SAFETY PRIME

Engineering Safety

[1709201] Tugas 1 – K3 Konstruksi 2017 untuk Kelas A2-B1-B2

46 Comments

Brick installation

Kepada Mahasiswa UNIBA D4K3 Semester V Kelas A2, B1 dan B2.

Berdasarkan gambar diatas, Anda diminta untuk membuat analisis dengan paling sedikit 10 (sepuluh) potensi bahaya (hazard) dan cara pengendaliannya untuk jenis pekerjaan konstruksi pemasangan batu bata merah, dengan ketentuan seperti tercantum dibawah ini.

  1. Tugas ini adalah tugas perorangan.
  2. Tugas yang Anda kerjakan TIDAK boleh sama persis antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain dalam kelas yang sama. Bila ditemukan ada kesamaan antara dua tugas atau lebih, maka kesemua tugas yang sama tersebut tidak akan diberikan penilaian.
  3. Kerjakan tugas secara daring (online) dengan cara menuliskan analisis Anda langsung pada kotak “Leave a Reply” yang tersedia.
  4. Tuliskan Nama, NIM, dan Kelas diawal jawaban terlebih dahulu.
  5. Kirimkan jawaban Anda dengan cara klik “Post Comment”.
  6. Apabila terdapat kalimat “Waiting for moderation” setelah posting, maka pengiriman tugas Anda sudah diterima dan tercatat oleh server.
  7. Durasi mengerjakan tugas adalah selama satu hari dan berakhir pada hari Rabu 20 September 2017 pukul 23:59 witaLewat waktu tersebut maka tugas Anda TIDAK akan mendapat persetujuan untuk dimuat pada website ini dan dianggap TIDAK mengerjakan tugas.
  8. Posting tugas hanya akan tampil setelah mendapatkan persetujuan terlebih dulu dari Dosen Pengampu, sehingga Mahasiswa tidak perlu mengirimkan berulang kali untuk tugas yang sama.
  9. Kepada Mahasiswa yang sudah mengirimkan tugas, maka dianggap hadir dan berhak untuk menandatangani absensi kehadiran untuk tanggal 20 September 2017.

Be safe and have a nice day.

Advertisements

46 thoughts on “[1709201] Tugas 1 – K3 Konstruksi 2017 untuk Kelas A2-B1-B2

  1. Nama : Said Nursyi Safaat
    NIM : 157051791
    Kelas : A2

    Potensi bahaya (hazard) yang terdapat pada gambar pekerjaan konstruksi diatas dan cara pengendaliannya adalah

    1. Beban batu bata yang berlebihan ditambah beban para pekerja yg duduk diatas
    tempat batu bata tersebut
    Cara pengendaliannya adalah : dengan membuat tempat khusus untuk batu bata
    tersebut
    2. Beberapa pekerja tidak menggunakan hand glove saat mengangkat batu bata
    Cara pengendaliannya adalah : para pekerja harus menggunakan hand glove agar
    tidak terjadi memar pada kulit
    3. Pekerja yang memasang batu bata pada ketinggian
    Cara pengendaliannya adalah : dengan menggunakan body harnes karena jarak
    ketinggian yg diharuskan menggunakan bodi
    harnes adalah 1,8 meter
    4. Paparan debu yg ditimbulkan dari batu bata merah
    Cara pengendaliannya adalah. : dengan menggunakan
    5. Paparan sinar matahari
    Cara pengendaliannya. : memakai hand body atau APD lengkap dan glasses
    6. Korocif.
    Cara pengendaliannya. : hindari kontak langsung dan menggunakan APD
    lengkap
    7. Partikel aerosol
    Cara pengendaliannya. : menggunakan APD lengkap
    8. Kejatuhan material.
    Cara pengendaliannya. : memakai helmet atau APD lengkap
    9.pemasangan scafolding
    Cara pengendaliannya. : harus mencari ahli pemasangan scafolding
    10.bahaya bahan kimia
    Cara pengendaliannya. : jika mengenai bagian mata basuh menggunakan air
    apabila terhirup harus menghunakan oksigen

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Gunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar sesuai PUEBI 2016.

  2. Nama : Nuryeni
    NIM : 157051715
    Kelas : B2

    No Hazard Safeguard

    1 Unskill person – Berikan Pelatihan khusus untuk pekerjaan pemasangan Bangunan
    (training )
    -Berikan peralatan APD

    2 Batu Bata – Meletakan Batu Bata di tempat yang sesuai -Pembersihan house keeping
    -Tidak meletakan batu bata terlalu banyak di atas lantai scaft
    prime/sacfolding

    3 Lantai Scaft prime – Diganti dengan scaft prime yang sesuai standar

    4 Ember – Penataan tempat penyimpanan ember yang agak jauh dari kaki pekerja
    -penataan haouse keeping

    5 Scaft Prime /Scafolding – Beri peringatan atau rambu-rambu untuk tidak menaiki scaft prime lebih
    dari 2 orang

    6 Penyanggah Scaft prime – Diganti dengan penyanggah yang sesuai SNI dan di ikat dengan ikatan
    yang cukup kuat

    7 Faktor Kimia – Pekerja harus menggunakan masker dan sarung tangan atau APD yang
    lengkap agar tidak terkontaminasi langsung dengan bahan” yang
    mengandung racun (Semen dan Debu)

    8 Pipa (berserakan) – Penataan Tempat penyimpanan dengan benar -pembersihan house
    keeping

    9 Ergonomic – Pastikan posisi pekerja sesuai dengan ukuran pekerjaanny masing” agar
    tidak terjadinya PAK ( Penyakit Akibat Kerja )

    10 Cuaca – Menggukanan APD
    -di berikan perlindungan seperti pemasangan tenda agar pekerja tidak
    terpapar langsung dengan matahari

    11 Faktor Psikososial – Berikan jam kerja yang sesuai dan waktu istrahat yang cukup

    12 Tiang pondasi besi -Diberi penyangga yang kuat atau di pasing tali agar pondasi tiang besi di
    samping tidak terbalik dan mengenai pekerja

  3. Nama : Rossy Anggrainingrum
    NIM : 157051716
    Kelas : B2

    Potensi Bahaya Dari Gambar diatas
    1. Unergonomic Posture
    Pengendalian :
    a. Beri Penyuluhan atau edukasi kepada pekerja tentang tata cara bekerja yang baik dan benar
    b. Gunakan alat bantu untuk mempermudah Pekerjaan
    2. Fatigue
    Pengendalian :
    a. Berlakukan jam kerja shift
    3. Tumpukan bata yang tidak aman
    Pengendalian :
    a. Eliminasi tumpukan bata
    b. Pindahkan material yang akan digunakan (bata) ke tempat yang lebih aman dan mudah di jangkau
    c. Sediakan wadah untuk meletakan bata yang akan digunakan
    4. Scafollding tidak sesuai standar
    Pengendalian :
    a. Lakukan Inspeksi sebelum dimulainya Pekerjaan
    5. Sisa Material (batu bata & pipa besi ) berserakan
    Pengendalian :
    a. Singkirkan material yang tidak terpakai dari area kerja
    b. Bersihkan area kerja setelah pekerjaan selesai
    6. Tumpukan papan kayu yang tidak aman
    Pengendalian :
    a. Eliminasi tumpukan papan kayu
    b. Pindahkan material yang akan digunakan ke tempat yang lebih aman dan mudah di jangkau
    c. Sediakan wadah untuk meletakan bata yang akan digunakan.
    7. Unskill Person
    Pengendalian :
    a. Berikan safety induksi sebelum bekerja
    b. Training pekerja
    c. Mentori pekerja
    d. Monitor pekerja
    e. Pekerjakan pekerja yang memiliki kualifikasi dibidangnya.
    8. Material bangunan yang mengandung zat kimia
    Pengendalian :
    a. Gunakan APD yang sesuai untuk mengurangi paparan zat kimia dengan tubuh pekerja
    b. Gunakan bahan material yang memiliki kandungan zat kimia yang minim sehingga aman digunakan
    c. Cuci tangan sebelum makan untuk menghindari sisa zat kimia masuk ke tubuh pekerja.
    9. Pemasangan batu bata yang tidak rapi menyebabkan bangunan tidak kokoh
    Pengendalian :
    a. Berikan pelatihan kepada pekerja
    b. Berikan safety induksi sebelum bekerja
    c. Monitor kegiatan di lokasi kerja
    d. Gunakan alat bantu yang sesuai
    e. Gunakan mesin pemasang bata
    10. Tidak Adanya SOP dilihat dari cara bekerja
    a. Buat SOP
    b. Sosialisasikan SOP pada pekerja.

  4. Nama: Ruth Silvia Meilina Marpaung
    NIM : 157051645
    Kelas : B1

    1.Potensi Bahaya:Work at height
    risk: fall, injury
    cara Pengendalian:
    a.Work Permit(Bekerja di Ketinggian)
    b.Training
    c.PPE(Safety Line,Safety shoes,Harness,Guard Rail)

    2.Potensi Bahaya:Unstandard Scaffolding
    risk: property damage, collapse
    cara pengendalian:
    a.Use expert scaffolder/Certified person
    b.Preinspection scaffolding
    c.Training

    3.Potensi Bahaya:Un-skill/Un-Train Person
    risk:fall,stess at height,collapse
    Cara pengendalian:
    a.Supervision
    b.use certified person

    4.Potensi Bahaya:Un-ergonomic Posture
    risk:low back pain,exhausted
    Cara pengendalian:
    a.Pengaturan waktu istirahat
    b.Design tempat kerja
    c.Training (Pengaturan posisi tubuh kerja yang benar)
    d.Medical record

    5.Potensi Bahaya:Weather Condition
    risk:Heatstress
    cara pengendalian:
    a.Design tempat kerja
    b.Pengaturan waktu istirahat

    6.Potensi Bahaya:Limited Space
    risk:fatality,broken bone,strach
    Cara pengendalian:
    a.Design ulang tempat kerja
    b.mengatur limitasi pekerja diatas saffold
    c.Membuat SOP (limitasi pekerja berdasarkan allowable load dari scaffold tsb)
    d.PPE

    7.Potensi Bahaya:Overweight
    risk:low back pain,exhausted
    Cara pengendalian:
    a.Membuat SOP (limitasi pekerja berdasarkan allowable load dari scaffold tsb)
    b.Supervisi/Pengawasan

    8.Potensi Bahaya:Material object
    risk:respiratory disorders
    Cara Pengendalian:
    a.Pengaturan jam kerja
    b.PPE(Masker,Kaca mata pelindung)

    9.Potensi Bahaya:Sharp object
    risk:injury
    Cara Pengendalian:
    a.Jsa
    b.Pengawasan
    c.Preinspection
    d.regular inspection program

    10.Potensi Bahaya:Hidden object(Gas pipe,Electrical cable)
    risk:electrical shock,explotion
    Cara pengendalian:
    a.Hira
    b.Pengawasan

    11.Potensi Bahaya:Fatigue
    risk:Exhausted,hit by tools
    Cara pengendalian:
    a.Pengaturan waktu kerja/istirahat
    b.Limitasi jam kerja berdasarkan waktu kerja

    12.Potensi Bahaya:Non Maintenance equipment
    Cara pengendlian:
    a.Gunakan pihak ketiga yg menyediakan periodic inspection,regular inspection program.

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Gunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar sesuai PUEBI 2016.

  5. Nama : Fahreza Umar
    NIM : 157051779
    Kelas : A2

    1. Jatuh dari ketinggian. Cara pengendaliannya adalah:
    a. Menggunakan APD body harness
    b. Menggunkan Platform pijakan yang kuat

    2. Scaffolding menampung terlalu banyak beban dapat menyenbabkan runtuh. Cara pengendaliannya adalah dengan mengurangi beban yang ditampung scaffolding dan memperkokoh platform.

    3. Material terjatuh saat memasang batu bata dapat berisiko mengenai pekerja dibawah. Cara pengendaliannya adalah:
    a. Pekerja yang memasang batu bata harus lebih berhati-hati
    b. Pekerja yang berada dibawah menggunakan APD yaitu safety helmet

    4. Dua orang pekerja pada gambar tersebut tidak menggunakan gloves hal tersebut dapat menyebabkan iritasi jika terkena semen. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan APD berupa gloves.

    5. Suhu Panas. Cara pengendaliannya dengan menggunakan cover all.

    6. Terhirup debu batu bata. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan APD berupa masker

    7. Postur kerja tidak ergonomis. Cara pengendaliannya adalah dengan memberikan pelatihan kepada pekerja tentang bagaimana postur kerja yang ergonomis.

    8. Terkena cipratan semen pada mata. Cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan APD berupa Kacamata.

    9. Salah seorang pekerja terlihat berpijak diujung-ujung platform pijakan scaffolding sehingga berpotensi menyenbabkan ia terjatuh. Cara pengendaliannya adalah dengan memperluas platform pijakan.

    10. Pekerja kurang teliti saat memasang batu bata dapat menyebabkan tangannya tertusuk sendok semen. Cara pengendaliannya adalah:
    a. Lebih berhati-hati
    b. Mendapat waktu istirahat yang cukup agar pekerja tidak kelelahan dan selalu fokus saat bekerja.
    c. Menggunaka APD

  6. Nama : Muhammad Fahrizal Ardan
    NIM: 157051798
    Kelas : A2

    1. Bahaya Ketinggian pada Scaffolding
    Pengendalian:
    a. Memasang Hand Rail Pada Scaffolding.
    b. Mengunci bagian scaffolding agar kuat menggunakan putlog
    c. Menggunakan Platform yang kuat Agar Platform dapat menahan Beban Pekerja serta Batu bata di atas platform.
    d. Memasang Rangka Scaffolding dengan benar dan sesuai dengan bagian-bagian rangka scaffolding mulai dari guard rails,Toeboard, papan pijakan yang kuat, crossbraces, dan base plate.

    2. Bahaya Iklim-Bahaya Sinar Matahari di karenakan Pekerja Bekerja di luar ruangan dan berhadapan dengan panasnya sinar matahari

    Pengedalian:

    a. Menggunakan APD Coverall, Safety Helm, Neck Sleeve, Hand Sleeve dan Safety Gloves agar mengurangi sengatan langsung dari paparan sinar matahari.
    b. Minum air putih yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi karna bekerja di luar ruangan.

    3. Bahaya Jatuhan Material Bangunan yaitu Batu Bata yang berada di atas Scaffolding.
    Pengedalian:

    a. Menggunakan APD Helm Safety & Sepatu Safety agar tidak Mengenai jatuhan material bangunan batu bata dari scaffolding
    b. Memasang toe board agar batu bata di atas tertahan dan tidak jatuh kebawah.

    4. Bahaya rangaka Besi Scaffolding Berkarat

    Pengendalian:

    a. Menggunakan APD Sarung Tangan Agar pekerja Tidak Tergores pada Scaffolding yg berkarat.
    b. Mengecet kembali Scaffolding agar menutupi bagian-bagian yang berkarat dan memperlambat peng-karatan pada scaffolding.

    5. Bahaya Scaffolding Berdiri di dasar yang tidak Rata

    Pengedalian:

    a. Di Buatkan Lantai dasar yang Rata untuk sementara agar Scaffolding bisa Berdiri dengan baik sesuai dengan Kapasitas susunan Scaffolding.

    6. House Keeping Tidak Baik
    Pengendalian:

    a. Membereskan Batu bata merah yg berserakan di area kerja agar tidak membuat Pekerja tergelincir saat melewati area kerja.

    7. Scaffolding yang tidak layak, tidak adanya putlog, toeboard, guard Rail dan Papan platform Berukuran sesuai dengan besar platformnya

    Pengendalian:

    a. Mengganti Scaffolding dengan yang baru atau memperbaiki atau mengganti bagian dari Scaffolding yang rusak atau Hilang.
    b. Mengecet kembali rangka scaffolding agar memperlambat terjadinya peng-karatan Pada Rangka Scaffolding.
    c. Memasang Putlog pada bagian scaffolding agar mengunci rangka terlepas dari bagian lain scaffolding.

