SAFETY PRIME

Engineering Safety

[151003] Tugas 3 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas A (Pagi) 2015

24 Comments

Kepada Mahasiswa D4K3 Semester V Kelas A (Pagi) 2015.

Berdasarkan gambar diatas, Anda diminta untuk membuat: (a) analisis potensi bahaya; dan (b) pengendalian potensi bahaya; untuk jenis pekerjaan konstruksi penggalian tanah, dengan ketentuan seperti tercantum dibawah ini.

  1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.
  2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

Cantumkan Nama, NIM, Semester, dan Kelas Anda diakhir tugas Anda.

Posting Tugas Anda ini dengan cara klik pada bagian judul tugas diatas, lalu ketik tugas Anda pada kotak “Leave a Reply“, selanjutnya masukkan alamat e-mail dan nama Anda pada kotak yang disediakan, dan terakhir jangan lupa klik “POST COMMENT”.

Batas akhir posting adalah:

  • Hari Sabtu, 3 Oktober 2015 pukul 23:59 wita.

Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dimuat pada website ini dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

Tugas yang anda kerjakan TIDAK boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain dalam kelas yang sama. Bila ditemukan ada kesamaan penyelesaian dua atau lebih, maka kesemua tugas yang dikerjakan tidak akan diberikan penilaian.

Sistem penilaian tugas ini:
Tugas dikerjakan dengan benar, rinci dan akurat, serta diposting pada hari:

  • H       — Nilai C
  • H -1   — Nilai C+
  • H -2   — Nilai B
  • H -3   — Nilai B+
  • H -4   — Nilai A
  • Lewat waktu — Nilai 0 (Nol)

Selamat mengerjakan tugas, semoga berhasil.

Advertisements

24 thoughts on “[151003] Tugas 3 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas A (Pagi) 2015

  1. TUGAS 3 KESELAMATAN KONSTRUKSI

    • Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    Analisa potensi bahaya :
    1. Material jatuh ke dalam galian
    2. Terpeleset dan jatuh pada saat naik/turun ke dalam galian
    3. Kejatuhan material yang digali
    4. Mengalami fatique/kelelahan dalam bekerja

    Pengendalian potensi bahaya :
    1. Menggunakan alat yang sesuai dengan kedalaman penggalian
    2. Menggunajan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu safety dan helm pelindung dari sinar matahari langsung
    3. Memastikan alat yang akan digunakan beroperasi dengan baik
    4. Pentingnya mengikuti instruksi yang diberikan
    5. Pasang pagar / barikade atau sistem peringatan bahwa ada kegiatan penggalian

    • Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Analisa potensi bahaya :
    1. Terpeleset dan jatuh ke dalam galian
    2. Tertabrak oleh alat yang bergerak
    3. Terpapar gas beracun,iritasi atau gas yang mudah terbakar
    4. Kejatuhan materil yang digali
    5. Tertimbun longsor dari tanah yang digali
    6. Sesak nafas karena kurangnya supply oksigen
    7. Merusakkan fasilitas utilitas bawah tanah (pipa air, listrik, komunikasi, dll)
    8. Kegagalan peralatan/mesin yang digunakan

    Pengendalian potensi bahaya :
    1. Pekerja harus dilindungi dari longsoran dengan menggunakan sistem proteksi yang di rancang secara memadai.
    2. Sistem proteksi harus mampu melindungi semua beban yang diperkirakan untuk sistem tersebut.
    3. Mengenali jenis/klasifikasi tanah
    4. Test untuk kadar oksigen rendah, uap berbahaya dan gas-gas beracun
    5. Siapkan akses yang aman untuk keluar dan masuk
    6. Hubungi departemen terkait lain (traffic, pipa air/listrik, dll)
    7. Tentukan peralatan keselamatan lain yang dibutuhkan ( APD)
    8. Tentukan lokasi aman penumpukan tanah galian di dekat tepi yang di gali
    9. Tempatkan shield / pelindung diantara dua sisi galian dan area kerja
    10. Pasang pagar / barikade atau sistem peringatan bahwa ada kegiatan penggalian

    NAMA : HALOMOAN DAMANIK
    NIM : 13.11.106.701501.1188
    SEMESTER : V
    KELAS : A

  2. #Tugas3 Keselamatan Konstruksi

    1.Pekerjaan Galian Tanah Manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman sampai dengan 1,20 meter.
    (a)ANALISIS POTENSI BAHAYA
    -Pekerja Galian tanah mempunyai potensi tertimbun longsoran
    -Pekerja tertimpa alat kerja atau material
    -Pekerja menghirup debu atau kotoran
    -Kaki cidera saat melakukan galian, yang menggunakan alat kerja ringan seperti : cangkul, sekop, ganco, dll

    (b)PENGENDALIAN POTENSI BAHAYA
    -Sebelum pengendalian tanah , stabilitas tanah harus diuji terlebih dahulu oleh Teknik atau Pelaksana di lokasi Galian atau Lingkungan sekitar Lokasi galian
    -Memberikan penjelasan kepada pekerja mengenai potensi bahaya yang mungkin terjadi , antara lain bahaya longsor dan cara penyelamatan diri
    -Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai
    -Menyiapkan Sistem Perlindungan (Protective System) terhadap kemungkinan gas beracun

    2.Pekerjaan galian tanah mekanik dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.
    (a)ANALISIS POTENSI BAHAYA
    -Pekerja tertabrak alat excavator
    -Tanah longsor atau runtuhnya dinding samping
    -Pekerja atau kendaraan terjatuh ke lubang galian
    -Excavator menabrak fasilitas sekitar
    -Excavator Terguling

    (b) PENGENDALIAN POTENSI BAHAYA
    -Pemberian Tanda – tanda bahaya
    -Tidak mengoperasikan Excavator ketika jalan tidak rata
    -memilih operator yang berkemampuan dan telah ter-sertifikasi
    -Memarkir Alat Berat tidak dekat dengan tepi galian
    -Memastikan Alat Berat diparkir di tempat yang aman

    Nama : Nanda Sagita Putri
    NPM : 13.11.106.701501.1187
    Semester : V (Lima)
    Kelas : A (PAGI)

  3. Tugas 3:

    1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter:

    Analisis Potensi Bahayanya :
    -Merusakkan fasilitas utilitas bawah tanah (pipa air, listrik, komunikasi, dll)
    -Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian
    -Material jatuh ke dalam galian dan mengenai pekerja.
    -Jatuh pekerja pada saat naik atau turun ke lokasi galian
    -Tanah yang mengandung kadar air tinggi dapat mengakibatkan tanah mudah longsor.
    -Jatuhnya Pekerja ke galian saat malam hari.

