SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150514] Penelitian Kualitatif (Qualitative Research)

Leave a comment

Penelitian_Kualitatif

Oleh Erwin Ananta.
Staf Pengajar Program Studi Sains Terapan
Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Universitas Balikpapan. 2015

Pendahuluan 

Dalam melakukan suatu penelitian, salah satu metode yang kerap kali digunakan oleh para Peneliti adalah metode penelitian kualitatif. Secara prinsip metodologi dalam penelitian kualitatif adalah bagaimana menjawab pertanyaan penelitian yang meliputi metode apa saja yang dipergunakan dalam suatu penelitian, apa saja prinsip dasar dari metode penelitian yang digunakan, bagaimana prosedur kerja dilakukan, asumsi-asumsi apa saja yang mendasari suatu penelitian, instrumen penelitian meliputi apa saja yang akan digunakan, bagaimana teknik pengumpulan data, dan alasan penting apa yang mendasari dilakukannya suatu penelitian.

Rangkaian kegiatan penelitian kualitatif disusun berdasarkan kegiatan-kegiatan yang akan digunakan meliputi hal-hal sebagaimana tercantum berikut namun tidak terbatas hanya pada pendekatan penelitian; lokasi dan waktu penelitian; teknik pengumpulan data dalam penelitian; dan pemeriksaan keabsahan (validitas) data yang diterima dan dikumpulkan dalam suatu penelitian kualitatif.

Pendekatan Penelitian
Pendekatan dalam suatu penelitian kualitatif menggunakan metode pendekatan studi kasus. Studi kasus dalam suatu penelitian merujuk kepada kasus-kasus yang tengah diamati dan diteliti. Metode pendekatan masalah penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Karakteristik pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif adalah sebagai berikut dibawah ini.
a. Penelitian memiliki sumber data langsung dalam situasi yang wajar (natural setting).
b. Peneliti bertindak selaku instrumen utama penelitian.
c. Bersifat sangat menjelaskan (deskriptif).
d. Lebih mengutamakan proses daripada hasil atau produk.
e. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mencari makna.
f. Mengutamakan data langsung dari tangan pertama.
g. Menonjolkan rincian kontekstual.
h. Subyek yang diteliti memiliki kedudukan yang sama dengan Peneliti.
i. Mengutamakan prespektif.
j. Versifikasi atas sumber data.
k. Model sampel berdasarkan tujuan (sampling purpose model).
l. Menggunakan audit trail.
m. Partisipasi tanpa mengganggu, dan
n. Mengandalkan analisis sejak awal penelitian.

Persyaratan utama menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif ini agar terhindar dari unsur subyektifitas adalah dengan menyusun secara terperinci tentang informasi-informasi hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan secara lengkap dan akurat dengan melakukan analisis bentuknya. Untuk itu diperlukan koordinasi yang baik dengan sumber data dengan mengupayakan pendekatan yang baik untuk memperoleh pemahaman dan masalah yang akan diteliti.

Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan dengan tahap pengamatan pada suatu lokasi yang telah ditentukan sebelumnya terhadap tahapan persiapan pekerjaan, tahapan pelaksanaan di lapangan pekerjaan, tahapan evaluasi terhadap data hasil pengamatan, penelusuran data dan dokumentasi yang dikumpulkan selama pelaksanaan suatu penelitian.

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam suatu penelitian kualitatif terbagi atas beberapa tahapan, yakni seperti diuraikan dibawah ini.

  1. Teknik Wawancara Pendalaman (In depth interviewing)
    Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara diperoleh dengan melakukan wawancara dengan narasumber. Kegiatan wawancara dilakukan untuk menyempurnakan data yang diperoleh melalui pengamatan (observasi) yaitu berkaitan dengan masalah implementasi subyek dibidang suatu proses yang diteliti. Jenis wawancara yang digunakan disini adalah jenis wawancara terstruktur, yakni wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada sejumlah responden tanpa terikat secara kaku dengan pedoman wawancara, namun pertanyaan yang diajukan terstruktur secara sistematis. Metode wawancara dipergunakan untuk mengubah data menjadi informasi secara lengkap dan aktual dari (subyek penelitian). Pendekatan yang dianggap paling memungkinkan untuk mengukur apa yang diketahui oleh responden, apa yang dirasakannya, dan apa yang dipikirkannya. Melalui teknik wawancara ini, diharapkan diperoleh data dan informasi secara lebih rinci dan mendalam dari narasumber dalam mengimplementasikan situasi dan fenomena yang terjadi.
  2. Teknik Pengamatan (Observation Technique)
    Observasi dilakukan di lokasi pekerjaan dimana obyek penelitian berupa proses sedang diamati dengan cara mengamati implementasi aspek sesuai dengan tujuan penelitian. Pengamatan dilakukan dengan mengamati langsung dan dicatat secara sistematis terhadap indikasi dan gejala yang secara visual terlihat pada obyek penelitian. Pada penelitian ini, Peneliti akan terjun langsung ke lapangan dengan melibatkan diri secara aktif, namun tetap menjaga keseimbangan sebagai pihak eksternal yang melakukan penelitian tanpa terlibat dalam pengambilan keputusan lapangan secara langsung.
  3. Teknik Dokumentasi (Documentation Technique)
    Cara melengkapi data agar lebih lengkap dan aktual disampiang melalui wawancara dan pengamatan, juga perlu adanya dokumentasi. Teknik studi dokumentasi dilakukan untuk menyempurnakan data yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara terhadap aspek yang ditinjau. Teknik ini digunakan bertujuan untuk mencari data yang diperlukan sebagai pelengkap data yang sudah ada. Dengan tambahan data dokumentasi diharapkan dapat mendukung teknik-teknik lain yang telah dilakukan. Sebuah hasil penelitian akan lebih kredibel manakala didukung oleh data historikal, foto dokumentasi, karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan subyek penelitian, dan dokumen tertulis lainnya.

