
    Kelas : B1
    Semester : II

  39. KRONOLOGI KEJADIAN

    Pada hari Rabu pagi tanggal 02 April 2015 tepatnya di JL. Walter Patinsons blok.III sedang dilakukan pekerjaan renovasi gedung kantor yang berada di daerah perumahan tersebut. Disaat pekerjaan sedang beroperasi, tepatnya sekitar pukul 12.00 pm ( 12 siang ) terjadi sebuah kecelakaan kerja ( incident ) yang mengakibatkan sebuah mobil rusak dan hancur setelah tertimpa barang yang telah diangkut oleh sebuah CRANE terjatuh tepat dibawah mobil berada. Awalnya, si Operator dengan nama Adam (32 th) sedang menggunakan sebuah CRANE untuk mengangkat barang – barang tersebut ke atas ke tempat gedung kantor yang telah direnovasi. Disaat barang yang telah diangkat dan mau dipindahkan ke tempat gedung kantor tersebut, tiba –tiba barang – barang tersebut terjatuh sebelum sampai ke tempat gedung kantor berada. Yang disebabkan karena tali Sling pengikat terlepas dari pengikatnya atau pada saat pengikatan barang kurang kuat dan kencang sehingga barang yang diangkut tersebut terjatuh dan menimpa sebuah mobil yang berada di bawahnya. Saudara HJ. Iskandar Halim M.SG selaku pemilik perusahaan PT. CITRA PANDHU WISMA merasa sangat kecewa atas incident yang telah terjadi. Pada kecelakaan kerja ini pula pihak perusahaan memberikan sanksi yang tegas kepada Operator tersebut. Dan pihak perusahaan juga akan memberikan kompensasi ganti rugi kepada si pemilik mobil tersebut.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN

    Berdasarkan video tersebut, analisis alat dan peralatan yang saya temukan adalah CRANE yang berhubungan langsung terhadap kejadian tersebut. Disamping itu, yang saya ketahui bahwa CRANE tersebut terbuat dari Baja, dan saya kurang mengetahui jika CRANE tersebut jarang di inspeksi secara berkala. Sebab, terlihat dari video tersebut, bahwa CRANE tersebut tidak mampu untuk mengangkat beban dari barang tersebut. Dan Saya juga kurang mengetahui kapan CRANE tersebut dirakit dan dirancang.

    ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN

    Berdasarkan video tersebut, analisis faktor lingkungan yang saya ketahui yaitu Area kerja yang luas sehinggan ruang gerak kerja tidak terbatas, Pencahayaan yang baik , suhu yang cukup panas karena pekerjaan dilakukan di siang hari.
    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    Berdasarkan video tersebut, faktor penyebab langsung yang saya ketahui adalah pekerja ( Operator ) yang kurang fokus dalam bekerja sehingga barang yang diangkat terjatuh dan menimpa sebuah mobil.

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUS

    Berdasarkan video tersebut, faktor yang memberikan kontribusi yang saya ketahui yaitu:
    A. Sistem pengawasan yang lemah sehingga kecelakaan kerja pun terjadi.
    B. Operator yang kurang diberikan pelatihan untuk menggunkan sebuah Crane.
    C. Faktor cuaca yang kurang baik terlihat pada saat Crane mengangkat barang tersebut, dan barang tersebut goyang sehingga memicu barang terjatuh.
    D. Pekerja yang kurang memahami SOP dalam bekerja, sehingga dapat memicu kejadian kecelakaan kerja.

    REKOMENDASI AGAR KEJADIAN TIDAK TERULANG KEMBALI

    Berdasarkan video tersebut, faktor pengawasan dan fokus terhadap pekerjaan sangat penting sekali, oleh sebab itu ada beberapa rekomendasi yang saya berikan agar kejadian atau kecelakaan kerja tersebut tidak terulang kembali, yaitu:

    A. Pekerja harus lebih berhati hati dan fokus terhadap pekerjaan yang dilakukan.
    B. Perlu adanya pelatihan untuk mengoperasikan sebuah Crane terhadap Operator sehingga si Operator paham dan mengerti tata cara penggunaan crane tersebut.
    C. Perlu adanya Safety breafing sebelum bekerja, untuk mensosialisasikan SOP Dan JSA yang telah dibuat.
    D. Mengetahui kondisi cuaca sebelum pekerjaan dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan kerja ( incident)

    NAMA : DODY RATAMA
    KELAS : B-1
    NPM : 14.11.106.170501.1261
    SEMESTER : 2

  40. 1.KRONOLOGI KEJADIAN
    Pada hari jumat tanggal 03 april 2015 sekitar jam 11 pagi, kondisi cuaca cukup terik. perusahaan PT. ADI GURYA BERSAMA berencana akan memindahkan peralatan kantor milik PT. AXA MANDIRI ,menggunakan pesawat alat angkut crane.dalam proyek pekerjaan ini, pekerjaan dilaksanakan oleh operator crane bernama Adi (37 tahun), rigger yang bertugas melakukan pemasangan seling crane (33 tahun) dan diawasi oleh Ahmad selaku supervisor (40 tahun) dan pekerjaan ini juga disaksikan oleh Budi (25 tahun) dan Tono (24 tahun) selaku pihak yang mewakili pt. AXA MANDIRI. Peralatan kantor yang akan diangkat oleh crane tersebut adalah 12 unit telepon, 2 unit lemari besi dan 3 unit kabel gulung. setelah mendapat aba aba dari rigger bahwa peralatan kantor tersebut siap diangkat menuju keatas gedung PT. AXA MANDIRI dengan ketinggian sekitar 35 meter. Maka diangkatlah peralatan kantor tersebut, namun belum sempat mencapai gedung, tiba tiba seling crane tersebut terlepas sehingga mengakibatkan terjatuhnya peralatan kantor dengan ketinggian kurang lebih 9 meter diatas permukaan tanah. Kejadian ini mengakibatkan rusaknya satu unit mobil dengan plat nomor KT 33056. Akibat kejadian tersebut, Adi selaku operator crane terlihat panik sehingga seketika itu juga dia berlari pergi meninggalkan pesawat angkut crane.

    2.ANALISIS ALAT DAN PEKERJAAN
    a.Tidak diketahui masa expired dari tali crane tersebut
    b.Beban yang diangkut melebihi kapasitas dari alat crane

    3.ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    a.Kondisi cuaca cukup terik sehingga berpengaruh terhadap pekerjaan operator crane
    b.Terdapat 3 unit mobil yang sedang parkir saat proses pekerjaan, sehingga menyulitkan crane untuk bergerak secara optimal

    4.FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    Kurang fokusnya dari rigger crane, sehingga terjadi kesalahan dalam pengikatan

    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    a.Kurangnya komunikasi antara rigger dan operator crane
    b.rigger tidak memahami tentang SOP pengikatan crane
    c.posisi pengawas berada diatas gedung, sehingga tidak bisa memastikan apakah ikatan tersebut sudah sesuai SOP apa tidak

    6.REKOMENDASI AGAR TIDAK TERJADI KECELAKAAN
    a.Karena pekerjaan ini mempunyai potensi bahaya cukup besar, harusnya dijauhkan dari unit – unit sekitar seperti mobil yang sedang diparkir
    b.Diberi rambu agar kegiatan crane tersebut diketahui para pengguna jalan dan kendaraan sekitar
    c.Melakukan inspeksi dan perawatan berkala terhadap alat crane
    d.Melakukan brifing antara operator, pengawas dan rigger crane sebelum melakukan pekerjaan

    Nama : Bayu Pramana Putra
    Kelas : B1
    Semester : Dua
    NPM : 14.11.106.701501.1216

  41. TUGAS 4.
    Accident Telescopic Crane Saat Proses Rigging
    PT Sekawan bergerak dibidang Mining service ini sedang meminta bantuan pada Contraktor telescopic crane untuk memindahkan barang, Hari Sabtu 31 Januari 2015 tepatnya pukul 10.10 wita seorang Rigger I bernama Rokhim(29) sedang memandu proses rigging pemindahan barang yang dioperasikan oleh Operator Roqsu(31) kegedung Sekawan, saat proses pemindaahan barang ada seekor Anjing mengonggong tepat didepan barang seakan mengetahui ada hal yang akan terjadi tetapi diabaikan oleh Rokhim dan ada 3 orang yang menunggu diatas gedung Seorang Manager bernama Darius(27) berpakain rapi dan berdasi, Supervisor bernama Vikry(35) dan rigger II bernama Petrus (30), saat Operator Roqsu sedang melakukan pemindahan barang dengan pelan hingga menyamai sejajar gedung tiba-tiba Shackles patah sehingga mejatuhi mobil sedan berwarna abu-abu berplat (B 05 KU) rusak parah, milik penduduk sekitar dan pemilik mobil ini bernama Danang (60) tepat berada didepan mobilnya ia masih shock dan diam tanpa berkata apa-apa, operator crane Roqsu keluar dari Cabine Crane kemudian berlari jauh karena ia merasa bersalah dan tidak ingin dipersalahkan.

    • Analisis alat dan peralatan
    -Alat bantu angkat proses riging
    (Menganalisis hook, menganalisis Shackles, menganalisis Wire rope)

    • Analisis Lingkungan Kerja
    -Menganilisis pengaruh lingkungan atau kecepatan angin
    ( Saat rigging berlangsung perlu diperhatikan cuaca dan arah mata angin)
    -Sterilisasi area rigging
    (saat rigging seharusnya tidak ada barang/benda tepat berada dibawah area rigging)

    • Faktor Penyebab Langsung
    -Gagal mengidentivikasi bahaya atau resiko
    (Tidak teliti saat melakukan pemeriksaan Alat Bantu Angkat)
    -Gagal mengikuti prosedur
    (Tidak mengikuti SOP ynag telah ditentukan)
    -Menggunakan peralatan yang rusak
    (Menggunakan Alat Bantu Angkat yang sudah rusak)
    -Membuat alat pengaman tidak berfungsi
    (Kurangnya inspeksi berkala)
    -Gagal memberi peringatan
    (Rigger tidak menyampaikan adanya kerusakan pada Alat Bantu Angkat kepada Crane Operator)

    • Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    -Kurang pengawasan
    (system pelaporan yang tidak jelas/konflik, Rencana kerja yang tidak layak, pemberian kebijakan, prosedur, praktek atau petunjuk kerja tidak layak)

    -Pengetahuan yang tidak cukup
    (Kurangnya pengalaman, Orientasi yang tidak cukup, Training pemula yang tidak cukup, Training penyegaran yang kurang,dan kurang kesadaran terhadap situasi/keadaan)

    -Standard kerja yang tidak layak
    (Membuat alat pengaman tidak berfungsi dan Gagal mengikuti prosedur)
    • Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    1. Tentukan ukuran/berat barang atau beban yang akan diangkat
    2. Tentukan titik berat barang, sesuai dengan bentuknya dan dilindungi dari kerusakan akibat kesalahan mimilih ABA (Alat Bantu Angkat)
    3. Pilih alat bantu angkat disesuaika dengan barang yang akan diangkat
    4. Periksa dengan teliti semua peralatan Rigging yang akan dipergunakan sebelum pengangkatan.
    5. Gunakan cara pengangkatan yang benar pada barang yang akan diangkat
    6. Peralatan Rigging harus dilindungi dari sisi yang tajam atau tidak tajam
    7. Teliti sudut sling pada pengikatan dengan chocker Hitches dan pembagian beban yang tidak rata
    8. Yakinkan bahwa peralatan angkat seperti crane atau yang sejenisnya tidak melebihi beban kerja aman
    9. Gunakan aba-aba/signal yang telah dimengerti operator crane
    10. Jauhkan semua personel dari daerah kerja crane dan barang/ beban yang tergantung
    11.Pasang tag line/tali tambera sebelum pengangkatan dan tanggung jawab tugas masing-masing antara rigger dan operator

    Nama: Salma Sari
    Npm: 11.14.106.701501.1252
    Kelas: II/B1/D4K3

  42. Kronologis kejadian.
    PT Whitebeard Communication Service, Paris, Prancis, Rabu (21/08/2012) sedang melakukan pemindahan properti perusahaan di kantor pajak pemerintah setempat. Pekerjaan yang dilakukan tampak normal layaknya aktifitas sehari – hari seperti yang dikutip dari narasumber yang bertindak sebagai Supevisor lapangan, Franky (38) sebagai Operator Crane, Robin (35) sebagai Helper dan Brooke (40) sebagai pengawas. Sebelumnya Robin telah mempersiapkan properti yang akan dipindahkan ke lantai 3 gedung pajak, properti telah diikat dan disusun pada pallet kayu, tampak di sekitar lokasi kejadian kondisi lalulintas cukup ramai dan terdapat banyak mobil parkir di area tersebut. Pukul 13:23 pm, properti telah siap diangkut dan Brooke pun siap memberikan intruksi pengangkatan, Franky pun bersiap – siap menunggu aba – aba dari pengawas. Tampak terlihat properti yang diangkat cukup banyak dan ada barang – barang yang cukup besar dijadikan satu dalam satu pengangkatan, sehingga beban yang di angkat menjasi berat dan tidak seimbang.
    Pengawaspun memberikan intruksi dan segera Franky menaikan crane menuju lantai 3, sebelumnya Brooke bertanya tentang kondisi dan telah siapkah pallet kayu di angkat menuju lantai 3. Setelah siap, properti bersama pallet kayu diangkat perlahan menuju lantai gedung, namun naas ketika pallet telah mendekati lantai gedung, pengait crane terlepas. Tepat pukul 13:44 pm, properti yang terlepas dari pengait crane jatuh menimpa salah satu mobil yang parkir disamping gedung, sehingga properti dan mobilpun rusak parah karena terjadi hantaman yang keras antara properti dan mobil. Rekan Robin yang saat itu melihat kejadian tersebut langsung sigap berlari memanggil bantuan, mencoba menghubungi petugas lainnya. Seorang kakek terlihat kebingungan saat melihat tubrukan itu terjadi, sebab saat properti jatuh si kakek tepat berada disamping mobil yang tertimpa properti, dan dari lantai 3 Brooke terlihat kesal dan marah atas kejadian naas tersebut. Semua pekerja nampak tidak percaya dan kebingungan termasuk orang disekeliling kejadian, sebab mereka telah biasa melakukan aktifitas tersebut, seperti yang diungkapkan oleh narasumber perusaan.

    Analisis alat dan peralatan.
    – Pengait crane terlihat dalam kondisi yang tidak layak digunakan, karena saat pengangkatan kait crane terlepas dari tali pengangkut.
    – Tali yang digunakan sebagai media pengangkatan, tidak bisa menahan beban yang berat.
    – Peralatan yang digunakan kurang memadai untuk melakukan pengangkatan beban berat. Seperti penambahan tali tambang sebagai penyeimbang sekaligus pengaman jika tali utama tidak mampu menahan beban berat.
    – Perlu adanya pemeriksaan peralatan kerja secara berkala.

    Analisis lingkungan kerja.
    – Pekerja tidak memperhatikan lingkungan kerja, karena di area tersebut terdapati line of fire atau titik rawan bahaya. Yang dimaksud adalah adanya kendaraan atau alat maupun manusia yang berada di titik yang seharusnya di eliminasi atau diamankan sebelum melakukan pekerjaan.
    – Kondisi alam seperti angin dan suhu juga mempengaruhi presentase keberhasilan pekerjaan, karena berhubungan dengan kondisi pekerja dan alat yang digunakan.

    Penyebab langsung.
    – Peralatan yang tidak layak pakai, dalam kasus tersebut tampak pengait dan tali tidak dapat menahan beban yang berat.
    – Pekerja bekerja tidak sesuai SOP pengangkutan, karena terdapati penyusunan barang – barang yang cukup membahayakan dan perbedaan ukuran yang menolok, sehingga propert yang diangkut menjadi tidak seimbang.

    Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    – Kurangnya pengawasan, sebab pekerja yang bertugas mempersiapkan properti tidak memperhatikan kondisi barang, ukuran dan berat barang yang akan diangkut. Karena penampang (pallet kayu) dan tali tidak mampu menahan properti yang mempunyai beban berat tersebut.
    – Faktor cuaca juga mempengaruhi karena henbusan angin yang kencang dapat mengayunkan properti menjadi tidak seimbang dan sulit untuk dikendalikan.

    Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.
    – Rutin melakukan evaluasi kerja dan training serta melakukan inspeksi peralatan kerja, untuk dapat merevisi SOP dan menambah kemampuan pekerja maupun mengetahui kondisi peralatan yang layak digunakan.
    – Perlu adanya pengawasan yang ketat saat melaksanakan pekerjaan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam bekerja.
    – Melakukan investigasi insiden, agar akar permasalahan ditemukan dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

    Nama : Randy Setiawan
    Kelas : B1 / Sore
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1227

  43. Nama : Yulianti Indarti
    NPM : 14.11.106.701501.1438
    Semester/ kelas : dua / a1

    1. Menceritakan kronologis kejadian

    Terjadi kecelakaan pada barang yang akan diangkat naik keatas gedung, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 15 juli 2014 yang menimpa sebuah mobil menyebabkan kerusakan parah. Saat di Tanya orang setempat pekerja tidak memperhatikan kondisi barang yang di angkut. Dan tetap memaksakan barang terus naik keatas tidak memperhatikan berat barang yang akan di angkat naik.
    2. Melakukan analisis dan peralatan
    – Tidak menggunakan safety/ mengikat barang
    – Tidak mengikuti prosedur berat angkut barang
    – Tidak bias mengimbangi alat angkut
    3. Melakukan analisis lingkungan kerja
    – Lingkungan tidak bagus untuk melakukan pekerjaan
    – Lingkungan tidak kondusif
    4. Menentukan factor penyebab langsung
    – Tidak mengikuti proder tentang alat angkut berat
    – Kurang memperhatikan berat barang
    – Tidak menggunakan safety
    – Tidak konsentrasi
    5. Menentukan factor yang memberikan konstribusi atas kecelakaan
    – Tidak adanya HSE
    – Tidak ada SOP
    – Tidak adanya JSA
    6. Membuat rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    Selalu menempatkan pekerjaan ditempat yang tepat dan aman, memperhatikan prosedur alat angkut dan berat angkut barang.

  44. #Tugas4

    1. Kronologis kejadian :
    Pada suatu hari di perusahaan PT. Cari Dana sedang memindahkan peralatan kantor dari ruangan bawah akan di pindah ke atas memakai mobil pengangkut, di kesibukkan mereka terlihat ada seorang kakek yang sedang menonton pekerjaan mereka dan juga seekor anjing yang sedang mengonggong di saat mereka sedang mengatur barang utuk di angkat memakai mobil pengangkat barang. Mereka memindahkan barang tersebut di luar jaln raya dan jalan raya tersebut ditutup untuk sementara karena terhalangi mobil pengangkut barang. Disekitar jalan ada beberapa mobil yang sedang parker di sekitaran jalan. Ada 3 orang yang sedang menunggu barang yang akan di angkut di atas gedung kantor.barang pun sudah tertata rapi untuk di tarik ke atas memakai alat pengangkut. Sementara barang ditarik ke atas tiba-tiba tali yang mengangkat barang itu terlepas dari alat pengangkut. Dan barang pun jatuh tepat pada salah satu mobil yang sedang parkir di pinggir jalan, mobilnya pun hancur penyot dan peralatan kantor pun terhambur kejalanan. Dan sang kakek yang sedang menonton pekerjaan itu pun berdiri tepat di belakang mobil yang sedang parkir tapi untungnya pada saat barang terjatuh kakek tersebut sempat lari dari mobil tersebut. Setelah kejadian itu tiba-tiba sopir yang membawa mobil pengangkut barang itu keluar dari mobil dan melarikan diri seperti tidak mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
    2. Analisis alat dan peralatan :
    Tali yang mengangkat barang kurang kuat.
    3. Analisi lingkungan kerja :
    a. Kurang luas dan tempatnya pun terlalu berbahaya yaitu di jalanan.
    b. Terdapat mobil yang sedang parkir dan mengakibatkan resiko yang sangat fatal karna barang bisa jatuh di mobil tersebut.
    c. Suhu udara juga mengakibatkan barang bisa terjatuh dikarenakan angina yang berhembus sangat kencang.
    4. Penyebab langsung :
    a. Kelalaian sang operator pengangkat barang.
    b. Tidak fokus saat bekerja.
    c. Pengemudi mesin mempunyai beban pikiran.
    5. Factor kontribusi :
    a. Kurang diperhatikannya kekuatan tali yang mengangkat barang.
    b. Kebanyakan barang yang diangkat sehingga menyebabkan tali terputus dan barang terjatuh.
    6. Rekomendasi:
    a. Memastikan bahwa operator pengangkat mesin dengan keadaan baik.
    b. Mengerjakan pekerjaan tersebut harus di tempat yang luas dan terjauhi dari kendaraan yang sedang parkir.
    c. Memberikan peringatan kepada orang yang sedang melewati jalan tersebut harus jauh dari pekerjaan mengangkat barang tersebut.
    d. Memastikan kembali bahwa tali yang dikaitkan untuk menarik barang ke atas itu kuat dan mampu untuk meraik barang ke atas.

    Nama : Deasy Frinelia Pesik
    Kls/Sem/Fak : B1/2/D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1215

  45. Kronologis Kejadian
    Selasa, 31 Maret 2015 Seorang karyawan yg bernama Ijul sedang merekam aktivitas pengangkatan barang menggunakan Rought Terrain Crane di depan sebuah perusahaan yg bernama Prolink, Pagi itu sekitar pukul 09.00 wita terlihat seperti hari – hari biasanya bagi Ijul dan kawan – kawannya yang sedang mempersiapkan barang – barang untuk diangkat menggunakan Crane. Pagi itu Ijul merekam seekor anjing yg mengonggong kepada seorang petugas crane yang bernama Rick seakan ingin memberitahukan bahwa kejadian yang buruk akan terjadi pada saat proses pengangkatan barang dipagi hari itu, namun proses pengangkatan tetap berlanjut, Sekitar 5meter proses pengangkatan barang yang berisi berangkas,telpon dan kabel itupun terputus lalu menimpa sebuah mobil Toyota sedan berwarna putih yang telah parkir didepan kantor Prolink yang menyebabkan mobil sedan dan juga barang yg diangkat itupun hancur, dan membuat keadaan waktu itu menjadi sangat mengerikan, kakek James yg terlihat begitu kaget karena barang yang terjatuh hanya berjarak ½ meter didepannya dan operator Crane Joko kabur seolah – olah mengetahui hal tersebut akan terjadi. Dan pagi itupun semuanya menjadi sangat kacau.

    Analisis alat & peralatan
    Menurut saya setelah meihat video diatas, alat & peralatan yg menyebabkan jatuhnya barang adalah sambungan antara hook dan ratchet tie, bisa dikatakan bahwa petugas tidak melakukan pengecekan material yg digunakan, berapa beban maksimum yang dapat dihandle dan juga sudah berapa lama shackle tersebut telah digunakan.Bisa dilihat juga bahwa operator tidak mengikat dengan benar barang – barang yang akan diangkat karena hannya menggunakan wrap benning dan dililitkan melingkari barang.

    Analisis Lingkungan Kerja
    Dari video diatas bisa dilihat juga bahwa tidak adanya plang dilarang melintas diarea tersebut, karena pejalan kaki bisa dengan mudah lewat seperti kakek James yang sedang jalan santai dengan anjingnya. Area kerja yang sempit karena terdapat banyak mobil parkir disekitar lokasi kerja.

    Faktor Penyebab Langsung
    Bisa dilihat bahwa kurangnya skill Operator Crane Joko karena terlihat bahwa Joko menaikkan dan menggeser crane terlalu terburu – buru, Kurangnya komunikasi antara Operator Crane Joko & Temannya Rick yg mengawasi jalannya penggangkatan barang.

    Faktor yg memberikan kontribusi atas kecelakaan
    Desain Rachet tie yang mengikat barang tidak sesuai SOP, bisa dilihat detik ke 10~15 di video bahwa barang yang diangkat terombang ambing karena salahnya perhitungan Center of Gravity oleh operator.

    Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    Mengganti Shackle menggunakan material yang lebih kuat dan mampu menahan beban 2x dari beban yang akan diangkat crane.(subtitusi)
    Melakukan perhitungan yang lebih teliti berapa berat beban barang yang akan di angkat agar tidak salah menentukan center of gravity dari barang yang di angkat.(SOP)
    Memasang plang pembatas disekitar area kerja, dan membersihkan area kerja (memindahkan mobil yang parkir).
    Melakukan Rekayasa Engineering seperti memasang sensor yang bisa mendeteksi tali yang terpasang sudah pas dengan center of gravity.
    Memilih operator crane yang lebih berkompeten dan berskill.

    Nama : Clhiverro Stevanno Kasonso
    NPM : 14.11.106.701501.1264
    Semester : 2
    Kelas : B1

  46. Kronolagis Kejadian
    Dalam video di atas,terlihat bahwa sekelompok pekerja sedang melakukan kegiatan LIFTING menggunakan crane.Saat melakukan kegiatan tersebut terlihat di sekeliling lokasi pekerjaan itu sangat padat,terdapat beberapa mobil sedang parkir.Saat pengangkatan tersebut sedang berlangsung,beban yang di angkat oleh crane tersebut jatuh dan menimpa mobil yang berada tepat di bawah nya. Beban itu terjatuh karena tali pengikat yang di gunakan untuk mengikat syintetich webbing sling dan menghubungkan dengan hook crane tidak dapat menahan beban yang di angkat oleh hook crane.

    Analisis Alat dan Peralatan
    • Tehnik pengikatan syintetich webbing sling untuk pengangkatan beban tersebut tidak benar .Yang terlihat di video tersebut syintetich webbing sling hanya di tambahkan dengan syintetich webbing sling lainya untuk kemudian di kaitkan dengan hook
    • Jenis pallet yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi pengangkatan yang seharusnya dan penyusunan barang yang akan di angkat harus sesuai dengan jenisnya.

    Analisis Lingkungan Kerja
    • Lingkungan di sekitar pekerjaan tersebut berbahaya,karena masih banyak kendaraan di bawah beban yang di angkat oleh crane. Juga masih ada orang yang melintas di lokasi,sebaiknya lingkungan pekerjaan tersebut harus steril dari pengguna jalan.
    • Tidak adanya rambu rambu peringatan yang di pasang di area pekerjaan sebaiknya sebelum melakukan kegiatan pengangkatan wajib memasang rambu rambu agar para pengguna jalan tau bahwa sedang ada kegiatan pekerjaan.

