SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150922] Tugas 1 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas B2 (Malam) 2015

82 Comments

Unora Construction

Kepada Mahasiswa D4K3 Semester V 2015 / Kelas B2 (Malam).

Buatlah artikel tentang suatu insiden/kecelakaan kerja bidang konstruksi yang telah dipublikasikan oleh suatu media, baik media cetak ataupun media elektronik/internet. Tuliskan sumber pustaka/referensinya diakhir artikel Anda. Lengkapi dengan mengetik nama Anda, Semester, dan Kelas diakhir artikel.

Posting Tugas Anda ini dengan cara mengklik “Comments” pada bagian bawah judul diatas, lalu ketik tugas Anda pada kotak “Leave a Reply“, selanjutnya masukkan alamat e-mail dan nama Anda pada kotak yang disediakan, dan terakhir jangan lupa klik “POST COMMENT”.

Batas akhir posting adalah:

  • Hari Selasa, tanggal 22 September 2015 pukul 24:00 wita.

Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dimuat pada website ini dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting artikel berulang kali untuk tugas yang sama.

Artikel yang diposting tidak boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain, dalam kelas yang sama.

Sistem penilaian tugas ini:

  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H      — Nilai C
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H-1   — Nilai C+
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H-2   — Nilai B
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H-3   — Nilai B+
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H-4   — Nilai A
  • Tugas dikerjakan benar, diposting lewat waktu — Nilai 0 (Nol)
Advertisements

82 thoughts on “[150922] Tugas 1 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas B2 (Malam) 2015

  1. Tugas 1 – Keselamatan Konstruksi A-K3
    Lagi, Pekerja Konstruksi Tewas Tertimpa Pipa Besi
    Kamis, 7 Maret 2013 | 21:25 WIB
    GORONTALO, KOMPAS.com – Dua kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan hiilangnya nyawa terjadi di dua tempat berbeda di Gorontalo, Kamis (7/3/2013) hari ini.
    Setelah siang tadi kecelakaan kerja terjadi di perusahaan konstruksi jembatan di kabupaten Bone Bolango, pada sore hari warga kembali digegerkan penemuan sesosok jenazah di area proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo.
    Muhammad Sai (31), pria yang diketahui bekerja di kawasan konstruksi Pelabuhan Gorontalo, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, tewas tertimpa pipa besi yang akan digunakan sebagai jangkar dermaga.
    Muhammad ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah. Korban yang mengenakan sweater cokelat, celana pendek abu-abu, topi abu-abu dan berkaca mata ini ditemukan tertelungkup di antara pipa-pipa besi yang bertumpuk di areal konstruksi pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Korban ditemukan mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki. Di samping jenazah, ditemukan sebatang rokok mild utuh yang belum dinyalakan. Penemuan mayat ini kontan menggegerkan warga.
    Meski kecelakaan terjadi pukul 17.00 Wita, polisi baru menerima laporan pukul 18.30 Wita dan langsung melakukan olah tempat kejadian.
    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Gorontalo, Iptu Reny Ayi Heryani, korban tewas saat memotong pipa besi yang berdiameter kurang lebih 50 cm.
    “Pipa sebesar itu katanya untuk pembuatan jangkar. Tanpa disadari pipa itu sudah menimpa korban,” terang Kapolsek.
    Lanjut Kapolsek lagi, korban pertama kali ditemukan oleh Kahfi, 30, sesama karyawan di PT Gaya Bakti Jaya, perusahaan kontraktor pemegang proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Saat ini polisi masih memeriksa pihak penanggungjawab proyek. Sementara itu jenazah korban sedang diautopsi di RS Aloei Saboe Gorontalo.
    Rencananya jenazah korban akan diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Situbondo, Jawa Timur, setelah proses autopsi selesai. Biaya pengiriman jenazah akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
    Nama : Reza Irawan
    Npm : 13.11.106.701501.0964
    Kelas : A-K3
    Semester : V (Lima)
    Sumber : http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/21252239/Sehari..Dua.Kecelakaan.Kerja.Terjadi.di.Gorontalo

  2. Konstruksi bangunan milik otoritas bandara wilayah V di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar roboh, Senin, 9 Maret 2015. Kejadian ini menyebabkan dua pekerja tewas dan enam lainnya luka-luka.

    “Korban adalah pekerja. Mereka jatuh dan terjepit bangunan,” kata Rio Hendarto Budi Santoso, Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, kepada Tempo, Senin, 9 Maret 2015.

    Menurut Rio, bangunan roboh ini adalah proyek yang sementara dikerjakan otoritas Bandara, bukan proyek PT Angkasa Pura. Letaknya di utara, berdekatan dengan terminal logistik. “Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit TNI Angkatan Udara,” kata Rio.

    Dia menambahkan, robohnya bangunan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat kejadian, pekerja tengah sibuk dan melakukan aktivitas di sekitar bangunan.

    Rio mengatakan penyelidikan atas penyebab robohnya bangunan menjadi kewenangan otoritas Bandara. “Angkasa Pura tidak berhak melakukan penyelidikan,” kata Rio.

    Ia mengimbuhkan, kejadian ini tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin karena lokasinya terpisah jauh dari terminal penumpang. “Aktivitas di terminal penumpang tetap berjalan normal,” ujarnya.

    Referensi : http://nasional.tempo.co/read/news/2015/03/09/058648287/bangunan-roboh-di-bandara-hasanuddin-dua-orang-tewas

    Nama : Reza Hermawan
    Semester : 5
    Kelas : B2

  3. Saya lampirkan tugas saya hendra hadi saputra

  4. Atap Pabrik Semen Banglades Runtuh, Tujuh Tewas

    Oleh B Josie Susilo Hardianto
    Siang | 13 Maret 2015 14:54 WIB

    DHAKA, JUMAT — Banglades kembali menambah catatan buruk terkait dengan pengembangan konstruksi di negara itu. Dalam insiden terbaru, sedikitnya tujuh pekerja konstruksi tewas dan ratusan lainnya terjebak setelah atap pabrik semen yang mereka bangun, Kamis (12/3), runtuh.

    Diperkirakan saat ini masih ada lebih dari 100 orang terperangkap dalam reruntuhan pabrik semen tersebut. Salah satu korban luka-luka, Masud Kazi, kepada surat kabar lokal Daily Star mengatakan, atap gedung itu mulai runtuh ketika para pekerja menuangkan campuran beton di bagian atap.

    “Tiba-tiba semuanya rusak,” katanya. Dia menambahkan, perancah atau penyangga yang buruk diduga menjadi penyebab kecelakaan itu.

    Korban lain mengatakan, dia mendengar suara keras dan melihat sebagian atap pabrik semen itu runtuh, terutama di bagian tengah. Pabrik yang dijalankan oleh anak perusahaan milik militer itu berada di kota pelabuhan Mongla, sekitar 335 kilometer barat daya Dhaka, ibu kota Banglades.

    Dengan menggunakan alat berat, tentara dan personel SAR berupaya mengangkat beton. Mereka juga berupaya memotong jalinan kawat baja untuk mengangkat puing-puing.

    Kepala administrator setempat, Shah Alam Sarder, mengatakan, upaya itu berhasil menyelamatkan 12 orang. Namun, ia menyatakan, tujuh korban lain dipastikan meninggal dan enam orang dalam kondisi kritis.

    Hingga saat ini belum dapat dipastikan berapa jumlah mereka yang terperangkap di bawah reruntuhan pabrik itu. Informasi mereka yang hilang simpang siur.

    Kepala polisi setempat, Jahedur Rahman, mengatakan kepada AFP bahwa 10 pekerja belum ditemukan. Namun, Direktur Pemadam Kebakaran Sheikh Mizanur mengatakan, pekerja yang hilang lebih dari 40 orang.

    “Kami sudah membersihkan sepertiga dari puing-puing dan berharap untuk menyelesaikan pekerjaan hingga Jumat pagi,” ujar Jahedur Rahman.

    Ia mengatakan, tim penyelamat harus bekerja hati-hati karena ada kemungkinan sejumlah pekerja yang terperangkap masih hidup. Rahman menambahkan, sejumlah pekerja yang selamat terluka karena mereka melompat saat atap gedung itu mulai runtuh.

    “Sebagian besar pekerja yang berada di lantai dasar berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka,” kata Rahman.

    Sebagian korban luka-luka, menurut dia, adalah pekerja yang bertugas di bagian atap. Mereka nekat melompat dari atap untuk menyelamatkan diri.

    Rahman mengungkapkan, pabrik semen tersebut milik Sena Kalyan Sangstha, perusahaan yang dikelola oleh Angkatan Darat Banglades. Kontraktor bangunan adalah sebuah perusahaan asal Tiongkok yang disebut China National Building Material (CNBM).

    Bukan yang pertama

    Keamanan bangunan di Banglades menjadi persoalan serius hingga kini. Banyak bangunan didirikan dengan menggunakan bahan yang kurang bermutu di bawah standar dan tak mematuhi rekayasa teknik dan konstruksi yang tepat.

    Kecelakaan tragis yang menjadi sorotan dunia terkait hal itu terjadi pada 24 April 2013 ketika sebuah pabrik garmen berlantai sembilan yang berada di pinggiran Dhaka runtuh. Setidaknya 1.138 pekerja tewas.

    Dari catatan Kompas, gedung milik Mohamed Sohel Rana itu sebenarnya dirancang bukan untuk digunakan sebagai pabrik. Gedung yang di sebuah Plaza Rana itu dirancang sebagai mal dan kantor.

    Dalam laporan Kompas, Jumat 26 April 2013, disebutkan, sehari sebelum kecelakaan itu terjadi, polisi telah memerintahkan pemilik mengevakuasi para pekerja garmen karena gedung yang berada di Savar, Banglades, itu tidak layak.

    Perintah itu dikeluarkan karena muncul retakan besar di gedung tersebut. Namun, pabrik garmen di gedung itu tidak memedulikan perintah tersebut.

    Ketidakpedulian itu menyebabkan jatuhnya korban dalam jumlah besar tak bisa dihindari saat gedung itu runtuh. Mostafizur Rahman, direktur polisi paramiliter, mengatakan, saat retakan di tembok gedung itu dilaporkan, manajer bank yang berkantor di gedung itu langsung mengevakuasi karyawannya. Namun, pabrik-pabrik garmen yang mendominasi usaha di gedung itu mengabaikan instruksi tersebut.

    Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Banglades telah meminta pabrik-pabrik yang mempekerjakan total 3.122 orang itu menghentikan pekerjaan, beberapa jam sebelum gedung runtuh. Namun, pemilik gedung mengabaikannya.

    Bencana itu terjadi kurang dari lima bulan setelah kebakaran yang menewaskan 112 orang di sebuah perusahaan garmen. Hal itu menegaskan buruknya tingkat keamanan yang dihadapi para pekerja garmen Banglades.

    Runtuhnya Plaza Rana yang dibangun di atas tanah rawa di luar Dhaka itu menjadi salah satu kecelakaan industri terburuk di dunia. Kasus itu mendorong protes global kepada negara eksportir pakaian jadi terbesar kedua di dunia itu untuk meningkatkan standar keselamatan kerja dan konstruksi.

    http://print.kompas.com/baca/2015/03/13/Atap-Pabrik-Semen-Banglades-Runtuh%2c-Tujuh-Tewas
    NAMA : Dimas Cahya Anggara
    Semester : V
    Kelas : B2

  5. Sehari 2 Kecelakaan kerja terjadi di Gorontalo
    Dua kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya nyawa terjadi di dua tempat berbeda di Gorontalo, Kamis (7/3/2013) hari ini.
    Setelah siang tadi kecelakaan kerja terjadi di perusahaan konstruksi jembatan di kabupaten Bone Bolango, pada sore hari warga kembali digegerkan penemuan sesosok jenazah di area proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo.
    Muhammad Sai (31), pria yang diketahui bekerja di kawasan konstruksi Pelabuhan Gorontalo, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, tewas tertimpa pipa besi yang akan digunakan sebagai jangkar dermaga.
    Muhammad ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah. Korban yang mengenakan sweater cokelat, celana pendek abu-abu, topi abu-abu dan berkaca mata ini ditemukan tertelungkup di antara pipa-pipa besi yang bertumpuk di areal konstruksi pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Korban ditemukan mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki. Di samping jenazah, ditemukan sebatang rokok mild utuh yang belum dinyalakan. Penemuan mayat ini kontan menggegerkan warga.
    Meski kecelakaan terjadi pukul 17.00 Wita, polisi baru menerima laporan pukul 18.30 Wita dan langsung melakukan olah tempat kejadian.
    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Gorontalo, Iptu Reny Ayi Heryani, korban tewas saat memotong pipa besi yang berdiameter kurang lebih 50 cm.
    “Pipa sebesar itu katanya untuk pembuatan jangkar. Tanpa disadari pipa itu sudah menimpa korban,” terang Kapolsek.
    Lanjut Kapolsek lagi, korban pertama kali ditemukan oleh Kahfi, 30, sesama karyawan di PT Gaya Bakti Jaya, perusahaan kontraktor pemegang proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Saat ini polisi masih memeriksa pihak penanggungjawab proyek. Sementara itu jenazah korban sedang diautopsi di RS Aloei Saboe Gorontalo.
    Rencananya jenazah korban akan diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Situbondo, Jawa Timur, setelah proses autopsi selesai. Biaya pengiriman jenazah akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
    Sumber/Referensi :
    http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/21252239/Sehari..Dua.Kecelakaan.Kerja.Terjadi.di.Gorontalo
    Nama : Riyan Handoko
    Semester : V (Lima)
    Kelas : B2 (Malam)

  6. Terjatuh, pekerja konstruksi stadion Piala Dunia tewas

    Seorang pekerja konstruksi yang terlibat dalam pembangunan stadion Piala Dunia 2014 di Sao Paulo, Brasil, tewas akibat terjatuh dari ketinggian delapan meter.
    Hamilton Fabio da Cruz, nama pekerja itu, terjatuh ketika sedang memasang kursi penonton di sisi selatan stadion baru yang disebut Sao Paulo Arena.

    Ini adalah pekerja konstruksi ketiga yang tewas selama proyek pembangunan sejumlah stadion baru di Brasil yang akan digunakan dalam ajang Piala Dunia 2014

    Pada November 2013 lalu, dua pekerja tewas akibat tertimpa salah-satu alat berat yang digunakan untuk membangun bangunan stadion.

    Selain kekhawatiran pembangunan stadion tidak selesai tepat waktu, Brasil juga disorot karena persoalan kecelakaan yang menimpa pekerja pembangunan stadion.

    Sejauh ini telah delapan orang pekerja bangunan stadion Piala Dunia yang tewas.

    Jerome Valcke, salah-seorang pimpinan FIFA, mengatakan di akun Twitter: “Kami berduka karena kembali kehilangan seorang pekerja di Arena Sao Paulo hari ini. Kami belasungkawa untuk keluarga dan rekan-rekannya …”
    Pengalaman Piala Dunia 2010

    Dalam sebuah pernyataan, sebuah kantor pengacara yang ditunjuk oleh kontraktor WDS Construções, yang memperkerjakan pekerja naas itu, mengatakan da Cruz masih hidup saat dibawa ke rumah sakit.

    Tapi dia kemudian meninggal dunia akibat luka parah beberapa jam kemudian.

    Pada Februari 2014 lalu, seorang pekerja konstruksi tewas akibat kecelakaan dalam proyek pembangunan stadion sepak bola di Kota Manaus, Brasil, salah-satu stadion yang akan digunakan di Piala Dunia 2014 di Brasil, Juni nanti.

    Pekerja bangunan asal Portugal ini tertimpa benda keras saat mengerjakan sesuatu di lokasi proyek di luar bangunan stadion.

    Seorang pekerja lainnya tewas dalam pembangunan stadion Mane Garrincha di ibukota Brasil, Brasilia, pada 2012 lalu.

    Dalam persiapan pembangunan stadion Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan lalu, dua orang pekerja tewas.

    sumber:
    http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2014/03/140330_piala_dunia_stadion_pekerja_jatuh

    nama:muhammad irpan ansori
    semester:5
    kelas:b2

  7. Telah Terjadi kecelakaan kerja di kota Hanoi tepatnya di pelabuhan Vung Ang lokasi konstruksi fernosa ha tinh steel corporation (FHS). kecelakaan tersebut menelan korban jiwa sebanyak 14 orang dan 28 orang lain mengalami cedera pada hari rabu 25 mei 2015

    Sekitar pukul 20:00 waktu setempat satu perancah ambruk di lokasi pembangunan. Kecelakaan tersebut terjadi ketika ratusan pekerja sedang bekerja di perancah dengan ketinggian 20-30 meter. Saat itu sedang dilakukan pemasangan baja buat penahan ombak di dermaga pelabuhan Vung Ang.

    Menurut kesaksian salah satu pekerja yang cedera, sebelum bekerja perancah tersebut terlihat begetar. Kejadian tersebut sudah di laporkan ke pihak management akan tetapi kejadian tersebut tidak di respon.

    Proyek ini bertujuan untuk membangun pabrik baja dan besi terbesar dengan pelabuhan air dalam di kawasan Asia Tenggara dengan masa sewa 70 tahun.

