SAFETY PRIME

Engineering Safety

[150926] Tugas 2 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas A (Pagi) 2015

32 Comments

London Crossrail tunnelling

Kepada Mahasiswa D4K3 Semester V 2015 / Kelas A (Pagi).

Berdasarkan tugas 1 terdahulu yang telah Anda kerjakan, buatlah analisis kecelakaan kerja konstruksi tersebut dengan uraian sebagai berikut dibawah ini.

  1. Kronologis. (Ceritakanlah urutan kejadian – sequence of event – kecelakaan kerja konstruksi tersebut).
  2. Analisis penyebab langsung. (Buatlah analisis anda perihal kecelakaan kerja konstruksi tersebut yang memberikan konstribusi secara langsung terhadap kecelakaan kerja).
  3. Analisis penyebab tak langsung. (Buatlah analisis Anda terhadap faktor-faktor yang muncul dan memberikan kontribusi secara tidak langsung terhadap kecelakaan kerja tersebut, misalnya faktor alat dan peralatan, faktor lingkungan, faktor beban kerja, faktor keterampilan dan pendidikan, dan sebagainya).
  4. Rekomendasi. (Buatlah saran-saran Anda untuk upaya perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali).

Jangan lupa cantumkan Nama, NIM, Semester, dan Kelas Anda diakhir tulisan.

Posting Tugas Anda ini dengan cara mengklik “Comments” pada bagian bawah judul diatas, lalu ketik tugas Anda pada kotak “Leave a Reply“, selanjutnya masukkan alamat e-mail dan nama Anda pada kotak yang disediakan, dan terakhir jangan lupa klik “POST COMMENT”.

Batas akhir posting adalah:

  • Hari Sabtu, tanggal 26 September 2015 pukul 24:00 wita.

Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dimuat pada website ini dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

Tugas yang anda kerjakan TIDAK boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain dalam kelas yang sama.

Sistem penilaian tugas ini:

  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H       — Nilai C
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H -1   — Nilai C+
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H -2   — Nilai B
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H -3   — Nilai B+
  • Tugas dikerjakan benar, diposting hari H -4   — Nilai A
  • Tugas dikerjakan benar, diposting lewat waktu — Nilai 0 (Nol)

Selamat mengerjakan tugas, semoga berhasil.

Advertisements

32 thoughts on “[150926] Tugas 2 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas A (Pagi) 2015

  1. Pekerja konstruksi stadion Piala Dunia tewas tersengat listrik

    9 Mei 2014

    Pria berusia 32 tahun itu meninggal dunia dalam kecelakaan di Arena Pantanal di kota Cuiaba, di mana ia sedang memasang peralatan komunikasi.

    Ia adalah korban jiwa pertama di Stadion Cuiaba, namun delapan pekerja lainnya sudah lebih dulu kehilangan nyawa selama pembangunan 12 arena Piala Dunia Brasil.

    Persiapan Brasil dinodai berbagai kecelakaan dan tenggat yang tidak tercapai.

    Arena Pantanal adalah satu dari sejumlah stadion yang belum selesai, meski Piala Dunia akan dimulai hanya dalam hitungan minggu, seperti dilaporkan wartawan BBC Wyre Davies di Rio de Janeiro.

    Ribuan kursi belum dipasang dan banyak pekerjaan penting lain yang belum usai, kata Davies.

    Sementara itu, Jerome Valcke, Direktur FIFA, menulis di Twitter, “Sedih atas kematian pekerja Muhammad Ali Maciel Afonso di Arena Pantanal hari ini. Saya turut berduka cita.”

    Konstruksi beberapa dari 12 stadion sudah melewati tenggat akhir tahun 2013.

    Tetapi penyelenggara membantah tuduhan bahwa mereka berusaha mempercepat kerja dan mengabaikan isu-isu keamanan demi menyelesaikan proyek tersebut.

    http://www.bbc.com/indonesia/olahraga/2014/05/140509_piala_dunia_brasil_tewas

    Berdasarkan artikel dari tugas 1 saya, analisis yang saya dapat simpulkan sebagai berikut :

    1. Kronologis Kejadian
    Kejadian ini terjadi pada hari/tanggal Kamis, 8 Mei 2014 Muhammad Ali Maciel (32) bekerja pada sebuah perusahaan komunikasi, yang mana mengirimkan ia untuk menyiapkan jaringan komunikasi dan informasi di stadion Cuiaba. Pada saat itu, ia sedang melakukan tugasnya seperti yang diinstruksikan oleh pemimpin perushaan tempat ia bekerja. Kemudian pekerja tersebut terkena sengatan listrik dari konsleting listrik yang terjadi di salah satu bagian stadion dimana ia bekerja. Maciel sempat mendapatkan penanganan langsung di tempat kejadian setelah ia tersengat listrik. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

    2. Analisis Penyebab Langsung
    Analisis penyebab langsung kematian Muhammad Ali Maciel adalah sengatan listrik dengan tegangan yang tinggi.

    3. Analisi Penyebab Tidak Langsung
    – Muhammad Ali Maciel tidak menggunakan alat pelindung diri yang tidak ada isolator listriknya ( atau bahan yang bermaterial karet).
    – Kemungkinan adanya faktor beban kerja yang mengharuskan pengerjaan stadion yang harus cepat diselesaikan sebelum Piala Dunia 2014.
    – Lingkungan tempat ia bekerja belum sepenuhnya aman dikarenakan stadion itu masih dalam tahap pengerjaan.

    4. Rekomendasi dari saya :
    Menempatkan HSE offiecer disetiap bagian stadion yang sedang dilakukan pengerjaan agar karyawan mendapatkan pengawasan ekstra dan meminimalisir angka kecelakaan kerja.
    Kontraktor yang mendapatkan tender membangun stadion diharapkan memperhatikan faktor K3 karyawannya.
    Contoh :
    – Kesehatan karyawannya baik berupa fisik dan psikologis.
    – Tidak menekan pekerja agar harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
    – Lingkungan yang nyaman agar tidak menimbulkan tingkat depresi pekerja yang tinggi.
    – Ergonomi organisasi yang diharapkan diantara pekerja dapat menjalin kerja sama dengan baik.

    Nama : Septian Krishadinata
    NPM : 13.11.106.701501.1157
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V

  2. Korban tewas gedung runtuh India bertambah
    30 Juni 2014

    Korban tewas amat mungkin bertambah mengingat 40 orang dikhawatirkan terperangkap reruntuhan. Adapun sebanyak 22 orang sudah diselamatkan dari puing-puing.

    Ada sekitar 70 pekerja ketika gedung bertingkat 11 itu runtuh karena hujan lebat pada Sabtu (28/06) malam. Gedung tersebut diketahui masih dalam tahap konstruksi dan belum selesai pengerjaannya.

    Insiden gedung runtuh sering terjadi di India karena kurangnya keamanan dan bahan konstruksi yang kurang memadai.

    Setidaknya lima orang termasuk pejabat perusahaan konstruksi telah ditahan oleh kepolisian.

    “Sepertinya mereka tidak menaati rencana yang telah disetujui. Gedung itu tampak memiliki kerusakan struktural yang serius,” kata J Jayalalithaa, Kepala Menteri Negara Bagian Tamil Nadu.

    Ratusan orang dari tim penyelamat berusaha menggali reruntuhan untuk menemukan korban-korban hilang.

    “Membersihkan puing-puing adalah tantangan yang besar. Ini akan menyita dua hingga tiga hari dan kami berharap bisa menyelamatkan banyak orang dengan pengalaman kami di sejumlah insiden serupa di tempat lain,” kata polisi senior SP Selvan kepada televisi NDTV.

    http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/06/140630_india_gedung_runtuh

    Berdasarkan artikel dari tugas 1 saya, analisis yang saya dapatkan sebagai berikut :

    1. Kronologis Kejadian
    Pada hari Sabtu tanggal 28 Juni 2014 malam terjadi hujan lebat di ibukota Chennai negara bagian Tamil Nadu. Diketahui ada sekitar 70 pekerja yang berada di gedung yang runtuh tersebut. Sebanyak 17 pekerja telah ditemukan tewas dan korban tewas dapat bertambah mengingat masih banyak pekerja yang terperangkap di reruntuhan gedung tersebut.

    2. Analisis Penyebab Langsung
    Penyebab langsung dari kecelakaan kerja ini adalah runtuhnya gedung dengan kerusakan struktural dan masih dalam tahap pengerjaan.

    3. Analisis Penyebab Tidak langsung
    – Faktor peralatan kemanan yang kurang serta bahan konstruksi membangun gedung ini kurang memadahi.
    – Faktor cuaca yang dimana pada hari kejadian tersebut memang sedang terjadi hujan lebat di daerah gedung tersebut yang dapat mempengaruhi gedung yang masih dalam tahap pengerjaan ini.
    – Pekerja pada gedung ini tidak dibekali dengan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
    – Faktor fisik dan psikologis pekerja mungkin terganggu dikarenakan pekerjaan ini dikerjaan pada malam hari.

    4. Rekomendasi dari saya :
    – Kontraktor yang mendapatkan tender pengerjaan bangunan ini harus mengetahui dan memahami pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan dan lingkungan sekitar tempat pengerjaan tersebut.
    -Kontraktor harus menaati rencana dari pemerintah dan tidak mementingkan kepentingan pribadinya.
    – Rancangan dan bahan bangunan ini harus dikerjakan dengan teliti dan memiliki aspek keselamatan dan kesehatan kerja, baik saat pembangunan atau saat gedung itu telah dioprasikan.

    Nama : Roy Efendy
    NPM : 13.11.106.701501.1148
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V

  3. Crane yang Ambruk di Mekkah Sudah Lama Tak Terpakai

    Mekkah, CNN Indonesia — Crane yang jatuh pada Jumat lalu adalah yang terbesar di antara alat berat serupa yang digunakan dalam konstruksi perluasan Masjidil Haram, hal ini disampaikan oleh pekerja konstruksi asal Indonesia.

    “Itu crane paling besar yang ada di Masjidil Haram. Jangkauannya luas jadi digunakan untuk semuanya,” kata Sriyono Bashier kepada CNN Indonesia, Minggu (13/9).

    Sriyono yang telah 20 bulan bekerja sebagai tukang besi di lokasi konstruksi perluasan Masjidil Haram mengatakan crane tersebut sudah lama tidak digunakan.

