SAFETY PRIME

Engineering Safety

[170409] Tugas 2 – Investigasi Insiden 2017

55 Comments

Kepada Mahasiswa D4K3 UNIBA Semester II Kelas A1 dan A2,

Berdasarkan studi kasus sesuai Tugas 1 Inversitasi Insiden masing-masing yang sudah diposting sebelumnya, Anda diminta untuk:

  1. Buatlah urutan kejadian (sequence of event) dengan mencantumkan tanggal dan jam kejadian.
  2. Buatlah analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors).
  3. Buatlah analisis faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors).

Kerjakan tugas ini dengan cara sebagai berikut:

  1. Ketik tugas Anda secara langsung pada web ini dengan cara mengklik “Leave a comment” atau “Leave a reply”
  2. Salin (copy) tugas 1 terlebih dahulu, kemudian buatlah analisis Anda di bagian bawahnya.
  3. Cantumkan nama Anda, NIM, semester, dan kelas di bagian akhir tugas.
  4. Batas akhir posting adalah hari Sabtu 8 April 2017 pukul 23.59 WITA. Lewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat approval untuk dipostingkan dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.
  5. Posting Anda hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Administrator, sehingga Anda tidak perlu memposting berulang kali untuk tugas yang sama.
  6. Tidak ada tugas susulan atau perbaikan nilai untuk tugas ini.

Selamat mengerjakan. Always be safe!

Advertisements

55 thoughts on “[170409] Tugas 2 – Investigasi Insiden 2017

  1. 4 Pekerja Terjatuh dari Lantai 5 Gedung Baru UIN saat Pengecoran

    Jakarta – Kecelakaan kerja terjadi di gedung baru milik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebanyak empat orang terluka saat melakukan pengecoran talang gedung yang berada di Jalan Tarumanegara, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan.
    Kapolsek Ciputat AKP Tatang Syarif membantah adanya gedung UIN yang ambruk. Dia menjelaskan, ada beberapa material yang terjatuh saat melakukan pengecoran di lantai lima gedung yang baru diresmikan beberapa waktu lalu itu.
    “Jadi itu ada ngecor talang, ada bagian yang jatuh, bukannya ambruk. Itu talangnya aja, di lantai paling atas,” ujar Tatang saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (19/11/2016) malam.
    Tatang mengungkapkan, ada empat korban luka dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.50 WIB itu. Keempat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit UIN Ciputat.
    “Nggak ada korban jiwa. Jadi korban ini di atas lagi ngecor, ikut jatuh ke lantai di bawahnya. Bukan ketimpa (material),” tutur dia. Korban juga hanya mengalami luka ringan dalam insiden tersebut. Polisi sendiri belum dapat memastikan penyebab kecelakaan tersebut. “Belum bisa disimpulkan ada kelalaian. Kami masih penyelidikan,” pungkas Tatang


    Kronologis Kecelakaan (sequence of event) :

    Pada hari Sabtu, 19 November 2016 sekitar pukul 19.50 WIB terjadi kecelakaan kerja di gedung baru milik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Tidak ada korban jiwa di kecelakaan ini,Tetapi. Sebanyak empat orang mengalami luka saat pengecoran talang gedung, gedung tersebut bedara di Jalan Tarumanegara Pisangan Ciputat, Tangerang Selatan

    Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan (direct cause factors) :

    Menurut saya kenapa bisa terjadi kecelakaan kerja seperti ini karena ada berbagai faktor yang pertama :
    1. Minimnya / tidak menggunakan pemakaian APD/PPE Safety Belt karena apabila pekerja tersebut memakai APD/PPE kemungkinan tidak terjadi/kemungkinan kecil terjadi kecelakaan tersebut.
    2. Tidak mengikuti prosedur(SOP),peraturan dan keselamatan kerja sehingga terjadi material terjatuh dan pekerja tersebut ikut jatuh ke lantai.

    Analisis Faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors) :

    1. Faktor Pribadi (Personal) : masalah dirumah yang terbawa ke tempat kerja sehingga kurangnya fokus / konsentrasi kerja.
    2. Faktor Pengetahuan Pekerja dan kurangnya pelatihan dan pengetahuan : sehingga material terjatuh dan mereka (Pekerja) ikut terjatuh.

    Sumber pustaka : Liputan6.com, edisi 20 November 2016 00:45 WIB
    http://news.liputan6.com/read/2656695/4-pekerja-terjatuh-dari-lantai-5-gedung-baru-uin-saat-pengecoran


    Nama: Moch. Vito Anwar
    NIM: 167051979
    Semester: II
    Kelas: A1

  2. Tambang Batu Bara di Samarinda Longsor, Warga Dikabarkan Tewas

    Tambang batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali memakan korban jiwa. Kali ini seorang warga Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, tewas tertimbun longsoran di area PIT pertambangan milik CV Arjuna.
    Menurut salah seorang warga Makroman, Niti, peristiwa terjadi pada Minggu malam 24 April 2016.
    “Ada korban longsoran di PIT tambang milik CV Arjuna di RT 26 Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda,” ujar Niti, seorang petani di Makroman kepada KlikSamarinda pada Senin pagi 25 April 2016.
    Sementara, menurut keterangan warga lainnya, korban tersebut baru mau dikebumikan pada Senin pagi, 25 April 2016. Namun, Bahar belum memastikan waktu tepat peristiwa itu terjadi.
    “Saya dengar korban akan dikuburkan. Kabarnya, korban tertimbun saat memperbaiki mesin eksavator. Awalnya, Pak, kami juga tidak tahu ada korban meninggal, karena perusahaan pemilik tambang tertutup,” ujar Bahar, warga Makroman, Samarinda.
    Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pemilik maupun manajemen pemilik usaha pertambangan di sekitar kejadian.
    CV Arjuna telah beroperasi di Makroman Samarinda sejak 2008. Perusahaan ini, dalam catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim mendapatkan penambahan waktu izin operasi dari Pemerintah Kota Samarinda selama 5 tahun pada 2015 akhir
    Korban yang tewas tertimbun longsoran di area PIT milik CV Arjuna di Makroman, Samarinda tersebut menambah daftar panjang korban tewas di area pertambangan.


    1. sequence of event
    pada 24 april 2016 tepatnya pukul 18.00 WITA korban berangkat menuju tempat kerja seperti biasa dan selang beberapa jam setelah itu terjadi longsor yamg menyeret alat berat jenis buldoser dan truk beroda jamak serta korban yang sedang berusaha melepas kaitan selang ke buldoser dan akhirnya ikut terseret dan terjepit kedua alat berat tersebut.
    Kejadian tersebut langsung diketahui pihak perusahaan. Namun, pihak perusahaan tak langsung memberikan kabar ke keluarga Sunarji. Saat masih bernyawa, korban langsung dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Makroman.
    istri korban, menjelaskan, Sunarji baru diketahui meninggal pada tanggal 25 april 2016 sekitar pukul 00.30 WITA. Setelah itu, korban langsung dilarikan ke kamar jenazah rumah sakit. Hanya beberapa jam, keluarga langsung membawa pulang korban untuk disemayamkan.

    2. Direct cause factor
    Penyebab langsung yang dapat di analisis dari keterangan sumber-sumber yang di dapat, adalah kurang nya pengendalian bahaya di tempat kerja oleh pihak perusahaan seperti, bagian-bagian tebing yang biasanya di potong tegak lurus dan tidak di beri terasering.
    Selain itu factor kontur tanah yang tidak terlalu keras dan beban kedua kendaraan yang yang berlebihan, menyebabkan permukaan tanah tidak sanggup menahan beban dan terjadilah longsor.
    Dan factor pencahayaan pun juga dapat berpengaruh dikarenakan dapat mengurangi kewaspadaan pekerja terhadap lingkungan sekitar seperti : tanah yang sudah mulai retak, dan ujung tebing yang tidak terlihat.
    Serta APD yang digunakan pekerja juga sangat berperan penting dalam keselamatan pekerja karena dapat mengurangi resiko dan dampak jika terjadinya kecelakaan dengan menggunakan APD seperti : safety helmet, protective goggles, paddle cloth, safety shoes, dan pakaian pelindung

    3. Indirect cause factor
    Termasuk dalam faktor penyebab tidak langsung kecelakaan kerja ialah faktor pekerjaan dan faktor pribadi yang dapat menimbulkan kecelakaan pada korban tersebut seperti lemah nya manajemen pada perusahaan tersebut.
    Factor psikologis pekerja yang menyebabkan hilang nya konsentrasi pekerja sehingga kurangnya kewaspadaan
    Pekerjaan berisiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian di dalamnya sehingga harus di lengkapi dengan papan peringatan serta tidak membiarkan pekerja melakukan pekerjaan sendiri tanpa pengawasan baik itu dari rekan atau pengawas.

    Sumber Pustaka :
    KlikSamarinda.com edisi Senin, 25 April 2016 Jam: 09:11:56 WIB
    http://www.kliksamarinda.com/
    http://borneobangkit.com/longsor-pekerja-tambang-batubara-tewas-terjepit-alat-berat/ dan http://www.jawapos.com/read/2016/04/26/25551/tebing-longsor-pengawas-tambang-batu-bara-tewas


    Nama : Weril Sukanto
    NIM : 167052021
    Semester : II
    Kelas : A2

  3. Pria Terpental Penuh Luka dan Tangan Putus

    Batang – Ledakan keras terdengar dari sebuah bengkel las Cerah Teknik yang berada di Desa Sikebo Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.
    Akibat peristiwa itu, Sahidin, warga Desa Sempu, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, mengalami luka di wajah, leher robek 20 sentimeter dan tangan kiri putus.
    Sontak peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar.
    “Saat ini Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kraton Pekalongan untuk tindakan medis,” ujar Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono, melalui Kapolsek Limpung AKP Raharja, Sabtu (25/02/2017).
    Kapolsek Limpung AKP Raharja menuturkan, kejadian bermula saat korban bersama dua teman kerja hendak menyambung pipa ke drum. Saat itulah drum meledak, tutupnya terlepas mengenai korban.
    Sementara dua orang teman korban terpental dan tidak sadarkan diri.
    Mendengar adanya laporan, lalu petugas Polsek Limpung bersama warga melaksanakan evakuasi.
    Barang bukti yang diamankan 1 Drum ukuran 200 liter warna hijau, 1 buah tutup, dan mesin las listrik.
    “Peristiwa tersebut terjadi diduga akibat kelalaian dan kurang hati-hatinya dalam bekerja mengelas drum bekas tiner sehingga mengakibatkan terjadinya ledakan,” tandas AKP Raharja.


    1. Kejadian (sequence of event)

    Ledakan keras terdengar dari sebuah bengkel las yang berada di Desa Sikebo Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 sekitar pukul 10.27 WIB. Kejadian bermula pada saat korbanyang bernama Sahidin (26) bersama dua orang rekan kerjanya, yakni Supriyadi (28) dan Shobikin (26) yang merupakan warga Desa Sempu semua tengah bekerja di bengkel las. Diketahui mereka hendak menyambung pipa ke sebuah drum dengan cara mengelasnya.
    Saat itu korban sedang berada di depan drum dan Shobikin berada di sampingnya. Selang beberapa waktu kemudian, drum tersebut meledak. Kemudian tutup drum tersebut terlepas dan mengenai korban. Sehingga korban mengalami luka cukup parahpada bagian wajah, leher, dan tangan kiri putus. Sementara kedua rekannya terpental dan tak sadarkan diri dan hanya mengalami luka ringan
    Mendengar kejadian, Polsek Limpung langsung mengevakuasi TKP dan melarikan korban ke Rumah Sakit Limpung guna mendapatkan pertolongan medis. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan berupa drum bekas 200 L, tutup drum, dan mesin las listrik.

    2. Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors).
    Hasil analisa yang saya temukan dalam insiden tersebut berupa :
    • Peristiwa tersebut diduga akibat kelalaian kerja dan kurang hati-hati ketika bekerja mengelas drum bekas minyak thinner, sehingga menimbulkan musibah.
    • Tidak adanya penggunan APD. Dalam kasus ini berupa safety glove, masker, safety google, dan baju tahan panas untuk mengurangi luka jika terjadi kecelakaan.
    • Kualitas alat las yang terlalu panas sehingga memicu sisa-sisa tinner dan menimbulkan ledakan.

    3. Analisis faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors)
    Adapun analisa berupa faktor yang tidak langsung :
    • Kurangnya komunikasi antar sesama pekerja yang bisa mnegakibatkan kecelakaan
    • Kurangnya pengalaman dan pengetahuan pekerja. Dalam kasus ini pengalaman dan pengetahuan tentang mengelas barang yang sesuai standar keamanan
    • Tidak adanya simbol/label “bahan mudah meledak” yang tertempel pada drum bekas thinner

    Sumber pustaka : tribunnews.com Sabtu, 25 Februari 2017 22:43 WIB
    http://www.tribunnews.com/regional/2017/02/25/pria-terpental-penuh-luka-dan-tangan-putus


    Nama : Gilang Purnama
    NIM : 167051980
    Semeter : II
    Kelas : A1

  4. Alat Pelebur Emas Meledak, Satu Pekerja Tewas dan Kritis

    BATAM – Asmi Iskandar (20) dan Agus Saputra (23) terpanggang api di rumah majikannya di Perumahan Paradisse, Blok L Nomor 12, Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji, Kota Batam, Selasa (28/6/2016) siang.

    Nahasnya, Asmi meninggal di tempat sedangkan Agus masih kritis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah.

    Meki, Warga setempat sekaligus saksi mata melihat kepulan asap dari lantai dua rumahnya di lantai tiga rumah korban yang juga menjadi tempat peleburan emas.

    Ia mengatakan, setelah kaget melihat asap itu langsung memberitahu kepada warga menolong korban. Awalnya, warga menolong Agus yang masih bernapas.

    Setelah berusaha mematikan api menggunakan alat seadanya, warga kemudian menemukan Asmi di dalam kamar. Ia mengaku sempat kewalahan mengeluarkan korban karena kepulan asap dan lantai sudah panas dipanggang api.

    “Lihat asap di lantai tiga, saya langsung beritahu warga. Kami melihat korban sudah terbakar kemudian bawa ke rumah sakit. Satu lagi tidak dapat ditolong lagi,” kata Meki.

    Ia menyampaikan setelah korban hangus terbakar, tidak lama kemudian petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) datang ke lokasi memadamkan api. “Setelah korban di selematkan warga, baru datang petugas PBK,” katanya.

    Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah membenarkan kejadiannya. Setelah mendapat informasi dari warga langsung menuju lokasi.

    Ia mengatakan hingga saat ini belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut, pihaknya masih mendalami kasusnya.

    Dari lokasi pihaknya telah mengamankan barang bukti untuk penyelidikan berupa tabung gas, kompresor, alat tos, serta telah menggaris polisi rumah lokasi kejadian.

    “Satu orang kritis, satu orang meninggal. Sementara penyebabnya masih kami dalami. Belum tahu korban sedang apa mereka,” pungkasnya.


    Urutan Kejadian
    Alat pelebur emas meledak di Perumahan Paradisse, Blok L Nomor 12, Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji, Kota Batam, Selasa (28/6/2016) pukul 15.10 WIB. Ledakan tersebut mengakibatkan kepulan asap dan kebakaran pada lantai tiga rumah korban, warga sekitar pun berusaha memadamkan api dengan alat seadanya dan menolong Agus yang merupakan salah satu korban ledakan dan kondisinya kritis sehingga warga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Embung Fathimah. Sedangkan rekan kerja Agus yaitu Asmi meninggal di tempat kejadian dikarenakan terpanggang di dalam kamar. Sementara penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Dari lokasi kejadian polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tabung gas, kompresor, dan alat tos guna penyelidikan lebih lanjut.

    Faktor Penyebab Langsung
    1.Tindakan tidak aman(unsafe acts) : merokok di dalam ruangan tempat kerja.
    2.Kondisi tidak aman/KTA (unsafe condition) : peralatan kondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada. Apabila alat itu sudah rusak, tentu saja dapat mengakibatkan kecelakaan.
    3.Bahan yang digunakan merupakan bahan mudah terbakar.

    Faktor Penyebab Tidak Langsung
    1.Beban kerja yang tidak sesuai.
    2.Pekerjaan beresiko tinggi namun, belum ada upaya pengendalian di dalamnya.
    3.Stress (mendapat tekanan dari pimpinan kerja).
    4.Suasana kerja yang tidak kondusif.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya. Bila tak ada maka dikatagorikan sebagai HOAX


    Nama: Bobby Annastasia Prahari
    NIM: 167052018
    Semester: II
    Kelas: A2

  5. 2 Pekerja Apartemen Rungkut Surabaya Jatuh dari Lantai 11

    SURABAYA, Dua pekerja bangunan di menara Apartemen Rungkut Surabaya tewas setelah lift yang ditumpanginya jatuh dari lantai 11. Diduga, lift tersebut jatuh setelah kawat slingnya putus.
    Kedua korban diketahui bernama Nur Furqon (31), warga Pati, Jawa Tengah, tewas dengan luka di bagian kepala, dan Nur Kamid (40), warga Grobogan, Jawa Tengah, tewas dengan luka mengenaskan di kepala, tangan, dan kaki.
    Kejadian bermula dari kedua korban yang naik ke lantai atas untuk membawa bahan bangunan dengan menggunakan lift. Namun saat tiba di lantai 11, tiba-tiba kawat sling lift putus, sehingga terjun bebas.
    Kedua tubuh pekerja bangunan yang berada di dalam lift ini pun juga ikut terjatuh menghantam bumi. Salah seorang sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya tewas saat dalam perjalanan.
    Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan atas tewasnya kedua pekerja bangunan ini. Penyelidikan polisi mengarah pada standart keamanan proyek pembangunan apartemen menara tersebut.
    Sementara itu, kedua jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSU Dokter Sutomo Surabaya untuk diautopsi. Kemudian, kedua korban dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan


    Analisis :

    Surabaya, 25 April 2016 pukul 20:52 WIB
    Dua pekerja bangunan di menara Apartemen Rungkut Surabaya bernama Nur Furqon (31) dan Nur Kamid (40) naik ke lantai atas untuk membawa bahan bangunan dengan menggunakan lift. Namun saat di lantai 11, tiba-tiba lift jatuh sehingga terjun bebas.
    Kedua tubuh pekerja bangunan yang berada di dalam lift ini pun juga ikut terjatuh menghantam bumi. Salah seorang sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya tewas saat dalam perjalanan.

    Penyebab langsung kecelakaan adalah tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), bekerja tanpa intruksi kerja, tidak melakukan pengecekan terdahap lift secara bersekala dan kurangnya perawatan sehingga menyebabkan slingnya putus.

    Penyebab secara tidak langsung dari kecelakaan ini yaitu berkerja pada ketinggian, korban tidak berlaku hati-hati terhadap segala kemungkinan yang ada , pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian didalamnya.

    Dari kecelakaan kerja ini menimbulkan kerugian selain nyawa korban juga terdapat
    biaya kompensasi untuk korban. Kerugian tidak langsung seperti jam kerja, kerugian sosial, serta citra dan kepercayaan berkurang.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Sherin Gita Sapitri
    NPM : 167052017
    Semester : II
    Kelas : A2

  6. Jatuh dari Atas Gudang, Pekerja Industri Makanan Tewas

    INDRAGIRI HILIR – Kecelakaan kerja terjadi di PT Riau Sakti United Plantations-Industry (RSUP) di Kabupaten Inhil, Riau yang merupakan perusahaan pengolahan industri makanan. Dalam musibah ini, seorang karyawan meninggal dunia.
    Korban atas nama Agun Rahmadi. Pria berusia 23 tahun ini tewas karena terjatuh dari gudang milik perusahaan.
    “Korban sempat dirawat di rumah sakit. Namun karena banyak mengeluarkan darah, nyawa korban tidak tertolong,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau AKBP, Guntur Aryo Tejo Selasa (15/11/2016).
    Kecelakaan kerja itu berawal saat korban ditugaskan pihak perusahaan untuk membuka baut mal semenisasi bangunan gudang nenas milik PT RSUP yang berada di Kecamatan Pulay Burung, Inhil pada pukul 11.30 WIB.
    Saat naik ke gudang dengan ketinggian 2,60 meter, korban tidak menggunakan pengaman apapun.
    Saat akan membuka baut itulah korban tergelincir. Diduga korban tergelincir karena diatas gudang terbuat dari besi itu licin.
    “Tubuh korban mengalami benturan serta paha kiri korban tertusuk besi ulir dengan panjang 16 milimeter. Korban mengalami luka tusuk sedalam 5 centimeter. Korban banyak kehilangan darah,” kata Guntur.
    Melihat kecelakaan itu sejumlah teman kerja membawa korban ke rumah sakit. Saat berada di rumah sakit, tim medis menyatakan nyawa korban tidak tertolong.
    “Rencananya jenazah akan diserahkan ke pihak keluarganya di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara untuk dikebumikan,” tandas Guntur.


    1. Kejadian (sequence of event)
    Kecelakaan kerja terjadi di PT Riau Sakti United Plantations-Industry (RSUP) di Kabupaten Inhil, Riau yang merupakan perusahaan pengolahan industri makanan. Kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa, 15 November 2016 sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam musibah ini, seorang karyawan meninggal dunia atas nama Agun Rahmadi. Pria berusia 23 tahun ini tewas karena terjatuh dari gudang milik perusahaan.
    Kecelakaan kerja terjadi pada saat korban ditugaskan pihak perusahaan untuk membuka baut mal semenisasi bangunan gudang nenas milik PT RSUP yang berada di Kecamatan Pulay Burung, Inhil pada pukul 11.30 WIB. Berawal saat korban naik ke gudang dengan ketinggian 2,60 meter, korban tidak menggunakan pengaman apa pun, dan pada saat akan membuka baut itulah korban tergelincir.
    Salah satu kerabat korban bernama Guntur menyatakan tubuh korban mengalami benturan serta paha kiri korban tertusuk besi ulir dengan panjang 16 milimeter. Korban juga mengalami luka tusuk sedalam 5 centimeter sehingga korban banyak kehilangan darah. Melihat kejadian tersebut, diduga korban tergelincir karena diatas gudang terbuat dari besi itu licin, sehingga dapat berakibat fatal bagi pekerja. Kemudian sejumlah teman kerja langsung membawa korban tersebut ke rumah sakit. Namun saat berada di rumah sakit, tim medis menyatakan nyawa korban tidak tertolong.

    2. Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors)
    Berdasarkan hasil analisa yang saya dapatkan dalam insiden tersebut yaitu :
    – Peristiwa kecelakaan kerja tersebut diduga akibat kelalaian pekerja dalam melakukan suatu tindakan yang telah diketahui potensi bahayanya tetapi tidak berhati-hati ketika melakukan suatu pekerjaan tersebut
    – Pekerja tidak menggunakan pengaman atau Alat Pelindung Diri (APD) yang mana seharusnya perusahaan dapat memberikan dan mewajibkan pekerjanya untuk menggunakan APD tersebut agar terhindar dari suatu kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Dalam hal ini pekerja yang bekerja di suatu ketinggian semestinya memakai APD berupa full body harness double lanyard, hand gloves, coverall, safety shoes dan safety helmet
    – Gudang terbuat dari besi yang licin sehingga pekerja mudah tergelincir hingga menyebabkan kehilangan nyawa dan dapat berakibat fatal lainnya bagi pekerja yang melewatinya

    3. Analisis faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors)
    Berdasarkan hasil analisa yang saya dapatkan dalam insiden tersebut yaitu :
    – Kurangnya pelatihan atau pengarahan K3 pada pekerja sehingga para pekerja tidak mengetahui tentang masalah-masalah jika menghadapi suatu kecelakaan kerja. Oleh karena itu, seharusnya pihak perusahaan memberikan pelatihan K3 kepada para pekerjanya agar tidak terulang terjadinya suatu insiden kecelakaan kerja diperusahaan tersebut.
    – Meningkatkan kompetensi terhadap resiko ketinggian dan menerapkan kontrol untuk mencegah insiden yang serupa dapat tejadi kembali
    – Kurangnya menjalin komunikasi yang baik antar sesama pekerja untuk saling mengingatkan keamanan dalam bekerja
    – Perusahaan tidak memberi tanda peringatan/bahaya disekitar gudang yang terdapat suatu potensi bahaya dan dapat mengakibatkan suatu kecelakaan kerja

    Sumber Pustaka :
    SINDONEWS.COM edisi Rabu, 16 November 2016 04:04 WIB.
    https://daerah.sindonews.com/read/1155654/174/jatuh-dari-atas-gudang-pekerja-industri-makanan-tewas-1479238101


    Nama : Olga Regina Yeusy
    NIM : 167051993
    Semester : II
    Kelas : A1

  7. Kronologi Lift Jatuh di Dealer Vespa Bogor yang Tewaskan 1 Orang

    Liputan6.com, Bogor – Polisi masih menyelidiki kasus lift jatuh di Dealer Vespa Piagio Cabang Bogor, Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jumat 24 Juni 2016.
    Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsudi Widodo mengungkapkan, peristiwa bermula saat Harun (20) bersama Agus Suryadi (20) membawa lampu penerangan sekitar pukul 19.00 WIB, menggunakan lift barang dari lantai dasar menuju ke lantai empat.
    Setiba di lantai empat, menurut Marsudi, kedua warga Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan itu kemudian mengeluarkan lampu dari dalam lift tersebut. Belum sempat memindahkan seluruh alat penerangan, tiba-tiba lampu padam dan tak lama sling lift putus.
    “Sling yang putus mengenai tubuh Agus hingga ia terpental ke tangga lalu terjatuh ke lantai dasar,” ia menjelaskan.
    Korban tewas di tempat akibat mengalami luka parah di bagian kepala, sedangkan Harun mengalami luka pada bagian tangan. “Kami masih menyelidiki penyebab kejadian itu dan memintai keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan sementara karena sling lift putus,” ujar Marsudi.
    Sementara itu Kepala Cabang Vespa Piagio Bogor, Pario, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian lift jatuh tersebut.
    Namun, sebelum insiden lift jatuh, keduanya sedang bekerja lembur karena banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. “Agus dan Harun sudah lama bekerja sebagai cleaning service,” kata Pario.


