SAFETY PRIME

Engineering Safety

[151007] Tugas 3 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas B1 (Sore) 2015

39 Comments

Bata ringan

Kepada Mahasiswa D4K3 Semester V Kelas B1 (Sore) 2015.

Berdasarkan gambar diatas, Anda diminta untuk membuat: (a) analisis potensi bahaya; dan (b) pengendalian potensi bahaya; untuk jenis pekerjaan konstruksi pemasangan batu bata merah, dengan ketentuan seperti tercantum dibawah ini.

  1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.
  2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

Cantumkan Nama, NIM, Semester, dan Kelas Anda diakhir tugas Anda.

Posting Tugas Anda ini dengan cara klik pada bagian judul diatas, lalu ketik tugas Anda pada kotak “Leave a Reply“, selanjutnya masukkan alamat e-mail dan nama Anda pada kotak yang disediakan, dan terakhir jangan lupa klik “POST COMMENT”.

Batas akhir posting adalah:

  • Hari Rabu, tanggal 07 Oktober 2015 pukul 23:59 wita.

Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dimuat pada website ini dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.

Tugas yang anda kerjakan TIDAK boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain dalam kelas yang sama. Bila ditemukan ada kesamaan antara 2 tugas atau lebih, maka kesemua tugas yang sama tersebut tidak akan diberikan penilaian.

Sistem penilaian tugas ini:
Tugas dikerjakan dengan benar, rinci dan akurat, serta diposting pada hari:

  • H       — Nilai C
  • H -1   — Nilai C+
  • H -2   — Nilai B
  • H -3   — Nilai B+
  • H -4   — Nilai A
  • Lewat waktu — Nilai 0 (Nol)

Selamat mengerjakan tugas, semoga berhasil.

Advertisements

39 thoughts on “[151007] Tugas 3 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas B1 (Sore) 2015

  1. Tugas 3. Pekerjaan konstruksi pemasangan batu bata merah

    1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian rumah sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah

    a. Analisis Potensi Bahaya :
    – Kompetensi pekerja (bekerja tanpa ijin, tidak sesuai prosedur, scaffolder tidak bersertifikat, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri).
    – Terdapat saluran jalur kabel listrik di area pemasangan batu bata.
    – Terdapat bahaya biologi seperti bakteri, kalajengking, serangga.
    – Gangguan cuaca (panas, angin kencang, hujan).
    – Gelap/ penerangan tidak memadai.
    – Debu-debu dan partikel dari pasir dan semen.
    – Material yang bertebaran di sekitar area pemasangan batu bata.
    – Material terjatuh dari perancah/ scaffold.
    – Pemasangan batu bata miring tidak sesuai prosedur
    – Adanya pekerja atau orang lain yang tidak berkepentingan berlalu lalang di area pekerjaan.
    – Perancah/ scaffold tidak dipasang dengan benar, komponen-komponen perancah/ scaffold dalam kondisi tidak memadai/ tidak layak pakai.
    – Tidak ada pagar pembatas pada perancah/ scaffold untuk perlindungan jatuh.
    – Permukaan tanah untuk perancah/ scaffold yang tidak stabil dan tidak rata.
    – Kondisi body harness untuk digunakan pada saat pemasangan batu bata di ketinggian lebih dari 1,80 meter yang tidak bagus/ tidak layak pakai.
    – Kondisi tangga yang tidak standar (untuk akses naik dan turun di area pemasangan batu bata dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter) dan peletakan tangga di permukaan tanah yang tidak rata.
    – Titik jepit pada katrol untuk mengangkat material di ketinggian 1,80 – 3,00 meter.
    – Pergerakan dari alat pemotong batu bata
    – Ergonomi/ pergerakan pekerja (gerakan yang monoton secara terus menerus pada saat pemasangan bata, seperti jongkok, membungkuk, berdiri selama ±3 jam ).
    – Pengaturan jam kerja yang melebihi 8 jam

    b. Pengendalian Potensi Bahaya :
    – Memilih pekerja yang ahli dan berkompeten sesuai bidangnya dalam pekerjaan konstruksi pemasangan batu bata, scaffolder berkompeten dan memiliki sertifikat.
    – Pekerja harus terlatih dalam menggunakan Sistem Peralatan Pelindung Jatuh.
    – Pemeriksaan awal area kerja untuk memastikan tidak ada material yang bertebaran di sekitar area pemasangan batu bata.
    – Pemeriksaan kondisi batu bata yang digunakan (tidak rapuh dan ukuran sama), pemeriksaan bahan-bahan (semen, pasir, air, dll) dan peralatan kerja lain (alat pemotong batu bata, tali, katrol, dll) harus sesuai standar dan kondisi bagus.
    – Pemeriksaan awal terhadap jaringan kabel listrik, yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja selama waktu pekerjaan.
    – Memastikan area di sekitar kerja aman dengan melakukan pemeriksaan terhadap unsur bahaya biologi seperti bakteri, kalajengking, serangga.
    – Tidak bekerja pada saat cuaca hujan dan angin kencang terutama pada saat proses pemasangan dan pembongkaran perancah/ scaffold.
    – Memberi penerangan yang cukup terutama selama jam-jam/ waktu gelap.
    – Memberikan pelatihan kepada pekerja pemasang batu bata yang bekerja di ketinggian lebih dari 1,80 meter dalam menggunakan Sistem Peralatan Pelindung Jatuh: body harness, anchorage, lifelibody.
    – Pemasangan dan pembongkaran perancah/ scaffold harus dilalukan oleh orang yang terlatih.
    – Perancah/ scaffold dipasang tidak terlalu jauh dengan dinding yang dipasang, tidak memasang perancah/ scaffold yang bersinggungan langsung dengan dinding yang baru dipasang untuk menghindari kerobohan dinding.
    – Memastikan scaffold dalam kondisi yang aman dan layak untuk digunakan. Seperti : memasang perancah/ scaffold di permukaan yang rata dan kokoh, memasang guard rails (pegangan tangan) pada perancah/ scaffold, papan (planks) harus kuat dan menutup minimal 3/4 bagian dari luas lantai kerja, dan terkait kuat pada struktur perancah/ scaffold, dan seluruh komponen pada perancah/ scaffold sesuai dengan standar.
    – Body harness terpasang pada perancah/ scaffold.
    – Menggunakan body harness dengan shock-absorbing lanyard atau self retracting lifeline/ fall militer. Dengan ketinggan sampai dengan 3 meter dan dibawah 5,6 meter, shock absorber tidak wajib digunakan untuk mencegah potensi terhempas di permukaan tanah apabila terjatuh pada saat menggunakan body harness.
    – Memasang tangga di permukaan yang rata dan memastikan kondisi tangga sesuai dengan standar, pekerja menggunakan handrail dan memperhatikan 3 titik tumpu pada saat menaiki tangga.
    – Material yang diangkat dengan katrol harus sesuai kapasitas/ batas aman pengangkatan dan tali pada katrol dalam kondisi yang bagus dan layak digunakan.
    – Melakukan pengecoran kolom pada pada setiap ketinggian tertentu (sekita 1,20 – 1,50 meter) untuk mencegah runtuhnya pemasangan batu bata, dan pengecoran dilakukan setelah batu bata yang dipasang mengering.
    – Memasang warning sign dan barikade agar orang-orang yang tidak berkepentingan tidak berlalu lalang di area pemasangan batu bata .
    – Membuat Surat ijin kerja, Risk Assessment/ Job Safety Analysis sebelum bekerja
    – Melakukan safety talks sebelum melakukan pekerjaan,
    – Sosialisasi mengenai Job Safety Analysis, sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri, sosialisasi tentang perancah/ scaffold serta sistem perlindungan jatuh, sosialisasi SOP terkait pekerjaan pemasangan batu bata.
    – Pengaturan jam kerja yang tepat dan jam istirahat yang cukup sehingga pekerja tidak mengalami fatigue.
    – Penyediaan Alat Pelindung Diri yang standar seperti safety shoes/ boot, safety helmet, safety glass, hand gloves, dusk mask, body harness.

    2. Pekerjaan pemasangan batu bata merah untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter dari permukaan tanah.

    a. Analisis Potensi Bahaya :
    – Kompetensi pekerja (bekerja tanpa ijin, tidak sesuai prosedur, scaffolder tidak bersertifikat, tidak menggunakan Alat Pelindung Diri).
    – Terdapat saluran jaringan kabel listrik di ketinggian lebih dari 4 meter.
    – Terdapat bahaya biologi seperti laba-laba, serangga.
    – Gangguan cuaca (panas, hujan, angin kencang).
    – Gelap/ penerangan tidak memadai.
    – Debu-debu dan partikel dari pasir dan semen.
    – Material yang bertebaran di sekitar area pemasangan batu bata.
    – Material terjatuh dari perancah/ scaffold.
    – Pemasangan batu bata miring.
    – Adanya pekerja atau orang lain yang tidak berkepentingan berlalu lalang di area pekerjaan.
    – Perancah/ scaffold tidak dipasang dengan benar, komponen-komponen perancah/ scaffold dalam kondisi tidak memadai/ tidak layak pakai, seperti : platform licin, pipa scaffold berkarat, bengkok, permukaan tanah untuk perancah/ scaffold yang tidak stabil dan tidak rata.
    – Tidak ada pagar pembatas pada perancah/ scaffold untuk perlindungan jatuh.
    – Kondisi full body harness untuk digunakan pada saat pemasangan batu bata di ketinggian lebih dari 1,80 meter yang tidak bagus/ tidak layak pakai.
    – Kondisi tangga yang tidak standar (untuk akses naik dan turun di area pemasangan batu bata dengan ketinggian diatas 3,00 meter).
    – Titik jepit pada alat mekanis untuk mengangkat material di ketinggian.
    – Ergonomi/ pergerakan pekerja (gerakan yang monoton secara terus menerus pada saat pemasangan bata, seperti jongkok, membungkuk, berdiri selama ±3 jam ).
    – Pengaturan jam kerja yang melebihi 8 jam.

    b. Pengendalian Potensi Bahaya :
    – Memilih pekerja yang ahli dan berkompeten sesuai bidangnya dalam pekerjaan konstruksi pemasangan batu bata, scaffolder berkompeten dan memiliki sertifikat.
    – Pekerja harus terlatih untuk bekerja di ketinggian dan menggunakan Sistem Peralatan Pelindung Jatuh
    – Pemeriksaan awal area kerja untuk memastikan tidak ada material yang bertebaran di sekitar area pemasangan batu bata merah
    – Pemeriksaan kondisi batu bata yang digunakan (tidak rapuh dan ukuran sama), pemeriksaan bahan-bahan (semen, pasir, air, dll) dan peralatan kerja lain (alat pemotong batu bata, alat mekanis pengangkat material) harus sesuai standar dan kondisi bagus.
    – Pemeriksaan awal terhadap jaringan kabel listrik, yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja selama waktu pekerjaan. Pada ketinggian diatas 3 meter yang mengenai kabel tegangan tinggi, harus memperoleh izin dari petugas kelistrikan.
    – Memastikan area di sekitar kerja aman dengan melakukan pemeriksaan terhadap unsur bahaya biologi seperti laba-laba, serangga.
    – Tidak bekerja pada saat cuaca hujan dan angin kencang terutama pada saat proses pemasangan perancah/ scaffold.
    – Memberi penerangan yang cukup terutama selama jam-jam/ waktu gelap.
    – Pemasangan dan pembongkaran perancah/ scaffold harus dilalukan oleh orang yang terlatih
    – Perancah/ scaffold dipasang tidak terlalu jauh dengan dinding yang dipasang, tidak memasang perancah/ scaffold yang bersinggungan langsung dengan dinding yang baru dipasang untuk menghindari kerobohan dinding.
    – Memastikan scaffold dalam kondisi yang aman dan layak untuk digunakan. Seperti : memasang perancah/ scaffold di permukaan yang rata dan kokoh, memasang guard rails (pegangan tangan) pada perancah/ scaffold, papan (planks) harus kuat dan menutup minimal 3/4 bagian dari luas lantai kerja, dan terkait kuat pada struktur perancah/ scaffold, dan seluruh komponen pada perancah/ scaffold sesuai dengan standar.
    – Body harness terpasang pada perancah/ scaffold
    – Menggunakan jaring/ jala pengaman yang sesuai standar dibawah perancah/ scaffold untuk mencegah material jatuh.
    – Memasang tangga di permukaan yang rata dan memastikan kondisi tangga sesuai dengan standar, pekerja menggunakan handrail dan memperhatikan 3 titik tumpu pada saat menaiki tangga.
    – Material yang diangkat dengan alat mekanis sesuai kapasitas/ batas aman pengangkatan dan dalam kondisi yang bagus dan layak digunakan
    – Melakukan pengecoran pada setiap ketinggian tertentu (sekita 1,20 – 1,50 meter) untuk mencegah runtuhnya pemasangan batu bata, dan pengecoran dilakukan setelah batu bata yang dipasang mongering.
    – Memberikan pelatihan kepada pekerja pemasang batu bata yang bekerja di ketinggian lebih dari 1,80 meter dalam menggunakan Sistem Peralatan Pelindung Jatuh: anchorage, lifeline dan body harness.
    – Memasang warning sign dan barikade agar orang-orang yang tidak berkepentingan tidak berlalu lalang di area pemasangan batu bata .
    – Membuat Surat ijin kerja, Risk Assessment/ Job Safety Analysis sebelum bekerja
    – Melakukan safety talks sebelum melakukan pekerjaan,
    – Sosialisasi mengenai Job Safety Analysis, sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri, sosialisasi tentang perancah/ scaffold serta sistem perlindungan jatuh, sosialisasi SOP terkait pekerjaan pemasangan batu bata.
    – Pengaturan jam kerja yang tepat dan jam istirahat yang cukup sehingga pekerja tidak mengalami fatigue.
    – Penyediaan Alat Pelindung Diri yang standar seperti safety shoes/ boot, safety helmet, safety glass, hand glove, dusk mask, full body harness.

    Nama : Pebriyanti
    NPM : 13.11.106.701501.0841
    Kelas : B1 (Sore)
    Semester : 5

  2. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

    a. Analisis potensi bahaya
    • Ketinggian
    • Pemasangan profil pondasi
    • Debu
    • Cuaca
    • Perilaku tidak aman
    • Paparan zat yang terkandung dalam semen

    b. Control pengendalian
    – Ketinggian
    Control/pengendalian
    • Subtitusi : mengganti tangga kayu dengan scaffolding
    • Adminstrasi : membuat SOP bekerja diketinggian, Semua peralatan Penahan dan Pencegah Jatuh serta Peralatan Pendukung harus dalam kondisi baik dan sudah diinspeksi sebelum digunakan.
    • PPE : Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker) dan Full body harness.

    – Pemasangan profil pondasi/patok
    Control/ pengendalian
    • Isolasi : mengisolasi lokasi pekerjaan Menyiapkan lokasi pembuatan pondasi harus sudah bersih dan siap dibangun.
    • Administrasif : Mengindentikasi kembali seluruh profil pemasangan pekerjaan dasar pasangan bata yang telah selesai sesuai dengan gambar kerja.
    • PPE : Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker).

    – Debu
    Control/pengendalian :
    • Isolasi = Menyiram Jalanan disekitar area kerja tersebut dengan air.
    • PPE = Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker.
    – Cuaca
    Control/pengendalian:
    • Eliminasi : Pemberhentian pekerjaan bila cuaca terlihat mendung/hujan.
    • Isolasi : mengisolasi tempat beristirahat kerja jauh dari paparan lngsung terik matahari.
    • Memberikan istirahat kerja yang cukup.

    – Perilaku Tidak Aman
    • Subtitusi = mengganti pekerjja yang tidak berpengalaman dengan merekrut pekerja yang ahli dibidangnya.
    • Training = Memberi pelatihan Kepada pekerja sebelum pekerjaan itu dimulai, memberikan safety talk sebelum melakukan pekerjaan.
    • Adminitrasif = Pastikan sudah memiliki Surat Ijin Kerja untuk bekerja di ketinggian, jika pekerja yang ahli dibidangnya melampirkan sertifikat training yang pernah diikuti,memasang rambu k3
    • PPE = Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker) dan Full body harness.
    – Paparan zat yang terkandung dalam semen
    Control/ pengedalian =
    • Subtitusi : pekerjaan mengaduk semen dengan sekop diganti dengan mesin molen karena bekerjanya dari permukaan tanah .
    • PPE = Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker) dan Full body harness

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.
    a. Analisis potensi bahaya
    • Ketinggian
    • Cuaca yang berubah-ubah
    • Peralatan dan material yang digunakan
    • Perilaku tidak aman
    • Paparan zat yang terkandung dalam semen
    • Debu

    b. Control/ pengendalian
    – Ketinggian
    Bahaya Ketinggian berisiko terjadinya terjatuh dan terpeleset

    Control/pengendalian :
    • Subtitusi : mengganti tangga dengan menggunakan scaffolding yang standar.
    • Administrasif: Membuat SIKA bekerja diketinggian, Membuat JSA pepamasangan dinding bata di gedung bertingkat, Membuat SOP bekerja diketinggian, Semua peralatan Penahan dan Pencegah Jatuh serta Peralatan Pendukung harus dalam kondisi baik dan sudah diinspeksi sebelum digunakan, Semua peralatan pendukung sesuai dengan persyaratan standard, dan dididirikan atau dioperasikan oleh orang yang berkompeten, merekrut pekerja K3 (safety man)
    • PPE : Memakai APD (Safety Shoes, cover all, Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker) dan Full body harness.