Teknik Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data terbagi atas beberapa tahapan, yaitu:

  1. Komponen Analisis Data
    Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis kuantitatif dipergunakan untuk memaknai penjelasan secara obyektif tentang penerapan aspek yang diteliti. Data yang dilakukan analisis secara kuantitatif adalah data yang diperoleh dari narasumber (responden) melalui teknik-teknik wawancara, pengamatan langsung di lapangan, observasi secara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis kuantitatif memperlihatkan sifat yang interaktif sebagai suatu sistem, dimana pengumpulan data ditempatkan sebagai komponen integral dari kegiatan analisis data.
  2. Reduksi Data
    Reduksi data merupakan proses yang dilakukan sejak awal dalam langkah analisis data dengan tujuan agar memudahkan pemahaman terhadap data penelitian yang dihasilkan. Teknik reduksi data ini dilakukan dengan membuat rangkuman terhadap pokok-pokok masalah yang ada dalam suatu penelitian kualitatif. Dilakukan secara sistematis dengan mengesampingkan data yang tak valid dan data yang tidak diperlukan. Tahapan reduksi data ini dimulai dengan melakukan telaah secara menyeluruh atas hasil data yang diperoleh dari berbagai sumber, berbagai pengamatan, wawancara, dan studi lainnya termasuk studi dokumentasi. Reduksi data merupakan teknik dimana dilakukan penyeleksian dan penyortiran data secara menyeluruh, melakukan penyederhanaan atas data yang diperoleh, kompaksi data dari data mentah (row datum) menjadi data siap olah.
  3. Sajian Data
    Sajian data merupakan teknik menyajikan dan melihat data secara holistik yang didapatkan dari penelitian lapangan, data hasil reduksi selanjutnya disusun dalam bentuk yang terpadu sehingga mempermudah untuk melihat, memanfaatkan, menafsirkannya. Tahapan sajian data ini dilakukan setelah proses reduksi data dilakukan sebelumnya, dimana kebanyakan dipergunakan pada penelitian yang bersifat kuantitatif naratif. Naratif berarti menceritakan historikal hasil temuan di lapangan secara terperinci, terukur, dan sistematis.
  4. Penarikan Kesimpulan Atas Data yang Diperoleh
    Tahapan akhir dari proses analisis kuantitatif adalah penarikan kesimpulan atas data yang telah diperoleh melalui rangkaian analisis sebelumnya dengan terlebih dahulu dilakukan verifikasi atas data tersebut. Penarikan kesimpulan ini dimaksudkan untuk memberikan simpulan akhir terhadap data yang diperoleh dalam bentuk pernyataan singkat dan mudah dipahami dengan merujuk pada aspek-aspek yang telah diteliti. Penarikan kesimpulan tidak boleh lepas dari fenomena masalah yang diteliti, sesuai tujuan awal penelitian. Kesimpulan akhir ini merupakan jalinan dari rangkaian tak terputus mulai dari awal penelitian, proses, hingga analisis yang telah dilakukan.

 

Pustaka

Strauss, Anselm & Corbin, Juliet . 2007. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Tatalangkah dan Tehnik-tehnik Teoritisasi Data. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Moleong, Lexy J. & Surjaman, Tjun. 1991. Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Santana K., Septiawan. 2007. Menulis Ilmiah: Metode Penelitian Kualitatif. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Rizabuana, Ismail. 2009. Metode Penelitian Kualitatif; Dasar-dasar Pemikiran Melakukan Penelitian dengan Pendekatan Grounded Research. USU Press, Medan.
Kasniyah, Naniek. 2012. Tahapan menentukan informan dalam penelitian kualitatif. Publisher Ombak.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s