SAFETY PRIME

Engineering Safety

[151010] Tugas 4 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas A (Pagi) 2015

38 Comments

Kepada Mahasiswa D4K3 Semester V Kelas A (Pagi) 2015.

Berdasarkan tugas 3 sebelumnya, Anda diminta untuk membuat Risk Matriks yang merupakan identifikasi suatu potensi bahaya (hazard) dan pengendalian potesi bahaya untuk jenis pekerjaan:

  1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.
  2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

Risk Matriks terdiri atas:

  • Nama pekerjaan (2 jenis pekerjaan seperti tercantum diatas)
  • Potensi penyebab bahaya (hazard)
  • Deskripsi konsekuensi terhadap manusia, alat/peralatan, lingkungan.
  • Risiko awal (Tingkat kemungkinan, Tingkat keparahan, Tingkat risiko)
  • Pengendalian potensi bahaya (Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD).
  • Risiko sisa (Tingkat kemungkinan, Tingkat keparahan, Tingkat risiko)
  • Pengendalian tambahan terhadap bahaya (bila ada).

Kerjakan tugas Anda dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Anda disarankan menggunakan program aplikasi NOTEPAD atau Text Editor atau program aplikasi sejenis terlebih dahulu. Jangan menggunakan program aplikasi MS WORD.
  2. Cantumkan nama, NIM, semester, dan kelas Anda diakhir tugas Anda.
  3. Kirim (posting) Tugas Anda dengan cara mengetik secara langsung pada kotak “Leave a Reply” atau copy-paste dari NOTEPAD yang sudah dikerjakan sebelumnya. Masukkan alamat e-mail dan nama Anda pada kotak yang disediakan (alamat website tidak perlu diisi), dan terakhir jangan lupa klik “POST COMMENT”.
  4. Batas akhir posting adalah hari Sabtu, 10 Oktober 2015 pukul 23:59 wita.
  5. Posting tidak boleh lewat waktu. Apabila telah lewat waktu, maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dimuat pada website ini dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.
  6. Posting hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.
  7. Tugas yang anda kerjakan TIDAK boleh sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain dalam kelas yang sama. Apabila ditemukan ada kesamaan penyelesaian dua atau lebih, maka kesemua tugas yang dikerjakan tidak akan diberikan penilaian.
  8. Sistem penilaian tugas ini: Tugas dikerjakan dengan benar, rinci dan akurat, serta diposting pada hari:
    –     H       — Nilai C
    –     H -1   — Nilai C+
    –     H -2   — Nilai B
    –     H -3   — Nilai B+
    –     H -4   — Nilai A
    –     Lewat waktu — Nilai 0 (Nol)
  9. Nilai tugas akan dipertimbangkan sesuai tanggal posting, meskipun terdapat koreksi oleh Dosen pada tanggal berbeda kemudian Mahasiswa melakukan perbaikan, namun tanggal posting awal tetap dianggap sebagai acuan penilaian.

Selamat mengerjakan tugas, tetap semangat dan semoga berhasil.

Advertisements

38 thoughts on “[151010] Tugas 4 Keselamatan Konstruksi – Khusus Semester V Kelas A (Pagi) 2015

  1. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    1.1 Potensi Penyebab bahaya

    -terpeleset
    -kegiatan pekerja yang tidak ergonomi
    -adanya binatang berbisa/binatang yang membahayakan pekerja didalam galian
    -gangguan cuaca contoh : hujan
    -kadar oksigen yang rendah
    -terjatuh
    -tertimpa longsoran tanah galian
    -tertimpa material atau peralatan kerja dari atas galian

    a. Konsekuensi Terhadap Manusia
    -kaki pekerja terkilit,keseleo,hingga terluka parah
    -pekerja mengalami cidera kronis
    -kemungkinan pekerja tergigit hewan sehingga mengalami luka serius
    -pekerja bisa tertimbun karena longsoran tanah galian
    -pekerja sulit bernafas hingga pingsan karena kadar oksigen rendah
    -pekerja mengalami luka-luka hingga kecacatan
    -pekerja mengalami cidera kepala akibat kejatuhan material dari atas

    b.Konsekuensi Terhadap Alat/Peralatan
    -alat/peralatan menjadi rusak
    -butuh perbaikan dan perawatan alat
    -biaya ganti rugi alat yang meningkat

    c. Konsekuensi Terhadap Lingkungan
    -ekosistem bawah tanah tercemar
    -unsur-unsur hara dalam tanah menjadi rusak

    1.2 Resiko awal (tingkat kemungkinan,tingkat keparahan,tingkat resiko)
    -terjatuh
    -terpeleset
    -tertindis
    -terluka
    -cidera
    -cacat
    -kerugian

    1.3 Pengendalian Potensi Bahaya

    a.Pengendalian Eliminasi
    -dengan memindahkan tanah sisa galian ke tempat yang lebih aman
    -menyingkirkan atau memindahkan barang atau material yang terbuat dari bahan yang keras dan berat dari area galian
    b.Pengendalian Subtitusi
    -jika penggalian kering banyak menghasilkan debu maka menggali sambil menyemprotkan sedikit air
    c.Pengendalian Rekayasa Teknis
    -memasang tenda agar tidak terlalu panas ketika menggali
    -memasang lampu flash light pada saat bekerja lembur
    -memberi tandaatau safety sign diarea galian
    -ada ahli k3 yang mengawasi
    d.Pengendalian Administratif
    -penerapan prosedur kerja
    -pembagian shift kerja
    -sistem izin kerja
    -melakukan medical check up
    -menerapkan dan mensosialisasikan SOP dengan baik dan benar
    -breefing k3 sebelum melakukan kegiatan
    -melakukan sertifikasi untuk pelatihan
    e.Pengendalian APD
    -menggunakan APD sesuai jenis pekerjaan dan tingkat bahayanya
    -standar penggunaan APD yang aman seperti helm,masker,safety shoes,kaca mata dll.

    1.4 Resiko Sisa (tingkat kemungkinan,tingkat keparahan,tingkat resiko)
    -Tidak ada karena pengendalian yang dilakukan sudah dapat mengendalikan dan menghilangkan resiko yang ada

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    2.1 Potensi Penyebab bahaya
    -pekerja terlalu dekat sehingga tertabrak alat
    -tanah longsor karena beban berat
    -kurangnya tenaga ahli
    -cuaca buruk , membuat kegiatan terganggu sehingga menimbulkan kecelakaan
    -terbatasnya akses jalan
    -kemiringan tanah menyebabkan alat tidak seimbang
    -memaksakan alat yang rusak untuk terus beroperasi sehingga menimbulkan kecelakaan kerja
    -konsleting sehingga menyebabkan alat terbakar
    -kebisingan alat
    -getaran alat
    -pencahayaan yang berlebih seperti silau sinar matahari

    a. Konsekuensi Terhadap Manusia
    -luka-luka,cacat karena tertabrak alat
    -longsor yang mengakibatkan luka parah hingga kematian

    b.Konsekuensi Terhadap Alat/Peralatan
    -alat/peralatan menjadi rusak
    -membutuhkan biaya perbaikan dan perawatan yang cukup mahal

    c.Konsekuensi Terhadap Lingkungan
    -ekosistem tanah rusak
    – unsur hara dalam tanah menjadi rusak

    2.1 Resiko Awal (tingkat kemungkinan,tingkat keparahan,tingkat resiko)
    -kebisingan
    -getaran berlebih dari alat
    -huru-hara
    -debu
    -bahaya listrik

    2.3 pengendalian Potensi Bahaya

    a.Pengendalian Eliminasi
    -mengurangi tingkat kemiringan tanah dengan meratakannya agar alat tidak terguling
    -menghilangkan debu dengan melakukan penyiraman air
    b.Pengendalian Subtitusi
    -mengalihkan akses jalur penggalian ke lokasi yang aman, jika jalurnya sibuk bisa menimbulkan kecelakaan
    c.Pengendalian Rekayasa teknis
    -memberikan safety sign di seputar area kerja bahwa ada alat yang sedang beroperasi
    d.Pengendalian Administratif
    -driver harus mempunyai SIM
    -memberikan pelatihan
    -melakukan rapat koordinasi
    -pembagian shift kerja
    -Breefing k3
    -penerapan JSA,SOP dan sosialisasi mengenai prosedur kerja
    e.Pengendalian APD
    –menggunakan APD sesuai jenis pekerjaan dan tingkat bahayanya
    -standar penggunaan APD yang aman seperti helm,masker,safety shoes,kaca mata,jacket safety dll.

    2.4 Resiko Sisa (tingkat kemungkinan,tingkat keparahan,tingkat resiko)
    -pekerja mengalami dehidrasi saat bekerja didalam kabin karena teriknya matahari
    -gangguan pernafasan karena pintu kabin dibuka oleh driver untuk mendengarkan instruksi dari pengawas pekerja .

    Nama : Reny Suharyati
    NIM : 13.11.106.701501.1165
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V

  2. 1.Nama Pekerjaan : Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman sampai dengan 1,20 meter

    •Potensi Penyebab Bahaya (Hazard)
    -Pekerja mempunyai potensi tertimbun tanah longsor
    -Pekerja tertimpa alat kerja atau material
    -Pekerja menghirup debu atau kotoran
    -Kaki cedera terkena material kerja seperti : cangkul , sekop, dll.
    -Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian
    -Terpeleset dan jatuh ke dalam galian

    •Deskripsi Konsekuesnsi terhadap :
    a.Manusia
    -Kaki patah
    -Kepala Memar hingga bisa tidak sadarkan diri
    -Jika terhirup gas beracun bisa menyebabkan hilangnya konsentrasi dan tidak sadarkan diri
    -Kaki memar terkena material kerja
    -Tangan dan kaki memar jika jatuh ke dalanm galian dengan tinggi 1,20 meter

    b.Alat/Peralatan
    -Alat kerja rusak , membutuhkan alat kerja yang berstandar

    c.Lingkungan
    -Tanah yang sudah tidak subur lagi
    -Tanah yang menggandung kadar air tinggi sehingga dapat mengakibatkan tanah mudah longsor

    •Resiko Awal
    -Tingkat Kemungkinan = Tertimpa Alat Kerja atau material
    -Tingkat Keparahan = Kepala atau bagian anggota tubuh sedikit memar
    -Tingkat Resiko = Level 3 (sedang) menyebabkan cidera yang membutuhkan perawatan medis

    •Pengendalian Potensi Bahaya
    a.Eliminasi
    -Menghilangkan potensi bahaya dengan memastikan sekitar kegiatan proyek bebas dari bahaya longsor , gas beracun dll.

    b.Subtitusi
    -Metode pemindahan atau pengubahan sistem kerja

    c.Rekayasa Teknis
    -Memodifikasi atau memilih perkakas atau material kerja yang lebih aman
    -Merancang kegiatan pekerjaan galian menjadi tersistematis . memastikan lokasi sekitar galian bebas dari longsor

    d.Administratif
    -Membuat SOP yang sesuai dengan pekerjaan galian tanah dengan menggunakan manual
    -Membuat Safety Sign untuk pemberitahuan tanda-tanda akan bahaya
    -Memberikan Breafing sebelum melakukan pekerjaan

    e.Alat Pelindung Diri
    -Menggunakan selalu APD yang sesuai seperti : Sepatu Safety , Helm , Sarung Tangan, Masker

    •Resiko Sisa
    – Jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah dihilangkan dan SOP dijalankan kemungkinan Resiko sisa tidak akan terjadi

    2.Nama Pekerjaan : Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    •Potensi Penyebab Bahaya (Hazard)
    -Pekerja tertabrak alat excavator
    -Tanah longsor atau runtuhnya dinding samping
    -Pekerja dan excavator terjatuh ke lubang galian
    -Excavator menabrak fasilitas sekitar

    •Deskripsi Konsekuesnsi terhadap :
    a.Manusia
    -Badan Hancur jika pekerja tertabrak alat excavator
    -Susah bernafas , cidera pada bagian dari anggota tubuh jika pekerja tertimpa tanah longsor

    b.Alat / Peralatan
    -Excavator rusak

    c.Lingkungan
    -Debu
    -Getaran dari alat berat
    -Bising

    •Risiko Awal
    -Tingkat kemungkinan = Tertabrak Excavator
    -Tingkat keparahan = Level 5 (Fatal) Menyebabkan kematian 1 orang atau lebih
    – Tingat resiko = Frekuensi terjadinya jarang tapi mungkin bisa terjadi jika kurangnya pengawasan dan SOP yang ada

    •Pengendalian Potensi Bahaya
    a.Eliminasi
    -Menghilangkan potensi bahaya di sekitar lokasi. Contoh : tanah tidak rata dan mengandung banyak air

    b.Substitusi
    -Memilih atau meyakinkan operator excavator benar-benar telah tersertifikasi dan mampu mengoperasikan excavator dengan baik

    c.Rekayasa Teknis
    -Memastikan posisi excavator pada posisi tanah yang rata
    -Memeriksa seluruh komponen mesin pada excavator pada keadaan yang baik tidak dalam kondisi yang rusak
    -Memberikan tanda dilarang mendekat atau safety sign di daerah kegiatan penggalian pada saat alat sedang beroperasi

    d.Administratif
    -Membuat SOP untuk mengoperasikan excavator
    -Memberikan Pelatihan dan sertifikasi

    e.Alat Pelindung Diri
    -Menggunakan selalu APD yang sesuai seperti : Safety Shoes, Helm, masker

    •Resiko Sisa
    -Jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah dihilangkan dan SOP dijalankan kemungkinan Resiko sisa tidak akan terjadi

    • Identitas Anda dalam tugas ini belum tercantum, yakni NAMA, NIM, SEMESTER, dan KELAS. Perbaiki kembali tugas anda dengan klik “Reply” dibawah ini agar memudahkan menelusuri proses perbaikannya.

      • 1.Nama Pekerjaan : Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman sampai dengan 1,20 meter

        •Potensi Penyebab Bahaya (Hazard)
        -Pekerja mempunyai potensi tertimbun tanah longsor
        -Pekerja tertimpa alat kerja atau material
        -Pekerja menghirup debu atau kotoran
        -Kaki cedera terkena material kerja seperti : cangkul , sekop, dll.
        -Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian
        -Terpeleset dan jatuh ke dalam galian

        •Deskripsi Konsekuesnsi terhadap :
        a.Manusia
        -Kaki patah
        -Kepala Memar hingga bisa tidak sadarkan diri
        -Jika terhirup gas beracun bisa menyebabkan hilangnya konsentrasi dan tidak sadarkan diri
        -Kaki memar terkena material kerja
        -Tangan dan kaki memar jika jatuh ke dalanm galian dengan tinggi 1,20 meter

        b.Alat/Peralatan
        -Alat kerja rusak , membutuhkan alat kerja yang berstandar

        c.Lingkungan
        -Tanah yang sudah tidak subur lagi
        -Tanah yang menggandung kadar air tinggi sehingga dapat mengakibatkan tanah mudah longsor

        •Resiko Awal
        -Tingkat Kemungkinan = Tertimpa Alat Kerja atau material
        -Tingkat Keparahan = Kepala atau bagian anggota tubuh sedikit memar
        -Tingkat Resiko = Level 3 (sedang) menyebabkan cidera yang membutuhkan perawatan medis

        •Pengendalian Potensi Bahaya
        a.Eliminasi
        -Menghilangkan potensi bahaya dengan memastikan sekitar kegiatan proyek bebas dari bahaya longsor , gas beracun dll.

        b.Subtitusi
        -Metode pemindahan atau pengubahan sistem kerja

        c.Rekayasa Teknis
        -Memodifikasi atau memilih perkakas atau material kerja yang lebih aman
        -Merancang kegiatan pekerjaan galian menjadi tersistematis . memastikan lokasi sekitar galian bebas dari longsor

        d.Administratif
        -Membuat SOP yang sesuai dengan pekerjaan galian tanah dengan menggunakan manual
        -Membuat Safety Sign untuk pemberitahuan tanda-tanda akan bahaya
        -Memberikan Breafing sebelum melakukan pekerjaan

        e.Alat Pelindung Diri
        -Menggunakan selalu APD yang sesuai seperti : Sepatu Safety , Helm , Sarung Tangan, Masker

        •Resiko Sisa
        – Jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah dihilangkan dan SOP dijalankan kemungkinan Resiko sisa tidak akan terjadi

        2.Nama Pekerjaan : Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

        •Potensi Penyebab Bahaya (Hazard)
        -Pekerja tertabrak alat excavator
        -Tanah longsor atau runtuhnya dinding samping
        -Pekerja dan excavator terjatuh ke lubang galian
        -Excavator menabrak fasilitas sekitar

        •Deskripsi Konsekuesnsi terhadap :
        a.Manusia
        -Badan Hancur jika pekerja tertabrak alat excavator
        -Susah bernafas , cidera pada bagian dari anggota tubuh jika pekerja tertimpa tanah longsor

        b.Alat / Peralatan
        -Excavator rusak

        c.Lingkungan
        -Debu
        -Getaran dari alat berat
        -Bising

        •Risiko Awal
        -Tingkat kemungkinan = Tertabrak Excavator
        -Tingkat keparahan = Level 5 (Fatal) Menyebabkan kematian 1 orang atau lebih
        – Tingat resiko = Frekuensi terjadinya jarang tapi mungkin bisa terjadi jika kurangnya pengawasan dan SOP yang ada

        •Pengendalian Potensi Bahaya
        a.Eliminasi
        -Menghilangkan potensi bahaya di sekitar lokasi. Contoh : tanah tidak rata dan mengandung banyak air

        b.Substitusi
        -Memilih atau meyakinkan operator excavator benar-benar telah tersertifikasi dan mampu mengoperasikan excavator dengan baik

        c.Rekayasa Teknis
        -Memastikan posisi excavator pada posisi tanah yang rata
        -Memeriksa seluruh komponen mesin pada excavator pada keadaan yang baik tidak dalam kondisi yang rusak
        -Memberikan tanda dilarang mendekat atau safety sign di daerah kegiatan penggalian pada saat alat sedang beroperasi

        d.Administratif
        -Membuat SOP untuk mengoperasikan excavator
        -Memberikan Pelatihan dan sertifikasi

        e.Alat Pelindung Diri
        -Menggunakan selalu APD yang sesuai seperti : Safety Shoes, Helm, masker

        •Resiko Sisa
        -Jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah dihilangkan dan SOP dijalankan kemungkinan Resiko sisa tidak akan terjadi

        Nama : Nanda Sagita Putri
        npm : 13.11.106.701501.1187
        kelas : A (Pagi)
        semester : V (Lima)

  3. 1) Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    Berdasarkan pekerjaan galian tanah secara manual potensi penyebab bahaya antara lain :
    a) Faktor penyebab bahaya secara biologi seperti bakteri yang terkandung dalam tanah,binatang yang ada dalam tanah
    b) Faktor penyebab bahaya kimia seperti adanya bahan/material/cairan/gas/uap berbahaya,
    c) Faktor penyebab bahaya fisik seperti suhu yang panas/dingin
    d) Faktor penyebab bahaya biomekanik seperti postur/posisi kerja yang tidak ergonomis,gerakan yang berulang-ulang
    e) Faktor penyebab bahaya psikologis seperti stress,intimidasi

    Adapun konsekuensi pekerjaan terhadap manusia, alat/peralatan,lingkungan yaitu:
    1. Terhadap manusia antara lain fatique,cedera
    2. Terhadap alat/peralatan antara lain alat yang digunakan rusak/patah
    3. Terhadap lingkungan antara lain air yang ada di dalam tanah dapat tercemar

    Kegiatan penggalian secara manual sedalam 120 cm maka dapat disimpulkan Risiko awal (Tingkat kemungkinan,Tingkat keparahan,Tingkat risiko) dilihat dari risk matriks adalah

    a) Tingkat kemungkinan = rendah karena tingkat kemungkinan kecelakaan sulit terjadi
    b) Tingkat keparahan = sedang karena penggalian secara manual dan memakai alat yang sederhana
    c) Tingkat resiko = rendah karena tingkat kemungkinan rendah dikali tingkat keparahan sedang adalah sedang(lihat materi tabel matriks)