    – Cuaca yang berubah-ubah yang berisiko hujan atau terik matahari

    Control/pengendalian:
    • Eliminasi : Pemberhentian pekerjaan bila cuaca terlihat mendung/hujan.
    • Isolasi : mengisolasi tempat beristirahat kerja jauh dari paparan lngsung terik matahari.
    • Memberikan istirahat kerja yang cukup.

    – Peralatan dan material yang digunakan
    Control/pengendalian :
    • Subtitusi = mengganti material bata yang rendah dengan material bata yang sudah standar, Semen yang dipakai untuk pekerjaan ini harus memenuhi syarat-syarat yang memenuhi mutu persyaratan Standard Industri Indonesia (SII) tidak diperkenankan semen (semen bekas atau yang sejenis) atau semen yang sudah lewat masa berlakunya.
    • Isolasi : Pekerjaan membersihkan lokasi Memindahkan benda yang akan menghambat proses pekerjaan,Membuat penerangan dan sarana kebersihan seperti lampu dan tersedianya air.

    – Perilaku tidak aman
    Control/ penendalian
    • Subtitusi = mengganti pekerjja yang tidak berpengalaman dengan merekrut pekerja yang ahli dibidangnya.
    • Training = Memberi pelatihan Kepada pekerja sebelum pekerjaan itu dimulai, memberikan safety talk sebelum melakukan pekerjaan.
    • Adminitrasif = Pastikan sudah memiliki Surat Ijin Kerja untuk bekerja di ketinggian, jika pekerja yang ahli dibidangnya melampirkan sertifikat training yang pernah diikuti,memasang rambu k3
    • PPE = Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker) dan Full body harness.

    – Paparan zat yang terkandung dalam semen
    Control/ pengedalian =
    • Subtitusi : pekerjaan mengaduk semen dengan sekop diganti dengan mobil molen karena bekerja di ketinggian di atas 3 meter.
    • PPE = Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker) dan Full body harness

    – Debu
    • Isolasi = Menyiram Jalanan disekitar area kerja tersebut dengan air.
    • PPE = Memakai APD (Safety Shoes,Overall,Sarung tangan, Glasses Safety,Helmet,Masker) dan Full body harness

    Nama : Tri Wulan Amelia
    Kelas : B1
    Semester : 5
    NPM : 13.11.106.701501.0863

  3. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

    A. Analisa potensi bahaya
    – Jatuh dari ketinggian karena mengunakan alat bantu berkerja di ketinggian yang tidak sesuai dan tidak standar
    – Postur kerja yang tidak sesuai dan tidak alami
    – Debu yang dihasilkan dari material bangunan yang digunakan yaitu bata ringan dan semen
    – Tertimpa material bangunan (bata ringan) yang di gunakan
    – Tidak mengunakan APD saat bekerja seperti Masker, sepatu, sarung tangan, dan Kacamata.
    – Jam kerja yang melebihi jam kerja normal karena diburu waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
    – Meletakan bahan material bangunan yang digunakan di tempat yang mudah terjatuh dan susah di jangkau pekerja

    B. Pengendalian potensi bahaya
    – Menggunakan alat bantu bekerja di ketinggian seperti scaffolding
    – Postur tubuh yang sesuai dan alami saat bekerja saperti tidak terlalu lama membungkuk dan tidak dalam posisi jongkok terlalu lama dalam bekerja
    – Mengatur jam kerja tidak lebih dari 8 jam per hari agar pekerja tidak kelelahan dan kurang fokus akibat jam kerja yang tidak normal
    – Meletakan bahan material bangunan yang di gunakan di tempat yang tidak menyebabkan material bangunan jatuh dan ditempat yang mudah di jangkau pekerja
    – Menggunakan APD yang sesuai dengan pekerjaan seperti Masker, sepatu, sarung tangan, dan Kacamata untuk melindungi pekerja dari debu dan tertimpa bahan bangunan

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

    A. Analisa potensi bahaya
    – Jatuh dari ketinggian karena tidak mengunakan alat bantu berkerja di ketinggian yang tidak sesuai dan tidak standar
    – Postur kerja yang tidak sesuai dan tidak alami
    – Tidak ada fall protection sistem untuk melindungi pekerja jatuh dari ketinggian
    – Debu yang dihasilkan dari material bangunan yang digunakan yaitu bata ringan dan semen
    – Tertimpa material bangunan (bata ringan) yang di gunakan
    – Tidak mengunakan APD saat bekerja seperti Masker, sepatu, sarung tangan, dan Kacamata.
    – Jam kerja yang melebihi jam kerja normal karena diburu waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu
    – Meletakan bahan material bangunan yang digunakan di tempat yang mudah terjatuh dan susah di jangkau pekerja

    B. Pengendalian potensi bahaya
    – Menggunakan alat bantu bekerja di ketinggian seperti scaffolding
    – Menggunakan fall protection sistem saat bekerja di ketinggian seperti full body harness
    – Postur tubuh yang sesuai dan alami saat bekerja saperti tidak terlalu lama membungkuk dan tidak dalam posisi jongkok terlalu lama dalam bekerja
    – Mengatur jam kerja tidak lebih dari 8 jam per hari agar pekerja tidak kelelahan dan kurang fokus akibat jam kerja yang tidak normal
    – Menggunakan APD yang sesuai dengan pekerjaan seperti Masker, sepatu, sarung tangan, dan Kacamata untuk melindungi pekerja dari debu dan tertimpa bahan bangunan
    – Meletakan bahan material bangunan yang di gunakan di tempat yang tidak menyebabkan material bangunan jatuh dan ditempat yang mudah di jangkau pekerja
    – Membuat SOP tentang tata cara bekerja aman di ketinggian
    – Melakukan pengawasan terhadap pekerja yang bekerja di ketinggian

    Nama : Mohamad Imam

    NPM : 13.11.106.701501.0842

    Semester : 5

    Kelas : B1

  4. 1. Pekerja pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.
    A. Analisis potensi bahaya,
     Persiapan kerja :
    • Pengaturan jam kerja
    • Konstruktur tanah
    • Peletakan material bangunan
    • Peletakan peralatan bangunan
    • Pemilihan bahan bangunan yang tidak memenuhi standar
    • Pekerja yang tidak memakai APD lengkap
    • Cuaca
    • Faktor Biologi (Serangga)

     Proses pencampuran bahan bagunan :
    • Debu
    • Genangan air
    • Faktor Fisika (Pergerakan mesin untuk pengadukan semen)
    • Titik jepit
    • Ergonomi

     Proses pemasangan bata ringan :
    • Ketinggian
    • Scaffolholding yang tidak standar
    • Gaya Grafitasi (terjatuhnya bahan material bangunan)
    • Ergonomo

    B. Penggendalian potensi bahaya,
     Membuat aturan jam kerja bagi para pekerja bangunan.
     Pengecekan lokasi bangunan yang akan dikerjakan.
     Melaksanakan brefing sebelum bekerja agar mengetahui evaluasi dan planing kerja.
     Pemeriksaan material bangunan.
     Melaksanakan Hosekeeping sebelum bekerja.
     Mengecek Scaffolholding sebelum digunakan.
     Penyediaan APD lengkap bagi para pekerja.
     Bekerja saat kondisi cuaca baik.
     Pembuatan SOP untuk semua peralatan yang bergerak.

    2. Pekerja pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

    A. Analisis potensi bahaya,
     Persiapan kerja :
    • Pengaturan jam kerja
    • Konstruktur tanah
    • Peletakan material bangunan
    • Peletakan peralatan bangunan
    • Pemilihan bahan bangunan yang tidak memenuhi standar
    • Pekerja yang tidak memakai APD lengkap
    • Cuaca
    • Faktor Biologi (Serangga)
    • Keluar masuknya kendaraan alat berat

     Proses pencampuran bahan bagunan :
    • Debu
    • Genangan air
    • Faktor Fisika (Pergerakan mesin untuk pengadukan semen)
    • Titik jepit
    • Ergonomi

     Proses pemasangan bata ringan :
    • Ketinggian (Body harness)
    • Scaffolholding yang tidak standar
    • Gaya Grafitasi (terjatuhnya bahan material bangunan)
    • Ergonomo

    B. Penggendalian potensi bahaya,
     Membuat aturan jam kerja bagi para pekerja bangunan.
     Pengecekan lokasi bangunan yang akan dikerjakan.
     Melaksanakan brefing sebelum bekerja agar mengetahui evaluasi dan planing kerja.
     Pemeriksaan material bangunan.
     Melaksanakan Hosekeeping sebelum bekerja.
     Mengecek Scaffolholding sebelum digunakan.
     Penyediaan APD lengkap bagi para pekerja.
     Bekerja saat kondisi cuaca baik.
     Pembuatan SOP untuk semua peralatan yang bergerak.
     Pemasangan Rambu-rambu keluar masuk kendaraan.
     Pemasangan Body harness.

    Nama : Ratih Cahyu Kurniawati
    NPM : 13.11.106.701501.0840
    Semester : 5 (Lima)
    Kelas : B1

  5. Tugas 3. Pekerjaan konstruksi pemasangan batu bata merah
    1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian rumah sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah

    a. Analisis Potensi Bahaya :
    Faktor fisik :
    -cuaca panas dan hujan
    -konstruktur tanah
    Faktor ergonomi :
    -berdiri membungkuk terlalu lama pada saat memasang bata
    -naik ke atas tanpa alat pengaman
    Faktor psikososial:
    -Jam kerja yang lama/ istirahat kurang
    Faktor kimia:
    -debu yang berasal dari bahan-bahan bangunan
    Pelindung diri:
    – Scaffolholding yang tidak standar
    -tergores alat bangunan
    -tidak menggunakan APD lengkap

    B. Penggendalian potensi bahaya,
    -memilih pekerja yang benar-benar ahlinya atau berkompeten
    -pengaturan jam kerja dan jam istirahat yang cukup
    -memalakukan safety talks sebelum pekerjaaan
    -tidak bekerja pada cuaca hujan dan angin kencang
    -pengecekan scatffolholding sebelum digunakan
    -pemasangan scaffold dipasang tidak terlalu jauh dari dinding yang di kerjakan
    -membuat surat ijin kerja atau JSA sebelum bekerja
    -penyedian alat pelindung diri (APD) yang standar

    2. Pekerja pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.
    a.Analisis Potensi Bahaya
    Faktor fisik :
    -cuaca panas, hujan dan angin kencang
    -konstruktur tanah
    Faktor fisika:
    -pergerakan mesin pengaduk semen
    -pergerakan kendaraan berat
    -peletakan material bangunan
    Faktor ergonomi :
    -berdiri membungkuk terlalu lama pada saat memasang bata
    -naik ke atas tanpa alat pengaman
    Faktor psikososial:
    -Jam kerja yang lama/ istirahat kurang
    Faktor kimia:
    -debu yang berasal dari bahan-bahan bangunan
    Pelindung diri:
    – Scaffolholding yang tidak standar
    -tidak menggunakan APD lengkap

    B.penggendalian potensi bahaya
    – memilih pekerja yang benar-benar ahlinya atau berkompeten
    -pengaturan jam kerja dan jam istirahat yang cukup
    -memalakukan safety talks sebelum pekerjaaan
    -mem=ngunakan jarring atau jala yang sesuai standar
    -tidak bekerja pada cuaca hujan dan angin kencang
    -pengecekan scatffolholding sebelum digunakan
    -pemasangan scaffold dipasang tidak terlalu jauh dari dinding yang di kerjakan
    Memberi pelatihan pada pekerja pemasangan batu bata dan pekerja di ketinggian
    -membuat surat ijin kerja atau JSA sebelum bekerja
    -penyedian alat pelindung diri (APD) yang standar

    Nama: Ade Kharisma
    NPM : 13.11.106.70150.0853
    Kelas : Sore (B1)
    Semester : V (Lima)

  6. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

    Analisis potensi bahaya :

    – Tempat pijakan kaki tidak standar
    – Debu
    – Kondisi tanah tidak rata
    – Tidak memakai APD yang lengkap
    – Stress kerja
    – Posisi kerja
    – Jam kerja
    – Bakteri dan binatang kecil
    – Terjatuh
    – Tertimpa material

    Pengendalian potensi bahaya:

    – Mengganti pijakan kaki yang terbuat dari kayu dengan scaffolding
    – Menggunakan body harness
    – Memberikan pengarahan K3 sebelum bekerja
    – Memberikan JSA / SOP kepada pekerja
    – Mengatur jam kerja yang sesuai ( 8 jam / hari atau 40 jam /minggu )
    – Menggunakan pakaian panjang dan bersih
    – Menerapkan ergonomi
    – Menggunakan APD yang standar dan lengkap ( sepatu safety, sarung tangan, masker, helm, kacamata )

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

    Analisis potensi bahaya:

    – Tempat pijakan kaki tidak standar
    – Debu
    – Kondisi tanah tidak rata
    – Tidak memakai APD yang lengkap
    – Stress kerja
    – Posisi kerja
    – Jam kerja
    – Bakteri dan binatang kecil
    – Terjatuh
    – Tertimpa material

    Pengendalian potensi bahaya :

    – berikan pengarahan K3 sebelum bekerja
    – Mengganti pijakan kaki yang terbuat dari kayu dengan scaffolding
    – Menggunakan katrol konstruksi hoist untuk mengangkat material
    – Memberikan JSA / SOP kepada pekerja
    – Mengatur jam kerja yang sesuai ( 8 jam / hari atau 40 jam /minggu )
    – Menggunakan pakaian panjang dan bersih
    – Menerapkan ergonomi
    – Menggunakan sepatu safety, sarung tangan, masker, helm, kacamata, full body harness

    Nama : Sa’diyah putri R
    Kelas : B1
    Semester : V ( lima )
    NPM : 13.11.106.701501.0839

  7. Analisa potensi bahaya dan penanggulangan berdasarkan gambar di atas antara lain :
    1. a. Potensi bahaya : ember yang berada di atas susunan batu bata.
    b. Pengendalian potensi bahaya : seharusnya ember di taruh di atas scaffolding agar tidak terjatuh dan tertimpa pekerja lain atau campuran semen yang berada pada ember tidak terbuang sehingga bisa menghemat cost yang keluar, Referensi (PERMENAKERTRANS No. PER 01/ MEN 1980, Pasal 1 e, f, g, h).
    2. a. Potensi bahaya : Struktur scaffolding yang rapuh.
    b. Pengaendalian potensi bahaya : seharusnya struktur scaffolding tersebut diberi lantai papan kuat dan rapat, dan lantai perancah harus di beri pagar pengaman apabila tinggi lebih dari 2 meter agar mengurangi potensi jatuhnya pekerja tersebut, refernsi (PERMENAKERTRANS No. PER 01/MEN 1980, Pasal12).
    3. a. Potensi Bahaya : Pekerja yang tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri)
    b. Pengendalian potensi bahaya : seharusnya dalam pekerjaan konstruksi pekerja tersebut menggunakan APD yaitu kaos tangan dan safety shoes untuk mengurangi keparahan cedera jika terjadi insiden terjepit batu bata atau tertindas batu bata, referensi (Occupational Safety & Welfare Act 1984 , Section 19, 20,).
    Nama : Muhammad Al Nurizzati
    NIM : 13.11.106.701501.0870
    Semester : 5 (Lima)
    Kelas : B1

    • Analisis yang Anda lakukan masih belum lengkap dan tidak sistematis. Perbaiki kembali analisis Anda secara lengkap dan sistematis, lihat analisis dari rekan-rekan Anda yang sudah disetujui sebagai acuan. Klik “Reply” dibawah ini untuk melakukan perbaikan.

      • Hasil analisa bahaya dan cara penanggulangan pada gambar di atas

        1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

        a. Bahaya :
        – Struktur scaffolding yang tidak sesuai standar
        – Debu dari hasil konstruksi yang berbahaya bagi sistem pernapasan pekerja
        – Letak alat konstruksi yang rentan jatuh dan mengenai pekerja lain
        – Posisi pekerja yang tidak ergonomi yang bisa menyebabkan muskuluskeletal disorder
        – Kurangnya pengetahuan pekerja tentang keselamatan & kesehatan kerja pada pekerjaan konstruksi
        – Pekerja yang tidak memakai alat pelindung diri (APD) seperti helm, sarung tangan, sepatu safety, dan safety glasses, masker.

        b. Pengendalian bahaya :
        – Scaffolding di ganti dengan scaffolding yang sesuai standar untuk menghindari potensi jatuhnya pekerja
        – Diadakan pembagian masker pada pekerja yang bekerja di area konstruksi tersebut untuk mengurangi potensi penyakit ISP (Infeksin saluran pernapasan) pada pekerja
        – Di letakannya alat konstruksi di tempat yang aman seperti di scaffholding untuk menghindara jatuhnya alat tersebut
        – Memberikan training pada pekerja
        – Di berikannya APD untuk pekerja jika perlu memakai work permit untuk para pekerja jika safety tidak lengkap dilarang bekerja.