    Deskripsi kejadian :
    • Nama Perusahaan : Dealer Vespa Bogor
    • Tanggal kejadian : Jumat 24 Juni 2016 jam 19.00 WIB
    • Nama lokasi kejadian : Jalan Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
    • Ringkasan cerita : Orang jatuh dari lift
    • Kronologi kejadian :
    Peristiwa bermula saat Harun (20) bersama Agus Suryadi (20) membawa lampu penerangan sekitar pukul 19.00 WIB, menggunakan lift barang dari lantai dasar menuju ke lantai empat.
    Setiba di lantai empat, menurut Marsudi, kedua warga Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan itu kemudian mengeluarkan lampu dari dalam lift tersebut. Belum sempat memindahkan seluruh alat penerangan, tiba-tiba lampu padam dan tak lama sling lift putus.
    “Sling yang putus mengenai tubuh Agus hingga ia terpental ke tangga lalu terjatuh ke lantai dasar,” ia menjelaskan.
    Korban tewas di tempat akibat mengalami luka parah di bagian kepala, sedangkan Harun mengalami luka pada bagian tangan. “Kami masih menyelidiki penyebab kejadian itu dan memintai keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan sementara karena sling lift putus,” ujar Marsudi.
    Sementara itu Kepala Cabang Vespa Piagio Bogor, Pario, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian lift jatuh tersebut.
    Namun, sebelum insiden lift jatuh, keduanya sedang bekerja lembur karena banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. “Agus dan Harun sudah lama bekerja sebagai cleaning service,” kata Pario
    • Faktor penyebab langsung terjadinya kecelakaan : Lift rusak, Sling putus, Lampu padam, Membawa barang yang terlalu banyak
    • Faktor penyebab tidak langsung terjadinya kecelakaan : Kurangnya maintenance pada lift, Kurangnya pengawasan terhadap safety equipment, Jam kerja yang berlebihan ( Lembur ), Tidak ada pengecekan terhadap lifting sling secara reguler, Pintu lift yang dibuka terlalu lama dari biasanya ( diganjal )

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama: Arie Rahmat Hidayat
    NIM: 167051965
    Semester: II
    Kelas: A1

  8. (Komentar Dosen: Mana judul artikelnya?)

    MAMUJU – Lima karyawan PT Terniti di Dusun Padada, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (18/10/2016) mengalami kecelakaan kerja. Kelima karyawan ini tersiram air panas mesin pabrik kelapa sawit saat salah satu dari lima korban membuka pipa pembuangan.

    Akibatnya empat orang diantaranya mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Topoyo karena sekujur tubuhnya melepuh akibat tersiram air panas.

    Manajer PT Terniti Ilham Apdilla menjelaskan, keempat karyawan PT Terniti yang menjadi korban kecelakaan kerja tersiram air panas mesin pabrik sawit yakni Eko (35), Suardi (25), Rahmat (22), Selfiadi (25) saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah.

    “Kejadiannya terjadi sekitar jam 07.30 waktu setempat dimana karyawan membuka baut pipa uap namun airnya tiba – tiba keluar dan menyiram rekannya yang juga berada tidak jauh,” kata Ilham.


    1.Kecelakaan “5 Karyawan Tersiram Air Panas Mesin Pabrik Kelapa Sawit yang terjadi di daerah mamuju sulselbar”,kejadian tersebut terjadi pada tanggal Selasa (18/10/2016) sekitar jam 07.30 waktu setempat.

    2.Seperti yang didapatkan pada kecelakaan kerja pada artikel tersebut,faktor penyebab yang saya dapatkan dari analisis “karyawan tersebut menemukan keganjalan dalam proses pengelolahan kelapa sawit yang terjadi dimesinnya,sehingga salah satu karyawannya membuka baut pipa uap namun airnya tiba – tiba keluar dan menyiram rekannya yang juga berada tidak jauh, sehingga menyebabkan luka-luka hingga dilarikan kerumah sakit didaerah Mamuju (Sulselbar).

    3.Faktor kontribusi penyebab tidak langsung turut berperan kecelakaan pada artikel “5 Karyawan Tersiram Air Panas Mesin Pabrik Kelapa Sawit yang terjadi di daerah mamuju sulselbar, setelah saya analisis pada kecelakaan tersebut ada kemungkinan alat dan peralatan yang sudah tidak layak, terjadi kemacetan pada mesin, alat penjaga / pengaman pabrik kurang standar ,kondisi suhu yang membahayakan pada pabrik dan kelebihan muatan pada saat pengelolahan bahan kelapa sawit.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Rasiba Lase
    NIM : 167052040
    Semester : II
    Kelas : A2

  9. Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Kuli Bangunan Tewas

    KOTAWARINGIN BARAT – Nahas dialami seorang kuli bangunan, Asmadin (31). Warga Jalan Maid Badir, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah itu tewas tersetrum listrik tegangan tinggi di lokasi proyek pembangunan sebuah kantor di Jalan Pasanah, Pangkalan Bun, Kamis (27/10/2016) siang.
    Saat itu, korban bersama sejumlah rekannya sedang bekerja di lokasi proyek di atas bangunan. “Saat itu korban Asmadin membawa besi ke atas, setelah naik tak tahunya besinya nyantol di kabel listrik PLN. Korban langsung tersetrum. Tubuhnya terbakar, gosong mencapai 80 persen,” ujar Ali, teman korban, di lokasi kejadian, Kamis (27/10/2016).
    Kata dia, jasad korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Citra Husada, Pangkalan Bun untuk divisum. Seusai divisum di rumah sakit, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Maid Badir untuk disemayamkan.
    Begitu jenazah diturunkan dari mobil ambulans, tangisan dan teriakan histeris terdengar di dalam rumah korban. “Ya Allah, kenapa begini, Astagfirullah,” teriak sejumlah keluarga.
    Salah seorang keluarga, Mukri, akan menuntut pemilik bangunan dan juga kontraktor yang mempekerjakan Asmadin. Sebab jika dilihat di lokasi kejadian, tidak ada peralatan keamanan bagi para pekerjanya.
    “Kami tidak rela, kami akan bawa kasus laka kerja ini ke polisi. Pengusaha dan kontraktornya harus bertanggung jawab,” ujar Mukri di rumah duka.
    Sementara itu dari hasil visum pihak rumah sakit, korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Luka bakar mencapai 80 persen yang membuat korban langsung tewas di tempat.


    Urutan kejadian
    Tersengat listrik tegangan tinggi di lokasi proyek pembangunan sebuah kantor di Jalan Pasanah, Pangkalan Bun, Kamis (27/10/2016) pada pukul 14.45 WIB.Kejadian tersebut awalnya Asmadin bersama rekannya sedang bekerja di lokasi proyek di atas bangunan.Saat itu korban Asmadin membawa besi ke atas bangunan, setelah naik ke atas tak tahunya besinya tersangkut di kabel listrik PLN tersebut.Korban langsung tersetrum dan tubuhnya terbakar hingga mencapai 80 persen, jasad korban tersebut dibawa ke Rumah Sakit Citra Husada.Salah satu keluarga korban yaitu mukri akan menuntut pemilik bangunan dan bagian kontraktor yang memperkerjakan Asmadin atas kejadian ini.Keluarga korban akan bawa kasus kejadian ini ke polisi.

    Faktor Penyebab Langsung
    1. Tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) yang disediakan.
    2. Korban tersebut membawa besi, besi adalah penghantar listrik sehingga korban tersebut tersetrum kabel listrik.

    Faktor Penyebab Tidak Langsung
    1. Suasana kerja yang tidak kondusif.
    2. Pekerja beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian didalamnya.
    3. Beban kerja yang tidak sesuai dengan kondisinya.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama: Samuel Hamonangan Lumbanraja
    NIM: 167052025
    Semester: II
    Kelas: A2

  10. Karyawan Pabrik Kertas Tewas Tertimpa Kertas Pres Seberat 1,2 Ton

    Mojokerto – Kecelakaan kerja terjadi di pabrik kertas PT Mega Surya Eratama (MSE) di Jalan Raya Jasem, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Kamis (28/7/2016). Seorang karyawan bagian operator forklif, Soni Perngadi (42) tewas dengan kepala pecah dan kaki patah setelah tertimpa kertas pres seberat 1,2 ton. Diduga tumpukan kertas itu ambruk menimpa korban akibat ditata terlalu tinggi.

    Supervisor PT MSE, Edi mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 08.30 Wib. Saat itu, rekan kerja korban, Agus Sugiarto hendak memindahkan tumpukan kertas bekas yang menjadi bahan baku, ke mesin penggilingan.

    Bak disambar petir, Agus justru menemukan tubuh Soni di bawah tumpukan kertas afalan yang berserakan itu. Kondisi pria asal Miji Baru Satu, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto itu tewas tertelungkup. Kepala korban pecah, sedangkan kedua kakinya patah.

    “Korban tertimpa kertas afalan yang dipres seberat 1,2 ton. Kejadiannya seperti apa, saya kurang tahu,” kata Edi kepada wartawan di kamar jenazah RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan.

    Edi menambahkan, Soni merupakan karyawan di bagian afalan yang mengoperasikan mesin forklif. Menurut dia, di lokasi kecelakaan dipenuhi tumpukan kertas bekas yang dipres dengan ketinggian mencapai 10 meter. Setiap pres kertas bekas itu beratnya mencapai 1,2 ton.

    Sayangnya, Edi enggan berkomentar terkait standar keamanan kerja yang diterapkan di PT MSE. “Soal safety saya No comment, silakan tanyakan ke penyidik saja,” cetusnya.

    Sementara Kapolsek Ngoro Kompol Khoirul Anam menjelaskan, pihaknya baru memintai keterangan dua orang saksi yakni karyawan pabrik yang pertama kali menemukan jasad korban. Pemeriksaan itu untuk mengungkap misteri Kematian Soni.

    “Untuk sementara saksi hanya mengetahui korban sudah tewas, saat itu saksi sedang memindahkan tumpukan kertas. Posisi korban tertelungkup tertimpa tumpukan kertas,” terangnya.

    Khoirul menambahkan, selain memeriksa para saksi, pihaknya juga melakukan olah TKP. Sementara jasad korban dievakusi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan untuk diautopsi.

    “Untuk penyebab kecelakaan kerja ini apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan dalam menata barang, masih kami selidiki. Yang jelas, nanti pihak perusahaan akan kami periksa,” tandasnya.

    Jika terbukti terdapat kelalaian dari PT MSE, Khoirul berjanji tak akan tebang pilih. “Kalau ada kelalaian, perusahaan akan kami proses hukum,” pungkasnya. (fat/fat)


    Yang saya dapat dari kejadian di artikel adalah:

    1. Kronologis : Pada hari kamis, tanggal 28 Juli 2016 terjadi kecelakaan kerja di pabrik kertas PT. Mega  Surya Eratama yang menewaskan seorang pekerja operator forklif yang bernama Soni Perngadi yang berusia  42 tahun. Korban ditemukan tewas pada pukul 08.30 WIB dengan kepala pecah dan kaki patah setelah tertimpa kertas pres seberat 1,2 ton.

    2. Analisa faktor langsung :
    -Di duga akibat kelalaian pekerja karna menaruh kertas pres setinggi 10 meter dan seberat 1,2 ton.
    – Tidak adanya penggunaan APD seperti safety helmet.

    3. Analisa faktor tidak langsung :
    -Kurang adanya pemahaman tentang safety
    -Tidak adanya rambu rambu safety

    Sumber pustaka: Detik.com, edisi Kamis 28 Juli 2016 14:40 WIB
    https://m.detik.com/news/berita-jawa-timur/3263552/karyawan-pabrik-kertas-tewas-tertimpa-kertas-pres-seberat-12-ton


    Nama : Resky Agus Syahputra
    NIM : 167051996
    Semester : 2
    Kelas : A1

  11. Terperosok, Kuli Bangunan Jatuh dari Lantai 4 Proyek Bangunan

    JAKARTA – Seorang kuli bangunan bernama Hadi Yusmana (36) tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Santa Carolus, Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat.

    Kompol Suyatno, Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat menjelaskan kejadian nahas yang menimpa pria asal Bandung itu. “Saat korban memasang stager di lantai 4 yang akan digunakan untuk melester tembok, korban menginjak triplek yang belom dipaku sehingga korban terjatuh ke lantai bawah,” kata Suyatno kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/10/2016).

    Suyatno melanjutkan, diketahui korban sedang bekerja di proyek Garuda Karya Mandiri di Jalan Kramat Sentiong Nomor 17 RT 04 RW05 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terjadi pada petang kemarin saat adzan Maghrib berkumandang.

    “Kemudian korban dibawa ke RS Caroulus oleh temannya sesama pekerja bangunan. Setelah sampai di RS Carolus korban meninggal dunia,” tambahnya.

    Polisi yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Jasad korban dibawa ke RSCM untuk dilakukan autopsi,” tutup Suyatno


    1. Kronologi :
           Seorang kuli bangunan yang bernama Hadi Yusmana , berumur 36 tahun tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit Santa Carolus , Salemva Raya, Senen, Jakarta Pusat.
    Korban tewas dikarenakan saat korban memasang stager di lantai 4 yang akan digunakan untuk melester tembok, korban menginjak triplek yang belum dipaku sehingga korban terjatuh ke lantai bawah. Korban diketahui bekerja untuk proyek Garuda Karya Mandiri di Jalan Kramat Sentiong Nomor 17 RT 04 RW05 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

    2. Analisa Faktor Langsung
    – Tidak memakai APD seperti safety shoes, safety helmet, safety belt.

    3. Analisa Faktor Tidak Langsung
    – Kurangnya pengetahuan tentang safety
    – Tidak adanya rambu ranbu tentang bahaya dalam bangunan yang dibangun
    – Tidak teliti dalam memilih pijakan

    Sumber pustaka: Sindonews.com, edisi Selasa 1 November 2016 04:42 WIB.
    https://metro.sindonews.com/read/1151708/170/terperosok-kuli-bangunan-jatuh-dari-lantai-4-proyek-bangunan-1477948808


    Nama : Olivin Marcheldy Setiawan
    NIM : 167051984
    Semester : 2
    Kelas : A1

  12. TKA China Tewas Kecelakaan Kerja Di Konawe

    KENDARI — Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, Nie Zhi Tao (43) yang bekerja di PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI), Morosi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pada 10 Maret 2017.
    General Manager PT VDNI, Rudi Rusmadi, di Kendari, Sabtu, mengatakan kejadian tersebut terjadi Jumat (10/3) sekitar pukul 07.00 yang bertempat di Smelter 2 PT.VDNI Kecamatan Morosi.

    “Korban ini terjatuh, diduga korban terpeleset dari ketinggian enam meter,” katanya.
    Saat insiden itu terjadi kata Rudi, ada beberapa saksi yang melihat antara lain, Mr.Chen Hang, Mr.Chen Cong Lin dan Rojali (Jubir).
    Berdasarkan keterangan dari saksi mata, saat terjatuh kepala korban terlebih dulu berada di bawah sehingga mengalami luka di bagian di kepala.
    “Korban mengalami luka di bagian kepala dan mengeluarkan darah dari hidung,” kata Rudi.
    Menurut Rudi, korban kemudian dilarikan ke Rumay Sakit Bahteramas Kendari, sayangnya jiwa korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.


    Adapun hasil analisa yang saya temukan dalam kejadian tersebut ialah
    Kronologis Kecelakaan (sequence of event) :

    Pada hari jumat, 10 Maret 2017 sekitar pukul 06.50 terjadi kecelakaan kerja oleh Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok. Nie Zhie Tao yang handak menaiki tangga sebuah gedung tiba-tiba tergelincir jatuh pada ketinggian 6meter. Korban terjatuh di posisi kepala berada di bawah yang berakibat terjadinya pendarahan di daerah kepala dan hidung. Korban tewas dalam perjalan menuju rumah sakit.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung kecelakaan (direct cause factors) :

    1. Kurangnya penggunan APD dalam kasus ini berupa: safety shoes, helm, safety belt
    2. Faktor alam seperti hujan yang diduga menjadi penyebab tergelincirnya pekerja dikarenakan lantainya yang licin
    3. Diduga pekerja tidak mengikuti prosedur ,peraturan dan keselamatan kerja

    Analisis Faktor Kontribusi yang turut berperan pada kecelakaan kerja (indirect cause factors) :

    1. Peristiwa tersebut diduga akibat material bahan bangunan yang licin untuk di pijak bagi pekerja yang menyebabkan tergelincir/terpeleset jatuh dari ketinggian
    2. Kurang hati-hati dalam berpijak pada anak tangga sehingga tergelincir
    3. Pekerja tidak mematuhi rambu keselamatan (safety sign)
    4. Kurangnya pengawasan saat pekerja melakukan proses pekerjaannya

    Sumber Pustaka: Republika.co.id, edisi Sabtu, 11 Maret 2017 23:12 WIB
    http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/03/11/omni3b280-tka-cina-tewas-kecelakaan-kerja-di-konawe


    Nama : Aditya Anggoro
    NIM : 167052003
    Smester : II
    Kelas : A1

  13. 2 Pekerja Proyek Wisma Atlet Tewas Tercebur ke Septic Tank

    JAKARTA – Dua pekerja proyek bernama Bowo (21) dan Riyanto (31) tewas tenggelam di septic tank. Keduanya tercebur saat tengah mengerjakan proyek Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Kasubbag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan, peristiwa terjadi ada Minggu, (25/12/2016) pagi tadi. Saat itu, korban tengah membersihkan lubang saptic tank yang ada di Wisma Atlet tersebut.

    Mendadak, korban Bowo terjatuh ke dalam lubang saptic tank karena terpeleset. “Korban Riyanto pun menolong korban. Namun, dia malah ikut terjatuh ke dalam lobang saptic tank dan tenggelam bersama,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/12/2016).

    Melihat itu, lanjut Suyatno, satu orang pekerja lainnya pun kembali hendak menolong korban. Namun, dicegah karena khawatir bakal kembali jatuh. Tak lama, pekerja proyek pun berdatangan dan beramai-ramai menolong kedua korban.

    “Namun, saat keduanya dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran untuk mendapatkan pertolongan para korban meninggal dunia,” tuturnya.

    Kini, jenazah kedua orang pekerja asal Tanjungsari, RT 06/02, Sragen,Jawa Tengah itu dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan proses visum.


    1. Kejadian (sequence of event)
    Minggu (25/12/2016) berlokasi di proyek wisma atlet kemayoran Jakarta pusat. Sekitar pagi hari pak bowo bersama rekannya pak riyanto sedang membersihkan lubang septic tank yang berada di wisma atlet. Mendadak pak bowo yang sedang membersihkan lubang tersebut terpeleset dan jatuh kedalam lubang septic tank, malangnya pak riyanto yang hendak menolong rekannya tersebut ikut terjatuh ke dalam lubang septic tank tersebut. Para pekerja yang mengetahui bahwa keduanya sudah terjatuh ke dalam lubang septic tank tersebut berusaha membantu menggeluarkan kedua korban yang terjatuh dan membawa kedua korban ke rumah sakit terdekat, namun pada saat dalam perjalanan untuk mendapatkan pertolongan kedua korban tidak dapat di selamatkan.

    2. Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors).
    Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan adalah menurut saya pada saat kedua korban saat itu menjalankan pekerjaan tanpa megetahui kejelasan yang jelas dari atasan mereka, kedua korban langsung melakukan pekerjaan tersebut tampa bertanya kembali apa yang harus di lakukan pada yang memiliki kewenangan. Menggunakan APD yang tidak layak bisa menjadi salah satu penyebab faktor kecelakaan tersebut, dengan menggunakan APD yang tidak layak atau APD tersebut sudah dalam keadaan tidak dapat di gunakan sangat mempengaruhi keselamatan para pekerja. Atau pada saat korban sedang melalukan tugasnya korban tidak memakai APD yang seharusnya di gunakan saat bekerja. Atau faktor lingkungan sekitar yang bisa saja terdapat serpihan-serpihan atau puing-puing bangunan yang tidak atau belum di bersihkan dan mengakibatkan korba terpeleset dan terjatuh ke dalam lubang septic tenk.

    3. Analisis faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors).
    Analisis faktor penyebab tidak langsungnya kecelakaan adalah menurut saya adalah kurangnya pengetahuan pekerja terhadap mengalisis lingkungan sekitarnya yang mungkin banyak benda-benda berserakan yang mengakibatkan terpleset,tersandung atau pun hal lain yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja, fisik yang tidak mendukung atau pada saat dia bekerja ia sedang tidak fit dalam melakukan pekerjaannya atau pekerja tersebut tidak berkonsentrasi. Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah kurangnya komunikasi antar sesama pekerja untuk menjalin keselamatan bersama.

    Sumber Pustaka : Sindonews.com, edisi Minggu 25 Desember 2016 19:43 WIB
    https://metro.sindonews.com/read/1165723/170/2-pekerja-proyek-wisma-atlet-tewas-tercebur-ke-septic-tank-1482669790


    Nama : Priscilla Jinifer Meirin
    NIM : 167051992 NIM Anda salah, seharusnya: 167051982
    Semester : II
    Kelas : A1

  14. Pekerja Tewas dalam Pembangunan Kolam Renang di Komplek Stadion Kanjuruhan Malang

    SURYAMALANG.COM, KEPANJEN – Proyek pembangunan kolam renang indoor di komplek Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, memakan korban. Kecelakaan kerja terjadi, saat sejumlah pekerja berusaha memasang kerangka atap, Selasa (6/9/2016), pukul 15.00 WIB. Kerangka atap model melengkung tersebut sudah naik di atas tiang pancang. Namun tiba-tiba kerangka berbahan besi tersebut ambruk.
    Sejumlah pekerja yang berada di atas menjadi korban. Para pekerja ini tengah bekerja sambil mengikatkan tubuh pada kerangka baja yang sudah terpasang. Saat kerangka tersebut jatuh, mereka turut jatuh. Satu orang meninggal dunia dan empat orang terluka.

    Suasana semakin mencekam, lantaran satu pekerja terluka di atas tiang pancang beton setinggi 15 meter. Kaki pekerja malang itu terhimpit kerangka besi. Proses evakuasi berjalan dramatis. Berkat kesigapan Tim SAR BPBD Kabupaten Malang, pekerja tersebut berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Kanjuruhan.


    Analisis yang saya dapat dari artikel ini adalah:

    Kronologis: Kecelakaan ini terjadi pada hari Selasa, tanggal 6 September 2016 pada pukul 15.00 WIB. Kecelakaan terjadi disaat pelaksanaan Proyek pembangunan kolam renang indoor di komplek Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Kecelakaan ini disebabkan karena keranka atap yang ambruk dengan safety belt yang sedang terpasang disaat para pekerja sedang memasang keranka atap dengan cara manual.Kecelakaan ini mengakibatkan 1 orang tewas dan 4 orang terluka. Proses evakuasi berjalan dramatis dikarenakan salah satu korban terluka di atas tiang pancang beton setinggi 15 meter dengan kaki terjepit keranka besi.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung kecelakaan (Direct Cause Factors):
    1.Peristiwa tersebut diduga akibat alat kerja yang tidak tersedia sehingga pekerja memasang kerangka atap yang berbobot lebih dari 1 ton diangkat dengan cara manual yang sangat beresiko tinggi.
    2.Hujan yang terjadi sebelum bekerja yang membuat pijakan menjadi licin yang menggangu proses bekerja.

    Analisis Faktor Konstribusi yang turut berperan pada kecelakaan kerja (Indirect Cause Factors):
    1.Diduga pekerja tidak disiplin tentang pemahaman SOP
    2.Kurangnya pengalaman atau pelatihan keahlian bekerja

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Melky Jusuf Tarukbua
    NIM : 167052012
    Semester : II
    Kelas : A1

  15. Karyawan Tewas Setelah Jatuh dari Ketinggian 7 Meter

    Kecelakaan terjadi di Stasiun Pengumpulan Utama (SPU) Pertama di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau. Satu orang karyawan bernama Robi Suarwan (38) tewas setelah jatuh dari ketinggian 7 meter.

