SAFETY PRIME

Engineering Safety

[1801191] Analisis Kepatuhan Pekerja Terhadap Penggunaan Safety Shoes

Leave a comment

ANALISIS KEPATUHAN PEKERJA TERHADAP PENGGUNAAN SAFETY SHOES

Kurnia Istiqomah dan Candra Winata
Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Fakultas Vokasi, Universitas Balikpapan

ABSTRAK

Konstruksi bangunan adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan seluruh tahapan yang dilakukan di tempat kerja. Pekerjaan proyek konstruksi ini melibatkan banyak aspek. Semua aspek yang terlibat masing-masing dapat menjadi sumber kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kematian hingga kerugian material. Pekerjaan jenis ini sangat beresiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Kegagalan dalam proses pembangunan dapat berakibat rusaknya alat peralatan, rusaknya material yang diangkat, kerusakan lingkungan kerja di sekitarnya, serta cidera atau bahkan terjadinya kematian pekerja, dan pada akhirnya berpengaruh pada produktivitas dan biaya perusahaan.

Penelitian ini difokuskan untuk menemukan jawaban atas penyebab terjadinya kecelakaan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan dan pemahaman dalam mengimplementasikan penggunaan alat pelindung diri – untuk selanjutnya disingkat APD – khususnya safety shoes. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan melalui pengamatan (observasi) terhadap suatu proses pekerjaan konstruksi pada pembangunan klinik Universitas Balikpapan dengan memberikan gambaran melalui pengetahuan responden terhadap penggunaan APD khususnya safety shoes.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pekerja terhadap penggunaan safety shoes pada proses pembangunan klinik di Universitas Balikpapan hanya 20% pekerja yang patuh terhadap penggunaan safety shoes sedangkan 80% pekerja tidak patuh terhadap penggunaan safety shoes. Beberapa faktor yang menciptakan peluang terjadinya kecelakaan kerja khususnya ketika pekerja tidak menggunakan safety shoes diantaranya adalah kenyamanan, peraturan dan pengawasan.

Pemahaman aspek-aspek pengunaan APD yang baik dan benar serta pemahaman menggunakannya dalam berbagai macam APD, akan dapat mengendalikan risiko kecelakaan kerja pada proses kerja konstruksi yang terjadi dalam kegiatan khususnya pekerjaan pembangunan Klinik di Universitas Balikpapan.

Kata kunci: APD, Safety Shoes, Universitas Balikpapan, Konstruksi, Kepatuhan.

 

PENDAHULUAN

Konstruksi bangunan adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan seluruh tahapan yang dilakukan di tempat kerja. Pekerjaan proyek konstruksi bangunan melibatkan beberapa aspek diantaranya adalah bahan bangunan, pesawat/bahan bangunan instalasi/bahan bangunan peralatan, tenaga kerja, dan penerapan teknologi. Semua aspek tersebut dapat merupakan sumber kecelakaan kerja yang bahkan dapat mengakibatkan kematian atau kerugian material.

Keselamatan kerja merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dan dikondisikan oleh pihak instansi. Dengan kondisi keselamatan kerja yang baik pekerja dapat melaksanakan pekerjaan dengan aman, nyaman dan selamat. Pekerja yang merasa aman, nyaman dan selamat saat bekerja dapat mendorong tingkat produktivitas suatu pekerjaan.

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki, yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun harta benda. Proses kerja konstruksi termasuk dalam kegiatan yang sangat berisiko terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja mempunyai banyak penyebab yang saling berkaitan serta dapat menyebabkan kematian, cacat dan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Mengutip dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, tercatat hingga akhir 2015 telah terjadi kasus kecelakaan kerja sebanyak 105.182 kasus dengan 2.375 kasus merupakan kasus kecelakaan berat yang mengakibatkan kematian.

Pengendalian agar terhindar dari risiko kecelakaan kerja sangatlah penting. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk terhindar dari risiko terjadinya kecelakaan kerja salah satunya penggunaan APD. Alat pelindung diri merupakan salah satu upaya untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari adanya potensi bahaya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Penggunaan alat pelindung diri tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis pekerjaan serta diperiksa terlebih dahulu kondisi kelayakannya.

Rendahnya kesadaran dan kepatuhan akan penggunaan APD saat bekerja masih banyak ditemui pada proyek konstruksi skala kecil maupun skala besar. Kepatuhan adalah suatu kondisi yang tercipta dan berbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi atau sama sekali tidak dirasakan sebagai beban, bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bila mana ia tidak dapat berbuat sebagaimana lazimnya.