    “Crane itu sudah lama tidak dipakai. Ada yang bilang crane jatuh karena beban berat yang menjadi penyeimbangnya telah diambil separuh,” ujar pria 37 tahun ini.

    Sejauh ini Kerajaan Arab Saudi mengatakan crane jatuh karena angin kencang. Penyelidikan masih terus dilakukan dan pengumuman hasil investigasi akan disampaikan langsung oleh Raja Salman.

    Sebanyak 107 orang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi Jumat lalu itu. Tujuh orang yang tewas di antaranya adalah warga negara Indonesia. Sebanyak 41 WNI juga dilaporkan terluka.

    Saksi mata mengatakan insiden itu terjadi menjelang azan Magrib saat badai pasir disertai hujan lebat dan angin kencang terjadi.

    “Banyak papan konstruksi beterbangan dan suara-suara retakan terdengar, berujung pada tragedi ini. Semua orang saling dorong untuk menuju pintu keluar,” kata Yahya al Hashemi, reporter CNN yang menangkap gambar insiden itu dengan kamera ponselnya.

    Foto crane di Mekkah sebelum ambruk menimpa jemaah akibat angin kencang.

    Menurut Bashier, badai saat itu sangat dahsyat. Ketika peristiwa terjadi, dia tengah berteduh di depan Hotel Hilton, seberang Masjidil Haram. Suara angin yang menderu menutupi dentuman crane yang ambruk.

    “Semua panik pasti. Tapi dari mulut jemaah selalu dilafalkan takbir dan tahmid. Setelah peristiwa itu terjadi, pintu masuk langsung ditutup. Jemaah baru boleh masuk setelah proses evakuasi selesai,” kata Bashier.

    Konstruksi perluasan Masjidil Haram dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masjid tersebut untuk menampung lebih banyak jemaah.

    Jika rampung, Masjidil Haram akan mendapatkan tambahan luas hingga 400 ribu meter persegi, sehingga mampu menampung hingga 2,2 juta jemaah dalam satu waktu.

    Bashier mengatakan ada ribuan WNI yang bekerja di perluasan Masjidil Haram. Gaji yang besar, sekitar 2.000 riyal per bulan, dan kesempatan naik haji gratis menjadi alasan yang menggiurkan.

    Kendati tingkat keamanan pekerja telah memenuhi standar internasional, namun beberapa kecelakaan kerap terjadi, salah satunya menimpa pekerja dari Indonesia.

    “Seminggu yang tukang besi dari Indonesia, orang Bojonegoro, jatuh dan meninggal. Sabuk pengamannya tidak dikaitkan, malah dikaitkan ke pinggang,” kata Bashier.

    “Keamanan sudah standar internasional, bahkan ketika suhu mencapai 57 derajat dilarang kerja, cuma biasanya pekerjanya yang lalai,” lanjut dia.
    Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini atau klik di sini
    (den)

    1. Kronologis :insiden ini diawali badai pasir yang berubah menjadi badai hujan dan banyak papan untuk konstruksi berterbangan, dan terdengar suara retakan di mana – mana yang berakhir dengan tragedi ini.

    2. Analisis penyebab langsung : Karena buruknya kondisi cuaca yg mengakibatkan ambruknya crane tersebut

    3 Analisis penyebab tak langsung : Karena tidak dilakukannya pengecekan rutin pada crane, kurangnya pengalaman operator crane dan kurang layak pakai.

    4. Rekomendasi :
    – Jangan sampai ibadah haji yang intens manusia, bertemu dengan pembangunan kontsruksi yang butuh radius keselamatan tinggi.

    – Harus memikirkan cara renovasi tanpa menggunakan alat berat agar keselematan jemaah haji bisa terjamin.

    – Harus dapat mencegah risiko potensi bahaya dari alat-alat berat berdekatan dengan aktivitas manusia yang jumlahnya banyak.

    – Terlebih lagi, saat ini kondisi cuaca yang tidak menentu bisa menjadi faktor eror yang bisa mengancam keselamatan dan harus segera mengambil tindakan agar hal serupa tidak terulang kembali.

    Nama : Russel Blamy Korompis

    NPM : 13.11.106.701501.1173

    Kelas : Pagi (A)

    Semester : V (Lima)

  4. Korban Tewas Robohnya Proyek Hanggar di Makassar Bertambah Jadi 5 Orang

    Makassar – Korban kecelakaan kerja di proyek konstruksi hanggar kalibrasi di kompleks Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan bertambah jadi 3 menjadi 5 orang. Sementara korban luka berjumlah 14 orang.

    Kelima korban tewas adalah Iqbal Situmorang, Parulian Siagian, Muhammad Asri, Heri Iswanto dan Muhammad Jufri. 14 Pekerja lainnya terluka dan masih dirawat di RS TNI AU Dr. Dody Sarjito, Maros.

    Menurut Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Endi Sutendi, proyek dihentikan dan telah diberi garis polisi di sekitar lokasi proyek. “Saksi-saksi masih diiperiksa. Dugaan sementara rangka baja yang sedang dilas tiba-tiba tiang penyangganya miring,” katanya.

    “Rangka bagian tengah patah dan menimpa para pekerja,” imbuh Endi.

    Hanggar roboh pada pukul 09.20 Wit. Menurut Humas PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, Rio Hendarto, kejadian itu tidak mengganggu operasional penerbangan. Sebab, lokasi proyek dan terminal penumpang berjauhan.

    Sumber Referensi :http://news.detik.com/berita/2853439/korban-tewas-robohnya-proyek-hanggar-di-makassar-bertambah-jadi-5-orang

    1.Kronologis Kejadian :
    Pembangunan hanggar kalibrasi yang berada di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, roboh, Senin, 9 Maret 2015. Reruntuhan material atap hanggar itu menimpa para pekerja yang tengah sibuk mengerjakan proyek milik otoritas wilayah V Angkasa Pura Makassar.
    Kejadian bermula saat para pekerja yang tengah melakukan pemasangan rangka atap baja, dan pengelasan di atap hanggar. Saat tengah proses pengerjaan, tiba-tiba tiang rangka miring, yang menyebabkan bagian tengah patah dan jatuh.
    Dari daftar korban yang berhasil terindentifikasi meninggal dunia adalah Muhammad Afri (30) dan empat nama lainnya belum diketahui. Sementara korban luka, di antaranya Yakob Jumair Dajo (34) Zulkarnaen (46) Ali Syafei (25) Kasturi (55) Faris (21) dan Antonius Neneng.

    2. Analisis Penyebab Langsung:
    Penyebab kecelakaan yang terjadi adalah atap tengah hanggar yang roboh yang menyebabkan seluruh rangka runtuh yang menimpa pekerja.

    3.Analisis Penyebab Tidak Langsung:
    -Penyebab tidak langsungnya kelalaian Pekerja saat memasang tiang.
    -Karena faktor lingkungan cuaca yang sangat terik.
    -Keamanan dan keselamatan di area tersebut tidak memenuhi standar keselamatan kerja.
    -Faktor beban kerja di karenakan kontraktor hingga Desember 2014 tak mampu menyelesaian pekerjaan sesuai kontrak. Bahkan, pekerjaan baru rampung sekitar 76,75 persen, sehingga diberi tambahan waktu 50 hari kerja yang jatuh tempo pada 18 Februari 2015, oleh sebab itu pekerjanya tertekan oleh jatuhnya tempo pada tanggal 18 februari kemarin.

    4.Rekomendasi dari saya:
    -Pekerjaan seharusanya dikerjakan tepat waktu.
    -Keamanan dan keselamatan di area kerja harus memenuhi syarat keselamatan kerja agar tidak terjadi insiden seperti itu lagi.
    -Kesehatan pekerja fisik dan psikologisnya harus terjamin sesuai standar kesehatan.
    -Pengaturan jam kerja karyawan harus terorganisir dengan baik, agar pekerja tidak kelelahan (lalai) dalam berkerja.

    Nama : Luthfan Fariz

    NPM : 13.11.106.701501.1121

    Kelas : Pagi (A)

    Semester : V (Lima)

  5. #Tugas2 Keselamatan Konstruksi

    1. KRONOLOGIS KEJADIAN :
    -Selasa , 8 januari 2013 di Yogyakarta, Sedang berlangsung pembangunan proyek Hotel All Star di jalan Dagen no. 69 Kelurahan Sosromendoran, Kecamatan Gedongtengen.
    -Ada 4 Pekerja mengeruk tanah di basement. Sekaligus meratakan tanah.
    -Pukul 09.00 , Tanah yang diratakan oleh 4 pekerja di basement kemudian longsor selebar 1-2 meter. Di bagian atas basement ada besi untuk cor. Yang akhirnya menimpa 4 pekerja tadi .
    -Setelah hampir setengan jam 4 pekerja tersebut tertimbun material bangunan akhirnya berhasil dievakuasi .
    -Keempat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Sebanyak 3 buruh perempuan dan satu korban buruh laki-laki
    -terdapat 2 orang menglami luka berat dan 2 korban luka ringan.

    2. ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG :
    -Kondisi Tanah yang kemungkinan mudah longsor
    -Pekerja atau Mandor/Inspektor tidak memikirkan akan bahaya terjadinya longsor yang ditimbulkan dari pekerjaan yg sedang dilakukan
    -Perancangan konstruksi yang kemungkinan besar tidak sesua standar

    3. ANALISIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG :
    -Faktor Alat dan peralatan , yang seharusnya benar-benar dipersiapkan agar dapat mencegah suatu hal yang tidak diinginkan seperti longsor tersebut.
    -Faktor Lingkungan , yaitu area harus benar-benar dipastikan bebas dari segala bentuk resiko
    -Faktor Beban Kerja , dari 4 korban, ada 3 pekerja yang berjenis kelamin perempuan . yang mana dengan beban pekerjaan yang begitu berat tidak seharusnya perempuan mendapatkan job desk mengeruk tanah seperti halnya yang terjadi pada kasus ini.