    Refrensi: http://m.antarasumbar.com/berita/142237/14-tewas-dalam-kecelakaan-di-lokasi-konstruksi-baja.html?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news

    Nama: Yogi Adi Wilantara
    Npm: 13.11.701501.0912
    Smester: v ( lima)

  8. 14 Orang Tewas karena Scaffolding Runtuh di Vietnam
    Metrotvnews.com, Hanoi — Tentara dan polisi Vietnam bergabung dalam misi penyelamatan untuk mencari korban runtuhnya konstruksi bangunan yang mengakibatkan 14 pekerja tewas dan 30 orang luka-luka, di pusat Vietnam, Kamis. Hal itu diungkapkan televisi pemerintah setempat.
    Sebagaimana dilansir BBC News, musibah tersebut terjadi hari Rabu petang (25/3) di sebuah bangunan yang tengah dibuat di wilayah zona ekonomi Vung Ang. Sekitar 30 orang lainnya terluka akibat musibah itu.
    Para pekerja langsung melakukan pertolongan dan pencarian korban di reruntuhan bangunan. Para pekerja itu diketahui tengah mengerjakan proyek pelabuhan ‘bendungan laut’ (seawall) blok pemecah gelombang.
    Surat kabar online VnExpress mengutip pejabat setempat Pham Tran De mengatakan scafolding runtuh ketika para pekerja sedang membuat blok beton raksasa untuk pemecah gelombang.
    Kompleks industri tersebut diketahui sebagai milik perusahaan Taiwan, Formosa Plastics. Para pekerjanya berasal dari perusahaan subkontraktor cabang dari Samsung Group, Korea.
    Seorang korban yang terluka mengatakan, scaffolding (tangga besi berangkai) itu mulai terasa goyah sekitar sejam setelah mereka mulai bekerja. Orang-orang yang panik berebutan untuk turun, namun justru membuat scaffolding itu runtuh.
    “Setelah 10 menit, scaffolding setinggi 20 meter itu tiba-tiba runtuh. Saya mencoba meraih tiang besi, namun terjatuh,” kata Dan Ninh Dan kepada Associated Press.
    “Orang-orang berteriak meminta pertolongan dari balik reruntuhan. Saya sangat beruntung masih hidup,” tambahnya.
    Junit Formosa Plastics, Pham Tran De, mengatakan ada ribuan orang di lokasi bangunan itu saat terjadinya bencana dan jumlah korban sebenarnya dari musibah itu masih belum diketahui pasti.
    “Para petugas masih aktif memindahkan reruntuhan untuk menolong korban yang terperangkap,” katanya.
    Kawasan industri Vung Ang adalah tempat dimana aksi kerusuhan anti-Cina terjadi tahun lalu, menyusul terjadinya ketegangan wilayah di Laut Cina Selatan.(ca)
    Referensi :
    1. http://www.beritasatu.com/dunia/260423-konstruksi-bangunan-roboh-di-vietnam-14-tewas.html
    2. http://internasional.metrotvnews.com/read/2015/03/26/377119/struktur-penyangga-roboh-14-pekerja-konstruksi-tewas
    3. http://www.delapan6.com/read/1047-penyangga-sementara-bangunan-runtuh-di-vietnam-14-tewas
    Nama : Roynando SIlitonga
    Semestert : V
    Kelas : B2 (Malam)

  9. PENGHENTIAN SEMENTARA PROYEK KONTRUKSI DI NEW YORK AKIBAT KECELAKAAN KERJA
    Kecelakaan adalah sebuah kejadian yang tidak pernah diharapkan kedatangannya, dan bahkan sangan dibenci pada segala bentuk aktivitas atau kegiatan apapun. Kecelakaan dapat mengakibatkan banyak sekali kerugian, dari yang sangat kecil hingga yang paling besar sekalipun, mulai kerugian material, uang, tenaga, waktu, dan bahkan sampai kehilangan nyawa manusia.
    Pada 19 Januari 2015 lalu, telah terjadi penghentian sementara sebuah proyek kontruksi 432 Park Avenue di New York AS. Hukuman tersebut diberikan oleh Departemen bangunan kota New York kepada Macklowe Properties selaku pelaksana sekaligus penanggung jawab proyek. Penghentian sementara dilakukan oleh pihak departemen bangunan kota akibat adanya insedent / kecelakaan kerja yang terjadi selama pekerjaan proyek berlangsung. kecelakaan tersebut telah terjadi pada tahun 2012 dan pada bulan maret di tahun 2013.
    Selain mendapatkan hukuman penghentian sementara, Macklowe Properties juga diminta membayar denda akibat kelalaiannya hingga mengakibatka insedent/kecelakaan terjadi. Mereka harus membayar denda senilai 63 juta untuk kecelakaan di tahun 2012 dan senilai 126,1 juta untuk denda pada kecelakaan ke dua ditahun 2013. Hal ini membuat Marklowe Properties mengalami kerugian yang cukup besar.
    432 Park Avenue merupakan proyek kontruksi apartemen yang dirancang setinggi 425,7 meter yang mencapai 85 lantai.Macklowe Properties sebelumnya telah menjadwalkan pembangunan rampung pada tahun ini. Namun akibat penghentian sementara, jadwal terancam mengalami kemunduran. Akibat kecelakaan tersebut, Macklowe Properties juga harus menunggu hingga keadaan kota kondusif kembali untuk dapat memulai kembali proyek kontruksi tersebut.
    properti.kompas.com
    Sumber : http://propertidana.com/berita/akibat-kecelakaan-kerja-kontruksi-apartemen-tertinggi-di-as-dihentikan-sementara
    NAMA : RUDDY PRANNOTO
    KELAS : B2
    SEMESTER : 5
    NPM : 13.11.106.701501.0911

  10. SAMARINDA – Ketentuan mengenai ketenagakerjaan, kini ketat. Termasuk dalam urusan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Melanggar, akibatnya fatal. Seperti kasus kecelakan kerja di Samarinda Central Plaza (SCP) pada 18 Januari lalu. Kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya Wargono (28) itu telah diselesaikan Disnaker Samarinda.
    Perusahaan tempat Wargono bekerja, PT Surya Perdana Abadi harus membayar Rp 102.560.000 sebagai santunan kematian kepada ahli waris. Kejadian ini patut jadi pelajaran semua pihak, baik kepada pihak pengusaha maupun pekerja. Demikian diungkapkan Sekretaris Disnaker Samarinda Agus Sundawiwahan, beberapa hari lalu.
    Ia mengatakan, sehari setelah kejadian, tim langsung diturunkan untuk mengecek kronologis kejadian. Dalam menangani masalah itu, tim Disnaker berkoordinasi dengan kepolisian. Kasus yang bermula saat Wargono menaiki plafon untuk memasang Close Circuit Television (CCTV) di SCP. Karyawan PT Surya Perdana Abadi itu harus meregang nyawa setelah tersetrum listrik tegangan tinggi.
    Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), seharusnya yang naik memasang CCTV dua orang, tapi ternyata hanya satu orang dan menggunakan senter. “Tapi, kami tidak tahu apakah senternya menyala atau tidak,” tegas Retno Agustina Purnami, kasi Santunan, Asuransi dan Kesehatan Disnaker, beberapa hari lalu. Ia menilai, pihak PT Surya Perdana Abadi kurang memahami aturan ketenagakerjaan. Setelah Disnaker menjabarkan persoalan dan pelanggaran dilakukan PT Surya Pedana Abadi, akhirnya perusahaan itu bersedia membayar santunan.
    “Sektor kesehatan dan keselamatan kerja bukan lagi kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi perusahaan dan instansi,” tandasnya. (*/rvj/kri/k8)
    ( http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/57903/kasus-kecelakaan-kerja-di-scp-tuntas.html )
    ( Agustinah , semester 5 , Kelas b2 )

  11. Artikel : Tertimpa Truk Molen, Pekerja Proyek asal Pati Tewas

    Kecelakaan kerja yang terjadi pada pekerja proyek bangunan tertimpa truk molen yang terjadi dinjalan KH.Balai Lorong Amal Jaya,kelurahan16 ulu, kecamatan seberang ulu II Palembang yang melibatkan PT. Bintang Selatan Agung ( BSA ) selaku pemegang proyek dan PT. Rotari Persada selaku pemilik truk molen serta Sunarto buruh bangunan asal pati jawa tengah. Dari informasi yang dihimpun truk molen mengangkut material untuk mengecor jalan sedang berjalan mundur, sementara korban berada di sisi kendaraan bermaksud untuk mengatur. Namun jalan yang dilalui truk ambles dan akhirnya kendaraan dengan muatan sekitar 6,6 ton tersebut oleng lalu terbalik dan menimpa korban.

    Sumber pustaka/referensi : http://www.merdeka.com/peristiwa/tertimpa-truk-molen-pekerja-proyek-bangunan-asal-pati-tewas.html

    Nama : Muhammad Irvan
    Semester : V
    Kelas : B-2 Malam

  12. Artikel : Empat Pekerja Tertimbun Material Bangunan Hotel

         Kecelakaan yang terjadi pada hari selasa tanggal 8 januari 2013 di Yogyakarta tepatnya kejadian yang terjadi pada bangunan proyek Hotel All Star dijalan Dagen No 60, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen,Yogyakarta telah merenggut nyawa empat buruh.
         Dari hasil pemeriksaan ditempat kejadian perkara korban tertimpa material bangunan dan tanah,empat pekerja mengalami kecelakaan kerja sekitar pukul 09.00 WIB.
         Kejadian terjadi sesaat setelah 4 pekerja mengeruk tanah di basement,tanah yg diratakan kemudian longsor selebar 1-2 meter dan dibagian atas basement ada besi untuk cor yang menimpa pekerja.
         Keempat korban saat itu dilarkan kerumah sakit Panti Rapih Yogyakarta, 3 korban buruh perempuan dan 1 buruh laki laki. Korban yang luka berat adalah Triyadi 30 tahun dan Yantini sedangkan 2 korban luka ringan adalah Pariyah 55 tahun dan Kustinah 26 tahun.
         Menurut Cahyo Wicaksono Kapolsek Gedongtengen Kompol hasil penyelidikan menunjukkan kasus tersebut murni kecelakaan kerja dan menurut saksi mata Ipung Purwandari yang merupakan pemilik Hotel Permata yang bersebelahan dengan jarak satu rumah dengan Hotel All Star memperkirakan 4 buruh tertimbun material bangunan sekitar 5 menit.

    Sumber pustaka/referensi : http://m.tempo.co/read/news/2013/01/08/058452860/empat-pekerja-tertimbun-material-bangunan-hotel

    Nama : Marisa Wulandari Lestaluhu
    Kelas : B2(malam)
    Semester : V (lima)

  13. Sebuah crane proyek pembangunan One Casablanca Residence roboh menimpa satu rumah mewah mewah milik H Prakoso dan warung kopi yang terletak bersebelahan dengan proyek tersebut di Jalan Pal Batu Raya, Casablanca, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Insiden itu terjadi pada Kamis, 5 Juni 2014 sekitar pukul 12.00 WIB.
    Seorang saksi mata mengatakan, kejadian tersebut berawal saat seorang pekerja sedang mengendalikan crane untuk mengangkat besi door seberat 20 ton. Awalnya saat mengangkat besi itu tidak terjadi apa-apa, kemudian operator crane itu menambah beban dan mengakatakan masih kuat padahal pekerja yang lain bilang crane itu sudah miring tetapi operator itu tetap mengangkat besi dan menambah beban. Akhirnya tanah di sekitar crane langsung ambles dan crane roboh menimpa rumah dan warung.
    Pada saat crane roboh ada 9 orang yang minum kopi di warung tersebut. Orang diluar warung teriak memperingatkan akhirnya mereka berlarian meninggalkan warung. Tidak ada laporan korban atas peristiwa ini.
    Belum terlihat ada upaya yang dilakukan pihak proyek pembangunan tersebut untuk membenahi alat berat yang roboh itu. Sementara setiap warga tidak boleh melintasi Jalan Pal Batu di lokasi robohnya crane tersebut.

    Sumber: Alat berat roboh timpa rumah mewah di Casablanca | merdeka.com – http://m.merdeka.com/peristiwa/alat-berat-roboh-timpa-rumah-mewah-di-casablanca.html

    Nama: Rani Ramadhani
    Kelas: B2
    Semester: V (Lima)

  14. Artikel : Seorang pekerja bangunan di Solo tewas terjatuh dari lantai 22

    Kecelakaan kerja yang terjadi pada Seorang pekerja bangunan proyek Hotel Alila di Jalan Slamet Riyadi Jajar Laweyan Solo, Jawa Tengah, Senin, sekitar pukul 09.15 WIB, tewas akibat terjatuh dari gedung lantai 22. Korban seorang pekerja bangunan tersebut yakni Toat (48) warga Bulupitu RT 002/005, Suryokonto Kulon, Pager Ruyung, Kendal, dan meninggal dunia saat perjalanan ke Rumah Sakit Panti Waluyo Solo.
    Menurut Edi Wibowo, dari hasil keterangan pihak pelaksana pekerjaan, PT Wijaya Kusuma Contractors (WKC), bahwa korban terjatuh saat mengejar sebatang kayu yang menggelinding ke bawah dari lantai 22, dan tubuhnya terjatuh dilantai 16 gedung tersebut. Sa’at (33) salah satu teman kerja korban, mengatakan bahwa korban menjadi tukang kayu di proyek hotel tersebut, sudah dua bulan ini.
    Menurut Kapolsek, kejadian tersebut berawal dari korban yang sedang menata tumpukan kayu di lantai 22. Tetapi, korban berupaya mengejar tumpukan kayu yang tiba-tiba menggelinding ke arah celah, dan dia diduga terpeleset terjatuh ke lantai 16.
    Petugas bagian keselamatan kerja PT WKC, Supriyono, menyatakan, bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan kerja. Korban meninggal saat dibawa ke ruah sakit.

    Sumber / Referensi : http://www.merdeka.com/peristiwa/seorang-pekerja-bangunan-di-solo-tewas-terjatuh-dari-lantai-22.html

    Nama : Nur Lutfiani
    Kelas : B2
    Semester : V (Lima)

  15. Artikel : 3 Buruh Bangunan Di Sleman Tewas Kesetrum Listrik Saat Kerja

    Kejadian yang terjadi di Dusun Cebongan Kidul, Kelurahan Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Sleman ada tiga pekerja bangunan tewas seketika, sementara satu orang luka parah dan kritis akibat tersengat aliran listrik saat akan mengecor dak rumah, Jumat (23/5). Ketiga korban tewas adalah Ponijo 51 tahun, Sutrisno 44 tahun dan Suharno 52 tahun ,sedangkan satu korban kritis adalah Heri Susanto 38 tahun yang merupakan pemilik rumah. Heri Susanto bermaksud membantu ketiga korban tewas tersebut, yang salah satunya adalah ayah kandungnya sendiri tetapi ternyata sia sia karena dia pun terkena aliran listrik tersebut.

    Kejadian yang merenggut tiga nyawa tersebut terjadi pukul 09.30 WIB ketika mereka hendak mengecor dak rumah di bagian atas,salah satu korban mengangkat besi untuk dirangkai menjadi kerangka cor tanpa sengaja besi menyentuh kabel jaringan PLN bertegangan tinggi di atasnya sehingga besi yang teraliri listrik langsung menyengat ke tiga korban tersebut. Mereka tersetrum listrik karena besi yang sebagian sudah dirangkai.

    Warga warga yang melihat kejadian tersebut langsung menelepon PLN agar aliran listrik didaerah tersebut dimatikan. Setelah aliran listrik dimatikan ketiga korban yang tewas tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUP Dr Sardjito.

    Sumber :http://www.merdeka.com/peristiwa/3-buruh-bangunan-di-sleman-tewas-kesetrum-listrik-saat-kerja.html

    Nama : Marisa Wulandari Lestaluhu
    Kelas : B2 (malam)
    Semester : V (lima)