    Faktor Penyebab Langsung
    Dari video tersebut ada beberapa factor penyebab langsung kecelakaan yaitu :
    • Human eror, dalam hal ini human eror banyak di lakukan oleh pekerja,yang pertama pekerja mengikat syintetich webbing sling dengan teknik mengikat yang tidak benar,selanjutnya pekerja tidak menyusun barang yang di angkat tidak sesuai dengan jenisnya,hal itu mengakibatkan barang yang di angkat tidak seimbang.Setelah itu pekerja juga tidak mensterilkan area pekerja dari orang yang tidak berkepentingan .
    • Kendaraan yang di parkir di area pengangkatan
    • Tali yang mengikat syintetich webbing sling tidak kuat karena safe work limit tidak sesuai dengan beban yang di angkat.

    Faktor yang Memberikan Kontribusi atas Kecelakaan
    • Pengawasan yang kurang dari pihak terkait/karena pengangkatan yang di lakukan tidak sesuai dengan prosedur/sop yang kurang baik.
    • Para pekerja tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan pekerjaanya,ini terbukti dari cara pengikatan yang salah.
    • Kurangnya sikap kepedulian terhadap keselamatan di lingkungan kerja tersebut,ini di buktikan dengan masih adanya mobil dan orang yang tidak berkepentingan yang masih berlalu lalang di lingkungan kerjaan.

    Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
    Dengan menggunakan hirarchy of control dan mengendalikan resiko atas pekerjaan tersebut ;
    • Eliminasi : menghilangkan atau memindahkan mobil dari area pekerjaan

    • Substitusi : mengganti pallet (alas yang digunakan untuk menahan beban) dengan yang lebih sesuai.

    • : mengganti syintetich webbing sling dengan yang memiliki safe work limit yang lebih sesuai

    • Isolasi : memasang warning tape / tanda bahaya di lingkungan pekerjaan

    • Administrasi : mengganti SOP yang tidak sesuai dengan prosedur pengangkatan.

    • Training : memberikan pelatihan kepada pekerja.agar pengetahuan akan bahaya dari pekerjaan tersebut dan tau bagaiman menggunakan crane juga cara memasang syintetich webbing sling yang benar

    • Apd : Setiap pekerja wajib menggunakan apd yang sesuai standard.

    Nama : Daru Fadillah
    NPM : 14.11.106.701501.1238
    Kelas : B1/Sore
    Semester : II

  47. Kronolagis Kejadian
    Di dalam video tersebut terlihat sedang ada kegiatan pengangkatan barang yang menggunakan CRANE . Sekelompok pekerja tersebut menggangkat beberapa barang yang telah di susuan di atas PALLET dengan beberapa jenis barang yang berbeda . Barang tersebut akan di angkat dari pinggir jalan ke atas gedung , di atas gedung sudah ada beberapa orang bersiap menerima barang tersebut . Di sekitar area penggangkatan terdapat banyak mobil yang sedang terparkir . Ada juga beberapa orang yang melintas dan seekor anjing yang menggoongong ke arah pekerja . Saat pengangkatan sedang berlangsung tiba-tiba beban yang di angkat terjatuh karena terlepas nya kaitan SYINTETICH WEBBING SLING yang di kaitkan ke HOOK CRANE . Benda tersebut pun terjatuh menimpa mobil yang sedang terparkir d bawah penggangkatan barang

    Analisis Alat dan Peralatan
    • Cara pekerja mengikat beban yang akan di angkat salah , karena terlihat di video tersebut syintetich webbing sling hanya di ikat kan dengan syintetich webbing sling lainya untuk kemudian di kaitkan dengan hook
    • Jenis pallet yang digunakan tidak sesuai karena yang di gunakan dalam pengangkatan adalah pallet kayu . sedang kan pallet kayu sudah tidak di rekomendasikan untuk di gunakan dalam penggangkatan yang menggunakan crane

    Analisis Lingkungan Kerja
    • Terlihat jelas di dalam video tersebut bahwa masih terlalu banyak kendaraan dan beberapa orang yang lalu lalang melintasi tempat pengangkatan tersebut
    • Tidak ada nya rambu – rambu bahaya untuk melarang orang yang tidak berkepintingan dan mobil melintasi area tersebut

    Faktor Penyebab Langsung
    • Human eror dari video tersebut terlihat jelas bahwa pekerja melakukan kesalahan dalam mengikat beban sebelum di angkat , selain itu pekerja juga menggunakan jenis sling yang tidak sesuai
    • Ada nya mobil – mobil yang terparkir di bawah pengangkatan
    • Pekerja menggunakan tali untuk mengikat syintetich webbing sling dan mengaitkan nya ke hook crane

    Faktor yang Memberikan Kontribusi atas Kecelakaan
    • SOP yang tidak sesuai dalam pengangkatan
    • Para pekerja tidak memiliki kemampuan yang sesuai dalam melakukan pekerjaan tersebut
    • Kurang nya komunikasi atau pemberitahuan antara pekerja dan beberapa pihak yang tidak berkepentingan

    Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
    Dengan menggunakan hirarchy of control dan mengendalikan resiko atas pekerjaan tersebut ;

    • Subtitusi : Mengganti pallet kayu dangan pallet yang lebih memiliki spesifikasi yang lebih bagus

    • Isolasi : Memberi warning tape agar mobil atau orang yang tidak berkepentingan lalu lalang

    • Administrasi : Membuat SOP yang sesuai dangan prosedur

    • Training : Memberikan pelatihan , agar para pekerja lebih peka dalam menghadapi bahaya

    • Apd : Setiap pekerja wajib menggunakan APD yang sesuai standard.

    Nama : Rizky Ramadan AS
    NPM : 14.11.106.701501.1255
    Kelas : B1/Sore
    Semester : II

  48. TUGAS 4

    1). KRONOLOGIS KEJADIAN

    Pada tanggal 01 april 2015, tepatnya pada pukul 14.00 WIB di kota Ciamis ada seorang operator crane PT. ADI MANDIRI JAYA bernama William ( 32 ) dan seorang pengawas safety officer bernama Michael Jhon ( 35 ), beserta 3 orang pekerja yang berada di lantai paling atas kantor untuk menerima peralatan yang akan di angkut dengan crane, dan ada sejumlah perlengkapan barang milik perusahaan yang akan di angkat dengan menggunakan truck crane barang atau aset berupa perlengkapan server IT, yaitu 20 unit telpon, 3 unit rak server IT, dan 6 roll kabel LAN yang baru saja di beli pada tanggal 30 maret 2015.
    Saat Operator crane mengemudikan truck crane untuk mengangkat muatan barang dengan berat bebannya kurang lebih 500 kg pada saat mengangkat muatan tiba-tiba tali webbing terlepas pada ketinggian 20 meter dan mengenai 1 unit mobil ( BMW / B 005 S ) mobil itu mengalami kerusakan yang sangat parah dan barang atau aset perusahaan yang terjatuh mengalami kerusakan, dan untung saja seorang kakek yang berada di dekat sekitar mobil kejadian tidak terkena barang yang terjatuh. Setelah terjadi kejadian tali webbing putus / tak kuat bukannya seorang operator itu bertanggung jawab atas kesalahannya tapi operator itu malahan lari dan lepas dari tanggung jawabnya. Karena kelalaian operator crane atau kurangnya inspeksi pada tali webbing dari kejadian tersebut perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar bisa di perkiran hampir 1 milliar.

    2). ANALISIS ALAT DAN PERALATAN

    – Alat yang digunakan yaitu : truck crane, crane tipe ini bisa berpindah tempat dari satu proyek ke proyek lainnya tanpa bantuan dari alat pengangkutan. Namun, bagian dari crane tetap harus dibongkar untuk memudahkan perpindahan. Truck crane juga bisa berputar 360 derajat. Truck crane tersebut setelah hook crane di pasang dengan alat bantu webbing dan pallet yang sudah terisi dengan barang, pada saat mulai di angkat dengan ketinggian 20 meter tiba-tiba tali webbing terputus dan mengenai mobil yang sedang terparkir di bawah
    – Kurangnya inspeksi pada tali webbing, kemungkinan tali webbing putus karena memang sudah tak layak di gunakan sehingga tak kuat untuk mengangkat beban yang terlalu berat
    – Tidak menggunakan APD yang lengkap seperti eye protection dan masker karena kondisi yang sangat panas dan silau karena pancaran matahari dan menggunakan masker agar tidak terhirup debu.

    3). ANALISIS LINGKUNGAN KERJA

    – Kondisi Lingkungan kerja yang kurang aman untuk pengoperasian truck crane
    – Kurangnya kerja sama team dan pengawasan dari pihak safety, Pengawas gunanya untuk melakukan kontak langsung dengan setiap pekerja dan dapat memeberikan arahan dalam meniadakan tindakan atau kondisi tidak aman yang dapat menimbulkan kecelakaan Pengawas dapat menetapkan secara tepat alat-alat pelindung keselamatan yang diperlukan untuk setiap jenis dan kondisi kerja
    – Banyaknya mobil yang terparkir kemungkinan akan menyulitkan untuk mencari posisi yang benar untuk pengoperasian truck crane
    – Kondisi lingkungan yang sedikit berdebu, panas dan sinar matahari yang tampak silau.

    4). FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG.

    – Kelalaian dan kecerobohan operator crane pada saat melakukan pengoperasikan truck crane.
    – Operator crane yang kemungkinan belum berpengalaman
    – Tali webbing putus karena beban yang terlalu berat atau kurangnya inspeksi pada alat bantuan crane seperti tali webbing
    – Kurang tanggung jawabnya operator crane setelah terjadi insident

    5). FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN

    – Kurang tanggung jawabnya operator crane setelah kejadian dia lari begitu saja tanpa ada rasa bertanggung jawab
    – Tidak mengikuti prosedur SOP atau JSA dalam melaksanakan pekerjaan.
    – Kurangnya keahlian atau keterampilan yang dimiliki oleh pekerja
    – Tidak pernah mengikuti pelatihan / training sebelumnya sehingga kurangnya pengetahuan operator crane untuk cara mengemudi dengan menggunakan truck crane

    6) . REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI

    – Sebelum bekerja diadakan briefing lebih dulu mengenai keselamatan, situasi, dan kondisi lingkungan kerja
    – Mengeliminasi mobil – mobil yang terparkir dan pastikan semuanya sudah aman saat mengoperasikan crane agar tidak terjadi yang ke dua kalinya.
    – Pastikan bahwa pekerjaan dilakukan oleh pekerja yang ahli di bidangnya.
    – Pihak safety officer atau pengawas seharusnya lebih memerhatikan atau memberi arahan pada pekerja saat melakukan pekerjaannya.
    – Lakukan pekerjaan sesuai dengan pengaturan administrasi yang ada berdasarkan prosedur ( SOP, JSA dan Aturan )
    – Pasang rambu – rambu jika ingin malakukan pekerjaan tersebut
    – Mengganti tali webbing apabila memang sudah tak layak di gunakan lagi,
    – Memberikan pelatihan mengenai keselamatan kerja sebelum dapat melakukan pekerjaannya.

    Nama : Adi Gunawan
    Kelas : B2
    Semester : 2
    Jurusan : D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1437

  49. 1. Kronoligis Kejadian
    Pada tanggal 01 April 2015, diperkirakan sekitar pukul 09.10 WITA, sebuah kendaraan alat angkat angkut jenis self propelled crane buatan jepang dengan SWL crane 100 kg dan batas standar tinggi pengangkatan crane 50 m yang berusia 10th, digunakan untuk mengangkut alat-alat kantor ke pencakar langit gedung apartemen setinggi 54 m di jl.Ahmad Yani, Kel.Gn Sari Ilir, Balikpapan Tengah, dengan masing-masing berat alat kantor sbb :
    – 2 Buah Lemari Besi : 7 Kg/buah = 14 Kg
    – 7 roll Kabel Extension Berwarna Biru : 2 Kg/roll = 14 Kg
    – 15 Unit Telepon Rumah : 0.5 Kg/unit = 7.5 Kg
    – 1 Buah pallet 1.5 m x 1.5 m : = 5.5 Kg +
    – Total : 41 Kg
    Kejadian melibatkan seorang Operator Crane bernama James berusia 38th yang bekerja di perusahaan jasa angkat angkut selama 18 tahun dan seorang Rigger bernama Mark berusia 35th yang bekerja selama 2 bulan sebagai rigger.
    Pada pukul 08.30 WITA seorang operator crane (James, 38th) dan seorang rigger (Mark, 35th) dari PT. Maju Mundur berangkat dari kantor menuju lokasi pengangkutan dan tiba di lokasi pengangkutan pada pukul 08.45 WITA dengan posisi crane berada di tengah jalan raya yang terdapat mobil sedan warna silver KT 0115 AP parkir tepat disebelah crane tersebut. Pada pukul 09.05 WITA seorang rigger (Mark, 35th) mulai mempacking alat-alat kantor tersebut ke atas pallet kayu dengan ukuran 1.5×1.5m dengan memasang 4 belt pada 2 sisi pallet tersebut yang disambungkan dengan hook crane dan mengikat alat-alat kantor tersebut dengan selotip plastik yang pada saat itu juga ada seekor anjing jenis cihuahua yang menggonggong kearah alat-alat kantor yang akan diangkut. Pada pukul 09.10 WITA seorang rigger (Mark, 35th) melakukan aba-aba kepada operator crane (James, 38th) untuk mulai melakukan pengangkatan alat-alat kantor tersebut. Pengangkatan dilakukan secara spontan dan tergesah-gesah, ketika operator crane (James, 38th) mengangkat alat-alat kantor tersebut sejauh 5 m dan sekitar setinggi 15 m permukaan tanah dari lokasi awal pengangkatan yang tepat berada diatas mobil sedan warna silver KT 0115 AP yang parkir disebelah crane tiba – tiba saja sambungan antara hook crane dan belt terlepas dan jatuh menimpa mobil sedan warna silver KT 0115 AP yang menyebabkan mobil sedan warna silver KT 0115 AP itu rusak/hancur serta alat-alat kantor yang diangkut rusak dan berserakan di jalan raya, pada saat itu juga ada seorang kakek tua yang sangat terkejut karena mendengar suara keras dari alat-alat kantor yang menjatuhi mobil sedan warna silver KT 0115 AP yang parkir disebelah crane. Setelah kejadian tersebut operator crane (James, 38th) melarikan diri yang kemudian dikejar oleh seorang rigger (Mark, 35th) dan didapati operator crane (James, 38th) dalam keadaan mabuk.

    2. Analisis Alat dan Peralatan
    1. Crane yang dipakai sudah berusia 10 yang dapat menyebabkan korosif pada komponen crane dan beresiko komponen crane dapat patah/rusak.
    2. Sambungan antara hook dan belt yang sudah dalam kondisi korosif dan tidak diinspeksi.
    3. Wadah pengangkatan yang tidak sesuai dengan material yang akan diangkut, membuat operator crane kesulitan ketika melakukan pengangkatan.
    4. Tidak ada barikade dilokasi pekerjaan, sehingga masyarakat umum masih bisa melewati lokasi pekerjaan sebagai jalur akses mereka.
    5. Tidak ada safety sign disekitar lingkungan pekerjaan.

    3. Analisis Lingkungan Kerja
    1. Tinggi pengangkatan melebihi standar batas pengangkatan crane.
    2. Mobil sedan KT 0115 AP yang masih terpakir dilokasi pekerjaan, yang mengkibatkan kerugian material
    3. Tidak ada perhitungan pada kondisi kecepatan angin yang selalu bertambah apabila pengangkatan semakin tinggi.

    4. Faktor Penyebab Langsung
    1. Operator crane yang sedang dalam keadaan mabuk mengoperasikan crane sehingga kurangnya konsentrasi pada saat pengangakatan dan rigger yang bekerja sebagai pegawai baru tanpa pengawasan supervisor atau menthornya sehingga tidak memperhatikan kondisi sambungan antara hook dan belt, yang membuat kejadian tersebut sebagai suatu perilaku kerja yang tidak aman.
    2. Kondisi crane yang tidak pernah dilakukan kalibrasi, tinggi pengangkatan melebihi standar batas pengangkatan crane, tidak ada safety sign, lingkungan pekerjaan tidak dibarikade yang beresiko fatality pada masyarakat yang menggunakan lokasi pekerjaan sebagai jalur akses berjalan ataupun memarkirkan kendaraan mereka membuat sebagai suatu kondisi lingkungan kerja yang tidak aman.

    5. Faktor yang Memberikan Kontribusi atas Kecelakaan
    1. Hook dan belt yang tidak dilakukan inspeksi saat sebelum memulai pekerjaan.
    2. Supervisor tidak melakukan briefing/toolbox meeting dan tidak memperhitungkan kecepatan angin sebelum melakukan pekerjaan
    3. Wadah pengangkatan yang tidak sesuai dengan material yang akan diangkat.
    4. Pekerja melanggar prosedur pekerjaan alat angkat angkut.

    6. Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
    1. Supervisor bersama HES Officer melakukan briefing/toolbox meeting dan JSA (Job Safety Analysis) sebelum melakukan pekerjaan, pastikan pekerja mengetahui bahaya dan resiko apa saja saat melakukan pekerjaan dan sosialisasikan tentang pengendalian bahaya dan resiko tersebut pada pekerja.
    2. Pengawasan pada rigger/pekerja yang masih dalam periode SSE (Short Service Emplyee) yang dilakukan oleh supervisor bersama dengan HES Officer perusahaan, pastikan supervisor atau menthor selalu mengecek kembali pekerjaan yang dilakukan pekerja SSE (hanya untuk pekerjaan yang sangat tinggi resikonya).
    3. Barikade area pekerjaan dengan memberikan safety line di sekitar lokasi pekerjaan, memberikan safety sign bahwa sedang ada pekerjaan pengangkatan barang dengan crane agar tidak terjadi fatality ataupun property damaged.
    4. Periksa kondisi kesehatan pekerja secara visual dan lisan sebelum melakukan pekerjaan, pastikan kondisi pekerja dalam keadaan sehat agar pekerja fokus saat melakukan pekerjaannya.
    5. Inspeksi berkala untuk crane, ganti/perbaiki komponen crane yang rusak.
    6. Pastikan para pekerja mengikuti prosedur pekerjaan, perhatikan dan sesuaikan SWL crane dengan material yang akan diangkut, pastikan tinggi pengangkutan sesuai dengan batas standar tinggi pengangkutan crane, gunakan bucket sebagai wadah pengangkatan bukan pallet, karena pallet hanya untuk forklip.

    Nama : Ilham Sutrian Kasuma
    NPM/NIM : 14.11.106.701501.1234
    Semester : II
    Kelas : B1

  50. Kronologis kejadian :
    Pada tanggal 31 april 2014 sedang melakukan pemindahan barang perusahaan yg akan dipindahkan ke atas gedung dengan ketinggian ±12 meter dengan menggunakan alat hilarious crane,pemindahan dilakukan dengan 5orang di sekitar area,3 orang sebagai penerima barang diatas,,seorang sebagai pemberi aba – aba dan 1 orang lagi sebagai operator.di area sekitar pemindahan barang terdapat 2 orang pejalan kaki,,seekor anjing,dan mobil yg lagi parkir.
    Pada saat pemindahan barang dari bawah ke atas dengan menggunakan hilarious crane proses berjalan dengan lancar,dan di saat ketinggian±11 meter webbing yang digunakan putus sehinnga barang yg akan dipindahkan terjatuh dan menimpa kendaraan dibawahnya.
    Tidak ada korban jiwa , hanya kerugian material berupa 1 kendaraan mobil dan property perusahaan yang akan dipindahkan.
    Analisis dan Alat Peralatan:
    a. herilious crane dalam kondisi baik
    b. kondisi alat angkut seperti pulley,wire rope sling,hock,webbing,pallet
    c. properti kantor seperti gulungan kabel,,telpon,dan lemari

    Anaisis lingkungan kerjanya:
    Di dalam kawasan area tersebut,terdapat 5 orang,1 orang pria,dan 1 buah unit mobil,dan pada saat proses pemindahan barang berlangsung suara anjing itu mengganngu konsentrasi operator tesebut sehingga property perusahaan tersebut terjatuh dan menimpa kendaraan 1 buah unit mobil tersebut.

    Faktor penyebab langsung:
    1. Kondisi sling dan webbing yang kurang bagus
    2. Terdapatnya kendaraan di area pekerjaan
    3. Kurangnya konsentrasi operator karena suara hewan seperti suara anjing
    4. Tidak adanya inspeksi webbing,hock,wire rope sling,pallet,dan pulley

    Faktor penyebab tidak langsung:
    1. Perhitungan beban angkat
    2. Pengecekan kondisi alat angkutnya
    3. Tidak adanya tanda bahaya atau rambu – rambu k3 dalam kawasan area tersebut
    4. Tidak adanya training/lisensi untuk operator pengangkutnya

    Rekomendasi :
    a. Sebelum melakukan pemindahan barang kondisi alat angkut terpasang dengan benar
    b. pembersihan atau isolasi area agar tidak ada kendaraan dan orang selama proses pengangkutan
    c. harus adanya inspeksi perlengkapan alat angkut dalam kondisi layak pakai
    d. melakukan perhitungan beban yang akan diangkut untuk memastikan sesuai dengan kapasitas angkut dari alat angkut
    e. melakukan training atau sertifikasi bagi operator dan signman agar pekerja terampil
    f. memberi tanda atau rambu – rambu K3,agar tidak ada orang yg memasuki selama proses pengangkutan itu berlansung

    Nama :Ahmad Syaiful Anwar
    Npm : 13.11.106.701501.0850
    Semester : IV
    Kelas :B2

  51. Kronologi Kejadian :

    Kejadian bermula pada suatu hari, tanggal 14 Februari 2015, di sebuah perumahan elit di kawasan jakarta selatan, Direktur Pt Maja Bintang Utama Bernama EDI BROKOLI Membuka cabang perkantoran baru di kawasan tersebut. Kantor tersebut Hanya perlu membutuhkan peralatan kantor untuk melengkapi fasilitas – fasilitas yang ada di kantor cabang baru tersebut, kantor itu memiliki lantai hingga 12. Untuk itu, EDI BROKOLI berpikir bagaimana cara membawa barang – barang tersebut tanpa harus membawa dari lantai dasar hingga ke lantai atas, oleh karena itu, beliau lalu menyewa sebuah crane dengan kekuatan beban angkat hingga 10 ton. EDI BROKOLI sekaligus menyewa operator sekaligus pengawas crane tersebut. Yang bertindak sebagai operator ialah MAKSUM dan yang bertindak sebagai pengawas ialah MAICHAEL dari PT Super crane. MAKSUM sebagai operator crane ditugaskan oleh EDI BROKOLI untuk mengangkat barang – barang keperluan kantor, MICHAEL sebagai pengawas crane ditugaskan untuk mengawasi tersebut. Namun MICHAEL seperti acuh tak acuh terhadap perintah yang diberikan kepadanya, dia tidak memperhatikan sling benar terikat atau tidak, sling yang digunakan untuk mengangkat beban tersebut benar atau tidak, dia malah asik memperhatikan anjing yang menggonggong kepadanya. MAKSUM akhirnya mengangkat barang tersebut tanpa mengetahui sling tersebut terlihat longgar dan sling tersebut salah penggunaan. Saat barang tersebut terangkat, terasa seperti barang tersebut bergoyang di atasa karena tiupan angin, MAKSUM ternyata tidak menghiraukan kejadian tersebut, dia tetap mengangkat barang tersebut. Saat ketinggian 30 meter, barang tersebut terjatuh dan menimpa sebuah mobil milik yang parkir dekat area kerja MAKSUM dan MICHAEL. Mobil tersebut milik JAKA ERNESTO. JAKA ERNESTO adalah warga sekitar yang tinggal dekat dengan kantor milik EDI BROKOLi yang baru dibangun tersebut. JAKA yang tidak tahu – menahu penyebab kejadian tersebut, kaget melihat mobilnya telah hancur, MAKSUM yang panik akhirnya melarikan diri meninggalkan pekerjaannya begitu saja, MICHAEL sebagai pengawas kecewa terhadap pekerjaan MAKSUM dan hanya bisa pasra melihat kejadian tersebut, EDI BROKOLI sebagai pemilik barang sekaligus yang telah menunggu di atas gedung, terlihat marah, dan sangat kecewa melihat pekerjaan MAKSUM dan MICHAEl, dan harus mengganti rugi atas mobil yang telah dihancurkan oleh mereka berdua.

    Analisa Alat dan Peralatan :

    Dari video yang telah saya saksikan, terdapat alat dan peralatan yang berhubungan langsung dengan kejadian tersebut. Yaitu, crane 10 ton milik PT Super Crane tersebut. Setelah saya analisa crane tersebut terbuat dari bahan yang kuat (besi/baja), untuk jadwal inspeksi, saya kurang mengetahui, namun terlihat crane tersebut jarang di inspeksi, untuk tahun pembelian crane tersebut juga tidak saya ketahui, namun bisa saya simpulkan bahwa crane tersebut masih layak pakai, terlihat crane tersebut masih bisa mengangkat beban setinggi 30 meter.

    Analisa Faktor Lingkungan :

    Dari video yabg telah saya saksikan, lingkungan di area sekitar tempat kerja sangat luas. Banyak terdapat mobil yang perkir di pinggir jalan, karena daerah perumahan, cuaca sejuk, terlihat bayangan pekerja terdapat di depan mereka, pencahayaan di tempat tersebut sangat baik, karena langsung di berikan pencahayaan oleh matahari, dan angin juga sangat kencang, terlihat barang yang di angkat bergoyang saat di angkat.

    Faktor Penyebab Langsung :

    Dari video yang telah saya saksikan, ada beberapa faktor penyebab langsung yang bisa saya dapat, yaitu :

    – MAKSUM sebagai operator crane kurang berhati – hati saat menggunakan crane, sehingga membuat barang tersebut terjatuh.