    Robi yang merupakan karyawan dari PT URTE ditugaskan untuk memasang exaust (knalpot mesin) milik Pertamina jatuh setelah atap yang dipijaknya jebol.
    “Korban tewas setelah mengalami luka berat di bagian kepala,” ucap Paur Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak, Rabu (15/3/2017).
    Peristiwa itu terjadi korban bersama temannya Sarianto memanjat tangki minyak SPU untuk untuk melakukan pemasangan knalpot. Sekitar pukul 17.50 WIB pengerjaan selesai. Keduanya bermaksud turun dengan melewati atap. Namun apes, saat dipijak, atap yang terbuat dari seng tranparan itu jebol.
    Korbanpun ‘terjun bebas’. Korban terjatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu. Melihat kejadian itu, teman korban berusaha menolong dengan membawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina di Air Molek, Inhu.

    “Namun nyawanya tidak tertolong, korban sudah menghembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan,” imbuh Yarmen. (sym)


    Analisis yang saya dapat dari Artikel ini :
    Pada hari Rabu, 3 Maret 2017 Pukul 17.50 WIB terjadi kecelakaan kerja di Stasiun Pengumpulan Utama (SPU) Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) Riau. Korban (Robi) bersama temannya yang bernama Sarianto di tugaskan untuk memasang Exaust (Knalpot mesin) milik Pertamina. Setelah pengerjaan selesai, keduanya bermaksud turun dengan melewati atap yang terbuat dari seng transparan itu jebol. Korban terjatuh dari ketinggian 7 m. Korban terjatuh dengan posisi kepala terlebih dahulu. Korban meninggal saat akan di bawa ke Rumah sakit Ibnu sina di Air molek, inhu.

    Analisis faktor penyebab langsung kecelakan (Direct Couse Factors):
    1. Minimnya / tidak menggunakan pemakaian APD/PPE Safety Belt karena apabila pekerja tersebut memakai APD/PPE kemungkinan tidak terjadi/kemungkinan kecil terjadi kecelakaan tersebut.

    2. Tidak mengikuti prosedur(SOP),peraturan dan keselamatan kerja sehingga pekerja jatuh dari atap
    Analisis faktor konstribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (Indirect Couse Factors) :
    1. Tidak teliti saat melakukan pijakan

    Sumber pustaka : Okezone.com, edisi Kamis, 16 Maret 2017 – 00:00 WIB
    http://m.okezone.com/read/2017/03/15/340/1643825/innalillahi-karyawan-tewas-setelah-jatuh-dari-ketinggian-7-meter


    Nama : Raka Muhammad Endramanto
    Npm : 167051973
    Semester : II
    Kelas : A1

  16. Sebabkan Nyawa Melayang, Dinas Kebersihan DKI Pecat Sopir Truk Sampah

    BEKASI – Dinas Kebersihan DKI Jakarta memecat dua sopir truk sampah atas tuduhan kelalaian pada kecelakaan yang menewaskan Sandi alias Paul (25), warga Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu 15 Januari 2017 kemarin.

    “Mereka sudah dipecat hari ini karena lalai dalam bekerja sehingga menghilangkan nyawa orang lain,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang Asep Kuswanto di Bekasi, Senin (16/1/2017).
    Kedua sopir itu masing-masing berinisial DS dan AB yang sehari-hari bekerja mengangkut sampah dari kawasan Jakarta Selatan menuju TPST Bantargebang Kota Bekasi.

    Keduanya dianggap lalai menjalankan tugas karena pada saat kejadian kecelakaan AB mendelegasikan tugasnya kepada DS dengan alasan letih. Usai serah terima kendaraan truk, DS menuju TPST Bantargebang untuk membuang sampah seberat 4 ton ke zona 4.
    “Sampai di jembatan timbang 2, DS meminta tolong kepada Sandi untuk membuka terpal penutup sampah di bagian bak truk dan kendaraan kembali melaju ke zona pembuangan,” katanya.

    Dalam perjalanan itu, truk yang dikendarai DS berpapasan dengan truk sampah milik Dinas Kebersihan Kota Bekasi. Kejadian itu mengejutkan DS hingga kemudi yang ia pegang hilang kendali dan truk oleng lalu terguling bersama dengan korban yang ada di bagian bak.

    “Korban jatuh bersama bak truk sampah hingga tertimbun selama beberapa menit dan tewas,” bebernya.
    Asep menyayangkan tindakan sopir tersebut karena lembaganya sudah membina sopir untuk tidak menggunakan jasa orang lain di luar petugas setempat.

    “Sebab, gaji mereka sebesar Rp5 juta per bulan, sudah termasuk membuka terpal sampai ke zona pembuangan. Kalau merasa lelah, sebaiknya minta tolong ke petugas resmi di UPT setempat,” katanya.

    Bukan hanya itu, Asep juga menyesalkan sikap AB (27) yang justru mengalihkan kemudi truk ke DS. DS merupakan warga Bantargebang, Kota Bekasi dan bekerja sebagai sopir Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan yang saat itu sedang libur bekerja. Peristiwa kecelakaan itu saat ini sedang ditangani Unit Lakalantas Polsek Bantargebang, Kota Bekasi.


    1. Kejadian (sequence of event)
    Dinas Kebersihan DKI Jakarta memecat dua sopir truk sampah atas tuduhan kelalaian pada kecelakaan yang menewaskan Sandi alias Paul (25), warga Bantargebang, Kota Bekasi, pada hari Minggu 15 Januari 2017 sekitar pukul 06.00 WIB. Kedua sopir itu berinisial DS dan AB yang bekerja mengangkut sampah dari kawasan Jakarta Selatan menuju TPST Bantargebang Kota Bekasi.

    Kejadian bermula saat pekerja DS mendelegasikan pekerjaannya ke AB dengan alasan letih. Saat DS menuju TPST Bantargebang untuk membuang sampah seberat 4 ton ke zona 4 dan saat melewati jembatan timbang 2, DS berhenti dan meminta tolong kepada Sandi (korban) untuk membuka terpal penutup sampah di bagian bak truk dan kendaraan kembali melaju ke zona pembuangan. Dalam perjalanan itu, truk yang dikendarai DS berpapasan dengan truk sampah milik Dinas Kebersihan Kota Bekasi. Kejadian itu mengejutkan DS sehingga kemudi yang ia pegang hilang kendali dan truk oleng lalu terguling bersama dengan korban yang ada di bagian bak. Korban jatuh bersama bak truk sampah hingga tertimbun selama beberapa menit dan tewas.

    2. Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors).

    Menurut analisa faktor penyebab langsung kejadian tersebut berupa :
    – Peristiwa tersebut disebabkan karena kelalaian dalam berkendara sehingga truk oleng, hilang kendali dan terguling.
    – Pekerja tidak mematuhi prosedur ketetapan perusahaan.

    3. Analisis faktor kontribusi secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors).

    Adapun analisa faktor penyebab tidak langsung kejadian tersebut :
    – Tidak menerapkan aturan yang telah diberikan.
    – Kurangnya komunikasi antara pengemudi dan korban.
    – Kurangnya rasa berhati-hati dalam berkendara / tidak mematuhi peraturan berkendara.
    – Pelaku membuat kerugian bagi perusahaan.

    Sumber pustaka : Ookezone.com, edisi Senin 16 Januari 2017 15.37 WIB
    http://m.okezone.com/read/2017/01/16/338/1592731/sebabkan-nyawa-melayang-dinas-kebersihan-dki-pecat-sopir-truk-sampah


    Nama : Vira Erwi Novaliana
    NIM : 167051976
    Semester : II
    Kelas : A1

  17. Mesin Oven Sepatu Meledak, Dua Pekerja Tewas Enam Luka-luka

    BANDUNG – Dua pekerja perusahaan sepatu di Kota Bandung tewas setelah mengalami kecelakaan kerja, Jumat (5/8/2016).

    Enam pekerja lainnya mengalami luka-luka pada peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
    Informasi yang dihimpun Tribun, peristiwa itu terjadi di perusahaan sepatu di Jalan Kavling Industri nomor 58, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon.

    Kecelakaan kerja itu terjadi ketika para pekerja mencoba mesin oven sepatu yang baru.
    “Awalnya ada seorang karyawan/ teknisi sedang melakukan uji coba mesin oven sepatu baru, ketika menghidupkan, mesin tak bekerja sempurna,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Reny Marthaliana, kepada Tribunmelalui pesan singkat, Jumat (5/8/2016) malam.

    Berdasarkan keterangan saksi tidak bekerjanya mesin oven baru itu disebabkan kunci penutup mesin tidak sempurna.
    Sedangkan tekanan kompresor sangat tinggi sehingga mengakibatkan tutup open terlempar sehingga mengenai para korban.

    “Pada saat kejadian saksi mendengar suara ledakan dan melihat tutup open sepatu melayang ke arah karyawan yang sedang bekerja tak jauh dari mesin baru itu,” kata Reny.

    Selanjutnya sejumlah karyawan yang mendengar letusan itu, kata Reny, berlari ke ruangan produksi. Sejumlah karyawan lainnya melihat empat pekerja terbaring di sekitar mesin baru perusahaan tersebut.
    “Selanjutnya karyawan membawa korban ke Rumah Sakit Rajawali Bandung dengan menggunakan kendaran perusahaan,” kata Reny.

    Reny mengatakan, kasus tersebut kini ditangani Polrestabes Bandung untuk memastikan penyebab timbulnya suara ledakan pada mesin. Pihaknya mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

    “Rata-rata korban yang mengalami luka badannya terasa panas akibat semburan tekanan panas dari mesin oven sepatu,” kata Reny. (cis)


    1. Kejadian (sequence of event)
    Dua pekerja perusahaan sepatu di Kota Bandung tewas setelah mengalami kecelakaan kerja, pada hari Jumat tanggal 5 Agustus 2016 sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa itu terjadi di perusahaan sepatu di Jalan Kavling Industri nomor 58, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon.
    Kecelakaan kerja itu berawal ketika para pekerja mencoba mesin oven sepatu yang baru. Disamping itu ada seorang karyawan/ teknisi yang sedang melakukan uji coba mesin oven sepatu baru, ketika menghidupkan, mesin tak bekerja sempurna. Tidak bekerjanya mesin oven baru itu disebabkan kunci penutup mesin tidak sempurna. Sedangkan tekanan kompresor sangat tinggi sehingga mengakibatkan tutup open terlempar sehingga mengenai para korban.
    Pada saat kejadian, terdengar suara ledakan dan terlihat tutup open sepatu melayang ke arah karyawan yang sedang bekerja tak jauh dari mesin baru tersebut. Sejumlah karyawan yang mendengar letusan tersebut berlari ke ruangan produksi. Sejumlah karyawan lainnya melihat empat pekerja terbaring di sekitar mesin baru perusahaan tersebut.
    Selanjutnya karyawan membawa para korban ke Rumah Sakit Rajawali Bandung dengan menggunakan kendaran perusahaan.
    Kasus tersebut kini ditangani Polrestabes Bandung untuk memastikan penyebab timbulnya suara ledakan pada mesin. Pihak Polrestabes Bandung mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

    2. Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors)
    • Kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian kunci penutup mesin yang tidak dikunci dengan sempurna
    • Tekanan kompresor sangat tinggi sehingga mengakibatkan tutup open terlempar sehingga mengenai para korban
    • Tidak menerapkan aturan yang dibuat oleh perusahaan

    3. Analisis faktor kontribusi secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors)
    • Membuat kerugian bagi perusahaan
    • Kurangnya pelatihan kerja
    • Mengurangi produktifitas perusahaan

    Sumber pustaka: Tribunnews.com, edisi Jumat 5 Agustus 2016 21:15 WIB
    http://m.tribunnews.com/regional/2016/08/05/mesin-oven-sepatu-meledak-dua-pekerja-tewas-enam-luka-luka


    Nama : Dini Febriyani
    NIM :167052008
    Semester : II
    Kelas : A1

  18. Kecelakaan Kerja di Barito Selatan

    Okezone.com pada 20 Januari 2017 memberitakan nasib tragis yang menimpa buruh sawit PT Antang Ganda Utama (AGU) bernama Kamani. Ia harus meregang nyawa setelah tertimpa tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dipanennya di Blok 16, Kandau C, Desa Butong, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kamis sore kemarin.

    Kapolsek Teweh Selatan, Iptu Jenal Mutakim mengatakan, ia mendapat laporan sekitar pukul 18.30 WIB. Korban meninggal bernama Kamani bin Katijan (42). Korban tewas akibat tertimpa TBS kelapa sawit.

    “Diperkirakan berat tandan mencapai 30 kilogram yang jatuh dari ketinggian 8 meter yang menimpa kepala Kamani. korban tewas di TKP,” ungkap Kapolsek Jumat (20/1/2017).

    Saat ditemukan posisi tubuh Kamani miring ke sebelah kanan dan dari kepalanya terus mengeluarkan darah.
    Sementara itu korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Muara Teweh. “Pagi ini dimakamkan,” pungkasnya.


    Urutan kejadian:
    Pada tanggal 20 Januari 2017 di wilayah Blok 16, Kandau C, Desa Butong, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Selatan seorang buruh bernama Kamani yang bekerja di PT Antang Ganda Utama (AGU) sedang bekerja seperti biasanya. Awal mula ketika Kamani melakukan kegiatan memanen tandan buah segar (TBS). Di saat yang sama sang korban tertimba tandan buah segar (TBS) yang beratnya diperkirakan mencapai 30kg dari ketinggian 8 meter yang secara langsung menimpa kepala Kamani, dan membuatnya tewas seketika. Tepat pukul 18.30 WIB Kapolsek Teweh Selatan mendapat laporan bahwa buruh yang bernama Kamani telah mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan dirinya harus meregang nyawa. Pada saat di temukan posisi tubuh korban miring kesebelah kanan dan kepalanya terus mengeluarkan darah, setelah korban ditemukan korban langsung di bawa ke kamar mayat RSUD Muara Teweh dan keesokan harinya korban langsung dimakamkan.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung:
    1. Korban tidak menggunakan APD berupa helm untuk melindungi kepalanya.
    2. Posisi kerja yang tidak aman, karena korban tepat berada di bawah tandan buah yang akan dipanen.
    3. Kurangnya alat penunjang peralatan dalam memanen tandan buah yang dapat meminimalisir resiko tertimpa.
    4. Lingkungan kerja yang tidak kondusif, seperti panas, berdebu dan sinar matahari yang berlebih.
    5. Melakukan pekerjaan tanpa adanya pengawasan.
    6. Kurangnya pengusaan pekerja terhadap pekerjaan.
    7. Korban yang tidak terampil dalam mengoperasikan suatu peralatan.

    Analisis Faktor Penyebab Tidak Langsung:
    1. Perusahaan tidak menerapkan aspek K3.
    2. Beban kerja yang terlampau berat/tidak sesuai.
    3. Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendaliannya.
    4. Suasana kerja yang tidak kondusif.
    5. Keahlian yang tidak sesuai.
    6. Kurangnya konsentrasi.
    7. Kondisi fisik yang kurang baik.
    8. Stress.
    9. Fatique

    Sumber pustaka: Okezone.com, edisi 20 Januari 2017 24 Januari 2017
    https://www.koranperdjoeangan.com/bekerja-bukan-untuk-menyerahkan-nyawa-beberapa-tragedi-kecelakaan-kerja-yang-menelan-korban-jiwa/


    Nama: Rima Nur Zain
    NPM: 13.11.106.701501.0846
    Semester: VIII
    Kelas: A2

  19. Tertimpa Bongkahan Beton Buruh Bangunan Tewas Seketika

    GIANYAR – Nahas menimpa buruh bangunan bernama Supri (27) yang tertimpa bongkahan beton gapura hingga tewas di Banjar Banda, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (19/2/2017).

    Berdasarkan data yang dihimpun peristiwa itu terjadi ketika pukul 08.00 Wita, Supri bersama temannya Yudi bekerja membongkar gapura yang terbuat dari beton, di lokasi tanah milik Made Suraja.

    Pekerjaaan tersebut diawali dengan membongkar bagian atas gapura. Namun tiba-tiba gapura tersebut ambruk. Saat itu Supri dan Yudi yang tengah bekerja di atasnya pun terjatuh.

    Sudah terjatuh, kepala Supri malah tertimpa reruntuhan gapura dan mengalami luka berat di belakang kepalanya, hingga tewas di tempat.

    Posisi Supri tersungkur di tanah dan kepalanya tertimbun reruntuhan beton. Sementara Yudi meringis kesakitan karena reruntuhan itu menjepit kakinya.

    Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Blahbatuh, Kompol Abdus Salim. “Satu orang tewas di tempat karena kepala bagian belakangnya terbentur beton yang roboh,” katanya.

    Sementara itu Yudi harus dilarikan ke rumah sakit, karena kakinya luka-luka akibat terjepit beton.

    “Kecelakaan kerja itu terjadi karena kelalaian korban. Korban tidak memastikan kondisi pondasi gapura yang tidak kuat saat dibongkar dari atas,” pungkasnya.


    Urutan Kejadian:
    Pada tanggal 19 Februari 2017, tepat pukul 08.00 WITA, Supri bersama temannya yang benama Yudi bekerja membongkar gapura yang terbuat dari beton di lokasi tanah milik Made Suraja. Pekerjaaan tersebut diawali dengan membongkar bagian atas gapura. Namun tiba-tiba gapura tersebut ambruk. Saat itu Supri dan Yudi yang tengah bekerja di atasnya pun terjatuh. Setelah terjatuh, kepala Supri malah tertimpa reruntuhan gapura dan mengalami luka berat di belakang kepalanya, hingga tewas di tempat. Posisi Supri tersungkur di tanah dan kepalanya tertimbun reruntuhan beton. Sementara Yudi meringis kesakitan karena reruntuhan itu menjepit kakinya. Setelah itu Yudi harus dilarikan ke rumah sakit, karena kakinya luka-luka akibat terjepit beton. Kecelakaan kerja itu terjadi karena kelalaian korban. Korban tidak memastikan kondisi pondasi gapura yang tidak kuat saat dibongkar dari atas.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung:
    1. Para pekerja tidak memastikan kondisi pondasi gapura yang tidak kuat saat dibongkar.
    2. Para pekerja tidak menggunakan APD saat melakukan pekerjaan.
    3. Posisi kerja yang tidak aman, karena korban melakukan pekerjaan di ketinggian tanpa menggunakan pengaman sedikitpun
    4. Lingkungan kerja yang tidak kondusif, terbatasnya ruang gerak para pekerja pada saat bekerja di ketinggian membuat para pekerja tidak bisa menghindari bahaya ambruk yang dialami
    5. Melakukan pekerjaan tanpa adanya pengawasan.
    6. Kurangnya pengusaan pekerja terhadap pekerjaan.
    7. Korban yang tidak terampil dalam mengoperasikan suatu peralatan.

    Analisis Faktor Penyebab Tidak Langsung:
    1. Tidak ada pekerja yang menerapkan keselamatan kerja.
    2. Apd tidak tersedia.
    3. Lemahnya kesadaran pekerja terhadap bahaya dan resiko yang dihadapinya.
    4. Fatique atau kelelahan.
    5. Stress.
    6. Kurangnya motivasi kerja.
    7. Terburu-buru dalam bekerja.
    8. Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendaliannya.
    9. Suasana kerja yang tidak kondusif.
    10. Keahlian yang tidak sesuai.
    11. Kurangnya konsentrasi.

    Sumber Pustaka: Sindonews.com Minggu, 19 Februari 2017 – 19:26 WIB
    https://daerah.sindonews.com/read/1181394/174/tertimpa-bongkahan-beton-buruh-bangunan-tewas-seketika-1487507215


    Nama: Muhamad Afin Abizal
    NPM: 13.11.106.701501.0860
    Semester: VIII
    Kelas: A2

  20. Tertimpa Paku Bumi di Proyek Kali Ciliwung, Kaki Seorang Pekerja Putus

    Jakarta – Kecelakaan kerja terjadi di proyek Kali Ciliwung, Bukit Duri, Tebet, Jaksel. Peristiwa tersebut mengakibatkan salah satu pekerja mengalami luka dengan kondisi kaki kanannya putus.
    “Korban satu orang luka berat dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tebet Iptu Mudiran kepada detikcom, Minggu (16/10/2016).

    Informasi yang diperoleh detikcom, kecelakaan kerja terjadi saat paku bumi yang akan dipasang terlepas dari crane. Paku bumi tersebut kemudian menimpa korban yang sedang berada di bawah.

    Dikonfirmasi secara terpisah, Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan Kompol Purwanta menjelaskan kecelakaan kerja terjadi pada pukul 10.00 WIB di proyek Kali Ciliwung, Bukit Duri RT 10/12, Tebet, Jaksel.

    “Salah satu pekerja terluka, kaki kanannya putus. Untuk data korban masih sedang dicek,” ujar Purwanta.
    Korban dibawa oleh rekannya ke RS Budi Asih dan kemudian dirujuk di RS Premier Jatinegara.
    “Kasusnya masih dalam penyidikan,” tutur Purwanta. (mei/dhn)


    Adapun hasil analisa yang saya temukan dalam kejadian tersebut ialah :

    Kronologis Kecelakaan (sequence of event) :
    Pada hari Minggu tanggal 16 Oktober 2016 sekitar pukul 10.00 WIB terjadi kecelakaan kerja pada seorang pekerja di proyek kali Ciliwung, Bukit Duri RT 10/12, Tebet, Jakarta Selatan. Kejadian bermula saat pekerja sedang memasang paku bumi yang akan dipasang terlepas dari crane. Paku bumi tersebut kemudian menimpa korban yang sedang berada di bawah. Peristiwa tersebut mengakibatkan salah satu pekerja mengalami luka dengan kondisi kaki kanannya putus. Korban dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur

    Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors) :
    1. Pekerja tidak mengikuti aturan memenuhi standar keselamatan dalam bekerja
    2. Tidak ada penggunaan APD. Dalam kasus ini berupa safety shoes dan helmet
    3. Kualitas material yang kurang memenuhi standar

    Analisis faktor penyebab tidak langsung kecelakaan (indirect cause factors) :
    1. Kurangnya pengalaman atau pelatihan dalam bekerja
    2. Kurangnya pengawasan pada pekerja yang sedang melakukan penangkatan paku bumi
    3. Tidak mengikuti SOP (Standart Operation Prosedur)

    Sumber pustaka: Detiknews.com, edisi Minggu 16 Oktober 2016 14:10 WIB
    https://m.detik.com/news/berita/d-3321896/tertimpa-paku-bumi-di-proyek-kali-ciliwung-kaki-seorang-pekerja-putus


    Nama: Rahmat Afandi Ali
    NIM: 167051991
    Semester: II
    Kelas: A1

  21. Tersembur Uap Panas, Empat Karyawan PLTU Rembang Luka Serius

    REMBANG, suaramerdeka.com
    Kecelakaan kerja yang menimpa empat orang pekerja terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkit Jawa Bali (PJB) di Desa Leran Kecamatan Sluke, Kamis (18/8). Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 14.30 itu, mengakibatkan empat orang pekerja mengalami luka bakar serius hingga 90 persen.

    Berdasarkan informasi yang diterima oleh Suara Merdeka, kecelakaan tersebut bermula saat keempat pekerja, masing-masing Agus Suliyono, Misbahar, Suwardi serta Andik Purwanto sedang melakukan aktivitas di area mesin penggerak turbin, lantai tiga PLTU.

    Saat sedang melaksanakan pekerjaannya itu, tiba-tiba terdengar bunyi letupan keras dari ruangan tersebut. Sejurus kemudian, tiba-tiba dari bagian pipa muncul semburan uap panas langsung mengenai keempat pekerja yang berada tak jauh dari titik tersebut.

    Mengetahui adanya insiden kecelakaan kerja, selanjutnya tim medis PLTU PJB segera melakukan pertolongan dan mengevakuasi keempat korban. Awalnya keempat korban sempat dilarikan ke RSI Arafah Lasem.

    Lantaran ada keterbatasan alat di sana, keempat korban langsung dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang. Mereka langsung mendapatkan penanganan medis secara intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit itu, mulai pukul 19.30.

    Namun, sekitar pukul 21.30, keempat korban kembali harus dirujuk ke rumah sakit berbeda. Misbahul dan Andik Purwanto terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Semarang. Agus Suliyono dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Sedangkan Suwardi dirujuk ke KSH Pati.

    Belum ada keterangan resmi dari PLTU PJB soal kecelakaan itu. Seorang petugas PLTU PJB, Nonok Indaryitno saat dikonfirmasi enggan memberikan jawaban. Alasannya, yang berhak memberikan keterangan adalah General Manager PLTU PJB.