  16. Tempo.co NASIONAL
    Empat Pekerja Tertimbun Material Bangunan Hotel
    SELASA, 08 JANUARI 2013 | 14:58 WIB
    Tanda peringatan keselamatan kerja di proyek Pekerja pembangunan sebuah pabrik di Karawang International Industry Cities (KIIC) Karawang,Jawa Barat (21/11) . TEMPO/Amston Probel
    TEMPO.CO, Yogyakarta – Sebanyak empat buruh tertimbun material bangunan proyek Hotel All Star di Jalan Dagen No 60, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Yogyakarta, Selasa, 8 Januari 2013.
    Kapolsek Gedongtengen Kompol Cahyo Wicaksono mengatakan, dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara, sebanyak empat buruh Hotel All Star tertimpa material bangunan dan tanah. Sebanyak empat pekerja mengalami kecelakaan kerja sekitar pukul 09.00 WIB.
    Cahyo menjelaskan bahwa kejadian terjadi sesaat setelah empat pekerja mengeruk tanah di basement. Tanah yang diratakan kemudian longsor selebar 1-2 meter. ” Di bagian atas basement ada besi untuk cor menimpa pekerja,” kata dia di Polsek Gedongtengen, Yogyakarta,
    Menurut dia, keempat korban saat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Sebanyak tiga korban buruh perempuan dan satu korban buruh laki-laki merupakan warga Kelurahan Selopamioro, Kabupaten Bantul. Mereka luka berat dan ringan.
    Dua korban yang luka berat dan dirawat di RS Panti Rapih adalah Triyadi, 30 tahun, dan Yantini. Kaki kanan Triyadi tidak bisa digerakkan dan Yantini mengalami luka dan bengkak.
    Adapun dua korban luka ringan adalah Pariyah, 55 tahun dan Kustinah, 26 tahun. Tangan kanan Pariyah luka lecet dan kaki kiri Kustinah bengkak.
    Menurut Cahyo, hasil penyelidikan menunjukkan kasus itu murni kecelakaan kerja. Petugas polsek telah memeriksa mandor dan pengawas proyek bangunan. Saksi mata Ipung Purwandari, mengatakan empat korban tertimbun tanah, batu, dan besi sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak empat buruh itu tertimbun material bangunan saat bekerja di lantai bawah. “Evakuasi korban berlangsung selama setengah jam. Buruh lain dan warga sekitar langsung menolong mereka,” kata dia di Jalan Dagen.
    Ipung memperkirakan empat buruh tertimbun material bangunan sekitar 5 menit. Setelah evakuasi, korban yang merupakan warga Kelurahan Selopamioro, Bantul, dibawa petugas Polsek Gedongtengen ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.
    Saksi mata itu merupakan pemilik Hotel Permata, yang bersebelahan dengan jarak satu rumah dengan Hotel All Star. Ia melihat empat korban itu luka parah. “Korban luka berat. Ada yang patah tulang,” kata Ipung.
    Kabid Pelayanan Dinas Perizinan, Golkar Made Yulianto, mengatakan pihaknya akan mengirim tim ke lokasi kejadian untuk memastikan standar konstruksi bangunan hotel. “Konstruksi bangunan dilihat sesuai standar nasional tidak. Contohnya gambar teknis, ukuran besi, dan material lain,” kata dia.
    Menurut dia, kecelakaan kerja bisa diminimalisasi jika sebuah proyek bangunan memiliki perencanaan konstruksi sesuai standar nasional. “Kami akan periksa jadi belum bisa simpulkan. Kalau ada kesalahandalam perencanaan konstruksi IMB bisa dicabut kalau tidak sesuai standar nasional,” katanya.
    Ia mengatakan Dinas Perizinan telah mengeluarkan Izin Membangun Bangun Bangunan (IMBB) hotel lima lantai itu. Hotel All Star terdaftar di Dinas Perizinan dengan Nomor 0892/GT/2012_6148/01 tertanggal 5 September 2012. Hotel itu milik pengusaha bernama Surya Hartono, yang tinggal di Jalan Gajahmada No 60.
    SHINTA MAHARANI
    Angka Kecelakaan Kerja Jasa Konstruksi Tinggi
    13 April 2011 | 20:28 wib
    Semarang, CyberNews. Angka kecelakaan kerja di bidang jasa konstruksi paling tinggi dibanding sektor industri, transportasi maupun pertambangan. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat hingga 2010, kecelakaan kerja masih didominasi bidang jasa konstruksi (31,9%), disusul industri (31,6%), transport (9,3%), pertambangan (2,6%), kehutanan (3,8%), dan lain-lain (20%).
    Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi Kota Semarang Devri Alfiandy menilai tingginya angka kecelakaan kerja di sektor jasa konstruksi itu karena kesadaran dari penyedia jasa terhadap keselamatan pekerja masih rendah. Hal itu bisa dilihat dari anggota yang mengantongi sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) baru sekitar 5%.
    “Belum semua instansi mengharuskan perusahaan jasa konstruksi memiliki sertifikat SMK3 sehingga mereka menilai itubukan prioritas,” ujarnya, Rabu (13/4).
    Menurut Devri, kecelakaan kerja yang terjadi kebanyakan di dunia konstruksi, di mana semakin banyak tenaga kerja, maka semakin tinggi risiko kecelakaan kerja.
    Adapun peraturan tentang keselamatan kerja, sebenarnya sudah diatur dalam pasal 23 ayat 2 UU Jasa Konstruksi No 18/1999. Selain itu dalam pasal 11 PP Menteri Pekerjaan Umum No 9/2008 disebutkan penyedia jasa wajib melibatkan ahli K3 kontruksi pada setiap pekerjaan yang memiliki risiko tinggi.
    Karena itu, untuk menurunkan angka kecelakaan kerja yang masih tinggi tersebut, perlu dilakukan pelatihan K3. BPC Gapensi Kota Semarang sendiri menggandeng Kemenakertrans akan menyelenggarakan pelatihan tenaga ahli muda K3 bidang konstruksi, yaitu pada 18-21 April di Vina House, Jl Diponegoro No 29.
    Dia menilai masalah keselamatan dan kesehatan kerja ini harus disadari bersama karena merupakan hak dasar dan perlindungan bagi tenaga kerja. Dalam hal ini, setiap pekerja wajib mendapat perlindungan dari risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi.
    Adanya perlindungan kerja yang maksimal, akan berpengaruh pada ketenangan, produktivitas, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja. Kemudian, dengan diterapkan sistem elektronik untuk layanan lelang pengadaan barang dan jasa, para penyedia jasa diminta memiliki personil yang memiliki kompetensi sistem manajemen K3.
    Ke depan, pelatihan K3 akan menjadi program kerja tahunan. Sedikitnya, dua kali dalam setahun pelatihan tersebut akan digelar. Hal itu bagian tindak lanjut kerjasama antara Kemenakertrans dan BPC Gapensi Kota Semarang. Dia berharap, pelatihan dengan kapasitas 50 orang itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin tidak hanya oleh anggota Gapensi saja tapi juga perorangan ataupun asosiasi konstruksi lainnya.
    ( Hartatik/ CN27 / JBSM)
    Penyebab Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi :
    Dapat ditinjau dari 3 faktor, yaitu:
    • Manusia
    • Lingkungan dan alat kerja
    • Peralatan keselamatan kerja
    Pelaksana proyek harus memperhatikan ketiga faktor tersebut, dimana ketiga faktor tersebut saling berhubungan satu sama lain.
    1. Manusia. Mengingat semakin meningkatnya persyaratan kerja dan kerumitan hidup, manusia harus meningkatkan efisiensinya, dengan bantuan peralatan dan perlengkapan, semakin canggih peralatan yang digunakan manusia, semakin besar bahaya yang mengancamnya.
    Hal-hal yang berpengaruh terhadap tindakan manusia yang tidak aman (kecerobohan) serta kondisi lingkungan yang berbahaya di lokasi proyek:
    • Pembawaan diri
    • Persoalan pribadi
    • Usia dan pengalaman kerja
    • Perasaan bebas dalam melaksanakan tugas
    • Keletihan fisik para pekerja
    2. Lingkungan dan alat kerja. Kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan dalam mencegah kecelakaan kerja, terutama yang disebabkan oleh:
    • Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya: suara bising yang berlebihan yang dapat mengakibatkan terganggunya konsentrasi pekerja
    • Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, sehingga menurunkan efektivitas kerja
    • Cuaca (panas, hujan)
    3. Peralatan keselamatan kerja. Berfungsi untuk mencegah dan melindungi pekerja dari kemungkinan mendapatkan kecelakaan kerja. Macam-macam dan jenis peralatan keselamatam kerja dapat berupa:
    • Helm pengaman (safety helmet)
    • Sepatu (safety shoes)
    • Pelindung mata (eye protection)
    • Pelindung telinga (ear plugs)
    • Penutup lubang (hole cover)
    Cara mencegah kecelakaan kerja pada proyek konstruksi :
    1. Menugaskan personil khusus yang bertanggung jawab memanajemen kecelakaan, kesehatan dan kebersihan lingkungan kerja atau biasa disebut sebagai K3.
    2. Memasang rambu-rambu peringatan seperti awas benda jatuh, awas lobang void, awas listrik, dan rambu proyek lainya.
    3. Memakai alat keselamatan kerja sebagai pelindung diri seperti sepatu safety, sabuk pengaman, helm proyek dan penutup kuping sebagai pelindung dari suara bising mesin.
    4. Mengadakan penyuluhan sesering mungkin dengan mengumpulkan seluruh tenaga kerja sehingga dapat mengarahkan dan mengingatkan tentang bahaya kecelakaan proyek dan himbauan agar berhati-hati dalam bekerja.
    5. Merencanakan dengan baik setiap metode pelaksanaan konstruksi, misalnya menghitung benda berat yang akan diangkat tower crane apakah masih dalam batas kapasitas kemampuan beban angkat.
    6. Menutup lobang void dan memberi ralling sementara dipinggirnya, pemasangan ralling juga dipasang pada area tepi struktur gedung agar pekerja aman dari bahaya jatuh dari ketinggian.
    7. Mewajibkan dan menugaskan personil khusus untuk mengontrol pekerja apakah sudah menggunakan alat pengaman diri dan bekerja tanpa terkena resiko kecelakaan.
    8. Membersihkan area proyek sesering mungkin, karena selain menimbulkan susana proyek menyenangkan juga terhindar dari resiko terkena benda-benda berserakan.
    9. Pada pekerjaan pengecoran beton harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu apakah bekisting sudah terpasang kuat, dan sambungan besi tulangan sudah benar.
    10. Membuat area khusus merokok agar pekerja tidak merokok sembarangan yang dapat menyebabkan bahaya kebakaran proyek.
    11. Memasang tabung APAR alat pemadam api ringan di lokasi proyek yang berpotensi muncul kebakaran.
    12. Meletakan kabel sementara proyek dengan rapi dan aman tidak berserakan.
    13. Mengadakan syukuran, selamatan atau doa bersama memohon kepada Allah SWT agar kegiatan pelaksanaan proyek dapat berlangsung dengan aman dan selesai sesuai target yang direncanakan sebelumnya.
    Berdasarkan hasil pengamatan, ternyata K3 dilapangan belum sepenuhnya dilaksanakan dan diterapkan. Antara lain masih banyak pekerja yang tidak menggunakan alat-alat keselamatan kerja. Setelah dikonfirmasi pada penanggung jawab konstruksi ternyata dari para pekerjanya yang memang tidak mau menggunakan alat-alat keselamatan kerja, Pihak pekerjanya juga mengatakan bahwa mereka tidak terbiasa untuk menggunakan helm dan masker saat bekerja. padahal dari pihak manajemen proyek sudah menyediakan alat-alat keselamatan kerja tetapi walaupun sudah menyediakan peralatan kerja ternyata pihak manajemen misalkan hanya menyediakan 60 buah padahal pekerja yang ada disitu 80 orang, begitu juga dengan masker, kaca mata dan safety beltnya.
    Tidak adanya sanksi dari pihak manajemen juga semakin membiarkan para pekerja untuk tidak memperhatikan keselamatan mereka. Berarti disini salah satu faktor yang menyebabkan yaitu karena kurang sadarnya mereka akan keselamatan dan kesehatan bekerja dikonstruksi bangunan. Selain dari pihak pekerjanya sebenarnya yang paling berperan yaitu dari pihak manajemennya sendiri. Seharusnya pihak manajemen sebagai pihak yang dilapangan dan mengawasi kerja para pekerja dapat mengambil tindakan tegas kepada para pekerja, dengan memberikan sanksi kepada mereka jika tidak menggunakan alat-alat keselamatan karena hal tersebut walaupun sepele akan sangat berpengaruh sekali karena dapat mengurangi resiko mereka akan kecelakaan karena kerja.
    Selain itu dari pihak manajemennya selain sebagai pengawas juga harus memberikan sarana pada mereka dengan memberikan peralatan yang sesuai dengan para pakerja, dan memperhatikan kesehatan para pekerja yaitu misalnya dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan rutin kepada para pekerja mengingat mereka bekerja berat. Karena kadang tuntutan terhadap kewajiban kerja mereka terlalu tinggi daripada yang mereka harapkan sebagai hak yang akan diterima.
    Ruang lingkup pelaksanaan sebuah proyek konstruksi bangunan gedung mempunyai potensi kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Mau ga mau. dalam perkembangannya, program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dilaksanakan dalam upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja dalam pelaksanaannya semakin lama semakin dibutuhkan Masih banyaknya kecelakaan kerja dibidang konstruksi hal tersebut karena:
    • Belum ada kepedulian dlm penerapan K3 di proyek konstruksi bangunan baik dr pihak manajemen & tenaga kerja (dalam proyek pembangunan ).
    • Belum ada acuan peraturan atau pedoman utk penetapan anggaran biaya K3 di konstruksi bangunan.
    • Korban kecelakaan dibidang konstruksi bangunan pada umumnya adalah tenaga kerja harian lepas. (http//:K3/1.pengawasan-k3-bidang-konstruksi.html)
    Salah satu dilema lain pada penerapan K3 di Indonesia yaitu rendahnya pengetahuan dan penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja di sebuah proyek konstruksi bangunan gedung adalah hal yang dihadapi oleh kalangan pekerja konstruksi di Indonesia. (http://penyihir.blogspot.com/2006/02/kecelakaan-kerja-di-proyek-konstruksi.html)
    Sementara Undang-undang yang saat ini mengatur aturan, kebijakan mengenai K3 sudah lama sekali dan tidak disesuaikan dengan keadaan sekarang (Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970), terutama dalam hal sangsi yang diberikan, Peraturan perundangan tersebut dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).
    Padahal proyek-proyek pembangunan biasanya bernila ratusan juta bahkan milyaran rupiah, tetapi denda dan sangsi yang diberikan tidak sesuai dengan resiko nyawa oleh para pekerjanya. Salah satu langkah untuk lebih meminimalisasi angka kecelakaan dalam sebuah proyek konstruksi bangunan gedung, adalah sebuah sistem kontrol pada manajemen dan kualitas proyek secara menyeluruh (Total Quality Management disingkat dengan TQM). Mulai dari pemilik proyek sampai pada manajemen dan pelaksana proyek, melaksanakan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja secara menyeluruh. Jadi disini diperlukan sebuah klausul kontrak atau kebijakan secara menyeluruh dari pemilik proyek sampai pada pelaksana di lapangan. Klausul kontrak atau kebijakan ini memuat dan menjamin aturan-aturan yang harus ditaati oleh semua level manajemen dan pelaksana dalam proses pelaksanaan proyek dari awal pelaksanaan sampai akhir pelaksanaan proyek. Kebijakan ini dapat dicontohkan sebagai berikut :
     Dari pihak pelaksana dan pihak manajemen proyek harus mematuhi dan melaksanakan prosedur keselamatan kerja yang sudah ditetapkan.
     Jika terdapat pelanggaran pada prosedur yang sudah ditetapkan tersebut, maka pelanggar (pekerja) akan dikenai sanksi peringatan atau denda. Hal yang sama juga berlaku pada pihak manajemen proyek.
    Dari pihak manajemen proyek juga membentuk sebuah panitia untuk mengontrol dan mengevaluasi jalannya pelaksanaan program kesehatan dan keselamatan kerja dan penerapan klausul kontrak ini akan lebih baik jika semua pihak mulai dari pemilik proyek sampai pelaksana proyek terlibat secara penuh.
    Contoh dari penerapan TQM yaitu setiap pelanggaran yang berhubungan dengan K3 yang dilakukan oleh semua pihak terkait, baik itu para pekerja ataupun dari pihak manajemen harus ditentukan sanksinya dengan tegas, misalnya: Pelanggaran seperti: tidak memakai helm pengaman, tidak memakai sepatu boot, merokok pada waktu bekerja dan bentuk pelanggaran terhadap larangan-larangan yang lain (yang tentunya, larangan-larangan tersebut sudah disepakati bersama sebelum proyek dilaksanakan), direkam dengan menggunakan kamera tersebut. Nah, konsekuensi dari pelanggaran ketentuan keselamatan kerja adalah berupa denda. Tingkatan dendanya pun bermacam-macam. Mulai dari Rp. 10.000 sampai Rp. 150.000, diberlakukan untuk jenis pelanggaran ringan sampai pelanggaran berat. Pemutusan hubungan kerja juga termasuk di dalam sanksi ketika pelanggaran yang dilakukan tergolong berat, seperti misalnya pencurian bahan bangunan. Denda yang diberlakukan pun berbeda. Denda pada pekerja/tukang, tidak seberat denda untuk mandor atau orang-orang dari level manajemen dan Untuk menerapkan peraturan ini diperlukan suatu pengawas yang akan memantau semua pekerja lapangan atau manajemen pada waktu jam kerja (http://penyihir.multiply.com/journal/item/9)
    KESIMPULAN :
    Terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi kemungkinan besar diakibatkan oleh
     tidak dilibatkannya tenaga ahli K3 konstruksi dan penggunaan metode pelaksanaan yang kurang tepat,
     lemahnya pengawasan K3
     kurang memadainya kualitas dan kuantitas ketersediaan peralatan pelindung diri
     kurang disiplinnya para tenaga kerja dalam mematuhi ketentuan mengenai K3
    Selain itu, faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja pada proyek konstruksi bangunan tinggi, dapat pula ditinjau dari faktor manusia, factor lingkungan dan alat kerja, serta faktor peralatan keselamatan kerja. Pelaksana atau pihak manajemen proyek harus memperhatikan ketiga faktor tersebut, dimana ketiga faktor tersebut saling berhubungan satu sama lain. Ada beberapa hal yang dianggap dapat berpengaruh terhadap tindakan manusia (faktor manusia), yaitu pembawaan diri, persoalan atau masalah pribadi, usia dan pengalaman kerja, perasaan bebas dalam melaksanakan tugas, serta kondisi/keletihan fisik para pekerja. Sedangkan yang dimaksud dengan factor lingkungan dan alat kerja adalah kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi atau mendukung kualitas kerja di lapangan, yang juga perlu diperhatikan dalam mencegah kecelakaan kerja, terutama yang berkaitan dengan factor lingkungan adalah:
    • Gangguan-gangguan dalam bekerja, misalnya: suara bising yang berlebihan yang dapat mengakibatkan terganggunya konsentrasi pekerja.
    • Debu dan material beracun, mengganggu kesehatan kerja, sehingga menurunkan efektivitas kerja.
    • Cuaca (panas, hujan).
    Peralatan keselamatan kerja adalah salah satu factor penting yang seringkali diabaikan, baik oleh pihak manajemen proyek maupun dari pihak pekerja atau buruh, akibat kurangnya kesadaran akan pentingnya menggunakan peralatan keselamatan kerja untuk meminimalisir angka kecelakaan kerja. Karena alat ini berfungsi untuk mencegah dan melindungi pekerja dari kemungkinan mendapatkan kecelakaan kerja. Macam-macam dan jenis peralatan keselamatan kerja adalah sebagai berikut:
    • Helm pengaman (safety helmet)
    • Sepatu (safety shoes)
    • Pelindung mata (eye protection)
    • Pelindung telinga (ear plugs)
    • Penutup lubang (hole cover)
    SARAN :
    Bagi para pekerja yang belum menggunakan alat perlindungan diri hendaknya mereka menggunakan alat tersebut demi keselamatan dan kesehatan mereka dalam bekerja dan bagi pihak menejemennya hendaklah mereka membuat sebuah peraturan yang tegas untuk menindak lanjuti para pekerja yang tidak menggunakan alat perlindungan diri sewaktu bekerja atau bekerja tidak memenuhi prosedur dan hal ini berlaku untuk para pekerja dan pihak menejemen, selain itu hendaknya juga pihak menejemen melakukan pengawasan yang rutin terhadap para pekerja.
    Sumber Pustaka :
    http://nasional.tempo.co/read/news/2013/01/08/058452860/empat-pekerja-tertimbun-material-bangunan-hotel
    http://m.suaramerdeka.com
    http://machfudzekoarianto.blogspot.com/
    http://www.ilmusipil.com
    Nama: Jenny.Agnesia.Dumanaw
    Kelas: B1
    Semester: V (Lima)
    Npm : 13.11.106.701501.0861

    • Perbaiki kembali artikel Anda ini. Pastikan artikel yang akan Anda posting telah dilakukan editing terlebih dahulu, bukan sekedar copy-paste dari satu tempat ke tempat yang lain. Lagipula tugas ini bukan tugas makalah atau skripsi, jadi tak perlu melakukan analisis, membuat kesimpulan dan saran.