    Faktor Yang Memberikan Kontribusi :

    Dari video yang telah saya saksikan, saya juga mendapatkan ada beberapa faktor yang memberikan kontribusi terhadap kejadian tersebut, yaitu :

    – MAKSUM sebagai operator kurang mengerti bagaiman cara menggunakan crane yang baik, benar, dan aman.
    – MICHAEL sebagai pengawas kurang mengawasi pengikatan crane saat pengangkatan barang tersebut dilakukan, sehingga mengakibatkan barang tersebut terjatuh.
    – PT Super Crane sebagai penyedia jasa penyewaan crane, kurang memberikan penyulhan JSA dan SOP penggunaan crane kepada MAKSUM dan MICHAEL
    – Crane tersebut kurang di inspeksi apakah layak pakai atau tidak untuk melakukan pekerjaan tersebut.
    – Di crane tersebut kurang diberikan HIERARCHY OF CONTROL

    Rekomendasi Agar Kejadian Tersebut Tidak Terulang Kembali :

    Dari video yang telah saya saksikan, ada beberapa rekomendasi yang saya berikan terhadap kejadian tersebut, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, yaitu :

    – MAKSUM sebagai operator crane harus diberikan pelatihan bagaimana cara menggunakan crane dengan baik, benar, dan aman
    – MICHAEL sebagai pengawas harus diberikan pelatihan kepengawasan agar menghindari kecerobohan pengikatan sling yang dilakukan olehnya
    – PT super crane harus melakukan safety breefing kepada pekerja sebelum mereka melakukan pekerjaan tersebut.
    – Crane harus di inspeksi secara berkal, agar mengetahui crane tersebut diketahui berapa beban angkat yang dapat diangkat
    – Crane harus dipasang sensor berat, jika beban yang diangkat melebihi kapasitas crane, maka sensor akan berbunyi, dan crane saat bekerja harus diisolasi dari benda – benda asset yang jika terjatuh dapat merugikan jika terjadi seperti dalam video tersebut.

    Nama : Rima Fauziah
    Kelas : B1
    Semester : 2
    Npm : 14.11.106.701501.1231

  52. 1. Kronologis kejadian
    Dari video diatas, saya membuat kronologi sebagai berikut :
    Senin 7 April 2014, disebuah komplek perusahaan terdapat sebuah team pengangkatan alat perkantoran, team tersebut terdiri dari 1 orang operator Paul (32) 1 orang rigger Suwandi (29) dan 2 helper Sakti (24) dan Tejo (23) yang berada di atap kantor, serta 1 orang yang merekam video.
    Pekerja sedang melakuakan pengangkatan alat alat perkantoran untuk ditempatkan diatas atap kantor dengan ketinggian 16m, pengangkatan menggunakan crane berjenis mobile crane Tadano OC-250E dengan kapasitas angkat crane max 27ton, dan juga menggunakan pallet sebagai alas alat kantor tersebut dan webbing sling, setelah memulai pengangkatan diawal tidak terjadi apa apa namun pada ketinggian 7 meter palett bergoyang goyang kemudian webbing sling yang dipakai putus sebelum tiba diatap kantor tersebut untuk diterima 2 orang helper yang telah menunggu diatas atap kantor, hasilnya alat alat perkantoran itu terjun bebas mengenai sebuah mobil sedan dengan plat polisi AB.2345DC yang berada disekitar area peangangkatan, sehingga alat alat maupun mobil sedan tersebut mengalami kerusakan parah. Diakhir video tersebut juga diperlihatkan operator yang melarikan diri karena kejadian tersebut dan karywan perrusahaan yang kesal karena alat kantor tersebut tidak sampai kepada dirinya.

    2. Analisis alat dan peralatan
    – Crane yang digunakan berjenis mobil crane Tadano OC-250E berkapasitas angkat max 27ton tahun pembuatan 2000 dan tahun pembelian 2003 telah dioperasikan selama 11tahun
    – Aksesoris penunjang alat angkat seperti Pallet berkapasitas 1 ton, webbing sling, sling wire namun tidak diinspeksi secara rutin
    – APD yang digunakan cukup lengkap meliputi safety shoes, hand gloves, safety helmet, dan juga baju dengan reflektor yang berfungsi mengurangi dampak cidera

    3. Analisis lingkungan kerja
    – Kondisi lingkungan kerja berupa komplek perusahaan yang terdapat bangak mobil karyawan karyawan disekitar area kerja
    – Adanya kemungkinan gangguan oleh pejalan kaki yang melintas
    – Angin yang deras menyulitkan operator menstabilkan beban yang diangkat
    – Cuaca yang terlalu terik/panas sehingga mengganggu pandangan pekerja
    – Terdapat pepohononan disekitar area kerja yang memungkinkan menggangu gerak swing dari crane

    4. Faktor penyebab langsung
    – Webbing sling yang dipakai untuk menagangkat alat-alat kantor putus karena tidak pernah diinspeksi
    – kelalaian kecerobohan rigger dan operator saat meakukan pekerjaan
    – Tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur standar
    – APD yang digunakan tidak lengkap yaitu tidak adanya safety googles

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    – Kurangnya pelatihan yang diberikan kepada pekerja
    – Pekerja kurang kompeten dalam melakukan pekerjaannya
    – Kurangnya pengawasan dari supervisior atau HSE
    – Tidak diinspeksinya alat dan peralatan sebelum melakukan pekerjaan

    6. Rekomendasi
    – Memberikan training kepada setiap pekerja tanpa terkecuali tentang SMK3
    – Memberikan pelatihan kepada karyawan tentang masing masing bidang pekerjaan agar pekerja tersebut lebih kompeten
    – Melakukan Inspeksi dan perawatan alat dan peralatan secara rutin
    – Memberi tape line disekitar area kerja agar orang lain tidak melintas
    – Dilakukan brefing sebelum melakukan pekerjan agar terjalin komunikasi yang baik
    – Inspeksi keadan lingkungan kerja sebelum melakukan pekerjaan.

    Nama : M. Wahyu Isnandar
    NPM : 14.11.106.701501.1271
    Semester : 2 (Dua)
    Kelas : B2

  53. #TUGAS 4
    1. KRONOLOGIS KEJADIAN.
    CHICAGO – Insiden jatuhnya barang angkutan dari mobil crane yang menimpa sebuah mobil sedan di sekitar area pengangkatan, Kamis 20 Agustus 2014 lalu. Seorang pekerja bernama Smith (38) melakukan pengakatan dibantu oleh 3 teman pekerjanya John (39), Frank (39), James (42) dan seorang pemilik barang Thomas (35) menggunakan mobil crane jenis hilarious pada pukul 14.37 sore.
    Saat itu Smith dan 3 pekerja lainnya ingin memindahkan barang berupa gulungan kabel, alat-alat elektronik dan beberapa lemari besi dari pinggir jalan ke atas gedung 3 lantai dan sekitar 15 meter jarak antara mobil crane dengan bangunan gedung. Smith sebagai operator mobil crane dan Jhon yang mengikat barang serta Frank dan James Thomas berada diatas gedung untuk mengarahkan barang keatas gedung.
    Jhon yang saat itu mengikat barang menggunakan tali belt pada mobil crane menyatakan bahwa barang siap diangkat, saat mulai pengakatan semua terlihat aman sembari 2 rekan yang lain memberikan arahan dari atas gedung. Setelah barang terangkat sekitar 8-9 meter tali belt terputus dan barang barang jatuh menimpa mobil sedan yang sedang terpakir. Beruntung warga sekitar yang melintas tidak tertimpa barang jatuh.
    Melihat kejadian tersebut Smith sebagai operator mobil crane merasa bersalah berlari meninggalkan lokasi kejadian tersebut tanpa bertanggung jawab sementara sementara 3 rekannya yang lain hanya diam dan pemilik barang yang terlihat sangat kecewa atas kejadian tersebut.
    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN.
    • Peralatan (tali belt) yang digunakan sudah tidak layak pakai.
    Terlihat pada rekaman kejadian bahwa peralatan tali belt yang digunakan untuk mengikat barang terputus saat melakukan pengangkatan yang menunjukan bahwa tali belt sudah tidak layak pakai lagi.
    3. ANALISIS LINGKUNGAN KERJA.
    • Lingkungan/tempat kerja yang tidak aman.
    Pada rekaman kejadian terlihat pekerjaan dilakukan di sekitar area pinggir jalan dan yang menjadikan pekerjaan tidak aman adalah pekerja tidak melakukan clear area/pengamanan tempat kerja sebelum melakukan pekerjaan seperti tidak memasang safety line, menjauhkan mobil-mobil yang terpakir disekitar kegiatan pengangkatan barang. Sehingga warga sekitar bebas lalu-lalang di area tersebut.
    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG.
    • Peralatan kerja yang tidak layak pakai.
    • Lingkungan kerja yang tidak aman.
    • Beban barang angkutan yang berlebih.

    5. FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN.
    • Kurangnya pelatihan terhadap pekerja.
    • Pemeriksaan peralatan keraja yang kurang.
    • Kuranngnya komunikasi antar pekerja.
    • Tidak adanya tanggung jawab pekerja terhadap pekerjaan.

    6. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI.
    Setelah melihat kejadian tersebut dan telah melakkukan analisis dari berbagai faktor terjadinya kecelakaan. Saya merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut;
    • Sebelum melakukan pekerjaan selalu briefing/safety talk agar pekerja saling mengingatkan tentang pekerjaan apa yang akan dikerjakan nantinya.
    • Selalu lakukan pengecekan serta pastikan tempat kerja aman dari resiko bahaya yang akan terjadi.
    • Selalu lakukan pengecekan dan pastikan peralatan yang akan digunakan lengkap dan layak pakai.
    • Saat bekerja selalu gunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan standar.
    • Lakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ada (SOP).

    Nama: Marliansyah Gading
    NPM: 14.11.106.701501.1308
    MK: Investigasi Insiden
    Kelas: A1

  54. Kronologis kejadian

    Pada suatu hari, selasa 21 saptember 2014 tepatnya pukul 13:00 PM terdapat sebuah pekerjaan pengangkatan material berupa kabel LAN sebanyak 5 roll di mana setiap 1 roll kabel sepanjang ± 600 meter (m) seberat ± 200 kilogram (Kg), 2 lemari besi dimana masing-masing lemari seberat ± 150 Kg dan puluhan telepon kantor dimana semua material di tumpuk pada 1 tempat yaitu di sebuah vallet berukuran 2x2m. Proses pengangkatan material tersebut menggunakan mobil crane (truck crane), webbing sling. Pada saat proses pengangkatan terdapat beberapa pekerja diantaranya David (supervisor), Rian (operator), Dika (Rigger) dan beberapa pegawai yang berkerja di kantor tersebut.

    Saat proses pengangkatan material terdapat seorang operator yang menjalankan crane yaitu Rian (30), seorang supervisor yang mengawasi jalannya pekerjaan yaitu David (32), dan rigger sebagai pemberi kode pada operator agar lebih berhati-hati saat mengangkut material tersebut yaitu (Dika). Dan masing masing personel di lengkapi peralatan safety berupa handgloves, safety shoes, safety helmet, dan baju safety (coverall). Sebelum Rian mengoperasikan crane untuk mengangkat material David terlebih dulu mengaitkan sebuah webbing sling di sekitar valet sebagai pengikat saat material akan diangkat. Setelah mengaitkan webbing sling pada sebuah valet dan di kaitkan lagi di hooks crane. Setelah semua siap David memberikan kode kepada Dika untuk bersiap-siap dan memberikan kode kepada Rian untuk memulai proses pengangkatan. Pada saat proses pengangkatan di mulai awalnya material yang angkat baik-baik saja tapi ketika material tersebut mulai di posisi yang tinggi sekitar 10m valet yang berisikan material tadi tiba-tiba saja goyang di karenakan jalannya crane yang sedikit terlalu cepat dan saat material berada di ketingggian material itu di terpa angin kencang sehingga membuat material tersebut lebih goyang menjadi tidak stabil. Menyadari bahwa material yang di angkat tadi berbahaya dan beresiko jatuh dika berteriak kepada rian untuk mengangkatnya secara perlahan dan lebih berhati-hati. Tapi semua itu terlambat suatu hal yang tak di inginkan terjadi valet itu terjatuh di karenakan material yang di angkat tidak stabil membuat webbing sling terputus. Saat material tersebut jatuh di bawahnya terdapat sebuah mobil di parkir dan menimpah mobil tersebut. Tepat saat valet terjatuh menimpah sebuah mobil tampak seorang kakek sebut saja anton (50) shock melihat kejadian tersebut di depan matanya dan tidak bisa berbuat apa-apa. David yang mengawasi jalannya pekerjaan pun ikut terdiam tidak bisa berbuat apa-apa sedangkan David yang mengoperasikan crane saat insiden tersebut terjadi dia panic dan berlari melihat kejadian itu.

    Analisih Alat Dan Peralatan

    Alat dan peralatan yang di gunakan saat proses pengangkatan yaitu :
    • Sebuah mobil crane (truck crane) di gunakan untuk mengangkut material yang berat-berat
    • Webbing sling sebagai alat pengikat atau pengait barang yang akan di angkut
    • PPE ( Handgloves, safety shoes, safety helmet, dan baju safety atau coverall ) sebagai alat pelindung untuk mengurangi efek suatu resiko atau bahaya
    • Kabel LAN 5 roll dimana masing-masing kabel 1 rollnya ±200 kg
    • 2 lemari besi yang beratnya masing-masing ±150 kg
    • Puluhan telepon kantor

    Analisis Lingkungan Kerja

    • Tidak terdapat sebuah warning sign atau warning tape di area pekerjaan agar orang mengetahui bahwa di area tersebut terdapat sebuah pekerjaan dan tidak melintasi atau memarkir di area pekerjaan.
    • Pekerjaan di lakukan di area parkir sehingga saat terjadi insiden bisa menimpah mobil yang terdapat di bawahnya
    • Pencahayaan yang begitu terang sehingga saat mengangkat material operator menjadi kurang fokus
    • Penempatan material yang begitu tinggi sehingga di terpa angin kencang membuat posisi material menjadi tidak stabil

    Faktor Penyebab Langsung

    • Kurang fokus saat melakukan pekerjaannya yang di karenakan pencahayaan yang begitu terang atau silau
    • Kondisi pengangkatan material yang terletak di atas gedung yang tinggi membuat sulit untuk menstabilkan barang tersebut
    • Kecerobohan operator karena mengendarai crane sedikit terlalu cepat membuat material goyang tidak stabil saat di angkat
    • Kecerobohan atau kelalaian supervisor tidak mengecek webbing sling masih layak pakai atau tidak
    • Webbing seling yang di gunakan terputus karena tidak kuat menahan beban yang begitu berat dan tidak stabil

    Faktor Yang Memberikan Konstribusi Atas Kecelakaan

    • Karyawan tidak mendapatkan sebuah pelatihan akan pekerjaan yang akan di lakukannya
    • Karyawan yang kurang berkompeten dalam melakukan pekerjaannya
    • Kurangnya kesadaran karyawan akan SOP
    • Kurangnya komunikasi antar personel
    • Tidak ada briefing atau safety talk sebelum memulai pekerjaan

    Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali

    • Memberikan pelatihan pada setiap karyawan agar setiap karyawan paham akan pekerjaan yang di lakukannya, mengetahui bahaya yang ada di dalam pekerjaannya, dan lebih berkompeten
    • Pada setiap karyawan sebelum memulai pekerjaan terlebih dahulu memahami SOP tentang pekerjaan yang akan di lakukannya
    • Di area kerja di beri warning sign atau warning tape agar orang tahu bahwa di area tersebut terdapat sebuah pekerjaan dan tidak melintasi atau memarkir di area tersebut
    • Mengecek muatan maksimal webbing sling, dan memeriksanya apakah masih layak pakai atau tidak
    • Mengadakan safety talk atau briefing tentang pekerjaan yang akan di lakukan, tentang bahaya atau resiko yang ada pada pekerjaan yang di lakukan agar lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaan tersebut

    Nama : Ariska Sanjaya
    Kelas/jurusan : B1/D4K3
    Semester : II
    NPM : 14.11.106.701501.1239

  55. KRONOLOGIS KEJADIAN
    Pada tanggal 30 Januari 2017 Tepat pukul 12.30.
    Salah Seorang operator crane Wahyudi 30 thn sedang melakukan proses pemindahan barang dan material dari dasar aspal ke Tingkat teratas gedung yang di awasi salah seorang safety sebut saja Ismail (34 Th).selang beberapa saat proses Lifting berjalan dan crane pun Mulai bergerak ke atas mengangkat barang perlahan sekitar ± 10 meter barang terangkat dan tiba tiba Shackle yang bersangkutan langsung dengan hook crane pun terputus,Secara spontan barang pun terjatuh dan menimpa Sebuah mobil jenis sedan Putih,silver bernomor polisi H 44 YU Yang di miliki oleh salah seorang doktor di salah satu rumah sakit di inggris.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    Peralatan yang di gunakan Adlah shackle yang tidak memenuhi standart dan atau bisa jadi sudah lama dan sudah retak sehingga mengurangi daya angkut alat tersebut.dan Tali pengiktat pun harus benar – benar kuat dan dapat di pastikan keselamatan nya

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    Seorang safety harus mengetahui lingkungan sekitar untuk melakukan sebuah lifting .apakah sudah aman atau belum.Kalau di tinjau dari kejadian di atas bahwa kegiatan tersebut di lakukan di sebuah lungkungan yang ramai dan masih terdapat orang berlalu lalang .faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi konsentrasi sang oiperator crane sehingga tidak fokus dengan kegiatan tersebut.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    .Kejadian tersebut terjadi di karenakan Putus nya shackle yang berkaitan dengan hook dan tali pengikat barang.
    .Kelalaian dari seorang safety yang tidak mengecek dan memastikan apakah alat yang di gunakan sudah benar-benar safety dan layak di gunakan

    FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI
    .Kerjadian tersebut didukung oleh faktor lingkungan kerja yakni dengan adanya orang yang lalu lalang di sekitar area lifting dan di tambah laagi denga suara anjing yang menggonggong sehingga mengaggu konsentrasi sang operator.
    .operator crane kurang menguasai medan dan kondisi lingkungan sekitar sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan yang efektif

    REKOMENDASI
    .Ketika hendak melakukan proses lifting hendak nya di pastika bahwa dio lingkungan sekitar tidak ada orang yang memasuki area kerja.
    seharusnya di beri batas atau warning sign atau tanda agar orang tidak ikut masuk dalam lingkungan kerja sehingga mengurangi risiko terjadinya kecelakaan terhadap siapa saja yang berada di bawah crane
    .Sebelum melakukukan proses lifting hendaknya di cek terlebih dahulu untuk memastikan alat dan peralatan bahwa sudah sesuai dengan standar keamanan dan pastikan semua peralatan lifting sudah memenuhi spesifikasi yang telah di tentukan
    .Dari metode pengangkatan pun kurang efektif.karna mereka hanya mengikat di dua sudut saja.sehingga masi ada sudut yang tidak terikat dan ada kemungkinan barang terjatuh ketika di angkut .
    Seharusnya Metode pengangkatan menggunakaqn 4 tali / seling yang di ikatkan di masing – masing sudut pada palet sehingga mengurangi risiko untuk barang terjatuh pada saat pengangkatan.
    .Untuk operator crane pastikan di lakukan oleh operator yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi yang sudah di akui

    AHMAD MUSTAWAN
    D4 – K3
    BI SEMESTER II
    14.11.106.701501.1253

  56. 1. Kronologis Kejadian
    Kejadian bermula saat sebuah perusahaan yang bertempat di Jalan Gatot Subroto sedang melakukan pengangkutan barang kantor berupa beberapa printer, brankas besar, telepon, dan beberapa gulung kabel yang baru saja dibeli pihak perusahaan dari vendor setempat.
    Dikarenakan kondisi lift dan tangga gedung yang sempit sehingga tidak memungkinkan untuk membawa seluruh peralatan ke dalam gedung kantor yang terletak pada lantai tiga. Dengan alasan “efisiensi waktu” pihak perusahaan menyewa mobil crane beserta operator penanggung jawab untuk mengangkut peralatan tersebut melalui rooftop.
    Saat semua peralatan sudah di letakkan di papan pengangkut dan mulai diangkat ke crane, tali pengikat pada crane tersebut terlepas dari pengaitnya sehingga semua peralatan tadi terjun bebas dari ketinggian 20 meter dan menghantam sebuah mobil karyawan yang diparkir tepat di bawahnya.
    Beruntung seorang kakek yang sedang berjalan di trotoar dekat dengan mobil tersebut berhasil menghindar dan tidak mengalami luka serius dari serpihan barang yang terjatuh tadi.
    Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Salah seorang crane operator diamankan pihak kepolisian saat mencoba kabur dari tempat kejadian.

    2. Analisis Alat dan Peralatan
    Dari hasil analisa dapat ditemukan bahwa alat berupa tali yang digunakan untuk mengangkut peralatan tersebut ke pengait crane tidak digunakan secara benar sehingga menyebabkan jatuhnya peralatan tadi.

    3. Analisis Lingkukan Kerja
    Lingkungan kerja yang tidak mengindahkan sekitar juga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan ini, terlihat bahwa lingkungan sekitar kerja tidak dipasang warning sign agar area kerja steril.

    4. Faktor Penyebab Langsung
    Faktor yang berkontribusi langsung terhadap kecelakaan tersebut adalah kurangnya pengetahuan operator penanggung jawab yang mengikatkan tali ke pengait crane dengan tidak tepat. Seharusnya tali pengikat harus dipasang dengan aman dengan mempertimbangkan berat beban yang diangkut, kecepatan angin di area kerja, serta jarak angkut yang dapat mempengaruhi keamanan proses pengangkutan tersebut.

    5. Faktor Tidak Langsung (yang memberi kontribusi)
    – Kurang tepatnya peralatan yang digunakan untuk pengangkutan tersebut.
    – Lingkukan kerja yang tidak di segel (dibatasi) akses nya sehingga menyebabkan bahaya bagi orang yang melintasi nya.
    – Tidak adanya standar operasional prosedur (SOP) yang digunakan untuk mengatur langkah-langkah menggunakan alat angkut secara benar dan aman.

    6. Rekomendasi
    – Langkah awal agar kejadian ini tidak terulang kembali adalah dengan melakukan pelatihan / training kepada operator tentang tata cara melakukan pengangkutan menggunakan crane yang benar dan sesuai sehingga keamanan dalam bekerja tetap terjaga. Tidak hanya mengutamakan ke efisiensian waktu dan tenaga saja tapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan.
    – Yang kedua adalah memberikan peralatan yang layak pakai untuk digunakan dalam bekerja. Peralatan yang seadanya dapat menyebabkan kerugian yang akan memakan biaya yang jauh lebih besar daripada membeli alat yang layak dan aman untuk di operasionalkan.
    – Yang ketiga adalah memberi pembatasan area kerja saat melakukan pengangkutan. Memberi jarak aman bagi pengguna jalan dalam radius beberapa meter dapat mengurangi resiko insiden. Membatasi area kerja menjadi salah satu kunci agar pekerjaan kita aman, jadi jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi seperti dalam kejadian di atas kita dapat meminimalisir kerugian dengan cara mengosongkan (mensterilkan) area kerja.

    Nama : Aprilianda
    NPM : 14.11.106.701501.1248
    Kelas : B1
    Semester : II

  57. KRONOLOGI KEJADIAN
    Pada suatu hari senin,02 januari 20014 jam 10.00 wib di kota depok terlihat sebuah mobil crane yg ada di tengah-tengah perkantoran bank dan juga terlihat seekor anjing yg menggonggong,dengan 1 operator yg bernama michael dan ditemani seorang supervisor bernama kelo dan juga 3 temannya yang ada di atas gedung mereka bekerja di salah satu perusahaan ekspedisi logistik di kotadepok.suatu insiden besar telah terjadi, kejadian tersebut bermula dari kiriman barang ke sebuah kantor bank yang cukup banyak dan besar sedangkan dari pihak bank barang-barang tersebut diminta untuk mengantarkan kelantai atas bank tersebut.
    Jadi untuk menghemat waktu dan tenaga ,perusahaan ekspedisi tersebut menggunakan crane untuk mengangkat barang tersebut.pengangkatan barang pun segera dimulai dengan menggunakan alas 1 buah palet jenis kayu yang sudah terisi penuh barang-barang,kemudian barang-barang tersebut diikat menggunakan plastik putih bening dan diangkat menggunakan webing yang sudah diikat melingkari bawah palet dan dikaitkan dengan hook crane tersebut kemudian operator pun mulai menaikkan barang-barang tersebut,terlihat operator kurang hati-hati,operator sangat tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaannya pada saat ketinggian sdsh mencapai 10m palet terlihat tidak stabil(goyang)dan webingpun putus tepat pada hook crane tersebut,
    Akhirnya palet dan barang-barang tersebut jatuh pada ketinggian 10 dan tepat di atas mobil sedan honda civic yang parkir di sebelah mobil crane tersebut, mobil beserta barang-barangpun hancur semua dan terlihat operator crane melarikan diri .

    ANALISA ALAT DAN PERALATAN
    -crane dengan beban maksimal 10 ton
    -palet dengan ukuran standar dan tidak disertai scafolding d sisinya
    -webing yang kurang perawatan dan inspeksi
    -tidak adanya pengukuran berat beban dan kekuatan webing

    ANALISA LINGKUNGAN KERJA
    -lingkungan kerja yang tidak steril,adanya banyak mobil parkir dilingkungan gerak alat angkat
    -adanya hewan di dekat crane sehingga bisa mengganggu konsentrasi operator
    -tidak adanya warning tape pada lingkunga kerja

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    -Webing yang kelebihan beban
    -tidak adanya scafolding pada palet
    -lokasi kerja yang tidak steril
    -terburu-buru dalam mengoperasikan crane

    FAKTOR YANG MEMBERI KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    -Kurangnya inspeksi berkala pada alat crane dan webing
    -tidak menjalankan sop
    -angin
    -adanya hewan yang menggonggong yang bisa mengganggu konsentrasi pekerja
    -Kurangnya training pekerja

    REKOMENDASI
    -Melakukan inspeksi berkala pada alat dan peralatan sebelum bekerja
    -menghitung kekuatan webing dan berat beban
    -menggunakan palet yang menggunakan scafolding disisinya
    -sterilisasi area dengan memasang warning tape
    -memberikan training pada pekerja
    -menjalankan sop

    NAMA=MOH ABDUL ROKHIM
    NPM=14.11.106.701501.1295
    KELAS=B2
    SEMESTER=2(DUA)

  58. • KRONOLOGIS
    Pada tanggal 28 Desember 2014 di jl.walter terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Kecelakaan terjadi ketika sedang mengangkat material perkantoran dari bawah ke atas gedung perkantoran dengan bantuan crane atau mobil angkut. Material kantor tersebut di letakkan di atas palet yang berukuran kira-kira 2x2m untuk memudahkan pengangkatan material, karna material kantor tersebut tidak hanya 1 jenis dan dengan ukuran yang berbeda-beda. Setelah barang tersebut di taruh di atas palet dan telah di kaitkan tali oleh David (32) sebagai rigger dan belum melakukan pengecekkan ulang, operator Bobby (30) langsung megangkat material tersebut. Pada saat pengangkatan inilah kecelakaan kerja tersebt terjadi, dimana posisi tali yang tidak center karna belum di cek kembali dan material yg disusun di atas palet dengan ukuran kira-kira 2×2 m terlalu banyak sehingga membuat material yg diangkat goyang, kemudian tali tersebut terlepas kaitannya dan menimpa mobil yang sedang parkir di sekitar lingkungan kerja tersebut dan mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar. Bobby sebagai operator tiba-tiba lari mungkin dikarenakan panik setelah kecelakaan itu terjadi.