    Adapun hasil analisa yang saya temukan dalam kejadian tersebut ialah :

    Kronoligis Kecelakaan (Squence Of Event) :
    Pada hari Kamis tanggal 18 Agustus 2016 sekitar pukul 14.30 WIB terjadi kecelakaan pada empat karyawan PLTU Rembang, di Desa Leran Kecamatan Sluke yang mengakibatkan 4 pekerja masing masing bernama Agus Suliyono, Misbahar, Suwardi, dan Andik Purwanto mengalami luka bakar yang serius. Kejadian bermula ketika keempat pekerja sedang melaksanakan pekerjaannya tiba tiba terjadi letupan keras dari ruangan tersebut di ikuti dengan semburan uap panas yang langsung mengenai keempat pekerja yang sedang bekerja tidak jauh dari tempat terjadinya semburan uap tersebut.

    Adapun hasil analisa yang saya temukan dalam kejadian tersebut ialah :
    Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors) :
    1.Kurangnya pengecekan pada pipa uap
    2.Kualitas alat alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada. Contohnya : Pipa yang sudah tua.
    3.Tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)
    4.Tidak adanya rambu rambu peringatan bahaya

    Analisis faktor penyebab tidak langsung kecelakaan (indirect cause factors) :
    1.Pekerja tidak waspada terhadap resiko kecelakaan yang akan terjadi
    2.Pekerjaan beresiko tinggi namun belum ada upaya pengendalian di dalamnya

    Sumber pustaka: Suaramerdeka.com, edisi 19 Agustus 2016 16:31 WIB
    http://berita.suaramerdeka.com/tersembur-uap-panas-empat-karyawan-pltu-rembang-luka-serius/


    Nama: Muhammad Jayadi Burhans Maramis
    NIM: 167051989
    Semester: II
    Kelas: A1

  22. Penambang Kapur Tewas Tertimpa Batu di Jember

    Jember – Penambang batu kapur, Zaenal Abidin (37) diketahui meninggal usai kepalanya tertimpa batu yang menggelinding di lokasi pertambangan kapur Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember. Korban merupakan warga Dusun Krajan.

    Dia tewas tertimpa bongkahan batu kapur yang jatuh dari atas tebing tempatnya kerja setiap hari. Rekan korban, Kartonadi mengaku peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya hendak melakukan aktivitas penambangan batu kapur.

    “Saat itu korban sedang mengumpulkan batu kapur bersama dengan teman-temannya. Namun tidak berselang lama, tiba-tiba dari atas tebing ada bongkahan batu kapur yang jatuh dan menimpa korban. Karena datangnya tiba-tiba, korban tidak sempat menyelamatkan diri,” kata Kartonadi di lokasi, Kamis (23/2/2017).

    Atas kejadian ini, korban mengalami luka serius di kepala. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Puger Kulon. Namun nyawa korban tidak tertolong, hingga akhirnya meninggal dunia.

    “Jatuhnya batu kapur kemungkinan akibat adanya kera yang bermain di atas tebing, sehingga ada batu yang terjatuh,” ungkapnya.

    Alasannya, selama ini memang sejumlah kera sering terlihat bermain-main di tebing batu kapur.
    Kartonadi menambahkan, jika aktivitas penambangan dilakukan dengan meledakkan bongkahan batu, semua pekerja diminta berhenti beraktivitas dan menunggu sirine tanda aman berbunyi. Namun saat kejadian, pekerja sama sekali tidak mendengar sirine.

    “Kalau bongkahan dari ledakan biasanya 10 menit ada sirine yang dibunyikan sebagai pertanda aman untuk bekerja. Sedangkan saat kejadian tidak ada sirine. Jadi di atas memang sedang tidak ada aktivitas penambangan,” katanya.

    Jajaran Polsek Puger yang mendapat laporan adanya kecelakaan kerja ini pun langsung mendatangi TKP. Petugas melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab-penyebab jatuhnya bongkahan batu tersebut.

    “Sampai saat ini kami masih melakukan olah TKP. Namun dugaan sementara karena ada bongkahan batu yang jatuh dari atas tebing. Tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini, tetapi murni kecelakaan kerja,” ujar seorang petugas yang datang ke lokasi.

    Sementara Kapolsek Puger AKP Sudaryanto saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku masih sibuk


    Adapun hasil analisa yang saya temukan dalam kejadian tersebut ialah :

    Kronologis Kecelakaan (sequence of event) :
    Pada hari Kamis tanggal 23 Febuari 2017, terjadi kecelakaan kerja seorang pria yang bernama Abidin (37) diketahui meninggal usai kepalanya tertimpa batu yang menggelinding dilokasi pertambangan kapur Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember. Korban merupakan warga Desa Krajan. Kejadian tersebut saat korban mengumpulkan batu kapur dengan temannya, tiba-tiba ada bongkahan batu kapur yang jatuh dan menimpa korban tersebut. Atas kejadian ini korban mengalami luka serius namun akhirnya nyawa korban tersebut tidak tertolong atau meninggal dunia.

    Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors) :
    1. Kurang atau minimnya pemakaian APD, salah satunya Safety Helmet.
    2. Tempat kerja yang berserakan batu-batu.
    3. Faktor hewan atau lingkungan yang tidak terduga sehingga batu jatuh mengenai si pekerja.

    Analisis faktor penyebab tidak langsung kecelakaan (indirect cause factors) :
    1. Pekerjaan tersebut beresiko tinggi, namun ada belum ada pengendalian didalamnya.
    2. Faktor pekerjaan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

    Sumber Pustaka : Detiknews.com, edisi Kamis, 23 Februari 2017 16:18 WIB
    https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3430257/penambang-kapur-tewas-tertimpa-batu-di-jember?utm_source=line&utm_campaign=detikcomsocmed*utm_medium=btn&utm_content=news


    Nama : Marion Laurens
    NIM : 167051987
    Semester : II
    Kelas : A1

  23. Pipa Pertamina Meledak,Seorang Warga Tewas Terbakar

    INDRAMAYU – Kebocoran pada pipa milik Pertamina menyebabkannya meledak. Akibatnya, sebuah kendaraan sepeda motor dan seorang warga mengalami luka bakar serius, hingga korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) PMC, Rabu (5/10).
    Informasi yang Rakcer, sepeda motor korban yang belakangan diketahui bernama Duljalil alias Sandul, warga Desa Amis blok 6 Kecamatan Cikedung diamankan di Mapolsek Cikedung.

    Kejadian tersebut bermula dari seorang warga sekitar tengah melintas di kawasan kebun tebu di Desa Amis, kemudian melewati genangan air yang sudah tercampur minyak dari kebocoran pipa pertamina tersebut.
    Salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Marya alias Kumis (60) menuturkan, saat dirinya hendak pergi ke sawah, sesampainya ia dijalan tebu tersebut ia mendengar ledakan dari sebelah kirinya.
    Disusul kemudian munculnya api yang sangat besar dan kepulan asap yang tebal, sekitar Pukul 06.30 Wib. “Kaget, saya saat itu sedang lewat dekat dengan lokasi ledakan,” ucapnya.

    Lanjut Mary+a, Mengetahui hal itu dirinya bersama beberapa warga yang juga sedang melintas di lokasi kejadilan, sontak berhenti untuk mencari tahu titik ledakan tersebut.

    “Kami mendatangi sumber api guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sesampainya dilokasi kejadian, kami sangat kaget begitu melihat sebuah motor dan seorang warga sudah hangus terbakar. Sebenarnya kami takut mendekat, karena kita lihat api menyambar sampai ke pipa pertamina,” tuturnya.
    Begitu didekati, ternyata korban tersebut ialah warga Desa Amis (Sadul, red), melihat hal itu, lalu korban dilarikan dengan dibonceng sepeda motor warga ke Mantri, untuk mendapatkan pertolongan.

    “Pas dibawa memang masih hidup, terus pingsan, sampai mantri langsung dirujuk ke RS PMC Indramayu, namun akhirnya tewas,” paparnya.

    Hingga kini, peristiwa tersebut masih di tangani Polsek Cikedung. Salah satu pegawai Pertamina yang berada di lokasi kejadian, Nana mengatakan jika kebakaran tersebut berasal dari adanya kebocoran pada pipa Pertamina yang berada di lokasi Jalan Kebun Tebu Desa Amis.
    “Yang namanya kebocoran kan bisa terjadi sewaktu-waktu dan gak bisa di prediksi terjadinya kapan,” ucapnya.

    Nana menambahkan, begitu ia mendapat kabar adanya kebakaran tersebut, pihaknya dan beberapa petugas lainya langsung mendatangi lokasi kejadian, serta membawa satu unit pemadam kebakaran milik Pertamina EP.
    “Kebakaran terjadi mungkin dari percikan api di sepeda motor warga, yang terjadi jauh sekitar 500 meter dari pipa Pertamina, melalui saluran air yang tercampur minyak dan gas,” jelasnya.
    Dikatakan, nantinya korban akan dibawa ke RS Pertamina Cirebon, untuk seluruh biaya pengobatan serta yang lainnya menjadi tanggung jawab Pertamina.
    Selain itu, kebocoran minyak yang terjadi pada pipa distribusi yang menghubungkan Stasiun Pengumpul Minyak TGB ke Stasiun Pengumpul Utama Cemara, Rabu (5/10) itu mendorong PT Pertamina EP Jatibarang Field selaku pihak yang bertanggung jawab melakukan perbaikan dan penanganan terhadap semua akibat kebocorannya.

    Dengan menurunkan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat, kebocoran yang diklaim rembesan pada jalur pipa crude oil di Desa Amis tersebut langsung menjadi konsentrasi perbaikan.

    “Tim kami langsung melakukan penanganan berupa perbaikan pipa di lokasi. Terkait korban pengendara motor yang terkena luka bakar atas nama Bapak Duljalil berusia 55 tahun saat ini sedang dalam penanganan di UGD RS PMC Indramayu,” jelas Asset 3 Legal Relation Manager, Yosi Ardila.
    Disampaikan, penyebab korban luka bakar menjadi perhatian serius pihaknya dan masih dilakukan investigasi lebih lanjut. “Korban beserta kendaraannya yang terbakar langsung dapat dipadamkan. Mudah-mudahan semuanya bisa diatasi tanpa kendala,” ujarnya.

    Sementara itu, penanggulangan rembesan minyak dan lokalisir tempat kejadian saat ini sudah berhasil ditangani oleh tim dari HSSE dan Onshore Production Operation Pertamina EP Jatibarang Field. Bahkan telah dilakukan pemasangan pipe clamp (klem pipa). “Kami juga melakukan pembersihan ceceran minyak di sekitar lokasi,” terangnya.

    Terkait dengan kerugian yang teridentifikasi dari kejadian, adalah 1 orang korban luka bakar, 1 buah sepeda motor, dan kebun tebu saat ini masih dalam proses perhitungan untuk luasannya.

    “Tim Pertamina EP Jatibarang Field sedang melakukan koordinasi penanggulangan kejadian antara pihak Pertamina EP, dan pihak-pihak terkait setempat, termasuk camat dan polsek,” kata dia.

    Ditegaskan, pendampingan keluarga korban dilakukan Humas Pertamina EP Jatibarang di RS PMC Indramayu. Selanjutnya korban akan dibawa ke RS Pertamina Cirebon untuk mendapatkan perawatan intensif. “Untuk penanganan lebih lanjut terhadap korban agar segera pulih, kami membawanya ke Cirebon,” tandasnya. (tar)


    Kronologis (sequence of event) :
    Pada hari Rabu 5 Oktober 2016 sekitar pukul 06.30, Terjadi sebuah insiden ledakan pipa Pertamina di Desa Amis blok 6 Kecamatan Cikedung . Kejadian ini diduga adanya kebocoran pada pipa Pertamina yang berada di lokasi Jalan Kebun Tebu Desa Amis. Seorang korban yang mengendarai speda motor diduga melintas area pipa Pertamina saat ledakan terjadi. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas terbakar ,satu buah sepeda motor dan beberapa hektar kebun tebu yang terbakar .

    Analisis Penyebab Langsung (direct cause factors) :
    1. Kualitas alat alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada, contohnya : Pipa yang sudah tua
    2. Kurangnya pengecekan alat pipa sehingga terjadi kebocoran pipa

    Analisis Penyebab Tidak Langsung (indirect cause factors) :
    1. Kurangnya kewaspadaan korban saat melintasi area pipa Pertamina
    2. Kurangnya penyuluhan terhadap tentang pipa pertaminia

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Cevin Minaldo Nicholas
    NPM : 167051978
    Semester : II
    Kelas : A1

  24. Dua Pekerja di Karawang Tewas Akibat Ledakan Tabung Penyimpanan Oli

    Bandung – Dua orang pekerja kasar di PT. TAWU INTI BATI, di Kabupaten Karawang, tewas seketika terkena ledakan tabung penyimpanan oli saat sedang bekerja. Hingga saat ini belum diketahui penyebab meledaknya tabung tesebut.
    Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan peristiwa itu terjadi di Kampung Pasirpeundeuy, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Senin (21/11/2016) sekitar pukul 13.30 WIB.

    Ia menuturkan, saat itu Safrudin (30) dan Dede Mulyadi (35) sedang melakukan kegiatan pengelasan. Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, keduanya berada tepat di atas tabung penyimpanan oli tersebut.

    “Para korban sedang melakukan pengelasan di atas tabung penyimpanan oli, tiba-tiba tabung tersebut meledak dan kedua korban terpental hingga tewas,” kata Yusri via pesan singkat.

    Yusri menyebut polisi sudah mendatangai tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kecelakaan kerja tersebut. Hal itu untuk memastikan tidak adanya sebuah kesengajaan.
    “Sementara waktu kami pasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan di lokasi,” ujar Yusri.


    1. Buatlah urutan kejadian (sequence of event)
    Pada hari Senin, 21 November 2016 sekitar pukul 13:30 WIB, dua orang pekerja dari PT. TAWU INTI BATI di Kampung Pasirpeundeuy, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang mengalami kecelakaan kerja.
    Saat itu, pekerja yang bernama Safrudin 30 tahun dan Dede Mulyadi 35 tahun sedang melakukan kegiatan pengelasan. Kegiatan pengelasan tersebut berada tepat diatas tabung penyimpanan oli, dan pada saat mereka sedang melakukan pengelasan tiba-tiba tabung tersebut meledak sehingga mereka terpental dan seketika mereka tewas ditempat, para korban langsung dilarikan kerumah sakit terdekat.

    2. Buatlah analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors).
    Menurut saya faktor penyebab langsung dari kecelakaan tersebut adalah kedua pekerja tersebut melakukan pengelasan diatas tempat penyimpanan oli, karena jika tempat penyimpanan oli tersebut diberi dengan sumber panas dari alat pengelasan maka, persenyawaan udara, hidrogen, dan sumber panas akan menghasilkan sebuah ledakan.

    3. Buatlah analisis faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors).
    Menurut saya faktor penyebab secara tidak langsung dari kecelakaan tersebut adalah:
    – kurangnya pengetahuan pekerja tentang bahaya yang akan ditimbulkan jika mengelas diatas tempat penyimpanan oli,
    – kurangnya pelatihan dan pengarahan K3 dari perusahaan kepada para pekerjanya.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama: Rifda Nur Alifah
    NIM: 167052014
    Semester: II
    Kelas: A1

  25. Tertimpa Marmer yang Jatuh dari Truk, Pekerja di Kebayoran Lama Tewas

    Jakarta – Seorang pekerja harian lepas bernama Sarip Hidayat, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang terjadi saat memindahkan muatan marmer dari atas truk. Ia tertimpa marmer yang ambruk.

    Insiden ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Jl Ridwan 2 RT 10 / 07 Kelurahan Grogol Utara Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Agus Rizal mengatakan peristiwa berawal saat korban dan saksi bernama Herdin sedang menurunkan marmer dari atas truk dengan menggunakan tali tambang yang diikatkan ke bambu sebagai alat untuk mengangkat marmer.

    “Pada saat keduanya ingin mengangkat marmer yang pertama dan menggesernya sedikit, tiba-tiba marmer yang berada di urutan belakang ambruk dan pekerja tidak dapat menahan sehingga marmer tersebut jatuh dari atas truk,” ujar Kompol Agus Rizal dalam keterangannya, Senin (26/4/2016).

    Pada saat kejadian, korban berada di ujung atas truk bernomor polisi B 9209 GQB. Kemudian korban pun terjatuh dari truk dan tertimpa marmer yang mengakibatkan meninggal dunia dengan mengalami luka pada bagian kepala.

    Sarip lalu dibawa ke RS Fatmawati. Pada saat kejadian, ada beberapa pekerja lainnya yang menjadi saksi atas kematian rekannya. Polisi melakukan proses identifikasi dan memeriksa para saksi seusai mendapat laporan peristiwa tersebut.(imk/imk).


    Kronologis Kecelakaan (sequence of event):

    Pada hari Senin tanggal 26 April 2016 terjadi kecelakaan kerja sekitar pukul 17.00 WIB di jalan Ridwan 2 RT 10/01 Kelurahan Grogol Utara Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pekerja bernama Sarip Hidayat dan Herdin mengalami kecelakaan kerja yang terjadi Pada saat keduanya ingin mengangkat marmer dan menggesernya sedikit, tiba-tiba marmer yang berada di urutan belakang ambruk dan pekerja tidak dapat menahan sehingga marmer tersebut jatuh dari atas truk. Pada saat kejadian, korban bernama Sarip Hidayat berada di ujung atas truk bernomor polisi B 9209 GQB. Kemudian korban pun terjatuh dari truk dan tertimpa marmer yang mengakibatkan meninggal dunia dengan mengalami luka pada bagian kepala.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan (direct cause factors) :

    1. Tidak mengikuti prosedur peraturan sehingga menyebabkan kecelakaan.
    2. Tidak mengikuti rambu-rambu kerja.

    Analisis Faktor Penyebab Tidak Langsung Kecelakaan (indirect cause factors) :

    1. Faktor personal.
    2. Adanya masalah diluar lingkungan kerja yang dibawa kedalam lingkungan kerja sehingga pekerja tidak fokus (stress).
    3. Lalai dalam bekerja.
    4. Faktor pekerjaan: pekerjaan yang beresiko tinggi namun pekerjaan tersebut belum ada pengendaliannya sehingga terjadi kecelakaan.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Rinaldy Afriano
    NIM : 167051983
    Semester : II
    Kelas : A1

  26. Kecelakaan kerja terjadi di Babarsari

    Harianjogja.com, SLEMAN — Nasib nahas harus menimpa Tejo Purwanto, 27, warga Ledokdawan, Grobogan, Jawa Tengah. Ia tewas karena tersengat aliran listrik saat mengerjakan pekerjaannya di sebuah proyek pembangunan hotel di daerah Babarsari, Depok, Sleman.

    Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Haryanto mengatakan kejadian kecelakaan tersebut terjadi pada Rabu (25/1/2017) pagi. Saat korban bersama satu temannya mulai mengerjakan proyek di salah satu ruangan dalam proyek hotel tersebut. Karena ruangan tersebut gelap, korban menyambung kabel guna membuat penerangan dengan sebuah lampu. Saat menyambung kabel di ruangan yang gelap tersebut korban tiba-tiba tersengat aliran listrik hingga beberapa waktu.

    “Korban sempat dibantu oleh temannya untuk melepaskan dari sengatan listrik namun sedikit terlambat. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit,” katanya, Rabu (25/1/2017).

    Dikatakannya setelah sempat dilarikan ke RSPAU Hardjolukito nyawa korban akhirnya tidak dapat tertolong. Akibat sengatan listrik tersebut korban mengalami luka cukup parah. Pada bagian perut korban bahkan sampai mengalami luka bakar yang serius.
    Pihak kontraktor dan teman-teman korban yang sudah mengetahui korban tewas namun tidak segera melaporkan kejadian kepada petugas Polsek Depok Barat. Saat korban akan dibawa ke rumah duka di Jawa Tengah barulah salah satu rekannya melapor kepada petugas.

    Petugas yang menerima laporan, saat itu juga kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. “Dari keterangan petugas yang ke lokasi, di tempat kejadian memang ada genangan air. Itu yang terlihat sangat membahayakan,” katanya.


    Kronologis Kecelakaan (sequence of event):

    Pada hari Rabu tanggal 25 Januari 2017,terjadi kecelakaan kerja sekitar pukul 08.35 WIB di sebuah proyek pembangunan hotel di daerah Babarsari,Depok,Sleman. Pekerja bernama Tejo Purwanto berumur 27 tahun mengalami kecelakaan kerja pada saat mengerjakan proyek disalah satu ruangan dalam proyek hotel tersebut bersama satu temannya ,dikarenakan ruangan gelap,korban(Tejo) menyambung kabel guna untuk membuat penerangan dengan sebuah lampu.saat menyambung kabel diruangan gelap tersebut korban(Tejo) tiba-tiba tersengat aliran listrik hingga beberapa waktu.Korban sempat dibantu oleh temannya untuk melepaskan dari sengatan listrik namun sedikit terlambat.Korban kemudian dibawa kerumah sakit RSPAU Hardjolukito,nyawa korban tidak dapat tertolong.Korban mengalami luka bakar yang serius.Petugas melakukan olah TKP,dari keterangan petugas,ditempat kejadian terdapat genangan air.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan (direct cause factors) :

    1. Kurangnya pencahayaan didalam ruangan.
    2. Terdapat genangan air didalam ruangan.
    3. Minimnya penggunaan APD seperti sarung tangan dan sepatu berbahan karet

    Analisis Faktor Penyebab Tidak Langsung Kecelakaan (indirect cause factors):

    1. Faktor personal.
    2. Kondisi tempat kerja yang kurang kondusif.
    3. Faktor pekerjaan: pekerjaan yang beresiko tinggi namun pekerja tersbeut tidak meperhatikan kondisi tempat kerja sehingga terjadi kecelakaan.
    4. Lalai dalam bekerja

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Naufal Rodhi Septiady
    NIM : 167051998
    Semester : II
    Kelas : A1

  27. Karyawan Pabrik Pengolahan Biji Plastik Tewas Tersengat Listrik.

    JAKARTA – Kasus kecelakaan kerja menimpa seorang pekerja di Kalideres, Jakarta Barat. Diduga ada kabel yang terkelupas di mesin pengolahan biji plastik, karyawan tersebut tersengat dan tewas seketika. Korban tewas adalah Herry Siregar (26) karyawan PT. Cipta Jaya Plastik, Pergudangan Miami Blok A.9. Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

    ”Nyawa tak bisa diselamatkan meskipun sudah dicoba dibawa ke klinik,” ucap Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Syfrie Wasdar kepada wartawan, Kamis (26/1/2017). Terkait hal itu, Syafrie ‎ masih melakukan penyidikan, seorang saksi, Budi (21) masih dimintai keterangan untuk mengetahui kornologis peristiwa itu. Budi sendiri, lanjutnya, sempat melihat Herry tersetrum. Ia kemudian langsung mematikan aliran listrik pada mesin biji plastik.
    Terkait hal ini, Syafrie mengatakan masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus ini. Unsur pidana dalam peristiwa ini sedang digali untuk ditingkatkan ke proses penyidikan. Garis polisi kemudian dipasang untuk membersihkan TKP. “Korban sudah dibawa ke RSCM untuk dilakukan autopsi,” katanya.


    1. Urutan kejadian (Sequence Of Event)
    Kecelakaan kerja terjadi kepada salah satu karyawan di pabrik pengolahan biji plastik PT. Cipta Jaya Plastik yang berlokasi di Pergudangan Miami Blok A.9. Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Korban (Herry Siregar, 26 tahun) tersengat listrik pada hari Kamis, 26 Januari 2017. Saat kejadian yang dialami korban, pekerja lain sempat melihat kejadian tersebut dan langsung mematikan aliran listrik mesin pengolahan. Korban langsung dibawa ke klinik namun sayang nyawa korban tidak bisa terselamatkan.
    Terkait kasus yang menimpa korban tersebut, penyelidikan lebih lanjut dilakukan di TKP oleh Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Syfrie Wasdar dan kepada saksi (Budi, 21 tahun). Dugaan sementara adalah adanya kabel yang terkupas pada mesin biji plastik. Untuk proses penyelidikan yang lebih lanjut, korban dibawa ke RSCM untuk diautopsi.

    2. Faktor penyebab langsung kecelakaan (Direct Cause Factors)

    Berdasarkan kasus yang telah dipaparkan tersebut, penyebab langsung kecelakaan dibagi menjadi dua, yaitu:

    1) Tindakan Tidak Aman (Unsafe Acts)
    Tindakan tidak aman yang dimaksut yaitu tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). Kecelakaan kerja yang dialami oleh korban (Herry Siregar) dikarenakan korban tidak menggunakan APD saat bekerja di pabrik pengolahan biji plastik, oleh sebab itu saat korban tersengat aliran listrik, sengatan tersebut langsung mengenai tubuh korban hingga menyebabkan kematian. Penggunaan APD diharapkan bisa mengurangi resiko kecelakaan kerja terutama pada karyawan di pabrik yang memiliki resiko kecelakaan tinggi.

    2) Kondisi Tidak Aman (Unsafe Condition)
    Kondisi tidak aman yang dimaksut pada kasus yang dialami korban (Herry Siregar) disebabkan oleh kondisi mesin yang sudah tidak baik. Dugaan sementara adalah kondisi mesin tersebut mengalami pengelupasan pada bagian kabel yang memiliki aliran listrik dan kurangnya perhatian untuk perawatan mesin tersebut. Selain itu tidak terdapat instalasi kabel listrik yang terstandart untuk dipasang pada lingkungan berbahaya seperti pada mesin pengolah biji plastik yang tidak terdapat pada pabrik tersebut.