    4. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG LAGI :
    -Sebelum Melakukan Pekerjaan , sebaiknhya mengadakan pencegahan terhadap kondisi tanah dan lingkungan tempat kerja , apakah bebas dari segala bentuk resiko
    -Melakukan evaluasi terhadap SOP atau JSA yang ada
    -Konstruksi Bangunan harus sesuai standar seperti Gambar Teknis, Ukuran Besi, dan material lain.
    -Pekerja mendapat Pelatihan sesuai dengan bidang kerjanya
    -Memastikan bahwa pekerja dilakukan oleh pekerja yang Ahli

    Nama : Nanda Sagita Putri
    NPM : 13.11.106.701501.1187
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  6. 1. KRONOLOGI KEJADIAN

    Selasa,12 Februari 2013 waktu (00:00) sedang berlangsung proyek pembangunan The Manhattan Square di Jakarta. Pada proyek tersebut ada bangunan septic tank yang terletak di basement yang terdiri 3 lantai, pada saat itu salah seorang pekerja bernama Muhammad Saikul tengah bekerja didalam septic tank yang terletak di pojok basement lantai 2 gedung. septic tank memiliki ukuran 2×6 meter dengan kedalaman 6 meter sementara itu lubang septic tank memiliki ukuran 40×60 cm .

    Saikul sedang bekerja didalam septic tank , tiba-tiba ia jatuh lemas , pada saat yang bersamaan ketika melihat Saikul jatuh lemas 2 pekerja bernama Cecep cahyono dan Joko masuk kedalam septi tank , bermaksud menolong Saikul . Namun, keduanya justru ikut lemas saat berada didalam septi tank. melihat kawam-kawannya tak kunjung kembali dan tidak menyahut ketika di panggil , seorang pekerja bernama Jimjim kemudian turun untuk membantu disusul oleh Ahmad Samsudin , keduanya juga tak kunjung muncul setelah masuk kedalam septi tank.

    Tak kunjung keluar , Masudi dan Sutaryo Al Haerudin (salah satunya adalah petugas dari Waskita yang turun menggunakan masker namun diduga masker sempat terlepas). kemudian masuk menyusul dan mengalami nasib yang sama . setelah korban semakin banyak tim penyelamat kemudian turun dengan menggunakan perlengkapan lengkap dan mengevakuasi korban 5 orang tewas akibat insiden tersebut, dan 2 laiinnya kritis .

    setelah di evakuasi korban meninggal dibawa ke RSCM , yang sebelumnya sempat di bawa ke RS. marinir Cilandak, sementara korban kritis di bawa ke RS. Minthohardjo.

    2.ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG

    – Kecerobohan dari perilaku pekerja
    – kurang memahami situasi dan medan kerja
    – kemungkinan adanya gas beracun didalam septic tank

    3. ANALISIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG

    – kurangnya kepedulian pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri

    faktor lingkungan

    – kondisi lingkungan yang tidak safety
    – tidak adanya pengecekkan di area/lingkungan kerja

    3. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG KEMBALI

    – perlunya diberikan safety breefing kepada pekerja sebelum memulai pekerjaan
    – sosialisasi pentingnya penggunaan APD kepada pekerja yang bekerja disekitar area yang berbahaya.
    – perlunya penerapan JSA dan SOP yang baik dan benar
    – pentingnya rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan agar selalu bertindak safety sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.

    Nama : Reny Suharyati
    NIM : 13.11.106.701501.1165
    Kelas : A (pagi)
    Semester : V

  7. 1.KRONOLOGIS KEJADIAN

    -Rabu, 12 februari 2014. 20 pekerja pembangunan proyek kaltim 5 di area PT.PUPUK KALTIM sedang bekerja di area SWI proyek kaltim 5 di sana mereka sedang memasang pipa scaffolding di ketinggian 8,18 meter dari dasar.
    -Seorang pekerja bernama Tukiyo(40) sedang memasang scaffolding untuk persiapan pemasangan atap SWI.
    -Sekitar pukul 14.30wita saat bekerja’ pekerja yang bernama Tukiyo terjatuh dari ketinggian 8,18 meter.
    -Saat bekerja korban sudah menggunakan body harness (tali pengaman). Saat akan berpindah, korban melepas body harness. Saat pindah itulah korban terpelset dan jatuh.
    -Usai terjatuh, korban lansung dilarikan ke RS. PKT’ naas luka berat yang diderita korban membuatnya tak mampu bertahan. Korbanpun di nyatakan tewas.

    2.ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG

    -Pada saat seorang pekerja yang bernama Tukiyo memasang scaffolding di ketinggian 8,18 meter dan pada saat ingin berpindah tempat’ pekerja tersebut melepas body harness dengan sadar.
    -Sikap kelalaian yang dimiliki pekerja tersebut sehingga membuat terpeleset dan jatuh dari ketinggian.

    3.PENYEBAB TIDAK LANGSUNG

    -Faktor keterampilan dan pendidikan, merupakan penyebab terjatuhnya pekerja tersebut’ karena saat melakukan pekerjaan tidak megutamakan keselamatan dan dengan sengaja peralatan safety yang seharusnya di gunakan pada saat bekerja di ketinggian di lepas, serta kurangnya hati hati dari pekerja tersebut membuat terpeleset dan terjatuh.

    4.REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG LAGI

    -Sebelum melakukan pekerjaan’ dipastikan pekerja tersebut memiliki sertifikat atau sudah mengikuti pelatihan pelatihan pada pekerjaanya tersebut.
    -Melakukan safety breafing sebelum melakukan pekerjaan agar pekerja memahami Standar Operasional Prosedur.
    -Berhati-hati dalam setiap mengambil tindakan dan selalu menekankan bahwa keselamatan nomor satu.

    NAMA : EGHINT FIYANDA

    KELAS : A

    NPM : 13.11.106.701501.1142

    SEMESTER : V(LIMA)

  8. Tugas 2 Keselamatan Konstruksi

    1. Kronologi Kejadian:

    -Pembangunan Stadion Piala Dunia di Brasil menelan 8 korban jiwa
    -Seorang pekerja konstruksi pembangunan Stadion Piala Dunia di Sao Paulo, Brasil tewas akibat terjatuh dari ketinggian 8 meter
    -Nama perkerja yang terjatuh dari ketinggian 8 meter tersebut adalah Hamilton Fabio da Cruz korban ketiga yang tewas selama proyek pembangunan stadion baru di Brasil yang akan digunakan dalam ajang Piala Dunia 2014
    -November 2013, dua pekerja tewas akibat tertimpa salah satu alat berat
    -Februari 2014 , seorang pekerja konstruksi tewas akibat kecelakaan dalam proyek pembangunan Stadion sepak bola di kota Manaus, Brasil
    -Pekerja bangunan asal Portugal ini tertimpa benda keras saat mengerjakan sesuatu dilokasi proyek diluar bangunan stadion
    -Seorang pekerja lainnya tewas dalam pembangunan stadion Mana Garrincha di ibukota Brasil, Brasilia, 2012 lalu
    -Dalam persiapan pembangunan stadion piala dunia 2010 di Afrika Selatan lalu, dua orang pekerja tewas.

    2. Analisis Penyebab Langsung:

    -Kondisi bangunan yang belum stabil dan pekerja yang kemungkinan tidak memakai/tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri saat bekerja diketinggian.
    -Inspektor yang kurang/tidak memeriksa alat berat yang digunakan selama proses pembangunan proyek
    -Para pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri yang Standar untuk mencegah terjadinya accident.

    3. Analis Penyebab Tidak Langsung:

    -Faktor beban kerja dalam penyelesaian konstruksi yang sangat singkat karena akan segera digunakan.
    -Faktor lingkungan kerja yang banyak menimbulkan resiko seperti kerangka tiang dan bongkahan dari tiang beton.
    -Faktor alat/peralatan yang belum memenuhi standar.

    4. Rekomendasi Dari Saya Agar Dapat Mengantisipasi Terjadinya Kecelakaan:
    -Memilih pekerja yang sudah terlatih / pernah mengikuti pelatihan
    -Pengerjaan konstruksi harus sesuai standar
    -Peralatan yang digunakan harus memiliki SOP . Sehingga pekerja dapat mengoperasikan peralatan dengan standar yang telah dimiliki.
    -Keselamatan dan Kesehatan Kerja pekerja harus diperhatikan
    -Alat Pelindung Diri harus dimiliki dan digunakan oleh seluruh pekerja, serta sesuai dengan standar.

    Nama : Feny Mangambe
    NPM : 13.11.106.701501.1159
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  9. 1. KRONOLOGIS KEJADIAN :
    – Sedang berlangsung proyek pembangunan PT Delta merlin sandang tekstil (IDMST) pada Hari Senin , 10 november 2014. yang berlokasi di plumbon, kecamatan sambungmacan, sragen jawa tengah.
    -Para Pekerja proyek sedang membangun rangka baja bangunan.
    -sebelum kejadian Pukul 15.30 , angin berhembus sangat kencang di pembanguna proyek tersebut.
    -Sejumlah pekerja proyek masih ada dalam kegiatan pembangunan proyek tersebut, saat angin berhembus sangat kencang dan akan bersiap-siap pulang, karena jam kerja nyaris selesai.
    -Angin berehembus dengan kencang di arah timur dan kerangka baja yang didirikan ambruk.
    -Dari kejadian tersebut terdapat 2 orang tewas dan 1 korban luka berat.

    2. ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG :
    -Kondisi Kerangka baja yang ringan atau kualitas rangka baja yang rendah.
    -Mandor/Inspektor tidak membeitahu pada para pekerja jika cuaca tidak bagus. -Perancangan kerangka baja yang mungkin besar tidak sesuai standar operasional dan memmungkinkan pekerjaan yang tidak sesuai yang diharapkan -Kondisi angin yang kencang dan kejadian terjadi karena cuaca yang gelap dan mendung

    3. ANALISIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG :
    -Peralatan yang kurang memadai unutuk membangun rangka baja tersebut
    -Para pekerja kurang di beri pengarahan bila terjadi suatu kondisi resiko bila terjadi bahaya
    -Para pekerja tidak memakai alat pelindung diri jika terjadi suatu resiko kecelakaan kerja -Para pekerja tidak diberi pengarahan jika terjadi suatu kecelakaan -pada saat terjadinya kejadian tersebut para pekerja berlarian untuk menyelamatkan diri sehingga terjadinya kepanikan antara pekerja dan timbulah korban jiwa dan luka luka -Faktor cuaca dan terlebih hari sudah mulai gelap dan tidak melihat dengan jelas jika rangka baja akan ambruk.

    4. REKOMENDASI AGAR KECELAKAAN TIDAK TERULANG LAGI :
    -Sebelum Melakukan pembangunan konstruksi , harus ada pencegahan terhadap kondisi cuaca dan lingkungan tempat kerja , apakah bebas dari segala bentuk resiko
    -Melakukan pengecekan kembali terhadap peralatan dan bahan pembangunan proyek
    -Konstruksi Bangunan harus sesuai standar Baik Ukuran Besi, dan material lain.
    -Para Pekerja harus mendapatkan bimbingan pelatihan yang baik dan benar berdasarkan standar operasional
    -para pekerja harus ahli dalam bidang tersebut dan tahu akan bahaya yang akan terjadi.