    Pengendalian Potensi Bahayanya:
    -Bila ukuran galian lebih dari 1 m, pelaksana harus menyediakan tangga sementara, disediakan buat pekerja sebagai akses turun naik ke dalam  penggalian.
    -Perlunya pemeriksaan terhadap pipa gas, pipa air dan konduktor listrik yang melalui area pekerjaan.
    -Perlu dinding-dinding penahan.
    -Tempatkan material atau alat yang mungkin dapat jatuh atau terguling pada jarak aman dari bibir galian
    -Memasang Tangga pada galian.
    -Bekali pekerja dengan alat pelindung diri ( APD ) yang sesuai dan sarana pengamanan lainnya.
    -Untuk mencegah kecelakaan dinding galian dan timbunan galian harus diberi penerangan secukupnya selama jam-jam (waktu-waktu) gelap.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter:

    Analisis Potensi bahayanya:
    -Pekerja tertabrak alat excavator.
    -Tanah longsor/runtuhnya dinding samping.
    -Pekerja/kendaraan terjatuh ke lubang galian.
    -Excavator menabrak fasilitas sekitar.
    -Terpapar gas beracun, iritasi atau gas-gas mudah terbakar
    -Merusakkan fasilitas utilitas bawah tanah (pipa air, listrik, komunikasi, dll)

    Pengendalian Potensi bahayanya:
    -Evaluasi kondisi tanah
    -Buat sistem proteksi
    -Test untuk kadar oksigen rendah, uap berbahaya dan gas-gas beracun
    -Siapkan akses yang aman untuk keluar dan masuk
    -Hubungi departemen terkait lain (traffic, pipa air/listrik, dll)
    -Dilarang menempatkan atau mengerakan beban mesin atau peralatan lainya di dekat sisi galian.
    -Apabila orang harus memasuki ruang  galian tanah atau tempat lain untuk melakukan pengujian terhadap gas, mereka harus dilengkapi  dengan sabuk pengaman, tali penyelamat dan alat-alat pernafasan.

    Nama : Luthfan Fariz

    NPM : 13.11.106.701501.1121

    Kelas : Pagi (A)

    Semester : V (Lima)

  4. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter

    a. Analisis Potensi Bahaya

    – pekerja terkena cangkul saat sedang melakukan galian tanah
    -gangguan kesehatan yang dialami para pekerja ,karena melakukan gerakan berulang-ulang yang tidak ergonomi
    -menghirup gas beracun, karena ada saluran pipa gas yang terkena galian
    -kadar oksigen rendah sehingga udara didalam galian menjadi pengap
    -tertimpa benda/material ke dalam galian
    – terjatuh kedalam galian
    -terpeleset didalam galian, karena ada rembesan air
    -tertimpa longsoran tanah
    -rusaknya fasilitas tanah seperti pipa-pipa gas atau air

    b.Pengendalian Potensi Bahaya

    -melakukan breefing sebelum memulai kegiatan
    -memastikan alat-alat yang digunakan aman dan layak pakai
    -perlunya pengawasan kerja oleh pihak terkait,agar tidak terjadi kesalahan yang fatal ketika bekerja
    -perlu adanya pengecekkan tanah dan kadar air dalam tanah untuk memastikan pekerja aman pada saat bekerja
    -menentukan lokasi atau tempat yang aman untuk penempatan tanah galian agar tidak menimpa pekerja
    -memberikan penahan pada dinding tanah untuk mencegah longsor
    -penggunaan APD seperti helm untuk menghindari material jatuh dari atas
    -menerapkan JSA dan prosedur yang baik dan benar
    -sosialisasi kepada para pekerja agar dapat bekerja sesuai prosedur

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter

    a. Analisis Potensi Bahaya

    -pekerja terlalu dekat, sehingga tertabrak alat yang sedang beroperasi
    -kerusakan fasilitas bawah tanah seperti pipa-pipa gas,air, dan listrik
    -terjadinya longsor, karena tanah tidak kuat menahan beban berat
    -kelalaian operator sehingga excavator mengenai pekerja lain dan menimbulkan cidera parah
    -mengoperasikan alat yang rusak ,sehingga gerakannya tidak terkontrol dan menimbulkan insiden
    -meninggalkan excavator dengan mesin menyala dapat menimbulkan kecelakaan kerja

    b.Pengendalian Potensi Bahaya

    -perlu pengawasan yang baik oleh pelaksana yang mengerti dibidang K3
    -pekerja/operator harus berpengalaman dan bersertifikat
    -memberikan perawatan dan perlindungan pada mesin
    -melakukan pengecekan dan sertifikasi secara berkala
    -menggunakan alat sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan
    -menerapkan JSA dan SOP
    -kelengkapan APD pekerja perlu di terapkan
    -memberikan pelatihan kepada pekerja secara berkala

    Nama : Reny Suharyati
    NIM : 13.11.106.701501.1165
    Semester : V
    Kelas : A (pagi)

  5. Tugas 3

    A. Analisis potensi bahaya

    1. Manual kedalaman 1,20 m
    – pekerja pingsan akibat kelelahan, lemas, letih, lesu
    – kepanasan dapat membuat kepala pusing dan tidak konsentrasi
    – peralatan kerja yang kurang layak pakai sehingga bisa membuat pekerja terluka seperti mata cangkul yg terlepas dari gagangnya
    – bahaya longsor dinding galian
    – faktor cuaca juga dapat mempengaruhi pekerja galian
    – terjatuh atau terpeleset saat proses penggalian
    – penurunan kadar oksigen pekerja di dalam lubang
    – pekerja menghirup material beracun/ uap gas beracun
    – kejatuhan material yang digali
    – kebakaran

    2. Menggunakan Excavator kedalaman 3.00 m
    – operator excavator kekurangan oksigen
    – bahaya tanah longsor akibat alat berat yang bergetar
    – factor cuaca berpengaruh juga terhadap proses penggalian
    – mesin alat berat yang kurang layak pakai dapat menimbulkan bahaya apabila tidak sesuai dengan standar
    – mesin excavator menggali tanah terlalu dalam mengakibatkan beban berlebih dan membuat mesin alat berat tersangkut
    – mesin excavator tergelincir akibat operator salah berpijak atau salah posisi saat menggali tanah
    – mesin excavator mati / over head akibat kepanasan karena dipaksa kerja terlalu lama
    – sang operator mesin excavator mengantuk saat melakukan proses penggalian
    – sang operator mesin kehilangan jarak pandang akibat debu yang beterbangan di sekitar penggalian

    B. Pengendalian potensi bahaya

    1.Manual
    – Pekerja harus dilindungi dari longsoran dengan menggunakan sistem proteksi yang dirancang secara memadai
    – sistem proteksi harus mampu melindungi semua badan yang diperkirakan untuk sistem tersebut
    – memberikan pasokan makanan yang penuh gizi agar pekerja lebih semangat dan lebih focus saat bekerja
    – memberikan waktu luang istirahat yang cukup
    – selalu memantau pekerjaan agak apabila terjadi insiden dapat di tindak dengan cepat dan sigap

    2. Menggunakan Excavator
    – Mengecek kondisi mesin excavator sebelum melakukan penggalian
    – operator mesin alat berat harus terlatih agar tidak menimbulkan kerugian bagi pembangunan dan diri sendiri
    – memberikan waktu istirahat yang cukup terhadap operator dan juga mesin alat beratnya
    – memilih gestur tanah atau lokasi penggalian harus tepat agar hasilnya juga memuaskan dan tidak menimbulkan bencana

    Nama : Adrian Dhana Aziswahaba
    Npm : 13.11.106.701501.1139
    kelas : Pagi ( A )
    Semester : V

