SAFETY PRIME

Engineering Safety

[1801192] Kajian Pencahayaan pada Area Parkir

Leave a comment

KAJIAN PENCAHAYAAN PADA AREA PARKIR

Ririn Sarlita dan Lisa Yuliani
Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Fakultas Vokasi, Universitas Balikpapan
ririnsarlita48@gmail.com

ABSTRAK

Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Universitas juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya adalah area parkir. Tentunya dengan adanya lahan parkir, memudahkan mahasiswa untuk meletakkan kendaraannya ditempat yang sudah disediakan oleh pihak kampus.

Dalam melakukan penelitian tentang Kajian Pencahayaan pada area parkir, Peneliti menggunakan metode kuantitatif, yakni dengan cara memberikan kuisioner kepada responden dari mahasiswa Universitas Balikpapan dan melakukan survei dengan pemantauan langsung pada area parkir. Penelitian ini berlokasi di area parkir samping masjid Universitas Balikpapan.

Dari hasil pengumpulan data tersebut diketahui bahwa jumlah perolehan skor pada pada hasil kuesioner ialah 34,2% dengan skor tertinggi terdapat pada pertanyaan “Selain pencahayaan, bagaimana pengolahan area parkir di Universitas Balikpapan khususnya area parkir samping mushola ?” dengan persentase 12,6 % dan skor terendah terdapat pada pertanyaan “Apakah lampu penerangan pada area parkir sudah sesuai ?” dengan persentase 4,2%. Dari data tersebut dapat diinterpretasikan bahwa mahasiswa menilai pencahayaan di area parkir samping masjid Universitas Balikpapan dinilai masih tidak memadai mengenai Standar Nasional SNI 7391:2008 sebagai patokan pada standar pencahayaan lampu khususnya di area parkir.

Dari data yang didapat peneliti dengan melakukan kuisioner kepada sepuluh responden serta melakukan pengukuran tingkat pencahayaannya kemudian disesuaikam dengan Standar Nasional SNI 7391:2008 dan peneliti dapat menyimpulkan bahwa pencahayaan pada area parkir samping masjid Universitas Balikpapan belum memadai.

Kata kunci : Universitas Balikpapan, Pencahayaan, Area parkir, Iluminansi.

 

PENDAHULUAN

Universitas adalah suatu institusi pendidikan tinggi dan penelitian, yang memberikan gelar akademik dalam berbagai bidang. Sebuah universitas menyediakan pendidikan sarjana dan pascasarjana. Universitas juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya adalah area parkir. Tentunya dengan adanya lahan parkir, memudahkan mahasiswa untuk meletakkan kendaraannya di tempat yang sudah disediakan oleh pihak kampus. Tetapi kebanyakan oknum yang tidak terlalu memperhatikan dengan teliti mengenai standar (terutama pencahayaan) pada sebuah area parkir. Kelayakan serta pencahayaan tentunya menjadi salah satu point utama pada area parkir. Tentunya ini menjadi hal yang sangat dilewatkan oleh oknum-oknum tertentu. Padahal saat ditelusuri, lahan parkir juga merupakan salah satu fasilitas yang utama pada sebuah universitas. Jika diperhatikan sekilas, area parkir tidak terlalu mencolok, tetapi jika diperhatikan lebih detail area parkir memberikan peran yang sangat penting bagi universitas. Area parkir sendiri merupakan satu-kesatuan dari sebuah universitas.

Pencahayaan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dengan area parkir. Pencahayaan memberikan peran penting, khususnya pada malam hari. Dengan adanya pencahayaan, membantu mahasiswa untuk mengenali kendaraannya pada malam hari. Pencahayaan yang kurang, tentu membuat sebagian mahasiswa merasa kurang nyaman. Selain menciptakan rasa nyaman bagi mahasiswa, pencahayaan yang baik di area parkir juga memberikan manfaat lainnya. Salah satunya yaitu membuat universitas tampak sangat indah pada malam hari, dengan bangunan bertingkat juga tata cara penyusunan kendaraan di area parkir yang tampak sangat rapi (khususnya malam hari). Ini tentunya memberikan nilai tambah pada universitas itu sendiri. Dengan layaknya area parkir, menjadikan salah satu fasilitas yang dapat dibanggakan oleh suatu universitas. Memberikan kenyamanan bagi mahasiswa serta keamanan pada kendaraan yang tertata rapi, menjadi point utama dalam adanya area parkir. Tidak hanya pencahayaan, tata letak kendaraan, rambu-rambu (seperti tanda panah keluar-masuk), dan lain sebagainya, menjadikan area parkir tampak sangat layak.