  17. MAKASSAR, KABAR SELEBES
    Pembangunan hangar kalebrasi yang berada dikawasan Bandara Internasional Sultan Hassanudin, Makassar, roboh, senin 9 Maret 2015 reruntuhan material atap hangar menimpa para pekerja yang tengah sibuk mengerjakan proyek milik otoritas wilayah V Angkasa Pura Makassar.
    Berdasarkan informasi otoritas bandara sebanyak 17 pekerja bangunan menjadi korban 5 diantaranya tewas dan 12 mengalami luka serius. Menurut saksi mata bangunan setengah jadi itu roboh sekitar pukul 09.28 WITA
    kejadian bermula saat para pekerja yang tengah melakukan pemasangan atap baja, dan pengelasan diatap hanggar. Saat tengah proses pengerjaan, tiba-tiba tiang rangka miring, yang menyebabkan bagian tengah patah dan jatuh
    Humas PT. Angkasa Pura I Makassar, Rio Hendarto membenarkan kondisi hanggar yang roboh sedang dalam tahap pembangunan. Pihak dari kami Angkasa Pura bekerja sama dengan basarnas sedang melakukan evakuasi korban, terang Rio.
    dari daftar korban yang berhasil teridentifikasi meninggal dunia adalah Muhammad Afri (30), dan 4 nama lainnya belum diketahui sementara korban luka, diantaranya Yakob Jumair Dajo (34), Zulkarnaen (46), Ali syafie (25), Kasturi (55), Faris (21), Antonius Neneng.
    Sementara itu, tim laboratorium dan forensic dari kepolisian sulselbar, sudah melakukan pemeriksaan dilokasi tempat robohnya tiang penyangga. Namun sejauh ini petugas masih memeriksa sejumlah saksi mata.
    Sumber / Referensi : http://kabarselebes.com/inilah-kronologi-robohnya-atap-hanggar-bandara-hasanuddin-makassar/
    Nama : Muhammad Faisal M.
    Kelas : B2
    Semester : V

  18. GORONTALO, KOMPAS.com – Dua kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan hiilangnya nyawa terjadi di dua tempat berbeda di Gorontalo, Kamis (7/3/2013) hari ini.
    Setelah siang tadi kecelakaan kerja terjadi di perusahaan konstruksi jembatan di kabupaten Bone Bolango, pada sore hari warga kembali digegerkan penemuan sesosok jenazah di area proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo.
    Muhammad Sai (31), pria yang diketahui bekerja di kawasan konstruksi Pelabuhan Gorontalo, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, tewas tertimpa pipa besi yang akan digunakan sebagai jangkar dermaga.
    Muhammad ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah. Korban yang mengenakan sweater cokelat, celana pendek abu-abu, topi abu-abu dan berkaca mata ini ditemukan tertelungkup di antara pipa-pipa besi yang bertumpuk di areal konstruksi pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Korban ditemukan mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki. Di samping jenazah, ditemukan sebatang rokok mild utuh yang belum dinyalakan. Penemuan mayat ini kontan menggegerkan warga.
    Meski kecelakaan terjadi pukul 17.00 Wita, polisi baru menerima laporan pukul 18.30 Wita dan langsung melakukan olah tempat kejadian.
    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Gorontalo, Iptu Reny Ayi Heryani, korban tewas saat memotong pipa besi yang berdiameter kurang lebih 50 cm.
    “Pipa sebesar itu katanya untuk pembuatan jangkar. Tanpa disadari pipa itu sudah menimpa korban,” terang Kapolsek
    Lanjut Kapolsek lagi, korban pertama kali ditemukan oleh Kahfi, 30, sesama karyawan di PT Gaya Bakti Jaya, perusahaan kontraktor pemegang proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Saat ini polisi masih memeriksa pihak penanggungjawab proyek. Sementara itu jenazah korban sedang diautopsi di RS Aloei Saboe Gorontalo.
    Rencananya jenazah korban akan diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Situbondo, Jawa Timur, setelah proses autopsi selesai. Biaya pengiriman jenazah akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
    sumber :http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/21252239/Sehari..Dua.Kecelakaan.Kerja.Terjadi.di.Gorontalo
    Nama : Rachmadanny M Merapi
    Kelas : B2
    semester : 5
    Npm : 13.11.106.701501.0884

  19. Tewasnya salah satu Mandor di PT Shica Jaya Sentosa, Eko Agus Santoso, pagi tadi menguak cerita bahwa sering terjadi kecelakaan di pabrik yang berlokasi di di Jalan Sumber Pasir Nomor 168 Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu.
    “Kecelakaan sudah sering terjadi, Mas. Sebulan lalu ada yang sampai kakinya itu patah,” ujar salah satu karyawan yang tidak mau namanya disebutkan, Senin (22/6/2015).
    Kecelakaan diduga sering terjadi karena mesin di pabrik dipaksa bekerja 24 jam dengan jadwal kerja dibagi menjadi 3 shift. Setiap shift mesin bekerja selama 8 jam.
    “Kami tidak tahu apakah mesin bekerja sesuai dengan porsinya atau tidak. Yang jelas, mesin bekerja nonstop,” tambah karyawan itu.
    Pihak perusahaan tidak mau mengomentari masalah mesin. “Yang jelas ini murni kecelakaan. Kami tidak bisa mengomentari itu. Kami masih berduka,” ucap perwakilan dari HRD PT Shica Jaya Sentosa, Toni.
    Sebelumnya, salah satu Mandor di lokasi kerja bagian produksi, Eko Agus Santoso, meninggal tertimpa besi pada mesin pencetak asbes sekitar pukul 07.30 WIB. Jenazah dimakamkan pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Desa Tulus Ayu.
    metronews.com
    Refrensi : m.metrotvnews.com/read/2015/06/22/406720/kasus-kecelakaan-kerja-di-pt-shica-sering-terjadi
    Nama: Ruddy prannoto
    Kelas: B2 sore
    Npm: 13.11.106.701501.0911
    Semester: v (lima)

    • Harap ganti artikel Anda ini karena tak sesuai petunjuk. Artikel anda ini adalah tentang kecelakaan sektor produksi, sedangkan yang diminta adalah sektor industri konstruksi.

  20. Lagi, TKI Tewas Kecelakaan Kerja di Malaysia
    Kamis, 07 Maret 2013 , 13:54:00 WIB
    Laporan: Haifa Inayah
    RMOL. Kisah pilu dari para tenaga kerja Indonesia di negeri Seberang sepertinya tak pernah ada habisnya.
    Kali ini, nasib nahas menimpa TKI asal Kediri, Zainal Abidin. TKI yang telah 10 tahun bekerja di Malaysia sebagai tukang bangunan ini terpaksa merenggang nyawa di Malaysia setelah kecelakaan kerja yang dia alami karena kurangnya alat standar keamanan.
    “Umur korban adalah 43 tahun. Beliau memiliki dua anak dan satu istri dikampung. Kronologinya, pada 5 Maret (Selasa) jam 4.15 sore lalu, saat bekerja plaster dia terpeleset dari lantai 8 tanpa alat standar pengamanan,” ujar Sekjen For Migran, Mohamad Ali Rahman kepada Rakyat Merdeka Online, (Kamis, 7/4).
    Menurut Ali, ambulans baru datang tiga jam kemudian dan barulah jenazah bisa dibawa oleh pihak polisi Malaysia ke Rumah Sakit Serdang Kuala Lumpur untuk kemudian di otopsi.
    “Pada hari ini mayat rencananya dibawa pulang ke Kediri menggunakan cargo pesawat lewat Surabaya. For Migran Indonesia juga akan ikut mendampingi keluarga korban” sambungnya lagi.
    Ali juga menyatakan bahwa Zainal Abidin adalah pekerja legal yang memiliki kelengkapan surat-surat.
    “Ada asuransi Malaysia dan sedang diurus didampingi For Migran Indonesia. Jenazah korban sendiri baru diotopsi pada keesokan harinya yaitu Rabu, 6 Maret jam 9 waktu Malaysia. Keadaan mayat muka hancur, tangan kiri patah,” demikian Ali.[wid]
    Sumber
    http://politik.rmol.co/read/2013/03/07/101301/Lagi,-TKI-Tewas-Kecelakaan-Kerja-di-Malaysia-
    Nama: Imam Arifin
    Kelas: B2
    Semester : V (Lima)
    NPM :13.11.106.701501.0892

  21. Artikel : Lagi, Pekerja Konstruksi Tewas Tertimpa Pipa Besi
    GORONTALO, KOMPAS.com – Dua kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan hiilangnya nyawa terjadi di dua tempat berbeda di Gorontalo, Kamis (7/3/2013) hari ini.
    Setelah siang tadi kecelakaan kerja terjadi di perusahaan konstruksi jembatan di kabupaten Bone Bolango, pada sore hari warga kembali digegerkan penemuan sesosok jenazah di area proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo.
    Muhammad Sai (31), pria yang diketahui bekerja di kawasan konstruksi Pelabuhan Gorontalo, Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, tewas tertimpa pipa besi yang akan digunakan sebagai jangkar dermaga.
    Muhammad ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah. Korban yang mengenakan sweater cokelat, celana pendek abu-abu, topi abu-abu dan berkaca mata ini ditemukan tertelungkup di antara pipa-pipa besi yang bertumpuk di areal konstruksi pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Korban ditemukan mengenakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki. Di samping jenazah, ditemukan sebatang rokok mild utuh yang belum dinyalakan. Penemuan mayat ini kontan menggegerkan warga.
    Meski kecelakaan terjadi pukul 17.00 Wita, polisi baru menerima laporan pukul 18.30 Wita dan langsung melakukan olah tempat kejadian.
    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Gorontalo, Iptu Reny Ayi Heryani, korban tewas saat memotong pipa besi yang berdiameter kurang lebih 50 cm.
    “Pipa sebesar itu katanya untuk pembuatan jangkar. Tanpa disadari pipa itu sudah menimpa korban,” terang Kapolsek.
    Lanjut Kapolsek lagi, korban pertama kali ditemukan oleh Kahfi, 30, sesama karyawan di PT Gaya Bakti Jaya, perusahaan kontraktor pemegang proyek pelebaran Pelabuhan Gorontalo tersebut.
    Saat ini polisi masih memeriksa pihak penanggungjawab proyek. Sementara itu jenazah korban sedang diautopsi di RS Aloei Saboe Gorontalo.
    Rencananya jenazah korban akan diterbangkan kembali ke kampung halamannya di Situbondo, Jawa Timur, setelah proses autopsi selesai. Biaya pengiriman jenazah akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.
    Penulis : Kontributor Kompas TV, Muzzammil D. Massa
    Editor : Tri Wahono
    Sumber : http://regional.kompas.com/read/2013/03/07/21252239/Sehari..Dua.Kecelakaan.Kerja.Terjadi.di.Gorontalo
    Nama : Rizky Proyogo
    Npm : 0913
    Kelas : B2
    SMT : Lima ( V )

  22. Baut Putus Penyebab Dermaga V Merak Ambruk
    SENIN, 29 JULI 2013 | 12:05 WIB
    Baut Putus Penyebab Dermaga V Merak Ambruk
    Teknisi PT ASDP Merak memeriksa Dermaga V yang runtuh, di Merak, Banten, Minggu (28/7). ANTARA/Asep Fathulrahman
    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyatakan usia Dermaga V Pelabuhan Merak masih muda, dibangun pada 2010. “Penyebab ambruknya dermaga itu karena ada baut pengikat yang putus,” kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Sungai dan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Sudirman Lambali, saat dihubungi Tempo, Senin, 29 Juli 2013.
    Menurut dia, PT ASDP Indonesia Ferry masih melakukan investigasi terhadap ambruknya dermaga tersebut. Karena dermaga amburk, kendaraan dialihkan ke dermaga-dermaga lain di Pelabuhan Merak. “Waktu bongkar-muat atau port time juga ditekan, yang semula satu jam, menjadi 50 menit,” ucap dia.
    Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat, menyatakan penyebab ambruknya Dermaga V masih diselidiki. Dermaga V biasa melayani lima kapal dengan masing-masing empat trip. Satu kapal bisa mengangkut 80 kendaraan per hari. “Walaupun ada 1.600 kendaraan yang tidak bisa terangkut, kami lihat dari CCTV, kondisi masih lengang,” ucap dia.
    Menurut dia, ASDP Indonesia Ferry kini memaksimalkan operasional Dermaga I, II, III, dan IV sambil menunggu perbaikan di Dermaga V selesai. Perseroan belum mengetahui angka pasti biaya perbaikan maupun kerugian dari peristiwa tersebut.
    Dermaga V Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, ambruk pada pukul 22.30, Sabtu, 27 Juli 2013. Robohnya dermaga itu diduga karena bangunan sudah tua dan kurang terawat. Padahal sebelumnya, Dermaga V direncanakan akan digunakan para pemudik pengguna sepeda motor.
    “Jembatan penghubung Dermaga V Pelabuhan Merak itu baru berusia 3 tahun,” kata juru bicara PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario Sardadi. “Semestinya masih kuat. Tapi kami serahkan semuanya ke kepolisian untuk penyelidikan.”
    Nama : Roynando Silitonga
    Kelas : B2 (malam)
    Npm : 13.11.106.701501.0921

  23. artikel : Proyek Vihara CBD Di Medan runtuh, puluhan pekerja terluka.

    Lantai empat bangunan vihara di Kompleks CBD (Central Business District) Polonia, Medan, Sumatera Utara tiba-tiba runtuh saat dilakukan pengecoran, Kamis (4/3). Alhasil, puluhan pekerja terluka akibat kejadian ini, dan tiga di antaranya kritis.
    Informasi dihimpun, runtuhnya bagian lantai empat itu terjadi saat pekerja bangunan kembali bertugas usai makan siang. “Kejadiannya pas azan Zuhur, menjelang jam 01.00 lah,” kata Mantri, seorang pekerja.
    Mantri mengatakan, saat kejadian dia dan puluhan pekerja lainnya tengah melakukan pengecoran yang berlangsung sejak pagi hari. “Aku sedang meratakan coran. Tiba-tiba di bagian belakangnya amblas. Yang lain juga tertarik,” ucap Mantri.
    Akibat kejadian itu, Mantri dan puluhan orang lainnya terluka. Sebagian di antaranya dibawa ke RS Mitra Sejati, Jalan A.H. Nasution. Tiga di antaranya masih tidak sadarkan diri di ruang UGD.
    Jumlah korban luka masih simpang siur. Diduga masih ada pekerja tertimbun reruntuhan. Belum diketahui pasti penyebab runtuhnya bangunan itu. Tetapi, diduga peristiwa itu dipicu penyangga yang tidak kokoh.
    “Soalnya di bagian belakang itu peranca skafoldingnya dari bambu, langsung menyokong dari dasar hingga lantai IV. Sementara sudah puluhan truk semen cor masuk ke sini,” sebut seorang pekerja bernama Andri.
    Meski sebagian lantai IV runtuh, pekerjaan tetap berlanjut. Aktivitas berjalan meski warga ramai mendatangi lokasi.

    sumber / referensi : http://www.merdeka.com/peristiwa/proyek-vihara-cbd-di-medan-runtuh-puluhan-pekerja-terluka.html

    NAMA : RIZKY SEPTIAN
    KELAS :B2 (MALAM)
    SEMESTER : V (LIMA

  24. Jember – (Selasa, 29.11.2011) Di Situbondo, Jawa Timur rangka jembatan baja runtuh menimpa pekerja yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan jembatan di Situbondo. Akibat kecelakaan itu seorang pekerja bangunan tewas.

    Dedi Firmansyah, pekerja jembatan yang tewas disemayamkan di rumah sakit RSUD Abdurrahim Situbondo. Keluarga korban terguncang mengetahui kerabat mereka tewas mengenaskan. Bahkan sang ayah jatuh pingsan.

    Musibah yang menewaskan korban terjadi di Sumber Kolak Panji Situbondo. Dedi tertimpa kontruksi rangka jembatan saat melakukan pekerjaan pembangunan jembatanbersama pekerja lainnya. Jembatan sepanjang 80 meter ini runtuh diduga karena konstruksinya tidak mampu menopang badan jembatan. Selain korban tewas akibat runtuhnya jembatan ini, 4 pekerja mengalami luka-luka.

    Mereka pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth Situbondo guna mendapatkan perawatan medis. Polisi belum bisa memastikan penyebab runtuhnya konstruksi jembatan ini.

    Dugaan sementara runtuhnya jembatan terjadi akibat kesalahan konstruksi. Pembangunan jembatan ini merupakan proyek dinas Pekerjaan Umum Situbondo sebagai pengganti jembatan penghubung kedua desa yang hanyut pada musibah banjir 2008 silam. Proyek jembatan ini rencananya akan selesai Desember mendatang. (Tommy Iskandar/Sup)

    Sumber / Refrensi:

    http://www.indosiar.com/patroli/pekerja-bangunan-tewas-tertimpa-rangka-jembatan_92951.html

    Nama. : Siti Rohana
    Kelas. : B2
    Semester.: V ( lima)
    NPM. : 13.11.106.701501.0918

  25. Artikel: kecelakaan kerja di proyek gedung LKPP, 1 tewas

    Kecelakaan kerja terjadi di proyek Gedung Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), di kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Dalam kejadian itu, satu pekerja tewas akibat tertimpa lengan konstruksi tower crane yang jatuh.

    Menurut keterangan saksi di dekat lokasi proyek, Yansen, insiden itu terjadi pukul 10.30 WIB. Menurut dia, saat tower crane itu sedang dibongkar karena sudah selesai digunakan.

    “Enggak tahu kenapa, tahu-tahu konstruksi crane-nya jatuh. Korban ada tiga orang. Satu tewas tertimpa, dua cedera,” kata Yansen kepada awak media di lokasi kejadian, Jakarta, Rabu (1/10).

    Menurut dia, saat kejadian dua operator mesin itu juga melompat guna menyelamatkan diri. Sementara, dua pekerja cedera jatuh terseret lengan crane itu saat mereka sedang mengerjakan dinding. Tetapi, saat pihak kontraktor Waskita Karya di lokasi hendak dikonfirmasi, mereka menolak memberikan keterangan. Mereka juga bungkam saat ditanya ihwal lokasi tempat para pekerja dirawat.

    Dari pantauan, setelah kejadian tidak nampak kegiatan di proyek gedung berlantai 13 model limas itu. Hanya bekas kecelakaan terlihat jelas. Yakni lengan crane yang melintang hingga ke lokasi proyek Gedung Pertamina dan Gedung ANTV. Sebagian steger juga nampak rusak tersapu bagian crane itu. Proses pembongkaran crane pun terhenti.

    Lengan crane itu juga menimpa tembok dan sebagian wilayah parkir Gedung ANTV, persis di sebelahnya. Beruntung saat kejadian, seorang pesuruh yang sedang beristirahat lari menyelamatkan diri menghindari lengan crane itu. Tetapi sayang, sepuluh sepeda motor yang sedang parkir hancur tertimpa lengan seberat kurang lebih 12 ton itu.

    “Untung di belakang lagi sepi. Cuma motor saja pada kena. Katanya mau diganti full,” kata seorang petugas keamanan gedung ANTV yang motornya ikut tertimpa.

    Sumber / Referensi: http://m.merdeka.com/peristiwa/kecelakaan-kerja-di-proyek-gedung-lkpp-satu-tewas.html

    Nama: fahmi ade kurnia
    Kelas: B2
    Semester: V (lima)
    Npm: 13.11.106.701501.0899

  26. 2 Pekerja Proyek Bangunan Hotel Jatuh dari Lantai 6

    PONTIANAK – Seorang pekerja bangunan hotel di pertigaan Jalan Gajahmada-Suprapto, Kecamatan Pontianak Selatan, terjatuh dari lantai enam. Korban tewas di tempat dalam peristiwa itu.

    Berdasarkan informasi yang terhimpun, korban diketahui bernama Sanuar, warga Ppulau Jawa. Korban terjatuh ketika sedang berada di role lift (khusus buruh bangunan). Saat itu, korban bersama rekannya Kusen, warga Sungai Ambawang.

    “Kusen saat ini sekarat di RS Promedika. Sementara jenazah Sanuar telah dibawa ke UGD,” kata Yohanes (37), salah seorang rekan korban, Kamis (10/9/2015).

    Ditambahkan dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. “Jatuhnya lift role untuk kami bekerja ini karena tali slengnya putus. Saat itu, di lift role ada rekan kami Sanuar dan Kusen, mereka jatuh dari lantai 6,” ungkapnya.

    Ditambahkan dia, kedua korban sama-sama terjatuh dari lantai enam. Namun, Sanuar tidak tertolong dan tewas di lokasi. Sedangkan rekannya Kusen masih sempat dilarikan ke rumah sakit. Kini, korban masih kritis.

    Pantauan di lokasi bangunan, tampak lift role yang digunakan para buruh membangun hotel baru itu sudah hancur berantakan. Polsekta Pontianak Selatan yang mendapat informasi ini langsung melakukan olah TKP dan memasang police line.

    Sementara itu, saat di RS Promedika, anggota kepolisian mengintrogasi mandor hotel. Kepada petugas, sang mandor mengatakan, peristiwa ini merupakan murni kecelakaan kerja. Untuk itu, dia meminta meminta tidak diributkan.

    “Kami sudah menghubungi keluarga korban. Kami tidak mau diributkan, setelah ini kami akan kirim jenazah korban kepada keluarganya di Jawa. Tapi kalau sekedar bertanya-tanya tidak apa-apa,” terang sang mandor kepada polisi.