    • ANALISIS ALAT dan PERALATAN
     Material perkantoran yang di susun di atas palet sangat banyak, memungkinkan terjadi ketidak seimbangan pada saat pengangkatan
     Posisi tali yang tidak center pada kaitan sehingga bergeser pada titik seimbangnya yang menyebabkan barang yang di angkat terjatuh
     Mobil warga yang parkir di area pekerjaan yang mengakibatkan kerugian cukup besar karena terkena jatuhan material.

    • ANALISIS LINGKUNGAN
    Seharusnya pihak dari perusahaan harus mengecek atau memeriksa daerah lingkungan pekerjaan tersebut mengamankan atau menyingkirkan kendaraan warga yang parkir di area pekerjaan agar tidak mengganggu kegiatan. Perusahaan jga harus memasang warnng tape di area pekrjaan agar tidak ada pejalan kaki yang mendekat ke area pekerjaan, karena pekerjaan ini dilakukan di jalan raya dan memiliki resiko yang sangat tinggi

    • FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
     ketidak hati-hatian operator pada saat pengangkatan material sehingga material tidak seimbang dan goyang.
     Barang yang diletakkan di atas palet yang hanya berukuran 2×2 m terlalu banyak
     Unsafe condition/ kondisi lingkungan yang tidak aman karena tidak adanya warning signs di daerah pekerjaan

    • KONTRIBUSI TERHADAP KECELAKAAN KERJA
     Kurangnya kmunikasi antara rigger dan operator, karena rigger belum mengecek kembali material yang akan di pindahan tapi operator sudah mengangkat material tersebut
     Kurangnya kesadaran karyawan akan SOP pada saat melakukan pekerjaan

    • REKOMENDASI
     Perusahaan harus memberikan training kepada semua karyawan agar karyawan lebih memhami pekerjaan yang akan di lakukan
     Sebelum memulai pekerjaan sebaiknya melakukan safety talk atau briefing agar karyawan lebih memahami bahaya dan resiko yang terdapat di area kerja tersebut.
     Sebaiknya di berikan warning signs di sekitar area pekerjaan agar orang-orang di sekitar tau adanya kegiatan pekerjaan pengangkatan barang dan tidak ada orang yang parkir atau melintasi area tersebut.

    NAMA : Muhammad Syamsul Hadi
    NPM : 14.11.106.701501.1235
    KELAS : B1
    SEMESTER : 2

  59. KRONOLOGIS
    Tepatnya pada hari selasa tanggal 5 mei terjadi peristiwa kecelakaan di sebuah perusahan. Dimana sebuah crane memindahkan barang dan barang yang di pindahkan terjatuh dan pastinya menimbulkan kerugian materi terhadap perusahaan.
    Kecelakaan tersebut terjadi saat crane mulai mengangkat atau memindahkan barang Ke tempat yang lebih tinggi , karena crane atau alat angkut yang pergerakannya terlalu cepat sehingga valet yang berisi barang tersebut kehilangan keseimbangan dan tali valet lepas dari pengait crane sehingga barang tersebut jatuh dan mengenai mobil yang ada tepat di bawah valet. Tidak jauh dari mobil tersebut terlihat seorang lelaki tua dan rigger yang sangat shock melihat kejadian itu.Karena melihat kejadian tersebut operator crane merasa panik dan merasa bersalah sehingga melarikan diri dari kejadian. Selain lelaki tua tadi ada saksi lain yang melihat kejadian tersebut dari atas gedung.

    ANALISIS ALAT dan PERALATAN
    • Posisi tali yang tidak seimbang dengan valet.
    • Pergerakan crane yang terlalu cepat sehingga kehilangan keseimbangan.

    Analisis lingkungan
    • Seharusnya mobil yang ada di daerah crane di eliminasi terlebih dahulu.
    • Lingkungan kerja yang berada di area parkiran yang kemungkinan besar menimbulkan kerugian materi.
    • Di berikan warning signs di area pekerjaan agar pejalan kaki tau bahwa di area tersebut sedang melakukan pekerjaan yang berbahaya.
    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    • Operator tidak terlalu paham atas aspek keselamatan kerja, karena kurangnya sosialisasi prosedur pengangkatan dengan crane. Operator yang tidak hati hati saat mengangkat atau memindahkan barang sehingga kehilangan keseimbangan.
    • Kurangnya komunakasi antara rigger dengan operator.
    • Belum di lakukannya inspeksi terhadap hook dan tali pengait.

    KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN KEERJA
    • Lingkungan kerja yang tidak di lengkapi dengan warning signs.
    • Pekerja kurang memahami standar operasional prosedur.

    Rekomendasi
    • Melakukan pemeriksaan teknis sesuai peraturan dan standar terhadap alat yang di gunakan.
    • Safety meeting dan safety talk harus lebih di tingkatkan.
    • Pengawasan harus lebih ketat terhadap alat alat yang akan di gunakan di lapangan.

    Nama : Ahmad Yandi
    Kelas : B1 D4 K3
    NPM :14.11.106.701501.1229
    SEMESTER :2

  60. Tugas #4 :

    1. kronologis kejadian
    Pada suatu hari, tepatnya Rabu, 4 April 2014 di sebuah tempat , tepatnya di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor barang – barang yang akan disimpan, dan dikirim menggunakan sebuah Crane. Dan di area perusahaan distributor tersebut terdapat mobil – mobil yang terparkir. Sebelum crane tersebut dinaikan ada seorang petugas yang bernama Alex (41) melakukan pengecekan atan pemeriksaaan kelengkapan barang – barang yang akan di naikan dengan menggunakan Crane ke atas balkon perusahaan tersebut. Dan di sekitar tersebut juga terdapat seekor anjing kecil dan seorang kakek yang bernama Peter (61) yang sedang keliling di area tersebut dan di atas sebuah gedung perusahaan distributor tersebut terdapat 3 petugas yang bersiap untuk mengambil barang yang akan diangkat dengan menggunakan Crane dan petugas itu bernama Justin (36), David (28) dan Bernard (40). Ketika Crane tersebut mulai dioperasikan Crane tersebut naik secara perlahan menuju balkon yang diatas sana telah terdapat petugas-petugas yang bersiap untuk mengambil barang- barang tersebut. Sebut saja nama nya Peter (39) ada sebuah mobil yang digunakan untuk mengangkat sebuah barang-barang yang mana menggunakan sebuah crane yang telah berisikan dengan barang – barang yang akan disimpan oleh perusahaan distributor tersebut, pada suatu ketika crane tersebut dinaikan dengan membawa barang-barang tersebut untuk balkon, ketika crane tersebut mulai naik ke atas barang-barang yang diangkut tersebut tidak seimbang karena beban sisi-sisinya tidak sama, tetapi tiba-tiba saja crane yang mengangkat barang-barang tersebut tiba – tiba terlepas dari hook nya sehingga barang-barang tersebut terjatuh tepat di atas sebuah mobil yang diparkirkan di area itu, sehingga mobil dan barang – barang yang ada di dalam crane tersebut hancur dan berantakan di jalanan. Dan saat itu petugas yang bertugas mengoperasikan alat tersebut panik sehingga melarikan diri dikarenakan ketakutan akibat insiden terjatuhnya barang-barang tersebut, sehingga orang-orang yang berada di area tersebut kaget akibat peristiwa yang mana terjatuhnya barang-barang yang menimpa sebuah mobil.

    2. Analisis alat dan peralatan
    – Crane : alat yang digunakan untuk mengangkat barang
    – Hook : yang berfungsi untuk mengkaitkan tali yang akan menganggat suatu barang
    – Wire rope sling : kabel Penganggkat
    – Boom : Derajat angkat untuk mengangkat barang – barang tersebut
    – Webbing : Tali yang digunakan untuk mengikat atau menjerat Pallet
    – Pallet : tempat dimana di tempatkannya barang- barang yang akan diangkat

    3. Analisis lingkungan kerja
    – Penempatan mobil – mobil yang tidak tepat
    – Penggunaan alat pendukung yang tidak aman pada saat digunakan.
    – Tidak adanya tanda atau alarm ketika tali akan terlepas
    – Keamanan saat pengoperasian Crane tersebut
    – Memarkirkan mobil – mobil yang tidak sesuai
    – Tingginya kecepatan Angin Atau udara

    4. Faktor penyebab langsung
    – Human Error dikarenakan oleh pekerja itu sendiri yang mana pada saat Crane akan digunakan tidak adanya pemeriksaan terlebih dahulu atau uji coba terlebih dahulu.
    – Keseimbangan pada saat menempatkan pemeriksaan yang tidak sesuai, sehingga posisi pallet menjadi goyang.
    – Kelalaian atau kecerobohan pekerja pada saat menempatkan barang-barang tersebut yang tidak sesuai.
    – Tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    – kurangnya perhatian dari perusahaan tersebut mengenai Crane yang akan digunakan .
    – Kerugian Material yang di timbulkan dari terjatuhnya barang – barang dan mobil yang tertimpa oleh barang-barang tersebut
    – kurang bertanggung jawabnya petugas operator ketika insiden tersebut terjadi, yang mana pada saat terjadi insiden operator tersebut malah melarikan diri.
    – Kurang Kompetensi ataupun training pada pekerja

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    – Melakukan identifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui sebab dan akibat terjadinya insiden.
    – Menggunakan Hirarki of Control dengan melakukan Rekayasa Tehnik atau Engginering dengan membikan Alarm yang mana jika salah satu dari pulley, wire rope sling, hook, wedding dan pallet ingin terlepas maka alarm tersebut akan otomatis berbunyi untuk memperingati sekitar.

    Nama : Siti Rahmawati
    NPM: 14.11.106.701501.1283
    Kelas : B2-K3
    Semester : II

  61. Kronologis Kejadian :

    Pada tanggal 13 September 2007 , Tepatnya Pukul 2:00 PM . Sebuah Perusahaan sedang melakukan pemindahan alat alat perkantoran (Office) melalui atap gedung dengan menggunakan crane .
    Pada Saat Pemindahan Pertama , Semua berjalan dengan baik , dan dilanjutkan untuk pemindahan kedua .
    Saat Pemindahan Kedua , Barang Barang sedikit lebih banyak dan lebih berat , sehingga kemungkinan putus itu ada , tapi para pekerja crane yakin beban yang di tampung tersebut tidak melampaui batas angkat dan angkut crane tersebut .
    Dan disaat Pemindahan kedua berlangsung , tiba tiba saja , kabel penghubung ke beban muatan terputus , dan di ketinggian kurang lebih 3 meter semua barang jatuh menimpa mobil yang sedang parkir dibawahnya . untung saja kakek dibelakang mobil tersebut selamat dan tidak mengalami luka serius .
    Sudah dipastikan bahwa isi muatan dan mobil yang parkir tersebut hancur , dan pengemudi crane lah Penyebabnya (Begitulah Pemikiran Supir Crane) Sehingga secara Spontan dia lari dari crane tersebut .

    Analisis Alat Dan Peralatan :
    – Crane Di Kategorikan Layak dan Sudah Memiliki Sertivikasi Kelayakan yang masih aktiv hingga januari 2008 .
    – Jenis Crane yang di pilih sesuai dengan pekerjaan yang di lakukan .

    Analisis Lingkungan Kerja :
    – Lingkungan Termasuk Kategori Public Access .
    – Struktur tanah cukup untuk menopang crane .
    – Kecepatan Angin Relatif Normal .
    – Tidak Adanya Garis Pengaman / Pembatas agar tidak ada yang melintas atau pun parkir di sekitar area tersebut .

    Faktor Penyebab Langsung :
    – Beban Terlalu Berat
    – Pengait ke beban tidak di perhatikan , apakah sudah terkunci dengan benar atau belum .
    – Kesalahan dalam pemilihan Hook Block / Tidak sesuai SOP .

    Faktor Yang Memberikan Kontribusi Atas Kecelakaan :
    – Kecepatan Angin .
    – Kelayakan Crane .
    – Skill Pekerja .
    – Beban Muat .
    – Jarak Angkat .

    Rekomendasi :
    – Sebelum Melakukan Kegiatan Tersebut , Lebih baik minta izin untuk menutup sementara area sekitar .
    – Survey Tempat dan Kelayakan Struktur Tanah .
    – Check Kondisi Crane .
    – Lihat Lisensi / Kelayakan Crane yang akan digunakan .
    – Standbye Ambulance / Sejenisnya .

    Nama : Bayu Setiawan S
    Kelas : B1
    Semester : 2
    NPM : 13.11.106.701501.0875

  62. Tugas #4
    1. Kronologis kejadian
    pada suatu hari tepatnya di tanggal 9 Januari 2015 bertempatnya di perusahaan ternama sedang melakukakan pengangkatan barang dari lantai dasar ( diluar kantor bagian bawah) ke lantai agian atas di bagian bawah ada seorang operator dan di bagian atas 3 orang petugas lainnya termasuk supir yang mengendalikan crane dan di atas terdapat pengarah yang mengarahkan barang-barang yang akan naik keatas dan menempatkan untuk posisi barang jika telah sampai diatas. pada saat melakukan pengoperasian boom tidak mengarah pada ke tempat yang dituju dan hook terlepas ke arah yang bukan dituju dan akhirnya barang property tersebut terjatuh bahkan polley tidak bisa yang digunakan untuk menahan bahan tersebut terputus dan sampai akhirnya menimpa mobil yang sedang terparkir di area tersebut. pada saat itu juga operator yang sedang berada di bawah pun lari ke arah mobil.

    2. Analisis alat dan peralatan
    – Crene : mesin untuk menganggkat barang
    – boom : yang mengarkan barang ke tempat yang dituju
    – pulley : untuk menaik turunkan barang
    – wise rope : tali penghubung antara polley dan wire rope sling
    – webbing : penahan beban untuk tidak jatuh ketebing
    – pallet : penahan beban di bawah penopang
    – hook : mengkaitkan tali penghubung

    3. analisis lingkungan
    – pemarkiran mobil-mobil yang berada di bawah
    – tempat kerja yang tidak aman

    4. Faktor penyebab langsung.
    – tidak adanya pemeriksaan Crane terlebih dahulu
    – kecerobohan pekerja pada saat menempatkan barang-barang tersebut

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    – kerugian material tersebut
    – tidak adanya training pada pekerja

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.
    – melakukan identifikasi, lalu melakukan control berupa isolasi mengganti wise rope sling yang lebih kuat

    Nama : Nur Indah Lestari
    NPM : 14.11.106. 701501. 1305
    Semester : II
    Kelas : B2

  63. Tugas #4

    1. Kronologi kejadian

    di sebuah gedung seorang pekerja sedang melakukan pengangkatan barang menggunakan crane, sepertinya di karenakan pekerja tidak fokus karena faktor biologis yang mana akan menyebabkan bahaya dalam bentuk lain yang mengganggu kesehatan manusia itu sendiri. dan di tempat kejadian terdapat seekor anjing dan warga yang sedang belalu lalang di area tersebut dan melihat kejadian tersebut ketika barang terjatuh dan menimpa mobil.

    2. Analisis alat dan peralatan
    – kurangnya tali pada saat mengikat barang-barang tersebut
    – tidak seimbangnya barang yang akan diangkut

    3. Analisis lingkungan kerja
    – tempat bekerja yang tidak aman dikarenakan merupakan tempat pemukiman warga
    – mengangkat barang tanpa memperhatikan lingkungan yang mana dapat menyebabkan kecelakaan

    4. Faktor penyebab langsung
    – Kurangnya tali untuk mengikat
    – kurangnya stabilnya penempatan atau meletakkan barang
    – pengaruh faktor biologi yang mana dapat menyebabkan cidera yang mana dapat terjadi jika di dalam mobil tersebut terdapat pemilik mobil tersebut.

    5. Faktor yang menyebabkan kontribusi atas kecelakaan
    – kurang memiliki keahlian pekerja
    – kurang berhati-hati dalam bekerja

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang
    – identifikasi permasalahan atau kejadian
    – mencermati dan mencatat pada saat melakukan investigasi insiden yang telah terjadi
    – memberikan pelatihan kepada pekerja

    Nama : Aseptiani Thita
    NPM : 14.11.106.701501.1303
    Kelas : B2
    Semester : II

  64. 1. Kronologi Kejadian
    Terjadi lagi kejadian yang memprihatinkan untuk dunia safety di kota Balikpapan. Hari Kamis tepatnya tanggal 2 April 2015 di kawasan Balikpapan Super Blok (BSB) ,Hariyanto (30) merupakan pekerja Kontraktor dari PT Ervodus yang sedang melakukan pengangkatan (lifting) barang barang kantor melalui rooftop gedung dengan media Crane.
    Awalnya semua berjalan dengan semestinya,tetapi sial bagi pekerja saat crane sudah mengangkat beban setinggi 5 meter diatas tanah ,tiba tiba saja tali terlepas dari hook crane tersebut dan barang yang posisinya sedang terangkat langsung terhempas diatas mobil sedan mewah yang sedang parkir diarea tersebut.
    Sesaat setelah kejadian tersebut Hariyanto pun menggunakan jurus kaki seribu meninggalkan tempat kejadian tersebut dan rekan lainnya yang sedang menunggu barang tersebut diatas rooftop hanya terdiam dan heran kenapa kejadian tersebut bisa terjadi.
    Untungnya tidak ada korban jiwa saat kejadian tersebut,dan pejalan kaki yang melintasi daerah tersebut tidak terkena atau tertimpa barang tersebut. Kerugian yang dialami diperkirakan sejumlah Rp 200.000.000. Kejadian ini masih diinvestigasi oleh Investigator dari ESDM untuk mengetahui lebih lanjut akar pemasalahannya.
    2. Alat dan peralatan
    – All Terrain Cranes
    – Tali penyeimbang
    3. Lingkungan Kerja
    – Lokasi kerja yang berangin yang membuat beban sulit dikendalikan
    – Lokasi kerja yang panas terik yang membuat pekerja tidak konsentrasi dalam bekerja
    4. Faktor Penyebab Langsung
    – Pekerja yang tidak fokus dan cenderung terlalu terburu-buru mengangkat beban
    – Hook dan tali yang tidak layak pakai
    5. Faktor Tidak Langsung
    – Pekerja yang tidak ahli dalam pengeoperasian alat
    – Tidak adanya komunikasi antara operator dengan petugas yang berada diatas rooftop
    – Pekerja yang kelelahan karena panasnya matahari
    – Tidak adanya inspeksi pada alat dan peralatan kerja
    6. Rekomendasi
    – Memberi training prosedur pengoperasian alat crane
    – Memberi barricade disekitar area kerja agar tidak ada mobil atau pejalan kaki melintas untuk mengurangi resiko atau kerugian jika terjadi hal yang sama
    – Inspeksi rutin pada alat dan peralatan kerja

    Nama : Claudio G Bojoh
    NPM : 14.11.106.701501.1444
    Kelas : B1 D4K3
    Semester : 2

  65. 1. Kronologis Kejadian
    Senin, 22 Februari 2014 di depan sebuah perusahaan tampak sebuah aktivitas, yaitu seorang supir sedang mengoperasikan  mobil crane untuk mengangkut barang ke atas gedung perusahaan, pengangkutan dilakukan pada siang hari, saat barang yg diangkut sudah hampir sampai ke atas gedung tiba-tiba hook terlepas, dan webbing tersebut putus, lantas barang yg diangkut langsung jatuh bersama pallet dan jatuh tepat di atas mobil, sehingga mengakibatkan barang yang diangkut dan  mobil mengalami rusak parah, sementara itu supir dari mobil crane itu langsung melarikan diri dari tempat kejadian.

    2. Analisis alat & peralatan
    * Tidak adanya pemeriksaan lebih dulu terhadap mobil dan alat angkut apakah siap pakai atau tidak.
    * Harus selalu dilakukan inspeksi rutin kepada seluruh peralatan.
    * Apakah webbing masih layak pakai atau tidak.
    * Berapa beban max sekali angkut.

    3. Analisis lingkungan kerja
    * Cuaca saat itu sedang terik, karna dilakukan pada siang hari, bisa saja supir tidak konsen karna kepanasan atau kelelahan.
    * Penempatan barang terlalu jauh.
    * Pencahayaan yang terlalu terang.
    * Sangat berbahaya karna dilakukan dijalan raya, bisa saja ada pejalan kaki yg melewati trotoar pada saat kejadian.

    4. Penyebab Langsung
    * Kelalaian dan kecerobohan supir pada saat mengoperasikan mobil crane.
    * Supir tidak bisa menguasai medan/ tidak berpengalaman.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi pada kecelakaan.
    * Kurangnya pengetahuan bahaya dan resiko mengoperasikan mobil crane.
    * Kurangnya pengawasan.
    * Tidak di briefing terlebih dahulu sblum melakukan pekerjaan.

    6. Rekomendasi
    * Eliminasi : barang di angkut secara manual.
    * Isolasi : tidak dilakukan di jalan raya. 
    *Training : menambahkan waktu sosialisasi kpd pekerja ttg bahaya melakukan pekerjaan tsb.

    NIKITA CLAUDY SEPNADIA RAZAK
    B2-K3 / II [ DUA ]
    14.11.106.701501.1278

  66. #Tugas 4.
    1. Kronologis kejadian
    Pada suatu hari ada pengerjaan oleh seorang pekerja sebut saja operator Tower crane yang tidak teliti dalam pekerjaannya hingga menyebabkan kecelakaan.
    Operator tersebut tidak memperhitungkan atau menghitung kapasitas muatan dengan kapasitas Tower crane atau sling. Ternyata muatan tersebut lebih berat dari kapasitas dari sling tersebut yang menyebabkan kerugian dan insiden .
    2. Analisis alat dan peralatan
    Sling yang digunakan tidak memenuhi kapasitas muatan.
    3. Analisis lingkungan kerja
    Tidak adanya pemberitahuan sedang melakukan pekerjaan dari hal itu bisa menyebabkan korban yang tidak tahu kalau ada pengerjaan atau diberi pembatas di area pekerjaan tersebut.
    4. Faktor penyebab langsung
    Operator tidak memperhitungkan muatan dengan sling tersebut.
    5. Faktor yang memberi kontribusi
    Operator tidak mempunyai keahlian dalam memperhitungkan muatan dengan kapasitas bisa juga disebut operator tidak mempunyai keahlian di bidangnya.
    6. Rekomendasi
    -operator harus lebih teliti dalam pekerjaannya
    -operator harus mempunyai keterampilan atau keahlian dalam operator Tower crane.

    Nama : Tommy Muslim
    Npm : 14.11.106.701501.1404
    Kelas/semester : A1/II

  67. 1. Kronologis Kecelakaan
    Pada suatu hari di pagi hari yang cerah, beberapa pekerja sedang bekerja memindahkan barang kantor, karena barang-barang kantor banyak dan besar, pekerja harus memindahkan lewat loteng kantor menggunakan crane dan dibantu oleh beberapa pekerja, salah seorang pekerja bernama Anto (31 tahun) bertugas sebagai operator crane dan pekerja lain bertugas sebagai pengawas dan yang menyambut atau menerima barang di atas gedung, namun naas pada saat operator crane memindahkan barang, belum sampai di tengah hook pada webbing terlepas atau putus, barang-barang pun jatuh menimpa mobil yang sedang parkir dan hampir menimpa seorang pejalan kaki, sementara pengawas melihat barang-barang yang terjatuh, operator crane berlari dan kabur karena tidak ingin bertanggung jawab.
    2. Analisis Alat dan Peralatan
    • Hook terlihat sudah lama dan tidak pernah diganti
    • Webbing tidak diinspeksi sebelum melakukan proses pengangkatan barang
    3. Analisis lingkungan kerja
    • Lokasi pekerjaan yang terletak di jalanan
    • Kondisi kerja yang mempunyai resiko mencelakakan orang lain
    • Tidak adanya tempat khusus untuk memindahkan barang
    4. Faktor penyebab langsung
    • Webbing yang tidak kuat atau sudah lama tidak diganti
    • Beban yang diangkat terlalu berat atau melebihi kapasitas yang ditentukan
    • Hook yang sudah rapuh
    5. Faktor yang memberikan kontribusi
    • Tidak adanya inspeksi pada peralatan kerja, seperti webbing dan hook
    • Kurang ahlinya operator mengoperasikan crane
    • Tidak menjalankan SOP dengan benar
    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    • Melakukan inspeksi peralatan kerja setiap 3 bulan sekali
    • Menjalankan SOP dengan benar
    • Melakukan training pada pekerja sebelum memperkerjakannya

    Nama : Wahyu Rahmadani
    Kelas : B2
    NPM : 14.11.106.701501.1313

  68. #Tugas 4

    1.tempat di kawasan perumahan sukarni, jakarta pusat di jam 09.00 wib.terjadi sebuah insiden dimana mengangkat sebuah perabot, menggunakan alat berat, tetapi terjadi miss sehingga terjadi insiden,insiden terjadi beban terjatuh ketika mencapai ketinggian 20 meter dikarenakan tidak memperkirakan batas maximal beban dan pengait yang di gunakan
    2. Pengait yang di gunakan tidak sesuai dengan beban , sehingga ketika melebihi dari beban maximal pengait putus
    3. Tidak adanya garis rambu kuning hitam sehingga masih ada masyarakat di sekitar area pengerjaan, meskipun tidak adanya korban ada beberapa kerugian material yang merugikan orang lain
    4. Operator tidak memperhitungkan tinggi gedung dan beban yang akan di angkat dan tidak memilih pengait penahan beban yang sesuai
    5. Pekerja masih belum ahli dalam menjadi operator
    6. Pilih pekerja yang berpengalaman sehingga dapat memperhitungkan beban dan pengait yang digunakan.