  6. Analisis potensi bahaya dan pengendalian potensi bahaya yang mungkin timbul untuk jenis pekerjaan konstruksi seperti tercantum dibawah ini.
    1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.
    a. Analisis Potensi Bahaya
     Masyarakat di sekitar galian/pekerja terpeleset dan jatuh ke dalam galian
     Perkerja tertimbun material yang di gali
     Longsor pada pinggir galian
     Cidera akibat pekerja terkena cangkul
     Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian

    b. Pengendalian Potensi Bahaya; yang mungkin timbul
    • Pelaksana harus memperhatikan faktor keamanan bagi masyarakat di sekitar galian pada saat pelaksanaan pekerjaan.
    • Perlunya pembuatan pagar atau papan petunjuk agar setiap orang berhati-hati disekitar galian.
    • Hanya pekerja dan yang berkepentingan yang diijinkan memasuki area galian pondasi.
    • Pelaksana harus memastikan tersedia orang yang membuang tumpukan tanah di pinggir galian supaya tanah tidak bertumpuk. Hal ini untuk menghindari longsoran dimana tanah galian masuk kembali ke dalam.
    • Membuat penahan tanah agar tidak terjadi longsor
    • Memakai sepatu safety saat melkukan penggalian
    • Memakai tangga saat turun ke lokasi galian

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.
    a) Analisis Potensi Bahaya
     Terpeleset dan jatuh saat naik ke excavator
     Tertabrak alat yang bergerak
     Excavator yang tergelincir akibat terjadi longsor pada galian atau berada di atas tanah lunak
     Pekerja terjatuh kedalam galian
     Terjadinya banjir di dalam galian akibar kadar air tinggi di dalam tanah

    b) Pengendalian potensi Bahaya; yang mungkin timbul
    • Memastikan tanah yang tempat melakukan pengalian mampu menahan alat yang digunakan
    • Pekerja memastikan mereka berada pada tempat aman saat alat sedang beroperasi
    • Memasang tanda atau rambu pada tempat galian untuk menghindari jatuhnya korban ke dalam galian
    • Memastikan kardar air dilam tanah sebelum melakukan penggalian dan kontraktor juga harus meyediakan kompa untuk meyedot air dari dalm galian
    • Memastikan pijakan kaki saat akan naik di atas alat

    Nama : Nataniel Nopen Patandean
    NPM : 13.11.106.701501.1183
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  7. Pekerjaan penggalian tanah dengan cara manual, dengan kedalaman galian 1,20 meter.

    Analisis potensi bahaya.

    1. Cedera akibat alat kerja, seperti terkena cangkul atau gancu.
    2. Cedera karena pekerjaan mencangkul yang gerakannya berulang-ulang.
    3. Cedera pada persendian tubuh karena posisi kerja yang kurang ergonomis.
    4. Tersetrum, jika tanpa sengaja pada saat mencangkul mengenai kabel listrik bawah tanah.
    5. Tertimpa material, seperti material batu yg di gunakan untuk memasang pondasi.

    Pengendalian potensi bahaya.

    1. Melakukan safety breefing sebelum pekerjaan di mulai, agar para pekerja lebih memahami potensi bahaya apa saja yang mungkin terjadi sehingga dapat lebih berhati-hati saat bekerja.
    2. Melakukan pemeriksaan alat kerja sebelum di gunakan untuk mencegah terganggunya pekerjaan akibat alat yang rusak, atau kemungkinan cedera pada pekerja akibat alat kerja yang tidak layak pakai.
    3. Adanya pengawasan dari pihak yg berwenang pada proyek tersebut untuk memastikan pekerejan berjalan baik dan aman.
    4. Melakukan pemeriksaan lokasi yang akan di gali apakah aman untuk memulai penggalian, seperti pemeriksaan adanya pipa atau kabel di bawah tanah.
    5. Selalu menggunakan APD yang sesuai saat pekerjaan berlangsung.

    Pekerjaan penggalian tanah dengan excavator, dengan kedalaman galian 3,00 meter

    Analisis potensi bahaya.

    1. Tanah galian longsor akibat getaran yang di timbulkan excavator.
    2. Tanah longsor akibat kontur tanah yang labil.
    3. Pada saat pekerjaan penggalian tanpa sengaja mengenai pipa yang ada di dalam tanah, seperti pipa air PDAM , pipa minyak dan pipa gas.
    4. Pada saat pekerjaan penggalian tanpa sengaja mengenai kabel listrik yang ada di dalam tanah.

    Pengendalian potensi bahaya.

    1. Melakukan safety breefing sebelum pekerjaan di mulai.
    2. Melakukan pemeriksaan kondisi tanah, apakah sudah aman untuk memulai pelerjaan, untuk menghindari kerusakan jika tanpa sengaja pada saat menggali mengenai pipa tau kabel di dalm tanah.
    3. Pemeriksaan kontur tanah apakah aman untuk di gali.
    4. Memasang turap pada dinding lubang galian untuk mencegah terjadinya longsor.
    5. Adanya pengawasan dari pihak yang berwenang pada proyek tersebut untuk memastikan pekerean berjalan baik dan aman.

    Nama : Wahyu Trenata Putra
    Nim : 13.11.106.701501.1158
    Semester : 5
    Kelas : A (pagi)

  8. Pekerjaan
    1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    (a) Analisis Potensi Bahaya
    – Tertimpa peralatan kerja atau material bangunan
    – Tertimbun galian atau longsoran
    – Akses jalan yang licin atau Pekerja atau orang jatuh kedalam galian

    (b) Pengendalian Potensi Bahaya
    – Menggunakan peralatan kerja yang benar
    – Memasang pagar pengaman.
    – Menjaga jarak antara para pekerja pada jarak yang aman
    – Menyediakan tangga sementera sebagai turun dan naik pekerja

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    (a) Analisis Potensi Bahaya
    – Pekerja tertimbun longsoran akibat kondisi tanah, pengaruh air, excavator
    – Pekerja tenggelam / terkena air banjir
    – Pekerja terkena sengatan aliran listrik
    – Pekerja menghirup gas beracun
    – Pekerja menghrup debu / kotoran
    – Pekerja tertimpa alat kerja /material
    – Pekerja terjatuh kedalam galian

    (b) Pengendalian Potensi Bahaya
    – Lakukan penelitian terhadap :
    > Keadaan tanah
    > Air tanah
    > Jaringan utilitas dibawah tanah (listrik, air, gas )
    – Tenaga kerja harus dilindungi dari bahaya tertimbun tanah
    – Lampu & rambu–rambu dipasang untuk mencegah orang terjatuh

    Nama : Septian Krishadinata
    NPM : 13.11.106.701501.1157
    Kelas : A

  9. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.
    A. Analisis potensi bahaya
    – di liat dari lingkungannya kondisi tanahnya yang bisa mengakibatkan amblas atau kemiringan
    – pekerjanya tidak menggunakan safety bisa menimbulkan kejadian yang tidak di inginkan seperti: helm, sarung tangan, masker, kacamata
    – pekerja yang dikerjakan dalam kondisi sehat atau tidak
    – pekerja bekerja dilapangan tempat terbuka dan terkena matahari langsung dapat mengakibatkan sakit kepala
    – alat yang di gunakan untuk menggali layak di gunakan atau tidak dan aman digunakan tidak
    – alat cangkul dan sekop bisa saja lepas bila cara memegangnya salah
    – dalam menggali kedalaman 1,20 meter itu juga harus di perhatikan bila ada batu dapat membahayakan pekerja yang menggali