        2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

        a. Bahaya :
        – Struktur scaffolding yang tidak sesuai standar
        – Debu dari hasil konstruksi yang berbahaya bagi sistem pernapasan pekerja
        – Letak alat konstruksi yang rentan jatuh dan mengenai pekerja lain
        – Posisi pekerja yang tidak ergonomi yang bisa menyebabkan muskuluskeletal disorder
        – Kurangnya pengetahuan pekerja tentang keselamatan & kesehatan kerja pada pekerjaan konstruksi
        – Pekerja yang tidak memakai alat pelindung diri (APD) seperti helm, sarung tangan, sepatu safety, dan safety glasses, masker.

        b. pengendalian bahaya :
        – Scaffolding di ganti dengan scaffolding yang sesuai standar untuk menghindari potensi jatuhnya pekerja
        – Diadakan pembagian masker pada pekerja yang bekerja di area konstruksi tersebut untuk mengurangi potensi penyakit ISP (Infeksin saluran pernapasan) pada pekerja
        – Di letakannya alat konstruksi di tempat yang aman seperti di scaffholding untuk menghindara jatuhnya alat tersebut
        – Memberikan training pada pekerja
        – Di berikannya APD untuk pekerja jika perlu memakai work permit untuk para pekerja jika APD tidak lengkap dilarang bekerja.
        – Mengadakan JSA sebelum melakukan pekerjaan konstruksi tersebut
        – Memberikan melakukan ispeksi area konstruksi secara berkala yang di lakukan oleh pihak safety untuk menganalisa bahaya baru yang timmbul di area kerja konstruksi

        Nama : Muhammad Al Nurizzati
        NPM : 13.11.106.701501.0870
        Semester : 5
        Kelas : B1

  8. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.
    A. Analisa Potensi Bahaya :
    -Jatuh dari ketinggian karena pekerja tidak memakai alat bantu bekerja di ketinggian sesuai standar
    -Tertimpa material bangunan (bata ringan)
    -Debu yang di hasilkan dari material bangunan (bata ringan, dan semen)
    -Postur kerja yang tidak sesuai
    -Jam kerja yang yang melebihi jam kerja normal karena ingin cepat selesai
    -Meletakan bahan materil bangunan di tempat yg mudah terjatuh dan susah di jangkau
    -Tidak menggunakan APD (masker,sarung tangan,sepatu,kacamata,helm)
    B. Pengendalian Potensi Bahaya :
    -Harus menggunakan scaffolding jika bekerja di ketinggian
    -Mengatur jam kerja yang efektif tidak lebih dari 8 jam agar pekeja tidak lelah dan pekerja bisa fokus dalam bekerja
    -Postur kerja yang sesuai tidak membungkuk dan jongkok terlalu lama dalam bekerja
    -Meletakan material bangunan di tempat yang tidak mudah terajatuh dan mudah di jangkau pekerja
    -Menggunakan APD (masker,sarung tangan, sepatu ,kacamata,helm) agar pekerja terlindungi dari debu dan meminimalisir dampak dari tertimpa material bangunan
    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.
    A.Analisa Potensi Bahaya
    -Jatuh dari ketinggian karena pekerja tidak memakai alat bantu bekerja di ketinggian sesuai standar
    -Postur kerja yang tidak sesuai
    -Jam kerja yang melebihi jam kerja normal karena ingin cepat selesai
    -Postur kerja yang tidak sesuai
    – Debu yang di hasilkan dari material bangunan (bata ringan, dan semen)
    -Meletakan bahan material bangunan di tempat yang mudah terjatuh dan susah di jangkau perkerja
    -Tidak menggunakan APD (masker,sarung tangan,sepatu,kacamata,helm)
    B.Pengendalian Potensi Bahaya
    -Harus menggunakan scaffolding jika bekerja di ketinggian
    -Mengatur jam kerja efektif tidak lebih dari 8 jam agar pekerja tidak lelah dan pekerja bisa fokus dalam bekerja
    – Postur kerja yang sesuai tidak membungkuk dan jongkok terlalu lama dalam bekerja
    -Memberikan pengawasan ekstra kepada pekerja yang bekerja di ketinggian
    -Membuat SOP untuk pekerja yang bekerja di ketinggian
    -Menggunakan full body harness dan APD (masker,sarung tangan,sepatu,kacamata,helm) agar pekerja terlindungi dari debu material bangunan dan meminimalisir dampak jika pekerja tertimpa material bangunan

    Nama : Dildila.Saputa
    NPM : 13.11.106.701501.0843
    Semester : 5
    Kelas : B1

  9. A. Analisis potensi bahaya
    – Jatuh dari atas atau terpesrosok
    – Robohnya tempat pekerja tersebut berdiri karna hanya menggunakan kayu
    – Bahaya kimia yang terkandung dalam semen bila terhiirup oleh pekerja
    B. Pengendalian potensi bahaya
    – Menggunakan anjungan yang kokoh dengan pengaman atau pegangan tangan yang kuat
    – Dengan mempergunakan “fall arrest equipment” (peralatan penangkap
    barang–barang yang jatuh) yang mampu menopang beban bergerak sekurangkurangnya seberat 2275 kg (5000 lbs) perorang
    – Menggunakan Scaffolding
    – Menggunakan APD yang lengkap, Menggunakan Masker, Menggunakan Helm dan sepatu Safety.
    Nama : Annisa
    Kelas : B1 (sore)
    NPM : 13.11.106.701501.0862
    Semester : 5 Lima

    • Analisis yang Anda lakukan masih belum lengkap. Perbaiki kembali analisis Anda secara lengkap dan sistematis, lihat analisis dari rekan-rekan Anda yang sudah disetujui sebagai acuan. Klik “Reply” dibawah ini untuk melakukan perbaikan.

      • 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketiggian sampai dengan 3.00 meter dari permukaan tanah

        a. Analisis potensi bahaya
        – Jatuh atau terperosok yang dapat menyebabkan cedera.
        – Robohnya tempat pekerja tersebut berdiri
        – Bahaya Kimia yang terkadung dalam semen apabila terhirup
        – Pasir, debu atau sisa-sisa meterial
        – Bahaya Lingkungan Cuaca Panas yang dapat membuat kepala pekerja pusing atau sakit langsung terkena sinar matahari
        – Terik matahari yang dapat membuat pekerja tersebut silau pada penglihatan, yan dapat mengganggu pekerja
        – Bahaya ketinggian karena pekerja di atas 3.00 meter dari permukaan tanah dapat mengakibatkan cedera
        – Pekerja yang tidak ergonomic saat melakukan pekerjaan, membungkuk
        – Bahaya Psikososial, para pekerja yang kurang berpengalaman atau kurang memahami pekerjaanya.
        – Alat – alat, dan material material yg berserakan dimana – mana mengganggu pekerjaan dapat mencelakakan pekerja

        b. Pengendalian potensi Bahaya

        – Dengan mempergunakan peralatan penangkap barang- barang yang jatuh, yang mampu menopang beban bergerak.
        – Menggunakan anjungan yang kokoh dengan pengaman dan pegangan tangan yang kuat
        – Menggunakan masker agar tidak terhirup bahan kimia
        – Menggunakan masker
        – Menggunakan Helm Safety
        – Menggunakan Kacamata safety
        – Adanya pengawasan dari pihak safety.
        – Istirahat atau jeda saat bekerja, untuk merenggangkan otot- otot agar tidak terjadi MSDS
        – Memberikan training terlebih dahulu kepada pekerja, dan disarankan untuk memilih pekerja yang memang sudah ahli dibidangnya.
        – Merapikan semua barang – barang yang berserakan.

        2.Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

        a. Analisis Potensi bahaya

        – bahaya ketinggian, jatuh dari gedung bertingakat yang dapat menyebabkan kematian
        – Bahaya kimia, bahan-bahan kimia yang terkandng dalam semen dapat terhirup oleh pekerja
        – Cuaca panas dan terik matahari yang langsung kontak dengan kepala dapat menyebabkan pusing atau sakit kepala bagi pekerja
        – Pasir, debu dan sisa – sisa material
        – Stress kerja, karena pekerjaan harus selesai dengan waktu yang telah ditentukan
        – Kurangnya pengetahuan tentang pekerjaan diketinggian yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja
        – Pekerjaan yang tidak ergonomi, dapat mengakibatkan MSDS
        – Jatuh atau terperosok karena penyangga tempat pekerja tersebut melakukan pekerjaan hanya menggunakan kayu yang tidak kuat
        – elelahan bagi pekerja.
        – Barang – barang yang berserakan dapat menyebabkan kecelakaan
        b. Pengendalian potensi bahaya

        – Dengan mempergunakan peralatan penangkap barang- barang yang jatuh, yang mampu menopang beban bergerak, menggunakan Scaffolding dan menggunakan full body harnest.
        – Menggunakan masker saat melakukan pekerjaan
        – Menggunakan helm safety
        – Menggunakan masker khusus
        – Memberikan jam kerja yang efektif, dan mengatur jam kerja dengan benar
        – Memberikn training terlebih dahulu kepada pekerja, dan memilih pekerja yang berkompeten dibidangnya
        – Menerapkan Ergonomi
        – Menggunakan Scaffolding yang kuat dan kokoh.
        – Memberikan istirahat yang cukup dan tidak memberi beban berlebihan.
        – Adanya briefing terlebih dahulu kepada para pekerja, dan pengawasan oleh pihak Safety.
        – Menggunakan Alat Pelindung diri yang lengkap.
        – Merapikan semua material – material yang berserakan

        Nama : Annisa
        Semester : V LIMA
        NPM : 13.11.106.701501.0862
        Kelas : B1 Sore

  10. • Berdasarkan gambar diatas dan ketentuan nomor 1 pekrjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketingian sampai 3,00 meter dari permukaan tanah. Analisis yang saya dapatkan sebagai berikut :

    a. Analisis potensi bahaya :

    1. Debu pada pekerjaan pemasangan bata ringan tersebut dapat mengakibatkan sesak nafas dan iritasi pada mata si pekerja.
    2. Andang (scaffolding kayu) yang digunakan menggukan bahan – bahan kayu dan papan yang seadanya yang terlihat tidak kokoh untuk dinaiki oleh pekerja.
    3. Bata ringan yang digunakan dapat menjadi potensi bahaya apabila si pekerja tersebut tidak memegangnya dengan aman, dan memasangnya kurang tepat diposisinya.
    4. Bakteri/kuman yang terdapat dalam bahan material yang digunakan dapat menyebabkan gatal-gatal, iritasi kulit dan gangguan pencernaan pada pekerja tersebut.
    5. Ketinggian juga memiliki potensi bahaya yang cukup besar, meskipun tingkat keparahan yang diakibatkan tidak parah(fatality) bagi pekerja.

    b. Pengendalian potensi bahaya :

    1. Agar debu pada pekerjaan tersebut tidak terpapar oleh si pekerja gunakan APD yang
    Digunakan ialah masker dan kacamata safety.
    2. Andang (scaffolding kayu) yang digunakan, diganti dengan bahan – bahan kayu dan
    papan yang lebih tebal dan kuat, agar tetap kokoh dan stabil sebagai pijakan si
    pekerja untuk memasang bata ringan tersebut.
    3. Untuk bata ringan agar tidak menjadi potensi bahaya bagi pekerja, APD yang
    digunakan harus sesuai, dan pekerja tersebut diberikan induction terlebih dahulu
    sebelum melakukan pengerjaan.
    4. Agar pekerja tersebut tidak mengalami iritasi pada kulit yang diakibatkan oleh
    kuman/bakteri yang terdapat didalam material tersebut, pekerja harus menggunakan
    sarung tangan safety dan menjaga keberishan tubuh sehabis melakukan pekerjaan
    itu.
    5. Bahayaketinggian dapat diminimalisasi dengan mengganti andang(scaffolding kayu)
    tersebut dengan papan dan kayu yang lebih tebal dan kuat agar lebih kokoh dan stabil untuk dijadikan pijakan oleh pekerja, dan pekerja tersebut harus menggunakan APD yang lengkap sesuai dengan bekerja diketinggian.

    • Berdasarkan gambar diatas dan ketentuan nomor 2 pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketingian diatas 3,00 meter. Analisis yang saya dapatkan sebagai berikut :

    a. Analisis potensi bahaya :
    Potensi bahaya pada analisis ini kurang lebih seperti ketentuan nomor 1 diatas, hanya saja yang membedakan potensi bahayanya ialah ketinggian yang dapat mengakibatkan kematian apabila pekerja tersebut terjatuh dan andang (scaffolding kayu) yang tidak sesuai standart untuk pengerjaan pemasangan bata ringan pada gedung bertingkat.

    b. Pengendalian potensi bahaya :
    Untuk bahaya ketinggian pekerja diwajibkan menggunakan APD untuk bekerja diketinggian, lakukan observasi pekerja (apakah pekerja tersebut takut ketinggian?) sebelum melakukan pengerjaan. Andang (scaffolding kayu) diganti dengan scaffolding yang terbuat dari besi agar lebih kokoh dan kuat untuk pinjakan pekerja diketinggian lebih dari 3,00 meter.

    NAMA : CHRISTIANI UTAMI
    NPM : 13.11.106.701501.0845
    SMT : V (LIMA)
    KLS : B1

  11. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

    a . Analisa potensi bahaya
    – Posisi kerja yang tidak sesuai
    – Lantai kerja yang licin
    – Scafolding yg terbuat dari kayu
    – Material yang di taruh sembarangan
    – Debu yang di hasilkan oleh material bangunan
    – Tidak menggunakan APD seperti sepatu,helm,sarung tangan dan kaca mata

    b . Pengendalian potensi bahaya
    – Menggunakan alat bantu bekerja di ketinggian seperti scaffolding
    – posisi tubuh harus sesuai dan alami saat bekerja saperti tidak terlalu lama membungkuk dan tidak dalam posisi jongkok terlalu lama dalam bekerja
    – Menempatkan peralatan atau bahan kedalam kantong / wadah agar tidak mudah jatuh
    – Menggunakan APD yang sesuai dengan pekerjaan seperti Masker, sepatu, sarung tangan, helm dan Kacamata

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

    a . Analisa potensi bahaya
    – Posisi kerja yang tidak sesuai
    – Lantai kerja yang licin
    – Kondisi cuaca
    – Jatuh dari ketinggian karena tidak mengunakan alat bantu berkerja di ketinggian yang tidak sesuai dan tidak standar
    – Pekerjanya tidak terlatih bekerja di ketinggian
    – Debu yang di hasilkan oleh material bangunan
    – Kurangnya perencanaan dan penilaian risiko
    – Tidak mengunakan APD dan Full body harness

    b . Pengendalian potensi bahaya
    – Membuat JSA terkait pekerjaan
    – Melakukan Pemeriksaan Kesehatan pada pekerja
    – Semua pekerja sebelum melakukan kegiatan bekerja di atas ketinggian harus sudah mendapat pelatihan “Bekerja di Ketinggian”
    – Semua peralatan Penahan dan Pencegah Jatuh serta Peralatan Pendukung harus dalam kondisi baik dan sudah diinspeksi sebelum digunakan
    – Melakukan pengawasan terhadap pekerja yang bekerja di ketinggian
    – Semua peralatan pendukung (EWP, Scaffold, Ladders, dll) sesuai dengan persyaratan standard, dan dididirikan atau dioperasikan oleh orang yang berkompeten
    – Menggunakan fall protection sistem saat bekerja di ketinggian seperti full body harness dan gunakan juga APD

    Nama : chaidir setiawan
    NPM : 13.11.106.701501.0844
    Semester : 5
    Kelas : B1