Tujuan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif agar mendapatkan hasil yang sistematis, lebih spesifik, dan terstruktur. Sehingga hasil dari penelitian lebih detail dan jelas dengan penggunaan tabel, grafik, atau diagram agar pembaca lebih mudah memahaminya. Metode survei juga digunakan dalam penelitian ini, dengan tujuan agar mendapatkan hasil tambahan yang lebih akurat serta lebih memperhatikan standar yang seharusnya diterapkan pada area parkir.

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai penelitian kuantitatif itu sendiri. Selain itu untuk mengetahui standar pencahayaan pada sebuah area parkir. Kemudian membandingkan apakah fasilitas area parkir yang disediakan oleh Universitas Balikpapan sudah memenuhi standar dan mempermudah mahasiswa saat berada di area parkir tersebut.

METODE PENELITIAN

Dalam melakukan penelitian tentang Kajian Pencahayaan pada Area Parkir Samping Masjid Universitas Balikpapan, Peneliti menggunakan metode kuantitatif, yakni dengan cara memberikan kuisioner kepada sepuluh responden dari mahasiswa Universitas Balikpapan dan melakukan survei dengan pemantauan langsung pada area parkir Universitas Balikpapan.

Penelitian ini dilakukan dengan berlokasi di kawasan kampus Universitas Balikpapan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Observasi dilakukan mulai tanggal 25 November 2017 sampai dengan 15 Desember 2017. Peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan survei lokasi penelitian. Survei yang dilakukan dengan melihat langsung apakah lampu penerangan pada area parkir sudah bekerja dengan efektif. Kemudian hasil dari data kuisioner dan survei dilakukan analisis, peninjauan ulang data, dan selanjutnya dengan menarik kesimpulan berdasarkan hasil data yang diperoleh Peneliti.

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah analisa pencahayaan yang baik sehingga membuat mahasiswa merasa nyaman, pada metode ini dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa mengenai pencahayaan yang nyaman bagi mahasiswa sehingga dapat diketahui kriteria pencahayaan yang baik pada area parkir.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari data yang telah terkumpul dari hasil penyebaran kuisioner kepada sepuluh responden dari mahasiswa Universitas Balikpapan, dengan lima pertanyaan dan pilihan jawaban dengan skala empat maka dapat diketahui persentase skor dari masing-masing indikator pada tabel 1 :

Dari hasil pengumpulan data tersebut diketahui bahwa jumlah perolehan skor pada pada hasil kuesioner ialah 34,2% dengan skor tertinggi terdapat pada pertanyaan “Selain pencahayaan, bagaimana pengolahan area parkir di Universitas Balikpapan khususnya area parkir samping masjid ?” dengan persentase 12,6 % dan skor terendah terdapat pada pertanyaan “Apakah lampu penerangan pada area parkir sudah sesuai ?” dengan persentase 4,2%. Dari data tersebut dapat diinterpretasikan bahwa mahasiswa menilai pencahayaan di area parkir samping masjid Universitas Balikpapan dinilai masih kurang. Dilihat dari persentase terendah, pencahayaan di area parkir belum sesuai sehingga sebagian responden mengalami kesulitan melihat pada malam hari saat menuju kendaraan mereka di area parkir. Mengenai skala penilaian persentase skor dapat dilihat pada tabel 2.

Dibawah ini terdapat beberapa foto area lokasi penelitian, dengan membandingkan kondisi saat siang hari dan malam hari. Terlihat jelas pada gambar, bahwa pencahayaan pada area parkir pada malam hari sangat kurang dan hal ini membuat sebagian besar mahasiswa merasa kurang nyaman saat mencari letak kendaraannya pada malam hari. Hanya terdapat sekitar tiga sampai empat lampu di sepanjang area parkir, seperti yang terlihat pada gambar 1. Sedangkan gambar 2 menunjukkan bahwa lampu pada area parkir tidak menyala pada malam hari dan pencahayaan di area parkir hanya memanfaatkan lampu penerangan dari gedung G dan gedung A Universitas Balikpapan.

Kemudian dari hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 15 Desember 2017 pada area penilitian. Kami melakukan observasi langsung dengan menghitung kuat pencahayaan (iluminasi) pada area ini menggunakan aplikasi Light meter. Dari observasi tersebut kami mendapatkan hasil pada gambar 3 dan 4. Kemudian kami melakukan perbandingan apakah hasil iluminasi pada area parkir sudah sesuai dalam SNI 7391:200, yang kami gunakan sebagai acuan dalam penelitian ini.