    B. Pengendalian potensi bahaya
    – hazards identification: potensi bahaya pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung harus menggunakan alat-alat yang tersedia seperti cangkul, sekop, bila keadaan lingkungan tanahnya banyak batu menggunakan cangkul tajam, dan pekerjaanya harus menggunakan safety body full
    – risks assessment: alat yang di gunakan untuk menggali harus aman dan tidak menyebabkan cedera dan mudah di gunakan
    – risk control: alat pekerjaan yang di gunakan harus aman dan bagus dalam artian “tidak cacat” setelah atau sebelum di gunakan agar
    – penunjukan: yang di maksud di sini orang pekerja, pekerja itu di beri tanggung jawab untuk menggali tanah dan bila salah maka pekerja itu yang akan di salahkan kecuali memang faktor alam
    – review of control: jadi dimana pekerja yang sudah di beri tanggung jawab oleh owner, harus menerapkan peraturan yang ada seperti menggunakan helm, sarung tangan dll.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.
    A. Analisis potensi bahaya
    – kondisi tanah dan tempat yang akan di pasang pondasi bukan tanah lumpung
    – lingkungan yang akan di bangun pondasi harus terbebas dari kabel” atau pepohonan karna menggunakan excavator
    – kedalaman 3meter harus di cek dahulu karna bila ada pipa” bisa mengalami ke bocoran, karena menggali dengan excavator
    – excavator yang di gunakan bersertifikat atau belum dan layak pake atau tidak
    – pekerja yang membawa excavator waras atau tidak dan bersitfikat atau tidaknya
    – pengawasan dan keamanan di tempat pengalian sudah ada atau belum, karna bila tidak ada pengawasa dan keamanan dapat membahayakan bagi orang lain
    – bahan untuk membuat pondasi juga harus di perhatikan karena, bila olahan bahan pondasi tidak seuai atau kurang” pondasi tidak akan tahan lama apa lgi berdiri kokoh.

    B. Pengendalian potensi bahaya
    – eliminasi: pekerja yang membawa excavator harus bersertifait dan kualifait agar tidak ada kesalahan dalam menjalankan pengeboran
    – substitusi: alat excavator yang besar biasa memakan banyak ruang sehinggan di perlukan lahan luas bila menggunakan excavator jadi lebih baik pergitungkan dulu bila mau menggunakan excavator dan ukur terlebih dahulu dan beri tanda ke dalaman
    – engineering control: pekerja harus memeriksa excavator yang akan di bawa pastikan tidak ada yang rusak atau error
    – warning system: dilapangan ini harus di kasih pengawasan ketat karna bila terjadi ke bocoran pipa atau kecelakaa kerja lain
    – administratif control: pekerja yang membawa excavator harus mematuhi peraturan yang sudah di tentukan owner dan pekerja yang di kerjakan harus mempunyai keahlian dan kemampuan cukup untuk menyelesaikan pekerjaan secara aman
    – alat pelindungan diri: pekerja yang bekerja untuk menggali tanah untuk semua yang kerja di lapangan harus menggunakan APD yang sudah di tentukan, seperti: helem, kacamata, sarung tangan, sepatu safety dll

    Sebelumnya maapkan bila no. 1 dan no. 2 berbeda saat B. Pengendalian potensi bahaya karna saya menggunakan 2 revisi yang saya temukan dan saya ketahui terimakasih.

    Nama: anggriawan bobby k
    Npm: 13.11.106.701501.1203
    Kelas: A (pagi)
    Semester: V (lima)

  10. Pekerjaan Penggalian Tanah Secara Manual Pondasi Gedung Sedalam 1,20 meter

    Potensi Bahaya
    1.Potensi Kaki pekerja terluka terkena mata peralatan penggaliaan tanah yang tajam
    Saat Bekerja
    2.Potensi terjadi insiden kecelakaan terhadap seseorang yang berada disekitar tanah
    Galian baik sipekerjaanya yang tidak sedang bekerja maupun orang yang berada disekitar
    Akibat Keteledoran sipekerja dalam meletakan peralatan kerja yang sembarangan dengan
    Posisi ujung mata tajam peralatan diatas atau disekitar lubang galian tanah yang
    Dikerjakan
    3.Potensi Bahaya Mata terkena pasir atau tanah
    4.Potensi Bahaya Terhidup debu tanah

    Pengendalian Potensi Bahaya
    1. Memilih tenaga kerja yang perpengalaman Dalam Melakukan pekerjanan penggalian
    secara manual
    2. Memakai Safety Shoes
    3. Meletakan peralatan secara benar kurang lebih 3 feet dari galian saat sedang bekerja dan
    Melakukan House keeping ketika pekerjaan telah selesai.
    4. Memakai APD Safety Goggles
    5. Memakai masker saat bekerja

    Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan
    pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Potensi Bahaya

    1.Potensi Bahaya Tanah Longsor Saat pengerjaan
    2.Excavator terbalik
    3.potensi Terjatuh ke dalam lubang galian bagi masyarakat sekitar

    Pengendaliaan Potensi Bahaya

    1. Semua bahaya dibawah tanah,seperti: saluran pipa,kabel listrik,dll telah diindentifikasi dan
    ditandai,bila perlu diisolasi
    2. Memperhatikan kondisi tanah yang kokoh
    3. Memilih tenaga kerja Operator excavator yang ahli dan perpengalaman dibidangnya
    4. Galian harus dibarikade,dan dibatasi dengan tali,dan tanda peringatan yang ditempatkan
    disekitar galiaan.
    5. Melakukan pengawasan oleh tenaga yang ahli dibidangnya.

    Nama : Angga Josua H.Siahaan
    NPM : 13.11.106.701501.1116
    Kelas : A(Pagi)
    Semester : V

  11. -Tugas Keselamatan Konstruksi 3-

    1.Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    A.analisis potensi bahaya:
    -terjadinya kecelakaan saat pekerja melakukan pencangkulan seperti kaki yang terkena alat pacul atau bagian tubuh lainnya yang terkena alat pacul tersebut.
    -terjadinya kecelakaan saat menggunakan palu ataupun hamer.
    -beberapa material tajam yang kemungkinanan betebaran disekitar galian pondasi seperti paku ataupun besi tajam lainnya
    -terjadinya kecelakaan saat menggunakan mesin gergaji ataupun gergaji yang manual
    -cedera dibagian tubuh akibat mengangkat beberapa material yang berat seperti batu,besi,air,kayu dan bahan berat lainnya.
    -kemungkinanan terjadinya longsor dari lubang yang akan dibuat pondasi.
    -kaki yang tersandung pondasi ataupun disebabkan hal lainnya.
    -cedera dibagian tangan saat memasang beberapa besi.
    -kemungkinan terjadinya kecelakaan yang disebabkan pekerja lainnya.

    B.pengendalian potensi bahaya:
    -menggunakan sepatu,helm,sarung tangan dan alat keselamatan lainnya.
    -memakai ataupun menggunakan alat2 material secara bijaksana dan benar
    -rekomendasi membuat beberapa pembatas dibagian lubang agar tanah tidak berjatuhan saat longsor
    -perlunya konsentrasi saat bekerja ataupun beristirahat saat mulai kelelahan.