    8. Bahaya Debu Di area Kerja

    Pengendalian:

    a. Menggunakan Masker agar meminimalisir penghirupan partikel Debu yang pekerja hirup ketika bernafas saat bekerja.
    b. Menggunakan Safey Glass agar partikel debu yang berterbangan tidak masuk ke Mata.

    9. Bahaya Ergonomi, Pekerja menjongkok saat melakukan pengadukan semen.

    Pengendalian:

    a. Menambah Papan pijakan untuk pekerja dengan leluasa bekerja saat mennyedok semen

    10. Bahaya Tidak adanya Access Ladder, membuat pekerjan turun melalui crossbraces

    Pengendalian:

    a. Memasang tangga atau accsess ladder untuk naik turunnya pekerja ke atas scaffolding.

  7. Nama : Roy Yunita Novita S
    NIM : 157051759
    Kelas : B2

    1. Potensi bahaya : Terkena alat kerja (luka berat/ringan)
    Cara pengendalian :
    •hati-hati dalam pemakaian alat kerja
    •menggunakan pakaian kerja tertutup serta nyaman dan tidak mengganggu cara kerja
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal

    2. Potensi bahaya : Tertimpa batu bata (luka berat, fatal)
    Cara pengendalian :
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal
    •melakukan pekerjaan hati-hati
    •memastikan posisi material tidak ada yg pada penempatan yg berbahaya

    3. Potensi bahaya : Tepeleset jatuh dengan posisi yang berbahaya ( luka berat sampai fatal )
    Cara pengendalian :
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal
    •memastikan posisi pekerja pada tempat yg tepat dan tidak memiliki potensi bahaya yang tinggi
    •memasang rambu2 peringatan pada lokasi kerja

    4. Terkena besi ( paku, kawat, bendrat dll ) pada posisi karatan bisa menyebabkan infeksi ( luka berat, ringan sampai fatal )
    Cara pengendalian :
    •hati-hati dalam pemakaian alat kerja
    •menggunakan pakaian kerja tertutup serta nyaman dan tidak mengganggu cara kerja
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal

    5. Potensi bahaya : anggota badan teriritasi (lecet) oleh spesi dengan campuran semen
    Cara pengendalian :
    •hati-hati dalam pemakaian alat kerja
    •menggunakan pakaian kerja tertutup serta nyaman dan tidak mengganggu cara kerja
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal
    •Campuran spesi yang dipakai pasangan bata maupun pasangan bata rolag 1
    PC : 5 Pasir.
    •Campuran spesi yang dipakai pasangan bata trasram 1 PC : 3 Pasir.
    •Pengadukan spesi harus dilakukan dengan bak pengaduk spesi.

    6. Potensi bahaya : Bekerja di bawah paparan panas/ hujan ( kelelahan )
    Cara pengendalian :
    •menggunakan pakaian kerja tertutup serta nyaman dan tidak mengganggu cara kerja
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •kontraktor menempatkan letak kerja yang tepat efisien

    7. Potensi bahaya : tersandung terjatuh akibat material yg ditempatkan sembarangan menjadi posisi kerja sempit
    Cara pengendalian :
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •kontraktor menempatkan letak kerja yang tepat efisien
    •melakukan persiapan meliputi pembersihan dan
    menyingkirkan semua jenis barang dan bangunan lainya yang ada disekitarnya.
     
    •dalam hubungan ini juga harus di bongkar dan disingkirkan semua barang-barang berada di permukaan , Pembongkaran
    bata dan pembersihanya sebelum penyedia jasa
    pemborongan mulai bekerja di lokasi.

    8. Potensi bahaya : tergores pecahan batu bata saat proses penyusunan batu bata (luka ringan sampai berat )
    Cara pengendalian :
    •hati-hati dalam pemakaian alat kerja
    •menggunakan pakaian kerja tertutup serta nyaman dan tidak mengganggu cara kerja
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal
    •mensortir batu bata yang pecah

    9. Potensi bahaya : terkena kawat ( luka gores sampai infeksi )
    Cara pengendalian :
    •hati-hati dalam pemakaian alat kerja
    •menggunakan pakaian kerja tertutup serta nyaman dan tidak mengganggu cara kerja
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal
    •mensortir barang yang tidak tergunakan dalam pekerjaan

    10. Potensi bahaya : Tertimpa batu bata dari ketinggian ( luka ringan sampai berat memar maupun luka gores ). Cara pengendalian :
    •hati-hati dalam pelaksanaan pekerjaan
    •menggunakan pakaian kerja tertutup serta nyaman dan tidak mengganggu cara kerja
    •menggunakan apd yg benar seperti : sepatu safety, helm kerja , sarung tangan dll
    •sediakan selalu kotak P3K untuk pertolongan awal
    •meletakan posisi material tepat dan tidak meninbulkan accident
    •memperbaiki penataan dan kerapihan pada lokasi kerja

  8. Nama : Dina Sabrina Amalia
    NIM : 157051835
    Kelas : A2

    1. Potensi Bahaya : Struktur dari Scaffolding yang tidak kuat terlihat dari bentuknya yang kurang kokoh karena tiang scaffolding (brace) yang berfungsi sebagai penguat diagonal hanya dikaitkan dan dipasang dengan menggunakan sambungan kawat tipis yang dapat berpotensi menimbulkan unstable platform dan keruntuhan pada scaffolding.
    Pengendalian :
    a. Melakukan engineering control pada sambungan atau binding fixture dengan menggunakan clamp besi yang lebih kuat daripada hanya diikat menggunakan kawat.
    b. Memasang penyanggah tambahan pada scaffolding agar pagar lebih kuat saat terjadi goncangan dikarenakan angin maupun manusia itu sendiri.
    c. Melakukan pengecekan atau inspeksi sebelum memulai pekerjaan apakah scaffolding tersebut telah sesuai dengan SOP.
    d. Memakai APD (Safety shoes, safety helmet, gloves) untuk para pekerja.

    2. Potensi Bahaya : House keeping yang buruk dilihat dari kondisi lantai kerja (pondasi tanah) yang banyak terdapat batu dapat berpotensi menyebabkan unstable position dan membuat pekerja terjatuh.
    Pengendalian :
    a. Eliminasi dengan cara membersihkan dan memindahkan bebatuan disekitaran area kerja pemasangan batu bata yang pengerjaannya menggunakan scaffolding agar tanah pijakan tempat scaffolding berada bebas dari hambatan dan gangguan.
    b. Engineering control terhadap konstruksi scaffolding dengan lebih baik menambahkan dan memodifikasi scaffolding pada bagian dasar yang berhubungan langsung dengan tanah (pijakan dasar) dengan menggunakan :
    1. Base plate (bagian perancah yang menjadi tumpuan dari tiang-tiang standard perancah dan berfungsi sebagai tempat dudukan perancah untuk mengantisipasi area dudukan yang tidak stabil) dan;
    2. Sole plate adalah papan biasanya dari bahan kayu atau metal sebagai bagian perancah yang langsung bersentuhan dengan tanah/dasar untuk memastikan kekuatan pijakan perancah.

    3. Potensi Bahaya : Rangka pijakan working platform pada scaffolding tidak permanen dan kurang lebar dan panjang sehingga ditambahkannya papan tambahan (kayu) untuk tempat meletakkan batu bata yang diletakkan diatas platform
    Pengendalian :
    a. Engineering control terhadap working platform dengan bahan yang lebih kuat dan stabil disesuaikan dengan struktur scaffolding.
    b. Memastikan pengerjaan pembuatan scaffolding dengan melakukan inspeksi pada setiap struktur dan rangka pada platform agar pekerja dan material yang berada diatas working platform tidak terjatuh atau membahayakan orang lain.

    4. Potensi Bahaya : Bahan scaffolding yang berkarat dan tidak layak untuk digunakan
    Pengendalian :
    a. Substitusi dengan cara mengganti rangka yang sudah berkarat dengan rangka baru karena besi yang berkarat akan mudah rapuh jika tidak dilakukan perbaikan.
    b. Melakukan pengecatan pada scaffolding agar memperlambat terjadinya karatan.
    c. Memeriksa kelayakan peralatan dan material secara berkala sebelum maupun sesudah bekerja

    5. Potensi Bahaya : Sikap kerja yang tidak ergonomis sesuai dengan yang terlihat digambar bahwa salah satu pekerja dalam keadaan jongkok dan berdiri diatas rangka braces atau main frame scaffolding pada saat melakukan pemasangan batu bata.
    Pengendalian :
    a. Mengubah posisi kerja dengan menghadap secara lurus ke arah pondasi batu bata yang sedang dikerjakan dan dikerjakan dalam posisi yang benar.
    b. Melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan.
    c. Pemberlakuan jam istirahat yang cukup dan kerja shift untuk pemasangan batu bata diketinggian dengan menggunakan scaffolding.
    d. Sebelum memulai pekerjaan, pekerja diberikan pembekalan mengenai cara kerja dengan postur tubuh yang aman.

    6. Potensi Bahaya : Cuaca diluar ruangan (outdoor) yang sangat terik dapat mengakibatkan pekerja mengalami dehidrasi.
    Pengendalian :
    a. Menyediakan minuman agar pekerja dapat mengisi ion tubuhnya yang hilang saat bekerja dibawah terik matahari.
    b. Memakai pakaian lengan panjang, celana panjang, masker, safety helmet juga kain penutup kepala agar melindungi pekerja dari terik matahari.

    7. Potensi Bahaya : Area kerja yang panas dan juga kondisi angin yang kencang memicu timbulnya debu yang beterbangan disekitar lingkungan konstruksi.
    Pengendalian :
    a. Melakukan penyiraman pada jalan atau lantai kerja (tanah) yang kering secara berkala agar debu tidak beterbangan.
    b. Pekerja memakai masker agar mengurangi kontaminasi terhirupnya debu di lingkungan konstruksi.

    8. Potensi Bahaya : Scaffolding tidak dilengkapi dengan guardrail, handrail dan toeboard yang dapat menimbulkan potensi pekerja terjatuh dari scaffolding.
    Pengendalian :
    a. Engineering control terhadap scaffolding dengan menambahkan guardrail, handrail dan toeboards sebagai pengaman untuk menahan agar pekerja tidak jatuh dari ketinggian.
    b. Penggunaan APD (Safety shoes, safety helmet, gloves) untuk para pekerja.
    c. Melakukan safety induction pada saat sebelum bekerja.

    9. Potensi Bahaya : Over stacking batu bata dan stacking alat dan bahan yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan bentuk fisiknya yang diletakkan diatas working platform.
    Pengendalian :
    a. Menyusun batu bata sesuai dengan kemampuan dan kapasitas working platform pada scaffolding, menyusun alat dan bahan harus sesuai bentuk fisiknya agar stacking dapat selalu stabil pada saat diletakkan diatas working platform.

    10. Potensi Bahaya : Papan pijakan yang licin dikarenakan tumpahnya campuran semen pada saat menempelkan semen ke bata banyak yang tumpah ke atas working platform.
    Pengendalian :
    a. Memasang dan meletakkan alas diatas platform didekat dinding batu bata agar tumpahan semen tidak langsung jatuh ke atas platform.
    b. Pekerja memakai safety shoes anti slip agar tidak mudah terpeleset platform yang licin karena tumpahan campuran semen, air dan pasir.
    c. Menerapkan housekeeping (membersihkan tumpahan campuran semen) platform dari pada setiap pekerjaan secara berkala sebelum, saat dan sesudah bekerja
    d. Melakukan pengadukan semen pada tempat yang berbeda dengan tempat pemasangan batu bata (tempat tersendiri)

    11. Potensi Bahaya : Pekerja tidak mengetahui metode kerja yang aman sehingga terjadi kecelakaan (human error)
    Pengendalian :
    a. Memberikan pelatihan mengenai bagaimana cara atau metode kerja di lingkungan pekerjaan konstruksi yang benar dan memahami aturan kerja yang berlaku di proyek.
    b. Memasang rambu atau peringatan tentang wajibnya menggunakan APD.
    c. Melakukan pengawasan pada pekerja selama proses pemasangan batu bata berlangsung.
    d. Menggunakan APD

  9. Nama : Hendy Makawangung
    NIM : 1570516578
    Kelas : B1

    1. Potensi Bahaya : Unstable Footing
    Cara Pengendalianya :
    a. Safety Shoes
    b.meratakan permukaan tanah atau memberikan papan agar tidak mudah terjatuh.

    2. Potensi Bahaya : Working at High
    Cara Pengendalianya :
    a. Body Harness
    b. safety Belt

    3. Potensi Bahaya : Fatigue
    Cara Pengendalianya :
    a. Work Time (mendapatkan istirahat yang cukup)
    b. Bekerja dalam kondisi yang baik
    c. SOP

    4. Potensi Bahaya : Un-Ergonomic Posture
    Cara Pengendalianya :
    a. menggunakan waktu istirahat dengan baik
    b. bekerja tidak dengan memaksakan posisi(contoh letak bata terlalu tinggi tambahkan scaffolding jangan memaksakan tangan menaruh di ketinggian yang tak tercapai)

    5. Potensi Bahaya : Dust
    Cara Pengendalianya :
    a. Menggunakan Masker

    6 Potensi Bahaya : Collapsed Scaffolding
    Cara Pengendalianya :
    a. memastikan kaki atau pondasi scaffolding aman
    b. menggunakan scaffolding yg kondisinya baik tidak berkarat/sudah tidak layak pakai
    c. maintaned scaffolding
    d. SOP

    7. Potensi Bahaya : Drop Object
    Cara Pengendalianya :
    a. Helmet
    b. membuat jarak/membagi jarak dari scaffolding

    8. Potensi Bahaya : Overload Scaffolding
    Cara Pengendalianya :
    a. menggunakan atau membawa bahan jangan berlebih atau lebih berat dari kapasitas scaffolding
    b. SOP

    9. Potensi Bahaya : Cuaca Panas
    Cara Pengendalianya :
    a. Gunakan terpal sebagai pelindung panas
    b. Helmet

    10. Potensi Bahaya : Narrow Space/limit Space
    Cara Pengendalianya :
    a. Scaffolding tidak di naiki atau di gunakan lebih dari 2 orang agar pergerakan mudah di atur

    11. Potensi Bahaya : Not maintaned equipment
    Cara Pengendalianya :
    a. Memastikan peralalatan bisa di gunakan dengan baik/layak pakai
    b. SOP

  10. Nama : Eka Ulif Aulia
    NIM : 157051801
    Kelas : A2

    TUGAS KESELAMATAN KONSTRUKSI [170920]

    1. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Kondisi scaffolding tidak disupport dengan jack base, untuk stabilisasi. Sehingga risiko terjatuh dan robohnya scaffolding lebih besar dibandingkan dengan menggunakan jack base
    PENGENDALIAN :
    – pemasangan jack base pada scaffolding
    – perataan level tanah
    – Tool box meeting mengenai kapasitas working load scaffolding dan cara bekerja aman dengan scaffolding
    – Pengarahan dari pengawas K3 kepada mandor(suvervisor), untuk pengarahan terhadap pekerja bawahannya.
    – SOP pemasangan dan penggunaan scaffolding

    2. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Kondisi scaffolding secara visual, memiliki spot-spot korosi yang berpotensi mengurangi kekuatan besi dan meningkatkan kekeroposan scaffolding. Sehingga scaffolding dapat ambruk atau roboh.
    PENGENDALIAN :
    – Melakukan pemeriksaan/inspeksi scaffolding secara berkala.
    – Melakukan perbaikan dengan segera jika adanya tanda-tanda dari hasil laporan atau pemeriksaan jika scaffolding mengalami kerusakan yang masih dapat dikendalikan.
    – Mengganti scaffolding jika spot korosi menimbulkan ciri-ciri :
    1. Perubahan warna cat secara keseluruhan.
    2. Bagian scaffolding terdapat keropos.
    3. Cat yang sudah terkoyak akibat korosi.
    – Melakukan proteksi terhadap korosi yaitu pengecatan, penyimpanan scaffolding yang benar dan tepat untuk menghindari mempercepatnya timbulnya korosi.