    Nama : Andri azwar
    NPM : 13.11.106.701501.1154 Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  10. Analisis artiekel tugas 1: 4 Pekerja Terjatuh dari Tiang Besi Proyek Konstruksi di Medan

    1.Kronologis Kejadian
    Kejadian kecelakaan kerja proyek kontruksi di medan , sumatra utara (sumut) terjadi sekitar pukul 14.30 WIB , Senin 25/8/2014 saat para pekerja sedang memasang kontruksi besi yang berada di sisi kanan areal di Jalan Putri Hijau.yang pada saat itu terjadi ledakan yang diduga bersumber dari trafo listrik , 4 pekerja terjatuh dari tiang besi yang sedang di pasang tersebut . Dua orang terjatuh telungkup dan berhimpitan di bawah dan tidak bisa bergerak sedangkan dua lagi jatuh dan wajahnya berdarah, para korban segera dibawa ke RS Putri Hijau yang tidak jauh dari lokasi

    2.Analisis Penyebab Langsung
    Peyebab langsung kecelakaan kerja ini adalah pekerja terjatuh dari tiang besi yang di akibatkan dari ledakan trafo listrik.

    3.Analisis Penyebab Tidak Langsung
    Kurangnya kesadaran dari para pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri
    Lingkungan atau area tenpat kerja yang tidak dipastikan bebas dari bahaya

    4.Rekomendasi dari saya agar kejadian serupa tidak terjadi lagi
    Kontaraktor harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan para pekerja

    Sebelum melakukakan pekerjaan melakukan pengecekan terhadap potensi yang dapat menimbulkan bahaya kesehatan dan keselamatan pekerja dia area tempat kerja

    Meyediakan alat penunjang keselamatan bagi pekerja

    Nama : Nataniel Nopen Patandean
    NPM : 13.11.106.701501.1183
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  11. 1. Kronologis kecelakaan
    Kasus angka kecelakaan kerja di bidang konstruksi bangunan mendominasi kasus kecelakaan kerja di kota Banjarmasin selama 2011- 2012.
    Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Banjarmasin, Drs H Agus Surono Msi mengatakan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir secara kwantitatif kecelakaan kerja mengalami kenaikan. Yaitu dari 151 kasus di tahun 2011 menjadi 159 kasus di tahun 2012. Sementara untuk korban
    meninggal dunia pada tahun 2011 sebanyak 5 orang dan 2012 juga 5 orang.

    2. Penyebab langsung
    – Pekerja yang diberikan pengamanan yang sederhana sehingga sering memakan korban jiwa.
    – Kurangnya kesadaran perusahaan untuk memberi perlindungan pengamanan kepada pekerja seperti sarung tangan,safety belt,dan sepatu serta helm yang sudah menjadi pakaian standard pekerja

    3. Penyebab tidak langsung
    – Resiko pekerja yang tinggi dengan kurangnya pengamanan dari perusahaan.
    – Pelaksanaan k3 pada pekerjaan perawatan kurang memadai.

    4. Rekomendasi dari saya
    -Perusahaan yang kurang sadar akan pengaman dan perlindungan seperti APD yang standard pada pekerja seharusnya dapat ditindak dan diberikan sanksi tegas, agar perusahan tersebut dapat menyediakan pengamanan keselamatan pekerja yang dilengkapi sesuai dengan standard.
    – Meningkatkan dan dan mengutamakan selalu k3 dalam segala kegiatan
    – Adanya pelatihan yang diberikan pekerja dari perusahaan, guna memberikan informasi yang tepat dan sesuai prosedur pekerja.
    – Mengurangi tingkat kematian korban yang didalam setiap tahunnya meningkat dengan cara ikut serta dikegiatan peringatan bulan k3. Dengan ini dapat menambah wawasan pekerja agar ia lebih paham saat bekerja dengan aman.

    Nama : Monica Ponno Bua
    NPM : 13.11.106.701501.1178
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  12. Kecelakaan Kerja di Proyek Gedung LKPP,
    Satu Orang Tewas

    • KRONOLOGI KEJADIAN :
    1 Oktober pukul 10.30 Wib
    Tower Crane yang sedang dibongkar karena sudah selesai digunakan.
    1 Oktober pukul 00.00 Wib
    Tower Crane yang sedang dibongkar tiba-tiba jatuh dan menimpa 3 orang pekerja, jatuh menimpa Gedung Pertamina dan Gedung ANTV dan juga menimpa sepuluh sepeda motor yang sedang parkir di dekat bangunan LKPP.
    1 Oktober pukul 00.00 Wib
    Pekerja yang menjadi korban jatuhnya Tower Crane dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat.

    • PENYEBAB LANGSUNG (IMMEDIATE CAUSES)
    Menurut analisa saya terkait insiden jatuhnya Tower Crane di proyek Gedung LKPP(Lembaga Kebijakan Pengadaan Barabf dan Jasa Pemerintahan) suber informasi tidak ada menyebutkan penyebab-penyebab jatuhnya Tower Crane yang sedang dibongkar tetapi saya berpendapat bahwa penyebab langsung dari insiden yang mengakibatkan satu orang pekerja tewas adalah :
    1. Pekerja tidak menggunakan APD(alat pelindung diri) seperti safety helm,safety shoes yang sesuai standar keselamatan.
    2. Bekerja tanpa perintah/mengabaikan instruksi kerja seperti tidak melaporkan adanya kerusakan alat mesin maupun APD
    3. Tidak mengikuti SOP maupun peraturan dan keselamatan kerja

    • PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    Menurut saya faktor penyebab tidak langsung dari insiden jatuhnya Tower Crane di proyek gedung LKPP antara lain :
     Faktor pekerjaan :
    mungkin seharusnya pada saat pembongkaran Crane mungkin membutuhkan lebih man powersehingga pengendalian beban kerja tidak sesuai dengan adanya man power yang ada.
     Faktor pribadi :
    Pada saaat pembongkaran Crane mungkin kondisi kepribadian pekerja tidak baik seperti : adanya konflik, stress dan mungkin kurangnya keahlian dan keterampilan bekerja dalam bidangnya, dan juga dipengaruhi suasana kerja yang tidak kondusif.

    • REKOMENDASI
    Rekomendasi yang dapat saya simpulkan berdasarkan faktor-faktor penyebab langsung dan tidak langsung terjadinya insiden tersebut agar kejadian yang sama tidak terulang lagi antara lain :
    1) Pentingnya safety briefing sebelum melakukan pekerjaan terutama pekerjaan yang termasuk kategori high risk job
    2) Pentingnya kontrol dalam mengawasi para pekerja (peran HSE/mandor)
    3) Memberikan pengertian kepada pekerja tentang SOP dan Job Description dan memberi penjelasan bahwa sangat penting untuk mengikuti instruksi dan SOP yang ada
    4) Memakai/ menggunakan APD yang sesuai dengan standar keselamatan
    5) Memastikan peralatan (tools) yang akan digunakan beroperasi dengan baik
    6) Memperhatikan posisi kerja yang ergonomis
    7) Mengenali Job Risk dan Job Safety Analysis (JSA)

    NAMA : HALOMOAN DAMANIK
    NPM : 13.11.106.701501.1188
    KELAS : A (PAGI)
    SEMESTER : V

  13. Peristiwa Runtuhnya Jembatan Tenggarong/Mahakam II

    Kronologis Kejadian
    29 November 2011
    runtuhnya jembatan Tengggarong atau Mahakam II. Evakuasi korban dan kendaraan masih terus diusahakan sementara hasil investigasi makin menguatkan dugaan publik akan minimnya pemeliharaan dan sejumlah kelalaian yang berujung pada hilangnya puluhan nyawa pengguna jembatan. Diketahui bahwa upaya pendongkrakan tersebut menyebabkan sebagian cable hanger mengencang sedangkan bagian lain mengendur. Selain itu, prosesnya terindikasi dilakukan secara tidak seimbang; sisi hilir dinaikkan 15 cm sedangkan sisi hulu baru dinaikkan 10 cm sehingga jembatan tsb miring. Dalam kondisi yang sedemikian labil, keadaan makin diperparah ketika kendaraan yang tetap dibiarkan lewat di atasnya. Stress yang ditimbulkan oleh ketidakseimbangan beban akhirnya mengakibatkan lepasnya clamp yang mencengkramcable hanger penghubung jalan dengan kabel suspensi. Terlepasnyacable hange dari clamp menghasilkan efek domino yang berujung pada runtuhnya bagian tengah jembatan.

    Penyebab Langsung(Immediate Cause)
    1. salah satu anchor block dilaporkan bergeser dan menyebabkan ujung tiang utama
    jembatan (pylon) miring sebesar 8-10 cm.
    2. peregangan di bagian hulu dan hilir, pylon yg sebelumnya diketahui miring sebesar 10 cm
    kini bertambah menjadi 15 cm dan bentang tengah jembatan (chamber) turun sebesar 72
    cm.
    3. Stress yang ditimbulkan oleh ketidakseimbangan beban akhirnya mengakibatkan
    lepasnya clamp yang mencengkramcable hanger penghubung jalan dengan kabel suspensi .