    Cara pengendalian potensi bahaya berdasarkan metode(Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD) adalah
    a. Eliminasi yaitu dengan cara untuk menghindari bahaya terjatuh dibuat sign/tanda bahwa ada proses penggalian
    b. Subtitusi yaitu cara alat yang digunakan dalam penggalian manual di desain/diganti sesuain dengan postur tubuh pekerja
    c. Rekayasa teknis untuk menghindari kerusakan pada mesin dengan cara alat yang digunakan memiliki sensor jika akan mengenai benda keras yang ad di dalam tanah
    d. Langkah pengendalian secara administratif yaitu dengan mengatur jam kerja,istirahat,memberi tanda bahaya,menciptakan suasana yang kondusif
    e. Pengendalian potensi bahaya berdasarkan APD yaitu memakai safety shoes yang cocok di dalam tanah, safety helm agar terlindung dari fakor iklim,menggunakan sarung tangan agar terhindar dari bahya bakteri,memakai masker jika di daerah penggalian diidentifikasi ad gas/bahan/uap beracun

    Pengendalian bahaya tambahan antara lain :
    1. Mengikuti SOP
    2. Menggunkan gas detector untuk mengidentifikasi gas beracun yang ad dalam tanah
    3. Melakukan rotasi pekerjaan seperti menggali tanah membuang tanah

    2) Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Berdasarkan pekerjaan galian tanah menggunakan excavator di kedalaman 3.00 m potensi penyebab bahaya antara lain :
    a) Faktor penyebab bahaya secara biologi seperti bakteri yang terkandung dalam tanah,binatang yang ada dalam tanah
    b) Faktor penyebab bahaya kimia seperti adanya bahan/material/cairan/gas/uap berbahaya,sifat korosif dari excavator
    c) Faktor penyebab bahaya fisik seperti suhu yang panas/dingin,ketinggian galian yang berpotensi membuat pekerja terjatuh,kejatuhan material, lubang galian yang longsor,kebisingan dari mesin excavator
    d) Faktor penyebab bahaya biomekanik seperti postur/posisi kerja yang tidak ergonomis,gerakan yang berulang-ulang,kegagalan mesin beroperasi
    e) Faktor penyebab bahaya psikologis seperti stress,intimidasi,emosi negatif,intimidasi,

    Adapun konsekuensi pekerjaan terhadap manusia, alat/peralatan, lingkungan yaitu:
    1. Terhadap manusia antara lain fatique,cedera,tertimpa alat material yang digunakan,kematian
    2. Terhadap alat/peralatan antara lain alat yang digunakan rusak/patah,kegagalan mesin beroperasi
    3. Terhadap lingkungan antara lain air yang ada di dalam tanah dapat tercemar,longsor,merusak habitat yang ada di dalam tanah

    Kegiatan penggalianmenggunakan excavator sedalam 300 cm maka dapat disimpulkan Risiko awal (Tingkat kemungkinan, Tingkat keparahan, Tingkat risiko) dilihat dari risk matriks adalah

    a) Tingkat kemungkinan = sedang karena tingkat kemungkinan kecelakaan jarang
    b) Tingkat keparahan = serius karena penggalian secara manual dan memakai alat berat dan dalam
    c) Tingkat resiko = tinggi karena tingkat kemungkinan sedang x tingkat keparahan serius adalah tinggi(lihat materi tabel matriks)

    Cara pengendalian potensi bahaya berdasarkan metode(Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD) adalah
    a. Eliminasi yaitu dengan cara untuk menghindari bahaya terjatuh dibuat sign/tanda bahwa ada proses penggalian,membuat peredam suara agar suara bising dapat berkurang
    b. Subtitusi yaitu cara alat yang digunakan dalam penggalian manual di desain/diganti sesuain dengan postur tubuh pekerja,membuat tanga agar pekerja dapat naik/turun dengan mudah
    c. Rekayasa teknis untuk menghindari kerusakan pada mesin dengan cara alat yang digunakan memiliki sensor jika akan mengenai benda keras yang ad di dalam tanah,menggunakan gas detector untuk mengetahui keberadaan gas/uap berbahaya,menyediakan jalur evakuasi jika ada longsor
    d. Langkah pengendalian secara administratif yaitu dengan mengatur jam kerja,istirahat,memberi tanda bahaya,menciptakan suasana yang kondusif,melakukan maintenance pada excavator,melakukan pengawasan pada saat bekerja,melakukan rotasi kerja
    e. Pengendalian potensi bahaya berdasarkan APD yaitu memakai safety shoes yang cocok di dalam tanah, safety helm agar terlindung dari fakor iklim,menggunakan sarung tangan agar terhindar dari bahya bakteri,memakai masker jika di daerah penggalian diidentifikasi ad gas/bahan/uap beracun,earplug,menyediakan SCBA(self containing breathing asparatus),mengikuti SOP,

    NAMA : HALOMOAN DAMANIK
    NIM : 13.11.106.701501.1188
    KELAS : A
    SEMESTER : V(LIMA)

  4. 1. Pekerjaan Penggalian Tanah Secara Manual Pondasi Gedung Sedalam 1,20 meter

    Potensi Bahaya

    1.Potensi Kaki pekerja terluka terkena mata peralatan penggaliaan tanah yang tajam

    Saat Bekerja

    2.Potensi terjadi insiden kecelakaan terhadap seseorang yang berada disekitar tanah

    Galian baik sipekerjaanya yang tidak sedang bekerja maupun orang yang berada disekitar

    Akibat Keteledoran sipekerja dalam meletakan peralatan kerja yang sembarangan dengan

    Posisi ujung mata tajam peralatan diatas atau disekitar lubang galian tanah yang Dikerjakan

    3.Potensi Bahaya Mata terkena pasir atau tanah

    4.Potensi Bahaya Terhidup debu tanah

    5.Sengatan terik matahari

    6.Faktor cuaca seperti hujan menyebabkan tanah menjadi licin,tergenang air,berlumpur

    7.Bahaya terhadap binatang melata

    Deskripsi Konsekuensi

    Manusia

    1.kaki terluka

    2.mata menjadi iritasi terkena debu dan tanah

    3.Saluran pernafasan terganggu

    4.mudah lelah tersengat terik matahari

    5.Terjatuh

    Peralatan

    1.Peralatan rusak/ujung pada mata peralatan menjadi bengkok akibat hantaman benda keras

    Seperti batu saat penggalian

    Lingkungan

    1.kemungkinan udara berdebu

    Resiko awal

    Tingkat Kemungkinan : Kaki terluka akibat terkena peralatan penggaliaan
    (melakukan house keeping bisa menurunkan kemungkinan kaki tidak
    terluka akibat peralatan galian)

    Tingkat Keparahaan : Kaki atau anggota tubuh lainnya bisa terluka .
    (memakai APD dapat menurunkan keparahan kaki dengan memakai
    safety shoes)

    Tingkat Resiko : Tingkat resiko level 3 (sedang), membutuhkan perawatan medis

    Pengendalian potensi bahaya

    A. Eliminasi : Menghilangkan potensi bahaya disekitar tempat kerja

    B. Subsitusi : 1.Mengatur durasi waktu kerja

    2.mengatur sistem kerja

    3.mengganti peralatan kerja yang lebih safe terhadap pekerja

    C.Rekayasa Teknis : menandai material yang ada didlm tanah seperti: batu,pipa,besi dengan
    cara Mengisolasi material tersebut

    D. Adminitratif : 1.membuat SOP yang benar terhadap pekerjaan penggalian manual

    2.Melakukan brefing kepada pekerja sebelum melakukan pekerjaannya

    3. Melakukan House Keeping

    E.Alat Pelindung Diri(APD) : 1.Memakai safety shoes

    2.Memakai Safety googles

    3.memakai masker

    4.memakai sarung tangan.

    2. Nama Pekerjaan : Pekerjaan galian tanah mekanis dengan

    menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan

    kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Potensi bahaya

    1.Potensi Bahaya Tanah Longsor Saat pengerjaan
    2.Excavator terbalik
    3.potensi Terjatuh ke dalam lubang galian bagi masyarakat sekitar
    4.Potensi bahaya dibawah tanah,seperti: saluran pipa,kabel listrik,dll telah
    diindentifikasi dan ditandai,bila perlu diisolasi
    5.faktor cuaca seperti hujan menyebabkan tanah longsor
    6.kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin elevator
    7.getaran yang ditimbulkan dari elevator
    8.polutan yang dihasilkan dari elevator
    9.Potensi bahaya dari binatang melata dari dalam tanah
    10.Sengatan terik matahari

    Deskripsi Konsekuensi

    Manusia : 1.mengalami cidera patah tulang bahkan kematian jika tertabrak atau terlintas
    elevator
    2.terluka karna jatuh ketempat galian
    3.terganggu konsentrasi akibat kebidingan yang ditimbulkan dari suara mesin
    elevator
    4.saluran pernapasan terganggu akibat polutan yang dihasilkan dari mesin
    elevator,bahkan bisa menyebabkan penyakit TBC jika terkontaminasi lebih
    lama.
    5.terkena gigitan binatang melata
    6.Heat cramps pada operator saat mengendarai elevator akibat getaran yang
    dihasilkan elevator

    Peralatan : 1.kendaraan terbalik

    Lingkungan:1.Tercemar polutan dari elevator
    2.tercemar dengan kebisingan dari mesin elevator
    3.Tanah longsor

    Resiko awal

    Tingkat Kemungkinan : 1.Tertabrak elevator
    2.Tanah longsor

    Tingkat Keparahaan : mengakibatkan cedera bahan kematian seseorang jika tertabrak elevator
    dan tertimbun longsor

    Tingkat resiko : level tinggi (level 5)

    Pengendalian Potensi Bahaya

    a. Eliminasi : Menghilangkan potensi bahaya di sekitar lokasi. Contoh : tanah tidak

    rata dan mengandung banyak air

    B. Subsitusi : 1.Mengatur durasi waktu kerja

    2.mengatur sistem kerja

    3.Galian harus dibarikade,dan dibatasi dengan tali,dan tanda peringatan yang

    ditempatkan disekitar galiaan.

    C.Rekayasa Teknis : menandai material yang ada didlm tanah seperti: batu,pipa,besi dengan cara

    Mengisolasi material tersebut

    D. Adminitratif : 1.memilih tenaga kerja operator yang memiliki sertifikat mengendarai alat berat
    seperti elevator dan sudah berpengalaman
    2.membuat SOP yang benar terhadap pekerjaan penggalian

    3.Melakukan brefing kepada pekerja sebelum melakukan pekerjaan
    4.Memilih seorang yang ahli untuk melaksanakan pengawasan yang sudar
    bersertifikat dan berpengalaman

    E.Alat Pelindung Diri(APD) : 1.Memakai safety shoes
    2.Memakai Safety googles
    3.memakai masker
    4.memakai sarung tangan.
    5.Memakai baju kerja Dari perusahaan
    6.Memakai Helmet

    Resiko Sisa

    – Jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah dihilangkan dan

    SOP dijalankan kemungkinan Resiko sisa tidak akan terjadi

    Nama : Angga Josua H.Siahaan
    Npm : 13.11.106.701501.1116
    KelaS : A (Pagi)
    semester: V

  5. Maaf pake sebelumnya comment dari saya sebelumnya tablenya tidak beraturan padahal sudah dari wordpad dan sejenisnya. Mungkin bapak bisa mempertimbangkan kenapa postingan comment saya tidak beraturan

    • Anda TIDAK perlu menggunakan tabel untuk mengerjakan tugas ini. Lagipula tidak ada instruksi agar Anda membuat tabel. Semua analisis Anda harus dikerjakan dalam bentuk text saja. Klik “Reply” dibawah ini untuk memperbaiki tugas Anda kembali.

      • 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

        Potensi Penyebab Bahaya
        1.1 Faktor Manusia
        ~ Konsekuensi terhadap manusia
        > Faktor perizinan dalam melakukan penggalian termasuk di dalamnya izin kepada ketua RT setempat sebelum melakukan pekerjaan.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Sangat ringan
        • Resiko : Rendah
        Pengendalian Potensi Bahaya : Melakukan izin terhadap ketua RT setempat sebelum melakukan penggalian agar tidak terjadi kesalah pahamanan dari pihak yang terkait (pemilik pekerjaan, pekerja dan ketua RT).

        1.2 Faktor Alat atau Peralatan
        ~ Konsekuensi terhadap manusia :
        > Luka ringan hingga sedang dapat terjadi karena kelalaian dalam menggunakan alat saat menggali dan kelalaian dalam menempatkan peralatan yang tidak sedang digunakan.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan alat pelindung diri (helm dan boots).

        > Alat/peralatan yang sedang digunakan atau tidak sedang digunakan melukai pekerja pada bagian vital (kepala, dada, perut, dsb) dengan kekuatan benturan yang besar.
        • Tingkat Kemungkinan : Sedang
        • Tingkat Keparahan : Sangat berat
        • Resiko : Ekstrim
        Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan alat pelindung diri (helm dan boots)

        ~ Konsekuensi terhadap lingkungan :
        > Peralatan pemecah batu seperti martil dapat menimbulkan polusi suara.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Ringan
        • Resiko : Rendah
        Pengendalian Potensi Bahaya : Mengisolasi tempat kerja.

        1.3 Faktor Lingkungan
        ~ Konsekuensi terhadap manusia :
        > Pekerja menghirup debu dan kotoran saat melakukan penggalian dan dapat menimbulkan penyakit pernapasan.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Ringan
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan alat pelindung diri dalam hal ini pekerja harus menggunakan masker agar debu dan kotoran tidak ikut terhirup saat melakukan penggalian.

        > Cuaca yang sangat panas dapat mengakibatkan kelelahan akibat dehidrasi terhadap pekerja.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Sangat ringan
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Menetapkan shift kerja dan waktu istirahat yang tepat dan benar untuk mengurangi resiko kelelahan akibat dehidrasi.

        > Perubahan cuaca hujan dan salju dapat mengakibatkan demam dan flu.
        • Tingkat Kemungkinan : Jarang
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Sering memperhatikan lingkungan dari perubahan cuaca yang tidak terduga.

        ~ Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        > Alat/peralatan dapat berkarat
        • Tingkat Kemungkinan : Sedang
        • Tingkat Keparahan : Ringan
        • Resiko : Rendah
        Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakan alat atau peralatan di tempat yang tidak mengalami perubahan cuaca dan suhu (di letakan di dalam ruangan) setelah melakukan pekerjaan penggalian.

        2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

        Potensi Penyebab Bahaya
        2.1 Faktor Manusia
        ~ Konsekuensi terhadap manusia :
        > Kelalaian dari opertaor excavator.
        • Tingkat Kemungkinan : Sedang
        • Tingkat Keparahan : Berat
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Diberikan pengarahan sebelum pekerjaan dimualai dan sesaat sebelum mengoprasikan excavator

        > Operator excavator tidak ahli.
        • Tingkat Kemungkinan : Jarang
        • Tingkat Keparahan : Berat
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Operator harus memiliki surat izin operasi karena surat izin operasi menandakan bahwa operator tersebut sudah ahli.

        > Excavator disalah gunakan (ada anak-anak yang bermain di area penggalian dan mengangap excavator itu adalah mainan dan mencobanya) dapat menciderai pekerja yang ada.
        • Tingkat Kemungkinan : Jarang
        • Tingkat Keparahan : Berat
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Mengisolasi tempat kerja dari anak-anak dan lakukan pengawasan sesering mungkin agar tidak ada orang yang bukan termasuk dalam pekerjaan penggalian masuk ke area tersebut.

        ~ Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        > Kehilangan alat/peralatan.
        • Tingkat Kemungkinan : Jarang
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakkan alat/peralatan setelah digunakan di tempat yang aman (di dalam ruangan yang tertutup dan terkunci).

        ~ Konsekuensi terhadap lingkungan :
        > Material galian ditumpuk disembarang tempat dan mencemari lingkungan.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Material bangunan harus benar-benar ditumpuk/ditempatkan di tempat yang telah ditetapkan sebagai tempat penumpukan material galian.

        2.2 Faktor Alat atau Peralatan
        ~ Konsekuensi terhadap manusia :
        > Peralatan yang digunakan menghantam pekerja.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Mengunakan alat pelindung diri.

        > Excavator menghantam pekerja yang ada disekitarnya.
        • Tingkat Kemungkinan : Sedang
        • Tingkat Keparahan : Berat
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Pengawasan terhadap excavator di tempat penggalian, memastikan tidak ada pekerja yang berlalu lalang saat excavator sedang dioprasikan.

        > Saat excavator sedang tidak dioprasikan dapat saja masuk ke area penggalian dan melukai pekerja yang ada di dalam lubang galian.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Berat
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Menempatkan excavator jauh dari pinggir lubang galian dan mudah diawasi jika terjadi perubahan gerak dan tempat excavator mudah untuk melakukan pencegahan.

        > Peralatan yang digunakan jatuh kedalam lubang dan melukai pekerja yang ada dibawah.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakkan peralatan yang sedang tidak digunakan jauh dari tepi lubang galian.

        > Identifikasi korban yang sulit karena tidak menggunakan tanda pengenal dan seragam khusus dari pekerjaan penggalian tersebut.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Ringan
        • Resiko : Rendah
        Pengendalian Potensi Bahaya : Pekerja diberikan tanda pengenal dan seragam khusus yang memiliki identitas bahwa dia adalah orang yang termasuk dalam pekerjaan penggalian tersebut.

        ~ Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        > Excavator menghancurkan alat/peralatan yang tidak sedang digunakan. ditempatkan tidak pada tempat yang aman.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakan alat/peralatan yang tidak sedang digunakan di tempat yang aman dan tertutup.

        ~ Konsekuensi terhadap lingkungan :
        > Excavator menghancurkan bangunan yang ada di area penggalian.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Sangat berat
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Pengawasan excavator secara terus menerus saat sedang beroprasi, dikhawatirkan excavator tiba tiba oleng dan menghancurkan bangunan di sekitar area penggalian.

        2.3 Faktor Lingkungan
        ~ Konsekuensi terhadap manusia :
        > Debu terhirup oleh pekerja menyebabkan penyakit pernapasan.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Pekerja harus menggunakan masker agar debu tidak ikut terhirup saat melakukan penggalian.

        > Kelelahan akibat dehidrasi.
        • Tingkat Kemungkinan : Sering
        • Tingkat Keparahan : Ringan
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Memberikan waktu istirahat yang cukup dan efisien serta menggunakan shift kerja yang tepat jika proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang lama.

        > Perubahan cuaca yang tidak terduga seperti hujan dan salju.
        • Tingkat Kemungkinan : Jarang
        • Tingkat Keparahan : Ringan
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Sering memperhatikan area sekitar penggalian dari perubahan cuaca dan suhu.

        ~ Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        > Angin kencang yang dapat merubah gerak dari excavator yang sedang beroprasi.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Berat
        • Resiko : Tinggi
        Pengendalian Potensi Bahaya : Sering memperhatikan perubahan gerak angin saat melakukan pengerjaan.

        > Alat/peralatan berkarat akibat air hujan.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Ringan
        • Resiko : Rendah
        Pengendalian Potensi Bahaya : Menyimpan alat/peralatan di tempat yang tertutup (di dalam ruangan).

        > Alat/peralatan basah dan licin saat digunakan.
        • Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
        • Tingkat Keparahan : Sedang
        • Resiko : Sedang
        Pengendalian Potensi Bahaya : Menyimpan alat/peralatan yang tidak sedang digunakan di tempat yang tertutup (di dalam ruangan).

        Nama : Septian Krishadinata
        NIM : 13.11.106.701501.1157
        Kelas : A

      • Tugas Anda masih salah. Terdapat kemiripan (tugas identik) dengan tugas yang dikerjakan oleh Roy Efendy dan Luthvan Fariz. Lagipula Anda mengerjakan tugas ini dengan menggunakan komputer/laptop yang sama dengan Roy Efendy. Perbaiki kembali tugas anda ini.