    3. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Overload pada scaffolding secara visual, dimana komponen untuk kegiatan konstruksi (batu bata, papan, peralatan dan 2 pekerja) yang berada pada papan kayu penyangga biasa (platform) dapat menyebabkan scaffalding roboh dan komponen mejatuhi pekerja dan merusak alat yang dijatuhi yang ada dibawah.
    PENGENDALIAN
    – Mengurangi jumlah Load yang ada pada platform, dengan mengusahakan Load yang ada tidak melebihi working load yang tertera dan sesuai tanda.
    – Mengganti papan kayu dengan platform scaffolding yang sesungguhnya dan sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan karena dengan menggunakan platform yang sesuai maka tertera NAME TAG/plat pengenal kapasital scaffolding dll.
    – Tool box meeting mengenai kapasitas working load scaffolding dan cara bekerja aman dengan scaffolding
    – Pengarahan dari pengawas K3 kepada mandor(suvervisor), untuk pengarahan terhadap pekerja bawahannya.
    – Penyediaan APD (hardhat/safety helmet)
    – SOP pemasangan dan penggunaan scaffolding

    4. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Secara visual 4 pekerja bekerja dalam lingkungan terpapar sinar matahari secara langsung(outdoor), sehingga adanya beban kerja tambahan dari iklim kerja dan radiasi sinar matahari akibatnya yaitu pekerja bekerja pada suhu yang tinggi/panas. Hal tersebut dapat mempercepat dehidrasi pekerja,kelelahan dan meningkatkan risiko heat strain pada pekerja.
    PENGENDALIAN
    – Pemberian pengarahan untuk mengawasi kondisi dan tanda-tanda pekerja yang terkena heat strain.
    – Rotasi pekerjaan, dimana secara bergantian antara pekerja yang tepapar sinar matahari secara langsung dengan pekerja yang tidak, untuk mengurangi mempercepat dehidrasi pekerja,kelelahan dan meningkatkan risiko heat strain pada pekerja.
    – Penyediaan air (penggantian cairan)
    – Penyediaan APD (safety helmet, coverall bahan yang tidak mempercepat penguapan pada tubuh, safety shoes)
    – Pengaturan waktu istirahat pada pekerja.
    – Aklimatisasi
    – Work permit

    5. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Penumpukan batu bata dan komponen lainnya discaffolding tanpa adanya toeboard, yang dapat menghantam kepala dan bagian tubuh pekerja lainnya.
    PENGENDALIAN:
    – Pemasangan scaffolding dengan memiliki toeboard
    – Penempatan batu bata yang tidak overstack
    – Melakukan inspeksi harian/ awal pada scaffolding untuk memastikan adanya toeboard yang dipasang ketika dilakukannya pekerjaan proyek.
    – Melakukan Tagging pada scaffolding jika toeboard tidak ada untuk mencegah pekerja menggunakannya.
    – Toolbox meeting
    – SOP pemasangan scaffolding dan pemakaian
    – Pemasangan Sign PPE mandatory area yang sesuai
    – Penyediaan APD (hardhat/safety helmet)

    6. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Kondisi landasan/lantai proses kerja yang terdapat banyak komponen konstruksi, puing-puing batu, sehingga dapat menyebabkan pekerja tersandung, dan terjatuh hingga menghantam komponen dan puing-puing batuan
    PENGENDALIAN :
    – Pembersihan landasan proses kerja yang dibutuhkan atau sering dilewati pekerja
    – Pemerataan batuan jika pembersihan tidak mungkin dilakukan/diatas kapasitas pekerja.

    7. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Tidak terdapat guardrail pada scaffolding yang digunakan,pekerja dapat mudah terjatuh tanpa adanya penahan
    PENGENDALIAN :
    – Pemasangan guardrail pada scaffolding
    – Melakukan inspeksi harian/ awal pada scaffolding untuk memastikan adanya guardrail yang dipasang ketika dilakukannya pekerjaan proyek.
    – Melakukan Tagging pada scaffolding jika guardrail tidak ada untuk mencegah pekerja menggunakannya.
    – Toolbox meeting
    – SOP pemasangan scaffolding dan pemakaian

    8. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Posisi pekerja ( Safety helmet putih, keadaan jongkok) memiliki beban statis yang mana posisi sangat tidak ergonomis.
    PENGENDALIAN :
    – Toolbox meeting
    – Rotasi pekerjaan antara pekerjaan dengan membutuhkan posisi tubuh statis dan dinamis.

    9. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Terdapat beberapa pekerja yang tidak menggunakan safety device (fall arrester personal) full body harness dan life line, yang mana pekerjaan tersebut dilakukan pada pekerjaan ketinggian dengan asumsi > 1,8m dari landasan lantai hingga platfom scaffolding.
    PENGENDALIAN :
    – Penyediaan fall arrester protection personal,
    – Melakukan pemeriksaan kelayakan pada fall arrester protection personal,
    – Melakukan pemberian materi kepada pekerja mengenai pentingnya fall arrester protection personal, dan cara penggunaannya.
    – Work permit

    10. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Terdapat 2 pekerja yang tidak menggunakan safety gloves,sehingga menimbulkan risiko tergores dan lukannya tangan akibat pekerjaan
    PENGENDALIAN :
    – Melakukan inspeksi berkala pada APD untuk memastikan kesesuaian antara jenis dan jumlah APD terhadap pekerja.
    – Toolbox meeting
    – Pemasangan Sign PPE mandatory area yang sesuai
    – Penyediaan APD (safety gloves)

    11. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Bagian Platform scaffolding yang merupakan hanya papan kayu biasa, sehingga tidak dapat diketahui load yang dapat diterima (working load), dapat menimbulkan overload dan tidak kuatnya papan, kapasitas papan tidak diketahui.
    PENGENDALIAN :
    – Mengganti papan kayu dengan platform scaffolding yang sesungguhnya dan sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan karena dengan menggunakan platform yang sesuai maka tertera NAME TAG/plat pengenal kapasital scaffolding dll.
    – Tool box meeting mengenai kapasitas working load scaffolding dan cara bekerja aman dengan scaffolding
    – Pengarahan dari pengawas K3 kepada mandor(suvervisor), untuk pengarahan terhadap pekerja bawahannya.
    – Penyediaan APD (hardhat/safety helmet)
    – SOP pemasangan dan penggunaan scaffolding
    – Tagging scaffolding yang tidak layak(dilarang digunakan)

    12. POTENSI BAHAYA (HAZARD)
    Pekerja (helmet kuning) menaiki scaffolding dengan tidak menggunakan tangga yang seharusnya khusus untuk scaffolding
    – Pemberian pengarahan prinsip 3 point dalam menaiki dan menuruni tangga.
    – Memastikan tangga terpasang dengan benar pada scaffolding yaitu
    a. 4:1 atau membentuk 75° dari landasan tanah jika menggunakan tangga biasa, jika menggunakan tangga khusus scaffolding maka tidak perlu, karena tegak lurus dari landasan.
    b. memastikan support atau penahan pada ujung-ujung tangga
    c. Pemasangan tangga dengan kondisi lebih 1 m dari platform atau landasan yang dituju.
    – Pengarahan dari pengawas K3 kepada mandor(suvervisor), untuk pengarahan terhadap pekerja bawahannya.

  11. Nama : Tyas Rawadi Lubis
    NIM : 157051785
    Kelas : A2

    1. Potensi bahaya berdiri atau membungkuk terlalu lama pada saat mengaduk semen atau lainnya.
    Cara Pengendalian :
    a. Sesekali duduk di kursi yang nyaman untuk menghindari sakit pada sistem rangka dan relaksasi jari-jari tangan, pergelangan
    tangan dan seluruh tubuh secara berkala misalnya setiap 30 menit.

    2. Potensi bahaya cuaca panas.
    Cara Pengendalian :
    a. memakai topi
    b. minum air minera

    3. Potensi bahaya mengangkat bahan-bahan bangunan dengan tangan.
    Cara Pengendalian :
    a. memakai alat bantu kerja berupa gerobak dan mengangkat bersama-sama

    4. Potensi bahaya debu yang berasal dari bahan-bahan bangunan.
    Cara Pengendalian :
    a. memakai masker
    b. memakai penutup mulut dan hidung

    5. Potensi bahaya jam kerja yang lama/istirahat kurang.
    Cara Pengendalian :
    a. bekerja dengan memakai shift pagi dan sore, agar pekerja dapat bekerja dengan maksimal dan tidak gampang lelah

    6. Potensi bahaya kandungan bahan kimia dalam peralatan bangunan.
    Cara Pengendalian :
    a. seharusnya atasan, atau pihak tender menyediakan bahan bangunan yang mengandung bahan yang tidak berbahaya bagi tubuh.

    7. Potensi bahaya jatuh dari staging akibat lemahnya sisi penguat.
    Cara Pengendalian :
    a. lantai staging harus lebih dari 50cm lebarnya
    b. lifting bridles harus mempunyai 4 kaki sehingga kestabilan lantai kerja terjamin

    8. Potensi bahaya terpeleset dari staging akibat licin.
    Cara Pengendalian :
    a. hilangkan berbagai jenis kontaminasi pada staging, namun jika lantai terlanjur terkontaminasi, bersihkan sesegara mungkin

    9. Potensi bahaya naik keatas tanpa alat pengaman.
    Cara Pengendalian :
    a. pekerja wajib menggunakan alat pengaman seperti ikat pinggang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan

    10. Potensi bahaya memberikan alat berbahaya diatas kepala.
    Cara Pengendalian :
    a. menggunakan bantuan tangga agar alat berbahaya tersebut tidak mengenai kepala dan menyebabkan kebocoran pada kepala

  12. Nama : Muhammad Hanif Hutomo
    NIM : 12.11.106.701501.0578
    Kelas : B1

    1. Potential Hazard : Pinched / Terjepit (jari)
    control : – menggunakan safety hand gloves
    – menggunakan alat kerja yang sesuai
    – focus
    2. Drop object (batu bata)
    control : – secondary containment (basket / keranjang)
    – mamasang safety net
    – menggunakan safety helmet (worker)
    3. Slip / terpeleset (worker)
    control : – clearing lantai kerja
    – menggunakan safety shoes
    – focus
    4. Fall (worker)
    control : – menggunakan body harness
    – menggunakan PPE lengkap
    – mempunyai work permit bekerja diketinggian
    – focus
    5. Biological hazard (snake / other wild animal)
    control : – melakukan safety check area
    – menggunakan PPE (shoes, glasses, helmet, coverall)
    – komunikasi (pekerja & pengawas)
    – fokus
    6. Physic hazard (Heat / Panas Matahari) stress
    control : – menyiapkan work schedule
    – coffe break
    – komunikasi (pekerja & pengawas)
    7. Chemical hazard (cement) iritasi
    control : – menggunakan PPE lengkap
    – menggunakan alat kerja dengan sesuai
    – menyiapkan shower / eyewash
    – focus
    8. Salah Posisi kerja (Ergonomi)
    control : – memberikan pelatihan
    – safety briefing
    – komunikasi (pekerja & pengawas)
    9. Peralatan Kerja (scafolding)
    control : – sertifikasi
    – work permit
    – PPE yang sesuai
    10. Manual Handling (Cara bekerja)
    control : – training pekerja
    – safety breafing
    – work permit
    – komunikasi
    11. Lifting / Pengangkatan
    control : – menggunakan proper PPE
    – menggunakan proper tools
    – work permit
    – komunikasi
    12. Pressure
    control : – membuat work schedule
    – komunikasi
    – coffe break
    – focus

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Gunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar sesuai PUEBI 2016.

  13. Nama : Joko Miftakhul Fajri
    NIM : 14.11.106.701501.1328
    Kelas : B1

    1. Bahaya terjatuh dari ketinggian
    Cara penanggulangan
    a. Menambahkan safety Guard pada scafolding
    b. Menggunakan body harnes

    2. Bahaya tertimpa batu bata
    a. Menggunakan apd safety helmet
    b. Menambahkan safety Guard pada scafolding
    c. Menambahkan safty papan kedua di bawah lantai scafolding

    3. Bahaya ergonomi (jongkok)
    Cara penanggulangannya
    a. Sesekali berdiri atau melakukan perenggangan supaya tidak terjadi accident

    4. Bahaya ergonomi (mengangkat manual semen)
    Cara penanggulangannya
    a. Menggunakan alat bantu tali atau katrol

    5. Bahaya heat stress atau terpapar panas
    a. Menambahkan atap atau safty dari sinar matahari
    b. Mengontrol konsumsi air minum agar tidak terjadi dehidrasi
    c. Mengontrol waktu istirahat

    6. Bahaya tersandung
    Cara penanggulangannya
    a. Membuang barang barang yg tidak diperluka di sekitar kerja
    b. Merapikan barang barang di area kerja

    7. Bahaya ambruknya batu bata
    Cara penanggulangannya
    a. Memberikan penyangga sementara pada pndadi batu

    8. Bahaya menginjak benda tajam (paku)
    Cara penanggulangannya
    a. Menggunakan safty shoes
    b. Merapikan barang barang disekitar

    9. Bahaya terpapar debu atau pasir
    Cara penanggulangannya
    a. Menggunakan safety Glass atau google sesuai kegunaan (standard)

    10. Bahaya scafolding jatuh
    Cara penanggulangannya
    a. Memastikan pondasi scafolding
    b. Menambahkan pondasi secafolding dengan penyangga

    11. Bahaya skin contact semen
    Cara penanggulangannya
    a. Menggunakan baju lengan panjang atau menggunakan pelindung tangan

  14. Nama: Rizwan
    NIM : 157051689
    Kelas : B1

    1. Potensi bahaya: Posisi tubuh tidak ergonomi
    Cara Pengendalian:
    a. Induction safety tentang ergonomi kepada para pekerja

    2. Potensi bahaya: Fatigue/Kelelahan
    Cara Pengendalian:
    a. Pengaturan waktu kerja yang tepat
    b. Pemberian waktu istirahat yang cukup bagi pekerja
    c. Konsumsi makanan dan minuman penambah stamina

    3. Potensi bahaya: Rangka Scaffolding tidak standar
    Cara Pengedalian:
    a. SOP dan JSA penyusunan scaffolding
    b. Scaffolding harus di sertifikasi kualitasnya
    c. Pengecekan oleh sacffolder ketika sudah selesai dibangun

    4. Potensi bahaya: Limited Space/Ruang terbatas pada sacffolding
    Cara Pengedalian:
    a.Menambah beberapa set sacffolding
    b.Memindahkan barang-barang atau material yang tidak dipakai dari lantai sacffolding

    5. Potensi Bahaya: Kelebihan Beban dalam mengangkat material bata
    Cara Pengendalian:
    a. SOP dan JSA
    b. Mengangkut material bata menggunakan gerobak
    c. Menggunakan katrol jika diperlukan untuk mengangkat bata keatas sacffolding

    6. Potensi bahaya: Kondisi cuaca panas
    Cara Pengendalian:
    a. Menyediakan gazebo bagi pekerja untuk beristirahat
    b. Menyediakan air mineral bagi pekerja ditempat kerja
    c. Memasang atap sementara atau terpal diatas tempat melakukan pekerjaan

    7. Potensi bahaya: Objek tidak terlihat seperti debu
    Cara Pengendalian:
    a. Memakai masker anti debu

    8. Potensi bahaya: Material jatuh
    Cara Pengendalian:
    a. SOP dan JSA
    b. Memindahkan barang atau material yang tidak dipakai ke tempat lain
    c. Menjaga jarak dari tempat terletaknya material diatas sacffolding
    d. Memakai helm