    Nama : Enos Faiza Novaldy
    Kelas : A1
    Nim : 14.11.106.701501.1233

  69. 1.Kronologi Kejadian
    – Awal mula kejadian tepatnya pada hari senin tanggal 05-01-2015 di sebuah ruas jalan raya sedang ada kegiatan kerja yaitu sebuah unit alat berat ( Crane ) yang akan mengangkat alat tulis kantor ( ATK )ke lantai paling atas sebuah gedung yang jaraknya sekitar 20 meter.namun kejadian yg mengejutkannya adalah ketika alat tulis kantor ( ATK )yang melebihi kapasitas berat beban.Dan juga di karnakan peralatan yang kurang layak pakai,terutama di webbing seling yang di gunakan oleh pekerja.Sehingga menyebabkan insiden yaitu,webbing seling yang putus hingga menyebabkan beban yang di angkut terhempas tepat di atas sebuah mobil seseorang yang sedang di parkir di pinggir jalan,sehingga mobil tersebut ringsek/rusak parah dan alat tulis kantor juga ikut rusak dan berserakan di jalan.Namun yang mengejutkan di saat setelah kejadian adalah Richard (35) seorang oprator yang mengeoprasikan alat berat tersebut melarikan diri dari lokasi kejadian
    2.Analisis alat dan peralaatan
    – Alat berat ( Crane ): alat ini di gunakan untuk mengangkat beban namun belum jelas type yg digunakan.
    – Webbing Seling : webing seling yg digunakan tidak layak karna sudah digunakan berkali-kali dan menjadi sedikit rapuh.
    – hook : alat pengait atau penghubung dengan webbing seling
    – palet : palet yang digunakan terbuat dari kayu
    – Alat tulis kantor ( ATK ): ATK adalah alat-alat kantor yang berada di atas palet yang di angkat namun berat bebannya terlalu melebihi kapasitas
    – mobil : seseorang yang kurang pahamnya lahan parkir yang benar sehingga memarkir kendaraanya di pinggir jalan yang dekat dengan aktifitas kerja yang berpotensi bahaya.
    -APD : semua pekerja terlihat jelas menggunakan APD yg benar.
    3. Analisis Lingkungan kerja
    – Lokasi kerja yang berada di tempat umum ( terbuka )
    – Kondisi gedung yg akan di capai dengan alat berat cukupm jauh
    – Kondisi angin pada saat kejadian cukup kencang sehingga menggerakkan beban yg di angkat
    4. Faktor penyebab Langsung
    – webbing seling yang terputus
    – beban yg berlebihan
    – tidak sesuai SOP
    5.Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    – kurangnya pengawasaan
    – pekerjaan yg dilakukan di tempat umum
    – kurangnya pengalaman pada oprator crane
    – tidak memperhitungkan jarak dan beban yang akan di angkut
    – tidak adanya pengecekan secara berkala
    6.Rekomendasi
    – memilih oprator yang lebih berpengalaman dan lebih handal
    – seharusnya sebelum di mulai aktifitas kerja area terlebih dahulu di kosongkaan
    – seharusnya di beri garis pembatas karna lokasi kerja berpotensi bahaya
    – terlebih dahulu melakukan pengecekan alat-alat yang di gunakan
    – melakukan pengawasan yang lebih tegas lagi

    Nama : Muhammad Rendy Januar
    NPM : 14.11.106.701501.1273
    Kelas : B 2
    Semester : 2

  70. 1. Kronologis kejadian.
    Pada suatu hari, tepatnaya pada tanggal 2 Juni 2013 di sebuah perusahaan terjadi kecelakaan kerja ,dimana sebuah Crane yang hendak memindahkan barang ke lantai paling atas perusahaan muatannya terjatuh dan menimpa mobil yang sedang parkir . Kejadian bermula ketika seorang operator crane hendak memindahkan barang yang bermuatan peralatan kantor. Pada saat barang muatan berada pada ketinggian 10 meter, tiba-tiba tali Webbing terputus dan barang muatan tersebut jatuh dan menimpa mobil yang sedang parkir . Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, tetapi menimbulkan pada kerugian peralatan dan kerusakan mobil.

    2. Analisis alat dan peralatan.
    – Crane
    – Webbing
    – Pallet
    – Hook
    – Wire Rope Sling
    – Pulley

    3. Analisis lingkungan kerja.
    – Area pemindahan barang yang berdekatan dengan mobil parkir.
    – Banyak mobil parkir di dekat lokasi pemindahan barang.

    4. Faktor penyebab langsung.
    – Kurangnya pengecekan peralatan sebelum dioperasikan.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    – Pekerja kurang kompeten, kurangnya waspada pada peralatan kerja.

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.
    – Administrasi Control
    Membuat SOP peraturan perusahaan, dan melakukan seleksi karyawan yang lebih berkompeten .
    – Training
    Memberikan pelatihan dan pengarahan kepada pekerja untuk mengurangi kelalaian dalam bekerja .

    Nama : NovanEka Saputra
    NPM : 14.11.106.701501.1301
    Semester : 2 (Dua)
    Kelas : B2

  71. Kronologis kejadian

    Pada tanggal 10 September 2013 pukul 14:00 WIB, mula-mula semua bekerja seperti biasa tidak ada yang menyangka bahwa kejadian itu akan terjadi. Di saat semua orang sedang sibuk untuk memulai menaikan barang ke atas gedung yang kira-kira tingginya 10 meter dari permukaan tanah . Semua tampak biasa saja tidak ada yang perlu di khawatirkan akan terjadi sebuah kecelakan (Accident). Namun kejadian itu sangat cepat terjadi. Di saat pengangkatan barang terjadi awalnya berjalan mulus,perlahan-lahan barang naik sedikit-demi sedikit. hingga akhirnya ketika hampir mencapai atas gedung, tali pengangkat barang putus dan terjatuh tepat di sebuah mobil yang sedang parkir di bawahnya yang menyebabkan barang yang di angkut dan sebuah mobil hancur. Semua karyawan dan pejalan kaki terkejut. Sedangkan karyawan yang mengoperasikan alat crane (pengangkut ) bernama alex kabur dengan ketakutan karena tidak ingin di persalahkan.

    Analisis alat dan peralatan

    Tali pengangkut yang tidak kuat menopang barang yang akan di angkut, mungkin tali angkut memiliki NAB (Nilai Ambang Batas) yang melebihi muatannya, seharusnya hanya bisa 150 kg, di paksakan untuk bisa menjadi 195 kg sehingga terjadilah putusnya tali pengangkut.

    Papan penopang barang juga harusnya di lengkapi dengan basket untuk menyatukan barang-barang kecil sehingga susunan nya lebih rapi dan memudahkan pengangkatan sehingga barang sebelah kanan dan kiri seimbang.

    Bell yang di gunakan juga hanya 2 bel saja yang menghubungkan depan belakang satu sisi , sedangkan depan dan belakang sisi lain hanya di satukan dengan lakban biasa yang membuat barang mungkin saja bisa terjatuh ke sisi lain, seharusnya 4 bel yang mengubungkan depan belakang kedua sisi.

    Analisis lingkungan kerja

    Tempat kerja yang ramai yang terletak di jalan raya yang di lewati pejalan kaki dan di lalui alat transportasi lain, yang dapat membahayakan orang yang melewati karena bisa saja terkena jatuhan barang yang di angkut.

    Di sekitar tempat bekerja banyaknya mobil yang sedang parkir yang bisa tertimpa barang yang di angkut tersebut, seharusnya tempat bekerja di sterilkan dari tempat pengangkutan barang sehingga tidak akan terjadi accident yang banyak merugikan.

    Tidak ada nya rambu-rambu bahwa sedang melakukan pekerjaan pengangkutan barang di daerah tersebut.sehingga pejalan kaki bahkan pengemudi transportasi akan berhati-hati melewati jalur yang sedang melakukan pekerjaan pengangkutan tersebut.

    Faktor penyebab langsung

    Kurang nya pengawasan atau mungkin melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan SOP.

    Lalainya karyawan tidak memeriksa tali pengangkut , sehingga putuslah tali tersebut yang mengakibatkan barang yang di angkut dan sebuah mobil hancur.

    Kurang hati-hati karyawan yang mengoperasionalkan alat pengangkut karena pekerjaan sepertinya terburu-buru.terlihat dari naiknya barang yang tidak perlahan-lahan, tapi sangat cepat yang hitungan beberapa menit hampir mendekati gedung yang tingginya kira-kira 10 meter.

    Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakan.

    Ramainya tempat bekerja dan kurangnya pengawasan di dalam bekerja.

    Kondisi kejadian yang sangat bahaya, banyak pejalan kaki di sekitar pengangkutan alat

    tersebut, sehingga bisa membahyakan orang lain.

    Kurangnya inspeksi berkala terhadap alat.

    Rekomendasi Agar kecelakan tidak terulang kembali

    Memperbaharui SOP yang tidak tepat.

    Menyiapkan rambu-rambu bahwa di daerah tersebut sedang melakukan pekerjaan pengangkutan barang.

    Mengstrilkan tempat bekerja dri mobil-mobil yang sedang parkir untukmenghindari kerugian yang lebih banyak bila terjadi terjatuhnya barang yang di angkut.

    Pekerja di training ulang agar kejadian serupa tidak terjadi.

    Nama : YUNI SAHARA SAFITRI
    Kelas : B1
    Semester : II
    NPM :14.11.106.701501.1260

  72. TUGAS 4
    1. Kronologis kejadian

    kronologis kejadian bermula pada tanggal 11 januari 2014 pukul 10 pagi, saat dimana pekerja melakukan pemindahan barang dari halaman area kantor ke lantai atas gedung yang menggunakan alat Crane, barang tersebut adalah peralatan kantor, kemudian peralatan disusun dengan rapi dan pasti, dan penempatan disesuaikan dengan alat Crane
    Operator dibantu seorang pekerja lainnya mulai mengangkut barang dengan perlahan, sementara pekerja lainnya menunggu di atas gedung, Crane pun mulai beroperasi dengan seksama, setelah berada di ketinggian 6 meter Crane mengalami guncangan yang menyebabkan pengait dan tali terlepas.
    Barang yang diangkut pun jatuh dan mengenai benda yang ada di bawahnya, yaitu mobil yang sedang parkir di area gedung. Operator mobil Crane bergegas meninggalkan area sekitar tempat kejadian,yang berantakan dengan kerusakan peralatan dan mobil.

    2. Analisis alat dan peralatan
    -Pengait yang tidak memenuhi standar operasional, yang menyebabkan tidak stabilnya kaitan antara beban dan alat Crane
    -Peralatan kantor yang melebihi standar berat pengangkutan, jika di kondisikan dengan alat pengangkut tentu tidak memungkinkan,
    hanya saja dalam penggunaan alat dan peralatan masih tidak memenuhi standar operasional sehingga harusnya di cek bagian-bagian yang telah tidak layak pakai

    3. Analisis lingkungan kerja
    dari yang saya analisa lingkungan diatas banyak faktor yang harus di perhatikan:
    -Area pekerjaan berbahaya yang tidak bersih dari aktivitas orang lain.
    -Cuaca yang berada pada siang sehingga dapat menimbulkan dehidrasi
    -Penempatan barang yang salah, barang barang yang menjadi peralatan kantor sebaiknya di pindahkan menggunakan jalur khusus yang aman dan bebas dari aktivitas orang lain

    4. Faktor penyebab langsung

    Dari kerjadian di atas faktor penyebab langsung yang terjadi adalah tidak kuatnya pengait yang digunakan, sehingga saat proses pekerjaan mengalami hambatan.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan,
    -kurangnya pemahaman tentang bahaya yang akan terjadi
    -lemahnya inisiatif mengenai lingkungan sekitar
    -maintenance alat yang tidak dilakukan oleh yang bertanggung jawab
    -peralatan yang tidak sesuai dengan prosedur

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    -melakukan training kepada pekerja agar berpengalaman dalam pekerjaan tersebut
    -melakukan safety briefing dan diskusi agar pekerja paham dengan pekerjaan yang akan dilakukan
    -memberikan penyuluhan dan sosialisai kepedulian terhadap k3 dan ruang lingkup lingkungan,
    -mengkroscek area pekerjaan agar aman dan steril

    Nama : IRSYAD ZAIN ABIDIN
    NPM : 14.11.106.701501.1368
    Semester II Kelas A1
    MK : investigasi insiden

  73. 1.Kronologi
    – perusahaan yang bergerak dibidang pengiriman barang barang. Perusahaan itu mengirim barang dengan menggunakan alat berat berupa crane untuk langsung mengirim barang keatas sebelum mengankat di lakukan pengecekan dan dan pemasangan barang pada pallet. Tanpa memastikan webbing seling masih bias digunakan dengn baik atau tidak dan juga sama sekali tidak mengecek hook yang berhubungan dengan webbing. Salah satu petugas yang mengecek dan memastikan sudah siapnya barang tersebut biasa diangkat atau tidak adalah pak edi yang berusia 35 tahun. Pak edi yang kemudian memberi tanda siap kepada oprator sehingga oprator crane mengankat buatan barang tersebut ketika muatan barang di angkat dan berada di ketinggian 9 meter tiba tiba webbing tersebut putus dan muatan barang pun terjatuh menimpa kendaraan berupa mobil yang parkir di depan perusahaan dan terjadilah kepanikan bagi oprator. Oprator yang panik kemudian melarikan diri

    2.Analisa alat dan peralatan
    – Sebuah alat berat berupa crane yang belum di ketahui kapan pembeliannya,kapan pertamakali di oprasikan,apakah setiap bulan di lakukan pengecekan pada alat crane tersebut dan kapan alat berat berupa crane itu terakhir di oprasikan
    – Belum ada data atau informasi mengenai hal tersebut tetntang crane itu dan di crane itu memiliki beberapa komponen contohnya seperti
    – 1. Webbing seling : sebagai pengikat atau penghubung antara hook dan pallet dan juga belum di ketahui kapan pengecekan dan data itu
    – 2.hook : sebagi pengait webbing pada hook juga harus di lakukan pengecekan

    – Mobil yang diparkir dihalaman ikut tertimpa muatan barang

    3. Analisi lingkungan :
    – Berada pada lingkungan yang terbuka dan juga di tempat umum sehingga penduduk bisa terkena bahaya

    4. Faktor penyebab langsung :
    – Terputusnya webbing seling
    – Kurangnya pengecekan pada alat berat(crane)
    – Kurang ahli dalam melakukan pekerjaan

    5. Faktor yang memberikan kontribusi :
    – Kecelakaan terjadi ditempat umum dan terbuka
    – Tidak fokus
    – Tidak dilakukan pengecekan secara berkala
    – Tidak adanya data yang pasti mengenai crane

    6.Rekomendasi
    – Memilih pekerja yang sudah ahli dan handal dalam melakukan pekerjaan tersebut
    – Memberi trening lagi kepada para pekerja yang masih kurang ahli

    Nama : Anugerah Taufiq Ismail
    NPM : 14.11.106.701501.1302
    Kelas : B2
    Semester : 2

  74. 1.kronologis
    pada tanggal 01 april 2015, selasa. sedang dilakukan pekerjaan pemindahan barang ke atas sebuah gedung. menggunakan truck crane, sebelumnya telah dilakukan pengecekan barang oleh seorang pekerja, setelah pekerja selesai melakukan pengecekan, barang di angkat.pada saat barang berada di ketinggian beberapa meter tali pengikat terlepas dari pengait yang menyebabkan barang yang di angkat terjatuh dan menimpa mobil yang terparkir tepat dibawahnya.

    2. Analisis alat dan peralatan
    – tali yang di gunakan tidak kuat untuk menahan beban

    3. Analisis lingkungan kerja
    -bekerja di tempat yang di lewati orang-orang
    – truck crane yang menghalangi sebagiam badan jalan.

    4. Faktor penyebab langsung
    – kelalaian pekerja saat mengecek kekuatan tali
    – tali sudah tidak kuat menahan beban

    5. Faktor yang memberikan konstribusi atas kecelakaan
    – tidak menjalankan prosedur SOP dan JSA
    – pengarahan yang kurang tepat
    – beban yang berlebihan

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    – melaksanakam SOP dan JSA dengan benar
    – melakukan pemeriksaan pada alat secara rutin

    Nama : Gusti Suryanata Putra
    NPM : 14.11.106.701501.1407
    Kelas : A1
    Semester : II

  75. Nama : M. Chaidi Al Khairi
    Kelas : B2
    Semester : II (dua)
    NPM : 14.11.106.701501.1276

    1. KRONOLOGIS KEJADIAN

    Senin 14 Mei 2014 telah terjadi kecelakaan, Mujiono (40) seorang operator crane secara tidak sengaja menjatuhkan barang yang ia angkat ke atas sebuah mobil milik Andre (35) seorang karyawan dari perusahaan tersebut. Melihat mobil itu hancur dan barang yang ia angkat menggunakan crane tersebut juga hancur Mujiono pun kabur dari tempat kejadian karena takut di minta ganti rugi atas hancurnya mobil dan barang yang ia angkut dan sampai saat ini Mujiono masih belum di temukan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut hanya saja kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN

    – Crane
    – Pulley
    – Wire Rope Sling
    – Hook
    – Webbing
    – Pallet

    3. ANALISIS LINGKUNGAN KERJA

    Tempat kerja di lakukan di tempat umum

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG

    Tidak dilakukannya inspeksi pada webbing secara berkala sehingga mengakibatkan webbing putus pada saat dilakukannya pengangkatan barang tersebut dan apabila webbing sudah termakan umur sling yang ada pada webbing akan sangat rapuh dan beratnya beban yang di tanggung webbing tersebut. Karena webbing tersebut tidak pernah dilakukan inspeksi sehingga beban yang berat tersebut membuat webbing lebih cepat putus

    5. FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN

    Angin yang sangat kencang. Kondisi webbing yang sudah termakan usia sangat rapuh sehingga adanya angin yang kencang membuat kerapuhan yang dialami sling webbing tersebut semakin parah dan akhirnya terputus

    6. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI

    Inspeksi secara berkala pada webbing tersebut apabila webbing tersebut sudah tidak layak pakai ganti dengan webbing yang baru shingga resiko terjatuhnya barang yang diangakan akan terminimalisir, jangan melakukan pekerjaan itu (angkat mengangkat) di tempat umum karena bisa saja yang tertimpa barang tersebut adalah manusia seharusnya perusahaan memberikan tempat khusus untuk angkat mengangkat barang sehingga kerugian tidak terlalu besar

  76. 1. Kronologi kejadian
    San fransisco Tanggal 10 Februari 2015 terjadi sebuah kecelakaan gagalnya proses pengangkatan dengan menggunakan crane tepatnya pada pukul 12.00 siang waktu setempat di depan gedung perusahaan properti. Pada mulanya operator yang diketahui bernama ALBERT berusia kurang lebih 30 tahun melakukan pengangkatan barang perlengkapan kantor dari bawah jalan raya ke atas gedung kurang lebih 10 meter dari permukaan tanah, namun salah satu pekerja (WILLIAM usia 31 tahun) tidak memastikan barang akan diangkut sudah aman untuk diangkut ke atas gedung tersebut, alhasil akibat kurangnya ketelitian dan focus dalam melakukan pekerjaan sehingga ia lupa mengunci hook crane dengan belt dan disamping itu operator mengoperasikan crane dengan tergesa gesa dan kemudian barang yang diangkat terjatuh tepat mengenai mobil yang sedang terparkir di area depan gedung (jalan raya) dan hamper merenggut nyawa seorang kakek yang berada dekat dengan mobil tersebut. Setelah kejadiaan naas tersebut operator tersebut panik atas keselahannya ia pun melarikan diri.
    1. Analisis alat dan peralatan
    Setelah kejadian tersebut, alat yang digunakan diinspeksi, diketahui antara lain :
    • Crane dan Hook Crane
    – Produksi dari Korea tahun 2006
    – Dibeli kemudian dioperasikan tanggal 12 maret 2005
    – Terakhir disservice sekitar 8 bulan yang lalu
    – Daya angkut beban 190 kg
    • TALI PENGAIT (SLING)
    – Poduksi perusahaan Kawan Lama Maret 2013
    – Dioperasikan 10 september
    – Material tali terbuat dari bahan kawat

    • PAPAN KAYU (PALET)
    – Papan kayu untuk alas mengangkat produksi indonesia April 2013
    – Material kayu terbuat dari Kayu jati
    – Dicat 9 bulan sekali agar tidak dimakan rayap

    Bedasarkan inspeksi alat yang dilakukan, kegagalan pengankatan terjadi karena beban yang akan diangkut adalah melebihi daya kapasitas angkut, dan hook kurang terpasang sempurna sebelum melakukan proses pengangkatan, dan pengunci hook dengan tali mulai rusak
    3.ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    Bedasarkan video diatas yang dilakukan lingkungan kerja pada saat proses lifting adalah:
    – Cuaca sedikit berhembus angina kencang
    – Lingkungan kerja di jalan raya yang terbuka luas sehingga siapa saja dapat melihat tanpa batasan
    – Tidak adanya pembatas area lifting / garis pembatas / rambu-rambu area berbahaya
    – Area kerja tidak dikosongka dari benda-benda, seperti: mobil dll, yang dapat mengakibatkan kerusakan dan kerugian

    4.FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Operator crane tergesa-gesa dalam proses pengangkatan, ingin cepat selesai
    – Kelalaian, lupa mengunci pengait dengan beban
    – Sling yang hanya 2 sisi yang digunakan (dikaitkan) dengan beban
    – Beban yang berlebihan
    – Human Eror

    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    – Tidak adanya SOP dan JSA dalam melakukan pengangkatan
    – Konfigurasi crane yang digunakan tidak sesuai dengan kapasitas angkut beban
    – Faktor angina
    – BELT yang hanya 2 sisi yang dikaitan yang seharusnya 4 sisi agar lebih aman

    6.REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG
    – Mlakukan rapat (meeting) kecil agar setiap orang tau apa yang dilakukan
    – Men-training operator crane
    – Lebih memerhatikan SOP pengangkatan
    – Lebih memerhatikan daya beban dengan konfigurasi crane, cocok atau tidak
    – Berdoa sebelum melakukan pekerjaan

    Nama : Indra Noor Ifansyah
    NPM : 14.11.107.701501.1240
    Kelas : B1 semester II

  77. >Kronologis kejadian

    Kamis,5 maret 2015 terjadi sebuah kecelakaan kerja yang disebabkan webling/ belt putus,kejadiannya begitu cepat yaitu ketika sebuah bank swasta akan memindahkan beberapa barang-barang kelantai atas,akan tetapi bank swasta tersebut mempunyai lantai yang cukup tinggi dan tidak memungkinkan untuk mengangkat barang-barang tersebut menggunakan tenaga manusia dari lantai bawah ke lantai atas.akhirnya bank tersebut menyewa satu unit mobil crane.mobil tersebut datang dengan membawa 4 pekerja yaitu 1 operator crane bernama asep,dan 3 lainnya bernama rudi,opik dan hendrik untuk membantu menyiapkan barang-barang yang mau diangkat,mobil crane tersebut parkir berdampingan dengan mobil-m0bil pribadi yang sedang parkir juga di pinggir jalan.kejadiannya begitu cepat ketika barang sudah di tempatkan di atas palet dan sudah di ikat pakai webling/belt oleh rudi,dan asep siap untuk menjalankan crane.rudi membantu asep dengan mengasih aba-aba mau naik apa turu,kanan atau kiri crane tersebut.opik dan hendrik sudah menunggu di lantai atas bank beserta satu karyawan bank.ketika barang sudah siap mau di angkat rudi selalu kasih aba-aba ke asep,setelah barang terangkat sekitar 10 meter tiba-tiba webling/ belt yang buat ngikat barang-barang tersebut putus dan menimpa sebuah mobil pribadi yang sedang terparkir dipinggir jalan.mobil tersebut rusak parah dan untungnya tidak menimpa kakek-kakek yang berjalan di dekat area tersebut karena tidak di pasang warning tape pada area tersebut.begitu pula barang-barang tersebut rusak semua,sangkin ketakutannya operator crane yaitu asep lansung lari kabur.

    >Anlisis alat dan peralatan
    • Crane
    • Huck
    • Palet
    • Webling/belt
    • Wire rop sling
    • Pulley
    • Boom

    > Analisis lingkungan kerja
     Panas.
     Banyak angin.
     Tidak di pasang warning tape.

    >Faktor penyebab langsung
     Webling/belt putus.
     Angin bertiup kencang.
     Cuaca panas sehingga webling/belt memuai.

    >Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    1. Kurangnya komunikasi.
    2. Webling/belt melebihi kapasitas.
    3. Pengoperasian crane terlalu cepat tidak sesuai SOP.
    4. Tidak ada inspeksi pada webling/belt masih boleh di gunakan atau tidak.
    5. Kurangnya training pada operator crane.
    6. Tidak mengetahui berat barang yang akan di angkut.

    >Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulan kembali
     Lakukan inspeksi pada alat dan peralatan yang mau di gunakan.
     Di berikan training ke seluruh operator crane.
     Diberikan SOP pada setiap crane.
     Lakukan JSA sebelum melakukan pekerjaan.
     Bersihkan area kerja dari segala barang-barang yang tidak di gunakan.
     Pasang warning tape pada sekitar area kerja apabila pekerjaan tersebut dapat membahayakan orang lain.
     Cek kecepatan angin.

    Nam : irwanto
    Kelas : B2
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1277

  78. Tugas #4

    1. Kronologis kejadian.
    di suatu perusahaan yang mana sedang dilakukannya suaru proses pengangkatan barang-barang yang akan ditempatkan di perusahaan tersebut. tetapi pada saat pengangkatan barang-barang tersebut tidak dalam posisi seimbang sehingga pada saat barang – barang naik, dan ketika barang-barang tersebut sudah mulai naik tiba-tiba hook tersebut putus sehingga barang yang sedang diangkut menggunakan crane tersebut terjatuh dan mengenai mobil yang berada di bawahnya. ketika barang tersebut terjatuh pekerja yang menggerakkan crane tersebut melarikan dirinya.