    Namun begitu, polisi meminta jenazah Sanuar untuk divisum terlebih dahulu. “Ini prosedurnya. Walaupun ini kecelakaan kerja dan keluarga korban sudah tahu, visum dulu korbannya. Setelah itu silakan bawa jenazahnya,” jelas anggota tersebut.

    Terpisah, Kapolsekta Pontianak Selatan AKP Kartyana menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kecelakaan kerja yang terjadi. “Kami masih melakukan penyelidikan atas dua buruh bangunan yang jatuh dari lantai enam ini,” tegasnya.

    Dalam peristiwa itu, ada dua orang korban. “Satu tewas dan satu korban lagi kritis. Kedua korban sudah dilarikan ke RS Promedika,” tambahnya.

    Dugaan sementara, kecelakaan kerja kedua buruh bangunan di hotel ini, karena tali sleng pada lift role putus. “Itu dugaan sementara. Saat ini sedang kami dalami,” pungkasnya.

    referensi : http://daerah.sindonews.com/read/1043058/174/2-pekerja-proyek-bangunan-hotel-jatuh-dari-lantai-6-1441877120

    Nama : teguh n w
    kelas : B 2
    semester : v

    • Kronologis Kejadian
      > Peristiwa ini terjadi terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. “Jatuhnya lift role untuk kami bekerja ini karena tali slengnya putus. Saat itu, di lift role ada rekan kami Sanuar dan Kusen, mereka jatuh dari lantai 6,”
      2.Analisis Penyebab Langsung
      > Penyebab langsung dari kecelakaan Jatuhnya lift role untuk kami bekerja ini karena tali slengnya putus.
      3.Analisis Penyebab Tidak Langsung
      > Faktor sleng yang kurang memenuhi standar sehingga menyebabkan jatuhnya lift role
      > Faktor pegawasan yang kurang dalam proses konstruksi lift role sehingga tidak ada yang memperhatikan tali sleng lift role
      > Faktor kualitas sleng lift role yang sudah tidak memadahi.
      4.Rekomendasi dari saya
      > Membuat SOP dan JSA tentang pengoperasian lift role
      > Melakukan Inspeksi terhadap tali sleng lift role sudah sesuai dengan standart atau belum, Sebelum di operasikan dan dilakukan perawatan pada tali sleng lift role
      > Menginspeksi tali sleng yang akan di pakai masih layak atau tidak.

  27. Tiang Pancang Jembatan Roboh

    Lokasi tiang pancang jembatan yang roboh
    Staf Engineering Sandy

    TAMIANG LAYANG — Tiang pancang pembangunan jembatan underpass PT BNJM yang berlokasi di Jalan A Yani Desa Sumur Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Bartim dan baru Selasa (22/5/2012) lalu dipasang, roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang menimpa proyek milik PT Wijaya Karya (WIKA) Persero TBK Wilayah VIII Kalselteng ini.
    Peristiwa berawal ketika para pekerja PT WIKA berniat memasang tiang pancang pertama. Namun diduga kurang teliti serta tak mengamati kondisi tanah, bahwa di lokasi tersebut juga terdapat Eksavator PC 200 yang sedang menahannya, tiang pancang itu akhirnya membebani alat pemasangnya hingga akhirnya roboh.
    “Tiang pancang saat itu hanya diikat dengan tali baja, sementara alat pemancang tiang tidak dilengkapi beban penahan,” ungkap sumber Metro7.
    Manajer Wilayah VIII PT WIKA, Eko Marsudi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kejadian itu.
    “Kita masih belum bisa menjawab secara panjang lebar apakah insiden ini merupakan kelalaian atau kecelakaan, yang pasti kita akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Setelah itu, baru akan kita ketahui hasilnya yang akan dibawa dalam rapat internal. Kalau benar ada faktor kelalaian dalam pengerjaan proyek tersebut, maka kita akan memberikan sanksi tegas,” tandasnya.
    Ditegaskan Eko pula bahwa pihaknya harus mendengarkan keterangan semua pihak sebelum memberikan penilaian. Kalau memang kondisi tanahnya lembek atau tidak memungkinkan, maka akan dipikirkan lagi faktor teknisnya, termasuk kemungkinan perubahan motode konstruksi melalui studi kelayakan.
    Staf Engineering PT WIKA, Sandy mengatakan bahwa insiden tersebut benar-benar di luar dugaan, dan ini merupakan yang pertama kalinya menimpa proyek PT WIKA.
    “Padahal tiang pemancang sudah dipasangi tali pengaman pada empat penjurunya, tapi ini rupanya ini memang di luar kehendak kita. Kami bahkan pernah menangani proyek pada kondisi tanah yang kondisinya lebih ekstrem dari itu tanpa terjadi apa-apa, juga dengan peralatan yang sama,” lanjut Sandy.
    Dengan kejadian ini, pihaknya akan mencari solusi agar pekerjaan tersebut tetap selesai tepat waktu, untuk membangun jembatan sepanjang 33 m dan berketinggian 9-10 m itu.
    Terpisah, Bupati Bartim Drs H Zain Alkim menyarankan tidak ada salahnya dalam pelaksanaan proyek didahului dengan ritual, agar terhindar dari bahaya.
    “Seperti kata para Wadian tadi, sesajen belum diserahkan, namun sudah bekerja. Seharusnya disajikan lebih dulu, baru bekerja,” ungkap Zain.
    Namun demikian, secara teknis Zain enggan berkomentar, sebab proyek itu merupakan proyek swasta yang tidak ada kaitannya dengan dana pemerintah. Bupati hanya menekankan agar keselamatan kerja tetap diutamakan, sesuai dengan Standar Operasional Pekerja (SOP) yang ada.

    Adinda Rachmasari
    Semester 5
    B2 D4K3

    • Lakukan editing terlebih dulu sebelum memposting artikel. Jangan langsung copy-paste saja.

      • Tiang Pancang Jembatan Roboh

        TAMIANG LAYANG — Tiang pancang pembangunan jembatan underpass PT BNJM yang berlokasi di Jalan A Yani Desa Sumur Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Bartim dan baru Selasa (22/5/2012) lalu dipasang, roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang menimpa proyek milik PT Wijaya Karya (WIKA) Persero TBK Wilayah VIII Kalselteng ini.
        Peristiwa berawal ketika para pekerja PT WIKA berniat memasang tiang pancang pertama. Namun diduga kurang teliti serta tak mengamati kondisi tanah, bahwa di lokasi tersebut juga terdapat Eksavator PC 200 yang sedang menahannya, tiang pancang itu akhirnya membebani alat pemasangnya hingga akhirnya roboh.
        “Tiang pancang saat itu hanya diikat dengan tali baja, sementara alat pemancang tiang tidak dilengkapi beban penahan,” ungkap sumber Metro7.
        Manajer Wilayah VIII PT WIKA, Eko Marsudi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kejadian itu.
        “Kita masih belum bisa menjawab secara panjang lebar apakah insiden ini merupakan kelalaian atau kecelakaan, yang pasti kita akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Setelah itu, baru akan kita ketahui hasilnya yang akan dibawa dalam rapat internal. Kalau benar ada faktor kelalaian dalam pengerjaan proyek tersebut, maka kita akan memberikan sanksi tegas,” tandasnya.
        Ditegaskan Eko pula bahwa pihaknya harus mendengarkan keterangan semua pihak sebelum memberikan penilaian. Kalau memang kondisi tanahnya lembek atau tidak memungkinkan, maka akan dipikirkan lagi faktor teknisnya, termasuk kemungkinan perubahan motode konstruksi melalui studi kelayakan.
        Staf Engineering PT WIKA, Sandy mengatakan bahwa insiden tersebut benar-benar di luar dugaan, dan ini merupakan yang pertama kalinya menimpa proyek PT WIKA.
        “Padahal tiang pemancang sudah dipasangi tali pengaman pada empat penjurunya, tapi ini rupanya ini memang di luar kehendak kita. Kami bahkan pernah menangani proyek pada kondisi tanah yang kondisinya lebih ekstrem dari itu tanpa terjadi apa-apa, juga dengan peralatan yang sama,” lanjut Sandy.
        Dengan kejadian ini, pihaknya akan mencari solusi agar pekerjaan tersebut tetap selesai tepat waktu, untuk membangun jembatan sepanjang 33 m dan berketinggian 9-10 m itu.
        Terpisah, Bupati Bartim Drs H Zain Alkim menyarankan tidak ada salahnya dalam pelaksanaan proyek didahului dengan ritual, agar terhindar dari bahaya.
        “Seperti kata para Wadian tadi, sesajen belum diserahkan, namun sudah bekerja. Seharusnya disajikan lebih dulu, baru bekerja,” ungkap Zain.
        Namun demikian, secara teknis Zain enggan berkomentar, sebab proyek itu merupakan proyek swasta yang tidak ada kaitannya dengan dana pemerintah. Bupati hanya menekankan agar keselamatan kerja tetap diutamakan, sesuai dengan Standar Operasional Pekerja (SOP) yang ada.

        Sumber: http://www.metro7.co.id/2012/06/tiang-pancang-jembatan-roboh.html

        Adinda Rachmasari
        Semester 5
        B2 D4K3

  28. TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG – Empat orang pekerja konstruksi bangunan yang bakal dijadikan Indomaret di bawah naungan CV Izzaneon mengalami musibah kecelakaan kerja. Tragisnya satu diantara keempat pekerja itu bernama Geovani Kansil (27) warga Kelurahan Aertembaga I Lingkungan III Kecamatan Aertembaga meninggal dunia. Menurut keterangan yang disampaikan Wawan Suwadak (18) perkeja lainnya yang menjadi korban peristiwa itu terjadi pada Selasa (27/4) kemarin di Desa Dimembe Kecamatan Tatelu Minut.

    “Waktu itu sekira pukul 4 lebih sore hari, di mana saya dan Ivan berada di atas bangunan untuk memasang konstruksi. Tiba-tiba beton sepanjang 10 meter berikut konstruksinya miring lalu ambruk sehingga kami berdua jatuh dari ketinggian enam sampai tujuh meter,” cerita Wawan saat ditemui di rumahnya warga Kampung Baru Kelurahan Aga II Kecamatan Matuari, Rabu (28/4).

    Lanjut pria yang mengalami benturan di kepala tangan dan sekujur badan serta bengkak di kaki kanan, ambruknya konstruksi bangunan berupa beton dan besi-besi menimpa rekan sekerja lainnya yang sedang bekerja di bagian bawah bangunan termasuk korban Geovani Kansil (27).
    “Saat ambruk saya sempat mencari pegangan namun langsung terjatuh ke bawah bersama reruntuhan beton, korban ikut kena reruntuhan,” kata dia. Ia menambahkan selain mengenai korban juga pekerja lainnya yang mengalami luka parah.

    Selain Wawan total ada enam orang dari Kota Bitung yang bekerja menyelesaikan konstruksi bangunan Indomaret yang rencanannya akan di grand opening Kamis (29/4/2015) besok, mereka diantara Geovani Kansil (27) meninggal dunia, Ivan Sahari (21) dan Rafi Pangumbalerang luka-luka serta dua rekan kerja lainnya Steven Walukow (44) sopir dan Yory Iroth luput dari maut.

    “Saya kaget tiba-tiba konstruksi bangunan itu ambruk, beruntung saya tidak apa-apa. Kasian teman saya harus menggalami musibah mengenaskan, kami sempat melarikannya ke rumah Sakit Lembean dan Malalayang Manado sebelum ajal menjemput,” tukasnya.
    Sementara Daniel dari pihak CV Izzaneon yang bersua di rumah duka Geovani Kansil di Kelurahan Aertembaga I Lingkungan III Kecamatan Aertembaga belum bisa berkomentar lebih. “Saya no comment dulu, saya juga masih berduka,” tutur Daniel. Lusye orang tua dari Wawan mengatakan pihak perusahan akan bertanggung jawab atas musibah yang menimpah anaknya serta rekan sepekerja lainnya. “Saya dengar pihak perusahan akan tanggung jawab, meronsen dan memeriksa korban serta mengongkosi biaya korban meninggal,” kata Lusye.

    Di tempat terpisah di kediaman korban Geovani Kansil nampak diselimuti suasana duka, para pelayat satu per satu mendatangi rumah itu. Nampak dibagian tengah ruangan keluarga istri dan anak korban duduk meratapi peti mati berisi jasad korban.
    Isak tangis pun tak terbendung keluar dari sang Istri Mastini Pagihari yang memeluk anaknya bernama Alfareza Kansil (2), keluarga begitu terpukul atas meninggalnya Geovani saat bekerja. Calvin Kansil (58) orang tua korban mengatakan peristiwa tragis itu diketahui langsung dari CV Izzaneon tempat anaknya bekerja yang berada persis didepan rumah. “Anak saya baru dua hari kerja dan tinggal di tempat kerja. Sebelum memilih kerja disitu saya sempat ada tegur pikir bae-bae kalau mau kerja disitu karena sudah pekerjaan tetap di PT Etmico,” ceritanya sedih.(tribunmanado/christian wayongkere)

    sumber : http://manado.tribunnews.com/2015/04/29/mastini-histeris-kecelakaan-kerja-di-bitung-tewaskan-satu-orang (Manado Tribunnews)

    Nama : Muhammad Faisal Mahmud
    Kelas : B2
    Semester : V (Lima)

  29. Sindonews.com – Dua orang pekerja berkebangsaan China dilaporkan tewas, sementara delapan orang lainya mengalami luka-luka dalam kecelakaan pembuatan terowongan bawah tanah di Singapura. Petugas penyelidik melaporkan, penyebab kecelakaan disebabkan buruknya pemilharaan peralatan konstrusi.

    Juru Bicara pertahanan sipil Singapura mengatakan, dua pekerja China itu tewas akibat tertimpa beton basah yang baru dibuat. Keduanya tertimpa tiang metal dan kayu-kayu penyangga.

    “Terowongan tersebut tidak rusak semua, hanya bagian penyangga saja yang hancur,” imbuh Juru Bicara pertahanan sipil Singapura, seperti diberitakan Presstv, Kamis (19/7/2012).

    Saat itu, para pekerja sedang berupaya memasukkan adukan semen ke dalam cetakan di lokasi pembangunan terowongan kereta bawah tanah baru. Nahas, sebuah tiang pancang jatuh, sehingga para pekerja tertimbun reruntuhan tiang penyangga.

    Sementara itu, delapan orang pekerja yang menderita luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit. Kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan terburuk sepanjang delapan tahun terakhir di Singapura.

    Refrensi: international.sindonews.com/read/659651/40/2-pekerja-konstruksi-singapura-tewas-1342692973

    Nama: ruddy prannoto
    Kelas: B2 sore
    Npm:13.11.106.701501.0911
    Semester: lima 5

  30. Kecelakaan kerja di Makati, tenggara Manila, Filipina, menewaskan sepuluh pekerja bangunan.

    Para korban tewas karena terjatuh dari ketinggian sekitar 25lantai di sebuah gedung yang tengah direnovasi kemarin. Saat itu, para pekerja tersebut memasang jendela kaca di kondominium di ibu kota Filipina.
    Tiba-tiba papan pijakan yang menahan tubuh mereka patah. Seketika, tubuh
    mereka jatuh dari lantai 32 dan terempas hingga lantai 7. Wali Kota Makati
    Junjun Binay mengatakan, selain sepuluh orang yang tewas, ada seorang pekerja lain yang kritis. Tim penyelamat dari Dinas Kebakaran Manila menyatakan, satu korban selamat kini dirawat di rumah sakit setempat. ”Kami belum tahu kondisinya seperti apa saat ini,” jelas Juan Jesse Robles, kepala tim penyelamat yang berada di lokasi kejadian, seperti dilansir Agence France Presse. Dalam sebuah pernyataan tanggapan, seperti dikutip Associated Press, pemilik gedung Eton Properties Philippines Inc menjelaskan, para pekerja itu adalah karyawan perusahaan kontraktor pemasang instalasi kaca di gedung tersebut. Saat kecelakaan, mereka beristirahat. Kala itu, mereka hendak menaikkan papan pijakan tersebut ke lantai 39 sambil membawa tangga. ”Namun, karena papan tersebut hanya mampu mengangkat beberapa pekerja,kabel yang menahannya putus,” tulis pernyataan itu. Pemilik gedung telah meminta peninjauan kembali peraturan standar keselamatan kepada perusahaan subkontraktor dan manajemen gedung. Laman perusahaan tersebut di internet menyebutkan, Eton adalah pengembang realestat berskala global di bawah Lucio Tan Group. Eton juga satu grup dengan Philippine National Bank dan Philippine Airlines. Perusahaan tersebut juga mempunyai cabang di Beijing,Hongkong, dan Shanghai. Binay meminta pembangunan di gedung tersebutdihentikan hingga pihaknya yakin bahwa semua pekerja bekerja secara aman.
    Filipina, khususnya Manila, mengalami pertumbuhan gedung pencakar langit yang pesat. Investasi bisa masuk karena rendahnya suku bunga di negara itu.

    Sumber / Refrensi:
    http://dokumen.tips/documents/kasus-kecelakaan-proyek.html

    Nama : Agustinah
    Kelas : B2
    Semester : V ( lima )
    NPM : 13.11.106.701501.0917

  31. ” Bangunan roboh di Menteng, 1 orang tewas terjebak di reruntuhan”

    Merdeka.com – Sebuah proyek bangunan di Jalan Cikini Raya nomor 73, Menteng, Jakarta Pusat roboh. Bangunan itu roboh pagi tadi sekitar pukul 06.05 WIB.

    “Roboh jam 6 lewat lima,” kata Kepala Seksi Operasional Pemadam Kebakaran Menteng, Suharno saat ditemui merdeka.com di lokasi, Jumat (31/10).

    Menurut Suharno, bangunan yang roboh itu adalah proyek Gedung Arsip yang masih dalam proyek pembangunan. Saat roboh, ada 9 orang di dalam bangunan itu. 4 Orang dipastikan tewas, sedangkan 5 orang lainnya yang luka berat sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

    Korban meninggal adalah Nur Ucup, Arden, Harno dan Budi. Yang dibawa ke RS adalah Wanto, Bayu, Imam Harto dan Agung.

    “Satu orang tewas masih terjebak di dalam, termasuk yang empat orang tewas itu. Lima orang yang cuma luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

    Kesimpulan sementara dari Suharno, bangunan itu roboh lantaran fondasinya belum kuat. “Cor-corannya belum kuat karena mereka baru ngecor tadi malam. Masih kita selidiki,” kata dia.

    Hingga kini proses evakuasi di TKP masih dilakukan. Proses pembongkaran tampak sulit lantaran puing-puing bangunan yang hancur harus disingkirkan dengan alat berat. Para petugas kepolisian dan damkar masih bekerja sama mengangkat puing-puing itu dengan tangan kosong.

    Garis polisi juga sudah dibentangkan sejak pagi tadi. Beberapa warga mulai berdatangan untuk sekedar melihat situasi.

    Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/bangunan-roboh-di-menteng-1-orang-tewas-terjebak-di-reruntuhan.html

    Nama : Rachmadanny m merapi

    Kelas :B2

    Npm :13.11.106.701501.0884

  32. Artikel : Pekerja bangunan tewas karna terjatuh dari lantai 18

    Merdeka.com – Seorang pekerja bangunan, Suprapto (19), tewas akibat terjatuh dari lantai 18 ke lantai lima di gedung Proyek Asket, di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Setiabudi, Jakarta Selatan. Kejadian itu terjadi pada Kamis (18/9) malam.

    Warga asal Desa Ngledok RT 02/01 Desa Jati Tengah, Kecamatan Sukaharjo, Sragen, Jawa Tengah itu tewas mengenaskan setelah tubuhnya melayang dari ketinggian 13 lantai.

    Informasi yang dihimpun, Jumat (19/9), peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18:00 WIB. Saat kejadian, korban sedang mengerjakan proyek bangunan di lantai 18, tiba-tiba jatuh sampai ke lantai lima.

    Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Audiee Latuheru, mengatakan petugas setelah mendapat informasi langsung mengecek ke lokasi kejadian. Berdasar keterangan saksi dan olah TKP, korban tewas akibat kecelakaan kerja.

    Refrensi : http://m.merdeka.com/peristiwa/pekerja-tewas-terjatuh-dari-lantai-18-gedung-proyek-di-setiabudi.html

    Nama : risky prayogo
    Kelas : B2
    Npm : 0913
    Smt : V (lima)

  33. Kecelakaan Kerja
    Tiga Pekerja PT Cahaya Indotama Engineering Tewas Akibat Kontruksi Crane Ambruk
    Minggu, 13 Jan 2013 22:49:07

    JAKARTA, Berita HUKUM – Tiga pekerja konstruksi tewas ditempat akibat kecelakaan saat konstruksi besi crane tiba-tiba rubuh dalam pembangunan Apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Jakarta Selatan, Minggu (13/1). Ketiga korban tersebut merupakan karyawan PT Cahaya Indotama Engineering yang beralamat di Kawasan Industri Jababeka Jalan Jababeka V Kawasan Industri Jababeka Wisma Cahaya Bl F/4 Cibitung Bekasi 17520 Jawa Barat.

    Kecelakaan kerja ini terjadi di proyek pembangunan apartemen. Terlihat 1 tower yang sudah mulai berdiri setinggi kurang lebih 30 meter yang menjadi lokasi kecelakaan pekerja malang itu.

    Ketiga korban adalah Jalil (45) kelahiran Purbalinga, Alamat Perum Cikarang, Suyoto (27) asal Kab. kelaten RT/RW: 003/008, dan seorang lagi bernama Leman (42). Ketiganya saat ini sudah di evakuasi ke ruang Instalasi jenazah RS Fatmawati Jakarta Selatan. Setelah proses evakuasi di TKP sejak pukul 17:00 WIB sore hari tadi, Polisi dari Unit Reskrim Jakarta Selatan terlihat sedang mengambil sidik jari ketiga jenazah tersebut.

    Ketiga korban tewas akibat tergencet dan luka benturan benda keras di kepala korban. “Silahkan pak kalau kuat, silahkan melihat ketiga jenazah teman kami,” ujar salah seorang rekan kerja korban kepada pewarta BeritaHUKUM.com.

    “Saat kejadian itu, mereka sedang menaikkan konstruksi Crane agar lebih tinggi, namun tiba-tiba pondasinya kurang kuat kali hingga ambruk,” ujar rekan kerja korban yang tidak mau menyebutkan namanya, dan mengaku sudah 10 tahun bekerja di PT Cahaya Indotama Engineering bersama korban Jalil.

    Hingga berita ini diturunkan, ketiga korban masih berada di kamar jenazah RS Fatmawati Jakarta Selatan, dan sedang menunggu keluarga korban lainnya, sementara pihak Polres Metro Jakarta Selatan masih terus menyelidiki peristiwa ini dan belum ada tersangka, karena masih dilakukan penyelidikan, ujar petugas di Ruang Jenazah RS Fatmawati. Sedangkan pihak PT Cahaya Indotama Engineering saat dihubungi melalui sambungan telpon belum dapat dihubungi dan malah tidak diangkat.

    refrensi; http://m.beritahukum.com/detail_berita.php/index.html/detail_berita.php?judul=Tiga+Pekerja+PT+Cahaya+Indotama+Engineering+Tewas+Akibat+Kontruksi+Crane+Ambruk&subjudul=Kecelakaan+Kerja

    Nama: Imam Arifin
    Kelas: B2
    Semester : V (Lima)
    NPM :13.11.106.701501.0892

  34. *Hasil Forensik Tentukan Kelanjutan Proyek Jembatan di TIM*

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kelanjutan proyek jembatan penghubung antargedung perpustakaan umum DKI di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, menunggu hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya yang akan berlangsung Senin (3/11) ini.

    Jembatan itu runtuh pada Jumat pekan lalu di tengah proses pembangunan dan menyebabkan empat pekerja tewas.

    Untuk mengungkap penyebab kejadian itu, kepolisian tengah memeriksa sembilan saksi. Pemeriksaan itu akan dilanjutkan dengan meminta keterangan kepada kontraktor pelaksana pembangunan, pengelola gedung, dan juga Pengawas dan Penertiban Bangunan DKI.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan mengatakan, sembilan saksi yang diperiksa itu terdiri atas tujuh pekerja bangunan yang selamat dan dua kerabat korban. Hingga saat ini, kesembilan saksi itu masih dimintai keterangan.

    ”Pemeriksaan masih berlangsung sehingga belum diketahui secara pasti penyebab runtuhnya jembatan itu,” ujarnya.

    Namun, kata Tatan, jumlah saksi yang akan dimintai keterangan akan terus bertambah.

    Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Agus Suradika, Minggu (2/11), mengatakan, pekerjaan pembangunan masih dihentikan sampai saat ini. Keberlangsungan pembangunan itu menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor Polda Metro Jaya pada Senin ini.

    ”Jika ditemukan penyimpangan pada spesifikasi bangunan, ada indikasi pidana. Pembangunan akan dihentikan untuk penyidikan. Namun jika runtuhnya jembatan akibat kecelakaan murni, pembangunan akan segera dilanjutkan,” kata Agus.

    Menurut Agus, pembangunan gedung arsip perpustakaan itu menggunakan anggaran tahun jamak senilai Rp 23,9 miliar. Tahun ini, pembangunan dilaksanakan untuk pendirian struktur bangunan. Pada 2015 baru melangkah pada pekerjaan arsitektur bangunan.

    Jembatan yang ambruk itu merupakan kelanjutan dari pembangunan perpustakaan umum daerah. Sejak 2011, Pemprov DKI merancang pembangunan gedung perpustakaan umum yang lebih besar untuk menampung lebih banyak koleksi dan bisa digunakan untuk acara pertunjukan.

    Agus mengatakan, sebagai pengelola gedung, pihaknya juga belum dapat memastikan penyebab utama runtuhnya konstruksi jembatan itu. ”Saya menyerahkan pemeriksaan sepenuhnya kepada kepolisian. Saya tak berani menduga-duga,” katanya.

    Keempat buruh bangunan yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan material jembatan, menurut Agus, telah dimakamkan di kampung masing-masing. Keempat korban itu adalah Harno (40), Budi Utomo (25), Nur Ucup (38), dan Arden (17).

    Kontraktor pembangunan, PT Sartonia Agung, kata Agus, telah memberikan santunan selayaknya kepada keluarga dari empat korban. ”Pemakaman para korban juga dibiayai pihak kontraktor,” ujarnya.

    Runut pembangunan

    Ketua Umum Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI) Manahara Siahaan mengatakan, penyebab runtuhnya jembatan penghubung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, bisa dirunut dari sisi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Ada sejumlah perangkat aturan yang menjamin keamanan dan menjadi panduan dalam pekerjaan konstruksi.

    Terkait perizinan, kata Manahara, ada izin mendirikan bangunan yang diterbitkan Pemerintah DKI Jakarta. Sementara terkait kompetensi penyedia jasa konstruksi, baik kontraktor maupun konsultan, ada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. UU tersebut, di antaranya, mensyaratkan perencana, pelaksana, dan pengawas memenuhi sertifikasi, klasifikasi, serta kualifikasi sebagai perusahaan jasa konstruksi.

    ”Polisi bisa mengecek draf perencanaannya, apakah sesuai dengan kaidah teknik konstruksi atau tidak, lalu memeriksa pelaksanaan dan pengawasannya. Selain itu, kompetensi perencana, pelaksana, dan pengawas juga perlu dilihat, apakah ada sertifikat dan memenuhi kualifikasi,” ujarnya.

    Menurut Manahara, selain perusahaan jasa konstruksi, kasus itu juga harus menjadi pelajaran bagi pemerintah sebagai pemberi izin dan pengawas pendirian bangunan.

    Sesuai dengan UU Jasa Konstruksi, jika terjadi kegagalan bangunan yang disebabkan kesalahan perencana atau pengawas konstruksi dan terbukti menimbulkan kerugian bagi pihak lain, perencana atau pengawas konstruksi wajib bertanggung jawab sesuai dengan bidang profesi dan dikenai ganti rugi.

    Catatan Kompas, ada sejumlah kasus kegagalan konstruksi yang menyebabkan korban di DKI Jakarta. Pada 19 September 2013, tangga utama Gelanggang Remaja di Jalan Balai Rakyat Koja, Jakarta Utara, ambruk saat pengecoran. Empat pekerja mengalami luka serius dan tujuh orang lainnya luka ringan karena tertimpa beton, rangka besi, dan material lain.

    Polres Metro Jakarta Utara menetapkan manajer proyek, pelaksana lapangan, dan operator mesin cor dari kontraktor pelaksana sebagai tersangka dalam kasus itu. Mereka dinilai lalai sehingga menyebabkan kecelakaan kerja dan menimbulkan korban luka.

    Kasus lain, pada 23 Desember 2009, toilet tambahan yang sedang dibangun di lantai empat dan tiga Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, runtuh dan menyebabkan dua tewas dan sembilan lainnya luka-luka. Polisi menetapkan direktur, manajer konstruksi, dan pekerja pelaksana konstruksi sebagai tersangka dan menyeretnya ke pengadilan. (MKN/MDN)

    nama : Hendra Hadi Saputra
    kelas :B2K3 Semester 5 ( malam )
    npm :13.11.106.701501.0890

    http://megapolitan.kompas.com/read/2014/11/03/14231481/Hasil.Forensik.Tentukan.Kelanjutan.Proyek.Jembatan.di.TIM

  35. Artikel : Proyek WEP II Gresik Ambruk, Kontraktor Brantas Abipraya Ditegur

    Jum’at, 03 Juli 2015 13:27:14

    Gresik (beritajatim.com) – Pelaksana proyek pengerjaan perluasan Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP), tahap dua senilai Rp 19 miliar oleh PT Brantas Abipraya, mendapat teguran. Teguran itu diberikan karena kontraktor tersebut lalai. Sehingga, sisi barat kantilever (teras berbentuk canopy) ambruk. Beruntung, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa.

    Project Manager PT Brantas Abipraya Joko Menutomo mengatakan, ambruknya scaffolding, atau tiang penyanggang yang dipasang berada di tanah lembek, ditambah ada getaran tanah. Sehingga, mempengaruhi stabilitas saat dilakukan pengecoran.

    “Memang ada sedikit getaran, dan penempatan kaki scaffolding kurang betul sehingga menyebabkan sisi barat kantilever ambruk,” ujarnya, Jumat (3/7/2015).

    Joko Menutomo menambahkan, meskipun ada bangunan yang dikerjakan ambruk. Perusahannya tetap menanggung resikonya dan sisi barat kantilever yang ambruk secepatnya akan segera diperbaiki.

    “Soal kalkulasi kerugiannya kami belum bisa menafsirkan berapa nominalnya,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik Bambang Isdianto menuturkan, kantilever sisi barat WEP II bukan ambruk melainkan ambrol. Penyebab ambrolnya bangunan itu disebabkan saat dilakukan pengecoran tidak mampu menahan cor.

    “Saya melihat PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana ada kekurang hati-hatian. Kendati secara teknis kejadian tersebut tidak ada masalah,” ungkapnya.

    Masih menurut Bambang Isdianto, selain kurang hati-hati. Mereka pelaksana proyek PT Brantas Abipraya juga lupa memperhitungkan scaffolding karena tumpuannya menumpang diatas tanah lembek.

    “Lain-lain tidak ada masalah, pekerjaan bisa dilanjutkan dibongkar. Kami minta konsultan, dan kontraktor lebih berhati-hati. Pasalnya, setelah kejadian itu, harus ada ekstra penguatan,” pungkasnya. [dny/kun]

    Referensi : http://m.beritajatim.com/peristiwa/242214/proyek_wep_ii_gresik_ambruk,_kontraktor_brantas_abipraya_ditegur.html#.Vf5t6MTXeK0

    Nama : Roynando Silitonga
    Kelas : b2 / Npm : 13.11.106.701501.0921
    Semester : V

  36. Jatuh dari lantai dua, buruh bangunan tewas mengenaskan

    Pekanbaru – Kecelakaan kerja dialami buruh bangunan bernama Dedi (35) warga Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Riau. Korban terjatuh dari lantai 2 dengan kondisi kepala pecah.

    Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo menyebutkan korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak tertolong.

    “Korban merupakan seorang tukang bangunan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sabtu, (12/9/2015).
     
    Guntur mengungkapkan, saat itu korban sedang bekerja mengecat di lantai 2 sebuah ruko di Jalan Khairudin Nasution Kelurahan Pasar Taluk milik Andi Efendi (53).

    Kemudian saat turun, Dedi yang tidak menggunakan pengamanan kerja terpeleset. Karena saat itu korban hanya menginjak les dinding ruko. Tidak ayal tubuhnya langsung meluncur ke bawah. Na’asnya, saat terjatuh, kepalanya dulu menbentur lantai.

    Tak ayal, kepala korban langsung pecah. Melihat hal itu teman-teman satu kerja langsung memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke ke Klinik Kuantan Medika di Kuansing.

    “Namun karena kondisinya parah, korban terpaksa dilarikan ke RSUD Taluk Kuantan. Waktu sampai sana, nyawa korban sudah tidak tertolong,” pungkasnya.

    sumber : http://daerah.sindonews.com/read/1043942/174/jatuh-dari-lantai-dua-buruh-bangunan-tewas-mengenaskan-1442064098

    Nama : Riyan Handoko
    Kelas : B2
    Semester : 5

  37. Solopos.com, BOYOLALI — Konstruksi baja perluasan pabrik buku PT Solo Murni (Kiky Creative Product Inc.) di tepi jalur jalan Solo-Semarang, Bangak, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah ambruk, Rabu (7/1/2015) sore. Seorang pekerja pembangunan tewas mengenaskan dalam kecelakaan kerja Boyolali itu, sementara sembilan lainnya terluka.

    Konstruksi rangka bangunan berbahan baja itu ambruk menimpa 10 pekerja yang sedang bekerja di lokasi pengembangan pabrik tersebut. Seorang di antara mereka, Jali, 40, warga Sumber, Solo, tewas dalam kecelakaan kerja Boyolali itu akibat luka di kepala. Sementara itu, lima pekerja lainnya luka berat dan empat luka ringan.

    Begitu kecelakaan kerja Boyolali terjadi, korban langsung dilarikan ke RSUD Banyudono. Selanjutnya, sejumlah korban dengan kondisi cukup parah dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Solo, Jogja, dan Kartasura, Sukoharjo.

    Berdasarkan data yang diterima Solopos.com di RSUD Banyudono, korban luka berat adalah Widodo, 22; Ngadiman, 32 (keduanya warga Kebakkramat Karanganyar dan dirujuk ke RSU Karima Utama); Mulyadi, 40, warga Bangak Banyudono; Rudi,35, warga Kebakkramat (keduanya dirujuk ke RS Bethesda Jogja), dan Purwanto, 28, yang dirujuk ke RS Kasih Ibu.

    Semua korban luka berat mengalami patah tulang. Ada di antara mereka yang patah tulang terbuka, ada pula yang patah tulang tertutup.

    “Ada yang di bagian paha, kaki, tangan, ada yang trauma di bagian wajah dan hidung, serta ada juga yang pendarahan perut,” ungkap Neovita, dokter di RSUD Banyudono yang menangani para korban.

    Dia menjelaskan korban meninggal dunia bernama Jali mengalami luka parah pada bagian kepala. Sedangkan korban luka ringan adalah Sukamto, 35; Satiyo, 35; Feri, 35 (ketiganya warga Kebakkramat), dan Suripto, 35, warga Purwodadi. Para korban luka ringan tetap dirawat di RSUD Banyudono.

    http://www.sragenpos.com/2015/kecelakaan-kerja-boyolali-konstruksi-baja-pabrik-buku-kiky-ambruk-1-tewas-9-luka-2-565894

    Nama : Dedy Heryono
    Kelas : B2
    Semester : 5

  38. SEMARANG – Kecelakaan kerja terjadi saat pembangunan Gedung Pelayanan Komprehensif Rumah Sakit Jiwa Daerah Amino Gondohutomo, Jalan Brigjen Sudiarto, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Dua pekerja yang sedang tidur tewas tertimpa paku bumi.

    Insiden terjadi Kamis (10/9/2015) sekira pukul 21.00. Dua korban tersebut adalah Suramin (55) ,warga Singorojo, Kabupaten Kendal dan Heri (25), warga Desa Kaliwungu, Kabupaten Temanggung.

    Saksi, Supoyono (30), menyebut paku bumi saat itu diangkut crane yang dioperasikan Mukmin. Paku bumi yang jatuh adalah paku kelima. Sebelumnya, empat yang pertama sudah dipindahkan.

    “Crane oleng, terbalik ke kanan,” kata dia.

    Saat jatuh, paku bumi menimpa bedeng tempat para korban istirahat. Keduanya tewas seketika di lokasi. Di dalam bedeng, ada satu pekerja bernama Agus yang juga sedang istirahat. Beruntung, dia hanya luka di kepala. Sebab, Agus hanya tertimpa reruntuhan bedeng dari triplek dan atap asbes.

    Evakuasi para korban baru berhasil dua jam kemudian, setelah didatangkan lagi satu unit crane untuk mengangkatnya. Dua jenazah dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang.

    Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto menyebut insiden itu sebagai kecelakaan kerja.