    9. Potensi bahaya: Bekerja diketinggian diatas scaffolding
    Cara Pengendalian:
    a. SOP dan JSA
    b. Memberikan guard handle disekeliling scafolding
    c. Memakai safety body harness
    d. Memakai safety belt

    10. Potensi bahaya: Material berserakan seperti paku, bata, dll
    Cara Pengendalian:
    a. Memindahkan barang atau material yang tidak dipakai ke tempat lain
    b. Membuat tempat khusus material
    c. Melakukan housekeeping setelah bekerja

  15. Nama : Fahrian Arya Arcadine
    NIM : 157051648
    Kelas : B1

    1. Potensi bahaya : bekerja di ketinggian
    Cara pengendalian :
    a. Memakai rail guard (>1.5M)
    b. Memakai body harness
    c. Work permit

    2. Potensi bahaya : cuaca (panas, hujan)
    Cara pengendalian :
    a. Pemasangan atap sementara
    b. Pemberian penutup terhadap bahan bangunan yang berada di luar ruangan (hujan)
    c. Pengaturan waktu kerja agar pekerja tidak terpapar panas terlalu lama

    3. Potensi bahaya : unstandard scaffolding design
    Pengendalian :
    A. Desain ulang menyesuaikan dengan standar yang berlaku
    B. Pre use inspection, dilakukan oleh orang yang bersertifikasi

    4. Potensi bahaya : un ergonomic posture
    Pengendalian :
    A. Pengaturan waktu kerja
    B. Sosialisasi mengenai bahaya posisi yang tidak ergonomis

    5. Potensi bahaya : untrained person
    Pengendalian :
    A. Melakukan pelatihan kepada pekerja sesuai dengan kebutuhan
    B. Memberi pengarahan sebelum memulai pekerjaan
    C. Melakukan pengawasan

    6. Potensi bahaya : pencurian bahan / material (kriminal)
    Pengendalian :
    A. Membangun gudang sementara untuk penyimpanan
    B. Melakukan pengawasan dan pengamanan
    C. Work permit

    7. Potensi bahaya : drop object
    Pengendalian :
    A. Memberi tanda peringatan
    B. Memberi arahan kepada pekerja untuk memakai APD saat bekerja

    8. Potensi bahaya : material yang berserakan
    Pengendalian :
    A. Menyiapkan area untuk penempatan material
    B. Melakukan housekeeping saat sebelum dan sesudah pekerjaan
    C. Melakukan sosialisasi kepada seluruh pekerja

    9. Potensi Bahaya : scaffolding tidak stabil/ miring
    Pengendalian :
    A. Membersihkan area tempat pijakan scaffolding
    B. Memberi alas plat besi atau papan apabila area pijakan tidak stabil
    C. Melakukan pengecekan level scaffolding, dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi di bidang tersebut/ bersertifikat

    10. Potensi bahaya : fatigue (kelelahan)
    Pengendalian :
    A. Pengaturan waktu kerja dan istirahat
    B. Sosialisasi mengenai bahaya fatigue ke seluruh pekerja

    11. Potensi bahaya : debu material
    Pengendalian :
    A. Memakai air blower
    B. Mengarahkan pekerja untuk memakai masker saat bekerja di area berdebu
    C. Sosialisasi mengenai bahaya debu material kepada semua pekerja

  16. Nama : Hikmah Indah B. S.
    NIM : 157051675
    Kelas : B1

    1. Cuaca (Hujan dan Panas)
    •Cara pengendalian : Memberikan tenda atau atap untuk mengurangi paparan cuaca

    2. Tidak Menggunakan sarung tangan
    •Cara pengendalian : Training , Menyediakan sarung tangan , memberikan pengawasan

    3. Ergonomi
    •Cara pengendalian : memberikan waktu istirahat yang cukup

    4. Skafolding yang melebihi kapasitas
    •Cara pengendalian : Mengurangi beban terhadap skafolding dan menambah jumlah skafolding

    5. Alat kerja yang digunakan tidak standar
    •Cara pengendalian : Menggunakan alat kerja yang standar (S.O.P.)

    6. Ruang Terbatas
    •Cara Pengendalian : Mengurangi barang dan alat kerja (membawa alat kerja yang benar-benar di gunakan)

    7. Fatigue
    •Cara Pengendalian : Bekerja dalam kondisi sehat dan berhenti sejenak saat benar-benar mengalami kelelahan.

    8. Material yang berserakan menyebabkan pergerakan yang terbatas
    •Cara Pengendalian : Membersihkan atau memindahkan barang-barang yang sudah tidak digunakan

    9. Chemical (Dust)
    •Cara pengendalian : Menggunakan masker

    10. Material Jatoh
    •Cara Pengendalian : Memindahkan material, menyediakan tempat untuk menyimpan material dan memakai helem

  17. Nama : Reky Hidayat
    NIM : 157051769
    Kelas : A2

    1:Potensi bahaya : Penempatan scaffolding tidak ergonomis mengakibatkan pekerja bisa terjatuh
    -Pengendalian : Bahan-bahan yang tidak terpakai dan tidak diperlukan lagi harusnya dipindahkan ke tempat yang aman

    2. Potensi bahaya : Scaffolding tidak ada pagar pelindung mengakibatkan batu bata/peralatan terjatuh
    -Pengendalian :. Pagar pengaman ini harus dipasang pada area dimana adanya potensi jatuh baik pekerja maupun material

    3:Potensi bahaya : pekerja tidak memakai sarung tangan dan bisa terkena alat yang tajam/kecelakaan yang dapat mengakibatkan pendarahan
    -Pengendalian :seharusnya para pekerja harus memakai sarung tangan

    4: Potensi bahaya : naik ke staffcolding 2 meter tanpa pengaman
    -Pengendalian :. Pekerja wajib menggunakan alat pengaman seperti ikat pinggang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja

    5: Potensi bahaya : suhu panas saat bekerja yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan lainnya
    -Pengendalian :. Menggunakan APDbanyak minum air putih agar tidak kekurangan ion tubuh

    6: Potensi bahaya : Debu yang berasal dari bahan bangunan
    -Pengendalian :. Menggunakan APD/masker agar debu tidak terhirup dan menggunakan kacamata pelindung agar debu tidak masuk ke mata

    7: potensi bahaya : tidak menggunakan pengaman yang sesuai SNI
    -Pengendalian :. seharusnya memakai alat alat yang sudah harusnya safety

    8: potensi bahaya : sebagian pekerja tidak menggunakan pelindung kulit yang menyebabkan iritasi
    -Pengendalian :. seharusnya semua pekerja memakai APD pelindung diri agar tidak iritasi pada bagian tubuh

    9: Potensi bahaya :pekerja membawa peralatan batu bata saat menaikki tangga scaffolding yang menyebabkan terpleset dan terbentur ke pekerja
    -Pengendalian :. Seharusnya tidak boleh menaikki tangga saat membawa peralatan bangunan

    10:Potensi bahaya : Posisi bekerja jongkok di scaffolding berbahaya , pekerja kesempitan ruang untuk batu bata
    -Pengendalian :. seharusnya ada tempat untuk menaruh batu bata di dekat pekerja , agar pekerja bisa bekerja di posisi aman

  18. Nama : Azel Parera
    NIM : 157051674
    Kelas : B1

    1. Tidak menggunakan pelindung yang sesuai SNI
    Pengendalian : Melengkapi diri dengan pelindung yang sesuai standar untuk menghindari akibat fatal

    2. Berdiri atau membungkuk terlalu lama pada saat mengaduk semen
    Pengendalian : Sesekali duduk dikursi yang nyaman untuk menghindari sakit pada sistem rangka dan relaksasi jari-jari tangan, pergelangan tangan dan seluruh tubuh secara berkala misalnya setiap 30 menit

    3. Cuaca Panas
    Pengendalian : Memakai helem dan memberikan terpal

    4. Mengangkat bahanbahan bangunan dengan tangan
    Pengendalian : Memakai alat bantu kerja berupa gerobak dan mengangkat bersamasama

    5. Debu yang berasal dari bahanbahan bangunan
    Pengendalian : memakai masker dan memakai penutup mulut dan hidung

    6. Jam kerja yang lama atau istirahat kurang
    Pengendalian : Bekerja dengan memakai shitf pagi dan sore, agar pekerja dapat bekerja dengan maximal dan tidak mudah lelah

    7. Kandungan bahan kimia didalam peralatan bangunan
    Pengendalian : Seharusnya atasan atau pihak tender menyediakan bahan bangunan yang mengandung bahan yang tidak berbahaya bagi tubuh

    8. Peralatan berserakan
    Pengendalian : Jauhkan barang atau peralatan berserakan yang tidak digunakan

    9. Naik keatas tanpa alat pengaman
    Pengendalian : Pekerja wajib menggunakan alat pengaman seperti ikat pinggang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja

    10. Benda Jatuh
    Pencegahan : Memindahkan material dan bahan yang tidak dipakai dan memakai helm

  19. Nama : Arga Aquarbuana
    NIM : 157051668
    Kelas : B1

    1. Posisi tidak ergonomi. Dengan men desain tata letak material
    2. Debu, Dengan menggunakan masker dan kacamata
    3. Benda tajam tak terlihat. Dengan menggunakan sepatu safety
    4. Benda keras. Housekeeping
    5. Dehidrasi. Menyiapkan air minum
    6. Fatigue. Jadwal istirahat yang sesuai
    7. Licin. Housekeeping
    8. Iritasi kulit. Menggunakan cover terpal sementara
    9. Falling object. Warning sign falling point.
    10. Debu chemical. Menggunakan masker

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Analisis terlalu singkat, perlu lebih rinci menjelaskan potensi bahaya dan cara pengendaliannya.

  20. Nama : Grace Apriliarodita Adare
    NIM : 157051834
    Kelas : A2

    1. Potensi bahaya benda-benda tajam yang berserakan
    Cara pengendalian:
    -Memakai safety shoes agar tidak terlalu parah saat terjadi luka
    -Mengembalikan peralatan setelah dipakai
    -Kalau melihat barang tajam berserakan langsung diambil karna bisa melukai orang lain

    2. Potensi bahaya pengadukkan semen
    Cara pengendalian:
    -Memakai sarung tangan safety, sepatu, masker agar bahan kimia tidak terpapar ke tubuh
    -Memakai cover all
    -Bergantian orang dalam mengaduk semen

    3. Potensi bahaya jatuhnya batu bata
    Cara pengendalian:
    -Memakai helm, gloves, masker, kacamata
    -Memakai safety shoes kalau terjatuh kekaki kita
    -Mengangkat dengan hati-hati dan jangan mengangkat dengan berlebihan

    4. Potensi bahaya scaffolding kurang kokoh
    Cara pengendalian:
    -Jangan terlalu banyak orang atau barang diatasnya
    -Tidak dipakai kalau sudah berkarat atau bengkok
    -Membuat kerangka scaffolding yang benar

    5. Potensi bahaya tangga scaffolding
    Cara pengendalian:
    -Membersihkan tangga scaffolding atau sepatu sebelum naik
    -Memperhatikan saat menaiki tangga
    -Memakai sepatu yang bergigi agar tidak licin

    6. Potensi bahaya membawa semen keatas scaffolding
    Cara pengendalian:
    -Memakai sarung tangan sehingga tidak licin
    -Saat memberikan, melihat keatas apakah orang tersebut sudah menerimanya
    -Memakai coverall

    7. Potensi bahaya papan sebagai duduk diatas scaffolding
    Cara pengendalian:
    -Tidak memakai kayu yang sudah berayap atau basah
    -Tidak memakai kayu yang tipis
    -Memakai besi yang kuat atau kokoh sebagai tempat duduk

    8. Potensi bahaya posisi pekerja saat pemasangan batu bata
    Cara pengendalian:
    -Menghadap ke kerjaan yang dilakukan
    -Membuat jaring dibawahnya

    9. Potensi bahaya penempatan batu bata yang tidak sesuai
    Cara pengendalian:
    -Memasang jaring disekitar bangunan
    -Membuat batas atau garis aman

    10. Potensi bahaya pekerja lelah
    Cara pendendalian:
    -Membuat shift antar pekerja
    -Dianjurkan beristirahat ketika jam istirahat berlangsung

  21. Nama : Deny Pratama Putra
    NIM : 157051657
    Kelas : B1

    1. Bahaya :
    pekerja dapat mengalami gangguan sendi pada saat mengangkut material yang berlebihan
    control :
    1. sop
    2. training
    3. pengawasan
    4. menggunakan alat bantu mengankat material.

    2. bahaya :
    scaffolding dapat ambruk jika kelibahan beban dan menimpa pekerja
    control :
    1. sop
    2. mengurangi beban
    3. melakukan pengawasan
    4. penggantian dan perawatan scaffolding
    5. pengguan APD

    3. bahaya :
    mata pekerja dapat terpapar debu dari material di lapangan
    control:
    1. sop
    2. penggunaan kacamata

    4. bahaya :
    pekerja dapat mengalami gangguan pernafasan akibat sering menghirup debu daribmaterial
    control:
    1. penggunaan masker
    2. berada di zona bebas debu material
    3. sop

    5. bahaya :
    pekerja dapat terjatuh jika tidak kokoh berdiri di atas scaffolding
    Control :
    1.sop
    3.training
    3.pengawasan
    4.APD

    6. bahaya :
    kulit pekerja dapat mengalami iritasi akibat bersentuham langsung dengan material yang mengandung kimia dan terpapar langsung dengan matahari.
    control :
    1. penggunaan baju yang standar
    2. sarung tangan sesuai standar
    4. training
    5. bekerja sesuai jam SOP

    7. bahaya :
    pekerja dapat terselip atau terjatuh akibat banyak nya bekas material
    yang berserakan di lokasi pemasangan bata
    control :
    1. pengawasan
    2. pemasangan papan peringatan
    3. menyediakan lokasi untuk sampah bekas material
    4. penggunaan apd standar

    8. bahaya :
    posisi tubuh pekerja yang tidak teratur dan dilakukan dalam waktu yang lama akan mengalami gangguan un ergonomi
    control :
    1. SOP
    2. pengawasan
    3. training

    9. bahaya :
    tidak standarnya perlengkapan kerja dapat menyebabkan pekerja mengalami cidera ringan bahkan fatal
    control :
    1. sop
    2. perawatan alat
    3. pengawasan
    4. audit dan isfeksi serta standarisasi alat kerja

    10. pekerja dapat tertindis pondasi tembok dan dapat menyebabkan fatality
    control :
    1. sop
    2. teaining
    3. pengawasan
    4. pemberian sedikit ruang untuk zona aman

  22. Nama : Muhammad Sukran
    NIM : 157051756
    Kelas : B2

    10 Potensi Hazard dan pengendalian Pemasangan Bata merah.

    1. Potensi bahaya Scaffolding
    (Overload kapasitas beban)
    Cara pengendalian:
    a. Penyesuaian kapasitas pekerja serta
    penyimpanan bata dan material pada
    area scafolding.
    b. Penerapan House keeping
    c. Warning sign pada area scafolding
    d. Pemisahan material yanh tidak di gunakan
    e. Penggunaan scaffolding yang sesuai dengan Standar

    2. Potensi bahaya paparan Material Bangunan.
    Cara pengendalian:
    a. Penerapan House keeping
    b. Penggunaan APD seperti masker, kacamata dan Hand glove untuk menghindari paparan material semen.
    c. Penggunaan mayerial yang ramah
    lingkungan.
    d. Kurangi kontak langsung pekerja dengan material (semen)

    3. Potensi bahaya Unskill person
    Cara pengendalian:
    a. Briefing seputar JSA,SOP
    b. Training k3 kontruksi
    c. Mentoring by experience (SPV)