Ketentuan pencahayaan di area parkir berdasarkan standar lampu penerangan jalan dalam SNI 7391:2008, ketentuan yang digunakan sebagai dasar perencanaan pencahayaan tempat parkir, yaitu:

a. Pencahayaan pada tempat parkir

Berdasarkan standar kuat pencahayaan (iluminansi, E) pada daerah tempat parkir seperti tertera pada Tabel 3, kuat pencahayaan yang digunakan untuk menerangi pelataran parkir adalah sebesar 11 lux, dimana diasumsikan pencahayaan diberikan untuk lalu lintas kendaraan dengan tingkat kegiatan di lingkungan lokasi adalah sedang.

b. Jenis lampu

Untuk menentukan jenis lampu pada area parkir, tabel 4 merupakan standar dari BSN yang digunakan sebagai acuan, dimana untuk pencahayaan pelataran parkir didesain menggunakan jenis Lampu Gas Sodium Bertekanan Rendah (SOX) karena selain digunakan untuk untuk jalan kolektor, lokal, dan persimpangan, lampu ini juga bisa digunakan untuk tempat peristirahatan (rest area), yang mana diasumsikan karakternya mirip dengan pelataran parkir. Adapun spesifikasi lampu jenis SOX tersebut adalah sebagai berikut:

– Efisiensi rata-ratanya antara 100 sampai 200 (lumen/watt).
– Umur rencana rata-rata adalah 8.000 sampai 10.000 (jam).
– Daya yang dibutuhkan 90 hingga 180 (watt).
– Pengaruh terhadap warna obyek termasuk sangat buruk.

c. Penempatan lampu

Batasan penempatan lampu penerangan jalan tergantung dari tipe lampu, tinggi lampu, lebar jalan dan tingkat kemerataan pencahayaan dari lampu yang akan digunakan. Sebelumnya telah direncanakan lebar gang pelataran parkir sebesar 8 meter, kuat pencahayaan yang diinginkan adalah 11 lux, jenis lampu yang digunakan adalah tipe SOX. Berdasarkan standar dalam SNI 7391: 2008, maka tinggi lampu yang diperlukan adalah 8 meter dan jarak penempatan antar lampu adalah sejauh 31 meter.

KESIMPULAN 

Pencahayaan dalam suatu universitas merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan detail, pencahayaan pula memberikan penilaian mengenai kenyamanan bagi universitas. Tentunya hal ini juga menjadi salah satu point penting dalam menciptakan keindahan suatu universitas, khususnya pada malam hari.

Melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan memberikan kuisioner kepada sepuluh responden, delapan responden berpendapat bahwa pencahayaan pada area parkir samping mushola Universitas Balikpapan sangat kurang dan sulit melihat saat menuju posisi kendaraan pada malam hari dengan pencahayaan yang ada di area parkir, sedangkan dua responden berpendapat pencahayaan pada area parkir sudah cukup. Kemudian melakukan observasi langsung dengan menggunakan aplikasi Light meter yang merupakan aplikasi pengukur pencahayaan, kemudian mendapatkan hasil 60 lux saat Peneliti mengukur pencahayaan pada malam hari. Berdasarkan standar nasional Indonesia 7391:2008 tentang spesifikasi pencahayaan jalan di kawasan perkotaan, 60 lux masih dibawah standar untuk lampu area parkir dengan menggunakan jenis lampu SOX sekitar 90-180 lux. Hasil ini sangat jauh dibandingkan dengan 60 lux.

Dari hasil serta uraian diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa mahasiswa kurang merasa nyaman pada pencahayaan di area parkir samping masjid Universitas Balikpapan serta pencahayaan di area parkir belum sesuai sehingga sebagian responden mengalami kesulitan melihat pada malam hari saat menuju kendaraan mereka di area parkir. Bila dibandingkan dengan Standar Nasional SNI 7391:2008 pencahayaan pada area parkir samping masjid Universitas Balikpapan belum memadai.

DAFTAR PUSTAKA 

Ananta, Erwin. 2017. Engineering Safety Prime: Construction Safety. Materi Perkuliahan Keselamatan Konstruksi, Fakultas Vokasi Universitas Balikpapan. Tersedia pada situs http://www.safety.cf

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir untuk Umum.

Standar Nasional Indonesia 7391:2008 tentang Spesifikasi Penerangan Jalan di Kawasan Perkotaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.