    2.Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    A.analisis potensi bahaya:
    -beberapa pekerja yang berada disekitarnya secara tidak sengaja terkena alat excavator.
    -alat excavator yang menyenggol beberapa alat material yang berat sehingga berjatuhan dan mengenai beberapa pekerja.
    -alat excavator dapat memicu terjadinya longsor di sekitar tanah galian yang diakibatkan tanah tidak kuat menahan beban excavator.
    -pekerja kemungkinan tertimbun tanah saat excavator menurunkan tanah galian.
    -pekerja yang tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadinya longsor dikarenakan lubang galian yang cukup dalam
    -terjadinya human error antara pengemudi excavator ataupun pekerja lainnya.

    B.pengendalian potensi bahaya:
    -perlunya pengecekan ataupun uji kelayakan alat excavator.
    -pekerja ataupun pengemudi excavator memiliki sertifikasi di tiap bidangnya.
    -syarat penggunaan alat yang telah memiliki standart operasional prosedur.
    -adanya pengawas lapangan atau k3 di daerah galian tanah.
    -penggunaan alat berat yang baik dan benar.

    Nama :Deny Driantama
    NIM :13.11.106.701501.1147
    Kelas :A(Pagi)
    Semester:V (lima)

  12. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    (a) Analisis Potensi Bahaya
    > Runtuhnya dinding samping galian akibat pergerakan tanah.
    > Jatuhnya peralatan atau material galian mengenai pekerja yang berada digalian.
    > Terperosoknya orang atau pekerja pada galian.
    > Tertimbun longsoran

    (b) Pengendalian Potensi Bahaya
    > Kondisi tanah, lingkungan serta cuaca harus dipatau secara terus menerus terhadap perubahan.
    > Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesusai untuk mencegah terjadinya resiko yang fatal (kematian).
    > Peralatan dan material galian harus ditempatkan kurang lebih 0,70 meter dari tepi galian, untuk mengurangi resiko jatuhnya peralatan dan material galian tersebut.
    > Menyediakan akses naik dan turun pekerja selama proses pengerjaan galian atau tangga sementara.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    (a) Analisi Potensi Bahaya
    > Pekerja tertabrak bucket excavator.
    > Pekerja tertimpa material galian.
    > Pekerja terjatuh kedalam galian.
    > Pekerja terhirup debu yang berlebih dari kegiatan penggalian.
    > Pekerja tersengat aliran listrik.

    (b) Pengendalian Potensi Bahaya
    > Melakukan safety talk sebelum melakukan penggalian untuk memberikan pengarahan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
    > Operator excavator harus memiliki surat ijin operator.
    > Pekerja harus menggunakan alat pelindung diri lengkap (Helm, kaca mata, sarung tangan, dan sepatu boots serta respirator untuk pencegahan debu dari kegiatan penggalian terhirup langsung)
    > Kondisi tanah, lingkungan dan cuaca harus selalu diperhatikan dari perubahan karena dapat menjadi potensi bahaya.
    > Lakukan pemeriksaan terhadap kabel atau pipa gas di sekitar area penggalian.
    > Diberikan rambu atau tanda di area penggalian.
    > Lakukan pemeriksaan setiap pergantian shift kerja.

    Nama : Roy Efendy
    NPM : 13.11.106.701501.1148
    Kelas : A

  13. 1.Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    A.analisis potensi bahaya:
    •Runtuhnya tanah menimpa pekerja penggalian
    •Jatuhnya bahan-bahan menimpa pekerja yg berada digalian
    •Pekerja terjatuh kedalam galian
    •Pekerja menghirup gas beracun
    •Pekerja terkena sengatan aliran listrik
    •Pekerja tertimbun longsoran
    -Kondisi tanah : geologis, topografis, jenis tanah, lereng galian
    -Pengaruh air : air tanah, air permukaan, sumber air, piping dll
    -Alat berat / kendaraan yang digunakan : beban, getaran
    •Pekerja menghrup debu / kotoran

    B.pengendalian potensi bahaya:
    •Membuat dinding penahan , perancah dan tangga kerja
    •Buat kemiringan atau terasering pada kedua sisi lokasi galian,
    •Topang kedua sisi galian, atauTempatkan shield / pelindung diantara dua sisi galian dan area kerja
    •Pasang pagar / barikade atau sistem peringatan yang lain
    •Tempatkan material atau alat yang mungkin dapat jatuh atau terguling pada jarak aman dari bibir galian
    •Tempatkan material galian pada jarak aman
    •Cegah / larang pekerja berada di bawah beban yang sedang di angkat.

    2.Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    A.analisis potensi bahaya:
    •Tanah yang mengandung kadar air tinggi dapat mengakibatkan tanah mudah longsor.
    •Tertabrak oleh alat yang bergerak
    •Pekerja tertimpa alat kerja /material
    •Pergerakan mesin/alat berat di samping bibir galian dapat menyebabkan longsor
    •Merusakkan fasilitas utilitas bawah tanah (pipa air, listrik, komunikasi, dll)
    •Sesak nafas karena kadar oksigen rendah

    B.pengendalian potensi bahaya:
    •Pasang barricades
    •Rambu tangan/mekanis
    •Pasang pagar atau barikade lokasi galian yang ditinggalkan pada waktu malam hari.
    •Evaluasi kondisi tanah
    •Test untuk kadar oksigen rendah, uap berbahaya dan gas-gas beracun
    •Buat sistem proteksi
    •Siapkan akses yang aman untuk keluar dan masuk

    Nama: Russel Blamy Korompis
    NPM :13.11.106.701501.1173
    Kelas: A(Pagi)
    Smster: V(Lima)

  14. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    A). Analisis potensi bahaya
    1. Terjatuh kedalam lubang galian
    2. Terpeleset tanah yang licin/basah
    3. Terinjak benda tajam/peralatan tajam seperti cangkul dan linggis

    B). Pengendalian potensi bahaya
    1. Membuat barricade jalan disepanjang pinggiran galian
    2. Memakai alat pelindung diri yang lengkap
    3. Menggunakan Peralatan kerja sesuai dengan standar

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    A). Analisis potensi bahaya
    1. Tertimpa alat berat
    2. Tertimpa tiang pondasi gedung yang sedang dikerjakan
    3. Kejatuhan material

    B). Pengendalian Potensi Bahaya
    1. Menyimpan/meletakkan barang-barang(tools) ke tempat yang aman
    2. Memeriksa alat dan peralatan sebelum digunakan
    3. Menggunakan Alat Pelindung Diri sesuai standar
    4. Membuat SOP pada peralatan yang akan digunakan . Sehingga pekerja dapat mengoperasikan peralatan dengan standar yang telah dimiliki.