    4. Potensi Bahaya Unergonomic posture
    Cara pengendalian:
    a. Istirahat secara berkala untuk
    mencegah kaku pada persendian
    b. Pengaturan jam kerja
    c. Pengunaan alat angkat min katrol
    d. Safety briefing( Manual handling)

    5. Potensi Bahaya Tiang /tulangan vertikal besi belum di cor sebagai pondasi
    penyanggah dinding bata.
    Cara pengendalian:
    a. Mentoring by experience
    b. Training by experience
    c. SOP dan JSA
    d. Safety briefing

    6. Potensi Bahaya Over Time
    Cara pengendalian:
    a. Pembagian shift kerja
    b. Pengaturan jam lembur yang sesuai
    Fisik pekerja
    c. Motivasi kerja

    7. Potensi Bahaya Bekerja di Ketinggian
    Cara pengendalian:
    a. Pengadaan Jaring dan Tali harness
    b. Scafolding dan body harness yang
    sesuai SNI
    c. Pengadaan Tangga untuk naik dan
    turunnya pekerja
    d. Scafolding license
    e. Mentoring (pengawas lapangan)

    8. Potensi Bahaya Radiasi Sinar Matahari
    Cara pengendalian:
    a. Pola istirahat yang sesuai
    b. Pola minum teratur agar
    tidak kekurangan ion dalam tubuh.
    c. Pengaturan jam kerja

    9. Potensi Bahaya Scafolding Runtuh (Pondasi Scafolding tidak kokoh)
    Cara pengendalian :
    a. Inspeksi scaffolding secara berkala
    b. Scaffolding license
    c. Pemasangan scaffoldingby experience

    10. Potensi bahaya sampah material berhamburan
    Cara pengendalian :
    a. Penerapan House keeping di area
    kerja
    b. Pemasangan Warning sign
    c. Safety Briefing
    d. Penggunaan material yang ramah
    lingkungan
    e. Penyedian Tong sampah

  23. Nama : Aditya Darmawan
    NIM : 157051722
    Kelas : B2

    1. Potensi Bahaya : Pijakan scaffolding yang tidak rata dapat mengakibatkan scaffolding tidak stabil dan dapat rentan rubuh
    Cara Pengendalian
    a. Membersihkan dan menyamakan tinggi permukaan tanah yang akan menjadi pijakan scaffolding agar scaffolding dapat berdiri
    kokoh dan tegak.
    b. Menyamakan Posisi Kaki scaffolding dengan struktur tanah pijakannya dengan cara mengganti atau membuat kaki scaffolding
    agar posisi scaffolding tetap dapat berdiri tegak dengan mengikuti struktur tanah yang tidak rata.

    2. Potensi Bahaya : Alat dan bahan kerja yang berserakan di tempat pijakan pekerja dapat menghalangi ruang gerak pekerja bahkan
    dapat mengakibatkan luka ataupun terjatuh akibat tersandung alat atau bahan kerja
    Cara Pengendalian :
    a. Membuat tempat sendiri untuk menaruh alat kerja dan batu bata yang akan dipasang agar tidak mengambil akses ruang gerak
    para pekerja
    b. Sebelum dan setelah melakukan pekerjaan bersihkan area kerja agar area kerja tetap aman dan bebas dari alat atau material
    berserakan yang dapat terkena oleh para pekerja lain
    c. Setelah selesai melakukan pekerjaan bereskan alat kerja yang masih tercecer dan menaruh nya pada tempat yang telah
    disediakan
    d. Menggunakan APD seperti helm Safety dan Sepatu Safety untuk mengurangi tingkat keparahan apabila hal tersebut terjadi
    e. Sediakan alat pertolongan pertama (P3K) untuk menangani luka apabila terjadi nya hal yang tidak diinginkan

    3. Potensi Bahaya : Batu bata yang berada diatas scaffolding dapat dengan mudah terjatuh dan dapat melukai para pekerja yang
    ada dibawah scaffolding.
    Cara Pengendalian :
    a. Membuat tempat untuk menaruh batu bata yang yang akan di pasang dengan menambahkan barikade atau pelindung (dinding)
    pada sisi-sisi nya agar tumpukan batu bata tidak akan jatuh dan pastikan barikade atau pelindung pada sisi-sisi nya lebih tinggi
    dari tumpukan batu bata.
    b. Tidak menumpuk batu bata secara berlebihan agar mengurangi resiko jatuh nya batu bata tersebut. Dan apabila sudah ada
    tempat yang disediakan untuk menaruh batu bata dengan dilengkapi dengan dinding penahan maka jangan menumpuk batu
    bata tersebut lebih tinggi dari pada dinding yang telah dibuat.
    c. Pasang safety net agar apabila batu bata,alat, atau material lain terjatuh maka akan tersangkut pada safety net.
    d. Berikan Sign tentang adanya potensi jatuhan alat atau bahan material agar pekerja lebih berhati-hati
    e. Menggunakan APD seperti Safety helmet, Sepatu Safety, untuk mengurangi tingkat keparahan apabila terjadi hal tersebut

    4. Potensi Bahaya : Bahaya Kelebihan beban (Overload) pada scaffolding dapat mengakibatkan pekerja, alat, dan bahan kerja dapat
    tarjatuh.
    Cara Pengendalian :
    a. Sebelum bekerja pastikan bahwa scaffolding dapat menahan beban telah ditentukan secara aman dan telah di inspeksi oleh
    orang yang berkompeten dan telah bersertifikasi
    b. Beri sign tentang maksimal beban yang dapat di tumpu oleh scaffolding agar para pekerja mengetahuinya dan berhati-hati.

    5. Potensi Bahaya : Bahaya paparan debu yang dihasilkan oleh batu bata dan pasir dapat mengganggu para pekerja dan dapat
    menghasilkan penyakit akibat kerja
    Cara Pengendalian :
    a. Sediakan masker khusus yang dapat memfilter debu dan benda asing terhirup ke sistem pernapasan para pekerja.
    b. Menggunakan Kacamata agar dapat melindungi mata dari paparan debu dan benda asing yang dapat masuk ke mata.

    6. Potensi Bahaya : Bahaya kondisi scaffolding yang tidak standar dapat membahayakan para pekerja maupun alat dan material
    yang akan digunakan.
    Cara Pengendalian :
    a. inspeksi scaffolding yang akan digunakan oleh orang yang berkompeten dan telah bersertifikasi untuk mengetahui standar atau
    tidak kah kondisi scaffolding yang akan di gunanakan
    b. Pemasangan dan perancangan scaffolding harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan bersertifikasi
    c. Cek scaffolding sebelum digunakan, pastikan pengunci atau klem-klem telah terpasang dengan benar dan baik.
    d. Lakukan pengecekan berkala pada scaffolding agar jika adanya komponen scaffolding yang rusak maka akan dapat ditangani
    dengan cepat.

    7. Potensi Bahaya : Bahaya bekerja diketinggian dapat tejatuh dan mengakibatkan luka ringan hingga luka berat.
    Cara Pengendalian :
    a. Beri training safety dalam bekerja di ketinggian kepada para pekerja sebelum melakukan sebelum memberi ijin melakukan
    pekerjaan di atas scaffolding.
    b. lengkapi scaffolding dengan hand rail agar dapat menahan pekerja agar tidak terjatuh dan sebagai pegangan
    c. Apabila ketinggian scaffolding diatas 1,8 m lengkapi pekerja dengan body harness, safety belt untuk memproteksi pekerja.
    d. Gunakan APD seperti Helm safety, Sarung tangan safety, sepatu safety.

    8. Potensi Bahaya : Bahaya bekerja di bawah paparan panas dapat mengakibatkan fatigue dan dehidrasi yang dapat menjadi
    pemicu bahaya-bahaya lainnya yang akan terjadi.
    Cara Pengendalian :
    a. Berikan waktu istirahat tambahan seperti coffe time pada jam 10 dan jam 3 agar para pekerja dapat mengembalikan stamina
    dan ion tubuh mereka yang hilang.
    b. Menggunakan pakaian yang tertutup dan nyaman untuk di gunakan pada saat akan bekerja di bawah paparan panas.

    9. Potensi Bahaya : Para pekerja tidak di lengkapi dengan APD yang sesuai dan standar dengan pekerjaan nya dapat mengakibatkan
    luka ringan hingga luka berat apabila terjadi hal yang tak diinginkan seperti tertimpa batu bata, terjatuh, terkena alat atau
    material.
    Cara Pengendalian :
    a. Beri penjelasan tentang alat pelindung diri yang wajib di gunakan agar para pekerja tau tentang fungsi dan akibat yang akan
    timbul apabila tidak menggunakan alat pelindung diri tersebut.
    b. Beri Sign di lokasi-lokasi kerja untuk wajib menggunakan alat pelindung diri di daerah tersebut.
    c. Menggunakan APD sesuai dengan standar seperti helm safety dengan tali,sarung tangan safety, sepatu safety, masker, kaca mata
    safety.
    d. Lakukan pergantian berkala terhadap apd para pekerja minimal 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali.

    10. Potensi Bahaya : Bahaya tidak ergonomi nya postur para pekerja dapat menyebabkan sakit pinggang, pegal-pegal, otot keram,
    dan lainnya
    Cara Pengendalian :
    a. Beri training tentang manual handling yang benar kepada para pekerja agar dapat mengetahui cara mengangkat dengan benar
    b. Menjelaskan para pekerja tentang ergonomi dan posisi yang benar dalam melakukan pekerjaan mereka agar dapat mengurangi
    persentase sakit akibat unergonomic posture tersebut.

  24. Nama : Agil Hardiyanto
    NIM : 157051673
    Kelas : B1

    Potensi Bahaya
    1. Work at high
    – rail guard
    – use body harness
    – JSA , SOP, Training
    2. Drop Object
    – sign warning drop object
    – toolbox meeting
    3. Extreme Temperature
    – use a tarp
    4. Dust
    – use standart masker, googles
    5. Un ergonomic Posture
    – design material place and workplace
    6. Sharp Object
    – housekeeping
    – Warning sign sharp object
    7. Scaffolding
    – certified scaffolder
    – inspection , toolbox meeting, jsa
    8. Cement Chemical
    – use standart masker, gloves
    9. Fatigue
    – toolbox meeting
    – rest
    10. Slippery
    – JSA
    – use standart boots

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Analisis terlalu singkat, tidak menggambarkan upaya pencegahan terhadap potensi bahaya secara rinci.

  25. Nama : Fahrizal Fadli Saputra
    NIM : 157051737
    Kelas : B2

    1. Potensi Bahaya scafolding tidak standart
    – mengganti scafolding dengan yg sesuai standart
    – audit scafolding
    – melakukan pengecekkan berkala scafolding

    2. Potensi Bahaya debu dari hasil pekerjaan
    – menggunakan apd berupa masker
    – melakukan house kipping dengan baik
    – menggunakan kacamata
    – safety briefing

    3. Potensi bahaya postur tubuh pekerja tidak aman
    – Safety breafing
    – training manual handling
    – istirahat yang teratur
    – pengaturan porsi kerja yg sesuai
    – briefing jsa dan sop tentang ergonomi

    4. Potensi bahaya pekerja tidak terampil
    – briefing jsa dan sop
    – training k3 tentang konstruksi
    – pemilihan pekerja yg terampil

    5. Potensi bahaya cuaca panas
    – memasang atap yg terbuat dari terpal
    – minum air dengan teratur
    – pola kerja harus di sesuaikan dengan keadaan pekerja

    6. Potensi bahaya material berhamburan
    – house kipping berkala
    – penempatan material yg baik
    – memilah material yang digunakan dan yang tidak

    7. potensi bahaya scafolding kelebihan muatan
    – memindahkan sebagian muatan ketempat yg tepat
    – scafolding yg standart
    – warning signs overload

    8. Potensi bahaya bekerja di ketinggian
    – safety briefing
    – Memberikan training bekerja di ketinggian
    – memberikan sop dan jsa
    – harus ada pengawas ketinggian

    9. Potensi bahaya perlengkapan tidak lengkap
    – safety breafing tentang konstruksi
    – memberikan sop dan jsa
    – memberikan alat yang sesuai dengan pekerjaan

    10 . Potensi bahaya kontak langsung pekerja terhadap semen
    – memakai alat yg membuat tangan tidak kontak langsung dan menggunakan sarung tangan

    11. Potensi bahaya tidak ada pengawas lapangan
    – memberikan pengawas yang berkompeten tentang konstruksi

  26. Nama : Annisa Eka Tsana
    NIM : 157051644
    Kelas : B1

    1. Hazard: dust
    Safeguard: APD (Kacamata, masker)
    2. Hazard: material yang tajam (ex: paku)
    Safeguard: APD (safety shoes, sarung tangan)
    3. Hazard: bekerja diketinggian
    Safeguard: SOP, training, APD (helm, safety shoes, sarung tangan, body harness untuk ketinggian min 1,8m)
    4. Hazard: cuaca panas (dehidrasi)
    Safeguard: memberikan waktu istirahat
    5. Hazard: dropped object (benda jatuh)
    Safeguard: memasang warning sign, APD (helm)
    6. Hazard: un ergonomic posture
    Safeguard: SOP, menggunakan peralatan yang sesuai standar
    7. Hazard: fatigue
    Safeguard: menerapkan jam kerja yang tidak berlebihan (8 jam)
    8. Hazard: Debu chemical (semen)
    Safeguard: APD ( masker, safety glasses)
    9. Hazard: human error
    Safeguard: training, pemberian sanksi apalagi melanggar peraturan
    10. Hazard: heavy object
    Safeguard: APD (helm, sarung tangan, safety shoes

  27. Nama: Agung Setiawan
    NIM: 157051735
    Kelas: B2

    1. Potensi Bahaya Ketinggian pemasangan Batu Bata dengan Scafolding.
    Cara Pengendalian:
    1. Pengarahan atau Safety Talk tentang bahaya ketinggian,
    2. Pelatihan atau Training,
    3. Mengikuti anjuran pengerjaan melalui JSA, SOP
    4. Pengawasan pekerjaan secara berkala,
    5. Pemasangan rambu bahaya jatuh ketinggian
    6. APD Safety Helmet, Safety Shoes, dan Body Hardness

    2. Potensi Bahaya Rubuhnya Tembok Batu Bata yang tidak di kerjakan dengan baik atau bahancampuran yang tidak seimbag abtara semen dan pasir.
    Cara Pengendalian:
    1. Pengarahan atau Safety Talk tentang bahaya tertimbun oleh batu bata,
    2. Pemasangan batu bata oleh orang yang sudah ahli melalui pengecekan pengerjaan,
    3. Mengikuti anjuran pengerjaan melalui JSA, SOP
    4. Pengawasan pengerjaan secara berkala oleh orang yang ahli jika yang memasang pekerja baru,
    5. Membuat area hanya pekerja yang bersangkutan yang bisa masuk dan bekerja,
    6. APD.

    3. Potensi Bahaya Roboh nya Scafolding karena tidak baik digunakan.
    Cara pengendalian:
    1. Pembangunan Scafolding hanya oleh perusahaan atau instansi yang telah memiliki legal,
    2. Mempunyai sertiikat Scalfolding yang akan digunakan,
    3. Pengawasan dan inspeksi secara berkala,
    4. Maintenance Scafolding secara berkala atau setiap bulan dan penggantian jika ada kerusakan atau cacat produksi.

    4. Potensi Bahaya Robohnya Scafolding karena beban terlampau yang dapat di tampung.
    Cara pengendalian:
    1. Pengarahan atau Safety Talk tentang bahaya ketinggian dengan bahaya beban berlebihan,
    2. Pengawasan dan pengecekan,
    3. Maintenance atau perawatan scaffolding,
    4. Pemberian tanda bahaya akibat dari beban barelebihan dan penganjuaran maksimal 2-3 org yg bekerja dalam 1 area.