Kepatuhan menggunakan APD memiliki peranan penting dalam menciptakan keselamatan di tempat kerja dan mengurangi angka kejadian kecelakaan kerja. Pekerja yang patuh memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk melindungi dirinya terhadap bahaya keselamatan kerja karena mereka memahami risiko yang diterima jika berperilaku patuh ataupun tidak patuh terhadap peraturan yang ada. Pekerja yang patuh akan selalu berperilaku aman dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga dapat mengurangi jumlah kecelakaan kerja. Sebaliknya pekerja yang tidak patuh akan cenderung melakukan kesalahan dalam setiap proses kerja karena tidak mematuhi standar dan peraturan yang ada.

Pekerja yang tidak patuh merasa bahwa peraturan yang ada hanya akan membebani dan menjadikan pekerjaan menjadi lebih lama selesai. Pekerja yang tidak patuh akan berperilaku tidak aman karena dengan tidak memakai APD mereka merasa menyenangkan dan memudahkan pekerjaan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pekerja bangunan terhadap penggunaan APD khususnya safety shoes pada proses pembangunan klinik di Universitas Balikpapan serta mengetahui faktor atau alasan pekerja terhadap kepatuhan penggunaan APD khususnya safety shoes pada proses pembangunan klinik di Universitas Balikpapan.

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya penggunaan APD khususnya safety shoes guna menciptakan lingkungan kerja yang aman serta terhindar dari kecelakaan kerja.

METODE PENELITIAN

Dalam melakukan penelitian tentang kepatuhan pekerja terhadap penggunaan safety shoes pada proyek pembangunan klinik di Universitas Balikpapan, peneliti menggunakan metode campuran (mix method) dengan jenis penelitian implementasi deskriptif, yakni dengan melakukan wawancara dan observasi langsung di lapangan terhadap obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan di Universitas Balikpapan pada bulan Desember 2017.

Wawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau informasi secara lisan, bercakap-cakap berhadapan muka dengan responden.

Variabel dalam penelitian ini adalah kepatuhan pekerja terhadap penggunaan safety shoes. Populasi dalam penelitian ini adalah lima orang pekerja proyek pembangunan klinik di Universitas Balikpapan. Prinsip dasar dari penelitian ini adalah memperoleh informasi kepatuhan pekerja terhadap penggunaan safety shoes, alasan-alasan yang mendasari kepatuhan pekerja terhadap penggunaan safety shoes.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil pengamatan langsung terhadap lima orang pekerja pembangunan klinik di Universitas Balikpapan didapat hasil distribusi responden berdasarkan kepatuhan penggunaan safety shoes disajikan pada tabel berikut:

Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa hanya satu orang pekerja yang patuh terhadap penggunaan safety shoes saat bekerja (20%). Hal ini menunjukkan bahwa masih cukup banyak pekerja yang belum sepenuhnya mematuhi penggunaan safety shoes sebagaimana mestinya saat bekerja. Penggunaan safety shoes saat bekerja konstruksi cukup penting. Karena dengan menggunakan safety shoes pekerja dapat terhindar dari bahaya konstruksi seperti kejatuhan material, terkena kontak langsung antara kulit dengan semen, dan tergelincir. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak pekerja yang mengabaikan atau tidak patuh terhadap penggunaan APD khususnya safety shoes.

Dari hasil wawancara peneliti dengan responden didapati bahwa sebagian besar pekerja memahami atau memiliki pengetahuan yang baik akan penggunaan APD khususnya safety shoes saat bekerja bangunan.

Gambar 1. Para pekerja tidak menggunakan safety shoes saat bekerja

Hampir seluruh pekerja mengetahui apa itu APD dan manfaatnya. Namun pengetahuan mereka tentang APD dan manfaatnya berbanding terbalik dengan kepatuhan penggunaannya.

Berikut tabel distribusi pengetahuan responden terhadap penggunaan APD khususnya safety shoes.

Berdasarkan Tabel 2 didapati bahwa pekerja memiliki pengetahuan yang baik terhadap penggunaan safety shoes (80%) saat melakukan pekerjaan namun berbanding terbalik dengan kondisi saat bekerja. Para pekerja banyak yang tidak patuh dengan penggunaan safety shoes. Hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pekerja dengan kepatuhan menggunakan safety shoes saat bekerja. Setelah mewawancarai lebih dalam kepatuhan pekerja dalam penggunaan safety shoes didasari oleh beberapa faktor atau alasan yaitu: kenyamanan, peraturan dan pengawasan.

Gambar 2. Proses Wawancara dengan Para Pekerja

Setelah mewawancarai lebih dalam kepatuhan pekerja dalam penggunaan safety shoes didasari oleh beberapa faktor atau alasan yaitu: kenyamanan, peraturan dan pengawasan.

Kenyamanan adalah suatu kondisi perasaan seseorang yang merasa nyaman berdasarkan persepsi masing-masing individu. Kenyamanan (comfort) sebenarnya sangat sulit untuk diartikan karena bersifat individu dan tergantung kepada kondisi perasaan orang yang mengalami situasi tersebut. Rangsangan yang berasal dari kondisi lingkungan berupa suara, cahaya, bau, suhu dan lain-lain masuk melalui melalui syaraf indera manusia kemudian dicerna oleh otak untuk dinilai. Otak akan memberikan nilai nyaman atau tidak rangsangan tersebut.

Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa empat orang pekerja tidak nyaman bekerja menggunakan safety shoes, sehingga tidak patuh terhadap penggunaannya saat bekerja. Pekerja masih menganggap menggunakan safety shoes menghambat gerak kerja mereka. Hal ini membuktikan bahwa kenyamanan menggunakan APD khususnya safety shoes memiliki hubungan dengan kepatuhan pekerja terhadap penggunaannya.

Menurut KBBI peraturan adalah ketentuan yang mengikat warga kelompok masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan kendalikan tingkah laku yang sesuai dan diterima: setiap warga masyarakat harus menaati aturan yang berlaku; atau ukuran, kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau membandingkan sesuatu.

Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa tidak ada peraturan di area kerja yang mengharuskan pekerja menggunakan APD khususnya safety shoes saat bekerja sehingga pekerja merasa tidak wajib menggunakan APD khususnya safety shoes saat melakukan pekerjaannya. Sebanyak empat orang pekerja tidak patuh terhadap penggunaan safety shoes saat bekerja dikarenakan tidak ada peraturan yang mengikat. Hal ini menunjukkan bahwa peraturan memiliki hubungan akan penggunaan APD khususnya safety shoes saat bekerja.

Pengawasan merupakan sebuah proses di dalam menetapkan ukuran dari kinerja dan juga pengambilan tindakan yang dapat mendukung dalam pencapaian hasil yang diharapkan agar sesuai dengan kinerja yang sudah ditetapkan. Atau juga dapat diartikan ialah sebuah proses agar dapat memastikan bahwa segala aktivitas yang terlaksana sesuai seperti apa yang sudah direncanakan.

Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa empat orang pekerja tidak patuh terhadap penggunaan safety shoes karena tidak ada pengawasan terhadap penggunaan APD khususnya safety shoes saat bekerja. Para pekerja merasa tidak perlu menggunakan APD khususnya safety shoes karena tidak ada teguran langsung kepada para pekerja untuk menggunakan APD khususnya safety shoes saat bekerja.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian terhadap kepatuhan pekerja terhadap penggunaan safety shoes pada proses pembangunan klinik di Universitas Balikpapan didapatkan hasil bahwa hanya 20% pekerja yang patuh terhadap penggunaan safety shoes sedangkan 80% pekerja tidak patuh terhadap penggunaan safety shoes. Setelah mewawancarai lebih dalam didapatkan faktor-faktor atau alasan yang mempengaruhi pekerja terhadap penggunaan safety shoes antara lain kenyamanan, peraturan dan pengawasan.

Pekerja merasa tidak nyaman menggunakan safety shoes saat bekerja karena safety shoes cenderung berat untuk dipakai. Selain itu bagi para pekerja menggunakan safety shoes dapat mengurangi atau menghambat gerak kerja mereka. Hal inilah yang membuat para pekerja menggunakan sepatu biasa bahkan hanya sandal seadanya bukan menggunakan safety shoes.

Peraturan serta pengawasan juga menjadi faktor pekerja tidak menggunakan safety shoes, tidak adanya peraturan yang mewajibkan menggunakan safety shoes saat bekerja serta pengawasannya yang membuat pekerja tidak patuh dalam penggunaan safety shoes.

DAFTAR PUSTAKA 

Ananta, Erwin. 2017. Engineering Safety Prime: Construction Safety. Materi Perkuliahan Keselamatan Konstruksi, Fakultas Vokasi Universitas Balikpapan. Tersedia pada situs http://www.safety.cf

Dwi, Muhammad. 2015. Pengaruh Aspek Perilaku Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (Studi Kasus di Area Work Crane Barge PT Aset Marine Batam). Skripsi; Balikpapan; D4K3 Universitas Balikpapan.

Mastuti. 2015. Tingkat Kepatuhan Petugas Radiologi Terhadap Penggunaan APD di Rumah Sakit XYD Balikpapan. Skripsi; Balikpapan: D4K3 Universitas Balikpapan.

Okta, Dwi. 2011. Analisis Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri Pada Pekerja Laboratorium PPPTMGB LEMIGAS Jakarta Tahun 2011. Skripsi; Jakarta: FKM Universitas Indonesia.

Ramadhiani, Arimbi. 2016. Kecelakaan Kerja di Indonesia Tercatat 105.182 Kasus. Diakses pada situs Kompas.com. tanggal 4 Desember 2017. http:// properti.kompas.com/ read/2016/11/09/154736121/ kecelakaan.kerja.di.indonesia.tercatat.105.182.kasus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.