    3. Faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (Indirect Cause Factors).

    Berdasarkan kasus yang telah dipaparkan tersebut, penyebab tidak langsung kecelakaan dibagi menjadi dua, yaitu:

    1) Faktor Pekerjaan
    Berdasarkan kecelakaan kerja yang terjadi pada korban (Herry Siregar), salah satu faktor pekerjaan yang dimaksut adalah tidak adanya pengaman atau antisipasi sistem keamanan pada lingkungan kerja terutama di bagian pabrik pengolahan biji plastik PT. Cipta Jaya Plastik. Padahal pada bagian pengolahan merupakan bagian yang beresiko tinggi dan membahayakan keselamatan karyawan

    2) Faktor Personal
    Faktor personal yang dimaksut adalah terjadinya human error pada korban (Herry Siregar), dimana korban tidak memeriksa kondisi atau alat kerja sebelum melakukan pekerjaannya dan tidak memperhatikan keselamatan diri dalam bekerja sehingga merugikan dirinya sendiri.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : M. Pandji Anoem B.P
    NIM : 167052027
    Semester : II
    Kelas : A2

  28. Gondola Intiland Tower Jatuh Saat Dites

    TEMPO.CO, Jakarta – Gondola yang jatuh dari lantai 23 Intiland Tower di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, sedang dalam proses uji coba oleh pihak kontraktor. Akibatnya, teknisi yang sedang berada gondola saat itu, Agus Heriyadi (30 tahun), ikut terhempas dan tewas di lokasi kejadian.

    “Korban sedang bekerja sebagai kontraktor untuk melakukan perbaikan. Saat dites dari lantai 23, tiba-tiba gondola itu jatuh bersama korban hingga ke lantai dasar,” kata Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Pusat Komisaris Suyatno, Rabu, 26 Oktober 2016.

    Gondola jatuh sekitar pukul 11.15 WIB. Sebelum jatuh ke lantai dasar, gondola itu sempat menabrak videotron di lantai empat gedung berlantai 23 itu. Videotron itu ringsek, sedangkan gondola jatuh dan hancur berkeping-keping.

    Menurut Corporate Communication PT Intiland Development Prananda Herdiawan, perbaikan itu sudah dilaksanakan sejak beberapa hari terakhir. Gondola itu memang sedang rusak dan sedang diperbaiki kontraktor, yakni PT Hitachindo Utama.

    “Hari ini adalah tahap pengetesan yang dilakukan kontraktor,” kata Prananda saat ditemui di lokasi kejadian. Adapun petugas kontraktor yang berada di gondola pada saat kejadian adalah Agus Heryadi.

    Dari pantauan Tempo, sekitar pukul 12.40 WIB, jenazah Agus dievakuasi tim INAFIS Polres Jakarta Pusat. Jalan Profesor Dr Satrio pun mendadak macet. Beberapa pengendara menghentikan kendaraannya untuk melihat reruntuhan gondola yang belum dievakuasi.

    Prananda mengatakan masih belum mengetahui penyebab jatuhnya gondola. “Kami masih menunggu keterangan dari PT Hitachindo.” kata dia.

    Saat ini, jenazah Agus, warga Garut, Jawa Barat, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sedangkan reruntuhan gondola masih berserakan di lokasi kejadian. “Kami sedang menyisir dulu di dalam gedung. Baru ke lantai 23 untuk olah TKP,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustaqim.


    Urutan kejadian (sequence of event)
    Pada hari Rabu, 26 Oktober 2016 tepatnya di gedung Intiland Tower, Jakarta Pusat. Agus Heriyadi (30 tahun) yang merupakan seorang teknisi sedang melakukan perbaikan sekaligus uji coba terhadap gondola gedung yang diketahui sebelumnya sempat rusak dan sudah lama tidak dioperasikan.
    Sekitar pukul 11.15 WIB, pada saat gondola yang di uji coba berada di lantai 23, tiba – tiba gondola terjatuh. Akibatnya, teknisi yang sedang berada digondola saat itu ikut terhempas bersama dengan jatuhnya gondola. Sebelum jatuh ke lantai dasar, gondola sempat menabrak videotron di lantai empat gedung Intiland. Agus Heriyadi pun tewas seketika karena luka parah di bagian kepala.
    Pukul 12.40 WIB, jenazah Agus dievakuasi tim INAFIS Polres Jakarta Pusat. Setelahnya korban di bawa ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum et repertum.

    Faktor penyebab langsung (direct cause factors)
    Diduga penyebab langsung jatuhnya Gondola yaitu putusnya tali sling. Selain itu penyebab jatuhnya gondola yaitu bentuk gondola yang didesain untuk gedung vertikal sehingga tidak sesuai dengan bentuk gedung di Intiland Tower yang menjorok ke dalam.

    Faktor kontribusi secara tidak langsung (indirect cause factors)
    – Kurangnya pengetahuan, keahlian, serta berperilaku tidak aman saat di ketinggian
    – Peralatan dan perlengkapan mekanik yang selalu berpindah sehingga mempengaruhi kondisi alat (gondola)
    – Tidak adanya prosedur baik SOP maupun JSEA, serta tidak memiliki kecukupan pengawas yang handal
    – Tidak tersedianya pelatihan untuk para teknisi dan kurangnya finansial dalam mendukung program pelatihan

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama: Rizky Siti Anisyah
    NIM: 167051997
    Semester: II
    Kelas: A1

  29. Pekerja Pabrik Tewas Tergilas Mesin Pengering Kain

    RANCAEKEK, TRIBUNJABAR.CO.ID – Nahas menimpa Andri Kurniawan. Pria berusian dua puluh tahun asal Kampung Cipasir, Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, tewas mengenaskan.
    Andri tewas di tempat kerjanya di PT Budi Agung Sentosa yang berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung sekira pukul 08.00, Kamis (19/1).

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun, Andri yang diketahui memiliki anak yang masih berusia enam bulan tersebut tewas setelah tergilas mesin Centri Bugal (mesin pengering kain).
    Pihak kepolisian dari Polsek Rancaekek, Tim Inafis Polres Bandung saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menanyai beberapa saksi mata. Pihak keluarga korban pun juga sudah berdatangan.

    Meski begitu, wartawan maupun pihak keluarga korban masih belum diperbolehkan untuk menuju atau melihat TKP. Saksi mata yang mengetahui pasti kronologis kejadian tersebut belum bisa dimintai keterangan karena masih syok.(raw)


    Urutan kejadian (sequence of events)
    1. Korban (seorang operator mesin pengering kain otomatis) hendak memasukkan kain ke dalam mesin pengering.
    (19 Januari 2017 pukul 07:58 WIB)
    2. Korban terpeleset.
    (19 Januari 2017 pukul 07:58 WIB)
    3. Tangan korban terlilit kain.
    (19 Januari 2017 pukul 07:58 WIB)
    4. Korban terseret masuk ke dalam mesin pengering.
    (19 Januari 2017 pukul 07:58 WIB)
    5. Tubuh korban tergilas mesin pengering.
    (19 Januari 2017 pukul 07:58 WIB)
    6. Korban meninggal dengan keadaan kaki terlepas dari badan dan anggota badan lainnya hancur tergilas mesin pengering.
    (19 Januari 2017 pukul 07:58 WIB)
    7. Jasad korban dievakuasi dan di bawa ke RSHS.
    (19 Januari 2017 sekitar pukul 08:05 WIB)

    Penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors)
    a. Kondisi lantai yang basah dan licin.
    b. Tidak ada safeguard atau pengaman di sekitar mesin yang berputar.
    c. Mesin tidak dilengkapi dengan sistem pengamanan otomatis.
    d. Pekerja tidak memakai APD yang semestinya. Sebagai contoh, pekerja yang bekerja di lingkungan yang licin harus menggunakan sepatu safety dengan sol anti slip atau slip resistence.

    Penyebab tidak langsung kecelakaan (indirect cause factors)
    a. Kurangnya konsentrasi.
    b. Kurangnya pengawasan dari pengawas.
    c. Perusahaan mengabaikan peraturan sistem K3.
    d. Perusahaan kurang memperhatikan kesejahteraan pekerjanya hingga dapat berakibat stress pada tenaga kerja.
    e. Kurangnya pengetahuan tenaga kerja tentang pentingnya budaya K3.

    Daftar pustaka :
    Tribun Jabar edisi Kamis, 19 Januari 2017 14:31 WIB
    http://jabar.tribunnews.com/2017/01/19/breaking-news-pekerja-pabrik-tewas-tergilas-mesin-pengering-kain
    elJabar, 19 Januari 2017 14:18 WIB
    http://eljabar.com/tubuh-andri-hancur-tercabik-cabik-mesin-pengering-pabrik


    Nama : Fanny Audrey Devina
    NIM : 167052044
    Semester : II
    Kelas : A2

  30. Kecelakaan Kerja di Tambang Freeport, Satu Orang Tewas

    VIVA.co.id – Kecelakaan kerja kembali terjadi di tambang terbuka Grasberg, Papua, yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Kecelakaan yang terjadi pada hari Senin, 17 Oktober 2016, pukul 17.23 WIT menelan satu orang korban Jiwa.

    Kecelakaan terjadi karena satu unit kendaraan dozer D 11 terguling di area Bench 1. Dikabarkan, satu operator meninggal dan satu pengawas cedera berat.
    Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Riza, pihaknya langsung melakukan proses evakuasi sesaat setelah kejadian nahas tersebut terjadi.

    “Tim Command Center PT Freeport Indonesia menerima laporan adanya insiden di area tambang terbuka Grasberg. Satu orang karyawan dilaporkan meninggal dunia, dan satu orang karyawan mengalami cedera,” kata Riza kepada VIVA.co.id, Selasa 18 Oktober 2016.

    Saat ini, kedua korban telah dievakuasi ke di Rumah Sakit Tembagapura sambil menunggu proses identifikasi lebih lanjut. “Sesuai dengan prosedur, kami telah melaporkan hal ini ke Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” katanya. Pihak Freeport, lanjut dia, menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Riza mengklaim bahwa keselamatan kerja menjadi prioritas utama perusahaan.

    “Keluarga besar PTFI menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya korban. Keselamatan kerja adalah prioritas utama kami.” kata Riza. (ase).


    Urutan kejadian (Sequence of event)
    1. 2 (dua) orang operator dozer DZ 0193 (Nelson Pondayar dan Yereth) sedang melakukan aktivitas penambangan di area Gresberg Tembagapura.
    2. Kemudian hari Senin, 17 Oktober 2016 pukul 17:23 WIT dozer yang dikendarai Nelson Pondayar terguling akibat jalan yang dilalui tidak dapat menahan beban kendaraan.
    3. Jalan tersebut ambruk ke bawah.
    4. Dozer tersebut terguling dari ketinggian 20 meter.
    5. satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, diketahui atas nama Nelson Pondayar. Sementara salah satunya selamat dan mengalami luka adalah Yereth Usior.
    6. Pada pukul 19:05 WIT korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit ISOS di Mile-68 Tembagapura dengan mengunakan ambulance.

    Penyebab langsung kecelakaan (Direct cause factors)
    • Massa kendaraan yang begitu besar.
    • Kondisi jalanan yang kurang memadai.
    • Kelalaian operator yang tidak menggunakan APD (Safety belt).

    Penyebab tidak langsung kecelakaan (Indirect cause factors)
    • Kurangnya pengetahuan korban tentang area tempat kerjanya.
    • Kurangnya pengawasan di area tambang tersebut.
    • Komunikasi yang kurang baik antara operator dengan supervisor atau pengawas K3.
    • Kurangnya pengetahuan tenaga kerja akan pentingnya penerapan budaya K3.
    • Kurangnya rambu-rambu lalu lintas di area tambang.

    Daftar pustaka :
    Viva.co.id edisi Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:21 WIB
    http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/836033-kecelakaan-kerja-di-tambang-freeport-satu-orang-tewas

    detikNews edisi Selasa 18 Oct 2016, 17:11 WIB
    http://news.detik.com/berita/d-3323634/ada-kecelakaan-di-tambang-freeport-seorang-pekerja-tewas


    Nama : Adam Ilhamsyah
    NIM : 167052058
    Semeter : II
    Kelas : A2

  31. Kecelakaan Kerja di Kelapa Gading Tewaskan Seorang Buruh

    Jakarta – Seorang buruh berusia 40 tahun-an yang belum diketahui identitasnya tewas seketika setelah mengalami kecelakaan kerja di Jalan Puspa Gading VIII Blok C1 Nomor 21, RT09/RW16, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Senin (27/2).

    Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan ini. Pria ini tewas saat mengerjakan renovasi sebuah rumah tinggal yang menggunakan sejumlah buruh dari dua kampung halaman yang berbeda itu.

    Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Argo Wiyono, mengatakan kejadian kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan pihaknya baru mendapat laporan dari warga yang melihat ada sejumlah buruh berlarian dari sebuah rumah proyek.

    “Setelah kami periksa rupanya ada seorang buruh yang jatuh dan tertimpa puing bangunan dan sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Argo, Senin (27/2) sore.

    Ia menyebutkan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam kecelakaan tersebut. Pasalnya dari sejumlah saksi yang diperiksa menyebutkan ada ketidakakuran antara dua kelompok buruh yang dipekerjakan dalam proyek renovasi rumah itu.

    Warsito (51) asal Sukaharjo, mandor utama dari proyek tersebut saat ini sedang dalam pemeriksaan polisi. Begitu pula Robby Kurniawan (36) seorang petugas keamanan kompleks perumahan tersebut.

    “Korban saat ini sudah dievakuasi ke RSCM, sedangkan semua buruh yang berada di lokasi saat kejadian masih kami periksa,” tandas Argo.


    1. Urutan kejadian (sequence of event) dengan mencantumkan tanggal dan jam kejadian.
    Urutan kejadian dari peristiwa tersebut yaitu :
    – Pada hari Senin tanggal 27 Febuari 2017 sekitar pukul 16.00 WIB, seorang buruh berusia sekitar 40 tahunan mengalami kecelakaan kerja di Jalan Puspa Gading VIII Blok C1 Nomor 21, RT09/RW16, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
    Pria ini tewas saat mengerjakan renovasi sebuah rumah tinggal yang menggunakan sejumlah buruh dari dua kampung halaman yang berbeda. Setelah diperiksa rupanya ada seorang buruh yang jatuh dan tertimpa puing bangunan dan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Pihak kepolisian baru mendapatkan laporan dari warga yang melihat ada sejumlah buruh berlarian dari sebuah rumah proyek. Dari sejumlah saksi yang di periksa menyebutkan ada ketidakakuran antara dua kelompok buruh yang dipekerjakan dalam proyek renovasi rumah tersebut. Saat ini korban telah di evakuasi ke RSCM, sedangkan semua buruh yang berada di lokasi saat kejadian masih diperiksa oleh pihak kepolisian. Dan pihak kepolisian pun masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa penyebab pasti kecelakaan tersebut.

    2. Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors).
    Berdasarkan hasil analisa yang saya dapatkan dari insiden tersebut yaitu :
    – Peristiwa kecelakaan tersebut diduga akibat kelalaian seorang buruh yang jatuh dan tertimpa puing bangunan dan langsung dalam kondisi meninggal dunia.
    – Faktor emosional, karena dari berita tersebut menurut sejumlah saksi yang diperiksa menyebutkan ada ketidakakuran antara dua kelompok buruh yang dipekerjakan dalam proyek renovasi rumah itu. Itu dapat menimbulkan beban kerja tersendiri bagi korban karna ketidakakuran antara kelompok buruh yang satu dengan yang lainnya.

    3. Analisis faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors).
    Berdasarkan hasil analisa yang saya dapatkan dari insiden tersebut yaitu :
    – Kurangnya pelatihan tentang K3 pada pekerja, sehingga para pekerja tidak mengetahui tentang masalah – masalah jika menghadapi suatu kecelakaan. Oleh karena itu seharusnya pihak perusahaan memberikan pelatihan K3 kepada para pekerja, agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali.
    – Kurangnya pengamanan yang di pakai oleh pekerja pada saat bekerja di ketinggian.
    – Tidak adanya prosedur baik SOP maupun JSA. Serta tidak memiliki pengawas yang handal dibidangnya.
    – Kurangnya pengetahuan pekerja tentang bahaya yang di timbulkan ketika bekerja di ketinggian.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Irene Virginingtyas
    NIM : 167051986
    Semester : II
    Kelas : A1

  32. Teknisi Tewas Saat Memperbaiki Lift Universitas Jayabaya

    Metrotvnews.com, Jakarta: Teknisi bernama Adi Kelana, 45, meninggal akibat kecelakaan kerja saat memperbaiki lift di Universitas Jayabaya, Jakarta Timur. Adi terjepit lift.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, peristiwa terjadi pada Senin, 31 Oktober 2016, sekitar pukul 16.00 WIB
    “Saat sedang memperbaiki lift, korban terpeleset dan terjepit di antara pintu lift dengan mesin lift,” ujar Awi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/11/2016).

    Saat itu, korban diperintah atasannya untuk memperbaiki lift yang rusak di kampus tersebut sejak pukul 14.00 WIB. Awi menjelaskan, hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui lift dalam keadaan hidup saat diperbaiki.

    Akibat kejadian itu, korban meninggal karena luka robek di bagian leher, pelipis, jari tangan kanan, paha hingga sikut robek dan dada memar.
    “Penyelidikan kasus ini ditangani Polsek Pulo Gadung,” kata Awi


    Analisis

    1.Kejadian

    Jakarta Timur Senin, 31 Oktober 2016,pukul 16.00 WIB. Teknisi bernama Adi Kelana, 45, meninggal akibat kecelakaan kerja saat memperbaiki lift di Universitas Jayabaya.
    “Saat sedang memperbaiki lift, korban terpeleset dan terjepit di antara pintu lift dengan mesin lift,” ujar Awi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/11/2016).
    Saat itu, korban diperintah atasannya untuk memperbaiki lift yang rusak di kampus tersebut sejak pukul 14.00 WIB. Awi menjelaskan, hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui lift dalam keadaan hidup saat diperbaiki.
    Akibat kejadian itu, korban meninggal karena luka robek di bagian leher, pelipis, jari tangan kanan, paha hingga sikut robek dan dada memar hingga tewas.

    2. Analii Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan

    Menurut analisa faktor penyebab langsung kejadian berupa:
    *Peristiwa itu disebabkan krena kelalaian pekerja tersebut. Dikarnakan lift masih dalam keadaan hidup.
    *Pekerja tidak mematuhi SOP saat memperbiki lift tersebut.
    *Alat penjaga atau pengaman jauh dari standard keselamatan ( sudah tidak layak )
    *Tidak memakai alat pelindung diri (APD)
    *Ruang gerak yg tidak leluasa sehingga menyebabkan korban tidak dapat menghindar dari terjepit pintu lift dan mesin

    3.Analisis Faktor Kontribusi Secara Tidak Langsung Berperan Pada Kecelakaan

    Adapun analisa faktor penyebab tidak langsung kejadian tersebut
    * Kurangnya pengetahuan analisis korban terhadap lingkungan sekitarnya ( adanya material yang berserakan ) yang menyebabkan iya tepeleset dan terjepit di antara pintu lift
    * Tidak adanya pelatihan atau pengarahan yang tepat dari pemberi tugas
    * Bekerja saat kondisi tubuh sedang tidak fit ( dalam keadaan sehat ) sehingga menyebabkan pekerja tersebut tidak berkonsentrasi saat bekerja.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Adithiya Pratama Putra
    NIM : 167052015
    Semester : II
    Kelas : A2

  33. Dua Pekerja PT Antam Kecelakaan Kerja, Satu Tewas

    Bogor – Dua pekerja PT Aneka Tambang (Antam) Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menjadi korban kecelakaan kerja saat berada di terowongan area penambangan emas Pongkor. Satu orang bernama Deni Anwar (30) dilaporkan meninggal dunia, dan Jaenudin (25) dalam perawatan rumah sakit.
    Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky dalam keterangannya menuturkan, kejadian bermula ketika keduanya tengah kegiatan cooking/penutupan dengan cor semen di jalur penambangan sekitar pukul 10.00 WIB.

    “Keduanya terjatuh di ketinggian sekitar 30 meter. Mendapat laporan tersebut, tim darurat PT Antam melakukan evakuasi dan berhasil mengeluarkan Jaenudin dalam keadaan kritis dan sudah ditangani rumah sakit. Sedangkan, Deni baru bisa dievakuasi sekitar pukul 19.00 dan ditemukan dalam kondisi meninggal,” kata Dicky, Selasa (27/12).
    Diduga lubang berisi gas beracun, tiga tim darurat, Yoga, Dian, dan Agung juga mengalami pingsan. Namun demikian, kata Dicky, ketiganya sudah dalam keadaan baik dan sudah diperbolehkan pulang.

    Saat ini, polisi, PT Antam dan dinas terkait tengah melakukan cek kejadian perkara untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut.

    Sementara, Humas PT Antam, Pongkor Bagus Purbananda menambahkan, PT Antam sepenuhnya bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut. Ia pun menyebutkan, tim investigasi saat ini tengah melakukan observasi guna mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

    “Bisa saja karena gas, tetapi kami tidak bisa memastikan. Ada orang engineer untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut,” katanya. Bagus juga memastikan, bahwa PT Antam tetap beroperasi seperti semula. “Hanya area kecelakaan saja yang ditutup sementara, selebihnya beroperasi seperti semula,” tambahnya.


    Kronologis Kecelakaan (sequence of event) :

    Pada hari selasa, 27 Desember 2016 sekitar pukul 10.00 WIB terjadi kecelakaan kerja di PT. Aneka Tambang (Antam) Gunung pongkor, kecamatan Nanggung, kabupaten Bogor. Satu orang bernama Deni Anwar (30) dilaporkan meninggal dunia, dan Jaenudin (25) dalam perawatan rumah sakit. Kejadian bermula ketika keduanya tengah kegiatan cooking/penutupan dengan cor semen di jalur penambangan sekitar pukul 10.00 WIB.Keduanya terjatuh di ketinggian sekitar 30 meter. tim darurat PT Antam melakukan evakuasi dan berhasil mengeluarkan Jaenudin dalam keadaan kritis dan sudah ditangani rumah sakit. Sedangkan, Deni baru bisa dievakuasi sekitar pukul 19.00 dan ditemukan dalam kondisi meninggal.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan (direct cause factors) :

    1. Kemungkinan tidak adanya alat pelindung diri (APD) yang dipersiapkan oleh pihak PT. Antam.
    2. Kemungkinan tidak adanya pelatihan mengenai keselamatan kerja.
    3. Tidak mengikuti prosedur (SOP), peraturan dan keselamatan kerja

    Analisis Faktor Secara Tidak Langsung (indirect cause factors) :

    1. Mengabaikan inturuksi kerja, tidak mematuhi rambu-
    rambu dilokasi kerja.
    2. Kemungkinan pekerja tidak mengikuti prosedur, peraturan dan keselamatan kerja.

    Sumber Pustaka : Beritasatu.com, edisi Selasa 27 Desember 2016 20:56 WIB
    http://m.beritasatu.com/aktualitas/406686-dua-pekerja-pt-antam-kecelakaan-kerja-satu-tewas.html


    Nama : Candra Kautsar
    NIM : 167051974
    Semester : II
    Kelas : A1

  34. Innalillahi… Pekerja PLN Tewas Tersengat Listrik ketika Pasang Jaringan Baru

    TANGERANG SELATAN – Seorang pekerja kontrak PLN, Satiri (50) tewas tersengat aliran listrik saat tengah memasang jaringan kabel di Desa Dangdang, Cisauk, Tangerang Selatan.

    Menurut keterangan Solihin (45), saksi sekaligus petugas sekuriti di SMPN 2, karyawan kontrak PLN cabang Serpong itu datang ke lokasi sekira pukul 12.30 WIB, lalu meminta ijin untuk memasang jaringan kabel listrik baru yang mengarah ke jaringan kabel laboratorium SMPN 2 Tangsel.
    “Korban datang ke lokasi mengendarai sepeda motor dan membawa sejumlah perlengkapan, kemudian meminta ijin pada sekuriti SMPN 2 untuk memasang jaringan kabel baru itu,” terang Kepala Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri kepada wartawan, Senin (13/2/2017).
    Awalnya Solihin sempat mengawasi korban yang akan memulai proses pemasangan kabel melalui tiang listrik, namun karena merasa tak memerlukan bantuannya, Solihin berlalu dan kembali ke sekolah.

    Selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba terdengar teriakan dari penjaga kantin sekolah, Rumayati (50). Solihin pun bergegas menghampirinya, dan melihat Rumayati menunjuk pada tubuh korban yang tergantung lemas pada tali pengaman di tiang listrik tersebut.
    “Korban menggantung di tiang listrik dengan tali pengaman, diduga korban meninggal akibat tersengat listrik,” ungkap Mansuri.
    Korban saat kejadian mengenakan kemeja warna biru motif putih dan celana jeans biru dengan ikat pinggang berlogo securiti. Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Selaras untuk dilakukan autopsi.