    2. Analisis alat dan peralatan.
    – crane yang digunakan tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu
    – penempatan barang-barang yang akan diangkat tidak sesuai

    3. Analisis lingkungan kerja.
    – penempatan mobil – mobil yang tepat berada di bawah crane maupun disamping
    – kecepatan udara
    – lingkungan yang mana padat penduduk

    4. Faktor penyebab langsung.
    – tidak adanya pemeriksaan terlibih dahulu pada saat digunakan
    – kelalaian dan menempatkan barang-barang tersebut

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    – kurangnya training pada pekerja
    – kerugian material akibat kecelakaan tersebut

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.
    – melakukan identifikasi terlebih dahulu, setelah itu melakukan investigasi, setelah memiliki bukti atau fakta yang akurat mengenai kecelakaan tersebut, lalu melakukan control pada alat atau peralatan, lingkunganya dan pekerja itu sendiri, seperti melakukan control subtitusi, untuk mengganti tali yang lebih kuat

    Nama : M. Ismail
    NPM : 14.11.106.701501.1290
    Kelas : B2
    Semester : II

  79. 1.Kronologis Kejadian
    Kronologis dari video diatas adalah:
    Pada tanggal 24 Maret 2015, tepatnya pukul 09.00 WIB. PT.TELEKOMUNIKASI BERSAMA ingin memindahkan office appliance (peralatan kantor) seperti beberapa roll kabel yang beratnya kurang lebih 10kg/roll,3 locker cabinet yang beratnya kurang lebih 485kg/locker,dan beberapa unit pesawat telepon,office appliance tersebut dipindahkan dari luar kantor ke dalam kantor namun dikarenakan office appliance yang ingin di pindahkan tidak dapat atau tidak cukup jika melalui pintu masuk utama maka pihak PT.TELEKOMUNIKASI BERSAMA menggunakan alternative lain yaitu melewati roof top (atap gedung) yang tingginya 500 kaki menggunakan crawler crane. Mesin jenis crawler crane sangat dinamis dan dapat melakukan 4 macam gerakan untuk pengangkatan beban. Dilihat dari video diatas crawler crane sedang melakukan gerakan hoisting (pengangkatan). Dan saat crane diatas melakukan pengangkatan ternyata office appliance yang diangkat terjatuh pada saat pengangkatan berada pada ketinggian 400 kaki. Alhasil office aplliace yang diangkat jatuh diatas mobil sedan milik kakek sudarsono (69) yang seharga RP.100.000.000 dan memakan 1 korban yaitu anjing berjenis toy breed yang terkena office appliance yang terjatuh. Tepat setelah insiden office appliance tersebut terjatuh, salah satu operator dari crane yang bernama dodit (40) melarikan diri.

    2.Analisis alat dan peralatan
    -Dek berat penyeimbang (balancer)
    -Kabin Boom (lengan)
    -Mesin Penggerak utama,mekanisme untuk gerakan Hoisting (pengangkatan)
    -Pulley
    -Wire Rope Sling
    -Hook
    -Weebing yang terbuat dari karet
    -Pallet yang terbuat dari kayu
    -Roll Plastic untuk menahan agar office appliance tidak terjatuh

    3.Analisis Lingkungan kerja
    -Proses pemindahan office appliance dilakukan di jalan raya dan banyak orang-orang di sekitar crane. Itu sangat berbahaya karena jika terjadi insiden hoisting seperti video diatas akan sangat membahayakan bagi orang-orang yang berada di bawah dan itu bisa saja mengakibatkan fatality.
    -Proses pemindahan juga dilakukan pada saat orang-orang disekitar banyak berlalu lalang,hendaknya pihak PT.TELEKOMUNIKASI BERSAMA melakukan pemindahan Offiice appliance pada saat kondisi jalan sedang sepi.

    4.Faktor Penyebab Langsung
    -Human Error pihak PT.TELEKOMUNIKASI BERSAMA
    Karena Pihak PT.TELEKOMUNIKASI BERSAMA lalai melakukan pemindahan Office appliance pada saat aktivitas jalan raya dan sekitar nya sedang aktif. Banyak mobil yang sedang parkir dan orang-orang yang berlalu lalang disekitar crane.
    -Human error pihak yang megoperasikan Crane
    Operator tidak memastikan bahwa kondisi crane sudah layak pakai atau tidak, bisa dilihat dari video diatas bahwa webbing yang ada di crane sudah tidak layak pakai akibatnya webbing tersebut putus dan office appliance terjatuh.
    -Yang mengoperasikan crane dan operator tidak focus saat melakukan hoisting terhadap office appliance

    5.Menentukan Faktor yang Memberikan Kontribusi atas Kecelakaan
    – kurangnya manajemen dari pihak PT.TELEKOMUNIKASI BERSAMA dan tidak memperkirakan kapan waktu yang baik untuk melakukan hoisting yang menggunakan crane
    -Tidak dilakukan nya inspeksi terhadap Crane sehingga terjadinya insiden terjatuhnya office appliance
    -Faktor perilaku tidak aman dari pihak operator crane
    -Tidak adanya Warning Sign disekitar Crane yang sedang beroperasi agar saat crane melakukan hoisting, di bawah atau disekitar crane tidak ada aktivitas yang aktif dari warga sekitar.

    6.Membuat Rekomendasi agar Kecelakaan tidak Terulang Kembali
    Rekayasa Tekhnik:
    -Memasang Pagar Disekitar Pallet agar barang-barang tidak mudah terjatuh
    -Semua bagian bergerak pada mesin seperti roda gigi,rantai yang bergerak kanan-kiri atau berputar harus diberikan proteksi atau diisolasi (dijauhkan dari jangkauan orang)
    -Proteksi Pada Mesin
    Jangkauan pergerakan dari counterweight crane harus ditegaskan dan diberi tanda/proteksi untuk mencegah orang atau peralatan lain tertabrak oleh pergerakannya. Hal ini juga harus diperhatikan khususnya ketika crane beroperasi di dekat bangunan atau struktur lain. Proteksi jangkauan pergerakan ini dapat juga berupa tanda peringatan, tidak haru sberupa barikade atau pagar.
    Training
    -Melakukan Training terhadap operator dan yang mengoperasikan Crane agar operator dan yang mengoperasikan sudah memiliki pelatihan dan mempunyai pengalaman dan pengetahuan menyeluruh atau berdasarkan kepemilikan srtifikat tingkat professional atau gelar yang diakui dalam bidang terkait. Karyawan ini berhasil menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi atau menyelesaikan masalah yang terkait.
    Administrasi
    -Seleksi karyawan, adanya standar operasi baku (SOP) pelatihan,pengawasan, modifikasi perilaku, jadwal kerja, rotasi kerja, pemeliharaan crane, manajemen perubahan, jadwal istirahat.

    Nama : Reni Anggreini
    Kelas: B2 D4K3
    Semester : II (dua)
    NPM : 14.11.106.701501.1307

  80. Kronologis kejadian
    Disebuah jalan pada siang hari terdapat barang-barang yang akan dipindahkan ke atas gedung dengan menggunakan mobil crane , terdapat 2 orang yang menghandle proses pengangkatan barang tersebut , yang 1 orang bertugas menjadi operator crane dan yang 1 bertugas menjadi pengawas , dan diatas gedung terdapat 3 orang yang menunggu , disamping mobil crane tersebut terdapat beberapa mobil yang parkir , saat barang mulai diangkat naik belum sampai atas gedung tiba-tiba belt yang dipergunakan putus dan barang tersebut jatuh menimpa mobil yang sedang parkir tadi , karena barang yang jatuh lumayan tinggi dan berat mobil yang tertimpa mengalami kerusakan yang parah , beruntung tidak ada orang di dalam yang tertimpa , karena merasa ketakutan operator crane tersebut melarikan diri.

    Alat dan peralatan
    • Mobil crane
    • Barang-barang yang akan di pindahkan
    • Belt ( berapa kpasitas max belt tersebut )
    • Beberapa mobil yang parkir disamping mobil crane

    Lingkungan kerja
    Lingkungan kerja di tempat terbuka jadi ada potensi terkena angin yang mengakibatkan benda mengayun

    Keramian lingkungan kerja banyak mobil-mobil parkir

    Tidak adanya pembatas garis aman di sekitar mobil crane

    Faktor penyebab langsung
    • Belt putus
    • Angin yang mengakibatkan benda mengayun
    • Kurang nya komuniksi antara operator dengan pengawas

    Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan
    • Belt yang tidak sesuai dengan berat benda yang mau diangkat
    • Terpaan angin yang mengakibatkan benda mengayun
    • Kurangnya komunikasi antara operator dengan pengawas
    • Operator crane terlihat terburu –buru dalam melakukan pengangkatan

    Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
    • Menggunakan belt yang sesuai dengan berat benda yang mau diangkat
    • Memberi garis pembatas beberapa meter dari mobil crane untuk area aman
    • Komunikasi yang berjalan baik antara operator crane dengan pengawas
    • Memmberikan pengawasan yang lebih mungkin 2 orang pengawas lebih baik

    Nama : Mohammad suryanto
    Npm : 14 11 106 701501 1249
    Kls ; B1
    Semester : 2

  81. 1.KRONOLOGI KEJADIAN
    Kejadian tersebut terjadi pada senin 17 januari 2014, siang hari pukul 14.00 waktu New York setempat, kantor pajak yang terletak di jalan wall street tersebut ingin memindahkan barang perlengkapan kantor dari bawah ke lantai 4 dengan menggunakan jasa alat angkut (crane) dari perusahaan On The Top Crane Corporation.
    Pada awal nya proses lifting terlihat akan baik-baik saja, namun pada saat operator crane menaikan barang tersebut, salah satu pekerja (Asep Munandar 35 tahun) kurang merencanakan proses lifting dengan baik antara lain: tidak mengukur dimensi barang yang diangkat (tinggi dan panjangnya), tidak mengukur berat beban yang diangkat apakah sesuai dengan spesifikasi jenis crane, hanya mengait 1 belt(tali), tidak mengukur jarak beban ke hook block(pengait), tidak menyusun dengan benar barang yang akan diangkut agar seimbang, dan tidak mengukur arah angin, dan alhasil pada saat diatas ketinggian (proses lifting) barang-barang yang diangkut tergoyang dan juga karena operator crane mengoprasikan alat tidak hati-hati (tidak pelan-pelan/terburu-buru) dan menyebabkan salah satu sisi dari barang yang diangkut tersebut berat sebelah dan miring, kemudian barang(beban) seberat kurang lebih 250 kg terlepas dari pengait (hook crane) dan terjatuh tepat mengenai mobil yang terparkir di area sekitar kantor dan hampir mengenai/menciderai seorang kakek-kakek yang ada di dekat mobil tersebut. Kemudian setelah kejadiaan yang hampir menewaskan kakek-kakek tersebut, membuat operator crane keluar dari ruang kemudi nya dan melarikan diri, dapat dipastikan operator yang diketahui bernama Dadang Sutaji usia 35 tahun mengalami shok dan tidak percaya dengan kejadian yang barusan dialaminya.

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN.
    Setelah kejadian tersebut terjadi dan alat yang digunakan di inspeksi, diketahui antara lain:
    .CRANE
    – Produksi Jerman tahun 2006
    – Dibeli dan di operasikan tanggal 8 desember 2008 oleh On The top Crane Corporation
    – Terakhir di service 5 bulan yang lalu
    .TALI (SLING) dan HOOK CRANE (PENGAIT)
    – Poduksi perusahaan DeWalt Maret 2013
    – Dibeli dan digunakan tanggal 23 Agustus 2013 oleh On The Top Crane Corporation
    – Material tali sling terbuat dari bahan kawat baja dan hook crane terbuat dari besi baja
    – Inspeksi rutin dilakukan 1 bulan sekali
    – Max daya beban 300 kg
    .BELT (TALI YANG DIKAITKAN DI HOOK CRANE DENGAN KAYU PALET UNTUK MENGANGKUT BEBAN)
    – Produksi perusahaan kawan lama februari 2013
    – Dibeli dan digunakan tanggal 28 februari 2013 oleh On The Top Corporation
    – Material terbuat dari bahan serat serat benang
    – Max daya beban 200 kg
    .PAPAN KAYU (PALET)
    – Papan kayu untuk alas mengangkat barang dengan crane di import dari China April 2013
    – Material kayu terbuat dari Kayu jati
    – Di plitur (dicat) ulang 6 bulan sekali agar tidak dimakan rayap
    Bedasarkan inspeksi alat yang dilakukan, kegagalan lifting terjadi karena beban yang akan diangkut adalah 250 kg, sedangkan daya kapasitas belt tersebut hanya 200 kg. selain dari pada itu papan kayu(palet) juga berbahaya karena hanya papan alas biasa tanpa ada barikade/pagar pembatas disisi kayu,yang sewaktu-waktu sebagian barang dapat terjatuh dari berbagai sisi. Selain dari pada itu alat dan peraltan lain masih layak di operasikan.

    3.ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    Bedasarkan observasi yang dilakukan lingkungan kerja pada saat proses lifting adalah:
    – Lingkungan kerja sangat terbuka luas (area masyarakat) sehingga siapa pun bisa dengan dekat melihat proses lifting
    – Tidak adanya pembatas area lifting / garis pembatas / rambu-rambu dilarang melintas (dilarang mendekat) dengan jalanan masyarakat (trotoar) (menutup area lifting)
    – Area kerja tidak dikosongkan (disterilkan) dari benda-benda milik masyarakat, seperti: mobil dll, yang dapat mengakibatkan kerusakan dan kerugian

    4.FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Operator crane tidak hati-hati/tergesa-gesa dalam proses lifting (tidak kompeten)
    – Tidak menyusun barang (beban) dengan seimbang (lalai)
    – Belt yang hanya 2 sisi yang digunakan (dikaitkan) dengan beban
    – Beban yang overload
    – Human Error

    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    – Tidak adanya SOP dan JSA dalam melakukan lifting
    – Belt (tali) yang digunakan tidak sesuai kapasitas angkut
    – Faktor kecepatan angin
    – Jarak antara beban dengan hook crane yang dekat
    – Belt yang hanya 2 sisi yang dikaitan yang seharusnya 4 sisi agar lebih aman

    6.REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG
    – Melakukan meeting kecil (pree lift meeting) saat sebelum melakukan proses lifting untuk memberikan arahan-arahan keselamatan kerja dan proses lifting
    – Men-training operator crane agar lebih handal dalam proses lifting
    – Lebih memerhatikan dengan teliti SOP dan JSA lifting
    – Berdoa sebelum melakukan sesuatu

    Nama : Ferdy Suhanda S.M.
    NPM : 14.11.106.701501.1221
    Semester : 2
    Kelas : B1

  82. 1. Berdasarkan vidio di atas kronologis kejadiannya adalah
    Kegagalan crane pengangkat mengakibatkan satu unit mobil ringsek. Tipe crane yang digunakan adalah truck crane yang mampu berpindah tempat tanpa bantuan alat pengangkat dan sling jenis sintetis. Kejadian ini terjadi pada 05 Maret 2015 tepatnya pukul 11.00 WITA. Albert(30th)adalah seorang operator crane yang pada saat itu mengerjakan proyek memindahkan peralatan kantor dengan berat sekitar 150 kilogram dari bawah atas ke gedung serbaguna yang berlantai 4 dengan menggunakan crane. Albert bersama seorang temannya Thomas(34th), Thomas adalah seorang rigger sekaligus signalman yang memberikan intruksi aba-aba kepada albert selaku operator crane. Kejadiannya terjadi di ringroad depan gedung serbaguna, jln.riyurahayu. Cuaca saat itu cukup cerah dengan angin yang tidak terlalu kuat. Di sekitar area proyek tidak ada rambu-rambu keselamatan dan terdapat anjing binatang peliharaan.
    Sebuah palet kayu berisi peralatan kantor dengan berat sekitar 150 kilogram akan di naikan ke gedung berlantai 4 oleh albert dan Thomas menggunakan crane. Thomas yang bertugas mengikat dan mengaitkan sling pada hook crane sedangkan albret sebagai seorang operator yang bertugas mengopersikan crane. Pada saat proses rigging(pengikatan) Thomas kurang focus ke pekerjaannya karena terdapat seekor anjing di area proyek tersebut. Setelah sling terikat dengan palet yang berisi barang-barang kantor dan sling terkait dengan hook pada crane, palet yang berisi barang-barang kantor pun di naikan dengan pelan ke atas. Setelah mencapai ketinggian sekitar 10 meter tiba- tiba palet yang berisi peralatan kantor tersebut jatuh menimpa sebuah mobil yang parkir di depan gedung , sling terlepas dari hook crane. Mobil itu pun ringsek rusak begitupun dengan palet yang berisi peralatan kantor. Mengetahui kejadian itu albert selaku operator panik dan mencoba melarikan diri, sedangkan Thomas hanya memperhatikan albret dan kerusakan akibat jatuhnya palet tersebut. Di atas gedung terlihat Endrue selaku pemilik peralatan yang hanya melihat tanpa berbuat apa-apa. Mobil tersebut ringsek rusak parah tertimpa beban 150 kilogram dan peralatan kantor ikut hancur berkeping-keping akibat terjatuh dari ketinggian 10 meter. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa meskipun di dekat mobil yang rusak ada seorang kakek-kakek yang hendak lewat, nyaris tertimpa palet seberat 150 kilogram.

    1. Analisis alat dan peralatan

    • Truck crane merupakan tipe alat angkat yang mampu berpindah dari satu proyek ke proyek lain tanpa alat pengangkutan, pada saat kejadian tersebut crane dalam kondisi baik dan layak operasi.
    • sling sintetis merupakan sling yang terbuat dari serat, sling ini dalam kondisi layak pakai karna dalam kejadia tersebut sling tidak putus atau rusak, namun sling yang digunakan kurang maksimal karena proses rigging hanya 2 arah dan kurang sempurna di kaitkan pada hook crane.
    • Hook pada truck crane, pada vidio di atas terlihat bahwa sling terlepas dari hook nya yang berarti hook latch/hook block tidak terpasang sempurna .
    • Papan kayu (palet )tempat meletakan peralatan kantor kurang efesien, jika di ganti dengan keranjang basket mungkin lebih efesien dan seimbang pada saat proses pengangkatan.
    • Kurangnya rambu-rambu untuk mengisolir lokasi,rambu-rambu tersebut berguna untuk mengosongkan lokasi berbahaya pada saat proses pengangkatan.
    • SOP pada proyek ini sangat di perlukan agar pekerjaan berjalan sesuai rencana.
    • Beban yang di angkat tidak terlalu berat untuk ukuran truck crane ini.

    2. Analisis lingkungan kerja

    • Terjadi di ruang bebas terbuka, kurangnya rambu-rambu untuk mengisolir lokasi tersebut dari mobil maupun manusia.
    • Kegagalan crane terjadi pada pukul 11.00 saat itu cuaca sangat cerah, cuaca cerah sangat mendukung pekerjaan ini.
    • Keadaan tiupan angin tidak terlalu kencang, tidak membahayakan pekerjaan ini.
    • Terdapat hewan peliharaan anjing di area pekerjaan, hewan tersebut sangat mengganggu konsentrasi Thomas(signalman) saat mengaitkan sling ke hook.
    • Disekitar crane terdapat mobil yang parkir di pinggir jalan, seharusnya mobil-mobil tersebut di isolir di jauhkan dari area proyek pengangkatan.
    • Derajat kemiringan

    3. Faktor-faktor penyebab langsung

    • Kurang focus terhadap pekerjaan, Thomas(rigger) kurang focus terhadap pekerjaan karena terdapat anjing di dekatnya.
    • Terlepasnya sling yang terkait pada hook, hook block kurang terpasang sempurna.
    • Tiupan angin membuat palet kayu bergoyang dan beban sulit di kendalikan.
    • Operator yang terlalu tergesa-gesa saat mengoperasikan crane, di perlukan suatu rencana yang matang untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
    • Operator yang kurang kopeten dalam pengoprasian crane, pada saat kejadian operator panik dan mencoba melarikan diri.
    • Penggunaan / pemasangan outriggers yang tidak tepat

    4. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan

    • Faktor manusia,
    – Kurangnya fokus saat bekerja sehingga hook crane tidak terpasang sempurna.
    – Operator dan signalman(pemberi aba-aba) kurang kopeten dalam pekerjaan ini.
    – Proyek ini sangat tergesa-gesa sehingga tidak memperhatikan keselamatan.
    – Kurangnya perencanaan yang matang.

    • Faktor peralatan
    – Hook crane kurang terpasang sempurna pada saat pengangkatan
    – Sling seharusnya di ikat 4 bagian sehingga sling lebih kuat terkait dengan hook ccrane.
    – Palet yang di gunakan kurang efesien, jika di ganti dengan keranjang basket sling akan terikat kuat pada hook crane.
    – Truck crane adalah crane yang dapat berpindah-pindah tempat tanpa alat pengangkutan, jika crane di pindah ke depan gedung sebaguna maka resiko mobil ringsek tidak akan ada.
    – Sling yang di gunakan adalah jenis sintetis sling yang berukuran besar sedangkan hooknya berukuran kecil, perlu di ganti dengan bahan baja yang berukuran kecil dan hook di ganti dengan ukuran yang lebih besar.
    – Kurangnya sop pada proyek ini,

    • Faktor lingkungan
    – Terdapat anjing di area proyek yang mengganggu Thomas saat melakukan pengikatan pada hook crane.
    – Kurangnya rambu-rambu berbahaya pada proyek tersebut.
    – Area yang belum steril, masih terdapat mobil-mobil dan seorang pejalan kaki di dekat area proyek yang berbahaya tersebut.
    – Hembusan angin yang memuat beban begoyang dan membuat tidak seimbang dan beban terjatuh.
    – Dimensi jarak dan tinggi bangunan perlu di perhatikan.

    5. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang

    • Seharusnya sebelum proses pengangkatan di adakan brifing singkat oleh semua orang yang terlibat dalam proyek tersebut untuk pembagian tugas dan pengarahan mengenai prosedur keselamatan kerja.
    • Petugas pengoprasian crane seharunya mematuhi dan mengikuti sop yang berlaku.
    • Petugas harus memahami pengoprasian truck crane termasuk jenis sling, berat beban, dan karakteristik beban yang akan di angkat.
    • Di perlukan traning untuk operator sebelum mengolprasikan crane tersebut agar lebih kompeten dalam menjalankan proyek ini.
    • Seharusnya di pasang rambu-rambu berbahaya untuk mengisolir lokasi proyek agar tidak ada pejalan kaki atau mobil di area berbahaya tersebut.
    • Sebaiknya tidak menggunakan palet untuk mengangkat beban seperti itu, menggunakan keranjang basket akan lebih efesien karna hook crane akan langsung terkait di sudut-sudut keranjang basket sehingga jika satu hook terlepas maka masih terdapat tiga hook yang terkait di sudut keranjang basket.
    • Area proyek harus benar-benar steril, tidak ada pengganggu konsentrasi bagi pekerja proyek agar pekerja lebih fokus dan konsentrasi atas pekerjaanya.
    • Hook block pada crane seharusnya di pasang lebih teliti dan kuat agar pada saat pengangkatan beban tidak lepas.
    • Lakukan inspeksi singkat terhadap klayakan crane terutama pada bagian sling, shackle, hook, purley dan periksa system hidroliknya.

    Nama :Bagus Nurwanto
    Kelas :b1 semester 2
    NPM : 14.11.106.701501.1258

  83. 1.) Kronologis Kejadian
    Pada hari Minggu,tanggal 14 Januari 2014 tepatnya pukul 13.00 WITA,telah terjadi kecelakaan kerja di depan kantor administrasi yang menimpa sebuah kendaraan sedan dengan no.polisi KT 1234 AA,akibat tali crane ( alat angkut ) yang putus.Kejadian bermula saat, Joko (37) sebagai operator crane tersebut mengangkut muatan barang ke atas gedung,tiba-tiba di ketinggian kurang lebih 20 meter dari atas permukaan tanah,tali yang mengangkut barang tersebut putus dan menimpa mobil yang berada di bawah.Jaka (42) sebagai pengawas mengatakan bahwa,ia sudah berteriak untuk menghentikan pekerjaan tersebut.Karena terlalu bising akibat suara crane tersebut, maka operator tidak mendengar suaranya dan melanjutkan tugasnya yang berakibat fatal dan kecelakaan ini murni tidak disengaja.Tarno (72) pejalan kaki,mengatakan bahwa kejadian tersebut akibat hembusan angin yang sangat kencang,sehingga tali yang menompang muatan barang tersebut putus.Ahmad (27) pemilik mobil merasa kaget dan shok saat mobilnya tertimpa muatan barang tersebut.Akibat peristiwa tersebut,Ahmad merasa kecewa kepada PT.Ground karena kelalaian pekerja mereka.

    2.) Analisis alat dan peralatan
    Setelah saya melihat video tersebut,alat dan peralatan yang mereka gunakan sudah memenuhi standar perusahaan.Para pekerja sudah memakai APD yang lengkap dan alat angkut tersebut masih layak digunakan.

    3.) Analisis lingkungan kerja
    Saya melihat lingkunan kerja berada di ruangan terbuka ( jalan raya ),yang banyak di lalui pejalan kaki maupun kendaraan yang parkir.

    4.) Faktor penyebab langsung
    – Tali yang putus
    – muatan yang overload

    5.) Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    – hembusan angin
    – Kurang focus pekerja operator yang tidak mendengar suara dari pengawasnya

    6.) Rekomendasi
    – melakukan clearing area pada lokasi tersebut
    – memberi peringatan / papan peringatan bahwa di area tersebut lagi melakukan perkerjaan proyek
    – memaintace alat dan peralatan secara rutin
    – menginpeksi tali pada saat digunakan apakah masih layak atau tidak
    – membaca prosedur tentang batas maximum muatan

    Nama : Deo Aldi Peranata
    Kelas : B1
    NPM : 14.05.1241

  84. Kronologis Kejadian
    Pada tanggal 19 Maret 2013 disuatu komplek perusahaan sedang terjadi pemindahan barang menggunakan crane. Michael (30) sang operator sudah siap untuk melaksanakan tugasnya sedangkan Brian (28) telah mengecek ulang barang yang akan di pindahkan dan terdapat 3 orang lagi yang menunggu dibagian gedung lantai atas. Kembali ke pengerjaan, setelah selesai pengecekan oleh Brian, Michael si operator mulai memindahkan barang tersebut. Pada awalnya pemindahan barang berjalan dengan lancar tetapi pada saat ketinggian disekitar 10 meter tiba-tiba webbing terputus dari hook sehingga barang yang diangkut tersebut jatuh kebawah dan menimpa kendaraan (mobil) yang parkir di daerah komplek perusahaan . James (60) pemilik kendaraan terlihat kaget dan tidak percaya atas kejadian yang terjadi terhadap kendaraannya. Di lain sisi Michael (30) melarikan diri dan terlihat tidak bertanggung jawab.

