SAFETY PRIME

Engineering Safety

[1801261] Keefektivitasan Pemanfaatan Tangga Darurat Untuk Jalur Evakuasi Pada Bangunan Gedung

Leave a comment

KEEFEKTIVITASAN PEMANFAATAN TANGGA DARURAT UNTUK JALUR EVAKUASI PADA BANGUNAN GEDUNG

Dwi Santi Oktavia dan Firda Ayu Orfiya
Program Studi Diploma IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Fakultas Vokasi, Universitas Balikpapan

ABSTRAK

Tangga darurat lebih mementingkan fungsi dari pada estetisnya. Umum-nya letak tangga darurat pada ruangan khusus dan tidak akan digunakan jika kondisi bangunan normal. Sarana  tangga darurat atau tangga kebakaran  yang dapat menjamin kemudahan evakuasi setidaknya akan mengurangi secara signifikan kemungkinan jumlah korban nyawa pengguna gedung apabila terjadi peristiwa darurat, baik yang diakibatkan oleh peristiwa alam maupun oleh perbuatan manusia.

Penelitian ini berlokasi pada gedung G Universitas Balikpapan, jalan Pupuk Raya Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan metode ini Peneliti melakukan wawancara dan observasi langsung di lapangan secara sistematis dan analitis. Prinsip dasar dari penelitian ini adalah memperoleh informasi atau asumsi-asumsi apa saja yang mendasarinya, instrumen-instrumen apa saja yang digunakan, bagaimana teknik pengumpulan data, dan alasan-alasan penting apa saja yang mendasarinya.

Dari penelitian yang telah dilakukan, bahwa tangga darurat sangat diperlukan dan harus ada pada bangunan gedung bertingkat untuk mengefektivitaskan pada saat terjadi bencana seperti kebakaran. Ada 19 dari 23 responden mengatakan bahwa pentingnya dilakukan pemasangan tangga darurat di gedung G Universitas Balikpapan untuk mengantisipasi jika terjadi bencana yang tidak diinginkan. Secara khusus bangunan pada gedung G Universitas Balikpapan tidak dilengkapi dengan tangga darurat. Tangga yang ada tidak efektif digunakan sebagai jalur evakuasi bila terjadi bencana seperti kebakaran atau gempa bumi.

Tangga darurat merupakan sarana penting yang harus ada di gedung bertingkat karena bisa mengefektivitaskan suatu penyelamatan/evakuasi jika terjadi suatu bencana seperti kebakaran atau gempa bumi agar pengguna bangunan bisa sesegera mungkin menyelamatkan diri agar terhindar dari musibah.

Kata kunci: efektivitas, tangga darurat, kebakaran, emergency.

 

PENDAHULUAN

Tangga darurat adalah tangga pada bangunan yang baru akan digunakan pada saat-saat tertentu saja, utamanya ketika terjadi bencana di dalam bangunan, seperti kebakaran atau gempa bumi. Tangga darurat lebih mementingkan fungsi dari pada estetis-nya. Umumnya letak tangga darurat pada ruangan khusus dan tidak akan digunakan jika kondisi bangunan normal. Desain tangga darurat lebih difokuskan pada penempatan yang paling mudah dijangkau serta terbebas dari api apabila terjadi bencana di dalam bangunan dan harus memiliki penghawaan yang maksimal. Pintu darurat dan tangga darurat harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah dicapai dan dapat mengeluarkan seluruh penghuni dalam waktu 2,5 menit. Pintu darurat harus mempunyai tanda atau sinyal penerangan yang bertuliskan KELUAR di atasnya dan menghadap ke koridor (Departemen Pekerjaan Umum, 1987: 11-14).

Salah satu persyaratan bahwa suatu bangunan yang mempunyai tingkat okupansi tinggi dianggap aman adalah adanya sarana  tangga darurat atau tangga kebakaran  yang dapat menjamin adanya kemudahan evakuasi penghuninya apabila terjadi keadaan darurat. Pengertian kemudahan evakuasi disini diartikan dalam pengertian: kecepatan evakuasi, dan keamanan evakuasi.

Sarana tangga darurat atau tangga kebakaran yang dapat menjamin kemudahan evakuasi setidaknya akan mengurangi secara signifikan kemungkinan jumlah korban nyawa pengguna gedung apabila terjadi peristiwa darurat, baik yang diakibatkan oleh peristiwa alam maupun oleh perbuatan manusia. Sarana tangga darurat atau tangga kebakaran yang tidak tertata dan terencana dengan baik, atau difungsikan untuk hal-hal lain selain untuk fungsi evakuasi pengguna gedung justru dapat menjadi sarana jebakan maut bagi penggunanya.

Salah satu bangunan yang mempunyai tingkat okupansi tinggi dalam kasus ini adalah gedung perkuliahan yang tidak mempunyai tangga darurat atau tangga kebakaran yang ada di Universitas Balikpapan khususnya di gedung G. Dalam kasus ini bangunan perkuliahan di Universitas Balikpapan yang umumnya terdiri dari 7 lantai.