  12. Tugas 3. Pekerjaan konstruksi pemasangan batu bata ringan
    1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian rumah sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah

    a. Analisis Potensi Bahaya :
    – Pekerja yang tidak berkompenten
    – Terdapat saluran pipa atau kabel listrik di sekitar pekerjaan pembanguna
    – Gangguan cuaca (panas, angin kencang, hujan)
    – Debu-debu dan partikel dari pasir dan semen.
    – Material terjatuh dari atas
    – Adanya orang lain yang tidak berkepentingan berlalu lalang di area pekerjaan.
    – Permukaan tanah yang tidak stabil dan tidak rata.
    – Pengunaan tangga yang tidak standart
    – Getaran dari alat stamper untuk meratakan tanah
    – Ergonomi/ pergerakan pekerja (gerakan yang monoton secara terus menerus pada saat pemasangan bata, seperti jongkok, membungkuk, berdiri selama ±3 jam ).
    – Pengaturan jam kerja yang melebihi 8 jam
    – Pekerjaan yang dilakukan kurang pencahayaan
    – Kubangan air bekas adukan semen
    – Pengunaan scaffolding yang tidak sesuai
    – Bahaya ketinggian
    – Pengakatan material atau campuran semen yang masih mengunakan tali

    b. Pengendalian Potensi Bahaya :
    – Memilih pekerja yang berkompenten
    – Pemeriksaan kondisi lingkungan kerja tidak terdapat saluran pipa atau kabel listrik
    – Tidak bekerja pada saat cuaca hujan dan angin kencang
    – Memberi penerangan yang cukup terutama selama jam-jam/ waktu gelap.
    – Memberikan pelatihan kepada pekerja pemasang batu bata yang bekerja di ketinggian lebih dari 1,80 meter dalam menggunakan Sistem Peralatan Pelindung Jatuh: body harness, anchorage, lifelibody.
    – Pemakain scaffolding yang sesuai standart
    – Body harness terpasang pada scaffolding.
    – Pemakain tangga yang sesuai stndart dan memiliki hand rail
    – Memasang warning sign dan barikade agar orang-orang yang tidak berkepentingan tidak berlalu lalang di area kerja
    – Adanya security atau pengawas untuk mengawasi agar orang yang tidak berkepentingan tidak masuk
    – Membuat Surat ijin kerja, Risk Assessment/ Job Safety Analysis sebelum bekerja
    – Melakukan safety talks sebelum melakukan pekerjaan,
    – Sosialisasi mengenai Job Safety Analysis, sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri, sosialisasi tentang perancah/ scaffold serta sistem perlindungan jatuh, sosialisasi SOP terkait pekerjaan pemasangan batu bata.
    – Pengaturan jam kerja yang tepat dan jam istirahat yang cukup sehingga pekerja tidak mengalami fatigue.
    – Penyediaan Alat Pelindung Diri yang standar seperti safety shoes/ boot, safety helmet, safety glass, hand gloves, dusk mask, body harness.
    – Pengantian stamper dengan roller untuk mertakan tanah
    – Melakukan shift untuk pekerjaan
    – Menyediakan tempat untuk pengadukan semen
    – Mengunkan katrol atau chain blok untuk melakukan pengakatan material

    2. Pekerjaan pemasangan batu bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter dari permukaan tanah.

    a. Analisis Potensi Bahaya :
    – Pekerja yang tidak berkompenten
    – Terdapat saluran pipa atau kabel listrik di sekitar pekerjaan pembangunan
    – Gangguan cuaca (panas, angin kencang, hujan)
    – Debu-debu dan partikel dari pasir dan semen.
    – Material terjatuh dari atas
    – Adanya orang lain yang tidak berkepentingan berlalu lalang di area pekerjaan.
    – Permukaan tanah yang tidak stabil dan tidak rata.
    – Pengunaan tangga yang tidak standart
    – Getaran dari pemasangan paku bumi atau pondasi
    – Ergonomi/ pergerakan pekerja (gerakan yang monoton secara terus menerus pada saat pemasangan bata, seperti jongkok, membungkuk, berdiri selama ±3 jam ).
    – Pengaturan jam kerja yang melebihi 8 jam
    – Pekerjaan yang dilakukan kurang pencahayaan
    – Kubangan air bekas adukan semen
    – Pengunaan scaffolding yang tidak sesuai
    – Bahaya ketinggian
    – Pengangkatan material yang mengunakan crane
    – Jalur keluar masuk pengangkut material yang terbuka

    b. Pengendalian Potensi Bahaya :
    – Memilih pekerja yang berkompenten
    – Pemeriksaan kondisi lingkungan kerja tidak terdapat saluran pipa atau kabel listrik
    – Tidak bekerja pada saat cuaca hujan dan angin kencang
    – Memberi penerangan yang cukup terutama selama jam-jam/ waktu gelap.
    – Memberikan pelatihan kepada pekerja pemasang batu bata yang bekerja di ketinggian lebih dari 1,80 meter dalam menggunakan Sistem Peralatan Pelindung Jatuh: body harness, anchorage, lifelibody.
    – Pemakain scaffolding yang sesuai standart
    – Body harness terpasang pada scaffolding.
    – Pemakain tangga yang sesuai stndart dan memiliki hand rail
    – Memasang warning sign dan barikade agar orang-orang yang tidak berkepentingan tidak berlalu lalang di area kerja
    – Adanya security atau pengawas untuk mengawasi agar orang yang tidak berkepentingan tidak masuk
    – Membuat Surat ijin kerja, Risk Assessment/ Job Safety Analysis sebelum bekerja
    – Melakukan safety talks sebelum melakukan pekerjaan,
    – Sosialisasi mengenai Job Safety Analysis, sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri, sosialisasi tentang perancah/ scaffold serta sistem perlindungan jatuh, sosialisasi SOP terkait pekerjaan pemasangan batu bata.
    – Pengaturan jam kerja yang tepat dan jam istirahat yang cukup sehingga pekerja tidak mengalami fatigue.
    – Penyediaan Alat Pelindung Diri yang standar seperti safety shoes/ boot, safety helmet, safety glass, hand gloves, dusk mask, body harness.
    – Membuat jalur khusus untuk kenderaan yang mengakut material
    – Melakukan shift untuk pekerjaan
    – Menyediakan tempat untuk pengadukan semen
    – Menyediakan pengawas di bawah pada saat pengoprasian crane
    – Melarang pekerja berada di sekitar pemasangan paku bumi atau pondasi
    Nama : Sendy eki tanos
    NPM : 13.11.106.701501.0855
    Kelas : B1 (Sore)
    Semester : 5

  13. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 M dari permukaan tanah

    a. Analisis potensi Bahaya
    – Pekerja tersebut tidak menggunakan Alat pelindung diri yang sesuai standar SNI, sedangkan pekerjaan yang dilakukan rentan terjadi kecelakaan
    – Jam kerja yang tidak pasti dapat menimbulkan kelelahan pada pekerja bangunan tersebut
    – Tuntutan untuk menyelesaikan bangunan tepat waktu yang dapat mengakibatkan depresi / stress bagi si pekerja
    – Dilihat dari peralatan penunjang kerja, bisa dilihat pekerja menggunakan peralatan yang tidak layak pakai serta rawan kecelakaan
    – Pekerja yang kurang edukasi yang melalaikan keselamatan dalam bekerja
    – Posisi kerja yang tidak ergonomic seperti membungkuk dalam waktu yang lama pada saat pemasangan bata ringan.
    – Pekerjaan tersebut banyak menimbulkan Debu yang dapat mengganggu pernafasan si pekerja
    – Pekerja bekerja di area terbuka dan langsung terpapar sinar matahari yang mengakibatkan pusing
    b. Pengendalian Potensi Bahaya
    – Pekerja harus melengkapi diri dengan peralatan pelindung yang sesuai standar seperti menggunakan mask, gloves, safety shoes, safety helmet dll. Untuk menghindari resiko cidera.
    – Menerapkan shift pagi dan sore agar pekerja dapat bekerja dengan maksimal dan tidak gampang mengalami kelelahan
    – Menggunakan peralatan yang sesuai standar pekerjaan,seperti scaffolding yang layak, Karena pekerjaan tersebut dilakukan di ketinggian 3.00 M dari permukaan tanah di sertai beban yang berat
    – Membuatkan job desk pada setiap pekerja agar pekerja dapat memperkirakan waktu pembangunan agar tidak terburu-buru dalam bekerja yang dapat mengakibatkan pekerja merasa tertekan.
    – Memberikan edukasi tentang keselamatan kerja kepada setiap pekerja serta mengawasi pelaksanaan agar pekerja tetap aman dan selalu menerapkan konsep k3 pada setiap kegiatan.
    – Dilihat dari sisi ergonomic pekerja seharusnya melakukan perenggangan dan duduk dalam kondisi yang nyaman agar terhindar sakit pada pergelangan tangan, jari jari tangan, dan seluruh tubuh secara berkala misalnya setiap 30 menit.
    – Dilihat dari lingkungan sekitarnya harus menggunakan atap terpal non permanen untuk setiap ruang lingkup kerja demi kenyamanan para pekerja saat bertugas,agar terhindar dari sengatan matahari secara langsung yang dapat mennyebabkan pusing,dehidrasi,dan kurang konsentrasi

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat diatas ketinggian 3,00 M dari permukaan tanah .
    a. Analisis potensi bahaya

    – Pekerja tidak menggunakan Alat pelindung diri yang sesuai standar SNI, sedangkan pekerjaan dilakukan di ketinggian yang rawan cidera jika terjadi kecelakaan
    – Tekanan untuk menyelesaikan bangunan tepat waktu yang dapat mengakibatkan depresi / stress bagi si pekerja
    – Pekerja yang kurang edukasi yang mengabaikan keselamatan dalam bekerja
    – Posisi kerja yang tidak ergonomic seperti membungkuk dalam waktu yang lama pada saat pemasangan bata ringan.
    – Pekerjaan yang banyak menimbulkan Debu yang bisa mengganggu pernafasan si pekerja
    – Tempat berpjak yang tidak layak untuk bekerja di ketinggian yang membahayakan pekerja
    – Terpaan angin di ketinggian yang dapat mengakibatkan pekerja bisa terjatuh

    b) Pengendalian potensi bahaya
    – Mewajibkan setiap pekerja menggunakan alat pelindung diri sesuai pekerjaan di ketinggian seperti menggunakan body harness,safety shoes karet,serta gloves yang sesuai
    – Menjadwalkan setiap kegiatan secara terperinci agar setiap pekerjaan dapat di selesaikan tepat waktu
    – Memberi edukasi kepada setiap pekerja agar menerapkan k3
    – Tidak melakukan jenis pekerjaan yang sama secara berulang-ulang dalam waktu yang lama agar tidak mengalami kerusakan pada anggota tubuh
    – Penggunaan masker atau penutup hidung agar terhindar dari debu yang di hasilkan dari bahan bangunan tersebut
    – Wajib menggunakan platform,scaffolding yang sesuai standar pekerjaan di ketinggian
    – Melakuan pengecekan pada setiap alat yang akan di gunakan dalam pembangunan gedung.

    Nama : Rima Nur Zain
    NPM : 13.11.106.701501.0846
    Kelas :B1-D4K3
    SEMESTER V

  14. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 M dari permukaan tanah

    A. Analisis potensi bahaya
    Setelah di amati dari gambar yang di tampilkan pada soal maka saya telah menemukan beberapa potensi bahaya pada pekerjaan tersebut .
    – Dilihat dari peralatan penunjang kerja, bisa dilihat pekerja menggunakan peralatan yang tidak layak pakai serta rawan kecelakaan
    – pekerja tersebut, tidak menggunakan apd yang sesuai standar pekerjaan,sedangkan pekerjaan yang di lakukan rentan terhadap kecelakaan
    – Pekerja bekerja di area terbuka dan langsung terpapar sinar matahari yang mengakibatkan pusing
    – Pekerja yang kurang edukasi yang jadi melalaikan keselamatan dalam bekerja
    – Posisi yang tidak ergonomi saat melakukan pemasangan bata

    B. Pengendalian potensi bahaya
    – Sisi peralatan : menggunakan peralatan yang sesuai standar pekerjaan,seperti scaffolding yang layak ,Karena pekerjaan tersebut dilakukan di ketinggian 3.00 M dari permukaan tanah di sertai beban yang berat
    – Sisi pekerja : mewajibkan setiap pekerjan mengenakan APD sesuai standar pekerjaan seperti penggunaan Safety shoes,gloves,helm untuk mengurangi resiko cidera
    – Sisi lingkungan : menutupi para pekerja dengan atap terpal non permanen untuk setiap ruang lingkup kerja demi kenyamanan para pekerja saat bertugas,agar terhindar dari sengatan matahari secara langsung yang dapat mennyebabkan pusing,dehidrasi,dan kurang konsentrasi
    – Sisi edukasi: memberikan edukasi kepada setiap pekerja di proyek agar lebih peduli dengan keselamatan dalam bekerja dan mengawasi setiap pelaksanaanya agar tidak terjadi pelanggaran serta hal yang tidak di inginkan
    – Sisi ergonomi : sesekali pekerja merenggangkan tubuh untuk menghindari sakit pada system rangka dan relaksasi jari-jari tangan,pergelangan tangan dan seluru tubuh secara berkala,misalnya setiap 30 menit

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat diatas ketinggian 3,00 M dari permukaan tanah .

    a) Analisis potensi bahaya
    – Debu dari bahan bangunan
    – Terpaan angin di ketinggian
    – Posisi kerja yang tidak ergonomic
    – Pekerja yang tidak menggunakan APD apapun seperti body harness,helm,sarung tangan dll
    – Kurangnya edukasi pada pekerja
    – Kurangnya pengawasan pada pekerja dari mandor
    – Peralatan yang kurang memadai untuk proses pengerjaan batu bata ringan

    b) Pengendalian potensi bahaya
    – Penggunaan masker pada setiap pekerja demi melindungi pekerja dari bahaya debu yang bisa menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan
    – Menggunakan serta mengaitan body harness pada scaffolding agar pekerja terhindar dari resiko terjatuh karena terpaan angin
    – Memberikan edukasi pada setiap pekerja dan mandor agar lebih memperhatikan keselamatan para pekerja
    – Penggunaan alat yang sesuai standar untuk pekerjaan pemasangan bata ringan seperti penggunaan scaffolding yang sesuai serta alat penunjang lainya
    – Mengkombinasi pekerjaan pada setiap pekerja agar pekerja tidak melakukan pekerjaan yang di lakukan pada posisi yang monoton,agar terhindar dari cidera pada kerangka serta otot-otot pada tubuh pekerja
    – Mengawasi setiap pekerja agar selalu menerapkan keselamatan dalam bekerja dan mematuhi segala prosudur keamanan dalam melakukan pekerjaan agar terhindar dari kecelakaan serta memberikan teguran pada setiap pekerja yang melanggar aturan tersebut

    Nama : Muhamad Afin Abizal
    NPM : 13.11.106.701501.0860
    Kelas :B1-D4K3
    SEMESTER V

  15. Analisis potensi bahaya pada pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.
    Potensi bahaya dan pengendaliannya:
    1. Debu dari yang dihasilkan dari semen yang dipakai
    Pengendalian:
    – Menggunakan APD (masker ),sarung tangan,kacamata safety
    2. Jatuh dari ketinggian
    Pengendalian:
    – Menggunakan scaffolding untuk membantu bekerja di ketinggian dan juga mengurangi resiko jatuh dari ketinggian.
    – Melakukan inspeksi berkala pada scaffolding yang digunakan.
    – Memasang hand rail pada scaffolding
    – Memakai APD (Safety Shoes,,Sarung tangan, ,Helmet,Masker) dan Full body harness.
    – Melakukan pengawasan terhadap pekerja yang bekerja di ketinggian
    3. Posisi tubuh yang tidak aman karena terlalu lama jongkok dapat mengakibatkan sakit pada pinggang
    Pengendalian:
    – Memberikan dan membekali pengetahuan tentang bahaya dan resiko dari postur tubuh yang tidak aman.
    – Memberikan instruksi kepada pekerja tentang bagaimana postur tubuh yang baik dan aman saat melakukan pekerjaan tersebut.
    4. Tertimpa/kejatuhan material saat pekerjaan pemasangan bata sedang berlangsung
    Pengendalian:
    – Mengisolasi atau membatasi agar tidak terlalu sering para pekerja lain melintasi area dimana pekerjaan pemasangan bata sedang berlangsung.
    – Menggunakan sign board
    – Menggunakan APD (Safety Shoes, ,Helmet)
    – Menggunakan jaring agar material yang secara tidak sengaja tidak langsung menimpa pekerja yang lain.
    5. Cuaca(hujan)
    Pengendalian:
    – Menghentikan pekerjaan
    6. Fatique ( kelelahan)
    Pengendalian:
    – Mengatur jam kerja agar tidak melebihi batas dari 8 jam
    – Memberikan waktu istirahat yang cukup
    – Memberikan makanan dengan gizi yang baik
    Analisis potensi bahaya pada pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.
    Potensi bahaya dan pengendaliannya:
    1. Jatuh dari ketinggian
    Pengendalian:
    – Menggunakan scaffolding yang dilengkapi dengan guard rail,dan working platform
    – Membuat SOP bekerja di ketinggian
    – Membuat JSA untuk pekerjaan pemasangan bata ringan
    – Menggunakan sistem penahan jatuh pribadi
    – Menggunakan jala keselamatan
    – Harus mempunyai SIKA(surat ijin kerja aman) bekerja diketinggian
    – Melalukan inspeksi sebelum pekerjaan dimulai
    – Safety talk
    – Menggunakan APD(safety shoes,helmet,masker)
    – Melakukan pengawasan pada pekerja yang sedang bekerja di ketinggian
    – Mempekerjakan pekerja yang berpengalaman.
    2. Cuaca (hujan)
    Pengendalian:
    – Menghentikan pekerjaan
    3. Material yang terjatuh
    Pengendalian:
    – Memasang jaring
    – Memasang sign board
    – Membatasi/mengisolasi area kerja tersebut
    – Menggunakan APD(safety shoes,helmet)
    4. Tersandung/terpeleset
    Pengendalian:
    – Membersihkan area kerja dari alat/material yang berserakan
    – Menempatkan/meletakkan material dan alat pada tempat yang disediakan
    5. Fatique( kelelahan)
    Pengendalian:
    – Mengatur jam kerja agar tidak melebihi batas dari 8 jam
    – Memberikan waktu istirahat yang cukup
    – Memberikan makanan dengan gizi yang cukup
    6. Debu
    Pengendalian :
    – Menggunakan APD (masker ),sarung tangan,safety shoes
    7. Posisi tubuh yang tidak aman karena terlalu lama jongkok dapat mengakibatkan sakit pada pinggang
    Pengendalian:
    – Memberikan dan membekali pengetahuan tentang bahaya dan resiko dari postur tubuh yang tidak aman.
    – Memberikan instruksi kepada pekerja tentang bagaimana postur tubuh yang baik dan aman saat melakukan pekerjaan tersebut.
    Nama : Prawoto
    Kelas : B 1
    Semester: v (Lima)
    Npm : 13.11.106.701501.0837

    • Pisahkan analisis Anda tentang (a) Potensi bahaya (hazard), dan (b) Pengendalian bahaya. Jangan dijadikan satu. Pelajari dan simak analisis yang dikerjakan oleh rekan-rekan anda di web ini yang telah disetujui sebagai acuan. Klik “Reply” dibawah ini untuk melakukan perbaikan tersebut.