    Penyebab Tidak Langsung
    1.Kurangnya dana dalam Pemeliharaan Jembatan
    2.Diduga bahwa material yang digunakan dalam pembangunan jembatan tidak sesuai
    dengan yang benar.
    3.Banyak kegagalan struktural yang tak mendapat perhatian

    Rekomendasi
    1. pengencangan baut-baut clamp
    2. penyesuaian kabel penyangga untuk mendapatkan chamber yang sesuai rencana
    3. pemasangan expansion joint,
    4. pengisian pasir pada anchor block untuk memperkuat ikatan kabel utama di tanah.
    5. Melakukan pengawasan terhadap jembatan
    6. Melakukan maintenance pada jembatan

    Nama : Angga Josua H.Siahaan
    NPM : 13.11.106.701501.1116
    Kelas : A
    Semester : V

  14. Tertimpa Beton, 11 Pekerja Konstruksi Tewas 16 Selamat
    By Tan on 26 Feb 2014 at 07:47 WIB
    Kecelakaan bisa terjadi di mana saja, bahkan saat bekerja. Seperti yang menimpa para pekerja konstruksi di sebuah rumah sakit baru di pinggiran Kota Bangkok, Thailand.
    Malang tak bisa ditolak, tiba-tiba saja balok beton jatuh dan menimpa sekelompok pekerja konstruksi pada Selasa 25 Februari waktu setempat. Sebanyak 11 orang yang tertimpa itu pun meregang nyawa, tak terselamatkan.
    Sementara sisanya, 16 orang selamat dari maut. “Melukai lebih dari selusin pekerja,” kata polisi Thailand seperti dikutip Liputan6.com dari UPI.com, Rabu (26/2/2014).
    “Sekitar 27 pekerja itu terjadi sedang beristirahat makan siang. Ketika balok jatuh menimpa mereka,” ungkap Letnan Kolonel Somchai Piakhan seperti dimuat CNN.
    Somchai mengatakan, tim evakuasi pun segera bekerja untuk membersihkan puing-puing, guna membebaskan siapapun yang terperangkap di bawah beton dan baja itu. “Satu pekerja terperangkap di bawah reruntuhan,” tambah Somchai. (Tnt/Mvi)
    http://m.liputan6.com/news/read/836644/tertimpa-beton-11-pekerja-konstruksi-tewas-16-selamat
    1. Kronologi Kejadian
    – Pembangunan rumah sakit baru di Pinggiran Kota Bangkok, Thailand menelan 11 korban jiwa dari 27 pekerja.
    – 16 diantaranya selamat dari kejadian itu.
    – Tiba-tiba saja balok beton jatuh dan menimpa sekelompok pekerja tersebut.
    – Kejadian itu terjadi pada selasa 25 Februari waktu setempat pada saat 27 pekerja tersebut sedang beristirahat makan siang.
    2. Analisis penyebab langsung
    – Kondisi bangunan yang belum stabil dan kemungkinan para pekerja tersebut tidak membereskan peralatannya dan pengecekan kondisi area sebelum meninggalkan pekerjaan
    – Kurang memahami situasi dan medan kerja.
    3. Analisis penyebab tidak langsung
    – Kondisi lingkungan yang tidak safety .
    – Belum adanya pemberitahuan mengenai radius atau jarak aman untuk berkumpul atau beristirahat.
    – -tidak adanya pengecekan di area/ di lingkungan kerja
    4. Rekomendasi saya :
    – Harus ada safety man yang mengawasi area sekitar rumah sakit tersebut yang memberi arahan tentang situasi dan kondisi di area kerja tersebut dan mengajarkan dsiplin kepada para pekerja tersebut sebelum dan sesudah menyelesaikan pekerjaan.
    – Memberikan para pekerja tempat istirahat yang nyaman dan jauh dari bahaya agar para pekerja tidak istirahat di sembarang tempat.

    Nama : Achmad Nafi Arrijal
    NPM : 13.11.106.701501.1168
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  15. Berdasarkan tugas artikel 1, analisis yang saya lakukakan
    1.Kronologi Kejadian
    Kecelakaan kerja bangunan ruko 3 lantai di Jl Jenderal A Yani, Kompleks Cendrawasih Permai, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang Selasa (3/6/2014). pukul 06.30 WITA pagi terjadi saat akan memulai pekerjaan, tiba-tiba konstruksi bangunan ambruk , puluhan pekerja yang berada di bawah bangunan ruko yang tengah dalam proses konstruksi itu tertimbun.
    2.Penyebab Langsung
    Peeenyebab langsung kecelakaan kerja ini adalah pekerja yang berada di bawah bangunan ruko yang tengah dalam proses kontruksi tertimbun bangunan kontruksi yang ambruk.
    3.Penyebab Tidak Langsung
    Pekerja yang memasang kontruksi banggunan yang tidak kokoh sehingga menyebabkan runtuh nya bangunan tersebut
    Kurangnya kepedulian pekerja terhadap pentingnya alat pelindung diri
    4.rekomendasi saya
    Keamanan dan keselamatan di area kerja harus memenuhi syarat keselamatan kerja agar tidak terjadi insiden seperti itu lagi.
    Selalau melakukan pengecekan potensi bahaya di tempat kerja
    Konstruksi Bangunan harus sesuai standar yang telah ditetapkan
    Nama : Ahmad Hafidz
    NPM : 13.11.106.701501.1133
    Kelas : A(Pagi)
    Semester : V(Lima)

  16. -Tugas Keselamatan Konstruksi 2-

    1. Kronologis Kejadian:

    Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 19 januari 2015 hari senin,seperti biasa pekerja yang tidak disebutkan namanya tersebut sedang menginspeksi tangki penampungan air di kompleks sekitar perusahaan hazama ando yang dimana saat itu, tangki air tengah dalam keadaan kosong,dan seketika pekerja yang melakukan pengecekan ini pun terjatuh ke dalam tangki yang kosong setinggi 10 meter.pihak dari perusahaan konstruksi hazama ando sempat memberi pertolongan dengan membawa pekerja tersebut kerumah sakit namun hingga esok harinya nyawanya nya pun tidak tertolong lagi.

    2. Analisis Penyebab Langsung:

    Penyebab langsung kematian pekerja tersebut dikarenakan ia terjatuh langsung ke dalam tangki air setinggi 10 meter yang dimana tangki air tersebut dalam keadaan kosong dan pekerja tersebut tidak dilengkapi alat pelindung diri.

    3. Analisi Penyebab Tidak Langsung:

    – Kemungkinan pekerja tersebut terpeleset saat sedang inspeksi yang dimana permukaan tangki tersebut licin karena tangki tersebut pernah terisi air.
    – Adanya kelalaian dari pekerja yang tidak memakai alat pelindung diri
    – keamanan dan keselamatan tangki yang tidak diberi pembatas disekitar lubang tangki tersebut.
    -kemungkinan permukaan tangki yang tidak pernah dibersihkan sehingga menimbulkan tumbuhnya lumut yang membuat bagian atas tangki menjadi licin.

    4. Rekomendasi:

    Pentingnya mengutamakan keselamatan dan keamanan pekerja yang berkerja di setiap bagiannya dan perlunya seorang HSE agar setiap pekerja bisa mendapatkan keamaman dan pengawasan lebih saat sedang melakukan pekerjaan.Perlunya mengecek kebersihan dan keamanan perlengkapan diarea setiap tangki atau pun konstruksi yang lain dari perusahaan tersebut agar dapat meminimalisir angka kecelakaan yang diakibatkan kurangnya kelengkapan dari konstruksi tersebut.
    Lebih mementingkan keselamatan dengan melengkapi pekerja dengan pelindung diri yang memiliki Standar Operasional Prosedur.dan memberikan pemahaman tentang keselamatan bekerja bagi tiap pekerja yang bekerja di perusahaan tersebut.

    Nama :Deny Driantama

    NIM :13.11.106.701501.1147

    Kelas :A (Pagi)

    Semester :V (Lima)

  17. 1. Kronologi kejadian :

    – Dua kasus kecelakaan kerja sekaligus yang mengakibatkan kehilangan nyawa terjadi di dua tempat berbeda di Gorontalo hari kamis Tanggal 07-03-2013 setelah siang hari terjadi kecelakaan kerja di perusahaan konstruksi jembatan di Kab. Bolango sore harinya di dugaterjadi kecelakaan di area pelabuhan Gorontalo Muhamad sai (31 Tahun ) nama oeria yang bekerja di kawasan konstruksi pelabuhan Gorontalo
    – Muhamad di temukan tewas dengan kepalah bersimbah darah Dia di temukan tertelungkup di antara pipa besi yang bertupuk di area konstruksi pelabuhan Gorontalo tersebut korban di temukan lengkap menggunakan sepatu kets lengkap dengan kaus kaki di samping jenaza di temukan sebaatang rokok mild utuh yang belum di nyalakan.
    – Kecelakaan terjadi pukul 17:00 WITA tetapi polisi baru menerima laporan pukul 18:30 WITA dan langsung olah tempat kejadian. Menurut Kepolisian yang mengidentifikasih kejadian tersebut korban tewas saat memotong pipa besi yang yang berdiameter +- 50 Cm yang katanya untuk pembuataan jangkar dan tanpa di sadari pipa itu sudah menimpah korban.
    – Sementara itu jenaza langsung itu di outopsi di R.S Aloei Saboe Gorontalo dan srencana nya setelah outopsi jenazah akan di terbangkan ke kampong halaman nya di Situ bondo Jawa Timur , dan semua biaya pengiriman sepenuhnya di tanggung pihak perusahaan .

    2. ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG

    – Tidak adanya pegawasan dari inspector perusahaan terkait tentang keselamatan konstruksi.
    – Tidak adanya rekan kerja yang seharusnya pekerjaan itu di lakukan oleh satu orang.
    – Tidak di pakainya APD lengkap sesuai SOP.
    – Dan hanya memakai APD yang tidak seharusnya di ppergunakaan di Area konstruksi.

    3. ANALISIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG

    – Faktor tidak adanya safety brifing sebelum melakukan aktifitas pekerjaan konstruksi.
    – Factor tidak tersediahnya APD lengkap untuk di pergunakan.
    – Faktor beban kerja yang di lakukan oleh seorang diri, yang seharusnya di lakukan dengan rekan kerjaatau team kerja.

    4. REKOMENDASI DARI SAYA:

    – Seharusnya yang di Utamakan sebelum melakukan aktifitas kerja, perlu / wajib adanya safety brifing dari perusahaan terkait.
    – Dari pihak pengerja/kontraktor wajib melakukan laporan kerja atau surat ijin kerja kepada safety , dan dari pihak safety tersebut akan membuat JSA ( Job Safety Analisis).
    – Dari pihak perusahaan dan safety perlu memikirkan masalah keselamatan kerja yang di wajibkan, yang perlu adanya penyediaan perlengkapaan serta pemakaian APD (Alat Pelindung Diri)
    – Harus adanya pendekatan antara pihak safety dan pekerja/kontraktor .