    Nama : Feny Mangambe
    NPM : 13.11.106.701501.1159
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  15. Pekerjaan penggalia tanah dengan cara manual dengan kedalaman galian 1,20 meter

    Analisis potensi bahaya

    1. Kecelakaan akibat alat kerja yang digunakan seperti cangkul, sekop, gancu
    2. Keseleo akibat mencangkul karena posisi kerja tidak ergonomis
    3. Tertimpa material karena kecerobohan
    4. Terkena sinar matahari langsung karena bekerja di lapangan terbuka

    Pengendalian potensi bahaya

    1. Melakukan safety talk sebelum bekerja, agar pekerja lebih memahami potensi bahaya apa saja yang akan terjadi
    2. Pemeriksaan alat untuk mengurangi cedera akibat alat yang rusak atau alat tidak layak pakai
    3. Pengawasan proyek untuk pekerjaan yang baik dan aman
    4. Menggunakan APD saat pekerjaan berlangsung
    5. Pemeriksaan lokasi yang akan digali untuk mencegah resiko

    Pekerjaan penggalian tanah dengan excavator dengan kedalaman 3,00 meter

    Analisis potensi bahaya

    1. Longsor akibat tanah yang tidak setabil
    2. Galian tanah longsor akibat getaran excavator
    3. Saat pekerjaan penggalian mengenai kabel listrik, pipa air PDAM, pipa gas yang bisa mengakibatkan cedera serius

    Pengendalian potensi bahaya
    1. Safety talk sebelum pekerjaan dimulai
    2. Pemeriksaan kontur tanah apakah sudah aman untuk digali
    3. Pemasangan turap pada dinding galian untuk mencegah longsor
    4. Pengawas proyek untuk memastikan pekerjaan berjalan baik dan aman

    Nama: Muhammad Kunto wijayandanu
    Nim: 13.11.106.701501.1161
    Kelas: A (pagi)
    Semester: V (lima)

  16. 1. pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.
    (a) analisis potensi bahaya; analisisnya terdapat pada galian tanah secara manual karena dapat menimbulkan kerugian seperti tergelincir saat tanah licin, menghirup debu / kotoran dan gas beracun.
    (b) Pengendalian potensi bahaya; agar dapat meminimalisir potensi bahaya galian tanah harus menggunakan media penyanggah agar dapat tidak menyebabkan longsor dan menyediakan tangga kerja. Perlu juga sarana komunikasi antara pekerja.

    2. pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.
    (a) analisis potensi bahaya; tertimbun tanah longsor, menghirup material beracun, sesak nafas karena kadar oksigen yang rendah, dapat merusak bagian bawah tanah seperti (pipa listrik, pipa air dan pipa telekomunikasi)
    (b) Pengendalian potensi bahaya; harus mempunyai penerangan yang cukup, harus ada sarana komunikasi, menyediakan tangga kerja, media yang digunakan saat penggalian tanah sudah memenuhi persyaratan.

    Nama : Andri azwar
    NPM : 13.11.106.701501.1154 Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  17. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    a. Analisis potensi bahaya

    -Material jatuh ke dalam galian
    -Terpeleset dan jatuh saat naik atau turun karena tanah yang licin (lumpur)
    -Pengangkatan dan penempatan material lain
    -Terkena alat yang digunakan (cangkul)
    -Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian
    -Kejatuhan material pada saat penggalian
    -Terpeleset dan jatuh ke dalam galian

    b. Pengendalian potensi bahaya

    -Pasang pagar / barikade atau sistem peringatan yang lain
    -Tempatkan material atau alat yang mungkin dapat jatuh atau terguling pada jarak aman dari bibir galian
    -Tempatkan material galian pada jarak aman
    -Cegah / larang pekerja berada di bawah beban yang sedang di angkat

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    a. Analisis potensi bahaya

    -Material jatuh ke dalam galian
    -Terpeleset dan jatuh saat naik / turun peralatan
    -Penempatan rangka dan penutup man-holes dan kolam penampung
    -Terkena pengangkatan atau penurunan material material bangunan
    -Tertabrak oleh alat yang bergerak
    -Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian
    -Kejatuhan material yang di gali
    -Terpeleset dan jatuh ke dalam galian
    -Terpapar gas beracun, iritasi atau gas-gas mudah terbakar

    b. Pengendalian potensi bahaya

    -Evaluasi kondisi tanah
    -Buat sistem proteksi
    -sebelum melakukan penggalian’ test untuk kadar oksigen rendah, uap berbahaya dan gas-gas beracun
    -Siapkan akses yang aman untuk keluar dan masuk
    -Tentukan peralatan keselamatan lain yang dibutuhkan
    -Pasang pagar / barikade atau sistem peringatan yang lain
    -Tempatkan material atau alat yang mungkin dapat jatuh atau terguling pada jarak aman dari bibir galian
    -Tempatkan material galian pada jarak aman
    -Cegah / larang pekerja berada di bawah beban yang sedang di angkat

    NAMA : EGHINT FIYANDA

    NIM : 13.11.106.701501.1142

    SEMESTER : V (A)

  18. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    a. Analisis potensi bahaya

    1.Terpeleset dan jatuh saat naik atau turun karena tanah yang licin
    2.Terkubur dalam tanah
    3.Terkena alat yang digunakan
    4.Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian
    5.Kejatuhan material pada saat penggalian
    6.Terpeleset dan jatuh ke dalam galian

    b. Pengendalian potensi bahaya

    1.Pasang barikade atau sistem peringatan
    2.Tempatkan material atau alat yang mungkin dapat jatuh atau terguling pada jarak aman dari bibir galian
    3.Tempatkan material galian pada jarak aman

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    a. Analisis potensi bahaya

    1.Terpeleset dan jatuh saat naik / turun peralatan
    2.Pengangkatan dan penempatan pipa serta material lain
    3.Tertabrak oleh alat yang bergerak
    4.Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian
    5.Kejatuhan material yang di gali
    6.Terpeleset dan jatuh ke dalam galian
    7.Terpapar gas beracun, iritasi atau gas-gas mudah terbakar

    b. Pengendalian potensi bahaya

    1.Evaluasi kondisi tanah
    2.Buat sistem proteksi
    3.sebelum melakukan penggalian’ test untuk kadar oksigen rendah, uap berbahaya dan gas-gas beracun
    4.Siapkan akses yang aman untuk keluar dan masuk
    5.Tentukan peralatan keselamatan lain yang dibutuhkan
    6.Pasang pagar / barikade atau sistem peringatan yang lain
    7.Tempatkan material atau alat yang mungkin dapat jatuh atau terguling pada jarak aman dari bibir galian
    8.Tempatkan material galian pada jarak aman
    9.Cegah / larang pekerja berada di bawah beban yang sedang di angkat

    NAMA ACHMAD HAFIDZ
    SEMETER (v)
    KELAS PAGI
    NIM 13.11.106.701501.1133

  19. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    • Analisis potensi bahaya
    1.Pekerja terpeleset ke dalam lubang galian.
    2.Tertabrak alat pembantu galian konstruksi seperti excavator
    3.Pekerja terkena alat pembantu galian seperti cangkul dan linggis
    4.Pekerja terpapar sinar matahari apabila penggalian dilaksanakan di area terbuka

    • Pengendalian potensi bahaya
    1.Memeriksa stabilitas tanah terlebih dahulu sebelum di lakukan penggalian.
    2.Menggunakan pelindung kaki dan kepala pada saat penggalian berlangsung beserta sarung tangan ,baju lengan panjang dan celana panjang untuk mencegah terpapar sinar matahari langsung.
    3.Material dan peralatan harus diletakkan berjauhan dari pinggir galian.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter

    • Analisis potensi bahaya

    1.Pekerja terjatuh kedalam lubang galian
    2.Pekerja terpapar gas beracun atau gas gas yang mudah terbakar maupun gas mudah bereaksi
    3.Terjatuh saat turun maupun saat naik ke permukaan galian
    4.Material terjatuh saat dalam proses penggalian dan tidak menutup kemungkinan terkena pekerja.
    5.Pergerakan mesin ataupun alat galian dapat menyebabkan tanah ditepi galian longsor