    5. Potensi Bahaya cuaca Panas yang dapat menyebabkan Dehidrasi dan Hilang Kesadaran.
    Cara Pengendalian:
    1. Pengarahan atau Safety Talk tentang bahaya Cuaca Panas,
    2. Penyediaan Ruangan yang Dingin dan minuman dingin,
    3. Penambahan waktu istirahat atau coffee break,
    4. Penggantian pekerja,
    5. Tanda Bahaya cuaca panas.

    6. Potensi Bahaya Debu yang menyebabkan sesak nafas dan iritasi mata.
    Cara Pengendalian:
    1. Pengarahan atau Safety Talk tentang bahaya dari debu,
    2. APD Safety Glasses, dan Masker Anti Debu.

    7. Potensi Bahaya Permukaan area kerja yang tidak rata dapat menyebabkan terjatuh atau kelepeset.
    Cara Pengendalian:
    1. Program 5R atau Hosuekeeping setelah bekerja,

    8. Potensi Bahaya Unergonomic condition.
    Cara Pengendalian:
    1. Pelatihan Kerja untuk ergonomic
    2. Pengawasan pekerja oleh supervisor field atau mandor.

    9. Potensi Bahaya Hewan liar (Biologi Hazard) seperti Serangga, Hama, dan hewan beracun.
    Cara Pengendalian:
    1. Menyediakan Emergency Respon Team,
    2. Training First Aid,
    3. Menyediakan P3K yang lengkap,

    10. Potensi Bahaya Penyakit Akut bawaan pekerja (seperti Asma)
    Cara Pengendalian:
    1. Medical Check UP Sebelum dan sesuda penerimaan kerja dan dilakukan secara rutin setiap tahun.

    11. Potensi Bahaya akibat pekerja yang tidak berpengalaman pada bidangnnya.
    Cara Pengendalian:
    1. Safety Talk atau pengarahan tentang pekerjaan dan bahaya pada pekerjaannya,
    2. Training pada di bidangnnya.

    12. Potensi Bahaya akibat dari tidak standarnya peralatan dan APD yang ada.
    Cara Mengatasiya:
    1. Inspeksi secara berkala,
    2. Audit selama 1 tahun 2x,

  28. Nama : Lintang Prawiswari
    NIM : 157051646
    Kelas: B1

    1.Fatigue (kelelahan)
    Safeguard:
    •Pengaturan jam kerja yg sesuai
    •pengaturan jam istirahat yang cukup
    •pengaturan pola makan yg bergizi
    •penyediaan air minum

    2.Work at high (bekerja di ketinggian)
    Safeguard:
    •SOP
    •JSA
    •Training
    •Briefing
    •PPE (body harness, safety helmet, masker, safety shoes)

    3.Dust (debu)
    Safeguard:
    •PPE (pemakaian masker dan kacamata)

    4.Un-ergonomic posture (posisi tubuh tidak ergonomi
    Safeguard:
    •Rekayasa/mendesign ulang letak material dan alat
    •SOP
    •JSA

    5.Chemical (zat kimia)
    Safeguard:
    •PPE(pakai masker dan sarung tangan)

    6. Temperature (berdampak cepat dehidrasi)
    Safeguard:
    •Penyediaan air minum yg cukup
    •Memasang terpal di atas lokasi pemasangan
    •Waktu istirahat yg cukup

    7. Drop object (benda jatuh)
    Safeguard:
    •PPE (Safety helmet and safety shoes)
    •Mengatur tata letak benda/house keeping

    8. Material yang berserakan
    Safeguard:
    •House keeping

    9. Tempat untuk berpijak pada scafolding
    Safeguard:
    •Menggunakan pijakan yg standar dengan papan yg kuat dan berkualitas

    10. Heavy objects (benda keras)
    Safeguard:
    •PPE (safety helmet, safety shoes)

    11. Human error/unskill person
    Safeguard:
    •Training
    •SOP
    •Briefing
    •JSA
    •Pengawasan
    •Sanksi

  29. Nama : Muhammad Iqbal Fitriantono
    NIM : 157051702
    Kelas : B1

    Potensi bahaya:

    1.Ergonomic posture
    – menggunakan alat sesuai standar
    – mengadakan training
    – S.O.P.
    – memberi istirahat yang cukup pada pekerja

    2.Benda terjatuh (drop object)
    – memakai helem/apd
    – tempat kerja di beri jaring-jaring
    – sop

    3.Bekerja di ketinggian
    – di beri training
    – memakai harness
    – sop
    – di beri raill guard

    4.Debu
    – pekerja wajib menggunakan masker
    – mamakai kacamata

    5.Licin
    – housekeeping
    – diberi rambu

    6.Cuaca panas
    – pekerja di beri istirahat yang cukup
    – tempat kerja di pasang tenda

    7.terjepit
    – menggunakan alat sesuai standar
    – diberi training
    – sop
    – menggunakan sarung tangan

    8.tersandung bahan
    – housekeeping
    – diberi rambu
    – safety shoes

    9.scaffolding ambruk
    – pekerja di beri training
    – perawatan scaffolding
    – penggunaan apd
    – sop

    10.benda keras
    – apd
    – mengadakan training
    – sop

  30. Nama : Faisal
    NIM : 157051717
    Kelas : B2

    Potensi Bahaya Dari Gambar diatas
    1. Scaffolding Korosif
    Pengendalian :
    a. Subtitusi dengan scaffolding yang sesuai standar
    b. Cek berkala terhadap scaffolding yang digunakan
    c. Inspeksi scaffolding sebelum di gunakan
    2. Besi dan batu bata berserakan
    Pengendalian :
    a. Eliminasi material yang sudah tidak di gunakan dari work station
    b. Housekeeping
    c. Sediakan tempat terpisah untuk waste dari kegiatan tersebut
    3. Posisi pekerja yang tidak aman
    Pengendalian :
    a. Safety briefing sebelum bekerja
    b. Toolbox meeting
    c. Berikan induksi mengenai tata cara bekerja yang baik dan benar
    d. Awasi pekerja saat bekerja
    4. Penempatan material yang tidak aman
    Pengendalian :
    a. Sediakan lokasi yang aman untuk penempatan material yang akan digunakan
    b. Penerapan Houskeeping untuk memudahkan pekerjaan
    c. Safety briefing mengenai penempatan material yang aman dan benar agar tidak menganggu pekerja
    5. Pemakaian APD yang tidak sesuai
    Pengendalian :
    a. Safety Induksi mengenai bahaya pekerjaan konstruksi
    b. Memberikan alat perlindungan diri yang sesuai dengan kebutuhan
    c. SOP
    d. Sosialisasikan penggunaan APD kepada pekerja
    6. Pemasangan tiang pondasi yang tidak sesuai
    Pengendalian :
    a. Berikan SOP kepada pekerja
    b. Training pekerja
    c. Hire pekerja yang sudah expert dalam pemasangan tiang pondasi
    7. Tidak adanya pengawasan
    Pengendalian :
    a. Sediakan mandor atau pengawas di work station
    8. Untrained Worker
    Pengendalian :
    a. Berikan training kepada pekerja
    b. Mentori pekerja baru
    c. Berikan safety briefing sebelum bekerja
    d. Pekerjakan pekerja yang experiance
    9. Paparan partikel debu
    Pengendalian :
    a. Gunakan masker saat bekerja
    b. Safety briefing
    10. Suhu panas area kerja
    a. Pemasangan terpal untuk menghalangi panas matahari
    b. Gunakan APD yang sesuai
    c. Berikan safety induksi kepada pekerja
    d. Minum lebih banyak untuk menghindari dehidrasi

  31. Nama : Muhammad Nurul Firdaus
    NIM : 157051693
    Kelas : B1

    1. Bahaya : Material (batu bata)
    Resiko : Tertimpa
    Kontrol : Administrasi (berikan batasan dimana batu bata diletakkan, sehingga batu bata tidak berantakan dan dapat meminimalisir
    kejatuhan)
    PPE (selalu gunakan helm, sarung tangan, dan sepatu safety yang sesuai dengan pekerjaan pemasangan batu bata)

    2. Bahaya : Bekerja di ketinggian
    Resiko : jatuh dari ketinggian
    Kontrol : Engineering (gunakan scaffolding yang lebih lebar agar pekerja tidak mudah jatuh)
    (berikan pagar pembatas agar pekerja tidak mudah jatuh)

    3. Bahaya : tempat kerja yang berantakan
    Resiko : tersandung material, terjatuh
    Kontrol : Administrasi (lakukan housekeeping secara berkala dan jika dibutuhkan)

    4. Bahaya : Panas
    Resiko : Kulit terpapar panas
    Kontrol : Engineering (berikan atap sehingga pekerja tidak terpapar sinar matahari langsung)
    PPE (gunakan pakaian yang tertutup, agar tidak terkena paparan matahari langsung)

    5. Bahaya : Debu
    Resiko : Terhirup, masuk mata
    Kontrol : Administrasi (gunakan air secukupnya untuk membasahi area kerja agar debu tidak terlalu beterbangan)
    PPE (Selalu gunakan kacamata dan masker saat bekerja)

    6. Bahaya : Jam kerja berlebihan
    Resiko : Overworked
    Kontrol : Administrasi (berikan jadwal kerja yang terkontrol)
    (sesuaikan beban kerja dengan jumlah dan kemampuan pekerja)

    7. Bahaya : Deadline kerja yang sempit
    Resiko : Overworked
    Kontrol : Administrasi (tambahkan jumlah pekerja sehingga beban kerja dapat terkontrol dan dapat selesai lebih cepat)

    8. Bahaya : Pekerjaan tidak ergonomis (memindahkan batu bata)
    Resiko : Memaksa tubuh bekerja lebih keras
    Kontrol : Administrasi (training pekerja agar memahami safety lifting)
    (gunakan alat pembantu seperti gerobak dorong untuk memindahkan batu bata)

    9. Bahaya : Unskilled person
    Resiko : Kurang pengetahuan dalam bekerja
    Kontrol : Administrasi (Training pekerja)

    10. Bahaya : Tekanan dari atasan
    Resiko : Stress, tempramen
    Kontrol : Administrasi (berikan pekerja waktu libur untuk refreshing)
    (berikan reward agar pekerja terus termotivasi)

  32. Nama: Asmadi Nur
    NIM : 157051760
    Kelas : B2

    1. SUBSTANDART SCAFFOLDING
    PENGENDALIAN :
    – PEMASANGAN SCAFFOLDING YANG SESUAI STANDAR
    – INSPEKSI BERKALA
    – SOP
    2. UNSKILL PERSON
    PENGENDALIAN :
    – TRAINING
    – MENTORING
    3. MATERIAL YANG BERSERAKAN
    PENGENDALIAN :
    – PENERAPAN HOUSEKEEPING DI TEMPAT KERJA
    – MENYEDIAKAN TEMPAT KHUSUS UNTUK MATERIAL YANG SUDAH TIDAK TERPAKAI
    4. UNERGONOMIC POSTURE
    PENGENDALIAN :
    – SAFETY BRIEFING
    – SEDIAKAN ALAT BANTU UNTUK MEMUDAHKAN PEKERJAAN SEPERTI KATROL DAN GEROBAK
    5. PAPARAN SINAR MATAHARI
    PENGENDALIAN :
    – PENGADAAN TERPAL
    – SEDIAKAN AIR MINUM UNTUK PEKERJA
    – BERLAKUKAN KERJA SHIFT
    6. WORK AT HEIGHT
    PENGENDALIAN :
    – BRIEFING
    – SOP
    – JSA
    – WAH (WORK AT HEIGHT) LICENSE
    – PERMIT TO WORK
    7. OVERLOAD SCAFFOLDING
    PENGENDALIAN :
    – SOP
    – PERMIT TO WORK
    – ELIMINASI MATERIAL YANG TIDAK DI PERLUKAN DARI SCAFFOLDING
    8. PAPARAN DEBU
    PENGENDALIAN :
    – MENYIRAMI AREA KERJA SECARA BERKALA
    – PENGGUNAN APD YANG SESUAI SEPERTI KACAMATA DAN MASKER
    9. EXPIRED PPE
    PENGENDALIAN :
    – PENGECHECKAN PPE BERKALA
    – MENGGANTI PPE YANG EXPIRED
    10. CEMENTING TIDAK PAS
    PENGENDALIAN :
    – SOP
    – MENGGUNAKAN TAKARAN YANG PAS SEPERTI 1 : 4

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Jangan mengetik menggunakan huruf kapital semua. Gunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar sesuai PUEBI 2016.

  33. Nama : Muhammad Rizal
    NIM : 157051778
    Kelas : A2

    Potensi bahaya ( hazard ) yg terdapat pda gambar pekerjaan kontruksi diatas dan cara pengendaliannya adalah :

    1. paparan debu yg terdapat pada batu bata
    cara pengendaliannya : dengan menggunakan masker
    2. beberapa pekerja tidak menggunakan hand glove saat mengangkat batu bata tersebut .
    cara pengendaliannya : si pekerja harus menggunakan hand glove agar tidak terjadi memar atau luka di kulit
    3. korosif
    cara pengendaliannya : hindari kontak langsung dan menggunakan APD complete
    4. partikel aerosol
    cara pengendaliannya : menggunakan APD lengkap
    5. kejatuhan material
    cara pengendaliannya :memakai helmet atau APD lengkap
    6. beban batu bata yg berlebihan ditambah beban para pekerja yg berada diatas tempat batu bata tersebut
    cara pengendaliannya : membuat tempat khusus untuk batu bata
    7. cuaca / sinar matahari
    cara pengendaliannya : memakai hand body atau APD lengkap dan kacamata(glasses)
    8. pekerja yg memasang batu bata pada ketinggian
    cara pengendaliannya : harus wajib menggunakan body harnes adalah 1,8 meter
    9. bahaya bahan kimia
    cara pengendaliannya : apabila mengenai di bagian mata segera basuh dengan air
    10. pemasangan scafolding
    wajib mencari ahli di bidang scafolding .

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Gunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar sesuai PUEBI 2016.

  34. Nama : Revi
    NIM : 157051695
    Kelas : A1

    1. potensi bahaya : cuaca panas
    cara pengendalian
    a. meminum air mineral secukupnya
    b. gunakan APD berupa safety helmet

    2. potensi bahaya : debu yang berasal dari bahan-bahan bangunan
    cara pengendalian :
    a. gunakan APD berupa masker untuk menutupi mulut dan hidung dari debu

    3. potensi bahaya : material yang berserakan
    cara pengendalian :
    a. merapikan penempatan material-material (seperti, menyusun batu bata dengan rapi dan meletakan di tempat yang aman.

    4 potensi bahaya : jatuhnya benda dan material bangunan seperti papan,batu bata dan ember semen dari scaffholding
    cara pengendalian :
    a. menyusun papan, batu bata, dan ember semen denga rapi dan letakkan di tempat yang aman pada scaffholding

    5. potensi bahaya : duduk, berdiri, menunduk, dan jongkok yang terlalu lama
    cara pengendalian :
    a. sebaiknya pekerja sesekali berdiri dan sesekali duduk di kursi yang nyaman, dalam 30 menit sekali

    6. potensi bahaya : mengangkat bahan-bahan / material bangunan dengan tangan.
    cara pengendalian :
    a.gunakan alat bantu berupa gerobak
    b. mengangkat bahan/ material bangunan secara bergotong royong

    7. potensi bahaya : adanya kandungan bahan kimia di dalam material bangunan.
    cara pengendalian :
    a. seharusnya pihak tender menyediakan bahan bangunan yang mengandung bahan-bahan tidak berbahahaya bagi tubuh.

    8. potensi bahaya : scaffholding yang sempit
    cara pengendalian :
    a. sebaiknya gunakan scaffholding yang lebih lebar untuk kenyamanan pekerja saat beraktivitas

    9. potensi bahaya : penggunaan APD yang tidak lengkap
    cara pengendalian :
    a. seharusnya pekerja juga harus menggunakan hand gloves untuk melindungi tangan dari iritasi yang di timbulkan oleh semen. dan menggunakan masker untuk melindungi pernafasan dari partikel-partikel debu.