Bangunan di Universitas Balikpapan khususnya di gedung G tidak mempunyai tangga darurat atau tangga kebakaran dalam hal ini gedung G yang ada di Universitas Balikpapan tidak efektivitas jika terjadi keadaan yang darurat (misalnya jika terjadi kebakaran atau gempa bumi), sehingga menyulitkan penggunanya untuk melarikan diri jika terjadi keadaan darurat atau emergency.

Adapun tujuan diadakannya penelitian ini yaitu untuk mengingat adanya tangga darurat merupakan sarana yang penting bagi bangunan bertingkat dan mempermudah evakuasi jika terjadi bencana seperti kebakaran atau gempa bumi.

Manfaat penelitian ini adalah untuk meminimalisir adanya korban jiwa jika terjadi bencana kebakaran atau gempa bumi pada Gedung G Universitas Balikpapan. Sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000, bahwa setiap bangunan  harus dilengkapi dengan sarana evakuasi yang dapat digunakan oleh pengguna bangunan, sehingga memiliki waktu yang cukup  untuk  menyelamatkan  diri dengan aman di dalam tangga darurat. Menurut Suprapto (2013) Penelitian Deskriptif merupakan penelitian terhadap status, sikap, kelompok individu, perangkat kondisi dan prosedur, suatu sistem pemikiran atau peristiwa dalam rangkap membuat deskripsi secara sistematik dan analitik yang dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah aktual pada masa kini.

METODE PENELITIAN 

Dalam melakukan penelitian tentang keefektivitasan pemanfaatan tangga darurat untuk jalur evakuasi, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu membuat deskriptif dengan melakukan wawancara dan observasi langsung di lapangan secara sistematis dan analitis. Tujuan menggunakan metode ini adalah untuk menggali lebih dalam informasi dari responden agar diperoleh fakta terkait. Secara prinsip metodologis dalam penelitian ini adalah bagaimana menjawab pertanyaan penelitian mengapa perlunya pemanfaatan tangga darurat untuk jalur evakuasi. Penelitian ini juga dilakukan evaluasi terhadap kondisi penggunaan tangga untuk jalur evakuasi.

Prinsip dasar dari penelitian ini adalah memperoleh informasi atau asumsi-asumsi apa saja yang mendasarinya, instrumen-instrumen apa saja yang digunakan, bagaimana teknik pengumpulan data, dan alasan-alasan penting apa saja yang mendasarinya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif dimana penelitian berfokus pada keefektifitasan tangga darurat.

Penelitian ini dilakukan dengan berlokasi di gedung G Universitas Balikpapan, jalan Pupuk Raya, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, kota Balikpapan, provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahapan pelaksanaan di lapangan, tahapan evaluasi terhadap data hasil pengamatan, penelusuran data, dan dokumentasi yang dikumpulkan selama pelaksanaan penelitian ini. Observasi dilakukan di lokasi kampus, pengamatan dilakukan dengan mengamati langsung dan dicatat secara sistematis terhadap indikasi dan gejala yang secara visual terlihat pada obyek penelitian. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan November hingga Desember.

Pada penelitian ini, peneliti melibatkan diri secara aktif, namun tetap menjaga keseimbangan sebagai pihak eksternal yang melakukan penelitian tanpa terlibat dalam pengambilan keputusan lapangan secara langsung. Peneliti melakukan pengolahan data dengan pendekatan analisis kualitatif. Pengolahan data dilakukan dengan bersumber dari hasil wawancara kepada responden, mengklasifikasikan informasi yang diperoleh berdasarkan variabel penelitian dan disusun agar dapat dibandingkan antara informasi yang satu dengan yang lainnya, melakukan analisis data, meninjau ulang data dengan menggunakan tinjauan teori yang relevan. Selanjutnya menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh.

Penelitian ini juga menggunakan 23 responden, diantaranya mahasiswa dan dosen. 19 diantaranya setuju dengan adanya pemasangan tangga darurat karena untuk mengantisipasi jika terjadi insiden kebakaran atau gempa bumi dan 4 diantaranya mengatakan bahwa tidak perlu dipasang tangga darurat karena kondisi saat ini menggambarkan bahwa belum pernah terjadi insiden seperti kebakaran atau gempa bumi.

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Studi dilakukan pada gedung G Universitas Balikpapan. Gedung G Universitas Balikpapan memiliki 7 lantai dan tidak dipasang tangga darurat dalam gedung tersebut. Berdasarkan  peraturan  yang  berlaku (Keputusan Menteri Negara  Pekerjaan  Umum  No.  10/KPTS/2000), maka dalam penyelenggaraan keamanan bangunan khususnya terhadap bahaya  kebakaran  harus terlaksana  dengan  baik. Untuk  mengatasi  hal tersebut, gedung G di Universitas Balikpapan diperlukannya pemasangan tangga darurat untuk membuat gedung G lebih efektif jika melakukan penyelamatan dan evakuasi jika terjadi bencana kebakaran atau gempa bumi.