  16. 1. Pekerjaan Pemasangan Bata Ringan Untuk Perumahan Dengan Ketinggian Sampai Dengan 3,00 Meter Dari Permukaan Tanah.

    A. Analisa Potensi Bahaya
    • Bahaya Ketinggian :
    Berpotensi Dapat Mengakibatkan Cedera Pada Pekerja Karena Alat Yang Tidak Standart.
    • Bahaya Fisika :
    Cuaca Yang Mudah Berubah – Ubah Faktor Cuaca Dapat Berpengaruh Besar Terhadap Pekerja Seperti Panas Terik Yg Dapat Mengakibatkan Fatique Dan Hujan Yang Dapat Menghambat Pekerjaan.
    • Bahaya Psikososial :
    Pekerja Yang Kurang Kompeten Di Bidang Nya/ Kurang Pengalaman, Kurang Nya Pengetahuan Akan Keselamatan Diri Sendiri Dan Orang Di Sekitar.
    • Bahaya Kimia :
    Paparan Debu Sement/Batu Yang Dapat Terhirup Pekerja.
    • Bahaya Material Dan Peralatan :
    Peralatan Yang Berserakan Di Area Pekerjaan Atau Memposisikan Material/Alat Yang Sekitarnya Dapat Membahayakan Pekerja.

    B. Pengendalian Potensi Bahaya
    • Menggunakan Teknik Hierarchy Of Control Yaitu Dengan Cara Subtitusi, Mengganti Tangga Kayu Sebelum Nya Dengan Scaffolding.
    Ppe, Menggunakan Fall Protection Sistem Seperti Full Body Harness, Safety Helmet, Safety Gloves, Safety Shoes.
    • Memasang Terpal Di Area Kerja Untuk Beristirahat Dan Ketika Hujan Untuk Sementara Proyek Pemasangan Batu Di Hentikan Sesaat.
    • Di Berikan Training/Pelatihan Kepada Pekerja Sebelum Melaksanakan Pekerjaan, Subtitusi Mengganti Pekerja Sebelumnya Dengan Pekerja Yang Lebih Handal Dan Administrasi Melakukan Safety Briefing Yang Bertujuan Agar Para Pekerja Memahami Area Dan Bahaya Di Sekitar Lokasi Pekerjaan.
    • Dengan Cara Engineering Yaitu Yang Sebelumnya Pengadukan Semen Dialkukan Manual Maka Di Ganti Dengan Menggunakan Mesin Molen Dan Juga Menggunakan Fall Protection Sistem Seperti Masker, Safety Helmet, Safety Gloves, Safety Shoes.
    • Dengan Cara Isolasi Yaitu Pembersihan Area Kerja Dan Peralatan Yang Telah Di Gunakan Di Bersihkan Juga Di Simpan Pada Posisi Yang Benar.

    2. Pekerjaan Pemasangan Bata Ringan Untuk Gedung Bertingkat Dengan Ketinggian Diatas 3,00 Meter.

    A. Analisa Potensi Bahaya
    • Bahaya Ketinggian :
    Berpotensi Dapat Mengakibatkan Cederabahakan Kematian Pada Kontraktor Karena Alat Yang Tidak Standart.
    • Bahaya Fisika :
    Cuaca Yang Mudah Berubah – Ubah Faktor Cuaca Dapat Berpengaruh Besar Terhadap Pekerja Seperti Panas Terik Yg Dapat Mengakibatkan Fatique, Hujan Yang Dapat Menghambat Pekerjaan Dan Angin Kencang Pada Saat Di Ketinggian.
    • Bahaya Psikososial :
    Karyawan Yang Kurang Kompeten Di Bidang Nya/ Kurang Pengalaman, Kurang Nya Pengetahuan Akan Keselamatan Diri Sendiri Dan Orang Di Sekitar.
    • Bahaya Kimia :
    Paparan Debu Sement/Batu Yang Dapat Terhirup Oleh Karyawan Tersebut.
    • Bahaya Material Dan Peralatan :
    Peralatan Yang Berserakan Di Area Pekerjaan Atau Memposisikan Material/Alat Yang Sekitarnya Dapat Membahayakan Kontraktor Lain Nya.

    B. Pengendalian Potensi Bahaya
    • Menggunakan Teknik Hierarchy Of Control Yaitu Dengan Cara Subtitusi, Mengganti Tangga Kayu Sebelum Nya Dengan Scaffolding.
    Ppe, Menggunakan Fall Protection Sistem Seperti Full Body Harness, Safety Helmet, Safety Gloves, Safety Shoes.
    • Mandor Membuat Aturan Shift Kepada Karyawan Dengan Waktu Yang Cukup Untuk Beristirahat Dan Ketika Hujan Untuk Sementara Proyek Pemasangan Batu Di Hentikan Sesaat.
    • Di Berikan Training/Pelatihan Kepada Karyawan Sebelum Melaksanakan Pekerjaan, Subtitusi Mengganti Karyawan Sebelumnya Dengan Karyawan Yang Lebih Handal Dan Administrasi Melakukan Safety Briefing Yang Bertujuan Agar Para Pekerja Memahami Area Dan Bahaya Di Sekitar Lokasi Pekerjaan, Membuat Sop Tentang Tata Cara Bekerja Aman Di Ketinggian
    • Dengan Cara Engineering Yaitu Yang Sebelumnya Pengadukan Semen Dilakukan Manual Maka Di Ganti Dengan Menggunakan Truck Molen Mandor Wajib Untuk Terus Melakukan Pengawasan Terhadap Oprator Truck Molen Dan Karyawan Yang Bekerja Dan Juga Menggunakan Fall Protection Sistem Seperti Masker, Safety Helmet, Safety Gloves, Safety Shoes.
    • Dengan Cara Isolasi Yaitu Pembersihan Area Kerja Dan Peralatan Yang Telah Di Gunakan Di Bersihkan Juga Di Simpan Pada Posisi Yang Benar, Mador Wajib Memberi Sangsi Tegas Kepada Karyawan Apabila Melanggar

    Nama : Ishak
    NPM : 13.11.106.701501.0864
    Kelas : B1(sore)
    Semester : V (lima)

  17. a. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

    1. Anaisis Potensi Bahaya :

    a. Dapat terjatuh ke permukaan tanah yang datar maupun berlubang
    b. Dapat terjatuh ke permukaan tanah yang terdapat material material bangunan kerja
    c. Jatuh dari tangga karena kelelahan (fatique) atau terpeleset atau bisa juga karena tangga tidak aman yang hanya terbuat dari bambu,kayu,atau bahan mudah rapuh lainnya
    d. Terpapar debu semen dan pasir yang dapat mengganggu penglihatan juga mengganggu pernafasan pekerja yang bisa menyebabkan tidak aman dan nyaman dalam bekerja
    e. Kejatuhan material bangunan seperti paku, palu, batu bata,dan lain-lain
    f. Tersengat serangga atau bahaya biologis yang dapat membahayakan pekerja

    2. Pengendalian Potensi Bahaya :

    a. Sebelum melakukan pekerjaan di ketinggian, sebaiknya memilih orang-orang yang berkompeten dan sudah ahli dalam bidang pekerjaan tersebut juga sehat secara fisik maupun psikis
    b. Memeriksa keadaaan tangga yang akan digunakan apakah masih layak untuk dipergunakan atau tidak, pilih tangga dengan ketinggian yang sesuai, perhatikan sudut kemiringan dan posisi tangga harus stabil
    c. Jika sudah merasa lelah atau tidak kuat fisik untuk melakukan pekerjaan jangan dipaksa untuk tetap bekerja disarankan untuk beristirahat dahulu
    d. Agar tidak terpapar debu gunakan alat pelindung diri seperti kacamata dan masker saat bekerja agar pekerjaan tidak terganggu
    e. Perlengkapan alat atau material-material bangunan yang tidak dipergunakan sebaiknya disingkirkan atau disimpan terlebih dahulu ditempat yang aman
    f. Agar terlindung dari bahaya biologis seperti tersengat serangga sebaiknya gunakan baju lengan panjang dan celana panjang juga APD pendukung lainnya seperti helm, sarung tangan, kacamata, masker, sepatu safety dll. Dan jika sudah tersengat sebaiknya hentikan pekerjaan tersebut ditindak lanjuti secara medis jika sudah benar-benar pulih pekerjaan bisa dilanjutkan kembali.

    b. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

    1. Analisis Potensi Bahaya :

    a. Terjatuh dari ketinggian karena pengggunaan scafolding yang tidak benar,kurang aman, tidak diperiksa terlebih dahulu sebelum menggunakan atau scafolding hanya terbuat dari bambu,kayu, atau bahan mudah rapuh lainnya
    b. Terpapar debu semen dan pasir yang dapat mengganggu penglihatan pekerja yang bisa menyebabkan tidak aman dan nyaman dalam bekerja
    c. Terpapar radiasi sinar uv, suhu ekstrim, kelembapan, getaran,kebisingan dan lain-lain
    d. Terjatuh dari ketinggian karena tidak menggunakan full body harness dan APD pendukung lainnya
    e. Terjatuh ke permukaan tanah yang terdapat material material bangunan kerja dan mesin alat yang masih beroperasi atau bergerak
    f. Bahaya cuaca: panas,hujan,angin kencang yang bisa berpotensi pekerja tersebut terjatuh
    g. Kejatuhan material bangunan seperti paku, palu, batu bata,dan lain-lain
    h. Tersengat serangga atau bahaya biologis yang dapat membahayakan pekerja
    i. Tersengat aliran listrik

    2. Pengendalian Potensi Bahaya :

    a. Sebelum melakukan pekerjaan di ketinggian, sebaiknya memilih orang-orang yang berkompeten dan sudah ahli dalam bidang pekerjaan tersebut juga sehat secara fisik maupun psikis dan sudah memiliki surat ijin bekerja diketinggian
    b. Melakukan persiapan pekerjaan sebanyak mungkin dari bawah sebelum si pekerja naik ke atas
    c. Memastikan pekerja bisa mendapatkan akses dengan aman dari tempat dimana mereka akan melakukan pekerjaan diketinggian
    d. Pastikan scafolding yang akan digunakan diperiksa terlebih dahulu apakah sudah aman untuk dipergunakan atau tidak dan memastikan pemasangan pipa-pipa scafolding sudah terpasang dengan benar, juga diikat secara maksimum dimasing-masing ujung scafolding dan beri tanda aman / safety sign
    e. Agar tidak terpapar debu gunakan alat pelindung diri seperti kacamata dan masker saat bekerja agar pekerjaan tidak terganggu
    f. Gunakan APD seperti full body harness,lanyard,lifeline dan APD pendukung lainnya seperti helm,sepatu safety,kacamata dll.
    g. Sebelum melakukan pekerjaan diketinggian, pastikan full body harness sudah terpasang dengan baik dan benar
    h. Mempertimbangkan kondisi cuaca yang dapat membahayakan keselamatan pekerja
    i. Perlengkapan alat atau material-material bangunan yang tidak dipergunakan sebaiknya disingkirkan atau disimpan terlebih dahulu ditempat yang aman, jika pekerja membutuhkan peralatan tersebut dikerek menggunakan bantuan katrol
    j. Agar terlindung dari bahaya biologis seperti tersengat serangga sebaiknya gunakan baju lengan panjang dan celana panjang juga APD pendukung lainnya seperti helm, sarung tangan, kacamata, masker, sepatu safety dll. Dan jika sudah tersengat sebaiknya hentikan pekerjaan tersebut ditindak lanjuti secara medis jika sudah benar-benar pulih pekerjaan bisa dilanjutkan kembali.
    k. Meminta bantuan orang teknis atau ahli teknik perlistrikan yang tau bagaimana caranya agar tidak membahayakan pekerja
    l. Memberikan asuransi atau jaminan jika sewaktu waktu timbulnya kecelakaan kerja (jatuh dari ketinggian)

    Nama : Jenny.Agnesia.Dumanaw
    Kelas : B1
    Semester : V
    Npm : 13.11.106.701501.0861

  18. 1.Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahaan dengan ketinggian 3,00 meter dari permukaan tanah.

    A,potensi bahaya dari pekrjaan tersebut:
    -posisi tubuh pekerja
    -andang atau skafolding yang terbuat dari kayu yang di pakai pijakan si pekerja
    -bekerja pada ketinggian
    -bata ringan (bahaya material) maksudnya bahaya yang di timbulkan adalah ketika bata ringan tersebur di pindahkan oleh pekerja lain dari bawah ke atas dengan cara melemparnya,dan pekerja di atas menangkapnya.
    -tempat pekrja yang terbatas

    B.pengendalian potensi bahaya diatas
    -mengganti andang(scaffolding kayu) dengan scaffolding yang memiliki penyangga lebih kuat,pijakan atau alas yang lebih lebar / luas,agar pekerja mempunyai tempat kerja yang cukup
    -memberi pagar di sekekliling scaffolding
    -memberikan traning terhadap pekerja tentang bahaya bahaya bekerja pada ketinggian
    -memberikan SOP pada pengerjaan kontruksi pemasangan bata ringan
    -memberikan APD yang sesuai dengan pekerjaan pemasangan batu bata ringan diperumahan tersebut (sarung tangan,sepatu safety,masker,helm)
    -pemberian safety talk sebelum memulai semua pekerjaan di lapangan

    2.Pekerjaan pemasangan bata ringan di gedung bertingkat dengan ketinggian di atas 3,00 meter

    A.potensi bahaya dari pekerjaan tersebut :
    -bahaya bekerja di ketinggian
    -bahaya cuaca (angin kencang)
    -bahaya dari kontruksi scaffolding (kuat tidaknya kontruksi scaffolding)
    -tempat yang terbatas untuk pekerja
    -bahaya manusinya sendiri (dalamkeadaan sehat atau tidaknya,kosentrasinya atau tidaknya)

    B.penegndalian potensi bahaya di atas :
    -memeberikan pagar di sekeliling scaffolding dimana pekerja itu bekerja
    -meberikan bodyharness pada pekerja tersebut
    -memberikan jaring jarring di bagian luar scaffolding
    -memberikan traning dan pengertian bahaya kepada pekerja tentang bahaya bekerja pada ketinggian
    -membuat SOP untuk pekerjaan pemasangan bata ringan di ketinggian lebih dari 3,00 meter
    -memberika APD untuk pekerja tersebut (bodyharness,sarung tangan,helm,sepatu safety)
    -memberikan arahan atau safety talk sebelum melakukan pekerjaan pemasasngan bata ringan di atas ketinggian 3,00 meter

    NAMA ; ALFIAN ABDUL KAMID KUSNUDIN
    NIP ; 31.11.106.701501.0838
    KELAS ; B 1
    SEMESTER ; 5

  19. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan
    3,00 meter dari permukaan tanah.