      • 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

        1.1 Potensi penyebab bahaya :
        – Tertimpa alat
        – Tertimpa material galian
        – Tertimbun di dalam lubang galian
        – Terpeleset
        – Terjatuh
        – Lingkungan yang tiba-tiba berubah

        a. Konsekuensi terhadap manusia
        – Luka ringan hingga sedang dapat terjadi karena kelalaian dalam menggunakan alat saat menggali dan kelalaian dalam menempatkan peralatan yang tidak sedang digunakan.
        – Alat/peralatan yang sedang digunakan atau tidak sedang digunakan melukai pekerja pada bagian vital (kepala, dada, perut, dsb) dengan kekuatan benturan yang besar..
        – Pekerja menghirup debu dan kotoran saat melakukan penggalian dan dapat menimbulkan penyakit pernapasan.
        – Cuaca yang sangat panas dapat mengakibatkan kelelahan akibat dehidrasi terhadap pekerja.
        – Perubahan cuaca hujan dan salju dapat mengakibatkan demam dan flu.

        b. Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        – Alat/peralatan dapat berkarat
        – Alat/peralatan membutuhkan perawatan

        c. Konsekuensi terhadap lingkungan :
        – Polusi suara yang timbulkan
        – Merusak ekosistem tanah

        1.2 Resiko awal (tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
        – terjatuh
        – terpleset
        – tersandung
        – cidera ringan
        – luka gores

        tingkat kemungkinan : sering karena masih menggunakan alat penggalian manual dan dikerjakan oleh manusia
        tingkat keparahan : sedang
        tingkat resiko : tinggi karena frekuensi kejadiannya masih sering dan memiliki tingkat keparahan sedang

        1.3 Pengendalian potensi bahaya :
        a. Eliminasi
        memeriksa struktur tanah galian sebelum melakukan penggalian
        membuang potensi penyebab bahaya seperti bebatuan keras

        b. Subtitusi
        melakukan rotasi pekerja

        c. Rekayasa Teknis
        mengubah bentuk alat kerja menjadi yg lebih ergonomis tanpa mengurangi kemampuan
        membangun tenda sementara untuk mengurangi paparan sinar matahari

        d. Administratif
        izin melakukan penggalian
        memberlakukan tanda bahaya pada area galian sebagai informasi

        e. APD
        menggunakan APD yang sesuai dengan kebutuhan : Boots, helm, google, gloves, dan masker

        2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

        2.1 Potensi Penyebab Bahaya
        – tertabrak excavator
        – Tertimpa alat
        – Tertimpa material galian
        – Tertimbun di dalam lubang galian
        – Terpeleset
        – Terjatuh
        – Lingkungan yang tiba-tiba berubah

        a. Konsekuensi terhadap manusia :
        – Luka ringan hingga sedang dapat terjadi karena kelalaian dalam menggunakan alat saat menggali dan kelalaian dalam menempatkan peralatan yang tidak sedang digunakan.
        – Pekerja menghirup debu dan kotoran saat melakukan penggalian dan dapat menimbulkan penyakit pernapasan.
        – Cuaca yang sangat panas dapat mengakibatkan kelelahan akibat dehidrasi terhadap pekerja.
        – Perubahan cuaca hujan dan salju dapat mengakibatkan demam dan flu.
        – Peralatan yang digunakan menghantam pekerja.
        – Excavator menghantam pekerja yang ada disekitarnya.
        – excavator masuk ke area penggalian dan melukai pekerja yang ada di dalam lubang galian.
        – peralatan yang digunakan jatuh kedalam lubang dan melukai pekerja yang ada dibawah.

        b. Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        – alat/peralatan rusak
        – Alat/peralatan berkarat akibat air hujan.
        – Alat/peralatan basah dan licin saat digunakan.
        – alat/peralatan membutuhkan perawatan

        c. Konsekuensi terhadap lingkungan :
        – polusi suara
        – merusak ekosistem di area penggalian
        – pencemaran udara

        2.2 Resiko awal (tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
        – tertubruk
        – terjatuh
        – terpleset
        – tersandung
        – cidera ringan
        – cidera berat

        Tingkat kemungkinan : jarang karena fokus pengerjaan menggunakan excavator
        Tingkat keparahan : berat
        Tingkat resiko : tinggi karena dengan tingkat keparahannya yang berat walaupun jarang terjadi

        2.3 Pengendalian potensi bahaya :
        a. Eliminasi
        memeriksa struktur tanah galian sebelum melakukan penggalian
        membuang potensi penyebab bahaya seperti bebatuan keras

        b. Subtitusi
        melakukan rotasi pekerja

        c. Rekayasa Teknis
        mengubah bentuk alat kerja menjadi yg lebih ergonomis tanpa mengurangi kemampuan
        membangun tenda sementara untuk mengurangi paparan sinar matahari

        d. Administratif
        izin melakukan penggalian
        memberlakukan tanda bahaya pada area galian sebagai informasi

        e. APD
        menggunakan APD yang sesuai dengan kebutuhan : Boots, helm, google, gloves, dan masker

        Nama : Septian Krishadinata
        NIM : 13.11.106.701501.1157
        Kelas : A

  6. `1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    Potensi Penyebab Bahaya Yang Dapat Terjadi dari Faktor :
    1.1 Faktor Manusia
    > Konsekuensi terhadap manusia
    – Faktor izin dari pelaku pekerjaan terhadap ketua atau pemimpin setempat sebelum melakukan pekerjaan penggalian.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Sangat ringan
    – Resiko : Rendah
    Pengendalian Potensi Bahaya : Membuat izin sebelum melakukan pekerjaan penggalian kepada ketua atau pemimpin setempat.

    > Konsekuensi terhadap lingkungan
    – Meletakkan buangan galian yang salah dapat menggangu aktivitas orang selain pekerja yang berlalu lalang atau sedang melewati tempat pengerjaan tersebut.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Sangat ringan
    – Resiko : Rendah
    Pengendalian Potensi Bahaya : Buangan galian seharusnya diletakkan tidak menghalangi aktivitas dari orang yang berlalu lalang atau sedang menggunakan tempat tersebut.

    1.2 Faktor Alat atau Peralatan
    > Konsekuensi terhadap manusia :
    – Luka ringan hingga sedang yang terjadi akibat kesalahan menggunakan alat saat menggali.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan alat pelindung diri (helm dan boots).

    – Kelalaian dalam menempatkan peralatan yang tidak sedang digunakan dapat sewaktu-waktu terjatuh kedalam lubang, tersenggol, dan tersandung.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan alat pelindung diri (helm dan boots).

    – Alat/peralatan yang sedang digunakan melukai pekerja pada bagian yang sangat rawan (kepala, dada, perut, dsb) yang menimbulkan kematian.
    – Tingkat Kemungkinan : Sedang
    – Tingkat Keparahan : Sangat berat
    – Resiko : Ekstrim
    Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan alat pelindung diri (helm dan boots).

    – Alat/peralatan yang tidak sedang digunakan menghantam pekerja dengan tenaga yang besar.
    – Tingkat Kemungkinan : Sedang
    – Tingkat Keparahan : Sangat berat
    – Resiko : Ekstrim
    Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan alat pelindung diri (helm dan boots).

    > Konsekuensi terhadap lingkungan :
    – Peralatan yang menimbulkan suara keras atau kebisingan saat melakukan penggalian dapat menyebabkan polusi suara.
    – Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Rendah
    Pengendalian Potensi Bahaya : Alat/ peralatan kegiatan penggalian tersebut harus benar benar dipastikan tidak menimbulkan suara yang terlalu keras atau bising.

    1.3 Faktor Lingkungan
    > Konsekuensi terhadap manusia :
    – Panas terik matahari dapat mengakibatkan kelelahan akibat dehidrasi terhadap pekerja.
    – Tingkat Kemungkinan : Sangat sering
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Shift kerja dan waktu istirahat yang dimanage dengan tepat dan benar dapat mengurangi resiko kelelahan akibat dehidrasi.

    – Perubahan lingkungan dalam artian perubahan suhu dan cuaca dapat mengakibatkan beberapa penyakit seperti influenza dan demam.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Sering memperhatikan perubahan lingkungan dari cuaca yang dapat saja berubah dengan cepat atau menghentikan sementara pekerjaan penggalian.

    – Pekerja menghirup debu yang melibihi nilai ambang batas saat pengerjaan penggalian dan dapat menimbulkan penyakit pernapasan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Menggunakan masker untuk mengurangi debu yang terhirup oleh pekerja.

    > Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
    – Alat/peralatan bisa saja basah dan licin.
    – Tingkat Kemungkinan : Sedang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Rendah
    Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakan alat atau peralatan di tempat yang tertutup (di dalam ruangan) pada saat alat tidak sedang digunakan.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Potensi Penyebab Bahaya
    2.1 Faktor Manusia
    > Konsekuensi terhadap manusia :
    – Opertaor excavator yang tidak memiliki jam terbang tinggi atau benar-benar ahli dalam mengoprasikan excavator.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Mencari operator excavator yang benar-benar ahli atau telah memiliki surat izin pengoprasian excavator.

    – Kelalaian operator excavator.
    – Tingkat Kemungkinan : Sedang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Operator harus diberikan pengarahan sebelum mengoprasikan excavator.

    – Psikologis operator excavator yang sedang terganggu.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Ekstrim
    Pengendalian Potensi Bahaya : Melihat catatan medis operator sebelum menerima operator tersebut (apakah ada gangguan psikologis dari lahir atau sedang mengalami depresi).

    > Konsekuensi terhadap alat :
    – Penyalahgunaan excavator.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Memastikan tempat kerja dan lakukan pengawasan sesering mungkin agar tidak ada orang yang bukan termasuk dalam penggalian masuk ke area penggalian.

    > Konsekuensi terhadap lingkungan :
    – Pembuangan material galian yang tidak tepat dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Memiliki tempat pembuangan material galian yang sudah dirancangkan agar tidak mencemari lingkungan.

    2.2 Faktor Alat atau Peralatan
    > Konsekuensi terhadap manusia :
    – Alat/peralatan yang digunakan menghantam pekerja yang ada di area penggalian.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Mengunakan alat pelindung diri.

    – Excavator menghantam pekerja saat sedang sedang beroprasi.
    – Tingkat Kemungkinan : Sedang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Pengawasan terhadap excavator di area penggalian, memastikan tidak ada pekerja yang berlalu lalang saat excavator sedang dioprasikan, atau memberikan sign (tanda) bahawa excavator sedang beroprasi.

    – Peralatan yang digunakan jatuh kedalam lubang dan melukai pekerja yang ada dibawah.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakkan peralatan yang sedang tidak digunakan jauh dari tepi lubang galian.

    – Excavator masuk ke dalam galian dan menimpa pekerja yang sedang menginspeksi ketepatan galian.
    – Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Menempatkan excavator jauh dari tepi galian dan memastikan bahwa tanah yang menjadi pijakan excavator kuat serta tidak cepat mengalami perubahan struktur tanah.

    – Identifikasi korban kecelakaan yang sulit karena tidak menggunakan tanda pengenal.
    – Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Rendah
    Pengendalian Potensi Bahaya : Pekerja diberikan tanda pengenal.

    > Konsekuensi terhadap alat :
    – Excavator menghantam peralatan yang tidak sedang digunakan.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakan peralatan yang tidak sedang digunakan jauh dari excavator.

    > Konsekuensi terhadap lingkungan :
    – Excavator menghancurkan bangunan di sekitar penggalian.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Pengawasan excavator saat sedang beroprasi agar tidak mengalami kesalahan (menghancurkan bangunan).

    2.3 Faktor Lingkungan
    > Konsekuensi terhadap manusia :
    – Debu yang melebihi nilai ambang batas terhirup oleh pekerja menyebabkan penyakit pernapasan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Pekerja harus menggunakan masker agar debu tidak berlebihan terhirup saat melakukan penggalian.

    – Suhu dan cuaca yang panas mengakibatkan dehidrasi dan menimbulkan kelelahan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Memberikan waktu istirahat efisien untuk mencegah pekerja mengalami kelelahan akibat dehidrasi.

    – Perubahan cuaca yang tidak terduga dapat menimbulkan beberapa penyakit seperti influenza dan demam.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Sering memperhatikan area sekitar penggalian saat proses penggalian dari perubahan cuaca dan suhu.

    > Konsekuensi terhadap alat :
    – Alat/peralatan dapat berkarat akibat air hujan.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Meletakkan alat yang tidak sedang digunakan di dalam ruangan.

    Nama : Roy Efendy
    NIM : 13.11.106.701501.1148
    Kelas : A

    • Tugas Anda masih salah. Terdapat kemiripan (tugas identik) dengan tugas yang dikerjakan oleh Septian Krishadinata. Lagipula Anda mengerjakan tugas ini dengan menggunakan komputer/laptop yang sama dengan Septian Krishadinata. Perbaiki kembali tugas anda dengan klik “Reply” dibawah ini agar memudahkan menelusuri proses perbaikannya.

      • 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

        1.1 Potensi penyebab bahaya :
        -luka akibat alat/peralatan
        -tertimpa alat/peralatan
        -tertimpa galian
        -tergelincir
        -terpeleset
        -terjatuh
        -lingkungan
        -hewan berbisa/buas

        a. Konsekuensi terhadap manusia
        -luka akibat peralatan
        -menghirup gas berlebih mengganggu sistem pernafasan
        -menghirup debu dapat menimbulkan penyakit pernafasan.
        -dehidrasi akibat panas matahari
        -luka yang disebabkan binatang berbisa/buas

        b. Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        -alat/peralatan rusak
        -biaya membeli alat/peralatan baru

        c. Konsekuensi terhadap lingkungan :
        -merubah habitat di lingkungan sekitar penggalian

        1.2 Resiko awal (tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
        -terjatuh
        -tergelincir
        -tersandung
        -terperosok ke dalam lubang
        -terpacul
        -luka memar
        -luka gores

        tingkat kemungkinan : sering karena masih menggunakan alat penggalian manual
        tingkat keparahan : rendah
        tingkat resiko : sedang karena akibat yang ditimbulkan tidak begitu fatal

        1.3 Pengendalian potensi bahaya :
        a. Eliminasi
        menjauhkan dari potensi penyebab bahaya seperti bebatuan keras, hewan berbisa/buas

        b. Subtitusi
        rotasi dan pengaturan waktu istirahat yang diterapkan harus efisien

        c. Rekayasa Teknis
        membangun tenda di area penggalian
        membangun tangga sementara untuk akses naik turun pekerja

        d. Administratif
        menempatkan warning sign di area penggalian
        menerapkan prosedur penggalian secara benar

        e. APD
        menggunakan APD yang sesuai dengan kebutuhan : Boots, helm, google, gloves, dan masker

        2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

        2.1 Potensi Penyebab Bahaya
        -tertabrak excavator
        -luka akibat alat/peralatan
        -tertimpa alat/peralatan
        -tertimpa galian
        -tergelincir
        -terpeleset
        -terjatuh
        -lingkungan
        -hewan berbisa/buas

        a. Konsekuensi terhadap manusia :
        -psikologis operator terganggu
        -luka akibat peralatan
        -menghirup gas berlebih mengganggu sistem pernafasan
        -menghirup debu dapat menimbulkan penyakit pernafasan.
        -dehidrasi akibat panas matahari
        -luka yang disebabkan binatang berbisa/buas

        b. Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
        -alat/peralatan rusak
        -biaya membeli alat/peralatan baru

        c. Konsekuensi terhadap lingkungan :
        -merubah habitat di lingkungan sekitar penggalian

        2.2 Resiko awal (tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
        – tertubruk
        – terjatuh
        – terpleset
        – tersandung
        – cidera ringan
        – cidera berat

        Tingkat kemungkinan : sedang karena alat yang digunakan adalah excavator yang besar dan memiliki potensi menimbulkan potensi bahaya
        Tingkat keparahan : berat berdasarkan alat yang digunakan (excavator)
        Tingkat resiko : tinggi

        2.3 Pengendalian potensi bahaya :
        a. Eliminasi
        menjauhkan dari potensi penyebab bahaya seperti bebatuan keras, hewan berbisa/buas

        b. Subtitusi
        rotasi dan pengaturan waktu istirahat yang diterapkan harus efisien

        c. Rekayasa Teknis
        membangun tenda di area penggalian
        membangun tangga sementara untuk akses naik turun pekerja

        d. Administratif
        menempatkan warning sign di area penggalian
        menerapkan prosedur penggalian secara benar

        e. APD
        menggunakan APD yang sesuai dengan kebutuhan : Boots, helm, google, gloves, dan masker

        Nama : Roy Efendy
        NIM : 13.11.106.701501.1148
        Kelas : A

  7. (1). Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    Potensi penyebab bahaya (hazard):
    1.Tercangkul
    2.Terjatuh
    3.Terperosok
    4.Tertimbun

    Deskripsi konsekuensi terhadap manusia, alat/peralatan, lingkungan:
    1.Terhadap Manusia
    -Dapat menyebabkan accident dan menembuat pekerja terluka

    2.Alat/Peralatan
    – Kerusakan pada alat bila tidak dilakukan pengecekan sebelumnya dan tidak menggunakan peralatan dengan prosedur yang berlaku.

    3.Lingkungan
    Kerusakan pada lingkungan sekitar karena kurangnya inspeksi saat bekerja.

    Pengendalian potensi bahaya (Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD):
    1.Pastikan user yang membuat galian tanah menggunakan APD yang sesuai dengan standar.
    2.Selalu konsentrasi dalam bekerja, jangan lalai dan selalu fokus , istirahat jika diperlukan.
    3.Gunakan safty boot yg nyaman di kaki agar pekerja merasa nyaman dan selalu berkonsentrasi.
    4.Pasang tanda peringatan jika disini ada galian tanah.

    Resiko awal:

    1.Tercangkul
    Nilai Resiko:
    S:2
    P:2
    R:4

    2.Terjatuh
    Nilai Resiko:
    S:
    P:
    R:

    3.Terperosok
    Nilai Resiko:
    S:2
    P:2
    R:4

    4.Tertimbun
    S:
    P:
    R:

    Resiko Sisa:

    1.Tercangkul
    S:2
    P:1
    R:2

    2.Terjatuh
    S:
    P:
    R:

    3.Terperosok
    S:2
    P:2
    R:4

    4.Tertimbun
    S:
    P:
    R:

    Pengendalian tambahan terhadap bahaya (bila ada):
    1.Dengan menggunakan APD yg sesuai standar maka resiko dan sisa resiko dapat di minimalisir.
    2.Minimalkan resiko dan sisa resiko nya.
    3.Lakukan pengawasan dengan baik.
    4.Meminimalisir sisa resiko yang ada.

    (2). Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Potensi penyebab bahaya (hazard):
    1.Tertimpa
    2.Terpeleset
    3.Tertimbun

    Deskripsi konsekuensi terhadap manusia, alat/peralatan, lingkungan:
    1.Terhadap Manusia
    -Dapat menyebabkan accident dan menembuat pekerja terluka

    2.Alat/Peralatan
    – Kerusakan pada alat bila tidak dilakukan pengecekan sebelumnya dan tidak menggunakan peralatan dengan prosedur yang berlaku.

    3.Lingkungan
    Kerusakan pada lingkungan sekitar karena kurangnya inspeksi saat bekerja.

    Pengendalian potensi bahaya (Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD):
    1.-Gunakan APD yang sesuai standar.
    -Gunakan alat pembantu pemasangan tiang yang sesuai standar , seperti : safty boot , glove.

    2.-Penggunaan APD yang sesuai dapat meminimalkan resiko
    -Dapat memperkirakan potensi bahaya yang ada di tempat kerja
    -Pastikan pekerja memiliki skill yang dibutuhkan dalam mengerjakan/menggunakan alat berat.

    3.-Tidak menggunakan APD yg sesuai standar , lalai dan tidak konsentrasi , alat yang tidak memadai.
    -Pastikan pekerja mengetahui situasi dan kondisi dalam mengerjakan timbunan.
    -Pastiikan pakerja memiliki skill di bidangnya
    -Gunakan alat yang sesuai standar prosedur yang berlaku.