    “Masih pemeriksaan saksi-saksi, belum (penetapan) tersangka,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Jumat (11/9/2015).

    source: http://daerah.sindonews.com/read/1043264/22/dua-pekerja-tewas-tertimpa-paku-bumi-1441940065

    Nama : Nur hanafiah Basri

    Kelas : B2

    Semester : V

  39. Kejadian yang mencoreng jasa konstruksi di Indonesia kembali terjadi. Lima pekerja tewas dan sembilan lainnya luka parah tertimpa tembok bangunan pabrik kayu lapis yang sedang dibangun di Dukuh Sawur, desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (11/9). Empat korban tewas di tempat kejadian sementara satu lainnya meninggal di RS PKU Muhammadidyah Karanganyar.
    Menurut saksi mata, Imam Hartono, pemilik pabrik, sebelum tembok roboh, datang angin kencang dari arah barat. “Kejadian berlangsung tiba-tiba, tidak ada seorang pun tukang bangunan yang menyangka kalau tembok yang sedang dikerjakan itu runtuh setelah dihantam angin yang datang dari arah barat,” ungkapnya. Menurut Sutoyo,46, pekerja yang selamat dari tragedi tersebut menyatakan sebelumnya tidak ada tanda-tanda tembok setinggi lima meter dengan panjang hampir 50 meter yang sedang dikerjakan itu akan roboh. “Tiba-tiba tembok sebelah barat itu ambruk dan menimpa teman-teman yang sedang berada di bawahnya,” ujarnya.
    Proyek konstruksi tidak hanya menuntut akurasi dalam perencanaan kekuatan, akan tetapi perlu dicermati mengenai metode dan teknologi konstruksinya. Kesalahan dalam metode konstruksi terbukti berakibat yang sangat fatal, yaitu korban jiwa tenaga kerjanya. Membiarkan tembok baru yang tinggi tanpa bingkai (perkuatan yang cukup) dari kolom dan sloof beton bertulang atau besi profil tentunya sangat berbahaya ketika menerima gaya horisontal (dalam hal ini hembusan angin). Selain itu tembok dengan panjang 50 m, akan sangat riskan jika tidak diberikan dilatansi yang cukup.
    Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara umum di Indonesia masih sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Di Indonesia, setiap tujuh detik terjadi satu kasus kecelakaan kerja (”K3 Masih Dianggap Remeh,” Warta Ekonomi, 2 Juni 2006). Hal ini tentunya sangat memprihatinkan. Tingkat kepedulian dunia usaha terhadap K3 masih rendah. Padahal karyawan adalah aset penting perusahaan. Kewajiban untuk menyelenggarakaan Sistem Manajemen K3 pada perusahaan-perusahaan besar melalui UU Ketenagakerjaan, baru menghasilkan 2,1% saja dari 15.000 lebih perusahaan berskala besar di Indonesia yang sudah menerapkan Sistem Manajemen K3. Minimnya jumlah itu sebagian besar disebabkan oleh masih adanya anggapan bahwa program K3 hanya akan menjadi tambahan beban biaya perusahaan. Padahal jika diperhitungkan besarnya dana kompensasi/santunan untuk korban kecelakaan kerja sebagai akibat diabaikannya Sistem Manajemen K3, yang besarnya mencapai lebih dari 190 milyar rupiah di tahun 2003, jelaslah bahwa masalah K3 tidak selayaknya diabaikan. Di samping itu, yang masih perlu menjadi catatan adalah standar keselamatan kerja di Indonesia ternyata paling buruk jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk dua negara lainnya, yakni Bangladesh dan Pakistan. Sebagai contoh, data terjadinya kecelakaan kerja yang berakibat fatal pada tahun 2001 di Indonesia sebanyak 16.931 kasus, sementara di Bangladesh 11.768 kasus.
    Jumlah kecelakaan kerja yang tercatat juga ditengarai tidak menggambarkan kenyataan di lapangan yang sesungguhnya yaitu tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi lagi. Seperti diakui oleh berbagai kalangan di lingkungan Departemen Tenaga Kerja, angka kecelakaan kerja yang tercatat dicurigai hanya mewakili tidak lebih dari setengah saja dari angka kecelakaan kerja yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa masalah, antara lain rendahnya kepentingan masyarakat untuk melaporkan kecelakaan kerja kepada pihak yang berwenang, khususnya PT. Jamsostek
    http://herlin171.blogspot.co.id/2010/05/studi-kasus-kecelakaan-kerja-konstruksi.html
    Nama : Saban Nur Putra
    Kelas : B2
    Semester : 5

    • Harap diganti artikel anda dengan artikel yang lain, karena artikel anda terindikasi SPAM. Lagipula isi artikel tersebut tidak sesuai petunjuk tugas, isi artikel tersebut adalah ulasan teknis K3 oleh seseorang.

  40. JAKARTA—Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi menilai pentingnya pemahaman mengenai pengadaan barang atau jasa pemerintah di bidang konstruksi, pembangunan berkelanjutan, manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3), dan sanggah banding, menyusul tingginya kasus kecelakaan pekerja konstruksi yang bermunculan dengan rata-rata 7 orang meninggal per hari.
    Kepala Pusat Pembinaan Penyelenggaraan Konstruksi Agus Raharjo mengatakan banyaknya aspek dalam konstruksi yang perlu dicermati sehingga dapat meminimalisir kasus konstruksi ke depannya.
    Dia memaparkan pada manajemen K3, menurutnya Indonesia harus meningkatkan diri untuk hal tersebut.
    “Dari data yang ada, kecelakaan kerja di sektor konstruksi di Indonesia rata-rata tujuh orang meninggal per hari, sedangkan di Eropa rata-rata satu orang meninggal per hari,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/2).
    Selain itu, untuk kasus sanggah banding pada 2012 tercatat mencapai 97 kasus, 47% diantaranya benar.
    “Angka kasus laporan yang ternyata benar pada tahun lalu, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 30%,” ujarnya.
    Hal tersebut, lanjutnya, mengindikasikan perlunya peningkatan pemahaman mengenai peraturan dari dua sisi, pengguna dan penyedia jasa.
    Oleh karena itu, Kementerian PU akan memberikan pelatihan kepada tenaga kerja konstruksi sehingga dapat mempertajam program dan kegiatan di Balai-balai Pelatihan Konstruksi Wilayah serta Pusat-pusat Pembinaan di Lingkungan BP Konstruksi. (sut)
    http://industri.bisnis.com/read/20130208/45/135521/kecelakaan-konstruksi-di-indonesia-7-orang-meninggal-per-hari
    Nama: Dinda Rizky Khoirun Nisa
    Kelas : B2
    Sem. : 5 ( Lima )

    • Ganti artikel Anda ini karena tidak sesuai dengan petunjuk tugas. Anda ditugaskan untuk menuliskan suatu kejadian kecelakaan konstruksi yang telah terjadi. Sedangkan artikel Anda ini tentang ulasan kecelakaan kerja.

  41. RIO DE JAINERO – Sebuah jembatan penyebrangan yang terletak di dekat pusat kota Rio de Janeiro, Brasil dilaporkan ambruk. Akibat peristiwa ini empat orang harus meregang nyawa dan empat lainnya mengalami luka.

    Kejadian nahas tersebut bermula ketika sebuah truk menabrak penyangga jembatan penyebrangan yang berada di sisi jalan. Tidak hanya korban jiwa, kejadian ini juga menyebabkan dua mobil yang tepat berada di bawah jembatan rusak parah.

    “Insiden ini terjadi ketika truk menabrak sisi jalan,” ujar seorang pejabat lokal daerah Lamsa tempat kejadian berlangsung, seperti dikutip dari Ahram, Rabu (29/1/2014).

    Kemacetan pun langsung terjadi tepat setelah kejadian. Wali Kota Rio De Janiero Eduardo Paez berjanji mengambil tindakan untuk mencegah kemacetan yang semakin parah bila tidak teratasi segera.

    Runtuhnya jembatan di Kota Rio, menimbulkan kekhawatiran akan kesiapan infrastruktur kota ini. Apalagi dalam waktu dekat Rio de Jainero akan menghelat pergelaran super besar Piala Dunia.

    http://news.okezone.com/read/2014/01/29/414/933548/jembatan-penyebrangan-runtuh-empat-orang-tewas

    nama:jogia simamora

    kelas:b2 (malam)

    semester: v

    • Berdasarkan artikel dari tugas pertama saya,saya melakukan analisis sebagai berikut:
      1.kronologis kejadian
      Seperti dikutip dari Ahram, kecelakaan ini terjadi pada hari,Rabu 29 januari 2014.Ambuknya sebuah jembatan yang terletak di RIO DE JANIERO kota brasil.kejadian nahas tersebut terjadi ketika sebuah mobil truk menabrak penyangga jembatan penyebrangan yang berada di sisi jalan.Tidak hanya korban jiwa,kejadian tersebut juga menyebabkan rusaknya 2 unit mobil yang kebetulan berada di bawah jembatan rusak parah.
      2.Analisis penyebab langsung
      Penyebab langsung dari kejadiaan ini adalah ketika sebuah truk yang mungkin melaju kencang dan bermuatan berat menabrak sisi jembatan dan akibat dari tekanan truk tersebut jembatan pun ambruk.
      3.Analisis penyebab tidak langsung
      – Truk melaju dengan kecepatan tinggi,
      – Beban yang melebihi kapasitas dapat sebagai pemicu terjadinya kecelakaan
      – Driver yang kelelahan atau fatiq juga sebagai penyebab kevelakaan
      – Ambruknya sebuah jembatan yang diakibatkan struktur kondtruksi yang tidak baik
      – jarak pandang,cuaca,fungsi rem yang tidak baik.
      – hazard psikososial,stess.
      4.Rekomendasi dari saya adalah.
      – Pemerintah setempat harus lebih fokus dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan suatu proyek umum mulai dari persiapan alat,persiapan bahan konstuksi,kesehatan pekerja,kualitas dan kuantitas bahan konstruksi tersebut.
      – Pemerintah setempat harus lebih fokus terhadap jalan yang mempunyai nilai resiko tinggi.
      – Melengkapi penerangan khusus di daerah jembatan atau persimpangan
      – Melengkapi rambu rambu lalu lintas,baik itu rambu perintah,peringatan dan larangan
      – Khusus daerah jembatan penetapan keCepatan max 40 km/Jam
      – Pemerintah harus memperhatikan beban muatan truk,apabila melebihi standart yang ditentukan di kenakan sanksi
      Demikian analisis yang dapat saya berikan semoga bermamfaat.
      Nama ; JOGIA SIMAMORA
      Npm ; 13.11.106.701501.0894
      Kelas ; b2 ( malam)
      Semester ; V.

  42. Artikel : Lima Pekerja Tewas, Belasan Orang Luka – Luka

    indosiar.com, Sukoharjo – Kasus kecelakaan kerja kembali terjadi. Di Sukoharjo, Jawa Tengah 5 pekerja tewas dan puluhan lainnya luka parah saat bangunan pabrik yang mereka bangun tiba-tiba roboh. Inilah para korban tewas dalam robohnya bangunan pabrik PT Alfa Kayu Lapis di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Ke 4 jenazah saat ini berada di kamar mayat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. Menurut sejumlah saksi, peristiwa maut ini terjadi sekitar pukul
    15.00 WIB Kamis (11/09) kemarin. Saat kejadian, puluhan pekerja sedang melakukan aktifitas membangun pabrik. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba atap bangunan roboh dan menimpa pekerja disekitarnya. Menurut seorang saksi Suyoto, semua korban tewas mengalami luka parah dibagian kepala dan tubuhnya setelah jatuh dari bangunan setinggi 10 meter, lalu tertimbun bersama rangka besi dan tembok. Sementara korban luka sebagian besar mengalami patah tulang pada tangan dan kaki. Beberapa diantaranya gagar otak akibat benturan keras di kepalanya. Dokter dan perawat di rumah sakit sempat kewalahan karena banyaknya korban yang harus segera ditangani. Pembangunan gedung pabrik ini sebenarnya sudah mencapai 90 persen. Seluruh dinding dan atap sudah didirikan, namun diduga karena kesalahan konstruksi bangunan akhirnya roboh. Hingga kini Polres Sukoharjo masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab robohnya bangunan. (Danug Nugroho Adi/Sup)

    http://www.indosiar.com/fokus/lima-pekerja-tewas-belasan-orang-luka—luka_75627.html

    Nama :Saban Nur Putra
    Kelas : B2
    Semester : 5

  43. Bangunan Roboh
    Lima Pekerja Tewas, Belasan Orang Luka – Luka
    indosiar.com, Sukoharjo – Kasus kecelakaan kerja kembali terjadi. Di Sukoharjo, Jawa Tengah 5 pekerja tewas dan puluhan lainnya luka parah saat bangunan pabrik yang mereka bangun tiba-tiba roboh.
    Inilah para korban tewas dalam robohnya bangunan pabrik PT Alfa Kayu Lapis di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Ke 4 jenazah saat ini berada di kamar mayat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. Menurut sejumlah saksi, peristiwa maut ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB Kamis (11/09) kemarin. Saat kejadian, puluhan pekerja sedang melakukan aktifitas membangun pabrik. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba atap bangunan roboh dan menimpa pekerja disekitarnya.
    Menurut seorang saksi Suyoto, semua korban tewas mengalami luka parah dibagian kepala dan tubuhnya setelah jatuh dari bangunan setinggi 10 meter, lalu tertimbun bersama rangka besi dan tembok.
    Sementara korban luka sebagian besar mengalami patah tulang pada tangan dan kaki. Beberapa diantaranya gagar otak akibat benturan keras di kepalanya. Dokter dan perawat di rumah sakit sempat kewalahan karena banyaknya korban yang harus segera ditangani.
    Pembangunan gedung pabrik ini sebenarnya sudah mencapai 90 persen. Seluruh dinding dan atap sudah didirikan, namun diduga karena kesalahan konstruksi bangunan akhirnya roboh. Hingga kini Polres Sukoharjo masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab robohnya bangunan. (Danug Nugroho Adi/Sup)
    Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/lima-pekerja-tewas-belasan-orang-luka—luka_75627.html
    Nama : Diana Rosmini
    Kelas : B2
    Semester : V

  44. Artikel : LIMA PEKERJA TEWAS, BELASAN ORANG LUKA-LUKA
    Indosiar.com, Sukoharjo – Kasus kecelakaan kerja kembali terjadi. Di Sukoharjo, Jawa Tengah 5 pekerja tewas dan puluhan lainnya luka parah saat bangunan pabrik yang mereka bangun tiba-tiba roboh.
    Inilah para korban tewas dalam robohnya bangunan pabrik PT Alfa Kayu Lapis di Desa Genengsari, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Ke 4 jenazah saat ini berada di kamar mayat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Karanganyar. Menurut sejumlah saksi, peristiwa maut ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB Kamis (11/09) kemarin. Saat kejadian, puluhan pekerja sedang melakukan aktifitas membangun pabrik. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba atap bangunan roboh dan menimpa pekerja disekitarnya.
    Menurut seorang saksi Suyoto, semua korban tewas mengalami luka parah dibagian kepala dan tubuhnya setelah jatuh dari bangunan setinggi 10 meter, lalu tertimbun bersama rangka besi dan tembok.
    Sementara korban luka sebagian besar mengalami patah tulang pada tangan dan kaki. Beberapa diantaranya gagar otak akibat benturan keras di kepalanya. Dokter dan perawat di rumah sakit sempat kewalahan karena banyaknya korban yang harus segera ditangani.
    Pembangunan gedung pabrik ini sebenarnya sudah mencapai 90 persen. Seluruh dinding dan atap sudah didirikan, namun diduga karena kesalahan konstruksi bangunan akhirnya roboh. Hingga kini Polres Sukoharjo masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab robohnya bangunan. (Danug Nugroho Adi/Sup)
    Sumber : http://www.indosiar.com/fokus/lima-pekerja-tewas-belasan-orang-luka—luka_75627.html
    Nama : Dewi Fatmah Febriyanti
    NPM : 13.11.106.701501.0880
    Kelas : B2
    Semeter : V

    • Harap ganti artikel Anda ini karena artikel sejenis sudah lebih dulu diposting oleh mahasiswa B2 yang lain.

    • BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id – Kecelakaan kerja terjadi pada dua karyawan kontraktor PT Pertamina di lingkungan kilang minyak Pertamina RU V di Jl Yos Sudarso, Balikpapan, Kamis (7/4/11).

      Budi (23), seorang pekerja outsourcing PT Pertamina RU V dari PT Padiya meninggal duni, sekitar pukul 10.30 pagi tadi. Setelah terjatuh dari lantai 12 di hall reaktor B unit flatforming PT Pertamina RU V. Sementara satu temannya bernama Raymond (25) hanya mengalami luka memar, karena tersangkut di lantai 10.

      Kapolres Balikpapan AKBP A Rafik menyatakan Raymond dan almarhum Budi langsung dibawa ke RS Pertamina Balikpapan, pasca peristiwa naas tersebut. “Raymond kini sedang dalam perawatan intensif di RS Pertamina, sementara almarhum, setelah dilakukan visum, langsung diserahkan pihak Pertamina ke keluarganya di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan,” ungkap Rafik.