    Analisis potensi bahaya :

    1. dengan batas standard yang di tetap untuk bekerja di ketinggian 1,8 maka dengan
    pernyataan dia atas maka potensi terjatuh dan mengakibatkan cidera serius/patah tulang
    dapat terjadi.
    2. tertimpa material yang kemungkinan ada di sekitarnya yang terletak tepat diatas tumpuan
    penyanggah.
    3. menurut gambar di atas aspek ergonomic pun dapat terjadi Msds ( moskuloskeletal disorders
    ). yang dimana pekerja melakukan pekerjaan berulang dengan posisi yang kurang
    memungkinkan.
    4. telapak tangan akan mengalami cidera akibat mengangkut dan memindahkan tanpa adanya
    sarung tangan.
    5. jika kaki pekerja tertimpa material maka akan mengalami cidera di karenakan hanya memakai
    sendal jepit
    6. akan mengalami fatiq atau kelelahan akibat panas yang langsung memancarkan tepat pada si
    pekerja karena perlengkapan safety yang sangat kurang memadai.
    7. akan mengalami gangguan pernafasan, dan mata akibat debu yang dihasilkan dari
    pemasangan bata ringan

    pengendalian potensi bahaya :

    1. menurut standard yang berlaku jika telah melewati standard maka perlu dilakukan
    pencegahan seperti memakai APD dan perlengkapan safety yang sesuai dengan kondisi
    pekerjaan konstruksi.
    1. scaffoding
    2. Helmet protection safety
    3. safety gloves yang sesuai pekerjaan konstruksi
    4. kaca mata safety khusus pekerjaan konstruksi
    5. safety shoes yang sesuai untuk pekerjaan konstruksi
    6. werpak yang dianjurkan
    7. masker untuk mencegah debu yang akan mengganggu sistem pernafasan
    2. aspek smk3 (sistem management keselamatan dan kesehatan kerja) harus digunakan
    dikarenakan potensi resiko yang tinggi.
    3. mengatur waktu atau jam kerja yang dapat mencegah work-releated moskuloskeletal
    disorders (W-MSDs).
    4. serta pelatihan kepada pekerja konstruksi sesuai bidangnya.
    5. melakukan inspeksi dari pihak yang berwajib melakukan inspeksi pada kegiatan tersebut
    6. melakukan penangan MMH (manual material handing) yang benar dapat mencegah (MSDs)

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00
    meter.

    Analisis potensi bahaya :

    1. berbeda dengan potensi bahaya di pernyataan pertama pernyataan kedua potensi bahaya
    sangat sangat beresiko tinggi dengan melewati 3 meter jika terjatuh maka menyebabkan
    kematian dan patah tulang serta biaya yang sangat tinggi.
    2. kejatuhan material-material kecil dari atas gedung tingkat oleh pekerja lainnya yang akan
    berpotensi mengenai kepala pekerja lainnya yang di bawah.
    3. material material kecil yang jatuh dapat membahayakan orang disekitar bukan hanya
    karyawan/pekerja.
    4. menurut gambar di atas aspek ergonomic pun dapat terjadi Msds ( moskuloskeletal disorders
    ). yang dimana pekerja melakukan pekerjaan berulang dengan posisi yang kurang
    memungkinkan.
    5. telapak tangan akan mengalami cidera akibat mengangkut dan memindahkan tanpa adanya
    sarung tangan.
    6. jika kaki pekerja tertimpa material maka akan mengalami cidera di karenakan hanya memakai
    sendal jepit
    7. akan mengalami fatiq atau kelelahan akibat panas yang langsung memancarkan tepat pada si
    pekerja karena perlengkapan safety yang sangat kurang memadai.
    8. akan mengalami gangguan pernafasan, dan mata akibat debu yang dihasilkan dari
    pemasangan bata ringan.
    9. jatuhnya material besar dari atas tingkat yang berpotensi besar untuk memecahkan kepala
    karyawan/pekerja lainnya yang berada di bawah.
    10. dengan scaffolding yang kurang memadai dan tidak sesuai standar yang dibuat abal abal
    dari kayu oleh pekerja memungkinkan potensi terjatuh yang sangat besar karena tidak
    adanya perhitungan beban angkut.

    pengendalian potensi bahaya :

    1. menurut standard yang berlaku jika telah melewati standard maka perlu dilakukan
    pencegahan seperti memakai APD dan perlengkapan safety yang sesuai dengan kondisi
    pekerjaan konstruksi.

    1. scaffoding yang sesuai pekerjaan di atas ketinggian yang dianjurkan
    2. Helmet protection safety
    3. safety gloves yang sesuai pekerjaan konstruksi
    4. kaca mata safety khusus pekerjaan konstruksi
    5. safety shoes yang sesuai untuk pekerjaan konstruksi
    6. werpak yang dianjurkan
    7. masker untuk mencegah debu yang akan mengganggu sistem pernafasan
    8. safety body harness
    9. safety net untuk menahan material yang akan jatuh kebawah.
    2. menambah peralatan kerja untuk ketinggian dan beban load yang berat
    1. crane
    2. gerobak pengangkut bata
    3. aspek smk3 (sistem management keselamatan dan kesehatan kerja) harus digunakan
    dikarenakan potensi resiko yang sangat tinggi.
    4. mengatur waktu atau jam kerja yang dapat mencegah work-releated moskuloskeletal
    disorders (W-MSDs).
    5. serta pelatihan kepada pekerja konstruksi sesuai bidangnya.
    6. melakukan inspeksi dari pihak yang berwajib melakukan inspeksi pada kegiatan tersebut
    7. melakukan penangan MMH (manual material handing) di ketinggian yang benar dapat
    mencegah (MSDs)
    8. setiap karyawan harus berpengalaman dan mengurangi aspek psikologi yanga ada kaitannya
    dengan ketinggian yang dapat membahayakan diri sendiri
    9. dalam perekrutan SDM pihak perusahaan harus memperhatikan Sertifikat untuk bekerja di
    ketinggian.

    Nama : septino eklesia wangania

    NPM : 13.11.106.701501.1155

    Kelas : B1

    Semester : V (Lima)

  20. 1. Analisis Potensial Bahaya
    – Terjatuh karena papan sanggahan patah
    – Pekerja bekerja ditempat terbuka dan terkena matahari langsun g dapat mengakibatkan sakt kepala dan hilang konsentrasi
    – Jika ada orang lain di sekitar pekerja kemungkinan akan tertimpa bata ketika papan patah
    – Pekerja menghirup debu dari bata
    2. Pengendalian Bahaya
    – Melakukan breefing sebelum bekerja
    – Memberika waktu istirahat yang cukup
    – Selalu memantau pekerjaan apabila terhadi insiden dapat di tindak dengan cepat dan sigap
    – Menggunakan APD
    – Memberikan standar prosedur dan instruksi kerja yang dapat di pahami oleh pekerja
    Nama : Yoana Fransiska
    NPM : 13.11.106.70150.0852
    Kelas : Sore (B1)
    Semester : V (Lima)

    • Analisis yang Anda lakukan masih belum lengkap. Perbaiki kembali analisis Anda secara lengkap dan sistematis, lihat analisis dari rekan-rekan Anda yang sudah disetujui sebagai acuan. Klik “Reply” dibawah ini untuk melakukan perbaikan tersebut.

  21. 1. Pekerja pemasang batu bata ringan untuk perumahan dengan ketingian sampai dengan
    3,00meter dari ketingian tanah .

    A. Analisa potensi bahaya
    • Debu yang dihasilkan dari bahan banguna yang digunakan bata ringan,semen dan pasir
    • Jam kerja yang terlalu lama tidak seperti waktu batas normal 8 jam / kurang istirahat
    • Tidak mengunakan sarung tangan , sepatu boat , masker dan pelindung diri
    • Terjatuh dari ketingian karena tidak mengunakan alat bantu yang standar
    • cuaca yang berubah ubah seperti hujan permukaan menjadi licin
    • postur tubuh yang tidak sesuai

    B. Pengendalian potensi bahaya
    • Postur tubuh yang berdiri membungkuk terlalu lama pada saat memasang batu bata
    • Menganti tangga kayu standar dengan mengunakan scaffolding atau perancah
    • Memakai APD seperti sarung tangan , helem , masker , kaca mata dan sepatu
    • Kurang focus melakukan pekerjaan pada saat bekerja diwaktu yang tidak normal dan
    memberikan istirahat yang cukup
    .
    .
    2. Pekerja pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketingian 3,00 meter

    A. Analisa potensi bahaya
    • Terjatuh dari ketingian karena tidak mengunakan alat bantu yang standar
    • postur tubuh yang tidak sesuai
    • tidak mengunakan APD pada saat bekerja seperti sarung tangan , sepatu , helem dan
    masker
    • jam kerja yang melebihi batas normal
    • tidak peralatan Penahan dan Pencegah Jatuh
    • penahan jatuh serta pendukung Tidak Standart dan kondisi tidakaman untuk digunakan

    B. Pengendalian potensi bahaya
    • Mengunakan full body harness pada saat bekerja diketingian
    • Kurang focus melakukan pekerjaan pada saat bekerja diwaktu yang tidak normal dan
    memberikan istirahat yang cukup
    • Memakai APD seperti sarung tangan , helem , masker , kaca mata dan sepatu
    • mengunakan scaffolding atau perancah
    • melakukan kecukupan pengawasan pada pekerja ketingian

    Nama :Riskianor
    Npm :13.11.106.701501.1211
    Kelas :B1
    Semester : V (Lima)

  22. 1.Pemasangan Bata Ringan Untuk Perumahan Dengan ketinggian Sampai Dengan 3,00 meter
    A. Analisis Potensi Bahaya:
    – Kecelakaan/luka pada saat pengoperasian alat pengaduk semen
    – Kecelakaan yang timbul akibat kelalaian pekerja karena kurangnya konsentrasi pekerja yang di sebabkan faktor kelelahan di karenakan pemasangan bata secara manual
    – Kecelakaan yang timbul akibat kelalian karena pekerja yang belum/tidak ahli pada bidangnya
    – Faktor ergonomi/ pergerakan pekerja (gerakan yang monoton secara terus menerus pada saat pemasangan bata, seperti jongkok, membungkuk, berdiri selama ±3 jam )
    – Faktor cuaca yang tidak dapat di prediksi
    – Area pekerjaan yang tidak aman
    – Terjatuh saat melakukan pekerjaan pemasangan bata
    – Scafolding yang tidak layak di gunakan
    – Terkena debu pasir dan cipratan semen
    – Pekerja tidak di lengkapi dengan APD

    B. Pengendalian Potensi Bahaya:
    – Pengecekan alat sebelum pekerjaan di mulai dan saat hendak di operasikan
    – Pemeriksaan pelaratan dan memastikan peralatan yang di gunakan layak/sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku
    – Memberikan keterampilan dan pendidikan (Training) lebih intensif kepada pekerja konstruksi di lapangan
    – Mensterilkan medan tempuh untuk mengurangi potensi bahaya
    – Memberikan safety briefing dan menekankan aspek keselamatan yg utama di setiap pekerjaan
    – Memberikan sanksi tegas terhadap pekerja yang tidak mematuhi aturan keselamatan
    – Memperhatikan jam kerja agar tidak terjadi kelelahan dan berkurangnya konsentrasi pada pekerja
    – Menggunakan scafolding yang layak pakai dan sesuai standar keselamatan
    – Pekerja di lengkapi dengan APD yang sesuai standar keselamatan (kacamata, sepatu, sarung tangan, dan helm)
    – Adanya tenaga ahli K3 dan tenaga ahli konstruksi yang melakukan pengawasan

    2.Pemasangan Bata Ringan Untuk Gedung Bertingkat Dengan Ketinggian Di Atas 3,00 Meter
    A. Analisis Potensi Bahaya:
    – Kecelakaan/terluka saat pengoprasian alat pengaduk semen
    – Kecelakaan yang timbul akibat kelalaian pekerja karena kurangnya konsentrasi pekerja yang di sebabkan faktor kelelahan di karenakan pemasangan bata secara manual
    – Kecelakaan yang timbul akibat kelalian karena pekerja yang belum/tidak ahli pada bidangnya
    – Faktor ergonomi/ pergerakan pekerja (gerakan yang monoton secara terus menerus pada saat pemasangan bata, seperti jongkok, membungkuk, berdiri selama ±3 jam )
    – Terjatuh dari ketinggian saat pemasangan bata
    – Terjatuh karena scafolding yang tidak kokoh atau tidak layak di gunakan
    – Tertimpa bata atau bahan bangunan lain
    – Terkena puing-puing atau seprihan material yang berserakan disekitar gendung
    – Terkena debu pasir dan cipratan semen
    – Pekerja tidak menggunakan APD yang lengkap

    B. Pengendalian Potensi Bahaya:
    – Pengecekan alat sebelum pekerjaan di mulai dan saat hendak di operasikan
    – Pemeriksaan peralatan dan memastikan peralatan yang di gunakan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku
    – Penggunaan full body harness saat melakukan pekerjaan di ketinggan
    – Mengunakan scafolding yang layak pakai dan sesuai standar keselamatan
    – Menggunan teknolgi terkini dalam pembangunan dan pemasangan bata
    – Memberikan keterampilan dan pendidikan (Training) lebih intensif kepada pekerja konstruksi di lapangan
    – Memberikan safety briefing dan menekankan aspek keselamatan yg utama di setiap pekerjaan
    – Memperhatikan pengaturan jam kerja agar tidak terjadi kelelahan dan berkurangnya konsentrasi pada pekerja
    – Memberikan sanksi tegas kepada pekerja yang tidak mematuhi aturan keselamatan
    – menggunakan APD yang lengkap yang sesuai standar keselamatan para pakerja
    – Adanya tenaga ahli K3 yang memberikan pengawasan secara langsung
    – Melibatkan tenaga ahli konstruksi untuk memberikan perkuatan terhadap struktur

    Nama : Reza Fahlevi
    NPM : 13.11.106.701501.1179
    Kelas : B1 (Sore)
    Semester : V (Lima)

  23. 1.Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah

    I.Analisis potensi bahaya
    i.Bahan material yang berserakan
    ii.Scaffolding yang tidak memenuhi standar
    iii.Alat pelindung diri
    iv.Bahaya cuaca (hujan, angin, kabut)
    v.Tidak memberikan training terhadap pekerja
    vi.Human error
    vii.Cipratan semen atau debu yang terkena mata
    viii.Orang yang lalu lalang di sekeliling tempat berkerja
    ix.Tidak ada nya pengawas pekerja saat berkerja
    x.Pekerja yang tidak ergonomi saat berkerja
    xi.Tidak ada nya safety talk terhadap pekerja sebelum berkerja
    xii.Struktur tanah yang miring atau tanah yang gembur

    II.Pengendalian potensi bahaya
    i.Memberikan training terhadap pekerja
    ii.Memberikan alat pelindung diri
    iii.Mengganti scaffolding yang layak untuk berkerja
    iv.Memberikan safety talk terlebih dahulu
    v.Pengawasan rutin terhadap pekerja
    vi.Memberikan waktu istirahat yang cukup terhadap pekerja
    vii.Memberikan SOP

    2.Pekerja pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian di atas 3,00 meter

    I.Analisis potensi bahaya
    i.Bahan material yang berserakan
    ii.Scaffolding yang tidak memenuhi standar
    iii.Alat pelindung diri
    iv.Bahaya cuaca (hujan, angin, kabut)
    v.Tidak memberikan training terhadap pekerja
    vi.Human error
    vii.Cipratan semen atau debu yang terkena mata
    viii.Orang yang lalu lalang di sekeliling tempat berkerja
    ix.Tidak ada nya pengawas pekerja saat berkerja
    x.Pekerja yang tidak ergonomi saat berkerja
    xi.Tidak ada n ya safety talk terhadap pekerja sebelum berkerja
    xii.Struktur tanah yang miring atau tanah yang gembur
    xiii.Tidak ada nya ahli kontruksi bangunan

    II.Pengendalian potensi bahaya
    i.Memberikan training terhadap pekerja
    ii.Memilih pekerja yang ahli
    iii.Memberikan alat pelindung diri
    iv.Mengganti scaffolding yang layak yang layak untuk berkerja
    v.Memasang barikade pada sekeliling tempat kerja
    vi.Memberikan surat ijin kerja
    vii.Memberika safety talk terlebih dahulu sebelum memulai berkerja
    viii.Pengawasan rutin terhadap pekerja di lapangan
    ix.Memberika waktu istirahat yanvg cukup bagi pekerja
    x.Memberi SOP dan JSA

    Nama; Eka Fajar Bahari
    Npm; 13.11.106.701501.0834
    Kelas; B1 (sore)
    Semester; 5 (lima)

  24. 1.Pekerjaan Pemasangan Bata Ringan Untuk Perumahan Dengan Ketinggian Sampai Dengan 3,00 Meter Dari Permukaan Tanah

    A.Analisis Potensi Bahaya:
    – tanah licin
    – scafolding jatuh
    – pekerja terkena goresan bata ringan
    – kecelakaan saat mengoprasikan alat pengaduk semen
    – serpihan material yang berserakan
    – terdapat bahaya biologi seperti bakteri, kalajengking, serangga
    – gangguan cuaca
    – kecelakaan yang di akibatkan karena kelalaian pekerja karena faktor kelelahan
    – APD yang tidak lengkap
    – aliran listrik atau kabel yang terdapat pada tempat pemasangan batu ringan
    – pengaturan jam kerja yang melebihi 8 jam
    – pekerja tidak ergonomi saat bekerja
    – tidak adanya pengawasan langsung