    Resiko awal:

    1.Tetimpa
    Nilai Resiko:
    S:2
    P:1
    R:2

    2.Terpeleset
    Nilai Resiko:
    S:2
    P:2
    R:4

    3.Tertimbun
    Nilai Resiko:
    S:2
    P:1
    R:2

    Resiko Sisa:

    1.Tertimpa
    S:
    P:
    R:

    2.Terpeleset
    S:2
    P:1
    R:2

    3.Tertimbun
    S:2
    P:2
    R:4

    4.Tertimbun
    S:
    P:
    R:

    Pengendalian tambahan terhadap bahaya (bila ada):
    1.Dengan menggunakan APD yg sesuai standar maka resiko dan sisa resiko dapat di minimalisir.
    2.Penggunaan alat yang sesuai dengan prosedur
    2.Minimalkan resiko dan sisa resiko yang ada.
    3.Lakukan pengawasan dengan baik.

    Nama : Feny Mangambe
    NPM : 13.11.106.701501.1159
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  8. Tugas 4:

    1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    ~

    1.1 > Faktor Manusia :
    + Konsekuensi terhadap manusia:
    > Faktor perizinan : Sebelum melakukan penggalian harus melakukan izin kepada orang yang bertanggung jawab di daerah tersebut (Ketua RT).
    – Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
    – Tingkat Keparahan : Sangat ringan
    – Resiko : Rendah
    Pegendalian Potensi Bahayanya : Membuat izin kepada orang yang bertanggung jawab di daerah tersebut (ketua RT).

    + Konsekuensi terhadap Peralatan:
    > Faktor pencurian : Peralatan atau alat yang di curi oleh warga sekitar atau pihak yang tidak bertanggung jawab.
    – Tingkat Kemungkinan : Sangat jarang
    – Tingkat Keparahan : Sangat ringan
    – Resiko : Rendah
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Menitipkan atau menyimpan peralatan di tempat yang aman.

    + Konsekuensi terhadap Lingkungan :
    > Peletakan tanah galian yang salah yang dapat menyebabkan terhalangnya aktivitas warga sekitar.
    – Tingkat Kemungkinan : Sedang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Tanah galian di tempatkan di tempat yang khusus supaya aktivitas warga tidak terganggu.

    1.2 > Faktor Peralatan Atau Alat :
    + Konsekuensi Terhadap manusia:
    > Peralatan dan alat yang sedang digunakan dapat menyebabkan luka ringan bisa terjadi pada saat penggalian tanah.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Menggunakan alat pelindung diri (Helm,Gloves dan Boots).

    > Peralatan dan alat yang sedang tidak digunakan melukai para pekerja dengan keras.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Menggunakan alat pelindung diri (Helm,Gloves dan Boots).

    > Kelalaian dalam berkerja menaruh alat dipinggiran lubang yang tidak sedang digunakan galian yang dapat terjatuh ke dalam lubang dan mengenai Pekerja Luka ringan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : Sedang
    Pengandalian Potensi Bahayanya : Tidak menaruh alat di pingguran lubang galian, dan di tempatkan di daerah yang aman.

    + Konsekuensi Terhadap Lingkungan :
    > Alat dan peralatan yang menimbulkan kebisingan atau polusi suara.
    – Tingkat Kemungkinan : sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Menggunakan alat pelindung diri berupa earplug.

    1.3 > Faktor Lingkungan :
    + Konsekuensi terhadap manusia :
    > Debu yang terhirup pekerja yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan (sesak nafas).
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Menggunakan masker agar tidak terhirup debu.

    > Perubahan Cuaca seperti hujan yang dapat menyebabkan demam pada pekerja.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Memperhatikan cuaca dari perubahan tidak terduga seperti tiba-tiba hujan.

    > Perubahan yang sangat terik (panas) dapat menyebabkan pekerja cepat kelelahan atau gampang dehidrasi.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengandalian Potensi Bahayanya : Pengaturan jadwal shif kerja harus bergantian agar tidak gampang kelelahan dan dehidrasi.

    + Konsekuensi Terhadap Alat :
    > Perubahan Seperti hujan dapat menyebabkan karat pada peralatan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Peralatan di taruh di tempat yang aman atau tertutup agar tidak terkena air hujan.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    ~

    2.1 > Faktor Manusia :
    + Konsekuensi terhadap Manusia :
    > Operator excavator tidak memiliki surat izin operasi.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Sangat ringan
    – Resiko : Rendah
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Memastikan bahwa operator excavator memiliki izin operasi.

    > Operator excavator yang lalai.
    – Tingkat Kemungkinan : Sedang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Operator Excavator di berikan pengarahan sebelum bekerja.

    + Konsekuensi terhadap Alat atau peralatan :
    > Penyalahgunaan excavator yang dapat merusak excavator.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Pengawasan terhadap operator excavator.

    + Konsekuensi Terhadap Lingkungan :
    > Tanah galian yang di buang sembarangan dapat mencemari lingkungan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Tanah galian ditempatkan di tempat yang khusus, agar lingkungan tidak tercemar.

    2.2 > Faktor Alat atau Peralatan :
    + Konsekuensi terhadap Manusia :
    > Alat excavator menghantam pekerja.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Menggunakan alat pelindung diri dan Pengawasan terhadap operator Excavator.

    > Alat atau peralatan melukai pekerja (luka ringan)
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Pekerja harus menggunakan alat pelindung diri.

    + Konsekuensi terhadap alat :
    > Excavator mengenai/menabrak alat yang sedang tidak di gunakan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendlian Potensi Bahayanya : Meletakan peralatan yang sedang tidak digunakan jauh dari excavator.

    + Konsekuensi Terhadap Lingkungan :
    > Alat Excavator menimbulkan Kebisingan menimbulkan polusi suara/kebisingan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Menggunakan alat pelindung diri berupa earplug.

    > Alat excavator menghancurkan bagunan di sekitar.
    – Tingkat Kemungkinan : Jarang
    – Tingkat Keparahan : Berat
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Melakukan pengawasan terhadap operator.

    2.3 > Faktor Lingkungan :
    + Konsekuensi terhadap manusia :
    > Debu yang dibuat oleh alat excavator mengenai pekerja dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : sedang
    – Resiko : tinggi
    Pengendalian Potensi Bahayanya : Pekerja menggunakan masker.

    > Suhu cuaca yang panas dapat menyebabkan pekerja cepat lelah, dan dehidrasi.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi bahayanya : diberlakukannya shif kerja yang tepat dan benar untuk mengurangi resiko pekerja cepat lelah dan dehidrasi.

    + Konsekuensi terhadap alat atau peralatan :
    > Alat excavator berkarat akibat hujan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi Bahayanya : melakukan pengecekan pada alat excavator apabila ada tanda-tanda pengaratan segera di lakukannya maintenance.

    > Alat atau peralatan dapat berkarat akibat hujan.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi Bahayanya : alat yang tidak sedang digunakan ditempatkan di dalam ruangan tertutup.

    Nama : Luthfan Fariz

    NPM : 13.11.106.701501.1121

    Kelas : Pagi (A)

    Semester : V (Lima)

    • Tugas Anda ini masih terdapat kesalahan. Tugas ini mirip/identik dengan yang dikerjakan oleh Septian Krishadinata dan Roy Efendy. Perbaiki kembali tugas anda dengan klik “Reply” dibawah ini agar memudahkan menelusuri proses perbaikannya.

      • Tugas 4:

        1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter:

        ~

        1.1 Potensi Penyebab Bahayanya :

        ~
        -Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian

        -Material jatuh ke dalam galian dan mengenai pekerja.

        -Jatuh pekerja pada saat naik atau turun ke lokasi galian

        -Tanah yang mengandung kadar air tinggi dapat mengakibatkan tanah mudah longsor.

        -Jatuhnya Pekerja ke galian saat malam hari.

        -Mata Pekerja terkena pasir tanah/lumpur galian.
        -Pekerja mudah lelah Karena teriknya matahari.
        -Alat untuk menggali mengenai anggota tubuh pekerja, apabila alat galian terlepas dari gagangnya (cangkul, Linggis, dll)
        -Perubahan Cuaca seperti hujan yang dapat menyebabkan demam pada pekerja

        1.2 Deskripsi Konsekuesi terhadap:
        ~
        + Manusia :
        -Patah tulang karena terpeleset/jatuh ke dalam galian
        -Kepala bocor/memar akibat kejatuhan alat/peralatan.
        -Daerah tubuh bisa mengalami memar/ terluka apabila gagang terlepas/terlempar.
        -Iritasi pada mata karena terkena pasir tanah/lumpur.
        -Mudah lelah karena terik matahari.
        -Terpeleset dan terjatuh ke dalam galian.
        -Pekerja yang terkena hujan dapat menyababkan demam.

        + Alat/Peralatan :
        -Alat/Peralatan yang berkarat akibat terkena air.
        -Alat/peralatan yang rusak karena menghantam benda keras pada galian tanah (batu,kayu, dll)
        -Gagang cangkul lapuk karena air.
        -Mata cangkul terlepas dari gagangnya karena massa pakai yang sudah terlalu lama.

        + Lingkungan :
        -Debu yang berterbangan menyebabkan polusi.
        -Unsur hara dalam tanah terganggu menyebabkan kerusakan ekosistem.
        -Mengubah keindahan lingkungan karena adanya kotoran/sisa-sisa dari penggalian.

        1.3 Risiko awal (Tingkat kemungkinan, Tingkat keparahan, Tingkat risiko):
        ~
        + Tingkat Kemungkinan :
        -Terjatuh atau terpeleset ke dalam lubang galian.

        + Tingkat Keparahan :
        -Cedera patah tulang seperti tulang belakang.

        + Tingkat Resiko :
        -Membutuhkan perawatan medis karena patahnya tulang belakang.

        1.4 Pengendalian Potensi Bahayanya:(Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD).

        ~
        -Menghilangkan potensi bahaya di sekitar area kerja(Eliminasi).
        -Mengganti peralatan yang mulai usang (Subsitusi).
        -Mengatur jam kerja para pekerja (subtitusi).
        -Melakukan briefing sebelum memulai pekerjaan(subtitusi).
        -Bila ukuran galian lebih dari 1 m, pelaksana harus menyediakan tangga sementara,disediakan buat pekerja sebagai akses turun naik ke dalam  penggalian (Rekayasa

        teknis)
        -Perlunya pemeriksaan terhadap pipa gas, pipa air dan konduktor listrik yang melalui area pekerjaan(Administratif).

        -Perlu dinding-dinding penahan(rekayasa teknis)
        -Tempatkan material atau alat yang mungkin dapat jatuh atau terguling pada jarak aman dari bibir galian

        -Memasang Tangga pada galian(rekayasa teknis)
        -Bekali pekerja dengan alat pelindung diri seperti: safety boots, safety helm, safety glove, safety google dan masker ( APD ).

        -Untuk mencegah kecelakaan dinding galian dan timbunan galian harus diberi penerangan secukupnya selama jam-jam (waktu-waktu) gelap(rekayasa teknis).

        1.5 Resiko Sisa
        ~
        -Apabila pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan SOP, dan para pekerja memakai APD yang tepat maka resiko sisa tidak akan terjadi, dan kecelakaan kerja dapat

        diminimalkan.

        2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter:

        ~

        2.1 Penyebab Potensi bahayanya:
        ~
        -Pekerja tertabrak alat excavator.

        -Tanah longsor/runtuhnya dinding samping. akibat dari excavator.
        -Pekerja/kendaraan terjatuh ke lubang galian.

        -Excavator menabrak fasilitas sekitar.

        -Terpapar gas beracun, iritasi atau gas-gas mudah terbakar

        -Merusakkan fasilitas utilitas bawah tanah (pipa air, listrik, komunikasi, dll)
        -Kebisingan yang terjadi akibat mesin dari excavator.
        -Alat excavator menghancurkan bagunan di sekitar.

        2.2 Deskripsi Konsekuesi terhadap:
        ~
        +Manusia :
        -Tertimpa excavator yang terjatuh ke penggalian.
        -tertimbun tanah longsor.
        -kurangnya pendengaran akibat mesin dari excavator.
        -Luka-luka/ patah tulang akibat tertabrak excavator.

        +Alat/Peralatan :
        -Excavator berkarat akibat hujan.
        -Penyalahgunaan excavator yang dapat merusak excavator.
        -Excavator yang rusak.

        +Lingkungan :
        -Alat Excavator menimbulkan Kebisingan menimbulkan polusi suara/kebisingan.
        -Alat excavator menghancurkan bagunan di sekitar.
        -Alat Excavator mnimbulkan polusi debu.

        2.3 Risiko awal (Tingkat kemungkinan, Tingkat keparahan, Tingkat risiko):
        ~
        +Tingkat kemungkinan:
        -Pekerja tertabrak excavator.
        +Tingkat keparahan:
        -(Tinggi)Dapat menyebabkan kematian 1 atau lebih dari 1 orang.
        +Tingkat resiko:
        -Jarang terjadi hal seperti itu, tetapi bisa saja terjadi apabila kurangnya menerapkan SOP yang sudah ditetapkan.

        2.4 Pengendalian Potensi Bahayanya:(Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD).
        ~

        -Menghilangkan sesuatu yang dapat menyebabkan potensi bahaya di area pekerjaan.(Eliminasi)
        -Evaluasi kondisi tanah.(Rekayasa Teknis)
        -Buat sistem proteksi.(subtitusi)
        -Menggunakan alat pelindung diri seperti : safety glove, helm, masker, boots, google.(APD)
        -Operator excsavator memiliki keahlian dan uji kompetensi yang baik. (administratif)
        -Test untuk kadar oksigen rendah, uap berbahaya dan gas-gas beracun
        -Siapkan akses yang aman untuk keluar dan masuk
        -Hubungi departemen terkait lain (traffic, pipa

        air/listrik, dll)
        .(Rekayasa Teknis)
        -Dilarang menempatkan atau mengerakan beban mesin atau peralatan lainya di dekat sisi galian.
        (rekayasa teknis)
        -Apabila orang harus memasuki ruang  galian tanah atau tempat lain untuk melakukan pengujian terhadap gas, mereka harus dilengkapi  dengan sabuk pengaman, tali

        penyelamat dan alat-alat pernafasan.(Rekayasa teknis)

        2.5 Resiko Sisa
        ~
        -Apabila pekerjaan yang dikerjakan sesuai dengan SOP, dan para pekerja memakai APD yang tepat maka resiko sisa tidak akan terjadi, dan kecelakaan kerja dapat

        diminimalkan.

        Nama : Luthfan Fariz

        NPM : 13.11.106.701501.1121

        Kelas : Pagi (A)

        Semester : V (Lima)

  9. 1. Pekerjaan Penggalian Tanah Secara Manual Pondasi Gedung Sedalam 1,20 meter

    Potensi Bahaya

    1.Potensi pekerja tertimbun tanah saat melakukan penggalian
    2.Akibat Keteledoran pekerja dalam meletakan peralatan kerja yang sembarangan dapat terkena pekerja
    3.Posisi ujung mata tajam peralatan diatas atau disekitar lubang galian tanah yang Dikerjakan
    4.Potensi Bahaya Mata terkena pasir atau tanah saat bekerja
    5.Potensi Bahaya Terhidup debu tanah
    6.Sengatan terik matahari secara langsung
    7.Cuaca seperti hujan menyebabkan tanah menjadi licin,tergenang air,berlumpur
    8.Bahaya terhadap binatang buas yang dapat membuat pekerja luka
    9.Terkena material lain saat melakukan pekerjaan

    Deskripsi Konsekuensi

    Manusia

    1.Terjatuh dan badan terluka
    2.kaki terluka terkena cangkul
    3.mata menjadi iritasi terkena debu dan tanah
    4.Saluran pernafasan terganggu
    5.mudah lelah tersengat terik matahari

    Peralatan

    1.Peralatan rusak akibat hantaman benda keras seperti menghantam batu saat penggalian

    Lingkungan

    1.kemungkinan udara berdebu

    Resiko awal

    Tingkat Kemungkinan : Kaki terluka akibat terkena peralatan penggaliaan
    (melakukan house keeping bisa menurunkan kemungkinan kaki tidak terluka akibat peralatan galian)

    Tingkat Keparahaan : Kaki atau anggota tubuh lainnya bisa terluka .
    (memakai APD dapat menurunkan keparahan kaki dengan memakai safety shoes)

    Tingkat Resiko : Tingkat resiko level 3 (sedang), membutuhkan perawatan medis

    Pengendalian potensi bahaya

    A. Eliminasi : Menghilangkan potensi bahaya disekitar tempat kerja

    B. Subsitusi :

    1.Mengatur durasi waktu kerja
    2.mengatur sistem kerja
    3.mengganti peralatan kerja yang lebih safe terhadap pekerja

    C.Rekayasa Teknis : menandai material yang ada didlm tanah seperti: batu,pipa,besi dengan cara

    Mengisolasi material tersebut

    D. Adminitratif :

    1.membuat SOP yang benar terhadap pekerjaan penggalian manual
    2.Melakukan brefing kepada pekerja sebelum melakukan pekerjaannya
    3. Melakukan House Keeping

    E.Alat Pelindung Diri(APD) :

    1.Memakai safety shoes
    2.Memakai Safety googles
    3.memakai masker
    4.memakai sarung tangan.

    2. Nama Pekerjaan : Pekerjaan galian tanah mekanis dengan

    menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan

    kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Potensi bahaya

    1.Potensi Bahaya Tanah Longsor Saat pengerjaan

    2.Excavator terbalik atau rusak saat dipaksakan bekerja terus menerus

    3.potensi Terjatuh ke dalam lubang galian bagi pekerja di sekitar area

    4.Potensi bahaya dibawah tanah,seperti: saluran pipa,kabel listrik,dll telah

    diindentifikasi dan ditandai,bila perlu diisolasi
    5.faktor cuaca seperti hujan menyebabkan tanah longsor
    6.kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin elevator
    7.getaran yang ditimbulkan dari elevator
    8.polutan yang dihasilkan dari elevator
    9.Potensi bahaya dari binatang melata dari dalam tanah
    10.Sengatan terik matahari

    Deskripsi Konsekuensi

    Manusia : 1.mengalami cidera patah tulang bahkan kematian jika tertabrak atau terlintas elevator
    2.terluka karna jatuh ketempat galian
    3.terganggu konsentrasi akibat kebidingan yang ditimbulkan dari suara mesin elevator
    4.saluran pernapasan terganggu akibat polutan yang dihasilkan dari mesin elevator,bahkan bisa menyebabkan penyakit TBC jika terkontaminasi lebih lama.
    5.terkena gigitan binatang melata
    6.Heat cramps pada operator saat mengendarai elevator akibat getaran yang dihasilkan elevator

    Peralatan :1.kendaraan terbalik

    Lingkungan:1.Tercemar polutan dari elevator
    2.tercemar dengan kebisingan dari mesin elevator
    3.Tanah longsor

    Resiko awal

    Tingkat Kemungkinan : 1.Tertabrak elevator
    2.Tanah longsor

    Tingkat Keparahaan : mengakibatkan cedera bahan kematian seseorang jika tertabrak elevator dan tertimbun longsor

    Tingkat resiko : level tinggi (level 5)

    Pengendalian Potensi Bahaya

    a. Eliminasi : Menghilangkan potensi bahaya di sekitar lokasi. Contoh : tanah tidak

    rata dan mengandung banyak air

    B. Subsitusi : 1.Mengatur durasi waktu kerja

    2.mengatur sistem kerja

    3.Galian harus dibarikade,dan dibatasi dengan tali,dan tanda peringatan yang

    ditempatkan disekitar galiaan.

    C.Rekayasa Teknis : menandai material yang ada didlm tanah seperti: batu,pipa,besi dengan cara

    Mengisolasi material tersebut

    D. Adminitratif : 1.memilih tenaga kerja operator yang memiliki sertifikat mengendarai alat berat seperti elevator dan sudah berpengalaman
    2.membuat SOP yang benar terhadap pekerjaan penggalian

    3.Melakukan brefing kepada pekerja sebelum melakukan pekerjaan
    4.Memilih seorang yang ahli untuk melaksanakan pengawasan yang sudar bersertifikat dan berpengalaman

    E.Alat Pelindung Diri(APD) :
    1.memakai safety googles
    2.memakai Safety shoes
    3.memakai helmet
    4.memakai sarung tangan.
    5.memakai baju kerja Dari perusahaan
    6.memakai masker
    7.memakai kacamata safety

    -Resiko Sisa-
    Kemungkinan jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah ditiadakan dan SOP diterapkan maka kemungkinan reesiko sisa tidak akan terjadi.