    “Barang bukti yang kita amankan di lokasi berupa sepeda motor korban, gulungan kabel listrik dan alat pemotong kabel,” tutupnya.


    Kronologis kecelakaan (sequence of event).

    Kejadian bermula di siang hari pukul jam 12.30 WIB. Seorang pekerja PLN cabang Serpong, Tangerang Selatan bernama Satiri datang ke desa Dangdang, Cisauk, Tangerang Selatan untuk memasang jaringan kabel listrik baru yang mengarah ke jaringan lab SMP Negeri 2 Tangerang Selatan dengan membawa perlengkapan. Awalnya Satiri di awasi oleh Solihin yang merupakan satpam SMP Negeri 2 Tangerang Selatan tersebut tetapi karena merasa tidak perlu diawasi Solihin pun meninggalkan Satiri. Selang beberapa menit tiba-tiba terdengar teriakan dari penjaga kantin sekolah, Rumayati, sang satpam bergegas menghampirinya dan melihat Rumayati menunjuk pada tubuh Satiri yang tergantung lemas pada tali pengaman di tiang listrik. Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Selaras untuk dilakukan autopsi.

    Analisis faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors), antara lain :
    1. Tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.
    2. Tidak mengikuti SOP.
    3. Kualitas kabel yang buruk.
    4. Kelalaian dalam bekerja.

    Analisis faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors), antara lain :
    1. Kurangnya pelatihan atau pengetahuan.
    2. Tidak fokus dalam bekerja.
    3. Kurangnya pengawasan.

    Sumber pustaka: Okezone.com, edisi Senin, 13 Februari 2017 20:13 WIB
    http://m.okezone.com/read/2017/02/13/338/1617348/innalillahi-pekerja-pln-tewas-tersengat-listrik-ketika-pasang-jaringan-baru


    Nama: Usat Ventufa
    NIM: 167051971
    Semester: II
    Kelas: A1

  35. 2 Pekerja Tewas Terjatuh dari Lantai 18 Gedung Capitol Jakarta Pusat

    Liputan6.com, Jakarta – Kecelakaan kerja di Gedung Capitol, Jalan Prajurit KKO Usman Harun, Senen, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Dua pekerja meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 18 gedung tersebut.

    Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengungkapkan, dua korban tewas akibat kecelakaan kerja itu bernama Didik Eko Prasetyo (20) dan Suyoto (37). Keduanya merupakan warga Boyolali, Jawa Tengah yang bekerja pada proyek pembangunan gedung tersebut.

    “Kejadian sekitar pukul 22.15 WIB tadi.‎ Kedua korban meninggal setelah terjatuh dari lantai 18,” ucap Suyatno di Jakarta, Sabtu malam, 7 Mei 2016.
    Berdasarkan keterangan saksi, menurut Suyatno, ‎kedua korban saat itu tengah memasang tiang besi di lantai 18. Diduga, korban kurang hati-hati hingga terjatuh dan tewas di lokasi kejadian.

    “Saat bekerja, diduga korban tak memakai alat keselamatan, sehingga terjatuh,” Suyatno menerangkan.

    Polisi yang menerima laporan adanya kecelakaan kerja langsung mendatangi lokasi dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).‎ Saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Salemba, Jakarta Pusat, untuk divisum.

    “Jenazah korban sudah dibawa ke RSCM. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi-saksi. Kasusnya ditangani Polsek Senen,” ujar Suyatno.


    Kronologis kecelakaan :
    Pada hari Sabtu malam 7 Mei 2016 sekitar pukul 22.15 WIB terjadi sebuah kecelakaan yang menewaskan dua orang pekerja yang sedang melakukan pekerjaan memasang tiang besi di gedung capitol di lantai 18. Saat pekerjaan itu di lakukan,pekerja diduga kurang berhati hati dalam melakukan pekerjaanya sehingga pekerja tersebut terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Faktor penyebab langsung kecelakaan (direct cause factors ):

    1. Pekerja tidak memaksimalkan APD (alat pelindung diri) dalam pekerjaan yang dilakukannya
    2. Pekerja tersebut tidak mematuhi SOP yang diberikan pada Perusahaan

    Faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors).

    1. Pekerja tersebut kurang berhati hati dalam melakukan pekerjaannya
    2. Kurangnya pengetahuan keselamatan bagi pekerja tersebut
    3. Kurangnya pengawasan bagi pekerja tersebut

    Sumber Pustaka: Liputan6.com, edisi 8 Mei 2016 01:07 WIB
    http://m.liputan6.com/news/read/2501468/2-pekerja-tewas-terjatuh-dari-lantai-18-gedung-capitol-jakpus


    Nama: Ketut Radea Pandunata
    NIM: 167051977
    Semester: II
    Kelas: A1

  36. Pekerja CS IKPP Tewas Terjatuh dari Ketinggian 20 Meter

    RIAUBOOK.COM – Terjadi kecelakaan kerja di dalam perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang.

    Ely Nawarni Daulay yang berprofesi sebagai Cleaning Service (CS) menjadi korban, ia tewas di tempat setelah jatuh dari ketinggian 20 meter di Damper Conveyor 6 lokasi MB-12.

    Saat kejadian, korban yang bekerja dengan kontraktor PT Yove Anugerah sedang bekerja di lokasi MB-12. Kecelakaan kerja terjadi Sabtu (18/03/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

    Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tualang Kompol Ali Dahmar Siregar melalui Kanit Reskrim AKP Yusuf Purba membenarkan adanya insiden satu orang karyawan yang jatuh saat sedang bekerja.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban pada saat kejadian sedang bekerja bersih-bersih di lantai atas bagian Damper Conveyor 6 lokasi MB-12. Tanpa diduga ternyata korban terjatuh.

    Insiden tersebut mengagetkan pekerja yang ada di lokasi tersebut. Korban tersebut tewas dan langsung dibawa ke klinik terdekat. Jasadnya kemudian diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan.

    Sementara itu, Humas PT IKPP, Armadi saat dikonfirmasi, belum memberikan keterangan mengenai hal tersebut. Hingga kini, awak media masih mencoba untuk melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan. (RB/Agus)


    Kronologi kejadian ( sequence of event):
    Pada hari sabtu (18/03/2017) sekitar pukul 10.00 terjadi kecelakaan kerja di PT Yove Anugerah Perawang satu orang tewas dalam kejadian ini karena terjatuh dari ketinggian 20 meter di Damper Conveyor 6 lokasi MB-12 Perawang

    Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan (direct cause factors) :

    Menurut saya kenapa bisa terjadi kecelakaan kerja seperti ini karena ada berbagai faktor yang pertama :
    1.Minimnya / tidak menggunakan pemakaian APD/PPE Safety Belt karena apabila pekerja tersebut memakai APD/PPE kemungkinan tidak terjadi.
    2.Tidak mengikuti prosedur(SOP),peraturan dan keselamatan kerja

    Analisis Faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors) :

    1.Faktor Pribadi (Personal) : masalah dirumah yang terbawa ke tempat kerja sehingga kurangnya fokus / konsentrasi kerja.
    2.Faktor Pengetahuan Pekerja: kurangnya pelatihan dan pengetahuan sehingga terjatuh dari gedung

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Ridho Adi Dharma Kusuma
    NIM : 167052005
    Semester : II
    Kelas : A1

  37. Rehab Gedung DPRD Merangin Telan Korban, Satu Pekerja Tewas

    Sarkoni (20) seorang pekerja alat berat warga Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi tewas tertimpa puing bangunan saat merenovasi gedung DPRD Merangin, Minggu (31/7/2016).

    Informasi yang didapat dari warga setempat bernama Andi, peristiwa bermula saat korban bersama operator alat berat PT. Jambi Emas Mega Pratama tengah meruntuhkan bangunan DPRD Kabupaten Merangin, guna direhap kembali.

    Disaat korban sedang asyik mengawasi alat berat itu bekerja, tiba-tiba bangunan yang dikais alat berat runtuh dan menimpa kepala bagian belakang korban hingga memar dan berdarah, Nahasnya korban tidak menggunakan helm keselamatan kerja.

    “Kejadian ini bermula, ketika korban sedang mengawasi alat berat meruntuhkan bangunan DPRD. Mungkin korban tak tahu, sedang asyik mengawasi tiba-tiba puing-puing beton yang dikais alat runtuh langsung mengenai kepalanya,” kata Andi.

    Andi menceritakan, melihat kondisi tersebut oprarator alat berat dan warga sekitar langsung mencoba menyalamatkan korban. Namun, sayangnya nyawa korban tak tertolong lagi.

    “Operator alat berat berusaha mengangkat reruntuhan bangunan yang menimpa korban. Namun sayangnya setelah itu nyawa korban sudah tidak ada,” timpalnya.

    Melihat kondisi korban sudah tak bernyawa lagi ujar Andi, kemudian operator membawa jasad korban kerumah duka untuk disemayamkan. “Setelah diketahui tewas, korban langsung dibawa ke rumah duka,” sebut Andi.

    Kapolsek Kota Bangko Iptu Didih engkas Membenarkan jika telah terjadi kecelakaan kerja di Gedung DPRD Merangin.

    “Korban meninggal dunia di rumah sakit, karena korban mengalami luka berat di bagian kepala, dan kini jenazah korban sudah di bawa ke rumah duka,” ungkap IPTU Didih Engkas, Minggu(31/7/2016)

    Didih mengatakan, peristiwa ini masih dalam penyelidikan anggotanya, dan belum bisa menyimpulkan penyebab pasti. “untuk penyebab pasti kita belum bisa menyimpulkan apakah ini murni kecelakaan apa tidak,” pungkasnya.


    Analisis :

    Merangin,Jambi Minggu,31 Juli 2016 Pukul 21.00 WIB.

    Seorang pekerja PT.Jambi Emas Mega Pratama, bernama Sarkoni (20th), tewas saat mengawas gedung DPRD karena tertimpa puing bangunan saat mengawas dengan jarak dekat dengan alat berat bekerja, tiba-tiba puing bangunan DPRD yang dikais runtuh dan menimpa kepala korban bagian belakang hingga berdarah. Operator alat berat berusaha mengangkat reruntuhan puing bangunan yang menimpa korban, namun nyawa korban tidak tertolong.

    Faktor penyebab langsung dalam masalah ini ,yaitu :
    A. Tindakan tidak aman (Unsafe Action )
    1.Tidak memakai APD, korban tidak mengenakan APD saat bekerja.

    B.Kondisi tidak aman (Unsafe Condition)
    1.Tidak ada garis atau pembatas jarak aman,dengan berlangsungnya perobohan bangunan tersebut.Ini dapat menjadi celah kecelakaan kerja bagi siapa saja yang berada disekitar.

    Faktor secara tidak langsung :
    Faktor Individu
    A. Sarkoni(korban) kurang memiliki pemikiran yang panjang dalam memandang sesuatu pekerjaan dari berbagai segi ,yaitu segi keamanan diri sendiri.
    B. Rekan kerja korban(operator alat berat) tidak memperhatikan keadaan disekelilingnya. Dan korban tidak menjauh dari posisi tidak aman. Dan awal mulai pekerjaan tersebut tidak ada komunikasi tentang bahaya atau peringatan untuk berada diposisi tidak aman.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Ratih Faradilla
    NIM : 167052051
    Semester : II
    Kelas : A2

  38. Pekerja Furniture Tewas Tersengat Listrik di Pondok Aren

    TANGERANG – Seorang buruh pekerja furniture tewas tersengat arus listrik saat sedang mengamplas bahan kayu di Jalan Canosa, RT 02 RW 04, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (24/3/2017).

    Korban bernama Santomi (26), dia merupakan pekerja paruh waktu pada bangunan pembuat furniture milik Wisnu Pamungkas itu. Saat di temukan, tubuh Santomi dalam posisi tergeletak dengan tangan kanannya memegang mesin pengampelas.

    Informasi yang dihimpun, kejadian pertama kali di ketahui sekira pukul 10.00 WIB. Ketika itu, rekan korban, Dana Khairul (35) baru saja tiba di lokasi.
    “Rekannya sekira jam 10.00 WIB baru sampai di tempat kerja itu, lalu melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak di bawah, tangan kanannya memegang mesin pengampelas,” terang AKP Mansuri, Kepala Bagian Humas Polres Tangsel.

    Melihat Santomi telah terbaring kaku, Khairul pun segera memberitahukan pekerja yang lain. Selanjutnya mengecek bersama-sama tubuh korban, hingga akhirnya diketahui bahwa pria yang beralamat tinggal di Kampung Nambo, RT 13 RW 05, Kresek, Kabupaten Tangerang, itu di pastikan telah meninggal dunia.
    Petugas dari Polsek Pondok Aren yang tiba di tempat kejadian perkara lantas melakukan pemeriksaan, beberapa saksi di lokasi juga telah dimintai keterangan. Sementara jenazah korban dibawa ke RSUD Tangerang.

    “Korban diduga meninggal akibat tersetrum saat mengampelas, tangan kanan dan bagian dada sebelah kanannya mengalami luka bakar. Jenazahnya sudah di bawa ke RSUD Tangerang,” ungkap AKP Mansuri.


    Analisis :

    Urutan kejadian
    1. seorang pekerja furniture tewas tersengat arus listrik saat sedang mengamplas bahan kayu di jalan Canosa,Jurang Mangur
    Timur,Pondok Aren,Jumat ( 24/03/2017 ).
    2. Kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu rekan korban,Dana khairul (35 tahun) baru saja tiba dilokasi dan
    melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak.
    3. Melihat keadaan Satomi (korban), Khairulpun segera memberitahukan pekerja yang lain.kemudian memeriksa bersama-sama
    tubuh korban, hingga mengetahui bahwa Satomi telah meninggal dunia.
    4. petugas dari Polsek Pondok Aren melakukan pemeriksaan. Korban diduga meninggal akibat tersetrum saat mengampelas.
    5. Jenazah dibawa ke RSUD Tangerang.

    Faktor penyebab langsung dari masalah ini,yaitu :
    1. Tidak memakai APD
    Korban tidak memakai APD saat bekerja,dan sesama pekerja tidak saling mengingatkan untuk memakai APD.
    2. Korban tidak memperhatikan apakah mesin yang digunakan berfungsi dengan baik dan juga kurang memperhatikan tegangan
    listrik saat menggunakan mesin amplas.

    Faktor secara tidak langsung :
    Faktor Individu
    1. Kurangnya pemahaman korban akan keselamatan diri sendiri.
    2. Kurangnya pengawasan yang diberikan dan kurangnya komunikasi tentang bahaya listrik saat korban bekerja.
    3. Korban kurang memperhatikan instalasi listrik yang digunakan saat bekerja.
    4. Korban kurang berhati-hati dan kurang konsentrasi dalam bekerja, sehingga dapat memicu terjadinya kecelakaan kerja.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Alfrida Sanggalangi
    NIM : 167052055
    Semester : II
    Kelas : A2

  39. Diduga Kelelahan, Nyawa Checker Man Melayang

    Seorang pekerja di PT Karya Bakti Mandiri (KBM) site Sukan tewas saat sedang menjalankan shift malam. Pria paro baya yang diketahui bernama Eko Yunarto (45) diduga tertindis alat grader yang dioperasikannya.
    Kejadian diketahui sekitar pukul 00.30 Wita, Jumat (10/2). Sedang menjalankan shift malam, korban diduga kelelahan bekerja sehingga lalai dalam bekerja. Dari informasi yang dihimpun Berau Post, korban saat ini telah dikebumikan usai salat Jumat.
    Dari keterangan pihak Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), korban yang memiliki jabatan sebagai checker man sedang mencoba belajar mengoperasikan mesin grader. Sial, alat berat dengan puluhan ton tersebut hilang kendali dan membuat nyawa Eko Yunarto melayang.

    Sab’an staf Disnakertrans Provinsi Kaltim wilayah Berau menerangkan, kecelakaan tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan kerja telah disterilkan oleh pihak kepolisian. Walau belum melakukan investigasi lapangan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan tempat Eko Yunarto bekerja dan kepolisian yang berada di TKP.
    ”Kami belum berani memberikan pernyataan penyebab terjadinya kecelakaan. Tapi umumnya, jika kecelakaan terjadi saat malam hari, diduga karena korban kelelahan,” kata Sab’an memberi keterangan kepada Berau Post, kemarin (10/2).

    Hingga kini, pihak perusahaan ujarnya telah diberi peringatan untuk tidak melakukan operasional pekerjaan di lokasi kecelakaan. Bahkan pihak kepolisian ujar Sab’an telah memasang police line di TKP.

    ”Segera akan kami lakukan investigasi bersamaan dengan pihak kepolisian,” terangnya.
    Kecelakaan kerja yang kewenangannya telah dialihkan ke Disnakertrans Provinsi Kaltim menyusul mulai diimplementasikannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, membuat pengawasan terhadap keselamatan tenaga kerja diakui Sab’an menjadi lebih sulit.
    Pasalnya dalam dua pekan terakhir, telah terjadi dua kali kecelakaan kerja di Berau. ”Tentu hal ini menjadi perhatian kami juga dari Disnakertrans Kaltim. Karena seminggu sekali terjadi kecelakaan terjadi memberi indikasi yang buruk terhadap sistem kesehatan, keselamatan dan keamanan (K3) kerja di Berau,” ujarnya.

    Saat berita ini diterbitkan, belum ada keterangan khusus dari perusahaan tempat Eko Yunarto bekerja. Sab’an sendiri telah melaporkannya kepada Kepala Disnakertrans Provinsi Kaltim dan akan memanggil PT KBM untuk dimintai keterangan. ”Pihak perusahaan akan kami minta keterangan untuk mengetahui secara rinci proses terjadinya kecelakaan kerja sehingga menewaskan Eko Yunarto,” pungkasnya.


    – Kronologi kejadian
    Seorang pekerja di PT Karya Bakti Mandiri (KBM) site Sukan tewas saat sedang menjalankan sift malam. Pria paro baya yang diketahui bernama Eko Yunarto (45) di duga tertindis alat grader yang di operasikannya. Kejadian di ketahui pada pukul 00.30 Wita. Jumat(10/2). Korban di duga Kelelahan bekerja sehingga ia mengalami sebuah kecelakaan saat bekerja . Korban saat ini telah di kebumikan usai salat jumat. Dari keterangan pihak Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), korban yang memiliki jabatan sebagai checker man sedang mencoba belajar mengoperasikan mesin grader. Sial, alat berat dengan puluhan ton tersebut hilang kendali dan membuat nyawa Eko Yunarto melayang.

    – Penyebab langsung
    Tertindis alat greder yang di operasikannya

    – Penyebab tidak langsung
    Kelelahan, kurang fokus, mengantuk, tekanan pekerjaan

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Marsellyandi
    NPM : 167052016
    Semester : II
    Kelas : A2

  40. Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Tembok
    BOYOLALI, suaramerdeka.com – Kecelakaan kerja terjadi di SDN 1 Boyolali, Kamis (12/1). Seorang pekerja tewas dan satu lainnya luka – luka tertimpa tembok yang akan dirobohkan.
    Korban adalah Eko Sulistyo (45), warga Kampung Tegalsari, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota. Dia tewas dengan luka parah di kepala dan sekujur tubuhnya. Mayat korban langsung dievakuasi ke RSUD Pandan Arang Boyolali untuk diotopsi. Teguh Manggis, Mojosongo, patah kaki dan tangan kanan.
    Menurut saksi mata, Widodo (38) warga Gudang, Siswodipuran menuturkan peristiwa itu terjadi pukul 09.45. Awalnya, saksi bersama korban dan dua temannya bermaksud merobohkan tembok di sisi timur SDN 1 Boyolali. Tembok setinggi 3 meter dirobohkan separo dengan panjang 5 m.
    Untuk mempercepat kerja, mereka membuat batas tembok yang akan dirobohkan yaitu setinggi 1,5 meter dari atas tanah. Selanjutnya, tembok digerus menggunakan betel dan pukul besi. Setelah itu, tembok akan dirobohkan dengan cara ditarik pikap menggunakan seutas tali plastik.
    Nahas, belum sempat dilakukan, tembok keburu roboh. Korban dan seorang temannya, Teguh tak sempat menyelamatkan diri sehingga tertimpa tembok. Eko langsung meninggal di lokasi kejadian sedangkan Teguh luka parah, kaki dan tangan kanan patah.
    Ditemui di lokasi kejadian, Kapolsek Boyolali Kota, AKP Setyo Budiyono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. “Kedua korban sudah dibawa ke rumah sakit, satu meninggal dan satu lagi luka- luka,” katanya.
    1. Urutan kejadian:
    1. Eko Sulistyo dan Teguh akan merobohkan tembok di sisi timur SDN 1 Boyolali (Kamis, 12 Januari 2017. 09.45)
    2. Eko Sulistyo dan Teguh membuat batas tembok setinggi 1,5 meter dari atas tanah (Kamis, 12 Januari 2017)
    3. Eko Sulistyo dan Teguh melubangi tembok menggunakan betel dan pukul besi (Kamis, 12 Januari 2017)
    4. Tembok tersebut dirobohkan dengan cara ditarik pikap menggunakan seutas tali plastic (Kamis, 12 Januari 2017)
    5. Tembok rubuh sebelum mereka merubuhkan tembok tersebut (Kamis, 12 Januari 2017)
    6. Eko Sulistyo tertimpa tembok dan langsung meninggal di lokasi kejadian dan Teguh mengalami luka parah yaitu kaki dan tangan
    kanan patah (Kamis, 12 Januari 2017)
    2. Faktor penyebab langsung kecelakaan:
    1. Tidak menggunakan alat pelindung diri (APD)
    2. Tidak mengikuti prosedur keselamatan kerja
    3. Tembok tidak kokoh dan menimpa pekerja
    4. Kondisi tidak aman
    3. Faktor penyebab tidak langsung:
    1. Pekerja yang tidak kompeten atau tidak terlatih
    2. Tidak adanya metode pengendalian jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
    3. Pekerja melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya

    Nama: Fredrick Purba
    NIM: 167052031
    Semester: II
    Kelas: A2


    Komentar Dosen:
    – Mengapa artikel pada tugas ke-2 ini berbeda dengan artikel tugas ke-1 sebelumnya?
    – Anda tidak diizinkan mengganti artikel tugas sebelumnya yang sudah disetujui.
    – Apabila dibutuhkan informasi lain yang dianggap penting dan lebih terperinci, maka cantumkan dalam daftar pustaka.
    – Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.
    – Perbaiki kembali tugas Anda ini.

  41. Pasang kabel internet, Malik terjatuh dari ketinggian 8 meter

    Merdeka.com – Nyawa, Malik (20) buruh pasang kabel internet ini masih terselamatkan. Pasalnya, Ia terpental akibat tersengat setrum bertegangan tinggi dan terjatuh dari ketinggian 8 meter.
    Rekan kerjanya menyebutkan, Malik terjatuh dalam posisi kepala di bawah. “Dahinya luka parah, makanya kita antar ke rumah sakit,” kata Sodik di RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (23/4).
    Kejadian bermula ketika Malik hendak memasang kabel internet di kawasan Seminyak, Badung Selatan. Setelah menaiki tangga dan akan memasang kabel, tanpa disengaja tangan korban menyentuh kabel listrik. Dalam hitungan detik, pria itu tersengat dan terjatuh dari ketinggian sekira 8 meter.
    Dalam kondisi tersengat kabel tegangan tinggi, Ia terjatuh dengan posisi kepala di bawah pada ketinggian 8 meter. Hebatnya, Malik masih sempat bernapas panjang dan tidak sampai pingsan.
    Meski demikian, Ia tetap harus dilarikan ke rumah sakit. Sampai saat ini, korban masih mendapat perawatan intesif di IGD RSUP Sanglah.


    – Kronologi kejadian :
    Pada hari Sabtu (23/4), Malik (20) sedang malakukan pasang baru jaringan internet. Kejadian bermula ketika Malik hendak memasang kabel jaringan internet di kawasan Seminyak, Badung Selatan. Setelah menaiki tangga dan akan memasang kabel, tanpa disengaja tangan Malik menyentuh kabel listrik, pria itu tersengat dan langsung terjatuh dari ketinggian sekitar 8 meter. Dalam kondisi tersengat kabel tegangan tinggi, ia terjatuh dengan posisi kepala di bawah.

    – Penyebab langsung :
    Tersengat kabel listrik tegangan tinggi.

    – Penyebab tidak langsung :
    Kurang memperhatikan keadaan disekitarnya, APD yang kurang memadai.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama: Harish Syahrijal
    NIM: 167052050
    Semester: II
    Kelas: A2

  42. Uji Coba Alat Berat, Seorang Pengusaha Tewas Tertimpa Ekskavator

    Liputan6.com, Trenggalek – Seorang pengusaha rental alat berat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu sore tadi, tewas tertimpa unit ekskavator miliknya sendiri yang melorot dan terguling saat uji coba pasca perbaikan.