    NAMA : Sri Kukuh Wardana

    NPM :13.11.106.701501.1136

    KELAS : PAGI (A)

    SEMESTER : V (LIMA)

  18. 1. Kronologis kejadian

    Kamis (11/9) pukul 15.00 WIB puluhan pekerja sedang melakukan aktivitas pembangunan pabrik PT alfa kayu lapis didesa Genengsari, kecamatan Pulokarto, Sukoharjo. 5 orang pekerja tewas dan puluhan lainnya mengalami luka parah saat membangun pabrik yang mereka bangun tiba – tiba roboh. Semua korban tewas mengalami luka parah dibagian kepala dan tubuhnya setelah jatuh dari bangunan setinggi 10 meter, lalu tertimbun rangka besi dan tembok.
    Sementara korban luka sebagian besar mengalami patah tulang bagian tangan dan kaki. Beberapa di antaranya mengalami Gagar otak akibat benturan keras di kepalanya. Dokter dan perawat rumah sakit kewalahan karena banyaknya korban yang harus segera ditanganin

    2. Analisis penyebab langsung

    Kesalahan konstruksi bangunan akhirnya roboh dan masih dalam tahap pengerjaan

    3. Analisis penyebab tidak langsung

    Faktor peralatan keamana yang kurang serta kesalahan konstruksi bangunan ini

    4. Rekomendasi dari saya

    – rancangan dan bahan bangunan ini harus dikerjakan dengan teliti dan memiliki aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Baik saat pembangunan atau saat gedung itu telah di operasikan
    – kontraktor yang mendapatkan tender pengerjaan bangunan ini harus mengetahui dan memahaminya pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan dan lingkungan sekitar tempat pengerjaan tersebut
    – Alat pelindung diri harus dimiliki dan digunakan oleh seluruh pekerja, serta sesuai dengan setandarnya

    Nama: Muhammad Kunto wijayandanu
    Npm: 13.11.106.701501.1161
    Kelas: A (pagi)
    Semester: V (lima)

  19. 1. Kronologi kejadian :

    – Proyek pengembangan RSJ Amino Gondohutomo Semarang menewaskan 2 pekerja
    – 2 orang pekerja Proyek pengembangan RSJ Amino Gondohutomo Semarang, tewas akibat tertimpa tiang pancang yang sedang dipindahkan menggunakan Crane
    – Peristiwa terjadi pada hari Kamis (10/9) malam kemarin sekira pukul 21.00 WIB.
    – Saat itu Crane sedang dioperatori oleh saudara Mukmin berusia (35 Tahun) warga Curuk Pangkah, Kabupaten Tegal sedang mengangkat tiang pancang menggunakan Crane, namun tiang tersebut tiba-tiba miring ke arah kanan hingga Crane pun ikut oleng juga akibat tidak kuat menahan beban dari tiang pancang tersebut.
    – Tiang pancang itu pun langsung jatuh menimpa bedeng tempat pekerja konstruksi istirahat. Di dalam bedeng tersebut ada 3 orang pekerja konstruksi yang sedang tidur yaitu Heri berusia (25 Tahun) warga Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dan Suramin berusian (55 Tahun) Warga Singorojo, Kendal, Jawa Tengah,serta Agus Yulianto berusia (40 Tahun) warga Bunganan, Semarang.
    – Naasnya dua pekerja yang bernama Heri dan Suramin tewas sektika tertindih tiang pancang yang jatuh , sedangkan Agus mengalamai luka karena tertimpa reruntuhan. Semnetara itu operator Crane, Mukmin juga mengalami luka karena Crane juga terguling.
    – Sementara itu dua Jenazah tersebut baru bisa dievakuasi setelah didatangkan mobil Crane lainnya sekira pukul 23.00 WIB untuk mengangkat tiang pancang terebut.

    2. ANALISIS PENYEBAB LANGSUNG

    – Tidak adanya pengawas saat operator Crane memindahkan tiang pancang
    – Inspektor yang kurang/tidak memeriksa alat berat yang di gunakan selama proses proyek pengembangan dilakukan
    – Kurangnya kesadaran sang operator Crane terhadap jam kerja

    3. ANALISIS PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    – Kurangnya pengecekan rutin pada Crane
    – Heri, agus dan Suramin saat beristirahat tidak menyadari kalau salah satu Crane masih melakukan proses proyek pengembangan
    – Kurangnya pengalaman sang operator Crane

    4. REKOMENDASI DARI SAYA:
    – Perkerja seharusnya mentaati waktu yang telah ditentukan
    – Sebelum menggunakan alat berat inspector/operator Crane harus mengecek apakah alat berat tersebut masih layak dipakai atau tidak
    – Keamanan dan kerelamatan dilingkungan pekerjaan harus memenuhi standart keselamatan kerja yang telah ditentukan, agar tidak terulangnya kecelakaan kerja yang sama

    NAMA : Graceman Roberto Sinaga

    NPM : 13.11.106.701501.1185

    KELAS : PAGI (A)

    SEMESTER : V (LIMA)

  20. 2 pekerja konstruksi Singapura

    Kronologis
    23 Agustus 2014
    Dua orang pekerja berkebangsaan China dilaporkan tewas, sementara delapan orang lainya mengalami luka-luka dalam kecelakaan pembuatan terowongan bawah tanah di Singapura. Petugas penyelidik melaporkan.
    dua pekerja China itu tewas akibat tertimpa beton basah yang baru dibuat. Keduanya tertimpa tiang metal dan kayu-kayu penyangga
    para pekerja sedang berupaya memasukkan adukan semen ke dalam cetakan di lokasi pembangunan terowongan kereta bawah tanah baru. Nahas, sebuah tiang pancang jatuh, sehingga para pekerja tertimbun reruntuhan tiang penyangga.
    Sementara itu, delapan orang pekerja yang menderita luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit.

    Penyebab Langsung(Immediate Cause)

    Penyebab Langsung kejatuhan tiang pancang

    Penyebab tidak langsung

    – Kurangnya pengawasan seorang k3 terhadap pada pekerjaan konstruksi tersebut
    – Buruknya Peralatan konstruksi yang digunakan
    – Tenaga kerja yang kurang profesional dalam bekerja sehingga penyebabkan tiang
    pancang yang basah yang baru dibuat runtuh

    Rekomendasi

    – Memilih peralatan konstruksi yang benar sesuai dengan standar
    – Melakukan pengawasan k3
    – Melakukan maintenance dengan benar
    – Sebaiknya memakai tenaga kerja yang profesional dalam membuat tiang pancang yang
    benar-benar paham pekerjaan tersebut

    Nama : GIDEON PUTRA
    NPM : 13.11.106.701501.1196
    KELAS : A
    SEMESTER : V

  21. Ruko 3 Lantai di Samarinda Ambruk, Diduga Puluhan Pekerja Tertimbun
    Samarinda – Bangunan ruko 3 lantai di Jl Jenderal A Yani, Kompleks Cendrawasih Permai, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (3/6/2014). Puluhan pekerja bangunan tertimbun dan belum berhasil dievakuasi.

    Keterangan dihimpun detikcom, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WITA pagi tadi. Saat akan memula pekerjaan, tiba-tiba konstruksi bangunan ambruk seketika praktis puluhan pekerja yang berada di bawah bangunan ruko yang tengah dalam proses konstruksi itu tertimbun.

    “Suara bruuukk..seperti gempa. Saya lihat ruko itu ambruk,” kata warga di sekitar lokasi kejadian kepada detikcom, Selasa (3/6/2014).

    Sejumlah pekerja berhasil menyelamatkan diri dan langsung meminta pertolongan warga sekitar. Meski tidak berbicara banyak, pekerja yang ditemui juga mengaku tidak mengetahui ruko yang tengah dikerjakannya bakal ambruk.

    “Tidak ada apa-apa, tidak ada tanda-tanda mau roboh. Banyak teman saya di dalam,” ujar salah seorang pekerja, Jemadi.

    Usai menerima laporan, aparat Polresta Samarinda, Polsekta Samarinda Utara, BPBD Provinsi dan Kota Samarinda beserta tim SAR lainnya mendatangi lokasi kejadian. Sedikitnya 5 unit ambulan telah disediakan di sekitar bangunan ruko untuk membawa korban ruko ambruk.

    “Jumlah pasti korbannya belum diketahui. Tapi jumlah pekerja seluruhnya ada 129 orang dan semuanya belum diselamatkan,” kata Wali Kota Samarinda Syaharie Ja’ang, kepada wartawan di lokasi.

    Namun hingga pukul 09.40 WITA, berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, belum ada satu pun korban yang berhasil diselamatkan. Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi korban diantaranya menggunakan alat berat berupa bulldozer.

    Referensi : http://news.detik.com/berita/2597961/ruko-3-lantai-di-samarinda-ambruk-diduga-puluhan-pekerja-tertimbun

    1.Kronologi Kejadian

    Kecelakaan kerja bangunan ruko 3 lantai di Jl Jenderal A Yani, Kompleks Cendrawasih Permai, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang Selasa (3/6/2014). pukul 06.30 WITA pagi terjadi saat akan memulai pekerjaan, tiba-tiba konstruksi bangunan ambruk , puluhan pekerja yang berada di bawah bangunan ruko yang tengah dalam proses konstruksi itu tertimbun.

    2.Penyebab Langsung
    Peeenyebab langsung kecelakaan kerja ini adalah pekerja yang berada di bawah bangunan ruko yang tengah dalam proses kontruksi tertimbun bangunan kontruksi yang ambruk.

    3.Penyebab Tidak Langsung
    Pekerja yang memasang kontruksi banggunan yang tidak kokoh sehingga menyebabkan runtuh nya bangunan tersebut
    Kurangnya kepedulian pekerja terhadap pentingnya alat pelindung diri

    4.rekomendasi saya
    Keamanan dan keselamatan di area kerja harus memenuhi syarat keselamatan kerja agar tidak terjadi insiden seperti itu lagi.
    Selalau melakukan pengecekan potensi bahaya di tempat kerja
    Konstruksi Bangunan harus sesuai standar yang telah ditetapkan

    Nama : Ahmad Hafidz
    NPM : 13.11.106.701501.1133
    Kelas : A(Pagi)
    Semester : V(Lima)

  22. Telan Korban Jiwa, Konstruksi Lotte World Tower Dihentikan Sementara.
    7 April 2014
    Megaproyek ini telah menelan beberapa korban. Terakhir, tewasnya seorang pekerja berusia 38 tahun, Hwang, pada Selasa (7/4/2014) lalu, yang sedang menyelesaikan saluran air di lantai 12. Insiden ini bukan kali pertama terjadi pada megaproyek senilai 3,5 triliun Won tersebut.

    Kurang dari dua bulan lalu, atau Februari, kebakaran besar terjadi di lantai 44. Meskipun tidak ada korban, perhatian publik atas keamanan dan keselamatan pada pencakar langit setinggi 123 lantai ini, terus meningkat. Bahkan, Otoritas Metropolitan Seoul segera melakukan penyelidikan atas keamanan dan keselamatan kerja.