    Analisis alat dan peralatan
    -Alat berat ( crane) = alat yang digunakan untuk memindahkan barang
    -Boom = tiang dari crane
    -Pulley = katrol yang menghubungkan ke wire rope sling
    -Webbing = tali yang digunakan untuk mengangkat barang
    -Hook = alat penghubung antara webbing dengan wire rope sling
    -Wire rope sling = tali besi yang menghubungkan antara pulley dengan hook
    -Pallet = alas yang digunakan untuk mengangkat barang yang terbuat dari kayu
    -Mobil = kendaraan yang diparkir ditempat yang tidak semestinya

    Analisis Lingkungan Kerja
    -Jarak pemindahan barang yang terlalu jauh dan cukup tinggi
    -Lokasi kerja yang berada pada lingkungan terbuka

    Faktor Penyebab Langsung
    -Mengambil posisi pengangkatan yang tidak aman karena banyak kendaraan yang parkir
    -Webbing yang terputus karena tidak adanya inspeksi secara berkala sehingga tidak layak -pakai

    Faktor yang memberikan kontribusi
    -Pekerjaan pemindahan barang yang terlalu tinggi dan dilakukan ditempat terbuka
    -Kurang ahlinya operator dalam menggunakan crane
    -Operator kurang fokus menggunakan crane

    Rekomendasi
    -Menghilangkan semua yang ada baik itu peralatan maupun kendaraan disekitar daerah –kerja yang dapat mengganggu pekerjaan
    -Mengganti operator dengan yang lebih berpengalaman dibidangnya
    -Memberikan pelatihan kepada operator

    Nama : Indra Ihram Wahyudi
    NPM : 14.11.106.701501.1266
    Kelas : B2
    Semester : 2

  85. TUGAS 4 B1 D4K3

    1.KRONOLOGIS KEJADIAN

    BALIKPAPAN 05 APRIL 2015 , Terjadi kecelakaan kerja pada pagi hari pukul 08.00 salah satu pekerja sedang memindahkan barang keatas gedung dengan menggunakan CRANE.
    Pada awalnya proses pengangkatan barang atau di sebut LIFTING terlihat baik, pada saat OPERATOR CRANE memindahkan barang yang akan di tuju salah satu pekerja yang bernama ANTO SUTISNA berusia kurang lebih 30 tahun.ANTO dan temen kerjanya tidak ada merencakan pada saat memindahkan barang ke atas gedung tersebut, alat-alat yang memindahkan barang tidak lah memadai buat mengangkat barang tersebut. Barang yang dia angkat sehingga beratnya hingga 300 kg, sehingga barang pada saat di atas menuju ke atas gedung terputus hingga terjatuh sangat kuat. Saat kejadian ada 1 orang tua berada di sekitar barang tersebut , dan jatuhnya barang tersebut tepat berada mobil yang sedang di parkir.Para pekerja yang sedang memindahkan barang ke atas gedung tidak memikirkan wilayah sekitar,memindahkan barang juga pada saat orang- orang berjalan di sekita area. Setidaknya petugas mengosongkan lokasi tersebut dengan menggunakan rambu-rambu yang di larang melitang di sekitar area supaya aman pada saat pekerjaan tidak ada yang merugikan orang lain.Akibat tidak adanya rambu-rambu di sekitar area , kerugiannya sangat besar mobil yang kejatuhan barang menjadi hancur dan dekat jatuhnya barang ada seorang orang tua berdiri berdiam dekat jatuhnya barang.Seorang OPERATOR pun melarikan diri pada saat barang yang di angkat ke atas gedung terjatuh menimpa mobil yang sedang terpakir.

    2.ANALISIS ALAT DAN PERALATAN
    CRANE
    – Di Produksi di CHINA tahun 2008
    – Di operasikan pada tanggal 15 maret 2015

    TALI (SLING) dan HOOK CRANE (PENGAIT)
    – Produksi di perusahaan china February 2012
    – Di beli dan di kenakan tanggal 11 january 2013
    – Bahan material tali sling terebut terbuat dari bahan baja
    – Service rutin di lakukan 3 bulan 4x

    BELT ( TALI YANG DI KAITKAN KE HOOK (PENGAIT) CRANE DENGAN KAYU PALET UNTUK MENGANGKAT BEBAN)
    – Di Produksi oleh CHINA agustus 2013
    – Di gunakan tanggal september 2013
    – Bahan dari BELT adalah serat serat benang
    – Daya beban 250 kg

    PAPAN KAYU (PALET)
    – Alas papan kayu untuk mengangkat barang di buat dari CHINA mei 2012
    – Bahan dari kayu tersebut terbuat dari kayu jati

    3.ANALISIS LINGKUNGAN KERJA
    – Area lingkungan pada saat pekerjaan yang sangat terbuka dan siapapun bisa mendekat pada saat proses lifting
    – Tidak adanya rambu-rambu atau peringatan di area lifting sehingga masyarakat yang sedang berada di area lifting bisa menjauh dari area tersebut
    – Area proses lifting tidak di kosongkan dari kendaaran yang sedang terparkir pada saat lifting dan sehingga pada saat barang terjatuh kerugian mobil yang ketimpa barang tertersebut menjadi rusak atau hancur.

    4.FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Operator CRANE tidak hati-hati dan tergesa gesa dalam memindahkan barang tersebut (kurang prefesional)
    – Beban yang sangat berat dan tidak memadai pada alat alat yang sedang di gunakan pada saat lifting
    – Menyusun barang tidak rapi dan tidak seimbang
    – HUMAN EROR
    5.FAKTOR YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI ATAS KECELAKAAN
    – Tidak adanya SOP dan JS dalam proses lifting
    – BELT yang di gunakan pada saat lifting tidak sesuai dengan kapasitas yang di angkut
    – Factor adanya angin di area tersebut
    – Beban yang di angut dengan alat yang di gunakan harus seimbang , mungkin lebih di kurangin barang yang di angkut

    6.REKOMENDISI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG
    – Sebelum proses pekerjaan mengadakan meeting sehingga barang yang dip roses bisa di capai ke tujuan
    – Operator harus melakukan training terlebih dahula dalam proses lifting
    – Sangat penting memperhatikan SOP dan JSA

    Nama : Wandy setiawan putra
    Kelas : B1 D4K3
    NPM : 14.11.106.701501.1220
    Semester : 2

  86. Investigasi insiden

    3 April 2015

    1.Kronologi
    pada tanggal 3 april 2015 saya sengaja merekam pemindahan barang perusahaan menggunakan crane. Tujuan saya merekam agar video tadi bisa dijadikan dokumentasi perusahaan.
    Di lokasi ada 7 orang.
    1 orang operator mobil crane (leon)
    1 orang supervisor (ahmad sugandhi)
    1 orang pemilik mobil pribadi (mike )
    3 orang helper yang menyambut barang dari atas ( andre,rian,rio)
    1 orang merekam (dimas/saya sendiri)
    kami mulai bekerja dari pukul 09:00 kamipun mulai memindahkan barang perusahaan ke pallet,setelah kami memindahkan barang tersebut pada pukul 09:30 operator crane mulai menghidupkan mesin dan mengangkat pallet,sebelumnya supervisor tidak mengecek peralatan dari mobil cran tersebut,seperti boom,pulley,wire rafe sling,hook,webbing,pallet. Kami pun langsung mengangkatnya ke atas yang ketinggiannya -+ 50 meter. Setelah di pukul 20:40 di ketinggian 25 meter tiba tiba hook dari crane itu putus karena tidak mampu mengangkat beban barang perusahaan.
    Dan mengenai mobil pribadi dibawahnya. Barang perusahaan dan mobil pribadi tersebut hancur. Total kerugian di perkirakan mencapai 3M rupiah.
    Karena kejadian tersebut operator crane tidak bertanggung jawab dan melarikan diri.

    2.Analisis alat dan peralatan
    1.mobil crane
    2.boom
    3.pulley
    3.wire rafe sling
    4.hook
    5.webbing
    6.pallet
    7.camera

    3.Analisis lingkungan kerja
    Lokasi di PT.TANJUNG BERANG kaltim
    tempat lokasi di daerah kota panajam. Daerah perusahaan kondisi tanah berupa aspal dan di padati bangunan bangunan perusahaan,banyak mobil pribadi yang parkir di pinggiran jalan tersebut.

    4.Faktor penyebab langsung
    Faktor penyebab karena dari Human error(pekerja yang kurang terlatih). Supervisor tidak menganalisa mobil crane,peralatan lainnya. Sehingga pulley tidak sanggup menahan beban dari barang barang perusahaan.

    5.Faktor yang memberikan kontribusi dari kecelakaan.
    Faktor kontribusi berupa kerugian,kerusakaan alat dari perusahaan.

    6.Rekomendasi agar kecelakaan tak terulang kembali
    -memilih supervisor yang berpengalaman(terlatih)
    -memilih operator yang berpengalaman(terlatih)
    -mengecek peralatan dan barang muatan.
    -menganalisa peralatan.

    Nama : Riduan
    kelas : B2
    semester : 2
    NPM :14.11.106.701501.1294

  87. Tugas #4 Investigasi Insiden

    1.) Kronologis Kejadian

    Tepat Pada 14 Februari 2014, Terjadi Peristiwa yang Sangat Diluar Dugaan Para Pekerja Dan Beberapa Orang Sekitar.
    Kejadian Ini Berawal Dari Beberapa Petugas Yang Hendak Menaikkan Barang Dari Jalan Raya Ke Lantai 3 Perusahaan Dengan Menggunakan Mesin Crane.
    Tanpa Diduga Siapapun Barang Yang dinaikkan tersebut terjatuh Tanpa sempat mendarat di tempat yang seharusnya.
    barang tersebut terjatuh beserta pallet pengangkutnya ke bawah dan mengenai mobil yang parkir tepat dibawahnya.
    Dalam peristiwa ini terlihat tali webbing yang terlepas dari cengkraman hook pada crane yang mengakibatkan barang beserta pallet itu jatuh ke tempat yang tidak semestinya.
    dan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa namun mengalami kerugian material yang sangat signifikan, yaitu sekitar ratusan juta lebih.
    Di dalam Video yang berdurasi 45 detik ini terlihat pula seorang petugas crane yang melarikan diridari lokasi kejadian dan diduga ia adalah tersangka utama.

    2.) Analisis Alat Dan Peralatan

    Menurut Analisis Saya Alat yang digunakan seperti adanya kurang perawatan secara berkala, terlihat dari tali webbbing yang sudah mulai lapuk.
    pengangkutan barang yang melebihi beban juga mempengaruhi ketidaksiapan alat.

    3.) Analisis Lingkungan Kerja

    Dan menurut analisis saya lingkungan tempat mereka bekerja sangat rawan sekali karena terletak di tempat dimana banyak orang umum yang berlalu lalang, sehingga adanya kerugian dari orang lain seperti mobil yang bukan milijk pegawai perusahaan tersebut.

    4.) Faktor Penyebab Langsung

    – Tali Webbing Putus
    – barang yang melebihi beban sehingga tali webbing terlepas dari hook

    5.) Faktor Penyebab Tidak Langsung

    – Kurangnya Perawatan Pada crane beserta alat alat pelengkapnya
    – Operator Crane Kurang Ahli dalam Menaikkan barang (operator baru)
    – Lingkungan Kerja Di tempat umum

    6.) Rekomendasi

    Menurut saya seharusnya ada perawatan baik pada brainware maupun hardwarenya,
    yaitu pada alat alat dan pada manusianya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
    contoh perawatan pada brainware yaitu dengan memberikan training khusus setiap 2 bulan sekali.
    dan contoh pada hardwarenya yaitu service pada semua alat setiap satu bulan sekali agar tidak ada alat yang cacat dan rusak.

    Nama : Muhammad Adnan
    NPM : 14.11.106.701501.1298
    Kelas : B2

  88. Nama : pajar harianto
    Kelas : B2
    Semester : 2
    NPM : 147051306

    1. KRONOLOGIS KEJADIAN

    Kamis 20 september 2013 terjadi kesalahan. sanusi (34) oprator crane mengangkat sebuah barang lalu barang tersebut tidak sengaja terjatuh ke atas sebuah mobil milik intan (29) seorang kariawan dari perusahaan tersebut. Melihat mobil tersebut hancur sanusi langsung pergi meninggalkan tempat kejadian karna takut diminta ganti rugi atas jatuhnya barang dan hancurnya mobil intan ,sampai saat ini sanusi belum di temukan tidak ada korban dalam kejadian tersebut namun kerugian di tafsir hingga ratusan juta rupiah

    2. ANALISIS ALAT DAN PERALATAN

    – Crane
    – Pulley
    – Hook
    – Webbing
    – Wire Rope Sling
    – Pallet

    3. ANALISIS LINGKUNGAN KERJA

    Tempatn kerja dilakukan di jalan raya/tempat umum

    4. FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG

    Tidak dilakukan nya inspeksi pada webbing secara rutin sehingga menyebebkan webing tersebut putus karena webbing tesebut tidak pernah dilakukan inspeksi sehingga beban yg berat tersebut membuat webbing lebih cepat putus, dan juga webbing tersebut terlalu kecil untuk mengangkat beban seberat itu.

    5. FAKTOR YG MEMBERIKAN KONSTRIBUSI ATAS KECELAKAAN

    Angin yang lumayan kencang kondisi webbing yg rapuh termakan usia dan kecil sehingga adanya angin yg kencang kerapuhan yg di alami sling webbing tersebut semakin parah dan akhinya putus

    6. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI

    Inspeksi secra berkala pada webbing tersebut apabila webbing tersebut sudah tidak layak pakai ganti dengan webing yg baru dan ukuran yg sesuai dengat yg di angkat sehingga resiko terjatuhnya barang yg di angkat akan terminimalisir jngn melakukan pekerjaan angkat mengangkat di jalan umum dan beritahu dulu pengguna mobil supya tidak menaruh di area yg akan di lalui barang tersebut, seharusnya beri tempat kusus untuk mengangkut barang tersebut supaya kerugian tidak terlalu besar

  89. KRONOLOGIS KEJADIAN
    Pada hari kamis tanggal 25-Januari-2014 ,pukul 11.00 Wita tepatnya siang hari akan berlangsung pekerjaan pengangkatan barang dari bawah ke atas gedung menggunakan crane.Karena barang-barang tersebut berjumlah banyak, ukurannya yang besar dan peletakannya yang berada di atas gedung maka pengangkatannya menggunakan pesawat angkat crane.Barang-barang pun sudah di packing,dan sudah letakan di sebuah pallet, kemudian tali webing pun di ikat di masing-masing sudut pallet, kemudian di sambungkan ke hook crane.Proses loading crane pun mulai berjalan barang yang sudah ready mulai di angkat,loading pun berjalan lancar sampai ketinggian 5 meter.Naas terjadi pada saat barang menaiki ketinggian 8 Meter tiba-tiba tali webing yang di gantungkan pada hook crane putus persis di atas sebuah mobil yang sedang di parkir sehingga barang-barang pun jatuh ke arah mobil tersebut ,dan mengakibatkan mobil tersebut hancur.

    ANALISA ALAT DAN PERALATAN
    – Tidak adanya inspeksi secara berkala pada peralatan crane tersebut.
    – Tidak adanya peremajaan pada peralatan crane yang sudah mulai rusak.
    – Tidak adanya pengecekan tahun pembuatan unit crane tersebut.
    – Tidak adanya pemberitahuan sebelumnya tentang operator crane yang mengoperasikan crane ini sebelumnya.
    – Tidak adanya tulisan SWL(Safe Working Load) pada tali webing tersebut.

    ANALISA LINGKUNGAN KERJA
    – Lingkungan kerja yang tidak steril karena adanya mobil-mobil yang parkir di sekitar area loading.
    – Adanya manusia yang berada di bawah area loading crane.
    – Lingkungan kerja yang sempit.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    – Tali webing yang putus dari kaitan hook crane.

    FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI
    – Operator yang kurang berkompetensi
    – Tidak adanya pengecekan peralatan terlebih dahulu sebelum mengoperasikan crane.
    – Tidak adanya SWL (Safe Warking Load) tertulis pada tali webing.
    – Tidak adanya inspeksi secara berkala pada unit crane,serta peralatannya.

    REKOMENDASI

    – Pergantian tali webing yang sudah rapuh menjadi yang baru agar lebih kuat ketika mengangkat beban.
    – Inspeksi secara berkala pada Unit Crane,dan semua peralatannya.
    – Maintenance secara berkala pada Unit Crane ,dan semua peralatannya.
    – Pengecekan terlebih dahulu dengan menggunakan cheklist sebelum mengoperasikan crane.
    – Memberikan pelatihan khusus pada operator crane.

    NAMA:CANDRA DWI SEPTIAN
    KELAS; B2
    SEMESTER : 2
    NPM: 14.11.106.701501.1275

  90. 1.Kronologis kejadian.
    Minggu, 4 april 2015 di lakukannya kegiatan pemindahan barang di lingkungan perusahaan yang bernama PT. Maju mundur pada siang hari (2pm) menggunakan crane. Pekerja bernama amir(23) telah selesai merangkai crane agar dapat memindahkan barang ke atas gedung. Setelah di rasa cukup sang operator agus(28) mulai menggerakan crane tersebut dan barang yang berada di atas pallet tersebut perlahan terangkat menuju atas gedung. Tetapi di ketinggian 12 meter tiba-tiba webbing tersebut putus yang mengakibatkan barang langsung terjun menimpa sebuah mobil putih (KT1234AB) yang sedang terparkir. Setelah hal tersebut operator crane shock dan melarikan diri.
    2.Analisis alat dan peralatan.
    -Webbing yang di gunakan adalah webbing berukurang lebar 100mm dengan kapasitas maksimal adalah 4 ton, penggantian terakir di lakukan pada tanggal 23/3/15
    -Berat barang yang melebihi kapasitas muatan
    3.Analisis lingkungan kerja
    -Pekerjan yang di lakukan di luar ruangan pada siang hari dapat memicu pekerja mengalami kehilangan konsentrasi akibat panas matahari
    – Bekerja di luah lapangan juga dapat di pengaruhi oleh tiupan angin yang kencang sehingga barang yang di pindahkan bergoyang
    4.Faktor penyebab langsung.
    -Jenis webbing yang tidak kuat menyebabkan webbing tersebut terputus
    -Keseimbangan peletakan barang yang tidak sempurna di atas pallet menyebabkan titik tumpu tidak berada di tengah-tengah
    -Berat barang yang di angkut melebihi kapasitas
    -Pola ikatan yang tidak sesuai dengan kapasitas angkut
    5.Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    -Faktor angin mempengaruhi keseimbangan pallet
    -Pengetahuan pekerja tentang jenis webbing yang sesuai kurang
    -Suhu udara yang panas mempengaruhi emosi pekerja
    -Pemeriksaan peralatan yang kurang
    6.Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.
    Mensubtitusi jenis webbing yang di pakai dengan ukuran yang lebih besar sehingga kapasitas angkutnya bertambah. Mengatur tata letak barang sehingga posisi berat tumpuan berada di tengah pallet sehingga mendapatkan keseimbangan yang stabil dan mengakibatkan berat beban tersebar merata pada setiap webbing.

    Nama : Sesarius Deny Nurcahyo
    NPM : 14.11.106.701501.1282
    Kelas : B2 / D4-K3
    Semester : II (Dua)

  91. 1. Kronologis kejadian.

    Setelah saya melihat video rekaman tersebut yang bedurasi sekitar 45 menit, saya akan membuat kronologis sebagai berikut
    Pada suatu hari, tepatnya pada hari Senin. 11 November 2014 di sebuah lapangan kerja yang berdekatan dengan gedung tinggi terlihat crane yang sedang di operasikan pada seseorang yang bernama Muhammad Sadrul (34) tinggi badan sekitar 177 cm sedang melakukan pekerjaanya sebagai operator crane dengan bepakaian baju katelpak berwarna biru dongker dan memakai safety shoes.

    Pada saat itu seorang oparator ingin mengangkut barang ke atas gedung yang berketinggian sekitar 20 meter, barang yang akan di angkut beratnya sekitar 1 ton. pada saat barang akan di angkut ke atas gedung wire rope sling sudah terkait di pulley, dan webbing sudah terpasang di hook, dan akan di angkut menggunakan pallet kayu yang beukuran kira-kira 3m x 3m dan semuanya sudah terpasang pada posisi masing & di atas gedung tersebut sudah ada 3 orang yang di disiapkan untuk mengambil atau menyambut barang yang akan di naikkan nanti.

    Setelah alat dan peralatan sudah terpasang pada posisi masing-masing kemudian operator memulai menaikkan barang yang akan di angkut ke atas gedung, perlahan-lahan barang tersebut di naikkan menggunakan crane sambil di arahkan ke arah gedung tersebut, kemudian pada ketinggian kurang lebih sekitar 22 meter barang tersebut tiba-tiba terjatuh, wire rope sling terputus dan sudah tidak terkait lagi oleh pulley dan pada akhirnya barang tersebut terjatuh tepat jatuhnya menimpa mobil sedan berwarna abu-abu dongker, dan mobil ini memang dengan sengaja terparkir di area gedung tersebut. mobil ini hancur akibat tertimpa barang yang beratnya sekitar 1 ton itu.

    Setelah kejadian itu terjadi tiba-tiba operator melarikan dirinya dan lari ke arah belakang, seorang operator tersebut tidak bertanggung jawab atas apa yang di lakukakannya yang menyebabkan kerugian pada aset perusahaan dan properti orang lain .

    2. Analisis alat dan peralatan.

    A. CRANE
    Crane merupakan alat pengangkut yang biasa digunakan dalam proyek konstruksi. Crane bekerja dengan mengangkat material yang akan dipindah secara horizontal lalu menurunkan material ke tempat yang diinginkan.

    B. BOOM
    berfungsi sebagai pengangkat beban yang akan
    dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Pada truck crane ini
    digunakan lengan jenis teleskopik karena kelebihan dari lengan jenis ini adalah dapat dipanjangkan dan dipendekkan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Gerakkan memanjangkan dan memendekkan pada lengan teleskopik truck crane yang terdiri dari beberapa tingkat (Section) ini digerakkan oleh hydraulic jack. Hydraulic jack dioperasikan dengan tuas manual yang berada di kabin operator crane. Panjang lengan yang dikeluarkan ataupun dipendekkan harus disesuaikan dengan radius pengangkatan dan tinggi pengangkatan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan dari truck crane itu sendiri pada saat proses pengangkatan. Dan beban pengangkatan juga harus disesuaikan dengan radius pengangkatan.

    C. PULLEY
    adalah merupakan komponen yang biasa digunakan untuk
    menggantung beban pada pesawat angkat jenis crane. Kait biasa terbuat dari baja tuang yang dibuat dengan bentuk menyerupai bentuk mata kail pada alat untuk memancing. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pengankatan/menggantungkan beban yang akan diangkat pada kait. Dan kait itu sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu :
    1) Kait Tunggal
    2) Kait Ganda

    D.WIRE ROOP SLING
    Wire rope adalah Tali baja yang terbuat dari beberapa WIRE yang dipilin membentuk STRAND, lalu beberapa strand tersebut dipilin mengelilingi CORE untuk membentuk sebuah wire rope.

    Wire Rope Sling adalah Wire rope yang salah satu atau kedua ujungnya sudah diterminasi atau dibuat mata. Wire rope sling ini banyak digunakan di lapangan untuk aplikasi mengangkat barang (Lifting), menarik (Towin ), menambat kapal (Mooring), mengikat (Lashing(choker) ) dan masih banyak lagi.

    Pembuatan wire rope sling sifatnya customized, yang berarti wire rope sling ini dapat difabrikasi sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan user di lapangan. Karena sifatnya yang dibuat sesuai dengan pesanan user, maka diperlukan data-data untuk membuat wire rope sling tersebut. Data-data yang diperlukan untuk membuat wire rope sling adalah sebagai berikut :
    Spesifikasi Wire Rope itu sendiri ( Konstruksi, Core, Asal, Ukuran, Putaran, Finishing )
    Jenis Terminasi apa yang ingin digunakan.
    Berapa Jumlah terminasi yang akan dibuat pada wire rope sling nantinya, hanya di satu ujungnya atau dikedua ujungnya.
    Untuk terminasi mata : ( Berapa diameter besar matanya, Menggunakan thimble atau tidak, Menggunakan aksesoris tambahan atau tidak seperti Hook, Masterlink, Ring ).
    Berapa panjang jadi yang diminta user.
    Untuk Multi Legged Sling, berapa jumlah kaki yang dibutuhkan.
    Berapa set sling yang dibutuhkan.

    E. HOOK
    Hook ini berbentuk seperti tanda tanya karena bentuk tanda tanya sangat cocok untuk model dari hook itu sendiri yang fungsinya sebagai alat pengangkat atau alat kait. Tetapi hal ini bukan berarti bentuk hook yang cocok sebagai alat pengait tersebut sudah sangat aman digunakan dengan cara apapun. Walaupun bentuk hook sebagai alat kait itu sudah sempurna, tetapi harusnya anda tetap menggunakan hook tersebut dengan benar sehingga dapat mengurangi bahkan meniadakan resiko kecelakaan kerja

    F. WEBBING
    Jenis alat angkat yang ketiga adalah webbing sling. Webbing sling atau yang sering disebut juga dengan sling belt adalah alat pengganti wire rope sling atau chain sling dalam aplikasi angkat (Lifting) dan mengikat (Choker).

    Kenapa dianggap sebagai pengganti? tentunya webbing sling mempunyai kelebihan, karena dapat menggantikan wire rope sling dan chain sling. Kelebihan atau keuntungan dari webbing sling adalah :
    Lebih ringan sehingga mudah dan aman digunakan.
    Lebih flexible.
    Tidak berkarat.
    Tidak merusak atau membuat kotor barang yang diangkat.
    Mudah dilakukan inspeks

    E. PALLET
    Pallet, Pada bidang logistik, tentunya pallet merupakan salah satu pengetahuan mengenai pallet mungkin merupakan hal yang penting. Pallet sangat berhubungan dengan aktifitas pergudangan, dan digunakan sebagai tempat menaruh barang. Pallet yang biasa saya temukan berada pada ukuran 100 cm x 120 cm dengan jenis “two ways” atau stringer pallet. Kesamaan dimensi pallet memudahkan pengadaan atau desain rak, dalam tujuan memakai sisi panjang, lebar dan tinggi untuk tempat penyimpanan sementara.