    10. potensi bahaya : bakteri
    cara pengendalian :
    a. gunakan APD yang lengkap untuk melindungi tubuh dari bakteri yang ada di tempat kerja
    b. meningkatkan metabolisme tubuh.

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Gunakan pengetikan bahasa Indonesia dengan benar sesuai PUEBI 2016.

  35. Nama : Suhendra
    NIM : 157051725
    Kelas : B2

    Hazard
    1. Work at height

    Engenering : 1. memasang handrail
    2. Modifikasi scafollding yang
    sesuai standar.
    Administrasi : 1. safety talk
    2. Warning sign
    3. license WAH
    4. Monitoring
    5. Training
    PPE : 1. Body harnes
    2. Hlm
    3. Hand glove
    4. Safety shoes

    2. Overload scaffolding

    Eleminasi : 1. muatannya material dikurangi
    2.
    Administrasi : 1. Monitoring
    2. Warning sign
    3. Permet to work

    3. unscaffolding :

    Emgenering : 1. Modifikasi scaffolding yang
    sesuai stndar.
    Administrasi : 1. Inspeksi scaffolding secara
    berkala
    2. SOP
    3. Monitoring

    4. paparan panas matahari

    Engenering : 1. pemasangan terpal
    2. Coffee break
    Administrasi : 1. safety briefing
    Apd : 1. Helmet

    5. material yang berserakan

    Eleminasi : 1. membuang material yang tidak
    diperlukan
    Administrasi : 1. Hoskeeping
    2. Safety briefing
    3. Warning sign
    4. Wadah untuk material yang sisa
    Apd. : 1. Safety shoes
    2. Safety glove
    3. Helmet

    6. paparan debu

    Administrasi :1. safety briefing

    Apd. : 1. Masker
    2. Kaca mata

    7. unergonomi postur

    Engenering : 1. pengadaan katrol dan gerobak
    Administrasi : 1. Training
    2. Safety briefing
    3. Sop

    8. campuran material yg tidak tepat.

    Engering :1. pengadukan material menggunakan
    Mesin molen
    Administrasi : 1. Sop
    2. Pencampuran material 1:3
    3. Breafing cara pengadukan
    material

    9. penemtapan material tidak pada tempatnya.

    Eleminasi : pengadaan tempat khusus material

    10. pekerja yang tidak berpengalaman

    Administrasi : 1. Training
    2. Sop
    3. Monitoring
    4. Mentoring

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Analisis terlalu singkat, tidak menjelaskan cara pencegahan dengan rinci.
    Gunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar sesuai PUEBI 2016.

  36. Nama : Imam Taufiqur Rahman
    NIM : 157051672
    Kelas : B1

    1. Potensi Bahaya Terjatuh dari ketinggian
    Cara pengendalian :
    a) Travel Restraint Systems (Sistem Pengendalian Untuk Aktifitas Berpindah)
    b) Fall Arrest Systems (Sistem Penahan Jatuh)
    c) Tambatan Landyard
    2. Potensi Bahaya Kegagalan komponen staging atau beban berlebih dapat menimbulkan keruntuhan unit keseluruhan atau sebagian menyebabkan pekerja terjatuh.
    Cara pengendalian :
    a) Pemeriksaan Perancah
    b) Penguat yang kokoh
    c) Landasan (Base Plate dan mudsill) harus berada pada posisi yang benar
    3. Potensi bahaya Dari iritasi kulit akibat terkena semen
    Cara pengendalian :
    a) Gunakan PPE
    b) SOP
    4. Potensi bahaya dari debu semen yang terkene mata
    Cara pengendalian :
    a) Gunakan PPE
    b) SOP
    5. Potensi Bahaya dari barang yang berserakan yang mengakibatkan para pekerja terjatuh atau mengalami accident
    Cara Pengendalian :
    a) Rapikanlah barang dan tarulah lah barang tersebut dengan aman agar tidak menggangu para pekerja
    6. Potensi bahaya Runtuhnya bangunan
    Cara pengendalian :
    a) Inspeksi bangunan
    b) Pembuatan Pondasi yang benar
    7. Potensi bahaya unergonomic
    Cara pengendalian :
    a) Nyamankan lah posisi anda pada saat bekerja
    8. Potensi bahaya dari Caught in
    Cara pengendalian :
    a) rapatkan dan ikatkan dengan baik papan tersebut agar tidak terjadi caught in (tersangkut di papan)
    9. Potensi bahaya membentur antar pekerja tersebut
    Cara pengendalian :
    a) Good Communication
    10. Potensi bahaya dari pekerjaan yang terlalu berat akibat dari menaikkan,mengangkat atu menarik benda
    Cara pengendalian :
    a) Gunakan lah alat pendukung kerja seperti crane atau alat angkut lainya agar tidak memberatkan suatu pekerjaan.

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Gunakan ejaan bahasa Indonesia yang benar sesuai PUEBI 2016.

  37. Nama : Neng Putri Apriyani
    NIM : 14.11.106.701501.1432
    Kelas : B1

    Potensi bahaya dari pekerjaan kontruksi batu bata merah.

    1. Pondasi scafolding tidak rata ditanah
    Pengendaliannya : alas pijak scafolding diratakan dengan cara tanah disemen dan dibersihkan dari barang material lainnya yg berserakan atau ditambahkan base plate

    2. Papan scafolding (soleplate) tidak sesuai standar
    Pengendaliannya : soleplate harus menggunakan standar soleplate scafolding

    3. Scafolding over load
    Pengendaliannya :
    – maksimal pengguna scafolding hanya 2 orang pekerja
    – batu bata harus diberi wadah tersendiri, agar tidak ditumpuk discafolding

    4. Scafolding tidak dilengkapi tangga
    Pengendaliannya : scafolding harus dilengkapi dengan tangga untuk memudahkan pekerja dalam beraktivitas pekerjaan kontruksi

    5. Terjatuh dari scafolding
    Pengendaliannya : meminimalisir cidera saat terjatuh dengan membersihkan area dari material yg berserakan

    6. Kejatuhan barang material dari scafolding
    Pengendaliannya : diberikan safety line disekitar area pekerjaan kontruksi agar hanya pekerja yg memiliki ijin yang boleh memasuki area kontruksi

    7. Tiang scafolding berkarat
    Pengendaliannya : scafolding harus dilakukan inspeksi sebelum pekerjaan kontruksi dimulai dan setelah selesai diinspeksi harus diberi scaf tag

    8. Tertimpa bahan material dari atas scafolding
    Pengendaliannya : semua pekerja wajib menggunakan safety helmet

    9. Tangan cidera atau luka
    Pengendaliannya : semua pekerja harus menggunakan safety gloves

    10. Kelelahan, dehidrasi
    Pengendaliannya : akibat jam kerja yang terlalu panjang menyebabkan pekerja kelelahan, pekerja harus diberikan shift kerja yang cukup

  38. Nama : Titik Lestari
    NIM : 157051745
    Kelas : B2

    Hazard dan pengendalian.

    1.Potensi bahaya (BATU BATA)
    Cara pengendalian :
    – Penyusunan batu bata di atas scaffolding tidak boleh berlebihan.
    – Batu bata yang berserakan dibawah, harus dirapikan ditempatkan di satu tempat.

    2.Potensi bahaya (KAYU DAN PAPAN)
    Cara pengendalian :
    – Kayu diatas scaffolding jika tidak dipakai dirapikan dan diletakkan ditempat yang aman.

    3.Potensi bahaya (SUHU UDARA PANAS)
    Cara pengendalian :
    – Supervisor harus memperhatikan kegiatan pekerja, jangan sampai pekerja dehidrasi.
    – Pekerja harus disediakan air mineral agar tidak terjadi dehidrasi.

    4.Potensi bahaya (DEBU DAN BAKTERI)
    Cara pengendalian :
    – Pekerja harus menggunakan APD yang sesuai dengan pekerjaan (masker).
    – Supervisor haru slalu memperhatikan pekerja nya.

    5.Potensi bahaya (BAHAN KIMIA DALAM BAHAN BANGUNAN)
    Cara pengendalian :
    – Pihak pemilik bangunan atau pihak tender harus memperhatikan bahan bangunan yang disediakan (yang memilliki bahan bangunan yang tidak membahayakan pekerja)
    – Supervisor juga harus menegaskan pekerja menggunakan APD(masker) agar tidak terpapar langsung dengan bahan kimia berbahaya.

    6.Potensi bahaya (UNSKILL PERSON)
    Cara pengendalian :
    – Pekerja diberi pengarahan yang jelas dari Supervisor sebelum melakukan pekerjaan.
    – Harus ada pengawas atau Supervisor yang berkompeten tentang konstruksi.
    – Sebelum melakukan proyek pekerjaaan, pekerja harus mendapat pelatihan khusus tentang konstruksi dan pekerjaan diketinggian.
    -Supervisor harus mengarahkan pekerja sebelum melakukan pekerjaan harus mengecek area tempat bekerja.
    -Memberikan penjelasan tentanf SOP dan JSA.

    7.Potensi bahaya (FAKTOR ERGONIMIK)
    Cara pengendalian :
    – Posisi pekerja memasang batu bata harus sesuai standar pekerjaan yang dilakukan.
    – Supervisor harus selalu memperhatikan posisi-posisi pekerja saat melakukan pekerjaan.

    8.Potensi bahaya (ATAP SENG YANG TIDAK AMAN)
    Cara pengendalian :
    – Atap seng yang berada diatas pekerja harus dirapikan dan dipindahkan ketempat yang aman.
    – Supervisor harus memperhatikan dan mengawasi lokasi dan area tempat bekerja.

    9.Potensi bahaya (SCAFFOLDING)
    Cara pengendalian :
    – Sisa scaffolding tidak digunakan harus dirapikan dan dipinggirkan ketempat yang aman dan tidak membahayakan pekerja lain.
    – Scaffolding yang terpang harus memenuhi standar prosedur.
    -Memindahkan sebagian muatan diatas scaffolding ketempat lain.

    10.Potensi bahaya (PEMASANGAN KAYU DENGAN SCAFFOLDING)
    Cara pengendalian :
    – Kayu yang dipasang dengan scaffolding harus diikat atau direkatkan dengan tali.
    – Memberikan Standar prosedur SOP dan JSA.
    – Adanya pengawasan lebih detail kepada pekerja.

  39. Nama : Wesly Jhon Hendrik Manik
    NIM : 157051659
    Kelas : B1

    1) Hazard :
    Material Berserakan/Berantakan

    Pengendalian:
    – SOP
    – Training Pada pekerja
    – Menyediakan Pengawas Konstruksi
    – Peralatan Standart

    2) Hazard :
    Ketinggian Pada Pekerja Semenisasi

    Pengendalian:
    – SOP
    – Training Pada pekerja
    – Menyediakan Pengawas Konstruksi
    – Peralatan Standart
    – PPE (Body Harnes)

    3) Hazard :
    Debu pada Batu Bata & Semen

    Pengendalian:
    – SOP
    – Training Pada pekerja
    – Menyediakan Pengawas Konstruksi
    – Peralatan Standart
    – PPE (Masker Doubel Filter dan Googles)

    4) Hazard :
    Semenisasi

    Pengendalian:
    – SOP
    – Training Pada pekerja
    – Menyediakan Pengawas Konstruksi
    – Peralatan Standart
    – PPE (OverAll & Sarung Tangan Karet)

    5) Hazard :
    Terpapar Cahaya Matahari

    Pengendalian:
    – SOP
    – Training Pada pekerja
    – Menyediakan Pengawas Konstruksi
    – Peralatan Standart
    – Membuat Tenda Pelindung Pada Pekerja
    – PPE (OverAll & Safety Helmet )

    6) Hazard :
    Scafolding strukture

    Pengendalian:
    – SOP
    – SIKA
    – Training Pada pekerja
    – Menyediakan Pengawas Konstruksi
    – Peralatan Standart
    – Sertifikasi pada Scafolding
    – PPE (OverAll,Safety Helmet,Sarung tangan)

    ———————————————————————————-
    Komentar Dosen:
    Analisis terlalu singkat, tidak menjelaskan cara pengendalian dengan rinci.
    Gunakan kaidah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang benar.

  40. Nama : Ryan Seftian
    NIM : 157051926
    Kelas : B1

    Potensi bahaya

    1.Jika tidak memakai masker potensi bahaya yg bisa terjadi, karena banyak partikel partikel kecil dri semen atau partikel batu bata yang terkontaminasi udara yang bisa membuat saluran pernafasan tersumbat/sesak nafas.

    pengendalianya:
    *lihat lingkungan kerja,jika dilingkungan digambar tersebut,harus wajib memakai masker wajah, sebelum memulai suatu pekerjaan.

    2. tidak memakai sarung tangan,potensi yg akan terjadi, ketika pekerja memegang batu bata dengan kedua telapak tangan bisa saja tergores,dan terluka,dan membuat tangan cedera ringan /lecet

    pengendalianya: *pakailah sarung tangan kain klo bisa di pakai dobble sarung tangan karet sarung tangan kain, agar memproteksi tangan lebih aman dari goresan/luka.

    3. salah satu posisi ergonomi pekerja ada yang tidak aman, (dalam posisi jongkok) bisa saja membuat pinggang sakit, karena terlalu lama bekerja dalam posisi seperti itu

    pengendalian:
    *duduk dan bekerja dengan posisi yang benar.

    4.tumpuan salah satu pekerja tidak tepat,karena pekerja hanya berpegang pada salah satu scafolding,sehingga jika tanganya dilepas bisa potensi ini membuat, tukang bisa saja langsung terjatuh.

    pengendalianya:
    *memakai tumpuan kaki bisa menyerupai maju kayu atau tangga.

    5.kondisi tempat kerja dan lantai yang berantakan tidak rata.. potensi ini bisa membuat pekerja tersandung dan terjatuh dan kaki bisa saja terkilir

    pengendalianya:
    *menyingkirkan barang barang yg berserakan, ditata rapi agar mudah melakukan pekerjan.

    6. potensi yg bisa terjadi jika scapolding dibiarkan bertumpuk bisa roboh

    pengendalian:
    *menyusun scafolding dengan rapi dan benar.

    7. potensi yang bsa terjadi patahnya kayu penopang pekerja tukang dan batu bata yang berantakan

    pengendalianya
    *mengurangi beban batu bata jgn terlalu banyak ditumpuk.

    8.potensi yg bisa terjadi, kejatuhan batu bata

    pengendalianya: *memakai helm standart SNI agar terhindar dari benturan keras jatuhan batu bata.
    * memakai sepatu safety agar tidak melukai kaki
    penyusunan batu bata yang benar.

    9.tumpuan scafolding seperti tidak stabil /tidak kuat menahan beban berat.

    pengendalian:
    * cek alat bantu bekerja sebelum memulai pekerjan, apakah masih bisa digunakan atau tidak agar tidak ,menyebabkan accident kecelekaan kerja.

    10.sebagian pekerja tidak memakai kacamata/ pelindung mata,
    potensi bisa sangat membahayakan mata, mata bisa saja kelilipan atau termasuk kotoran debu dari ampas semen dan batu bata kedalam mata, yang bisa merusak pandangan mata/kabur.

    pengendalianya:
    *pakailah kacamata agar mata terhindar dari debu dan kotoran lingkungkan kerja.

  41. Nama : Yeremia Marthen Sianipar
    NIM : 157051763
    Kelas : A2

    1. Potensi bahaya : Pekerja yang dibawah tertimpa batu bata.
    Cara pengendalian:
    a . Batu bata tidak ditaro disembarang tempat seperti digambar tersebut, melainkan harus ditaro ditempat yang lebih aman.