Maka dari itu dalam penyelenggaraan keamanan bangunan khususnya terhadap bahaya kebakaran harus terlaksana dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut gedung G di Universitas Balikpapan harus diperlukan kelengkapan instalasi dan media penyelamatan yang cepat dan efisien baik dari dalam maupun luar gedung. Adapun demikian setiap gedung pun perlu adanya tangga darurat untuk jalur evakuasi, akan tetapi pada gedung G Universitas Balikpapan tidak mempunyai tangga darurat.

Hasil investigasi dalam penelitian yang Peneliti lakukan, mendapatkan bahwa tidak ada tangga darurat (tangga kebakaran) yang terpasang pada gedung G, melainkan hanya ada tambahan lift yang digunakan untuk akses naik turun para pengguna gedung.

Dengan adanya penambahan lift tentu membantu para pengguna gedung untuk akses naik turun pada suatu gedung tersebut, namun bila terjadi bencana seperti kebakaran atau gempa bumi  – dengan alasan keselamatan – para pengguna gedung tidak boleh menggunakan lift untuk menyelamatkan diri atau menuju ke titik berkumpul (muster point), sehingga praktis penggunaan gedung hanya menggunakan satu-satunya tangga untuk menyelamatkan diri atau menuju ke muster point. Oleh karena itu perlunya gedung bertingkat dipasang tangga darurat untuk mengantisipasi jika terjadi bencana kebakaran atau gempa bumi.

Dari penelitian yang telah dilakukan, bahwa tangga darurat sangat diperlukan dan harus ada pada bangunan gedung bertingkat untuk mengefektivitaskan pada saat terjadi bencana seperti kebakaran atau gempa bumi. Dalam hal ini, jika Universitas Balikpapan memasang tangga darurat khususnya di gedung G harus mempunyai syarat-syarat berikut ini untuk keefektivitasan suatu bangunan jika terjadi insiden seperti kebakaran:  (a) Letaknya berhubungan dengan dinding luar bangunan dan mempunyai pintu akses keluar gedung; (b) Dilengkapi dengan pintu dari bahan tahan api sekurang-kurangnya selama 3 jam; (c) Pada bagian bordes dilengkapi jendela kaca yang bisa dibuka dari luar untuk penyelamatan pengguna; (d) Dilengkapi cerobong penghisap asap di samping pintu masuk, dan; (e) Pada tangga darurat harus dilengkapi dengan lampu penerangan dengan supply baterai darurat, dan beberapa persyaratan atau pertimbangan utama dalam merencanakan tangga darurat agar efektivitas penggunaan tangga darurat ketika dibutuhkan dapat berfungsi maksimal.

Secara khusus bangunan pada gedung G Universitas Balikpapan tidak dilengkapi dengan tangga darurat, yang terdapat disana merupakan tangga biasa, namun keberadaannya kurang bisa dimanfaatkan sebagai jalur evakuasi bila terjadi bencana seperti kebakaran atau gempa bumi. Keberadaan tangga darurat sangat membantu atau akan memudahkan penyelamatan korban jiwa bila terjadi keadaan darurat atau emergency. Tangga darurat lebih difokuskan pada penempatan yang paling mudah dijangkau serta terbebas dari api, dan tangga darurat biasanya didesain dengan tinggi pijakan optimal agar memaksa orang untuk berlari dengan cepat bila terjadi emergency.

KESIMPULAN 

Dari penelitian yang Peneliti lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa tangga darurat merupakan sarana penting yang harus ada di gedung bertingkat karena bisa mengefektivitaskan suatu penyelamatan/evakuasi jika terjadi suatu bencana agar pengguna bangunan bisa menghemat waktu untuk menyelamatkan diri. Saat terjadi bencana kebakaran atau gempa bumi, lift tidak boleh digunakan dengan alasan keselamatan, sehingga paraktis hanya menggunakan satu-satunya tangga sebagai akses.

Tangga darurat merupakan sarana penting yang harus ada di gedung bertingkat karena bisa mengefektivitaskan suatu penyelamatan/evakuasi jika terjadi suatu bencana seperti kebakaran atau gempa bumi agar pengguna bangunan bisa sesegera mungkin menyelamatkan diri agar terhindar dari musibah.

DAFTAR PUSTAKA 

Ananta, Erwin. 2017. Engineering Safety Prime: Construction Safety. Materi Perkuliahan Keselamatan Konstruksi, Fakultas Vokasi Universitas Balikpapan. Tersedia pada situs http://www.safety.cf

Besta, Besta. 2015. Tangga Darurat/tangga kebakaran. Diakses pada situs http:// bestananda. blogspot.co id/2015/02/tangga-darurattangga-kebakaran.html tanggal 15 Desember 2017 pukul 20.45.

Dessi, Finda. 2012. Konstruksi tangga. Diakses pada situs http:// findadessi. blogspot.co.id/2012/05/ konstruksi-tangga.html tanggal 15 Desember 2017 pukul 20.13.

Jiwangga, Jiwangga. 2008. SNI Tangga Kebakaran. Diakses pada situs http:// jiwangga.com/ MyPad /Entries/2008/5/12_SNI_Tangga_Kebakaran.html tanggal 15 Desember 2017 pukul 21.34.

Juwana, J.S. 2005. Sistem Bangunan Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. (2000). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s