    3. Analisis lingkungan kerja.

    Seharusnya pengangkutan menggunakan crane ini tidak di lakukan di area tempat parkir dan harus di tempatkan di tempat yang aman dan tidak sering di lewati oleh orang atau tempat di area parkir. karna jika insiden terjadi sangat merugikan properti orang lain.

    4. Faktor penyebab langsung.

    Wire rope sling terputus dan tidak terkait oleh pulley, sehingga barang yang di angkut terjatuh menimpa mobil seorang yang sedang terparkir, dan akhirnya mobil tersebut hancur.

    5. Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.

    A. Tidak ada pelatihan tentang pekerjaan yang akan dilakukan.
    B. Pekerja tidak kompeten/kurang mampu dalam pekerjaan yang dia lakukan.
    C. Pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi yang dipikirkan atau dengan kondisi sebenarnya.
    D. Pekerjaan yang berisiko tinggi tapi belum ada upaya pengendaliannya.
    E. Kondisi tempat kerja yang sangat tidak kondusif
    D. Pekerja tidak tahu bagaimana dan apa yang harus dilakukan pada pekerjaan yang dilakukan di tempat yang tinggi.

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.

    INSPEKSI CRANE

    A. Buku petunjuk pengoperasian dan perawatan dari perusahaan pembuat (manufacturer) sebaiknya ada untuk setiap mobile crane yang digunakan. Buku manual ini menerangkan kriteria inspeksi, pengoperasian, juga perawatan dan biasanya spesifik untuk tiap mobile crane
    B. Semua bagian bergerak pada mesin seperti roda gigi, rantai yang bergerak kanan-kiri atau berputar harus di berikan proteksi atau di-isolasi (dijauhkan dari jangkauan orang).
    C. Jangkauan pergerakan dari counterweight crane harus ditegaskan dan diberi tanda/ proteksi untuk mencegah orang atau peralatan lain tertabrak oleh pergerakannya. Hal ini juga harus diperhatikan khususnya ketika crane beroperasi di dekat bangunan atau struktur lain. Proteksi jangkauan pergerakan ini dapat juga berupa tanda peringatan, tidak harus berupa barikade atau pagar
    D. Tanda peringatan tegangan tinggi harus terpasang pada setiap sisi luar peralatan dan pada counterweight crane.
    E. Boom stops adalah peralatan keselamatan yang dirancang dan dipasang sedemikian rupa yang dapat menghentikan atau mematikan pergerakan boom. Kegunaan dari boom stops ini adalah untuk mencegah boom dinaikkan ke titik dimana pusat gravitasi bergeser ke bagian belakang crane yang dapat menyebabkan boom terjatuh ke belakang akibat kurangnya ketahanan dan/ atau kendali atas pergerakan boom.
    Boom stops dapat di-cek fungsinya dengan menaikkan boom secara sangat perlahan sampai terjadi kontak dengan boom stop dan boom berhenti bergerak.
    F. Mengukur kemiringan crane sangatlah penting. Jika kemiringan crane berubah sebanyak 1o hal itu mengindikasikan adanya pembebanan berlebih pada satu sisi crane, sehingga dapat mempengaruhi kapasitasnya secara struktural. Hal itu juga dapat mengakibatkan bertambahnya radius (jarak tempuh) beban ketika crane digerakkan memutar ke arah kuadran lain
    G. Hook harus diperiksa untuk melihat adanya tanda-tanda keretakan atau penyimpangan/ perubahan bentuk di atas toleransi. Hook tidak boleh dilas ataupun dipanaskan. Hook dan penguncinya harus diberikan label untuk menandai kapasitas dan beratnya.
    Baut-baut pada pelat pengunci hook (hook block) harus dicek kekencangannya. Hook swivel dan pelindung sheave juga harus dicek.
    H. Wire rope tidak boleh digunakan bila sudah menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut, antara lain :
    a. Aus pada sisi luar wire rope
    b. Pengurangan diameter
    c. Rusak
    d. Perubahan bentuk, karat, atau rusak akibat panas.
    I. Perhatian khusus harus diberikan kepada wire rope yang beroperasi menggantung, seperti liontin, pada ujung fitting-nya. Wire rope yang digunakan harus sesuai diameter, panjang, dan tipe-nya untuk crane tersebut dan tergulung dengan benar pada drum.
    J. Ruang kerja operator harus bersih dan bebas dari gangguan. Semua alat kendali harus diberikan label sesuai dengan fungsinya dan dapat kembali ke posisi normal dengan mudah bila tidak digunakan, kecuali bila memang dirancang seperti demikian. Semua alat pemantau (gauge) dan indikator peringatan (warning lights) harus berfungsi dengan baik dan sebuah alat pemadam api ringan harus tersedia di ruang kerja operator. Kursi operator harus terpasang dengan kokoh dan pintu kabin dapat terbuka keluar dengan mudah. Kaca ruang kerja operator harus bebas dari retak, perubahan bentuk, maupun kerusakan lain.

    INSPEKSI PEKERJA

    A. Memberikan pelatihan (training) keterampilan pada karyawan sesuai dengan masing – masing pekerjaan.
    B. Memberikan pelatihan (training) tentang SMK3 pada seluruh karyawan tanpa terkecuali.
    C. Memberikan pelatihan (training) tentang keselamatan pada pekerjaan di tempat yang tinggi dan juga pada pekerjaan di tempat yang bising.
    D. Memberikan pelatihan (training) tentang penggunaan alat dengan aman, baik dan benar.
    E. Selalu mengadakan briefing/mapping setiap sebelum memulai suatu pekerjaan dan sesudah melakukan pekerjaan, agar tidak terjadi miss communication atau kesalahan pekerjaan.
    F. Memperhatikan kondisi cuaca atau lingkungan sebelum memulai suatu pekerjaan

    Nama : Maisyaroh
    Kelas : BII-K3 SMT II
    NPM : 14.11.106.701501.1304

  92. -Kronologi

    Telah terjadi sebuah insiden di depan perusahaan yg tidak diketahui nama perusahaannya, yaitu dimana ketika alat berat (crane) sedang melakukan pengangkutan barang yg dipesan oleh si perusahaan. si operator mengangkat barang tersebut dan mencoba untuk menaruh barang di atap perusahan, tanpa di sadari webbing seling dari alat berat tesebut putus yg mengakibatkan barang langsung terjatuh kebawah dan menimpa sebuah mobil yg berada di bawah barang tersebut, dan mobil tersebut langsung rusak parah dan tidak berbentuk. Menyadari barang tersebut terjatuh dan menimpa mobil, si operator tersebut melarikan diri dan tidak bertanggung jawab. si punya mobil hanya bisa tercengang melihat mobil nya yg sudah rusak parah dan tidak bisa berbuat apa-apa. diperkirakan kerugian atas insiden tersebut mencapai ratusan juta rupiah dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

    -Analisis alat dan peralatan :

    1. Alat berat (crane)
    2. Webbing seling
    3. Palet
    4. Barang yg di angkut
    5. Mobil
    6. APD

    -Analisis lingkungan :

    1. Lokasi yg berada di tempat terbuka
    2. Gedung bertingkat dengan ketinggian yg lumayan tinggi
    3. terdapat banyak mobil yg parkir

    -Faktor penyebab langsung :

    1. Putusnya webbing
    2. muatan yg melebihi kapasitas

    -Faktor yg memberikan kontribusi atas kecelakaan :

    1. Dilakukan di tempat terbuka atau tempat umum
    2. Tidak berhati-hati dalam melakukan pengangkatan barang
    3. tidak ada info pasti dari alat berat mengenai alat-alat dari crane tersebut
    4. operator yg tidak berpengalaman
    5. muatan yg berlebihan
    6. tidak adanya pengecekan berskala

    -Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali :

    1. lebih profesional lagi dalam pemilihan operator crane
    2. jika dilakukan di area terbuka, diusahakan untuk mengosongkan area tersebut. Agar tidak timbul kerugian yg lebih besar jika terjadi insiden
    3. dengan memberikan area pembatas pada lokasi
    4. dilakukan pengecekan berskala pada alat berat apakah alat berat tersebut layak pakai dan dalam kondisi yg bagus
    5. memberikan pengawasan yg lebih ketat
    6. memberitahukan kepada orang sekitar agar memindahkan mobil jauh dari jangkauan alat berat (crane)

    Nama : M. Rangga Rakashiwi
    NPM : 14.11.106.701501.1279
    Semester : II (dua)
    Kelas : B-2

  93. 1. Kronologis Kejadian
    Kejadian dari video di atas terjadi tepat berada di samping gedung PT 13811 pada hari Rabu, 1 April 2015 sekitar pukul 10:30 waktu setempat. Dalam video tersebut terlihat aktivitas karyawan yang ingin meletakkan peralatan kantor yang baru di beli nya ke Balkon. Di bawah terlihat Jhon sedang menyusun peralatan kantor seperti, 3 unit lemari besi, beberapa unit telepon kantor dan beberapa gulung kabel. Di bawah juga terdapat rekan Jhon yang bernama Mark bertugas mengendalikan Crane yang telah stand by tepat di depan mobil silver yang sedang parkir, di belakang mobil silver terlihat seorang kakek – kakek sedang berdiri bersama anjing peliharannya. Di balkon terdapat David (Mandor) dan 2 orang rekannya yang menunggu peralatan kantor tersebut. Pada saat peralatan kantor itu di angkat menggunakan Crane, anjing milik kakek – kakek itu terus menggonggongi Jhon untuk memperingatkan bahwa penompang barang – barang tersebut tidak seimbang dan melebihi kapasitas nya. Selama perjalanan barang – barang tersebut menuju ke balkon, angin berhembus kencang dan mengakibatkan barang – barang tersebut makin tidak seimbang lalu tanpa sengaja Mark melepaskan tali penompang barang – barang tersebut hingga akhirnya jatuh tepat di mobil silver yang berada di depan Crane dan mengakibatkan mobil tersebut rusak parah. Kakek- kakek yang berada di belakang mobil tersebut shocked. Lalu Mark turun dari Crane dan segera melarikan diri, Jhon berusaha memanggil nya tetapi Mark tetap saja terus berlari. Setelah itu Jhon mendekati mobil silver yang rusak parah tersebut.David dan 2 orang rekannya yang berada di balkon tampak sangat shock melihat kejadian tersebut.

    2. Analisis Alat & Peralatan
    a. Kurang kuat nya tali penompang barang
    b. Tidak adanya pengaman untuk tempat penompang barang tersebut
    c. Alat – alat yang digunakan tidak bekerja secara maksimal.

    3. Analisis Lingkungan Kerja
    Lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak memperhatikan K3, karena para pekerja tersebut mengerjakan pekerjaan itu tepat berada di tempat mobil yang sedang parkir sehingga dapat merusak mobil – mobil yang berada di tempet tersebut dan bahkan dapat membahayakan jiwa orang lain.

    4. Faktor Penyebab Langsung
    a. Tempat kerja yang tidak aman
    b. Barang – barang yang diangkat terlalu banyak melebihi kapasitas penompangnya
    c. Tempat pengangkat barang yang kurang aman karna hanya menggunakan papan untuk alasnya tanpa menggunakan papan untuk sisi lainnya.

    5. Faktor yang Memberikan Konstribusi Atas Kecelakaan
    a. Pekerja kurang memperhatikan S.O.P
    b. Pekerja tidak teliti dan berhati – hati dalam melakukan pekerjaannya ( ceroboh )
    c. Barang – barang yang melebihi kapasitasnya
    d. Tidak adanya rambu – rambu peringatan

    6. Rekomendasi Agar Kecelakaan Tidak Terulang Kembali
    a. Memindahkan sementaran mobil yang sedang parkir di tempat kejadian
    b. Memberi rambu – rambu peringatan agar semua orang yang melewati area tersebut dapat meningkatkan kewaspadaannya
    c. Memberikan pengaman berupa pagar pada sisi – sisi penompang barang tersebut
    d. Tidak menyusun barang melebihi kapasitasnya
    e. Mengecek semua alat – alat yang akan di gunakan saat bekerja dan pastikan alat – alat tersebut dapat bekerja secara maksimal agar tidak terjadi hal – hal yang tidak di inginkan
    f. Menerapkan S.O.P dalam bekerja
    g. Tidaka ceroboh dan selalu berhati – hati dalam bekerja
    h. Mandor harus lebih teliti lagi saat mengawasi karyawannya yang sedang bekerja
    i. Pekerja Harus bertanggung jawab.

    Nama : Irfan Rizqoni
    NPM : 14.11.106.701501.1287
    Kelas : B II – D4K3
    Sem : II

  94. KRONOLOGIS KEJADIAN :
    • Kejadian terjadi pada hari kamis tanggal 23 Maret 2001, Kejadian bermula ketika sebuah kantor CV. MUNCUL JAYA ingin memindahkan peralatan kantornya kedalam gedung dengan bantuan jasa dari PT.KULIKULIPANGGUL yang bergerak dibidang layanan pindahan kantor dan rumah, CV. MUNCUL JAYA menyewa sebuah crane yang dimiliki PT.KULIKULIPANGGUL untuk memindahkan peralatan peralatan kantor yang cukup berat, kemudian Joko Susanto(31) yang bertugas sebagai operator crane mulai mengoperasikan crane nya setelah diberi isyarat oleh Nugroho(36) salah satu pekerja dari PT.KULIKULIPANGGUL untuk menggerakkan boom dan mengangkat peralatan kantor tersebut keatap gedung, lalu setelah pallet yang berisi peralatan peralatan kantor tersebut terangkat sekitar 10-15 meter tiba tiba webbing yang berfungsi mengikat perlatan kantor pada pallet tersebut putus, dan kemudian pallet yang berisi pealatan kantor milik CV.MUNCUL JAYA tersebut jatuh menimpa mobil milik Saipullah(72) yang terparkir di depan gedung tersebut, lalu setelah melihat kejadian tersebut sang operator Joko Susanto(31) melarikan diri begitu saja karena ketakutan.

    ANALISIS ALAT DAN PERALATAN :
    • Crane yang berfungsi untuk mengangkat pallet berisi peralatan kantor
    • Tali webbing yang berfungsi mengikat peralaan kantor pada palet
    • Mobil yang terkena peralatan kantor yang terjatuh

    ANALISIS LINGKUNGAN KERJA :
    • Peralatan yang digunakan tidak dicek kelayakannya sebelum digunakan
    • Tidak adanya rambu rambu yang menandakan sedang ada kegiatan kerja
    • Banyaknya kendaraan warga yang diparkirkan di lingkungan kerja tersebut

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG :
    • Tali webbing yang putus
    • Beban peralatan yang diletakkan pada pallet terlalu berat
    • Adanya kelalaian dari pekerja sehingga kecelakaan dapat terjadi

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG :
    • Tidak ada pengecekan berkala pada tali webbing
    • Tidak adanya pengawasan pada lingkungan kerja tersebut
    • Kurangnya perhatian pada alat dan lingkungan kerja tersebut
    • Kurangnya pelatihan kepada para pekerja

    REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI :
    • Pengecekan secara berkala pada tali webbing
    • Memasang webbing tambahan sehingga jika ada salah satu webbing yang putus aka nada webbing lain yang menahan
    • Memberikan tali pengaman untuk membungkus peralatan yang berada pada pallet
    • Memberikan pelatihan kepada para pekerja

    NAMA : ANDRIAWAN EVENDY
    KELAS : B2-D4K3
    SEMESTER : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1274

  95. Kronologi kejadian :
    Senin 23 Februari 2015 di kota samarinda tepatnya di kelurahan manggar baru telah terjadi insiden jatuhnya peralatan kantor milik PT.Bagong Jaya Motor yang sedang di pindahkan menggunakan jasa pemindahan barang milik CV.UNGGUL JAYA MAKMUR dengan menggunakan 1 unit crane . Awalnya operator crane dari CV.UNGGUL JAYA MAKMUR yang bernama Poerwannto (35thn) sedang berusaha memindahkan barang menuju atap gedung milik PT.Bagong Jaya Motor yang di pandu oleh Lasminto (34thn). Tetapi ketika barang sudah terangkat kurang lebih 20 meter tali webbing dari crane tersebut terputus dan barang-barang yang sedang berusaha di angkat akhirnya jatuh dan menimpa mobil milik warga swasta yang bernama Budi Gunawan (67thn). Kejadian tersebut menyebabkan mobil dari Budi Gunawan (67thn) menjadi rusak berat. Poerwanto sebagai operator dari crane setelah melihat kejadian tersebut langsung berlari karena ketakutan. Namun belum sempat berlari terlalu jauh polisi segera menankap dan mengamamaankan Poerwanto. Di perkirakan total kerugian dari PT.Bagong Jaya Motor dan Budi Gunawan mencapai Rp 350.000.000,-

    Analisis Alat dan Peralatan :
    – Crane yang di gunakan Poerwanto untuk memindahkan barang
    – Alat kantor milik PT.Bagong Jaya Motor yang sedang berusaha di pindahkan
    – Mobil milik Budi Gunawan yang tertimpa barang yang terjatuh dan rusak berat
    – Tali dari crane milik CV.Unggul Jaya Makmur yang terputus

    Analisis Lingkungan kerja :
    – Lingkungan kerja yang terlalu banyak kendaraan milik warga sipil yang parkir
    – tidak ada rambu rambu yang membatasi area kerja dengan area parkir kendaraan warga

    Faktor Penyebab Langsung :
    – Tali webbing dari crane milik CV.Unggul Jaya Makmur yang terputus
    – Kelalaian dari pihak CV.Unggul Jaya Makmur yang memindahkan barang tanpa memikirkan beban yang terlalu berat dari peralatan tersebut
    – lingkungan kerja yang terlalu ramai oleh kendaraan

    Faktor Penyebab Tidak Langsung :
    – Tidak adanya inspeksi baik pada crane ataupun pada komponen-komponen yang mendukung untuk pengoprasian crane tersebut seperti tali webbing,hook,pulley,sling yang bias saja menjadi peyebab kecelakaan seperti yang menimpa PT.Bagong Jaya Motor
    – Skill bekerja yang dimiliki oleh para pekerja yang memindahkan barang tersebut masih kurang pelatihan
    – Tidak adanya rambu-rambu K3 seperti pita pembatas berwarna kuning yang berarti peringatan/coution

    Rekomendasi Agar keecelakaan tidak terulang kembali :
    – Sebaiknya para pekerja di beri pelatihan lagi
    – Di lakukan inspeksi pada peralatan kerja
    – Di berikanya rambu-rambu pembatas area kerja dengan area parkir warga sipil

    Nama : wira Herlambang
    Kelas : B2K3
    Semester : 2
    NPM : 14.11.106.701501.1325

  96. Kronologis kejadian.
    Dari rekaman tersebut terlihat kegiatan pemindahan alat-alat kantor yang menggunakan sebuah Crane untuk di angkat ke atas gedung kantor. 2 orang bertugas di bawah yang salah satunya mengemudikan Crane dan 1 temannya berada di luar, tetapi sudah ada 2 temannya yang berada di atas gedung kantor menunggu barang yang di angkat dari bawah ke atas gedung bersama seorang pegawai kantor yang kemungkinan mengawasi kegiatan pemindahan alat-alat kantor tersebut. Saat alat-alat kantor itu di angkat, tiba-tiba barang yang di angkut terjatuh dan menimpa mobil yang ada di bawahnya, seorang kakek yang melihat insiden tersebut dan berada dekat dengan mobil yang hancur itu hanya terdiam saja melihat mobil yang hancur tersebut beserta alat-alat kantor yang hancur dan rusak. Segera sopir Crane tersebut lari keluar dari tempatnya, mungkin dia mengira insiden tersebut di sebabkan olehnya dan temannya yang berada di luar hanya melihatnya lari dan melihat keadaan mobil dan alat-alat kantor yang hancur di timpa alat-alat kantor tersebut. Di atas gedung, 2 orang yang betugas menunggu alat-alat kantor dan seorang pegawai juga hanya terdiam melihat insiden tersebut.

    Analisis alat dan peralatan.
    -Alatnya adalah Truck Crane, yaitu crane yang terdapat langsung pada mobile (Truck) sehingga dapat dibawa langsung pada lokasi kerja tanpa harus menggunakan kendaraan (trailer) Crane ini memiliki kaki (pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, ini dimaksudkan agar ketika beroperasi crane menjadi seimbang.
    -Alat Pelindung Diri (APD) berupa safety shoes dan safety helmet yang berfungsi mengurangi dampak cedera saat terjadi kecelakaan.

    Analisis lingkungan kerja.
    Dari video tersebut, lingkungan kerja tersebut berada di jalanan beraspal, lebih tepatnya di depan kantor tersebut. Tetapi saat melakukan kegiatan pengangkatan di kiri dan kanan jalan ada beberapa mobil yang sedang parkir, bahkan tidak ada penanda jalan yang menandakan jalan tersebut ditutup untuk sementara. Jadi, menurut saya kegiatan tersebut termasuk berbahaya karena kurangnya keamanan dalam pengangkatan alat-alat kantor di jalanan.

    Faktor penyebab langsung.
    Kurangnya pemeriksaan alat-alat yang ada di crane, seperti boom, pulley, wire rope sling, hook, webbing, dan pallet. Disinilah kurangnya kesadaran para pekerja yang menggunakan crane, tiap berapa waktu untuk mengganti alat-alat tersebut.

    Faktor yang memberikan kontribusi atas kecelakaan.
    Dari video tersebut faktor yang memberikan kontribusi adalah sambungan yang ada di antara hook dan webbing putus. Disitulah kurangnya kesadaran pekerja yang menggunakan crane dan juga apakah alat-alat kantor yang di angkat apakah melebihi kapasitas angkat atau tidak dilakukannya pemeriksaan hook dan webbing.

    Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali.
    -Harus dilakukannya pemeriksaan Crane dan alat-alat yang ada di Crane secara rutin.
    -Tempat kegiatan seharusnya dipasang tanda penutup jalan karena kegiatan tersebut di jalan yang di lalui kendaraan dan pejalan kaki.
    -Harus di ikut sertakannya pihak keamanan seperti polisi dan orang-orang safety.

    Nama : NOERJIANTO
    NPM : 14.11.106.701501.1291
    SEMESTER 2 KELAS B2

  97. Nama :Rohmad miftahulhuda
    NIM/NPM :14.11.106.701501.1292
    Smester :2
    Kelas :B2

    1. Kronologis kejadian
    Pada tanggal 8 april 2012 sekitar jam 12 siang dan cuaca agak berawan , terlihat seorang pekerja sedang mencek barang2 yg mau di angkut oleh crane ke sebuah gedung yg lumayan tinggi dan di gedung tersebut terlihat 3 orang yg menunggu barang yg hendak di angkut oleh crane setelah pencekkan selesai mulailah prosesi pengangkatan barang menggunakan crane ke gedung tersebut yg di kendalikan oleh operator, awalnya berjalan dengan baik dan lancar tetapi pada saat crane hampir sampai ke gedung tersebut entah mengapa barang2 yg di angkut oleh crane terjatuh beserta papan2 yg menjadi tadahan barang2 ikut terjatuh serta webbing, sebelum accident tersebut terdengar suara teriakan orang yg menunggu barang dari atas gedung kemungkinan orang tersebut melihat persis kesalahan sebelum terjadinya accident tersebut, dan pada saat barang2 terjatuh tepat di bawah ada sebuah mobil dan di samping mobil ada seorang kakek tua yg berdiri sekitar 5 meter dari mobil dan saat barang2 terjatuh mobil itu langsung lenyak dan tidak berbentuk selayaknya mobil lagi, untungnya kakek tua tersebut masih lebih beruntung daripad mobil yg naas itu, kakek tersebut tidak cidera sedikitpun, tidak lama setelah accident tersebut, terlihat seorang operator yg mengendalikan crane kabur melarikan diri dan tidak mau bertanggung jawab atas kesalahannya

    2. Analisis alat dan peralatan
     Mast tiang adalah menara pendukung utama crane. Hal ini terbuat dari bagian baja terikat yang terhubung bersama-sama pada saat instalasi.
     Slewing Satuan
    Unit slewing duduk di atas tiang. Ini adalah mesin yang memungkinkan crane untuk memutar.
     Operasi Cabin
    Kabin operasi duduk tepat di atas unit slewing. Ini berisi kontrol operasi.
     Layar topang
    The jib, atau lengan operasi, memanjang horisontal dari derek. “luffing” jib mampu bergerak ke atas dan ke bawah, sebuah jib tetap memiliki troli bergulir yang berjalan di sepanjang bagian bawah untuk memindahkan barang secara horizontal.
     Kait
    Hook (atau kait) digunakan untuk menghubungkan materi ke derek. Ini bergantung pada ujung kabel baja tebal yang berjalan di sepanjang jib ke motor
     Berat
    Counterweights beton besar yang dipasang ke bagian
    belakang tiang, untuk mengimbangi berat barang terangkat.

    3. Analisis lingkungan kerja
     Suhu
    Stabil
     Cuaca
    Agak mendung dan berangin
     Lingkungan sekitar
    Agak ramai karna di pinggiran jalan dan di antara gedung2 dan juga banyak mobil2 parkir di pinggiran jalan

    Kesimpulan:
    Terjadinya accident tersebut terjadi karna cuaca yg agak berangin dan juga karna lokasi di pinggiran kota, pekerja merasa terkekang dan pergerakan crane terbatasi karna adanya gedung2 yg kokoh berdiri di sekitar lokasi

    4. Faktor penyebab langsung
     Overload
     Kelebihan muatan
     Webbing yg terputus
    5. Faktor yg memberikan kontribusi atas kecelakaan
     Operator yg kurang terlatih
     Terbatasnya ruang gerak crane
     Beratnya barang yg di angkut
     Pengangkutan dari sisi samping

    6. Rekomendasi agar kecelakaan tidak terulang kembali
     Sebelum penggunaan crane di periksa dengan baik
     Rawat crane secara teratur
     Carilah operator yg terdidik
     Sesuaikan dengan batas maksimum crane

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s