    • Pengendalian potensi bahaya

    1.Pekerja harus diinformasikan secara jelas tentang prosedur penggalian.
    2.Penggalian di atas 1,2 m harus dipasang percancah baik yang terbuat dari kayu.
    3.Proses harus dilengkapi dengan penerangan yang mencukupi.
    4.Tepi penggalian harus dibuat dengan kemiringan tertentu, biasanya 45 derajat
    5.Tanah hasil galian tidak diletakkan di tepi galian melainkan ditempat yang jauh dari proses
    galian

    Nama : Gideon Gusa Putra
    NIM : 13.11.106.701501.1196
    Kelas : A
    Semester : V (Lima)

  20. 1. Analisis potensi bahaya pekerjaan galian secara manual dengan kedalaman 1,20 meter :

    a. Potensi bahaya yang ditimbulkannya:

    – Bahaya yang paling utama dalam kasus ini iyalah bahaya terkena cangkul sekrop dan semacamnya ,dikarenakan proyek galian secara manual ini memang menggunakan alat-alat tersebut jadi potensi bahaya paling besar ditimbulknnya seperti cangkul mengenai bagian kaki saat mencangkul dan tidak sedang menggunakan sepatu safety/sepatu boat khusus.karena kebanyakan orang/pekerja yang mangerjakan galian dengan manual karena enggan menggunakan sepatu safety/boat khusus dikarenakan alasan berat apabila di bawah sepatu banyak tanah yang menempel apalagi tanah tersebut dalam keadaan basah, becek maupun tanah tersebut adalah tanah lumpur dan bagi mereka itu berat. Dan juga bahaya saat menggunakan cangkul juga biasa terjadi ketika saat sedang mencangkul dan terkadang berhadapan saat mencangkul dengan rekan kerja itu biasa cangkul bisa mengenai rekan kerja entah mengenai bagian kepala maupun mengenai tangan rekan kerja yang sedang berhadapan tersebut.potensi bahaya saat mencangkul yaitu saat mengangkat cangkul bisa saja mata cangkul terlepas dari gagangnya dan menimpa sang pemakai cangkul tersebut.

    – Bahaya kedua dalam kasus ini juga bisa kaki terkena pecahan beling/kaca saat sedang berjalan karna di dalam galian juga banyak terdapat pecahan kaca atau beling yang kadang terdapat di tanah galian tersebut di karena bekas pembuangan pecahan kaca yang sudah lama dan tertimbun tanah dan saat kita gali pecahan kaca/beling tersebut ada. Dan bisa mngenai bagian kaki seperti kita ketahui banayak pekerja yang tidak menggunaakan sepatu safety /sepatu boat dikarenakan alasan berat apabila terkena lengketan tanah dan bagian tanah bisa juga terkena pecehan beling saat sedang mebersihkn bagian yang ingin dicangkul dan terdapat tumpukan sampah kotoran yang mau tidak mau kita bersihkan atau mengambil kotoran tersebut dengan tangan .

    b. Pengendalian potensi bahanya:

    Seperti saat sebelum melakukan pekerjaan tersebut pekerja diharuskan mengecek semua peralatan yang hendak di gunakan saat bekerja dan memastikan peralatan tersebut aman digunaka dan dalam kondisi layak pakai dan juga diharusakan menggunakan peralatan safety selengkap mungkin dan yang terpenting menggunaka sepatu safety/sepatu boat khusus saat bekerja walaupun dalam keadaan tanah apapun pekerja bisa memilih sepatu yang ringan saat digunakan jadi tidak berat saat berjalan.juga menggunakan sarung tangan juga menggunakan helm apabila kita tertimpa bagian mata cangkul yang terlepas dari gagangnya dan menjatuhi bagian kepala.

    2. Analisis potensi bahaya penggalian tanah mekanis dengan mengunakan excavator dalam kedalaman 3,00 meter .

    a. potensi bahaya yang ditumbulkannya :

    – potensi bahaya dalam penggalian menggunakan excavator bahayanya tanpa sengaja bagian bucket excvtor mengenai orang – orang yang dekat dengan excavator saat proses pengerjaan berjalan dikarenakan operator excavator dalam keadaan tidak focus dalam mengoprasikan excavator tersebut. juga kemungkinan lain bisa terjadi dikarenakan jarak pandang yang terbatas bagi operator bisa mengakibatkan terjadinya hal tersebut .potensi bahaya kendaraan roda 4 atau roda 2 yang memarkir di sekitar area pengoprasian exsavator akan mengakibatkan kerusakan kendaraan tersebut apabila terkena dan juga terlindas excavator yang seddang dioperasikan .

    – potensi bahaya selanjutnya apabila excavator sedang dalam proses menggali dan paa saat itu mengenai pipa galian pengeboran minyak atau bahkan gas yang mungkin gas tersebut gas yang berbahaya dan beracun yang menimbulakan menyebarnya gas tersebut. Bahkan saat mengali bisa sja terdapat gas alam yang berbahaya dan beracun pada saat proses penggalian berlangsung .

    b. pengendalian potnsi pengendaliannya

    – para pekerja atau pengawas proyek tersebut untuk bisa memastikan bahwa area tersebut tidak ada orang yang dekat sekali dengan excavator tersebut itu bisa dengan memasang tali atau semacam police line disekitar area tempat excavator ber oprasi. walaupun ada satu orang yang biasanya bertugas mendampingi operator dari bawah yang bisa membantu dan memberi arahan atau kode untuk operator yang yang sedang mengoprasikan excavator yang jarak pandangnya terbatas itu bisa dengan cara mengatur jarak seaman mungkin dan tidak dekat sekali dengan excavator yang beroprasi. dan juga perlu adanya pengecekaan bagi operator yang sedang ingin mengoprasikan excavatornya dalam kondisi yang fit, tidak mengantuk dan harus focus dan tidak dalam keaadaan mengkonsumsi alkohol .

    – pengawas atau insperktor lapangan juga dengan operator excavator perlu mengecek dan memastikan di dalam proses penggalian tidak ada pipa galian pengeboran minyak bahkan gas .agar saat pengerjaan tidak terjadi kebocoran pipa galian pengeboran minyk maupun gas.dan apabila terdapat gas alam yang berbahaya yang tidak kita ketahui sebelumnya yang terdapat dalam kedalam galian tertentu secepatnya kita perbaiki atau kita tutup secepat mungkin dengan cara yang ada atau bisa memanggil orang yang khusus dalam menangani hal tersebut.