    NAMA : EGHINT FIYANDA
    NIM : 13.11.106.701501.1142
    SEMESTER : V
    KELAS : A(PAGI)

  10. 1.Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    •Potensi Bahaya( Hazard ) :1.Terpeleset kedalam lubang karena cuaca sehabis hujan(Licin).
    2.Kejatuhan peralatan menggali karena di letakan di dekat lubang.
    3.Kaki terkena benda yg memiliki ujung mata yg tajam saat melakukan penggalian.
    4.Mata terkena tanah/pasir saat penggalian.
    5.Terhirup pasir/tanah saat melakukan penggalian.

    •Deskripsi Konsekuensi

    Manusia : 1.Kaki keseleo
    2.Anggota tubuh terluka
    3.Kaki terluka
    4.Penglihatan berkurang/kabur
    5.Mengalami gangguan pernapasan

    •Peralatan : 1.Peralatan rusak akibat terjatuh dan terkena benda keras

    •Lingkungan : 1.Akan berdebu akibat kegiatan penggalian.

    •Resiko Awal

    Tingkat Kemungkinan: Kaki terkena alat saat akan memulai penggalian tanah.

    Tingkat Keparahan: Kaki terluka yg bisa mengakibatkan infeksi karena alat penggalian.

    Tingkat Resiko: Tingkat Resiko Lvl 3( Sedang ).

    •Pengendalian Potensi Bahaya ( Hazard )

    A.Eleminasi : Mengamankan segala macam hal yg bisa menjadi potensi bahaya

    B.Subtitusi : 1.Mengatur shift kerja
    2.Melakukan briefing sebelum memulai pekerjaan
    3.Melakukan pengecheck’an pada alat yg mulai rusak
    4.Mengatur SOP

    C.Rekaya Teknis : Melakukan evaluasi saat penggalian

    D.Adminitratif : 1.Membuat rancangan SOP
    2.Briefing kepada para pekerja

    E.Alat Pelingdung Diri (APD): 1.Masker Wajah
    2.Safety Glove
    3.Safety Boot
    4.Safety Helmet
    5.Safety Google

    2.Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    •Potensi Bahaya ( Hazard ) : 1.Dinding tanah longsor
    2.Faktor cuaca hujan yg mengakibatkan tanah di sekitar penggalian longsor
    3.Pekerja tertimbun tanah
    4.Excavator jatuh ke dalam penggalian tanah
    5.Kebisingan yg di hasilkan dari alat Excavator
    6.Getaran dari alat Excavator yg bisa mengakibatkan di sekitar penggalian longsor

    •Deskripsi Konsekuensi

    Manusia : 1.Tertimbun tanah longsor
    2.Pendengaran berkurang karena kebisingan yg di hasilkan Excavator
    3.Tertimpa excavator yg jatuh akibat terlalu dekat dengan penggalian
    4.Konsentrasi berkurang karena kebisingan excavator

    Peralatan :1.Kendaran rusak akibat terjatuh ke dalam lubang penggalian

    Lingkungan :1.Terganggu karena kebisingan dari alat excavator
    2.Rusaknya lingkungan karena salah melakukan penggalian
    3.Tanah Longsor

    Resiko Awal

    Tingkat Kemungkinan : 1.Salah tempat penggalian
    2.Excavator rusak
    3.Excavator menabrak sign/pekerja di sekitar penggalian

    Tingkat Keparahan : 1.Kerugian materi pada perusahaan
    2.Kematian

    Tingkat Resiko : Lvl tinggi ( Level 5 )

    •Pengendalian Potensi Bahaya ( Hazard )

    A.Eleminasi : Mengamankan/mensterilkan lingkungan yg akan di lakukan penggalian dari segala macam bahaya

    B.Subtitusi : 1.Mengatur shift kerja
    2.Melakukan Briefing
    3.Melakukan Maintance pada alat excavator
    4.Menjalankan SOP dengan baik

    C.Rekaya Teknis : Memasang sign di sekitar penggalian tanah

    D.Adminitratif : 1.Mempekerjakan tenaga ahli
    2.Merancang SOP dengan baik
    3.OP Excavator memiliki sertifikat
    4.Briefing kepada para pekerja

    E.Alat Pelindung Diri (APD) : 1.Safety Glove
    2.Safety Google
    3.Safety Boot
    4.Earpack
    5.Safety Helmet
    6.Masker Wajah

    Resiko Sisa

    -Jika semua SOP di jalankan dengan baik dan benar bahaya (Hazard) dapat terhindari.

    Nama: Russel Blamy Korompis
    NPM : 13.11.106.701501.1173
    Kls : A (Pagi)
    Smtr: V (Lima)

  11. 1. Pekerjaan penggalian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian 1,20 meter

    1.1 potensi penyebab bahaya
    – terjatuh, terpeleset
    – tertimpa longsor galian tanah Dan tertimpa material atau peralatan kerja
    – terkendal sinar matahari langsung karena bekerja Di lapangan terbuka atau kehujanan

    1.2 konsekuensi terhadap manusia, alat/praltan, lingkungan
    – kaku pekerja tekilir, terluka, keseleo
    – pekerja mungkin saja tertimbun Akibat longsoran galian tanah Dan pekerja menalami cedera kepala Akibat kejatohan material
    – alat butuh perbaikan Dan perawatan
    – alat harus diganti atau kemungkinan mengalami kerusakan
    – tercemarnya ekosistem bawah tanah

    1.3 resiko awal (tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
    – cidera , terjatuh, terpeleset, terluka, cacat, kerugian

    1.4 pengendalian potensi bahaya (eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administratif, APD)
    – menghilang kan bahaya jauh, Bahaya ruang terbatas
    – menggunakan bahan kimia uang kurang berbahaya
    – memerlukan peralatan yang dibutuhkan saja tidak menggunakan berlebihan
    – adanya sop, pelatiahan, seleksi karyawan, rotasi kerja, pemliharaan
    – menggunakan helmet, sepatu sefty

    1.5 resiko Sisa ( tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
    – tidak ada cidera, kerugian biaya rendah, kerusakan peralatan ringan
    – menyebabkan ke matian 1 orang atau lebih
    – menurunkan angka kecelakaan kerja

    2 pekerjaan penggalian tanah mekanis dengan menggunakan excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mengapai 3,00 meter

    2.1 potensi benyebab bahaya
    – longsor Akibat tanah tidak setabil
    – galian tanah longsor Akibat getaran excavator
    – saat pekerjaan penggalian mengenai kabel listrik, pipa air PDAM, pipa gas yang mengakibatkan cidera serius

    2.2 konsekuensi terhadap manusia, alat/peralatan, Lingkungan
    – pekerja bisa tertimbun Karena longsoran tanah galian
    – alat/peralatan rusak
    – butuh perbaikan Dan perawatan alat
    – biaya ganti rugi alat yang besar
    – ekosistem tanah tercemar/ rusak

    2.3 resiko awal
    – mengalami kerugian
    – cidera

    2.4 pengendalian potensi bahaya
    – bahaya kebisingan, terjatuh, bahaya Ergonomi, bahaya kimia
    – mengurangi interest mesin – mesin berbahaya dengan operator, mengurangi kecepatan
    – memisahakan sumber bahaya dengan pekerja
    – membatasi waktu kontaknya ( pemaparan) dengan faktor bahaya atau contaminant
    – APD Hanya mengurangi resiko karena sifatnya Hanya mengurangi

    2.5 resiko Sisa
    – resiko dapat di terima tanpa perlu perantauwan
    – resiko tidak dapat diterima dengan mifigasi prioritas menengah
    – menurunkan angka kecelakaan kerja

    Nama: Muhammad kunto wijatandanu
    Kelas: A ( pagi )
    Nim: 13.11.106.701501.1161
    Semester: V ( Lima )

    • Tugas Anda masih terdapat kesalahan. Masih belum ada analisis tentang tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, dan tingkat risiko. Pengendalian potensi bahaya berupa eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administratif, dan APD juga belum ada. Risiko sisa berupa tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, dan tingkat risiko juga masih belum ada. Perbaiki kembali tugas anda dengan klik “Reply” dibawah ini agar memudahkan menelusuri proses perbaikannya.

      • 1. Pekerjaan penggalian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian 1,20 meter

        1.1 potensi penyebab bahaya
        – terjatuh, terpeleset
        – tertimpa longsor galian tanah Dan tertimpa material atau peralatan kerja
        – terkendal sinar matahari langsung karena bekerja Di lapangan terbuka atau kehujanan

        1.2 konsekuensi terhadap manusia, alat/praltan, lingkungan
        – kaku pekerja tekilir, terluka, keseleo
        – pekerja mungkin saja tertimbun Akibat longsoran galian tanah Dan pekerja menalami cedera kepala Akibat kejatohan material
        – alat butuh perbaikan Dan perawatan
        – alat harus diganti atau kemungkinan mengalami kerusakan
        – tercemarnya ekosistem bawah tanah

        1.3 resiko awal (tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
        – cidera , terjatuh, terpeleset, terluka, cacat, kerugian

        1.4 pengendalian potensi bahaya (eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administratif, APD)
        – menghilang kan bahaya jauh, Bahaya ruang terbatas
        – menggunakan bahan kimia uang kurang berbahaya
        – memerlukan peralatan yang dibutuhkan saja tidak menggunakan berlebihan
        – adanya sop, pelatiahan, seleksi karyawan, rotasi kerja, pemliharaan
        – menggunakan helmet, sepatu sefty

        1.5 resiko Sisa ( tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko)
        – tidak ada cidera, kerugian biaya rendah, kerusakan peralatan ringan
        – menyebabkan ke matian 1 orang atau lebih
        – menurunkan angka kecelakaan kerja

        2 pekerjaan penggalian tanah mekanis dengan menggunakan excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mengapai 3,00 meter

        2.1 potensi benyebab bahaya
        – longsor Akibat tanah tidak setabil
        – galian tanah longsor Akibat getaran excavator
        – saat pekerjaan penggalian mengenai kabel listrik, pipa air PDAM, pipa gas yang mengakibatkan cidera serius

        2.2 konsekuensi terhadap manusia, alat/peralatan, Lingkungan
        – pekerja bisa tertimbun Karena longsoran tanah galian
        – alat/peralatan rusak
        – butuh perbaikan Dan perawatan alat
        – biaya ganti rugi alat yang besar
        – ekosistem tanah tercemar/ rusak

        2.3 resiko awal ( tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, tingkat resiko )
        – kemungkinan tingkat kecelakaan jarang
        – menyebabkan kematian 1 orang atau lebih
        – frekuensi terjadinya kecelakaan jarang tetapi kemungkinan bisa terjadi jika kurang pengawasan

        2.4 pengendalian potensi bahaya ( eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administratif, APD )
        – bahaya kebisingan, terjatuh, bahaya Ergonomi, bahaya kimia
        – mengurangi interest mesin – mesin berbahaya dengan operator, mengurangi kecepatan
        – memisahakan sumber bahaya dengan pekerja
        – membatasi waktu kontaknya ( pemaparan) dengan faktor bahaya atau contaminant, breefing k3, memberikan pelatihan dan sertifikat
        – menggunakan APD sesuai jenis pekerjaan dan tingkat bahaya , penggunaan APD yang aman

        2.5 resiko Sisa
        – jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah di hilangkan dan SOP dijalankan kemungkinan resiko sisa tidak akan terjadi

        Nama: Muhammad kunto wijatandanu
        Kelas: A ( pagi )
        Nim: 13.11.106.701501.1151
        Semester: V ( Lima )

  12. 1. A. Nama pekerjaaanya adalah :
    Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    B. Potensi bahaya adalah : tanah tidak stabil, tanah licin, peralatan tajam

    C. Konsekuensi bahaya

    Konsekuensi bahaya terhadap manusia adalah :
    Tertimbun tanah,
    Terpeleset/ terjatuh,
    Tercangkul.

    Konsekuensi bahaya terhadap peralatan : tidak ada

    Konsekuensi bahaya terhadap lingkungan : tidak ada

    D. Tingkat kemungkinan terhadap manusia :

    Besar kemungkinan dapat tertimbun tanah (very unlikely)
    Sangat besar kemungkinan pekerja dapat terpeleset
    Besar kemungkinan pekerja tercangkul (very unlikely)

    E. Tingkat keparahan terhadap manusia :

    Tertimbun dapat menimbulkan luka luka ,
    Terpeleset/ terjatuh dapat mengakibatkan patah tulang ,
    Tercangkul dapat mengakibat kecacatan( serious )

    F. Tingkat resiko terhadap manusia :

    Tertimbun tanah bisa beresiko sedang pada kegiatan ini
    Terpeleset bisa saja beresiko tinggi pada kegiatan ini
    Tercangkul bisa saja beresiko sedang pada kegiatan ini

    G. Pengendalian potensi bahaya yang dilakukan adalah :

    Agar tidak tertimbun maka hindari penumpukan tanah terlalu dekat dengan galian (rekayasa teknis),
    pembuatan siring (rekayasa teknis).
    Agar tidak terpeleset maka sediakan tangga dan pegangannya pada jalur masuk galian (rekayasa teknis),
    bebaskan tempat kerja dari genangan air (rekayasa teknis).
    Agar tidak tercangkul maka yakinkan pekerja dalam keadaan sehat dan bugar (Administratif),
    Penggunaan sepatu safety (APD)

    H. Resiko Sisa :

    Konsekuensi bahaya tertimbun tanah kemungkinan menjadi kecil, keparahannya kecil, maka resiko juga kecil.
    Konsekuensi bahaya terpeleset / terjatuh kemungkinan menjadi kecil, keparahannya kecil, maka resiko juga kecil.
    Konsekuensi bahaya tercangkul kemungkinan menjadi kecil, keparahannya kecil, maka resiko juga kecil.

    I.Pengendalian Tambahan : Tidak Ada

    2. A. Nama pekerjaannya adalah :
    Pekerjaan galian tanah mekanis dengan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian mencapai 3 meter.

    B. Potensi bahaya adalah : tanah tidak stabil, tanah licin, Excavator rubuh

    C. Konsekuensi bahaya

    Konsekuensi bahaya terhadap manusia adalah :
    tertimbun tanah,
    terpeleset/ terjatuh,
    tertimpa Excavator.

    Konsekuensi bahaya terhadap peralatan :
    Kerusakan pada Excavator

    Konsekuensi bahaya terhadap Lingkungan : Tidak ada

    D. Tingkat kemungkinan

    Tingkat kemungkinan terhadap manusia :
    Sangat Besar kemungkinan dapat tertimbun tanah

    Sangat besar kemungkin pekerja dapat terpeleset
    Besar kemungkinan tertimpa Excavator

    Tingkat kemungkinan terhadap peralatan :
    Besar kemungkinan Excavator rubuh dan rusak

    Tingkat kemungkinan terhadap Lingkungan : Tidak ada

    E. Tingkat keparahan

    Tingkat keparahan terhadap manusia :
    Tertimbun dapat menimbulkan kematian ,
    Terpeleset/ terjatuh dapat mengakibatkan cidera patah tulang ,
    Tertimpa excavator dapat mengakibat kecacatan dan kematian .

    Tingkat kemungkinan terhadap peralatan :
    Excavator rusak

    Tingkat kemungkinan terhadap Lingkungan : Tidak ada

    F. Tingkat resiko

    Tingkat resiko terhadap manusia :
    Tertimbun tanah bisa beresiko tinggi pada kegiatan ini
    Terpeleset bisa saja beresiko tinggi pada kegiatan ini
    Tertimpa excavator bisa saja beresiko tinggi pada kegiatan ini

    Tingkat resiko terhadap peralatan :
    Excavator rubuh bisa saja beresiko tinggi pada kegiatan ini

    Tingkat resiko terhadap Lingkungan : Tidak ada

    G. Pengendalian potensi bahaya yang dilakukan adalah :

    Agar tidak tertimbun maka hindari penumpukan tanah terlalu dekat dengan galian (rekayasa teknis),
    Pembuatan siring (rekayasa teknis).
    Agar tidak terpeleset maka sediakan tangga dan pegangannya pada jalur masuk galian (rekayasa teknis),
    Bebaskan tempat kerja dari genangan air (rekayasa teknis).

    Yakinkan operator exsavator dan pekerja lainnya dalam keadaan sehat dan bugar (Administratif),
    Jaga jarak aman excavator dengan tanah galian > 3 meter

    Operator excsavator memiliki keahlian dan uji kompetensi yang baik (administratif)

    Pegujian dan pengetesan exsavator secara berkala.
    Pengawasan ketat selama pekerjaan berlangsung.

    Wajib menggunakan APD lengkap

    H. Resiko Sisa :

    Konsekuensi bahaya tertimbun tanah kemungkinan menjadi kecil, keparahannya kecil, maka resiko juga kecil.
    Konsekuensi bahaya terpeleset / terjatuh kemungkinan menjadi kecil, keparahannya kecil, maka resiko juga kecil.
    Konsekuensi bahaya exsavator rubuh kemungkinan menjadi kecil, keparahannya kecil, maka resiko juga kecil.

    I.Pengendalian Tambahan : Tidak Ada

    Nama : Monica Ponno Bu
    Kelas : A
    Semester : V
    NPM : 13.11.106.701501.1178

  13. 1). Pekerjaan Penggalian Tanah Secara Manual Pondasi Gedung Sedalam 1,20 meter

    POTENSI BAHAYA
    1. Pekerja tertimbun
    2. Pekerja terkena cangkul
    3. Alat tajam terkena pekerja lain
    4. Mata terkena pasir atau tanah saat bekerja
    5. Potensi Bahaya Terhidup debu tanah
    6. Sengatan terik matahari secara langsung
    7. Cuaca seperti hujan menyebabkan tanah menjadi licin,tergenang air,berlumpur
    8. Bahaya terhadap binatang buas yang dapat membuat pekerja luka

    DESKRIPSI KOUSENKUENSI

    a. Manusia

    1. Badan terluka
    2. Kaki terluka terkena cangkul
    3. Mata iritasi terkena debu
    4. Saluran pernafasan terganggu
    5. Tersengat terik matahari

    b. Peralatan

    1.Peralatan rusak akibat hantaman benda keras seperti menghantam batu saat penggalian

    Lingkungan

    1.kemungkinan udara berdebu

    -Resiko awal

    Tingkat Kemungkinan : Badan kelelahan karena tersengat matahari dan kaki terluka terkena cangkul
    (melakukan house keeping bisa menurunkan kemungkinan kaki tidak terluka akibat peralatan galian)

    Tingkat Keparahaan : Kaki atau anggota tubuh lainnya bisa terluka .
    (memakai APD dapat menurunkan keparahan kaki dengan memakai safety shoes)

    Tingkat Resiko : Tingkat resiko level 3 (sedang), membutuhkan perawatan medis

    -Pengendalian potensi bahaya

    A. Eliminasi : Menghilangkan potensi bahaya disekitar tempat kerja

    B. Subsitusi :
    1.Mengatur durasi waktu kerja

    2.mengganti peralatan kerja yang lebih safe terhadap pekerja

    C.Rekayasa Teknis : menandai material yang ada didlm tanah seperti: batu,pipa,besi dengan cara

    Mengisolasi material tersebut

    D. Adminitratif :
    1.membuat SOP yang benar terhadap pekerjaan penggalian manual
    2.Melakukan brefing kepada pekerja sebelum melakukan pekerjaannya
    3. Melakukan House Keeping

    E.Alat Pelindung Diri(APD) :
    1. Memakai safety shoes
    2. Memakai sarung tangan
    3. Memakai masker
    4 .Memakai kacamata safety

    2). Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    POTENSI BAHAYA
    1. Tanah Longsor
    2. Excavator terbalik atau rusak
    3. Potensi Terjatuh
    4. Potensi bahaya dibawah tanah seperti saluran pipa
    5. faktor cuaca seperti hujan menyebabkan tanah longsor
    6. kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin elevator
    7. getaran yang ditimbulkan dari elevator
    8. polutan yang dihasilkan dari elevator
    9. bahaya dari binatang melata dari dalam tanah
    10. Sengatan terik matahari

    DEKRIPSI KONSOKUENSI

    a. Manusia :

    1. patah tulang bahkan kematian
    2. terluka karna jatuh ketempat galian
    3. kebisingan yang ditimbulkan dari suara mesin elevator
    4. saluran pernapasan terganggu akibat polutan
    5. terkena gigitan binatang melata
    6. Heat cramps pada operator saat mengendarai elevator akibat getaran yang dihasilkan elevator

    b. Peralatan :

    1.kendaraan terbalik

    c. Lingkungan :

    1.Tercemar polutan dari elevator
    2.tercemar dengan kebisingan dari mesin elevator
    3.Tanah longsor

    RESIKO AWAL

    Tingkat Kemungkinan : Tanah longsor
    Tingkat Keparahaan : mengakibatkan cedera bahan kematian seseorang jika tertabrak elevator dan tertimbun longsor
    Tingkat resiko : level tinggi (level 5)

    PENGENDALI POTENSI BAHAYA

    A. Eliminasi : Menghilangkan potensi bahaya di sekitar lokasi.
    Contoh : menaruh alat di tempat yang aman

    B. Subsitusi :
    1. mengatur durasi waktu kerja
    2. mengatur sistem kerja
    3. galian harus dibarikade,dan dibatasi dengan tali,dan tanda peringatan yang
    ditempatkan disekitar galiaan.