    “Alat berat itu rusak lalu diperbaiki di lokasi galian (pertambangan) dan sedang proses ujicoba mesin,” ucap Kepala Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh Suprianto di Trenggalek, seperti dilansir Antara, Minggu (26/6/2016).

    Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di areal pertambangan kaolin Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh itu menyebabkan Gufron (55), pengusaha alat berat asal Kecamatan Durenan tewas di lokasi kejadian.

    Sulitnya medan serta beban tonase alat berat membuat proses evakuasi korban yang tertimpa bodi ekskavator berlangsung lama.
    Menurut keterangan Suprianto, jasad korban baru bisa dikeluarkan dari tumpukan material batu dan badan ekskavator sekitar pukul 18.19 WIB lalu dibawa ke rumah duka di Desa Durenan.

    “Kejadian ini murni kecelakaan kerja. Tidak ada unsur kesengajaan,” kata Kapolsek Suruh AKP Yasir.
    Selesai mengevakuasi korban, lokasi kejadian saat ini diberi garis polisi. Sementara ekskavator masih dibiarkan terbalik di lokasi reruntuhan dengan kondisi rusak berat.

    Menurut Yasir, kronologi kecelakaan kerja terjadi saat Gufron selaku pemilik alat berat memperbaiki ekskavatornya yang ngadat atau mengalami kerusakan mesin di lokasi pertambangan kaolin di Desa Mlinjon.

    Selesai memperbaiki dari pagi hingga sore sekitar pukul 15.25 WIB, kata Yasir, korban bermaksud mencoba sistem hidrolis serta fungsi mesin ekskavator miliknya itu untuk mengeruk tebing di lokasi yang sama.

    “Saat mesin dihidupkan itulah tiba-tiba tanah pijakan ekskavator ambrol, sehingga menyebabkan alat berat melorot dan terguling ke sisi kiri bersama korban,” ujar dia.


    Urutan kejadian:
    1. Gufron selaku pemilik alat berat memperbaiki ekskavatornya yang mengalami kerusakan mesin di lokasi pertambangan kaolin di Desa Mlinjon.
    Selesai memperbaiki dari pagi hingga sore sekitar pukul 15.25 WIB
    2. Gufron bermaksud mencoba sistem hidrolis serta fungsi mesin ekskavator miliknya itu untuk mengeruk tebing di lokasi yang sama.
    3. Saat mesin dihidupkan itulah tiba-tiba tanah pijakan ekskavator ambruk, sehingga menyebabkan alat berat merosot dan terguling ke sisi kiri

    Faktor penyebab langsung kecelakaan:
    1.Terlindas eksavator
    2 Tanahnya tidak kuat untuk menahan beban eksavator

    Faktor penyebab tidak langsung:
    1. Pekerja yang tidak kompeten atau tidak terlatih
    2. Tidak adanya metode pengendalian jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
    3. Pekerja tidak memperhatikan keadaan di sekitarnnya

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama: William Adrian Gofu
    NIM: 167052041
    Semester: II
    Kelas: A2

  43. Ceroboh Pasang AC, Seorang Pekerja Tewas Kesetrum di Bekasi

    Liputan6.com, Bekasi – Diduga ceroboh saat mengerjakan instalasi penyejuk ruangan atau air conditioner (AC), seorang karyawan toko elektronik terkemuka di Kota Bekasi, Jawa Barat, tewas kesetrum di rumah konsumen pada Kamis sore tadi.

    Korban bernama Samsul Bahri, warga Jalan Kemuning Tiga, Matraman, Jakarta Timur. Ia tewas di plafon rumah milik konsumen, yang berada di Perumahan Taman Galaksi, Jalan Cemara, Blok W, No 31 A, Kota Bekasi.

    Peristiwa ini bermula, saat korban bersama rekan sekerjanya, Munandar, hendak memasang AC baru di rumah milik konsumen. Nahas, usai memasang instalasi AC dan tengah mencari aliran listrik, korban yang baru tiga bulan bekerja itu mendadak tersetrum, hingga akhirnya tewas di tempat.

    “Awalnya saya cuma kerja, dapat job mau memasang AC. Iya, dia baru tiga bulan ditempatkan di bagian instalasi,” ucap Munandar saat ditemui di lokasi, Kamis 11 Agustus 2016.

    Melihat korban telah tak bernyawa, saksi dan pemilik rumah bergegas menelepon petugas. Kepolisian Bekasi Selatan dan tim identifikasi Polres Bekasi Kota, lalu membongkar paksa plafon rumah warga guna mengeluarkan jasad korban.
    “Saya sudah bilang ke korban perlu bantuan tidak, untuk memastikan listrik menyala atau enggak. Eh, korban menjawab, ‘Enggak usah’. Karena dianggap listrik sudah mati. Tahunya, korban tidak tahu kalau MCB yang di AC masih menyala, sementara MCB luarnya mati,” Munandar memungkasi.

    Kini, guna kepentingan visum dan penyelidikan, jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi. Petugas pun telah memasang garis polisi usai olah tempat kejadian perkara. Akibat kejadian itu, sejumlah warga Perumahan Galaksi sempat berkerumun untuk melihat langsung lokasi kecelakaan kerja tersebut.


    Urutan Kejadian (Sequence Of Event) :
    • Samsul Bahri memasang instalasi penyejuk ruangan atau Air Conditioner (AC)
    • LIstrik dalam keadaan mengalir/menyala, seharus nya dalam keadaan mati
    • Mekanik tersengat listrik
    • Mekanik meninggal di tempat

    Faktor penyebab lansung :
    • Tersengat aliran listrik

    Faktor penyebab tidak lansung :
    • Mekanik tidak memperhatikan aliran listrik
    • Pengalaman mekanik yang kurang
    • Mekanik mengabaikan instruksi

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Vincentius Rizky Chandra
    NIM : 167052029
    Semester : II
    Kelas : A2

  44. Pekerja Pabrik Gula Merah Tewas Tergilas Mesin Giling Tebu

    Kediri (beritajatim.com) — Seorang pekerja pabrik pembuatan gula merah di Kabupaten Kediri tewas mengenaskan setelah sekujur tubuhnya tergilas mesin penggilingan tebu.

    Korban ikut tergiling bersama tebu saat bajunya tersangkut pada mesin penggilingan.

    Nasib nahas ini dialami Kusmani (60) pekerja pabrik pembuatan gula merah milik Komari asal Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.‎
    Rokhim, salah salah seorang karyawan mengaku, korban tergilas mesin penggilingan bersama tebu karena bajunya tersangkut sewaktu mengambil puntung rokok. Seketika, karyawan lain mematikan mesin. Tetapi sekujur tubuh korban sudah remuk hingga akhirnya tewas.
    “Saya dengar jeritan dari ruang mesin di belakang. Saat saya datang, pak Kus sudah terjepit pada gerigi mesin. Kondisinya sungguh mengenaskan. Badannya remuk,” ujar Rokhim, Rabu (23/11/2016).

    Tim identifikasi dari Polres Kediri bersama Polsek Ngadiluwih langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Menurut Kapolsek Ngadiluwih AKP Ridwan Sahara, kecelakaan kerja ini terjadi akibat pakaian korban yang tersangkut mesin, sehingga ikut tergiling bersama tebu sebagai bahan baku pembuatan gula merah.‎

    Polisi langsung membawa jenasah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri untuk dioutopsi. Sementara itu, pemilik pabrik akan diperiksa perihal indikasi unsur kelalaian, mengingat mesin penggilan tanpa dilengkapi pengaman.


    Kronologis kejadian:

    Pada jam 16:20WIB Rabu 23 november 2016 Wib Pak Kusmani mendapatkan intruksi pembuatan gula merah. proses pembuatan gula merah di lakukan dengan cara memasukkan tebu ke mesin penggilingan, setelah itu pak kusmani melihat puntung rokok yang ada di dalam mesin tersebut, pada saat pak Kusmani mengambil puntung rokok tersebut, baju pak kusmani tersangkut sewaktu mengambil puntung rokok. saat itulah pak kusmani ikut terjepit pada gerigi mesin. Di situlah terdengar jeritan pak kusmani dari ruang mesin belakang.di situlah salah seorang rekan kerjanya datang melihat langsung dan mematikan mesin. tetapi sekujur tubuhnya sudah remuk hingga pak kusmani tewas. Pada hari rabu 23/11/2016 tim identifikasi dari polres kediri bersama polsek ngadiluwih langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Pada jam 16:30 WIB Rabu 23 november 2016, polisi langsung membawa jenasah pak kusmani ke rumah sakit bhayangkara kota kediri untuk di outopsi.

    Analisis Terjadinya Kecelakaan:
    Pada kasus kecelakaan ini di sebabkan karena kurangnya pengetahuan sehingga menyebabkan kecelakaan yang fatal, kurang hati hati dalam melakukan suatu pekerjaan. karena pak kusmani kemungkinan ada kelainan atau kondisinya kurang sehahat sehingga dapat mengalami kecelakaan dengan ikut terjepit dengan mesin.

    Faktor penyebab langsung:
    1 Tindakan tidak aman
    2. Kondisi tidak aman
    3. Faktor manusia
    4. Faktor fisik

    Faktor penyebab tidak langsung:
    1. Faktor pekerjaan
    2. Faktor pribadi
    3. Kurangnya kesadaran

    Sumber pustaka: Beritajatim.com, edisi Rabu 23 November 2016 16:20 WIB
    http://m.beritajatim.com/berita_kediri/283098/p


    Nama : Yulius Paken
    NIM : 167051994
    Semester: II
    Kelas : A.1

  45. Tergelincir saat Kerja Lembur, Darmawi Tewas Tergilas Mesin Pencacah Plastik

    SUMSEL – Sungguh tragis nasib Darmawi (40), buruh pabrik asal kecamatan Gandus kota Palembang ini, tewas tercincang mesin pencacah plastik saat sedang bekerja lembur di Pabrik CV Cahaya Pelangi Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu 14 Januari 2017, sekira pukul 22.45 WIB.
    Akibatnya insiden itu, kaki kanan korban hancur berkeping-keping tergiling mesin penghancur plastik. Korbanpun tidak tertolong karena mengalami pendarahan hebat.

    Herman (30) salah satu teman yang juga satu pabrik dengan korban mengatakan, kejadian bermula saat korban hendak memasukkan plastik ke mesin penggiling, kemudian jatuh tergelincir. “Saat tergelincir celana yang digunakan korban terjepit pisau mesin hingga kaki kanannya ikut terseret masuk ke dalam mesin pencacah plastik, hingga tercincang berkeping-keping,” ungkap Herman.

    Dia melanjutkan, sebenarnya saat celana korban nyangkut dia sempat teriak minta tolong, tapi banyak yang tidak mendengar karena bisingnya suara mesin pabrik. “Mesin baru dimatikan setelah korban menjerit histeris, kakinya tergiling,” katanya.

    Korban sempat dibawa ke rumah sakit di Kota Palembang untuk dilakukan visum, selanjutnya dibawa ke rumah duka. “Kejadiannya sangat cepat, tidak mengira akan seperti ini,” jelasnya.

    Ketika ditanyai terkait kelengkapan pakaian keselamatan, Herman mengakui tidak pernah mengenakan itu. “Memang tidak disediakan oleh perusahaan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kapolres Banyuasin Andri Sudarmadi membenarkan kejadian yang menewaskan satu orang pekerja di pabrik pengelolan plastik. Bahkan pihak manajemen CV Cahaya Palstik sebelumnya menutupi peristiwa yang merenggut nyawa korban. “Petugas telah melakukan olah TKP,” katanya.

    Sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi terkait peristiwa tersebut. Polisi juga sudah meminta keterangan dari warga setempat mengenai kejadian tersebut.

    “Kami sudah memeriksa beberapa saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut. Untuk selanjutnya pemeriksaan pemilik atau manajemen pabrik plastik pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dulu dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banyuasin,” tegas pria murah senyum itu.

    Lebih lanjut Kapolres mengatakan, jasad korban sudah dievakuasi ke rumah duka, dari keterangan keluarga korban jenazah akan di kebumikan di kampung halamannya.


    Kronologis Kejadian ( Sequence of Event )
    Pada hari Sabtu,14 Januari 2017 sekitar pukul 22.45 WIB,terjadi kecelakaan kerja pada seorang pekerja buruh pabrik di pabrik CV.Cahaya Pelangi Kecamatan Talang Kelapa,Kabupaten Banyuasin,Sumatera Selatan. Kejadian bermula saat korban yang bernama Darmawi (40) hendak memasukkan plastik ke mesin penggiling,kemudian jatuh tergelincir dan celana yang digunakan korban terjepit pisau mesin hingga kaki kanannya ikut terseret ke dalam mesin pencacah plastik hingga kakinya tercincang berkeping-keping. Korban sempat berteriak minta tolong tapi banyak yang tidak mendengar karena bisingnya suara mesin pabrik. Mesin baru dimatikan setelah kakinya tergiling,korban sempat dibawa ke Rumah Sakit namun nyawa korban tidak tertolong karena mengalami pendarahan hebat.

    Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan ( Direct Cause Factor )
    1. Tidak dipasangnya pengaman ( safeguard) pada bagian mesin yang berputar.
    2. Alat kerja / mesin/kendaraan yang kurang layak pakai.
    3. Tidak menggunakan alat pelindung diri ( APD).
    4. Tidak mematuhi rambu-rambu di tempat kerja.
    Analisis Faktor Penyebab Tidak Langsung Kecelakaan ( Indirect Cause Factor )
    1. Pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
    2. Pekerjaan tidak sesuai dengan tenaga kerja.
    3. Kurangnya pengetahuan tentang resiko dan bahaya.
    4. Kurangnya pengendalian tentang resiko dan bahaya.
    5. Tidak mengurus ijin kerja berbahaya sebelum memulai pekerjaan dengan resiko dan bahaya tinggi.

    Sumber pustaka: Okezone.com, edisi Senin 16 Januari 2017 03:30 WIB
    http://news.okezone.com/read/2017/01/16/340/1592197/tergelincir-saat-kerja-lembur-darmawi-tewas-tergilas-mesin-pencacah-plastik


    Nama: Bonifatius Heru Prasetyo
    NIM: 167052000
    Semester: II
    Kelas: A1

  46. Karyawan PT Era Sawit Tewas Terjatuh dari Rebusan Sawit

    PEKANBARU – Kecelakaan kerja terjadi di PT Era Sawit, di Desa Kepenuhan Barat Mulia, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rohul, Riau. Seorang karyawan bernama Totok Suprianto (48), tewas terjatuh dari tempat perebusan kelapa sawit.

    “Sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong,” kata Paur Humas Polres Rohul Ipda Efendi Lupino, kepada wartawan, Sabtu (6/8/2016).

    Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, teman kerja korban bernama Riawan sedang melakukan pengelasan di areal rebusan sawit. Tempat rebusan itu terbuat dari baja berbentuk bulat dan cukup tinggi.
    Pada awalnya dia melihat korban berada di atas rebusan. Tidak berapa lama, saksi melihat ada suara seperti benda jatuh. Saat itu dia memeriksa keadaan sekitar.

    “Saat itu saksi melihat korban tersangkut di bawah anak tangga rebusan dengan posisi kepala mengarah ke bawah,” terangnya.

    Melihat kejadian itu, saksi kemudian memanggil teman-teman korban. Mereka berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Namun korban sudah tidak bergerak-gerak lagi.

    “Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kota Tengah. Namun ternyata Totok sudah meninggal. Kita belum mengetahui penyebab kecelakaan kerja itu. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” ucapnya.


    Analisis :

    1. Urutan peristiwa (sequence of event)

    Kecelakaan terjadi di PT.Era Sawit, di Desa Kepenuhan Barat Mulia, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rohul, Riau. Korban merupakan salah satu karyawan perusahaan PT.Era Sawit yang bernama Totok Suprianto (48). Korban terjatuh dari tempat perebusan kelapa sawit, pada hari Sabtu tanggal 06 September 2016, kejadian tersebut pukul 13.00 WIB.

    Kejadian yang menimpa korban saat korban melakukan perebusan sawit pada bagian produksi PT.Era Sawit, saat kejadian berlangsung saksi mendengar ada suara benda jatuh, pada saat di periksa ternyata posisi korban sudah tersangkut dibawah anak tangga mesin perebusan dengan kondisi kepala yang mengarah kebawah. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Kota Tengah, namun nyawa korban tidak dapat terselamatkan, pemeriksaan tidak dapat dilakukan secara lebih lanjut karena dari pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsy terhadap korban.

    2. Faktor langsung terjadinya kecelakaan ( direct cause factors )

    Tindakan yang tidak aman yang terjadi pada korban adalah korban tidak menggunkan APD, korban tidak mematuhi aturan pelaksaan kerja pada PT.Era Sawit, padahal pada saat melakukan perebusan kelapa sawit pada bagian pabrik itu memiliki resiko yang tinggi.

    Berdasarkan kasus tersebut, kondisi yang tidak aman yang dialami korban adalah pada bagian perebusan kelapa sawit dikarenakan tidak dilengkapi dengan system keamanan yang berstandar.

    3. Faktor tidak langsung pada kecelaan kerja ( indirect cause factors )

    Berdasarkan kecelakaan kerja yang terjadi pada korban, faktor yang menjadi pengaruh adalah faktor pekerjaan karena pada lingkungan perebusan kelapa sawit tidak dilengkapi dengan alat-alat keselamatan kerja bagi karyawan yang sedang melakukan kegiatan perebusan sawit, oleh sebab itu saat terjadi kecelakaan kerja di pabrik perebusan tersebut, teman-teman korban hanya mampu memberikan pertolongan secara manual, sehingga menyebabkan risiko yang tidak dapat ditanggulangi secara cepat. Selain itu, faktor yang mempengaruhi adalah dimana pekerja juga tidak mau menggunakan alat-alat keselamatan dalam melakukan pekerjaannya.

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Derry Andhika Nurfajri
    NIM : 167052019
    Semester : II
    Kelas : A2

  47. Evaporator AC Meledak, 2 Orang Terluka

    JAKARTA – Dua orang teknisi AC menjadi korban ledakan evaporator AC indoor salah satu rumah di Jalan H IV, RT 08/08, Tebet, Jakarta Selatan. Dua korban itu mengalami luka di wajahnya dan dilarikan ke RS Tebet.

    Korban ledakan ialah Ali Krisdianto (43) dan Zaenal Arifin (36). Rekan korban sesama teknisi AC Lukman (35) mengatakan, saat itu kedua korban sedang mendeteksi kebocoran pipa evaporator menggunakan tekanan oksigen.
    “Evaporator AC pecah karena tekanan oksigen untuk mendeteksi kebocoran pipa di evaporator terlalu kencang,” kata Lukman di lokasi, Jumat (1/4/2016)

    Wakapolres Jakarta Selatan AKBP Surawan menjelaskan, akibat tekanan oksigen yang tinggi menyebabkan evaporator pecah dan material pecahan mengenai wajah korban.”Kemungkinan ada unsur kelalaian, tapi ini masih kami dalami,” ujarnya.

    Saat ini, tambah Surawan, polisi tengah melakukan penyelidikan di lokasi dan memintai keterangan saksi juga yang melihat insiden tersebut. Sedangkan korban masih dalam perawatan di Rumah Sakit Tebet, Jaksel lantran menderita luka dibagian wajahnya.


    Kronologis Kecelakaan ( sequence of event )

    Pada hari jumat 1 April 2016 terjadi ledakan Evaporator AC. Penyebab ledakan tersebut di karenakan adanya tekanan oksigen terlalu kencang sehingga menyebabkan ledakan yang mengenai wajah 2 teknisi AC tersebut. Korban tersebut mengalami luka luka di wajahnya, nama korban tersebut ialah : Ali Krisdianto (43) dan Zaenal Arifin (36). Kedua korban ini di larikan ke rumah sakit untuk di rawat.

    Analisi Faktor penyebab langsung kecelakaan ( direct cause factors ) :

    1. Tidak menggunakan APD saat melakukan pekerjaan seperti Helm dan Kacamata
    2. Pekerja tidak mematuhi SOP ( Standar Operasional Prosedur )

    Analisi Faktor penyebab tidak langsung kecelakaan ( indirect cause factors ) :

    1. Kelalaian dalam bekerja mengakibatkan kecelakaan pada pekerja
    2. Kurangnya fokus dalam bekerja

    Sumber pustaka: Sindonews.com, edisi Jumat 1 April 2016 20:44 WIB
    https://metro.sindonews.com/read/1097590/170/evaporator-ac-meledak-2-orang-terluka-1459518251


    Nama : Chandra Adi Saputra
    NIM : 167051988
    Semester : II
    Kelas : A1

  48. Buruh bangunan jatuh, besi beton menembus dagu hingga kening

    Merdeka.com – Ari (28) buruh bangunan ini masih terlihat kuat saat ditangani tim medis di ruang operasi RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Sore tadi, Jumat (20/1) buruh asal Tulungagung, Jawa Timur ini terjatuh dari atas bangunan setinggi 3 meter dan dagunya tertusuk besi beton tembus hingga sampai ke kening.

    Bahkan untuk bisa melarikan Ari ke rumah sakit, sejumlah rekan buruh lainnya harus sibuk berupaya memotong besi yang sudah tertancap di beton sambil memegangi pria ini yang nampak tegang saat tertancap besi di dagunya.

    Tidak hanya itu, pada bagian lengannya juga tertancap potongan besi sisa material bangunan. Beruntung korban masih bisa diselamatkan. Menurut teman korban sesama buruh proyek Rizal (20), peristiwa nahas yang menimpa korban itu terjadi saat pengerjaan proyek di sebuah vila di daerah Canggu.
    Meski sama-sama pekerja proyek di lokasi kejadian, Rizal tidak tahu secara pasti kronologis kejadian yang menyebabkan korban terjatuh hingga tertusuk potongan besi beton bangunan.

    “Tiba-tiba sudah ramai, saya lihat dia sudah di bawah dan pekerja potong besi yang masih nempel di beton dan tertancap di kepalanya,” tandasnya.
    Kata dia, saat dalam perjalanan menuju rumah sakit korban masih dalam keadaan sadar. Selain itu, kata dia, meski tertancap besi di bagian kepala, korban tidak banyak mengeluarkan darah. “Saat di jalan dia menggigil, hanya bilang kedinginan,” terangnya.

    Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke RSUD Badung namun kondisi luka korban cukup parah. Korban kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah. Meskipun korban memiliki KIS, namun pihak HRD vila mengatakan akan membantu biaya pengobatan dan obat korban selama menjalani perawatan di RSUP Sanglah


    Sequence of event
    Jum’at 13 Januari 2017

    14:00=Ari sedang bekerja diketinggian 3 meter
    14.30=Ari terjatuh ketinggian 3 meter hingga tertusuk besi beton
    14:40=rekan kerja sibuk memotong besi beton
    15:10=Rizal ditanya, tetapi tidak tahu secara pasti kronologisnya
    15:20=Rizal melihat si Ari sudah dibawah dan pekerja memotong besi beton dan terancap dibagian kepala
    15:25=Perjalanan menuju Rumah Sakit. Ari masih dalam keadaan sadar dan tidak banyak mengeluarkan darah
    16:00=Ari sampai di RSUD Badung. Dikarenakan kondisi luka cukup parah. Ari kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah
    16:15=Ari sampai di RSUP Sanglah. Ari memiliki KIS namun HRD Vila mengatakan akan membantu biaya pengobatan Ari selama jalani prawatan.

    Direct cause factors

    Kondisi tidak aman
    1. Tidak adanya tali pembatas, atau rambu peringatan
    2. APD tidak layak/tidak dipakai
    Analisa
    1. Ari bisa jatuh disebabkan tidak adanya tali pembatas area bekerja licin
    2. Tubuh ari tersebut, terjatuh sampai mengenai besi beton.
    Tindakan tidak aman
    1. Bekerja tanpa Standar Operasional Prosedur (SOP)
    2. Bekerja tanpa pengawasan
    Analisa
    1. Ari lalai melakukan pengecekan, adanya potensi bahaya atau tidaknya.
    2. Ari bisa terjatuh karena kurangnya pengawasan dari rekan kerjanya.

    Indirect cause factors

    Faktor manusia
    Kelalahan

    Analisa
    Yang disabakan kurangnya waktu beristirahat.

    Faktor pekerjaan
    Beban pekerjaan

    Analisa
    Yang menyebabkan Ari melakukan kesalahan pada saat bekerja yang menimbulkan potensi bahaya

    Daftar Pustaka : Merdeka.com, edisi Jumat 13 Januari 2017 22:58 WIB
    https://www.merdeka.com/peristiwa/terjadi-ledakan-di-pt-start-aero-direktur-perusahaan-tewas.html


    Nama: Bintang Yudha Prakoso
    NIM: 167052036
    Semester: II
    Kelas: A2

  49. Mesin fogging meledak, wajah hingga dada terbakar

    Merdeka.com – Siswanto (35), seorang petugas fogging masih tergolek lemas di UGD RDUP Sanglah Denpasar, Bali, dengan kondisi sebagian badannya dibalut perban akibat luka bakar.