      Dari keterangan sementara, Rafik mengatakan, pagi sebelum kejadian, para pekerja termasuk almarhum dan Raymond mengikuti safety briefing. “Mereka bekerja satu unit. Terdiri dari enam orang dan diawasi oleh satu orang supervisor yang bernama Muslimin. Saat bekerja, almarhum Budi dan Raymond berada di lantai 12. Keduanya sedang membuka baut di pojok reaktor. Saat itu, keduanya terpleset dari border reaktor. Kebetulan, bordernya terlepas. Budi langsung tiba di lantai dasar reaktor, sementara Raymond tersangkut di lantai 10,” tutur Rafik.(*)

      Sumber :http://kaltim.tribunnews.com/2011/04/07/kecelakaan-kerja-terjadi-di-kilang-pertamina-balikpapan

      Nama : Dewi Fatmah Febriyanti
      Kelas : B2
      NPM :13.11.106.701501.0880

  45. Lantai Bioskop Ambruk, Pengunjung Terluka
    Medan- Lantai bangunan ruang bioskop di lantai 5 sebuah pusat perbelanjaan ternama di kawasan Jalan Zainul Arifin, Medan, Senin sore (30/3) ambruk. Akibat kejadian ini, sejumlah pengunjung dikabarkan terluka.
    Peristiwa ambruknya lantai ruangan bioskop di lantai 5 Sun Plaza ini, sontak membuat para pengunjung panik. Bahkan sejumlah pengunjung sempat lari berhamburan keluar gedung berlantai 5 ini.
    Diduga, buruknya pekerjaan konstruksi lantai bioskop yang tengah direnovasi, menjadi penyebab ambruknya lantai hingga ambrol ke lantai dasar. Terlihat jelas lantai bioskop yang tengah direnovasi, ambrol hingga sampai ke lantai dasar.
    Reruntuhan batu berjatuhan menghujani seluruh eskalator dari bagian atas hingga sampai ke bawah di sektor selatan gedung.
    Seorang pekerja di Sun Plaza yang sempat melihat kejadian tersebut mengaku, sempat terdengar suara dentuman keras sesaat setelah bagian lantai bangunan di lantai 5 ambruk. Situasi inipun lantas disusul dengan suara histeris pengunjung yang berhamburan.
    “Gitu mendengar suara dentuman gitu, saya keluar toko. Saya lihat sudah ambruk lantai dari atas itu hingga ke bawah. Memang saya lihat sebelum ambruk, masih ada pengunjung yang menggunakan escalator, namun saya tidak mengetahui bagaimana nasib mereka,” ujar Melis, pekerja tokoi.
    Menurut informasi, sejumlah pengunjung menderita luka-luka setelah tertimpa reruntuhan material bangunan. Namun untuk menutupi kejadian ini, pihak pengelola gedung langsung mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat dengan pengawalan ketat.
    Bahkan pihak Kepolisian Sektor Medan Baru, mendadak bungkam saat meninjau lokasi ambruknya lantai pusat perbelanjaan ternama di Kota Medan ini
    Hal yang sama juga dilakukan pihak manajemen Sun Plaza, yang memilih enggan berkomentar panjang soal insiden runtuhnya lantai bangunan bioskop cinemax yang tengah direnovasi. “Nanti dulu ya setelah ada hasil penyelidikan dari polisi,” kilah Elvira, Humas Sun Plaza.
    Akibat peristiwa ini, sejumlah toko memilih menutup usahanya. (yud)
    Sumber : http://www.voxpopulindo.com/read/peristiwa/lantai-bioskop-ambruk-pengunjung-terluka

  46. Lantai Bioskop Ambruk, Pengunjung Terluka
    Medan- Lantai bangunan ruang bioskop di lantai 5 sebuah pusat perbelanjaan ternama di kawasan Jalan Zainul Arifin, Medan, Senin sore (30/3) ambruk. Akibat kejadian ini, sejumlah pengunjung dikabarkan terluka.
    Peristiwa ambruknya lantai ruangan bioskop di lantai 5 Sun Plaza ini, sontak membuat para pengunjung panik. Bahkan sejumlah pengunjung sempat lari berhamburan keluar gedung berlantai 5 ini.
    Diduga, buruknya pekerjaan konstruksi lantai bioskop yang tengah direnovasi, menjadi penyebab ambruknya lantai hingga ambrol ke lantai dasar. Terlihat jelas lantai bioskop yang tengah direnovasi, ambrol hingga sampai ke lantai dasar.
    Reruntuhan batu berjatuhan menghujani seluruh eskalator dari bagian atas hingga sampai ke bawah di sektor selatan gedung.
    Seorang pekerja di Sun Plaza yang sempat melihat kejadian tersebut mengaku, sempat terdengar suara dentuman keras sesaat setelah bagian lantai bangunan di lantai 5 ambruk. Situasi inipun lantas disusul dengan suara histeris pengunjung yang berhamburan.
    “Gitu mendengar suara dentuman gitu, saya keluar toko. Saya lihat sudah ambruk lantai dari atas itu hingga ke bawah. Memang saya lihat sebelum ambruk, masih ada pengunjung yang menggunakan escalator, namun saya tidak mengetahui bagaimana nasib mereka,” ujar Melis, pekerja tokoi.
    Menurut informasi, sejumlah pengunjung menderita luka-luka setelah tertimpa reruntuhan material bangunan. Namun untuk menutupi kejadian ini, pihak pengelola gedung langsung mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat dengan pengawalan ketat.
    Bahkan pihak Kepolisian Sektor Medan Baru, mendadak bungkam saat meninjau lokasi ambruknya lantai pusat perbelanjaan ternama di Kota Medan ini
    Hal yang sama juga dilakukan pihak manajemen Sun Plaza, yang memilih enggan berkomentar panjang soal insiden runtuhnya lantai bangunan bioskop cinemax yang tengah direnovasi. “Nanti dulu ya setelah ada hasil penyelidikan dari polisi,” kilah Elvira, Humas Sun Plaza.
    Akibat peristiwa ini, sejumlah toko memilih menutup usahanya. (yud)
    Sumber : http://www.voxpopulindo.com/read/peristiwa/lantai-bioskop-ambruk-pengunjung-terluka

    Nama : Diana Rosmini
    Kelas : B2
    Semester : V

  47. JAKPUS – Suara gemuruh disertai teriakan kesakitan mengagetkan orang-orang yang berada di area Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (31/10). Suara tersebut berasal dari konstruksi jembatan yang mendadak ambruk. Insiden itu mengakibatkan empat pekerja tewas. Mereka terbenam di material cor seberat 136 ton. Dua orang bisa segera dievakuasi dan dua orang membeku bersama material cor. Lima korban lain menderita luka parah.

    Material yang ambruk itu berasal dari jembatan penghubung perpustakaan dengan Gedung Arsip DKI. Timbunan material berantakan di bagian dasar gedung. Besi-besi menggumpal tak berbentuk. Dua tiang beton di sisi gedung arsip terlihat miring. Agar tidak ambruk, tiang beton tersebut diikat dan ditopang dengan menggunakan alat berat. Jembatan itu berada di ketinggian sembilan meter dari tanah dengan lebar delapan meter dan panjang 12 meter.

    Muncul banyak spekulasi tentang penyebab jembatan itu ambruk. Menurut sebagian pekerja, tiang beton penyangga tidak kuat menahan beban material jembatan. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa tragedi itu dipicu oleh lalu lintas di bawah jembatan. Truk molen sering melintas dan menimbulkan getaran. ’’Fondasi tiang akhirnya bergetar terus,’’ ujar seorang pekerja yang tidak mau namanya ditulis. Namun, dia memastikan bahwa tidak ada truk yang melintas sebelum jembatan itu ambruk.

    Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip DKI Agus Suradika menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi pukul 06.00 kemarin (31/10). Saat itu ada pergantian sif kerja antara pekerja dini hari dan pagi. Sembilan orang yang kebagian sif pagi mengambil alih pekerjaan. Waktu itu kondisi jembatan sudah terhubung. Namun, sebagian material cor masih basah.

    Empat pekerja lalu naik ke jembatan. Mereka ingin memeriksa kondisi cor jembatan. Saat mereka berdiri di bagian tengah jembatan, insiden tersebut terjadi. Empat pekerja malang itu jatuh bersama runtuhnya jembatan. Mereka terbenam dalam material cor seberat 136 ton. Keempatnya tewas di lokasi kejadian.

    Namun, hanya dua orang yang bisa langsung dievakuasi. Hingga tadi malam pukul 20.00, dua korban tewas yang lain masih terbenam di larutan cor. Tubuh mereka mengeras bersama material cor. Sedangkan lima korban yang berada di bawah jembatan menderita luka parah karena tertimpa material cor dan besi. Mereka langsung dilarikan ke RSCM dan RS PGI Cikini.

    Pengerjaan proyek itu terkesan terburu-buru. Sebab, pembangunan gedung delapan lantai tersebut harus selesai pada 15 Desember. Padahal, pekerjaan dimulai awal September.

    Jembatan maut itu merupakan bagian dari proyek pengerjaan gedung perpustakaan DKI yang terdiri atas delapan lantai. Proyek senilai Rp 24 miliar tersebut dibagi dua paket. Paket pertama terdiri atas pembangunan fisik bangunan. Paket kedua adalah pengadaan peralatan dan isi gedung. Akibat insiden tersebut, proyek yang baru berjalan 20 persen itu terpaksa dihentikan sementara.

    Agus mengatakan, proyek akan dilanjutkan setelah polisi berhasil menyimpulkan penyebab tragedi tersebut. ’’Tidak ada kerugian negara pada kasus ini. Sebab, pembangunan masih berlangsung. Seluruh kerugian ditanggung kontraktor,’’ tegasnya.

    Lantas, bagaimana nasib para korban? Agus yang juga ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah itu memastikan, semua korban ditanggung kontraktor. ’’Semua pekerja diasuransikan, termasuk korban,’’ ujarnya.

    Dia belum bisa memastikan penyebab ambruknya jembatan. Hal itu akan diketahui setelah penyelidikan polisi tuntas. ’’Sementara ini masih ditangani Polres Jakarta Pusat,’’ ujarnya.

    Sempat terjadi adu mulut antara awak media dan Agus. Pasalnya, awak media tidak puas dengan keterangan Agus. Apalagi, saat dia memberikan klarifikasi, perwakilan kontraktor PT Sartonia Agung selaku pemenang tender tidak dihadirkan. Namun, Agus berkilah seluruh kontraktor sedang diperiksa polisi.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Subejo menambahkan, evakuasi dua korban yang tertimbun sangat sulit dilakukan. Sebab, petugas hanya bisa menggunakan peralatan konvensional, seperti palu penghancur material. Namun, menurut Subejo, itu merupakan pilihan terbaik. Sebab, pembersihan material tidak boleh menimbulkan getaran besar. ’’Medannya cukup sulit,’’ kata dia.

    sumber : http://www2.jawapos.com/baca/artikel/8707/jembatan-tim-ambruk-pekerja-tertimbun-material-cor

    Nama : Ardy Prabowo
    Kelas : B2
    Semeseter : V (Lima)

  48. Artikel :Proyek parkir bawah tanah di Bali roboh, 11 pekerja tertimbun

    Proyek parkir bawah tanah di Pasar Badung, Denpasar, tiba-tiba saja roboh. Akibatnya, 11 pekerja yang sedang melakukan pekerjaan ikut tertimbun runtuhan tanah.

    Musibah itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. 

    “Saat proyek runtuh, mereka sedang bekerja,” ujar Made Purnama, petugas parkir di pasar Badung, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (7/7).

    Saat peristiwa itu terjadi, purnama sempat mendengar suara gemuruh yang sangat keras. Tak lama kemudian, proyek itu ambruk. Teriakan, jeritan dan kepanikan pun sontak meraung dari seantero pasar.

    Dari pantauan merdeka.com di lokasi, petugas dibantu warga setempat dan pedagang pasar saling bahu membahu melakukan evakuasi.

    Sumber/referensi : http://m.merdeka.com/peristiwa/proyek-parkir-bawah-tanah-di-bali-rubuh-11-pekerja-tertimbun.html

    Nama : Rheza Ridwan N
    Kelas : B2
    Semester : V (lima)

  49. VIVAbola – Kecelakaan kerja kembali terjadi dalam renovasi pembangunan stadion Piala Dunia di Sao Paolo, Brasil, Rabu 27 November 2013 waktu setempat. Peristiwa tersebut menewaskan tiga orang dan membuat renovasi stadion harus dihentikan sementara.

    Stadion Itaquerao, Sao Paolo rencananya akan menghelat partai pembuka Piala Dunia 2014. Progress renovasi stadion sendiri sudah mencapai 94 persen sebelum terjadinya insiden. FIFA sendiri memang telah menetapkan batas waktu, 12 venue Piala Dunia telah selesai renovasi dan pembangunannya pada Desember 2013.

    Dilaporkan dari ESPN, struktur metal bangunan di atap stadion runtuh dan merusak tiang penyangga di sisi timur stadion. Reruntuhan metal tersebut menimpa dan merusak panel LED (layar lebar) stadion.

    Media setempat melaporkan, penyebab utama insiden tersebut karena crane kolaps kemudian menimpa struktur metal bagunan atap stadion. Petugas Pemadam Kebakaran, Mauro Lopes mengatakan, tiga orang pekerja meregang nyawa karena insiden itu.

    Mendengar berita duka itu, Presiden FIFA, Joseph S Blatter langsung menyampaikan belasungkawa melalui akun twitter. “Saya ikut prihatin atas musibah yang menimpa pekerja. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis Blatter di akun@SeppBlatter.

    FIFA langsung mengeluarkan sikap menyusul insiden itu. “Keamanan para pekerja menjadi prioritas utama FIFA, Panitia Pelaksana (LOC), dan Pemerintah setempat. Kami tahu keselamatan semua pekerja menjadi hal utama bagi semua perusahaan konstruksi yang dikontrak untuk membangun 12 stadion Piala Dunia,” demikian pernyataan FIFA.

    Pihak kontraktor akan menginvestigasi kecelakaan ini. Hal itu disampaikan di situs resmi Corinthians, sebagai klub yang memiliki stadion. “Dewan Klub Corinthians menyesal atas musibah itu. Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.”

    Referensi: http://bola.viva.co.id/news/read/462114-atap-stadion-piala-dunia-runtuh–3-pekerja-tewas

    Nama: Dinda Rizky K.N
    Kelas : B2
    Sem. : V ( Lima )

  50. Pawtucket Man Killed in Taunton Construction Accident
    Shaun Towne & Annie Shalvey;
    Reporting by Jared Pliner
    Published: September 4, 2015, 11:26 am
    Updated: September 4, 2015, 8:05 pm
    TAUNTON, Mass. (WPRI) — A construction worker died Friday morning after falling at a construction site in Taunton, the Bristol County district attorney’s office confirms.
    The man was doing steel work at the site of future beverage processing plant at the Myles Standish Industrial Complex on Charles Colton Road when the accident occurred at about 8:45 a.m.
    Officials said he was working about 40 feet off the ground on part of the structure’s framing when he fell.
    The victim – identified as 24-year-old Nicholas Dumont of Pawtucket – died shortly after the fall.
    “He worked for one of our subcontractors on the job,” said Kim Steimle Vaughan, spokeswoman for Suffolk Construction.
    According to the company, about 50 workers were on the scene at the time of the accident.
    “We have a trauma service that’s going to come and try to provide counseling service to those who are still on the job site,” Steimle Vaughan said. “But right now, the work has been paused as we beging the investigation to understand what’s happened.”
    Suffolk released a formal statement Friday about the accident.
    This morning there was a fatal accident at a distribution warehouse construction project at the Myles Standish Industrial Complex in Taunton. Our hearts and prayers go out to that individual and his family at this very difficult time. Safety is the number one priority on our project sites. We are currently working closely with OSHA and the local fire and police departments to investigate the cause of the incident.
    Dumont’s death appears to be an accident, and no foul play is suspected, according to the DA’s office.
    No one else was injured.
    The incident remains under investigation by the Occupational Safety and Health Administration (OSHA) as well as local and state police.
    Recent Suffolk Construction death
    According to Steimle Vaughan, the last time a worker was killed on one of their jobs was back in June.
    “It was at another job site in Somerville. That investigation is still open,” she said.
    The company said a New Hampshire man died after an incident at assembly row. Crews were installing external hoists on a building when a hoist cab fell.
    The cause of the accident remains unknown.
    OSHA is also investigating that accident, Steimle Vaughan said.
    The last time of construction fatality happen in Taunton was about two weeks ago, when a boom lift fell over and landed on a worker.
    source : http://wpri.com/2015/09/04/construction-worker-killed-in-taunton-accident/
    Name : Muhammad Taufiq
    Class : B2
    Semester : V
    NPM : 13.11.106.701501.0915

  51. Sabtu, 26 September 2015 – 01:28 wib
    Tertimpa Puluhan Marmer, Pekerja Bangunan Tewas
    DENPASAR – Soni Yudistira tewas mengenaskan ketika tertimpa marmer di sebuah pabrik di Jalan Kebo Iwa, Denpasar, Bali, sekira pukul 10.00 Wita.
    Menurut rekan korban, Riswanto, Soni dan Purwanto sedang menurunkan tumpukan marmer dari atas traller menggunakan forclip yang dikemudikan oleh rekannya untuk dipindahkan ke bawah gudang.
    “Saya sudah memberikan peringatan kepada kedua korban, agar jangan mengambil semua tumpukan marmer di atas truk agar tidak miring,” ujar Riswanto kepada wartawan, Jumat (25/9/2015).
    Saat mengambil marmer, dirinya melihat tumpukan marmer diatas truk miring dan langsung ambruk menimpa kedua korban. Melihat kedua korban dalam keadaan terjepit, rekan kerja yang lain langsung memberikan pertolongan namun korban Soni tidak berhasil diselamatkan karena langsung meninggal dunia.
    “Kalau Purwanto langsung dibawa ke Rumah Sakit Sanglah,” sambungnya.
    Kata dia, Soni sempat berteriak minta tolong, namun 28 biji marmer yang masing-masing memiliki berat 50 kilogram itu menindih kepala pemuda asal Serpong, Tanggerang, Banten itu hingga pecah. Saat ini, Purwanto mengalami luka patah pada tangan kiri akibat tertindih marmer.
    Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan membenarkan insiden kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang dan mencederai satu orang lainnya itu.
    “Saya sudah mendapatkan laporan mengenai kejadian memilukan tersebut. Meski murni kecelakaan kerja, para saksi tetap akan dimintai keterangan, termasuk pemilik perusahaan yang kabarnya tinggal di Jakarta,” tutup Reinhard.
    (AWL)
    sumber : http://news.okezone.com/read/2015/09/26/340/1221097/tertimpa-puluhan-marmer-pekerja-bangunan-tewas
    Nama : Muhammad Taufiq
    Kelas : B2
    Semester : V
    NPM ; 13.11.106.701501.0915

  52. Pekerja Bangunan di Duren Sawit Tewas Tertimpa Dinding

    By Ahmad Romadoni
    04 Nov 2014 at 22:25 WIB

    Liputan6.com, Jakarta – Seorang pekerja bangunan bernama Baidowi ditemukan tewas di bangunan yang sedang direnovasi. Baidowi tewas akibat tertimpa dinding dengan luka parah di bagian kepala.

    Pemilik rumah Mugo Raharjo mengatakan, kala itu dia berniat memeriksa hasil pekerjaan renovasi rumah yang sudah dikerjakan 3 pekan itu. Dirinya tiba di rumah yang akan digunakan untuk kantor itu sekitar pukul 19.00 WIB.

    “Saya sampai (bertanya), lampu kok mati tapi TV nyala? Pintu depan juga terbuka sedikit,” kata Mugo di lokasi Jalan Taman Malaka Selatan, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (4/11/2014).

    Mugo lalu mencoba masuk ke dalam bangunan itu. Dia langsung menyalakan lampu. Saat itu pula dia menemukan Baidowi sudah dalam posisi tertimpa tembok.

    “Saat itu dia sendiri, 2 pekerja yang lain sedang pulang ke Mangga Dua. Saya langsung lapor polisi,” lanjut Mugo.

    Sementara Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit AKP Chalid Tayib mengatakan, begitu mendengar informasi tersebut, polisi segera menuju ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    “Korban mengalami luka di bagian pelipis, pipi bolong, dagu pecah, mulut mengeluarkan darah, dan rusuk kanan remuk. Korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Chalid di lokasi.

    Berdasarkan pemeriksaan, Baidowi sedang mengerjakan kolam kecil sedalam 1,5 meter. Bagian dinding utama dilapisi lagi dengan dinding tambahan yang terbuat dari batu bata.
    Dinding itulah yang menimpa Baidowi hingga tewas.

    “Jadi dinding kedua itu hanya ditempel ke dinding utama. Diduga korban sudah meninggal sejak pukul 16.00 WIB,” ungkap Chalid.

    Saat ini petugas tengah memeriksa 3 saksi terkait tewasnya pekerja bangunan ini. Mugo sebagai pemilik rumah, Supri mandor pekerja dan Yamto pekerja bangunan lainnya. Jasad Baidowi kini sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusmo (RSCM).

    sumber : http://news.liputan6.com/read/2129205/pekerja-bangunan-di-duren-sawit-tewas-tertimpa-dinding

    Nama : Muhammad Taufiq
    kelas : B2
    Semester : V
    NPM : 13.11.106.701501.0915

  53. web owners and bloggers made excellent content material as you did, the net will likely be much more helpful than ever before.

  54. owners and bloggers made just right content material as you probably did, the net will be a lot more helpful than ever before.

  55. I have been surfing on-line more than 3 hours these days, but I never discovered any fascinating article like yours. It is beautiful price enough for me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s