    C.Rekayasa Teknis :
    menandai material yang ada didlm tanah seperti: batu,pipa,besi dengan cara mengisolasi material tersebut

    D. Adminitratif :
    1. memilih tenaga kerja operator yang memiliki sertifikat mengendarai alat berat seperti elevator dan sudah berpengalaman
    2. membuat SOP yang benar terhadap pekerjaan penggalian
    3. melakukan brefing kepada pekerja sebelum melakukan pekerjaan

    E.Alat Pelindung Diri(APD) :
    1. memakai safety googles
    2. memakai helmet
    3. memakai sarung tangan.
    4. memakai baju kerja Dari perusahaan
    5. memakai masker

    RESIKO SISA
    Jika SOP di terapkan maka kemungkinan resiko sisa tidak akan ada

    NAMA : AHMAD HAFIDZ
    NIM : 13.11.106.701501.1133
    SEMESTER : LIMA
    KELAS : PAGI

  14. 1. Nama Pekerjaan : Pekerjaan penggalian tanah untuk pembuatan pondasi bangunan secara manual dengan kedalaman 1,20 meter.

    Potensi Penyebab Bahaya (HAZARD)
    – Cedera akibat terkena alat kerja seperti cangkul atau gancu.
    – Cedera karena pekerjaan mencangkul yang gerakannya berulang-ulang.
    – Cedera pada persendian karena posisi kerja yang kurang ergonomis.
    – Tersetrum, jika tanpa sengaja pada saat mencangkul mengenai kabel listrik bawah tanah.
    – Tergigit hewan beracun yang bersarang di bawah tanah, seperti ular, laba-laba dan lain-lain.
    – Tertimpa material seperti batu-batuan.
    – Terjatuh kedalam lubang galian.
    – Pekerja terpapar sinar matahari langsung yang menyebabkan pekerja mudah lelah dan dehidrasi.
    – Pekerja menghirup debu akibat proses penggalian.

    Deskripsi Konsekuensi terhadap :
    a. Manusia
    – Bagian tubuh terluka atau memar akibat terkena alat kerja.
    – Sendi terkilir pada saat bekerja.
    – Terkilir atau patah pada beberapa bagian tubuh jika jatuh ke dalam lubang.
    – Jika di gigit hewan beracun dapat menyebabkan alergi atau kematian.
    – Gangguan pernafasan akibat menghirup debu.
    – Kelelahan dan dehidrasi.

    b. Alat Kerja
    – Alat kerja rusak saat di gunakan, perlu alat kerja cadangan agar peekerjaan tidak terhambat.

    c. Lingkungan
    – Lingkungan sekitar daerah penggalian dapat berdebu akibat proses penggalian.
    – Akibat proses penggalian akan menghasilkan tumpukan tanah yang banyak di sekitar tempat kerja.
    – Kotoran atau sampah sisa pekerjaan.

    Resiko Awal
    – Tingkat kemungkinan : cedera akibat terkena alat kerja.
    – Tingkat keparahan : terdapat luka atau memar di beberapa bagian tubuh yang terkena cedera.
    – Tingkat resiko : level 3 (sedang) menyebabkan cedera yang perlu dilakukan perawatan medis.

    Pengendalian Potensi Bahaya
    a.Eliminasi
    – Untuk menghilangkan potensi bahaya sebaiknya melakukan pemeriksaan apakah lingkungan kerja sudah aman dan siap untuk memulai pekerjaan.

    b.Substitusi
    – Mengubah sistem kerja agar lebih efisien.

    C.Rekayasa Teknis
    – Mempersiapkan alat penunjang penggalian seperti turap, untuk membantu pekerjaan.
    – Memodifikasi alat kerja atau cara kerja agar pekerjaan lebih mudah dan nyaman di kerjakan.

    d.Administratif
    – Membuat SOP dengan benar yang sesuai dengan pekerjaan penggalian secara manual.
    – Melakukan brifieng sebelum pekerjaan di mulai.
    – Memasang safety sign seperti gambar atau tulisan untuk mengingatkan pekerja agar selalu waspada akan bahaya.

    e. Alat Pelindung Diri.
    – Para pekerja wajib menggunakan APD yang sesuai dengan pekerjaannya dan juga harus sesuai dengan standar.
    – APD yang di gunakan seperti sepatu, kaos tangan, kaca mata, helm dan masker.

    Resiko Sisa
    – Jika segala aspek keamanan sudah tercukupi seperti melaksanakan pekerjaan sesuai SOP, menggunakan APD dengan baik dan benar, serta selalu waspada saat bekerja maka resiko sisa dari pekerjaan tersebut dapat di hindari atau tidak ada sama sekali.

    2. Nama Pekerjaan : Pekerjaan penggalian tanah untuk pembuatan pondasi bangunan secara mekanis dengan bantuan alat berat excavator dengan kedalaman 3,00 meter.

    Potensi Penyebab Bahaya (HAZARD)
    – Getaran alat berat membuat bangunan yang ada di sekitar tempat kerja menjadi retak.
    – Rusaknya fasilitas di sekitar tempat kerja akibat tertabrak excavator.
    – Pekerja terlindas excavator.
    – Kebisingan yang di akibatkan suara mesin excavator.
    – Pekerja tertabrak swing arm (lengan ayun) excavator.
    – Pada saat mengerjakan penggalian tanpa sengaja mengenai jalur pipa (air,minyak atau gas) yang dapat menyebabkan kebocoran atau ledakan.
    – pada saat mengerjakan penggalian tanpa sengaja mengenai jalur kabel listrik bawah tanah yang dapat menimbulkan korsleting listrik.

    Deskripsi Konsekuensi terhadap :
    a. manusia
    – Jika tertabrak swing arm excavator atau terlindas excavator dapat menyebabkan kematian.
    – Jika terjadi ledakan akibat saat penggalian mengenai pipa gas dapat menimbulkan korban luka-luka dan korban jiwa.

    b. Alat Kerja
    – Excavator mengalami kerusakan pada mesin atau komponen lainnya.

    c. Lingkungan
    – Getaran di sekitar tempat kerja akibat beroperasinya excavator.
    – Debu akibat penggalian tanah.
    – Kebisingan akibat suara mesin excavator.

    Resiko Awal
    – Tingkat kemungkinan : pekerja tertabrak swing arm atau terlindas excavator.
    – Tingkat keparahan : luka berat, patah tulang, terpenggal dan badan hancur.
    – Tingkat resiko : level 5 (fatal) menyebabkan kematian satu orang atau lebih.

    Pengendalian Potensi Bahaya
    a. Eliminasi
    – Untuk menghilangkan potensi bahaya sebaiknya melakukan pemeriksaan apakah lingkungan kerja sudah aman dan siap untuk memulai pekerjaan.

    b.Substitusi
    – Operator excavator haruslah di pilih yang sudah ahli dan lulus uji sertifikasi.

    c. Rekayasa Teknis
    – Membuat tanda jangan mendekati jalur excavator untuk menghindari pekerja yang akan lewat tertabrak excavator.

    d. Administratif
    – Membuat SOP yang sesuai dengan pekerjaan tersebut.
    – Memasang safety sign di sekitar area kerja agar pekerja selalu waspada.
    – Melakukan safety brifieng sebelum pekerjaan di mulai.

    e. Alat Pelindung Diri
    – Para pekerja wajib menggunakan APD yang sesuai dengan pekerjaannya dan juga harus sesuai dengan standar.
    – APD yang di gunakan seperti sepatu, kaos tangan, kaca mata, helm dan masker.

    Resiko Sisa
    – Jika segala aspek keamanan sudah tercukupi seperti melaksanakan pekerjaan sesuai SOP, menggunakan APD dengan baik dan benar, serta selalu waspada saat bekerja maka resiko sisa dari pekerjaan tersebut dapat di hindari atau tidak ada sama sekali.

    Nama : Wahyu Trenata Putra
    NIM. : 13.11.106.701.501.1158
    Semester : V (LIMA)
    Kelas : A D4 K3

  15. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    A. potensi Bahayanya (Hazard)
    – Pekerja terpeleset dan jatuh ke lubang galian.
    – pekerja tersandung material kerja seperti: cangkul, sekop dll
    – pekerja mempunyai potensi tertimbun tanah longsor.
    – Tertimpa alat/material.
    – Terhirup debu, kotoran dan gas beracun

    B. Deskripsi Konsekuensi Terhadap:

    a. Manusia
    – kaki patah
    – cedera tulang belakang jika dia terpeleset.
    – jika menghirup debu dan kotoran bisa menyebabkan dia sesak nafas dan tidak sadarkan diri.
    – kaki memar terkena material kerja.
    – tangan dan kaki memar jika jatuh dari ketinggian 1,20 meter.

    b. Alat/peralatan
    – Alat kerja rusak, membutuhkan alat kerja yang berstandar

    c. Lingkungan
    – Tanah yang kandungan airnya sangat tinggi sehingga mudah longsor.
    – tanah yang tandus/tidak subur lagi.

    C. Resiko awal
    – Tingkat kemungkinan : Menghirup debu, kotoran dan gas beracun
    – Tingkat keparahan : hilangnya konsentrasi, sesak nafas, dan tidak sadarkan diri
    – Tingkat Resiko : Level 3 (sedang) menyebabkan gangguan pernafasan yang membutuhkan perawatan medis.

    C. Pengendali Potensi Bahaya

    a. Eliminasi
    – Menghilangkan potensi bahaya dengan memastikan sekitar kegiatan proyek bebas dari bahaya longsor, gas beracun dll.

    b. Substitusi
    – Metode pemindahan/pengubahan sistem kerja.

    c. Rekayasa teknis
    – memilih perkakas kerja yang lebih aman dan berstandar.
    – merancang pekerjaan galian secara tersistematis.
    – memastikan lokasi sekitar galian bebas dari bahaya longsor dan bahaya gas beracun

    d. Admisitratif
    – Membuat SOP yang sesuai dan standar dengan pekerjaan galian tanah menggunakan sistem manual.
    – membuat safety sign untuk pemberitahuan adanya bahaya disekitar tempat kegiatan.
    – Memberikan briefing sebelum melakukan pekerjaan.

    e. Alat pelindung diri
    – Menggunakan APD yang sesuai seperti : Helm, Sarung tangan, Masker, Sepatu safety, kacamata safety.

    D. Resiko sisa
    – Jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah dihilangkan dan SOP yang dijalankan resiko sisa tidak akan terjadi.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3.00 meter.

    A. Potensi bahaya (Hazard)

    – Excavator menabrak fasilitas sekitar.
    – Excavator terguling.
    – Tanah longsor atau runtuhnya dinding samping.
    – Pekerja tertabrak alat excavator.
    – Pekerja tersengat listrik akibat tersandung kabel didalam tanah

    B. Deskripsi konsekuensi terhadap

    a. Manusia
    – Badan hancur jika pekerja tertabrak alat excavator.
    – pekerja tersengat listrik.
    – susah bernafas, cedera di beberapa bagian anggota tubuh jika pekerja tertimpa tanah longsor.

    b. Alat/Peralatan
    – Excavator rusak

    c. Lingkungan
    – Kebisingan
    – Getaran dari alat berat
    – Debu

    C. Resiko Awal
    – Tingkat kemungkinan : Tertabrak excavator
    – Tingkat keparahan : Level 5 (Fatal) Menyebabkan kematian 1 orang atau lebih.
    – Tingkat resiko : frekuensi kejadiannya jarang tetapi suatu saat bisa terjadi jika SOP tidak dijalankan dan kurang pengawasan.

    D. Pengendalian Potensi Bahaya

    a. Eliminasi
    – Menghilangkan potensi bahaya di sekitar lokasi. contoh: kontur tanah yang tidak rata dan mengandung banyak air, memastikan bahwa kabel-kabel dibawah tanah telah dijauhi.

    b. sustitusi
    – Memilih operator excavator yang benar-benar tersertifikasi dan berpengalaman yang mampu mengoperasikan excavator dengan baik.

    c. Rekayasa teknis
    – Memastikan posisi excavator pada posisi tanah yang rata.
    – Memberikan safety sign di daerah kegiatan penggalian pada saat alat sedang beroperasi
    – Memberikan safety sign di tempat-tempat yang tidak boleh dilalui.
    – Memastikan seluruh komponen mesin pada excavator dalam keadaan baik dan tidak dalam kondisi rusak.

    d. Administratif
    – Membuat SOP untuk menjalankan excavator.
    – Memberikan pelatihan dan sertifikasi.

    e. Alat pelindung diri
    – Menggunakan selalu APD yang sesuai seperti: sepatu safety, helm, masker, sarung tangan, kacamata safety.

    E. Resiko sisa
    – Jika semua estimasi substitusi resiko bahaya telah dihilangkan dan SOP dijalankan kemungkinan resiko sisa tidak akan terjadi.

  16. tugas keselamatan konstruksi 4

    1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    Potensi Penyebab Bahaya Yang Bisa Terjadi Akibat Beberapa Faktor Seperti :
    1.1 Faktor alat atau peralatan
    > Konsekuensi dari peralatan
    – peralatan yang berserakan dapat membahayakan pekerja ataupun orang lain yang ada disekitarnya.
    – Tingkat Kemungkinan : sering
    – Tingkat Keparahan : sedang
    – Resiko : tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : menonaktifkan alat apabila tidak sedang digunakan atau memakai alat tersebut dengan bijaksana dan selalu menggunakan alat pelindung diri.

    > Konsekuensi terhadap lingkungan
    – tidak meletakan alat sembarangan apabila tersandung ataupun tersentuh alat tersebut kemungkinan akan menimbulkan suatu cedera atau hal lainnya.
    – Tingkat Kemungkinan :sering
    – Tingkat Keparahan :sedang
    – Resiko :tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya :Menata atau meletakan alat2 yang telah di gunakan di toolbox atau pun tempat alat2 lainnya.

    1.2 Faktor lingkungan
    > Konsekuensi terhadap manusia :
    – kemungkinan terjadinya kecelakaan yang menyebabkan pekerja luka ataupun cedera.
    – Tingkat Kemungkinan : Sering
    – Tingkat Keparahan : Sedang
    – Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya :berhati2 dalam bekerja dan memakai perlengkapan kerja seperti helm,sepatu,sarung tangan dan lainnya.

    1.3 Faktor manusia
    > Konsekuensi terhadap manusia :
    -warga atau masyarakat dapat tergelicir atau jatuh dilubang galian.
    – Tingkat Kemungkinan : jarang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya :membuat batas atau garis pembatas yang mudah dilihat oleh warga.
    >konsenkuensi terhadap peralatan
    kemungkinan bahan material yang hilang ataupun rusak.
    – Tingkat Kemungkinan : jarang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : sedang
    pengendalian potensi bahaya:menempatkan atau merekrut petugas penjaga atau menaruh alat2 ditempat yang aman.
    >konsenkuensi terhadap lingkungan:
    dapat menyebabkan kebocoran pipa saat sedang menggali atau secara tidak sengaja menyangkul pipa hingga mengalami kebocoran.
    – Tingkat Kemungkinan : jarang
    – Tingkat Keparahan : Ringan
    – Resiko : sedang
    pengendalian potensi bahaya:sebelum melakukan pekerjaan memperkirakan atau mengecek apakah dilokasi galian ada pipa atau tidak.

    2. Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Potensi Penyebab Bahaya
    2.1 Faktor Manusia
    ~ Konsekuensi terhadap manusia :
    > kesalahan saat menggunakan excavator atau lalai dalam menggerakan excavatoe
    Tingkat Kemungkinan : Sedang
    Tingkat Keparahan : Berat
    Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : pekerja yang mengendalikan excavator harus memiliki ijin dan sudah bersertifikasi dalam mengendalikan excavator.

    > Excavator tidak mendapatkan pengecekan yang rutin dapat menyebabkan mesin rusak ataupun dapat menimbulkan ledakan pada mesin.
    Tingkat Kemungkinan : Jarang
    Tingkat Keparahan : Berat
    Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya :selalu melakukan pengecekan pada mesin excavator agar mesin dapay bekerja secara maksimal.

    ~ Konsekuensi terhadap alat/peralatan :
    > adanya kehilangan atau kerusakan pada alat2 kerja
    Tingkat Kemungkinan : Jarang
    Tingkat Keparahan : Sedang
    Resiko : Sedang
    pengendalian Potensi Bahaya : Meletakkan alat/peralatan secara tertata atau disediakan tempat untuk menyimpan alat2 tersebut dan menempatkan petugas pengamanan disekitar lokasi peralatan tersebut.

    ~ Konsekuensi terhadap lingkungan :
    > tanah yang dapat ambruk ataupun longsor akibat tidak kuat menahan beban mesin excavator
    Tingkat Kemungkinan : Sering
    Tingkat Keparahan : tinggi
    Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Mengecek kontur tanah apakah kuat atau tidak agar tidak menimbulkan retakan ditanah ataupun tanah yang ambruk.

    2.2 Faktor Alat atau Peralatan
    ~ Konsekuensi terhadap manusia :
    > Peralatan yang terkena pekerja saat pekerja sedang melakukan galian.
    Tingkat Kemungkinan : Sering
    Tingkat Keparahan : Sedang
    Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Mengunakan alat pelindung diri yang sudah di rekomendasikan.

    > mesin Excavator dapat menyenggol ataupun menghantam pekerja disekitar mesin tersebut.
    Tingkat Kemungkinan : Sedang
    Tingkat Keparahan : Berat
    Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya :perlunya seorang pengawas lapangan agar dapat memonitor tiap pekerja yang berada disekitar lokasi galian.

    > Peralatan yang digunakan tidak dinonaktifkan yang dapat membahayakan pekerja.
    Tingkat Kemungkinan : Sering
    Tingkat Keparahan : Sedang
    Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya : Mengecek dan selalu menonaktifkan peralatan apabila sudah tidak dipakai lagi.

    2.3 Faktor Lingkungan
    Konsekuensi terhadap manusia :
    > terik matahari dapat membuat pekerja kepanasan dan dehidrasi hingga membuat pekerja kelelahan.
    Tingkat Kemungkinan : Sering
    Tingkat Keparahan : Sedang
    Resiko : Tinggi
    Pengendalian Potensi Bahaya:beristirahat apabila pekerja udah terlalu banyak memporsir tenaga agar tidak mengalami kelelahan yang parah.

    > adanya tanah yang jatuh ataupun menimpa pekerja akibat longsor.
    Tingkat Kemungkinan : Sering
    Tingkat Keparahan : Ringan
    Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : Memberikan jarak atau memperhitungan jarak galian dengan para pekerja agar meminimalisir terjadinya longsor.