    Itu setelah dia terkena ledakan mesin fogging saat melakukan penyemprotan atau pembasmian jentik nyamuk penyebab penyakit demam berdarah di kawasan Perumahan bukit Ungasan Kuta Selatan, Bali, Senin (30/1) pagi.

    Saat itu, pria asal Surabaya ini baru hendak menghidupkan mesin fogging yang akan digunakannya untuk menyemprot nyamuk aedes aegypti.

    Namun saat dihidupkan mesin tersebut tidak berfungsi. Itu setelah dia melakukan penyemprotan kedua di gang sebelumnya. Entah kenapa mesin tersebut tiba-tiba meledak.
    Akibat ledakan itu, hampir sebagian tubuh Siswanto mengalami luka bakar yang cukup serius.

    “Dia mengalami lukar bakar di bagian wajah, tangan kanan dan kiri serta badan bagian depan. Kira-kira luka bakarnya mencapai 43 persen,” kata Toni (38), kakak kandung korban di IGD RSUP Sanglah.

    Beruntungnya, warga yang ada di lokasi kejadian segera melarikan Siswanto ke RS Kasih Ibu, Kedonganan, Kuta Selatan, Badung.
    Namun karena luka bakarnya cukup serius, Siswanto kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah untuk mendapat penanganan yang lebih intensif.

    “Dia baru tiba di sini (RSUP Sanglah) pada pukul 13.00 Wita dan langsung mendapatkan penanganan medis,” katanya.


    1.Sequence Of Event
    Hari/Tanggal:Senin,30 Januari 2017
    11.00 – Siswanto mulai melakukan Fogging.
    11.45 – Mesin Fogging mati mendadak.
    11.50 – Mesin Fogging meledak ketika coba dinyalakan. (Waktu Kejadian)
    11.55 – Siswanto dilarikan ke RS Kasih Ibu.
    12.17 – Pemeriksaan di RS Kasih Ibu.
    12.32 – Siswanto dirujuk Ke RSUP Sanglah.
    13.00 – Siswanto Sampai di RSUP Sanglah.

    2. Faktor Penyebab Langsung

    Kondisi Tidak Aman
    • APD tidak layak atau tidak dipakai.
    Analisa:
    • Dengan penilaian 43% tubuh Siswanto mengalami luka bakar, hampir bisa dipastikan APD yang digunakan olehnya tidak memenuhi standar kelayakan. Yang berakibat kurang optimalnya fungsi APD untuk melindungi tubuh Siswanto.

    Tindakan Tidak Aman
    • Bekerja tanpa Standar Operasional Prosedur(SOP).
    Analisa:
    • Meledaknya mesin fogging membuktikan Siswanto lalai dalam melaksanakan SOP, seharusnya ia melakukan pengecekan menyeluruh terhadap mesin fogging yang akan digunakannya, apakah ada kebocoran di tangki bahan bakar, atau adanya kabel listrik terkelupas yang memicu percikan listrik, maupun menggunakan alat melebihi kemampuan alat tersebut yang menyebabkan overheat pada mesin fogging tersebut.

    3. Faktor Tidak Langsung Yang Berkontribusi

    Faktor Pekerjaan
    • Peralatan yang tidak layak operasi
    • Bekerja tanpa pengawasan.
    Analisa:
    • Meledaknya mesin fogging bisa disebabkan tidak layaknya mesin untuk di operasikan, yang menyebabkan ledakan ketika mesin mengalami malfungsi.
    • Dengan mengetahui bahwa Siswanto hanya mendapat tindakan pertolongan dari masyarakat, itu membuktikan bahwa yang bersangkutan bekerja tanpa diawasi rekan ataupu tim penyemprotan asap (fogging). Sehingga ketika terjadi insiden korban terlambat mendapat pertolongan.

    Faktor Pribadi
    • Kurangnya Kompetensi
    • Stress
    Analisa:
    • Kurangnya kompetensi bisa menjadi penyebab terjadinya insiden dikarenakan ketidakmampuan Siswanto untuk menangani beban kerja yang di berikan kepadanya, alhasil Siswanto bekerja asal selesai saja, tanpa memikirkan apakah tindakannya berbahaya atau tidak.
    • Stress sapat menyebabkan Siswanto melakukan kesalahan prosedur kerja karena fokusnya terbagi antara masalah pribadinya dan beban kerjanya.

    Daftar Pustaka : Merdeka.com, Edisi Senin, 30 Januari 2017 14:58
    https://www.merdeka.com/peristiwa/mesin-fogging-meledak-wajah-hingga-dada-siswanto-terbakar.html


    Nama: Arya Fitra Karunia
    NIM: 167052030
    Semester: II
    Kelas: A2

  50. Sedang perbaiki atap, pekerja Krakatau Posco tewas terjatuh

    Merdeka.com – Seorang pekerja tewas setelah terjatuh dari ketinggian di Area Steel Makin Plan (SMP) pabrik baja terpadu di PT Krakatau Posco, Cilegon.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan kerja yang menewaskan Muhammad Iscal (25) tersebut, terjadi pada Kamis (5/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban tengah bekerja di Steel Making Plan tepatnya di atap atas Arean Continous Casting.

    Korban terjatuh dari ketinggian sekitar 20 meter, tewas mengenaskan di lokasi. Korban merupakan salah satu pekerja di PT. Royal Abadi.

    Penyidik Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Rachmatullah, membenarkan insiden tersebut. Ia mengakui jika pihaknya kini belum mendapat informasi lengkap atas kejadian itu.

    Namun, ia membenarkan adanya satu korban pekerja yang meninggal akibat terjatuh.
    “Iya benar, ada satu korban pekerja yang informasinya meninggal di lokasi. Untuk jelasnya kami belum tahu. Tetapi korban diduga jatuh saat bekerja di atas ketinggian,” ungkapnya.

    Sementara itu, Corporate Secretary PT. Krakatau Posco Agus Sutan Kaharudin, tidak membantah peristiwa tersebut. Sutan menyebut, jika korban merupakan salah satu pekerja dari perusahaan rekanan PT KP.

    “Kejadiannya di area Steel Making Plan. Yang bersangkutan bernama Muhamad Iscal (25). Saat itu korban tengah melakukan perbaikan di atap di area itu. Entah kenapa, tiba-tiba dia terperosok sekitar 20 meter lah, sementara harnestnya komplit,” katanya.

    Agus mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi secara intensif terkait laka tersebut. “Sekarang sedang kita investigasi bersama polisi. Ada saksi-saksi yang juga sedang ditanya. Untuk lengkapnya, kami masih menginvestigasi ini terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya,” tutupnya. [rhm] .


    Analisa kejadian:
    Waktu
    -14.30 : Iscal tengah bekerja di steel making plan tepatnya di atap atas arean continous casting
    -15.00 : saat itu iscal bekerja di ketinggian 20 meter
    -15.20 : teman kerja iscal sibuk dengan kerjaannya masing-masing
    -16.30 : iscal terjatuh diketinggian 20 meter
    -17.00 : penyidik ketenagakerjaan Rahmatullah mengakui jika pihaknya belum mendapatkan informasi lengkap atas kejadian itu
    -17.20 : teman kerja ical melihat si ical sudah adsa di bawah dan terkapar
    -17.50 : Ical di nyatakan meninggal dunia di tempat

    Faktor penyebab langsung
    *Kondisi tidak aman
    – tidak adanya pembatas pengaman dalam ketinggian
    *Analisa
    – tidak adanya pembatas (pengaman ) di ketinggian sangat berbahaya bagi pekerja karena dapat menyebabkan pekerja jatuh dan meninggal
    *Tindaka tidak aman
    – pekerja tidak menggunakan apd ( body harnes )
    *Analisa
    – pekerja tergelincir saat melakukan pekerjaan di ketinggian

    Faktor penyebab tidak langsung
    -tidak berkosentrasi di saat bekerja
    -tidak memiliki kemampuan dan tidak terlatih
    -kurangnya pemahaman tentang safety

    Komentar Dosen: Mana daftar pustakanya? Bila tidak ada, maka dikategorikan sebagai HOAX.


    Nama : Yusuf Bagas Prakoso
    NPM : 167052028
    Semester : II
    Kelas : A2

  51. Terjadi ledakan di PT Start Aero, direktur perusahaan tewas

    Merdeka.com – Sebuah ledakan terjadi di PT Start Aero Engeenering, area Bandara Budiarto, Kampung Kedaung, Desa Rancagong, Kecamatan Legok, Kota Tangsel, Jumat (13/1).

    Ledakan yang disebabkan tabung gas nitrogen ini menyebabkan direktur perusahaan tersebut Heni Susanti (48), tewas dan seorang karyawan, Arif Kurnia (30), luka berat.

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu, Arif hendak membuang isi tabung gas yang sudah kedaluwarsa di ruang bottle Shop (tempat untuk pengisian oksigen).

    “Ketika ujung tabung dibuka dengan kunci pas, tiba – tiba tabung gas meledak dan terbang menembus dinding tembok dan kaca ruang bagian batre,” kata Kasubag Humas Polres Tangsel AKN Mansuri.

    Tabung gas juga menembus dinding dan kaca ruang Avionic Shop ke-1 (elektronik) dan Avionnic ke-2. Lalu tabung berhenti setelah membentur ruang avionic shop ke-3.

    “Posisi korban Heni pada saat kejadian, sedang duduk di kursi kerja pada ruang bottle shop menghadap ke dalam. Sedangkan korban kedua, Arif sedang duduk sambil membuka botol gas generator,” jelasnya.

    Heni mendapat luka pada bagian kedua lengan tangan dan dada sempat dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Kita, lalu dirujuk ke RS Hermina Curug. Namun meninggal dalam perjalanan.

    “Sedangkan korban Arif Kurnia mendapat luka pada kedua lengan tangan putus,” kata Mansuri.

    Baik korban meninggal maupun korban luka diperkirakan karena terkena serpihan tabung gas generator atau tertabrak tabung gas generator yang meledak dan terbang.

    “Satu buah tabung gas generator berisi nitrogen diamankan sebagai barang bukti. Kasus ini masih dalam penyelidikan, jelasnya.


    Analisa kejadian:
    Waktu :Jumat,13 Januari 2017

    -10.00 wib. Arif hendak membuang isi tabung gas yang kedaluarsa di ruang botle shoop (tempat pengisian oksigen), ketika ujung tabung di buka, tiba-tiba tabung gas meledak dan terbang menembus dinding tembok dan kaca ruang bagian bateray.
    -10.15 wib. Kedua korban di larikan ke RS Keluarga kita
    -10.32 wib. Tiba di RS Keluarga kita untuk pemeriksaan
    -10.40 wib. Di rujuk ke RS Hermina Curug untuk penanganan lebih intensif
    -12.25 wib. Kedua korban tiba di RS Hermina Curug , namun Heni sudah menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju RS Hemina Curug , sedangkan Arif mendapatkan penanganan medis pada tangan nya yang terputus.

    FAKTOR PENYEBAB LANGSUNG
    1. Tindakan Tidak Aman
    – Kesalahan dalam melakukan pembuangan isi tabung nitrogen
    – Tidak menggunakan APD
    2. Analisa
    – Pekerja tidak mengerti peraturan bekerja, seharusnya membuang isi tabung gas di ruang terbuka, tidak di dalam ruang tertutup

    FAKTOR PENYEBAB TIDAK LANGSUNG
    1. Faktor Manusia
    – Pekerja tidak memiliki kompetensi bekerja yang benar
    2. Analisa
    – Kesalahan pekerja yang tidak mengerti peraturan dalam bidang pekerjaan tsb

    Sumber pustaka: Merdeka.com, edisi Jumat 13 Januari 2017 22:58 WIB
    https://www.merdeka.com/peristiwa/terjadi-ledakan-di-pt-start-aero-direktur-perusahaan-tewas.html


    Nama: Hangga Septiawan
    NIM: 167052056
    Semester: II
    Kelas A2

  52. Drum Berisi Zat Kimia Meledak, 2 Pekerja Terbakar

    BENGKALIS – Dua pekerja mengalami luka bakar serius karena terkena ledakan drum berisi zat kimia di bengkel Utica Stel, Jalan Hangtuah, Kelurahan Babusalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (2/3/2017). Drum berisi zat kimia tersebut tiba-riba meledak saat korban Alnofian Sarfi (43) memotong drum menggunakan gerinda besi.

    Tubuh korban pun terpental dan mengalami luka bakar serius. Rekan korban, Rahmat Jumadi (27) yang saat kejadian berada di bengkel, mengalami luka bakar di lengan kiri terkena uap panas yang timbul saat terjadi ledakan.

    “Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya akibat ledakan tersebut. Pada saat dipotong sekitar 20 centimeter, tiba-tiba drum tersebut meledak dan mengeluarkan api yg cukup besar sehingga membakar tubuh korban. Diduga bahan kimia tersebut terkena percikan api dari gerinda,” kata Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono.


    A. Sequence Of Event

    Hari: Jumat,2 Maret 2017
    -09.00 Pekerja menyiapkan alat untuk melakukan pemotongan drum zat kimia
    -09.15 Pekerja melakukan pemotongan drum zat kimia
    -09.18 Terjadi ledakan pada drum akubat percikan api gerinda yang mengenai zat kimia
    -09.25 Korban dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis

    B. Faktor Penyebab Langsung

    1.Tindakan Tidak Aman
    -Tidak menjalankan SOP
    Analisa:
    Ledakan bisa terjadi kerena pekerja tidak menjalankan SOP yang seharusnya di jalankan yang menyebabkan terjadinya kondisi tidak aman seperti masih tersisanya zat kimia di drum akibat tidak di bersihkan terlebih dahulu.

    2.Kondisi Tidak Aman
    -Tidak adanya rambu peringatan
    -Kondisi areal atau objek pekerjaan yang berlumuran zat kimia
    Analisa:
    Tidak adanya rambu peringatan menyebabkan korban kedua yang berjarak agak jauh pun terkena ledakan karena tidak mengetahui jarak yang aman untuk berada di sekitar area pemotongan drum.
    Masih adanya lumuran zat kimia di dalam drum atau di daerah pekerjaan dapat menyebabkan ledakan yang sebenarnya bisa di perkirakan sebelumnya.

    C. Faktor Tidak Langsung
    1.Faktor Manusia
    -Stress
    -Kurang Kompetensi
    Analisa:
    Stress menyebabkan pekerja hilang fokus antara pekerjaan dan beban pribadinya yang menyebabkan teledor dalam bekerja
    Kurang terlatihnya pekerja mungkin menyebabkan pekerja tidak dapat melakukan pekerjaannya seperti yang seharusnya namun dipaksakan, yang menyebabkan tidak sesuainya hasil kerjanya.

    Sumber pustaka: Sindonews.com, edisi Jumat 3 Maret 2017 00:48 WIB
    https://daerah.sindonews.com/read/1184871/174/drum-berisi-zat-kimia-meledak-2-pekerja-terbakar-1488476852


    Nama: Muhammad Khairuddin Anwar
    NIM: 167052047
    Semester: II
    Kelas: A2

  53. PERBAIKAN TUGAS KE-1

    Dua Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Tembok di Boyolali.

    Solo – Dua orang pekerja bangunan tewas tertimpa tembok SDN 1 Boyolali, Jawa Tengah. Saat kejadian, keduanya bersama para pekerja lainnya sedang merobohkan tembok lama untuk diganti dengan tembok baru.

    Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (12/1/2017) siang. Kedua korban adalah Eko Sulistyo, warga Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, dan Teguh, warga Desa Manggis, Mojosongo, Boyolali.

    Saat itu kedua korban berusaha merobohkan tembok di sisi timur gedung SDN 1 Boyolali. Tembok setinggi 3 meter dengan lebar 5 meter itu akan dirobohkan dan diganti dengan bangunan yang baru.

    Untuk mempercepat pekerjaan, mereka melubangi tembok setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah, sehingga membentuk bongkahan tembok yang selanjutnya akan ditarik menggunakan mobil pikap untuk merobohkannya.

    Belum sempat rencana diwujudkan, tembok keburu roboh. Kedua korban Eko yang saat itu berada di bawahnya tak sempat menghindar. Eko langsung tewas di lokasi kejadian, sedangkan Teguh, yang mengalami luka parah di kepala, kaki, dan tangan kanan patah, masih sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

    Kapolsek Boyolali Kota AKP Setyo Budiyono membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait kejadian nahas itu dengan meminta keterangan kepada sejumlah saksi dan mengamankan beberapa barang bukti.


    A. Urutan Kejadian:
    1. Eko Sulistyo dan Teguh berusaha merobohkan tembok di sisi timur gedung SDN 1 Boyolali
    2. Eko Sulistyo dan Teguh melubangi tembok setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah
    3. Tembok tiba-tiba roboh
    4. Eko Sulistyo dan Teguh tertimpa tembok tersebut
    5. Eko Sulistyo Tewas di lokasi kejadian dan Teguh mengalami luka parah di kepala dan kaki serta tangan kanan patah
    6. Teguh dibawa ke rumah sakit dan Teguh menghembuskan nafas terakhirnya

    B. Faktor Penyebab Langsung:
    1. Tidak menggunakan APD (Sepatu safety, pelindung kepala)
    2.Tidak melakukan pekerjaan sesuai SOP
    3. Tembok yang tidak kokoh meyebabkan pekerja tetimpa tembok yang runtuh

    C. Faktor Penyebab Tidak Langsung:
    1. Bekerja tidak sesuai dengan keahliannya
    2. Kurang pengawasan
    3. Kurangnya kesadaran tentang safety

    Sumber Pustaka : Detiknews.com, Edisi Kamis 12 Januari 2017 18:21 WIB
    https://news.detik.com/berita/d-3394552/dua-pekerja-bangunan-tewas-tertimpa-tembok-di-boyolali


    Nama : Fredrick Purba
    NIM : 167052031
    Semester : II
    Kelas : A2

  54. Empat Alat Berat Dikerahkan Cari Sumarno Korban Kecelakaan Tambang
    Empat unit exavator (alat berat) diturunkan untuk mempercepat proses pencarin korban kecelakaan tambang, Sumarno (25) warga Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu, Selasa (7/2/2017).
    Sumarno terkubur tanah longsor saat sedang bekerja menambang di lokasi tambang di Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip.
    Personil Satpol PP Pemkab Bangka yang berrtugas di Kecamatan Riausilip, Reimei juga turun ke lokasi, untuk turut membantu proses pencarian korban.
    “Ada empat alat berat, yang digunakan untuk mencari korban. Sampai sekarang proses pencarin masih berlangsung,” kata Koordinator Satpol PP di Kecamatan Riausilip, Reimei kepada bangkapos.com Selasa (7/2/2017).
    Nasib Sumaro sampai saat ini belum diketahui, setelah terkubur longsoran tanah di lokasi tambang Air Rengas Mapur yang terjadi Senin (6/2/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.
    Kronologis Kecelakaan (sequence of event) :
    Senin (6/2/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.Sumarno terkubur tanah longsor saat sedang bekerja menambang di lokasi tambang di Air Rengas Desa Mapur Kecamatan Riausilip.
    Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan (direct cause factors) :
    Menurut saya kenapa bisa terjadi kecelakaan kerja seperti ini karena, Tidak memiliki sertifikat penambangan,tidak adanya JSA, SOP Sehinga pada saat menambang tdk tqu kondisi dan struktur tanah seperti apa.
    Analisis Faktor kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan pada kecelakaan (indirect cause factors) :
    1. Faktor Pribadi (Personal) masalah dirumah yang terbawa ke tempat kerja sehingga kurangnya fokus / konsentrasi kerja.
    2. Faktor Pengetahuan Pekerja dan kurangnya pelatihan dan pengetahuan : sehingga pada saat menambang pekerja tdak tau struktur tanah seperti apa. Dan bahaya apa yg akan terjadi.
    Sumber pustaka: Bangkapos.com, edisi Selasa 7 Februari 2017 12:09.
    http://bangka.tribunnews.com/2017/02/07/empat-alat-berat-dikerahkan-cari-sumarno-korban-kecelakaan-tambang

    Nama: Dodik bagus prihatmoko
    NIM: 157051843
    Semester: II
    Kelas: A1


    Komentar Dosen:
    Tugas DITOLAK karena sudah melampaui batas waktu. Nilai Anda = 0 untuk tugas ke-2 ini.

  55. Hendak Bersihkan Kolam Renang, Edi Tewas Tersetrum Mesin Vakum
    TANGERANG SELATAN – Nasib nahas menimpa Edi Prasetyo (34) seorang pekerja di area kolam renang Pulo Saiji, Perumahan Serpong Garden, Cibogo, Cisauk, Tangerang Selatan. Dia tewas tersetrum aliran listrik dari sebuah mesin vakum saat membersihkan kolam tersebut.
    Informasi yang dihimpun, kejadian bermula pada Senin (2/1/2017) dinihari sekira pukul 02.10 WIB. Saat itu, Edi Prasetyo dibantu seorang rekannya, Marwan Lukmana (32) berencana menyedot kotoran kolam renang menggunakan mesin vakum.
    Namun begitu dihidupkan, ternyata mesin vakum tidak berfungsi, kipas penariknya tidak berputar sama sekali. Lalu Edi pun memperbaikinya ke pinggir kolam, sedangkan Marwan pergi ke lantai 2 untuk membersihkan bagian penampungan air.
    “Sekitar 20 menit kemudian, begitu saksi turun kembali ke bawah ternyata mendapati tubuh korban sudah mengambang di kolam tersebut,” kata Kepala Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri.
    Kaget melihat hal itu, Marwan pun berteriak minta tolong memanggil petugas sekuriti setempat dan manager di bagian mess.
    Setelah dievakuasi ke pinggir kolam, akhirnya tubuh korban pun dibawa ke Rumah Sakit Selaras sekira pukul 04.00 WIB, kemudian menghubungi petugas kepolisian terdekat.
    “Polisi yang melakukan olah TKP menduga jika korban tewas akibat tersetrum listrik saat memperbaiki mesin vakum itu,” pungkasnya.
    Dari lokasi, petugas dari Polsek Cisauk mengamankan satu mesin vakum yang rusak. Sementara beberapa saksi pun telah dimintai keterangan atas kejadian tersebut.
    – Urutan Kejadian ( Sequence Of Event )
    Senin (2/1/2017) dinihari sekira pukul 02.10 WIB. Saat itu, Edi Prasetyo dibantu seorang rekannya, Marwan Lukmana (32)
    berencana menyedot kotoran kolam renang menggunakan mesin vakum. Namun begitu dihidupkan, ternyata mesin vakum tidak
    berfungsi, kipas penariknya tidak berputar sama sekali. Lalu Edi pun memperbaikinya ke pinggir kolam, sedangkan Marwan pergi
    ke lantai 2 untuk membersihkan bagian penampungan air.
    “Sekitar 20 menit kemudian, begitu saksi turun kembali ke bawah ternyata mendapati tubuh korban sudah mengambang di
    kolam tersebut,” kata Kepala Bagian Humas Polres Tangsel, AKP Mansuri.
    Setelah dievakuasi ke pinggir kolam, akhirnya tubuh korban pun dibawa ke Rumah Sakit Selaras sekira pukul 04.00 WIB,
    kemudian menghubungi petugas kepolisian terdekat.
    – Analisis Faktor Penyebab Langsung Kecelakaan ( Direct Cause Factors )
    1. Pekerja tidak melakukan pengecekan terhadap peralatan yang akan digunakan sebelum melakukan pekerjaan yang
    berdampak timbulnya permasalahan pada mesin vacum
    2. Proses perbaikan berlangsung dilokasi yang tidak aman ( Pinggir kolam ) yang mungkin terdapat genangan air.
    3. Tidak memeriksa kondisi kabel pada peralatan.
    4. Menyentuh peralatan elektronik pada saat tangan dalam keadaan basah.
    5. Lupa mematikan sumber listrik pada saat melakukan perbaikan
    – Analisis Faktor Kontribusi yang secara tidak langsung turut berperan dalam kecelakaan ( Indirect Cause Factors )
    Minimnya jumlah pekerja sehingga mewajibkan pekerja untuk bekerja melebihi jam kerja wajib sehingga dapat menurunkan
    tingkat konsentrasi pekerja itu sendiri, Pekerja juga tidak memahami SOP dengan baik, serta terbiasa untuk tidak menggunakan
    APD sehingga pekerja cenderung menganggap pekerjaannya tidak memiliki tingkat resiko yang tinggi. faktor ini menjadi Indirect
    Cause Factors ditambah lagi dengan tidak dilaksanakannya program pemeliharaan dan perawatan peralatan secara rutin.
    Sumber Pustaka : SindoNews.com Edisi Senin 2 Januari 2017 11:11 WIB
    https://metro.sindonews.com/read/1167487/170/hendak-bersihkan-kolam-renang-edi-tewas-tersetrum-mesin-vakum-1483329675


    Nama : Nur Fadly Syarif
    NIM : 167051969
    Semester : II
    Kelas : A1


    Komentar Dosen:
    Tugas DITOLAK karena sudah melampaui batas waktu. Nilai Anda = 0 untuk tugas ke-2 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s