    B.Pengendalian Potensi Bahaya:
    – memeriksa medan tempuh sebelum/saat melakukan pekerjaan
    – pengecekan alat sebelum/saat melakukan pekerjaan
    – memeriksa peralatan agar memenuhi standar keselamatan
    – mensterilkan area perumahan dari serpihan material
    – melengkapi pekerja dengan APD yang sesuai dengan standar keselamatan kerja
    – memberikan safety briefing saat hendak melakukan pekerjaan
    – memberikan training terhadap pekerjaan terkait
    – mengatur jam kerja agar tidak melebihi 8 jam kerja
    – adanya pengawasan langsung dari ahli konstruksi

    2.Pekerjaan Pemasangan Bata Ringan Untuk Gedung Bertingkat Dengan Ketinggian Diatas 3,00 Meter
    A.Analisis Potensi Bahaya:
    – terjatuh dari ketinggian
    – scafolding jatuh
    – area kerja yang tidak safe
    – pekerja terkena goresan bata ringan
    – cuaca yang sewaktu-waktu dapat berubah
    – kecelakaan saat mengoprasikan alat pengaduk semen
    – serpihan material yang berserakan
    – kecelakaan yang di akibatkan karena kelalaian pekerja karena faktor kelelahan
    – APD yang tidak lengkap
    – pengaturan jam kerja yang melebihi 8 jam kerja
    – pekerja tidak ergonomi saat bekerja
    – tidak adanya pengawasan langsung dari pihak terkait

    B.Pengendalian Potensi Bahaya:
    – menggunakan full body harness saat melakukan pekerjaan di ketinggian
    – pengecekan alat sebelum/saat melakukan pekerjaan
    – meninjau ulang risk assesment
    – memeriksa peralatan agar memenuhi standar keselamatan
    – mensterilkan area gedung dari serpihan material
    – melengkapi pekerja dengan APD yang sesuai dengan standar keselamatan kerja
    – menanamkan budaya K3 kepada perusahaan
    – memberikan safety briefing saat hendak melakukan pekerjaan
    – memberikan training terhadap pekerjaan terkait
    – mengatur jam kerja agar tidak melebihi 8 jam kerja
    – adanya pengawasan langsung dari ahli konstruksi dan ahli K3 terkait

    Nama : Lukman
    NPM : 13.11.106.701501.0874
    Kelas : B1 (Sore)
    Semester: V (Lima)

  25. 1.(A) Analisis potensi bahaya pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter
    Potensi bahaya dari pekerjaan tersebut adalah :

    A. Pekerja dapat terjatuh dari ketinggian 3,00meter
    B. Batu bata bisa saja menjatuhi/menimpa para pekerja lain atau bahkan para pejalan kaki yang lewat
    C. Jika pemasangan batu bata tidak sesuai prosedur dapat rubuh dan akan menimpa para pekerja/pejalan kaki
    D. Kondisi cuaca yg tidak stabil (angin kencang) yang datang secara tiba-tiba dapat saja menghilangkan keseimbangan pekerja
    E. Peralatan yang berserakan dapat mencelakai para pekerja

    2.(B) Pengendalian potensi bahaya pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter adalah :

    A. Menggunakan police line agar tidak ada yg melewati saat pekerjaan sedang berjalan di area pemasangan bata
    B. Pekerja harus menggunakan safety body harnes
    C. Lantai kerja harus dipastikan terikat dengan kuat & tidak ada celah / lubang yang dapat menyebabkan pekerja terperosok.
    D. Kesehatan pekerja harus sesuai standar yang di berikan.
    E. Pemasangan scafolding sesuai prosedur.

    2.(A) Analisis potensi bahaya pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.
    Potensi bahaya dari pekerjaan tersebut adalah:

    A. Angin kencang dapat mengurangi keseimbangan pekerja
    B. Terik panas matahari dapat mengurangi konsentrasi pekerja
    C. Semen yang tidak memenuhi standar dapat merubuhkan susunan bata dan menimpa pekerja
    D. Pemasangan scafolding yang tidak memenuhi standar dapat mencelakakan pekerja
    E. Batu bata yang berserakan dapat menjatuhi para pejalan kaki yang lewat di area proyek
    F. Peralatan yang di letakan secara berserakan dapat mencelakakan pekerja, ataupun orang di sekitar proyek

    2. Penendalian potensi bahaya pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter adalah:

    A. Sebelum bekerja, para pekerja harus mendapat ijin terlebih dahulu dari pelaksana terkait. 
    B. Memastikan para pekerja yang akan bekerja di ketinggian harus dalam kondisi sehat dan tidak mempunyai rasa takut bekerja di ketinggian. 
    C. Menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ) yang memadai sesuai dengan aspek keselamatan kerja, harness safety belt, helm dan sepatu bot. 
    D. Memasang tali pengaman (life line) untuk mengaitkan harness safety belt / safety belt yang cukup kuat dan aman untuk menahan beban pekerja bila terjadi bahaya dan tidak mengganggu pergerakan pekerja. 
    E. Membuat platform untuk pekerja, alat dan bahan yang cukup kuat dan aman. Tepi plat form harus diberi railing / pagar pembatas yang kuat / mampu menahan dorongan minimal 100 kg. 
    F. Menempatkan peralatan atau bahan kedalam kantong / wadah agar tidak mudah jatuh. 
    G. Menutup lubang yang berukuran lebih besar dari telapak kaki dengan bahan yang cukup kuat. 
    H. Membersihkan platform yang licin sehabis hujan dan pekerjaan dapat dimulai setelah platform dipastikan aman. 
    I. Bila dipersyaratkan atau bila dipandang perlu maka jaring pengaman harus dipasang 
    J. Penumpukan sementara material harus dibatasi dan ditempatkan tidak terlalu ketepi dan disusun sedemikian rupa sehingga tidak mudah jatuh dan pekerja memiliki ruang kerja yang cukup leluasa. 
    K. Pelaksana pekerjaan harus memonitor masing-masing lokasi dimana pekerjaan di ketinggian sedang dilakukan. 
    L. Melakukan inspeksi semua pekerjaan ditempat ketinggian dan hasilnya dicatat, jika ditemukan kondisi maupun tindakan yang berbahaya segera melaporkan ke pelaksana terkait, dan segera di amankan / diperbaiki. 
    M. Memasang rambu peringatan di area proyek.

    Nama : Irma inez ivana
    Kelas: B1(sore)
    Semester : V
    Npm : 13.11.106.701501.0881

  26. Pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian 3 meter diatas permukaan tanah.
    A. Analisis potensi bahaya
    – jatuh dari ketinggian
    – mengalami kelelahan dalam bekerja
    – menghirup debu atau kotoran dari bata yang dibawa
    – kondisi cuaca yang ekstrem (panas/dingin) membuat pekerja tidak berkonsentrasi.
    – cedera ketika mengangkat batu tidak secara ergonomic.

    B. Pengendalian potensi bahaya
    – adanya pengawasan dari pihak K3 yang berwenang agar pekerjaan sesuai dengan cara yang tepat.
    – adanya tenaga profesional dan terlatih
    – diadakannya safety briefing sebelum bekerja
    – memastikan pijakan kaki saat di ketinggian kuat dan seimbang
    – adanya waktu dan tempat istirahat yang sesuai dengan pekerjaan
    – pengawasan dari pihak k3 yang berwenang

    Pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian 3 meter diatas permukaan tanah.
    A. Analisis potensi bahaya
    – jatuh dari ketinggian
    – tertimpa material atau peralatan dari lantai atas
    – cuaca yang ekstrem dan tidak menentu
    – pingsan karena kelelahan
    – menghirup debu atau kotoran dari bata yang dibawa

    B. Pengendalian potensi bahaya
    – adanya safety briefing sebelum bekerja
    – penggunaan APD yang sesuai dengan pekerjaan
    – pengawasan dari pihak K# yang berwenang
    – pemilihan pekerja yang ahli dan terlatih
    – pemasangan rambu atau tanda keamanan pada daerah pemasangan bata
    – memakai masker saat bekerja
    – pemakaian full body harness

    Nama : Karima Zahrah Halimah Mumtaza
    NIM : 14.11.106.701501.1381
    Semester : V
    Kelas : B1 (Sore)

  27. Nama : Siti Musdalifah
    NPM : 13.11.106.701501.0869
    SMT : 5 (Lima)
    Kelas : B1

    1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.
    a. Analisis potensi bahaya
    – Pekerja bekerja diketinggian.
    – Debu yang ada diarea kerja.
    – Material bangunan yang berantakan pada area kerja.
    – Posisi pekerja yang tidak ergonomi.
    – Scaffolding tidak SNI.
    – Pekerja tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja.
    b. Pengendalian potensi bahaya
    – Pekerja menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja, contohnya seperti masker dan kacamata agar terhindar dari debu ,sepatu untuk melindungi kaki ketika kejatuhan material bangunan, sarung tangan, kaca mata, dan lain-lain.
    – Menggunakan scaffolding yang SNI .
    – Pekerja menggunakan body harness.
    – Memperbaiki posisi kerja.
    – Material bangunan disusun atau ditempatkan pada tempatnya.
    – Pekerja bekerja sesuai dengan SOP.
    – Pengaturan jam kerja agar pekerja tidak mengalami kelelahan atau fatigue.
    – Pekerja harus dalam kondisi fit sebelum melakukan kegiatan bekerja diketinggian dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis.

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.
    a. Analisis potensi bahaya
    – Pekerja bekerja diketinggian.
    – Debu yang ada dia area kerja.
    – Material bangunan yang berantakan pada area kerja.
    – Posisi pekerja yang tidak ergonomi.
    – Scaffolding tidak SNI.
    – Pekerja tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja.
    b. Pengendalian potensi bahaya
    – Pekerja menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja, contohnya seperti masker dan kacamata agar terhindar dari debu ,sepatu untuk melindungi kaki ketika kejatuhan material bangunan, sarung tangan, kaca mata, dan lain-lain.
    – Menggunakan scaffolding yang SNI .
    – Pekerja menggunakan full body harness. Semua peralatan Penahan dan Pencegah Jatuh serta Peralatan Pendukung harus dalam kondisi baik dan sudah diinspeksi sebelum digunakan.
    – Memperbaiki posisi kerja.
    – Material bangunan ditempatkan pada tempat yang mudah dijangkau oleh pekerja digedung bertingkat.
    – Pekerja bekerja sesuai dengan SOP.
    – Pengaturan jam kerja agar pekerja tidak mengalami kelelahan atau fatigue.
    – Pekerja harus dalam kondisi fit sebelum melakukan kegiatan bekerja diketinggian dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis.

  28. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

    A. Analisa potensi bahaya
    -Terjatuh dari ketinggian karena menggunakan alat atau penyangga yang tidak sesuai/tidak standard
    -Debu yang di hasilkan dari material mengakibatkan gangguan pernapasan
    -Posisi tubuh yang tidak ergonomi dapat mengakibatkan cidera pada tulang punggung
    -Tidak menggunakan APD dapat membahayakan pekerja saat bekerja
    -Lingkungan tempat kerja yang panas dan bising dapat mengganggu saat bekerja
    -Pekerjaan yang diburu-buru

    B. Pengendalian bahaya
    -Menggunakan penyangga yang lebih aman scaffolding yang terbuat dari besi
    -Menggunakan masker saat bekerja
    -Merubah posisi tubuh ke posisi yang lebih natural dan ergonomi atau member jeda/istirahat untuk tubuh setiap beberapa jam.
    -Menggunakan APD seperti ear plug,kacamata & masker

    2. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

    A. Analisa potensi bahaya
    -Terjatuh dari ketinggian karena menggunakan alat atau penyangga yang tidak sesuai/tidak standard
    -Angin karena jika bekerja di ketinggian maka angin akan semakin kencang
    -Ruang kerja yang terbatas
    -Pijakan yang tidak stabil
    -Debu yang di hasilkan dari material mengakibatkan gangguan pernapasan
    -Posisi tubuh yang tidak ergonomi dapat mengakibatkan cidera pada tulang punggung
    -Tidak menggunakan APD dapat membahayakan pekerja saat bekerja
    -Lingkungan tempat kerja yang panas dan bising dapat mengganggu saat bekerja
    -Pekerjaan yang diburu-buru

    B. Pengendalian potensi bahaya

    -Menggunakan penyangga yang lebih aman scaffolding yang terbuat dari besi
    -Menggunakan masker saat bekerja
    -Mengikatkan scaffolding ke badan bangunan agar saat terkena angin tidak terjadi gerakan yang terlalu besar pada pijakan
    -Menggunakan safety harness
    -Merubah posisi tubuh ke posisi yang lebih natural dan ergonomi atau member jeda/istirahat untuk tubuh setiap beberapa jam.
    -Menggunakan APD seperti ear plug,kacamata & masker

    NAMA : ILHAM AKBAR F
    KELAS B1
    SEMESTER : V
    NIM : 13.11.106.701501.0833

  29. 1. Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.

    a. Analisis potensi bahaya
    – Ketinggian
    – Cuaca
    – Material
    – Kimia
    – Lingkungan
    – Phisicososial

    b. Pengendalian potensi bahaya

    A.Ketinggian : dalam pekerjaan pemasangan bata 3 meter sangat berpotensi timbulnya resiko terjatuh dan tertimpa material pada saat pemasangan batu bata.

    Pengendalian
    -Subsitusi:menggunakan scafdolding atau flatfom dengan pondasi yang kokoh .yang berfungsi untuk lantai pijakan pekerja dan untuk menaruh material dan alat bantu pekerjaan
    -Administrasi:memberi pelatihan kepada tukang tentang tata cara menggunnaka alat pelindung diri
    -Ppe: memberikan alat pelindung diri fullbody harnest yg dikaitkan di flatfom atau scaffolding.

    B.Cuaca
    Dalam pekerjaan kontruksi outdor faktor cuaca sangatlah berpengaruh pada tingkat keberhasilan pekerjaan dan keselamatan pekerjaan

    Pengendalian
    -Eliminasi:jika kondisi sedang hujan lebat atau kondisi angin kencang sebaiknya pekerjaan dihentikan sementara waktu.
    -eengenering:Memasang terpal diarea pemasangan bata yang bertujuan untuk melindungi pekerja dan pasangan kontuksi dari panas dan hujan

    C. Material
    Dalam pekerjaan kontruksi penempatan material yang kurang tepat dapat berpotensi menimbulkan resiko tertimpa material maupun terpeleset material

    Pengendalian

    -Isolasi: membuat tempat khusus penempatan bahan-bahan material tempat tertutup agar material tidak terkena hujan
    -ika bekerja di atas platpom unuk pemasangan bata bagian atas bawalah material secukupnya saja dan posisikan di tempat yang aman agar tidak mengganggu pergerakan pada saat bekerja
    -Membawa toolboox untuk penempataan alat bantu kerja seperti ,cetok,palu, meteran dll yg bertujuan agar alat batu pekerjaan tidsk berserakan
    -Mengumpulkan sisa-sisa material yang sudah tidak dapat digunakan lagi dan membuangnya ketempat sampah

    D.Kimia
    Bahaya kimia berasal dari material sement yang digunakan untuk melekatkan antara bata satu dengan yang lainya.resiko yang ditimbulkan dari sement bisa berupa terpapar debu sement maupun kontaminasi melalui kulit.

    Pengendalian

    -Training: memberikan training bahaya, resiko dan tata ara pegaplikasian sement kepada sipekerja kontruksi
    -Ppe: memberikan ppe berupa masker debu,sarung tangan karet dan sepatu safety
    Lingkungan

    E. Faktor lingkungan seperti kemiringan tanah berpotensi menimbulkan resik terpeleset maupun scsfolding terjatuh
    Pengendalian
    -Melakukan perataan dan pengerasan tanah diarea pijakan scaffolding

    F. Phisycososia Bahaya phisyososial berasal dari kompetensi tukang, Beban kerja dan setres kerja.

    Pegendalian
    -Subsitusi: menganti dengan tukang yang ahli atau tukang kelas 1
    -Training: nmemberikan pelatihan tentang kontruksi pemasangan bata
    -Administrasi: mengaatur jam kerja dan jam istirahat tukang yang bertujuan untuk merefresh kembali tenaga tukangdan menghindarkannya dari fatigue kerja.