    > turun hujan seketika yang dapat membuat pekerja mengalami demam ataupun penyakit lainnya
    Tingkat Kemungkinan : Jarang
    Tingkat Keparahan : Ringan
    Resiko : Sedang
    Pengendalian Potensi Bahaya : memberikan tenda disekitar galian atau berteduh saat hujan sedang turun.

    • Terdapat kemiripan/identik dengan tugas yang dikerjakan oleh Roy Efendy, Luthvan Fariz dan Septian Krishadinata. Perbaiki kembali tugas anda dengan klik “Reply” dibawah ini agar memudahkan menelusuri proses perbaikannya.

  17. 1.Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    * Galian tanah manual kedalaman 1,20 meter untuk pondasi gedung

    * Potensi Penyebab Bahaya (Hazard)
    – Faktor bahaya biologis : terdapat virus-virus, bakteri, dan tanaman
    – Faktor bahaya kimia : material yang digunakan, adanya gas beracun
    – Faktor bahaya fisik/mekanik : alat yag digunakan, suhu, radiasi, cahaya
    – Faktor bahaya biomekanik : gerakan berulang, posisi kerja
    – Faktor bahaya sosial psikologis: sterss, kekerasan, intimidasi

    * Deskripsi konsekuensi
    – Manusia : dari manusianya harus diberi safety, dan diberi pengarahan agar tidak terjadi kecelakaan kerja
    – Alat/peralatan: alat yang digunakan layak atau tidak dan alat yang digunakan apakah sudah sertifikat
    – Lingkungan : lingkungan yang akan di buat pondasi apakah ada sertifaktnya karena bila tidak ada sertifikat berarti ilegal, dan di liat dari postur tanah apakah tanah yang akan di bangun aman.

    * Risiko awal
    – Tingkat kemungkinan : kemungkinan resiko yang terjad berbagai macam salah satunya: sakit, tertimbun, terpeleset, tersandung, dan lain-lain
    – Tingkat keparahan : tingkat keparahan bisanya terjadi akbit dari pekerjanya di karenakan bisa saja lalai saat melakukan penggalian
    – Tingkat risiko : resiko yang dapat terjadi saat menggali manual salah satunya yaitu: terpeleset lalu terkena cangkul atau skop, saat menggali tidak menggunakan apd, pekerja terlalu memaksakan diri saat bekerja

    * Pengendalian potensi bahaya
    – Eliminasi : Menghilangakan bahaya bisa terjatuh dan bahaya ergonomi agar pekerja aman dan nyaman
    – Substitusi : Mengganti alat-alat yang aman dan tidak berbahaya
    – Rekayasa Teknis: pekerja wajib menuruti peraturan
    – Administratif : pekerja yang akan mengerjakan galian harus diselksi dulu jangan orang yang sembarangan dan harus adanya SOP(standar operasi baku), pengawasan, jadwal kerja dan lain-lain
    – APD : pekerja harus menggunakan topi keselamatan(Helmet), sarung tangan, pakaian, dan sepatu safety

    * Resiko sisa
    – Tingkat kemungkinan :
    – Tingkat keparahan :
    – Tingkat esiko :

    * Pengendalian tambahan terhadap bahaya
    – Sistem peringatan : kalo bisa di beri alarm system agar pekerja tau bila area atau lingkungan yang di kerjakan dalam kondisi bahaya
    – Pengendalian tehnik : teknik menggunakan alat yang benar harus di terapkan bila tidak dapat menibulkan bahaya

    2.Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    * Galian tanah mekanis menggunakan excavator dengan kedalaman 3,00 meter untuk pondasi gedung

    * Potensi penyebab bahaya (Hazard)
    – Faktor bahaya biologis : terdapat virus-virus, bakteri, dan tanaman
    – Faktor bahaya kimia : terdapat gas, uap gas berbahaya, mudah terbakar/menyala, reaktif
    – Faktor bahaya fisik/mekanik : terdapat alat berat, tekanan, kebisingan, suhu, cahaya, getaran
    – Faktor bahaya biomekanik : gerakan berulang, desai tempat kerja/alat/mesin
    – Faktor bahaya sosial psikologis: sterss, intimidasi, emosi negatif, pengucilan

    * Deskripsi konsekuensi
    – Manusia : dari manusianya harus dicek apakah dia sudah mempunyai sertifikat untuk membawa alat berat, karena tidak boleh sembarangan orang membawa alat berat
    – Alat/peralatan: alat berat yang digunakan layak atau tidak dan alat berat yang digunakan harus sudah sertifikat dan kualifait
    – Lingkungan : lingkungan yang akan di buat pondasi apakah ada sertifaktnya karena bila tidak ada sertifikat berarti ilegal, dan di liat dari postur tanah apakah tanah yang akan di bangun aman.

    * Risiko awal
    – Tingkat kemungkinan : kemungkinan resiko yang terjadi berbagai macam salah satunya: sakit, tertimbun, mengalami kebocoran pipa bawah tanah, terkena tegangan listrik, dan lain-lain
    – Tingkat keparahan : tingkat keparahan bisanya terjadi akbit dari pekerjanya di karenakan bisa saja lalai saat melakukan penggalian dan kurangnya pengawasan sehinggan dapat menimbulkan bahaya dan korban
    – Tingkat risiko : resiko yang dapat terjadi saat menggali menggunakan excavator salah satunya yaitu: kebocoran bila ada pipa dalam tanah, terkena tegangan listrik tinggi, kurangnya ruang untuk geraknya excavator, kuragnya pengawasan, mesin bisa saja over atau meledup

    * Pengendalian potensi bahaya
    – Eliminasi : Menghilangakan bahaya bisa kebocoran, tegangan tinggi,dan bahaya fisik agar pekerja aman dan nyaman
    – Substitusi : Mengganti alat-alat berat yang aman dan tidak berbahaya
    – Rekayasa Teknis: manusianya harus bisa mengontrol diri
    – Administratif : pekerja yang akan mengerjakan galian harus diselksi dulu jangan orang yang sembarangan dan harus adanya SOP(standar operasi baku), pengawasan, jadwal kerja dan lain-lain
    – APD : pekerja harus menggunakan topi keselamatan(Helmet), pakaian, dan sepatu safety

    * Resiko sisa
    – Tingkat kemungkinan :
    – Tingkat keparahan :
    – Tingkat esiko :

    * Pengendalian tambahan terhadap bahaya
    – Sistem peringatan : kalo bisa di beri alarm system agar pekerja tau bila area atau lingkungan yang di kerjakan dalam kondisi bahaya
    – Pengendalian tehnik : teknik menggunakan alat berat yang benar harus di terapkan bila tidak dapat menibulkan bahaya dan korban

    Nama : anggriawan bobby k
    NIM : 13.11.106.701501.1203
    kelas : A (pagi)
    semester : V (lima)

  18. TUGAS 4
    •Nama pekerjaan
    1.Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.
    •Potensi penyebab bahaya (hazard)
    – Masyarakat di sekitar galian/pekerja terpeleset dan jatuh ke dalam galian
    -Perkerja tertimbun material yang di gali
    -Longsor pada pinggir galian
    -Cidera akibat pekerja terkena cangkul
    -Jatuh pada saat naik atau turun ke lokasi galian

    •Deskripsi konsekuensi terhadap manusia, alat/peralatan, lingkungan.
    a.Manuasia
    -meninggal dunia akibat tertimbun longsoar
    -patah tulang akibat terjatuh
    -terluka karena tertimpa alat kerja dan material
    b.Alat/peralatan
    -kerusakan alat kerja
    c.Linkungan
    -tidak seimbangnya struktur tanah yang dapat menyebabkan tanah longsor
    -kadar air dalam tanah menurun karena tiadak ada penahan air hujan dalam tanah seperti akar pohon
    -unsur hara tanah semakin berkurang (tidak subur)
    •Risiko awal (Tingkat kemungkinan, Tingkat keparahan, Tingkat risiko
    1.Tingkat kemunkinan
    -tertimpa alat dan material yang digali
    2.Tingkat keparahan
    -terluka dan cacat permanen
    3.Tingkat risiko
    -parah (memerlukan tindakan medis /rujukan
    •Pengendalian potensi bahaya (Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD).
    Eliminasi
    -menghilangkan potensi bahaya di sekitar llingkungan tempat kerja seperti bahaya jatuh,bahaya tanah longsor.
    Subtitusi
    -mengganti alat yang berbahaya menjadi tidak berbahaya
    -mengubah sistem kerja
    Rekayasa teknis
    -mengatasi bahaya yang mungkin terjadi seperti tidak menempatkan alat kerja pada pinggir galian agar tidak jatuh menimpa pekerja
    Administrtif
    -membuat jadwal istirahat
    -melakukan pengawasan
    -merobah sifat pekerja dan membuat sop yang sesuai denagan pekerjaan tersebut
    APD
    -Selalu menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan pekerjaan seperti helm,sepatu safety,sarung tanggan,dll
    •Resiko sisa
    Kemungkina resiko yang kecelakaan kerja pada pekerja tidak terjadi bila semua patensi bahaya dapat dikenali dan dikendalikan dengan baik

    •Nama pekerjaan
    2.Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    •Potensi penyebab bahaya (hazard)
    -Terpeleset dan jatuh saat naik ke excavator
    -Tertabrak alat yang bergerak
    -Excavator yang tergelincir akibat terjadi longsor pada galian atau berada di atas tanah lunak
    -Pekerja terjatuh kedalam galian

    •Deskripsi konsekuensi terhadap manusia, alat/peralatan, lingkungan
    a.manusia
    -terluka terkena alat dan material
    -patah tulang akibat jatuh
    -meninggal dunia akibat tertanrak alat
    b.alat/peralatan
    -kerusakan alat (excavator)
    c.linkungan
    -getaran excavator yang dapat mengakibatkan longsor
    -debu
    •Risiko awal (Tingkat kemungkinan, Tingkat keparahan, Tingkat risiko)
    1.tingkat kemungkinan
    -tertabrak dan terlindas excavator
    -tertimbun longsor
    2.tingkat keparahan
    -meyebabkan cacat permanen dan kehilangan nyawa pekerja
    3.tingkat risiko
    -jarang terjadi jika pengawasan dilakukan

    •Pengendalian potensi bahaya (Eliminasi, Substitusi, Rekayasa Teknis, Administratif, APD).
    eliminasi
    -menhilanhkan bahaya di tempat kerja seprti tanah longsor, bising
    subtitusi
    -memastikan alat dalam keadaan aman saat dioprasikan
    -melindunggi pekerja dari tabrakan alat
    rekayasa teknis
    -menempatkan excavator pada tanah rata dan tidak lunak atau keras
    administratif
    -memberikan pelatihan kepada pekerja
    -membuat sop dalam mengoperasikan excavator
    -melakukan pemeliharaan pada alat
    APD
    -memastikan pekrja menggunakan alat pelindung diri saat dalm melakukan pekerjaan
    •Risiko sisa
    pada saat semua prosedur dipatuhi oleh pekerja dan pengawasan dilakukan tingkat resiko akan berkurang dan kemunkinan terjadinya kecelakaan kerja tidadak terjadi lagi

    Nama :Nataniel Nopen Patandean
    NPM :13.11.106.701501.1183
    Kelas :A (Pagi)
    Semester:V (Lima)

  19. Tugas 4

    ●Pekerjaan 1. Galian tanah manual pemasangan kabel jaringan sinyal telepon kedalaman 1,00 meter
    Pekerjaan 2. Galian tanah menggunakan mesin alat berat pemasangan pipa saluran air dengan kedalaman 3,00 meter

    ●Potensi penyebab bahaya ( hazard )
    Pekerjaan 1. Pekerja kepanasan, kadar oksigen menurun, factor cuaca, longsor, menghirup material beracun, kejatuhan benda dari atas, terjatuh atau terpeleset, kebakaran, tersengat listrik.
    Pekerjaan 2. Operator kelelahan, mengantuk, factor cuaca, longsor, kerusakan mesin alat berat, gestur tanah yg tidak rata.

    ●Konsekuensi
    *Manusia : mengalami kematian jika terkena reruntuhan longsor, terkena infeksi penyakit akibat terhirup material beracun, sanksi teguran akibat pekerja sembarangan saat melakukan penggalian dan tidak menggunakan APD jika masih dilakukan pencabutan izin bekerja akan diberlakukan. Patah tulang atau memar jika terkena jatuhan benda dari atas galian, kejang-kejang ketika tersengat listrik dan terbakar.

    *Alat : kerusakan alat, jika fatal alat tidak dapat dipergunakan kembali tetapi jika tidak terlalu fatal tetapi masih bisa diperbaiki harus dilakukan pengecekan ulang dan penggantian sperpart yg lama dengan yg baru agar mesin kembali seperti standar dan agar tidak terjadi insiden yg sama.

    *Lingkungan : terjadi pencemaran lingkungan jika proyek tidak terselesaikan dengan baik, juga berbahaya bagi sekitar apabila bekas galian tersebut terdapat bahan material beracun yg tidak boleh sampai manusia menghirupnya, dan juga dapat menyebabkan genangan air apabila hujan dan memungkinkan terjadi banjir di sekitar galian tersebut.

    ●Resiko awal
    Terjadi tanah longsor, pekerja mengalami gangguan pernafasan akibat terlalu lama di dalam lubang galian, dinding penyangga tanah rubuh akibat pondasinya tidak kuat, jam kerja pekerja dan jam istirahat pekerja yg tidak sesuai dengan ketentuan ini dapat menimbulkan sebuah insiden dan mungkin ada korban jiwa, proyek dihentikan akibat kekurangan dana pembangunan dan APD yg tidak standar bagi pekerja.

    ●Pengendalian potensi bahaya
    Kontraktor sebaiknya memilih dan memilah pekerja sebelum menempatkan pekerjaannya, pilih sesuai dengan bidang yg dia bisa jangan memaksa mengerjakan proyek pekerjaan yg bukan bidang si pekerja akibatnya akan fatal untuk kedepannya bisa terjadi insiden yg tidak diinginkan, membuat dinding penyangga galian dengan kuat dan kokoh agar jika terjadi longsor dapat ditahan oleh dinding tersebut dan buat akses jalan yg mudah dilalui pekerja, jam kerja juga sebaiknya lebih diatur agar pekerja dan mesin yg melakukan pekerjaan tidak kelelahan, menyediakan dan menggunakan APD dengan baik dan benar karna itu sebagai safety bagi pekerja, cek kelengkapan setiap pekerja sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan, dan melakukan pengawasan agar pekerja tidak berprilaku sembarangan saat sedang bekerja.

    ●Resiko sisa
    Kemungkinan yg terjadi Apabila ada insiden kecelakaan dan terdapat korban jiwa di dalamnya dan proyek tersebut harus ditutup ini bedampak buruk buat pekerja dan kontraktor karena bisa saja upah atau gaji mereka tidak terbayarkan akibat proyek dihentikan, juga berdampak bagi keluarga pekerja jika sudah berkeluarga istri dan anak mereka tidak dapat makan atau membeli kebutuhan sehari-hari mereka, dampak lingkungan seperti bekas galian tidak terurus itu dapat tercemar juga dapat berpotensi sebagai bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

    Nama : Adrian Dhana Aziswahaban
    Nim : 13.11.106.701501.1139
    Kelas : A (pagi)
    Semester : 5 (lima)

    • Tugas Anda masih terdapat kesalahan. Masih belum ada analisis tentang pengendalian bahaya berupa eliminasi, substitusi, rekayasa teknis, administratif, dan penggunaan APD. Tidak ada uraian tentang tingkat kemungkinan, tingkat keparahan, dan tingkat risiko. Jangan mencampuradukkan pekerjaan nomor 1 dengan pekerjaan nomor 2. Buatlah analisis terpisah dan diuraikan masing-masing pekerjaan. Perbaiki kembali tugas anda dengan klik “Reply” dibawah ini agar memudahkan menelusuri proses perbaikannya.

    • Pengendalian potensi bahaya kasus 1 kedalaman 1,00 meter

      1. Eliminasi : Menghilangkan segala sesuatu yang berpotensi bahaya di sekitar area pekerjaan galian sepertihalnya memindahkan tanah bekas galian dan alat kerja yg telah tidak terpakai
      2. Substitusi : mengecek kembali prosedur sistem kerja (SOP) , kerja sama tim/pekerja harus lebih di tingkatkan ,durasi waktu kerja lebih di perhatikan terhadap faktor tenaga pekerja
      3. Rekayasa teknis : Lebih memperhatikan struktur tanah yang akan di gali serta material yang ada di tanah tersebut dan dapat ditandai di posisi yang tidak dapat di tembus oleh alat penggalian yang dapat menyebabkan kerusakan alat penggalian.
      4. Administratif : Melakukan briefing prosedur pekerjaan yang akan di lakukan
      5. (Alat Pelindung Diri) APD : menggunakan kacamata safety, memakai sepatu safety ,memakan baju lengan panjang serta celana panjang ,memakai masker ,memakai sarung tangan ,dan memakai helmet safety

      Pengendalian potensi bahaya kasus 2 kedalaman 3,00 meter

      1. Eliminasi : Menghilangkan bahaya di sekitar wilayah galian seperti alat-alat ataupun material galian dari dekat lubang galian.
      2. Substitusi : mengkoreksi ulang (SOP), memastikan kondisi mesin dalam keadaan layak pakai sebelum dioperasikan, menghindari pekerja agak tidak terjadi tabrakan sama mesin alat berat
      3. Rekayasa teknis : Lebih diperhatikan struktur tanah yang akan digali, menempatkan mesin alat berat di tanah yg kokoh
      4. Administratif : Melakukan briefing prosedur pekerjaan yang akan di lakukan, melakukan pelatihan terhadap pekerja, pemeliharaan rutin mesin alat berat
      5. APD (Alat Pelindung Diri) : memastikan para pekerja telah menggunakan alat pelindung diri (APD)

      Resiko awal kasus 1 kdalaman 1,00 meter

      Tingkat kemungkinan :
      1. Gangguan sistem pernapasan akibat debu yang berterbangan, panas, kadar oksigen menurun dalam tubuh
      2.Tanah longsor
      Tingkat keparahan : Cedera ringan, patah tulang hingga menyebabkan kematian apabila tertimbun tanah longsor hasil galian
      Tingkat resiko : Level 5 (resiko tinggi)

      Risiko awal kasus 2 kdalaman 3,00 meter
      1.tingkat kemungkinan
      -tertabrak dan terlindas mesin alat berat
      -tertimbun longsoran tanah
      2.tingkat keparahan
      -meyebabkan cacat permanen, patah tulang dan kehilangan nyawa pekerja
      3.tingkat risiko
      -jarang terjadi jika pengawasan dilakukan

      Nama : Adrian Dhana Aziswahaban
      Kelas : A (pagi)
      Smester : V
      Npm : 13.11.106.701501.1139

  20. 1.Pekerjaan pengalian tanah secara manual pondasi gedung sedalam 1,20 meter

    Analisis potensi bahaya
    1.Pekerja terpeleset ke dalam lubang galian.
    2.Kondisi lingkungan yang berdebu
    3.Tertabrak alat pembantu galian konstruksi seperti excavator
    4.Pekerja terkena alat pembantu galian seperti cangkul dan linggis
    5.Pekerja terpapar sinar matahari apabila penggalian dilaksanakan di area terbuka

    Deskripsi konsekuensi
    Manusia
    1. Pekerja terluka karena terjatuh
    2. Rawannya pekerja terkena infeksi mata dan infeksi saluran pernapasan
    3. Cedera karena terkena alat pembantu galian.
    4. Cedera anggota badan pekerja karena terkena tajamnya mata alat galian.
    5. Pekerja menjadi sulit berkonsentrasi ,dan mudah lelah yang meningkatkan resiko insiden.
    Peralatan
    1. Peralatan galian rusak bengkok dikarenakan terkena material galian yang keras seperti batu
    Lingkungan
    1. Lingkungan yang berdebu

    Resiko awal
    1. Tingkat kemungkinan : anggota tubuh perkerja seperti kaki bisa terluka akibat terkena alat penggalian
    2. Tingkat keparahan : terjadinya iritasi di bagian kaki yang terluka
    Tingkat resiko :Tingkat resiko level 3 (sedang) sistem pertolongan medis harus lebih di utamakan.