    NAMA : SRI KUKUH WARDANA
    NIM : 13.11.106.701501.1136
    SEMESTER : V (LIMA)
    KELAS : A (PAGI)

  21. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    a. Analisis potensi bahaya
    -Terpeleset saat berada di sekitar galian tanah.
    -Pekerja terjatuh ke dalam lubang.
    -Runtuhnya dinding samping
    -Jatuhnya bahan-bahan mengenai pekerja yang berada digalian
    -Kurangnya konsentrasi pekerja akibat teriknya panas
    -Berkurangnya udara saat penggalian semakin dalam

    b. Pengendalian potensi bahaya
    -Lakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kondisi tanah
    -Menyediakan Sarana dan Prasana saat pekerja melakukan penggalian di bawah tanah
    -Pemasangan peringatan seperti “AWAS ADA GALIAN”
    -Penahan menggunakan papan agar tidak runtuhnya diding samping
    -Pekerja diberikan APD sesuai dengan standard seperti sepatu safety,kaca mata safety,sarung tangan safety, dan topi safety agar pekerja nyaman dalam bekerja tidak terganggu dengan panasnya terik

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    a. Analisis Potensi Bahaya
    -Longsornya tanah karena tidak stabil kondisi tanah
    -Tergulingya Excavator
    -keadaan tanah yang tidak rata

    b. Pengendalian Potensi Bahaya
    -Pemasangan Slogan K3 seperti “KELUARGA MENUNGGU DI RUMAH”
    -Pengecekan terhadap ketahan tanah yang akan dilewati Excavator
    -Pelatihan terhadap pekerja yang membawa Excavator saat terjadinya longsor
    -Selalu memperhatikan keadaan tanah agar tidak terguling saat keadaan tanah licin yang bisa membuat terguling
    -Diberi peyangga yang kuat agar tidak longsor

    Nama : Monica Ponno Bua
    NIM : 13.11.106.701501.1178
    Semester :V/Lima
    Kelas : A/Pagi

  22. 1.Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    A)Analisis Potensi Bahaya
    1.Dari segi lingkungan dapat menyebabkan kelongsoran.
    2.Terkena material seperti batu, cangkul, dll.
    3.Terkena pipa-pipa yang tertanam.
    4.Terkena paparan sinar matahari secara langsung.
    5.Kelelahan akibat dehidrasi.

    B)Pengendalian Potensi Bahaya
    1.Menggunakan alat pelindung diri.
    2.Diberikan waktu istirahat yang lebih, untuk menghindari pekerja dari kelelahan akibat dehidrasi.
    3.Memperhatikan lingkungan dan cuaca dari perubahan.
    4.Memperhatikan area sekitar lingkungan kerja sebelum melakukan penggalian.
    5.Menyesuaikan area penggalian, jika panas diberikan pelindung sementara dari paparan sinar matahari.

    2.Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakanExcavator untuk pembuatan gedung pondasi dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    A)Analisis Potensi Bahaya
    1.Tertimpa Excavator.
    2.Terkena debu.
    3.Tertimbun material galian.
    4.Tersengat listrik.
    5.Kelelahan karena dehidrasi.
    6.Terjadi kelongsoran.

    B)Pengendalian Potensi Bahaya
    1.Operator Excavator harus memiliki surat izin pengoprasian Excavator.
    2.Menggunakan alat pelindung diri lengkap (Helm, wearpack googles, boot, masker)
    3.Memperhatikan lingkungan sekitar area pengglaian, apakah ada kabel yang tertanam di dalam tanah atau pipas gas.
    4.Diberikan Warning Sign di area penggalian saat excavator sedang beroperasi.
    5.Diberikan waktu istirahat yang cukup agar tidak terjadi kelelelahan akibat dehidrasi.
    6.Sering memperhatikan cuaca dari perubahan yang dapat mengakibatkan longsor.
    7.Memberikan jarak antara excavator dengan tepi galian (5meter)

    Nama : Stevanus Dyanata
    Npm : 13.11.106.701501.1184
    Kelas : A
    Semester : V (Lima)

  23. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.
    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.
    Jawaban :
    1. A. potensi Bahayanya :
    – Pekerja terjatuh ke lubang.
    – Terpeleset.
    – pekerja tersandung.
    – Tanah longsor.
    – Tertimpa alat/material.

    B. pengendalian potensi bahaya :

    – Pembuatan tembok sementara dari bambu untuk menahan tanah.
    – Memasang rambu hati-hati pada lokasi galian tanah.
    – Gunakan APD khusus
    – Kondisi tanah harus dipantau secara terus menerus terhadap adanya perubahan.
    – Tanah harus dibersihkan dari pohon, batu besar dan rintangan lain.
    – Material dan perlatan harus diletakkan berjauhan dari pinggir jalan.

    2. A. potensi Bahayanya :
    – Tertimbun longsoran.
    – Menghirup gas beracun.
    – Menghirup debu/kotoran.
    – tenggelam/terkena air banjir.
    – Excavator terguling.
    – Pondasi gedung yang roboh.
    – Tersengat listrik.
    B. pengendalian potensi bahaya:

    – Stabilitas tanah harus diuji dahulu sebelum dilakukan penggalian.
    – Melakukan pemeriksaan atas segala instalansi bawah tanah.
    – Prasarana umum harus dimatikan atau diputuskan alirannya, apabila tidak bisa maka prasarana tersebut harus dipagari, ditarik ke atas atau dilindungi.
    – Galian bebas dari air.
    – Ada jalan keluar untuk menyelamatkan diri.
    – Ventilasi mekanis harus disediakan.
    – Tindakan penceghan harus diambil untuk melindungi runtuhnya bangunan.

    Nama : Achmad Nafi Arrijal
    NIM : 13.11.109.701501.1168
    Semester : V
    Kelas : A

  24. TUGAS 3 KESELAMATAN KONSTRUKSI

    1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembutan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter
    A. Analisis Potensi Bahaya
    – Di lihat dari gambar tersebut pekeja galian tidak telihat memakai sepatu safety saat melakukan penggalian
    – Kaki pekerja bisa saja terkena cangkul saat melakukan penggalian
    – Tangan pekerja bisa luka saat mencangkul karena tidak memakai sarung tangan
    – Mata cangkul bisa saja lepas karena tidak ada pemeriksaan alat sebelum bekerja
    – Tidak memakai helm safety saat bekerja
    – Mata bisa tekena lemparan tanah galian saat mengayunkan cangkul ke atas
    B. Pengendalian Potensi Bahaya
    – Sebaiknya pekeja memakai sepatu safety atau sepatu boat saat melakukan penggalian tanah agar mengurangi potensi bahaya terkena cangkul saat melakukan penggalian tanah kedalaman 1,20 meter
    – Lebih baik pekerja menggunakan sarung tangan khusus menggali agar tangan tidak terluka memegang cangkul saat menggali tanah
    – Seharusnya pekerja memeriksa keamanan dan kelayakan perkakas yang akan di pakai saat bekerja
    – Seharusnya pengawas atau inspector memeriksa perlengkapan safety yang akan di gunakan oleh pekerja dan harus memastikan pekerja memakai perlengkapan sesuai standar yang telah di tentukan

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter
    A. Analisis Potensi Bahaya
    – Pada saat operator Excavator melakukan pengglin tanah Bucket Excavator bisa saja mengenai orang yang ada di sekitar area penggalian tanah
    – Ketika melakukan penggalian tanah dengan kedalaman 3,00 meter bisa saja di dalam terdapat gas alam atau pipa-pipa yang berbahaya dan beracun
    B. Pengendalian Potensi Bahaya
    – Seharusnya pengawas atau inspector memasang garis police line agar tidak ada pekerja atau orang yang berlalulalang melewati area penggalian tanah yang sedang berlangsung
    – Seharusnya sebelum penggalian di mulai harus melakukan pemetaan lahan area yang akan di gali dan memastikan area tersebut tidak terdapat gas alam atau pipa-pipa yang berbahaya bagi lingkungan sekitar dan beracun

    Nama : Graceman Roberto Sinaga
    NIM : 13.11.106.701501.1185
    Semester : V (Lima)
    Kelas : A (Pagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s