    2.pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat .dengan ketinggian diatas 3,00 m

    a. analisa potensi bahaya
    -Bahaya ketinggian
    -Bahaya cuaca
    -Bahaya material
    -Bahaya kimia
    -Bahaya mekanika
    -Bahaya lingkungan
    -Bahaya phisycososial

    Pengendalian potensi bahaya

    A.Ketinggian :pada pemasanagan bata ringan diatas 3 meter pada gedung bertingkat sangatlah riskan untuk terjadinya kecelakaan kerja
    -Eliminasi: pada saat pemasangan bata diatas 3 meter pastikan area dibawah pemasangan bata steril dari aktivitas lalu lalang orang
    -Subsitusi:,menggunakan scalfolding atau platfom untuk pijakan tukang pada saat bekerja diatas
    -Reengenering: menggunakan hois,chainblock untuk menaiakan material keatas flatfom
    -Isolasi: membuat garis demarkasi di sekitar area pemasangan bata yang bertujuan untuk menghilangkan resiko tertimpa material
    -Admistrasi: membuat jsa sebelum pekerjaan dimulai, membuat permit bekerja di ketinggian,mengatur jam kerja karyawan.membuat spanduk atau rambu-rambu perintah dan larangan selama bekerja di proyek.Membuat checklist pada peralaan kerja yang bertujuan untuk menghilangkan kecelakan kerja yg di sebabkan penggunaan alat yg tidak standar
    -Training:memberikan pelatihan kompetensi ahli kepada tukang, training meggunakan dan perawatan alat kerja dan ppe
    -Ppe: memberikan alat pelidung diri seperti, kacamata. Sarung tangan,sepatu safety,dan fullbody harnest

    B.Cuaca: jika pekerjaan pemasangan bata di luar gedung faktor cuaca sangatlah berpengaruh terhadap faktor keselamaan kerja

    Pengendalian:

    -Eliminasi: menghentikan pekerjaan jika terjadi hujan dan angin kencang
    -Reenginering: membeuat terpal di area pemsangan bata unruk menghindarkn dari hujan
    -Training: memberikan safety brifing sebelum memulai pekerjaan
    -Ppe: memberikan alat pelindung diri yang sesuai dengan pekerjaan.

    C.material pada kontruksi pemasangan bata dapar menyebabkan resiko tertimpa, keruntuhan material yang sudah terpasang.terpeleset

    Pengendalian

    -Eliminasi: membuang sisa-sisa material yang sudah tidak dapat di gunakan lagi.
    -Subsitusi: menganti dari tenaga manual menjadi nmenggunakan mesin molen untuk mencampur material sement dan pasir,memasang bata secara bertahap yg bertujuan mencegah pasanagan material bata tidak runtuh,menggunakan material berstandar SNI
    -Isolasi: membuat tempat khusus untuk menyimpan material
    -Isolasi: memberi garis demarkasi di area pemasangan bata yg bertujuan agar tidak ada orang yg lalu lalang di area kerja
    -Admintrasi: membuat checklist peralatan
    -Training: memberikan training kerja yang berkaitan dengan material dan peralatan yang di gunakan selama pekerjaan
    -PPE: memberikan alat pelindung diri seperti body harnest.sarung tangan,kacamata dan sepatu safety

    D.Bahaya kimia berasal dari material sement yang berpotensi menyebabkan terjadinya resiko

    Pengendalian

    -Subsitusi: meggunakan alat batu seperti hois.chainblock untuk menaikan material sement ke atas platfom
    -Isolasi: membuat tempat khusus untuk melakukan percampuran material
    -Training: memberikan traiing mengenai prosedur penggunaan sement
    -Ppe: memberikan alat pelindung diri. Helm, masker, sarung tanagan karet dan sepatu safety

    E.Bahaya mekanika bersumber dari pergerakan mesin molen yang berpotensi menimbulkan resiko tergilas dan terjepit

    Pengendalian

    -Isolasi: memberikan penutup di sekitar area roda gigi mesin molen
    -Memberi garis demarkasi di sekitar area mesin molen di tempatkan yang bertujuan agar orang yang tidak berkrprntingan tidak mendekat di area tersebut
    -Administrasi: membuat check list harian pada mesin tersebut,Mengatur jam kerja karyawan
    ,Membuat jsa mengoprasikan mesin molen
    -Training: memberikan training pengoprasian mesin molen
    -Ppe: memberikan alat pelindung diri sepatu safety,kacamata .sarung tangan dan helm\

    F.Bahaya lingkungan kemiriga tanah dan kekerasan tanah juga menjadi fakor terjadinya resiko,tertimbun reruntuhan

    Pengendalian

    -Subsitusi:melakukan pengurukan hingga rata dan pengerasan tanah menggunakan mesin impact
    -Memastikan struktur pondasi sesuai dengan design dari engginer kontruksi
    -Administrasi: melakukan kajian struktur tanah sebelum memulai proyek konstruksi

    G.Bahaya phisycososial seperti intimidasi, stres kerja,standar kompentesi tukang

    Pengendalian
    -Eliminasi: menari tukang dengan kompetensi terbaik atau tukang kelas 1
    -Eliminasi: membangun suasana kerja yang harmonis antar sesama karyawan proyek
    -Administrasi: mengatur jam kerja di proyek tersebut
    -Training: memberikan training kompetensi kepada tukang.

    Nama : Adri ponco wibowo
    NPM : 13.11.106.701501.0858
    Kelas: B1 semester 5

  30. 1. Pemasangan kontruksi perumahan ketinggian sampai 3 meter di atas permukaan tanah

    a. Analisis potensi bahaya

    1. Terjatuh saat pemasangan kontruksi batu bata
    2. Terpeleset saat pemasangan kontruksi batu bata
    3. Scafolding yang roboh atau ambruk
    4. Terkena matahari langsung
    5. Tertabrak material kontruksi
    6. Terkena hujan saat pemasangan batu bata

    b. Pengendalian potensi bahaya

    1. Pemaiakaian body harnest atau perlengkapan APD
    2. Pemaikaian body harnetst atau perlengkapan APD
    3. Pemberian shift jam kerja yang sesuai dengan peraturan undang – undang
    4. Pemakaian baju yang tertutup atau standar APD
    5. Pemberian area kerja
    6. Pemaian jas hujan saatm bekeraja

    2. Pemasangan kontruksi gedung bertingkat ketinggian di atas 3 meter di atas permukaan tanah

    a. Analisis Potensi bahaya

    1. Terjatuh saat pemasangan batu bata
    2. Terpeleset saat pemasangan batu bata
    3. Tertabrak material kontruksi
    4. Kaki terkena batu bata
    5. Scaffolding yang roboh
    6. Terkena hujan saat pemasangan batu bata
    7. Pekerja yang takut ketinggian
    8. Pekerja yang mudah kelelahan

    b. Pengendalian potensi bahaya

    1. Pemakian body harnest atau APD
    2. Pemakaian APD
    3. Safety breafing sebelum melakukan pekerjaan
    4. Pemakaian sepatu safety
    5. Scaffolding yang sesuai standar undang undang
    6. Pemakaian jas huja saat bekerja
    7. Safety breafing agar menyakan pekerja yang takut ketinggian tidak di perbolehkan pekerja di ketinggian
    8. Pemberian materi cara pengangkatan beban yang baik atau ilmu ergonomi

    NAMA : DIANA
    NIM : 13.11.106.701501.0872
    KELAS : B1

  31. Assalamu’alaikum,

    Dear Pak Erwin,

    Dari hasil pengamatan saya terhadap foto yang Bapak lampirkan, berikut jawaban saya terhadap tugas 3 Keselamatan Konstruksi:

    a. 1. Analisis Potensi Bahaya Terhadap Kasus 1; “Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.” yaitu:
    – Faktor Bahaya Fisika: Ketinggian dengan jarak sampai dengan 3,00 meter dan alas atau tangga kayu yang tidak kokoh dan non standar untuk digunakan sebagai tempat berpijak.
    – Faktor Bahaya Biologi: Bakteri atau jamur, debu, dan cuaca panas/hujan dari lingkungan sekitar.
    – Faktor Bahaya Kimia: Bahan kimia dari bata ringan yang digunakan, semen atau bahan perekat untuk bata ringan.
    – Faktor Bahaya Mekanika: Tidak ada.
    – Faktor Bahaya Biomekanik: Postur tubuh atau posisi kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang dalam proses pemasangan bata ringan,
    – Faktor Bahaya Psikososial: Stress, intimidasi atau tekanan dari mandor/atasan untuk segera menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
    – Faktor bahaya lain: Pekerja yang tidak di-training untuk bekerja di ketinggian, fatigue, tidak menggunakan APD, permukaan bata yang kasar.

    a. 2. Analisis Potensi Bahaya terhadap kasus 2; “Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.” yaitu:
    – Faktor Bahaya Fisika: Ketinggian dengan jarak di atas 3,00 meter dan alas atau tangga kayu yang tidak kokoh dan non standar untuk digunakan sebagai tempat berpijak.
    – Faktor Bahaya Biologi: Bakteri atau jamur, debu, dan cuaca panas/hujan dari lingkungan sekitar.
    – Faktor Bahaya Kimia: Bahan kimia dari bata ringan yang digunakan, semen atau bahan perekat untuk bata ringan.
    – Faktor Bahaya Mekanika: Mesin pengaduk semen yang berputar dan mesin-mesin yang beroperasi pada saat proyek berjalan.
    – Faktor Bahaya Biomekanik: Postur tubuh atau posisi kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang dalam proses pemasangan bata ringan,
    – Faktor Bahaya Psikososial: Stress, intimidasi atau tekanan dari mandor/atasan untuk segera menyelesaikan proyek dengan cepat.
    – Faktor bahaya lain: Pekerja yang tidak di-training, fatigue, tidak menggunakan APD, permukaan bata yang kasar.

    Catatan: Untuk kedua kasus di atas, potensi bahaya yang ada kurang lebih sama, hanya saja berbeda pada bahaya ketinggian dan bahaya mekanika karena pada kasus kedua menggunakan mesin pengaduk semen ataupun mesin-mesin lainnya sehingga potensi bahayanya bertambah, serta yang membedakan adalah tingkat resikonya. Akan lebih besar resikonya bekerja pada ketinggian pada kasus 2.

    b. 1. Pengendalian Potensi Bahaya Terhadap Kasus 1; “Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.” yaitu:
    – Eliminasi  Membuat rancangan area kerja yang aman dan meletakkan alat, bahan serta barang-barang yang digunakan dengan strategis, mengatur timeline kerja sesuai dengan target waktu proyek selesai.
    – Substitusi  Mengganti tangga kayu dengan tangga besi yang kokoh dan sesuai tingginya (posisi dan tingkat kemiringan tangga disesuaikan).
    – Rekayasa Teknis  Membuat scaffolding.
    – Isolasi  Mengisolasi area kerja yang berbahaya dari masyarakat.
    – Administratif  Adanya SOP atau aturan pada proyek yang sedang berjalan.
    – Training  Melakukan safety briefing sebelum memulai pekerjaan.
    – PPE  Menyediakan dan memastikan pekerja konstruksi menggunakan APD yang lengkap seperti helm, safety glasses, sarung tangan, safety shoes, safety gloves, masker muka. Serta pemakaian safety harness sesuai ketinggian.

    b. 2. Pengendalian Potensi Bahaya Terhadap Kasus 2; “Pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.” yaitu:
    – Eliminasi  Membuat rancangan area kerja yang aman dan meletakkan alat, bahan serta barang-barang yang digunakan dengan strategis, mengatur timeline kerja sesuai dengan target waktu proyek selesai.
    – Substitusi  Mengganti tangga kayu dengan tangga besi yang kokoh dan sesuai tingginya (posisi dan tingkat kemiringan tangga disesuaikan).
    – Rekayasa Teknik  Membuat scaffolding, membuat pagar pelindung/barikade, membuat mesin tempat berpijak yang dapat digerakkan ke atas dan ke bawah menggunakan pengatur.
    – Isolasi  Mengisolasi area kerja yang berbahaya dari masyarakat dan mesin-mesin yang beroperasi dari pekerja yang tidak bertugas atau yang tidak kompeten pada mesin-mesin tersebut.
    – Administratif  Adanya SOP, JSA atau aturan pada proyek yang sedang berjalan.
    – Training  Mengikutsertakan pekerja konstruksi untuk mengikuti training bekerja di ketinggian dan melakukan safety briefing sebelum memulai pekerjaan.
    – PPE  Menyediakan dan memastikan pekerja konstruksi menggunakan APD yang lengkap seperti helm, safety glasses, sarung tangan, safety shoes, safety gloves, masker muka. Serta pemakaian safety harness sesuai ketinggian.

    Catatan: Jenis pengendalian potensi bahaya yang digunakan juga kurang lebih sama, hanya saja ada beberapa yang perlu ditambahkan pengendaliannya pada kasus 2 karena tingkat resiko yang lebih besar dan level proyek konstruksi yang juga lebih besar.

    Nama: Dwitiya Darmayanti
    NIM: 14.11.106.701501.1420
    Semester: V (Lima)
    Kelas: B1 (Sore)

    Terima kasih..

  32. Analisis potensi bahaya pada pekerjaan pemasangan bata ringan untuk perumahan dengan ketinggian sampai dengan 3,00 meter dari permukaan tanah.
    Potensi bahaya:

    1. Debu dari yang dihasilkan dari semen yang dipakai
    2. Jatuh dari ketinggian
    3. Posisi tubuh yang tidak aman karena terlalu lama jongkok dapat mengakibatkan sakit pada pinggang
    4. Tertimpa/kejatuhan material saat pekerjaan pemasangan bata sedang berlangsung
    Pengendalian:
    5. Cuaca(hujan)
    6. Fatique ( kelelahan
    7. Pekerja yang tidak berpengalaman

    pengendalian potensi bahaya :

    – Menggunakan APD (masker ),sarung tangan,kacamata safety
    – Menggunakan scaffolding untuk membantu bekerja di ketinggian
    – Melakukan inspeksi berkala pada scaffolding yang digunakan.
    – Memasang hand rail pada scaffolding
    – Memakai APD (Safety Shoes,,Sarung tangan, ,Helmet,Masker) dan Full body harness.
    – Melakukan pengawasan terhadap pekerja yang bekerja di ketinggian
    – Memberikan dan membekali pengetahuan tentang bahaya dan resiko dari postur tubuh yang tidak aman.
    – Memberikan instruksi kepada pekerja tentang bagaimana postur tubuh yang baik dan aman saat melakukan pekerjaan tersebut.
    – Mengisolasi atau membatasi agar tidak terlalu sering para pekerja lain melintasi area dimana pekerjaan pemasangan bata sedang berlangsung.
    -memberikan garis pembatas atau demarkasi saat pekerjaan berlangsung
    – Menggunakan sign board
    – Menggunakan APD (Safety Shoes, ,Helmet)
    – Menggunakan jaring agar material yang secara tidak sengaja tidak langsung menimpa pekerja yang lain.
    – Menghentikan pekerjaan–
    Mengatur jam kerja agar tidak melebihi batas dari 8 jam
    – Memberikan waktu istirahat yang cukup
    – Memberikan makanan dengan gizi yang baik
    – mempekerjakan pekerja yang berpengalaman.

    Analisis potensi bahaya pada pekerjaan pemasangan bata ringan untuk gedung bertingkat dengan ketinggian diatas 3,00 meter.

    Potensi bahaya

    1. Jatuh dari ketinggian
    2. Cuaca (hujan)
    3. Material yang terjatuh
    4. Tersandung/terpeleset
    5. Fatique( kelelahan)
    6. Debu
    7. Posisi tubuh yang tidak aman karena terlalu lama jongkok dapat mengakibatkan sakit pada pinggang

    Pengendalian potensi bahaya:

    – Menggunakan scaffolding yang dilengkapi dengan guard rail,dan working platform
    – Membuat SOP bekerja di ketinggian
    – Membuat JSA untuk pekerjaan pemasangan bata ringan
    – Menggunakan sistem penahan jatuh pribadi
    – Menggunakan jala keselamatan
    – Harus mempunyai SIKA(surat ijin kerja aman) bekerja diketinggian
    – Melalukan inspeksi sebelum pekerjaan dimulai
    – Safety talk
    – memasang demarkasi atau garis pembatas pada saat pekerjaan sedang berlangsung
    – Menggunakan APD(safety shoes,helmet,masker)
    – Melakukan pengawasan pada pekerja yang sedang bekerja di ketinggian
    – Mempekerjakan pekerja yang berpengalaman.
    – Menghentikan pekerjaan
    – Memasang jaring
    – Memasang sign board
    – Membatasi/mengisolasi area kerja tersebut
    – Menggunakan APD(safety shoes,helmet)
    – Membersihkan area kerja dari alat/material yang berserakan
    – Menempatkan/meletakkan material dan alat pada tempat yang disediakan
    – Mengatur jam kerja agar tidak melebihi batas dari 8 jam
    – Memberikan waktu istirahat yang cukup
    – Memberikan makanan dengan gizi yang cukup
    – Menggunakan APD (masker ),sarung tangan,safety shoes
    – Memberikan dan membekali pengetahuan tentang bahaya dan resiko dari postur tubuh yang tidak aman.
    – Memberikan instruksi kepada pekerja tentang bagaimana postur tubuh yang baik dan aman saat melakukan pekerjaan tersebut.

    Nama : Prawoto
    Kelas : B 1
    Semester: v (Lima)
    Npm : 13.11.106.701501.0837

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s