SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150610] Penelitian Deskriptif (Descriptive research)

Leave a comment

Research Design

Penelitian Deskriptif (Descriptive research)

Oleh Erwin Ananta
Staf Pengajar pada Program Studi Sains Terapan
Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Universitas Balikpapan. 2015

Secara harfiah, penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan dan menguraikan (deskripsi) tentang suatu fenomena sosial, suatu situasi, atau kejadian-kejadian di lapangan. Penelitian deskriptif juga mengandung arti bentuk penelitian akumulasi data dasar dalam cara deskriptif semata-mata tidak untuk mencari atau menguraikan saling hubungan antara variabel yang diteliti, juga bukan untuk melakukan pengujian hipotesis berdasarkan hipotesis awal yang disusun, atau untuk menguraikan dan mendapatkan makna serta implikasinya, meskipun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode-metode deskriptif.

Penelitian deskriptif banyak ditemukan pada bidang ilmu-ilmu sosial, politik, dan keselamatan dan kesehatan, karena determinan keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari faktor sosial. Tidak seperti penelitian kuantitaif yang menggunakan pendekatan ilmiah deduktif berbasis statistik dan menganalisis fenomena yang diteliti dengan mengandalkan pada validasi data dan uji statistik mengggunakan rumus-rumus tertentu, penelitian deskriptif adalah untuk mencari jawaban atas masalah atau isu yang diteliti melalui penggalian terhadap pengalaman orang-orang yang mempunyai hubungan dengan masalah/isu tersebut. Temuan melalui berbagai teknik pengumpulan data pada penelitian deskriptif kemudian dikumpulkan, disusun, dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan konsep yang mampu dipergunakan untuk menjawab masalah yang diteliti.

Penelitian deskriptif adalah pendekatan yang baik secara faktual, sistematis, dan akurat bila ingin mengetahui hal-hal lebih dalam dari kehidupan seseorang atau dari sebuah fenomena. Pendekatan ini sangat tepat untuk menggali pengalaman tentang kejadian, proses, struktur di kehidupan. Menurut Patton dalam buku metodologi penelitian praktis oleh Prof. Adik Wibowo, ada beberapa situasi yang sangat relevan untuk sebuah penelitian seperti menggali kebenaran tentang pengalaman seseorang, menggali hal-hal yang mendasari perbuatan dan tindakan seseorang, mempelajari hal-hal yang bersifatnya intrinsik, tersembunyi dalam benak seseorang dan tidak bisa dikuantitatifkan, dan menanyakan pendapat pribadi yang sulit dibagi dengan orang lain.

Tujuan penelitian deskriptif diantaranya adalah untuk:

  • Mencari informasi faktual yang terperinci yang mendeskripsikan gejala atau suatu fenomena terhadap suatu masalah/isu.
  • Mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung terhadap suatu fenomena yang diteliti.
  • Membuat komparasi dan evaluasi.
  • Mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama, agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan.

Secara umum langkah-langkah pokok dalam penelitian deskriptif dimulai dengan:

  • Definisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai. Fakta-fakta dan sifat-sifat apa yang perlu digali dalam penelitian ini.
  • Merancang cara pendekatannya. Bagaimana cara mendapatkan dan mengumpulkan data? Bagaimana menentukan sampel untuk menjamin supaya sampel tersebut dapat mewakili / merepresentasifkan terhadap populasinya? Alat atau teknik observasi yang bagaimana yang akan digunakan, apa yang tersedia atau apa yang perlu dibuat? Apakah metode pengumpulan data itu perlu diujicobakan?
  • Melakukan pemilahan data yang ada, mana yang merupakan data valid dan dapat dijadikan data dalam penelitian, dan mana data yang hanya sebagai data pengganggu yang perlu dikesampingkan. Lakukan analisis dan tarik suatu kesimpulan.

Salah satu kelemahan dalam penelitian jenis ini adalah sering diasumsikan sangat kental berunsur subjektivitas, oleh karena itu untuk meminimalkan faktor subjektif tersebut, penelitian jenis ini perlu dimulai dengan menyusun penelitian yang baik melalui teknikal analisis, memakai penalaran ilmiah induktif, melakukan pengumpulan data dengan baik melalui teknik-teknik pengumpulan data kualitatif mengikuti kaidah penelitian kualitatif, menyusun dan menganalisis data yang diperoleh dengan baik melalui analisis rinci dimulai dengan menyusun transkrip, menyusun tema, subtema, kategori, subkategori dan pengkodean data. Hal lain yang juga tak kalah penting untuk meminimalkan subjektivitas dalam penelitian jenis ini adalah dengan meminta bantuan pakar sebagai orang ketiga untuk memvalidasi temuan dan bahasan yang dibuat.

 

Daftar Pustaka

Universitas Indonesia. 2010. MPKTB: Berpikir Logis dengan Penalaran Induktif dan Deduktif. Depok.

Wibowo, Adik. 2014. Metodologi Penelitian Praktis Bidang Kesehatan. Jakarta: Divisi Buku Perguruan Tinggi PT RajaGrafindo Persada.

Suryabrata, Sumadi. 2014. Metodologi Penelitian. Jakarta: Divisi Buku Perguruan Tinggi PT RajaGrafindo Persada.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s