    Pengendalian potensi bahaya
    1. Eliminasi : Menghilangkan segala sesuatu yang berpotensi bahaya di sekitar area pekerjaan
    2. Substitusi : mengkoreksi ulang prosedur sistem kerja ,kerja sama tim lebih di tingkatkan ,durasi waktu kerja lebih di perhatikan terhadap faktor tenaga pekerja
    3. Rekayasa teknis : Lebih diperhatikan struktur tanah yang akan di gali serta material yang ada di struktur tanah tersebut dan dapat ditandai di posisi yang tidak dapat di tembus oleh alat penggalian yang dapat menyebabkan kerusakan alat penggalian.
    4. Administratif : Melakukan briefing prosedur pekerjaan yang akan di lakukan
    5. APD (Alat Pelindung Diri) : memakai Safety googles ,memakai sepatu boot ,memakan baju lengan panjang serta celana panjang ,memakai masker ,memakai sarung tangan ,dan memakai safety helmet

    2.Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    Analisis potensi bahaya
    1.Pekerja terjatuh kedalam lubang galian
    2.Pekerja terpapar gas beracun atau gas gas yang mudah terbakar maupun gas mudah bereaksi
    3.Bahaya hewan di dalam tanah.
    4.Material terjatuh saat dalam proses penggalian dan tidak menutup kemungkinan terkena pekerja.
    5.Pergerakan mesin ataupun alat galian dapat menyebabkan tanah ditepi galian longsor.

    Deskripsi Konsekuensi
    1. Manusia :
    a.Mengalami cedera mulai dari terkilir hingga patah tulang akibat jatuh ke dalam lubang.
    b.apabila terpapar gas beracin di dalam tanah mengakibatkan kepusingan hingga bahaya yang lebih besar tergantung jenis gasnya
    c.Hewan dalam tanah terutama hewan melata seperti ular dan kalajengking memiliki bisa yang mematikan
    d.Cedera ringan kepala hingga cedera berat akibat peletakan material galian yang tidak safety yang rawan terjatuh ke dalam lubang tempat pekerja bekerja
    e.Pergetaran tanah di sekitar area galian akibat kendaraan atau alat konstruksi dapat menyebabkan area sekitar galian longsor apabila struktur tanah longsor.
    2. Peralatan :
    peralatan rusak karena mesin yang terbalik akibat tanah yang longsor
    3. Lingkungan :
    a.Tanah longsor
    b.Polusi akibat asap mesin alat konstruksi maupun debu yang berterbangan

    Resiko awal
    Tingkat kemungkinan : 1. Gangguan sistem pernapasan akibat debu yang berterbangan
    2.Tanah longsor
    Tingkat keparahan : Cedera ringan hingga menyebabkan kematian apabila tertimbun tanah longsor
    Tingkat resiko : Level 5 (resiko tinggi)

    Pengendalian potensi bahaya
    a. Eliminasi : Menghilangkan bahaya di sekitar wilayah galian seperti alat konstruksi ataupun material galian dari dekat lubang galian.
    b. Substitusi :Peralatan safety pekerja diharapkan menggunakan peralatan safety yang bersertifikat ,komunikasi serta kerja sama tim lebih di tingkatkan ,diberikan plang tanda pekerjaaan penggalian tanah disekitar area penggalian
    c. Rekayasa teknis : lebih memperhatikan area dengan struktur tanah yang berbeda beda untuk mencegah kerusakan alat galian.
    d. Administratif : selalu dilakukannya briefing terkait dengan langkah langkah penggalian yang aman ,pembuatan System of operation yang lebih memperhatikan hal hal detail ,pemilihan pekerja diharapkan lebih selektif dan qualified terkait dengan pekerjaan penggalian.
    e. APD (Alat Pelindung Diri) : memakai safety helmet ,memakaisafety googles ,memakai masker ,memakai baju lengan panjang dan celana panjang ,memakai sarung tangan ,serta memakai kaos kaki dan sepatu boot safety.

    Nama : Gideon Gusa Putra
    NPM :13.11.106.701501.1196
    Kelas : A (Pagi)
    Semester : V (Lima)

  21. 1.Nama pekerjaan: pekerja galian manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter
    .potensi penyebab bahaya
    .terpeleset
    .terhirup debu
    .terkena material

    deskripsi konsuekensi terhadap manusia:
    .cedera saat penggalian manual
    hilang kesadran saat menghirup gas beracun
    .terkena gigitan binatang berbisa

    alt/peralatan:
    .alat yang rusak
    .peralatan yang tidak berstandar
    .alat yang sudah berkarat
    .tanah dengan tekstur yang keras hingga membuat peralatan rusak

    Resiko awal:
    tingkat kemungkinan=jatuh dari tangga
    tingkat keparaha= patah tulang dan memar atau membiru di anggota tubuh
    tingkat resiko=level 3 (sedang) pekerja di bawah di rumah sakit karena cidera dan membutuhkan perawatan medis

    pengendalian potensi bahaya

    eliminasi= menghilangkan potensi bahaya dengan cara berkomunikasi dengan baik antara pengawas dan pekerja
    substitusi= perubahan sistem kerja, rekayasa teknis, menambah alat dan material kerja, membangun kegiatan pekerjaan dengan baik dan benar

    Administratif
    .memberikan komunikasi dengan baik dan benar
    .membuat SOP (standar operasional) dengan baik dan benar
    .Pemebrian APD

    Resiko sisa
    .jika semua bagian substitusi samapai dengan resiko telah dihilangkan dan SOP dijalankan, mungkin resiko sisa tidak mungkin terjadi

    2.Nama pekerjaan: pekerja galian tanah mekanis dengan menggunakan excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.
    .potensi penyebab bahaya
    .terpeleset
    .terhirup debu
    .pondasi yang akan longsor

    deskripsi konsuekensi terhadap manusia:
    .tertabrak excavator

    alt/peralatan:
    .excavator yang rusak
    .tanah dengan tekstur yang keras hingga membuat peralatan rusak

    Resiko awal:
    tingkat kemungkinan=tertabarak
    tingkat keparahan= patah tulang dan kematian
    tingkat resiko=pekerja di bawah di rumah sakit karena cidera dan membutuhkan perawatan medis

    pengendalian potensi bahaya

    eliminasi= menghilangkan potensi bahaya dengan cara berkomunikasi dengan baik antara pengawas dan pekerja
    substitusi= perubahan sistem kerja, rekayasa teknis, menambah excavator dan material kerja, membangun kegiatan pekerjaan dengan baik dan benar

    Administratif
    .memberikan komunikasi dengan baik dan benar
    .membuat SOP (standar operasional) dengan baik dan benar
    .disediakan APD, safety shoes, helm.

    Resiko sisa
    .jika semua bagian substitusi samapai dengan resiko telah dihilangkan dan SOP dijalankan, mungkin resiko sisa tidak mungkin terjadi

    NAMA:ANDRI AZWAR
    NIM:13.11.106.701501.1154
    SEMESTER:5
    KELAS:A (PAGI)

  22. 1. Analisis potensi bahaya pekerjaan galian secara manual dengan kedalaman 1,20 meter :

    a. Potensi bahaya yang ditimbulkannya:

    – Bahaya yang paling utama dalam kasus ini iyalah bahaya terkena cangkul sekrop dan semacamnya ,dikarenakan proyek galian secara manual ini memang menggunakan alat-alat tersebut jadi potensi bahaya paling besar ditimbulknnya seperti cangkul mengenai bagian kaki saat mencangkul dan tidak sedang menggunakan sepatu safety/sepatu boat khusus.karena kebanyakan orang/pekerja yang mangerjakan galian dengan manual karena enggan menggunakan sepatu safety/boat khusus dikarenakan alasan berat apabila di bawah sepatu banyak tanah yang menempel apalagi tanah tersebut dalam keadaan basah, becek maupun tanah tersebut adalah tanah lumpur dan bagi mereka itu berat. Dan juga bahaya saat menggunakan cangkul juga biasa terjadi ketika saat sedang mencangkul dan terkadang berhadapan saat mencangkul dengan rekan kerja itu biasa cangkul bisa mengenai rekan kerja entah mengenai bagian kepala maupun mengenai tangan rekan kerja yang sedang berhadapan tersebut.potensi bahaya saat mencangkul yaitu saat mengangkat cangkul bisa saja mata cangkul terlepas dari gagangnya dan menimpa sang pemakai cangkul tersebut.

    – Bahaya kedua dalam kasus ini juga bisa kaki terkena pecahan beling/kaca saat sedang berjalan karna di dalam galian juga banyak terdapat pecahan kaca atau beling yang kadang terdapat di tanah galian tersebut di karena bekas pembuangan pecahan kaca yang sudah lama dan tertimbun tanah dan saat kita gali pecahan kaca/beling tersebut ada. Dan bisa mngenai bagian kaki seperti kita ketahui banayak pekerja yang tidak menggunaakan sepatu safety /sepatu boat dikarenakan alasan berat apabila terkena lengketan tanah dan bagian tanah bisa juga terkena pecehan beling saat sedang mebersihkn bagian yang ingin dicangkul dan terdapat tumpukan sampah kotoran yang mau tidak mau kita bersihkan atau mengambil kotoran tersebut dengan tangan .

    – Bahaya terhirup debu

    – Terik atau panas matahari langsung

    – Faktor cuaca seperti hujan dll yang menyebabkan kondisi atau tekstur tnah yang licin dan lain sebagainya

    Deskripsi konsekuensi :

    * Manusia

    1. kaki terluka

    2. kepala terluka

    3. mata terkena debu dan menyebabkan iritasi

    4. mudah lelah atau menurunya stamina akibat terik matahari (panas)

    *Peralatan

    1. peralatan yang rusak sehingga tidak layak pakai yang bisa terjadi di sekitaran mata cangkul dan mata skrop akibat benturan dengan benda keras atau akar pohon yang keras.

    2. peralatan yang berkarat akibat tidak dicuci sehabis memakai dan dibiar kan begitu saja

    *lingkungan

    1.kondisi udara berdebu akibat kondisi tanah yang kering

    Resiko awal

    Tingkat kemungkinan: kaki terluka akibat terkena peralatan penggalian

    ( melakukam pengawasan terhadap pekerja dapat menurunkan kemungkinan kaki terluka akibat terkena perelatan penggalian).

    Tingkat keparahan : kaki atau angota tubuh yang terluka.

    (selalu memakai APD dapat menurunkan keparahan kaki dengan menggunakan safety shoes atau sepatu safety).

    Tingkat resiko : tingkat resiko tergolong level 3(sedang),membutuhkan perawatan medis.

    b. Pengendalian potensi bahaya :

    * Eliminasi :- Menghilngkan potensi bahaya di sekitar tempat kerja

    * Subtitusi :- Mengatur durasi waktu kerja
    – mengatur sistem kerja
    – mengganti peralatan kerja yang layak paki agar lebih aman

    * Rekayasa teknis:- Menandai material yang ada di dalam tanah seperti batu,pipa besi dengan cara mengisolasi material tersebut’

    * Adminitratif :- membuat SOP yang benar terhadap pekerjaan penggalian manual.
    -melakukan safety brefing sebelum melakukan aktifitas pekerjaan.

    * Alat pelindung diri(APD): – Memakai safety shoes
    – memakai masker
    – memakai sarung tangan.

    2. Analisis potensi bahaya penggalian tanah mekanis dengan mengunakan excavator dalam kedalaman 3,00 meter .

    a. potensi bahaya yang ditumbulkannya :

    – potensi bahaya dalam penggalian menggunakan excavator bahayanya tanpa sengaja bagian bucket excvtor mengenai orang – orang yang dekat dengan excavator saat proses pengerjaan berjalan dikarenakan operator excavator dalam keadaan tidak focus dalam mengoprasikan excavator tersebut. juga kemungkinan lain bisa terjadi dikarenakan jarak pandang yang terbatas bagi operator bisa mengakibatkan terjadinya hal tersebut .potensi bahaya kendaraan roda 4 atau roda 2 yang memarkir di sekitar area pengoprasian exsavator akan mengakibatkan kerusakan kendaraan tersebut apabila terkena dan juga terlindas excavator yang seddang dioperasikan .

    – potensi bahaya selanjutnya apabila excavator sedang dalam proses menggali dan paa saat itu mengenai pipa galian pengeboran minyak atau bahkan gas yang mungkin gas tersebut gas yang berbahaya dan beracun yang menimbulakan menyebarnya gas tersebut. Bahkan saat mengali bisa sja terdapat gas alam yang berbahaya dan beracun pada saat proses penggalian berlangsung .

    Deskripsi konsekuensi:

    Manusia :

    1.Mengalami cidera patah tulang bahkan bisa mengakibatkan kematian apabilA terseggol,tertabrak atau bahkan terlindas excavator

    2.terluka karna jatuhh dari tempat galian

    3. bising akibat mesin excavator

    Peralatan :

    1.Excavator yang terbalik atau masuk urang yang dalam.

    Lingkungan :

    1.tercemar polutan dari excavator

    2.kebisingan dari suara mesin excavator

    3.longsorya tanah

    Resiko awal :

    Tingkat kemungkinan :- tertabrak excavator
    – tanah longsor

    Tingkat keparahan : mengakibatkan cedera bahkan kematian seorang jika tertabrak eXcavator juga tertimbun longsor.

    Tingkat resiko : level tinggi yaitu masuk dalam kategori level 5

    b. pengendalian potensi bahaya

    * Eliminasi : menghilangkka potensi bahaya di sekitar lokasi seprti tidak diperbolehkan adanya orang di sekitar excavator

    * Subtitusi : mengatur durasi waktu kerja
    mengatur sistem kerja
    : di sekitar tempat excavator perlu adanya semacam police line agar tidak ada yang mendekat ke area itu

    * rekayasa teknis : menandai material yang ada di dalam tanah. seperti batu,pipa besi dengan cara mengisolasi materil tersebut

    * Adminitratif : – memilih tenaga kerja operator yang memiliki sertifikat dan sudah berpengalaman
    – membuat SOP yang benar terhadap
    – melakukan safety brefing seebelum bekerja
    – memilih seorang yang ahli untuk melaksanakan pengawasan yang sudah bersetifikat dan berpengalaman

    * Alat pelindung diri : Memakai safety shoes atau sepatu safety
    – memakai safety googles
    – memakai masker
    – memakai sarung tangan
    – memakai safety helmet

    NAMA : SRI KUKUH WARDANA
    NIM : 13.11.106.701501.1136
    SEMESTER : V (LIMA)
    KELAS : A (PAGI)

  23. 1. Pekerjaan galian tanah manual untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman galian sampai dengan 1,20 meter.

    1.1 Potensi Penyebab bahaya

    -tersandung dan terjatuh kedalam lubang galian
    -tertimpa material berat seperti batu,besi,kayu dll.
    -adanya kesalaha atau kelalaian dari pekerja lain atau pekerja itu sendiri
    -kondisi cuaca yang bisa berubah-ubah
    -tertimpa tanah akibat tanah yang longsor

    A.Konsekuensi Terhadap Manusia
    -pekerja yang mengalami cidera serius ataupun cidera ringan
    -bagian tubuh dari pekerja mendapat luka parah ataupun mendapat luka permanen
    -pekerja yang tertimbun tanah dikarenakan longsor
    -pekerja yang terserang berbagai penyakit
    -pekerja yang pingsan diakibatkan cuaca ataupun kondisi fisik yang sudah kelelahan.

    B.Konsekuensi Terhadap Alat/Peralatan
    -alat atau peralatan kerja yang rusak
    -peralatan kerja yang hilang
    -biaya alat yang mahal
    -peralatan yang tidak aman

    C. Konsekuensi Terhadap Lingkungan
    -kemungkinan adanya pipa air atau gas yang terkena alat pacul hingga pipa tersebut bocor
    -ekosistem yang ada disekitar galian dibuang secara percuma.

    1.2 Resiko awal
    -kejatuhan material berat
    -terkena alat atau peralatan kerja
    -tertimbun tanah
    -cidera akibat mengangkat material yang berat.

    1.3 Pengendalian Potensi Bahaya

    A.Pengendalian Eliminasi
    -menata atau menempatkan bahan material secara ergonomi
    -memperhitungkan proses galian agar mengurangi resiko tanah galian yang longsor.

    B.Pengendalian Subtitusi
    -memberikan pembatas pada area galian
    -memiliki sumber air disekitar galian.

    C.Pengendalian Rekayasa Teknis
    -aliran listrik yang mudah dijanggkau bagi peralatan para pekerja
    -adanya persediaan air minum bagi para pekerja.

    D.Pengendalian Administratif
    -memiliki ijin untuk proses pembangunan
    -menginstruksikan memakai alat yang sesuai SOP

    E.Pengendalian APD
    -APD diwajibkan dimiliki oleh tiap pekerja
    -APD yang harus memenuhi standar kerja

    1.4 Resiko Sisa
    kemungkinan pekerja akan mengalami resiko kerja yang lainnya namun apabila mereka mematuhi peraturan yang telah diterapkan kemungkinan resiko kecelakaan yang lainnya dapat diminimalisir.

    2.Nama Pekerjaan : Pekerjaan galian tanah mekanis dengan menggunakan Excavator untuk pembuatan pondasi gedung dengan kedalaman mencapai 3,00 meter.

    1.1 Potensi Penyebab Bahaya
    -Pekerja tersenggol ataupun terkena alat excavator
    -tanah yang retak ataupun runtuh akibat tidak kuat menahan beban excavator
    -pekerja yang terjatuh kedalam lubang galian
    -Excavator yang menyenggol alat2 disekitar area galian

    1.2 Konsekuesnsi terhadap manusia:
    -pekerja yang mengalami cedera akibat terkena alat excavator
    -pekerja yang mengalami kecacatan ataupun tewas saat bekerja yang disebabkan kelalaian pengemudi excavator
    -dan cedera yang dikarenakan terjatuh kedalam lubang galian

    b.Konsekuensi Terhadap Alat/Peralatan
    -Excavator yang sudah tidak layak untuk digunakan
    -excavator dapat meledak
    -peralatan bantu pekerja yang sudah rusak

    c.Konsekuensi Terhadap Lingkungan
    -tanah hasil galian memakan banyak tempat
    -hasil galian dapat membuat tanah disekitarnya longsor ataupun retak

    1.3 Risiko Awal
    -pekerja yang secara tidak sengaja tertabrak alat excavator
    -pekerja beresiko cedera atau parahnya lagi pekerja bisa tewas saat bekerja
    –pekerja yang cedera saat menggunakan peralatan kerja
    -pekerja yang tertimbun tanah akibat kelalaian pengemudi excavator saat memindahkan tanah galian

    1.4 Pengendalian Potensi Bahaya
    a.Eliminasi
    -Memberi jarak antara peralatan lain dengan alat excavator
    -tanah bekas galian yang ditempatkan jauh dari lubang

    b.Subtitusi
    -memiliki pengemudi excavator yang telah bersertifikat dan berpengalaman
    -menempatkan pengawas disekitar area galian

    c.Rekayasa Teknis
    -Mengecek kondisi kelayakan excavator setiap hari
    -Memberikan tanda safety sign di area galian
    -memberi pembatas area disekitar area galian

    d.Administratif
    -Menginstruksikan pengunaan APD pada tiap pekerja
    -menginstruksikan menggunakan alat yang telah memenuhi syarat SOP
    -Memiliki sertifikasi bagi pengemudi excavator dan pengawas lapangan

    e.Alat Pelindung Diri
    -Menggunakan APD yang tepat seperti Safety Shoes, Helm, masker,gloves dll

    1.5 Resiko Sisa
    -Jika semua pekerja mengikuti SOP dan memakai APD yang benar maka resiko kecelakaan dapat diminimalisir.

    Nama :Deny Driantama
    Kelas :Pagi (A)
    NIM :13.11.106.701501.1147
    Semester:5 (V)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s