    Penyeledikan tersebut ternyata tak sanggup membuat segalanya berjalan lancar. Pasalnya, pada Maret 2013, kembali ditemukan retakan beton pada pilar utama bangunan, sehingga pemeriksaan keamanan terpaksa dilanjutkan.

    Lotte World Tower merupakan megatall setinggi 555 meter. Di dalamnya mencakup hotel , dan perkantoran yang dilengkapi dengan taman hiburan dan pusat belanja. Izin mendirikan bangunan (IMB) diperoleh Lotte Group pertama kali pada 1998.
    http://properti.kompas.com/read/2014/04/10/1312190/Telan.Korban.Jiwa.Konstruksi.Lotte.World.Tower.Dihentikan.Sementara.

    Berdasarkan artikel dari tugas 1 saya, analisis yang saya dapat simpulkan sebagai berikut :
    1. Kronologis Kejadian
    Kejadian ini terjadi pada tanggal 7 April 2014 Hwang (38) bekerja pada Konstruksi Lotte World Tower,ia bekerja di saluran air di lantai 12. Kemudian pekerja tersebut tertimbun runtuhan beton pada pilar utama bangunan. Karena serangkaian kecelakaan kerja, Kementerian Tenaga Kerja kemudian mencabut hak Lotte Construction dan mengatur keamanan konstruksi proyek ini sejak Juni 2013. Para ahli menunjukkan target penyelesaian proyek memicu terjadinya pelanggaran keamanan dan keselamatan kerja di Lotte Construction. Lotte Group sebagai pemilik gedung menjadwalkan pembukaan sebagian bangunan pada Mei tahun ini, meskipun konstruksi baru mencapai 60 persen.
    2. Analisis Penyebab Langsung
    Analisis penyebab langsung kematian Hwang adalah tertimbun runtuhan beton pada pilar utama bangunan.
    3. Analisi Penyebab Tidak Langsung
    – Ditemukan retakan beton pada pilar utama bangunan setahun sebelum kejadian.
    – Para ahli menunjukkan target penyelesaian proyek yang dapat memicu terjadinya pelanggaran keamanan dan keselamatan kerja di Lotte Construction. Lotte Group sebagai pemilik gedung menjadwalkan pembukaan sebagian bangunan pada Mei tahun ini, meskipun konstruksi baru mencapai 60 persen..
    4. Rekomendasi dari saya :
    Melakukan pengawasan ekstra dan meminimalisir angka kecelakaan kerja yang di lakukan tim khusus HSE.
    Pemilik gedung tersebut diharapkan memperhatikan faktor keselamatan karyawannya.
    Berupa :
    – Kesehatan karyawannya baik berupa fisik dan psikologis.
    – Tidak menekan pekerja agar harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
    – Lingkungan yang nyaman agar tidak menimbulkan tingkat depresi pekerja yang tinggi.
    – Ergonomi organisasi yang diharapkan diantara pekerja dapat menjalin kerja sama dengan baik.
    Nama : Reza Irawan
    NPM : 13.11.106.701501.0964
    Kelas : A-K3 (Pagi)
    Semester : V

  23. Bangunan Roboh di Bandara Hasanuddin, Dua Orang Tewas

    Senin, 9 Maret 2015
    Konstruksi bangunan milik otoritas bandara wilayah V di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar roboh, Senin, 9 Maret 2015. Kejadian ini menyebabkan dua pekerja tewas dan enam lainnya luka-luka.

    “Korban adalah pekerja. Mereka jatuh dan terjepit bangunan,” kata Rio Hendarto Budi Santoso, Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, kepada Tempo, Senin, 9 Maret 2015.

    Menurut Rio, bangunan roboh ini adalah proyek yang sementara dikerjakan otoritas Bandara, bukan proyek PT Angkasa Pura. Letaknya di utara, berdekatan dengan terminal logistik. “Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit TNI Angkatan Udara,” kata Rio.

    Dia menambahkan, robohnya bangunan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Saat kejadian, pekerja tengah sibuk dan melakukan aktivitas di sekitar bangunan.

    Berdasarkan artikel dari tugas 1 saya, analisis yang saya dapat simpulkan sebagai berikut :

    1. Kronologis Kejadian
    Insiden ini terjadi pada tanggal 9 Maret 2015 yang mengakibatkan 2 orang pekerja tewas karena terjatuh dan terjepit material bangunan yang runtuh, dan 6 orang lainnya luka – luka. Menurut Rio, bangunan roboh ini adalah proyek yang sementara dikerjakan oleh otoritas bandara. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.00 WITA di saat pekerja sedang sibuk melakukan aktifitas di sekitar bangunan.

    2. Analisis Penyebab Langsung
    Analisis penyebab langsung kematian 2 orang pekerja tersebut karena jatuh dan terjepit di antara material bangunan yang runtuh.

    3. Analisi Penyebab Tidak Langsung
    – 2 pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri, sehingga ia bisa terjatuh dan terjepit bangunan.
    – Karena pondasi dan struktur beton bangunan yang tidak dapat menahan beban bangunan tersebut.
    – Lingkungan kerja yang kurang aman, dikarenakan adanya tahap pengerjaan bangunan bandara.

    4. Rekomendasi dari saya :
    – Adanya pengawasan dari pihak terkait, terutama pimpinan proyek.
    – Klasifikasi pekerja yang sesuai dengan bidangnya.
    – Adanya kelengkapan safety yang di anjurkan untuk para pekerja, sesuai dengan standar keselamatan kerja.
    – Adanya jaminan kesehatan untuk para pekerja.
    – Pemilihan bahan bangunan yang sesuai dengan standar pembangunan.

    Nama : Stevanus Dyanata
    NPM : 13.11.106.701501.1184
    Kelas : A
    Semester : V (Lima)

  24. Kronologi.
    – Pada hari rabu (7/1/15) para pekerja dari PT. DT Steel sedang melaksanakan pekerjaan proyek perluasan bangunan gudang milik PT. Solo Murni (pabrik buku KYKY).
    – Lokasi para pekerja berada pada suatu bangunan dengan konstruksi baja yang sedang di kerjakan.
    – Pada saat para pekerja sedang melakukan aktifitasnya tiba-tiba saja bangunan dengan konstruksi baja tersebut runtuh seketika, sehingga menimpa para pekerja yang sedang beraktifitas di bawahnya.
    – Kejadian tersebut memakan korban jiwa, korban luka parah dan korban luka ringan, rinciannya sebagai berikut:
    Korban jiwa : 1 orang
    Korban luka berat : 5 orang
    Korban luka ringan : 4 orang
    Analisis penyebab langsung.
    – Karena terdapat kesalahan dalam proses pekerjaan sehingga menyebabkan bangunan dengan konstruksi baja tersebut dapat runtuh dan menimpa para pekerja yang sedang beraktifitas di bawahnya, sehingga menimbulkan korban jiwa dan korban luka-luka.
    Analisis penyebab tak langsung.
    – Pekerja kurang memahami tentang prinsip K3 sehingga lalai saat melakukan pekerjaan.
    – Kurangnya konsentrasi dan ketelitian dalam bekerja dapat menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada kasus ini. Karena konsentrasi dan ketelitian dalam proses pembangunan sangat di butuhkan agar tercipta proses kerja yang aman dan nyaman serta bangunan yang kokoh, aman dan nyaman.
    – Beban kerja yang tidak sesuai dapat menimbulkan pekerja menjadi sangat kelelahan saat bekerja dan bisa menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kerja.
    – tempat kerja yang kurang ergonomis juga dapat berpengaruh, seperti pencahayaan yang buruk, tempat kerja yang tidak tertata rapih, penggunaan alat kerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang di kerjakan, serta kebisingan yang dapat mengurangi konsentrasi saat bekerja.
    – Faktor alam dapat berpengaruh juga, seperti cuaca yang buruk atau gempa bumi.
    Rekomendasi.
    – Di harapkan untuk perusahaan kontraktor yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut agar lebih peduli pada pekerjanya dengan memberikan bekal melalui safety brifing sebelum pekerjaan di mulai agar para pekerja mendapat pengetahuan lebih dan di harapkan agar lebih berhati-hati, fokus dan teliti dalam bekerja untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya insiden kecelakaan kerja di tempat tersebut.
    – Lebih meningkatkan segi keamanan, keselamatan, sarana dan prasarana penunjang pekerjaan agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, aman dan nyaman bagi para pekerjanya.

    Nama : Wahyu Trenata Putra
    Npm : 13.11.106.701501.1158
    Kelas : A-K3
    Semester : V (Lima)

  25. Enam Orang Tewas, Enam Orang Terluka dalam Insiden Runtuhnya 3 Gedung di Rio de Janeiro.

    Rio de Janeiro, Seruu.com – Setidaknya enam orang tewas dan enam terluka dalam insiden runtuhnya tiga bangunan di pusat kota ibukota Brasil, Rio de Janeiro. Demikian menurut pihak berwenang setempat, Kamis (27/1/2012) waktu setempat.

    Keruntuhan terjadi pada Rabu (26/1/2012) malam. Tiga bangunan yang berdekatan, yang memiliki masing – masing 20, 10, dan lima lantai benar-benar runtuh. Pihak berwenang mengatakan, sebuah bank, toko produk alami, sebuah sekolah komputer, dan sejumlah besar kantor-kantor kecil berada di gedung-gedung tersebut

    Jenazah korban tewas ditemukan pada Kamis pagi, dan belum diidentifikasi, sementara enam orang dirawat di rumah sakit setempat pada Rabu malam. Sedangkan setidaknya 16 orang lainnya diketahui masih hilang.

    Tiga bangunan yang berdekatan dengan gedung runtuh tersebut dijaga pihak berwenang dan akses ke bangunan lain di jalan yang sama telah diblokir karena tengah berlangsung upaya penyelamatan.

    Saat runtuh, bangunan tinggi itu sedang menjalani renovasi di salah satu lantai, tetapi menurut Dewan Rekayasa dan Arsitektur (Crea-RJ) Rio de Janeiro, renovasi tidak teratur dan tidak pernah terdaftar dengan Dewan.

    “Namun, bukan berarti renovasi tentu menyebabkan keruntuhan,” kata insinyur sipil, Antonio Eulalio Araujo, yang memeriksa lokasi kejadian pada hari Kamis pagi.