    2. Potensi bahaya : Tangan ikut tersemen.
    Cara pengendalian:
    a . Sebaiknya pekerja menggunakan sarum tangan saat bekerja, karna digambar tersebut pekerja tidak menggunakan sarum tangan.

    3. Potensi bahaya : Terjatuh
    Cara pengendalian:
    a . Sebaiknya diatas scaffolding tidak ditaro banyak material karena takutnya scaffolding tidak kuat menahan beban dan mengakibatkan scaffolding itu runtuh.

    4. Potensi bahaya : Ergonomi
    Cara pengendalian:
    a . Sebaiknya material tidak ditaro didekat pekerja saat bekerja karena akan menyebabkan ketidak nyamanan pekerja untuk bekerja.

    5. Potensi bahaya : Terpeleset
    Cara pengendalian:
    a . Pekerja harus memperhatikan posisi mereka saat bekerja, pada gambar tersebut pekerja ada yang jongkok didekat semen, itu sangat membahayakan sekali buat pekerja saat terpeleset.

    6. Potensi bahaya : Terinfeksi debu
    Cara pengendalian:
    a . Sebaiknya pekerja menggunakan masker dalam bekerja.

    7. Potensi bahaya : Cuaca panas
    Cara pengendalian:
    a . Pekerja harus memakai pakaian yang lebih tertutup agak tidak kulit tidak terbakar matahari.

    8. Potensi bahaya : Scaffolding runtuh
    Cara pengendalian:
    a . Sebaiknnya scaffolding ditaro ditempat yang baik, tidak diatas tanah yang tidak rata dan berbatu-batu seperti gambar tersebut.

    9. Potensi bahaya : Mata perih
    Cara pengendalian:
    a . Sebaiknya pekerja menggunakan kacamata saat bekerja agar tidak terkena debu kemata.

    10. Potensi bahaya : Terjatuh dari scaffolding
    Cara pengendalian:
    a . Pekerja harus lebih
    memerhatikan posisi badan saat bekerja agar tidak terpeleset atau terjatuh.

  42. Nama : Winda Seftia Ningrum
    NIM : 157051690
    Kelas : B1

    1. Potensi bahaya di ketinggian
    * Pengendaliannya :
    a. Pekerja harus melengkapi diri dengan memakai alat pelindung diri/body harness dengan benar
    b. Lantai kerja harus dipastikan kuat dan rata agar tak ada celah lumbang yg bisa mengakibatan pekerja terjerumus
    c. Memahami SOP dan JSA yg telah di buat

    2. Potensi bahaya : kelelahan akibat kerja
    * Pengendaliannya :
    a. Pekerja harus memerhatikan kondisi fisiknya, menjaga kesehatan agar tetap fit pada saat bekerja agar tidak terjadi kelelahan yg berlebihan

    3. Potensi bahaya akibat cuaca
    *Pengendaliannya :
    a. Memberi atap/peneduh di area kerja agar tidak terpaparan langsung oleh panas dan memcegah terkena hujan
    b. Membuat gazebo untuk tempat peristirahatan pekerja

    4. Potensi bahaya material
    * Pengendaliannya :
    a. Sediakan tempat khusus untuk meletakkan bahan-bahan material tsb.
    b. Pindahkan material yang tidak digunakan
    c. Harus lebih memerhatikan SOP
    d. Pekerja harus memakai sarung tangan, agar tidak mudah cidera akibat material

    5. Potensi bahaya scaffolding
    * Pengendaliannya :
    a. Scaffoldding harus memenuhi standar
    b. Ikuti aturan dan tata cara kerja sesuai SOP yang berlaku
    c. Permukaan lantai harus rata, tidak ada sedikit lun benda-benda material yang membahayakan

    6. Potensi bahaya akibat debu semen
    * Pengendaliannya :
    a. Pekerja harus memakai masker agar terhindar dari debu-debu disekitar area kerja

    7. Potensi bahaya: Ruang area kerja terbatas
    * Pengendaliannya :
    a. Pihak yang nersangkutan seharusnya memperluas area kerja
    b. Memenuhi SOP dan JSA

    8. Potensi bahaya peralatan yang tidam standar
    *Pengendaliannya :
    a. Pihak yang bersangkutan hatus memerhatikan ke standaran alat yang digunakan perkerja, masih layak atau tidak digunakan
    b. Sesuai SOP

    9. Potensi bahaya akibat kelebihan jam kerja
    a. Mengatur waktu kerja dengan baik
    b Berganti shift dengan rekan kerja

    10. Potensi bahaya akibat pijakan yang tidak stabil
    * Pengendaliannya :
    a. Memberikan pijakan yang standar serta permukaan lantai harus diratakan

  43. Nama: Giftson Simamora P
    NIM : 157051847
    Kelas : A2

    1. Potensi Bahaya: Terpeleset
    Pengendalian :
    – pastikan metode membersihkan telah efektif untuk tempat yang dipakai
    – jangan menambah resiko baru ketika pembersihan sedang di lakukan

    2. Potensi Bahaya: Tersandung
    Pengendalian :
    – pertimbangkan pekerjaan diorganisir dan diatur, hindari untuk terburu-buru, pekerjaan yang terlalu padat atau bebatuan yang melintang
    – Jaga agar area jalan

    3. potensi Bahaya: Luka kulit
    pengendalian :
    – cabut benda tersebut dengan hati-hati
    – beri obat pada luka karena tertusuk benda tajam

    4. Potensi Bahaya: Terjatuh
    pengendalian :
    – sebaiknya material tidak terlalu banyak di taro di atas, karena takut nya tidak kuat menahan beban

    5. Potensi Bahaya: psiko-sosial
    pengendalian:
    – melakukan istirahat pekerjaan agar mendapatkan hasil yang sempurna

    6. Potensi Bahaya: jongkok terlalu Lama
    pengendalian:
    – selama 6jam tidak sepenuhnya duduk

    7. Potensi Bahaya: kelilipan debu
    pengendalian :
    – menggunakan kaca mata, supaya tidak masuk nya debu ke mata

    8. Potensi Bahaya: jam kerja yang Lama
    Pengendalian:
    – memakai jadwal, dan selalu ada jadwal istirhat atau relaksasi

    9. Potensi Bahaya: Ergonomi
    pengendalian:
    – pekerja harus lebih memperhatikan posisi dalam bekerja agar kenyamanan dalam bekerja tidak menggangu.

    10. potensi Bahaya: Scaffolding runtuh
    pengendalian:
    – sebaiknya beban di atas scaffolding tidak terlalu bnyak, agar tidak runtuh

  44. Nama : Yudha Azhar Lazuardhi
    NIM : 157051759
    Kelas : B2

    1. Potensi bahaya: un ergonomic posture
    Cara pengendalian
    a. Engineering control : 1.Sesuaikan tinggi scafoldding dengan setiap pekerjaan agar sesuai dengan ukuran antropometrisnya
    2.menggunakan pesawat angkat dan angkut untukmembawa material bangunan ke lebih tinggi
    b. Administrasi : 1. Kumpulkan data antropometri para pekerja agar pencegahan un ergonomic posture dapat diatasi
    2. Beri waktu coffe break agar pekerja dapat meminimalisir kelelahan

    2. Potensi Bahaya : Heat Stress
    Cara Pengendalian
    a. engineering control : 1 membuat pelindung panas dari matahari
    2. membuat intake fan
    b. administrasi : 1. pengendalian waktu kerja Rolling
    2. Beri waktu coffe break agar pekerja dapat meminimalisir kelelahan
    3. Emergency response team

    3.Potensi Bahaya: Terjatuh dari Scafollding
    Cara Pengendalian:
    a. engineering control : membuat hand rail pada scaffolding
    b. administrasi : menggunakan body hadness jika ketinggian kerja diatas 1,8 m

    4. Potensi Bahaya: Unskill Person
    Cara pengendalian :
    a. Administrasi: 1. melakukan training untuk para pekerja (certification)
    2. melakukan pengawasan terhadap pekerja
    3. reward and punishment

    5. potensi bahaya : falling object/material (benda terjatuh)
    cara pengendalian :
    a. substitusi : mengganti batu bata dengan bata ringan.
    b. engineering control: 1. membuat tempat khusus bahan bangunan sehingga bahan bangunan terhindar dari konsekuensi terjatuh atas kelalaian pekerja
    2. menggunakan pesawat angkat dan angkut untukmembawa material bangunan ke lebih tinggi
    c.PPE standart 1. glove,safetyshoes,googles

    6. potensi bahaya : falling scaffolding (scaffolding runtuh)
    Cara pengendalian :
    a. engineering control : 1. membuat pengait antara scaffolding dengan dinding bangunan
    b. administrasi : 1.scaffolding certification
    2. SOP Maintenance
    3. inspeksi berkala pada scaffolding oleh scaffolding inspector

    7. potensi bahaya : gangguan pernafasan
    Cara pengendalian:
    a. engineering control: exhaust fan
    b.administrasi : MCU berkala
    c. PPE Standart 1. glove,safetyshoes,googles,mask

    8. potensi bahaya : iritasi kulit
    Cara pengendalian:
    a. administrasi : first aid box
    b. PPE Standart 1. glove,safetyshoes,googles,mask

    9. potensi bahaya : tertimpa bangunan
    cara pengendalian
    a. substitusi : mengganti bahan material yang lebih berkualitas agar bangunan kokoh
    b. engineering control : membuat pondasi yang lebih kokoh
    c. administrasi : 1. inspeksi berkala
    2.checklist inspection
    d. . PPE Standart 1. glove,safetyshoes,googles

    10. potensi bahaya : tergores sisi tajam material
    cara pengendalian :
    a. substitusi: mengganti bata merah menjadi bata ringan
    b. administrasi : First aid box
    c. PPE Standart 1. glove,safetyshoes,googles

    11. potensi bahaya :stress
    cara pengendalian :

    a. administrasi :1. mengatur jam kerja pekerja,
    2. menaikkan gaji,
    3. coffe break
    4. rolling shift

  45. Nama : Wisnu Kusaid Hartawan.A.S.K
    NIM : 157051671
    Kelas : B1

    > Potensi Bahaya : Pekerja dapat terjatuh.
    Pengendalian : (1) Pekerja harus dalam kondisi fit sebelum melakukan kegiatan bekerja di atas ketinggian dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis. (2) Semua pekerja sebelum melakukan kegiatan bekerja di atas ketinggian harus sudah mendapat pelatihan. (3) Prosedure kerja aman (JSA) harus dibuat oleh semua pekerja yang terlibat dalam bekerja di ketinggian & semua pekerja yang harus berpartisipasi dalam rumusan JSA. (4) Semua peralatan Penahan dan Pencegah Jatuh serta Peralatan Pendukung harus dalam kondisi baik dan sudah diinspeksi sebelum digunakan. (5) Semua peralatan pendukung (EWP, Scaffold, Ladders, dll) sesuai dengan persyaratan standard, dan dididirikan atau dioperasikan oleh orang yang berkompeten.

    > Potensi Bahaya : Terkena Bahan Bongkaran
    Pengendalian : (1) Memakai sepatu kerja lapangan saat melaksanakan pekerjaan. (2) Untuk seluruh potensi bahaya yang dapat menimbulkan resiko agar menyediakan kotak P3K untuk pertolongan pertama. (3) Melakukan pemakaian APD dengan baik dan benar.

    > Potensi Bahaya : Tepeleset dan Jatuh pada posisi yang berbahaya
    Pengendalian : (1) Memastikan pijakan kaki sudah berada pada tempat yang tepat dan tidak beresiko tinggi. (2) Berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaan dan mengenakan kelengkapan safety yang baik dan benar. (3) Menyediakan Kotak P3K

    > Potensi Bahaya : Tertimpa Bata dan benda lainnya
    Pengendalian : (1) Tempatkan bahan bangunan/bata ditempat yang rendah agar tidak tertimpa pekerja yang berada dibawa. (2) Memakai pakaian yang tertutup dan memakai safety seperti sepatu safety, sarung tangan dan helm safety. (3) memasangan rambu-rambu. (4) Sedia kotak P3K untuk pertolongan pertama. (5) Memakai APD yang baik dan benar.

    > Potensi Bahaya : iritasi
    Pengendalian : (1) Tutup dahulu jika memilihi luka pada bagian tubuh. (2) Saat melaksanakan pekerjaan memasang bata harus menggunakan pakaian yamg tertutup dan menggunakan APD yang baik dan benar seperti sepatu safety, sarung tangan, helm safety, kaca mata safety.

    > Potensi Bahaya : Terpapar Matahari/Panas
    Pengendalian : (1) Memasang atap, tenda atau terpal agar tidak langsung terpapar matahari. (2) Selalu menjaga kondisi tubuh. (3) Selalu menggunakan APD dengan baik dan benar.

    > Potensi Bahaya : Terjepit/tertusuk benda tajam
    Pengendalian : (1) Selalu berhati-hati dalam penggunaan alat kerja. (2) Selalu berhati-hati saat berpijak dan menaruh tangan. (3) Selalu sedia Kotak P3K. (4) Gunakan APD dengan baik dan benar.

    > Potensi Bahaya : Terbentur Scaffolding
    Pengendalian : (1) Selalu fokus saat bekerja dan perhatikan daerah sekitar sebelum melangkah atau berdiri. (2) Gunakan Helm safety yang baik dan benar dan belum expire. (3) Sedia P3K. (4) APD.

    > Potensi Bahaya : Cidera mengangkat berat saat posisi yang buruk dan ruang yang terbatas
    Pengendalian : (1) Luaskan daerah kerja dengan cara pindahkan barang atau semua yang tidak digunakan. (2) Selalu perhatikan posisi saat ingin mengankat benda berat, jika diperlukan gunakan katrol agar lebih mudah dan aman. (3) Selalu sedia kotak P3K. (4) Gunakan APD dengan baik dan benar.

    > Potensi Bahaya : Tertelan debu
    Pengendalian : (1) Bekerja dengan hati-hati agar debu tidak terangkat terbawa angin dan terhirup atau tertelan. (2) Gunakan maskes seperti masker N-70 atau N-95 yang sudah mendapat sertifikat National Institute for Occupational Safety and Health.

  46. Nama : Asmadi Nur
    NPM : 157051760
    Kelas : B2

    1.Work at Height
    Control :
    -Work Permit
    -Training
    -Safety Briefing
    -PPE (Body Harness,Guard Rail,Safety Shoes,Safety Helmet,Safety Gloves,Safety Glasses)

    2.Substandard Scaffolding
    Control:
    -Use expert Scaffolder/Certified Person
    -Preinspection scaffolding
    -Training

    3.Drop Object
    Control:
    -Secondary Containment (basket/keranjang)
    -Safety Net
    -Barrier
    -PPE (Safety Helmet,Safety Shoes dll.)

    4.Biological Hazard (Ular,Lebah,Semut dan Hewan menyengat lainnya)
    Control:
    -Safety Check Area
    -Communication
    -Be Aware
    -Focus
    -PPE (Safety Shoes, Safety Glasses, Helmet, Coverall)

    5.Physical Hazard (Heat)
    Control:
    -Prepare work schedule
    -Menambah Intensitas coffe break

    6.Chemical Hazard (Cement)
    Control:
    -Focus
    -Install Shower/Eyewash
    -PPE (Coverall,Safety Gloves,Safety Shoes, Safety Glasses)

    7.Fatigue
    Control:
    -Safety Induction
    -Briefing
    -Coffe Break

    8.Unergonomic Posture
    Control:
    -Rekayasa/mendesign Ulang Peralatan
    -SOP
    -JSA

    9.Material yang Berserakan
    Control:
    -Housekeeping
    -Warning Sign

    10.Human Error
    Control:
    -Training
    -SOP
    -JSA
    -Mentoring by Experience Person
    -Punishment

    11. Expired PPE
    Control:
    -Pengecekan PPE berkala
    -Mengganti PPE yang Expired

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.