    Dia menyebutkan kemungkinan utama runtuhnya tiga gedung itu antara lain karena gedung yang lebih tinggi, runtuh dan menimpa gedung yang lebih kecil.

    “Korosi atau air infiltrasi pada pelat di lantai atas adalah satu kemungkinan, yang mungkin menyebabkan runtuhnya gedung di lantai bawah,” tuturnya.

    Renovasi juga bisa membahayakan struktur bangunan, sementara kelebihan berat badan disebabkan oleh pasokan konstruksi untuk renovasi bisa kemungkinan lain.

    Araujo tak sependapat kemungkinan ledakan gas sebagai penyebab bangunan runtuh.

    http://mobile.seruu.com/utama/internasional/artikel/enam-orang-tewas-enam-orang-terluka-dalam-insiden-runtuhnya-3-gedung-di-rio-de-janeiro

    1. Kronologi kejadian
    keruntuhan terjadi pada rabu malam tanggal 26 januari 2012, 3 bangunan yang berdekatan yang masing -masing 20, 10, dan 5 lantai benar-benar runtuh dan menimbulkan 6 korban tewas, 6 orang luka-luka, dan setidaknya 16 orang masih hilang. Jenasah korban tewas ditemukan pada hari kamis pagi, dan korban luka-luka dibawa kerumah sakit terdekat pada rabu malam. Saat runtuh gedung tinggi tersebut sedang melakukan renovasi di salah satu lantai, tetapi menurut dewan rekayasa dan arsitektur renovasi tidak terdaftar dan tidak pernah terdaftar dengan dewan.

    2. Penyebab langsung
    – kematian 6 korban jiwa, 6 korban luka-luka, sedangkan 16 orang masih hilang.

    3. Penyebab tidak langsung
    Korosi atau air infiltrasi pada pelat di lantai atas adalah salah satu kemungkinan penyebabnya, renovasi juga dapat menjadi penyebab runtuhnya gedung, dan ledakan gas juga dapat menjadi kemungkinan penyebab bangunan runtuh.

    4.Rekomendasi
    -sebaiknya bangunan tersebut diberi cctv dan alaram dan orang lebih yg dapat mengawasi bagian-bagian atau titik-titik gedung yang rawan terjadi insiden atau kecelakaan
    -melakukan pengawasan setiap hari terhadap setiap kegiatan yang telah berlangsung di gedung tersebut agar apabila terjadi insiden orang yg sedang mengawas dapat cepat dan tanggap terhadap kejadian dan dapat mengurangi resiko korban jiwa
    -melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap setiap anggota yg bekerja di gedung tersebut agar lebih paham dan tau seluk beluk struktur bangunan yang sitempati dan mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri

    Nama : Adrian Dhana Aziswahaban
    NPM : 13.11.106.701501.1139
    Kelas : A
    Semester : V

  26. Kronologi Kejadian:
    – Sunarto (24) buruh bangunan asal Pati, Jawa Tengah, tewas setelah tubuhnya terjepit dan tertimpa truk molen Mitsubishi Hino BG 8343 US milik PT Rotari Persada, Jumat (18/7) sore.
    – korban tengah mengerjakan proyek pembangunan jalan dari PT Bintang Selatan Agung (BSA) di Jalan KH Balqi, Lorong Amal Jaya, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.
    – jalan yang dilalui truk ambles, akhirnya kendaraan dengan muatan sekitar 6,6 ton tersebut oleng lalu terbalik dan menimpa korban.

    Penyebab langsung:
    – korban bernama sunarto meninggal karna tertindas dan terjepit truck molen yang amblas kaena melebihi muatan <— INI BUKAN PENYEBAB LANGSUNG

    Penyebab tidak langsung:
    – karna kelebihan muatan sehinggan truck amblas
    – karna kurang pengawasan terhadap pekerja
    – penyebab lingkungan yang mengakibatkan jalanan amblas
    Rekomendasi:
    – perlu nya di tingkatkan pengasawan pada para pekerja agar para pekerja lebih merasa aman
    – memeriksa setiap kendaraan konstruksi agar tidak ada beban berlebih
    – memberikan safety talk/atau pengarahan sebelum pekerjaan di mulai

    Nama: anggriawan bobby k
    Npm: 13.11.106.701501.1203
    Kelas: A (pagi)
    Semester: 5

    • Kronologi Kejadian:
      – Sunarto (24) buruh bangunan asal Pati, Jawa Tengah, tewas setelah tubuhnya terjepit dan tertimpa truk molen Mitsubishi Hino BG 8343 US milik PT Rotari Persada, Jumat (18/7) sore.
      – korban tengah mengerjakan proyek pembangunan jalan dari PT Bintang Selatan Agung (BSA) di Jalan KH Balqi, Lorong Amal Jaya, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.
      – jalan yang dilalui truk ambles, akhirnya kendaraan dengan muatan sekitar 6,6 ton tersebut oleng lalu terbalik dan menimpa korban.

      Penyebab langsung:
      – analisi penyebab langsung kematian sunarto di karenakan terjepit di antara dinding beton dan truck molen yang amblas

      Penyebab tidak langsung:
      – karna kelebihan muatan sehinggan truck amblas
      – karna kurang pengawasan terhadap pekerja
      – penyebab lingkungan yang mengakibatkan jalanan amblas

      Rekomendasi:
      – perlu nya di tingkatkan pengasawan pada para pekerja agar para pekerja lebih merasa aman
      – memeriksa setiap kendaraan konstruksi agar tidak ada beban berlebih
      – memberikan safety talk/atau pengarahan sebelum pekerjaan di mulai

      Nama: anggriawan bobby k
      Npm: 13.11.106.701501.1203
      Kelas: A (pagi)
      Semester: 5

  27. Tugas 2
    Enam Orang Tewas, Enam Orang Terluka dalam Insiden Runtuhnya 3 Gedung di Rio de Janeiro.

    Rio de Janeiro, Seruu.com – Setidaknya enam orang tewas dan enam terluka dalam insiden runtuhnya tiga bangunan di pusat kota ibukota Brasil, Rio de Janeiro. Demikian menurut pihak berwenang setempat, Kamis (27/1/2012) waktu setempat.

    Keruntuhan terjadi pada Rabu (26/1/2012) malam. Tiga bangunan yang berdekatan, yang memiliki masing – masing 20, 10, dan lima lantai benar-benar runtuh. Pihak berwenang mengatakan, sebuah bank, toko produk alami, sebuah sekolah komputer, dan sejumlah besar kantor-kantor kecil berada di gedung-gedung tersebut

    Jenazah korban tewas ditemukan pada Kamis pagi, dan belum diidentifikasi, sementara enam orang dirawat di rumah sakit setempat pada Rabu malam. Sedangkan setidaknya 16 orang lainnya diketahui masih hilang.

    Tiga bangunan yang berdekatan dengan gedung runtuh tersebut dijaga pihak berwenang dan akses ke bangunan lain di jalan yang sama telah diblokir karena tengah berlangsung upaya penyelamatan.

    Saat runtuh, bangunan tinggi itu sedang menjalani renovasi di salah satu lantai, tetapi menurut Dewan Rekayasa dan Arsitektur (Crea-RJ) Rio de Janeiro, renovasi tidak teratur dan tidak pernah terdaftar dengan Dewan.

    “Namun, bukan berarti renovasi tentu menyebabkan keruntuhan,” kata insinyur sipil, Antonio Eulalio Araujo, yang memeriksa lokasi kejadian pada hari Kamis pagi.

    Dia menyebutkan kemungkinan utama runtuhnya tiga gedung itu antara lain karena gedung yang lebih tinggi, runtuh dan menimpa gedung yang lebih kecil.

    “Korosi atau air infiltrasi pada pelat di lantai atas adalah satu kemungkinan, yang mungkin menyebabkan runtuhnya gedung di lantai bawah,” tuturnya.

    Renovasi juga bisa membahayakan struktur bangunan, sementara kelebihan berat badan disebabkan oleh pasokan konstruksi untuk renovasi bisa kemungkinan lain.

    Araujo tak sependapat kemungkinan ledakan gas sebagai penyebab bangunan runtuh.

    http://mobile.seruu.com/utama/internasional/artikel/enam-orang-tewas-enam-orang-terluka-dalam-insiden-runtuhnya-3-gedung-di-rio-de-janeiro

    1. Kronologi kejadian
    keruntuhan terjadi pada rabu malam tanggal 26 januari 2012, 3 bangunan yang berdekatan yang masing -masing 20, 10, dan 5 lantai benar-benar runtuh dan menimbulkan 6 korban tewas, 6 orang luka-luka, dan setidaknya 16 orang masih hilang. Jenasah korban tewas ditemukan pada hari kamis pagi, dan korban luka-luka dibawa kerumah sakit terdekat pada rabu malam. Saat runtuh gedung tinggi tersebut sedang melakukan renovasi di salah satu lantai, tetapi menurut dewan rekayasa dan arsitektur renovasi tidak terdaftar dan tidak pernah terdaftar dengan dewan.

    2. Penyebab langsung
    Jenazah korban tewas akibat reruntuhan bangunan ditemukan pada Kamis pagi, dan belum diidentifikasi, sementara enam orang dirawat di rumah sakit setempat pada Rabu malam. Sedangkan setidaknya 16 orang lainnya diketahui masih hilang.

    3. Penyebab tidak langsung
    Korosi atau air infiltrasi pada pelat di lantai atas adalah salah satu kemungkinan penyebabnya, renovasi juga dapat menjadi penyebab runtuhnya gedung, dan ledakan gas juga dapat menjadi kemungkinan penyebab bangunan runtuh.

    4.Rekomendasi
    -sebaiknya bangunan tersebut diberi cctv dan alaram dan orang lebih yg dapat mengawasi bagian-bagian atau titik-titik gedung yang rawan terjadi insiden atau kecelakaan
    -melakukan pengawasan setiap hari terhadap setiap kegiatan yang telah berlangsung di gedung tersebut agar apabila terjadi insiden orang yg sedang mengawas dapat cepat dan tanggap terhadap kejadian dan dapat mengurangi resiko korban jiwa
    -melakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap setiap anggota yg bekerja di gedung tersebut agar lebih paham dan tau seluk beluk struktur bangunan yang sitempati dan mengerti bagaimana cara menyelamatkan diri

    Nama : Adrian Dhana Aziswahaban
    NPM : 13.11.106.701501.1139
    Kelas : A
    Semester : V

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s